PKB Palembang Tancap Gas! Harlah ke-28 Jadi Awal Menyusun Jurus Hadapi Pemilu 2029

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-28 Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi momentum penting bagi seluruh jajaran pengurus dan kader untuk memperkuat soliditas organisasi, mempererat tali silaturahmi, sekaligus meneguhkan komitmen dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat.

Memasuki usia yang hampir tiga dekade, PKB menegaskan tekadnya untuk terus memperkuat eksistensi sebagai partai politik yang hadir di tengah masyarakat, responsif terhadap berbagai persoalan rakyat, serta konsisten mengawal aspirasi demi mewujudkan kesejahteraan bersama.

Semangat tersebut tercermin dalam peringatan Harlah ke-28 PKB yang digelar di Kantor DPC PKB Kota Palembang, Jalan Letjen H. Alamsyah, Minggu (19/7/2026). Kegiatan itu dihadiri jajaran pengurus, kader, simpatisan, hingga relawan PKB Kota Palembang yang memanfaatkan momentum tersebut sebagai ajang konsolidasi organisasi sekaligus mempererat kebersamaan menghadapi dinamika politik ke depan.

Ketua DPC PKB Kota Palembang, Hermanto Syayuti, mengatakan bahwa usia ke-28 bukan sekadar penanda perjalanan organisasi, melainkan menjadi tonggak penting untuk melakukan evaluasi, pembenahan, dan penguatan struktur partai agar semakin solid dalam menjalankan tugas pengabdian kepada masyarakat.

Menurut Hermanto, sejak didirikan, PKB lahir dengan semangat memperjuangkan kepentingan rakyat melalui nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah yang dipadukan dengan semangat kebangsaan. Perpaduan tersebut, kata dia, menjadikan PKB sebagai partai yang inklusif, terbuka, dan mampu diterima oleh berbagai kalangan masyarakat.

“Harlah ke-28 PKB bukan sekadar peringatan hari jadi, tetapi momentum untuk memperkuat soliditas seluruh kader, mempererat kebersamaan, dan meningkatkan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Hermanto.

Ia menjelaskan, setiap peringatan hari lahir partai harus menjadi ruang refleksi bagi seluruh kader terhadap perjalanan panjang PKB dalam mengabdi kepada bangsa dan negara. Menurutnya, keberhasilan sebuah partai politik tidak hanya diukur dari capaian suara dalam pemilu, melainkan juga dari sejauh mana partai tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui kerja-kerja politik yang produktif dan berkelanjutan.

Karena itu, DPC PKB Kota Palembang berkomitmen untuk terus menghadirkan partai yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Tidak hanya menyerap aspirasi warga, PKB juga ingin menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, mulai dari sektor sosial, ekonomi, pendidikan, hingga peningkatan kesejahteraan.

Hermanto menegaskan bahwa setiap kader PKB harus selalu hadir di tengah masyarakat, mendengarkan secara langsung berbagai keluhan warga, serta mengawal setiap kebutuhan masyarakat agar dapat diperjuangkan melalui jalur politik yang konstruktif.

“PKB Kota Palembang akan terus berkomitmen menjadi partai yang selalu hadir membela kepentingan rakyat, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi warga,” tegasnya.

Menurutnya, kepercayaan masyarakat merupakan modal terbesar yang harus dijaga dan dirawat. Oleh sebab itu, seluruh kader diminta untuk tetap mengedepankan politik yang santun, menjaga integritas, serta membangun komunikasi yang harmonis dengan seluruh elemen masyarakat tanpa membedakan latar belakang suku, agama, maupun golongan.

Ia optimistis, dengan semangat kebersamaan, kerja keras, dan penguatan organisasi secara berkelanjutan, PKB akan terus berkembang dan memperoleh kepercayaan yang semakin besar dari masyarakat Kota Palembang.

“Dengan kerja keras, kebersamaan, dan kepercayaan masyarakat, kami optimistis PKB akan semakin besar dan semakin dicintai masyarakat Kota Palembang,” katanya.

Lebih lanjut, Hermanto mengajak seluruh pengurus, kader, simpatisan, hingga relawan PKB untuk terus menjaga kekompakan organisasi. Menurutnya, soliditas internal merupakan fondasi utama dalam membangun partai yang kuat dan mampu menghadapi dinamika politik yang terus berkembang.

Ia menilai proses konsolidasi organisasi harus terus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari tingkat kota hingga ke tingkat ranting. Dengan demikian, seluruh kader memiliki visi, semangat perjuangan, dan arah gerak yang sama dalam menjalankan amanah partai.

