Lulusan SMAN 1 Bukit Kemuning Pilih Kuliah di IIB Darmajaya Karena Kampus Technopreneur

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Nail Art salah satu seni menghias kuku yang kini banyak digandrungi kalangan remaja hingga dewasa. Usaha Nail Art pun berkembang di Indonesia.

Salah satunya Nailart_byfebby yang dimiliki oleh mahasiswi Prodi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Febby Nila yang berhasil kuliah dari usaha yang dijalaninya. Febby –biasa dia disapa – telah membangun usaha nail art sejak kelas X atau 1 SMA.

Lulusan SMAN 1 Bukit Kemuning, Lampung Utara ini juga mendapat dukungan kedua orang tua dalam menjalani usahanya. “Usaha Nail Art ini diawali karena kakak memiliki usaha Nail Art juga di Jakarta. Saya ikut membuka di Lampung Utara,” ujarnya.

Menurutnya, customernya berasal dari rekan-rekan SMA maupun masyarakat di Bukit Kemuning. Untuk Nail Art yang ditawarkan ke customer mulai dari harga 35K hingga 120K.

Febby juga memilih IIB Darmajaya sebagai tempat kuliah karena merupakan kampus Technopreneur. “IIB Darmajaya kampus yang tepat bagi saya yang juga memiliki bisnis,” ucapnya.

Untuk penghasilan saat ini perbulan, dari usaha Nail Art sekitar Rp2 juta sampai Rp3 juta. “Sekarang juga mahasiswa di Prodi dan IIB Darmajaya sudah banyak yang menggunakan jasanya,” imbuhnya.

Febby menambahkan bagi pelajar, mahasiswa dan masyarakat yang ingin menggunakan jasa Nail Artnya dapat menghubungi melalui WA 081279347274. “Untuk melihat jasa Nail Artnya dapat mengunjungi Nailart_byfebby,” tutupnya. (**)

Raynard Sabet Juara Harapan Satu Duta Genre Indonesia 2026

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Raynard Almer Fabrizio, mahasiswa Universitas Lampung (Unila), berhasil mengukir prestasi di tingkat nasional sebagai Juara Harapan 1 Duta Generasi Berencana (Genre) Indonesia 2026. Diselenggarakan di Jakarta, ajang bergengsi tingkat nasional ini berlangsung meriah pada 21 – 22 September 2026.

Apresiasi Duta dan Jambore Ajang Kreativitas Nasional (ADUJAKNAS) 2026 diikuti oleh 68 finalis putra dan putri terbaik yang mewakili 34 provinsi dari Sabang sampai Merauke. Sebelum melangkah ke babak final, para peserta terlebih dahulu melewati rangkaian online selama tiga bulan, mulai dari wawancara, tes tulis, asesmen psikologis, hingga akhirnya memuncak pada tahapan seleksi secara offline di Kantor Pusat Kemendukbangga, Jakarta.

Raynard menyampaikan bahwa baginya, gelar juara bukanlah bentuk apresiasi pribadi semata, tetapi sarana pengabdian sosial.

“Bagi saya, Duta Genre merupakan alat untuk memanusiakan manusia. Pendidikan dan hidup memang alat sosial, tetapi, tanpa empati di dalamnya, kita tidak bisa menyebarkan kebaikan,” ujar Raynard.

Ia menambahkan, keterlibatannya didasari pengalaman penjangkauan edukasi yang telah mencakup 13 kabupaten dan 2 kota di seluruh Provinsi Lampung.

Tanggapan positif turut disampaikan oleh mentor sekaligus Duta Genre Indonesia 2025, Fadilla Aulia Putri. Ia mengapresiasi kerja keras yang ditunjukkan Raynard selama masa persiapan hingga babak final.

“Kami sangat bersyukur dan bangga bisa membersamai perjuangan Raynard. Pesan saya untuk Raynard, semoga tetap amanah, membumi, dan terus memberikan dampak positif. Harapannya semangat ‘satu tahun menjabat, selamanya menginspirasi’ dapat benar-benar terlaksana,” kata Fadilla.

Keberhasilan ini menegaskan komitmen Raynard dalam mengawal isu-isu krusial remaja di tingkat nasional. Melalui kolaborasi bersama para finalis dari 34 provinsi, langkah Raynard dalam program generasi berencana diharapkan menjadi bagian dari penyiapan sumber daya manusia yang berkualitas menuju Indonesia Emas 2045. (Zalfa)

Mau Belajar Coding? Buku Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Java Hadir, Dosen Sistem Informasi Kampus Unggul IIB Darmajaya Jadi Salah Satu Penulis

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mau belajar coding tetapi bingung harus mulai dari mana? Buku Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Java hadir sebagai panduan belajar yang dirancang untuk membantu pembaca memahami pemrograman dari dasar secara lebih mudah, bersahabat, dan sistematis.

Menariknya, Dosen Program Studi Sistem Informasi Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Hendri Purnomo, S.Kom., M.T.I. menjadi salah satu penulis yang turut berkontribusi dalam penerbitan buku tersebut.

