TMMD 129 Bojonegoro Sukses Alirkan Air Bersih, Warga Bekatul Ucapkan Terima Kasih

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Wajah bahagia terlihat jelas dari warga masyarakat yang berada di Dusun Bekatul, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur, Jum’at (14/8/2026).

Pembangunan sumur bor lengkap dengan jaringan perpipaan instalasi air bersih dan flow meter melalui program TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Bojonegoro, kini mulai dirasakan manfaatnya secara langsung oleh masyarakat setempat.

Kehadiran fasilitas air bersih tersebut menjadi angin segar bagi masyarakat yang sebelumnya harus menghadapi kesulitan mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Kini, air bersih dapat dialirkan langsung menuju rumah warga melalui jaringan perpipaan yang telah dibangun dengan rapi.

Agus Yulianto, warga RT.015 RW.007 Dusun Bekatul, mengatakan dirinya sudah memanfaatkan aliran air bersih dari fasilitas sumur bor tersebut.

Dia bersyukur karena kebutuhan air keluarganya kini menjadi jauh lebih mudah terpenuhi.

“Alhamdulillah, sekarang sudah bisa memakai air dari jaringan ini. Kami sangat bersyukur karena sangat membantu kebutuhan sehari-hari,” kata Agus.

Hal senada disampaikan oleh Edi, warga setempat lainnya. Dirinya mengaku kini tidak lagi terlalu kesulitan mendapatkan air bersih setelah jaringan perpipaan mulai berfungsi optimal.

Menurut Edi, pemasangan meteran air di rumahnya juga membuat manajemen penggunaan air menjadi lebih tertata dan efisien.

Ia mengapresiasi pembangunan fasilitas tersebut dan menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam program TMMD.

“Sekarang meteran air sudah terpasang di rumah. Kami tidak lagi kesulitan air seperti sebelumnya. Terima kasih kepada TNI dan semua pihak yang sudah membantu warga,” ujar Edi.

Sementara itu, Kepala Dusun Bekatul, Waridi, menjelaskan bahwa pembangunan sumur bor dan jaringan perpipaan ini merupakan salah satu sasaran fisik TMMD yang paling krusial dan sangat dibutuhkan masyarakat.

Pasalnya, ketersediaan air bersih merupakan kebutuhan dasar warga yang harus mendapatkan perhatian utama.

Menurut Waridi, fasilitas tersebut memberikan dampak dan manfaat yang sangat luas bagi masyarakat Dusun Bekatul.

Dengan adanya sumber air dan jaringan distribusi yang memadai, warga kini memiliki akses yang jauh lebih mudah untuk menunjang aktivitas sanitasi dan konsumsi sehari-hari.

“Pembangunan ini sangat membantu warga, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Kami berterima kasih atas perhatian dan program TMMD yang hadir langsung menjawab kebutuhan nyata masyarakat di lapangan,” ungkap Waridi.

Pembangunan sumur bor beserta jaringan perpipaan, instalasi air bersih, dan flow meter ini menjadi salah satu bukti nyata bahwa TMMD ke-129 tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik berupa jalan maupun fasilitas umum.

Program lintas sektoral ini juga terbukti menyentuh aspek kebutuhan dasar kemanusiaan secara langsung.

Bagi warga Bekatul, air yang kini mengalir lancar hingga ke rumah mereka menjadi sebuah perubahan sederhana namun memiliki arti yang sangat besar.

Dari yang sebelumnya harus bersusah payah mencari air, kini masyarakat bisa menikmati akses air bersih dengan lebih mudah, higienis, dan teratur.

Jaga Warisan TMMD 129 Bojonegoro! Babinsa Kesongo Ajak Warga Rawat Hasil Pembangunan

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro memang telah resmi berakhir.

Namun, garis finish program ini justru menjadi awal dari babak baru bagi masyarakat setempat.

Semangat untuk menjaga hasil pembangunan dan memperkuat komunikasi antara TNI dan warga terus menyala di lapangan.

Pesan keberlanjutan ini ditegaskan langsung oleh Babinsa Desa Kesongo, Serka Lasmidi.

Ia tetap aktif turun ke tengah warga untuk memberikan sosialisasi, sekaligus mengajak masyarakat bersama-sama menjaga berbagai fasilitas fisik yang telah sukses dibangun melalui program TMMD ke- 129 tahun 2026.

