Seragam Gratis Tak Sekadar Ringankan Beban, Pemkab Lampung Barat Pacu Semangat Belajar Siswa

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Program seragam gratis Pemerintah Kabupaten Lampung Barat tak sekadar menjadi kebijakan untuk meringankan beban ekonomi orang tua siswa. Lebih dari itu, program tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Daerah menumbuhkan motivasi, kepercayaan diri, dan semangat siswa untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya.

Pemerintah Lampung Barat kembali menyalurkan 2.006 seragam gratis kepada siswa di Kecamatan Way Tenong dan Sumber Jaya, Senin (10/10/2026). Penyaluran tersebut sekaligus menjadi rangkaian terakhir dari program pembagian seragam gratis yang dilaksanakan di 15 kecamatan di Kabupaten Lampung Barat.

Pembagian seragam dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin.

Turut dihadiri Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, serta para Dewan Guru.

Parosil mengatakan, bantuan tiga setel seragam sekolah lengkap dengan buku tulis merupakan salah satu bentuk keseriusan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Lampung Barat.

Menurutnya, program tersebut tidak boleh dipandang sebatas bantuan barang. Seragam gratis merupakan upaya pemerintah memastikan seluruh anak memperoleh kesemaan yang setara untuk mendapatkan pendidikan tanpa terbebani persoalan ekonomi keluarga.

“Semuanya mendapatkan kesempatan yang sama, baik sekolah negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Lampung Barat maupun di bawah naungan Kementerian Agama. Negeri maupun swasta, semuanya mendapatkan seragam dan alat tulis dari Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” ujar Parosil.

la berharap kebijakan tersebut mampu menghapus rasa minder di kalangan siswa sekaligus mendorong mereka semakin giat belajar.

Parosil optimistis keseragaman perlengkapan sekolah akan memberikan rasa percaya diri bagi siswa, terutama mereka yang berasai keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

“Saya optimis anak-anak kita akan lebih giat belajar dan tidak merasa minder karena memiliki seragam yang sama dengan seluruh siswa di tahun ajaran baru,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Parosil juga memberikan penegasan kepada seluruh dewan guru di Lampung Barat agar tidak lagi membebankan biaya pembelian seragam olahraga kepada orang tua atau wali murid.

la menyebut Pemerintah Lampung Barat telah berkomitmen mengalokasikan anggaran untuk bantuan seragam olahraga pada 2027.

“Untuk tahun depan, Pak Bupati tambah satu setel kaos olahraga agar tidak ada lagi beban orang tua terkait seragam. Bagi dewan guru, jangan ada lagi biaya yang dibebankan kepada orang tua wali murid,” tegasnya.

Parosil bahkan meminta agar tidak ada lagi sekolah yang melakukan pungutan iuran dengan alasan pembelian seragam olahraga.

“Saya tidak mau dengar lagi ada sekolah yang melakukan pungutan iuran untuk biaya seragam olahraga,” tegas Parosil

Program tersebut mendapat apresiasi dari para wali murid. Perwakilan wali murid Kecamatan Way Tenong, Adelia, menilai bantuan tiga setel seragam dan alat tulis merupakan bentuk nyata perhatian Pemerintah Daerah terhadap dunia pendidikan.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya memberikan manfaat secara ekonomi bagi keluarga, tetapi juga mampu meningkatkan motivasi anak-anak untuk terus melanjutkan pendidikan.

“Kami selaku wali murid sangat mengapresiasi program unggulan Bupati dan Wakil Bupati di bidang pendidikan, khususnya bantuan seragam dan buku tulis gratis,” tuturnya.

la berharap perhatian merintah terhadap pendidikan terus berlaniut sehingga anak-anak di daerah memiliki kesempatan yang lebih besar untuk melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Hal senada disampaikan wali murid asal Kecamatan Sumber Jaya, Joko. la mengapresiasi konsistensi Pemerintah Lampung Barat yang tidak berhenti pada program seragam gratis, tetapi juga melanjutkannya dengan berbagai program beasiswa untuk jenjang perguruan tinggi.

Menurut Joko, keberlanjutan program tersebut menunjukkan adanya komitmen Pemerintah Daerah untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi masyarakat.

“Tidak mudah di tengah efisiensi anggaran, namun pemerintah tetap berkomitmen mengadakan bantuan seragam gratis. Sebelumnya hanya satu setel, tetapi pada 26 ini menjadi tiga setel berikut alat tulis,” terangnya.

