Dudung Abdurachman Resmi Jadi KSP, DPP Komite OSIS Nasional Nyatakan Dukungan Penuh

JAKARTA -(deklarasinews.com)— Kabar penunjukan Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Presiden (KSP) mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Jenderal TNI (Purn) tersebut resmi menerima amanah dari Presiden Prabowo Subianto untuk mengemban tugas strategis di lingkungan Istana, menggantikan Ahmad Qodari, pada Senin, 27 April 2026.

Penunjukan ini dinilai sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi pemerintahan, khususnya dalam mengawal kinerja kementerian dan lembaga negara di bawah Kabinet Merah Putih. Dengan latar belakang militer yang kuat, pengalaman kepemimpinan, serta karakter tegas yang melekat, Dudung diyakini mampu menjalankan peran tersebut secara optimal.

Dukungan juga datang dari kalangan pemuda dan pelajar. Ketua Umum DPP Komite OSIS Nasional, Ahmad Wahyu Saputra, menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan kepada Dudung Abdurachman.

“Alhamdulillah, kami sangat bangga. Sosok Pak Dudung yang berasal dari keluarga besar binaan Ibu Edeh, sesepuh Pejuang Siliwangi, kini dipercaya menjadi figur penting yang membantu Presiden dalam membenahi kementerian dan lembaga negara,” ujar Ahmad Wahyu dalam keterangannya.

Menurutnya, rekam jejak Dudung sebagai perwira tinggi TNI dengan disiplin tinggi dan jiwa korsa yang kuat menjadi modal utama dalam mengawal jalannya pemerintahan. Ia optimistis, pendekatan kepemimpinan yang tegas namun terukur akan mampu menjaga stabilitas serta meningkatkan efektivitas kerja pemerintah.

“Basic militer yang kuat serta ketegasan beliau menjadi harapan besar bagi kami. Insya Allah, Pak Dudung mampu mengawal jalannya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto hingga empat tahun ke depan dengan penuh integritas,” tambahnya.

Ahmad Wahyu juga menegaskan bahwa pihaknya bersama Komite OSIS Nasional siap memberikan dukungan moral kepada pemerintah. Ia berharap, kepemimpinan Dudung sebagai KSP dapat membawa perubahan positif, terutama dalam memperkuat sinergi antar lembaga dan mempercepat realisasi program-program strategis nasional.

Penunjukan ini sekaligus menjadi simbol kepercayaan terhadap figur-figur berpengalaman untuk mengisi posisi strategis di pemerintahan. Publik pun menaruh harapan besar agar Dudung Abdurachman dapat menjalankan tugasnya dengan baik, menjaga amanah, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.

Di akhir pernyataannya, Ahmad Wahyu menyampaikan pesan semangat kepada Dudung. “Teruslah mengabdi untuk bangsa dan negara. Kami semua akan mendukung sepenuhnya demi Indonesia yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya. (Red)

Demokrasi Meunasah Bergema: Pemilihan Tuha Peut Keude Keumuneng Berlangsung Sukses dan Penuh Kebersamaan

ACEH TIMUR -(deklarasinews.com)- Pemilihan Tuha Peut Gampong Keude Keumuneng berlangsung sukses, aman, dan lancar pada Senin (27/4/2026). Kegiatan yang dilaksanakan di halaman Meunasah Gampong Keude Keumuneng tersebut dihadiri unsur Muspika, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasie Pemerintahan Kecamatan Idi Tunong, Idris, S.Kom.I yang mewakili unsur kecamatan dan memberikan pengarahan kepada masyarakat agar menjaga kekompakan serta menyukseskan jalannya demokrasi di tingkat gampong. Hadir pula Camat Idi Tunong, Adnan, S.Ag, Kapolsek Idi Tunong Ipda Saiful Bahri, S.E, serta Imum Mukim Keumuneng.

Adapun calon Tuha Peut yang mengikuti pemilihan tersebut yaitu:

  1. Insyawati
  2. Azhari Ali Basyah
  3. Dra. Fauziah
  4. Karimuddin
  5. Muhammad Husaini
  6. Muhammad Nasir

Proses pemilihan berlangsung tertib, aman, dan mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang hadir untuk menggunakan hak pilihnya.