Selain menjadi ajang memperkuat organisasi, Harlah ke-28 PKB juga dijadikan titik awal untuk menyusun strategi menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Hermanto berharap seluruh kader mulai meningkatkan intensitas kerja politik melalui berbagai kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, kemenangan dalam pemilu tidak hanya ditentukan oleh strategi politik semata, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan masyarakat yang dibangun melalui kerja nyata, pelayanan yang konsisten, serta komitmen dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Kami mengajak seluruh pengurus dan kader PKB Kota Palembang untuk terus menjaga kekompakan, memperkuat konsolidasi organisasi, serta bekerja secara nyata demi mewujudkan target kemenangan PKB pada Pemilu 2029,” tutupnya. (Ning)

HUT ke-64 PWRI Kota Palembang, Pemkot Tegaskan Pensiun Bukan Akhir Pengabdian

PALEMBANG -(deklarasinews.com)–  Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kota Palembang memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-64 dengan menggelar kegiatan silaturahmi yang berlangsung di Balai Kecamatan Sukarame, Rabu (15/7/2026). Kegiatan tersebut berlangsung penuh khidmat dan menjadi ajang mempererat kebersamaan para purnabakti Aparatur Sipil Negara (ASN) bersama Pemerintah Kota Palembang.

Acara ini dihadiri oleh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang, tokoh masyarakat, serta perwakilan berbagai instansi. Kehadiran para tamu undangan menjadi bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap dedikasi para pensiunan ASN yang telah mengabdikan diri bagi bangsa dan daerah selama bertahun-tahun.

Mengusung semangat bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari pengabdian, melainkan awal dari babak baru untuk terus berkarya dan memberikan manfaat bagi masyarakat, peringatan HUT PWRI ke-64 menjadi momentum penting dalam memperkuat peran para senior sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah.

Mewakili Wali Kota Palembang, Staf Ahli Wali Kota Bidang Pemerintahan, Sosial, dan Kemasyarakatan, Drs. M. Sadruddin Hadjar, menyampaikan ucapan selamat sekaligus apresiasi kepada seluruh keluarga besar PWRI atas eksistensi dan kontribusi organisasi tersebut selama lebih dari enam dekade.

“Atas nama Pemerintah Kota Palembang, kami mengucapkan selamat Hari Ulang Tahun ke-64 kepada PWRI. Semoga organisasi ini semakin solid, semakin bermanfaat, dan terus menjadi wadah yang menghimpun semangat pengabdian para purnabakti untuk kemajuan bangsa, khususnya Kota Palembang,” ujarnya.

Menurut Sadruddin, para pensiunan bukanlah kelompok yang berhenti berkarya, melainkan aset berharga yang masih memiliki peran besar dalam pembangunan. Pengalaman panjang, integritas, kebijaksanaan, serta nilai-nilai luhur yang dimiliki anggota PWRI dinilai menjadi modal sosial yang sangat penting bagi kemajuan daerah.

Ia menegaskan, Pemerintah Kota Palembang sangat menghargai keberadaan PWRI sebagai organisasi yang mampu menjaga silaturahmi sekaligus mendorong para anggotanya tetap aktif, sehat, mandiri, dan produktif sesuai kemampuan masing-masing.

“Bapak dan Ibu sekalian adalah teladan yang telah mengabdikan tenaga, pikiran, dan waktu demi kemajuan bangsa. Pemerintah Kota Palembang sangat mengapresiasi PWRI sebagai wadah silaturahmi agar para purnabakti tetap produktif, sehat, mandiri, serta terus berkontribusi sesuai kapasitasnya,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, panitia juga menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh masyarakat sebagai bentuk penghormatan atas dedikasi, pengabdian, dan keteladanan yang telah mereka tunjukkan kepada masyarakat. Pemberian penghargaan itu diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda agar terus menanamkan semangat pengabdian dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Selain memberikan apresiasi kepada para purnabakti, Sadruddin turut memaparkan berbagai program pembangunan yang sedang dijalankan Pemerintah Kota Palembang. Program tersebut mencakup peningkatan kualitas pendidikan, pelayanan kesehatan, pembangunan infrastruktur, perbaikan layanan publik, hingga penguatan sektor ekonomi kerakyatan.

Ia berharap para anggota PWRI dapat terus memberikan doa, gagasan, kritik yang membangun, serta berbagai masukan berdasarkan pengalaman mereka untuk mendukung keberhasilan pembangunan Kota Palembang.

Menurutnya, pembangunan yang berkelanjutan hanya dapat diwujudkan apabila seluruh elemen masyarakat, termasuk lintas generasi, mampu bekerja sama dan saling melengkapi.

“Saya percaya kolaborasi antargenerasi adalah kekuatan besar. Semangat generasi muda harus dipadukan dengan pengalaman dan kebijaksanaan para sesepuh. Dengan begitu, pembangunan Kota Palembang akan semakin maju dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Menutup sambutannya, Sadruddin mengajak seluruh keluarga besar PWRI menjadikan peringatan HUT ke-64 sebagai momentum mempererat tali silaturahmi, memperkuat semangat gotong royong, serta terus menanamkan nilai-nilai pengabdian kepada masyarakat meskipun telah memasuki masa purnatugas.

“Selamat Hari Ulang Tahun PWRI ke-64. Semoga PWRI senantiasa menjadi organisasi yang semakin maju, semakin bermanfaat, dan semakin dicintai masyarakat,” pungkasnya. (Ning)

Dari Seni Tradisional hingga UMKM, Festival Palembang Darussalam XXII Perkuat Identitas Budaya Wong Kito

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Semangat pelestarian budaya lokal kembali menggema melalui pelaksanaan Festival Palembang Darussalam (FPD) XXII Tahun 2026 yang resmi dibuka di Gedung AEKI Palembang, Rabu (24/6/2026).

