Honda Scoopy Makin Ikonik, Desain Retro-Modernnya Bikin Penampilan Makin Stand Out

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Sepeda motor kini tak lagi sekadar menjadi alat transportasi untuk menunjang mobilitas masyarakat. Bagi sebagian pengguna, kendaraan juga menjadi bagian dari gaya hidup sekaligus sarana untuk menunjukkan karakter dan identitas personal.

Melihat tren tersebut, Honda Scoopy hadir menawarkan perpaduan desain yang fashionable dengan beragam fitur modern. Skutik ini dirancang untuk mendukung mobilitas sehari-hari sekaligus memberikan ruang bagi penggunanya untuk tampil lebih percaya diri dengan gaya masing-masing.

Dengan konsep desain yang ikonik dan karakter yang unik, Honda Scoopy dinilai mudah dipadukan dengan berbagai gaya penggunanya. Motor ini dapat menemani beragam aktivitas, mulai dari berangkat kuliah, bekerja, berkumpul bersama teman, hingga menghadiri berbagai kegiatan.

Bagi pengguna yang menjadikan kendaraan sebagai bagian dari penampilan, karakter Honda Scoopy dapat dipadukan dengan pilihan outfit, warna maupun gaya personal. Dengan begitu, motor tidak hanya berfungsi sebagai kendaraan untuk berpindah tempat, tetapi juga menjadi bagian dari keseharian.

Marketing Manager Astra Motor Sumsel, Adrian Arlim, mengatakan Honda Scoopy dirancang untuk menjawab kebutuhan konsumen yang menginginkan sepeda motor dengan fungsi praktis sekaligus mempunyai karakter kuat.

“Saat ini, konsumen tidak hanya mempertimbangkan fungsi ketika memilih sepeda motor, tetapi juga bagaimana kendaraan tersebut dapat merepresentasikan gaya dan karakter mereka. Honda Scoopy memiliki desain yang unik dan fashionable sehingga memberikan ruang bagi penggunanya untuk mengekspresikan diri, sekaligus tetap nyaman digunakan untuk mendukung mobilitas sehari-hari,” ujar Adrian.

Perpaduan Retro dan Modern

Dari sisi desain, Honda Scoopy tetap mempertahankan karakter khas yang selama ini menjadi identitasnya. Tampilan tersebut memadukan nuansa retro dengan sentuhan modern sehingga menciptakan kesan yang ikonik sekaligus kekinian.

Salah satu detail yang memperkuat tampilan tersebut adalah sistem pencahayaan LED dengan desain crystal block. Selain memberikan sentuhan visual yang unik, sistem pencahayaan tersebut juga mendukung kebutuhan penerangan saat sepeda motor digunakan untuk berkendara.

Kesan modern juga terasa pada area kemudi. Honda Scoopy dibekali digital panel meter yang memberikan informasi berkendara dalam tampilan digital. Sementara itu, desain handle cover yang tertutup turut memperkuat kesan rapi dan modern pada bagian depan motor.

Untuk menjawab kebutuhan pengguna di era mobilitas digital, Honda Scoopy juga dilengkapi USB Type-C Charger. Fitur tersebut memberikan kemudahan bagi pengendara untuk mengisi daya perangkat selama menjalani berbagai aktivitas.

Bukan Sekadar Kendaraan

Selain mengedepankan tampilan, Honda Scoopy juga menawarkan kepraktisan yang dibutuhkan untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Perpaduan antara desain, fitur dan karakter berkendara membuat Scoopy menjadi pilihan bagi pengguna yang ingin tetap tampil stylish tanpa mengesampingkan aspek fungsionalitas dan kenyamanan dalam mobilitas.

Kehadiran Honda Scoopy juga membuka ruang bagi penggunanya untuk menampilkan gaya personal. Mulai dari pemilihan warna motor, pakaian yang dikenakan, hingga aktivitas yang dilakukan dapat disesuaikan dengan karakter masing-masing.

Konsep tersebut menjadikan Honda Scoopy bukan sekadar alat transportasi, melainkan bagian dari keseharian yang dapat melengkapi penampilan dan ekspresi diri penggunanya.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih jauh mengenai desain, fitur maupun pilihan Honda Scoopy, konsumen dapat mengunjungi jaringan dealer Honda terdekat di wilayah Sumatera Selatan untuk melihat produknya secara langsung.

Adrian menambahkan, pihaknya berharap Honda Scoopy dapat terus menjadi kendaraan yang mampu mengikuti karakter dan kebutuhan penggunanya.

“Kami ingin Honda Scoopy dapat terus menjadi teman perjalanan yang sesuai dengan karakter penggunanya. Karena setiap orang punya gaya masing-masing, dan Scoopy hadir untuk melengkapi gaya tersebut dengan cara yang unik dan tetap fungsional,” tutup Adrian. (ning)

Herman Deru Tegaskan Sumsel Tak Pasrah Hadapi Kemarau El Nino dan Ancaman Karhutla

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) menegaskan tidak akan tinggal diam menghadapi musim kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Nino serta meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menyampaikan hal tersebut saat meninjau langsung Posko Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang, bersama Wali Kota Palembang Ratu Dewa, Senin (7/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Herman Deru menekankan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak dalam menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering. Menurutnya, Palembang memiliki posisi strategis karena menjadi wajah Provinsi Sumatera Selatan.

Ia menilai kondisi Palembang secara tidak langsung akan menjadi gambaran mengenai kondisi Sumsel secara keseluruhan. Karena itu, upaya menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat, termasuk mencegah karhutla, harus dilakukan secara serius.