Berdasarkan hasil penghitungan suara, diperoleh hasil sebagai berikut:

Nomor Urut 1 Insyawati : 60 suara

Nomor Urut 2 Azhari Ali Basyah : 13 suara

Nomor Urut 3 Dra. Fauziah : 23 suara

Nomor Urut 4 Karimuddin : 44 suara

Nomor Urut 5 Muhammad Husaini : 17 suara

Nomor Urut 6 Muhammad Nasir : 119 suara

Dengan hasil tersebut, Muhammad Nasir dari Nomor Urut 6 memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan Tuha Peut Gampong Keude Keumuneng.

Ketua Panitia Pelaksana Pemilihan Tuha Peut Gampong Keude Keumuneng, Anta Zuludfi, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, seluruh tahapan pemilihan berjalan lancar, aman, dan tertib. Terima kasih kepada seluruh masyarakat serta semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Usai proses penghitungan suara selesai, Camat Idi Tunong, Adnan, S.Ag, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Gampong Keude Keumuneng yang telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.

“Pemilihan ini menjadi contoh yang baik karena berlangsung damai, tertib, dan penuh kebersamaan. Saya berharap Tuha Peut yang terpilih nantinya dapat bekerja sama dengan pemerintah gampong demi kemajuan desa dan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Keuchik Gampong Keude Keumuneng, Nurdin, juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, aparat keamanan, dan seluruh masyarakat yang telah menjaga suasana tetap kondusif.

Ia berharap anggota Tuha Peut yang terpilih nantinya dapat menjalankan amanah dengan baik, memperjuangkan aspirasi masyarakat, serta bersama-sama membangun Gampong Keude Keumuneng menjadi lebih baik. (Ami)

Camat Candipuro Terbitkan SE Pembatasan Angkutan, Bulog Nilai Hambat Akselerasi Lamsel Sebagai Sentra Beras

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Camat Kecamatan Candipuro Sumiyati SE mengeluarkan surat edaran tentang pembatasan angkutan kendaraan yang melintas diwilayahnya.

Surat Edaran (SE) dengan nomor 621/192/VII.12/2026 tentang  Himbauan Penggunaan Jalan Kabupaten diwilayah Kecamatan Candipuro tersebut ditujukan kepada para kepala desa se Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam surat tersebut dijelaskan bahwa menindak lanjuti masukan dari anggota DPRD kabupaten Lampung Selatan dan keluhan warga masyarakat tentang kerusakan jalan diwilayahnya.

Oleh karena itu diminta kepada seluruh kepala desa agar memberikan himbauan kepada para pengusaha, pabrik padi yang ada diwilayahnya agar tidak mengangkut produksi  barang atau hasil  pertanian yang berkapasitas lebih dari  20 ton. Menurutnya hal itu bertujuan untuk  lebih pemanfaatan jalan kabupaten yang maksimal, awet, aman dan nyaman bagi masyarakat luas, ” paparnya

Dalam pantauan kami dilapangan bahwa kerusakan jalan tersebut salah satu penyebabnya adalah adanya kendaraan angkut yang melebihi kemampuan jalan, seperti Truck Fuso, Kontainer dengan bobot melebihi 20 ton.

Sehingga dengan kondisi jalan yang bisa dilewati oleh kendaraan yang kapasitasnya dibawah 20 ton, maka ketika kendaraan besar melintas diatasnya maka percepatan kerusakan jalan terjadi, ” tegas SE  Camat Candipuro ini.

Pernyataan berbalik datang dari Kabulog Lampung Selatan Ferdial saat ditemui pelitaekpres.com, Jumat (24/4/2026) dikantornya. Kepada median ini Kabulog Lamsel menjelaskan bahwa SE yang dikeluarkan oleh Camat Candipuro itu sangat tidak mendukung semangat Bulog menjadikan Lampung Selatan menjadi Sentra Beras dipulau Sumatera, khususnya di Lampung.

