Dari Diskresi ke Kriminalisasi, Batas Tipis Kesalahan Administrasi dan Korupsi Kebijakan

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)– Kasus hukum yang menyeret mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, dalam perkara pengadaan Chromebook perlu dibaca dan dicermati secara hati-hati.

“Hal itu karena tidak hanya melalui sudut pandang hukum pidana korupsi saja, tetapi juga dari perspektif Hukum Administrasi Negara,” kata dosen tetap Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Intan Meitasari, S.H., M.H.

Menurut Intan, perkara tersebut berasal dari sebuah kebijakan publik, yaitu  keputusan pemerintah dalam merumuskan, merancang, memilih, dan melaksanakan program digitalisasi pendidikan. Karena itu, ruang publik sangat perlu membedakan secara tegas antara kesalahan administrasi, kegagalan kebijakan, dan tindak pidana korupsi.

“Jika di lihat dari segi teori Hukum Administrasi Negara, tindakan pejabat pemerintahan harus diuji melalui tiga unsur utama, yaitu kewenangan, prosedur, dan tujuan. Tidak semua kebijakan yang dianggap gagal, tidak efektif, atau menimbulkan kerugian negara dapat otomatis dikualifikasikan sebagai tindak pidana korupsi,” ujar Intan.

Ia menjelaskan bahwa pejabat publik dalam menjalankan pemerintahan kerap berada dalam ruang kebijakan yang kompleks. Dalam kondisi tertentu, pejabat memiliki ruang sendiri untuk menggunakan diskresinya, yaitu kewenangan untuk mengambil keputusan ketika aturan memberikan pilihan, tidak lengkap, tidak jelas, atau terdapat kebutuhan tindakan cepat.

Namun, lanjut Intan, diskresi dalam hal ini tetap harus dilakukan berdasarkan kewenangan yang sah, tujuan yang benar, itikad baik, serta sesuai dengan asas-asas umum Pemerintahan yang baik.

Intan menambahkan, dalam perkara seperti pengadaan Chromebook, pertanyaan hukumnya tidak boleh berhenti hanya pada “apakah program tersebut kemudian dinilai bermasalah”. Hal yang lebih penting adalah membuktikan apakah sejak awal terdapat penyalahgunaan wewenang, konflik kepentingan, niat jahat, atau pengondisian kebijakan yang secara nyata menguntungkan pihak tertentu secara melawan hukum.

“Apabila tidak terdapat aliran dana yang masuk ke rekening pribadi pejabat yang bersangkutan, maka perkara ini perlu diuji dengan standar pembuktian yang sangat ketat. Ketiadaan aliran dana dalam hal ini memang tidak otomatis menghapus kemungkinan korupsi, tetapi dugaan keuntungan tidak langsung tetap harus dibuktikan secara terang, konkret, dan meyakinkan,” jelasnya.

Menurutnya, hukum pidana tidak boleh bekerja hanya dengan mengandalkan asumsi atau tafsir yang terlalu jauh dari fakta administrasi. Dalam negara hukum, pembuktian harus menjadi dasar utama sebelum seseorang dinyatakan bersalah.

Intan juga menyoroti pentingnya membedakan antara kesalahan kebijakan dan kejahatan kebijakan. Jika persoalannya terletak pada lemahnya kajian kebutuhan, kurang tepatnya pilihan teknologi, atau buruknya implementasi program, maka mekanisme pertanggungjawabannya dapat berupa evaluasi administratif, audit tata kelola, sanksi disiplin, atau pertanggungjawaban politik. Namun, jika terbukti ada rekayasa, pengondisian tender, atau keuntungan tertentu yang diperoleh secara melawan hukum, maka hukum pidana dapat masuk.

“Negara tentu harus tegas terhadap korupsi. Tetapi pemberantasan korupsi juga harus tetap menjaga batas antara kesalahan administratif dan kejahatan pidana. Jika setiap kebijakan yang tidak berhasil langsung ditarik ke ruang pidana, birokrasi akan kehilangan keberanian untuk berinovasi,” tegas Intan.

Ia menilai kasus ini penting bukan hanya karena menyangkut satu nama, tetapi juga karena menyentuh masa depan tata kelola pemerintahan. Hukum harus mampu membongkar korupsi tanpa mematikan diskresi pejabat publik. Sebaliknya, diskresi juga tidak boleh dijadikan tameng untuk menutupi penyalahgunaan kekuasaan.