Festival tahunan yang telah menjadi agenda budaya masyarakat Palembang ini hadir sebagai wadah untuk menjaga, memperkenalkan, dan mengembangkan kekayaan tradisi serta kearifan lokal di tengah derasnya arus modernisasi dan perkembangan zaman.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari tokoh adat, budayawan, pengurus Kerukunan Keluarga Palembang (KKP), hingga perwakilan pemerintah daerah. Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam menjaga eksistensi budaya Palembang agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Palembang turut memeriahkan festival. Penampilan yang disuguhkan tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga sarana edukasi untuk mengenalkan nilai-nilai budaya yang telah menjadi identitas masyarakat Palembang selama berabad-abad.

Ketua Panitia Festival Palembang Darussalam XXII, RM Yusuf Indra Kesuma, mengatakan bahwa penyelenggaraan festival ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat serta budaya Palembang agar tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

Menurutnya, Festival Palembang Darussalam bukan sekadar ajang menampilkan kesenian tradisional, tetapi juga menjadi media pembelajaran budaya sekaligus mempererat hubungan sosial dan silaturahmi antarwarga.

“Festival Palembang Darussalam bukan hanya menjadi ajang pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga sarana edukasi serta mempererat silaturahmi masyarakat Palembang,” ujar RM Yusuf Indra Kesuma.

Ia menjelaskan, festival tahun ini menghadirkan beragam kegiatan yang melibatkan berbagai kalangan masyarakat. Mulai dari pertunjukan seni tradisional, atraksi pencak silat, penampilan syarofal anam, cerito bebaso Palembang, lomba mewarnai untuk anak-anak, pameran lukisan, hingga bazar Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang menampilkan produk-produk unggulan lokal.

Keberagaman kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa budaya tidak hanya hadir dalam bentuk seni pertunjukan, tetapi juga menyatu dengan kehidupan masyarakat, termasuk melalui sektor ekonomi kreatif yang terus berkembang.

Selain menjadi sarana pelestarian budaya, Festival Palembang Darussalam XXII juga diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat. Kehadiran bazar UMKM dan partisipasi para pelaku seni lokal menjadi peluang untuk memperkenalkan produk kreatif daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat.

Festival ini juga menjadi momentum penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Palembang, khususnya di kalangan generasi muda. Dengan mengenal dan mencintai budaya sendiri, diharapkan warisan leluhur dapat terus dijaga dan diwariskan secara berkelanjutan.

Panitia berharap Festival Palembang Darussalam dapat terus diselenggarakan setiap tahun sebagai ruang ekspresi budaya, ajang silaturahmi masyarakat, sekaligus sarana penguatan identitas daerah. Melalui kegiatan ini, budaya Palembang diharapkan tetap lestari, berkembang mengikuti zaman, dan menjadi kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan serta Indonesia. (Ning)

AMPHURI Gelar Mukernas 2026 di Palembang, Bahas Masa Depan Ekosistem Haji dan Umrah hingga Wacana E-Wallet Umrah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) 2026 di Hotel Novotel Palembang, Sumatera Selatan, pada 23–25 Juni 2026. Kegiatan tahunan yang mengusung tema “Kokoh Berlabuh, Tangguh Menempuh” tersebut menjadi forum strategis bagi seluruh anggota AMPHURI dalam mengevaluasi program kerja sekaligus merumuskan langkah organisasi untuk satu tahun ke depan.

Tak hanya menjadi ajang konsolidasi internal, Mukernas tahun ini juga diramaikan dengan kegiatan Dialog Publik dan AMPHURI International Business Forum (AIBF) 2026, yang menghadirkan berbagai pemangku kepentingan dari sektor haji, umrah, dan wisata muslim, baik dari dalam maupun luar negeri.

Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) AMPHURI, Firman M. Nur, mengatakan bahwa Mukernas merupakan amanat organisasi sebagaimana tertuang dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) AMPHURI. Forum ini menjadi wadah bagi seluruh anggota untuk melakukan evaluasi terhadap program yang telah berjalan serta menyusun rencana kerja organisasi pada tahun berikutnya.

“Mukernas merupakan momentum yang sangat penting bagi anggota AMPHURI. Forum ini bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi menjadi ruang untuk membahas berbagai isu strategis yang berkaitan dengan penyelenggaraan haji dan umrah, terutama di tengah perubahan tata kelola yang kini berada di bawah Kementerian Haji dan Umrah,” ujar Firman. Selasa (23/6/2026)malam

Menurutnya, Mukernas 2026 menjadi momentum bagi AMPHURI untuk memperkuat langkah-langkah strategis organisasi dalam memperjuangkan kepentingan umat melalui berbagai program kerja dan aksi nyata yang berorientasi pada peningkatan kualitas layanan haji dan umrah.

Sebagai forum tertinggi kedua setelah Musyawarah Nasional (Munas), Mukernas diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi dan kebijakan yang konstruktif terkait penyelenggaraan ibadah haji, umrah, maupun pengembangan wisata muslim di Indonesia.