Menurut Serka Lasmidi, berakhirnya TMMD bukan berarti berakhir pula tanggung jawab untuk memastikan infrastruktur baru tetap terawat dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

“Yang sudah dibangun bersama harus kita jaga dan rawat bersama. Jangan sampai fasilitas yang ada cepat rusak. Ini semua untuk kepentingan dan kebermanfaatan masyarakat,” ujar Serka Lasmidi saat berbincang hangat dengan warga di pinggir jalan desa, Jumat (14/08/2026).

Serka Lasmidi menekankan bahwa keterlibatan aktif warga merupakan kunci utama agar hasil pembangunan TMMD dapat digunakan secara optimal.

Selain menjaga fasilitas fisik, masyarakat diharapkan tetap mempertahankan spirit gotong royong dan rasa kebersamaan yang telah terbangun kuat selama pelaksanaan program.

Warga diajak untuk menumbuhkan rasa memiliki (sense of belonging) terhadap fasilitas yang ada.

Dengan begitu, dampak positif pembangunan dapat dirasakan lebih lama oleh generasi mendatang di Desa Kesongo.

Ajakan positif ini disambut hangat oleh Wagiman, salah seorang warga Desa Kesongo.

Sambil beristirahat bersama warga lainnya, ia menilai hasil kerja keras TNI dan masyarakat selama TMMD memberikan manfaat yang sangat nyata untuk mobilitas dan kesejahteraan harian mereka.

“Kami sebagai warga tentu akan ikut menjaga dan merawat apa yang sudah dibangun. Sayang kalau fasilitas yang sudah bagus tidak dirawat. Harapannya bisa terus bermanfaat untuk warga,” ungkap Wagiman.

Ia juga menambahkan bahwa kehadiran Babinsa yang tetap aktif berkomunikasi pasca-TMMD menjadi suntikan motivasi tersendiri bagi warga.

“TMMD memang sudah selesai, tetapi semangatnya jangan ikut selesai. Kami ingin hasil pembangunan ini tetap bagus dan bisa digunakan dalam waktu lama,” tambahnya.

Berakhirnya TMMD ke-129 di Desa Kesongo kini memasuki fase krusial, yaitu pemeliharaan.

Memastikan seluruh hasil pembangunan benar-benar terpelihara dan dimanfaatkan secara maksimal akan sangat mendukung kelancaran aktivitas ekonomi serta sosial masyarakat sehari-hari.

Lewat sinergi yang terus dirawat antara Babinsa dan warga, semangat gotong royong yang menjadi ruh utama TMMD diharapkan tetap hidup dan abadi di tengah masyarakat Desa Kesongo, membawa kemajuan yang berkelanjutan.

Jaga Semangat Gotong Royong! Kades Kesongo Ajak Warga Rawat Hasil TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Berakhirnya program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, bukan menjadi akhir dari semangat membangun desa.

Justru setelah Satgas TMMD meninggalkan lokasi, tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkan hasil pembangunan kini sepenuhnya berada di tangan masyarakat.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, mengajak seluruh warga tidak hanya menikmati fasilitas baru yang telah dikerjakan selama pelaksanaan TMMD, tetapi juga ikut merawatnya secara bersama-sama.

Menurutnya, berbagai infrastruktur dan fasilitas yang hadir melalui program ini merupakan hasil kerja keras dan gotong royong dari banyak pihak.

Karena itu, keberadaannya harus dijaga dengan baik agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Setelah TMMD selesai, kami berharap masyarakat tetap menjaga kebersamaan dan gotong royong. Apa yang sudah dibangun harus dirawat bersama agar manfaatnya bisa terus dirasakan,” pesan Kusnadi kepada warga, Jum’at (14/8/2026).

Dia menekankan bahwa pembangunan desa tidak cukup jika hanya mengandalkan pemerintah maupun TNI.

Peran aktif dari masyarakat menjadi pilar penting untuk memastikan fasilitas yang telah dibangun tetap berfungsi dengan optimal guna menunjang aktivitas sehari-hari.

Lebih lanjut, Kusnadi juga mengajak warga menjadikan momentum berakhirnya TMMD ini sebagai awal untuk memperkuat kepedulian terhadap lingkungan dan kemajuan Desa Kesongo.