“Sampai titik ini kita sudah berupaya semaksimal mungkin. Bahwa Palembang adalah wajah Sumsel. Kita punya cara sendiri dalam merawatnya. Baik buruknya Palembang, mencerminkan Sumsel,” ujar Herman Deru.

Kemarau Panjang, Satu Wilayah Sudah 60 Hari Tanpa Hujan

Herman Deru mengungkapkan, Sumsel saat ini menghadapi kemarau yang cukup kering akibat pengaruh fenomena El Nino. Kondisi tersebut membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan dan meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Bahkan, terdapat satu wilayah di Sumsel yang telah mengalami kondisi tanpa hujan selama 60 hari. Kekeringan tersebut berdampak terhadap kondisi lahan yang mengalami gagal panen atau berubah menjadi lahan fuso.

Karena itu, menurut Herman Deru, langkah pencegahan harus menjadi prioritas sebelum kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar.

“Kalau terkait kebakaran, yakni mencegahnya. Saya apresiasi kesigapan Wali Kota Palembang,” katanya.

Soroti Lahan HGU yang Tidak Dimanfaatkan

Selain persoalan cuaca, Herman Deru juga menyoroti keberadaan lahan yang memiliki status Hak Guna Usaha (HGU), namun tidak dimanfaatkan secara optimal.

Ia meminta agar pemilik lahan HGU yang tidak memanfaatkan lahannya dan justru menimbulkan keresahan maupun mengganggu masyarakat dapat diberikan teguran.

“Kepada pemilik lahan HGU jika tidak dimanfaatkan, ini mungkin bisa kita tegur jika meresahkan dan mengganggu masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, persoalan lahan tidak boleh dibiarkan menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko terjadinya kebakaran, terutama ketika kondisi cuaca sedang sangat kering.

Palembang Tetap Diperkuat Hadapi Karhutla

Meski Palembang merupakan wilayah perkotaan dan bukan termasuk daerah yang menjadi target utama pencegahan karhutla, Pemprov Sumsel tetap memberikan dukungan terhadap upaya penanggulangan kebakaran di Kota Palembang.

Salah satu bentuk dukungan tersebut dilakukan melalui pemberian honorarium kepada anggota Perlindungan Masyarakat (Linmas) yang ikut terlibat membantu proses pemadaman kebakaran.

Herman Deru menilai keterlibatan masyarakat dan unsur pemerintahan di tingkat bawah sangat penting karena penanganan kebakaran membutuhkan respons cepat sebelum api semakin meluas.

Minta Pelayanan Kesehatan Tak Menunggu Kondisi Memburuk

Dampak karhutla terhadap kesehatan masyarakat juga menjadi perhatian Gubernur Sumsel.

Herman Deru meminta agar masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan segera mendapatkan pelayanan medis. Ia menekankan, petugas tidak perlu menunggu terlalu lama atau terlebih dahulu mempertanyakan penyebab penyakit sebelum memberikan pelayanan.

“Sebaiknya segera diambil tindakan pelayanan tanpa perlu ditanya apa penyebab penyakitnya. Mudah-mudahan hal ini bisa kita lalui,” harapnya.

Menurutnya, keselamatan dan kesehatan masyarakat harus menjadi prioritas di tengah ancaman asap dan dampak lain yang dapat ditimbulkan oleh karhutla.

279 Titik Api Tercatat di Palembang

Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa mengapresiasi kunjungan Gubernur Sumsel ke Posko Penanggulangan Karhutla di Kecamatan Alang-Alang Lebar.

Ratu Dewa menyampaikan bahwa berdasarkan catatan sejak Januari hingga September 2026, terdapat sebanyak 279 titik api yang terpantau di wilayah Kota Palembang.

Data tersebut menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan, terutama di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya potensi kebakaran.

Alang-Alang Lebar Catat 17 Kejadian dalam 10 Hari

Di lokasi yang sama, Camat Alang-Alang Lebar Mukhtiar Hijrun, S.STP., menjelaskan bahwa wilayahnya menjadi salah satu kawasan yang cukup sering mengalami kejadian karhutla.

Dalam kurun waktu 10 hari terakhir, tercatat sebanyak 17 kejadian karhutla di Kecamatan Alang-Alang Lebar. Meski jumlah kejadiannya cukup tinggi, luas lahan yang terbakar relatif kecil, yakni berkisar antara 0,3 hingga 0,6 hektare.

Penanganan terhadap kejadian tersebut, kata Mukhtiar, dilakukan secara cepat sehingga api tidak sampai meluas.

Selain itu, pihaknya menyebut telah terdapat satu orang tersangka dalam kasus karhutla. Tersangka tersebut saat ini telah ditahan di Polrestabes/Polresta Palembang terkait kasus kebakaran lahan di Kelurahan Karya Baru.

Minta Satu Unit Mobil Damkar Standby

Untuk memperkuat kesiapsiagaan selama periode El Nino, Camat Alang-Alang Lebar berharap adanya tambahan satu unit mobil pemadam kebakaran (damkar) yang dapat disiagakan di wilayah tersebut.

Menurut Mukhtiar, keberadaan armada damkar yang standby akan mempercepat respons apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran, baik kebakaran lahan maupun kebakaran rumah warga.

“Posko penanggulangan kebakaran di Alang-Alang Lebar, selama masa El Nino akan meminta bantuan berupa satu mobil damkar untuk standby di sini. Kita gotong royong dengan Linmas dan kelurahan,” jelasnya.

Selain mengandalkan armada pemadam kebakaran, pihak kecamatan juga menggandeng sejumlah pihak, termasuk PDAM dan TSM, untuk menyiapkan kendaraan pengangkut air.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat kesiapsiagaan apabila terjadi kebakaran.