Salah satu isu yang menjadi perhatian utama dalam Mukernas tahun ini adalah wacana penerapan e-Wallet Umrah yang sebelumnya sempat disampaikan oleh Menteri Haji dan Umrah. Isu tersebut dibahas secara khusus dalam dialog publik yang menghadirkan narasumber dari Kementerian Haji dan Umrah serta para pelaku usaha perjalanan haji dan umrah.

Firman menjelaskan, munculnya Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2019 mengenai Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah membawa harapan baru sekaligus menimbulkan sejumlah kekhawatiran di kalangan pelaku usaha.

Di satu sisi, regulasi baru tersebut dinilai mampu menciptakan tata kelola pelayanan haji dan umrah yang lebih profesional, transparan, dan akuntabel di bawah kementerian yang secara khusus menangani urusan tersebut. Namun di sisi lain, terdapat kekhawatiran bahwa kebijakan tersebut berpotensi menciptakan sentralisasi yang dapat mengurangi ruang gerak pelaku usaha yang selama ini menjadi bagian penting dalam ekosistem haji dan umrah nasional.

“Banyak pihak berharap pengelolaan haji dan umrah di bawah Kementerian Haji dan Umrah dapat menghadirkan pelayanan yang lebih baik, transparan, dan berpihak kepada jamaah. Namun berbagai kebijakan baru juga perlu dikaji secara komprehensif agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap keberlangsungan usaha para penyelenggara,” ungkapnya.

Mengusung tema “Kokoh Berlabuh, Tangguh Menempuh”, AMPHURI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga soliditas organisasi dalam memperjuangkan visi dan misi sebagai organisasi profesional yang membina serta memberdayakan seluruh anggotanya.

Firman menambahkan, setiap pelaksanaan Mukernas juga selalu dirangkaikan dengan penyelenggaraan AMPHURI International Business Forum (AIBF), yakni forum bisnis yang mempertemukan anggota AMPHURI dengan mitra strategis dari berbagai negara.

Pada AIBF 2026, sejumlah perusahaan nasional dan internasional turut ambil bagian, termasuk peserta dari Arab Saudi, Turki, dan Mesir yang selama ini menjadi mitra penting dalam penyelenggaraan perjalanan ibadah dan wisata muslim.

“Selain menyusun program kerja, Mukernas juga akan menghasilkan berbagai rekomendasi untuk internal organisasi maupun pihak eksternal yang berkepentingan dalam penyelenggaraan haji dan umrah. Tujuannya adalah menciptakan iklim usaha yang sehat dan mendorong kemajuan sektor perjalanan ibadah serta wisata muslim,” jelasnya.

Dalam rangkaian kegiatan Mukernas 2026, AMPHURI kembali memberikan penghargaan kepada media yang dinilai konsisten mendukung perkembangan ekosistem haji dan umrah di Indonesia.

Tahun ini, AMPHURI Award diberikan kepada TV One sebagai The Best Media TV Support for Hajj & Umrah, sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam menyebarluaskan informasi dan edukasi terkait penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.

Desak Pemerintah Libatkan Asosiasi

Dalam Mukernas tersebut, AMPHURI juga menyiapkan sejumlah rekomendasi strategis yang akan disampaikan kepada pemerintah, khususnya Kementerian Haji dan Umrah.

Salah satu poin utama adalah mendesak pemerintah agar melibatkan asosiasi penyelenggara haji dan umrah dalam setiap proses penyusunan regulasi turunan dari Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2025.

Menurut Firman, keterlibatan asosiasi sangat penting agar kebijakan yang diterbitkan tetap sejalan dengan semangat Presiden Prabowo Subianto dalam membangun ekosistem ekonomi haji dan umrah yang berbasis keumatan.

AMPHURI juga menyoroti masih maraknya praktik umrah nonprosedural atau umrah mandiri yang dinilai merugikan masyarakat sekaligus menciptakan ketidakadilan bagi Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) dan Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) yang telah memenuhi seluruh ketentuan perizinan.

Selain itu, organisasi ini meminta pemerintah segera mengambil sikap yang jelas terkait implementasi e-Wallet Umrah yang hingga kini masih memunculkan perdebatan di kalangan pelaku usaha. Menurut mereka, kebijakan tersebut perlu dikaji secara matang agar benar-benar menjadi solusi bagi jamaah dan bukan justru menambah beban operasional penyelenggara.

AMPHURI juga mendesak Kementerian Haji dan Umrah untuk segera mengaktifkan kembali Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) guna memperkuat pengawasan dan penindakan terhadap berbagai pelanggaran dalam penyelenggaraan umrah.

“Kami menunggu langkah tegas pemerintah dalam mengawasi dan menindak praktik-praktik umrah nonprosedural yang hingga saat ini masih marak terjadi,” tegas Firman.

Selain itu, AMPHURI meminta kejelasan aturan teknis mengenai sertifikasi pembimbing ibadah haji dan umrah sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Haji dan Umrah (KMHU) Nomor 19 Tahun 2025.

Menurut Firman, regulasi yang ada saat ini baru mengatur sertifikasi dasar, sementara skema sertifikasi refreshment dan portofolio yang juga disebutkan dalam keputusan tersebut belum memiliki petunjuk teknis yang jelas.

