Kurikulum Prodi Bisnis Digital IIB Darmajaya Ditinjau! Siapkan Lulusan yang Langsung Diburu Industri Digital

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Focus Group Discussion (FGD) Tinjauan Kurikulum sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan serta memastikan kompetensi lulusan tetap relevan dengan perkembangan dunia bisnis dan industri digital.

Kegiatan tersebut melibatkan unsur pimpinan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), pengelola Program Studi Bisnis Digital, dosen, stakeholder, serta mitra secara hybrid pada Kamis, (2/7/26). FGD menjadi ruang diskusi dan kolaborasi untuk mengevaluasi serta memberikan masukan terhadap pengembangan kurikulum Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya.

Kegiatan dibuka oleh Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya, Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa peninjauan kurikulum merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas proses pendidikan sekaligus menjawab dinamika kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Menurutnya, perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang sangat cepat dalam pola bisnis, perilaku konsumen, strategi pemasaran, hingga pengambilan keputusan perusahaan. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu terus melakukan evaluasi dan pengembangan kurikulum secara berkelanjutan.

Melalui kegiatan FGD ini, masukan dari stakeholder dan mitra diharapkan dapat menjadi bahan penting dalam penyempurnaan kurikulum, sehingga pembelajaran yang diberikan kepada mahasiswa semakin relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Selanjutnya, Ketua Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya, Trufi Murdiani, S.T., M.A., memaparkan struktur dan arah pengembangan kurikulum Program Studi Bisnis Digital. Paparan tersebut menjadi bahan utama diskusi bersama stakeholder dan mitra dalam memberikan pandangan terhadap kompetensi yang dibutuhkan oleh lulusan di tengah perkembangan ekosistem bisnis digital.

Dalam pembahasannya, forum menyoroti pentingnya keterhubungan antara pembelajaran akademik dengan praktik di dunia kerja. Penguatan kompetensi mahasiswa tidak hanya diarahkan pada pemahaman konsep bisnis, tetapi juga pada kemampuan beradaptasi dengan teknologi, memahami perubahan perilaku pasar, mengembangkan inovasi, membangun strategi bisnis, serta memiliki kemampuan komunikasi dan kolaborasi yang baik.

Stakeholder dan mitra juga memberikan berbagai masukan dan perspektif berdasarkan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan industri. Masukan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kurikulum mampu memberikan keseimbangan antara pengetahuan akademik, keterampilan praktis, pengalaman berbasis proyek, serta kesiapan mahasiswa menghadapi tantangan profesional.

FGD berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan penyampaian pandangan dari para peserta. Kolaborasi antara perguruan tinggi, stakeholder, dan mitra dinilai penting agar proses pengembangan kurikulum tidak hanya dilakukan berdasarkan perspektif akademik, tetapi juga mempertimbangkan perubahan kebutuhan industri dan perkembangan profesi di bidang bisnis digital.

Ketua Prodi Bisnis Digital, Trufi Murdiani, menyampaikan bahwa berbagai pandangan dan masukan yang diberikan dalam forum tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi program studi dalam melakukan pengembangan dan penyempurnaan kurikulum.

Melalui pelaksanaan FGD Tinjauan Kurikulum ini, Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya terus berkomitmen membangun pendidikan yang adaptif, kolaboratif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat kualitas lulusan agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan untuk berkarier, berinovasi, maupun mengembangkan usaha di tengah pertumbuhan ekonomi digital. (**)

ICSP Soroti Rendahnya Transparansi Data Ketenagakerjaan Korporasi, Waspadai Social Washing

JAKARTA -9deklarasinews.com0- Institute of Certified Sustainability Practitioners (ICSP) menyoroti masih rendahnya transparansi data ketenagakerjaan di sektor korporasi Indonesia. Kondisi ini dinilai berisiko memunculkan praktik social washing, yaitu pencitraan keberlanjutan yang tidak didukung oleh data sosial dan ketenagakerjaan yang akuntabel.

Isu tersebut mengemuka dalam seminar bulanan ICSP bertajuk “Disclosure Ketenagakerjaan: Membangun Keberlanjutan Melalui Akuntabilitas dan Employee Engagement” yang digelar pada Kamis, 25 Juni 2026. Seminar ini diikuti lebih dari 100 peserta dari kalangan praktisi keberlanjutan, pelaku usaha, akademisi, dan pemangku kepentingan terkait.

Hadir sebagai pembicara, Dr. V. Saptarini, S.H., M.M., CSRS., CSRA., CSP., FIIArb, Ketua Pusat Studi CSR Universitas Bandar Lampung (UBL) sekaligus Anggota Dewan Pengurus ICSP. Dalam pemaparannya, Saptarini mengungkapkan bahwa berdasarkan data Bursa Efek Indonesia per April 2026, tingkat kepatuhan emiten dalam menerbitkan Sustainability Report atau Laporan Keberlanjutan telah mencapai 94 persen dari total 957 emiten.

Namun, angka tersebut belum mencerminkan tingkat transparansi korporasi Indonesia secara menyeluruh. Saptarini membandingkannya dengan data Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum per April 2026 yang mencatat sekitar 3,5 juta korporasi berbadan hukum di Indonesia.

