Fakultas Hukum UTB Perkuat Pengabdian Masyarakat di Lampung Selatan

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fakultas Hukum Universitas Tulang Bawang (FH UTB) Lampung menjalin kerja sama pengembangan desa binaan di Desa Fajar Baru, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung di balai desa tersebut menjadi bagian dari penguatan kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kerja sama itu dilandasi semangat kemitraan, kebersamaan, serta itikad baik antara pihak akademisi dan pemerintah desa dalam mendukung pembangunan masyarakat desa melalui pendekatan pendidikan dan hukum.

Dekan FH UTB Lampung Ahadi Fajrin Prasetya mengatakan, program desa binaan merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang tidak hanya fokus pada pendidikan, tetapi juga penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

“Melalui kerja sama tersebut diharapkan dapat tercipta sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta pemahaman hukum masyarakat,” kata Ahadi kepada media. Jumat (08/04)

Sementara, Kepala Desa Fajar Baru M. Agus Budiantoro menyambut baik kerja sama tersebut dan berharap kehadiran akademisi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa.

“Khususnya dalam edukasi hukum dan pemberdayaan masyarakat,” tandasnya.

Diketahui, Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Fajar Baru, M. Agus Budiantoro, S.Hi., M.H, Dekan Fakultas Hukum UTB Lampung Ahadi Fajrin Prasetya, S.H., M.H., C.La, Dr.topan indra karsa S.H., M.H., jajaran dosen Fakultas Hukum UTB Lampung, serta mahasiswa Fakultas Hukum.

Inspiratif! 27 Tahun Mengabdi, ASN Pemkot Bandar Lampung Ini Lanjut Kuliah di IIB Darmajaya dari Bunda Eva

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Dedikasi panjang dalam dunia pemerintahan tidak membuat Bahruddin berhenti belajar. Puluhan tahun mengabdi sebagai staf Bagian Perencanaan Keuangan Sekretariat Kota Bandar Lampung, kini ia melanjutkan pendidikan di Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Perjalanan akademik Bahruddin semakin istimewa karena dirinya memperoleh dukungan beasiswa penuh dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Kesempatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).

Bahruddin mengaku bersyukur bisa kembali duduk di bangku kuliah di tengah kesibukannya sebagai ASN. Menurutnya, pendidikan menjadi langkah penting untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas diri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program RPL di IIB Darmajaya. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Eva, atas perhatian dan dukungannya kepada kami para ASN untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (24/4/26).

Ia menilai program RPL menjadi solusi tepat bagi para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus memulai dari awal. Pengalaman kerja yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik.

Menurut Bahruddin, program tersebut sangat relevan bagi ASN, pegawai BUMN, hingga pegawai swasta yang ingin meningkatkan karier dan kompetensi profesional.

“Program RPL ini sangat membantu. Banyak pengalaman kerja yang bisa dikonversi menjadi nilai akademik, sehingga lebih efektif bagi kami yang sudah bekerja puluhan tahun tetapi tetap ingin meraih gelar sarjana,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia maupun jabatan. Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk pengembangan diri sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya menjadi motivasi bagi rekan-rekan ASN, langkah Bahruddin melanjutkan pendidikan di usia pengabdian yang hampir tiga dekade juga menjadi inspirasi bahwa mimpi untuk kuliah tetap bisa diwujudkan kapan saja.

Dengan penuh semangat, Bahruddin berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah di Program Studi Manajemen IIB Darmajaya dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pekerjaannya, terutama dalam bidang perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. (**)

Inspiratif! 27 Tahun Mengabdi, ASN Pemkot Bandar Lampung Ini Lanjut Kuliah di IIB Darmajaya dari Bunda Eva

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dedikasi panjang dalam dunia pemerintahan tidak membuat Bahruddin berhenti belajar. Puluhan tahun mengabdi sebagai staf Bagian Perencanaan Keuangan Sekretariat Kota Bandar Lampung, kini ia melanjutkan pendidikan di Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL).

