Kontingen Polda Lampung Borong 4 Medali di Hari Pertama Judo Kapolri Cup 2026

SAMARINDA -(deklarasinews.com)- Kontingen judo Polda Lampung menorehkan prestasi membanggakan pada hari pertama Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 yang berlangsung di GOR Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur, Minggu (17/5/2026).

Pada pertandingan perdana tersebut, atlet-atlet Polda Lampung berhasil menyumbangkan dua medali perak dan dua medali perunggu dari sejumlah nomor pertandingan.

Peraih medali perak masing-masing diraih Bripda Tubagus Dinda Maulid pada kelas -66 kilogram dan Bripda Bianca Justitia di kelas -70 kilogram.

Sementara dua medali perunggu dipersembahkan Briptu Rachmad Dewa Artha pada kelas +90 kilogram serta Bripda R Ayu Syafriani di kelas -63 kilogram.

Dengan capaian tersebut, kontingen Polda Lampung untuk sementara mengoleksi empat medali pada hari pertama pelaksanaan kejuaraan nasional tersebut.

Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengapresiasi perjuangan dan semangat para atlet yang telah tampil maksimal membawa nama institusi di ajang Kapolri Cup 2026.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Polda Lampung. Para atlet sudah menunjukkan dedikasi, disiplin, dan semangat juang yang luar biasa pada hari pertama pertandingan,” kata Yuni dalam keterangannya, Senin (18/5/2026).

Lanjut Yuni, raihan medali tersebut diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh atlet untuk terus memberikan penampilan terbaik pada pertandingan selanjutnya.

Menurut Yuni, keikutsertaan personel Polda Lampung dalam ajang olahraga nasional tersebut bukan hanya untuk mengejar prestasi, tetapi juga sebagai bagian membangun soliditas, sportivitas, dan profesionalisme anggota Polri.

“Bapak Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf memberikan dukungan penuh kepada seluruh atlet yang bertanding, beliau juga menyaksikan langsung dari venue. Semoga pada pertandingan berikutnya kontingen Polda Lampung dapat kembali menambah perolehan medali,” ujar dia.

Kejuaraan Judo Kapolri Cup 2026 diketahui diikuti kontingen dari berbagai polda di Indonesia dan menjadi bagian rangkaian pembinaan prestasi olahraga di lingkungan Polri.

Kejuaraan tingkat nasional ini berlangsung sejak 15 hingga 20 Mei 2026.(Red)

Tim Volly Bintang Putri Demokrat Bungkam Dangin Peken Palas (3-0)

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Tim Volly Bintang Putri Demokrat Sidodadi berhasil menundukkan Tim Volly Dangin Peken Palas dengan skor (3-0), pada Open Turnamen Karang Taruna Cup I desa Sidomulyo Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (15/5/2026) malam.

Sejak babak pertama Tim asuhan Achmad Johani AMd terus melakukan tekanan kearea pertahanan lawan. Tiga Algojo Bintang Putri Demokrat Sidodadi yakni Dinda (13), Ica (11) dan Kiyowo (7) dan kawan-kawan terus berhasil mengumpulkan poin demi poin pada Set pertama.

Sehingga pada Set pemanasan ini praktis dikuasai oleh para pemain asuhan anggota DPRD Lampung Selatan dari partai Demokrat ini.

Namun disisi lain Olive (7) dan kawan kawannya dari Tim Dagin Peken Palas tidak menyerah begitu saja. Beberapa kali Ayu (9) salah satu pemain legendaris dari Way Panji melakukan perlawanan, sehingga pada babak pertama skor menjadi (25-15) untuk Tim Bintang Putri Demokrat Sidodadi.

Pada Set kedua kedua Tim melakukan serangan-serangan yang cukup intens kearea pertahanan masing-masing. Namun Dinda, Ica, Kiyowo dan kawan-kawan lebih gencar menyerang, sehingga Set kedua berakhir dengan skor (25-15) untuk Bintang Putri Demokrat Sidodadi.

Set ketiga yang merupakan set penentuan permainan Tim Bintang Putri Demokrat semakin menarik untuk ditonton. Beberapa skill dalam bermain Volly mulai ditampilkan oleh Dinda (13) dan kawan-kawanya. Beberapa kali Tim Dengin Peken sempat kewalahan menahan serangan tiga Srikandi Bintang Putri Demokrat. Tidak memerlukan waktu lama Set ketiga akhirnya dimenangkan oleh Dinda (23) dan kawan-kawan.