Karena itu, AMPHURI kembali menegaskan pentingnya pelibatan asosiasi dalam penyusunan regulasi agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan industri dan mampu meningkatkan kualitas layanan kepada jamaah.

Melalui Mukernas 2026 di Palembang ini, AMPHURI berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna mewujudkan tata kelola haji dan umrah yang lebih profesional, transparan, berkelanjutan, serta memberikan manfaat yang lebih besar bagi umat. (Ning)

Gubernur Herman Deru Resmikan CFD Jembatan Ampera

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi melaunching Car Free Day (CFD) di kawasan Jembatan Ampera, Minggu (14/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1343 Kota Palembang.

Peluncuran CFD tersebut menghadirkan ruang publik baru yang sehat, aman, dan produktif bagi masyarakat sekaligus menjadi sarana untuk memperkuat budaya hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengatakan pelaksanaan CFD merupakan hasil dari berbagai tahapan uji coba dan evaluasi yang dilakukan secara berkelanjutan oleh Pemerintah Kota Palembang bersama Forkopimda serta para pemangku kepentingan terkait.

Menurutnya, menghadirkan sebuah program yang menyentuh kepentingan publik secara luas bukanlah hal mudah. Karena itu, berbagai aspek mulai dari manfaat, dampak, keamanan, hingga kenyamanan masyarakat terus dievaluasi sebelum akhirnya diluncurkan secara resmi.

“Tidak mudah untuk melaunching kegiatan ini. Pak Wali Kota selalu meng-update kondisi di lapangan. Kami terus mencari kesesuaian, apa manfaatnya dan apa mudaratnya. Ternyata progresnya selalu menunjukkan hasil yang baik,” ujar Herman Deru.

Ia menegaskan bahwa manfaat CFD tidak hanya menghadirkan ruang olahraga dan rekreasi bagi masyarakat, tetapi juga menumbuhkan rasa memiliki terhadap fasilitas publik yang ada di Kota Palembang.

“Yang lebih penting lagi adalah tumbuhnya rasa memiliki. Bukan lagi disebut aset pemerintah, tetapi aset kita bersama. Ketika rasa memiliki itu tumbuh, masyarakat akan ikut menjaga fasilitas yang ada sehingga tingkat keamanan dan kenyamanan semakin baik,” katanya.

Menurut Herman Deru, kesadaran masyarakat dalam menjaga fasilitas umum kini semakin meningkat. Hal itu terlihat dari berkurangnya kerusakan maupun kehilangan sarana publik yang didukung oleh penguatan sistem pengawasan melalui pemasangan CCTV di berbagai titik kota.

Ia juga menyoroti capaian Kota Palembang dalam menjaga kualitas lingkungan. Berdasarkan data pemantauan kualitas udara secara real time, Palembang saat ini memiliki kualitas udara yang lebih baik dibandingkan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia.

“Kota Palembang hari ini memiliki Air Quality Index atau Indeks Standar Pencemaran Udara yang sangat baik. Angkanya berada di kisaran 44. Ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat dan kebijakan yang dijalankan mampu memberikan dampak positif terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Herman Deru menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan yang dilakukan tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik, tetapi juga pada peningkatan kualitas hidup masyarakat.

Pada kesempatan itu, ia juga mengucapkan selamat HUT ke-1343 Kota Palembang dan berharap kota tertua di Indonesia tersebut terus berkembang menjadi kota yang sehat, nyaman, maju, dan membanggakan bagi seluruh warganya.

Sementara itu, Wali Kota Palembang H. Ratu Dewa mengatakan CFD merupakan hasil dari proses panjang yang telah melalui berbagai tahapan uji coba dan evaluasi.

“Ketika ribuan warga berjalan kaki, berolahraga, bersepeda, dan menikmati udara segar di kawasan kebanggaan kita, sesungguhnya yang sedang kita bangun bukan hanya sebuah kegiatan mingguan. Yang sedang kita bangun adalah budaya hidup sehat, budaya peduli lingkungan, budaya kebersamaan, dan budaya mencintai kota sendiri,” tegasnya.

Menurut Ratu Dewa, CFD diharapkan menjadi ruang publik yang mampu memperkuat kualitas hidup masyarakat sekaligus memperkokoh identitas Palembang sebagai kota modern yang humanis dan berwawasan lingkungan. (Ning)

Dari Palembang untuk Sumsel: Herman Deru Siapkan Revolusi Pendidikan Lewat Guru Berkualitas

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas sekaligus pemerataan pendidikan di seluruh wilayah Sumatera Selatan melalui penguatan sumber daya manusia di sektor pendidikan, khususnya tenaga pendidik yang profesional, kompeten, dan berintegritas.

Komitmen tersebut disampaikan Herman Deru saat meresmikan operasional SMA Negeri Hayza Nur Ilmi dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Jumat (12/6/2026). Perubahan status sekolah yang sebelumnya dikelola yayasan menjadi sekolah negeri dinilai sebagai momentum penting untuk menghadirkan lembaga pendidikan yang unggul dan mampu mencetak lulusan berkualitas serta berdaya saing tinggi.

