Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah Petakan Rute dan Jam Operasional Armada

PAGARALAMm -(deklarasinews.com)- Penanganan sampah memang sudah menjadi permasalahan berkelanjutan dan belum mendapatkan solusi yang tepat bagi beberapa daerah di Indonesia, termasuk di Kota Pagar Alam.

Menyikapi hal tersebut, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah terus berinovasi dalam menangani sampah, termasuk mengajak Dinas Lingkungan Hidup dan para sopir armada pengangkut sampah untuk duduk bersama dalam mencari solusinya, bertempat di Griya Rumah Dinas Wali Kota, Gunung Gare, Rabu (16/09/2026) lalu

Pada kesempatan tersebut, terlebih dahulu Wali Kota Ludi Oliansyah memetakan rute armada pengangkutan, jam operasional mulai dari pengangkutan sampai pembuangan sampah terakhir, serta menekankan sikap disiplin dan tepat waktu bagi sopir armada dalam mengangkut sampah rumah tangga di rute masing-masing.

Tidak hanya itu, kedepannya Wali Kota berencana akan mengaplikasikan metode memilah sampah organik untuk diolah kembali menjadi pupuk kompos alami, “Sehingga dapat dimanfaatkan kembali, selain itu juga dapat meningkatkan PAD Kota Pagar Alam dengan menjual pupuknya kepada pengusaha dibidang pertanian,” ungkap Wako Ludi.

Solusi selanjutnya, kata Wako Ludi, akan membuat Check Point pembuangan sampah disetiap rute masing-masing, dengan menggunakan ban bekas Wheel Dozer yang dimodifikasi menjadi tempat sampah. “Karne selame ini dipasang tong sampah plastik, masih ade beberape tangan jahil nak ambek’e, dengan aghapan ame lah makai Wheel Dozer, pacak diminimalisir kelengitannye,” kata Wako Ludi.

Terakhir, Wali Kota H. Ludi Oliansyah mengajak pemangku kepentingan dan masyarakat Kota Pagar Alam, untuk bersama-sama dan besinergi, dengan cara jangan membuang sampah di sungai dan membuang sampah di jam operasional truk sampah dirute masing-masing, dengan cara ini diharapkan secara perlahan masalah sampah akan selesai dan Kota Pagar Alam akan terus asri dan sejuk.(Rep)

Langkah Dini Lindungi Warga, Sachrudin dan DPUPR Terus Bergerak

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Kesiapsiagaan menghadapi banjir harus dimulai jauh sebelum musim penghujan tiba. Bukan menunggu air meluap, melainkan memastikan sejak dini aliran sungai tetap lancar dan kawasan permukiman lebih terlindungi dari risiko genangan.

Langkah itulah yang terus diperkuat Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.

Wali Kota Tangerang, H. Sachrudin, didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Tangerang, Taufik Syahzeni, turun langsung memantau proses normalisasi sungai dan pembangunan turap di sejumlah titik, termasuk di aliran Sungai Cantiga, RW 13, Kelurahan Karang Timur, Kecamatan Karang Tengah, Senin (28/09/2026).

Bagi Sachrudin, mitigasi banjir bukan langkah yang dilakukan setelah air datang, tetapi upaya yang harus disiapkan sejak dini dan dilakukan secara berkelanjutan. Mulai dari normalisasi aliran sungai hingga penguatan turap, seluruh langkah dilakukan untuk memastikan infrastruktur siap menghadapi peningkatan debit air saat musim penghujan.

“Mitigasi kita lakukan sedari dini. Jangan menunggu air meluap baru bergerak. Sungai dan infrastrukturnya kita siapkan agar mampu mengalirkan debit air dengan optimal, sehingga risiko genangan di permukiman dapat kita tekan,” tegas Sachrudin.