“Dalam negara hukum, menghukum orang tanpa pembuktian yang kuat sama berbahayanya dengan membiarkan korupsi tanpa pertanggungjawaban. Oleh karena itu, perkara ini harus menjadi momentum untuk menegaskan kembali batas antara kekeliruan administrasi, kegagalan kebijakan, dan tindak pidana korupsi,” tutupnya. (**)

Mahasiswa Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya Raih Prestasi di The Face of Lampung 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Kabar membanggakan kembali datang dari Program Studi Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya. Mahasiswa berbakat, Eqi Sheva Al Mubaroq, sukses mengharumkan nama almamater dengan meraih gelar 2nd Runner Up & Intelegensia 1 The Face of Lampung 2026 pada ajang bergengsi tingkat Provinsi Lampung yang selenggarakan pada Sabtu (16/5/2026).

Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Sistem Informasi Unggul tidak hanya kompeten dalam bidang teknologi dan akademik, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri melalui kemampuan komunikasi, wawasan, kepribadian, serta kepercayaan diri yang kuat.

“Saya sangat bersyukur dan bangga atas pencapaian ini. Pengalaman mengikuti The Face of Lampung 2026 menjadi proses pembelajaran yang luar biasa bagi saya, mulai dari pengembangan karakter, public speaking, hingga membangun rasa percaya diri. Semoga prestasi ini bisa menjadi inspirasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya untuk terus berani mencoba, berkembang, dan berprestasi,” ujar Eqi Sheva Al Mubaroq.

Ketua Program Studi Sistem Informasi, Dr. Wasilah, S.Kom., M.Kom., turut memberikan apresiasi atas capaian membanggakan tersebut. Menurutnya, keberhasilan Eqi mencerminkan kualitas mahasiswa Sistem Informasi Unggul yang mampu berkembang secara akademik maupun non-akademik.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Eqi Sheva Al Mubaroq. Capaian ini menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi Unggul memiliki potensi besar untuk bersaing, berinovasi, dan berprestasi di berbagai bidang. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya serta membawa nama baik almamater ke tingkat yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Program Studi Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya terus berkomitmen mencetak generasi muda yang adaptif, inovatif, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat(**)

Keren! Dosen dan Mahasiswa DKV IIB Darmajaya Tembus Pameran Nasional HIKAYART 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Prestasi membanggakan kembali diraih civitas academica Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Dosen DKV, Sigit Yudi Prasetyo., M.Ds, bersama mahasiswa angkatan 2023, Randy Max Sumaxer, ikut serta dalam pameran nasional pada HIKAYART–GoRo 2026 yang digelar di Galeri Hang Nadim, Pekanbaru, Riau.

Pameran seni rupa tersebut berlangsung pada 16 Mei hingga 17 Juni 2026 dan menghadirkan karya-karya pilihan dari seniman, akademisi, hingga kreator visual dari berbagai daerah di Indonesia. Keikutsertaan dosen dan mahasiswa DKV Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya menjadi bukti bahwa karya kreatif kampus mampu bersaing dan mendapat apresiasi di tingkat nasional.

Dalam pameran tersebut, Sigit Yudi Prasetyo, M.Ds menampilkan karya berjudul “POLA”. Karya tersebut menggambarkan struktur pola yang repetitif namun harmonis sebagai metafora kehidupan sosial yang terorganisir. Melalui pendekatan visual yang simbolis, karya itu menyoroti bagaimana kebersamaan mampu menciptakan ketahanan dan keindahan dalam kehidupan masyarakat.

Sigit mengatakan bahwa karya “POLA” lahir dari refleksi terhadap hubungan sosial manusia yang saling terhubung satu sama lain. Menurutnya, pola-pola kecil yang terlihat sederhana sejatinya membentuk kekuatan besar ketika disusun secara harmonis.

“Saya ingin menggambarkan bahwa keteraturan dan kebersamaan memiliki peran penting dalam membangun kehidupan sosial yang kuat. Dari pola-pola yang berulang itu lahir harmoni dan ketahanan,” ujar Sigit Yudi Prasetyo.

Sementara itu, Randy Max Sumaxer menghadirkan karya bertajuk “From the Palm of the Hand to the Web of Life”. Karya tersebut mengangkat isu kolektivitas di era digital dengan mengeksplorasi hubungan manusia dengan jaringan sistemik dan teknologi. Randy mencoba menghadirkan refleksi tentang batas tipis antara konektivitas digital dan makna kehadiran yang sesungguhnya dalam kehidupan modern.

Randy mengungkapkan bahwa karya yang dibuatnya merupakan bentuk keresahan terhadap kehidupan manusia yang semakin dekat secara digital, namun terkadang terasa jauh secara emosional. Ia ingin mengajak audiens untuk merenungkan kembali makna hubungan antarmanusia di tengah derasnya arus teknologi.

“Melalui karya ini saya ingin mempertanyakan apakah kedekatan digital masih memberi ruang bagi makna yang mendalam dan rasa utuh sebagai manusia,” kata Randy Max Sumaxer.

