Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang juga Ketua DPD ABPEDNAS Lampung menghadiri Acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa se-Indonesia.

Pelantikan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera” tersebut berlangsung di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pelantikan kepengurusan Srikandi Jaga Desa tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo. Adapun yang menjadi Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, yakni Ella Nurlaela Tubagoes.

Untuk diketahui, Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) yang dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan tata kelola desa.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa berlangsung pada momentum yang tepat karena bertepatan dengan mulai dijalankannya berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah, jelas Hashim, adalah Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda, khususnya anak-anak di desa.

“Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menumbuhkan kesehatan anak-anak di desa-desa. Namun, jika pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujar Hashim.

Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah membutuhkan pengawasan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program yang tujuan mulia jangan sampai gagal karena lemahnya pengawasan. Mari kita kawal bersama agar setiap program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Pendiri Srikandi Jaga Desa yang juga Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo, Ketua Umum ABPEDNAS, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, para pejabat tinggi negara, serta jajaran pengurus ABPEDNAS dari berbagai daerah. (Red)

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah melalui dukungan terhadap berbagai festival, salah satunya penyelenggaraan Pesenggiri Festival 2026 yang menjadi ruang pelestarian warisan budaya sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menghadiri pembukaan Pesenggiri Festival 2026 di Lampung Marriott Resort & Spa, Pesawaran, Jumat (3/7/2026).

Festival bertema “Spice, Heritage & Harmony” itu berlangsung pada 3-5 Juli 2026 dan turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.

Wagub Jihan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan festival, khususnya The Hurun Lampung yang dinilai berhasil memadukan pembangunan kawasan wisata dengan pelestarian lingkungan dan kebudayaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Pesenggiri Festival. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan,” ujar Jihan.

Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor kebudayaan di Provinsi Lampung.

Jihan mengatakan tema Spice, Heritage & Harmony sangat relevan dengan identitas Lampung sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang kuat.

Ia menjelaskan, sejak dahulu Lampung dikenal sebagai salah satu penghasil rempah terbaik di Nusantara. Lada hitam atau Lampung Black Pepper pernah menjadi komoditas yang mengharumkan nama daerah hingga ke berbagai belahan dunia.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mengembalikan kejayaan tersebut melalui penguatan sektor pertanian, pemberdayaan petani, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat bahwa Lampung adalah Tanah Lada. Identitas ini tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan kebanggaan masyarakat Lampung,” katanya.

Jihan menambahkan, tema Heritage menjadi pengingat bahwa warisan budaya harus terus dijaga, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya.

Menurutnya, Pesenggiri Festival menjadi salah satu media penting untuk memperkuat identitas budaya Lampung sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, tema Harmony mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian alam, dan kehidupan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Lampung tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan dapat berjalan beriringan demi masa depan Lampung,” ujar Jihan.

Ia berharap Pesenggiri Festival dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

“Kami berharap Pesenggiri Festival terus tumbuh menjadi ruang yang memperkuat identitas budaya Lampung serta memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai Pesenggiri Festival menjadi bukti bahwa kolaborasi yang berakar pada tradisi mampu melahirkan karya budaya yang kuat sekaligus memberikan dampak ekonomi.

Menurut Giring, Lampung memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dari jalur rempah dunia yang melahirkan beragam ekspresi budaya, mulai dari tradisi, kuliner, hingga kesenian yang menjadi identitas masyarakat.

Ia menegaskan untuk menjadi tanggung jawab bersama dalam melestarikan, mengembangkan, dan memberdayakan kebudayaan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Investasi di bidang kebudayaan bukanlah pengeluaran, melainkan strategi pertumbuhan. Kebudayaan mampu menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat pariwisata, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat identitas daerah,” kata Giring.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat keberadaan sanggar seni serta mendukung penyelenggaraan festival budaya secara berkelanjutan.

“Lampung memiliki alam yang indah, sejarah yang panjang, tradisi yang kaya, serta masyarakat yang kreatif. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai, konsistensi untuk terus berjalan, dan kolaborasi seluruh pihak. Kementerian Kebudayaan akan terus mendampingi pengembangan kebudayaan di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Co-Founder Pesenggiri Festival, Selphie Bong (Ms. Bong), mengatakan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua Pesenggiri Festival.

Mengusung tema Spice, Heritage & Harmony, festival tersebut bertujuan mengangkat kembali sejarah Lampung sebagai salah satu wilayah penting dalam jalur perdagangan rempah dunia sekaligus mengajak masyarakat menghormati warisan budaya yang diwariskan para leluhur.

