TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL Resmi Ditutup

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Setelah berlangsung selama 30 hari dengan penuh semangat, kebersamaan dan gotong royong, pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-129 Tahun Anggaran 2026 Kodim 0410/Kota Bandar Lampung resmi ditutup. Upacara penutupan dilaksanakan di Lapangan Kelurahan Pinang Jaya, Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, Kamis (13/8/2026),

Upacara penutupan tersebut menjadi momentum penting sekaligus penanda berakhirnya rangkaian program TMMD yang selama satu bulan menghadirkan prajurit TNI, Polri, pemerintah daerah, berbagai instansi, mahasiswa, organisasi masyarakat serta warga untuk bekerja bersama membangun wilayah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Suasana upacara berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Hadir dalam kegiatan tersebut Kasdam XXI/Radin Inten Brigjen TNI Andrian Susanto, S.I.P., M.Han., M.I.Pol., Asintel Kasdam XXI/RI Kolonel Inf Erwin Agung T.W.A., S.T., M.Tr.(Han), Kasrem 043/Gatam Kolonel Kav Roli Dewanto, S.E., M.Tr.(Han), Dandim 0410/KBL Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., serta unsur Forkopimda, TNI-Polri, pemerintah daerah dan berbagai elemen masyarakat.

Turut hadir perwakilan Wali Kota Bandar Lampung, jajaran Kodam XXI/Radin Inten, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Denpom, BPBD, Satpol PP, Pemadam Kebakaran, serta unsur masyarakat dan organisasi kemasyarakatan.

Dalam pelaksanaan upacara, sebanyak 446 personel dari berbagai unsur turut ambil bagian. Mereka terdiri dari Yonif TP, Kodim 0410/KBL, Lanal Lampung, Lanud P.M. Bunyamin, Brigif 4 Mar/BS, Polresta Bandar Lampung, Satpol PP, Dishub, Damkar, BPBD, Mitra Kodim, Hipakad, FKPPI, PPM, Banser, Hansip/Linmas, mahasiswa UIN, SMAN 7 Bandar Lampung dan masyarakat.

TMMD Ke-129 bukan semata-mata tentang pembangunan fisik. Di balik setiap pembangunan jalan, rumah, sarana air bersih, MCK dan fasilitas umum, terdapat semangat pengabdian untuk menghadirkan perubahan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Selama pelaksanaan TMMD, personel Satgas bersama masyarakat bekerja bahu-membahu menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan. Keringat prajurit bercampur dengan semangat warga dalam suasana gotong royong yang menjadi ciri khas kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Berbagai sasaran fisik yang dilaksanakan diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang, mulai dari peningkatan akses dan konektivitas wilayah, rehabilitasi rumah tidak layak huni, pembangunan sarana air bersih, MCK hingga fasilitas pendukung lainnya.

Sementara itu, melalui sasaran nonfisik, masyarakat mendapatkan berbagai pembekalan yang berkaitan dengan kesehatan, pencegahan stunting, wawasan kebangsaan, bahaya narkoba, mitigasi bencana hingga ketahanan pangan.

Dengan demikian, TMMD tidak hanya meninggalkan bangunan baru, tetapi juga berupaya meninggalkan pengetahuan, kesadaran, semangat kemandirian dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dalam amanatnya, Inspektur Upacara menegaskan bahwa TMMD merupakan salah satu bentuk nyata Operasi Bakti TNI yang dilaksanakan secara terpadu dan lintas sektoral sebagai wujud pengabdian TNI kepada masyarakat.

TMMD menjadi sarana untuk mendorong percepatan pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Selama 30 hari pelaksanaan TMMD Ke-129, seluruh personel Satgas bersama pemerintah daerah dan masyarakat dinilai telah menunjukkan semangat pengabdian yang luar biasa.

Dengan penuh ketulusan, seluruh unsur bekerja keras dan bergotong royong menyelesaikan program yang telah direncanakan.

“Ketika TNI, pemerintah dan rakyat bergerak dalam satu tekad dan tujuan yang sama, berbagai tantangan dapat dihadapi, serta pembangunan dapat diwujudkan dengan lebih cepat, efektif dan tepat sasaran,” demikian inti pesan dalam amanat tersebut.