Program seragam gratis dan beasiswa Pemerintah Lampung Barat memperlihatkan arah kebijakan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada bantuan sesaat, tetapi juga berupaya membangun kesetaraan kesempatan belajar bagi seluruh siswa.(andri)

 

Bupati Lampung Barat Klaim MBG dan Seragam Gratis Jaminan Hapus Kasus Anak Putus Sekolah

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menjadikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan seragam sekolah gratis sebagai jaminan untuk menghapus kasus putus sekolah di Kecamatan Pagar Dewa.

Target tersebut ditegaskan Bupati Lampung Barat saat penyerahan bantuan kepada 575 siswa di Pagar Dewa, Jumat 2/10/2026, bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin.

Menurut Parosil, tujuan dari penggabungan dua program ini adalah menghilangkan dua alasan utama anak putus sekolah. Biaya perlengkapan dan kebutuhan gizi. Dengan seragam dan buku tulis gratis, beban wali murid terpangkas. Dengan MBG, kebutuhan dasar siswa terpenuhi di sekolah.

“Jadi aneh kalau ada anak putus sekolah, sudah dikasih MBG dari Pak Presiden, dikasih seragam gratis oleh Pak Bupati. Jadi harapan saya di Pagar Dewa tidak ada lagi kasus putus sekolah,” tegas Parosil.

“Manfaat dari strategi ini adalah keberlangsungan pendidikan yang terjamin dari tingkat dasar,” kata dia.

Pemerintah tidak berhenti di SD dan SMP, Parosil menegaskan, pihaknya menyiapkan skema beasiswa berjenjang hingga perguruan tinggi untuk memastikan anak Pagar Dewa bisa kuliah. Program tersebut meliputi beasiswa kedokteran, seni budaya, bahasa daerah, PGSD, kewirausahaan, hingga Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD) kedinasan yang lulusannya langsung berpeluang kembali ke Lampung Barat sebagai ASN.

Selain itu, bantuan juga disiapkan bagi mahasiswa yang diterima di Universitas Negeri dengan syarat melampirkan surat pernyataan diterima sebagai bentuk apresiasi pemerintah.

“Calon penerima bantuan menyiapkan surat pernyataan sebagai bukti telah diterima di perguruan tinggi untuk mendapatkan bantuan pemerintah. Namun mahasiswa tersebut harus lulusan dari sekolah di Lampung Barat,” ujarnya.

Sebelumnya, apresiasi atas program ini disampaikan perwakilan wali murid perwakilan Pagar Dewa Furqon. Ia menyebut bantuan tiga setel seragam Merah Putih, Pramuka dan Batik sangat membantu dan berharap berlanjut di 2027.

“Program ini sangat membantu kami selaku wali murid pak bupati, tetapi kami berharap untuk tahun depan ditambah menjadi empat setel berikut seragam olahraga, bahkan kalau memungkinkan sepatunya sekalian pak bupati,” pungkasnya.(andri)

Tabligh Akbar, Parosil Paparkan Program Pro Rakyat Dari Seragam Gratis Hingga Sekolah Kopi

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memanfaatkan Tabligh Akbar Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 di Islamic Center Sekuting Terpadu, Selasa 29/9/2026, sebagai forum laporan kinerja program pro rakyat di hadapan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan ribuan masyarakat.

Tujuan utama pemaparan ini adalah memastikan publik mengetahui arah dan manfaat nyata program yang dijalankan bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin, bukan sekadar janji pembangunan. Di sektor keagamaan, program insentif marbot dan guru ngaji memiliki tujuan menjaga aktivitas keagamaan di tingkat kampung tetap hidup.

Manfaatnya, adalah pembinaan generasi muda terus berjalan dan penjaga masjid mendapat perhatian layak dari pemerintah.

Di sektor pendidikan, bantuan seragam sekolah gratis yang telah dibagikan ke ribuan siswa bertujuan memangkas beban ekonomi orang tua. Program ini dilengkapi beasiswa kedokteran, PGSD, seni dan kebudayaan yang bertujuan menyiapkan SDM Lampung Barat sesuai minat dan potensi, sehingga anak daerah mampu bersaing.

Di sektor pertanian, program Sekolah Kopi Masuk Kampung bertujuan meningkatkan kapasitas petani kopi dari hulu ke hilir. Mulai dari budidaya, perawatan hingga pengolahan. Manfaatnya, adalah meningkatkan nilai jual komoditas unggulan dan pendapatan petani.