Normalisasi dilakukan untuk menjaga kelancaran aliran air, sementara pembangunan turap memperkuat tebing sungai agar lebih kokoh menahan tekanan air. Kedua upaya ini menjadi bagian dari langkah Pemkot Tangerang untuk mengurangi risiko luapan ke kawasan permukiman, dengan pelaksanaannya disesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Langkah pembenahan tersebut disambut baik oleh masyarakat. Bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, normalisasi dan penguatan tebing menjadi harapan agar aliran air lebih lancar dan limpasan ke permukiman dapat diminimalkan saat hujan deras.

Ketua RW 09 Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug, Iwan Setiono, menyampaikan apresiasinya atas langkah Pemkot Tangerang yang dilakukan sejak dini.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur wilayah kami sudah dilakukan normalisasi sejak sekarang. Terima kasih kepada Pemkot Tangerang yang sudah bergerak lebih awal. Semoga ke depan aliran air lebih lancar dan tidak lagi melimpas ke permukiman,” ujarnya dihadapan Wali Kota Tangerang usai tinjauannya di kawasan aliran Kali Serua, Kelurahan Tajur, Kecamatan Ciledug.

Bagi warga yang tinggal di sekitar aliran sungai, kesiapsiagaan bukan hanya soal infrastruktur. Sungai yang terawat, saluran air yang lancar, dan lingkungan yang bersih menjadi bagian penting agar air dapat mengalir dengan baik saat hujan deras.

Oleh karena itu, Sachrudin, mengajak masyarakat khususnya yang tinggal di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS), untuk ikut menjaga kebersihan dan tidak membuang sampah ke sungai maupun saluran air.

“Pemerintah terus melakukan normalisasi dan pembangunan turap, tetapi upaya ini harus diikuti kepedulian bersama. Jangan sampai sungai yang sudah kita benahi kembali tersumbat oleh sampah. Mari kita jaga bersama agar aliran air tetap lancar dan kawasan permukiman lebih terlindungi saat hujan deras,” pungkas Sachrudin.(Nan)

Pemkab Pringsewu dan Pemkot Tangerang Selatan Jalin Kerjasama Replikasi SISGITA

BANTEN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pringsewu menjalin kerjasama dengan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Nota kesepahaman dan Perjanjian Kerja Sama antardaerah dalam bidang replikasi dan pemanfaatan aplikasi Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) ini ditandatangani oleh Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie di Aula Blandongan, Kantor Walikota Tangerang Selatan, Provinsi Banten, pada Senin, 21 September 2026.

Kerjasama ini merupakan salah satu langkah dan upaya Pemerintah Kabupaten Pringsewu dalam rangka memperkuat tata kelola pemerintahan berbasis data, khususnya dalam bidang pertanahan dan pajak daerah. Diharapkan inovasi yang direplikasi ini nantinya bermanfaat serta dapat meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Terutama dalam memperkuat keakuratan data, pengoptimalan PAD, mencegah kebocoran pajak, serta mempermudah pelayanan publik.

Untuk diketahui, Sistem Integrasi Geospasial Informasi Tanah dan Pajak (SISGITA) merupakan inovasi digital dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan yang berbasis Sistem Informasi Geografis (GIS). Sistem ini mengintegrasikan data perpajakan, terutama Nomor Objek Pajak (NOP) Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) P2 dan data pertanahan, yaitu Nomor Identifikasi Bidang (NIB) secara spasial. Selain Pemerintah Kabupaten Pringsewu, Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menjalin kerjasama di bidang yang sama dengan sejumlah pemerintah kabupaten/kota lainnya.

Kemal Dorong Pemkot Tangerang Evaluasi Serapan Job Fair

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Anggota Komisi ll Kemal Fasya Madjid mendorong Pemkot Tangerang mengevaluasi efektifitas tingkat serapan program job fair yang gencar dilakukan Pemkot Tangerang. Hal itu akibat adanya temuan BPS yang menunjukkan adanya belasan ribu orang pengangguran yang berstatus lulusan pendidikan perguruan tinggi, Rabu (9/9/2026).

Anggota Komisi ll DPRD Kota Tangerang, Kemal Fasya Madjid mengatakan, keberhasilan job fair tidak cukup hanya dilihat dari jumlah lowongan yang tersedia. Namun juga perlu dilihat dari tingkat penyerapan tenaga kerja.

