Bupati Parosil Terima Kunjungan JMSI Lampung, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Media Siber

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menerima kunjungan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung yang dipimpin Ketua JMSI, Achmad Novriwan, bersama lima anggotanya di Lamban (Rumah) Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Sabtu (4/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan insan pers, khususnya media siber yang tergabung dalam JMSI.

Dalam kesempatan itu, Ketua JMSI Provinsi Lampung, Achmad Novriwan, memperkenalkan organisasi yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan, JMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang anggotanya berasal dari badan usaha media dan diwakili oleh komisaris atau direktur.

“Kita adalah JMSI. Anggotanya bukan perseorangan, tetapi badan usaha media yang diwakili komisaris atau direktur. Saat ini jumlah anggota di Provinsi Lampung mencapai 115 perusahaan media,” ujarnya.

Achmad berharap JMSI nantinya juga dapat terbentuk di Kabupaten Lampung Barat sehingga bisa ikut berkontribusi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Harapannya JMSI bisa terbentuk di Lampung Barat dan dapat memberikan kontribusi dengan bekerja sama bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Parosil Mabsus menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahmi seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan media.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran JMSI. Mudah-mudahan kita bisa membangun kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah Lampung Barat dan JMSI,” ujar Parosil.

Ia menilai media memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama media siber yang saat ini memiliki jangkauan informasi yang luas dan cepat.

“Peran media sangat strategis untuk mendukung pemerintah, apalagi media siber kekuatannya sangat besar sehingga perlu kita bangun kedekatannya,” jelasnya.

Parosil juga berharap JMSI dapat terus mendukung berbagai program pembangunan di Lampung Barat melalui penyampaian informasi yang objektif dan membangun.

“Pada prinsipnya, kami tidak melihat dari organisasinya saja, tetapi bagaimana komunikasi yang baik serta peran media dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam nuansa keakraban, Bupati Parosil turut memperkenalkan sejarah, kultur, dan budaya Lampung Barat, sekaligus memaparkan berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Pada pertemuan tersebut, Bupati Parosil didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait.(nsr)

340 Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Seminar, Bupati Parosil Perkuat Kolaborasi dengan FKIP Unila

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas di bidang pendidikan.

Salah satunya melalui Seminar Nasional Pendidikan bertajuk “Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan” yang digelar di Lamban Gedung Pancasila, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat dengan Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung (Unila) itu diikuti sebanyak 340 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, dosen, serta insan pendidikan lainnya.

Sebanyak 257 peserta hadir langsung, sementara 83 peserta mengikuti secara daring.

Seminar tersebut dihadiri langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Lampung Barat, Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., Koordinator Prodi Magister Administrasi Pendidikan Dr. Handoko, S.T., M.Pd., jajaran perangkat daerah, kepala sekolah dan guru dari 15 Kecamatan yng ada di Lampung Barat, dosen, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus mengapresiasi FKIP Universitas Lampung yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyelenggarakan seminar nasional tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin pendidikan yang berkualitas.

“Seminar seperti ini bukan hanya menjadi tempat berbagi ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempersiapkan kepala sekolah dan guru yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki integritas dalam memajukan dunia pendidikan,” ujar Parosil.

Parosil juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.

Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sekitar 36 persen dari APBD Lampung Barat.

Anggaran tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, seperti pemberian beasiswa bagi peserta didik hingga penyediaan seragam sekolah gratis.

Menurutnya, program-program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap seminar tersebut mampu melahirkan kepala sekolah yang visioner dan guru-guru yang terus meningkatkan kompetensi sehingga siap menjadi pemimpin pendidikan di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Universitas Lampung, Dr. Riswandi, M.Pd., mengatakan bahwa pemimpin masa depan tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah.

“Pemimpin masa depan tidak lahir dengan kebetulan, tetapi dibentuk melalui karakter. Pembentukan karakter yang utama berasal dari keluarga, kemudian diperkuat melalui pembelajaran di sekolah dan di kelas.

Guru-gurulah yang sesungguhnya menyusun cetak biru lahirnya para pemimpin masa depan,” kata Dr. Riswandi.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan.