Diterbitkan oleh Penerbit Qriset Indonesia, buku ini memiliki ISBN 9786347343000. Penyusunannya melibatkan 10 penulis, yakni Oki Arifin, Sylvia, Rizka Permata, Fauzan Azim, Hendri Purnomo, Dian Meilantika, Firman Noor Hasan, Atika Arpan, Fathurrahman Kurniawan Ikhsan, dan Dhika Malita.

Buku ini hadir dengan pendekatan pada kebutuhan pembelajar pemula. Tidak hanya menyajikan kode dan sintaks, pembaca juga diajak memahami konsep pemrograman secara bertahap, termasuk alasan di balik penggunaan setiap konsep.

Hendri mengatakan, tantangan belajar coding bagi pemula tidak hanya terletak pada mengingat sintaks, tetapi juga memahami berbagai istilah, konsep, dan pola logika yang menjadi dasar pemrograman.

“Buku ini tidak hanya mengajarkan ‘apa’ dan ‘bagaimana’ dalam pemrograman, tetapi juga ‘mengapa’ di balik setiap konsep. Dengan begitu, pembaca dapat membangun pemahaman yang utuh dan berkelanjutan,” ujar Hendri saat diwawancarai pada Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar pembaca tidak sekadar mengikuti contoh program. Pemahaman terhadap alasan di balik sebuah konsep dapat membantu pembaca membangun pola pikir logis dan sistematis dalam menyelesaikan persoalan pemrograman.

Dengan kata lain, buku ini tidak sekadar mengajak pembaca mampu menulis kode, tetapi juga memahami cara berpikir di balik kode tersebut. Melalui Algoritma dan Pemrograman Menggunakan Java, pembaca diajak memulai perjalanan belajar coding dengan memahami apa yang dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan yang tak kalah penting, mengapa cara tersebut digunakan.

Hendri berharap buku ini dapat menjadi salah satu panduan belajar bagi mahasiswa, pelajar, maupun siapa saja yang ingin mulai mengenal algoritma dan pemrograman menggunakan Java.

“Harapannya, buku ini dapat menjadi teman belajar bagi siapa pun yang ingin mengenal algoritma dan pemrograman menggunakan Java, khususnya bagi mereka yang memulai dari dasar,” tambahnya.

Kontribusi Hendri dalam buku tersebut sekaligus menjadi bagian dari kiprah akademik dosen IIB Darmajaya dalam menghasilkan karya yang dapat mendukung pembelajaran di bidang teknologi informasi. (**)

Guru Besar Unila Apresiasi Keberhasilan Polda Lampung Ungkap 379 Kasus Narkoba dalam Operasi Antik 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Keberhasilan Polda Lampung dan jajaran dalam mengungkap 379 kasus narkoba selama pelaksanaan Operasi Antik 2026 mendapat apresiasi dari kalangan akademisi.

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Maroni, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat dan apresiasi kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran atas capaian tersebut.

Prof. Maroni menilai keberhasilan pengungkapan ratusan kasus narkoba tersebut merupakan bentuk keseriusan dan komitmen Polda Lampung dalam memberantas peredaran serta penyalahgunaan narkotika di wilayah Lampung.

Ia berharap keberhasilan tersebut dapat terus dipertahankan bahkan ditingkatkan, sehingga upaya pemberantasan narkoba dapat semakin efektif dan memberikan dampak nyata dalam melindungi masyarakat.

“Saya mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada Kapolda Lampung beserta seluruh jajaran atas keberhasilan selama Operasi Antik 2026 yang telah mengungkap 379 kasus narkoba. Saya berharap prestasi ini dapat terus ditingkatkan dalam upaya penanganan dan pemberantasan narkoba di Provinsi Lampung,” ujar Prof. Maroni.

Selain memberikan apresiasi kepada jajaran kepolisian, Prof. Maroni turut mengingatkan masyarakat agar tidak lengah terhadap bahaya penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, keterlibatan seluruh unsur masyarakat sangat penting dalam mencegah peredaran narkotika, terutama di lingkungan generasi muda.

Ia secara khusus mengimbau para mahasiswa dan generasi muda di Provinsi Lampung untuk menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba karena dapat berdampak buruk terhadap kesehatan, pendidikan, kehidupan sosial, hingga masa depan mereka.

“Kepada masyarakat Lampung, khususnya para mahasiswa dan generasi muda, saya mengimbau agar benar-benar menjauhi narkoba. Jangan sampai narkoba merusak masa depan generasi muda yang nantinya menjadi penerus bangsa,” pesannya.

Sinergi antara kepolisian, akademisi, pemerintah, tokoh masyarakat, dan seluruh lapisan masyarakat diharapkan dapat memperkuat upaya mewujudkan Lampung yang aman serta generasi muda yang sehat dan terbebas dari narkoba.