Usai pertandingan Achmad Johani AMd kepada media ini mengatakan, bahwa hasil pertandingan malam ini Tim asuhannyq bermain baik, kompak dan enak untuk ditonton. Dan Alhamdulillah pada pertandingan perdana bisa memenangkan pertandingan dengan skor 3-0 (25-15, 25-15 dan 25-08).

Namun demikian pada pertandingan putaran berikutnya pihaknya akan melakukan latihan-latihan tambahan, sehingga saat meladeni lawan berikutnya para pemain sudah siap, baik fisik maupun mental, ” tutur lagislator dari partai Demokrat ini. (Cak Ton)

Ryonaldo Juliantino Resmi Nahkodai Muaythai Sumsel, Bidik Emas PON dan Cetak Petarung Internasional

PALEMBANG – (deklarasinews.com)– Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) Pengurus Provinsi Muaythai Indonesia Sumatera Selatan yang digelar pada Jumat (15/5/2026) menetapkan Ryonaldo Juliantino, S.Kom., M.AP sebagai Ketua Muaythai Sumsel periode 2026–2030 secara aklamasi.

Terpilihnya Ryonaldo menjadi harapan baru bagi perkembangan olahraga Muaythai di Sumatera Selatan. Kepengurusan baru ini diharapkan mampu membawa perubahan besar, mulai dari pembenahan organisasi hingga peningkatan prestasi atlet di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam susunan kepengurusan yang baru, H. Darmawan, S.H., M.H dipercaya menjabat Wakil Ketua. Sementara posisi Sekretaris diisi Herlenah, S.E., M.Si, didampingi Sari Afriani, S.Pd., M.Si sebagai Wakil Sekretaris. Adapun posisi Bendahara dipercayakan kepada KGS M. Irawan, A.Md dengan Ice Trisnawati, S.E., S.T., M.T sebagai Wakil Bendahara.

Usai pelaksanaan Musprovlub, agenda langsung dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Muaythai Sumsel periode 2026–2030 sekaligus pelantikan pengurus Muaythai dari 11 kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

Ketua Muaythai Sumsel terpilih, Ryonaldo Juliantino, menegaskan dirinya siap menjalankan amanah besar tersebut dengan fokus utama memperbaiki tata kelola organisasi dan memperkuat pembinaan atlet di seluruh daerah.

Menurutnya, organisasi harus bergerak cepat agar pembinaan camp-camp Muaythai di Sumsel bisa berjalan maksimal tanpa terganggu persoalan internal.

“Kami ingin organisasi ini segera bergerak. Pembinaan camp-camp harus berjalan dan persoalan organisasi harus diselesaikan agar pengurus kabupaten dan kota bisa fokus membina atlet mereka,” ujarnya.

Ryonaldo juga menyoroti besarnya potensi atlet Muaythai Sumsel yang selama ini dinilai belum tergarap maksimal. Ia menargetkan Muaythai Sumsel mampu meraih prestasi tertinggi pada Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang di Sulawesi Utara.

“Target kita tentu medali emas. Atlet Muaythai Sumsel sebenarnya sangat potensial. Selama ini banyak atlet berpindah ke cabang olahraga lain karena kondisi organisasi yang kurang sehat. Ke depan hal itu tidak boleh terjadi lagi,” tegasnya.

Sebagai langkah awal, pihaknya akan segera melakukan pembinaan terhadap klub-klub Muaythai yang ada di Sumsel. Khusus di Kota Palembang sendiri, saat ini tercatat ada tujuh klub aktif yang siap menjadi basis pembinaan atlet.

Tak hanya fokus pada pembinaan atlet, Muaythai Sumsel juga berencana memperluas pengenalan olahraga tersebut ke kalangan pelajar melalui kegiatan ekstrakurikuler di sekolah.

“Kami ingin Muaythai semakin dikenal masyarakat. Nantinya kami akan berkomunikasi dengan SMP, SMA hingga SMK agar Muaythai bisa masuk menjadi kegiatan ekstrakurikuler,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, S.H., M.H mengapresiasi suksesnya pelaksanaan Musprovlub dan berharap kepengurusan baru mampu membawa prestasi membanggakan bagi Sumatera Selatan.