Keberhasilan lolos kurasi pameran nasional ini menjadi pencapaian penting bagi Program Studi DKV Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dalam mendorong budaya kreatif, inovatif, dan kompetitif di kalangan dosen maupun mahasiswa. Selain menjadi ruang apresiasi karya seni, partisipasi tersebut juga membuka peluang kolaborasi dan memperluas jejaring kreatif di tingkat nasional. (**)

Ekonom Karbon UBL Paparkan Strategi Smart MRV dalam Forum Nasional Bappenas di Bandung

​BANDUNG -(deklarasinews.com)— Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas terus memperkuat langkah menuju ekonomi hijau melalui pengembangan ekosistem perdagangan karbon nasional. Upaya tersebut dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Penguatan Ekosistem Perdagangan Karbon serta Potensi Pajak Karbon untuk Mendukung Peningkatan Pendapatan Negara yang berlangsung di ITB Innovation Park Function Hall, Bandung, Selasa (12/5/2026).

Forum strategis tersebut menghadirkan ekonom karbon Universitas Bandar Lampung (UBL), Dr. Tri Damayanti, sebagai narasumber dengan materi Smart MRV dan Strategi Perdagangan Karbon Indonesia: Menuju Pasar Karbon Kompetitif, Bernilai Ekonomi, dan Berbasis Ketahanan Emisi Nasional.

Dalam pemaparannya, Tri Damayanti menilai Indonesia memiliki posisi strategis dalam perdagangan karbon global karena didukung oleh potensi sumber daya alam dengan kapasitas serapan karbon yang besar. Potensi tersebut berasal dari hutan tropis, ekosistem mangrove, hingga berbagai sektor berbasis konservasi dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.

“Indonesia memiliki modal ekologis yang sangat kuat untuk menjadi salah satu pemain utama dalam pasar karbon global. Potensi ini harus dioptimalkan melalui tata kelola perdagangan karbon yang kredibel, transparan, dan kompetitif,” ujar Tri Damayanti yang juga merupakan dosen Program Studi Akuntansi UBL serta ekonom karbon bersertifikasi Lead Verifier ISO 14064.

Menurutnya, Indonesia berpeluang besar menjadi seller utama dalam perdagangan karbon internasional. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimaksimalkan apabila didukung oleh sistem tata kelola yang kuat dan mampu membangun kepercayaan pasar global terhadap unit karbon Indonesia.

Ia menekankan pentingnya implementasi Smart Measurement, Reporting, and Verification (Smart MRV) sebagai instrumen utama dalam meningkatkan transparansi dan akurasi data emisi karbon nasional. Sistem tersebut dinilai menjadi fondasi penting dalam menciptakan mekanisme perdagangan karbon yang akuntabel dan memiliki daya saing internasional.

“Smart MRV tidak hanya berfungsi sebagai sistem pengawasan emisi, tetapi juga menentukan kredibilitas dan nilai ekonomi unit karbon Indonesia di pasar global,” katanya.

Tri juga menyoroti tingginya ketergantungan Indonesia pada energi nonterbarukan, yang dinilai menjadi tantangan sekaligus peluang dalam pengembangan pasar karbon nasional. Besarnya potensi emisi membuka ruang yang lebih luas bagi Indonesia untuk menghasilkan unit karbon melalui program mitigasi emisi, konservasi lingkungan, dan transisi energi.

Selain penguatan sistem, aspek regulasi dan kepastian hukum juga dinilai menjadi faktor krusial dalam menciptakan pasar karbon yang sehat dan berkelanjutan. Menurutnya, kepastian hukum terkait mekanisme perdagangan dan penetapan harga karbon akan menjadi kunci dalam meningkatkan kepercayaan investor dan memperluas kerja sama internasional.

FGD yang diinisiasi Bappenas tersebut turut dihadiri Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas Ibnu Yahya, S.E., M.Ec.Pol., Kepala Pusat Teknologi Pertahanan dan Keamanan ITB Dr. Ary Setijadi, S.T., M.T., Direktur Strategi Pembiayaan dan Investasi Pembangunan, serta Direktur Perencanaan Peningkatan Produktivitas dan Pembangunan Tematik.

Diskusi tersebut menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pemangku kepentingan dalam merumuskan arah kebijakan perdagangan karbon nasional. Pemerintah berharap penguatan ekosistem perdagangan karbon dapat mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE), mempercepat transformasi menuju ekonomi rendah karbon, serta membuka peluang peningkatan pendapatan negara secara berkelanjutan.(Red)

Kabid SMP Disdik Palembang, Selamat Bertanding Team Marching Band Cakrawala Spensa, Berikanlah Yang Terbaik Di Tingkat Nasional

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Tim Marching Band (MB) Cakrawala Spensa dari SMP Negeri 1 Palembang, hari ini  Sabtu (16/05/2026) resmi dilepas keberangkatannya menuju Provinsi Lampung, bertempat di Kantor DPRD kota Palembang.