Seru! Siswa SMKN 8 Bandar Lampung Belajar Bikin Game Edukasi Bareng Dosen Teknik Informatika Kampus Unggul IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Belajar teknologi tak cukup hanya dengan memahami teori. Siswa SMKN 8 Bandar Lampung diajak praktik langsung merancang game edukasi melalui pelatihan game design dasar yang dikemas secara interaktif dan kreatif.

Kegiatan bertajuk “Pelatihan Perancangan Game Edukasi Berbasis Game Design Dasar sebagai Strategi Optimalisasi Pembelajaran Inovatif dan Pengembangan Kreativitas Digital Siswa” tersebut dilaksanakan pada 22 September 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Hibah Institusi 2026 yang dilaksanakan dosen Program Studi Teknik Informatika, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Tim PkM diketuai Suci Mutiara, S.Kom., M.T.I., dengan anggota Muhammad Fauzan Azima, S.Kom., M.T.I. dan Hary Sabita, S.Kom., M.T.I. Kegiatan tersebut juga melibatkan mahasiswa Ramadani Saputra.

Dalam pelatihan tersebut, siswa tidak hanya mendapatkan pemahaman mengenai konsep dasar game design, tetapi juga langsung mempraktikkan proses perancangan game edukasi. Siswa diarahkan untuk menuangkan ide, menyusun konsep permainan, hingga mengembangkan rancangan game yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran.

Praktik langsung tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena siswa dapat mengaplikasikan materi yang diperoleh sekaligus mengeksplorasi kreativitas mereka melalui teknologi digital.

Ketua tim, Suci Mutiara, S.Kom., M.T.I., mengatakan pelatihan dirancang agar siswa memperoleh pengalaman belajar yang tidak berhenti pada teori, tetapi dilanjutkan dengan praktik.

“Melalui pelatihan ini, siswa tidak hanya mendapatkan teori tentang game design, tetapi juga langsung mempraktikkan bagaimana merancang game edukasi. Kami ingin mereka berani menuangkan ide dan kreativitasnya menjadi sebuah karya digital,” ujar Suci.

Ia menjelaskan, kegiatan pengabdian ini bertujuan agar siswa tidak hanya menjadi pemain atau pengguna game, tetapi juga dikenalkan pada proses menjadi pembuat game. Melalui praktik langsung, siswa didorong untuk menuangkan ide, kreativitas, dan pemahaman teknologi menjadi sebuah karya digital berupa game edukasi.

Selain itu, kegiatan pengabdian ini juga menjadi sarana untuk memperkenalkan Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya kepada siswa. Siswa dikenalkan bahwa di Prodi Teknik Informatika terdapat pembelajaran yang berfokus pada pembuatan game, termasuk game mobile, sehingga mereka dapat memperoleh gambaran mengenai pengalaman belajar dan pengembangan keterampilan di bidang teknologi game. (**)

Lintas 13 Kampus, Dosen Sistem Informasi Unggul IIB Darmajaya Kontribusi dalam Buku Data Mining 2.0

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kolaborasi lintas perguruan tinggi melahirkan karya akademik yang mengulas perkembangan teknologi data mining di era machine learning dan big data. Dosen Program Studi Sistem Informasi Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Randi Estian Pambudi, S.Kom., M.T.I., turut berkontribusi dalam penyusunan buku berjudul Data Mining 2.0: Integrasi Machine Learning dan Big Data Analytics.

Buku ber-ISBN 978-634-7783-14-1 tersebut merupakan karya kolaboratif akademisi dari 13 perguruan tinggi dan diterbitkan oleh Penerbit Qriset Indonesia.

Randi mengatakan, kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam penyusunan buku tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam bidang data mining, machine learning, dan big data analytics. “Penyusunan buku ini menjadi bagian dari upaya kami untuk menghadirkan referensi yang relevan dengan perkembangan teknologi data mining. Kolaborasi dari akademisi berbagai perguruan tinggi diharapkan dapat memperkaya perspektif dan memberikan manfaat bagi pembaca,” ujar Randi saat diwawancarai pada Rabu (30/9/2026).

Menurut Randi, buku tersebut menggabungkan kontribusi akademisi dan praktisi yang memiliki kompetensi di bidang data science, machine learning, dan teknologi informasi. Kehadiran berbagai perspektif tersebut diharapkan dapat membantu pembaca memahami perkembangan data mining sekaligus penerapannya dalam berbagai kebutuhan.

Buku Data Mining 2.0: Integrasi Machine Learning dan Big Data Analytics terdiri atas 13 bab yang membahas berbagai aspek data mining dengan pendekatan yang terintegrasi dengan machine learning dan big data analytics. “Harapannya, buku ini tidak hanya menjadi bahan bacaan akademik, tetapi juga dapat memberikan wawasan praktis bagi pembaca dalam memahami dan memanfaatkan perkembangan teknologi pengolahan data,” lanjutnya.

Buku tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi industri, maupun masyarakat umum yang ingin memahami perkembangan data mining modern secara lebih komprehensif dan aplikatif.