“Kami juga bekerja sama dengan PDAM dan TSM untuk mempersiapkan mobil air sehingga jika terjadi kebakaran, baik karhutla atau rumah warga, sudah siap,” tambahnya.

Dengan kondisi kemarau yang masih berlangsung, pemerintah daerah bersama aparat, Linmas, kelurahan dan masyarakat diharapkan terus memperkuat koordinasi. Kecepatan dalam mendeteksi titik api dan melakukan pemadaman dinilai menjadi kunci agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (ning)

30 Finalis Berebut Gelar Icon Academy 2026, Penilaian Juri Ternyata Bukan Cuma Soal Penampilan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Bukan sekadar ajang mencari juara. Grand Final Icon Academy 2026 menjadi panggung bagi puluhan anak berbakat di Palembang untuk menunjukkan kemampuan sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan publik.

Sebanyak 30 finalis tampil dalam Grand Final Icon Academy 2026 yang digelar Academy Of Talent Modelling School di Amaris Hotel, Jalan Demang Lebar Daun, Palembang, Sabtu (29/8/2026).

Puluhan finalis tersebut sebelumnya harus melewati proses seleksi yang cukup ketat. Dari sekitar 50 peserta, panitia kemudian menyeleksi hingga tersisa 30 peserta yang berhak melaju ke babak grand final.

Ketua Pelaksana Grand Final Icon Academy 2026, Yayan Saputra, didampingi Owner Academy Of Talent Modelling School, Fitriani alias Kak Ipet, mengatakan kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengasah kreativitas sekaligus mengembangkan bakat yang mereka miliki.

“Tujuannya mengembangkan kreativitas dan bakat anak-anak, baik di dunia modelling maupun fashion show. Kemudian juga dancer dan singing,” ujar Yayan.

Tiga Bakat Dipertandingkan

Tahun ini, terdapat tiga bidang utama yang diperlombakan, yakni singing, modelling, dan dancer.

Pesertanya berasal dari berbagai kelompok usia. Mulai dari anak-anak berusia 4 tahun hingga 13 tahun. Sementara untuk kategori remaja, penyelenggara memberikan batas usia hingga 15 tahun.

Yayan mengatakan jumlah peserta remaja dalam ajang kali ini tidak terlalu banyak sehingga kategori usia tersebut dibatasi.

Menariknya, kompetisi ini juga menunjukkan bahwa kesempatan untuk tampil dan mengembangkan bakat terbuka bagi siapa saja.

Salah satu finalis diketahui memiliki keterbatasan penglihatan. Namun kondisi tersebut tidak menghalanginya untuk mengikuti kompetisi.

Peserta tersebut berhasil terpilih setelah menunjukkan kemampuan bernyanyi yang dinilai cukup baik.

Kehadirannya menjadi salah satu gambaran bahwa panggung Icon Academy tidak hanya berbicara soal kemampuan tampil, tetapi juga tentang keberanian dan kesempatan untuk menunjukkan potensi yang dimiliki.

Bukan Sekadar Cantik dan Pandai Berlenggak-lenggok

Untuk menentukan para pemenang, juri tidak hanya melihat penampilan secara kasat mata. Setiap kategori memiliki sejumlah indikator penilaian.

Pada kategori modelling, peserta dinilai dari kemampuan melakukan catwalk, ekspresi wajah, make-up, kostum, hingga aksesori dan berbagai pernak-pernik yang digunakan.

Sementara untuk kategori singing, kemampuan vokal menjadi perhatian utama. Juri juga mempertimbangkan ketepatan tempo ketika bernyanyi serta penampilan peserta secara keseluruhan.

Berbeda dengan modelling, pada kategori foto model, peserta dituntut menunjukkan kreativitas melalui gaya dan pose.

Cara peserta berpose, kemampuan mengekspresikan diri di depan kamera, kreativitas, penggunaan properti hingga variasi gaya menjadi bagian yang diperhatikan juri.

“Dilihat dari ia bergaya seperti apa, cara ia berpose, cara berfoto, kreativitasnya, properti yang dipakai, apakah monoton atau tidak,” jelas Yayan.

Sedangkan untuk kategori dancer, penilaian mencakup gerakan tari, kostum, power, serta penampilan peserta secara keseluruhan.

Sudah Berjalan Sejak 2017

Icon Academy bukanlah ajang yang baru digelar tahun ini.

Menurut Yayan, kegiatan tersebut telah rutin dilaksanakan sejak 2017.

Selama ini, penyelenggaraan Icon Academy umumnya berlangsung di dalam pusat perbelanjaan atau mal.

Namun, ada perubahan konsep pada pelaksanaan tahun 2026.

Untuk pertama kalinya, kegiatan tersebut digelar di hotel. Pemilihan Amaris Hotel sebagai lokasi grand final disebut sebagai bagian dari upaya penyelenggara menghadirkan acara yang lebih baik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Biasanya ada di dalam sebuah mal. Baru tahun 2026 ini diadakan di sebuah hotel karena kami menginginkan event tahun 2026 ini bisa lebih bagus dan lebih baik dari event tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Yayan.

Peserta Lama Masih Punya Kesempatan

Ada pula kesempatan menarik bagi peserta yang pernah mengikuti Icon Academy pada tahun sebelumnya tetapi belum berhasil menjadi juara.

Panitia tetap membuka peluang bagi mereka untuk kembali berkompetisi.

Syaratnya, peserta tersebut belum pernah menyandang status sebagai Icon.

“Selama ia belum menjadi Icon, ia diperbolehkan ikut kembali,” kata Yayan.

