Jaga Harmoni Umat, PCNU Pagar Alam Hadiri Wisuda STKIP Muhammadiyah

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagar Alam terus berupaya meningkatkan peran organisasi melalui berbagai kegiatan, tidak hanya di bidang keagamaan, tetapi juga menyentuh sektor kemasyarakatan, pertanian, budaya, pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan bidang lainnya.

Komitmen tersebut diwujudkan dengan kehadiran jajaran pengurus PCNU bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pagar Alam dalam kegiatan Wisuda Angkatan XXIII Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Muhammadiyah Kota Pagar Alam yang digelar di Aula STKIP Muhammadiyah, Simpang Padang Karet, Sabtu (11/7/2026).  kegiatan tersebut Rais Syuriyah PCNU Kota Pagar Alam KH. Masrur Aminullah, Katib Syuriyah KH. Helmi, serta Ketua MUI Kota Pagar Alam yang juga Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU, KH. Supian Hadi.

KH. Masrur Aminullah mengatakan kehadiran PCNU dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen menjaga hubungan harmonis yang selama ini telah terjalin antara Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai dua organisasi Islam terbesar di Kota Pagar Alam.

“Kegiatan ini sebagai bentuk kehadiran PCNU Kota Pagar Alam yang selama ini telah membangun hubungan baik dengan Muhammadiyah. Harmonisasi ini harus terus dijaga demi kemaslahatan umat, khususnya di bidang pendidikan dan dakwah,” katanya.

Ia berharap kerja sama yang telah terjalin antara PCNU Kota Pagar Alam dan Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Pagar Alam dapat terus dipertahankan dan ditingkatkan.

“PCNU Kota Pagar Alam berharap kerja sama yang telah dibangun dengan DPD Muhammadiyah Kota Pagar Alam tetap terjalin dalam rangka melayani umat melalui organisasi keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” ujarnya.

Sementara itu, secara terpisah Ketua PCNU Kota Pagar Alam, KH. H. Deni, mengatakan pihaknya saat ini juga tengah mempersiapkan diri untuk menghadiri Muktamar Nahdlatul Ulama yang akan digelar pada Agustus mendatang.

Menurutnya, keikutsertaan PCNU Kota Pagar Alam dalam forum nasional tersebut diharapkan membawa dampak positif bagi daerah.

“PCNU saat ini mempersiapkan diri untuk menghadiri Muktamar pada bulan Agustus mendatang. Tentu nanti akan ada dampak positif bagi Kota Pagar Alam, karena saat muktamar setiap utusan daerah akan diabsen,” ujarnya.

Melalui berbagai kegiatan dan kolaborasi lintas organisasi, PCNU Kota Pagar Alam berharap dapat terus berkontribusi dalam memperkuat persatuan umat serta mendukung pembangunan masyarakat di berbagai sektor. (Rep)

Usai Konfercab, PCNU Pagaralam Gelar Rapat Perdana Bahas Ke-NU-an dan Muktamar PBNU

PAGARALAM –(deklarasinews.com)- Pascapelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab), Pengurus Harian Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pagaralam langsung menggelar rapat koordinasi secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis (9/7/2026).

Rapat tersebut membahas penguatan pemahaman ke-NU-an sekaligus persiapan keberangkatan delegasi PCNU Kota Pagaralam untuk mengikuti Muktamar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang akan digelar di Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, pada Agustus 2026 mendatang.

Dalam sambutannya, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pagaralam, Dr. H. Deni Priansyah, S.Ag., M.Pd.I., menyampaikan materi mengenai prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) yang menjadi landasan pemikiran Nahdlatul Ulama.

Ia menjelaskan bahwa dalam bidang fikih, NU berpedoman pada mazhab Imam Syafi’i. Sementara dalam bidang akidah, NU mengikuti paham Asy’ariyah dan Maturidiyah yang mengedepankan keseimbangan antara akal dan wahyu. Adapun dalam bidang tasawuf, NU merujuk pada ajaran Imam Junaid al-Baghdadi dan Imam Al-Ghazali.

Selain itu, Deni juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap dan jati diri warga NU yang berlandaskan nilai-nilai tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), i’tidal (tegak lurus), dan tasamuh (toleransi).

Ia menambahkan, warga Nahdlatul Ulama juga harus berpegang teguh pada prinsip-prinsip Ahlussunnah wal Jamaah, yakni ash-shidqu (kejujuran), al-amanah wal wafa bil ‘ahd (dapat dipercaya dan menepati janji), al-‘adalah (keadilan), at-ta’awun (tolong-menolong), serta al-istiqamah (keteguhan dan konsistensi).

“Nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman dalam menjalankan organisasi maupun kehidupan bermasyarakat,” ujar Deni.

