Dua Pemuda Ditemukan Tewas Terseret Ombak Di Pantai Labuan Suak Sidomulyo

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Dua pemuda tewas terseret ombak di pantai dusun Labuan desa Suak Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul  17.30 wib.

Kedua korban yang tewas akibat terseret ombak yang cukup besar itu yakni, Zahrif Nibras Bacusta (20) warga Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Dan Yeriko Sagala (19) warga desa Rejomulyo Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara.

KUPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Putri Handayani S.Kep saat ditemui pelitaekspres.com membenarkan bahwa pihaknya menerima dua orang pemuda korban tenggelam dipantai Labuhan desa Suak Kecamatan Sidomulyo Lamsel.

Kedua korban yang menjadi korban keganasan ombak dusun Labuan desa Suak yakni, Zahrif Nibras Bacusta (20) warga Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Dan Yeriko Sagala (19) warga desa Rejomulyo Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara.

Setelah mendapatkan perawatan dari Tim Medis Puskesmas Sidomulyo, Selanjutnya korban diantarkan kerumah duka masing-masing atas permintaan keluarga kedua korban. Oh ia lanjut Putri Handayani sebelumnya pihaknya juga melakukan perawatan rekan korban yakni Ari dan Aris yang sebelumnya mencoba menolong kedua korban, ” tutur KUPT PRI Sidomulyo ini.

Kanit Reskrim Aipda Wahyu mewakili Kapolsek Sidomulyo AKP Peri Setiawan kepada media ini membenarkan bahwa pihaknya bersama unsur Uspika, Tim Damkar, Sat Pol PP bersama masyarakat setempat membantu pencarian hingga menemukan kedua korban dipantai dusun Labuan desa Suak Kecaman Sidomulyo Lamsel.

Sedangkan kronologis kejadian tersebut yakni pada hari Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 17.30 wib kedua korban bersama 6 orang rekanya bermain dan mandi dipantai dusun Labuan desa Suak Kecamatan Sidomulyo Lamsel yang berjarak 50 meter dari dari pinggir pantai.

Saat mereka mandi tiba-tiba datang ombak yang cukup besar menggulung dan menyeret kedua korban ketengah, dua rekanya Aris Setiawan (25) dan Ari (19) mencoba menolong tapi tidak berhasil.

Selanjutnya teman-temang panik minta tolong  menghubungi warga setempat, dan sebagian warga menghungi Polsek Sidomulyo dan langsung ditindak lanjuti. Setibanya dilokasi kejadian anggota Polsek Sidomulyo bersama para nelayan sekitan melakukan pencarian kedua korban yang masih tenggelam.

Kemudian sekitar pukul 19.00 wib kedua korban yakni Zahrit Nibras Bacusta dan Yeriko Sagala ditemukan mengambang disekitar pantai yang berjarak kurang lebih 40 meter dari bibir pantai dalam keadaan sudah meninggal dunia,  Kemudian warga bersama petugas Tim Medis langsung mengevakuasi kedua korban membawa ke puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sidomulyo, ” ungkap Wahyu menuturkan kejadianya.

Dari pantauan Tim media ini, kedua korban setelah dilakukan pemeriksaan dibawa keluarga kerumah duka masing-masing untuk dikuburkan dipemakaman umum setempat. (Cak Ton)

PKC PMII Lampung dan Cabang Se-Lampung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pematang Pasir: Implementasi Tri Hablum dalam Aksi Nyata Lingkungan

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Lampung bersama seluruh Pengurus Cabang PMII se-Lampung menggelar aksi lingkungan bertajuk “Shodaqoh Oksigen: Tanam Mangrove untuk Kehidupan” di pesisir Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu 17 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 200 kader PMII dari 8 cabang se-Lampung dan dipimpin langsung oleh Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan. Aksi ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ekologi dalam kerja-kerja kerakyatan.