Pelepasan ini dilakukan dalam rangka mengikuti kejuaraan bergengsi tingkat nasional Lampung Marching Band Competition (LMC) yang diselenggarakan pada tanggal 16 – 17 Mei 2026 di Kota Bandar Lampung, mereka akan berjuang untuk mempertahankan Piala Bergilir.

Pelepasan tim kebanggaan Kota Palembang ini dipimpin langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kota Palembang, Kapiatul Ahlia, SE., MM, didampingi Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Palembang, turut hadir mendampingi Sekretaris Komisi IV dan Sekretaris Dewan DPRD Kota Palembang.

Dalam sambutannya, Kapiatul Ahlia menyampaikan apresiasi dan motivasi kepada seluruh anggota tim yang akan bertanding. “Selamat bertanding anak didik Marching Band Cakrawala Spensa, berikanlah yang terbaik di tingkat nasional. Kami akan selalu mendukung kalian,” kata Kabid SMP Kapiatul Ahlia, saat melepas keberangkatan.

Sementara itu, Sekretaris Komisi IV DRPD Kota Palembang sekaligus Ketua Indonesia Drum Corps Association (IDCA) Provinsi Sumatera Selatan, H.Yustin Kurniawan Zendrato, SE.,MM menegaskan, pihaknya akan terus mendukung dan berusaha memberikan yang terbaik bagi dunia pendidikan di kota Palembang, ia juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung dan membantu team Marching Band Cakrawala Spensa dalam rangka mengikuti Kejuaraan tingkat Nasional Lampung Marching Band Competition (LMC) 2026, saya berpesan buat seluruh team Cakrawala Spensa agar selalu menjaga kesehatan, kekompakan, sportivitas, tetap semangat dan selalu optimis untuk menjadi juara, jelasnya.

Sementara itu, Ketua Marching Band Cakrawala Spensa, Fahrie Adianto, SE mengatakan, dukungan Disdik Kota Palembang dan Komisi IV DPRD Kota Palembang dan Pihak Sekolah, hal ini merupakan motivasi berarti bagi tim Marching Band Cakrawala Spensa dalam ajang kompetisi generasi muda yang berprestasi, kreatif dan berdaya saing untuk memberikan yang terbaik bagi kota Palembang di tingkat nasional,” kata Fahrie.

Dalam kesempatan itu, ia mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Disdik, Komisi IV, pelatih, orang tua siswa, ia juga memohon doa bagi seluruh agar anak didik Marching Band Cakrawala Spensa bisa menang dan berhasil mempertahankan juara serta dapat membawa kembali piala tersebut ke Palembang,” pungkasnya. (Ning).

Baru Berusia 22 Tahun, Kepala SMK Bhakti Persada Sukses Cetak Lulusan Siap Kerja di Dunia Kesehatan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Suasana haru dan penuh kebanggaan mewarnai acara pelepasan serta perpisahan siswa kelas XII angkatan XI SMK Bhakti Persada Palembang tahun ajaran 2025–2026 yang digelar di Hotel Swarna Dwipa Palembang, Sabtu (16/5/2026). Sebanyak 30 siswa resmi dinyatakan lulus dan siap melangkah menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun memasuki dunia kerja di sektor kesehatan.

Kegiatan tersebut menjadi momentum penting bagi para siswa setelah menempuh pendidikan dan praktik kejuruan di bidang kesehatan. Para lulusan berasal dari dua program keahlian unggulan, yakni layanan kesehatan keperawatan dan layanan kesehatan kefarmasian.

Kepala SMK Bhakti Persada Palembang, Saidina Khalifahtur Rachman, S.Kep., yang dikenal sebagai kepala sekolah termuda di Indonesia yang berusia 22 tahun, hadir didampingi Ketua Yayasan Pondok Pesantren Yayasan Al Istighfar, Anita Andriani, serta jajaran guru, di antaranya Irhamna Sri Romadhoan, S.Pd., Gr. dan Marvira, S.Pd., Gr.

Dalam sambutannya, Saidina menyampaikan rasa bangga atas perjuangan para siswa hingga berhasil menyelesaikan pendidikan dengan baik. Ia berharap seluruh lulusan mampu melanjutkan cita-cita mereka dan menjadi tenaga kesehatan profesional yang memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Pada hari ini kami meluluskan 30 siswa dari jurusan keperawatan dan farmasi. Kami berharap seluruh alumni dapat melanjutkan cita-cita mereka dan menjadi tenaga kesehatan yang profesional serta bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, SMK Bhakti Persada Palembang terus berkomitmen meningkatkan kualitas pendidikan vokasi kesehatan melalui sistem pembelajaran yang tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga diperkuat dengan praktik lapangan secara langsung di rumah sakit maupun fasilitas kesehatan lainnya.