“Jangan sampai setelah program selesai, semangatnya ikut selesai. Justru ini menjadi awal bagi kita untuk meneruskan apa yang sudah dimulai,” tegasnya.

Bagi Pemerintah Desa Kesongo, kehadiran TMMD ke-129 telah memberikan dampak positif yang luar biasa bagi masyarakat.

Manfaat tersebut mencakup pembangunan fisik maupun berbagai kegiatan sosial yang menyentuh langsung kebutuhan vital warga setempat.

Namun, Kusnadi mengingatkan bahwa keberhasilan sejati dari program tersebut pada akhirnya akan sangat ditentukan oleh bagaimana masyarakat menjaga hasil pembangunan dan mempertahankan semangat kebersamaan yang selama ini sudah terbangun erat.

Kades Kusnadi berharap hubungan harmonis antara masyarakat, pemerintah desa, TNI, dan seluruh pihak yang terlibat selama TMMD tetap terjaga kuat meski program secara resmi telah berakhir.

“Yang paling penting adalah kebersamaan. Mari kita rawat hasil pembangunan, jaga lingkungan, dan terus bergotong royong demi Desa Kesongo yang semakin maju,” pungkasnya.

Pesan mendalam tersebut menjadi penegasan bahwa penutupan TMMD ke-129 bukan berarti berhentinya roda pembangunan di Desa Kesongo.

Kini, tongkat estafet pembangunan berada di tangan warga untuk menjaga, merawat, sekaligus melanjutkan semangat membangun desa demi masa depan yang lebih baik.

Ucapan Terima Kasih Mbah Kardo! Rumah Reyotnya Kini Jadi Hunian Nyaman Lewat TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Raut wajah Mbah Kardo (84), warga Dusun Bekatul RT.014 RW.007 Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak dapat menyembunyikan rasa harunya.

Berdiri di depan rumahnya yang kini berdinding kokoh dengan cat putih-biru yang segar, lansia ini berulang kali menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, pemerintah daerah, pemerintah desa, serta seluruh masyarakat yang telah bergotong-royong mengubah rumah reyotnya menjadi hunian yang aman dan layak huni.

“Terima kasih kepada jajaran TNI, pemerintah daerah dan masyarakat yang sudah memberikan bantuan dengan memperbaiki rumah saya. Semoga kami sekeluarga bisa menempati rumah ini dengan aman dan nyaman,” tutur Mbah Kardo, Jum’at (14/8/2026).

Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) milik Mbah Kardo ini merupakan bagian dari program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026.

Program tahun ini dipusatkan di Desa Kesongo dengan mengusung tema besar “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”.

Mbah Kardo tidak sendirian. Tercatat ada 9 warga Desa Kesongo lainnya yang juga menerima manfaat langsung dari program bedah rumah ini.

Program TMMD secara rutin memang terbukti membawa dampak positif yang signifikan bagi masyarakat pedesaan.

Selain rehabilitasi rumah warga kurang mampu, Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro juga telah menggeber berbagai pembangunan infrastruktur fisik di Desa Kesongo, antara lain:

Pembangunan akses Jalan cor beton dan jembatan, untuk membuka isolasi wilayah dan memperlancar mobilitas warga.

Pembangunan Drainase, untuk memperbaiki sistem saluran air di Dusun Krebet Desa Kesongo untuk mencegah genangan.

Rehabilitasi 4 ruang kelaa gedung SDN Kesongo 1 serta sanitasi dan air bersih dengan menyediakan sarana air siap pakai untuk memenuhi kebutuhan sanitasi harian warga.

Melalui sinergi antara TNI, pemerintah, dan warga, TMMD ke-129 tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga menghidupkan kembali semangat gotong royong dan memberikan harapan baru bagi warga seperti Mbah Kardo untuk menikmati masa tua di hunian yang lebih sehat.

Jejak Pengabdian TMMD 129 Bojonegoro Berakhir: Warga Kesongo Kedungadem Tetap Rindukan Kehadiran TNI

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Meski kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro secara resmi telah ditutup pada Kamis, 13 Agustus 2026, kebersamaan yang terjalin erat menyisakan cerita mendalam.

Masyarakat setempat kini berharap silaturahmi yang telah terbangun kokoh dengan anggota Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro dapat terus terjaga dengan baik.