Dalam rapat tersebut juga disepakati bahwa PCNU Kota Pagaralam akan mengirimkan lima orang peserta sebagai delegasi resmi pada Muktamar PBNU di Jombang. Selain itu, sejumlah pengurus juga akan diberangkatkan sebagai peninjau kegiatan.

“Keikutsertaan ini diharapkan dapat memperkuat peran dan kontribusi PCNU Kota Pagaralam dalam agenda organisasi di tingkat nasional,” pungkasnya. (Rep)

Begawi Festival, Ruang Persaudaraan Saibatin dan Pepadun Merawat Budaya Lampung

LAMSEl -(deklarasinews.com)- Pagi itu, Sabtu, 11 Juli 2026, Pantai Pasir Putih yang kini bernama Radin Inten Beach di Kabupaten Lampung Selatan tidak lagi hanya menyuguhkan hamparan pasir dan birunya laut. Kawasan pesisir itu berubah menjadi panggung kebudayaan yang sakral, tempat dua rumpun besar masyarakat adat Lampung, Saibatin dan Pepadun, dipertemukan dalam satu peristiwa bersejarah.

Debur ombak mengiringi tabuhan alat musik tradisional, sementara para penyimbang adat mulai memasuki arena prosesi. Di tempat inilah semboyan masyarakat Lampung, Sai Bumi Ruwa Jurai yang berarti satu bumi dua jiwa, benar-benar diwujudkan dalam semangat persatuan, kebersamaan, dan kekeluargaan.

Momentum bersejarah itu dikemas dalam Begawi Festival, sebuah kegiatan yang digagas mahasiswa Universitas Lampung (Unila) sebagai upaya memperkenalkan, merawat, sekaligus melestarikan warisan budaya Lampung kepada masyarakat luas, khususnya generasi muda.

Begawi Festival menjadi catatan penting dalam perjalanan budaya Lampung. Untuk pertama kalinya, dua prosesi adat besar, Saibatin dan Pepadun, dipertemukan dalam satu rangkaian kegiatan. Perbedaan tata adat tidak lagi menjadi pembatas, melainkan menjadi kekayaan yang memperkuat identitas masyarakat Lampung.

Radin Inten Beach menjadi saksi bagaimana dua rumpun adat yang selama ini hidup dengan tradisinya masing-masing duduk berdampingan dalam suasana penuh penghormatan dan persaudaraan.

Dari masyarakat adat Pepadun hadir perwakilan Abung Siwo Mego, Pubian Telu Suku, Mego Pak Tulang Bawang, serta Buay Lima Way Kanan.

Sementara masyarakat adat Saibatin bertindak sebagai tuan rumah karena kegiatan berlangsung di Kabupaten Lampung Selatan yang merupakan salah satu wilayah domisili masyarakat adat Saibatin.

Kemegahan Begawi Festival semakin terasa dengan hadirnya ratusan muli dan mekhanai dari berbagai marga di Provinsi Lampung yang mengenakan pakaian adat lengkap. Balutan kain tapis, siger, sesapur, serta berbagai atribut kebesaran adat membentang di sepanjang pesisir Radin Inten Beach, menghadirkan panorama budaya yang memukau.

Mereka datang mewakili rumpun adat Saibatin maupun Pepadun. Berbaris rapi mengikuti setiap tahapan prosesi, para muli dan mekhanai menjadi simbol bahwa budaya Lampung terus hidup di tangan generasi muda. Kilauan kain tapis berpadu dengan birunya laut Selat Sunda menciptakan pemandangan yang tidak hanya indah, tetapi juga sarat makna tentang persatuan.

Rangkaian adat diawali dengan prosesi Manjau. Dalam tradisi masyarakat Lampung, baik Saibatin maupun Pepadun, Manjau merupakan simbol silaturahmi, penghormatan, dan penyambutan yang mencerminkan eratnya hubungan kekeluargaan.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan turun mandi. Ritual tersebut menjadi simbol penyucian diri, harapan akan kehidupan yang lebih baik, sekaligus doa agar setiap langkah senantiasa diberikan keselamatan dan keberkahan.

Presiden BEM Universitas Lampung, Aditya Putra Bayu, mengatakan Begawi Festival lahir dari semangat mahasiswa untuk menjaga jati diri budaya Lampung di tengah perkembangan zaman.

“Mahasiswa tidak hanya memiliki tanggung jawab di bidang akademik, tetapi juga memiliki tanggung jawab moral menjaga identitas daerahnya. Begawi Festival kami gagas agar masyarakat semakin mengenal adat Saibatin dan Pepadun sebagai warisan budaya yang harus terus hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Aditya.