Menurutnya, pengalaman praktik menjadi salah satu bekal penting agar lulusan memiliki kemampuan dan kesiapan ketika memasuki dunia kerja. Terlebih, banyak siswa memiliki impian besar untuk melanjutkan pendidikan menjadi perawat profesional, apoteker, bahkan dokter.

“Praktik mereka kami perkuat agar setelah lulus memiliki kemampuan yang baik ketika terjun langsung di dunia kerja kesehatan,” katanya.

Tak hanya fokus pada pembelajaran, SMK Bhakti Persada Palembang juga terus menorehkan berbagai prestasi membanggakan. Sekolah tersebut pernah meraih juara 1 tingkat nasional pada ajang Lomba Kompetensi Siswa (LKS) serta kompetisi kreativitas siswa di bidang keperawatan dan farmasi.

Selain itu, para siswa juga aktif mengikuti berbagai perlombaan lain, mulai dari lomba baca puisi, debat antar sekolah, hingga kompetisi games edukatif yang semakin mengasah kemampuan akademik dan non-akademik mereka.

Prestasi membanggakan lainnya juga datang dari jalur pendidikan tinggi. Sebanyak delapan siswa SMK Bhakti Persada Palembang berhasil lolos Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi Negeri (SMBT) dan diterima di sejumlah perguruan tinggi ternama, seperti Universitas Sriwijaya dan Politeknik Kesehatan.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa sekolah vokasi kesehatan ini mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki daya saing untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Saidina berharap SMK Bhakti Persada Palembang ke depan terus berkembang menjadi sekolah vokasi kesehatan unggulan yang mampu melahirkan sumber daya manusia berkualitas, profesional, dan berkontribusi bagi dunia kesehatan di Indonesia.

“Harapan kami sekolah ini semakin maju, dan para alumni dapat memanfaatkan ilmu yang didapat selama belajar di SMK Bhakti Persada Palembang untuk masa depan mereka,” tandasnya. (Ning)

Banjir Prestasi di Yudisium Filkom & DHPT IIB Darmajaya! Deretan Mahasiswa Ber-IPK 3,97 hingga Penakluk Jurnal Internasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Suasana penuh kebanggaan dan haru mewarnai yudisium Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) dan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (DHPT) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Semester Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 yang diselenggarakan di Aula Rektorat IIB Darmajaya pada Rabu (13/5/26). Momentum istimewa ini menjadi ajang apresiasi bagi mahasiswa berprestasi yang sukses mencatatkan capaian akademik gemilang selama masa perkuliahan.

Dalam pelaksanaan yudisium tersebut, Filkom menetapkan mahasiswa terbaik tingkat fakultas, terbaik program studi, hingga jajaran mahasiswa yang berhasil masuk dalam daftar Deanlist berkat capaian Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) yang membanggakan.

Predikat Mahasiswa Terbaik Fakultas Ilmu Komputer diraih oleh Yoglenddy Joshbert Defender Talakua dari Program Studi S1 Sistem Informasi dengan raihan IPK luar biasa, yakni 3,97. Capaian tersebut menjadi bukti konsistensi, disiplin, dan dedikasi tinggi dalam dunia akademik.

Sementara itu, penghargaan Mahasiswa Terbaik Program Studi diberikan kepada: Hadi Nurma Dwi Saputra dari S2 Teknik Informatika (IPK 3,95) , I Putu Rio Kurniawan dari S1 Teknik Informatika (IPK 3,97), Yoglenddy Joshbert Defender Talakua dari S1 Sistem Informasi (IPK 3,97), Fatkhur Ro’uf dari S1 Sistem Komputer (IPK 3,85), dan M. Bagus Pratama Putra dari S1 Desain Komunikasi Visual (IPK 3,80).

Tak hanya itu, lima mahasiswa terbaik juga berhasil masuk dalam daftar Deanlist Filkom sebagai bentuk penghargaan atas prestasi akademik yang konsisten dan membanggakan. Selain penghargaan akademik, Filkom dan DHPT IIB Darmajaya juga memberikan apresiasi khusus kepada mahasiswa berprestasi di bidang publikasi ilmiah nasional dan internasional. Penghargaan diberikan kepada mahasiswa yang berhasil menembus publikasi jurnal terindeks SINTA 3, SINTA 2, SINTA 1, hingga publikasi bereputasi internasional terindeks Scopus.

Tak hanya itu, penghargaan juga diberikan kepada mahasiswa yang berhasil memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) atas karya dan inovasi yang dihasilkan. Pemberian penghargaan tersebut menjadi bentuk dukungan kampus terhadap budaya riset, inovasi, dan pengembangan kualitas akademik mahasiswa agar mampu bersaing di tingkat nasional hingga global.