Di sektor kesehatan, penanganan stunting dan pembangunan infrastruktur jalan difokuskan untuk memastikan mobilitas ekonomi dan kualitas hidup masyarakat meningkat melalui sinergi kabupaten, provinsi dan pusat.

Pemaparan program di momentum yang dihadiri Ustad Das’ad Latif, dan jajaran Forkopimda ini menjadi strategi komunikasi pemerintah. HUT ke-35 diposisikan sebagai bukti bahwa pembangunan Lampung Barat berjalan seimbang antara infrastruktur fisik dan pembangunan manusia.

Dengan sampaian terbuka oleh Bupati Lampung Barat di Islamic Center, pemerintah memastikan setiap program memiliki tujuan yang jelas dan manfaat yang langsung dirasakan masyarakat.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menilai Lampung Barat memiliki modal sosial yang berbeda dari daerah lain, dimana ulama, tokoh adat, dunia usaha, dan anak muda merasa memiliki daerahnya.

“Banyak sekali kemajuan yang kita rasakan di Lampung Barat. Saya melihat ada yang berbeda dari Lampung Barat dibanding kabupaten lain. Masyarakatnya kompak, ulama, tokoh adat, dunia usaha, anak muda, semua merasa ini adalah daerah mereka dan mereka semangat memajukan Lampung Barat,” kata Mirzani.(Andri)

Bupati Lambar Sambut Kedatangan Ustad Das’at Latif di Rumah Dinas

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyambut langsung kedatangan Ustad Das’ad Latif di Rumah Dinas Bupati, Selasa 29 September 2029, sebagai bentuk penghormatan Pemerintah Daerah terhadap tokoh dakwah nasional.

Penyambutan ini memiliki tujuan untuk memperkuat sinergi antara ulama dan umara dalam pembangunan daerah. Kehadiran Ustad Das’ad Latif di Lampung Barat diposisikan sebagai mitra strategis pemerintah dalam pembinaan karakter masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

Penyambutan langsung di Rumah Dinas memberikan pesan kuat bahwa Pemerintah Daerah menempatkan nilai spiritual sebagai fondasi pembangunan. Langkah ini juga meningkatkan citra Lampung Barat sebagai daerah yang terbuka, menghormati ulama, dan menjadikan pendekatan kultural keagamaan sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan.

Setibanya di rumah dinas, Das’at Latif diberikan selempang dengan motif clugam khas Lampung Barat oleh Bupati Lampung Barat sebagai penghormatan.

Setelah penyambutan, rombongan dijadwalkan melanjutkan perjalanan menuju Islamic Center Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit untuk mengisi pengajian Akbar dalam rangaka hari jadi ke-35 Kabupaten Lampung Barat.

Parosil Mabsus menyampaikan selamat datang di Lampung Barat, Negeri di Atas Awan. “Ini adalah sebuah kehormatan dan kebahagiaan besar bagi kami. Terima kasih telah berkenan menempuh perjalanan jauh untuk hadir di tengah-tengah kami,” ujarnya.

Menurutnya, Rumah Dinas ini menjadi mulia dengan kehadiran Ustad kondang tersebut. “Kami menyambut Ustad bukan hanya sebagai tamu, tetapi sebagai guru, sebagai saudara, dan sebagai bagian dari keluarga besar Lampung Barat. Kehadiran Ustad menjadi penyemangat bagi kami untuk terus membangun daerah ini dengan hati yang bersih dan niat yang tulus,” tuturnya.

Ustad Ustad Das’at Latif menyampaikan ucapan terimakasih atas penyambutan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Menurutnya, ini menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menjunjung tinggi nilai spiritual keagamaan.

“Luar biasa, ternyata Lampung Barat indah sekali, lokasinya masih rimbun, hawanya sejuk. Terimakasih pak bupati atas penyambutannya,” pungkasnya.(Andri)

Puncak HUT ke-35 Lampung Barat: Dari Sejarah 1991, Bupati Naikkan Gaji PPPK, 5 Kerja Sama Baru, Hingga Kemeriahan Karnaval dan Potong Tumpeng

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Perjalanan panjang Kabupaten Lampung Barat dimulai 35 tahun lalu. Terbentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1991 pada 16 Agustus 1991, dan diresmikan pada 24 September 1991 sebagai pemekaran dari Kabupaten Lampung Utara. Ibu kotanya Liwa, dengan falsafah Beguai Jejama.