“Kegiatan ini hasil kerja keras anak-anak kreatif Lampung. Mari kita bergandengan tangan dan berharap pada tahun-tahun mendatang, Pesenggiri Festival akan terus memperoleh dukungan yang lebih luas sehingga dapat memberikan dampak yang semakin besar, tidak hanya bagi Lampung, tetapi juga bagi Indonesia,” kata Ms. Bong.

Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Dorong Perempuan Peduli Kesehatan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua  Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga dalam pelaksanaan Gerakan Sejuta Vaksin HPV bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke-54. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 2–3 Juli 2026, di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Kamis (02/07/2026).

Pelaksanaan Gerakan Sejuta Vaksin HPV merupakan wujud upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas kesehatan aparatur sekaligus mendukung program nasional pencegahan kanker serviks. Pemerintah Provinsi Lampung meyakini bahwa ASN yang sehat merupakan modal utama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan ini mengusung tema HUT KORPRI ke-54, “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan semangat membangun ASN yang sehat, profesional, dan berintegritas sebagai pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkinerja tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin, turut menerima vaksin HPV dosis ketiga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pencegahan kanker serviks. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk semakin peduli terhadap kesehatan melalui vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Ketua TP PKK Provinsi Lampung, mengajak masyarakat khususnya perempuan, untuk mengikuti vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Menurutnya, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, sehingga upaya pencegahan melalui vaksinasi dan deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tersebut,” ujar Batin Wulan.

Gerakan Sejuta Vaksin HPV juga menjadi implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK serta semangat Bangga Melayani Bangsa.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kesadaran ASN terhadap pentingnya pencegahan penyakit melalui vaksinasi semakin meningkat, sehingga tercipta budaya hidup sehat yang mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.(Red)

Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Pastikan Kesiapan Akademik dan Sosial Peserta Didik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan kunjungan  ke kediaman calon siswa Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung yang berada di Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis (02/07/2026).

Kunjungan ini merupakan wujud nyata perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan kesiapan fisik, mental, maupun administratif para peserta didik beserta keluarganya.

Langkah proaktif tersebut diambil menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 yang dijadwalkan dimulai serentak pada 14 Juli 2026 mendatang.

Dalam agenda peninjauan tersebut, keluarga pertama yang dikunjungi adalah pasangan Bapak Sudarto dan Ibu Parsilah. Kedua anak mereka, yakni kakak beradik bernama Dewi Nurhafizah (16) dan Edi Qurniawan (12), telah dinyatakan lolos dan akan segera menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung yang berlokasi di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Dewi dipastikan akan melanjutkan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan cita-cita mulia menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sementara sang adik, Edi, akan menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mimpi besar untuk mengabdi sebagai seorang dokter di masa depan.

Di sela-sela dialog hangatnya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menjelaskan bahwa selain untuk mempererat tali silaturahmi, kunjungan ini bertujuan memberikan sosialisasi serta pemahaman komprehensif kepada calon siswa dan orang tua mengenai teknis pelaksanaan MPLS, termasuk adaptasi pola hidup di lingkungan sekolah dengan sistem berasrama (boarding school).

“Hari ini saya mengunjungi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat Provinsi Lampung untuk melakukan sosialisasi bahwa sebentar lagi akan dilaksanakannya MPLS yang akan dimulai pada 14 Juli mendatang,” ujar Wagub.

Tidak hanya memberikan motivasi dan arahan edukatif, Wagub juga mencermati secara seksama kondisi fisik rumah tinggal keluarga calon siswa tersebut. Wagub menegaskan bahwa hasil observasi lapangan ini akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar keluarga peserta didik terakomodasi dalam program kesejahteraan sosial, khususnya sektor hunian layak.

“Kami juga melihat langsung kondisi rumah tempat tinggal calon siswa. Insya Allah akan kami integrasikan dengan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sehingga keluarga dapat memperoleh bantuan stimulan pembangunan rumah swadaya,” tambahnya.

Masih di wilayah yang sama, Wagub juga mengunjungi calon siswa lainnya, Muhammad Arif Pratama (12), putra dari pasangan Bapak Romli dan Ibu Aminah Chandra. Arif yang dinyatakan diterima di jenjang SMP Sekolah Rakyat tersebut dikenal sebagai anak berbakti yang setiap harinya membantu orang tua berjualan pempek. Arif sendiri memiliki cita-cita kuat untuk mengabdi kepada negara dengan menjadi seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Wagub menyatakan rasa bangga dan haru yang mendalam atas keteguhan semangat serta tingginya cita-cita yang dimiliki oleh para calon siswa Sekolah Rakyat tersebut. Wagub berpesan agar kesempatan emas mengenyam pendidikan berkualitas yang dibiayai oleh negara ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi utama memutus rantai kemiskinan dan meraih masa depan.