Suasana semakin khidmat ketika berbagai unsur masyarakat, tokoh adat, pemerintah, hingga TNI mengikuti seluruh rangkaian prosesi. Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, serta Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan Begawi Festival menjadi momentum penting untuk mempererat persatuan masyarakat sekaligus menjaga kelestarian budaya Lampung.

“Saibatin dan Pepadun adalah kekayaan budaya yang kita miliki bersama. Kegiatan seperti ini harus terus dijaga dan dilestarikan karena menjadi ruang mempererat persaudaraan sekaligus memperkenalkan budaya Lampung kepada masyarakat luas. Pemerintah Provinsi Lampung akan terus mendukung kegiatan yang mengangkat budaya daerah agar tetap hidup dan menjadi kebanggaan generasi mendatang,” kata Rahmat.

Puncak acara berlangsung ketika masyarakat adat Lampung Pepadun menganugerahkan gelar adat kepada Pangdam XXI/Radin Inten Mayor Jenderal TNI Kristomei Sianturi. Prosesi berlangsung khidmat di hadapan para penyimbang adat, tokoh masyarakat, dan ribuan warga yang memadati kawasan Radin Inten Beach.

Pemberian gelar adat tersebut menjadi simbol penghormatan masyarakat adat Lampung Pepadun kepada Pangdam XXI/Radin Inten atas dedikasi dan komitmennya dalam menjaga keamanan, memperkuat persatuan, serta membangun kedekatan dengan masyarakat adat di Lampung dan Bengkulu.

Tokoh adat Marga Pungguk Kotabumi bergelar Suttan Raja Putra Negara, Ansori Sabak, menilai Begawi Festival menjadi tonggak penting pelestarian budaya Lampung.

“Ini kegiatan yang sangat baik dan harus terus dilestarikan. Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat luas dapat melihat bahwa budaya Lampung memiliki keindahan, nilai luhur, dan sakralitas yang luar biasa. Semakin banyak yang mengenal budaya Lampung, semakin besar pula peluang warisan leluhur ini tetap hidup dari generasi ke generasi,” kata Ansori Sabak.

Menjelang sore, prosesi adat perlahan berakhir. Namun pesan yang ditinggalkan tetap bergema. Di tengah debur ombak Radin Inten Beach, Begawi Festival tidak hanya mempertemukan dua rumpun adat besar Lampung dalam satu panggung budaya, tetapi juga menegaskan bahwa Sai Bumi Ruwa Jurai bukan sekadar semboyan. Ia hidup dalam persaudaraan, gotong royong, dan tekad bersama menjaga warisan budaya agar tetap lestari di bumi Lampung. ( Imam Setiawan )

BUMDES Usaha Tani Desa Harjo Winangun Kecamatan Belitang OKU Timur

OKU TIMUR -(deklarasinews.com)- Demi meningkatkan ketahanan pangan pemerintah desa, (pemdes) harjo winangun kecamatan belitang kabupaten ogan komering ulu timur melalui Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) berternak ikan lele menggunakan kolam terpal tempat nya di rumah ketua bumdes yang bernama,Tri yanto selaku ketua , eko selaku bendahara ,henki selaku sekertaris

Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) salah satu nya di harjo winangun sukses menjalankan unit usaha cetak batu bata untuk menciptakan lapangan kerja warga sekitar dan meningkatkan pendapat asli desa (PADes)

Program ketahanan pangan Bumdes harjo winangun mengalokasikan sebagaian dana desa untuk menyewa lahan sawah milik warga program ini dibentuk untuk memperkuat ketahanan pangan dan menyerap tenaga kerja dari warga lokal.

Pemerintah Desa berharap keberhasilan BUMDes ini dapat memotivasi masyarakat untuk terus berpartisipasi aktif dalam memajukan perekonomian di tingkat desa. Pengelolaan yang transparan dan akuntabel dipastikan akan terus menjadi prioritas utama agar BMDes Usaha Tani semakin berkembang dan terpercaya ujar catur prayoto selaku kepala desa.(Alexxa)

Resmi Dilantik, FERARI Palembang Siap Perluas Akses Keadilan dan Tingkatkan Kesadaran Hukum Masyarakat

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Federasi Advokat Republik Indonesia (FERARI) Kota Palembang resmi dilantik dalam sebuah prosesi yang digelar di Rumah Dinas Wali Kota Palembang, Jalan Tasik No. 12A, Kamis (9/7/2026). Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi FERARI dalam memperkuat eksistensi organisasi advokat sekaligus memperluas akses bantuan hukum bagi masyarakat.

Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru yang diharapkan mampu menjalankan berbagai program strategis selama tiga tahun ke depan, terutama dalam meningkatkan pelayanan hukum, memperkuat kaderisasi advokat, serta membangun kesadaran hukum di tengah masyarakat.