“Job Fair harus kita ukur dari tingkat serapannya. Bukan hanya berapa lowongan yang dibuka, tetapi berapa warga Kota Tangerang yang benar-benar men- dapatkan pekerjaan,” ujar Kemal.

Menurutnya, tingginya antusiasme masyara- kat terhadap program Job Fair menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap lapangan pekerjaan masih cukup besar.

Kondisi tersebut, perlu menjadi perhatian pemerintah daerah dalam penyusunan kebijakan ketenagakerjaan di daerah.

“Artinya, persoalan kita bukan semata-mata menyediakan lowongan pekerjaan, tetapi juga memastikan kompetensi pencari kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Ini yang harus menjadi perhatian bersama, khususnya bagaimana program pelatihan, peningkatan keterampilan, sampai Job Fair bisa saling terhubung.”tambahnya.

Kemal menilai, keberadaan Job Fair perlu dibarengi dengan pemetaan kebutuhan tenaga kerja dari dunia usaha dan industri. Dengan demikian, pelatihan yang diberikan.

pemerintah dapat diarahkan pada keterampilan yang memang dibutuhkan pasar kerja. Terlebih, Pemkot Tangerang juga terus memberikan kemudahan akses ketenaga- kerjaan melalui Job Fair Online. Pada edisi Kemerdekaan Agustus 2026, misalnya, tersedia 2.126 lowongan dari 16 perusahaan dengan 69 formasi jabatan.

Kemal berharap, program mengenai ke- tenagakerjaan mendapat evaluasi secara berkala.

“Kami berharap program ketenaga- kerjaan ini tidak berhenti pada kegiatan Job Fair saja. Harus ada tindak lanjut dan evaluasi secara berkala, termasuk data berapa pelamar yang diterima, berapa yang benar-benar bekerja, serta bidang pekerjaan apa yang paling banyak membutuhkan tenaga kerja,” pungkasnya.

Data yang dihimpun, berdasarkan data sensus Ekonomi 2026 yang dikutip BPS Kota Tangerang menunjukkan masih terdapat 12.675 orang pe- gangguran berstatus lulu- san pendidikan perguruan ti- nggi di Kota Tangerang.

 

Pererat Sinergi, Kepala Rutan Kelas I Palembang Audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)— Dalam rangka mempererat hubungan silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi dan koordinasi antarinstansi, Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, A.Md.I.P., S.H., M.Si., bersama jajaran melaksanakan audiensi dengan Pemerintah Kota Palembang, Selasa (08/09).

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat II Setda Kota Palembang, Jalan Merdeka No. 01, Kota Palembang, tersebut dilaksanakan dalam rangka pengenalan Kepala Rutan Kelas I Palembang yang baru sekaligus memperkenalkan jajaran pimpinan Rutan kepada Pemerintah Kota Palembang.

Audiensi diterima oleh Pj. Sekretaris Daerah Kota Palembang, Drs. Kgs. H. Sulaiman Amin, selaku perwakilan Pemerintah Kota Palembang, didampingi oleh unsur terkait di lingkungan Pemerintah Kota Palembang.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Rutan Kelas I Palembang, Aris Supriyadi, A.Md.I.P., S.H., M.Si., hadir bersama Kepala Kesatuan Pengamanan Rutan (Ka. KPR), Kepala Seksi Pengelolaan (Kasi Lola), dan Kepala Seksi Pelayanan Tahanan (Kasi Yantah).

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkenalkan diri serta membangun komunikasi dan hubungan kelembagaan yang semakin erat antara Rutan Kelas I Palembang dengan Pemerintah Kota Palembang.

Kepala Rutan Kelas I Palembang menyampaikan komitmennya untuk terus melaksanakan tugas dan fungsi Pemasyarakatan secara profesional, humanis, berintegritas, dan berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan. Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui penguatan koordinasi dan sinergi dengan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kota Palembang.