Seminar itu menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., Dr. Atik Rusdiani, M.Pd.I., dan Dr. Siti Rahma Sari, M.Pd., dengan moderator Dr. Ujang Efendi, M.Pd.I.

Berbagai materi yang disampaikan membahas penguatan kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, hingga strategi membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan FKIP Universitas Lampung yang ditandatangani langsung oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat.(nsr)

Musrenbang RKPD 2027, Lampung Barat Fokus Transformasi Infrastruktur, Pendidikan, Ekonomi dan Pelayanan Publik

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 tingkat Kabupten di Aula Kagungan Setdakab.

Pembukaan ditandai dengan pemukulan Kekuhan, kemudian dilanjutkan penanda tanganan berita acara oleh Bupati dan wakil Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus – Mad Hasnurin beserta Kepala Bappeda Provinsi Lampung Anang Risgiyanto.

Pelaksanaan Musrenbang Kabupaten ini merupakan tindak lanjut dari Musrenbang tingkat Pekon dan Kecamatan pada awal tahun 2026 lalu. Masing-masing berikut jumlah usulan, tingkat Pekon 1.380, Kecamatan 1. 380 dan tingkat Kabupaten 451. Dari keseluruhan usulan pendidikan, infrastruktur, perkebunan serta peternakan akan menjadi skala prioritas.

Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa Musrenbang RKPD 2027 menjadi momentum penting dalam merumuskan arah pembangunan daerah, dengan menekankan transformasi infrastruktur, transformasi ekonomi, dan pelayanan publik sebagai pilar utama menuju Lampung Barat Hebat dan Setia.

Menurutnya, Musrenbang ini merupakan rangkaian dari proses perencanaan pembangunan yang dimulai dari tingkat Pekon (Desa), kecamatan, hingga Kabupaten yang nantinya akan dilanjutkan tingkat Provinsi.

“Musrenbang ini menjadi simpul akumulasi dari seluruh proses perencanaan pembangunan, sekaligus wadah untuk menyepakati prioritas pembangunan daerah, program kegiatan, serta sinkronisasi dengan program provinsi dan nasional,” kata Parosil Mabsus.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Tahun 2025 diantaranya pertumbuhan ekonomi mencapai 5,45%, tingkat kemiskinan menurun menjadi 9,93%, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 73,14, tingkat pengangguran terbuka terendah di Provinsi Lampung 2,11%, Angka Kematian Ibu (AKI) yaitu 19,60 poin atau hanya 1 kasus kematian ibu sedangkan Angka Kematian Bayi (AKB) yaitu 4,51 poin atau 23 kasus kematian bayi.

“Program unggulan serta dukungan pusat dan Provinsi diantaranya pengembangan desa wisata budaya, program Desaku maju, pembangunan infrastruktur wilayah, program Makan Bergizi Gratis (MBG) 69.492 penerima, 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG),” jelasnya.

Selain itu, Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDMP) sebanyak 135 Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih dengan 82 gerai, yang lebih dari 100% ada 4 gerai, yang lebih 90% ada 2 gerai dan 76 gerai lainnya masih di bawah 90%. Sekolah Rakyat yang saat ini dalam tahap persiapan lahan hibah dari provinsi, program Aman, Sehat, Resik, Indah (ASRI) dan pembentukan Satgas hingga pekon dan pembangunan Sekolah Luar Biasa (SLB).

Prioritas Rancangan RKPD Kabupaten Lampung Barat 2027 meliputi : Peningkatan kualitas daya saing Sumber Daya Manusia (SDM), peningkatan tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik, transformasi ekonomi inklusif dan hilirisasi, pendidikan, pembangunan infrastruktur strategis ramah lingkungan, penguatan inovasi kewirausahaan daerah serta penguatan ketahanan pangan dan ekonomi desa.

Sementara, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal melalui Kepala Bappeda Lampung Anang Risgiyanto mengapresiasi kepada seluruh perangkat daerah di Lampung Barat yang telah menunjukkan kinerja di tahun 2025 dengan baik, meski mengalami episiensi namun dapat menunjukkan kinerja yang maksimal.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan membutuhkan peran aktif seluruh pihak. “Mari kita sinergikan langkah menuju Lampung yang lebih maju, sejahtera, dan berdaya saing,” tutupnya.