Dengan aturan tersebut, peserta yang sebelumnya belum berhasil masih memiliki kesempatan untuk belajar dari pengalaman, memperbaiki kemampuan, dan kembali mencoba peruntungannya.

Pesan Yayan: Jangan Takut Naik Panggung

Di balik persaingan menjadi juara, Yayan menyebut ada pesan yang jauh lebih penting yang ingin ditanamkan kepada para peserta.

Yakni kepercayaan diri.

Menurutnya, keberanian tampil di depan orang banyak bukanlah sesuatu yang mudah, terutama bagi anak-anak.

Karena itu, ia mendorong seluruh peserta untuk tidak takut menunjukkan kemampuan mereka.

“Berani tampil di depan umum itu tidak mudah. Selama ingin berkembang dan punya bakat, ayo berani tampil di panggung,” pesannya.

Bagi Yayan, kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan.

Pengalaman tampil, keberanian, kemampuan mengembangkan bakat dan tumbuh menjadi pribadi yang lebih percaya diri juga merupakan bagian penting dari proses tersebut.

“Menang tidak menang itu rezeki. Yang penting PD (percaya diri),” pungkasnya. (Ning)

Meriahkan HUT RI ke 81, KOMASA Sumsel Satukan Pengurus dan Anggota dalam Satu Momen Penuh Keakraban

PALEMBANG —(deklarasinews.com)- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Komando Wilayah (DKW) Provinsi, Dewan Pengurus Daerah (DPD) Kota, dan Dewan Pengurus Cabang (DPC) Komando Macan Asia (KOMASA) menggelar berbagai perlombaan bagi para pengurus dan anggota.

Kegiatan yang berlangsung pada Selasa (25/8/2026) tersebut digelar di Cafe Bucin, Jalan Sultan Mansyur No. 687, Palembang. Suasana perlombaan berlangsung meriah dan penuh keakraban karena diikuti puluhan peserta dari jajaran pengurus dan anggota KOMASA.

Beragam permainan khas perayaan kemerdekaan turut memeriahkan kegiatan tersebut. Di antaranya lomba lari kelereng, memasukkan paku ke dalam botol, joget balon, lari membawa bendera, makan kerupuk, serta lomba menjepit balon menggunakan kaki dan kedua tangan dengan mengenakan helm dan kacamata.

Sekretaris Wilayah DKW KOMASA Sumatera Selatan, Abdullah MD, SE, mengatakan seluruh peserta mengikuti perlombaan dengan antusias dan penuh kegembiraan.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-81 RI, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi antaranggota dan pengurus KOMASA.

“Puluhan peserta sangat antusias mengikuti berbagai lomba dengan bahagia. Kegiatan ini selain dalam rangka HUT RI ke-81, juga untuk mempererat tali silaturahmi antar pengurus dan anggota KOMASA yang selama ini mungkin hanya saling mengenal melalui grup. Hari ini kita bisa bertemu dan mengenal semuanya secara langsung,” ujar Abdullah.

Ia menambahkan, KOMASA merupakan organisasi yang berupaya membangun jaringan kemitraan dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, tokoh masyarakat hingga pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta sektor pertanian terpadu.

Dalam bidang ekonomi, lanjut Abdullah, Unit UMKM KOMASA aktif mendorong berbagai jenis usaha, mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, jasa kreatif hingga usaha berbasis digital.

“Unit UMKM KOMASA aktif di berbagai bidang usaha mulai dari kuliner, kerajinan, fashion, jasa kreatif hingga usaha digital,” katanya.

Sementara itu, Ketua DKW KOMASA Sumsel, Zulhirian Tina Sari atau yang akrab disapa Bunda Rianty, menegaskan bahwa KOMASA tidak hanya berorientasi sebagai organisasi sosial. Menurutnya, KOMASA juga ingin mengambil peran sebagai gerakan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah pengembangan pertanian terpadu. Program tersebut dinilai dapat menjadi solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus meningkatkan pendapatan masyarakat, khususnya para petani.

Bunda Rianty menjelaskan, konsep pertanian terpadu yang dikembangkan KOMASA memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya integrasi antara tanaman pangan, peternakan dan perikanan.

Selain itu, konsep tersebut mengedepankan keberlanjutan lingkungan, menekan biaya operasional dengan target hasil yang maksimal, serta membuka peluang pendapatan berlapis bagi petani.

“Komasa Sumsel membawa satu tekad menjadi penggerak utama dalam membangun potensi ekonomi rakyat,” tegas Bunda Rianty.

Menurutnya, sebuah organisasi tidak cukup hanya memiliki struktur yang besar. Keberadaan organisasi harus mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat melalui berbagai program yang menyentuh kebutuhan pelaku ekonomi di lapangan.

Ia menilai akses terhadap modal, pasar, teknologi, pendampingan serta fasilitas pendukung merupakan hal penting yang perlu diperkuat agar pelaku usaha rakyat dapat berkembang lebih cepat.

Karena itu, Bunda Rianty juga mengajak pemerintah daerah untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan KOMASA dan berbagai elemen masyarakat.

“Kami butuh sinergi dengan pemerintah agar program ini tidak berjalan sendiri. Kami bergerak dari akar rumput, dan jalur komunikasi dengan pemerintah sangat penting,” ujarnya.

Ia berharap KOMASA Sumsel ke depan dapat terus berkembang sebagai organisasi yang tidak hanya aktif secara kelembagaan, tetapi juga mampu menghasilkan program nyata yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadi organisasi yang berbuat, bermanfaat, dan bermartabat. Semangat kami jelas: Pancasila, UUD 1945, dan pengabdian untuk masyarakat,” pungkasnya. (Ning)

Bukan Sekadar Sosialisasi, Honda Sumsel dan Kodam II Sriwijaya Siapkan Gerakan #Cari_Aman

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Astra Motor Sumsel bersama Kodam II Sriwijaya, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumsel, dan PT Jasa Raharja berkolaborasi menggelar Sosialisasi Keselamatan Berlalu Lintas dalam Berkendara di Pomdam II Sriwijaya, Senin (24/8/2026).