Seperti diketahui bahwa untuk mencapai ketitik itu diperlukan Akselerasi semua sektor pendukung lainya salah satunya yakni Infrastruktur jalan agar distribusi dan angkutan lebih cepat, aman dan nyaman.

Dengan demikian maka semangat menjadikan Lampung Selatan sebagai Sentra beras pulau Sumatera akan segera terwujud, ” ungkap Kabulog Lamsel ini.

Perlu diketahui bahwa Kecamatan Candipuro adalah merupakan salah satu wilayah yang memiliki area persawahan cukup luas dengan petani yang bisa diandalkan. Oleh karena itu Bulog berusaha dekat dengan penghasil gabah/padi. Dengan adanya Gudang Bulog di kecamatan Candipuro diharapkan lebih cepat dalam distribusi dan menyerap hasil pertanian para petani, khususnya dari Camdipuro dan sekitarnya .

Oleh karena itu Bulog sangat berharap adanya dukungan dari pemerintah daerah agar Semangat menjadikan Lampung Selatan menjadi Sentra Beras di pulau Sumatera atau Lampung segera terwujud. Salah satunya yakni peningkatan Infrastruktur jalan sehingga akses distribusi dan pengiriman lebih cepat, aman dan nyaman. ” pungkasnya. (Cak Ton)

Peringati Hari Kartini, Komunitas Renang Antar Pulau Seberangi Mercusuar Terjun Berenang Ke Pulau Tangkil

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Peringati Hari Kartini 2026 kali ini, Komunitas Renang Antar Pulau unjuk kecepatan berenang terjun dari kapal di Mercusuar berenang menuju Pulau Tangkil pada Sabtu (25/4/2026).

Ketua panitia Napoly mengungkapkan,” Kegiatan ini dilakukan masih suasana Hari Kartini. Bagi kami perenang seringkali difokuskan pada menjaga kebugaran lewat renang. Kemampuan berenang, keberanian karena renang ditengah lautan dan kegigihan untuk sampai ke tujuan menjadi satu kebanggaan bagi kami.Ibu-ibu ini kuat dan cepat berenangnya hampir menyamai kami yang laki-laki. Kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menjaga stamina walaupun anggota bukan terbilang berusia muda namun kecepatan berenang di laut patut diapresiasi,” ujarnya.

Semangat Kartini renang di tengah laut khusus perempuan yang memaknai gerakan renang sebagai simbol perjuangan melawan arus, keberanian, dan kesehatan fisik sebagai wujud emansipasi.

Kegiatan-kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas sesama perenang meningkatkan kebugaran, dan merayakan emansipasi wanita yang ikut berenang. (Red)

Raker ke- X Forwat Tancap Gas, Usung Program Kerja dan Kaderisasi Organisasi

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Forum Wartawan Tangerang (FORWAT) menggelar Rapat Kerja (Raker) ke-X tahun 2026 dengan semangat baru untuk memperkuat solidaritas dan profesionalisme insan pers dalam mengawal pembangunan daerah yang transparan dan berintegritas. Kegiatan tersebut berlangsung di Golden Tulip Tangerang, Sabtu (25/04/2026).

Raker ke-X ini menjadi momentum penting dalam merumuskan arah organisasi di bawah kepemimpinan Andi Lala untuk periode 2024–2029. Tidak sekadar agenda tahunan, forum ini juga menjadi ajang konsolidasi untuk menjawab tantangan dunia jurnalistik yang semakin dinamis, khususnya di era digital.

Dalam suasana penuh kebersamaan, jajaran pengurus dan anggota FORWAT menunjukkan komitmen kuat menjaga marwah profesi wartawan sebagai pilar demokrasi sekaligus menjaga nama baik organisasi.

Ketua FORWAT, Andi Lala, menegaskan bahwa rapat kerja kali ini harus melahirkan program yang konkret dan berdampak langsung, baik bagi anggota maupun masyarakat luas.

“Rapat kerja ini bukan hanya agenda tahunan, tapi momentum untuk menyatukan visi dan memperkuat langkah. Saya ingin FORWAT ke depan lebih solid, profesional, dan mampu menghadirkan program nyata yang dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas wartawan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.