“Saya melihat anak-anak ini memiliki mimpi yang luar biasa. Ada yang ingin menjadi tentara, dokter, hingga polisi. Saya berharap mereka tetap tekun belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak agar dapat meraih cita-citanya. Insyaallah, dengan kerja keras dan doa, mereka kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” pungkas Wagub.

Berdasarkan data teknis operasional, Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, dijadwalkan memulai MPLS pada 14 Juli 2026 yang menandai bergulirnya Kalender Akademik Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Adapun sehari sebelum pembukaan MPLS, tepatnya pada 13 Juli 2026, seluruh peserta didik dari berbagai daerah diwajibkan telah memasuki asrama (check-in) untuk mengikuti serangkaian prosedur awal, meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh, orientasi pengenalan (open house), serta pelaksanaan doa bersama demi kelancaran proses belajar mengajar.

Sekolah yang mengusung konsep berasrama penuh (full boarding school) ini siap menampung total 413 peserta didik yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa tersebut merupakan putra-putri daerah terbaik yang terjaring dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Secara rinci, komposisi daya tampung sekolah tersebut terdiri atas 270 peserta didik baru yang murni lolos seleksi dari 15 kabupaten/kota. Selain itu, terdapat pula 71 siswa mutasi lanjutan yang dipindahkan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan, serta 72 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung, baik yang berstatus sebagai peserta didik baru maupun siswa lama yang melanjutkan ke jenjang berikutnya di bawah naungan manajemen terpadu Pemprov Lampung.(Red)

Harganas ke-33, Pemprov Lampung Perkuat Sinergi Bangun Keluarga Tangguh dan Generasi Berkualitas

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela menegaskan bahwa pembangunan daerah tidak cukup hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur fisik, tetapi harus dibarengi dengan investasi besar pada pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang dimulai dari keluarga.

Hal tersebut disampaikan Wagub Jihan saat menghadiri Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 bertema “Ayah Wajib Hadir” yang diselenggarakan oleh Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung di Kantor Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Kamis (2/7/2026).

Menurut Wagub, keluarga merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan bangsa karena menjadi lingkungan pertama yang membentuk karakter, mental, dan kualitas generasi penerus.

“Saya melihat investasi pembangunan di suatu daerah maupun negara bukan hanya tentang membangun infrastruktur, gedung-gedung tinggi atau jalan-jalan beton, tetapi bagaimana pemerintah membangun sumber daya manusia yang berkualitas melalui ketangguhan keluarga-keluarga di tengah masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), keluarga dituntut semakin adaptif agar mampu mendampingi anak menghadapi berbagai tantangan zaman.

Menurutnya, bonus demografi yang sedang dimiliki Indonesia merupakan peluang besar menuju negara maju. Namun peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila keluarga mampu membentuk generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan memiliki daya saing.

Wakil Gubernur menekankan bahwa transformasi kualitas SDM harus dimulai sejak awal kehidupan, bahkan sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) serta keterlibatan kedua orang tua.

Ia menilai kehadiran seorang ayah tidak hanya diukur dari pemenuhan kebutuhan ekonomi, tetapi juga dari kedekatan emosional dan dukungan psikologis dalam proses tumbuh kembang anak.

“Kehadiran ayah bukan hanya soal hadir secara fisik atau memberikan nafkah, tetapi juga hadir secara psikologis dan emosional untuk membangun keluarga yang tangguh,” katanya.

Wagub juga mengajak para ayah untuk lebih aktif terlibat dalam pengasuhan anak sebagai upaya memperkuat ketahanan keluarga, sejalan dengan tema Harganas tahun ini.

Selain kesehatan keluarga, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menyoroti pentingnya peningkatan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Ia mengungkapkan bahwa rendahnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung masih didominasi oleh indikator pendidikan sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

“Akses pendidikan harus dibuka seluas-luasnya bagi seluruh masyarakat. Pemerintah Provinsi Lampung bersama seluruh pihak, termasuk BKKBN, terus mengedukasi masyarakat bahwa pendidikan merupakan investasi terbaik bagi masa depan anak-anak kita menuju Generasi Emas Indonesia,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub mengatakan bahwa keluarga harus dipandang sebagai hulu dari seluruh kebijakan pembangunan. Kemajuan ekonomi dan infrastruktur, menurutnya, tidak akan berarti tanpa diimbangi kualitas manusia yang berkarakter, sehat, dan tangguh.