“Artinya, jumlah emiten yang memiliki kepedulian untuk menyusun Sustainability Report tidak sampai 0,027 persen dari total badan usaha nasional. Di sisi lain, hasil riset menunjukkan bahwa dari seluruh laporan keberlanjutan yang diterbitkan, hanya 13,8 persen emiten yang mengungkapkan aspek ketenagakerjaan,” ujar Saptarini.

Menurut Saptarini, rendahnya pengungkapan aspek ketenagakerjaan menjadi persoalan penting karena data tersebut merupakan bagian fundamental dari keberlanjutan sosial perusahaan. Aspek ketenagakerjaan mencakup isu pengupahan, perlindungan hak dasar pekerja, kesetaraan gender, keselamatan dan kesehatan kerja, pengembangan kompetensi, hingga tingkat perputaran karyawan.

Ia menjelaskan, pengungkapan aspek ketenagakerjaan sesungguhnya telah menjadi kewajiban melalui instrumen Wajib Lapor Ketenagakerjaan Perusahaan atau WLKP sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1981. Data portal Satu Data Kementerian Ketenagakerjaan tahun 2026 mencatat sekitar 3,27 juta perusahaan telah menyampaikan data wajib lapor. Namun, hanya sekitar 3,2 persen korporasi yang aktif melakukan pemutakhiran data tahunan secara berkala.

Selain melalui Kementerian Ketenagakerjaan, kewajiban pelaporan juga diatur secara lintas sektoral oleh Otoritas Jasa Keuangan, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Kementerian Perindustrian, serta Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral. Saptarini menegaskan, pengungkapan data ketenagakerjaan harus dilakukan secara transparan, terukur, dan terpercaya. Tanpa akuntabilitas data, perusahaan berpotensi menghadapi tudingan social washing, sekaligus risiko hukum, sosial, dan reputasi.

“Transparansi ketenagakerjaan bukan sekadar kepatuhan administratif. Ini adalah strategi bisnis jangka panjang untuk memperkuat kepercayaan investor, meningkatkan reputasi perusahaan, dan membangun keterikatan karyawan,” katanya.

Menurutnya, keterbukaan data ketenagakerjaan juga penting dalam menghadapi perubahan karakter angkatan kerja, terutama generasi muda. Gen Z, kata dia, cenderung menaruh perhatian besar pada nilai perusahaan, budaya kerja, perlindungan hak pekerja, serta keberpihakan organisasi terhadap kesejahteraan karyawan.

“Tumbuhnya rasa keterikatan pekerja yang tinggi akan mendongkrak produktivitas, reputasi, dan profitabilitas perusahaan. Di tengah ketidakpastian global yang berpotensi memicu gelombang pemutusan hubungan kerja, transparansi ketenagakerjaan diharapkan mampu menenangkan para pemangku kepentingan dan meminimalkan risiko konflik hubungan industrial,” tambahnya.

Saptarini menyayangkan masih adanya keengganan sebagian manajemen perusahaan untuk membuka data krusial terkait ketenagakerjaan. Keengganan tersebut umumnya dipicu oleh kekhawatiran terhadap sanksi hukum apabila ditemukan pelanggaran normatif, potensi pembajakan talenta oleh kompetitor, resistensi terhadap eksposur budaya kerja yang kurang sehat, serta anggapan bahwa penyusunan laporan yang kredibel membutuhkan biaya besar.

Padahal, pengungkapan sukarela dapat dilakukan secara bertahap melalui Sustainability Report dengan menggunakan kerangka standar global seperti Global Reporting Initiative. Menurut Saptarini, sejumlah poin dalam WLKP memiliki irisan dengan standar pelaporan global sehingga dapat menjadi modal awal bagi perusahaan untuk menyusun laporan keberlanjutan yang lebih komprehensif.

Bagi perusahaan yang belum mampu mengadopsi standar internasional, pelaporan dapat dimulai melalui standar lokal, seperti laporan CSR, Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, maupun pelaporan yang dikaitkan dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Sejumlah provinsi juga telah menerbitkan peraturan daerah terkait kewajiban pelaporan TJSL.

Saptarini mengingatkan bahwa kelalaian dalam menyusun laporan keberlanjutan dapat berdampak pada daya saing perusahaan, terutama dalam membuka peluang ekspor dan kemitraan global. Dalam rantai pasok internasional, aspek sosial dan ketenagakerjaan semakin menjadi perhatian mitra bisnis dan investor. “Proses ini membutuhkan waktu. Namun, pengumpulan data yang akuntabel dan operasional bisnis yang berkelanjutan harus dimulai dari sekarang,” tegasnya.

Melalui seminar ini, ICSP mengajak korporasi yang telah melakukan pelaporan keberlanjutan untuk memperluas budaya transparansi kepada mitra, vendor, dan seluruh jaringan rantai pasok. Salah satu langkah yang dapat ditempuh adalah mengintegrasikan klausul Sustainability Report dalam perjanjian kerja sama.

