Kemnaker Sinkronkan Pelatihan Vokasi dengan Industri KEK, 60 Ribu Kuota Pelatihan Disiapkan

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) bersama pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) mulai menyelaraskan pelatihan vokasi dengan kebutuhan nyata industri. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi ketidaksesuaian (mismatch) antara program pelatihan dan kebutuhan tenaga kerja di lapangan, sekaligus memastikan penyerapan tenaga kerja lebih optimal.

Sinergi hulu hingga hilir penyiapan sumber daya manusia (SDM) ini dibahas dalam High-Level Roundtable Discussion on Link and Match terkait Program Pelatihan Vokasi Nasional dan Penempatan Tenaga Kerja yang digelar di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/04/2026). Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, mengatakan forum yang difasilitasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian tersebut bertujuan menyelaraskan program vokasi pemerintah dengan kebutuhan riil industri di kawasan KEK dan PSN.

Menurutnya, industri di KEK masih membutuhkan dukungan dalam menyiapkan tenaga kerja yang sesuai dengan kebutuhan spesifik masing-masing sektor. Di sisi lain, pemerintah melalui Kemnaker memiliki instrumen penyiapan Sumber Daya Manusia (SDM) berupa pelatihan vokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) atau Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar di berbagai daerah.

“Jadi kami ingin pelatihan-pelatihan vokasi yang kita lakukan, termasuk juga nanti magang, itu lebih match lagi, lebih dekat lagi dengan kebutuhan dari KEK atau PSN,” kata Menaker.

Salah satu hasil utama forum ini adalah pemetaan kebutuhan pelatihan spesifik dari masing-masing KEK. Dalam diskusi terungkap bahwa program pelatihan yang tersedia saat ini belum sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan industri, baik dari sisi jenis pelatihan maupun kedekatan lokasi balai dengan kawasan industri.

Menanggapi hal tersebut, Kemnaker akan menyesuaikan pelaksanaan pelatihan vokasi agar lebih tepat sasaran, khususnya untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja di KEK dan PSN. “Tadi kita petakan apa yang bisa kita lakukan ke depan, lebih konkret, lebih kolaboratif. Ada KEK yang bilang kami butuh pelatihan ke arah sini, tapi balai yang ada di Kemnaker belum sepenuhnya siap. Ini yang insyaallah akan difasilitasi oleh Kemenko,” ujar Yassierli.

Forum juga menyepakati bahwa sisa kuota Program Pelatihan Vokasi Nasional tahun 2026 sebanyak 60.000 peserta akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan industri di KEK dan PSN. Selain itu, pemerintah menargetkan pemerataan Program Pemagangan (MagangHub) 2026 di seluruh 25 KEK di Indonesia, sehingga peserta dapat memperoleh pengalaman kerja langsung di berbagai kawasan industri.

Menaker menambahkan, pelatihan vokasi di BLK memiliki keunggulan dari sisi fleksibilitas dan durasi yang relatif singkat, yakni antara dua hingga tiga bulan. Dengan keunggulan tersebut, pelatihan ke depan tidak hanya dilakukan di balai milik pemerintah, tetapi juga dimungkinkan berlangsung langsung di fasilitas industri atau pabrik yang telah beroperasi di kawasan KEK.

Ia menegaskan, forum ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan awal dari kolaborasi berkelanjutan antara Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan para pengelola KEK. Hasil pemetaan kebutuhan yang telah disusun akan segera ditindaklanjuti secara teknis, dengan Kemenko Perekonomian berperan sebagai koordinator lintas kementerian.

“Kami menawarkan fasilitas, sistem, dan anggaran untuk penyiapan SDM. Inilah yang lebih sustain. Mari kita buat gerakan peningkatan produktivitas bersama-sama,” pungkasnya.

 

Magang Nasional Batch I Ditutup, Kemnaker Perkuat Sertifikasi Kompetensi dan Akses Kerja

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi menutup Program Pemagangan Nasional Batch I yang diikuti 16.112 peserta pada periode Oktober 2025 hingga April 2026. Penutupan program dilakukan di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli dalam sambutannya menegaskan bahwa program pemagangan merupakan bagian dari strategi penguatan kompetensi tenaga kerja nasional yang tidak hanya memberikan pengalaman kerja, tetapi juga membangun kesiapan kerja berbasis keterampilan.