Ia juga mengapresiasi BKKBN Provinsi Lampung beserta seluruh mitra yang selama ini terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan daerah.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung, Soetriningsih, menyampaikan bahwa peringatan Harganas ke-33 dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 16 Tahun 2026 serta diikuti sekitar 300 peserta dari unsur pemerintah, instansi vertikal, perguruan tinggi, organisasi profesi, mitra kerja, kader pembangunan, dan masyarakat.

Ia menjelaskan, tema “Ayah Wajib Hadir” mengandung pesan bahwa pengasuhan anak merupakan tanggung jawab bersama antara ayah dan ibu, sehingga peran ayah perlu semakin diperkuat dalam kehidupan keluarga.

Menurut Soetriningsih, rangkaian Harganas tahun ini diisi dengan berbagai kegiatan, di antaranya pelayanan KB serentak, seminar keayahan, seminar remaja, literasi keuangan, pemeriksaan kesehatan lansia, bakti sosial bagi keluarga berisiko stunting, donor darah, serta berbagai kegiatan pembinaan masyarakat.

Ketua TP PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, turut mengajak para ayah untuk memanfaatkan waktu bersama keluarga, khususnya pada akhir pekan, sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).

“Walaupun sibuk bekerja, ayah diharapkan tetap meluangkan waktu untuk membangun kedekatan dengan anak-anaknya. PKK Provinsi Lampung siap berkolaborasi bersama BKKBN dalam menyosialisasikan Gerakan Ayah Teladan Indonesia,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung dan Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Lampung juga menyerahkan sejumlah penghargaan kepada para penerima apresiasi dalam rangka Harganas ke-33 serta meninjau stan UMKM yang turut meramaikan kegiatan.

Gubernur Mirza Ajak KAHMI dan FORHATI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Lampung Maju

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan pentingnya kolaborasi seluruh elemen masyarakat dalam membangun Provinsi Lampung menuju daerah yang maju dan berdaya saing.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat memberikan sambutan pada acara pelantikan Majelis Wilayah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Lampung dan Forum Alumni HMI-Wati (FORHATI) Lampung periode 2026-2031 yang digelar di Mahan Agung, Kamis (2/7/2026).

Mengusung tema “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan peran alumni HMI dalam memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah dan nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza menyampaikan apresiasi atas kiprah KAHMI yang selama lebih dari lima dekade telah melahirkan kader-kader yang tersebar di berbagai sektor kehidupan masyarakat, baik pemerintahan, dunia usaha, pendidikan, maupun sektor strategis lainnya.

“Ini adalah bukti keberhasilan kaderisasi HMI. Bagaimana HMI mampu menempatkan kader-kader terbaiknya di berbagai struktur masyarakat dan terus memberikan kontribusi serta arah bagi perjalanan bangsa, termasuk di Provinsi Lampung,” ujar Gubernur.

Gubernur menyampaikan bahwa pembangunan Lampung tidak dapat dilakukan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi dan kerja bersama seluruh komponen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan seperti KAHMI dan FORHATI.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi sumber daya alam yang sangat besar dengan luas wilayah sekitar 3,3 juta hektare, di mana sebagian besar dimanfaatkan untuk sektor pertanian, perkebunan, dan berbagai aktivitas ekonomi masyarakat

“Lampung adalah provinsi agraris. Sebagian besar masyarakat kita bergerak di sektor pertanian dan perkebunan. Karena itu, harga komoditas sangat mempengaruhi kesejahteraan masyarakat. Ketika komoditas membaik, ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.

Gubernur menyoroti pentingnya menciptakan sistem ekonomi yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para petani dan pelaku usaha di tingkat bawah. Menurutnya, potensi besar Lampung harus diolah agar tidak hanya menjadi penghasil bahan baku, tetapi mampu menghasilkan produk bernilai tinggi.

“Ke depan, yang harus kita lakukan adalah bagaimana kekayaan yang kita miliki dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat Lampung. Kita harus mendorong hilirisasi, penguatan sektor produktif, serta membuka lebih banyak peluang ekonomi di desa,” katanya.

Lebih lanjut, Gubernur menjelaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Ia menekankan bahwa peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta pemenuhan gizi masyarakat menjadi faktor utama dalam menciptakan generasi unggul.

“Generasi emas harus dipersiapkan sejak sekarang. Kita harus memastikan anak-anak Lampung mendapatkan pendidikan yang baik, kesehatan yang baik, dan kesempatan yang sama untuk berkembang,” ujarnya.