Ia menegaskan, dunia olahraga membutuhkan pengurus yang benar-benar memiliki komitmen dan semangat pengorbanan demi kemajuan atlet.

“Kedepan kita membutuhkan pengurus yang benar-benar mau berkorban untuk olahraga. Meski anggaran saat ini mengalami efisiensi, kami tetap berupaya agar pembinaan olahraga berjalan maksimal,” katanya.

Tubagus juga memastikan KONI Sumsel terus menjaga tata kelola organisasi yang baik, termasuk dalam aspek administrasi dan hukum, agar pembinaan olahraga tetap berjalan secara profesional.

“Tahun ini anggaran memang mengalami penurunan, tetapi seluruh program pembinaan tetap harus berjalan dengan baik,” tambahnya.

Terkait persiapan menuju PON, Tubagus menegaskan KONI akan fokus memberikan dukungan kepada atlet-atlet berprestasi yang telah dibina Pengprov Muaythai Sumsel.

“Tugas KONI adalah membina atlet yang sudah berprestasi, sedangkan tugas pengprov melahirkan atlet-atlet potensial dan berprestasi,” ujarnya.

Dukungan juga datang dari Kepala Seksi Olahraga Prestasi, Industri dan Promosi Olahraga Dispora Sumsel, Max Irwanto. Ia berharap kepengurusan baru mampu melahirkan pelatih, wasit, dan juri berkualitas yang dapat bersaing di level nasional hingga internasional.

“Walaupun anggaran saat ini minim karena efisiensi, kami berharap Muaythai Sumsel tetap mampu menjadi penyumbang medali di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum sekaligus Ketua Harian PB Muaythai Indonesia, Dr. Fachrul Razi, S.IP memberikan motivasi besar kepada pengurus baru Muaythai Sumsel.

Menurutnya, tantangan Muaythai Sumsel tidak hanya bersaing dengan daerah lain di Indonesia, tetapi juga menghadapi Thailand sebagai negara asal olahraga Muaythai.

“Lawan kita bukan Jakarta atau Surabaya, tapi Thailand. Sumsel sebagai tanah Sriwijaya harus mampu melahirkan petarung Muaythai yang bisa bertarung di level internasional,” tegasnya.

Fachrul bahkan menargetkan Pengprov Muaythai Sumsel mampu meraih minimal dua medali emas pada PON mendatang. Ia menilai selama ini banyak atlet potensial memilih pindah ke daerah lain akibat minimnya kompetisi dan event pertandingan di Sumsel.

“Kalau tidak ada pertandingan, atlet tidak punya jam terbang. Pengurus jangan sibuk dengan urusan internal, tetapi harus memperbanyak event agar atlet berkembang,” pungkasnya. (Dkd)

Daffa Punya Misi Besar! Sumsel Ditarget Jadi Gudang Fighter MMA Terbaik Indonesia

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Olahraga bela diri campuran atau Mixed Martial Arts (MMA) di Sumatera Selatan diproyeksikan memasuki era baru yang lebih kompetitif dan profesional. Hal itu ditandai dengan terpilihnya M. Daffa Firzatullah secara aklamasi sebagai Ketua Indonesia Beladiri Campuran Amatir Mixed Martial Art (IBC MMA) Sumsel periode 2026-2030 dalam musyawarah yang berlangsung di rumah dinas Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel, Jumat (15/5/2026).

Kepemimpinan baru ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan MMA di Sumsel. Daffa membawa visi besar untuk menjadikan Sumatera Selatan sebagai salah satu daerah penghasil fighter MMA terbaik di Indonesia.

Usai resmi terpilih, Daffa langsung membeberkan sejumlah program prioritas yang akan dijalankan dalam beberapa tahun ke depan. Fokus utamanya adalah memperkuat pembinaan atlet muda, memperluas popularitas MMA di tengah masyarakat, serta menghadirkan kompetisi yang mampu melahirkan petarung-petarung potensial asal Sumsel.

Menurut Daffa, olahraga MMA memiliki peluang besar untuk berkembang pesat di Sumatera Selatan, terlebih minat generasi muda terhadap olahraga bela diri modern terus meningkat.