Sejalan dengan itu, setelah menyelesaikan program, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi kompetensi sebagai bentuk pengakuan atas keterampilan yang telah diperoleh di dunia kerja.

“Kami mengajak adik-adik peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini karena sertifikasi kompetensi diberikan secara gratis sebagai pengakuan atas keterampilan yang dimiliki,” ujar Yassierli.

Untuk itu, ia juga meminta para peserta mempersiapkan diri dengan belajar sebelum mengikuti uji kompetensi di balai pelatihan Kemnaker maupun Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang bermitra dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Lebih lanjut, Yassierli menyampaikan hasil evaluasi pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch I.

Dari hasil evaluasi tersebut, Kemnaker menekankan pentingnya pemerataan pelaksanaan program agar tidak terpusat di Pulau Jawa, melainkan lebih merata di seluruh Indonesia guna memperluas kesempatan bagi putra-putri daerah.

Selain pemerataan wilayah, program juga akan diperluas agar terbuka bagi seluruh program studi, tidak terbatas pada jurusan tertentu.

Dalam upaya meningkatkan kualitas pelaksanaan, Kemnaker turut mengkaji penguatan keterlibatan perusahaan, termasuk skema kontribusi yang lebih terstruktur untuk mendukung pembinaan peserta.

Menurut Yassierli, sejumlah perusahaan telah menunjukkan praktik baik dalam pemagangan melalui pemberian proyek kerja, evaluasi berkala, hingga pendampingan langsung, yang akan terus diperkuat dalam skema kemitraan yang lebih luas.

“Tahun ini fokusnya memberikan pengalaman kerja. Ke depan, kami ingin tidak hanya pengalaman kerja, tetapi juga memastikan peserta memiliki sertifikat kompetensi dan peluang lebih besar untuk diserap oleh industri,” ujarnya.

Sebagai tindak lanjut dari penguatan tersebut, Yassierli menyampaikan bahwa Kemnaker terus memperkuat ekosistem ketenagakerjaan melalui pengembangan platform SiapKerja, termasuk fitur KarirHub yang menyediakan informasi lowongan kerja dari berbagai sektor.

“Kami terus mengintegrasikan SiapKerja dengan portal-portal swasta agar seluruh lowongan kerja, baik di dalam maupun luar negeri, dapat terkonsolidasi dalam satu platform,” katanya.

Melalui platform tersebut, ia mendorong peserta untuk memanfaatkan KarirHub sebagai sarana mencari peluang kerja, sekaligus mengajak perusahaan lebih aktif membuka lowongan agar akses kerja semakin luas.

Di akhir pernyataannya, Yassierli menyampaikan apresiasi kepada seluruh perusahaan mitra dan mentor atas kontribusinya dalam menyukseskan Program Pemagangan Nasional Batch I.

 

Gibas Kota Bekasi Gelar Halal Bihalal Berbagi Anak Yatim

BEKASI -(deklarasinews.com)- Organisasi Masyarakat Gabungan Inisiatif barisan Anak Siliwangi (Gibas) Kota Bekasi menggelar acara Halalbihalal dan santunan anak yatim piatu. Acara ini berlangsung berjalan lancar dan sukses, menandai rutinitas tahunan yang dilaksanakan setelah Bulan Suci Ramadhan 2026, Kamis (23/4/26)

“Ketua Gibas Resort Deni Muhamad Ali, mengatakan awak media, setiap tahun kami mengadakan acara Halalbihalal dan santunan anak yatim piatu.

“Alhamdulillah, hari ini berkat dukungan panitia dan seluruh anggota Gibas, acara ini dapat terlaksana dengan baik.”kata Deni Muhamad Ali

Lanjut, cara tampak dihadiri Perwakilan Wali Kota Bekasi, Dr. Tri Adhianto, Dewan Penasehat H, Zaini Sidi l, Aliansi Ormas Kota Bekasi,Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi, serta Perwakilan Forkompinda Kota Bekasi. Kehadiran para tokoh ini menambah kehangatan dan makna dalam pertemuan tersebut.