ICSP juga mendorong kalangan akademisi untuk menjadikan rendahnya angka pengungkapan ketenagakerjaan sebagai agenda riset aplikatif. Langkah tersebut dinilai penting untuk memperkuat keterbukaan informasi, mendorong praktik bisnis yang bertanggung jawab, serta mewujudkan iklim investasi Indonesia yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Matangkan Persiapan Mahasiswa dalam Skripsi, Prodi Accountpreneurship Kampus Unggul Darmajaya Bekali dengan Workshop

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Accountpreneurship Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Workshop Penyusunan Skripsi dan Metodologi Penelitian bagi mahasiswa angkatan 2023, Kamis (2/7/26), di Ruang Pascasarjana Lantai 2 IIB Darmajaya. Kegiatan ini menjadi langkah strategis program studi dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi proses penyusunan tugas akhir secara lebih terarah, sistematis, dan berkualitas.

Workshop diisi oleh dua narasumber, yakni Delli Maria, S.E., M.Sc. dan Rieka Rahmadhaniyah, S.E., M.Acc., Akt., yang membekali mahasiswa dengan pemahaman mengenai tahapan penyusunan skripsi, penyusunan proposal penelitian, hingga pemilihan metodologi penelitian yang sesuai dengan topik yang akan dikaji.

Ketua Program Studi Accountpreneurship IIB Darmajaya Dedi Putra, S.E., M.S.Ak. mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen program studi dalam meningkatkan kualitas akademik mahasiswa sehingga mampu menyelesaikan skripsi tepat waktu dengan hasil penelitian yang memiliki kontribusi nyata.

“Melalui workshop ini, kami ingin mahasiswa tidak lagi merasa bingung ketika memasuki tahapan penyusunan skripsi. Mereka dibekali mulai dari cara menemukan masalah penelitian, merumuskan tujuan penelitian, memilih metode yang tepat, hingga menyusun proposal penelitian yang sesuai kaidah ilmiah,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Delli Maria, S.E., M.Sc. menjelaskan pentingnya memahami alur penelitian sejak awal agar mahasiswa dapat menyusun skripsi secara sistematis dan terstruktur. Menurutnya, kualitas penelitian sangat ditentukan oleh ketepatan dalam merumuskan masalah, menentukan tujuan penelitian, serta memilih metode yang relevan.

Sementara itu, Rieka Rahmadhaniyah, S.E., M.Acc., Akt. memberikan berbagai tips praktis dalam penyusunan skripsi, mulai dari penyusunan latar belakang, kajian pustaka, teknik pengumpulan data, hingga strategi menyelesaikan skripsi secara efektif tanpa mengabaikan kualitas penelitian.

Selain penyampaian materi, peserta juga diajak berdiskusi mengenai topik penelitian yang diminati. Seluruh mahasiswa diwajibkan membawa laptop dan telah memiliki gambaran awal mengenai topik skripsi sehingga proses pendampingan dapat berlangsung lebih interaktif.

Melalui workshop ini, mahasiswa diharapkan mampu memahami langkah-langkah sistematis dalam penyusunan skripsi, menguasai metodologi penelitian yang tepat, merumuskan masalah penelitian secara ilmiah, serta memiliki motivasi dan kepercayaan diri dalam menyelesaikan tugas akhirnya.

Program Studi Accountpreneurship IIB Darmajaya terus berkomitmen menghadirkan berbagai kegiatan akademik yang mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa. Dengan pembekalan sejak dini, diharapkan lulusan tidak hanya mampu menyelesaikan studi tepat waktu, tetapi juga menghasilkan penelitian yang berkualitas, inovatif, dan memberikan manfaat bagi dunia usaha maupun masyarakat. (**)

Business Consulting Project Jadi Ruang Mahasiswa UBL Dampingi Transformasi UMKM

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Bandar Lampung (UBL) terlibat langsung dalam pendampingan UMKM binaan Rumah BUMN Bandar Lampung melalui kegiatan Business Consulting Project. Program ini menjadi bagian dari pembelajaran berbasis praktik pada mata kuliah Bisnis Kreatif Usaha Mikro.

Kegiatan yang berlangsung pada beberapa waktu lalu mengusung tema “UMKM Business Project dan Transformasi UMKM Melalui Peran Konsultan Bisnis untuk Kesejahteraan Sosial”. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya belajar teori bisnis di ruang kelas, tetapi juga menerapkannya secara langsung untuk membantu pelaku UMKM menghadapi berbagai persoalan usaha.

Dalam program ini, mahasiswa melakukan identifikasi permasalahan usaha, menganalisis model bisnis, serta menyusun rekomendasi strategi yang dapat diterapkan oleh pelaku UMKM. Pendampingan tersebut diarahkan untuk membantu UMKM meningkatkan daya saing, memperkuat keberlanjutan usaha, dan beradaptasi dengan perubahan pasar di tengah era transformasi digital.

Rangkaian kegiatan turut menghadirkan Oktavia Anggun P. sebagai narasumber dalam sesi berbagi bertema “Transformasi UMKM Melalui Peran Konsultan Bisnis untuk Kesejahteraan Sosial”. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh penguatan mengenai pentingnya peran konsultan bisnis muda dalam mendampingi pelaku UMKM agar lebih adaptif, inovatif, dan mampu merespons kebutuhan pasar.