Gubernur juga menyampaikan bahwa berbagai kebijakan pembangunan ke depan diarahkan agar pertumbuhan ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat luas, termasuk melalui penguatan sektor usaha mikro, pengembangan ekonomi desa, serta peningkatan produktivitas sektor pertanian dan perkebunan.

Dalam kaitan itu, Gubernur berharap KAHMI dan FORHATI Lampung dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memberikan gagasan, masukan, serta inovasi berbasis data untuk mempercepat pembangunan daerah.

“Kami sangat terbuka untuk berkolaborasi. Pemerintah membutuhkan dukungan dari seluruh elemen masyarakat, termasuk KAHMI, untuk bersama-sama membawa Lampung menjadi lebih maju,” tuturnya.

Pada kesempatan tersebut turut hadir jajaran Majelis Nasional KAHMI, pengurus KAHMI Lampung, unsur Forkopimda Provinsi Lampung, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, anggota DPRD Provinsi Lampung, kepala daerah kabupaten/kota, tokoh masyarakat, akademisi, serta para alumni HMI.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan prosesi pelantikan Majelis Wilayah KAHMI Lampung periode 2026-2031 oleh Presidium Majelis Nasional KAHMI Abdullah Puteh, serta pelantikan FORHATI Lampung oleh Presidium FORHATI Pusat Anita Aryani.

Dalam agenda tersebut juga dilakukan peluncuran Kartu Anggota KAHMI oleh Ketua Majelis Wilayah KAHMI Lampung Budiono, serta penyerahan Kartu Anggota KAHMI Istimewa kepada Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal dan Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar sebagai bentuk penghargaan dan penguatan sinergi antara KAHMI dan pemerintah daerah.

Nobar Piala Dunia Jadi Ajang Silaturahmi, Wagub Jihan Ajak Warga Dukung UMKM Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menghadiri kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia FIFA 2026 bersama masyarakat di kawasan Pasar Kreatif dan Seni PKOR Way Halim, Rabu (1/7/2026).

Kehadiran Wakil Gubernur menjadi wujud dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan ruang kebersamaan bagi masyarakat melalui olahraga, sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga.

Sejak sebelum pertandingan dimulai, suasana di kawasan PKOR Way Halim dipenuhi antusiasme masyarakat yang datang bersama keluarga, sahabat, dan komunitas untuk menyaksikan laga babak 32 besar Piala Dunia. Selain menikmati pertandingan, para pengunjung juga memadati stan-stan UMKM yang menjajakan berbagai produk kuliner dan kerajinan lokal.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, mengatakan bahwa antusiasme masyarakat terhadap sepak bola sangat tinggi. Menurutnya, sepak bola merupakan olahraga yang memiliki daya tarik luar biasa dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat, khususnya di Provinsi Lampung. Tingginya euforia masyarakat terhadap sepak bola menjadi bukti bahwa olahraga ini sangat dicintai dan mampu menyatukan berbagai kalangan.

“Selain menggelar kegiatan nonton bareng (nobar), kami juga memanfaatkan momentum ini untuk lebih dekat dengan masyarakat. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi dan dialog, sehingga masyarakat maupun pelaku UMKM dapat bertemu serta berinteraksi langsung dengan para pejabat yang ada di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi tingginya antusiasme masyarakat yang hadir serta mengajak seluruh pengunjung untuk turut mendukung pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pelaku UMKM untuk menampilkan dan mempromosikan produk-produknya melalui stan serta panggung khusus bagi teman-teman UMKM,” katanya.

Kegiatan nobar yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Lampung ini tidak hanya menjadi sarana hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menggerakkan perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM dan pemanfaatan ruang publik sebagai pusat aktivitas masyarakat.

Pemerintah Provinsi Lampung berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah kebersamaan yang aman, nyaman, tertib, serta memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Wagub Lampung Dorong Kader PMII Jadi Pemimpin Berintegritas dan Adaptif Hadapi Perubahan Zaman

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengajak kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) untuk tidak berhenti menjadi aktivis organisasi, serta terus mempersiapkan diri menjadi pemimpin yang mampu mengisi berbagai posisi strategis di masa depan. Menurutnya, kader PMII harus tampil sebagai pribadi yang berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan zaman.