Parosil–Mad Hasnurin Konsisten! Dari Seragam Gratis hingga Beasiswa, Lampung Barat Bangun Generasi Unggul dari Hulu ke Hilir

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dalam membangun sumber daya manusia terus dibuktikan secara nyata dan berkelanjutan.

Tidak hanya sebatas wacana, berbagai program konkret terus digulirkan sejak periode pertama kepemimpinan Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin (PM) pada 2017–2022, hingga berlanjut di periode kedua 2025–2030.

Salah satu program unggulan yang menjadi bukti nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat adalah program seragam sekolah gratis, yang merupakan bagian dari program besar bertajuk “Semua Bisa Sekolah”.

Program ini dirancang secara komprehensif dari hulu hingga hilir, dimulai dari memastikan akses pendidikan dasar yang merata hingga mendorong generasi muda melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi melalui program beasiswa.

Program seragam sekolah gratis hadir sebagai solusi nyata dalam meringankan beban biaya pendidikan masyarakat di Bumi Beguai Jejama Sai Betik.

Pemerintah daerah memahami bahwa kebutuhan dasar seperti seragam sering kali menjadi kendala bagi sebagian keluarga untuk menyekolahkan anak-anak mereka.

Melalui program ini, Pemkab Lampung Barat tidak hanya membantu secara ekonomi, tetapi juga berupaya menciptakan kesetaraan di lingkungan sekolah.

Anak-anak dapat belajar dengan rasa percaya diri tanpa adanya kesenjangan sosial akibat perbedaan kondisi ekonomi.

Pada tahun ajaran 2026/2027, program ini akan kembali digulirkan dengan cakupan yang luas oleh Pemkab Lampung Barat melalui Dinas Pendidikan setempat.

Tercatat sebanyak 5.595 siswa SD/MI dan 5.190 siswa SMP/MTs akan menjadi penerima manfaat.

Jumlah sekolah yang terlibat pun cukup besar, yakni 248 SD/MI dan 92 SMP/MTs di seluruh Lampung Barat yang mencakup 15 kecamatan.

Setiap siswa menerima tiga stel seragam lengkap, mulai dari seragam merah putih atau putih biru, seragam batik, hingga seragam Pramuka.

Kebijakan ini merupakan bentuk peningkatan layanan dan komitmen Pemkab Lampung Barat di bawah kepemimpinan PM untuk pemerataan pendidikan di kabupaten yang berjuluk negeri di atas awan.

Bupati Parosil menyatakan, bahwa program seragam gratis bukan sekadar bantuan materi, tetapi juga memiliki dampak psikologis yang besar bagi siswa.

“Dengan seragam yang layak dan sama, anak-anak kita lebih percaya diri, tidak ada lagi rasa minder. Semua punya kesempatan yang sama untuk meraih prestasi,” ungkapnya.

Menurutnya, kesetaraan di lingkungan pendidikan menjadi fondasi penting dalam menciptakan generasi yang kompetitif dan berkarakter.

Komitmen Pemkab Lampung Barat tidak berhenti pada jenjang pendidikan dasar dan menengah saja.

Sebagai bagian dari pembangunan SDM dari sisi hilir, pemerintah daerah juga menghadirkan program beasiswa baru bagi mahasiswa pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Beberapa program beasiswa yang disiapkan antara lain: beasiswa pendidikan seni (musik dan tari) di Universitas Lampung sebanyak 17 orang, beasiswa bahasa daerah di Universitas Lampung sebanyak 6 mahasiswa, dan beasiswa PGSD di Universitas Terbuka melalui SALUT AAF Way Tenong sebanyak 30 mahasiswa.

Program ini menjadi langkah strategis untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu melestarikan budaya lokal serta memenuhi kebutuhan tenaga pendidik di masa depan.

Melalui rangkaian program pendidikan dari seragam gratis hingga beasiswa, Pemkab Lampung Barat memiliki tujuan besar dalam pembangunan daerah.

Tujuan itu di antaranya: meningkatkan akses pendidikan yang merata, meringankan beban ekonomi masyarakat, mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia, melestarikan budaya lokal melalui pendidikan, mencetak tenaga pendidik dan generasi profesional masa depan.