Dekan Filkom, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mahasiswa yang telah menunjukkan semangat belajar, dedikasi, dan prestasi luar biasa baik di bidang akademik maupun penelitian ilmiah. Menurutnya, capaian tersebut diharapkan mampu menjadi motivasi bagi seluruh civitas academica untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing di era teknologi digital.

Apresiasi juga disampaikan Dekan DHPT, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., yang berharap prestasi para mahasiswa dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkembang, berinovasi, dan menghasilkan karya ilmiah yang berdampak luas bagi masyarakat dan dunia pendidikan.(*)

UBL Hadirkan Akademisi Cardiff University, Kupas Transformasi Digital dan Strategi Bisnis AI di Era Disrupsi Global

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya sebagai kampus berorientasi internasional dengan menghadirkan akademisi dari Cardiff University dalam kegiatan International General Lecture bertajuk Digital Transformation and AI-Driven Business Strategy yang berlangsung di Auditorium Kampus Pascasarjana UBL pada 12–13 Mei 2026.

Kuliah umum internasional tersebut menghadirkan Dr. Prabirendra Chatterjee, Dosen marketing Cardiff University, yang membahas transformasi digital, perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), inovasi teknologi, hingga strategi bisnis modern berbasis data dan teknologi.

Dalam paparannya, Dr. Prabirendra menjelaskan bahwa dunia saat ini tengah memasuki fase transformational innovation, yakni perubahan besar yang tidak hanya melahirkan produk baru, tetapi juga mengubah ekosistem industri, model bisnis, dan perilaku masyarakat secara menyeluruh. Ia mengaitkan fenomena tersebut dengan teori creative destruction dari ekonom Joseph Schumpeter yang menegaskan bahwa inovasi akan terus menciptakan pembaruan sekaligus menggantikan sistem lama.

Menurutnya, AI kini menjadi salah satu teknologi paling transformasional yang mendorong perubahan di berbagai sektor, mulai dari bisnis, pendidikan, kesehatan, hingga industri kreatif. Teknologi seperti Machine Learning, Large Language Models (LLM), dan AI generatif bahkan telah berkembang menjadi General Purpose Technologies (GPTs), layaknya listrik dan komputer pada era sebelumnya.

“Transformasi digital bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Organisasi yang mampu beradaptasi cepat terhadap perkembangan teknologi akan memiliki keunggulan kompetitif di masa depan,” ujar Dr. Prabirendra di hadapan ratusan peserta kuliah umum.

Ia juga menyoroti pentingnya dynamic capabilities dalam organisasi, yakni kemampuan membaca peluang teknologi (sensing), memanfaatkan peluang (seizing), serta terus mentransformasikan model bisnis (transforming) agar mampu bertahan dalam kompetisi global yang semakin dinamis.

Dalam presentasinya, Dr. Prabirendra mencontohkan transformasi perusahaan global seperti Amazon, Microsoft, dan Netflix yang berhasil tumbuh melalui inovasi dan adaptasi teknologi secara konsisten.

Selain membahas peluang, ia juga menyoroti tantangan besar perkembangan AI, mulai dari isu privasi data dan keamanan siber, bias algoritma, dominasi perusahaan teknologi global, hingga tingginya konsumsi energi akibat pesatnya perkembangan teknologi digital modern. Menurutnya, masa depan inovasi harus diarahkan tidak hanya pada efisiensi bisnis, tetapi juga keberlanjutan dan manfaat sosial yang lebih luas.

“Generasi inovasi berikutnya bukan lagi sekadar berbicara tentang apa yang bisa didisrupsi, tetapi apa yang harus ditransformasikan untuk menjawab tantangan global seperti perubahan iklim, keberlanjutan energi, dan kesejahteraan sosial,” katanya.

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, MBA, mengatakan kehadiran akademisi dari Cardiff University menjadi bagian dari upaya UBL menghadirkan wawasan global sekaligus memperluas jejaring kerja sama internasional di bidang pendidikan dan riset.

“UBL terus memperkuat kolaborasi internasional guna menghadirkan pendidikan yang relevan dengan perkembangan dunia global dan kebutuhan industri masa depan. Kuliah umum ini menjadi ruang penting bagi mahasiswa untuk memahami transformasi teknologi dan peluang AI di era digital,” ujarnya.

Kegiatan tersebut mendapat antusiasme tinggi dari mahasiswa S1, S2, dan S3 serta sivitas akademika UBL karena mengangkat isu strategis mengenai masa depan bisnis digital dan perkembangan AI global. Selain kuliah umum, kunjungan delegasi Cardiff University juga menjadi bagian dari penjajakan kerja sama internasional antara kedua institusi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia.