“Kita harus beradaptasi dengan perubahan. Wartawan FORWAT harus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, dan tetap menjadi garda terdepan dalam menyampaikan informasi yang akurat dan berimbang,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Raker ke-X, Andri yang akrab disapa Ateng, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai forum diskusi, melainkan ruang untuk melahirkan gagasan strategis bagi kemajuan organisasi.

“Di raker tahun ini banyak program kerja yang dibahas, salah satunya kaderisasi dan penguatan soliditas antara pengurus dan anggota. Raker ini juga memberi semangat baru karena hampir seluruh anggota hadir, sekaligus menjadi ajang temu kangen,” ujarnya.

Ia berharap, melalui Raker ke-X ini, FORWAT semakin solid dan mampu bersinergi sesuai tema yang diusung, yakni mempererat solidaritas dan profesionalisme insan pers dalam mengawal pembangunan daerah yang transparan dan berintegritas.

“Atas nama panitia, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota FORWAT yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan ini, serta kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya Raker ke-X tahun 2026,” pungkasnya.

Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang progresif, FORWAT optimistis mampu terus berkontribusi dalam menciptakan ekosistem jurnalistik yang profesional serta berpihak pada kepentingan publik.(Nan)

The Robin Perkenalkan Karya Perdana ke Media, Langkah Serius ke Industri Musik

PALEMBANG -‎(deklarasinews.com)– Band asal Palembang, The Robin, yang telah eksis sejak 2006/2007, kini bersiap melangkah lebih serius ke industri musik dengan menggelar kegiatan media gathering di Rooftop Club House Privilege Palembang, Jalan Masjid Az Zikra, Sabtu (25/04/2026).

‎‎Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi The Robin untuk memperkenalkan diri secara lebih luas kepada publik. Melalui pertemuan bersama awak media, band yang digawangi Ryoga sebagai keyboardist dan synth player, Dika sebagai vokalis, serta Derga sebagai bassist, berharap dapat memperluas jangkauan eksistensi sekaligus mengenalkan karya musik mereka kepada masyarakat, tidak hanya di Palembang tetapi juga secara nasional.

‎‎Dalam agenda tersebut, The Robin mengungkapkan secara lengkap identitas band, mulai dari formasi personel, arah bermusik, hingga rencana peluncuran karya perdana.

‎‎Derga, yang mewakili band, menegaskan bahwa kegiatan media gathering ini menjadi titik awal untuk tampil lebih profesional di industri musik.

‎‎“Ini langkah awal kami untuk benar benar g0 public secara serius. Kami membutuhkan dukungan dari rekan rekan media agar karya kami bisa dikenal luas, tidak hanya di Palembang tetapi juga di tingkat nasional,” ujar Derga.

 

‎‎Langkah ini menunjukkan keseriusan The Robin dalam membangun fondasi karier yang lebih matang, sekaligus menempatkan diri sebagai band yang siap bersaing di tengah dinamika industri musik Indonesia.

‎‎Media gathering ini dikemas dalam suasana santai namun tetap terstruktur dengan tiga agenda utama yang dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai karakter musik The Robin.

‎‎Agenda pertama adalah sesi perkenalan personel, di mana masing masing anggota berbagi latar belakang serta peran mereka dalam proses kreatif band.

‎‎Agenda kedua berupa showcase eksklusif, yakni penampilan live lagu andalan yang memungkinkan para jurnalis merasakan langsung karakter musik yang diusung The Robin. Melalui sesi ini, band ingin menunjukkan kualitas aransemen serta kekuatan musikalitas yang mereka miliki.

‎‎Agenda ketiga adalah sesi tanya jawab, yang membuka ruang bagi awak media untuk menggali lebih dalam terkait proses kreatif, strategi pemasaran, hingga rencana perjalanan karier ke depan.

‎‎Pemilihan Rooftop Club House Privilege Palembang sebagai lokasi acara dinilai tepat karena memiliki kualitas akustik yang mendukung serta suasana yang nyaman untuk diskusi bersama media.

‎‎Tidak ingin hanya dikenal sebagai band lokal, The Robin menargetkan langkah yang lebih besar dengan mempersiapkan peluncuran karya secara digital di berbagai platform musik.