“Kami ingin MMA semakin dikenal masyarakat Sumsel. Ke depan akan ada event-event nasional dan para atlet juga akan dilibatkan untuk mengajak anak-anak muda bergabung bersama IBC MMA,” ujarnya.

Ia menilai, kejuaraan dan kompetisi rutin menjadi langkah strategis untuk menjaring bibit-bibit unggul yang nantinya diproyeksikan tampil di ajang resmi tingkat nasional hingga internasional.

“Kita ingin mencari potensi atlet lewat berbagai pertandingan. Dari event-event itulah nantinya akan lahir fighter baru asal Sumsel yang siap bersaing di level lebih tinggi,” katanya.

Dalam pembinaan nantinya, Daffa memastikan seluruh atlet akan mengikuti sistem klasifikasi resmi sesuai regulasi MMA, mulai dari pembagian kelas berat badan hingga kategori pertandingan lainnya.

“Semua ada aturan dan standarnya. Atlet akan dibagi berdasarkan kelas masing-masing agar pertandingan berjalan profesional dan sesuai regulasi,” jelasnya.

Tak hanya ingin membangun prestasi, Daffa juga memiliki mimpi besar agar nama Sumatera Selatan identik dengan petarung MMA berkualitas di Indonesia.

“Saya ingin ketika orang bicara MMA, mereka langsung ingat fighter-fighter asal Sumsel,” tegasnya penuh optimisme.

Sebagai bentuk keseriusan dalam membangun ekosistem MMA di daerah, pihaknya juga menargetkan penyediaan fasilitas latihan yang lebih memadai bagi atlet muda. Salah satu program yang tengah direncanakan ialah menghadirkan arena oktagon sendiri sebagai pusat latihan dan penyelenggaraan pertandingan.

“Kami ingin atlet-atlet muda mendapatkan fasilitas latihan yang layak dan perlengkapan yang baik. Target besar kami tentu memiliki oktagon sendiri. Mudah-mudahan nanti ada dukungan sponsor dan berbagai pihak,” ungkapnya.

Daffa berharap dukungan dari pemerintah, sponsor, komunitas olahraga, hingga masyarakat dapat menjadi kekuatan besar untuk mempercepat perkembangan MMA di Sumatera Selatan.

Sementara itu, Sekretaris KONI Sumsel, H. Tubagus Sulaiman, M.H., menyatakan pihaknya saat ini memang tengah fokus menghidupkan kembali sejumlah cabang olahraga bela diri campuran yang sebelumnya sempat vakum atau kurang aktif.

Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari strategi pembinaan olahraga daerah dalam menghadapi berbagai agenda nasional, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.

“Kami sedang mencoba mengaktifkan kembali cabang olahraga bela diri campuran yang sebelumnya sempat mati suri. Sekarang pembinaannya mulai dibuka lagi dan mudah-mudahan bisa berkembang lebih baik,” ujarnya.

Tubagus menjelaskan, selain cabang olahraga bela diri yang selama ini populer seperti karate, taekwondo, dan pencak silat, kini MMA serta Muaythai juga mulai mendapat perhatian serius dalam pembinaan KONI Sumsel.

“Perkembangan olahraga bela diri sekarang semakin luas. MMA dan Muaythai menjadi cabang yang mulai dipersiapkan secara serius untuk masa depan,” katanya.

Ia menyebutkan, cabang olahraga bela diri campuran tersebut direncanakan akan dipersiapkan mengikuti event nasional yang digelar di Manado pada November mendatang.

Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan utama dalam proses pembinaan maupun pemberangkatan atlet.

“Anggaran kita memang masih terbatas. Karena itu kita harus lebih selektif melihat perkembangan atlet dan hasil pembinaannya sebelum menentukan siapa yang diberangkatkan,” jelasnya.

Selain menargetkan event jangka pendek, KONI Sumsel juga mulai menyusun pola pembinaan jangka panjang menuju PON NTT-NTB. Tubagus menegaskan, pola pembinaan atlet kini dibuat lebih fokus dan terarah dibanding sebelumnya.

“Kalau dulu kita mengirim atlet dalam jumlah besar, sekarang lebih fokus pada atlet yang benar-benar dipersiapkan untuk meraih prestasi,” tegasnya.