Dosen pengampu mata kuliah Bisnis Kreatif Usaha Mikro Program Studi Administrasi Bisnis UBL, Niki Agus Santoso, S.A.B., M.Si., mengatakan bahwa Business Consulting Project dirancang sebagai ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku usaha.

“Business Consulting Project bukan sekadar tugas akademik, melainkan ruang pembelajaran nyata yang mempertemukan mahasiswa dengan pelaku usaha. Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu hadir sebagai konsultan bisnis muda yang memberikan solusi nyata bagi UMKM,” ujar Niki.

Menurut Niki, kolaborasi dengan Rumah BUMN Bandar Lampung menjadi wadah strategis bagi mahasiswa untuk memahami dinamika dunia usaha secara langsung. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga didorong untuk memberikan kontribusi kepada masyarakat melalui pendampingan berbasis inovasi dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan sosial.

Sementara itu, Dr. M. Oktavianur, S.E., M.M., menilai keterlibatan perguruan tinggi dalam penguatan UMKM merupakan langkah penting untuk membangun ekosistem kewirausahaan yang berkelanjutan. “Transformasi UMKM memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak. Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghasilkan sumber daya manusia yang mampu memberikan solusi berbasis ilmu pengetahuan dan inovasi,” ujarnya.

Ia berharap keterlibatan mahasiswa melalui Business Consulting Project dapat membantu pelaku UMKM menjadi lebih adaptif dan kompetitif, sekaligus memberikan dampak ekonomi dan sosial yang lebih luas bagi masyarakat.

Rumah BUMN Bandar Lampung turut menyambut baik kolaborasi tersebut. Perwakilan Rumah BUMN Bandar Lampung menilai kehadiran mahasiswa sebagai konsultan bisnis muda dapat memberikan perspektif baru bagi UMKM binaan, khususnya dalam merumuskan strategi usaha yang sesuai dengan perkembangan pasar.

“Kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan langkah yang sangat positif. Kehadiran mahasiswa sebagai konsultan bisnis muda diharapkan dapat membantu UMKM binaan memperoleh masukan dan inovasi yang relevan dengan perkembangan pasar saat ini,” ujar perwakilan Rumah BUMN Bandar Lampung.

Melalui Business Consulting Project, UBL menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan masyarakat. Program ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong transformasi UMKM yang lebih tangguh, inovatif, dan berdaya saing.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa pembelajaran berbasis pengalaman dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran mahasiswa sebagai agen perubahan dalam pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

IA-ITB Lampung Perkuat Kolaborasi Alumni dan Pendidikan Tinggi dari Kampus UBL

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Daerah Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA-ITB) Provinsi Lampung menggelar Malam Silaturahmi bersama Pengurus Pusat IA-ITB dan alumni ITB lintas angkatan yang berdomisili di Provinsi Lampung, Rabu (1/7/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Co-Working Space, Gedung Innovation Center, Kampus A Universitas Bandar Lampung (UBL), itu menjadi momentum konsolidasi alumni sekaligus penguatan jejaring kolaborasi antara IA-ITB, perguruan tinggi, dunia industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi di Lampung.

Forum tersebut dihadiri sekitar 60 peserta, termasuk Ketua Umum Pengurus Pusat IA-ITB Agustin Peranginangin, Ketua Pengurus Daerah IA-ITB Provinsi Lampung Dr. Riza Muhida, Rektor Institut Teknologi Bandung Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., Rektor Institut Teknologi Sumatera Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., serta Rektor Universitas Bandar Lampung Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., dan Wakil Rektor I UBL Prof. Erry Yulian T. Adesta, Ph.D

Ketua Pengurus Daerah IA-ITB Provinsi Lampung, Dr. Riza Muhida, yang juga Ketua Program Studi Teknik Mesin UBL, mengatakan kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang temu kangen alumni, tetapi juga ruang untuk memperkuat kolaborasi lintas profesi, lintas angkatan, dan lintas institusi.

“IA-ITB harus menjadi ruang yang hidup bagi para alumni untuk saling terhubung, berbagi pengalaman, dan menghadirkan gagasan yang bermanfaat. Silaturahmi ini bukan sekadar pertemuan, tetapi langkah untuk memperkuat kontribusi alumni bagi pendidikan, masyarakat, dan pembangunan daerah,” ujar Riza.

Menurut Riza, alumni ITB di Lampung memiliki potensi besar karena tersebar di berbagai bidang strategis, mulai dari pendidikan, pemerintahan, industri, teknologi, hingga kewirausahaan. Potensi tersebut, katanya, perlu dikelola melalui jejaring yang solid dan kolaborasi yang berkelanjutan.

“Kekuatan alumni terletak pada jejaring dan kolaborasi. Ketika jejaring ini dikelola dengan baik, IA-ITB Lampung dapat menjadi mitra strategis bagi banyak pihak dalam mendorong inovasi dan solusi bagi daerah,” tambahnya.

Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi antara organisasi alumni dan perguruan tinggi merupakan salah satu elemen penting dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdampak.

“Perguruan tinggi tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan jejaring yang kuat dengan alumni, dunia industri, pemerintah, dan masyarakat. Kehadiran IA-ITB di Lampung menjadi energi penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan tinggi dan mendorong lahirnya kolaborasi yang produktif,” ujar Prof. Yusuf.

Ia menambahkan, sinergi antara alumni dan perguruan tinggi dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas, terutama dalam bidang akademik, penelitian, inovasi, pengembangan sumber daya manusia, serta kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

“UBL menyambut baik setiap ruang kolaborasi yang dapat memperkuat pendidikan tinggi di Lampung. Kami percaya, kerja sama antarlembaga dan jejaring alumni akan menjadi kekuatan besar dalam menciptakan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Rektor ITB, Prof. Dr. Ir. Tatacipta Dirgantara, M.T., menegaskan pentingnya penguatan peran alumni di daerah. Menurutnya, tantangan pendidikan tinggi di era transformasi teknologi menuntut kolaborasi yang semakin erat antara perguruan tinggi, alumni, pemerintah, dan dunia industri.

“Alumni adalah bagian penting dari kekuatan sebuah perguruan tinggi. Di tengah perubahan teknologi dan kebutuhan pembangunan yang semakin kompleks, jejaring alumni harus hadir sebagai mitra strategis yang mampu menjembatani pengetahuan, pengalaman, dan kebutuhan nyata masyarakat,” ujar Prof. Tatacipta.

Ia berharap IA-ITB di berbagai daerah, termasuk Provinsi Lampung, terus memperkuat perannya dalam mendukung pengembangan pendidikan tinggi, riset, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat.

“Kolaborasi lintas institusi menjadi kunci. Perguruan tinggi, alumni, pemerintah, dan dunia industri perlu bergerak bersama agar inovasi yang lahir dari kampus dapat memberi dampak yang lebih luas bagi pembangunan nasional dan daerah,” tambahnya.

Wakil Rektor IV UBL, Dr. Hery Riyanto, yang juga alumni ITB, menyambut positif pelaksanaan Malam Silaturahmi IA-ITB Lampung. Menurutnya, forum tersebut penting untuk menjaga kedekatan antaralumni sekaligus membuka ruang kerja sama baru.

“Silaturahmi seperti ini sangat penting karena mempertemukan alumni dari berbagai angkatan dan profesi. Dari pertemuan yang hangat seperti ini, sering kali muncul gagasan dan peluang kolaborasi yang konkret,” ujarnya.

Malam silaturahmi berlangsung hangat dan penuh keakraban. Setelah sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama dan ramah tamah. Para alumni dan tamu undangan memanfaatkan momentum tersebut untuk bertukar gagasan, memperluas jejaring, serta menjajaki peluang kerja sama di berbagai bidang.

Melalui kegiatan ini, IA-ITB Provinsi Lampung berharap hubungan antaralumni semakin solid dan sinergi dengan perguruan tinggi di Lampung terus berkembang. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan program-program strategis yang memberi manfaat nyata bagi dunia pendidikan, masyarakat, dan pembangunan daerah.

 

Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya Kawal UMKM Hanura Kantongi SPP-PIRT, Produk Makin Siap Tembus Pasar Luas

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)– Komitmen Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) kembali diwujudkan melalui pendampingan kepada pelaku usaha di Desa Hanura, Kabupaten Pesawaran. Empat dosen IIB Darmajaya mendampingi UMKM dalam mengikuti Pelatihan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT) yang diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran di Regency Hotel Pringsewu pada 17–18 Juli 2026.

Keempat dosen tersebut adalah Sulyono, S.Kom., M.T.I., Yulmaini, S.Kom., M.Cs., Ruki Rizal Nul Fikri, S.Kom., M.T.I., dan Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs. Mereka hadir sebagai pendamping untuk membantu para pelaku UMKM memahami tahapan pemenuhan persyaratan SPP-PIRT sebagai bagian dari upaya melengkapi legalitas usaha. Dalam pendampingan tersebut, para dosen memberikan arahan mengenai persyaratan administrasi, proses pengajuan SPP-PIRT, serta pentingnya menerapkan cara produksi pangan yang baik agar produk yang dihasilkan memenuhi ketentuan keamanan pangan.

Yulmaini, S.Kom., M.Cs. mengatakan bahwa pendampingan SPP-PIRT merupakan kelanjutan dari rangkaian program pemberdayaan UMKM yang telah dilaksanakan oleh tim dosen IIB Darmajaya di Desa Hanura. “Pendampingan SPP-PIRT ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya. Setelah para pelaku UMKM mendapatkan pelatihan dan pendampingan dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) serta sertifikat halal, kini kami mendampingi mereka untuk melengkapi legalitas usaha melalui Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-PIRT). Harapannya, UMKM memiliki legalitas yang semakin lengkap sehingga produk yang dihasilkan lebih dipercaya konsumen dan memiliki peluang pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Yulmaini, kepemilikan SPP-PIRT tidak hanya menjadi bentuk pemenuhan regulasi, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi produk UMKM dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan memperluas akses pemasaran.