Kehadiran buku ini sekaligus menjadi kontribusi akademisi dalam menghadirkan literatur yang relevan dengan perkembangan teknologi digital. Kolaborasi lintas 13 perguruan tinggi tersebut juga memperkuat budaya berbagi pengetahuan dan kerja sama akademik dalam merespons perkembangan teknologi yang semakin pesat. (**)

Dunia Usaha Mengkhawatirkan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Baru Mengganggu Upaya Pencapaian Pertumbuhan Ekonomi dan Kesejahteraan Masyarakat

LAMPUNG  -(deklarasinews.com)- Dunia Usaha menyampaikan kekhawatiran bahwa RUU Pelindungan Ketenagakerjaan tidak menjawab tantangan mendasar ketenagakerjaan lintas sektor.

Dunia usaha menilai RUU ini hanya sekadar mengembalikan pengaturan ke UU Nomor 13 Tahun 2003, yang ditetapkan 23 tahun yang lalu, tanpa pembaruan mendasar untuk menjawab kondisi saat ini. Padahal tantangan semakin kompleks, mulai dari ketidakpastian geopolitik dan pergeseran geoekonomi, termasuk perubahan perdagangan dan rantai pasok global, hingga persaingan menarik investasi serta tuntutan peningkatan produktivitas. Perubahan teknologi, transisi hijau, dan perubahan iklim juga menuntut penyesuaian proses produksi, model usaha, serta keterampilan pekerja. Apalagi, saat ini Indonesia menghadapi 3–4 juta angkatan baru yang masuk ke pasar kerja, pengangguran muda yang mencapai 17%, tingginya pekerjaan informal, informal yang tidak berkualitas, rendahnya kompetensi pekerja yang ditandai dengan jumlah pekerja yang bersertifikat, dan maraknya pemutusan hubungan kerja. Di samping itu, pengusaha sedang menghadapi kenaikan biaya energi dan bahan baku, melemahnya permintaan global dan domestik, potensi meningkatnya suku bunga pinjaman, dan melemahnya daya beli.

Ketua DPP APINDO Provinsi Lampung Ary Meizari, S.E., MBA mengungkapkan, dunia usaha berharap UU ini benar-benar disusun secara komprehensif dengan melibatkan semua stakeholder yang ada guna menghasilkan inisiatif baru dalam undang-undang yang bisa mengatasi permasalahan dalam ketenagakerjaan tersebut. UU ini tidak hanya mengakomodasi tuntutan buruh dalam demo tetapi juga memperhatikan suara pencari dan kesulitan-kesulitan yang dihadapi dunia usaha, sehingga dapat memperluas pekerjaan produktif sekaligus memastikan pelindungan pekerja terlaksana.

Dalam pelaksanaannya, dunia usaha memahami adanya kendala dalam hubungan industrial yang sebenarnya didominasi oleh pelaksanaan yang kurang baik. Karena itu, diperlukan mekanisme pengawasan dan kepatuhan yang baik dan tepat. RUU baru harus menjawab persoalan hari ini dan tantangan masa depan. Mengembalikan pendekatan lama tanpa pembaruan yang memadai berisiko membuat Indonesia tertinggal.

Sementara itu, Ketua Umum APINDO Shinta W. Kamdani menegaskan bahwa pelindungan pekerja, perluasan kesempatan kerja, dan keberlanjutan usaha harus menjadi satu agenda yang saling memperkuat.

“Pekerja membutuhkan kepastian hak dan penghasilan yang layak. Pencari kerja membutuhkan kesempatan. Untuk memenuhi keduanya, perusahaan harus mampu bertahan, berinvestasi, dan merekrut. Jika pengaturan justru mempersempit kemampuan tersebut, akan berdampak pada pekerja dan keluarganya yang menanggung akibatnya,” ujar Shinta.

APINDO dan asosiasi sektoral meminta agar penambahan kewajiban, pembatasan hubungan kerja, serta perluasan sanksi diuji secara menyeluruh terhadap kemampuan perusahaan mempertahankan pekerjaan dan berekspansi. Pengaturan harus mempertimbangkan perbedaan karakter sektor, pola produksi, kebutuhan keterampilan, dan kemampuan pembiayaan usaha.

Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM menunjukkan bahwa realisasi investasi Semester I-2026 sebesar Rp1.010,6 triliun menyerap 1.448.862 tenaga kerja Indonesia. Perhitungan atas angka tersebut menghasilkan rasio sekitar 1,434 tenaga kerja per Rp1 triliun investasi, atau sekitar Rp 697,5 juta investasi per tenaga kerja yang terserap. Rasio agregat ini dipengaruhi oleh komposisi sektor dan karakter investasi.