Saat ini, KONI Sumsel disebut telah melakukan pendataan terhadap puluhan atlet potensial yang diproyeksikan tampil di berbagai kompetisi nasional mendatang.

Tubagus juga menyoroti pentingnya profesionalisme dalam organisasi olahraga, termasuk menghindari rangkap jabatan di kepengurusan cabang olahraga.

“Kalau saya pribadi memilih tidak merangkap jabatan sebagai ketua cabang olahraga agar organisasi bisa berjalan lebih fokus dan profesional,” katanya.

Ia berharap kepengurusan baru IBC MMA Sumsel mampu membawa semangat baru bagi perkembangan olahraga bela diri campuran sekaligus meningkatkan prestasi olahraga Sumatera Selatan di tingkat nasional. (Ning)

Kodam XXI/RI Meriahkan HIPMI HALF Marathon Lampung 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ribuan peserta memadati PKOR Way Halim, Kota Bandar Lampung, dalam ajang HIPMI Half Marathon Lampung 2026, Minggu (10/05/2026). Kegiatan yang dibuka langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M ini berlangsung meriah sekaligus menjadi simbol semangat hidup sehat, kebersamaan, dan promosi pariwisata Lampung.

Mewakili Pangdam XXI/Radin Inten, Asintel Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Erwin A. T. Wiyono, A., S.T., M.Tr.(Han), hadir bersama unsur Forkopimda, HIPMI, dan masyarakat yang antusias mengikuti kategori 21K, 10K, dan 5K. Suasana semakin semarak dengan hiburan rakyat, doorprize, serta kehadiran UMKM yang turut menggerakkan perekonomian lokal.

Ketua Umum HIPMI, Akbar Himawan Buchari menyampaikan bahwa event ini diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus memperkuat sektor pariwisata dan usaha masyarakat di Lampung.

Selain menjadi ajang olahraga dan silaturahmi, HIPMI Half Marathon Lampung 2026 juga menjadi bagian dari rangkaian menuju Munas BPP HIPMI yang akan digelar di Lampung pada Juni 2026 mendatang.(red)

Pendekar Banten Turunkan Atlet Putri di Seleksi Sirkuit PON

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Organisasi Pendekar Banten Kota Bandar Lampung turut ambil bagian dalam ajang seleksi tim sirkuit persiapan PON yang digelar di Gedung Olahraga Padepokan Perguruan ASAD, Bandar Lampung, pada Kamis (3/5/2026).

Kegiatan seleksi ini diikuti oleh sebanyak 36 atlet dari berbagai perguruan dan daerah di Bandar Lampung yang siap bersaing untuk memperebutkan posisi terbaik dalam pembentukan tim.

Dalam kejuaraan tersebut, Pendekar Banten menurunkan atlet putri kelas D, Irma Ela Safitri, sebagai salah satu perwakilan terbaik untuk bersaing dengan atlet-atlet lainnya.

Keikutsertaan Irma Ela Safitri menjadi bentuk komitmen Pendekar Banten Bandar Lampung dalam mendukung pembinaan atlet sekaligus mempersiapkan generasi pesilat yang mampu berprestasi di tingkat daerah hingga nasional, khususnya dalam menghadapi ajang Pekan Olahraga Nasional (PON).

Selain itu, semangat kebersamaan keluarga besar Pendekar Banten turut terlihat jelas dalam kegiatan tersebut. Hadir langsung Ketua Pendekar Banten, Wakil Ketua, Sekretaris, serta para sesepuh seperti Abah Tion dan Kang Mono yang memberikan dukungan penuh kepada atlet yang bertanding.

Kehadiran para pengurus dan sesepuh ini menjadi bentuk nyata solidaritas dan kekompakan organisasi dalam mendorong semangat juang atlet di arena pertandingan.

Ajang seleksi ini juga menjadi momentum penting untuk mengukur kemampuan para atlet serta menjaring talenta terbaik yang akan memperkuat tim pada kompetisi yang lebih tinggi ke depan.

Bidik Emas! 8 Atlet Taekwondo Sumsel Siap Guncang Kejurnas 2026 di Samarinda

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (Pengprov TI) Sumatera Selatan menunjukkan optimisme tinggi dengan mematok target prestasi maksimal pada dua kejuaraan bergengsi tingkat nasional yang akan berlangsung berdekatan.