Sebab, Bupati Parosil menegaskan bahwa pendidikan merupakan fondasi utama pembangunan daerah.

“Pemerintah akan terus hadir di tengah masyarakat untuk memastikan bahwa tidak ada lagi anak-anak Lampung Barat yang tidak bisa sekolah karena alasan biaya. Karena bagi kami, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan yang layak tanpa terkecuali,” tegasnya.

Selain itu, Bupati Parosil menaruh harapan besar terhadap keberlanjutan program ini.

“Kami ingin anak-anak Lampung Barat tidak hanya sekolah, tapi juga punya masa depan yang jelas. Dari seragam yang mereka pakai hari ini, hingga gelar yang mereka raih di masa depan,” tutupnya.

Dengan komitmen yang konsisten dan langkah nyata dari hulu hingga hilir, harapan masyarakat terhadap dunia pendidikan di Lampung Barat terus tumbuh.

Program ini bukan sekadar bantuan seragam atau beasiswa, melainkan simbol kehadiran pemerintah dalam membangun masa depan generasi.

Dari seragam yang dikenakan hari ini, tersimpan harapan besar akan lahirnya generasi Lampung Barat yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing tinggi di masa depan.

ASN Lampung Barat Dibekali Literasi Investasi Saham, Parosil: Legal dan Logis.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar sosialisasi literasi dan inklusi keuangan menabung saham bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) di Lamban Pancasila, Kecamatan Balik Bukit, Selasa 30/6/2026.

Kegiatan dibuka langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus. Hadir sebagai narasumber Manajer Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung Novandi Syafriansyah, Deputi Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Lampung Dendy Faizal Amin, dan Representative Office Indo Premier Lampung Fahmi Rosyadi.

Turut hadir Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekda Nukman, Ketua DPRD Edi Novial, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, unsur Polres, Kejaksaan, Kodim, perbankan, dan ratusan ASN.

Parosil menyebut literasi keuangan menjadi bekal penting menghadapi perkembangan ekonomi. Menurutnya, investasi adalah bagian dari perencanaan keuangan jangka panjang.

“Menabung tidak hanya dalam bentuk tabungan konvensional. ASN dan masyarakat perlu mengenal instrumen investasi, salah satunya pasar modal. Program Yuk Nabung Saham membuka kesempatan bagi semua lapisan untuk menjadi investor, dilakukan bertahap sesuai kemampuan,” kata Parosil.

Bupati menegaskan investasi bukan milik warga kota saja. Masyarakat Lampung Barat memiliki kesempatan yang sama. Dengan disiplin menyisihkan pendapatan, kesejahteraan finansial keluarga dan generasi mendatang bisa dibangun.

Ia mengingatkan prinsip utama berinvestasi legal dan logis. Masyarakat diminta tidak mudah tergiur investasi bodong atau keuntungan tidak masuk akal.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendukung peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Kehadiran OJK dan BEI untuk memberi edukasi sekaligus perlindungan,” ujarnya.

Parosil berharap sosialisasi ini menjawab banyak ASN yang ingin menanam saham tapi belum tahu prosesnya. Ia juga berpesan agar ASN tetap mengutamakan pelayanan publik.

“Ikuti kegiatan ini sungguh-sungguh. Namun yang paling utama sebagai ASN adalah mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(andri)

HUT ke-35 Lampung Barat Parosil Minta Jadikan Momentum Bangga Dengan Adat Sai Batin

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menjadikan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-35 Kabupaten Lampung Barat sebagai momentum membanggakan adat istiadat daerah. Ia berharap seluruh peserta upacara mengenakan pakaian adat Lampung Sai Batin.

Arahan itu disampaikan Parosil Mabsus dalam Rapat Pemantapan HUT ke-81 RI dan HUT ke-35 Lampung Barat di Aula Kagungan Setdakab, Senin 29/6/2026.

“Kita sebagai masyarakat Lampung Barat harus bangga dengan adat istiadat Lampung Sai Batin. Untuk itu, pada upacara HUT tahun ini kita satukan persepsi salah satunya terkait pakaian. Harapan saya kita kompak mengenakan pakaian khas Sai Batin dan menonjolkan kembali celugam khas Lampung Barat,” kata Parosil.