Deni juga menyamangati Peran Organisasi Masyarakat  yang harus menjadi Garda terdepan untuk masyarakat. Ia menegaskan, Gibas adalah organisasi masyarakat yang memiliki legalitas hukum dan dilindungi oleh Undang-Undang,dan Akan selalu Berpartisipasi Dalam Pembangunan Kota Bekasi.

“Kami hadir Untuk Masyarakat Kota Bekasi yang berkomitmen untuk membangun dan bersinergi dengan pemerintah.”tegasnya.

Dia menyatakan bahwa Gibas mendukung program pemerintah terkait dan Selalu Berpartisipasi dalam Aliansi Ormas Kota Bekasi dalam kegiatan UMKM mau pun terkait Pembangunan Kota Bekasi.

“Selama itu baik untuk masyarakat, kami dukung dan akan kami kawal,” tegasnya.

Deni menambahkan, Gibas memiliki usulan Kepada Bapak, Walikota Bekasi Untuk Melakukan Memperdayakan Ormas dan Selalu Melihat arah Positif Organisasi Masyarakat saat ini, karena  itu Sudah Menjadi bentuk kepedulian kepada masyarakat, seperti Mendukung Kegiatan UMKM untuk Pembangunan Kota Bekasi.

Ia pun menegaskan pentingnya kontribusi nyata dari organisasi ini, Image organisasi masyarakat tidak selalu buruk.

“Kami adalah garda terdepan yang siap membantu masyarakat dalam Kegiatan UMKM, menjemput yang sakit dari kediamannya ke rumah sakit, bahkan sampai ke proses administrasi, hingga kembali pulang,” ujarnya.

Dengan semangat kebersamaan, Gibas Kota Bekasi terus berkomitmen untuk mendukung program-program yang bermanfaat bagi masyarakat dan menjunjung tinggi nilai-nilai sosial demi kebaikan bersama. Tutup (Ronald)

Terkait Dugaan Pungli Oknum Kades, Perusahaan Properti akan Ambil Langkah Hukum

KAB TANGERANG -(deklarasinews.com)- PT Wintraco Asri Group berencana melaporkan oknum Kepala Desa Kandawati, Kecamatan Gunung Kaler, Kabupaten Tangerang, ke pihak kepolisian. Pengembang properti tersebut merasa dirugikan atas dugaan praktik pungutan liar (pungli) dalam proses pengurusan dokumen pertanahan.

Perwakilan perusahaan, Sudiman, menyatakan langkah hukum ini perlu diambil karena pihak desa dianggap sengaja menghambat pelayanan publik. Menurutnya, oknum kades mempersulit warga yang ingin mengurus Surat Keterangan Waris (SKW).

“Praktik dugaan pungli oleh oknum pejabat wajib diberantas karena menghambat kemajuan daerah. Kami berencana segera membuat laporan resmi,” ujar Sudiman di kantornya, Jumat (24/4/2026).

Persoalan ini bermula saat perusahaan berupaya membantu warga mengurus SKW sebagai syarat jual beli lahan. Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan permintaan “jatah” sebesar Rp1.200 per meter persegi kepada warga. Karena merasa keberatan, pihak perusahaan akhirnya memberikan dana talangan agar proses administrasi lancar.

Namun, meski dana sudah diserahkan, proses tanda tangan dokumen tetap menemui jalan buntu. Tuti, utusan perusahaan yang mengurus dokumen, mengaku kerap dipersulit dengan berbagai alasan.

“Bahkan saat warga datang langsung ke kantor desa, Kades selalu disebut tidak ada di tempat. Warga dibuat bolak-balik tanpa kepastian,” jelasnya.

Sudiman mensinyalir sikap tidak kooperatif Kades muncul setelah perusahaan menolak permintaan “kasbon” dari suami sang Kades dalam pertemuan di Kampung Cibanteng. Sejak penolakan itu, pengurusan dokumen yang sebelumnya lancar mulai terhambat.

Mirisnya, dugaan pungli ini disebut mencakup lahan yang dibeli oleh pihak perusahan untuk disumbangkan ke salah satu masjid, seluas kurang lebih 22.000 meter persegi. “Sangat disayangkan lahan untuk sosial pun tetap dihitung jatah per meternya,” tambahnya.