Audiensi turut membahas pentingnya menjaga komunikasi dan koordinasi dalam mendukung pelaksanaan tugas Pemasyarakatan, khususnya dalam upaya meningkatkan pembinaan dan pelayanan bagi warga binaan pemasyarakatan.

Sinergi antara Rutan Kelas I Palembang dan Pemerintah Kota Palembang diharapkan dapat terus ditingkatkan sehingga mampu memberikan dukungan positif terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Kedua belah pihak berkomitmen untuk menjaga hubungan kerja sama yang baik, meningkatkan koordinasi, serta membangun kolaborasi dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

Kegiatan audiensi berlangsung dalam suasana penuh keakraban dan kekeluargaan serta berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif. (Ning)

Rotasi 17 Pejabat Pemkot Pagar Alam, Wako Ludi: Kepentingan Masyarakat Bukan Pribadi dan Golongan

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Wali Kota Pagar Alam, H. Ludi Oliansyah, melantik dan mengambil sumpah/janji kepada sejumlah Jabatan Tinggi Pratama, Jabatan Administrator dan Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam, bertempat di Ruang Rapat Besemah Due (II), Kantor Wali Kota Pagar Alam, pada Jumat (04/09/2026). Adapun jumlah yang dilantik sebanyak 17 orang.

Pelantikan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha, Sekda Kota Pagar Alam, Asisten dan Staf Ahli Wali Kota, Seluruh Kepala OPD, dan Kabag di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.

Wali Kota Pagar Alam, H. Ludi Oliansyah, dalam sambutannya menegaskan, perombakan dan rotasi jabatan yang dilakukan ini murni sebagai langkah pembenahan struktur birokrasi, bukan didasari oleh latar belakang lain.

​Wako menyampaikan bahwa pelantikan dan rotasi jabatan ini merupakan dinamika yang biasa terjadi dalam roda birokrasi pemerintahan, terutama untuk mengisi posisi pejabat yang telah memasuki masa purna tugas (pensiun) serta mempersiapkan regenerasi ASN ke depan.

Wako berpesan agar seluruh pejabat yang baru dilantik senantiasa menjaga integritas dan marwah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun eksekutif.

​Lebih lanjut, Wako Ludi mengingatkan bahwa tugas utama seorang ASN adalah sebagai pelayan masyarakat. Oleh karena itu, setiap program kerja dan tindakan yang diambil harus berorientasi pada asas manfaat yang langsung dirasakan oleh masyarakat Kota Pagar Alam.

​”Yang kita perjuangkan itu adalah kepentingan jeme (masyarakat) banyak, bukan kepentingan pribadi dan golongan kita. Musuh terberat kita itu bukan orang lain, bukan lawan politik, melainkan diri kita sendiri,” tegas Wako.

​Dalam kesempatan tersebut, Wako Ludi juga mengajak seluruh jajaran ASN Pemkot Pagar Alam untuk mengesampingkan perbedaan politik dan bersatu padu membangun daerah. Ia berharap para pejabat yang dilantik dapat menjalankan tugas barunya dengan penuh tanggung jawab, menjaga stabilitas politik daerah, serta memperkuat koordinasi demi pelayanan publik yang optimal..

Berikut Nama – nama pejabat yang dilantik ;

  1. Sardiono sebagai Asisten Administrasi Umum.
  2. Ahmad Ali Ramadhan ,Kepala Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja
  3. Fherla Yudhi Aguslan Kepala Bappeda ,Riset dan Inovasi
  4. Irawan, Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan KBPPPA
  5. Susi Osdar Direktur UPTD RS Besemah
  6. Anggi Afrizal Kabid Prasarana Dishub
  7. Rangga Eka Juliansyah Sekretaris Inspektorat Daerah.
  8. Alisnya Monique Novellind ,Penata Kelola Bangunan Gedung dan Kawasan Pemukiman.
  9. Aditiya Putra Pratama,Analis Pasar Hasil Pertanian.
  10. Aysiah Najwa Zalzabila Analis Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan.
  11. Heni Novitasari Pranata Laboratorium Kesehatan.
  12. dr.Juliansyah Efriko dokter ahli Pertama.
  13. Deski Trio Dianata ,Epidiomolog Kesehatan
  14. dr.Selly Damayanti dr.Ahli Pertama
  15. dr. Taharathin Giza Wulandari dr.Ahli Pertama.
  16. Ns.Iin Damayanti Perawat ahli Pertama.
  17. Ns.Ade Bayu Saputra perawat ahli Pertama (Rep)