Bagi APINDO, data tersebut menegaskan pentingnya menjaga momentum investasi sekaligus mendorong pertumbuhan sektor yang mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

“Penciptaan pekerjaan membutuhkan investasi yang nyata. Kita harus menarik investasi baru sekaligus memastikan perusahaan yang sudah beroperasi dapat memperluas usaha. Jangan sampai kebijakan ketenagakerjaan justru menahan keduanya ketika masyarakat membutuhkan lebih banyak pekerjaan formal,” tegas Shinta.

Investasi dan ekspansi yang tertahan dapat mengurangi perekrutan. Pencari kerja semakin sulit memasuki sektor formal, sementara pekerja yang terkena PHK berisiko lebih lama menganggur. Sebagian masyarakat dapat terdesak menerima pekerjaan informal dengan pendapatan tidak menentu dan pelindungan sosial terbatas.

Kondisi ini berisiko memperkuat lingkaran setan ketenagakerjaan dan kemiskinan. Pendapatan yang tertekan melemahkan daya beli. Penjualan usaha, termasuk UMKM, ikut terdampak sehingga ekspansi dan perekrutan kembali tertahan. Keterbatasan pendapatan juga menghambat pendidikan dan pelatihan, membuat masyarakat semakin sulit memperoleh pekerjaan yang lebih baik. Disisi lain, tekanan ekonomi keluarga dapat memperbesar risiko putus sekolah, pernikahan dini, konflik rumah tangga hingga perceraian, serta keterlantaran anak. Ketika pendidikan dan pengasuhan terganggu, kemiskinan berisiko berulang antargenerasi.

Jika tekanan terhadap investasi, pekerjaan, dan konsumsi meluas serta berlangsung lama, dampaknya dapat melemahkan pertumbuhan dan mengganggu stabilitas perekonomian. Karena itu, konsekuensi RUU harus dinilai melampaui hubungan kerja di tingkat perusahaan.

“Taruhannya adalah penghidupan keluarga dan masa depan anak – anak muda yang sedang mencari kerja. Reformasi harus memutus lingkaran pengangguran dan kemiskinan. Risiko yang justru memperburuk keadaan harus diselesaikan sebelum pengesahan, bukan setelah masyarakat menanggung akibatnya,” ujar Shinta.

Ketua Bidang Ketenagakerjaan APINDO, Bob Azam, juga menegaskan bahwa reformasi ketenagakerjaan perlu menjawab persoalan pasar kerja saat ini sekaligus mempersiapkan dunia usaha dan pekerja menghadapi perubahan dunia kerja ke depan. Perlindungan pekerja, perluasan pekerjaan formal, peningkatan produktivitas, dan keberlanjutan usaha perlu ditempatkan dalam satu kerangka yang saling memperkuat.

“Ketika pasar bergeser, teknologi berkembang, dan persaingan semakin ketat, perusahaan harus mampu beradaptasi. Pada saat yang sama, pekerja perlu memiliki keterampilan dan pelindungan untuk menghadapi perubahan dan transisi pekerjaan. Dengan demikian, kita tidak hanya menjaga pekerjaan yang ada, tetapi juga memastikan mampu menangkap peluang pekerjaan baru,” ujar Bob.

APINDO mendorong prinsip flexicurity, yang menyeimbangkan perlindungan pekerja, fleksibilitas dunia kerja, dan kepastian berusaha. Perlindungan pekerja tetap menjadi fondasi, sementara fleksibilitas diperlukan agar dunia usaha dapat merespons perubahan dan kepastian berusaha dibutuhkan agar perusahaan dapat mengambil keputusan, berinvestasi, dan terus menciptakan lapangan kerja.

“Pelindungan harus nyata: upah dibayar, jaminan sosial tersedia, hak pasca-PHK diterima, dan pekerja dibantu untuk kembali bekerja. Karena itu, setiap pengaturan baru juga perlu disertai mekanisme, pendanaan, dan pelaksanaan yang jelas agar pelindungan yang dijanjikan dapat benar-benar dirasakan pekerja,” tegas Bob.

Menurut Bob, reformasi ketenagakerjaan juga perlu bergeser dari sekadar regulating employment menuju creating employment. Regulasi perlu adaptif terhadap perkembangan ekonomi dan industri, sistem pengupahan perlu semakin mendukung produktivitas, sementara pekerja informal perlu memiliki jalur yang lebih kuat untuk masuk ke pekerjaan formal. Penguatan pendanaan pengembangan kompetensi dan dialog sosial juga menjadi bagian penting dari ekosistem ketenagakerjaan yang mampu merespons perubahan dunia kerja.

APINDO mengusulkan agar reformasi ketenagakerjaan, bersama kebijakan investasi dan industri, mendukung penciptaan 2 juta pekerjaan formal baru per tahun serta peningkatan proporsi pekerja bersertifikasi kompetensi menjadi 30% pada 2030. Pengembangan kompetensi perlu semakin terhubung dengan kebutuhan industri, sehingga pelatihan dan sertifikasi dapat mendukung peningkatan produktivitas serta kesiapan pekerja menghadapi digitalisasi dan perubahan struktur pekerjaan.