“Kami membutuhkan kader-kader PMII yang nantinya menjadi birokrat, dokter, kepala daerah, anggota legislatif, maupun pemimpin di berbagai bidang dengan tetap membawa nilai-nilai perjuangan PMII. Jangan berpuas diri hanya menjadi aktivis organisasi, tetapi teruslah mempersiapkan diri hingga mampu mengisi posisi-posisi strategis,” ucap Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela saat membuka Pelatihan Kader Lanjut (PKL) PC PMII Kota Bandar Lampung di Balai Keratun, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (01/07/2026)

Pelatihan Kader Lanjut (PKL) yang diselenggarakan Pengurus Cabang PMII Kota Bandar Lampung tersebut merupakan jenjang kaderisasi tingkat lanjut yang diikuti kader PMII dari berbagai daerah. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela dan dihadiri jajaran PB PMII, pengurus PMII Provinsi Lampung, senior PMII, serta unsur Forkopimda dan organisasi kemahasiswaan.

Dalam kesempatan itu, Wagub Jihan menyampaikan bahwa tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence), telah mengubah berbagai aspek kehidupan sehingga pola pikir dan cara bekerja juga harus ikut bertransformasi.

Karena itu, menurutnya, proses kaderisasi tidak lagi cukup mengandalkan metode konvensional. Organisasi kemahasiswaan perlu terus memperkuat kapasitas kader agar mampu beradaptasi dengan perubahan sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan masyarakat.

Wagub Jihan menilai tema PKL bertajuk Beyond Ordinary Cadres sangat relevan dengan kondisi saat ini. Tema tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa kader PMII harus memiliki karakter yang melampaui standar biasa melalui penguatan militansi, intelektualitas, dan semangat perubahan.

Ia menjelaskan, militansi diperlukan agar kader tetap istiqamah memperjuangkan nilai-nilai kebaikan dan terus menjaga semangat pengabdian kepada masyarakat. Sikap tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga keberlangsungan organisasi sekaligus mengawal pembangunan daerah.

Selain militansi, Wagub Jihan menekankan pentingnya membangun kapasitas intelektual. Di tengah melimpahnya arus informasi, tantangan terbesar bukan lagi memperoleh informasi, melainkan mengolahnya menjadi pengetahuan, riset, serta rekomendasi kebijakan yang bermanfaat.

“Kita harus mampu memanfaatkan informasi menjadi gagasan yang konkret. Dari sanalah lahir rekomendasi dan solusi yang bisa digunakan untuk mengawal jalannya pemerintahan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan bahwa semangat revolusioner bukan berarti sekadar menyuarakan perubahan melalui slogan. Revolusioner, menurut Wagub, diwujudkan melalui keberanian melakukan pembaruan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman.

Menurut Wagub Jihan, pemerintah daerah membutuhkan partisipasi aktif generasi muda yang memiliki kompetensi, integritas, dan kemampuan berpikir kritis. Kehadiran kader PMII di berbagai sektor diharapkan mampu memperkuat kualitas pelayanan publik sekaligus melahirkan kebijakan yang berpihak kepada masyarakat.

Oleh sebab itu, ia meminta seluruh peserta PKL memanfaatkan proses kaderisasi sebagai ruang belajar secara sungguh-sungguh. Materi yang diberikan para narasumber diharapkan menjadi bekal dalam menyusun kajian, riset, dan rekomendasi untuk mendukung pembangunan daerah.

Ketua Majelis Pembina Daerah PMII Lampung Fajrun Najah Ahmad turut mengingatkan pentingnya kader muda terus mempersiapkan diri menjadi calon pemimpin bangsa. Menurutnya, proses kaderisasi harus menjadi ruang pembentukan karakter, kepemimpinan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Ia juga menegaskan bahwa kader PMII harus tetap kritis dalam menyampaikan aspirasi, namun tetap mengedepankan etika, dialog, serta memberikan masukan yang konstruktif kepada pemerintah sebagai bagian dari upaya bersama membangun daerah.

Sementara itu, perwakilan Pengurus Besar PMII, Dedi Indra Prayoga, mengatakan perubahan global yang dipicu perkembangan teknologi, dinamika geopolitik, hingga perubahan iklim menuntut organisasi mahasiswa untuk terus melakukan pembaruan dalam sistem kaderisasi.

Menurutnya, kader PMII harus mampu membaca perubahan zaman dan menghasilkan gagasan yang relevan agar organisasi tetap menjadi ruang lahirnya pemimpin masa depan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan daerah.

Ketua PC PMII Kota Bandar Lampung Topik Sanjaya menjelaskan bahwa PKL menjadi tahapan kaderisasi untuk mencetak kader yang memiliki kapasitas kepemimpinan, wawasan kebangsaan, dan kemampuan menjawab tantangan pembangunan di masa mendatang.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi kemahasiswaan, Pemerintah Provinsi Lampung berharap proses kaderisasi mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah. Kehadiran kader-kader muda yang adaptif dan berdaya saing diharapkan menjadi modal penting dalam mendukung terwujudnya kemajuan Provinsi Lampung dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Red).