Apresiasi dan penghargaan juga disampaikan kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan TMMD Ke-129, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, instansi terkait, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh pemuda hingga masyarakat Kelurahan Pinang Jaya.

Hal yang menjadi perhatian utama dalam penutupan TMMD Ke-129 adalah keberlanjutan hasil pembangunan.

Penutupan kegiatan bukan berarti berakhirnya semangat pengabdian. Sebaliknya, hasil pembangunan yang telah diwujudkan bersama harus dipelihara dan dimanfaatkan sebaik-baiknya agar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Masyarakat diharapkan dapat menjaga berbagai fasilitas yang telah dibangun sehingga tetap dapat digunakan dan dirasakan manfaatnya oleh generasi berikutnya.

Semangat gotong royong yang tumbuh selama pelaksanaan TMMD juga diharapkan tidak berhenti setelah Satgas meninggalkan lokasi.

Karena sesungguhnya, TMMD bukan hanya meninggalkan pembangunan fisik, tetapi juga meninggalkan semangat kebersamaan.

Bagi Kodim 0410/KBL selaku pelaksana TMMD Ke-129, keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil kerja bersama.

Dandim 0410/KBL sekaligus Dansatgas TMMD Ke-129 Kolonel Arm Roni Hermawan, S.H., M.M., bersama jajaran Satgas dan Babinsa telah menjadi bagian dari proses panjang dalam menggerakkan kebersamaan antara TNI dan masyarakat.

Kehadiran prajurit di tengah masyarakat tidak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan, tetapi juga membangun komunikasi, kepedulian dan rasa persaudaraan.

Dari proses tersebut lahir sebuah pesan sederhana namun kuat: ketika TNI dan rakyat bersatu, pembangunan akan menjadi lebih kuat dan manfaatnya akan semakin luas.

Dengan ditutupnya TMMD Ke-129 TA 2026, seluruh hasil kegiatan secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah untuk selanjutnya dimanfaatkan dan dipelihara bersama.

Upacara kemudian dilanjutkan dengan pelepasan tanda peserta TMMD, pembacaan doa dan penghormatan pasukan kepada Inspektur Upacara.

Pada pukul 09.45 WIB, rangkaian upacara penutupan selesai dalam keadaan aman, tertib dan lancar. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan peninjauan ke sejumlah lokasi sasaran TMMD untuk melihat secara langsung hasil pembangunan yang telah dilaksanakan selama program berlangsung.

TMMD Ke-129 Kodim 0410/KBL akhirnya sampai pada penghujung kegiatan. Namun, semangat yang dibawanya diharapkan tetap tumbuh di tengah masyarakat.(red)

Kemanunggalan TNI-Rakyat: Warga Kesongo Gelar Makan Bersama Rayakan Kesuksesan TMMD 129 Bojonegoro

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Berakhirnya rangkaian pembangunan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813/Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, disambut penuh rasa syukur oleh masyarakat.

Sebagai ungkapan kebahagiaan atas rampungnya berbagai sasaran fisik dan nonfisik, warga Desa Kesongo bersama personel Satgas TMMD menggelar acara tasyakuran dan makan bersama yang berlangsung hangat pada Rabu (12/8/2026) malam.

Momentum ini sekaligus menjadi bentuk tali kasih dan perpisahan manis masyarakat kepada para prajurit TNI yang telah hampir sebulan membaur demi memajukan desa mereka.

Salah satu wilayah yang merasakan dampak langsung dari program ini adalah Dusun Mundu.

Kepala Dusun Mundu, Hartono, menyampaikan rasa bangganya atas kekompakan warga yang secara swadaya menginisiasi acara ramah tamah ini bersama TNI.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Masyarakat Mundu kompak sehingga tasyakuran ini bisa terlaksana. Kami juga mewakili masyarakat menyampaikan terima kasih kepada bapak-bapak TNI yang sudah membangun dusun kami. Kehadiran Satgas tidak hanya membawa perubahan fisik, tetapi juga mempererat hubungan emosional antara TNI dan rakyat,” ujar Hartono.

Senada dengan itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menegaskan bahwa selesainya seluruh target TMMD tepat waktu merupakan kabar yang sangat membahagiakan bagi seluruh kelangsungan aktivitas warga.