Kegiatan tersebut diikuti 226 peserta yang terdiri dari prajurit dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Kodam II Sriwijaya.

Sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya lintas instansi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya para peserta, terhadap pentingnya keselamatan saat berkendara. Edukasi diberikan untuk meningkatkan pemahaman mengenai berbagai potensi risiko di jalan sekaligus mendorong penerapan perilaku berkendara yang aman dan disiplin.

Honda Sumsel Dorong Budaya #Cari_Aman

Dalam kegiatan tersebut, Honda Sumsel memberikan edukasi keselamatan berkendara dengan membawa kampanye #Cari_Aman.

Kampanye tersebut menekankan pentingnya mempersiapkan kondisi pengendara dan kendaraan sebelum melakukan perjalanan, menggunakan perlengkapan keselamatan yang sesuai, serta mematuhi seluruh peraturan lalu lintas.

Safety Riding & Community Supervisor Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, mengatakan keselamatan berlalu lintas tidak dapat dipisahkan dari kesadaran dan kedisiplinan setiap pengguna jalan.

“Keselamatan berkendara bukan hanya tentang kemampuan mengendalikan kendaraan, tetapi juga bagaimana kita membangun kebiasaan yang aman dan disiplin saat berada di jalan. Melalui edukasi ini, kami berharap para prajurit dan jajaran Kodam II Sriwijaya dapat semakin memahami pentingnya #Cari_Aman dan turut menjadi contoh dalam menerapkan budaya keselamatan berlalu lintas,” ujar Fathan.

Menurutnya, kemampuan berkendara yang baik harus diiringi dengan perilaku yang bertanggung jawab. Pengendara dituntut tidak hanya memperhatikan keselamatan diri sendiri, tetapi juga memperhitungkan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Kolaborasi Lintas Instansi Perkuat Edukasi

Fathan menambahkan, kolaborasi antara berbagai instansi menjadi salah satu langkah strategis untuk memperluas jangkauan edukasi keselamatan berkendara.

Semakin banyak pihak yang terlibat dalam menyampaikan pesan keselamatan, menurutnya, semakin besar pula peluang terbentuknya budaya berkendara yang aman dan tertib di tengah masyarakat.

Selain materi dari Honda Sumsel, peserta juga mendapatkan edukasi dari Ditlantas Polda Sumsel dan PT Jasa Raharja.

Keterlibatan ketiga pihak tersebut memberikan sudut pandang yang lebih komprehensif mengenai keselamatan berlalu lintas, mulai dari aspek perilaku pengendara, kepatuhan terhadap aturan, hingga perlindungan bagi pengguna jalan.

Dengan demikian, peserta tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai teknik dan kebiasaan berkendara yang aman, tetapi juga memahami pentingnya ketertiban serta perlindungan dalam aktivitas berlalu lintas.

Diharapkan Menjadi Kebiasaan Sehari-hari

Melalui kegiatan tersebut, Honda Sumsel kembali menegaskan komitmennya untuk terus menggaungkan budaya #Cari_Aman di berbagai lapisan masyarakat.

Edukasi keselamatan berkendara dinilai tidak cukup hanya disampaikan melalui kegiatan sosialisasi. Pesan tersebut diharapkan dapat diterapkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari.

Mulai dari memastikan kondisi kendaraan sebelum digunakan, mengenakan perlengkapan keselamatan, menjaga konsentrasi selama berkendara, hingga mematuhi rambu dan aturan lalu lintas merupakan bagian dari upaya menciptakan perjalanan yang lebih aman.

Honda Sumsel berharap semangat #Cari_Aman dapat terus tumbuh menjadi budaya bersama sehingga keselamatan tidak sekadar menjadi slogan, tetapi menjadi kebiasaan setiap pengguna jalan.

Dengan kolaborasi antara dunia usaha, aparat keamanan, instansi pemerintah, dan masyarakat, upaya menciptakan lalu lintas yang lebih aman dan tertib di Sumatera Selatan diharapkan dapat dilakukan secara berkelanjutan. (Ning)

Wamenkes dan Wamendagri Tinjau RSUD Palembang BARI, Layanan Rujukan dan Penanganan TB Jadi Sorotan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Palembang BARI, Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah memastikan kesiapan rumah sakit rujukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari layanan rujukan, fasilitas radiologi atau imaging, ruang perawatan umum, hingga penanganan penyakit tuberkulosis (TB).

Dalam peninjauan tersebut, Wamenkes dan Wamendagri melihat secara langsung sejumlah fasilitas utama RSUD Palembang BARI.

Keduanya juga mengecek kondisi peralatan medis, alur pelayanan pasien, serta kesiapan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai unit.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas kesehatan rujukan di daerah memiliki kapasitas yang memadai dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain ketersediaan tenaga kesehatan, dukungan alat diagnostik dan penerapan sistem rujukan berjenjang juga menjadi bagian penting yang turut diperhatikan.

RSUD Palembang BARI merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Selatan. Pemerintah Kota Palembang berharap penguatan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk penambahan peralatan medis serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, dapat berdampak pada semakin cepat dan meratanya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain meninjau fasilitas pelayanan rumah sakit, Wamendagri Akhmad Wiyagus turut mendorong pemerintah daerah dan jajaran sektor kesehatan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat eliminasi tuberkulosis di Sumatera Selatan.