  1. Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan

Desa Pematang Pasir dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu wilayah pesisir Lampung Selatan yang mengalami abrasi dan degradasi ekosistem mangrove dalam 5 tahun terakhir. Hilangnya tutupan mangrove berdampak langsung pada meningkatnya intrusi air laut, berkurangnya hasil tangkapan nelayan, dan kerentanan permukiman warga terhadap gelombang pasang.

Menjawab persoalan tersebut, PKC PMII Lampung menginisiasi penanaman 5.000 bibit mangrove sebagai bentuk shodaqoh oksigen bagi masyarakat dan lingkungan. Pemilihan mangrove didasarkan pada fungsi ekologisnya yang ganda: menyerap karbon, menahan abrasi, dan menjadi habitat biota laut yang menopang ekonomi pesisir.

  1. Kolaborasi Lintas Elemen

Keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kolaborasi yang dibangun sejak tahap perencanaan. Hadir dalam kegiatan:

– Alumni PMII Lampung yang memberikan dukungan  turun langsung menanam

– Pemerintah Desa Pematang Pasir, dipimpin oleh Kepala Desa dan perangkat desa, yang memfasilitasi lokasi dan mobilisasi warga

– Masyarakat Desa Pematang Pasir, terutama kelompok nelayan dan ibu-ibu pesisir

– Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung yang menyediakan bibit mangrove dan memberikan pendampingan teknis penanaman

Ketua Pelaksana Kegiatan, M. Munif Jazuli, menekankan pentingnya kerja kolektif ini.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada seremoni. Sejak awal kami libatkan desa dan dinas agar ada tanggung jawab bersama dalam perawatan pasca tanam. Ini kerja kader, alumni, pemerintah, dan warga. Tanpa itu, 5.000 bibit ini tidak akan bertahan,” ujarnya di sela kegiatan.

  1. Kerangka Nilai: Habluminannas, Habluminalalam, Habluminallah

Kegiatan ini diusung dengan tema “Habluminannas, Habluminalalam, Habluminallah” sebagai kerangka ideologis aksi kader PMII Lampung:

Habluminannas – Hubungan dengan Sesama Manusia

Gotong royong lintas elemen menunjukkan bahwa gerakan lingkungan tidak bisa dijalankan sendiri. PMII hadir sebagai jembatan yang menyatukan kader, alumni, pemerintah, dan masyarakat dalam satu tujuan: menjaga ruang hidup bersama.

Habluminalalam – Hubungan dengan Alam

Penanaman mangrove adalah bentuk konkret tanggung jawab khalifah fil ardh. Kader PMII menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Habluminallah – Hubungan dengan Allah SWT

Merawat ciptaan-Nya adalah ibadah sosial. Shodaqoh oksigen yang dilakukan diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama mangrove tumbuh dan memberi manfaat.

  1. Dampak dan Rencana Keberlanjutan

Sebanyak 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan Avicennia ditanam di area seluas ±2 hektar di pesisir Desa Pematang Pasir. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, satu pohon mangrove dewasa mampu menyerap 10-12 kg CO₂ per tahun. Dengan demikian, potensi penyerapan karbon dari kegiatan ini mencapai ±55-60 ton CO₂ per tahun setelah 5-7 tahun pertumbuhan.

Untuk memastikan keberlanjutan, PKC PMII Lampung telah menyepakati 3 langkah tindak lanjut bersama Pemerintah Desa Pematang Pasir dan DLH Provinsi Lampung:

  1. Monitoring bulanan terhadap pertumbuhan bibit selama 12 bulan pertama
  2. Pembentukan Kelompok Kader Peduli Lingkungan di tingkat desa yang diisi kader PMII cabang Lampung Selatan dan warga setempat
  3. Edukasi lingkungan bagi siswa-siswi SD dan SMP di Desa Pematang Pasir agar kesadaran ekologi tumbuh sejak dini

Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kritik konstruktif terhadap krisis iklim yang tidak cukup dijawab dengan wacana.

“Kader PMII harus hadir di ruang-ruang persoalan rakyat. Krisis iklim adalah persoalan nyata di pesisir Lampung Selatan. Maka kami jawab dengan aksi nyata di lapangan. Ini amanah organisasi dan amanah agama,” tegasnya.