Eliminasi Malaria Jadi Prioritas, Pemprov Lampung Siapkan Langkah Terpadu

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung mempercepat upaya eliminasi malaria dengan menggelar Rapat Koordinasi Lintas Sektor Akselerasi Eliminasi Malaria Provinsi Lampung Tahun 2026 secara virtual di Ruang Sakai Sambayan, Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7/2026).

Fokus utama rapat diarahkan pada percepatan eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran, satu-satunya daerah di Lampung yang belum memperoleh status eliminasi malaria.

Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela mengatakan, malaria masih menjadi pekerjaan rumah bagi Provinsi Lampung. Dari 15 kabupaten/kota, sebanyak 14 daerah telah berhasil mencapai status eliminasi malaria, sementara Kabupaten Pesawaran masih harus memenuhi sejumlah indikator yang dipersyaratkan.

“Kita tidak sedang mencari siapa yang salah, tetapi mencari solusi bersama. Saya berharap seluruh lintas sektor dapat mengurai berbagai kendala di Kabupaten Pesawaran sehingga target eliminasi malaria dapat segera tercapai,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tren kasus malaria di Lampung sepanjang Januari hingga Juni 2026 masih menunjukkan fluktuasi. Jumlah kasus tercatat 292 kasus pada Januari, turun menjadi 173 kasus pada Februari, kembali meningkat pada Maret dan April, lalu kembali menurun pada Mei dan Juni. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi berbagai faktor, termasuk kondisi cuaca.

Wagub juga mengungkapkan, beberapa indikator eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran masih belum terpenuhi. Meskipun Annual Parasite Incidence (API) telah berada di bawah satu kasus per 1.000 penduduk, Slide Positive Rate (SPR) masih berada di angka 5,2 persen atau di atas target maksimal 5 persen. Selain itu, Kabupaten Pesawaran juga masih mencatat penularan malaria setempat (indigenous), sehingga belum memenuhi syarat bebas penularan selama tiga tahun berturut-turut.

Selain indikator utama tersebut, sejumlah indikator pendukung juga masih menjadi perhatian, di antaranya kelengkapan pelaporan, investigasi epidemiologi terhadap kasus positif, ketepatan waktu pelaporan, hingga dominasi parasit Plasmodium vivax yang masih menjadi penyebab utama malaria di wilayah tersebut.

Ia juga menyoroti distribusi kelambu massal yang terakhir dilakukan pada 2023. Pemerintah berharap distribusi kelambu dari Kementerian Kesehatan dapat kembali dilaksanakan di Kabupaten Pesawaran pada Desember 2026.

Meski demikian, Wagub memastikan ketersediaan logistik penanggulangan malaria di Provinsi Lampung, seperti obat-obatan, alat diagnosis cepat (Rapid Diagnostic Test/RDT), insektisida, maupun larvasida, masih mencukupi. Berdasarkan hasil identifikasi, kantong utama penularan malaria berada di wilayah Sukajaya Lempasing, Kabupaten Pesawaran.

Menurutnya, tantangan terbesar saat ini bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga koordinasi lintas sektor, mulai dari dukungan perencanaan, pembiayaan, pengendalian lingkungan, hingga komunikasi kesehatan. Karena itu, rapat turut melibatkan perangkat daerah seperti Dinas Pertanian, Dinas Kelautan dan Perikanan, Dinas Penanaman Modal dan PTSP, serta Dinas Pariwisata agar langkah penanganan dilakukan secara terpadu.

“Kalau Pesawaran berhasil mencapai eliminasi malaria, maka Provinsi Lampung juga akan tuntas. Kita tidak perlu menunggu target nasional tahun 2030, tetapi berupaya menyelesaikannya secepat mungkin melalui langkah-langkah konkret,” tegasnya.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi Lampung akan menyusun draf Surat Edaran Gubernur tentang percepatan eliminasi malaria. Sementara Pemerintah Kabupaten Pesawaran diminta segera membentuk tim percepatan melalui surat keputusan kepala daerah.

Sementara itu, Wakil Bupati Pesawaran Antonius Muhammad Ali menyampaikan bahwa pemerintah daerah telah membentuk Kelompok Kerja Operasional Pencegahan dan Penanggulangan AIDS, Tuberkulosis, dan Malaria melalui SK Bupati Pesawaran Nomor 413/IV.02/HK/2022.