Selama satu bulan penuh, bapak-bapak TNI membaur, tinggal, dan bekerja bahu-membahu bersama warga Desa Kesongo.

Kehadiran mereka yang hangat menciptakan ikatan emosional tersendiri bagi masyarakat Desa Kesongo.

“Kami tentunya mengharapkan silaturahmi tetap berjalan, dan kami akan selalu menyambut dengan hangat apabila mereka datang kembali ke tempat kami,” terang Camat Kedungadem, Sahlan, saat dikonfirmasi pada Jumat (14/8/2026).

Sahlan mengungkapkan bahwa banyak kenangan manis dan keteladanan yang ditorehkan oleh anggota Satgas selama pelaksanaan program. Hal ini dipastikan akan selalu membekas di hati masyarakat desa.

“Kegiatan TMMD ini akan selalu dikenang. Meski programnya sudah berakhir, manfaatnya akan terus dirasakan dalam jangka panjang oleh seluruh masyarakat Kecamatan Kedungadem,” tambahnya.

Program yang digulirkan sejak 15 Juli 2026 di Desa Kesongo ini sukses merampungkan sederet proyek fisik vital. Mulai dari infrastruktur jalan hingga fasilitas umum penunjang ekonomi, berikut capaian utama TMMD ke-129: [2]

Jalan Cor Beton: Pembangunan akses jalan sepanjang 1,04 KM dengan lebar 3 meter terbagi di dua titik, yakni Dusun Mundu sepanjang 490 meter dan Dusun Kedungpandan sepanjang 550 meter.

Rehabilitasi RTLH: Perbaikan total 9 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bagi warga yang membutuhkan.

Fasilitas Air Bersih: Pembuatan 1 titik sumur bor lengkap dengan sistem perpipaan.

Normalisasi Sungai: Penataan aliran sungai afvoer guna mencegah potensi banjir luapan.

Pendidikan: Rehabilitasi 4 ruang kelas gedung sekolah demi kenyamanan belajar anak-anak desa.

Menariknya, program yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa” ini juga mencatatkan capaian over prestasi berupa perbaikan jembatan desa serta pembangunan rest area terpadu.

Rest area terpadu tersebut dibangun di kawasan yang sangat strategis, tepat di jalur perlintasan antara Kesongo (Bojonegoro) dan Sukorame (Lamongan).

Fasilitas penunjang yang disediakan pun tergolong lengkap, mulai dari MCK modern, musholla, lapak bagi pelaku UMKM, hingga area parkir kendaraan yang cukup luas.

“Saat ini masyarakat sudah mulai memanfaatkan hasil-hasil dari program TMMD ini. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya dan selamat atas suksesnya gelaran TMMD ke-129 tahun 2026,” pungkas Sahlan menutup perbincangan.

Merasa Nyaman! Wagini: Terima Kasih Satgas TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Senyum bahagia terpancar dari wajah Wagini (72), warga RT.010 RW.004, Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur.

Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) miliknya yang menjadi salah satu sasaran fisik utama dalam program TMMD ke-120 Kodim 0813 Bojonegoro kini telah rampung 100 persen dan siap huni.

Rumah yang sebelumnya memprihatinkan kini telah bersolek menjadi hunian yang kokoh, sehat, dan nyaman.

Dindingnya kini dicat rapi dengan paduan warna biru dan putih, dilengkapi lantai keramik yang bersih serta ventilasi udara yang memadai.

Penyelesaian pembangunan ini menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat di pelosok desa.

Wagini tak mampu menyembunyikan rasa haru dan syukurnya saat melihat kondisi rumahnya yang baru. Baginya, bantuan ini bukan sekadar perbaikan bangunan, melainkan sebuah berkah besar yang memberikan rasa aman bagi keluarganya.

“Alhamdulillah, saya sangat bersyukur. Rumah saya sekarang sudah selesai dan jauh lebih nyaman. Terima kasih banyak kepada bapak-bapak TNI dan semua pihak yang sudah membantu. Saya sangat senang dan tidak menyangka rumah saya bisa diperbaiki seperti ini,” ungkap Wagini dengan mata berkaca-kaca, Jumat (14/08/2026).

Ia juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh personel Satgas TMMD, Kodim 0813/Bojonegoro, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta warga sekitar yang bergotong-royong tanpa lelah menyelesaikan rumahnya.