Ketua DPC FERARI Kota Palembang, Dr. (c). Sigit Muhaimin, SH., MH, mengungkapkan rasa syukur atas terlaksananya pelantikan yang mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kota Palembang.

“Alhamdulillah, pelantikan ini mendapat support dari Pemerintah Kota Palembang. Dalam waktu dekat kami akan menggelar rapat kerja untuk menyusun program-program prioritas. Salah satunya adalah mempercepat rekrutmen kader melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA) guna mencetak advokat yang profesional dan religius,” ujar Sigit.

Menurutnya, salah satu program unggulan yang akan segera dijalankan adalah memberikan layanan konsultasi hukum secara gratis kepada seluruh masyarakat Kota Palembang. Program tersebut telah difasilitasi hingga tingkat kecamatan sehingga masyarakat semakin mudah memperoleh akses terhadap layanan hukum.

Sigit menegaskan bahwa masyarakat tidak akan dikenakan biaya maupun persyaratan khusus untuk mendapatkan konsultasi hukum. Sementara itu, bagi masyarakat yang membutuhkan pendampingan atau bantuan hukum secara penuh, cukup melampirkan surat keterangan tidak mampu yang diterbitkan oleh pihak kelurahan.

“Untuk konsultasi hukum tidak ada syarat apa pun dan sepenuhnya gratis. Sedangkan untuk bantuan hukum secara penuh memang diperlukan surat keterangan tidak mampu dari kelurahan. Meski seluruh layanan diberikan tanpa biaya, kami tetap bekerja secara profesional sesuai dengan ikrar yang telah kami ucapkan saat pelantikan,” tegasnya.

Ia menambahkan, dengan 17 orang pengurus yang telah resmi dilantik, DPC FERARI Kota Palembang optimistis mampu menjalankan seluruh program organisasi secara maksimal melalui kekompakan dan soliditas seluruh anggota.

Pelantikan tersebut juga menjadi bentuk komitmen FERARI dalam memperluas akses keadilan, meningkatkan kesadaran hukum masyarakat, serta menghadirkan advokat yang berintegritas, profesional, dan memiliki kepedulian sosial.

Sementara itu, Ketua DPD FERARI Sumatera Selatan, Suwito Winoto, SH., MH, menegaskan bahwa kepengurusan baru tidak akan berlama-lama dalam menjalankan roda organisasi. Setelah pelantikan, seluruh pengurus akan langsung bergerak menyusun program kerja melalui rapat kerja serta mempercepat proses kaderisasi melalui Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).

Menurut Suwito, FERARI merupakan organisasi yang terbuka terhadap berbagai kritik dan masukan dari masyarakat sebagai bagian dari upaya memperkuat kualitas organisasi di masa mendatang.

“Kami terbuka terhadap kritik dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi agar organisasi ini semakin baik. Harapan kami, masyarakat Kota Palembang semakin sadar hukum sehingga ke depan Palembang dapat menjadi kota yang maju, sejahtera, dan mampu bersaing di tingkat dunia,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Suwito juga memberikan pesan khusus kepada seluruh pengurus yang baru dilantik agar menjadikan ilmu hukum sebagai sarana pengabdian kepada masyarakat, terutama bagi warga yang mengalami ketidakadilan dan tidak memiliki kemampuan ekonomi.

Ia menegaskan bahwa nilai utama FERARI tercermin dalam logonya, yakni profesional dan religius, sehingga setiap advokat di bawah naungan FERARI harus mengedepankan keberpihakan kepada masyarakat kecil.

“Gunakan ilmu hukum yang dimiliki untuk kepentingan masyarakat luas. Jangan hanya membantu mereka yang mampu secara finansial, tetapi utamakan masyarakat yang terzalimi dan kurang mampu. Siapa pun yang membutuhkan bantuan hukum harus kita dampingi hingga tuntas agar masyarakat benar-benar melek hukum,” tegas Suwito.

Melalui kepengurusan baru ini, DPC FERARI Kota Palembang diharapkan mampu menjadi organisasi advokat yang semakin dekat dengan masyarakat, memberikan pelayanan hukum yang mudah diakses, serta berperan aktif dalam mewujudkan keadilan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang latar belakang ekonomi. (ning)

DPP SSKS Hadiri Pelantikan Pengurus Wilayah JKSN Sumsel, Perkuat Sinergi Membangun Peradaban Islam

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Dewan Pengurus Pusat (DPP) Silaturahmi Spiritual Kerajaan Sriwijaya (SSKS) menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sinergi antarorganisasi keagamaan dengan menghadiri pelantikan Pengurus Wilayah Jaringan Kiyai Santri Nasional (JKSN) Provinsi Sumatera Selatan Masa Khidmat 2026–2031. Kegiatan tersebut digelar di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Kota Palembang, Kamis (9/7/2026).