Cardiff University dikenal sebagai salah satu universitas ternama di Inggris dengan reputasi kuat dalam bidang riset dan pendidikan internasional. Melalui Cardiff Business School, universitas tersebut dikenal sebagai The Public Value Business School yang menempatkan dampak sosial dan nilai publik sebagai bagian penting dalam pendidikan dan penelitian.

Kegiatan ini sekaligus memperkuat langkah UBL dalam membangun jejaring global bersama berbagai universitas internasional dari Inggris, China, Jepang, Rusia, Prancis, Jerman, Turki, dan sejumlah negara lainnya sebagai bagian dari visi UBL menjadi kampus berdaya saing internasional.

Sebagai bentuk konkret internasionalisasi pendidikan, UBL juga telah menjalankan berbagai program global, salah satunya melalui program sandwich 2+1+1 bersama Guilin University of Aerospace Technology di Cina dan The University of Kitakyushu di Jepang.

Melalui program tersebut, mahasiswa menjalani studi selama dua tahun di UBL, kemudian melanjutkan perkuliahan selama satu hingga dua semester di universitas mitra luar negeri sebelum kembali menyelesaikan satu tahun studi di UBL. Program ini menjadi bagian dari komitmen UBL dalam menghadirkan pengalaman pendidikan internasional dan memperluas wawasan global mahasiswa sejak di bangku kuliah.(red)

Sekolah Lansia di Palembang Resmi Dibuka, Pesertanya Bakal Diwisuda!

PALEMBANG- (deklarasinews.com)– Pemerintah Kota Palembang bersama Tim Penggerak PKK terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat lanjut usia. Hal itu ditandai dengan peresmian Program Sekolah Lansia oleh Ketua TP PKK Kota Palembang, Dewi Sastrani Ratu Dewa, di Kantor Lurah Kelurahan 20 Ilir Satu, Kecamatan Ilir Timur I, Palembang, Rabu (13/05/2026).

Peresmian tersebut menjadi salah satu langkah nyata dalam menghadirkan ruang pembelajaran sekaligus pemberdayaan bagi para lansia agar tetap memiliki kualitas hidup yang baik di usia senja. Program ini tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga pembinaan kesehatan serta penguatan peran sosial para lanjut usia di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Dewi Sastrani Ratu Dewa menyampaikan bahwa Sekolah Lansia diharapkan menjadi wadah edukasi dan ruang inspiratif bagi para warga senior agar tetap sehat, mandiri, aktif, dan produktif. Menurutnya, usia lanjut bukanlah penghalang untuk terus belajar, berkarya, dan menjalani kehidupan dengan penuh semangat.

Program tersebut mengusung konsep lansia SMART, yakni Sehat, Mandiri, Aktif, dan Produktif. Melalui program ini, para peserta akan mengikuti berbagai kegiatan pembelajaran yang dirancang untuk meningkatkan wawasan, menjaga kesehatan fisik dan mental, serta mempererat hubungan sosial antar peserta.

Tak hanya itu, Sekolah Lansia juga memberikan kesempatan bagi para peserta untuk terus beraktivitas secara positif melalui materi-materi edukatif yang disampaikan secara rutin. Dewi menilai, kegiatan ini penting untuk membantu para lansia tetap percaya diri dan merasa dihargai di lingkungan sosialnya.

“Melalui Sekolah Lansia ini, kami berharap para orang tua tetap semangat menjalani aktivitas, memiliki pengetahuan yang lebih baik tentang kesehatan, serta terus berperan di lingkungan masyarakat,” ujar Dewi.

Ia juga menjelaskan, pada tahap awal terdapat sebanyak 30 peserta yang mengikuti program tersebut. Para peserta merupakan warga lanjut usia dengan rentang umur mulai dari 60 tahun hingga di atas 70 tahun.

Kegiatan belajar akan dilaksanakan sebanyak dua kali dalam satu bulan dengan total 10 kali pertemuan. Menariknya, setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pembelajaran, para peserta nantinya akan mengikuti prosesi wisuda sebagai bentuk apresiasi atas semangat mereka dalam belajar di usia lanjut.

Sebelumnya, TP PKK Kota Palembang juga telah melaksanakan program serupa di beberapa wilayah lain, salah satunya di Posyandu Nusa Indah, Kecamatan Kalidoni. Kehadiran Sekolah Lansia mendapat sambutan hangat dari masyarakat karena dinilai mampu memberikan motivasi baru bagi para lansia untuk tetap aktif, produktif, dan berdaya guna.