Perjalanan akademik Bahruddin semakin istimewa karena dirinya memperoleh dukungan beasiswa penuh dari Pemerintah Kota Bandar Lampung. Kesempatan tersebut menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan aparatur sipil negara (ASN).

Bahruddin mengaku bersyukur bisa kembali duduk di bangku kuliah di tengah kesibukannya sebagai ASN. Menurutnya, pendidikan menjadi langkah penting untuk terus berkembang dan meningkatkan kapasitas diri.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan melalui program RPL di IIB Darmajaya. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Eva, atas perhatian dan dukungannya kepada kami para ASN untuk terus belajar dan berkembang,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (24/4/26).

Ia menilai program RPL menjadi solusi tepat bagi para pekerja yang ingin melanjutkan pendidikan tanpa harus memulai dari awal. Pengalaman kerja yang dimiliki dapat diakui sebagai bagian dari proses pembelajaran akademik.

Menurut Bahruddin, program tersebut sangat relevan bagi ASN, pegawai BUMN, hingga pegawai swasta yang ingin meningkatkan karier dan kompetensi profesional.

“Program RPL ini sangat membantu. Banyak pengalaman kerja yang bisa dikonversi menjadi nilai akademik, sehingga lebih efektif bagi kami yang sudah bekerja puluhan tahun tetapi tetap ingin meraih gelar sarjana,” katanya.

Ia juga mengungkapkan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia maupun jabatan. Baginya, pendidikan merupakan investasi jangka panjang untuk pengembangan diri sekaligus peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Tidak hanya menjadi motivasi bagi rekan-rekan ASN, langkah Bahruddin melanjutkan pendidikan di usia pengabdian yang hampir tiga dekade juga menjadi inspirasi bahwa mimpi untuk kuliah tetap bisa diwujudkan kapan saja.

Dengan penuh semangat, Bahruddin berharap ilmu yang diperoleh selama kuliah di Program Studi Manajemen IIB Darmajaya dapat memberikan kontribusi lebih besar dalam pekerjaannya, terutama dalam bidang perencanaan dan pengelolaan keuangan daerah. (**)

UMDP Belajar ke IIB Darmajaya, Kampus dengan Empat Prodi Akreditasi Unggul

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana hangat penuh semangat kolaborasi terasa di kampus Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Kamis, (7/5/26). Momentum strategis itu hadir dalam kegiatan Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Benchmarking antara Universitas Multi Data Palembang dengan IIB Darmajaya.

Kunjungan akademik tersebut dipimpin langsung oleh Rektor Universitas Multi Data Palembang, Dr. Yulistia, S.Kom., M.T.I. bersama jajaran pimpinan kampus. Turut hadir Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Mardiani, S.Si., M.T.I, Wakil Rektor II Bidang Keuangan Kathryn Sugara, S.E., M.Si, para dekan, ketua program studi, hingga sekretaris program studi.

Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. bersama Wakil Rektor I Bidang Akademik Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., Wakil Rektor II Bidang Aset dan Keuangan Ronny Nazar, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Prof. Dr. M. Said Hasibuan, M.Kom, Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M, serta para kaprodi di lingkungan IIB Darmajaya.

Dalam sambutannya, Dr. Yulistia, S.Kom., M.T.I menyampaikan bahwa kunjungan ke IIB Darmajaya bukan tanpa alasan. Menurutnya, IIB Darmajaya menjadi salah satu perguruan tinggi swasta yang berhasil menunjukkan perkembangan signifikan dalam peningkatan mutu akademik dan pencapaian akreditasi unggul.

“Kami melihat IIB Darmajaya telah memiliki beberapa program studi dengan akreditasi unggul. Tentu ini menjadi hal yang sangat baik untuk kami pelajari dan mendapatkan insight terkait strategi pengembangan mutu akademik maupun tata kelola perguruan tinggi,” ujarnya.