Pelantikan yang mengangkat tema “Gerakan JKSN Sumsel: Sinergi dan Kolaborasi Membangun Kejayaan Peradaban Islam Menuju Indonesia Maju” menjadi momentum penting untuk mempererat hubungan antarlembaga keagamaan, para ulama, tokoh masyarakat, santri, serta berbagai elemen bangsa dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, harmonis, dan berkarakter.

Kehadiran DPP SSKS dalam acara tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap upaya memperkuat kolaborasi lintas organisasi Islam di Sumatera Selatan. Menurut SSKS, kerja sama yang solid antarelemen masyarakat merupakan langkah strategis dalam melahirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi umat sekaligus memperkokoh nilai-nilai persaudaraan, persatuan, dan kebangsaan.

Ketua DPP SSKS, Kiagus Safrizal, mengungkapkan rasa syukur karena dapat memenuhi undangan JKSN Sumatera Selatan dalam agenda pelantikan kepengurusan yang baru. Ia menilai kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi juga menjadi wadah mempererat tali silaturahmi serta memperkuat komunikasi di antara berbagai komponen masyarakat yang memiliki visi bersama dalam membangun peradaban Islam.

“Alhamdulillah, hari ini kami dari SSKS memenuhi undangan Jaringan Kiyai Santri Nasional Provinsi Sumatera Selatan. Kehadiran kami merupakan bentuk dukungan sekaligus penghormatan atas dilantiknya kepengurusan baru JKSN Sumsel,” ujar Kiagus Safrizal.

Ia berharap jajaran pengurus JKSN Sumsel yang baru dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab serta mampu menghadirkan berbagai program yang berdampak positif bagi masyarakat.

“Harapan kami, SSKS akan terus memberikan dukungan terhadap setiap kegiatan yang bersifat positif. Semoga sinergi ini terus terjalin sehingga bersama-sama kita dapat memberikan kontribusi terbaik bagi umat, daerah, dan bangsa,” tambahnya.

Melalui partisipasi dalam pelantikan tersebut, DPP SSKS kembali menegaskan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan maupun keagamaan. Semangat persatuan, kebersamaan, serta penguatan nilai-nilai spiritual diharapkan menjadi fondasi utama dalam mewujudkan Sumatera Selatan yang semakin maju, damai, religius, dan berakhlak mulia.

Ke depan, sinergi antara SSKS, JKSN, dan berbagai elemen masyarakat diharapkan mampu melahirkan program-program yang tidak hanya memperkuat ukhuwah Islamiyah, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sumber daya manusia, penguatan karakter generasi muda, serta terciptanya kehidupan sosial yang lebih harmonis di Bumi Sriwijaya. (ning)

Kepala SMPN 19 Kota Bandar Lampung Bantah Tolak Siswa Domisili Dekat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 19 terletak di jalan Turi Raya No.1 Labuhan Dalam Kecamatan Tanjung Senang, Kota Bandar Lampung bantah postingan di media sosial yang menyebut telah menolak calon siswa melalui jalur domisili.

Kepala Sekolah SMPN 19 Kota Bandar Lampung Yulva Roza, M.Pd mengatakan, pihaknya membantah postingan yang beredar luas di media sosial tentang tuduhan menolak calon siswa melalui jalur domisili. Postingan yang ada di salah satu media sosial itu tidak benar dan yang mengunggah bukan keluarga dari siswa tersebut, ucapnya kepada awak media, Rabu (8/7/2026).

Menurutnya, calon siswa yang akan mendaftar tidak melakukan pendaftaran secara online dan sudah melewati batas usia pendaftaran calon siswa.

Ditambahkannya, Aturan batas usia pendaftaran calon siswa SMP diatur melalui kebijakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) atau Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan. Permendikbud Nomor 51 Tahun 2018 tentang Penerimaan Peserta Didik Baru pada TK, SMP, SMA, dan SMK, jelasnya.

Berdasarkan regulasi tersebut, calon siswa SMP wajib memenuhi batas usia maksimal 15 tahun pada tanggal 1 Juli tahun berjalan dan telah menyelesaikan jenjang pendidikan SD atau bentuk lain yang sederajat, pungkasnya (Red)

Deklarasi Akbar Harimau Sumatera Bersatu Resmi Digelar, Perkuat Kepengurusan hingga Daerah dan Siap Bersinergi untuk Sumsel

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Organisasi Masyarakat (Ormas) Harimau Sumatera Bersatu (HSB) resmi mendeklarasikan kepengurusan periode 2026–2031 melalui kegiatan Deklarasi Akbar yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (8/7/2026).