Pada 24 September 2026, usia itu diperingati. Puncak HUT ke-35 digelar di Lapangan Indrapati Cakranegara, lingkungan Pemda Lampung Barat, pada Kamis pagi, pukul 08.00 WIB.

Upacara dipimpin langsung Bupati Lampung Barat H. Parosil Mabsus sebagai Inspektur Upacara. Perwira Upacara Aliyurdin, S.Sos, Komandan Upacara Gustian Afriza, S.T, M.M, Pembaca Sejarah Albizar Amran dari Kepaksian Buay Belunguh, dan Pembaca Doa dari Kepala Kemenag.

Hadir jajaran Forkopimda, Ketua DPRD Edi Novial, Dandim 0422/LB Letkol Inf Rizky Kurniawan, Kapolres AKBP Samsu Wirman.

Puncak peringatan HUT ke-35 Kabupaten Lampung Barat ini dihadiri pula oleh Bupati OKU Selatan Abusama, S.H, Wakil Bupati Pesisir Barat Irawan Topani, S.H, para Sultan dan Saibatin Puniakan Dalom Beliau Sultan Sekala Brak ke-23, Empat Kepaksian, tokoh adat Sumbai Lima, Sekda, Ketua TP PKK, Duta Baca Indonesia Gol A Gong, serta ribuan peserta upacara dari TNI-Polri, Korpri, PGRI, Peratin, Ormas, Pramuka hingga pelajar.

Sebulan sebelumnya, rangkaian HUT telah berjalan. Dimulai 27 Agustus dengan gotong royong serentak, Festival Kreasi di GOR Aji Saka, Pasar Malam Expo UMKM, KONI Expo, kejuaraan bulutangkis, futsal, basket, Fun Run 5K dan Coffeecamp di Purajaya Kebun Tebu, lomba Cerdas Cermat SD-SMP-PKK, lomba domino, pencak silat, fun bike, pengajian dan zikir serentak di 15 kecamatan pada 21 September, hingga Rapat Paripurna DPRD pada 23 September.

Tema HUT tahun ini ialah: Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama. Bupati Parosil melalui pidatonya mengartikan secara sederhana.

Setawitan adalah memulai dengan kebersamaan. Seuyunan berarti berjalan dalam satu irama. Sehangguman adalah bekerja dan saling menguatkan, dan Maju Jejama adalah tujuan akhirnya: maju bersama.

Dalam pidatonya, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus menyampaikan dan memaparkan capaian pembangunan sumber daya manusia dari program yang ia canangkan bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin di periode kedua ini 2025-2030.

Program tersebut mulai dari beasiswa S1 PGSD 30 orang, S1 Kewirausahaan 30 orang, POLTRADA Bali 7 orang, beasiswa dokter umum 11 orang dan dokter gigi 3 orang. Bantuan seragam dan tas gratis untuk 5.957 siswa SD/MI dan 4.828 siswa SMP/MTs.

Selain itu, di tengah amanatnya, Bupati mengumumkan kebijakan kenaikan penghasilan bagi PPPK paruh waktu.

Untuk kualifikasi SMA dari Rp 500.000 menjadi Rp 750.000. D-III dari Rp 600.000 menjadi Rp 900.000. Dan S-1 dari Rp 700.000 menjadi Rp 1.000.000 per bulan.

Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah daerah atas dedikasi PPPK paruh waktu dalam mendukung pelayanan publik.

Usai amanat, dilanjutkan penandatanganan lima kesepakatan bersama.

Dua kesepakatan pengembangan potensi daerah dengan Kabupaten Pesisir Barat dan Kabupaten OKU Selatan, Provinsi Sumatera Selatan.

Dua kesepakatan layanan jasa perbankan dengan PT Bank Syariah Indonesia Tbk dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk.

Kemudian satu perjanjian kerja sama penyediaan Kawasan Wisata Lumbok Seminung Resort dengan PT Eljohn.

“Kerja sama ini diharapkan memperkuat konektivitas antar daerah dan mendorong pengembangan pariwisata Lampung Barat,” ungkap Bupati Parosil.

Pada kesempatan itu juga diserahkan 55 penghargaan.