Sementara itu, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. memaparkan perkembangan kampus IIB Darmajaya yang saat ini memiliki 16 program studi, terdiri dari 3 program pascasarjana dan 13 program sarjana.

Ia juga menjelaskan bahwa terdapat empat program studi yang telah meraih akreditasi unggul, yakni Magister Teknik Informatika, Teknik Informatika, Sistem Informasi, dan Manajemen.

“Peningkatan kualitas akademik menjadi komitmen kami untuk terus menghadirkan pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan industri. Karena itu, kolaborasi dan benchmarking seperti ini menjadi ruang penting untuk saling belajar dan memperkuat jejaring antarkampus,” ungkapnya.

Melalui penandatanganan MoU ini, kedua institusi diharapkan dapat memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, hingga implementasi program Kampus Berdampak.

Kegiatan berlangsung penuh keakraban dengan sesi diskusi, berbagi pengalaman tata kelola perguruan tinggi, hingga strategi peningkatan mutu program studi menuju akreditasi unggul. Sinergi antara dua perguruan tinggi ini diharapkan mampu melahirkan inovasi dan kolaborasi berkelanjutan demi kemajuan pendidikan tinggi di Indonesia.(**)

Dr. Handi Risza: Pertumbuhan Ekonomi Tinggi Belum Sepenuhnya Terasa di Masyarakat

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia pada Triwulan I 2026 tumbuh sebesar 5,61 persen secara tahunan (year on year/yoy). Angka ini lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,87 persen. Secara nominal, produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada Triwulan I 2026 mencapai Rp6.187,2 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB), sedangkan atas dasar harga konstan (ADHK) sebesar Rp3.447,7 triliun.

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza menilai capaian tersebut menunjukkan pemulihan ekonomi nasional yang cukup kuat, meskipun dampaknya belum sepenuhnya dirasakan masyarakat secara merata.

Menurut Handi, pertumbuhan ekonomi pada awal tahun ini tidak dapat dilepaskan dari momentum bulan suci Ramadhan dan perayaan Idul Fitri yang berlangsung sejak pertengahan Februari hingga pertengahan Maret 2026. Momentum tersebut mendorong peningkatan konsumsi rumah tangga, terutama pada sektor makanan, minuman, pakaian, hingga akomodasi dan transportasi.

“Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR) yang kemudian dibelanjakan untuk makanan, minuman, pakaian, dan akomodasi. Hal ini menyebabkan konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen dan menjadi penyumbang terbesar dengan porsi 54,36 persen,” ujar Handi.

Ia menjelaskan, peningkatan mobilitas masyarakat selama libur Lebaran turut mendongkrak pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan sebesar 8,04 persen, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh hingga 13,14 persen.

Selain faktor musiman, Handi menilai realisasi berbagai program pemerintah juga ikut menopang pertumbuhan ekonomi nasional. Program Makan Bergizi Gratis (MBG), pembayaran gaji ke-14 atau THR ASN, pengangkatan ASN baru, hingga peningkatan belanja barang dan jasa pemerintah dinilai memberikan dorongan terhadap aktivitas ekonomi domestik.

“Faktor pendorong lainnya pencapaian pertumbuhan ekonomi pada Triwulan I 2026 adalah realisasi program pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), yang berhasil mendorong konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi sektor terkait,” katanya.

Meski demikian, Handi mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi tinggi pada Triwulan I 2026 juga dipengaruhi oleh efek basis rendah (low base effect) dari pertumbuhan tahun sebelumnya yang relatif lebih rendah.

“Tidak bisa dipungkiri masih terdapat efek basis rendah (Low-Base Effect) pada pertumbuhan ekonomi Triwulan-I 2026,” ungkapnya.