‎‎Ryoga menyebutkan bahwa band ini membawa warna baru dalam industri musik dengan menonjolkan kekuatan pada lirik dan aransemen yang matang.

‎‎“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Setelah ini kami akan merilis karya secara digital di berbagai platform. Karena itu, kami mengundang media agar gaungnya bisa langsung terasa sejak awal,” jelas Ryoga.

‎‎Langkah menuju distribusi digital ini dinilai sebagai strategi penting untuk memperluas jangkauan pendengar serta meningkatkan visibilitas karya musik mereka di era digital.

‎‎Di akhir kegiatan, Derga kembali menegaskan pentingnya peran media dalam mendukung perjalanan karier musik The Robin ke depan.

‎‎Menurutnya, media memiliki peran strategis sebagai jembatan antara musisi dan masyarakat luas.

‎‎“Kami percaya media adalah corong paling efektif. Dengan bantuan media, karya kami bisa hidup dan sampai ke banyak orang” tutupnya.

‎‎Melalui kegiatan media gathering ini, The Robin berharap dapat membangun hubungan yang kuat dengan insan media sekaligus memperkenalkan identitas musikal mereka secara lebih luas. Langkah ini menjadi sinyal awal bahwa band asal Palembang tersebut siap melangkah menuju panggung nasional dengan semangat baru dan visi yang lebih besar. (Ning)

CPAP 2026-2030: Komitmen Indonesia-Unicef Dukung Pemenuhan Hak Anak

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Pemerintah Indonesia dan UNICEF meluncurkan Country Programme Action Plan (CPAP) Kerja Sama Pemerintah RI dan UNICEF Periode 2026–2030, mengawali rencana kerja strategis bersama dalam upaya mempercepat pemenuhan hak anak di Indonesia. Kerja sama strategis Indonesia dengan UNICEF ini telah terjalin sejak 1966.

CPAP 2026-2030 menegaskan komitmen bersama dalam mendukung prioritas pembangunan nasional yang berkaitan dengan anak. Tercatat, total anggaran untuk periode ini sekitar USD131 juta, dan akan dimanfaatkan bagi jutaan anak di seluruh Indonesia melalui perluasan akses layanan esensial berkualitas dan penguatan sistem nasional.

“Tidak boleh ada satu anak pun yang tertinggal. No child left behind menjadi prinsip dalam memastikan setiap anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara optimal. Sebagai bagian dari warga dunia, indikator Indeks Modal Manusia Indonesia juga harus kita bangun dengan dukungan dari UNICEF. Terima kasih kepada UNICEF yang telah menyiapkan Country Programme Action Plan 2026-2030. Dokumen ini akan menjadi pedoman dalam membangun generasi Indonesia Emas 2045, dimulai dari hari ini sebagai investasi untuk 100 tahun Indonesia Merdeka,” ujar Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy di Jakarta, dalam rilis yang diterima redaksi, Kamis (23/4).

Rencana kerja dalam dokumen kerja sama ini telah diselaraskan dengan prioritas nasional pemerintah dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/Sustainable Development Goals (TPB/SDGs), serta United Nations Sustainable Development Cooperation Framework (UNSDCF) 2026–2030.

Pelaksanaan CPAP 2026–2030 yang dilaksanakan pada Senin, fokus pada enam pilar utama, yaitu kesehatan, gizi, pendidikan, aksi iklim dan lingkungan, air–sanitasi–higiene (WASH), serta perlindungan anak dan kebijakan sosial. Strategi lintas sektor akan berfokus pada pengembangan solusi inovatif dan transformasi digital, promosi kesetaraan gender, penguatan ketahanan terhadap dampak iklim dan bencana, serta peningkatan inklusi bagi anak penyandang disabilitas.

Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Dalam Negeri akan mengoordinasikan lintas kementerian/lembaga di tingkat nasional, serta pemerintah daerah dalam perumusan strategi kerja tahunan bersama UNICEF. Monitoring dan pengendalian juga dilakukan untuk memastikan keselarasan dengan prioritas pembangunan, serta ketercapaian target kerja sama.