Delapan atlet terbaik dipersiapkan untuk berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Taekwondo Cadet dan Junior 2026 yang akan digelar di Samarinda, Kalimantan Timur, pada tanggal 22 hingga 26 April 2026.

‎‎Tidak hanya itu, kontingen Sumsel juga akan turun tangan di ajang Kejuaraan Laskar Pelangi Sport Tourism Taekwondo Challenge yang berlangsung di Kepulauan Bangka Belitung pada 24 April 2026.

‎‎Ketua Pengprov TI Sumsel, Hj. Meilinda, S.Sos., M.M., menegaskan bahwa pemilihan atlet telah dilakukan secara selektif. Total ada delapan atlet andalan yang diturunkan untuk mewakili daerah di ajang resmi yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar (PB) Taekwondo Indonesia tersebut.

‎‎“Agenda utama dalam rapat komisi hari ini adalah finalisasi pemberangkatan delapan atlet ke Samarinda. Karena ini merupakan ajang resmi dari PB TI, kami menargetkan medali emas sebagai indikator capaian prestasi ke depan,” tegas Meilinda saat ditemui di kantor DPRD Provinsi Sumsel, Senin (20/04/2026).

‎‎Berikut adalah daftar delapan atlet yang akan membela harum nama Sumatera Selatan:

‎ ‎- Ridho Ahmad Maulana Raditya (Kategori Junior U-48)

‎- Muhammad Arya Raditya (Kategori Junior U-51)

‎- Saddam Muda Putra Lubay (Kategori Junior U-55)

‎- Abdul Zaky Arshavin (Kategori Junior U-59)

‎- Kimi Damar Umi Hermawan (Kategori Cadet U-41)

‎- Laras Marsyahira (Kategori Junior U-52)

‎- Christian Lie (Kategori Recognized Poomsae Junior Individual Putra)

‎- Habil Al Rasyid (Kategori Junior U-68)

‎‎Seluruh atlet ini akan didampingi langsung oleh pelatih Dwi Andriyan Fathorozi selama periode pertandingan berlangsung.

‎‎Sementara itu, Sekretaris Pengprov TI Sumsel, Charli Junicef Vratama, S.Pi., M.Si., menambahkan bahwa para atlet yang diberangkatkan merupakan pilihan terbaik dari kelompok usia Cadet (di bawah 14 tahun) dan Junior (di bawah 17 tahun). Mereka dinilai telah memenuhi standar kompetisi nasional, baik dari segi kemampuan teknis maupun mentalitas bertanding.

‎‎“Seluruh atlet yang kami turunkan sudah teruji performanya dan memiliki jam terbang yang cukup,” ujar Carli

‎‎Selain fokus ke Samarinda, Pengprov TI Sumsel juga mengirimkan delegasi khusus ke Belitung untuk mengikuti Kejuaraan Piala Kementerian Hukum dan HAM pada tanggal yang sama, 24 April 2026. Untuk event ini, sebanyak empat atlet dan satu pelatih diturunkan dengan misi yang tidak kalah berat.

‎‎“Targetnya tentu juara umum. Kami menurunkan atlet yang sudah matang secara fisik dan mental,” jelas Charli.

‎‎Dalam upaya menjaga performa atlet, Charli mengungkapkan bahwa dukungan pembinaan terus digencarkan. Para atlet mendapatkan berbagai fasilitas, mulai dari uang pembinaan rutin hingga masuk dalam program unggulan seperti Sriwijaya Gold dan pembinaan di bawah naungan Balai Pelatihan Olahraga Pelajar (BPLP).

‎ ‎“Dukungan ini sangat penting untuk menjaga konsistensi dan peningkatan prestasi mereka,” tambahnya.

‎‎Namun, pihaknya menyadari bahwa saat ini basis pembibitan atlet masih terpusat di Kota Palembang. Oleh karena itu, ke depannya Pengprov TI Sumsel berkomitmen kuat untuk memperluas jangkauan pembinaan ke seluruh kabupaten dan kota yang ada di Sumatera Selatan.