Rampungnya RTLH milik Wagini menambah daftar kesuksesan sasaran fisik program TMMD ke-120 di Desa Kesongo.

Selain infrastruktur fasilitas umum, program lintas sektoral ini terbukti sukses meletakkan fondasi kesejahteraan langsung di tingkat keluarga.

Kini, rumah yang berdiri layak dan bersih tersebut menjadi hadiah paling berharga bagi Wagini. Ia berjanji akan merawat hunian baru ini dengan sebaik mungkin agar memberikan manfaat jangka panjang bagi anak cucunya.

Kisah Wagini menjadi refleksi bahwa kehadiran program TMMD di tengah masyarakat bukan sekadar membangun fisik desa, melainkan juga membangun kembali asa dan menghadirkan kebahagiaan nyata bagi warga yang membutuhkan.

Danrem 043/Gatam Hadiri Penutupan TMMD ke-129 Kodim 0412/LU

LAMPURA -(deklarasinews.com)— Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri upacara penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0412/Lampung Utara (LU) Tahun Anggaran 2026 di Lapangan SMP Negeri 2 Sungkai Utara, Desa Baru Raharja, Kecamatan Sungkai Utara, Kabupaten Lampung Utara. Upacara dipimpin Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi, S.Sos., M.Si.(Han), dengan tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, Kamis (13/8/2026).

Dalam amanatnya, Pangdam XXI/Radin Inten menyampaikan bahwa pelaksanaan TMMD selama satu bulan telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aksesibilitas dan mendukung kesejahteraan warga. Keberhasilan tersebut merupakan hasil sinergi dan gotong royong TNI, Polri, pemerintah daerah, serta masyarakat. “Tidak ada sekat antara seragam loreng dan baju petani. Prajurit dan masyarakat bahu-membahu memberikan tenaga untuk membangun desa,” ujar Pangdam.

Pangdam juga mengajak masyarakat untuk menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara optimal. Pembukaan akses jalan diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, akses pendidikan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Ia turut mengapresiasi dedikasi prajurit TNI dan Polri yang tergabung dalam Satgas TMMD. “Terima kasih atas dedikasi dan keringat yang telah dicurahkan. Kalian telah menunjukkan jati diri TNI yang menyatu dan manunggal dengan rakyat,” katanya.

Sementara itu, Danrem 043/Gatam Brigjen TNI Sumarlin Marzuki menegaskan bahwa TMMD merupakan wujud nyata sinergi TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kesejahteraan di wilayah pedesaan. “TMMD menjadi bukti nyata bahwa semangat gotong royong dan kebersamaan mampu mempercepat pembangunan serta memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” ujar Danrem.

TMMD ke-129 Kodim 0412/LU berhasil menyelesaikan seluruh sasaran fisik dengan capaian 100 persen. Sasaran utama meliputi pembukaan badan jalan Desa Baru Raharja yang menghubungkan Dusun 3 dan Dusun 4 serta Kecamatan Sungkai Utara dengan Sungkai Tengah sepanjang 1.450 meter dan lebar 7 meter. Satgas juga menyelesaikan pembangunan talud sepanjang 20 meter serta tiga unit gorong-gorong plat beton berukuran 1 x 1 x 5 meter.

Program unggulan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) turut direalisasikan melalui rehabilitasi lima unit rumah tidak layak huni (RTLH), pembangunan lima unit sumur bor, dan lima unit mandi, cuci, kakus (MCK). Seluruh sasaran tersebut rampung 100 persen. Pembangunan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hunian, akses air bersih, serta sanitasi masyarakat.

Pada sasaran nonfisik, Satgas TMMD menyalurkan 50 paket sembako dan melaksanakan berbagai penyuluhan, meliputi wawasan kebangsaan, bela negara, ekonomi kerakyatan, BUMDes, agribisnis dan UMKM, kamtibmas, hukum, bahaya narkoba, Undang-Undang Perkawinan, serta percepatan penurunan stunting. Kegiatan juga mencakup pelayanan administrasi kependudukan, pengobatan gratis, dan pelayanan keluarga berencana (KB).