Dalam sambutannya, Herman Deru menekankan bahwa keberhasilan sebuah sekolah tidak semata-mata ditentukan oleh kelengkapan sarana dan prasarana. Menurutnya, faktor utama yang menentukan kualitas pendidikan adalah keberadaan guru yang mampu membimbing, mendidik, dan mengembangkan potensi peserta didik secara maksimal.

Karena itu, ia meminta Dinas Pendidikan Provinsi Sumsel segera melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik serta kualitas guru yang ada di seluruh daerah. Data tersebut nantinya akan menjadi dasar pelaksanaan asesmen dan seleksi terbuka guna menjaring guru-guru terbaik.

“Anak-anak yang sebelumnya berstatus siswa yayasan kini menjadi siswa sekolah negeri. Ini harus menjadi sekolah yang istimewa. Keberhasilan siswa sangat ditentukan oleh peran guru. Karena itu, saya minta data kebutuhan dan kualitas guru segera disampaikan agar kita bisa membuka asesmen dan seleksi terbuka,” ujar Herman Deru.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan akan membuka kesempatan secara luas dan objektif bagi para guru dari seluruh kabupaten dan kota untuk mengikuti seleksi tersebut. Langkah ini bertujuan memastikan setiap sekolah mendapatkan tenaga pendidik yang sesuai dengan kebutuhan dan memiliki kompetensi terbaik.

Herman Deru menilai masih banyak guru berkualitas di daerah yang belum teridentifikasi secara optimal. Bahkan, sejumlah guru dinilai memiliki kemampuan kepemimpinan dan manajerial yang baik dalam mengelola lingkungan pendidikan, namun belum mendapatkan kesempatan untuk berkembang lebih luas.

“Kita kadang tidak mengetahui bahwa di daerah ada guru-guru hebat yang memiliki kemampuan luar biasa dalam mengelola sekolah. Semua potensi itu harus didata. Kita akan membuka seleksi terbuka dengan penilaian independen agar guru terbaik dapat mengisi kebutuhan di sekolah-sekolah,” katanya.

Program seleksi terbuka tersebut merupakan bagian dari strategi besar Pemerintah Provinsi Sumsel dalam mengurangi kesenjangan mutu pendidikan antarwilayah. Herman Deru menargetkan seluruh sekolah tingkat SMA, SMK, maupun Sekolah Luar Biasa (SLB) di Sumatera Selatan memiliki standar kualitas yang setara.

“Saya ingin suatu saat nanti lulusan SMA, SMK, dan SLB di Sumsel memiliki kualitas yang sama. Tidak ada lagi kesenjangan mutu pendidikan antarsekolah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Mondyaboni, menjelaskan bahwa SMA dan SLB Hayza Nur Ilmi sebelumnya merupakan SMA Karya Ibu dan SLB Karya Ibu yang dikelola oleh Yayasan Dharma Wanita dengan memanfaatkan lahan milik Pemerintah Provinsi Sumsel.

Menurutnya, yayasan telah menyerahkan seluruh aset dan pengelolaan sekolah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sehingga kini resmi berstatus sekolah negeri.

“Yayasan telah menyerahkan aset dan pengelolaan sekolah kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sehingga kini resmi menjadi sekolah negeri,” ujar Mondyaboni.

Ia menjelaskan, proses perubahan status tersebut memerlukan waktu yang cukup panjang hingga akhirnya ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Sumatera Selatan Nomor 232/KPTS/2026 tanggal 22 April 2026.

Di kesempatan yang sama, Kepala SMA Negeri Hayza Nur Ilmi Palembang, Masagus H. Siddik, S.Pd., M.Si, mengungkapkan bahwa kompleks pendidikan tersebut berdiri di atas lahan seluas sekitar 3,5 hektare. Dari total luas tersebut, dua hektare diperuntukkan bagi SMA Negeri Hayza Nur Ilmi, sedangkan 1,5 hektare digunakan untuk SLB Negeri Hayza Nur Ilmi.

Saat ini, SMA Negeri Hayza Nur Ilmi memiliki sekitar 200 siswa, sementara SLB Negeri Hayza Nur Ilmi menampung sekitar 264 siswa dari berbagai jenjang pendidikan.

Untuk Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun 2026, pihak sekolah menerapkan kebijakan khusus dengan mengalokasikan lebih dari 50 persen kuota bagi jalur afirmasi yang diperuntukkan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.

“Kebijakan ini sesuai arahan Bapak Gubernur agar anak-anak dari keluarga kurang mampu tetap memperoleh akses pendidikan yang layak dan berkualitas seperti siswa lainnya,” jelasnya.

Selain memberikan akses pendidikan yang lebih luas, sekolah juga akan menerapkan kurikulum yang menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan sebagai bagian dari pembentukan karakter peserta didik.

Pihak sekolah berharap kehadiran SMA Negeri dan SLB Negeri Hayza Nur Ilmi dapat menjadi salah satu pilihan utama masyarakat Sumatera Selatan dalam mendapatkan layanan pendidikan berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter generasi masa depan. (Ning)

JE Institute of Law Gelar Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik, Dorong Perda Berkualitas dan Berbasis Kajian Ilmiah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Komitmen dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel terus dilakukan oleh JE Institute of Law. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik (NA) yang mengusung tema “Naskah Akademik Berkualitas sebagai Instrumen Reformasi Peraturan Daerah.”

Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi hukum terkemuka, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum., FCB.Arb., FII.Arb., yang juga menjabat sebagai Managing Partner JE Institute of Law.

Saat ditemui di Kantor JE Institute of Law di Jalan Alamsyah Ratuprawiranegara, Musi II, Palembang, Kamis (11/6/2026), Prof. Joni Emirzon menjelaskan bahwa Naskah Akademik memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, Naskah Akademik tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pelengkap dalam penyusunan regulasi, tetapi menjadi landasan ilmiah yang memberikan argumentasi rasional mengenai urgensi pembentukan suatu peraturan.

Melalui kajian akademis yang mendalam, Naskah Akademik mampu mengidentifikasi persoalan hukum yang berkembang di masyarakat sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi yang dapat diterapkan melalui kebijakan daerah.

“Penyusunan Naskah Akademik yang baik dan berkualitas akan membuat proses legislasi berjalan lebih terarah, transparan, serta memiliki dasar pertanggungjawaban yang kuat,” ujar Prof. Joni.

Ia menilai, praktik penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan, khususnya dalam aspek metodologi penelitian, teknik penyusunan, hingga kemampuan merumuskan argumentasi akademik yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah maupun anggota DPRD menjadi kebutuhan penting agar mampu menghasilkan Naskah Akademik yang sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai teknik penyusunan Naskah Akademik secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan hukum, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

Dengan bekal tersebut, diharapkan produk hukum daerah yang dihasilkan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mengedepankan partisipasi publik, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 mengenai Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Prof. Joni berharap pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses legislasi sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, JE Institute of Law menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan produk hukum daerah yang berkualitas, efektif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta kebutuhan masyarakat di masa depan. Dengan Naskah Akademik yang kuat, setiap kebijakan yang lahir diharapkan tidak hanya memiliki kepastian hukum, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Ning)

Sambut Kepulangan Kloter Pertama Haji Embarkasi Palembang, Wagub Cik Ujang Tekankan Pentingnya Menjaga Kemabruran Haji

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Wakil Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) H.Cik Ujang menyambut kedatangan 443 jemaah haji kelompok terbang (Kloter) pertama Embarkasi Palembang di Aula Asrama Haji Palembang, Selasa (2/6/2026).

Jemaah yang berasal dari Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur) dan Kabupaten Banyuasin tersebut tiba dengan selamat setelah menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.

Pada kesempatan itu, Cik Ujang mengingatkan pentingnya menjaga kemabruran haji dengan mengimplementasikan nilai-nilai yang diperoleh selama menjalankan ibadah dalam kehidupan sehari-hari.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, saya mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah haji di tanah air. Alhamdulillah, Bapak dan Ibu telah menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan baik. Semoga menjadi haji yang mabrur dan hajah yang mabruroh,” ujar Cik Ujang.

Menurutnya, ibadah haji merupakan perjalanan spiritual yang memberikan banyak pelajaran berharga bagi setiap muslim. Oleh karena itu, semangat ibadah, keikhlasan, kedisiplinan, kesabaran, serta kebersamaan yang diperoleh selama berada di Tanah Suci harus terus dijaga setelah kembali ke tanah air.

Ia menegaskan bahwa kemabruran haji tidak hanya tercermin saat berada di Makkah dan Madinah, tetapi juga harus diwujudkan dalam kehidupan bermasyarakat melalui perilaku yang baik dan kepedulian terhadap sesama.

“Ibadah haji mengajarkan banyak hal, mulai dari kesabaran, keikhlasan, kedisiplinan hingga semangat kebersamaan. Nilai-nilai inilah yang harus terus dijaga dan diamalkan setelah kembali ke tanah air. Semoga pengalaman spiritual selama berhaji menjadi bekal untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan membawa manfaat bagi masyarakat,” katanya.

Cik Ujang juga mengajak masyarakat Sumatera Selatan untuk menjadikan kepulangan para jemaah haji sebagai momentum memperkuat kehidupan beragama serta mempererat keharmonisan sosial di tengah masyarakat.

“Kami berharap para jemaah yang baru kembali dapat menjadi penggerak kebaikan di tengah masyarakat. Mari bersama-sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan agar keberkahan senantiasa hadir dalam kehidupan kita,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Cik Ujang menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas penyelenggara ibadah haji yang telah bekerja keras memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah sejak keberangkatan hingga kepulangan ke tanah air.

“Terima kasih kepada seluruh petugas haji yang telah memberikan pelayanan terbaik. Mulai dari proses keberangkatan, pelaksanaan ibadah hingga kepulangan ke tanah air dapat berjalan dengan baik berkat dedikasi dan kerja keras semua pihak,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Provinsi Sumatera Selatan, M. Arkan Nurwahidin, mengatakan proses pemulangan jemaah kloter pertama berjalan lancar dan sesuai jadwal.

Ia menjelaskan seluruh unsur penyelenggara terus melakukan koordinasi untuk memastikan seluruh proses pemulangan berlangsung aman, tertib, dan nyaman hingga seluruh kloter tiba kembali di daerah masing-masing.