Bupati menegaskan ajakan itu bukan untuk mengabaikan adat daerah lain. Menurutnya, semua adat punya makna dan keindahan. Namun untuk HUT Lampung Barat, adat Sai Batin harus diutamakan.

“Jika tidak menyalahi aturan adat, Alam Gemiser (tandu atau kereta arak-arakan khusus yang digunakan dalam prosesi adat pernikahan suku Sai Batin) perlu kita tampilkan. Saya juga berharap ada Pashion Show dari Muli Mekhanai Lampung Barat dengan mengenakan baju adat Sai Batin, agar orang tahu siger Lampung Sai Batin itu seperti apa,” ujarnya.

Bupati menyebut HUT harus menjadi momen syukur. Seluruh unsur diminta berkontribusi menyukseskan agenda. Untuk HUT ke-81 Republik Indonesia (RI), upacara tingkat kabupaten akan digelar di Stadion Sekala Bekhak dengan melibatkan pelajar dan masyarakat.

Usai upacara akan ada pertunjukan terbuka tidak melihat dari suku, ras, budaya, dan agama.”Semua lapisan masyarakat harus ikut merasakan kebahagiaan atas peringatan HUT Lampung Barat dan HUT RI,” pungkasnya.(nsr)

Parosil Imbau Warga Lampung Barat Beri Data Jujur Saat Petugas Sensus Ekonomi Datang

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus mengimbau seluruh masyarakat menyampaikan data objektif dan akurat saat didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026. Menurutnya, kejujuran data warga menentukan arah pembangunan dan kesejahteraan daerah ke depan.

Imbauan itu disampaikan Bupati Lampung Barat Parosil  Mabsus saat menerima kunjungan petugas sensus ekonomi 2026 di Rumah Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Kamis 25/6/2026.

Ia menegaskan sensus ekonomi bukan sekadar mendata, tapi memotret kondisi riil usaha, pertanian, jasa, hingga sektor informal di Lampung Barat.

“Warga Lampung Barat, saat petugas datang ke rumah Bapak Ibu, sampaikan data secara jujur dan apa adanya. Data yang akurat sangat di butuhkan untuk mengukur keberhasilan pembangunan sekaligus menentukan kebijakan ke depan,” kata Parosil.

Bupati menjelaskan, dari data sensus pemerintah bisa melihat sektor mana yang tumbuh, mana yang butuh bantuan, dan program mana yang harus diperkuat. Tanpa data valid, bantuan bisa salah sasaran.

“Jangan ragu dan jangan takut. Jika ada kendala atau kesalahan, mari kita uraikan bersama dan carikan jalan keluarnya. Tujuan sensus ini untuk kebaikan kita semua agar program tepat sasaran,” ujarnya.

Parosil menutup imbauan dengan ajakan kolektif. Ia menyebut satu data akurat dari setiap keluarga akan sangat berarti bagi masa depan Lampung Barat.

“Ikuti, dukung, dan sukseskan Sensus Ekonomi 2026. Mari kita wujudkan Lampung Barat yang maju dan sejahtera berbasis data yang benar,” ajaknya.(nsr)

Peringatan 10 Muharram, Parosil Ajak Warga Lampung Barat Refleksi dan Jaga Hati

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menghadiri pengajian akbar peringatan 10 Muharram 1448 Hijriah di Masjid Az-Zaurah, Pekon Canggu, Kecamatan Batu Brak, Kamis 25/6/2026.

Hadir Wakil Bupati Mad Hasnurin, Asisten I Ahmad Hikami, Ketua Majelis Taklim Baitul Mukhlisin Islamiyah Partinia Parosil Mabsus, Kepala Perangkat Daerah, camat, peratin, serta ratusan jamaah dari Kecamatan Batu Brak, Belalau, dan Batu Ketulis.

Parosil menyebut pengajian sebagai wadah refleksi serta evaluasi diri. Menurutnya, manusia tidak luput dari lupa, khilaf, dan salah. “Ikhlaskan diri, jadikan pengajian ini ibadah. Yang paling sulit itu menjaga hati, pikiran, dan jiwa. 10 Muharram kita jadikan momentum berpikir untuk memajukan kabupaten tercinta,” kata Parosil.