‎‎“Kami berharap ke depan tidak hanya Palembang yang mendominasi, tetapi daerah lain juga mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tutup Charli. (Ning)

Kapolda Lampung Pimpin Ratusan Personel dan Bhayangkari Polda Lampung Ikuti Kemala Run 2026

GIANYAR, BALI -(deklarasinews.com)- Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf bersama jajaran mengikuti kegiatan Kemala Run 2026 yang digelar di Bali United Training Center, Gianyar, Bali, Minggu (19/4/2026).

Keikutsertaan tersebut menjadi bentuk nyata dukungan terhadap kegiatan positif yang memadukan olahraga, kebersamaan, serta kepedulian sosial.

Dalam kegiatan tersebut, kontingen Polda Lampung berjumlah 108 orang peserta, terdiri dari Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, personel Polda Lampung, personel Polres jajaran, serta Bhayangkari. Kehadiran kontingen Polda Lampung menambah semarak pelaksanaan Kemala Run 2026 yang diikuti ribuan peserta dari berbagai daerah.

Partisipasi Kapolda Lampung beserta jajaran dalam ajang tersebut mencerminkan komitmen untuk terus menumbuhkan budaya hidup sehat, memperkuat soliditas internal, serta membangun semangat kebersamaan di lingkungan Polri.

Selain menjadi ajang olahraga, Kemala Run 2026 juga menjadi momentum untuk mempererat sinergi dan kebersamaan antarpeserta dalam suasana penuh semangat, sportivitas, dan kekeluargaan.

Helfi menyampaikan bahwa keikutsertaan dalam kegiatan olahraga seperti Kemala Run 2026 merupakan bagian dari upaya untuk membangun semangat positif, menjaga kebugaran fisik, serta mempererat hubungan kebersamaan di lingkungan kepolisian.

“Kemala Run 2026 ini bukan sekadar ajang olahraga, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan, soliditas, dan semangat hidup sehat. Kehadiran kami bersama seluruh kontingen Polda Lampung adalah bentuk dukungan terhadap kegiatan positif yang mampu membangun energi kebersamaan, baik di internal Polri maupun bersama masyarakat.

Kami berharap semangat ini terus terjaga dan menjadi bagian dari budaya kerja serta pengabdian kami sehari-hari,” ujar Helfi.

Lebih lanjut, Helfi menegaskan bahwa olahraga memiliki peran penting dalam mendukung pelaksanaan tugas anggota Polri. Dengan kondisi fisik yang prima dan semangat yang terjaga, personel diharapkan mampu melaksanakan tugas pelayanan, perlindungan, dan pengayoman kepada masyarakat secara optimal.

Keikutsertaan kontingen Polda Lampung dalam Kemala Run 2026 juga menjadi wujud kebersamaan antara pimpinan, personel, Polres jajaran, dan Bhayangkari dalam mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi kesehatan, kekompakan, dan semangat persatuan.

Suasana penuh antusiasme yang tercipta selama kegiatan berlangsung menjadi gambaran kuat bahwa olahraga dapat menjadi sarana efektif dalam mempererat hubungan emosional, meningkatkan solidaritas, serta membangun semangat kolektif.

Melalui momentum ini, Polda Lampung berharap nilai-nilai sportivitas, kedisiplinan, kekompakan, dan pola hidup sehat dapat terus ditanamkan serta diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pelaksanaan tugas kedinasan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Polda Lampung berkomitmen untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang mampu memperkuat soliditas internal, meningkatkan kualitas kesehatan personel, serta membangun kedekatan yang harmonis dengan masyarakat.(red)

Lampung Kokoh di Puncak, Juara Umum Kejurnas Karate Shokaido 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Provinsi Lampung sukses menorehkan tinta emas dalam sejarah karate nasional dengan keluar sebagai juara umum pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Karate Shokaido ke-III Tahun 2026, yang berlangsung 9-12 April 2026. Berlaga di Gedung Sumpah Pemuda PKOR Way Halim, kontingen Shokaido Lampung menunjukkan dominasi yang tidak terbendung sejak hari pertama pertandingan dimulai.

Berdasarkan data resmi perolehan medali, tim tuan rumah berhasil mengumpulkan total 85 medali yang terdiri dari 26 emas, 28 perak, dan 31 perunggu. Capaian gemilang ini menempatkan Lampung jauh di atas pesaing terdekatnya, yakni kontingen Jawa Timur yang harus puas berada di peringkat kedua dengan koleksi 15 emas, 9 perak, dan 12 perunggu. Sementara itu, posisi ketiga ditempati oleh Sumatera Utara dengan torehan 12 emas, 7 perak, dan 7 perunggu.