  1. Penutup

Kegiatan Shodaqoh Oksigen ini diharapkan menjadi model kolaborasi pentahelix antara mahasiswa, alumni, pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam menjawab tantangan lingkungan di wilayah pesisir. PKC PMII Lampung berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di wilayah pesisir Lampung lainnya pada tahun 2026. (**)

Muslimat NU Pardasuka Gelar Silaturahmi dan Pengajian Akbar

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ribuan anggota Muslimat NU Ranting Pekon Kedaung dan 12 Pekon sekecamatan Pardasuka  antusias mengikuti pengajian triwulan  yang dirangkai dengan acara silaturahmi, di gelar di pekarangan sekolah SDN 1 Kedaung, Minggu (17 /05/26), hadir dalam acara ini Ustad  Abdul Mun’Im ,Jamaah Nu dari 12 pekon se-Kecamatn Pardasuka, Kepala Pekon Kedaung  Bahtarim beserta jajaran dan  para Undangan.

Acara dimulai pukul 08.30  WIB dengan pembacaan  Ayat suci Alquran oleh Ustadzah Rusmanah. Dalam  Cermah yang di smpaikan Ustad Abdul Mun’im menekankan pentingnya menjaga silaturahmi

Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tapi wujud nyata perintah Allah untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Muslimat NU harus jadi pelopor kerukunan di masyarakat,”ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menyampaikan Pentingnya Ukhuwah , Untuk Mengoptimalkan Peran Dalam Organisasi, menjadikan persaudaraan sesama muslim sebagai fondasi utama berorganisasi  karena ini merupakan jalan efektif menuju , solid, dan produktif,

Organisasi sering tak berjalan  bukan karena programnya jelek, tapi karena konflik personal, suudzon, dan ego.

Kalau ukhuwah jadi prioritas, anggota lebih cepat saling memaafkan, terbuka kritik, dan fokus ke tujuan bersama. ujarnya.

Kepala Pekon Kedaung Batharim menyampaikan Harapan, Saya selaku Kepala  Pekon berharap, dengan adanya kegiatan pengajian dan silaturahmi seperti ini, ukhuwah islamiyah antar warga dan antar pengurus organisasi kemasyarakatan di pekon  kita semakin kuat.

Harapan saya, ukhuwah ini jangan berhenti di majelis saja. Jadikan modal utama untuk mengoptimalkan peran organisasi NU, Muslimat,  Karang Taruna, dan RTRW dalam membangun Pekon. Kalau kita kompak, program kerja Pekon di bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi akan lebih mudah jalan.

Hindari perpecahan karena beda pendapat. Tabayyun dulu, musyawarah dulu. Ingat, kemajuan Pekon bukan kerja kepala Pekon saja, tapi kerja kita semua sebagai saudara.

Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita untuk kemaslahatan umat di Pekon kita ini. Aamiin Tutupnya.

Jahri yahya Kadus 01, di kesempatan yang sama menyampaikan  kepada rekan media,  Alhamdulilahh  acara ini berjalan lancar sesuai harapan.Jemaah yang yang hadir  dari 12 Pekon ini  berkisar 2500, Alhamdulillah sukses. Pungkasnya [ Mm, KW-RI ]

PKC PMII Lampung Gelar Movement Gathering dan Bakti Sosial di Desa Tejang Pulau Sebesi, serta Shodaqoh Oksigen, Angkat Nilai Tri Hablum

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia [PKC PMII] Lampung sukses menggelar Movement Gathering sekaligus Bakti Sosial pembagian sembako di Desa Tejang Pulai Sebesi, Lampung Selatan, pada Jumat-Sabtu, 15-16 Mei 2026.

Kedatangan rombongan pengurus PKC PMII Lampung disambut hangat oleh Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi, perangkat desa, dan warga setempat.