Bupati memaparkan program unggulan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat periode kedua bersama Wakil Bupati Mad Hasnurin. Salah satunya program “Semua Bisa Sekolah” melalui pembagian seragam sekolah gratis dan berbagai beasiswa.

“Kami berkomitmen melanjutkan program yang menyentuh langsung masyarakat. Tiga setel seragam gratis untuk setara SD dan SMP tetap berjalan, tahun 2026 kami tambah buku tulis. Ada beasiswa kedokteran, seni budaya, kewirausahaan, dan program satu keluarga satu sarjana,” ujarnya.

Meski efisiensi anggaran, Parosil menegaskan program itu tetap digelontorkan karena usulan langsung masyarakat. Ia menuturkan, saat masih jadi guru dan ketua komite, biaya seragam paling banyak diusulkan warga.

Selain itu, Bupati juga mengingatkan pentingnya mengawal program pusat seperti Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan ketahanan pangan agar menciptakan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat.

Bambang Irawan mewakili masyarakat Batu Brak, Belalau dan Batu Ketulis menilai kehadiran Bupati menunjukkan perhatian pada pembinaan religius.

Ia berharap pengajian ini mempererat kerukunan dan sinergi pemerintah dengan masyarakat demi Lampung Barat yang hebat.

“Selain untuk silaturahmi, pengajian ini diharapkan dapat mempererat sinergi antara Pemerintah Daerah dengan masyarakat dalam memajukan Lampung Barat,” tutupnya.(andri)

BPOM Bandar Lampung Koordinasi Dengan Pemkab Lambar, Bahas Keamanan Pangan dan UMKM.

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menerima kunjungan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Bandar Lampung di ruang kerja Bupati, Rabu 24/6/2026. Pertemuan membahas penguatan pengawasan obat, makanan, serta pembinaan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Lampung Barat.

Wakil Bupati Mad Hasnurin, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pirwan, serta sejumlah kepala perangkat daerah turut mendampingi Bupati saat menerima rombongan.

Kepala Balai Besar POM Bandar Lampung Bagus Heri Purnomo menyampaikan tiga fokus kerja BPOM ke depan di Lampung Barat. Pertama, pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pemilihan obat dan makanan aman. Edukasi dimulai dari bahan baku hingga siap konsumsi.

Kedua, pembinaan UMKM. Saat ini 10 industri kopi di Lampung Barat telah memiliki izin edar BPOM. BPOM mendorong hilirisasi kopi agar produk unggulan daerah bisa memenuhi standar ekspor.

Ketiga, dukungan program prioritas pemerintah. BPOM masuk dalam satuan tugas Makan Bergizi Gratis (MBG). BPOM juga menginisiasi program Desa Aman Pangan dan Sekolah Aman Pangan untuk menjamin keamanan pangan MBG.

“Sejak awal 2025 kami telah melakukan pembekalan kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) terkait keamanan pangan,” kata Bagus.

BPOM juga menyoroti pengawasan antibiotik. Menurut Bagus, penjualan antibiotik tanpa resep dokter dan dosis yang tidak sesuai masih terjadi di apotek. Kondisi ini berpotensi menimbulkan resistensi antibiotik.

“Perlu peran pemerintah daerah bersama pelayanan kesehatan untuk mengendalikan resistensi antibiotik akibat dosis yang tidak tepat,” ujarnya.

Bupati Parosil menyambut baik koordinasi BPOM ke Lampung Barat. Ia menilai sinergi pengawasan obat dan makanan penting mengingat pertumbuhan usaha di daerah yang pesat.

“Kunjungan kerja BPOM hari ini membangun koordinasi dan komunikasi. Salah satu hal penting yang jadi perhatian Lampung Barat adalah kesehatan,” kata Parosil.

Bupati juga menekankan pentingnya edukasi ke masyarakat, bukan hanya ke pelaku usaha. Banyak toko baru yang dibangun masyarakat namun minim pengawasan.