Di sisi lain, Kepala Desa Kandawati, S, menanggapi dingin tudingan tersebut. Saat dikonfirmasi sebelumnya pada Senin (13/4), ia justru mengancam akan mengerahkan massa jika persoalan pungutan ini diviralkan.

“Saya akan kerahkan warga jika terkait pungutan diviralkan,” tegas S di kiosnya.

Terbaru, pada Kamis (23/4), S mengumpulkan sejumlah warga di kantor desa. Sementara pihak pengembang menilai aksi pengumpulan massa ini hanyalah upaya pengalihan isu untuk menutupi kasus dugaan pungli yang mulai mencuat.

Warga Keluhkan Kabel Optik Ilegal Semrawut di Tiang PLN, Diduga Ada Pembiaran dan Picu Kekhawatiran Sambaran Petir

LAMPURA -(deklarasinews.com)- Carut-marutnya pemasangan kabel serat optik (fiber optic) milik penyedia layanan internet (provider) di tiang-tiang listrik milik PT PLN (Persero) kian meresahkan warga. Selain merusak estetika lingkungan, tumpukan kabel yang diduga ilegal tersebut dikhawatirkan dapat memicu korsleting listrik hingga ancaman sambaran petir yang membahayakan pemukiman.

Pantauan di lapangan jumat 24 april 2026 menunjukkan kondisi kabel-kabel hitam yang saling melilit tidak beraturan di sepanjang jalur distribusi listrik. Kondisi ini memicu dugaan adanya pembiaran dari pihak PLN terhadap provider nakal yang menumpang infrastruktur di duga tanpa izin resmi.

Ancaman Keselamatan Warga

Warga sekitar mengungkapkan rasa was-was setiap kali hujan deras disertai petir melanda. Menurut mereka, tumpukan kabel yang tidak tertata rapi tersebut meningkatkan risiko induksi listrik dan potensi gangguan fatal pada peralatan elektronik rumah tangga.

“Kami sangat khawatir dengan kondisi kabel yang semrawut ini. Kalau ada petir, rasanya sangat tidak aman. Selain itu, banyak kabel yang menjuntai rendah, hampir menyentuh kepala warga atau kendaraan yang lewat,” ujar salah seorang warga yang melintas di lokasi.

Dugaan Pembiaran oleh Pihak PLN

Selain faktor keamanan, warga juga mempertanyakan ketegasan PT PLN dalam mengawasi aset tiang listrik mereka. Kuat dugaan bahwa banyak provider WiFi memanfaatkan tiang PLN secara ilegal tanpa memperhatikan standar keamanan dan teknis pemasangan (SOP).

“Sepertinya ada pembiaran. Kalau memang ilegal, kenapa dibiarkan bertahun-tahun bertambah banyak? PLN harusnya berani memutus atau menertibkan kabel-kabel yang numpang tanpa izin ini demi keselamatan masyarakat,” tegas warga.

Desakan Penertiban

Masyarakat mendesak instansi terkait, baik PT PLN maupun dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Lampung Utara, untuk segera melakukan penertiban terhadap kabel-kabel optik liar tersebut. Warga berharap adanya regulasi yang jelas dan tindakan nyata berupa pembersihan kabel yang tidak berizin agar lingkungan kembali rapi dan aman.

Hingga berita ini diturunkan, pihak PLN setempat belum memberikan keterangan resmi terkait langkah pengawasan dan penertiban terhadap menjamurnya kabel provider internet di tiang listrik mereka. Zainal

Ossy Dermawan Dorong Reforma Agraria di Kalteng

PALANGKARAYA -(deklarasinews.com)- Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi II DPR RI di Kalimantan Tengah (Kalteng), Kamis (23/04/2026), mengimbau pemerintah provinsi (Pemprov) untuk lebih aktif menyelesaikan masalah pertanahan. Langkah itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA).