Momentum tersebut menjadi tonggak penting bagi perjalanan organisasi, sekaligus menandai pengukuhan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Provinsi Sumatera Selatan beserta sejumlah Dewan Pimpinan Cabang (DPC) dari berbagai kabupaten dan kota. Langkah ini dilakukan sebagai upaya memperkuat struktur organisasi hingga ke tingkat daerah agar mampu menjalankan peran yang lebih luas di tengah masyarakat.

Ketua Umum DPP Harimau Sumatera Bersatu, H. Satria Amri Ramadhan, S.IP., M.M., menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, pengurus, anggota, serta berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya Deklarasi Akbar HSB dengan lancar dan penuh semangat kebersamaan.

Menurutnya, Harimau Sumatera Bersatu hadir sebagai wadah kolaborasi seluruh elemen masyarakat yang memiliki komitmen menjaga persatuan, memperkuat solidaritas, serta ikut menciptakan situasi keamanan dan ketertiban, khususnya di Sumatera Selatan.

“Kami memohon dukungan dari pemerintah, TNI, Polri, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh elemen masyarakat agar bersama-sama menjaga kedamaian, persatuan, dan kondusivitas di Sumatera Selatan,” ujar Satria Amri.

Ia berharap seluruh pengurus yang telah dilantik dapat menjalankan amanah organisasi secara profesional, bertanggung jawab, dan mampu menghadirkan berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Di kesempatan yang sama, Ketua DPD HSB Kota Palembang, Bild Yawenda Puspa Negara, S.H., menegaskan kesiapan kepengurusan HSB Kota Palembang untuk menjalankan visi organisasi melalui berbagai kegiatan sosial yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, deklarasi tersebut bukan sekadar seremoni pelantikan, melainkan menjadi awal untuk memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus meningkatkan kontribusi kepada masyarakat.

“Momentum deklarasi ini menjadi awal untuk memperkuat soliditas organisasi. Kami siap menjadi mitra strategis pemerintah, menjaga persatuan, serta menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Palembang,” katanya.

Lebih lanjut, Bild mengungkapkan bahwa HSB Kota Palembang akan terus melakukan konsolidasi organisasi hingga tingkat kecamatan. Selain itu, pihaknya juga akan memperluas sinergi dengan berbagai organisasi kemasyarakatan, tokoh masyarakat, serta seluruh pihak yang memiliki komitmen terhadap pembangunan daerah.

Ia menilai kolaborasi yang baik antar elemen masyarakat akan menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas, memperkuat persatuan, dan mendukung pembangunan Kota Palembang yang lebih maju.

Sementara itu, Ketua Harian DPP HSB yang juga menjabat sebagai Ketua Panitia Pelaksana, M. Reza Fajri, S.Psi., mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan restrukturisasi organisasi, deklarasi, hingga pelantikan kepengurusan Harimau Sumatera Bersatu di berbagai tingkatan.

Menurut Reza, seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana berkat kerja sama dan semangat gotong royong seluruh keluarga besar HSB tanpa bergantung pada bantuan pemerintah.

“Alhamdulillah kegiatan ini terlaksana berkat kerja kolektif seluruh keluarga besar HSB. Kegiatan ini merupakan hasil kebersamaan seluruh pengurus dan anggota tanpa bergantung pada bantuan pemerintah. Meski demikian, HSB tetap berkomitmen mendukung program pemerintah pusat maupun daerah dalam menjaga keamanan, ketertiban masyarakat, serta keutuhan NKRI,” ujarnya.

Reza juga menjelaskan bahwa HSB terus memperluas jaringan organisasinya di berbagai wilayah Indonesia. Saat ini kepengurusan telah terbentuk di Provinsi Sumatera Selatan, Riau, Jambi, DKI Jakarta, dan Lampung. Ke depan, organisasi akan terus melakukan ekspansi kepengurusan ke sejumlah provinsi lainnya sebagai bagian dari penguatan organisasi secara nasional.

Dalam kesempatan tersebut, HSB juga secara resmi melantik jajaran pengurus DPD Provinsi Sumatera Selatan beserta sejumlah DPC, di antaranya Kota Palembang, Banyuasin, Ogan Komering Ilir (OKI), Lahat, Prabumulih, dan Musi Banyuasin. Pelantikan ini menjadi bagian dari strategi memperkuat organisasi hingga tingkat akar rumput agar mampu menjalankan program secara lebih efektif di setiap daerah.