“Keselamatan anak-anak ke depan jadi prioritas. Kehadiran program MBG adalah solusi, tetapi harus ada pengawasan bersama agar produk yang dihasilkan layak, sehat, dan bermanfaat untuk tumbuh kembang gizi anak,” katanya.

Parosil menambahkan, pengawasan kantin sekolah juga perlu diperkuat. Takaran sosis dan jajanan sekolah harus sesuai standar. Ia meminta BPOM memberi masukan terkait hilirisasi kopi dan ikan, dua produk unggulan Lampung Barat.

“Jangan fokus UMKM saja. Produk yang diekspor pelaku UMKM harus memenuhi standar agar bisa diterima dunia,” tutup Parosil.(nsr)

Lampung Barat Jadi Lokasi KKN UGM 2026, Bupati Parosil Tekankan Potensi Daerah dan Kedaulatan Pangan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat kembali menjadi lokasi pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada Universitas Gadjah Mada Tahun 2026.

Kegiatan ini resmi disambut langsung oleh Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Wakil Bupati Drs. Mad Hasnurin di Aula Kagungan Setdakab Lampung Barat, Rabu (24/6/2026).

Acara penyambutan ini juga dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, asisten, camat, perangkat pekon, serta dosen pembimbing lapangan Dr. Wagiman, S.TP., M.Si.

Tahun ini, KKN-PPM UGM mengusung tema besar “Kedaulatan Pangan dan Pengelolaan Lingkungan yang Berkelanjutan”.

Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi dan potensi Kabupaten Lampung Barat yang dikenal memiliki sektor pertanian, perkebunan kopi, serta kekayaan alam yang masih terjaga.

Program KKN ini akan berlangsung selama dua bulan, mulai 22 Juni hingga 8 Agustus 2026, dengan tiga tahapan utama yaitu observasi dan pemetaan, pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, serta evaluasi dan pendampingan berkelanjutan.

Sebanyak 30 mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM akan ditempatkan di dua pekon, yaitu Pekon Sukamaju dan Pekon Lombok, Kecamatan Lumbok Seminung.

Para mahasiswa ini diharapkan mampu membantu pengembangan masyarakat melalui pendekatan lintas ilmu, mulai dari pertanian, teknologi, ekonomi, sosial, hingga kesehatan.

Dalam sambutannya, Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus menyampaikan rasa bangga atas terpilihnya Lampung Barat sebagai lokasi KKN UGM.

Ia menegaskan bahwa kehadiran mahasiswa UGM merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Bupati juga memaparkan potensi besar Lampung Barat, mulai dari sektor pertanian, perkebunan kopi, hingga wisata alam seperti Danau Ranau, pasar tematik, dan Kebun Raya Liwa.

“Lampung Barat memiliki potensi alam yang luar biasa dan masyarakat yang masih kuat menjaga adat istiadat. Ini menjadi modal penting untuk pembangunan berkelanjutan,” ujar Bupati.

Ia juga berharap mahasiswa KKN dapat terjun langsung ke masyarakat, tidak hanya menjalankan kegiatan akademik, tetapi juga menjadi mitra dalam menyelesaikan persoalan di lapangan.

“Manfaatkan ilmu dan teknologi untuk membantu kelompok tani, UMKM, dan pemuda desa. Kita ingin Lampung Barat semakin mandiri dan sejahtera,” tambahnya.

Bupati juga menegaskan bahwa pemerintah daerah siap mendukung penuh pelaksanaan KKN, baik dari segi fasilitas, keamanan, maupun pendampingan di lapangan.

Sementara itu, Dosen pembimbing lapangan, Dr. Wagiman, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Barat yang kembali menerima mahasiswa KKN UGM, yang tercatat sudah kelima kalinya.

Menurutnya, Lampung Barat merupakan daerah yang memiliki daya tarik tersendiri bagi mahasiswa, sekaligus menjadi wilayah strategis untuk pembelajaran langsung di masyarakat.

“Lampung Barat sangat potensial untuk digali. Kami titip mahasiswa kami selama 50 hari ke depan untuk dibimbing dan didampingi oleh pemerintah kecamatan dan pekon,” ujarnya.

Ia juga berharap pengalaman KKN ini dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda Lampung Barat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi, termasuk UGM.(nsr)