Di sisi lain, secara triwulanan (quarter to quarter/qtq), ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi sebesar 0,77 persen dibandingkan Triwulan IV 2025. Menurut Handi, kondisi tersebut merupakan pola musiman yang umum terjadi setelah puncak aktivitas ekonomi pada akhir tahun.

Ia juga menilai pertumbuhan ekonomi yang tinggi saat ini belum sepenuhnya mencerminkan kondisi riil masyarakat. Pertumbuhan dinilai masih terkonsentrasi pada sektor-sektor tertentu seperti manufaktur, transportasi, dan pergudangan, sehingga manfaatnya belum tersebar merata.

“Meskipun pencapaian angka pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun terakhir dan salah satu yang tertinggi di G20, tetapi pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya terasa di lapangan,” ujar Handi.

Ke depan, Handi mengingatkan pemerintah dan pelaku ekonomi untuk tetap waspada terhadap berbagai tantangan global. Ketidakpastian geopolitik internasional, perang Iran-AS, potensi krisis energi, pelemahan mata uang, serta tekanan inflasi global diperkirakan masih akan membayangi ekonomi hingga akhir 2026.

“Kedepan kondisi geopolitik global masih tidak menentu, perang Iran-AS menyebabkan terjadinya krisis energi yang semakin dalam, pelemahan mata uang dan inflasi. Pertumbuhan ekonomi global diperkirakan masih akan melemah hingga akhir tahun 2026, kondisi ini turut memberikan tekanan pada ekonomi domestik. Oleh sebab itu, perlu bersiap lebih hati-hati dan terukur,” tutupnya.

25 Tahun Mengabdi, Anggota Sat Pol PP Kota Bandar Lampung Lanjut S1 Lewat Jalur RPL di IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Setelah 25 tahun mengabdi di Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) Kota Bandar Lampung, Ahmad Faisal kini mengambil langkah baru dengan melanjutkan pendidikan Strata 1 (S1) di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL). Ia mendapatkan dukungan beasiswa penuh dari Pemerintah Kota Bandar Lampung.

Ahmad Faisal yang saat ini menjabat sebagai Kanit Tindak Internal Sat Pol PP Kota Bandar Lampung mengaku keputusan untuk kembali menempuh pendidikan merupakan bentuk komitmen dalam meningkatkan kapasitas diri, khususnya di bidang manajemen dan wawasan akademik.

Hal tersebut disampaikannya saat diwawancarai usai melaksanakan sidang proposal pada Jumat (24 April 2026). “Setelah 25 tahun mengabdi, saya merasa perlu meningkatkan kapasitas diri, khususnya dalam bidang manajemen dan wawasan akademik. Program RPL ini sangat membantu karena pengalaman kerja saya dapat diakui sebagai bagian dari pembelajaran,” ujar Ahmad Faisal.

Ia juga menyampaikan rasa syukur atas beasiswa penuh yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung, serta mengucapkan terima kasih kepada Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Eva, atas dukungan yang diberikan.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur mendapatkan beasiswa penuh dari Pemkot Bandar Lampung. Terima kasih kepada Ibu Wali Kota Bandar Lampung, Bunda Eva, atas perhatian dan dukungannya. Ini menjadi motivasi bagi saya untuk belajar lebih serius dan meningkatkan kualitas diri,” tambahnya.

Kisah Ahmad Faisal menjadi inspirasi bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia maupun masa pengabdian. Dukungan pemerintah daerah dan institusi pendidikan menjadi faktor penting dalam mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia demi pelayanan publik yang lebih optimal. (**)

Momentum Hardiknas, UBL Transformasi Pendidikan Tinggi: Fokus Talenta dan Masa Depan Karier Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei 2026 menjadi momentum bagi Universitas Bandar Lampung (UBL) untuk menegaskan transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman. Kampus ini memperkuat posisinya sebagai career and talent platform yang berorientasi pada pengembangan talenta serta kesiapan karier mahasiswa di tengah dinamika dunia industri.