“Kewenangan Bapak/Ibu Kepala Daerah di provinsi ini sangat besar, dan dapat membantu mengelola pertanahan di tempat Bapak/Ibu sekalian melalui forum Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA). Jika ada konflik pertanahan, aktifkan GTRA agar kita bisa mencari solusi,” ujar Wamen Ossy di Aula Jaya Tingang, Kantor Gubernur Kalteng.

Pimpinan daerah dalam hal ini gubernur merupakan Ketua GTRA Provinsi, sedangkan bupati/wali kota adalah Ketua GTRA Kota/Kabupaten. Kedua pihak tersebut punya kewenangan besar dalam menentukan subjek penerima dalam Tanah Objek Reforma Agraria (TORA).

Dalam konteks kebijakan, GTRA Provinsi dan Kabupaten/Kota dapat bekerja sama dengan Kantor Wilayah (Kanwil) BPN maupun Kantor Pertanahan Untuk mengidentifikasi potensi TORA di wilayahnya.

“Seperti masyarakat-masyarakat yang sudah kadung tinggal di kawasan hutan. Ketika dinyatakan kawasan itu (tempat tinggal masyarakat) sebagai kawasan hutan, tentu kita harus pikirkan bagaimana kesejahteraan mereka? Ini menjadi tugas kita di daerah, agar segera mereka dikeluarkan dari kawasan hutan, ditentukan sebagai Areal Penggunaan Lain (APL), lalu mereka bisa mendapatkan sertipikat,” ujar Wamen Ossy.

Di hadapan Gubernur Kalteng, Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda, menjelaskan bahwa 75,96% wilayah di Kalteng merupakan kawasan hutan. Di kawasan itu pula banyak masyarakat yang sejak lama sudah mendiami sejumlah titik bidang tanah. Untuk itu, perlu ada inventarisasi yang jelas terkait kawasan hutan dan kawasan non hutan.

“Ini jika fungsi GTRA di Kalteng dilakukan dengan optimal, kita harus bisa petakan sedemikian rupa dan se-detail mungkin seberapa persen kawasan hutan tersebut, dan pada titik-titik yang lain kita inventarisasi dan rekomendasi kawasan mana yang memerlukan program Reforma Agraria,” ungkap Ketua Komisi II DPR RI.

Pada kegiatan ini, selain Gubernur Kalteng, Agustiar Sabran, turut hadir Wakil Gubernur Kalteng, Edy Pratowo; Wakil Ketua Komisi II, Dede Yusuf; serta FORKOPIMDA Provinsi Kalteng dan Kota/Kabupaten se-Kalteng. Turut serta mendampingi Wamen Ossy, Staf Ahli Bidang Partisipasi Masyarakat dan Pemerintah Daerah, Andi Tenri Abeng; Kepala Kanwil BPN Provinsi Kalteng, Fitriyani Hasibuan beserta para Kepala Kantah se-Provinsi Kalteng.(Nan)

Dapur MBG Karanganyar, Antara Nutrisi dan Kelestarian Lingkungan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Upaya menjaga keseimbangan antara pelayanan gizi dan kelestarian lingkungan terus diperkuat oleh pengelola SPPG (Dapur MBG) Karanganyar, Lampung Selatan.

Yayasan Alfian Husin selaku pengelola menerapkan prinsip bahwa operasional dapur tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan bergizi, tetapi juga mengedepankan tanggung jawab lingkungan secara serius dan terukur.

Sebagai bentuk konkret, pengelola telah meningkatkan sistem pengolahan limbah dengan menambahkan teknologi biotank dan filterisasi modern. Sistem ini menjadi pelengkap dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang telah lebih dulu digunakan, sehingga proses pengolahan limbah berjalan lebih maksimal dan berlapis.

Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari, S.E., MBA., menegaskan komitmen tersebut. “Kami memastikan bahwa seluruh proses pengolahan limbah dilakukan secara bertanggung jawab dan sesuai standar. Penambahan biotank dan sistem filterisasi ini adalah bentuk keseriusan kami agar limbah yang dihasilkan benar-benar melalui proses penyaringan optimal sebelum dialirkan ke lingkungan,” kata Ary Meizari.

Dia juga menambahkan, sistem yang kami gunakan telah dirancang untuk memisahkan kandungan limbah seperti minyak, air, dan partikel padat, sehingga tidak menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat sekitar.