Wiyagus mengapresiasi sejumlah daerah di Sumsel yang dinilai telah menunjukkan langkah positif dalam penanggulangan TB.

Kota Palembang menjadi salah satu daerah yang telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) TB serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB).

Namun, menurut Wiyagus, langkah tersebut baru dilakukan oleh lima dari total 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Yang sudah melakukan ini baru lima dari 17 kabupaten/kota. Ini harus menjadi contoh dan mendorong daerah lain untuk segera bergerak,” kata Wiyagus, Senin (24/8/2026).

Ia menilai daerah yang telah memiliki perangkat penanggulangan TB tersebut dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya.

Penguatan tata kelola dinilai penting untuk mengejar target eliminasi TB secara nasional dalam tiga tahun mendatang.

Puskesmas Diminta Lebih Aktif Cegah TB

Wiyagus juga menekankan pentingnya mengoptimalkan peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Menurutnya, upaya penanggulangan TB tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang sudah terdiagnosis.

Orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB juga perlu mendapatkan perhatian melalui pendekatan yang tepat, edukatif, sekaligus lebih tegas agar bersedia menjalani pengobatan pencegahan secara konsisten.

“Selama ini pemberian TPT masih terlalu permisif, sebatas menawarkan apakah mau berobat. Ke depan, kontak erat perlu diarahkan dengan lebih tegas agar menjalani pengobatan pencegahan,” ujarnya.

Ia berharap penguatan deteksi dini, pengobatan, pencegahan, serta koordinasi lintas sektor dapat mempercepat penanggulangan TB di Sumatera Selatan.

Menurutnya, keberhasilan eliminasi TB membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya fasilitas kesehatan, tetapi juga pemerintah daerah dan sektor terkait lainnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Palembang BARI, dr. Amalia, M.Kes., menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut juga tengah memperkuat layanan kesehatan melalui penambahan fasilitas dan kerja sama pelayanan.

Salah satunya adalah Cathlab (Catheterization Laboratory), yakni fasilitas yang digunakan untuk membantu pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung melalui prosedur kateterisasi.

Menurut dr Amalia, RSUD Palembang BARI baru menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk layanan Cathlab tersebut.

Dengan adanya fasilitas ini, ke depan pasien dengan penyakit jantung diharapkan dapat memperoleh penanganan menggunakan fasilitas yang tersedia di RSUD BARI.

Selain layanan Cathlab, RSUD BARI juga tengah memperoleh dukungan berupa sejumlah alat kesehatan baru serta penguatan sumber daya manusia.

Penambahan tersebut diharapkan tidak sekadar memperlengkapi fasilitas rumah sakit, tetapi juga mampu mempercepat pelayanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut maupun layanan rujukan.

Bukan Sekadar Memiliki Alat, tetapi Memastikan Alur Pelayanan Berjalan

Menurut pihak rumah sakit, tantangan pelayanan kesehatan bukan hanya memastikan tersedianya peralatan dan ruang pelayanan.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh fasilitas tersebut dapat terintegrasi dalam satu alur pelayanan yang efektif.

Mulai dari pasien datang, menjalani pemeriksaan, mendapatkan diagnosis, hingga memperoleh tindakan medis atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain sesuai kebutuhan, seluruh tahapan harus berjalan secara optimal.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan Wamenkes dan Wamendagri di RSUD Palembang BARI.

Kesiapan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan di Sumatera Selatan kembali dilihat secara langsung, terutama pada aspek layanan TB, radiologi, ketersediaan fasilitas medis, serta sistem rujukan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pasien.

Di sisi lain, Direktur RSUD Palembang BARI dr. Amalia mengajak masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit tersebut.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan agar segera memeriksakan diri sehingga kondisi penyakit dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

“Jangan ragu dengan pelayanan. Jika ada keluhan-keluhan penyakit, segera datang ke RS BARI dan kami sudah siapkan sesuai dengan program Wali Kota. Jika tidak bisa datang, bisa dengan program jemputan Abang,” ujar dr Amalia.

Program tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang mengalami kendala untuk datang langsung ke rumah sakit.

Dengan penguatan fasilitas, penambahan alat kesehatan, peningkatan sumber daya manusia, serta dukungan sistem rujukan dan layanan jemputan, RSUD Palembang BARI diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Selatan.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan benar-benar berujung pada pelayanan yang lebih cepat, mudah, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Ning)

Tekan Kejahatan Jalanan, Wakil Ketua DPRD Palembang Dorong Sinergi Polrestabes dan Pemkot Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Ketua DPRD Kota Palembang, M. Hidayat, S.E., M.Si., menyatakan dukungannya terhadap langkah Kapolrestabes Palembang dalam menindak tegas para pelaku kejahatan jalanan yang meresahkan masyarakat (22/8/2026).

Hidayat menilai upaya kepolisian dalam menciptakan keamanan dan ketertiban di Kota Palembang perlu terus diperkuat, terutama pada malam hari serta di sejumlah ruas jalan dan kawasan yang rawan terjadinya tindak kriminal.

“Kami mendukung langkah Kapolrestabes Palembang dan jajaran dalam menindak tegas pelaku kejahatan jalanan. Keamanan masyarakat harus menjadi prioritas,” ujar Hidayat.

Menurutnya, peningkatan patroli dan pengawasan di lokasi-lokasi rawan sangat penting untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas maupun melintas pada malam hari.

Selain mendukung langkah kepolisian, Hidayat juga meminta Pemerintah Kota Palembang ikut memberikan dukungan terhadap upaya peningkatan keamanan tersebut.