Peringati Maulid Nabi SAW, Pemkot Pagar Alam Hadirkan KH Muhammad Nur Effendi

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)- Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha menghadiri peringatan Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW 1448 H/ 2026 Masehi, di Masjid Al-Akbar Komplek Perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Pagar Alam Gunung Gare, Kamis (27/08/2026).

Adapun tema tausiyah yang diusung pada Maulid Akbar Nabi Muhammad saw 1448 H oleh penceramah Ustadz K.H Muhammad Nur Effendi tersebut ialah “Meneladani Akhlak Rasulullah SAW Sebagai Bekal Membangun Pagar Alam Berkah, Pagar Alam Maju”.

Wakil Wali Kota Pagar Alam Hj. Bertha dalam sambutannya, mengucapkan selamat datang kepada Ustadz K.H Muhammad Nur Effendi yang telah hadir di tengah-tengah jama’ah kota Pagar Alam.

“Semoga dengan kehadiran Ustadz akan lebih dapat mempererat tali silaturahmi diantara kita, serta dapat meningkatkan pemahaman dalam melaksanakan syari’at Islam khususnya di kota Pagar Alam yang kita cintai ini,” ungkap Wawako.

Lebih lanjut Wawako Hj. Bertha mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, merupakan momen penting dalam peradaban sejarah manusia sepanjang masa, baik era tradisional maupun era modern seperti sekarang ini, Karena banyak pelajaran yang dapat diambil khususnya sejarah hidupnya Rasulullah SAW sebagai sosok suri tauladan bagi seluruh umat islam.

“Pemerintah Kota Pagar Alam sangat menyambut baik kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H dilingkungan Masjid Al-Akbar Komplek Gunung Gare ini, dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran yang sangat baik bagi kita semua serta dapat mengamalkan nilai-nilai keislaman dalam berkehidupan sehari-hari,” pungkas Wawako.(Rep)

Walikota Pagaralam Bertemu Muktamirin 35 PC NU Pagaralam di Jombang

JOMBANG (JATIM) -(deklarasinews.com)-  Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah ST, Rabu (26/08) usai mengikuti pertemuan sesuai agenda Muktamar NU 35 yang akan dibuka secara resmi besok (Kamis -27red), bertemu dengan para Muktamirin PC NU Pagaralam.

Saat di Restoran Ingkung, Walikota Ludi Oliansyah tidak lupa berpesan kepada Muktamirin untuk menjaga kesehatan dan kekompakan selama kegiatan Muktamar.

“Ini  (Muktamar -red) perhelatan Akbar yang diselenggarakan 5 tahun sekali, hendaknya akan ada”oleh -oleh”yang dibawa dan bisa diterapkan di Pagaralam, khususnya untuk perkembangannya dan kemajuan PC NU Pagaralam seperti UMKM,”harapnya.

Mengingat Muktamar merupakan wadah berbagi ilmu, bazar (ekspo) serta menentukan pemimpin. NU masa bakti 5 tahun mendatang, jangan sia-siakan dan manfaatkan kesempatan ini dengan baik, ikuti kegiatan dengan seksama,”imbuhnya.(Rep)

Wamenkes dan Wamendagri Tinjau RSUD Palembang BARI, Layanan Rujukan dan Penanganan TB Jadi Sorotan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) RI Benjamin Paulus Octavianus bersama Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus melakukan peninjauan langsung terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Palembang BARI, Senin (24/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah pusat dan daerah memastikan kesiapan rumah sakit rujukan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sejumlah aspek menjadi perhatian, mulai dari layanan rujukan, fasilitas radiologi atau imaging, ruang perawatan umum, hingga penanganan penyakit tuberkulosis (TB).