Dunia Usaha mendesak Pemerintah dan DPR agar tidak mengesahkan RUU sebelum persoalan mendasar tersebut diperbaiki. Kajian dampak kumulatif dan dialog tripartit yang substantif perlu menguji konsekuensinya terhadap berbagai sektor, skala usaha, pekerja, dan pencari kerja, disertai kejelasan pendanaan, peraturan pelaksana, serta masa transisi. Hal ini penting agar regulasi tidak hanya memberikan perlindungan secara normatif, tetapi juga dapat dilaksanakan secara efektif dan mendukung perluasan kesempatan kerja.

“Keberhasilan undang-undang harus terlihat dari hak pekerja yang terpenuhi, pekerjaan formal yang bertambah, usaha yang berkelanjutan, dan kesejahteraan yang meningkat. Perbaiki substansinya sebelum disahkan. Pekerja, pencari kerja, dan keluarganya tidak boleh membayar mahal kesalahan desain kebijakan,” tutup Shinta.

Tentang APINDO

Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) merupakan representasi dunia usaha Indonesia, yang dibentuk pada 31 Januari 1952 di bawah kepemimpinan Dewan Pimpinan Nasional (DPN) yang berada di Jakarta, dan Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) di 36 provinsi dan 368 Dewan Pimpinan Kota/Kabupaten.

Berfokus pada Hubungan Industrial dan Ketenagakerjaan di awal pembentukannya, peran APINDO semakin strategis dalam mendorong kepentingan nasional, melalui perluasan fokus pada beragam sektor dan pengembangan sumber daya manusia serta kemitraan, melalui unit bisnis APINDO: International Strategic Partnership Center (ISPC) dan APINDO Training Center (ATC). Advokasi APINDO dalam skala internasional dilaksanakan secara aktif, melalui keanggotaan dan partisipasi dalam the International Organization of Employers (IOE), ASEAN Confederation of Employers (ACE) dan Confederation of Asia-Pacific Employers (CAPE).

APINDO memiliki keterwakilan dalam Kelembagaan Tripartit (unsur Pemerintah, Pengusaha, dan Pekerja), di mana sejumlah perwakilan Pengurus APINDO duduk di Lembaga Kerjasama Tripartit Nasional, Dewan Pengupahan Nasional, dan Dewan Keselamatan dan Kesehatan Kerja. APINDO 2023 – 2028 memiliki 4 Program Aksi Unggulan yaitu Roadmap Ekonomi sebagai bentuk keunggulan dan advokasi APINDO, Ekonomi Inklusif UMKM Merdeka, Kolaborasi Inklusif Pengusaha Atasi Stunting (KIPAS) yang melibatkan 1000 pengusaha atasi stunting dan sertifikasi HR-IR APINDO untuk mewujudkan SDM yang kompeten dalam pengelolaan SDM dan hubungan industrial.

Kunjungi website www. apindo.or.id

 

Sederet Prestasi Futsal, Antarkan Rayhan Raih Beasiswa Yayasan Alfian Husin Kuliah di Prodi Desain Interior

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Berprestasi di sepak bola dan futsal sejak 2019, dengan berbagai kompetisi tingkat regional hingga nasional mengantarkan Rayhan lulusan SMA Perintis 2 Bandar Lampung meraih beasiswa kuliah dari Yayasan Alfian Husin. Rayhan memilih Prodi Desain Interior Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Perjalanan prestasi Rayhan dimulai tahun 2019 yakni juara 2 JES 7-Aside Tournament sepak bola tingkat nasional. Setahun kemudian, pada 2020, Rayhan kembali mencatatkan prestasi dengan meraih juara 2 Liga AAFI Regional Lampung.

Memasuki jenjang berikutnya, Rayhan terus menunjukkan konsistensinya di dunia olahraga. Tahun 2022, saat duduk di bangku SMP, ia berhasil meraih juara 3 event Darmajaya Student Futsal Tournament (DSFT) tingkat SMP. Setahun berselang, pada 2023, Rayhan kembali mengukir prestasi dengan meraih juara 4 Grand Champion AAFI tingkat nasional.

Memasuki bangku SMA pada 2024, prestasi Rayhan semakin beragam. Ia berhasil meraih juara 2 event Smansa Competition tingkat SMA serta juara 2 event Magnificent 9 5.0 tingkat SMA. Tidak hanya membawa pulang gelar juara, Rayhan juga mendapat penghargaan individu sebagai Best Player event Magnificent 9 5.0 tingkat SMA.

Pada 2025, Rayhan kembali menorehkan prestasi dengan meraih juara 1 event Liga Ramadhan tingkat SMA. Di tahun yang sama, ia juga berhasil lolos hingga tahap akhir seleksi timnas tingkat Provinsi Lampung.

Rangkaian prestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan Rayhan sebelum memasuki dunia perguruan tinggi. Kini, ia memilih Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya karena memiliki minat terhadap dunia desain. “Saya memilih Desain Interior karena tertarik dengan desain,” ujar Rayhan saat diwawancarai pada Selasa (29/9/2026).