Persaingan ketat juga terlihat di papan tengah, di mana Kalimantan Selatan mengamankan posisi keempat dengan raihan 7 emas, 2 perak, dan 4 perunggu. Jambi menutup urutan lima besar klasemen dengan perolehan 6 emas, 13 perak, dan 23 perunggu.

Di posisi selanjutnya secara berurutan dihuni oleh Shokaido Jawa Barat dengan 5 emas, Sulawesi Selatan dengan 4 emas, serta Banten dan Kepulauan Riau yang masing-masing mengantongi 2 emas. Daerah lain seperti Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Sumatera Barat juga berhasil mencatatkan nama mereka di daftar perolehan emas dengan masing-masing meraih 1 medali. (Data lengkap dalam Tabel).

Ketua Pelaksana Kejurnas Karate Shokaido, Ary Meizari Alfian, menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat menyukseskan pelaksanaan Kejurnas. “Terima kasih banyak pada seluruh jajaran panitia dan semua pihak yang telah menyukseskan Kejurnas ini. Lampung telah berupaya menjadi tuan rumah yang baik. Kami mohon maaf jika ada kekurangan dalam pelaksanaan,” ungkapnya.

Menurut Ary, Kejurnas Karate Shokaido ini diikuti oleh 16 provinsi dengan mempertandingkan 82 kelas open tournament. Bahkan jumlah peserta mencapai 1.126 atlet. “Alhamdulillah semua berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pengurus Besar Shokaido, Asril Azhari, menegaskan Kejurnas Sukaido merupakan ajang pembinaan dan pembentukan mental atlet. “Atlet harus terus diasah kemampuan teknik dan mentalnya. Selain terus berlatih, juga perlu wadah pertandingan,” katanya.

Asril mengapresiasi Lampung sebagai tuan rumah Kejurnas Shokaido. Menurutnya, Kejurnas di Lampung termasuk yang meriah dan sukses. “Lampung tuan rumah yang baik. Acara sukses dan meriah. Saya mengapresiasi kesuksesan Lampung sebagai tuan rumah,” pungkasnya. (**)

Siswi PAUD Asal Muratara Sabet Perak di Kejuaraan Karate Piala Gubernur Sumsel 2026

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Filza Khanesia Rahman yang biasa dipanggil Khanes, siswi PAUD Pembina Karang Jaya berhasil menyumbang medali perak untuk kontingen Forki Muratara di kelas Kumite -20 Kg Pra Usia Dini Putri dalam Kejuaraan Karate Piala Gubernur Sumatera Selatan Tahun 2026 di GOR Ranau Jakabaring Palembang. Jum’at (10/4/2026).

Khanes yang berasal dari Perguruan Gojukai, telah menunjukkan kemampuan dan semangat juangnya yang tinggi dalam kompetisi hari ini hingga meraih medali perak.

Ketua Umum Forki Muratara, Iwansa, S.H, mengatakan bahwa prestasi ini membuktikan bahwa atlet-atlet Musi Rawas Utara memiliki potensi besar dalam bidang karate. “Olahraga karate sangat bagus sekali untuk diikuti mulai sejak usia dini,” ujarnya.

Beberapa manfaat latihan karate, menurutnya, yaitu meningkatkan disiplin dan tanggung jawab, meningkatkan kepercayaan diri, meningkatkan kemampuan mengelola emosi dan stres, dan membuat anak menghargai proses dan hasil.

Iwansa juga mengatakan bahwa pada kejuaraan ini, Forki Muratara mendaftarkan atlet sebanyak 23 orang di kelas Kejurda dan 15 orang di kelas Festival. “Semoga prestasi hari ini memotivasi untuk atlet-atlet lain yang belum bertanding agar berjuang semaksimal mungkin,” tambahnya.

Sensei M Abdul Rahman, selaku pelatih, menambahkan bahwa pada hari pertama, kontingen Forki Muratara berhasil meraih medali 1 Emas, 1 Perak, dan 2 Perunggu. “Untuk kategori Kejurda, masih ada peluang medali di hari kedua nanti,” ujarnya. (nsy)