Diberikan kepada lima tokoh adat Sumbai Lima: Wirdayuli Gelar Suntan Naga Mas, Sonsrep Gelar Suntan Pemuka, Feri Muhizar Gelar Suntan Negeri Canda, Heryadi Gelar Suntan Raja Di Awan, dan Yusnanjon Gelar Suntan Indra Sakti.

Penghargaan juga diberikan kepada peraih prestasi MTQ ke-52 Provinsi Lampung 2025 seperti Umi Khotimah, Zaky Zam Fauzi, Rini Sugiarti, Siti Maesaroh, dan juara MTQ Nasional Mei Tran Mita.

Serta kepada Paskibraka Provinsi 2026 Alpin Alfredo dan Husna Nadia Matin, juara LCT, FLS3N, OSN, video literasi, dan PPAP Provinsi 2026 Zaki Tamam dan Berliana Nurul Diningrum.

Kecamatan Gedung Surian menerima penghargaan sebagai TP PKK Paling Aktif, LCT Kader PKK dan Posyandu terbaik, serta Kecamatan Layak Anak Peringkat 1 Tahun 2025.

Apresiasi inovasi juga diberikan kepada Zulfa dan Dayat Berkah Jaya Racing Coffee atas pengembangan kopi.

Kemeriahan berlanjut pada pukul 10.00 WIB. Karnaval budaya digelar dengan rute Lamban Pancasila menuju Lapangan Indrapati Cakranegara, Pemda.

Diawali drumband, disusul dengan kreasi adat dari berbagi suku, hingga penampilan-penampilan kreasi yng memiliki keunikan masing-masing dari 15 kecamatan yang ada wilayah bumi beguai jejama si betik.

Tahun ini, peserta karnaval juga diikuti anak-anak TK dengan balutan kostum adat. Kehadiran mereka menambah suasana menjadi lebih ceria.

Di depan panggung kehormatan, seluruh peserta karnaval menmpilkan seni dan kreasi terbaiknya, mulai dari: Sanggar Seni Setiwang, Paguyuban Budaya Jawa, Batak, Siliwangi dan Padang, hingga para pelajar dari tingkat SMA hingga TK sederajat.

Rangkaian puncak HUT ditutup dengan prosesi potong tumpeng. Bupati bersama Wakil Bupati, Forkopimda dan tokoh adat memotong tumpeng sebagai wujud rasa syukur atas perjalanan 35 tahun Lampung Barat.

Potong tumpeng menjadi penanda berakhirnya prosesi puncak upacara.(andri)

Lampung Barat Tandai HUT ke 35 Dengan Tanam Pohon

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Usai sidang Paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 di ruang Makhgasana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) menanam pohon buah Alpukat dan Durian di pelataran kantor DPRD, Rabu 23 September 2026.

Setiba di lokasi penanaman, Bupati Lampung Barat langsung mengambil cangkul dan menanam bibit pohon alpukat pada lubang tanam yang sudah disediakan.

Sembari menimbun lubang tanam, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengatakan penanaman pohon ini bukan sekedar seremonial.

“Kita tidak ingin HUT hanya habis di dalam gedung. Lampung Barat ini adalah kabupaten konservasi, paru-paru Provinsi Lampung. Kalau kita tidak jaga dari sekarang, anak cucu kita hanya dengar cerita tentang hutan,” ujar Parosil.

Menurut dia, pelataran DPRD dipilih sebagai simbol. Pusat pengambilan kebijakan harus memberi contoh.

Parosil mengingatkan, sebagian besar wilayah Lampung Barat adalah kawasan hutan lindung dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.

Oleh karenanya, kerusakan sekecil apa pun berdampak pada air, kopi, dan kehidupan petani.

“Jalan boleh kita bangun, ekonomi boleh kita kejar, tapi kalau sumber air mati karena pohon habis, semua selesai. Konservasi ini bukan jargon, ini kebutuhan hidup,” ucapnya.

Ketua DPRD Lampung Barat Edi Novial menyatakan DPRD mendukung komitmen kabupaten konservasi.

“Penanaman hari ini jadi pengingat bahwa keputusan yang kita buat di gedung ini harus ramah lingkungan,” ujar Edi.

Forkopimda yang hadir juga melakukan penanaman bergantian. Kegiatan ditutup dengan penyiraman bersama.(andri)

Lampung Barat Usia 35 Tahun, Parosil Klaim Ekonomi Tumbuh, Jalan 59 Persen Mantap

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Di ruang sidang Makhgasana Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan pidato Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35. Sidang dibuka Ketua DPRD Edi Novial, Rabu 23 Seftember 2026. Di balik seremoni, pidato itu menyodorkan potret capaian sekaligus batas kemampuan fiskal daerah.