Staf Ahli Menteri Dalam Negeri Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik, Anwar Harun Damanik turut menyatakan, “Pelaksanaan program kerja sama ini diharapkan mampu menjadi daya ungkit dalam mempercepat pencapaian target pembangunan SDM nasional dan daerah. Selain itu, program ini juga diharapkan mampu menciptakan model praktik baik yang dapat direplikasi secara luas ke daerah lainnya di Indonesia. Pemerintah daerah juga berperan penting untuk mengintegrasikan program kerja sama yang telah terbukti berhasil ke dalam dokumen perencanaan daerah (RKPD). Kemendagri akan terus berkomitmen melakukan pembinaan dan pengawasan agar pelaksanaan program kerja sama di daerah tetap sesuai koridor yang ditetapkan dan sejalan dengan arah kebijakan pembangunan nasional”.

Di tingkat nasional, UNICEF akan bekerja sama dengan K/L untuk mendukung perumusan konsep kebijakan dan regulasi, sekaligus memperkuat sistem pelaksanaan program secara menyeluruh di seluruh wilayah. Sementara itu, di tingkat daerah, UNICEF akan bekerja bersama pemerintah provinsi prioritas dan kabupaten di wilayahnya untuk memperkuat kapasitas daerah dalam perencanaan, penganggaran, dan penyediaan layanan berkualitas bagi anak. Provinsi tersebut meliputi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Timur, Papua, Papua Barat, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, Papua Selatan, Papua Tengah, dan Sumatera Utara.

“UNICEF telah bekerja di Indonesia selama lebih dari 75 tahun dan kami merasa terhormat dapat mendampingi Pemerintah Indonesia serta masyarakat selama beberapa dekade dalam memajukan hak anak. Indonesia telah mencapai kemajuan yang signifikan dalam pemenuhan hak anak. CPAP 2026–2030 berfokus pada tantangan yang masih dihadapi serta isu-isu baru yang berkembang terkait anak, dan akan berkontribusi pada prioritas nasional serta visi Indonesia Emas 2045. Dengan memperkuat kemitraan jangka panjang ini, kita dapat mewujudkan masa depan di mana setiap anak tumbuh sehat, berpendidikan, terlindungi, serta bebas dari kemiskinan dan kekerasan,” urai Kepala Perwakilan UNICEF Indonesia, Maniza Zaman.

Acara ini turut dihadiri Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Menteri Agama, Kepala BPS, Kepala BGN, pimpinan daerah, perwakilan anak dan pemuda, serta mitra internasional dan swasta. Keterlibatan berbagai pihak ini menegaskan pentingnya kolaborasi yang kuat untuk mendukung peningkatan kesejahteraan anak. (Red)

Menaker: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness Hadapi Era AI

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menyatakan  bahwa ijazah akademik bukan lagi jaminan tunggal untuk memenangkan persaingan  di pasar kerja global yang kian dinamis. Menaker mengimbau para lulusan  perguruan tinggi untuk membekali diri dengan strategi “Triple Readiness” (Tiga Kesiapan) guna menghadapi disrupsi teknologi,  khususnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Hal tersebut disampaikan Menaker saat memberikan Orasi Ilmiah dalam acara Wisuda Program Sarjana dan Magister Universitas Paramadina yang bertajuk “Membangun Generasi Inovatif, Kompetitif, dan Berintegritas Menuju Indonesia Maju” di Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam orasinya, Menaker memaparkan data yang menunjukkan bahwa pergeseran  lanskap dunia kerja sedang terjadi secara masif. Mengutip data LinkedIn, ia menyebutkan bahwa 80 persen judul pekerjaan saat ini tidak ada 20 tahun yang lalu.  Bahkan, diprediksi sekitar 50 persen pekerjaan yang ada saat ini akan menjadi tidak relevan dalam sepuluh tahun ke depan.

“Dunia kerja terus berubah seiring perubahan teknologi. Tantangan  terbesar kita saat ini adalah digital skill gap. Saat ini, pekerja kita yang memiliki keterampilan digital baru mencapai 27 persen, jauh di bawah  standar global yang berada di angka 60 hingga 70 persen,” ujar Yassierli di hadapan para wisudawan.