“Dengan sistem ini, air hasil olahan sudah dalam kondisi bersih dan tidak berbau. Kami sangat memperhatikan aspek ini karena kami juga bagian dari masyarakat di sini, sehingga menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama.”

Selain aspek lingkungan, dapur MBG Karanganyar juga terus menjalankan fungsinya sebagai pusat pemberdayaan masyarakat. Mayoritas tenaga kerja yang terlibat merupakan warga lokal yang mendapatkan manfaat ekonomi secara langsung melalui insentif rutin.

Dengan penguatan sistem pengolahan limbah serta komitmen pengelolaan yang berkelanjutan, pengelola berharap masyarakat dapat melihat operasional dapur MBG secara lebih utuh, tidak hanya dari sisi produksi, tetapi juga dari tanggung jawab sosial dan lingkungan yang dijalankan secara konsisten. (**)

Kepala BKN Tekankan Empat Agenda Utama Tata Kelola ASN di Papua Barat

MANOKWARI -(deklarasinews.com)- Humas BKN, Dalam pengukuhan Basuki Ari Wicaksono sebagai Kepala Kantor Regional XIV BKN Manokwari oleh Gubernur Papua Barat, Kepala BKN, Prof. Zudan, menyampaikan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar pergantian jabatan, melainkan langkah konkret untuk memastikan pelayanan kepegawaian yang profesional, akuntabel, dan berbasis merit di wilayah Papua Barat dan Papua Barat Daya.

Dalam rilis yang diterima redaksi, Rabu (22/4/2026), Prof. Zudan secara khusus menekankan sejumlah arahan bagi Kepala Kanreg BKN Manokwari yang baru dikukuhkan. Diantaranya, yakni pertama, penguatan kolaborasi lintas instansi menurutnya menjadi kunci dalam menciptakan sistem manajemen ASN yang terintegrasi dan responsif terhadap kebutuhan daerah.

Kedua, percepatan implementasi manajemen talenta harus menjadi prioritas, guna memastikan setiap ASN ditempatkan dan dikembangkan sesuai kompetensi dan potensi terbaiknya.

Ketiga, peningkatan kualitas uji kompetensi diperlukan untuk menjamin proses pengembangan karier yang objektif dan berbasis kinerja.

Keempat, digitalisasi layanan kepegawaian harus terus didorong, termasuk melalui otomasi proses kenaikan pangkat, layanan pensiun, hingga penerapan sistem e-kinerja yang lebih efektif dan transparan.

Lebih lanjut, Kepala BKN menegaskan bahwa keberhasilan reformasi birokrasi sangat bergantung pada kualitas pengelolaan ASN. Oleh karena itu, Prof. Zudan menekankan bahwa proses pengadaan ASN harus benar-benar berbasis kebutuhan organisasi, bukan sekadar pemenuhan formasi, serta didukung sistem manajemen talenta yang transparan dan objektif.

“ASN bukan sekadar sumber daya administratif, tetapi merupakan aset strategis yang menentukan kinerja pemerintahan dan kualitas pelayanan publik,” tegasnya di Gedung PKK dan Auditorium Provinsi Papua Barat, Selasa (21/04/2026).

Di samping itu, Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, juga menyampaikan apresiasi atas peran BKN dalam mendukung pembangunan sumber daya ASN di Papua Barat. Ia menilai pengukuhan ini merupakan bagian dari penguatan organisasi untuk meningkatkan kualitas layanan manajemen ASN, sejalan dengan implementasi Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang ASN.

Melalui pengukuhan ini, Prof. Zudan berpesan agar Kantor Regional XIV BKN Manokwari diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi manajemen ASN di Papua Barat, dengan menghadirkan layanan yang semakin profesional, berintegritas, dan berdaya saing.

Wamenaker: Dunia Kerja Tak Hanya Lihat Ijazah, tapi juga Kompetensi

JAKARTA -(deklarasinews.com)-Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor menegaskan bahwa perkembangan dunia kerja saat ini menuntut pekerja memiliki kemampuan dan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan industri, dan tidak hanya mengandalkan ijazah. Hal ini penting agar pekerja mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin cepat.