Dukungan itu, kata dia, dapat dilakukan melalui sinergi lintas instansi, penyediaan sarana dan prasarana pendukung, serta dukungan anggaran sesuai kewenangan dan ketentuan yang berlaku.

“Persoalan keamanan tidak bisa hanya dibebankan kepada kepolisian. Pemerintah kota juga perlu ikut mensupport sesuai kewenangannya, baik dari sisi fasilitas, sarana pendukung maupun anggaran yang memungkinkan secara aturan,” tegasnya.

Hidayat berharap sinergi antara Polrestabes Palembang, Pemerintah Kota Palembang, DPRD, dan masyarakat dapat semakin diperkuat untuk mencegah serta menekan angka kejahatan jalanan.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan segera melaporkan apabila menemukan aktivitas yang mencurigakan atau menjadi korban tindak kriminal.

“Harapan kita, Kota Palembang semakin aman dan kondusif. Masyarakat harus merasa nyaman beraktivitas, termasuk ketika harus bepergian pada malam hari,” pungkasnya. (Ags)

Polda Sumsel Bongkar Jaringan Solar Subsidi, 5.350 Liter Diamankan dari Gudang Penampungan di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap dugaan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan niaga bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi di Kota Palembang. Dalam pengungkapan tersebut, Subdit IV Tipidter mengamankan sedikitnya 5.350 liter solar bersubsidi beserta sejumlah kendaraan dan peralatan yang diduga digunakan untuk menjalankan aksi pelangsiran dan penampungan BBM subsidi.

Pengungkapan dilakukan pada Selasa, 11 Agustus 2026, sekitar pukul 22.00 WIB, di kawasan Jalan Kolonel Sulaiman Amin, Kelurahan Talang Kelapa, Kecamatan Alang-Alang Lebar, Kota Palembang.

Wadirreskrimsus Polda Sumsel AKBP Listiyono Dwi Nugroho, S.I.K., M.H., dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026), menjelaskan bahwa pengungkapan berawal dari informasi masyarakat mengenai adanya aktivitas mencurigakan di dalam Bengkel Las Air Balui.

Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Subdit IV Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel melakukan penyelidikan secara intensif. Dari hasil penyelidikan, petugas menemukan adanya aktivitas pembelian solar bersubsidi secara berulang di sejumlah SPBU dengan menggunakan QR barcode yang berbeda-beda.

Solar tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tangki kendaraan yang telah dimodifikasi untuk menampung BBM dalam jumlah lebih besar.

Petugas selanjutnya melakukan pembuntutan terhadap aktivitas para pelaku sejak dari salah satu SPBU di wilayah Palembang. Hingga akhirnya, pada Selasa malam, personel berhasil mengamankan tiga orang yang diduga terlibat, masing-masing berinisial Sun (34), Her (41), dan Hek (41).

Ketiganya diamankan di lokasi gudang penampungan ketika sedang membongkar dan menurunkan muatan solar bersubsidi yang diduga merupakan hasil pelangsiran dari sejumlah SPBU.

Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit mobil Panther warna hijau, dua unit truk warna kuning, serta satu unit truk modifikasi tanpa nomor polisi yang telah dilengkapi tangki petak.

Selain kendaraan, petugas juga mengamankan puluhan jerigen berisi solar, beberapa unit baby tank atau tedmond, drum, mesin penyedot, selang, serta sejumlah alat komunikasi.

Dalam pengungkapan ini, penyidik juga menemukan adanya dugaan keterlibatan seorang pemodal berinisial S yang diduga berperan sebagai pemodal sekaligus pemilik gudang penampungan. Terhadap S, penyidik masih melakukan pengejaran dan pengembangan untuk mengungkap lebih jauh jaringan penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumsel AKBP Andrie Setiawan, S.H., S.I.K., M.H., mengatakan bahwa penyidik masih terus mengembangkan perkara, khususnya terkait asal-usul dan kepemilikan QR barcode yang digunakan dalam pembelian solar bersubsidi.

“Kami masih mengembangkan kasus ini, terutama akan mendalami kepemilikan QR barcode yang digunakan dalam aksi penimbunan ini guna membongkar jaringan yang lebih luas,” ujar AKBP Andrie Setiawan, S.H., S.I.K., M.H.

Atas perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja juncto Pasal 20 huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Para pelaku terancam pidana penjara paling lama enam tahun dan pidana denda paling banyak Rp60 miliar.

Pengungkapan ini menjadi bagian dari komitmen Polda Sumatera Selatan dalam menjaga distribusi energi bersubsidi agar tepat sasaran. Penyalahgunaan BBM bersubsidi tidak hanya merugikan masyarakat yang berhak menerima, tetapi juga berpotensi mengganggu ketersediaan energi serta menimbulkan kerugian terhadap perekonomian negara.

Kompol I Putu Suryawan mewakili Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepolisian akan mengambil tindakan tegas terhadap setiap bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami akan menindak tegas setiap bentuk kejahatan penyalahgunaan BBM bersubsidi tanpa kompromi guna memastikan distribusi energi tepat sasaran dan menjaga stabilitas keamanan di wilayah hukum Polda Sumatera Selatan,” ujar Kompol I Putu Suryawan.

Saat ini, penyidik masih melengkapi berkas perkara untuk selanjutnya dilimpahkan kepada jaksa penuntut umum. Polisi juga terus mendalami keterlibatan pihak lain, termasuk menelusuri jaringan pemodal, asal-usul QR barcode, serta kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi di wilayah Sumatera Selatan.