Bupati Lampung Barat menjelaskan tema Setawitan, Seuyunan, Sehangguman, Maju Jejama. Empat frasa adat itu diterjemahkan sebagai satu tujuan, satu arah, satu hati, dan maju bersama. Nilai itu dikaitkan dengan visi Lampung Barat Hebat dan Setia Menuju Indonesia Emas 2045.

Data makro yang disampaikan Bupati Lampung Barat menunjukkan tren positif. Angka kemiskinan 2025 turun ke 9,93 persen dari 10,68 persen dari tahun sebelumnya. Jumlah penduduk miskin berkurang 2.200 jiwa menjadi 31.230 jiwa. Pertumbuhan ekonomi mencapai 5, 45 persen, naik 1, 09 poin dari tahun sebelumnya. PDRB atas dasar harga berlaku Rp 10,733 triliun, naik dari Rp 9,9 triliun, dengan pendapatan per kapita Rp 33,77 juta.

Sektor ekonomi masih bertumpu pada pertanian, kehutanan, dan perikanan dengan kontribusi 44,09 persen. Namun sektor jasa mulai bergerak. Industri pengolahan tumbuh 11, 84 persen, konstruksi 11,57 persen, dan penyediaan akomodasi makan minum 10,12 persen.

Indeks pembangunan manusia 73,14 poin, naik 0,73 poin, kategori tinggi dan peringkat ke-6 di Lampung. Tingkat Pengangguran Terbuka 2,11 persen atau 4.000 jiwa, diklaim terendah se-Provinsi Lampung.

Tak hanya itu, daftar penghargaan pun ikut dipaparkan Bupati Lampung Barat. Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) 16 kali berturut-turut, kabupaten terinovatif 2025 di ajang IGA, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Award untuk pemberdayaan desa, hingga predikat informatif keterbukaan informasi publik.

Di tingkat pekon (Desa), sejumlah desa disebut naik kelas menjadi Desa Mandiri Baru yakni Sedampah Indah, Way Empulau Ulu, Padang Tambak, Suka Jaya, dan Bandar Agung. Sembilan pekon lain masuk klasifikasi Swasembada.

Kemudian, terkait perhatian Pemerintah Daerah kepada PPPK paruh waktu. Ia mengatakan penghasilan PPPK paruh waktu dinaikkan. Lulusan SMA dari Rp 500.000 menjadi Rp 750.000, D3 dari Rp 600.000 menjadi Rp 900.000, dan S1 dari Rp 700.000 menjadi Rp 1. 000. 000 per bulan.

Di pendidikan, beasiswa S1 PGSD 30 orang, kewirausahaan 30 orang, POLTRADA Bali 5 orang, serta seragam dan tas gratis untuk 5.957 siswa SD dan 4.828 siswa SMP. Di kesehatan, beasiswa 11 dokter umum dan 3 dokter gigi, yang sebagian sudah kembali mengabdi seperti di Puskesmas Sekincau dan Batu Brak.

Ekonomi kerakyatan mencatat 135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan 87 gerai terbangun. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) membentuk 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat laik higiene, menjangkau 84.625 penerima dan menyerap 1.161 tenaga kerja. Sektor kopi diperkuat dengan peremajaan 903 hektare dan Sekolah Kopi.

Bidang Infrastruktur, kemantapan jalan 59,5 persen, irigasi bagus 58,47 persen, sanitasi sehat 97,91 persen, dan air minum layak 89,43 persen.

Parosil mengakui APBD Lampung Barat terbatas. Pada 2025, Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (PAMSIMAS) di tiga pekon senilai Rp 1,6 miliar menjangkau 1.474 jiwa. Pagu 2026 untuk Pengembangan Infrastruktur Sosial Ekonomi Wilayah (PISEW), PAMSIMAS, dan Berbasis Masyarakat (SANIMAS) Rp 7,8 miliar di 17 lokasi. Bedah rumah Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya, yaitu program bantuan dari pemerintah melalui (BSPS) 312 unit Rp 6,24 miliar pada 2025, dan 444 rumah Rp 8,88 miliar pada 2026 masih proses. Penataan kawasan kumuh Fajar Bulan Rp 8,058 miliar berjalan.