Kegiatan pendampingan ini menjadi wujud sinergi antara IIB Darmajaya dan Dinas Kesehatan Kabupaten Pesawaran dalam mendukung pemberdayaan UMKM. Melalui pendampingan berbasis keilmuan, IIB Darmajaya terus berkomitmen membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas serta melengkapi aspek legalitas usahanya sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat yang memberikan manfaat nyata bagi kemajuan UMKM di Provinsi Lampung. (**)

Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya: Pendidikan Berbasis Kehidupan Nyata Perlu Jadi Arah Transformasi Sekolah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Sistem pendidikan di Indonesia perlu bertransformasi dengan mengedepankan pengembangan kompetensi kehidupan (life skills), tidak hanya berorientasi pada capaian nilai akademik. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si., Direktur Direktorat Pengembangan Institusi dan Kampus Berdampak sekaligus Dosen Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, dalam kajiannya mengenai sistem pendidikan berbasis sekolah yang berorientasi pada kehidupan nyata.

Menurut Prof. Anuar Sanusi, pendidikan yang berkualitas tidak hanya menghasilkan peserta didik dengan prestasi akademik tinggi, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan sosial, kemampuan memecahkan masalah, serta ketangguhan mental yang dibutuhkan dalam menghadapi tantangan kehidupan dan dunia kerja.

“Ada tiga aspek yang harus menjadi perhatian utama dalam sistem pendidikan, yaitu kemampuan sosial, kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri, dan kepercayaan diri atau mental resilience. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi keberhasilan seseorang dalam kehidupan pribadi, sosial, maupun profesional,” ujarnya saat diwawanacarai pada Rabu (1/7/2026).

Ia menjelaskan, kemampuan sosial dapat dikembangkan melalui pembelajaran kolaboratif, diskusi kelompok, organisasi siswa, hingga kegiatan yang melibatkan masyarakat. Menurutnya, dunia kerja saat ini lebih membutuhkan individu yang mampu bekerja sama dan berkomunikasi secara efektif dibandingkan mereka yang hanya unggul secara akademik.

Selain itu, sekolah juga perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan memecahkan masalah melalui studi kasus, proyek, eksperimen, maupun simulasi yang dekat dengan kehidupan nyata.

“Peserta didik perlu dibiasakan mencari solusi atas persoalan yang dihadapi. Kemampuan problem solving menjadi salah satu kompetensi utama yang dibutuhkan di era globalisasi dan transformasi digital,” katanya.

Prof. Anuar Sanusi juga menyoroti pentingnya membangun kepercayaan diri dan ketangguhan mental sejak dini. Menurutnya, peserta didik harus memiliki keberanian menghadapi kegagalan dan mampu bangkit untuk terus berkembang.

Ia mencontohkan keberhasilan Singapura yang mampu menjadi negara maju melalui investasi besar di sektor pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia, meski memiliki keterbatasan sumber daya alam. Menurutnya, pembangunan SDM yang unggul menjadi kunci daya saing suatu bangsa.

Sebaliknya, ia menilai Indonesia masih menghadapi tantangan dalam mengoptimalkan potensi sumber daya manusia. Salah satunya adalah belum optimalnya sistem yang mampu menarik kembali talenta terbaik Indonesia setelah menempuh pendidikan atau berkarier di luar negeri untuk berkontribusi bagi pembangunan nasional.

Prof. Anuar Sanusi menilai sistem pendidikan Indonesia saat ini masih cenderung berorientasi pada nilai dan hasil ujian. Akibatnya, pengembangan karakter, keterampilan sosial, kemampuan beradaptasi, dan ketangguhan menghadapi tantangan belum memperoleh porsi yang seimbang.

Karena itu, ia mendorong transformasi sistem pendidikan berbasis sekolah yang lebih berorientasi pada kehidupan nyata. Sekolah, menurutnya, tidak hanya mengajarkan apa yang harus dipikirkan, tetapi juga bagaimana cara berpikir, bekerja sama, mengambil keputusan, serta bangkit ketika menghadapi kegagalan.

“Nilai akademik tetap penting, tetapi keberhasilan seseorang dalam kehidupan tidak hanya ditentukan oleh angka di rapor. Pendidikan harus mampu menghasilkan generasi yang memiliki karakter, kompetensi, kemampuan sosial, keterampilan memecahkan masalah, dan ketangguhan mental sebagai bekal menghadapi tantangan abad ke-21 yang semakin kompleks dan kompetitif,” tutupnya. (**)

SPTB Politeknik Agraria STPN, Jaring SDM Unggul Bidang Pertanahan dan Tata Ruang

CIKEAS -(deklarasinews.com)- Perguruan tinggi di bawah naungan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), yaitu Politeknik Agraria STPN, menyelenggarakan Seleksi Penerimaan Taruna Baru (SPTB) Tahun Akademik 2026/2027. Calon Taruna/i yang nantinya akan bergabung dalam perkuliahan Politeknik Agraria STPN akan dipersiapkan menjadi insan pertanahan dan tata ruang yang dapat berkontribusi ke pembangunan Indonesia.