Polda Sumatera Selatan menegaskan bahwa pengawasan dan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi akan terus dilakukan sebagai bentuk perlindungan terhadap kepentingan masyarakat sekaligus memastikan program subsidi energi pemerintah benar-benar dinikmati oleh masyarakat yang berhak. (Ning)

Pupuk Kebersamaan Lewat Olahraga, Warga RW 06 Bukit Lama Kompak Meriahkan HUT RI ke-81

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 berlangsung meriah di kawasan Jalan Padang Selasa, Kelurahan Bukit Lama, Kecamatan Ilir Barat Satu, Minggu (16/8/2026). Ratusan warga dari RT 17, 18, dan 19 di lingkungan RW 06 antusias memadati area untuk mengikuti kegiatan jalan santai dan senam sehat bersama.

Acara ini turut dihadiri oleh Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kota Palembang, H. Yustin Kurniawan Zendrato. Di sela-sela kegiatan, Yustin menyampaikan apresiasinya terhadap kekompakan warga RW 06 yang dinilai sangat solid dalam menjaga semangat kemerdekaan.

Ketua RT 17, Ipong Ramdani, dalam pesannya menekankan bahwa esensi utama dari kegiatan ini adalah memupuk kebersamaan dan kepedulian antar sesama warga maupun lingkungan sekitar. Ia berharap momentum ini dapat memperkuat harmonisasi antar-RT, khususnya di dalam wilayah koordinasi RW 06.

Kegembiraan juga dirasakan oleh para peserta, salah satunya Jauhari (49). Ia mengaku sangat senang bisa berpartisipasi dalam agenda tahunan ini. Menurutnya, selain menjadi sarana berolahraga demi menjaga kesehatan tubuh, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi yang efektif untuk saling mengakrabkan diri antar tetangga.

Kemeriahan jalan santai dan senam sehat ini ditutup dengan ramah tamah antar warga, menegaskan kuatnya rasa persaudaraan dan semangat gotong royong di RW.06 Kelurahan Bukit Lama dalam menyambut HUT RI ke-81. (Ning).

Semarak HUT ke-81 RI, Pegawai Rutan Palembang Adu Strategi di Lomba Catur dan Gaple

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Semarak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 turut dirasakan jajaran Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Palembang. Sejumlah pegawai Rutan Palembang ambil bagian dalam Lomba Catur dan Gaple Antarpegawai yang digelar oleh Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Sumatera Selatan.

Kegiatan tersebut berlangsung pada Sabtu (8/8/2026), mulai pukul 19.00 WIB hingga selesai. Pertandingan dipusatkan di Lapangan Tenis Indoor Rutan Kelas I Palembang dan menjadi salah satu rangkaian kegiatan Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.

Dalam kegiatan tersebut, Rutan Kelas I Palembang mengirimkan sejumlah pegawai untuk berpartisipasi sekaligus menunjukkan dukungan terhadap rangkaian perayaan kemerdekaan. Pada cabang catur, sebanyak empat pegawai Rutan Palembang diturunkan sebagai peserta dengan didampingi satu orang pegawai.

Sementara pada cabang gaple, Rutan Kelas I Palembang mengirimkan satu tim yang terdiri atas dua orang pegawai. Komposisi peserta tersebut telah disesuaikan dengan ketentuan yang ditetapkan oleh panitia penyelenggara.

Sebelum perlombaan digelar, seluruh peserta terlebih dahulu mengikuti proses pendaftaran sesuai mekanisme yang telah ditentukan. Peserta lomba catur melakukan registrasi melalui tautan yang disediakan panitia, sedangkan pendaftaran peserta gaple dikoordinasikan melalui panitia atas nama Meiza Volta.

Tidak sekadar menjadi ajang adu kemampuan dan strategi, keikutsertaan pegawai Rutan Palembang dalam perlombaan tersebut juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi serta membangun kekompakan di antara jajaran Pemasyarakatan.

Semangat sportivitas dan persaudaraan tampak mewarnai jalannya pertandingan. Para peserta mengikuti perlombaan dengan penuh antusias, sementara suasana kegiatan berlangsung meriah, tetapi tetap tertib dan kondusif.

Momentum tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi para pegawai untuk sejenak membangun interaksi dalam suasana yang lebih santai di luar rutinitas pekerjaan. Nilai kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat memperkuat solidaritas dan kerja sama dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Kepala Rutan Kelas I Palembang, M. Rolan, mengatakan keikutsertaan pegawai dalam kegiatan tersebut merupakan bentuk dukungan terhadap seluruh rangkaian Semarak HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Menurutnya, kegiatan perlombaan juga memiliki nilai penting dalam memperkuat hubungan kekeluargaan di lingkungan kerja.

«“Melalui kegiatan seperti ini, kita tidak hanya berkompetisi, tetapi juga mempererat silaturahmi, membangun kekompakan, dan menumbuhkan semangat kebersamaan antarpegawai. Semoga semangat Kemerdekaan dapat terus kita implementasikan dalam pelaksanaan tugas dan pengabdian,” ujarnya.»

M. Rolan berharap semangat yang tercipta melalui kegiatan tersebut tidak berhenti pada momentum peringatan HUT Kemerdekaan, tetapi dapat terus diterapkan dalam pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

Pelaksanaan Lomba Catur dan Gaple Antarpegawai berlangsung aman, tertib, lancar, dan kondusif. Antusiasme peserta serta suasana kebersamaan yang terbangun menjadi bagian penting dari semarak peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan Pemasyarakatan Sumatera Selatan.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan solidaritas, kekompakan, dan rasa kekeluargaan jajaran Pemasyarakatan semakin kuat sehingga dapat mendukung pelaksanaan tugas secara profesional serta memberikan pelayanan terbaik sesuai dengan tanggung jawab masing-masing. (Ning)