Menutup rangkaian kegiatan, Reza mengajak seluruh kader Harimau Sumatera Bersatu untuk senantiasa menjaga marwah organisasi dengan mengedepankan etika, solidaritas, serta semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Saya berharap seluruh anggota dapat menjaga nama baik Harimau Sumatera Bersatu, memperkuat solidaritas, serta terus mengembangkan organisasi hingga ke tingkat ranting sehingga keberadaan HSB benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.

Deklarasi Akbar Harimau Sumatera Bersatu periode 2026–2031 diharapkan menjadi tonggak baru dalam memperkuat sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, TNI, Polri, serta seluruh elemen masyarakat. Melalui kolaborasi tersebut, HSB berkomitmen ikut menjaga persatuan, meningkatkan kepedulian sosial, serta mendukung pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat di Sumatera Selatan. (Ning)

SPMB Diprotes, Forum Ormas dan LSM Desak Evaluasi Total Sistem Penerimaan Murid Baru

PURWAKARTA -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Purwakarta kembali menjadi sorotan. Sejumlah orang tua calon peserta didik mengeluhkan berbagai kendala dalam proses pendaftaran berbasis digital yang dinilai menghambat akses pendidikan dan berpotensi mengurangi kesempatan siswa untuk memperoleh pendidikan di sekolah negeri.

Menyikapi berbagai keluhan masyarakat tersebut, Forum Organisasi Masyarakat (Ormas) dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kabupaten Purwakarta yang terdiri dari Pemuda Pancasila, Gibas, Barak Indonesia, Laskar NKRI, BPPKB Banten, dan XTC Indonesia kembali menggelar audiensi dengan Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah IV di Jalan K.K. Singawinata, Purwakarta, Rabu (8/7/2026).

Audiensi diterima langsung oleh Kepala KCD Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah IV, Gema Mochammad Shidiq, beserta jajaran. Pertemuan juga dihadiri perwakilan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purwakarta serta mendapat pengamanan dari unsur TNI dan Polri.

Koordinator aksi yang juga Sekretaris Majelis Pimpinan Cabang Pemuda Pancasila Kabupaten Purwakarta, Asep “Fapet” Kurniawan, mengatakan berbagai persoalan yang muncul selama pelaksanaan SPMB merupakan aspirasi yang diterima langsung dari masyarakat.

Menurutnya, penerapan sistem pendaftaran berbasis digital secara menyeluruh belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan infrastruktur maupun kemampuan literasi digital masyarakat, terutama di sejumlah wilayah yang akses teknologinya masih terbatas.

“Banyak warga di Kecamatan Maniis, Tegalwaru, Bungursari hingga Bojong yang masih mengalami kesulitan dalam mengakses sistem pendaftaran. Tidak semua masyarakat terbiasa menggunakan teknologi, sementara proses pendaftaran seluruhnya dilakukan secara daring,” ujar Fapet.

Ia menambahkan, sejumlah orang tua juga mengeluhkan aplikasi pendaftaran yang beberapa kali mengalami gangguan sehingga menimbulkan kekhawatiran akan berkurangnya peluang anak mereka untuk diterima di sekolah tujuan.

“Banyak siswa sebenarnya memiliki prestasi yang baik. Namun ketika sistem mengalami gangguan atau masyarakat kesulitan mengikuti prosedur pendaftaran, kesempatan mereka menjadi terhambat. Persoalan ini bukan semata-mata soal kemampuan akademik, tetapi juga menyangkut kesiapan sistem dan kemudahan akses bagi masyarakat,” katanya.

Fapet berharap Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui KCD Wilayah IV dapat melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan SPMB, termasuk meningkatkan pendampingan kepada masyarakat serta memperkuat sistem pelayanan agar seluruh proses berjalan lebih efektif.

“Selain mengandalkan sistem daring, kami berharap KCD Wilayah IV dapat melakukan langkah-langkah intervensi apabila ditemukan kendala di lapangan, sehingga hak calon peserta didik tetap dapat terpenuhi dan proses penerimaan berjalan secara adil serta transparan,” ujarnya.

Dalam audiensi tersebut, Forum Ormas dan LSM juga meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap kesiapan infrastruktur digital, memperluas sosialisasi kepada masyarakat, serta memastikan seluruh tahapan SPMB berlangsung secara terbuka, akuntabel, dan bebas dari praktik pungutan liar maupun penyalahgunaan kewenangan.

Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Kepala KCD Pendidikan Provinsi Jawa Barat Wilayah IV, Gema Mochammad Shidiq, menyampaikan apresiasi atas masukan yang diberikan masyarakat.

Ia memastikan seluruh aspirasi yang disampaikan akan diteruskan kepada pimpinan Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat sebagai bahan evaluasi pelaksanaan SPMB.