Kegiatan dua hari ini dirancang sebagai wujud nyata nilai Tri Hablum: Habluminallah, Habluminannas, dan Habluminalalam. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk memperkuat hubungan vertikal dengan Allah, horizontal dengan sesama manusia, dan horizontal dengan alam.

Rangkaian Kegiatan:

  1. Istigosah dan Doa Keselamatan Bangsa

Acara dibuka dengan istigosah bersama warga dan kader PMII. Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian daerah, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Tejang Pulai Sebesi.

  1. Bakti Sosial Pembagian Sembako

Sebagai bentuk Habluminannas, PKC PMII Lampung menyalurkan paket sembako kepada warga pesisir yang membutuhkan. Aksi ini menjadi wujud kepedulian kader terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

  1. Fun Game dan Konsolidasi Gerakan

Sesi fun game digelar untuk membangun keakraban antar kader dan warga. Di sela kegiatan, dilakukan diskusi ringan terkait isu lingkungan pesisir dan penguatan konsolidasi gerakan mahasiswa di Lampung.

  1. Penutup: Bakar Ikan dan Makan Bersama

Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan bakar ikan bersama warga di tepi pantai, dilanjutkan makan bersama. Momen ini menjadi simbol Habluminalalam dan Habluminannas yang menyatu: menjaga alam sekaligus merawat kebersamaan.

Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa gerakan mahasiswa harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa PMII hadir tidak hanya di forum diskusi, tapi juga di tengah masyarakat. Dari istigosah, bakti sosial, sampai makan bersama dengan warga, semua ini adalah ikhtiar kami menjalankan Tri Hablum secara utuh,” ujar M. Yusuf Kurniawan.

Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran PKC PMII Lampung membawa energi positif dan manfaat nyata bagi warga pesisir.

“Kami berterima kasih atas kepedulian adik-adik PMII Lampung. Doa bersama, bantuan sembako, dan kebersamaan saat bakar ikan membuat warga merasa diperhatikan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ujar Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi.

Di hari minggu juga pengurus PMII Se-Provinsi Lampung akan melanjutkan kegiatan Shodaqoh Oksigen yaitu tanam Mangrove di Desa pematang pasir kecamatan Ketapang Lampung Selatan

PKC PMII Lampung berharap kegiatan ini dapat menjadi model gerakan mahasiswa yang seimbang: spiritual, sosial, dan ekologis, serta memperkuat sinergi antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat pesisir Lampung Selatan.

Susno Duadji Sesalkan Pencabutan Plang Lahan Miliknya

PAGARALAM -( deklarasinews.com)- Terkait kasus sengketa tanah yang ngaku-ngaku Hibah Warga yang rencana akan dibangun Bataliyon TNI AD, di Desa Lubuk buntak kecamatan Dempo Selatan Kota Pagaralam Ahli waris Susno Duaji dan keluarga sangat sesalkan perbuatan ada oknum yang Cabut Papan merek atas Kepemilikan Tanah Ahli Waris Mantan Pesirah Marge SBS Lubuk Buntak Alm H. Duaji.

Sebidang tanah yang kepemilikan asli dengan atas hak milik ahli waris H Susno Duaji dan keluarga yang berlokasi di padang pangkul desa Meringang kecamatan Dempo Selatan  itu jelas bukan Lahan Marge tapi jelas milik pribadi keluarga Pesirah Duaji, kok ada yang mengatasnamakan Hibah Warga sementara Ahli waris nya jelas-jelas Ada dan tampa ada pemberitahuan terlebih dulu akan di bangun jadi Markas Batalyon TNI AD, saat menghubungi Media ini rabu (13/5/2026).

“Sangat disesalkan adanya peristiwa Pengerusakan (pencabutan) papan plang berbicara dan pencabutan patok yang dilakukan oleh orang tak di kenal dilokasi area tanah milik ahli waris.”Kata Susno.