Di akhir pidato, Parosil mengingatkan pembangunan tidak bisa hanya dari APBD. Usulan Inpres irigasi, DAK, dan program kementerian harus dikawal dengan perencanaan matang dan dokumen lengkap.(andri)

Kabupaten Lampung Barat Lampaui Target Nasional, Capaian TLRHP BPK Tembus 84,09 Persen

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mencatatkan prestasi membanggakan dalam tata kelola keuangan daerah.

Berdasarkan pemaparan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI, capaian Tindak Lanjut Rekomendasi Hasil Pemeriksaan (TLRHP) Kabupaten Lampung Barat mencapai 84,09 persen, melampaui target rata-rata nasional sebesar 80 persen.

Capaian tersebut terungkap dalam Entry Meeting BPK RI dalam rangka Pemeriksaan Pendahuluan Kepatuhan atas Pengelolaan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2026, yang digelar di Ruang Rapat Pesagi, Kantor Bupati Lampung Barat, Selasa (22/9/2026).

Entry meeting tersebut dipimpin langsung Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, didampingi Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Plt. Asisten Administrasi Umum, Inspektur, Kepala BKAD, Kepala Bapenda, Kepala BPBD, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas PUPR, Plt. Direktur RSUD Alimuddin Umar, Plt. Sekretaris DPRD, Kabag Umum, dan Kabag Perencanaan dan Keuangan.

Sementara dari BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung hadir Pengendali Teknis Yenni, Ketua Tim Putri Fitria Sari, Ketua Sub Tim Zumiadi, serta Anggota Tim Zufrian Ardiansyah, Ratna Hidayati, Muammar Biladi, Ahmad Khaironi, dan Elisabeth Heldi Dewi Damara.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, dalam sambutannya menyampaikan selamat datang kepada tim BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung.

“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran, saya sampaikan selamat datang kepada tim entry meeting, khususnya kepada Ibu Yenni selaku pengendali teknis. Apa yang dilakukan BPK kepada Pemkab Lampung Barat selama ini telah memberikan kontribusi nyata,” ujar Parosil.

Parosil menegaskan, hingga saat ini Lampung Barat telah meraih 16 kali opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Capaian TLRHP 84,09 persen di atas rata-rata nasional menjadi bukti komitmen tersebut.

“Hari ini kita 84,09 persen, di atas rata-rata nasional. Tidak ada yang tidak mungkin asal kita mau. Ini harus kita jadikan evaluasi agar lebih baik lagi,” katanya.

Ia juga menginstruksikan seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk kooperatif dan terbuka selama proses pemeriksaan.

“Ini adalah ruang bagi kita untuk dimanfaatkan sebaik-baiknya. Harapan saya kepada jajaran dari Sekretaris Daerah sampai staf, kalau BPK membutuhkan data, sajikan datanya. Butuh bahan lain termasuk lokus, bantu dalam waktu cepat. Saya optimis Kepala OPD akan memberikan dukungan penuh,” tegas Parosil.

Menurutnya, saran, catatan dan rekomendasi BPK akan menjadi catatan penting dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pertanggungjawaban APBD.

Sementara itu, Pengendali Teknis BPK RI Perwakilan Provinsi Lampung, Yenni, memaparkan entitas yang diperiksa adalah Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan lingkup pemeriksaan meliputi Belanja Pegawai, Belanja Barang dan Jasa, Belanja Hibah, Belanja Modal Peralatan dan Mesin, Belanja Modal Gedung dan Bangunan, Belanja Modal Jalan, Irigasi dan Jaringan, serta Belanja Modal Aset Tetap Lainnya.

Sasaran pemeriksaan adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pembayaran atau pertanggungjawaban Belanja Daerah dari APBD Tahun Anggaran 2026.

Ia menambahkan, tujuan pemeriksaan pendahuluan ini adalah untuk melakukan identifikasi pengguna hasil pemeriksaan, pemahaman atas hal pokok dan entitas, pemahaman terhadap Sistem Pengendalian Internal (SPI), penilaian risiko, penentuan materialitas, serta menentukan uji petik yang akan dituangkan dalam program pemeriksaan terinci.

Adapun jadwal Pemeriksaan Pendahuluan berlangsung pada 21 September – 10 Oktober 2026, Pemeriksaan Terinci pada 8 November – 5 Desember 2026 (tentatif), dan Penyerahan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) pada 14 – 18 Desember 2026 (tentatif).