Dalam peninjauan tersebut, Wamenkes dan Wamendagri melihat secara langsung sejumlah fasilitas utama RSUD Palembang BARI.

Keduanya juga mengecek kondisi peralatan medis, alur pelayanan pasien, serta kesiapan tenaga kesehatan yang bertugas di berbagai unit.

Peninjauan dilakukan untuk memastikan fasilitas kesehatan rujukan di daerah memiliki kapasitas yang memadai dalam memenuhi kebutuhan masyarakat.

Selain ketersediaan tenaga kesehatan, dukungan alat diagnostik dan penerapan sistem rujukan berjenjang juga menjadi bagian penting yang turut diperhatikan.

RSUD Palembang BARI merupakan salah satu rumah sakit rujukan di Sumatera Selatan. Pemerintah Kota Palembang berharap penguatan sarana dan prasarana kesehatan, termasuk penambahan peralatan medis serta peningkatan kualitas sumber daya manusia, dapat berdampak pada semakin cepat dan meratanya pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain meninjau fasilitas pelayanan rumah sakit, Wamendagri Akhmad Wiyagus turut mendorong pemerintah daerah dan jajaran sektor kesehatan memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam upaya mempercepat eliminasi tuberkulosis di Sumatera Selatan.

Wiyagus mengapresiasi sejumlah daerah di Sumsel yang dinilai telah menunjukkan langkah positif dalam penanggulangan TB.

Kota Palembang menjadi salah satu daerah yang telah menyusun Rencana Aksi Daerah (RAD) TB serta membentuk Tim Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis (TP2TB).

Namun, menurut Wiyagus, langkah tersebut baru dilakukan oleh lima dari total 17 kabupaten/kota di Sumatera Selatan.

“Yang sudah melakukan ini baru lima dari 17 kabupaten/kota. Ini harus menjadi contoh dan mendorong daerah lain untuk segera bergerak,” kata Wiyagus, Senin (24/8/2026).

Ia menilai daerah yang telah memiliki perangkat penanggulangan TB tersebut dapat menjadi contoh bagi kabupaten/kota lainnya.

Penguatan tata kelola dinilai penting untuk mengejar target eliminasi TB secara nasional dalam tiga tahun mendatang.

Puskesmas Diminta Lebih Aktif Cegah TB

Wiyagus juga menekankan pentingnya mengoptimalkan peran puskesmas sebagai garda terdepan dalam memberikan Terapi Pencegahan Tuberkulosis (TPT).

Menurutnya, upaya penanggulangan TB tidak cukup hanya berfokus pada pasien yang sudah terdiagnosis.

Orang-orang yang memiliki kontak erat dengan pasien TB juga perlu mendapatkan perhatian melalui pendekatan yang tepat, edukatif, sekaligus lebih tegas agar bersedia menjalani pengobatan pencegahan secara konsisten.

“Selama ini pemberian TPT masih terlalu permisif, sebatas menawarkan apakah mau berobat. Ke depan, kontak erat perlu diarahkan dengan lebih tegas agar menjalani pengobatan pencegahan,” ujarnya.

Ia berharap penguatan deteksi dini, pengobatan, pencegahan, serta koordinasi lintas sektor dapat mempercepat penanggulangan TB di Sumatera Selatan.

Menurutnya, keberhasilan eliminasi TB membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya fasilitas kesehatan, tetapi juga pemerintah daerah dan sektor terkait lainnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Palembang BARI, dr. Amalia, M.Kes., menyampaikan bahwa rumah sakit tersebut juga tengah memperkuat layanan kesehatan melalui penambahan fasilitas dan kerja sama pelayanan.

Salah satunya adalah Cathlab (Catheterization Laboratory), yakni fasilitas yang digunakan untuk membantu pemeriksaan dan penanganan penyakit jantung melalui prosedur kateterisasi.