Namun, di balik pergeseran lanskap dunia kerja ini, Menaker menyatakan ada peluang ekonomi baru yang harus dioptimalkan oleh generasi muda seperti green economy, digital platform, dan care economy. Oleh karenanya, agar lulusan perguruan tinggi dapat menangkap peluang-peluang pada lanskap dunia kerja baru tersebut, Menaker mengenalkan konsep Triple Readiness.

Pertama, Technical Skills Readiness. Menaker menjelaskan, lulusan  perguruan tinggi perlu menyiapkan penguasaan keterampilan teknis yang relevan  dengan industri masa depan, seperti keterampilan digital tingkat lanjut (advanced  digital skills) dan keterampilan ekonomi hijau (green jobs). Ia  mengingatkan bahwa kemampuan sekadar menggunakan media sosial bukanlah keterampilan digital yang dicari industri.

Kedua, Human  Skills Readiness. Di  tengah masifnya penggunaan AI, Menaker menegaskan bahwa human skills  seperti berpikir kritis, empati, kepemimpinan, dan kreativitas tetap menjadi pembeda utama.

“AI  tidak akan bekerja optimal tanpa sentuhan manusia. Human skills membuat pengguna memahami konteks, batasan, dan risiko AI,” tambahnya.

Ketiga, Market  Entry Readiness. Menaker menyebut kesiapan ini berkaitan dengan kemampuan lulusan untuk memahami dinamika industri. Oleh karenanya, Ia mendorong wisudawan untuk memiliki portofolio yang kuat, pengalaman magang, dan sertifikasi kompetensi sebagai bukti konkret kapabilitas mereka di mata perusahaan.

Dalam acara tersebut, Menaker juga menyoroti urgensi penguasaan AI.  Berdasarkan survei, hampir 70% pemimpin bisnis di Indonesia menyatakan tidak  akan merekrut kandidat yang tidak memiliki kemampuan dasar terkait AI. Hal ini  sejalan dengan peningkatan permintaan pekerjaan dengan AI skills di Asia  Tenggara yang melonjak hingga 2,4 kali lipat dalam lima tahun terakhir.

​”Saat ini yang dicari industri adalah skills, not school. Kami  melihat peningkatan empat kali lipat jumlah lowongan kerja yang lebih  mementingkan kompetensi nyata dibanding sekadar gelar administratif dalam satu dekade terakhir,” tegasnya.

Di akhir orasinya, Menaker menegaskan komitmen pemerintah dalam menyediakan  akses pengembangan kompetensi bagi seluruh anak bangsa. Melalui 44 Balai  Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) yang tersebar dari Sabang sampai Merauke, Kemnaker terus menggencarkan program reskilling dan upskilling.

​”Kuncinya adalah growth mindset. Jangan pernah merasa puas  dengan ijazah yang ada. Jadilah pembelajar sepanjang hayat (lifelong learner) yang siap beradaptasi dengan segala perubahan bisnis dan teknologi,” pungkas Menaker.(Red)

Warga Dusun 8 Desa Suka Marga Abung Tinggi Gotong Royong Perbaiki Jalan Rusak, Pemda Diminta Segera Bertindak

LAMPURA –(deklarasinews.com)– Kondisi jalan rusak parah yang sudah lama dikeluhkan akhirnya mendorong warga Dusun 8 Lewengkolot, Desa Sukamarga Talang Paris, Kecamatan Abung Tinggi, turun tangan sendiri. Pada Jumat (24/04/2026), masyarakat secara swadaya bergotong royong memperbaiki jalan berlubang yang selama ini menghambat aktivitas warga.

Dengan alat seadanya dan material yang dikumpulkan secara mandiri, warga bahu-membahu menimbun jalan yang rusak. Aksi ini mencerminkan kuatnya solidaritas masyarakat, namun sekaligus menjadi potret nyata lambannya perhatian pemerintah daerah terhadap infrastruktur dasar.

Sejumlah warga menyampaikan bahwa jalan tersebut merupakan akses penting untuk aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan. Namun hingga kini, belum ada perbaikan signifikan dari pihak pemerintah, meski kerusakan sudah berlangsung cukup lama.