Di tengah disrupsi teknologi, digitalisasi, dan perubahan cepat lanskap pekerjaan, UBL menilai perguruan tinggi tidak lagi cukup menjalankan fungsi akademik secara konvensional. Kampus dituntut mampu menghadirkan ekosistem pembelajaran yang terintegrasi dengan pengembangan kompetensi dan arah karier mahasiswa sejak dini.

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus bergerak lebih dinamis dan tidak terjebak pada pola pembelajaran yang kaku. “Dunia kerja berubah sangat cepat. Perguruan tinggi tidak bisa hanya fokus pada ruang kelas, tetapi harus membangun sistem yang membantu mahasiswa memahami potensinya, mengenali kebutuhan industri, dan menyiapkan jalur karier sejak awal,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, relevansi pendidikan ke depan tidak lagi ditentukan oleh pilihan jurusan semata, melainkan oleh kemampuan institusi dalam menciptakan sistem pembelajaran yang fleksibel dan terhubung dengan perkembangan industri.

“Yang terpenting hari ini bukan sekadar memilih jurusan, tetapi bagaimana mahasiswa mampu beradaptasi, reskill, dan terus berkembang mengikuti perubahan,” katanya.

Melalui konsep career and talent platform, UBL menghadirkan pendekatan pendidikan yang lebih personal dan adaptif. Mahasiswa didorong untuk membangun jalur belajar sesuai minat, bakat, dan tujuan karier, termasuk melalui eksplorasi lintas disiplin ilmu dan pengalaman berbasis kebutuhan industri.

UBL menilai pendekatan ini relevan dengan pola dunia kerja saat ini yang tidak lagi linear. Satu bidang ilmu dapat membuka berbagai peluang industri, sementara satu sektor industri membutuhkan kombinasi kompetensi dari beragam disiplin.

“Pendekatan seragam sudah tidak relevan. Setiap mahasiswa memiliki potensi dan arah yang berbeda, sehingga sistem pembelajaran juga harus fleksibel dan personal,” lanjut Yusuf.

Dengan 12 program studi Sarjana (S1), 4 program Magister (S2), dan 2 program Doktoral (S3), UBL menyebutkan bahwa mahasiswa memiliki lebih dari 3.000 kemungkinan jalur karier yang dapat dikembangkan melalui kombinasi kompetensi, pengalaman proyek industri, serta konektivitas profesional selama masa studi.

Selain penguatan akademik, UBL juga menekankan pembentukan independent learner, yakni mahasiswa yang mampu belajar secara mandiri dan berkelanjutan di tengah perubahan global. “Ke depan, kompetensi paling penting bukan hanya apa yang dipelajari hari ini, tetapi kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, dan menciptakan nilai. Itu yang sedang kami bangun di UBL,” tutupnya.

Seksi Penkum Kejati Lampung Kunjungi SMA YP Unila Bandar Lampung, Edukasi Hukum Melalui Jaksa Masuk Sekolah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)—Seksi Penerangan Hukum Bidang Asisten Intelijen Kejaksaan Tinggi Lampung pada hari Senin, 04 Mei 2026 terus menegaskan perannya dalam membangun kesadaran hukum dan karakter kebangsaan generasi muda melalui program Jaksa Masuk Sekolah (JMS).

Kegiatan ini dilaksanakan di SMA YP UNILA Bandar Lampung dengan mengusung tema “Pemahaman Wawasan Kebangsaan, Khususnya Nilai-Nilai Empat Pilar Kebangsaan (Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika), Pencegahan Kenakalan Remaja, Penanggulangan Kekerasan terhadap Anak, Membangun Karakter Positif, Menunjukkan Kehadiran Negara, serta Implementasi Bela Negara.”