Usai upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan sembako dan foto bersama. Pangdam XXI/Radin Inten bersama rombongan kemudian meninjau pelaksanaan sunat massal serta pembangunan RTLH dan MCK milik Ibu Wagiyem di Desa Baru Raharja. Dengan ditutupnya TMMD ke-129, masyarakat diharapkan terus menjaga dan memanfaatkan hasil pembangunan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan dan mempercepat pembangunan desa.(Red)

TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL Resmi Ditutup

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Setelah berlangsung selama 30 hari dengan penuh semangat, kebersamaan dan gotong royong, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung resmi ditutup. Upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026),

Upacara penutupan tersebut menjadi momentum penting sekaligus penanda berakhirnya rangkaian program TMMD yang selama satu bulan menghadirkan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, berbagai instansi, mahasiswa, organisasi masyarakat serta warga untuk bekerja bersama membangun wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Asintel Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., S.T., M.Tr.(Han), Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., serta unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

Turut hadir perwakilan Wali Kota Bandar Lampung, jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Denpom, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam pelaksanaan upacara, sebanyak 446 personel dari berbagai unsur turut ambil bagian. Mereka terdiri dari Yonif TP, Kodim 0410/KBL, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Polresta Bandar Lampung, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, Mitra Kodim, Hipakad, FKPPI, PPM, Banser, Hansip/Linmas, mahasiswa UIN, SMAN 7 Bandar Lampung dan masyarakat.

TMMD Ke-129 bukan semata-mata tentang pembangunan fisik. Di balik setiap pembangunan jalan, rumah, sarana air bersih, MCK dan fasilitas umum, terdapat semangat pengabdian untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selama pelaksanaan TMMD, personel Satgas bersama masyarakat bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Keringat prajurit bercampur dengan semangat warga dalam suasana gotong royong yang menjadi ciri khas kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Berbagai sasaran fisik yang dilaksanakan diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari peningkatan akses dan konektivitas wilayah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sarana air bersih, MCK hingga fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, melalui sasaran nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai pembekalan yang berkaitan dengan kesehatan, pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, mitigasi bencana hingga ketahanan pangan.

Dengan demikian, TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan baru, tetapi juga berupaya meninggalkan pengetahuan, kesadaran, semangat kemandirian dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral sebagai wujud pengabdian TNI kepada masyarakat.

TMMD menjadi sarana untuk mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selama 30 hari pelaksanaan TMMD Ke-129, seluruh personel Satgas bersama pemerintah daerah dan masyarakat dinilai telah menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa.

Dengan penuh ketulusan, seluruh unsur bekerja keras dan bergotong royong menyelesaikan program yang telah direncanakan.

“Ketika TNI, pemerintah dan rakyat bergerak dalam satu tekad dan tujuan yang sama, berbagai tantangan dapat dihadapi, serta pembangunan dapat diwujudkan dengan lebih cepat, efektif dan tepat sasaran,” demikian inti pesan dalam amanat tersebut.

Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TMMD Ke-129, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat Kelurahan Pinang Jaya.

Hal yang menjadi perhatian utama dalam penutupan TMMD Ke-129 adalah keberlanjutan hasil pembangunan.

Penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian. Sebaliknya, hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama harus dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Masyarakat diharapkan dapat menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun sehingga tetap dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi berikutnya.

Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan tidak berhenti setelah Satgas meninggalkan lokasi.

Karena sesungguhnya, TMMD bukan hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan.

Bagi Kodim 0410/KBL selaku pelaksana TMMD Ke-129, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama.

Dandim 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129 Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama jajaran Satgas dan Babinsa telah menjadi bagian dari proses panjang dalam menggerakkan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga membangun komunikasi, kepedulian dan rasa persaudaraan.

Dari proses tersebut lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya akan semakin luas.

Dengan ditutupnya TMMD Ke-129 TA 2026, seluruh hasil kegiatan secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dimanfaatkan dan dipelihara bersama.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta TMMD, pembacaan doa dan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara.

Pada pukul 09.45 WIB, rangkaian upacara penutupan selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah lokasi sasaran TMMD untuk melihat secara langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program berlangsung.

TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL akhirnya sampai pada penghujung kegiatan. Namun, semangat yang dibawanya diharapkan tetap tumbuh di tengah masyarakat.(red)

Kemanunggalan TNI-Rakyat: Warga Kesongo Gelar Makan Bersama Rayakan Kesuksesan TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Berakhirnya rangkaian pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat.