Sejarah Singkat terkait Tanah lahan tersebut adalah jelas Tanah Warisan dari Bapak Kami, Indonesia belum Merdeka saat dulu kala dan Masih Zaman Kerajaan Sriwijaya, namun Aneh dan Ajaib, ada yang menghibahkan oleh Orang yang Tak berhak, yang katanya untuk pembangunan Bataliyon TNI AD, Merek dan Patok tanda Nama Waris di cabut dan di buang ntah kemana oleh oknum tak bertanggung jawab.”jelas H Susno.

“lni bisa dikatakan perbuatan melawan hukum dan pihak ahli waris dapat melaporkan ke pihak berwajib. Dengan demikian dapat ditarik sebuah “persepektif yuridis”dan sangat riskan melakukan penyerobotan tanah dan pengerusakan papan plang diatas lahan milik ahli waris,”Ujarnya.

Lanjut H Susno kami, Pihak Ahli Waris Mantan Pesirah SBS Lubuk Buntak Alm H Duaji sangat perihatin dan menyesalkan Atas perbuatan Oknum dan Siapa pun yang dengan sengaja melepas Merek tanda kepemilikan Tanah Warisan Alm H Duaji tersebut.

1.Jelas kelakuan oknum yang tidak mengerti hukum dan ini ada sangsinya yang berat.

2. Susno mempridiksi pelakunya adalah oknum yang ingin mengadu domba antar keluarga Besar Mantan Pesirah H Duaji dengan Aparat TNI, karna perbuatan pencabutan merek tersebut agar dikira dilakukan oleh oknum TNI.

3.Kami berprasangka baik bahwa itu yang melakukan tidak mungkin pihak TNI melakukan perbuatan tercela yang bertentangan dengan hukum, pasti itu di perbuatan oknum yang ingin merusak nama baik Aparat.

4.Kami pihak pemilik Tanah Ahli Waris Mantan Pesirah H Duaji akan melaporkan Kepada Aparat Hukum dan mintak agar Pelakunya di cari sampai ketemu dan di proses Hukum.

5.dan meminta agar pihak yang merasa menghibahkan dan juga aparat yang bertanda tangan agar mencabut,  karena bertentangan dengan Hukum.”pungkasnya. (Rep)

PPI Gelar Webinar Nasional Hari Kartini 2026

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Memperingati Hari Kartini 2026, Pita Putih Indonesia (PPI) menggelar webinar nasional bertema ‘Refleksi Semangat Kartini dalam Memutus Rantai Pernikahan Remaja dan Komplikasi Maternal’ pada Rabu, (13/5/2026), dengan narasumber sejumlah pakar kesehatan, akademisi, praktisi kebidanan, hingga pemangku kebijakan yang memiliki perhatian terhadap isu kesehatan reproduksi, pernikahan usia dini, dan keselamatan maternal.

Menurut Ketua Panitia Webinar, Sri Wahyuni, A.Md.Keb., SKM., M.KM., tema tersebut berangkat dari refleksi perjuangan RA Kartini yang tidak hanya berbicara tentang pendidikan perempuan, tetapi juga hak perempuan atas kesehatan dan keselamatan hidupnya.

“Semangat Kartini di era modern perlu dimaknai sebagai perjuangan memastikan setiap perempuan mendapatkan akses kesehatan yang berkualitas dan keselamatan saat menjalani proses kehamilan maupun persalinan,” ujarnya.

Kegiatan ini, kata Sri,  juga menjadi bagian dari advokasi Pita Putih Indonesia dalam mendorong peningkatan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya perlindungan kesehatan perempuan dan anak.

“PPI berharap kesadaran masyarakat terhadap bahaya pernikahan dini dan komplikasi maternal semakin meningkat. Selain itu, forum ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi tenaga kesehatan, pemerintah, akademisi, dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi kesehatan perempuan dan anak,” ucapnya.

Pita Putih Indonesia sendiri, lanjutnya, merupakan organisasi yang dibentuk sejak 1999 dan bergerak dalam advokasi kesehatan ibu dan anak, dan aktif mendorong edukasi kesehatan reproduksi, penguatan kapasitas masyarakat, serta kampanye keselamatan ibu hamil dan bayi baru lahir di berbagai daerah di Indonesia.