Dengan capaian TLRHP yang telah melampaui target nasional, Lampung Barat optimistis dapat mempertahankan opini WTP dan meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel.(andri)

 

HUT ke-35, Pemkab Lambar Gelar Istighosah Serentak di 15 Kecamatan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar istighosah dan doa bersama secara serentak di 15 kecamatan, Senin, 21 September 2026, sebagai puncak rasa syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35.

Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus hadir di Kecamatan Balik Bukit. Ia menegaskan lokasi istighosah sengaja dipusatkan di kantor camat, bukan di masjid besar atau gedung mewah. Menurutnya, kantor camat adalah simbol kehadiran negara paling dekat dengan masyarakat.

Karena itu momentum HUT harus menjadi refleksi pelayanan publik, bukan sekadar perayaan.”Ini kantornya seluruh masyarakat Balik Bukit. Jadikan ini momentum refleksi diri terhadap pelayanan publik,” kata Parosil.

Ia menegaskan pembangunan Lampung Barat tidak cukup hanya dengan fisik dan ekonomi. Pondasi keimanan dan akhlak menjadi penentu keberkahan pembangunan.

“Melalui istighosah dan dzikir ini, kita memohon agar setiap ikhtiar pembangunan diberikan kemudahan dan keberkahan,” ujarnya.

Parosil menyebut di usia ke-35, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus mendorong program yang bermanfaat bagi masyarakat, mulai dari beasiswa PGSD, kewirausahaan, kesehatan dan perhubungan, seragam dan perlengkapan sekolah gratis, hingga penguatan kopi, UMKM, dan pariwisata.

“Semua program itu diklaim sebagai ikhtiar menuju visi Lampung Barat Hebat dan Setia,” tuturnya.

Sebelumnya, perwakilan masyarakat Balik Bukit, Feri Saputra, mengapresiasi pola peringatan HUT Lampung Barat yang diisi. dengan kegiatan religius, bukan hura-hura.

“Ke depan pak bupati kami selaku masyarakat berharap untuk peringatan hari besar seperti lebih bagus diisi kegiatan seperti ini sebagai ungkapan rasa syukur,” kata Feri.(andri)

Jelang Datangkan Das’ad Latif, Pemkab Lambar Gelar Rapat Pemantapan Lintas Sektor

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mematangkan persiapan pengajian akbar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 yang akan menghadirkan Ustadz Das’ad Latif di Islamic Center, Kawasan Sekuting Terpadu, Kecamatan Balik Bukit.

Rapat pemantapan digelar di bawah pimpinan Plt Asisten I Padang Priyo Utomo pada Jumat, 18 September 2026, dengan melibatkan lintas sektor mulai dari Polres, Kodim 0422/LB, Perangkat Daerah, hingga kecamatan dan pekon.

Fokus rapat bukan seremoni, melainkan mitigasi risiko. Panitia membahas teknis krusial. Kesiapan lokasi, pengamanan, rekayasa lalu lintas, kebersihan, layanan kesehatan, hingga kesiapsiagaan bencana.

Langkah ini diambil karena ribuan jamaah dari 15 kecamatan diperkirakan akan memadati pelataran Masjid Bintang Mas, Islamick Center, Kawasan Sekuting Terpadu, Balik Bukit.

Plt Asisten I Padang Priyo Utomo mengatakan, daya tarik Das’ad Latif diprediksi menyedot massa besar, sehingga koordinasi keamanan menjadi kunci.

“Kita ingin pengajian ini tidak hanya meriah, tapi aman, tertib, dan khidmat. Semua unsur harus menjalankan tugas masing-masing,” kata Padang.

Padang Priyo Utomo berharap tausiyah Das’ad Latif tidak hanya menjadi hiburan rohani, tetapi menjadi momentum penguatan keimanan dan kebersamaan warga.

Untuk itu, ia mengimbau masyarakat yang akan hadir menjaga ketertiban dan mengikuti arahan petugas. Jamaah yang membawa anak diminta memperhatikan faktor keselamatan.

Pengajian akbar yang akan di gelar pada 29 Seftember, di pelataran Islamic Center Sekuting Terpadu, Pekon Watas, Kecamatan Balik Bukit ini menjadi salah satu agenda puncak HUT ke-35 Lampung Barat selain turnamen ORADO dan LCT yang telah digelar sebelumnya.(andri)