Menurut dr Amalia, RSUD Palembang BARI baru menjalin kerja sama dengan BPJS Kesehatan untuk layanan Cathlab tersebut.

Dengan adanya fasilitas ini, ke depan pasien dengan penyakit jantung diharapkan dapat memperoleh penanganan menggunakan fasilitas yang tersedia di RSUD BARI.

Selain layanan Cathlab, RSUD BARI juga tengah memperoleh dukungan berupa sejumlah alat kesehatan baru serta penguatan sumber daya manusia.

Penambahan tersebut diharapkan tidak sekadar memperlengkapi fasilitas rumah sakit, tetapi juga mampu mempercepat pelayanan bagi pasien yang membutuhkan penanganan lebih lanjut maupun layanan rujukan.

Bukan Sekadar Memiliki Alat, tetapi Memastikan Alur Pelayanan Berjalan

Menurut pihak rumah sakit, tantangan pelayanan kesehatan bukan hanya memastikan tersedianya peralatan dan ruang pelayanan.

Yang tidak kalah penting adalah memastikan seluruh fasilitas tersebut dapat terintegrasi dalam satu alur pelayanan yang efektif.

Mulai dari pasien datang, menjalani pemeriksaan, mendapatkan diagnosis, hingga memperoleh tindakan medis atau dirujuk ke fasilitas kesehatan lain sesuai kebutuhan, seluruh tahapan harus berjalan secara optimal.

Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam peninjauan Wamenkes dan Wamendagri di RSUD Palembang BARI.

Kesiapan rumah sakit sebagai fasilitas rujukan di Sumatera Selatan kembali dilihat secara langsung, terutama pada aspek layanan TB, radiologi, ketersediaan fasilitas medis, serta sistem rujukan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pasien.

Di sisi lain, Direktur RSUD Palembang BARI dr. Amalia mengajak masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di rumah sakit tersebut.

Ia mengimbau masyarakat yang mengalami keluhan kesehatan agar segera memeriksakan diri sehingga kondisi penyakit dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.

“Jangan ragu dengan pelayanan. Jika ada keluhan-keluhan penyakit, segera datang ke RS BARI dan kami sudah siapkan sesuai dengan program Wali Kota. Jika tidak bisa datang, bisa dengan program jemputan Abang,” ujar dr Amalia.

Program tersebut diharapkan semakin memudahkan masyarakat dalam memperoleh akses pelayanan kesehatan, khususnya bagi warga yang mengalami kendala untuk datang langsung ke rumah sakit.

Dengan penguatan fasilitas, penambahan alat kesehatan, peningkatan sumber daya manusia, serta dukungan sistem rujukan dan layanan jemputan, RSUD Palembang BARI diharapkan semakin mampu menjalankan perannya sebagai salah satu rumah sakit rujukan utama di Sumatera Selatan.

Peninjauan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan bahwa peningkatan fasilitas kesehatan benar-benar berujung pada pelayanan yang lebih cepat, mudah, terintegrasi, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat. (Ning)

Pemkot Pagar Alam Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Pagar Alam, Cholmin Heriyadi, memimpin rapat koordinasi (rakor) terkait percepatan pembangunan Koperasi Merah Putih. Pertemuan ini berlangsung di Ruang Rapat Besemah I, Kantor Wali Kota Pagar Alam, pada Jumat (21/8/2026).

Rapat koordinasi ini digelar guna memantau sejauh mana progres pembentukan serta penyusunan langkah strategis penguatan Koperasi Merah Putih di wilayah Kota Pagar Alam. Langkah ini merupakan komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal melalui pergerakan koperasi.

Melalui rakor ini, Pemerintah Kota Pagar Alam berharap kehadiran Koperasi Merah Putih dapat menjadi wadah yang solid bagi para pelaku usaha kecil serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas dan berkelanjutan, khususnya masyarakat Kota Pagar Alam.

Turut hadir dalam rapat tersebut Danramil, jajaran kepala dinas teknis terkait, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Pagar Alam.(Rep)