“Alhamdulillah, proses pemulangan jemaah haji kloter pertama berjalan dengan baik. Kami mengucapkan selamat datang kembali kepada seluruh jemaah dan berharap kemabruran hajinya dapat terus terjaga serta memberikan manfaat bagi keluarga dan masyarakat,” katanya.

Kedatangan kloter pertama ini menjadi awal dari rangkaian pemulangan jemaah haji Embarkasi Palembang Tahun 2026. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan bersama Panitia Penyelenggara Ibadah Haji berkomitmen memberikan pelayanan terbaik hingga seluruh jemaah kembali dengan selamat dan dapat berkumpul bersama keluarga.

Suasana penyambutan berlangsung penuh haru dan kebahagiaan. Tangis syukur mewarnai pertemuan para jemaah dengan keluarga yang telah menanti sejak lama. Momen tersebut menjadi penanda berakhirnya perjalanan ibadah di Tanah Suci sekaligus awal pengabdian para jemaah untuk mengamalkan nilai-nilai haji dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. (Ning)

Gubernur Herman Deru Dorong Pengembangan Olahraga Padel di Sumsel melalui Turnamen Ende Vol. 1

PALEMBANG -(deklarasinews. Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru secara resmi membuka Turnamen Padel Ende Vol. 1 yang digelar di Ende Padel, Taman Kenten, Palembang, Sabtu (30/5/2026).

Turnamen yang berlangsung selama dua hari tersebut mendapat sambutan antusias dari para pecinta olahraga padel di Sumsel. Sebanyak 95 tim turut ambil bagian dalam ajang perdana yang diharapkan menjadi momentum perkembangan olahraga padel di daerah ini.

Dalam sambutannya, Herman Deru mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Ende Vol. 1 yang dinilainya sebagai langkah positif dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga. Menurutnya, padel merupakan salah satu cabang olahraga yang saat ini tengah berkembang dan diminati berbagai kalangan.

Selain menjadi sarana rekreasi dan kebugaran, Herman Deru menilai olahraga padel memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi cabang olahraga yang mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi dari Sumatera Selatan.

“Menang atau kalah bukanlah tujuan utama dalam berolahraga. Yang terpenting adalah bagaimana kita tetap menjaga kekompakan, mempererat silaturahmi, dan menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas,” ujar Herman Deru.

Ia berharap olahraga padel dapat terus berkembang di Sumatera Selatan serta melahirkan atlet-atlet berprestasi yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Turnamen Ende Vol. 1 menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan dukungan Gubernur Sumsel dalam pembukaan turnamen tersebut. Menurutnya, dukungan pemerintah menjadi motivasi besar bagi komunitas padel untuk terus berkembang.

Ia menjelaskan bahwa Ende Padel tidak hanya disiapkan sebagai tempat penyelenggaraan kompetisi, tetapi juga sebagai ruang interaksi sosial yang sehat bagi masyarakat.

“Kami ingin Ende Padel menjadi rumah sehat bersama, tempat masyarakat dapat berolahraga, bersosialisasi, dan membangun kebersamaan. Terima kasih kepada Pak Gubernur yang telah hadir. Kami mohon bimbingan serta dukungannya untuk memberikan semangat kepada para padeler yang bertanding,” katanya.

Melalui penyelenggaraan Ende Vol. 1, para peserta tidak hanya berkompetisi untuk meraih prestasi, tetapi juga memperkuat jejaring persahabatan antarkomunitas olahraga. Turnamen ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin yang mendorong peningkatan prestasi olahraga padel sekaligus menginspirasi masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dan aktif.(Ning)

Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Lakukan Monitoring dan Penguatan di Rutan Kelas I Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang menerima kunjungan monitoring, pengawasan, dan penguatan pasca Hari Raya Idul Adha 1447 H / 2026 M oleh Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Yulius Sahruzah, pada Jumat (29/05/2026).

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB tersebut dilaksanakan sebagai bentuk pengawasan sekaligus penguatan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan di lingkungan Rutan Kelas I Palembang.

Dalam kunjungannya, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan melaksanakan peninjauan langsung terhadap Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) kebun melon yang menjadi salah satu program pembinaan kemandirian bagi warga binaan. Peninjauan ini dilakukan guna melihat secara langsung perkembangan program pembinaan yang dilaksanakan serta memastikan kegiatan berjalan secara optimal dan berkelanjutan.

Selain melakukan monitoring, Yulius Sahruzah juga memberikan penguatan kepada pejabat struktural dan seluruh jajaran Rutan Kelas I Palembang di ruang Kepala Rutan. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya menjaga integritas, meningkatkan kedisiplinan, profesionalisme, serta mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan demi mewujudkan pelayanan yang semakin baik.

Sebagai bagian dari pembinaan kepribadian dan penguatan nilai spiritual, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan turut melaksanakan Sholat Jumat berjamaah bersama pejabat struktural, petugas, dan warga binaan di Masjid At-Taubat Rutan Kelas I Palembang.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif serta diikuti dengan antusias oleh seluruh jajaran. Selama kegiatan berlangsung, situasi keamanan dan ketertiban di Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang tetap dalam keadaan aman dan kondusif. (Ning)