“Dunia kerja saat ini tidak hanya melihat ijazah, tetapi juga kompetensi. Sertifikasi menjadi nilai tambah penting agar pekerja mampu bersaing dan berkembang, serta menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri,” ujar Afriansyah Noor saat membuka Rapat Kerja Nasional Serikat Pekerja Sucofindo di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

Ia menjelaskan, penguatan kompetensi dapat dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan dan sertifikasi, seperti balai pelatihan vokasi Kementerian Ketenagakerjaan, Politeknik Ketenagakerjaan, serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi. Program tersebut mencakup pelatihan vokasi, sertifikasi kompetensi, hingga peningkatan keterampilan sesuai kebutuhan industri.

Selain itu, Afriansyah Noor juga menekankan pentingnya hubungan industrial yang harmonis di lingkungan kerja. Ia mengajak serikat pekerja di lingkungan Sucofindo untuk menjaga persatuan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan berbagai persoalan di tempat kerja.

“Jika komunikasi berjalan baik dan semua pihak saling mendukung, maka perusahaan akan maju dan pekerja semakin sejahtera,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT Sucofindo, Sandry Pasambuna, mengatakan keberhasilan perusahaan tidak hanya ditentukan oleh kinerja bisnis, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia di dalamnya.

Ia menilai kesejahteraan pegawai dan keluarganya menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan perusahaan.

“Dengan semangat kebersamaan, saling percaya, dan komitmen yang kuat, kita dapat terus menjaga harmoni dan bersama-sama mengawal masa depan perusahaan menjadi lebih baik,” ucapnya.

Menaker Tekankan Perusahaan Sesuaikan Tugas Magang dengan Latar Pendidikan Peserta

MEDAN -(deklarasinews.com)- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menekankan pentingnya perusahaan menyesuaikan penugasan peserta magang dengan latar belakang pendidikan masing-masing agar proses pembelajaran berjalan lebih efektif dan mampu meningkatkan kompetensi peserta secara optimal.

Penegasan tersebut disampaikan Yassierli saat meninjau pelaksanaan Magang Nasional 2025 di RS Bunda Thamrin Medan, Rabu (22/4/2026).

Menurut Yassierli, masih terdapat peserta dengan latar belakang sarjana yang belum memperoleh penugasan sesuai tingkat pendidikannya. Ia menilai kondisi tersebut perlu diperbaiki agar peserta dapat memperoleh pengalaman belajar yang lebih relevan dengan kompetensi yang dimiliki.

Sebagai contoh, Yassierli menemukan peserta magang lulusan S1 yang ditempatkan pada tugas yang dinilai belum sepenuhnya mencerminkan latar belakang pendidikannya. Menurutnya, peserta dengan jenjang pendidikan sarjana seharusnya dapat diberikan tugas yang lebih sesuai dengan kemampuan dan kompetensi yang dimiliki.

“Kepada direktur rumah sakit, saya minta tolong fasilitasi adik-adik belajar. Untuk lulusan S1, sebaiknya dapat diberikan tugas yang lebih menggambarkan tingkat pendidikannya,” ujar Yassierli.

Selain kepada pihak rumah sakit, Yassierli juga mengingatkan para peserta magang agar memanfaatkan kesempatan ini secara maksimal sebagai sarana pembelajaran dan penguatan kompetensi sebelum memasuki dunia kerja.

Ia menegaskan, masa magang harus dijalani secara serius, disiplin, dan bertanggung jawab agar benar-benar memberikan manfaat dalam meningkatkan kemampuan dan kesiapan kerja peserta.

Pelaksanaan Magang Nasional 2025 di rumah sakit tersebut diikuti 48 peserta dari batch 2 dan batch 3. Para peserta ditempatkan di berbagai unit layanan, terdiri atas 27 perawat, 13 teknisi listrik dan AC, serta 8 resepsionis. Sejumlah peserta juga dilaporkan telah mendapatkan tawaran untuk bergabung sebagai pekerja dari pihak manajemen rumah sakit.

Yassierli berharap program magang dapat menjadi sarana efektif dalam meningkatkan keterampilan, pengalaman kerja, serta kesiapan peserta dalam menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.