Ia menjelaskan, kasus malaria di Kabupaten Pesawaran mengalami peningkatan sejak 2022 hingga 2024, kemudian mulai menurun pada 2025 dan 2026. Namun demikian, hingga kuartal pertama 2026 telah tercatat 1.010 kasus positif malaria dari 16.448 orang yang diperiksa atau sekitar enam persen dari total pemeriksaan. Dari jumlah tersebut, terdapat empat kasus kekambuhan akibat pengobatan yang belum tuntas.

Menurutnya, pemerintah daerah telah menerapkan strategi percepatan eliminasi malaria dengan membagi wilayah menjadi daerah reseptif dan non-reseptif. Daerah reseptif dikelompokkan lagi menjadi fokus aktif, fokus nonaktif, dan fokus bebas berdasarkan riwayat penularan setempat. Saat ini terdapat empat kecamatan yang masuk kategori reseptif, sedangkan tujuh kecamatan lainnya tergolong non-reseptif.

Ia menambahkan, pembagian tugas juga telah dilakukan antara Dinas Kesehatan dan puskesmas. Dinas Kesehatan bertanggung jawab pada aspek kebijakan, pengelolaan sumber daya manusia, koordinasi, pengendalian vektor, hingga sistem informasi. Sementara puskesmas berfokus pada penemuan kasus, diagnosis, pengobatan, investigasi epidemiologi, promosi kesehatan, pemberdayaan masyarakat, pengelolaan logistik, pelaporan, serta monitoring dan evaluasi.

Selain itu, seluruh organisasi perangkat daerah di Kabupaten Pesawaran telah diberikan peran sesuai kewenangannya sebagai bagian dari upaya bersama mempercepat eliminasi malaria di Kabupaten Pesawaran.

Wagub Jihan Lantik Indra Sanjaya sebagai Karo Adpim, Perkuat Birokrasi Profesional Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Indra Sanjaya sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Lampung, di Ruang Rapat Utama Kantor Gubernur Lampung, Rabu (1/7/2026).

Pelantikan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Lampung Nomor 800.1.3.3/2216/VI.04/2026.

Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, Wagub Jihan, menyampaikan ucapan selamat kepada Indra Sanjaya atas amanah barunya sebagai Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Provinsi Lampung.

“Semoga amanah yang diberikan ini dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi,” ujar Wagub Jihan.

Ia meyakini pengalaman, kompetensi, dan semangat yang dimiliki akan menjadi modal penting dalam membawa Biro Administrasi Pimpinan semakin profesional dalam mendukung tugas-tugas pimpinan daerah.

Menurut Wagub Jihan, pelantikan tersebut bukan sekadar pengisian jabatan, melainkan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Lampung membangun birokrasi yang semakin profesional dan berorientasi pada kinerja.

Wagub Jihan menjelaskan, pelantikan tersebut merupakan hasil dari proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama yang berlangsung selama kurang lebih dua bulan. Seluruh tahapan seleksi dilaksanakan secara transparan, objektif, dan kompetitif sesuai ketentuan yang berlaku.

“Proses ini menjadi wujud komitmen Pemerintah Provinsi Lampung dalam menerapkan sistem merit manajemen talenta, dimana setiap aparatur sipil negara memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang berdasarkan kompetensi, kinerja, integritas, dan rekam jejaknya,” jelasnya.

Wagub Jihan menegaskan bahwa jabatan yang diemban bukan hanya sebuah amanah, tetapi juga kepercayaan yang harus dijawab dengan kerja nyata dan hasil yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Biro Administrasi Pimpinan memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pemerintahan, mulai dari mengatur agenda pimpinan, mengoordinasikan berbagai kegiatan, menyusun bahan komunikasi pimpinan, mengelola dokumentasi, hingga memastikan informasi mengenai kebijakan pemerintah tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

“Di balik setiap agenda dan bahan komunikasi pimpinan yang berjalan dengan baik, terdapat kerja tim yang rapi, koordinasi yang kuat, serta perhatian terhadap hal-hal kecil yang sering kali tidak terlihat oleh publik,” ujarnya.

Wagub Jihan berharap Biro Administrasi Pimpinan terus menjadi simpul koordinasi yang memperkuat sinergi antara pimpinan dengan seluruh perangkat daerah maupun mitra strategis pembangunan. Selain itu, juga diharapkan mampu membangun pola kerja yang profesional, adaptif, dan responsif terhadap kebutuhan penyelenggaraan pemerintahan. (