Pada diskusi webinar yang dipandu Dr. Sri Rahayu, S.Si.T., Bd., MARS. sebagai moderator, dr. Lovely Daisy, M.KM. dari Ditjen Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan RI menjelaskan kebijakan nasional dalam menekan angka pernikahan dini serta strategi percepatan penurunan angka kematian ibu di Indonesia. Menurutnya, edukasi keluarga dan penguatan layanan kesehatan primer menjadi faktor penting dalam menurunkan risiko kehamilan remaja.

Narasumber lainnya, Kadis Kesehatan Provinsi Banten, Dr.dr.Hj. Ati Pramudji Hastuti, MARS., memaparkan kondisi pernikahan dini dan kehamilan remaja di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa pernikahan usia anak masih berkontribusi terhadap meningkatnya kerentanan kesehatan ibu dan anak, terutama pada kelompok masyarakat dengan akses layanan kesehatan yang terbatas.

Eros Rosita, S.ST., seorang tenaga bidan yang bertugas di wilayah suku Baduy, Kabupaten Lebak, Banten, turut membagikan pengalamannya di lapangan mengenai pentingnya peran bidan sebagai garda terdepan dalam edukasi keluarga dan deteksi dini komplikasi kehamilan di tingkat pelayanan.

Sedangkan Konsultan Kesehatan Reproduksi Maternal dan Neonatal Pita Putih Indonesia, dr. Pancho Kaslam, DRM., M.Sc. memaparkan pentingnya upaya peningkatan keselamatan ibu dan bayi melalui pencegahan komplikasi yang sebetulnya dapat dideteksi sejak dini.

Beberapa nama lainnya yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, adalah Ketua Umum Pita Putih Indonesia, Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd., serta Ketua Harian Pita Putih Indonesia, dr. Heru Kasidi, M.Sc., yang turut memberikan dukungan terhadap penguatan edukasi kesehatan maternal di masyarakat. (Mulia Mega)

Balai Pengobatan Pembayun Pesawaran Tawarkan Terapi Stroke dan Saraf Kejepit Tanpa Efek Samping

PESAWARAN- (deklarasinews.com)– Balai Pengobatan Tradisional “Pembayun ‘ Terapi Khusus Stroke dan Saraf Terjepit yang beralamat di Dusun Taman Rejo Desa Bernung Kecamatan Gedong Tataan Pesawaran, mulai banyak di kunjungi pasien dari berbagai daerah.

Menurut Mbak Tata pengobatan yang dilakukan khusus penderita syaraf kejepit dan Stroke dengan perlakukan terapi tradisional dan tidak menggunakan alat bantu, kecuali ramuan tradisional herbal khas Jawa, tanpa efek samping.

” Alhamdulillah saya sudah bisa membantu kesembuhan beberapa pasien stroke maupun syaraf kejepit , hal ini semata mata karena izin Allah,” Ujar Mbak Tata kepada awak media.

Ditambahkan  pemilik pengobatan Tradisional Pembayun,  siapapun yang merasa memiliki ganggungan kesehatan stroke dan saraf kejepit Pria maupun wanita bisa datang langsung ke tempat praktek pengobatan atau konsultasi ke nomor hand phone dan WA atas nama Mbak Tata 089508580201  bisa juga menghubungi nomor 0853 6623  6162 .

Ditambahkan Mbak Tata, untuk pasien maupun keluarga yang membutuhkan informasi lebih lanjut bisa langsung konsultasi dengan nomor diatas.

” Untuk pelayanan pengobatan, kami membuka praktek setiap hari pukul 10.00 Wib hingga pukul 16.30 wib. Kecuali hari Jumat ( libur), dan pengobatan kami Insya Allah setiap setelah terapi  ada perubahan ” Tambah Mbak Tata ( red)

Perkuat Sinergitas, HIPAKAD Bersama LSM HARIMAU Satukan Visi Dan Misi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Upaya memperkuat persatuan, kemandirian, serta kepedulian sosial terus digelorakan melalui kolaborasi lintas organisasi di Kota Bandar Lampung.