“Kita harus optimis siapa pun yang akan menjadi calon taruna Politeknik Agraria STPN adalah benar-benar putra-putri terbaik bangsa yang memiliki _attitude_, _knowledge_, dan integritas dalam memperbaiki serta mempercepat penyelesaian berbagai program layanan pertanahan dan tata ruang,” ujar Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Agustyarsyah, saat ditemui di BPSDM Kementerian ATR/BPN, Cikeas, Kabupaten Bogor, Kamis (02/07/2026).

SPTB Tahun Akademik 2026/2027 diselenggarakan di dua lokasi, yakni Kampus Politeknik Agraria STPN di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan BPSDM Kementerian ATR/BPN di Cikeas, Kabupaten Bogor. Untuk seleksi di DIY, pelaksanaannya berlangsung mulai 1-4 Juli, sedangkan di BPSDM hanya diadakan pada 2 Juli 2026.

“Jumlah pendaftar Politeknik Agraria STPN setiap tahun semakin bertambah. Ketika peserta yang lolos administrasi semakin banyak, kapasitas di Yogyakarta tentu semakin terbatas. Oleh karena itu, kami memanfaatkan fasilitas BPSDM di Cikeas agar proses seleksi dapat berjalan dengan baik,” jelas Agustyarsyah.

Menurut Agustyarsyah, penyelenggaraan seleksi di dua lokasi juga bertujuan menjaga kualitas, objektivitas, dan integritas pelaksanaan ujian dengan metode _Computer Based Test_ (CBT). Meskipun harapannya seleksi dapat dilaksanakan di lebih banyak wilayah, perluasan lokasi akan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kesiapan infrastruktur, sistem, serta mekanisme pengawasan agar kualitas pelaksanaan tetap terjaga.

“Ke depan kami berharap dapat membentuk beberapa zona pelaksanaan seleksi di berbagai wilayah Indonesia. Namun, saat ini kami memprioritaskan pelaksanaan yang profesional dan mudah diawasi sehingga kualitas seleksi tetap terjaga,” pungkas Kepala BPSDM.

Berdasarkan data yang dihimpun, ada 2.114 peserta yang mengikuti seleksi berbasis CBT, dengan pembagian 1.405 peserta di Kampus Politeknik Agraria STPN DIY dan 709 peserta di BPSDM Cikeas. Materi seleksi meliputi Tes Potensi Akademik (TPA), Tes Potensi Umum (TPU), serta materi bidang keagrariaan.

Hasil seleksi CBT rencananya akan diumumkan pada 9 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan lolos akan melanjutkan ke tahapan tes kesehatan, kesamaptaan, dan wawancara pada 13-15 Juli 2026. Selanjutnya, pengumuman kelulusan akhir SPTB Tahun Akademik 2026/2027 akan disampaikan pada 22 Juli 2026. Peserta yang dinyatakan lulus akan mengikuti proses daftar ulang secara _online_, masuk asrama pada 21 Agustus 2026, mengikuti Pengenalan Kehidupan Kampus Taruna Baru (PKKTB) pada 24-27 Agustus 2026, serta memulai perkuliahan pada 31 Agustus 2026.(Nan)

CDP 2026 Resmi Dibuka, Rektor UBL Pandu Mahasiswa Baru Temukan Arah Masa Depan Sebelum Kuliah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Universitas Bandar Lampung (UBL) resmi membuka Career Discovery Program (CDP) 2026 bagi mahasiswa baru di Convention Hall Mahligai Agung Pascasarjana UBL, Rabu (1/7/2026).

Dipandu langsung oleh Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA, kegiatan ini mengusung semangat “Find Your Future” sebagai langkah awal UBL membantu mahasiswa baru mengenali potensi diri, memahami arah karier, dan mempersiapkan masa depan sebelum memasuki perkuliahan.

Rektor UBL menegaskan, kuliah tidak cukup dimaknai hanya sebagai proses memperoleh ijazah. Pendidikan tinggi, menurutnya, harus menjadi ruang pembentukan karakter, pengembangan kompetensi, serta penemuan arah masa depan.

“Mahasiswa baru tidak boleh hanya datang ke kampus untuk mengejar gelar. Kuliah adalah proses menemukan diri, membangun karakter, mengasah kompetensi, dan menyiapkan masa depan. Melalui CDP, UBL ingin membantu mahasiswa sejak awal memahami potensi dirinya dan merancang arah hidupnya secara lebih jelas,” ujar Prof. Yusuf.

Ia menambahkan, tantangan dunia kerja saat ini semakin kompleks seiring perkembangan kecerdasan buatan, transformasi digital, otomasi, ekonomi hijau, dan perubahan model bisnis. Karena itu, mahasiswa perlu memiliki kesiapan yang lebih luas dari sekadar capaian akademik.

“Ijazah dan IPK tetap penting, tetapi tidak lagi cukup. Masa depan membutuhkan lulusan yang memiliki kompetensi, pengalaman, karakter, jejaring, kemampuan beradaptasi, dan keberanian untuk terus belajar. Karena itu, masa depan harus mulai disiapkan sejak hari pertama,” tambahnya.