Kegiatan tersebut bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai konstitusional dan kesadaran hukum sejak dini kepada pelajar sebagai bagian dari investasi jangka panjang bangsa. Dalam konteks negara hukum (rechtstaat), pendidikan hukum kepada generasi muda bukan sekadar transfer pengetahuan normatif, melainkan pembentukan kesadaran kolektif akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Kepala SMA YP UNILA Bandar Lampung Dra. Hj. Mey Sriyani, M.M., dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini dan berharap sinergi antara Institusi Pendidikan dan Kejaksaan dapat terus berlanjut. Menurutnya, pembekalan wawasan kebangsaan dan kesadaran hukum sangat relevan dalam membentuk pelajar yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga matang secara moral dan sosial.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Lampung Ricky Ramadhan, SH, MH., menyampaikan bahwa Program Jaksa Masuk Sekolah merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah dunia pendidikan. Negara tidak hanya hadir melalui regulasi, tetapi juga melalui edukasi dan pendampingan moral kepada generasi penerus bangsa. Dalam kerangka tersebut, nilai bela negara dipahami tidak semata dalam konteks militeristik, melainkan sebagai sikap dan perilaku cinta tanah air, taat hukum, serta berkontribusi positif bagi masyarakat dan bangsa dengan menghadirkan pemateri diantaranya Jaksa Ahli Madya Gilar Suryaningtyas, SH., Jaksa Ahli Muda Agung Prabudi JS, SH, MH., Jaksa Ahli Muda Imam Yudha Nugraha, SH, MH., Humas Ahli Muda M. Isa Ansori, SH, MH., beserta Tim Penyuluhan Hukum Kejati Lampung.

Melalui pemaparan yang interaktif, jaksa sebagai aparat penegak hukum memberikan pemahaman mendalam mengenai empat pilar kebangsaan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila diposisikan sebagai sumber nilai dan moral publik, UUD 1945 sebagai landasan konstitusional, NKRI sebagai bentuk final negara, serta Bhinneka Tunggal Ika sebagai prinsip pemersatu dalam keberagaman.

Melalui program Jaksa Masuk Sekolah, Kejaksaan Tinggi Lampung berkomitmen untuk terus mengambil peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi, demi terwujudnya generasi muda Lampung yang berkarakter, sadar hukum, dan berjiwa kebangsaan.(red)

 

 

 

Hardiknas 2026: Dr. Ryzal Perdana Tekankan Sinergi Akademisi dan Praktisi dalam Mewujudkan Partisipasi Semesta

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., memberikan catatan penting mengenai arah pendidikan nasional. Dalam kapasitasnya sebagai akademisi di FKIP Universitas Lampung sekaligus Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pembina (YP) Unila, ia menekankan bahwa kualitas pendidikan Indonesia saat ini sangat bergantung pada keberhasilan kolaborasi lintas sektor.

Mengangkat tema nasional “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”, Dr. Ryzal melihat tema ini sebagai jembatan antara teori pendidikan di kampus dengan praktik di sekolah.

“Secara akademis, kita memahami bahwa ekosistem pendidikan yang tangguh membutuhkan keterlibatan publik yang luas. Namun, tantangan terbesarnya adalah bagaimana teori ‘Partisipasi Semesta’ ini benar-benar diimplementasikan dalam kebijakan di tingkat sekolah,” ujar Dr. Ryzal dalam rilis media yang diterima Humas YP Unila, Sabtu (2/5).

Sebagai akademisi FKIP Unila, Dr. Ryzal menyoroti perlunya sinergi antara satuan pendidikan, keluarga, industri, dan pemerintah untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif terhadap perubahan zaman. Baginya, riset-riset pendidikan di perguruan tinggi harus mampu menyentuh langsung kebutuhan di sekolah-sekolah di bawah naungan yayasan.

“Di YP Unila, kami berkomitmen menjadi laboratorium hidup di mana nilai-nilai inklusivitas dan inovasi pendidikan dijalankan secara nyata. Kami ingin memastikan bahwa layanan pendidikan yang unggul bukan sekadar wacana akademik, melainkan kenyataan yang dirasakan oleh setiap siswa,” tambahnya.