Program ini pun diharapkan dapat terus berkembang dan menjangkau lebih banyak wilayah di Kota Palembang sehingga semakin banyak lansia yang mendapatkan manfaat, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun kehidupan sosial mereka.(Ning)

Kampus Top Inggris Cardiff University, Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Universitas Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali memperluas jejaring global melalui kunjungan akademik delegasi Cardiff University, Inggris, dalam rangka penjajakan kerja sama internasional di bidang pendidikan, riset, dan pengembangan sumber daya manusia yang diwakili oleh Programme Director, MSc in Business Management, Prabirendra Chatterjee, Ph.D., Selasa (12/05/2026).

Pertemuan berlangsung di Kampus UBL dan membahas berbagai peluang kolaborasi strategis, mulai dari pertukaran mahasiswa dan dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, pengembangan kurikulum global, hingga program penguatan kapasitas akademik berbasis kebutuhan industri masa depan.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis UBL dalam menghadirkan ekosistem pendidikan tinggi yang semakin terhubung secara internasional dan adaptif terhadap tantangan global.

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, MBA mengatakan bahwa kolaborasi internasional menjadi salah satu fokus penting UBL dalam meningkatkan kualitas pendidikan serta memperluas peluang global bagi mahasiswa dan dosen. “Kami menyambut baik kunjungan Cardiff University sebagai bagian dari upaya membangun kemitraan internasional yang strategis. UBL terus berkomitmen membuka ruang kolaborasi global dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengembangan sumber daya manusia agar mahasiswa memiliki daya saing internasional,” ujarnya.

Menurut Yusuf, kerja sama dengan universitas bereputasi dunia menjadi langkah penting untuk mendorong transformasi pendidikan tinggi yang relevan dengan perkembangan teknologi, industri, dan kebutuhan global saat ini.

Sementara itu, Prabirendra Chatterjee menyampaikan apresiasinya atas sambutan yang diberikan UBL. Ia menilai UBL memiliki semangat pengembangan internasional yang kuat dan potensi besar untuk membangun kolaborasi akademik jangka panjang.

“Kami melihat UBL sebagai institusi yang memiliki visi internasional yang sangat baik dan berkembang pesat. Ada banyak peluang kolaborasi yang dapat dibangun bersama, baik dalam bidang pendidikan, penelitian, pertukaran akademik, maupun pengembangan inovasi berbasis teknologi dan AI,” kata Prabirendra Chatterjee.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antar universitas lintas negara menjadi sangat penting di tengah perubahan dunia yang bergerak cepat akibat transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan. “Mahasiswa saat ini membutuhkan pengalaman belajar yang global, kolaboratif, dan relevan dengan kebutuhan industri masa depan. Karena itu, kemitraan internasional seperti ini menjadi langkah penting untuk menghasilkan lulusan yang mampu bersaing secara global,” tambahnya.

Cardiff University sendiri dikenal sebagai salah satu universitas ternama di Inggris dengan reputasi kuat dalam bidang riset dan pendidikan internasional. Melalui Cardiff Business School, universitas tersebut dikenal sebagai The Public Value Business School yang menempatkan dampak sosial dan nilai publik sebagai bagian penting dalam pendidikan dan penelitian. Selain itu, Cardiff Business School juga tercatat sebagai salah satu sekolah bisnis terbaik di Inggris dengan capaian masuk Top 10 dalam evaluasi riset pemerintah Inggris sejak 1992. Institusi ini telah mengantongi akreditasi internasional bergengsi seperti AACSB dan AMBA serta memiliki mahasiswa internasional dari lebih dari 100 negara.

Dalam sesi diskusi, delegasi Cardiff University turut memperkenalkan sejumlah program unggulan, termasuk bidang bisnis, ekonomi, pemasaran, keuangan, logistik, kewirausahaan, hingga pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan dan sustainability. Universitas tersebut juga aktif mengembangkan metode pembelajaran berbasis proyek nyata (live business project) yang berfokus pada isu global seperti keberlanjutan lingkungan, transformasi digital, dan dampak sosial ekonomi masyarakat.

Selain agenda penjajakan kerja sama, kunjungan tersebut juga dirangkaikan dengan kegiatan kuliah umum bertajuk “Digital Transformation and AI-Driven Business Strategy” yang menghadirkan Prabirendra Chatterjee sebagai pembicara utama. Kuliah umum yang berlangsung pada 12–13 Mei 2026 di Auditorium Pascasarjana UBL itu membahas transformasi digital, strategi pemasaran berbasis kecerdasan buatan (AI-Based Marketing Strategy), hingga analisis pengambilan keputusan bisnis berbasis AI.

Penjajakan kerja sama ini diharapkan menjadi langkah awal menuju kemitraan internasional yang konkret dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat posisi UBL sebagai perguruan tinggi yang aktif membangun kolaborasi global dalam bidang pendidikan, riset, dan inovasi.