Sebagai ungkapan kebahagiaan atas rampungnya berbagai sasaran fisik dan nonfisik, warga Desa Kesongo bersama personel Satgas TMMD menggelar acara tasyakuran dan makan bersama yang berlangsung hangat pada Rabu (12/8/2026) malam.

Momentum ini sekaligus menjadi bentuk tali kasih dan perpisahan manis masyarakat kepada para prajurit TNI yang telah hampir sebulan membaur demi memajukan desa mereka.

Salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung dari program ini adalah Dusun Mundu.

Kepala Dusun Mundu, Hartono, menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan warga yang secara swadaya menginisiasi acara ramah tamah ini bersama TNI.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Masyarakat Mundu kompak sehingga tasyakuran ini bisa terlaksana. Kami juga mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membangun dusun kami. Kehadiran Satgas tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat,” ujar Hartono.

Senada dengan itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menegaskan bahwa selesainya seluruh target TMMD tepat waktu merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi seluruh kelangsungan aktivitas warga.

“TMMD ini memberikan banyak manfaat nyata bagi Desa Kesongo. Kami bersyukur pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan tepat waktu. Ini tidak lepas dari kerja keras Satgas TMMD dan dukungan penuh dari gotong royong masyarakat,” tutur Kusnadi.

Di tempat yang sama, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, yang hadir langsung di tengah-tengah warga, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat setempat.

“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Semua ini bisa terwujud karena adanya kemitraan, gotong royong, dan dukungan warga yang luar biasa,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Ia menambahkan, selama program berjalan, warga Kesongo bukan sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama yang aktif membantu menyukseskan pembangunan.

Acara tasyakuran yang dikemas dalam suasana lesehan sederhana ini menjadi potret nyata dari semboyan kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Bagi warga Kesongo, tuntasnya TMMD ke-129 ini menjadi babak baru untuk memanfaatkan fasilitas yang ada demi mendongkrak roda perekonomian dan kemajuan desa ke depan.

Penutupan TMMD ke-129 di Kesongo Bojonegoro Diwarnai Aksi Sosial Sembako

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tak hanya menjadi penanda berakhirnya program pembangunan desa.

Momentum krusial ini juga diwarnai kepedulian sosial yang nyata melalui penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat setempat pada Kamis (13/8/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan buah kolaborasi apik antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dunia usaha, dan masyarakat.

Kehadiran aksi sosial tersebut sekaligus mempertegas bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sosial dan urat nadi kehidupan warga.

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan bahwa bantuan sembako ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung untuk meringankan beban harian masyarakat.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dalam pelaksanaan TMMD menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun desa.

“Bantuan pangan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara masyarakat dengan seluruh unsur yang terlibat dalam program TMMD,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Partisipasi aktif dari sektor swasta juga menjadi pilar penting dalam rangkaian kegiatan ini.

Dukungan dari dunia usaha dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) sekaligus kepedulian nyata terhadap pembangunan daerah yang dilakukan secara integratif.

Sinergi ini mempertemukan berbagai kekuatan lintas sektor agar manfaat program pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh warga Desa Kesongo.

Perlu diketahui, TMMD ke-129 mengusung pendekatan pembangunan holistik yang tidak hanya menyasar aspek fisik semata.

Sepanjang program berlangsung, berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat turut digelar secara masif.

Selain pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, masyarakat Desa Kesongo juga dimanjakan dengan berbagai pelayanan publik gratis, antara lain diantaranya Layanan pengobatan gratis untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga.

Pasar murah guna menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan pangan bagi keluarga yang membutuhkan. Pelayanan administrasi kependudukan yang cepat dan jemput bola. Edukasi kesehatan untuk membangun kesadaran hidup bersih dan sehat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti sahih bahwa TMMD hadir dengan pendekatan yang menyeluruh. Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui beton dan sarana fisik, tetapi juga melalui penguatan pelayanan publik serta kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Berakhirnya TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan bukan menjadi titik akhir dari semangat gotong royong. Sebaliknya, kolaborasi harmonis antara TNI, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut demi mendorong desa yang semakin mandiri, tangguh, dan sejahtera.

Semangat kebersamaan yang telah mengakar selama program berlangsung kini menjadi modal sosial berharga bagi masyarakat Kesongo untuk menjaga hasil pembangunan sekaligus melejitkan potensi positif desa di masa depan.