Beliau berharap momen Hardiknas 2026 ini menjadi titik balik bagi para pendidik untuk tidak berhenti berinovasi. Ia menegaskan bahwa tujuan utama pendidikan bukan sekadar mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga individu yang memiliki integritas moral dan daya saing global.

“Kita sedang menyiapkan generasi yang akan mengisi masa depan. Melalui momentum 2 Mei ini, mari kita perkuat komitmen untuk memberikan akses pendidikan terbaik bagi siapa saja, tanpa terkecuali, dengan mengedepankan kolaborasi yang berbasis pada data dan riset,” tutupnya.

Peringatan Hardiknas ini juga menjadi momentum bagi SMA YP Unila untuk terus mengokohkan posisinya sebagai institusi yang memegang teguh semangat “Sekolahnya Juara, Juara Sekolah”.(red)

Mahasiswi Prodi Hukum Bisnis Darmajaya Torehkan Prestasi, Raih RU IV Muli 2026 Kota Bandar Lampung 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Panggung bergengsi Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung 2026 menjadi saksi pesona dan kualitas generasi muda terbaik daerah. Di antara sorotan lampu dan gemerlap kompetisi, nama Zahra Artha Mei Via, mahasiswi Program Studi Hukum Bisnis semester 2 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, sukses mencuri perhatian dengan meraih gelar Runner Up IV (RU IV) Muli Kota Bandar Lampung 2026.

Penampilan Zahra yang percaya diri, elegan, dan penuh karisma tak hanya memikat dewan juri, tetapi juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi keluarga besar Prodi Hukum Bisnis IIB Darmajaya. Prestasi ini semakin menegaskan bahwa mahasiswa Darmajaya mampu bersinar tidak hanya di ruang kelas, tetapi juga di panggung prestisius tingkat kota.

Dengan penuh rasa syukur, Zahra mengungkapkan momen haru di balik pencapaiannya. “Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada dewan juri Ikatan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung serta jajarannya yang sudah mempercayakan saya sebagai 4th Runner Up Muli Kota Bandar Lampung. Tentunya juga kepada orang tua, keluarga, serta pihak kampus Darmajaya dan duta kampus yang selalu mengapresiasi, mendoakan, dan mendukung saya dari awal audisi hingga berada di titik ini,” ujar Zahra saat diwawancarai pada Kamis (30/4/26).

Ia juga mengisahkan bahwa perjalanan menuju panggung grand final bukanlah hal yang instan. Berbagai proses telah ia lalui dengan penuh perjuangan. “Suatu kebanggaan sekali dan terharu karena sudah bisa sampai di titik ini. Dari tahap audisi hingga grand final sangat tidak mudah. Saya bertemu banyak teman baru dan mendapatkan pengalaman luar biasa yang membentuk diri saya menjadi lebih siap dan berkembang lebih luas,” tuturnya.

Lebih dari sekadar gelar, Zahra memaknai prestasi sebagai sesuatu yang lebih dalam dan berdampak. “Sesungguhnya prestasi bukan sekadar piala di lemari atau gelar, tetapi tentang sejauh mana kita bisa memberikan dampak bagi lingkungan sekitar setelah lampu panggung itu padam,” ungkapnya penuh makna.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., turut memberikan apresiasi tinggi atas capaian tersebut. Beliau menyampaikan bahwa prestasi Zahra menjadi kebanggaan besar bagi program studi sekaligus inspirasi bagi mahasiswa lainnya.

Mashuril Anwar menilai Zahra mampu membuktikan bahwa mahasiswa Hukum Bisnis tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kepercayaan diri, wawasan luas, serta kemampuan komunikasi yang sangat baik. Ia juga berharap pencapaian ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk berani tampil, mengeksplorasi potensi diri, dan meraih prestasi di berbagai bidang.(**)