Selain bidang studi, lingkungan kampus juga menjadi pertimbangan Rayhan. Ia ingin menambah teman sekaligus memperluas relasi selama menjalani masa perkuliahan. “Saya memilih Darmajaya karena ingin menambah banyak teman dan relasi, dan saya juga tertarik dengan Futsal Darmajaya,” ungkapnya.

Ketertarikan terhadap UKM Bidang Olahraga Persatuan Sepakbola Darmajaya (UKMBO PSDJ) menjadi salah satu alasan Rayhan memilih Kampus The Best. Dengan pengalaman panjang di berbagai kompetisi, ia ingin tetap mengembangkan kemampuan olahraga sekaligus mendapatkan pengalaman baru di lingkungan kampus.

Kini, Rayhan memulai babak baru sebagai mahasiswa Desain Interior IIB Darmajaya. Beasiswa kuliah dari Yayasan Alfian Husin menjadi dukungan dalam perjalanan pendidikannya, sementara pengalaman dan prestasi yang telah diraih menjadi bekal untuk terus berkembang di bidang akademik maupun olahraga. (**)

PMA, Kunci Batam Menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Batam memiliki peluang menjadi salah satu pusat investasi dan ekonomi baru di Asia dengan memanfaatkan posisi strategisnya yang berdekatan dengan Singapura, berada di jalur pelayaran internasional, serta memiliki berbagai fasilitas investasi.

Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini mengatakan, dalam kondisi daya beli masyarakat yang lemah, kebijakan ekonomi perlu lebih inovatif dan tidak hanya mengandalkan program sosial.

“Dalam situasi seperti ini dimana ada masalah daya beli (konsumsi lemah), kebijakan ekonomi harus inovatif dan terus mencari alternatif. Tidak bisa pemerintah bertahan hanya dengan kebijakan sosial yang ‘inward looking’ dan menghabiskan dana pajak dan apbn secara kurang atau bahkan tidak produktif.”

Menurut Didik, Indonesia perlu memperkuat investasi dan ekspor dengan orientasi ke pasar global. Ia mencontohkan Vietnam yang berhasil mengembangkan ekonomi berorientasi pasar dan mencatat pertumbuhan tinggi.

“Sebaliknya, negara tetangga seperti Vietnam bertransformasi sebagai negara komunis menjelma menjadi negara state capitalism, yang sangat berorientasi kepada pasar, market economy. Ini yang menjadi kunci keberhasilah negara ini mampu mencapai pertumbuhan ekonomi 7-8 persen.”

“Indonesia tidak akan pernah mencapai tingkat pertumbuhan 7-8 seperti dijanjikan jika menghindari kebijakan investasi dan ekspor, yang bererientasi ke luar. Kuncinya sederhana, tiru vietnam saja, yang sekarang berhasil mendorong perekonomiannya bertumbuh tinggi.”

Peluang dari Perubahan Investasi Global

Didik melihat dinamika geopolitik Timur Tengah dapat mendorong investor melakukan diversifikasi geografis. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat menjadi peluang bagi Indonesia untuk menawarkan alternatif investasi yang aman dan kompetitif.

“Dubai, Abu Dhabi, atau Qatar tidak memang sedang mengalami eksodus investasi besar-besaran. Tetapi gerak investasinya pasti melambat. Peluang alternatif pergeseran investasi karena masalah geopolitik ini sebenarnya bisa menempatkan Indonesia menerima luapan gerak investasi tersebut.”

Ia menilai Batam merupakan salah satu kawasan yang dapat memanfaatkan peluang tersebut karena kedekatannya dengan Singapura dan posisi strategisnya di kawasan Asia.

Batam Menuju “Dubai Kecil”

Didik mengatakan pengembangan Batam sebagai kawasan ekonomi telah dirancang sejak era 1980-an. Menurutnya, Batam memiliki modal geografis dan ekonomi untuk dikembangkan menjadi pusat investasi global.

“Pilih saja fokus kebijakan ke Batam, kawasan ekonomi sudah direncanakan maju mengikuti Singapura sejak tahun 1980-an oleh Prof. Habibie.”

Dengan jumlah penduduk yang kini lebih dari 2 juta jiwa, Didik melihat Batam memiliki peluang untuk berkembang menjadi “Dubai Kecil” di Sumatera.

“Dengan penduduk lebih dari 2 juta, Batam bisa direncakan untuk menjadi ‘Dubai Kecil’ di Sumatera.”

Menurut Didik, perkembangan Batam juga ditopang oleh hubungan ekonomi yang erat dengan Singapura.

“Pertumbuhan ekonomi kuartal yang lalu mencapai 7 persen dan dinamis karena saling berinteraksi dengan Singapura, yang sudah penuh sesak.”