“Ini jalan kabupaten, tapi kami yang harus turun tangan. Kalau tidak kami perbaiki, kendaraan sulit lewat, anak sekolah juga terganggu,” ujar salah satu warga di lokasi.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius terkait prioritas pembangunan infrastruktur di wilayah tersebut. Warga menilai pemerintah daerah seharusnya lebih responsif terhadap kebutuhan dasar masyarakat, terutama akses jalan yang menjadi urat nadi kehidupan desa.

Warga berharap Bupati Lampung Utara beserta dinas terkait segera turun langsung melihat kondisi di lapangan dan mengambil langkah konkret. Mereka menginginkan pembangunan jalan yang layak dan permanen, bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan sementara.

“Harapan kami sederhana, jalan ini dibangun dengan baik supaya kami bisa beraktivitas dengan lancar. Jangan tunggu rusak parah atau viral dulu baru diperbaiki,” tambah warga lainnya.

Aksi gotong royong ini menjadi bukti bahwa masyarakat tidak tinggal diam.

Namun di sisi lain, ini juga menjadi kritik keras bagi pemerintah daerah agar lebih peka dan bertanggung jawab terhadap kondisi infrastruktur yang menjadi hak masyarakat.(Zainal)

Menaker Ajak Serikat Pekerja Perkuat Kompetensi Hadapi Transformasi Dunia Kerja

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengajak serikat pekerja/serikat buruh (SP/SB) tidak hanya berperan dalam advokasi, tetapi juga menjadi penggerak peningkatan kompetensi tenaga kerja guna menghadapi transformasi dunia kerja yang kian cepat.

Ajakan tersebut disampaikan saat membuka Kongres ke-VII Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Menurut Yassierli, perubahan dunia kerja saat ini berlangsung sangat cepat, didorong dinamika global, percepatan digitalisasi, serta perkembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) yang menggeser kebutuhan keterampilan di berbagai sektor industri. Kondisi ini menuntut pekerja Indonesia untuk terus beradaptasi agar tetap kompetitif di pasar kerja.

Dalam konteks tersebut, ia menilai serikat pekerja memiliki peran strategis dalam menyiapkan anggotanya menghadapi perubahan tersebut, termasuk melalui dorongan peningkatan keterampilan dan produktivitas.

“Pekerja Indonesia harus memiliki daya saing dan kompetensi yang kuat. Serikat pekerja juga memiliki peran penting untuk menyiapkan anggotanya menghadapi transformasi dunia kerja yang sangat cepat,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan pekerja harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Dalam hal ini, serikat pekerja berperan sebagai jembatan antara kebutuhan industri dan pengembangan kapasitas tenaga kerja.

Sebagai bentuk dukungan, Kementerian Ketenagakerjaan membuka ruang kolaborasi dengan SP/SB untuk menghadirkan program pelatihan yang lebih adaptif dan berbasis kebutuhan industri. Program tersebut mencakup peningkatan keterampilan teknis dan nonteknis, sertifikasi kompetensi, edukasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), serta penguatan produktivitas kerja.

“Silakan sampaikan kebutuhan pelatihan yang diperlukan. Pemerintah siap memfasilitasi agar pekerja memiliki nilai tambah dan posisi tawar yang semakin baik,” katanya.

Selain penguatan kompetensi, Yassierli juga menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan pekerja. Upaya ini dilakukan melalui penguatan manfaat Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) serta dorongan perluasan perlindungan bagi pekerja platform digital, termasuk pengemudi dan kurir daring.

Ia juga mengajak serikat pekerja untuk aktif memberikan masukan terhadap berbagai regulasi ketenagakerjaan yang tengah dibahas. Menurutnya, hubungan industrial yang sehat hanya dapat dibangun melalui dialog yang konstruktif antara pemerintah, pengusaha, dan pekerja.

“Semangat kita sama, yaitu memajukan industri sekaligus menyejahterakan pekerja. Kami membuka ruang seluas-luasnya untuk masukan dan rekomendasi terbaik dari forum ini,” tuturnya.