CDP 2026 juga menjadi bagian dari penguatan Personally Customized Curriculum (PCC), yaitu pendekatan pembelajaran yang menempatkan masa depan mahasiswa sebagai pusat pengembangan. Melalui PCC, UBL mendorong mahasiswa merancang perjalanan belajar yang lebih personal, fleksibel, dan relevan dengan minat, potensi, serta orientasi karier masing-masing.

Dalam program ini, mahasiswa baru diperkenalkan dengan berbagai pilihan arah masa depan, mulai dari profesional di perusahaan nasional dan multinasional, entrepreneur, pemimpin publik, profesional spesialis, hingga akademisi dan peneliti. Mahasiswa juga dibimbing untuk mengenali diri, menyusun peta belajar, serta membangun kesiapan dalam menghadapi dunia profesional.

Leo, salah satu mahasiswa baru peserta CDP 2026, mengaku kegiatan ini memberi cara pandang baru sebelum memasuki dunia perkuliahan. “CDP membuka pandangan saya bahwa kuliah bukan hanya memilih jurusan dan belajar sampai lulus. Sejak awal kami diajak mengenali potensi diri, menentukan tujuan, dan mempersiapkan masa depan dengan lebih serius,” ujarnya.

Ia menilai CDP membuat mahasiswa baru lebih percaya diri karena mendapatkan arahan sejak awal. “Kami merasa tidak dilepas begitu saja sebagai mahasiswa baru. UBL memberi arahan agar kami tahu langkah apa yang perlu disiapkan. Ini membuat kami lebih termotivasi untuk menjalani kuliah dengan tujuan yang jelas,” tambahnya.

Melalui CDP 2026, UBL menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang adaptif, visioner, dan relevan dengan kebutuhan generasi muda serta dunia kerja masa depan. Bagi UBL, masa depan mahasiswa tidak ditunggu setelah wisuda, tetapi mulai ditemukan dan dibangun sejak hari pertama.(Red)

BKN Pastikan Akun Palsu di FB Catut Nama Prof. Zudan Sebar Informasi Hoaks PPPK

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Humas BKN, Terkait beredarnya unggahan mengatasnamakan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN), Prof. Zudan di media sosial, yang menyebut adanya pengusulan langsung Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) agar pembiayaannya beralih dari APBD menjadi APBN, BKN memastikan bahwa unggahan yang beredar di media sosial, khususnya Facebook tersebut, adalah informasi HOAKS dengan akun palsu yang mencatut nama Kepala BKN. Tercatat bahwa unggahan tersebut berasal dari akun media sosial palsu yang memuat narasi sesat bahwa masyarakat dapat mengusulkan secara perorangan kepada BKN, maupun Kementerian PANRB untuk memperoleh Surat Keputusan (SK) PPPK dengan pembiayaan APBN.

Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik BKN, Wisudo Putro Nugroho, menegaskan bahwa hingga saat ini tidak ada kebijakan, program, maupun mekanisme resmi yang membuka pengusulan langsung oleh individu untuk mengubah skema pembiayaan PPPK dari APBD menjadi APBN. “Informasi yang beredar di Facebook tersebut adalah hoaks. Akun yang mengatasnamakan Kepala BKN Prof. Zudan Arif Fakrulloh merupakan akun palsu. BKN sendiri tidak pernah menyampaikan informasi sebagaimana narasi yang beredar, apalagi membuka mekanisme pengusulan langsung perorangan untuk perubahan pembiayaan PPPK dari APBD menjadi APBN,” tegas Wisudo, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis  (2/7/202).

Ia menjelaskan bahwa seluruh proses manajemen ASN, termasuk pengadaan PPPK, dilaksanakan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan melalui mekanisme resmi yang melibatkan instansi pemerintah sesuai kewenangannya. Tidak ada layanan BKN yang diproses melalui komunikasi pribadi maupun akun media sosial yang tidak resmi.

Untuk terhindar dari penyebaran informasi menyesatkan semacam itu, Wisudo mengimbau masyarakat agar semakin waspada dan kritis terhadap sumber informasi yang tidak jelas, terutama yang mencatut nama pejabat pemerintah, termasuk Kepala BKN. “Kami meminta masyarakat agar selalu cek dan ricek setiap informasi sebelum mempercayai ataupun menyebarkannya. Pastikan informasi berasal dari kanal resmi BKN, baik website maupun akun media sosial resmi BKN yang telah terverifikasi. Jangan mudah percaya pada unggahan dari akun yang tidak jelas identitas dan keasliannya,” ujarnya.

BKN juga mengingatkan bahwa penyebaran hoaks yang mengatasnamakan pejabat pemerintah berpotensi menimbulkan keresahan yang dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan maupun penyalahgunaan informasi. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk selalu memperoleh informasi kepegawaian melalui kanal resmi BKN, dan segera melaporkan apabila menemukan akun atau unggahan yang diduga mencatut nama BKN maupun pejabat BKN.