“Kami akan menyampaikan seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada pimpinan di Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Kami juga menyadari bahwa sosialisasi mengenai pelaksanaan SPMB masih perlu terus ditingkatkan agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak terjadi kesalahpahaman dalam proses pendaftaran,” ujar Gema.

Gema juga menegaskan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB. Menurutnya, apabila ditemukan adanya oknum yang melakukan pungutan atau meminta imbalan dalam proses penerimaan murid baru, pihaknya tidak akan ragu memberikan sanksi sesuai ketentuan yang berlaku.

“Apabila terdapat oknum yang terbukti melakukan pungutan liar atau meminta sejumlah uang dalam proses penerimaan murid baru, kami akan menindak tegas sesuai aturan yang berlaku,” tegasnya.

Audiensi berlangsung dalam suasana tertib dan kondusif. Forum Ormas dan LSM berharap berbagai aspirasi yang telah disampaikan dapat menjadi perhatian pemerintah, sehingga pelaksanaan SPMB ke depan semakin baik, transparan, serta mampu menjamin hak setiap anak untuk memperoleh layanan pendidikan yang adil dan berkualitas di Kabupaten Purwakarta. (DR)

GPL Awards 2026 Jadi Ajang Apresiasi Penggerak Pendidikan Muda Lampung

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat kolaborasi dan pengabdian generasi muda kembali ditunjukkan melalui penyelenggaraan GPL Awards 2026 yang digelar Gebyar Pelajar Lampung di Aula A Dekanat Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung, Sabtu (4/7/2026).

Ajang tahunan ini menjadi bentuk apresiasi kepada pengurus Gebyar Pelajar Lampung, Lampung Education Volunteers, dan Forum Pelajar Lampung (FPL) periode 2025–2026 yang selama ini aktif menghadirkan berbagai program pendidikan, kepemudaan, dan pengabdian kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

Kegiatan dihadiri oleh Dekan FKIP Universitas Lampung Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., Pejabat Fungsional Dinas Ketenagakerjaan Provinsi Lampung Ir. ZF Arif BS, S.T., M.T., IPM., Dewan Pembina Gebyar Pelajar Lampung Dr. Ryzal Perdana, M.Pd, Founder Gebyar Pelajar Lampung Ricky Rachman Nursa, M.T., serta Nana Maulana, S.T.

Dalam sambutannya, Dr. Albet Maydiantoro menilai Gebyar Pelajar Lampung telah menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk berkembang sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Optimalkan wadah ini sebagai jalan untuk mewujudkan cita-cita. FKIP Universitas Lampung siap berkolaborasi, baik dalam kegiatan akademik maupun nonakademik. Kami yakin banyak potensi generasi muda yang dapat dikembangkan melalui berbagai bentuk kerja sama,” ungkapnya.

Founder Gebyar Pelajar Lampung, Ricky Rachman Nursa, M.T., mengajak seluruh pengurus dan relawan untuk terus menjaga semangat pengabdian meskipun masa kepengurusan telah berakhir.

“Terima kasih atas setiap pengabdian, dedikasi, dan kontribusi yang telah diberikan. Apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi rantai kebaikan yang manfaatnya terus dirasakan banyak orang. Teruslah belajar, berkolaborasi, dan menjadi pribadi yang mampu menginspirasi lingkungan sekitar,” katanya.

Tidak hanya memberikan penghargaan, GPL Awards 2026 juga menghadirkan seminar informasi beasiswa yang disampaikan oleh Dr. Ryzal Perdana, M.Pd serta sesi Coaching Career bersama Ricky Rachman Nursa, M.T., dan Ir. ZF Arif BS, S.T., M.T., IPM., yang membahas pengembangan kompetensi, kepemimpinan, dan kesiapan memasuki dunia profesional.

Momentum tersebut juga menjadi ajang pelepasan simbolis Koordinator dan Wakil Koordinator Forum Pelajar Lampung sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian mereka selama satu periode.

Sebagai puncak acara, Gebyar Pelajar Lampung menyerahkan penghargaan kepada individu dan Forum Pelajar Lampung yang menunjukkan performa terbaik sepanjang tahun. Beragam kategori diberikan, mulai dari Pengurus GPL Berdampak, Volunteers of The Year 2025, hingga penghargaan bagi Forum Pelajar Lampung seperti FPL Terfavorit, FPL Terproduktif, FPL Terinspiratif, FPL Terinovatif, Best Collaboration Project, FPL People’s Choice Award, dan penghargaan tertinggi FPL of The Year.

Melalui GPL Awards 2026, Gebyar Pelajar Lampung menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem kepemudaan yang kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada kemajuan pendidikan di Provinsi Lampung.