Hal tersebut tercermin dalam kegiatan silaturahmi dan sinergi antara Himpunan Putra Putri Keluarga Angkatan Darat (HIPAKAD) bersama LSM Harapan Rakyat Indonesia Maju (HARIMAU), Pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum strategis dalam membangun komunikasi yang konstruktif antara HIPAKAD dan HARIMAU dalam kegiatan bakti sosial yang berkelanjutan.

Ketua HIPAKAD Provinsi Lampung Wahyu Widiyatmiko, S.H, M.H, C.PM, menegaskan bahwa kolaborasi dan Sinergi ini merupakan fondasi penting dalam membentuk persatuan yang kuat, mandiri, dan berdaya saing.

“Kolaborasi ini bukan sekadar silaturahmi seremonial, tetapi merupakan langkah nyata untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga persatuan serta memperkuat kemandirian sosial,”  ujarnya.

Senada dengan itu, Ketua LSM HARIMAU Lita Yunarti mengatakan bahwa kerja sama antara lembaga harus diarahkan pada pemberdayaan masyarakat berbasis kebutuhan riil di lapangan.

“Sinergi ini diharapkan mampu melahirkan program-program konkret yang menyentuh langsung masyarakat, khususnya dalam bidang sosial, ekonomi, dan ketenagakerjaan di Provinsi Lampung,”  jelasnya.

“Kami menyambut baik kolaborasi tersebut sebagai bagian dari penguatan Komunikasi yang sehat, profesional, dan bertanggung jawab. Ia menjelaskan bahwa HIPAKAD merupakan wadah yang menghimpun berbagai Putra Putri Keluarga Angkatan Darat yang selama ini aktif dalam kegiatan bakti sosial, terangnya.

Ditambahkannya, Lembaga sosial sebaiknya mampu menghadirkan narasi yang mencerdaskan, menyejukkan, serta solutif bagi masyarakat luas khusunya di Provinsi Lampung.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik awal dari berbagai program kolaboratif ke depan, seperti kegiatan donor darah dan bakti sosial, pungkasnya (red).

Pimpin Perolehan Anggota Nasional, PJs Sumsel Setor Berkas ke DPP Usai Rapimnas

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalis Media Siber (PJs) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran anggota ke tingkat pusat.

Penyerahan dokumen ini dilakukan secara simbolis tepat setelah penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PJs di Grand Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Sekretaris DPD PJs Sumsel, Wahyudi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini sebanyak 130 anggota telah terdata melakukan pendaftaran.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP

(pelitaekspres.com) –JAKARTA- Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Pro Jurnalis Media Siber (PJs) Provinsi Sumatra Selatan (Sumsel) mencatatkan sejarah sebagai daerah pertama yang resmi menyerahkan berkas pendaftaran anggota ke tingkat pusat.

Penyerahan dokumen ini dilakukan secara simbolis tepat setelah penutupan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) PJs di Grand Palace, Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Mei 2026.

Sekretaris DPD PJs Sumsel, Wahyudi, mengonfirmasi bahwa hingga saat ini sebanyak 130 anggota telah terdata melakukan pendaftaran.

Langkah ini merupakan tindak lanjut langsung atas instruksi Dewan Pimpinan Pusat (DPP) terkait penguatan basis organisasi.

Wahyudi menekankan bahwa keberhasilan Sumsel sebagai daerah dengan jumlah anggota terbanyak nasional, sekaligus yang tercepat dalam administrasi, adalah hasil kolaborasi solid.

Kerja keras seluruh pengurus DPC di tingkat kabupaten atau kota serta komitmen anggota, menjadi kunci utama pencapaian ini.

Apresiasi tinggi datang langsung dari Ketua Umum DPP PJs, Mahmud Marhaba. Ia memuji integritas pengurus dan anggota di Sumsel, yang menunjukkan keseriusan luar biasa dalam membangun organisasi secara profesional.