Investasi Digital dan Nvidia

Didik menyebut investasi di Batam pada 2025 mencapai Rp69,3 triliun, sementara sektor digital mencapai sekitar Rp8,56 triliun. Pemerintah juga mendorong Batam-Bintan-Karimun sebagai hub industri hijau yang berkaitan dengan kerja sama listrik bersih Indonesia-Singapura.

Rencana investasi Nvidia di Batam juga dinilai dapat menjadi katalis bagi masuknya investasi teknologi tinggi. Nilai investasi yang disebutkan mencapai sekitar US$4,5 miliar atau Rp80,55 triliun untuk pengembangan infrastruktur pusat data kecerdasan buatan.

“Dengan satu investor besar dan signifikan seperti ini, maka investasi batam bisa baik 2-3 kali lipat.”

Rencana Nvidia DSX AI Factory di KEK Batam disebut akan melibatkan Firmus Technologies dari Australia dan Day One dari Singapura, dengan target operasi bertahap mulai kuartal pertama 2027 hingga 2028.

“Kuncinya adalah kebijakan investasi, jika kepala naga sudah masuk dan percaya, maka badan dan ekornya akan segera ikut masuk ke dalam.”

Didik menilai kebijakan investasi teknologi tinggi perlu menjadi pelengkap kebijakan hilirisasi sumber daya alam.

“Selain gempita dengan kebijakan mengolah sumberdaya alam, kita perlu kebijakan investasi menarik teknologi tinggi seperti Nvidia untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.”

Kepastian Hukum Menjadi Kunci

Menurut Didik, peluang Batam menjadi pusat investasi global perlu didukung kepastian hukum, regulasi yang baik, serta iklim bisnis yang sehat.

“Dubai dan Timur Tengah yang tidak aman bisa menjadi peluang Batam, sudah layak go global dan sudah ditetapkan layak oleh Nvidia. Nvidia adalah investor global kelas tinggi, bukan investasi PMA kelas cafe dan restoran yang kurang berkualitas. Tinggal pemerintah siap atau tidak melayani minat investor ini.”

Ia menambahkan bahwa Batam telah memiliki sejumlah keunggulan, termasuk fasilitas Free Trade Zone (FTZ) dan berbagai insentif di Kawasan Ekonomi Khusus.

“Batam bisa menjadi ‘Dubai kecil‘ di Sumatera karena sudah memiliki keunggulan sejak keberadaannya, strategis secara geografis, berimpit dengan kota global Singapura, ada di jalur pelayaran internasional.”

“Dengan dinamika yang ada dalam waktu dekat Batam bisa menjadi pintu masuk modal Timur Tengah dan Asia.”

Batam, 29 September 2026

Didik J. Rachbini
Rektor Universitas Paramadina

 

 

247 Halaman, 12 BAB, Kolaborasi 7 Kampus! Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya Lahirkan Buku Pengantar Ilmu Pangan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dosen Prodi Teknologi Pangan Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Dr. Ir. Damsir, M.T.A. berkolaborasi lintas perguruan tinggi menghasilkan sebuah buku “Pengantar Ilmu Pangan”

Adapun buku bernomor ISBN 978-634-7905-33-8 ditulis bersama akademisi dari Politeknik Negeri Lampung, Universitas Palangkaraya, Universitas Pattimura, Politeknik Negeri Banyuwangi, Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Politeknik Negeri Nusa Utara. Buku digarap selama enam bulan lebih dengan berisi 12 BAB.

Dr. Ir. Damsir, M.T.A., mengatakan buku ini merupakan buku keduanya yang dihasilkan tahun 2026. “Selama ini sudah empat buku yang dihasilkan hingga mendekati penghujung tahun 2026 dan ini buku kedua di tahun 2026,” ungkapnya.

Adapun 12 BAB terdiri dari BAB 1 Pengertian Ilmu Pangan, BAB 2 Komponen Penyusun Bahan Pangan, BAB 3 Sifat Fisik Kimia dan Biologis Bahan Pangan, BAB 4 Sumber Bahan Pangan, BAB 5 Penanganan Pasca Panen Bahan Pangan, BAB 6 Dasar-dasar Pengolahan Pangan, BAB 7 Perubahan Kimia Fisik dan Biologis Selama Pengolahan, BAB 9 Gizi dan Nilai Fungsional Pangan, BAB 10 Pengawetan dan Pengemasan Pangan, BAB 11 Teknologi dan Inovasi dalam Ilmu Pangan, BAB 12 Sistem Pangan Berkelanjutan. Buku Pengantar Ilmu Pangan diterbitkan oleh HEI Publishing Indonesia dan dapat dipesan melalui laman publishing.com dan IIB Darmajaya.

Damsir berharap buku setebal 247 halaman yang ditulisnya bersama rekan-rekan dosen lainnya dapat bermanfaat bagi bidang pertanian khususnya Teknologi Pangan. “Semoga dapat juga menjadi panduan dalam pembelajaran kuliah Prodi Teknologi Pangan di IIB Darmajaya dan Indonesia,” pungkasnya. (**)