Pendaftaran masif ini juga ditujukan untuk menyukseskan target organisasi agar lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh Dewan Pers.

Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota, yang tetap berkomitmen menjaga marwah profesi jurnalis melalui wadah PJs di Sumsel. (Ril/dkd)

) terkait penguatan basis organisasi.

Wahyudi menekankan bahwa keberhasilan Sumsel sebagai daerah dengan jumlah anggota terbanyak nasional, sekaligus yang tercepat dalam administrasi, adalah hasil kolaborasi solid.

Kerja keras seluruh pengurus DPC di tingkat kabupaten atau kota serta komitmen anggota, menjadi kunci utama pencapaian ini.

Apresiasi tinggi datang langsung dari Ketua Umum DPP PJs, Mahmud Marhaba. Ia memuji integritas pengurus dan anggota di Sumsel, yang menunjukkan keseriusan luar biasa dalam membangun organisasi secara profesional.

Pendaftaran masif ini juga ditujukan untuk menyukseskan target organisasi agar lolos verifikasi administrasi dan faktual oleh Dewan Pers.

Wahyudi menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh anggota, yang tetap berkomitmen menjaga marwah profesi jurnalis melalui wadah PJs di Sumsel. (Ril/ning)

Camat Sidomulyo Harap Para Sopir Truck Kurangi Muatan Agar Jalan Awet dan Nyaman

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Camat Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Fran Sinatra Adung SP MM berharap kepada seluruh sopir khusus Truck dapat mengurangi muatanya saat melintas pada ruas Jalan Sidomulyo Lampung Selatan – Belimbingsari Lampung Timur.

Harapan tersebut disampaikan Camat Sidomulyo saat melakukan kunjungan dilokasi perbaikan ruas jalan disusun Katibung desa Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (12/5/2026) sore.

Dalam kunjunganya Fran Sinatra Adung yang didampingi oleh para Stapnya, langsung diterima oleh pengawas kegiatan dari Tim Unit Reaksi Cepat Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (URC-DPUPR) Provinsi Lampung M Noerdin dan anggotanya

Usai berdialog bersama Tim URC PU PR Provinsi Lampung Selatan Frans Sinatra Adung melakukan memantau kegiatan pekerjaan perbaikan ruas jalan yang cukup dilintasi oleh para pengendara yang berasal dari Lampung Timur dan Kalianda dan sekitarnya,

” Ruas jalan ini cukup padat dilintasi oleh kendaraan, oleh karena itu saya berharap kepada para sopir khususnya Truck agar dapat mengurangi berat muatanya, ”

Dengan demikian maka ruas jalan ini akan awet dan nyaman saat dilintasi oleh para pengendara yang melintas. Begitu juga dengan warga setempat agar ikut bersama sama menjaga ruas jalan ini ” tutur Camat Sidomulyo ini.

Dari data yang kami terima lanjut Frans Sinatra Adung SP MM menjelaskan bahwa perbaikan ruas jalan Sidomulyo – Belimbingdari yang dikerjakan secara swakelola ini meliputi.

Pada Spot A 3 + 510 sd 3 + 615 panjang 105 meter, lebar jalan 4,7 meter.

Spot A 2 STA 5 + 900 sd 6 + 030 panjang 130 meter lebar 4,7 meter.

Pada Spot 3 STA 6 + 930 sd 6 + 980 panjang 50 meter dan  lebar 4,7 meter.

Sedangkan pada Spot 4 STA 7 + 400 SD 7 + 430, panjang 30 meter  dan lebar 5 meter, yang dikerjakan oleh Dinas PU PR Propinsi Lampung.

Terakhir saya atas nama warga masyarakat kecamatan Sidomulyo mengucapkan terima kasih kepada Gubernur Lampung karena langsung menindak lanjuti aspirasi dari masyarakat tentang perbaikan ruas jalan Sidomulyo – Belimbingsari ini, ” pungkasnya. (Cak Ton).