“TMMD ini memberikan banyak manfaat nyata bagi Desa Kesongo. Kami bersyukur pembangunan dapat diselesaikan sesuai target dan tepat waktu. Ini tidak lepas dari kerja keras Satgas TMMD dan dukungan penuh dari gotong royong masyarakat,” tutur Kusnadi.

Di tempat yang sama, Komandan Satuan Setingkat Kompi (SSK) Satgas TMMD Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, yang hadir langsung di tengah-tengah warga, memberikan apresiasi tinggi terhadap antusiasme masyarakat setempat.

“Yang paling penting adalah bagaimana pembangunan ini bisa selesai sesuai waktu yang ditentukan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat. Semua ini bisa terwujud karena adanya kemitraan, gotong royong, dan dukungan warga yang luar biasa,” ungkap Lettu Ckm Purnomo.

Ia menambahkan, selama program berjalan, warga Kesongo bukan sekadar menjadi penonton, melainkan aktor utama yang aktif membantu menyukseskan pembangunan.

Acara tasyakuran yang dikemas dalam suasana lesehan sederhana ini menjadi potret nyata dari semboyan kemanunggalan TNI bersama rakyat.

Bagi warga Kesongo, tuntasnya TMMD ke-129 ini menjadi babak baru untuk memanfaatkan fasilitas yang ada demi mendongkrak roda perekonomian dan kemajuan desa ke depan.

Penutupan TMMD ke-129 di Kesongo Bojonegoro Diwarnai Aksi Sosial Sembako

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tak hanya menjadi penanda berakhirnya program pembangunan desa.

Momentum krusial ini juga diwarnai kepedulian sosial yang nyata melalui penyaluran bantuan sembako kepada masyarakat setempat pada Kamis (13/8/2026).

Penyaluran bantuan ini merupakan buah kolaborasi apik antara TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, dunia usaha, dan masyarakat.

Kehadiran aksi sosial tersebut sekaligus mempertegas bahwa TMMD tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur fisik, tetapi juga menyentuh langsung kebutuhan sosial dan urat nadi kehidupan warga.

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan bahwa bantuan sembako ini diharapkan dapat memberikan manfaat langsung untuk meringankan beban harian masyarakat.

Menurutnya, dukungan dari berbagai pihak dalam pelaksanaan TMMD menjadi bukti kuatnya semangat kebersamaan dan gotong royong dalam membangun desa.

“Bantuan pangan ini diharapkan mampu membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari warga, sekaligus mempererat hubungan kemanunggalan antara masyarakat dengan seluruh unsur yang terlibat dalam program TMMD,” ujar Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto.

Partisipasi aktif dari sektor swasta juga menjadi pilar penting dalam rangkaian kegiatan ini.

Dukungan dari dunia usaha dinilai sebagai bentuk tanggung jawab sosial (CSR) sekaligus kepedulian nyata terhadap pembangunan daerah yang dilakukan secara integratif.

Sinergi ini mempertemukan berbagai kekuatan lintas sektor agar manfaat program pembangunan dapat dirasakan lebih luas oleh warga Desa Kesongo.

Perlu diketahui, TMMD ke-129 mengusung pendekatan pembangunan holistik yang tidak hanya menyasar aspek fisik semata.

Sepanjang program berlangsung, berbagai kegiatan sosial dan pemberdayaan masyarakat turut digelar secara masif.

Selain pembangunan dan peningkatan infrastruktur desa, masyarakat Desa Kesongo juga dimanjakan dengan berbagai pelayanan publik gratis, antara lain diantaranya Layanan pengobatan gratis untuk meningkatkan kualitas kesehatan warga.

Pasar murah guna menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Bantuan pangan bagi keluarga yang membutuhkan. Pelayanan administrasi kependudukan yang cepat dan jemput bola. Edukasi kesehatan untuk membangun kesadaran hidup bersih dan sehat.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bukti sahih bahwa TMMD hadir dengan pendekatan yang menyeluruh. Pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui beton dan sarana fisik, tetapi juga melalui penguatan pelayanan publik serta kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat.

Berakhirnya TMMD ke-129 di Desa Kesongo diharapkan bukan menjadi titik akhir dari semangat gotong royong. Sebaliknya, kolaborasi harmonis antara TNI, pemerintah daerah, sektor swasta, dan masyarakat ini diharapkan terus berlanjut demi mendorong desa yang semakin mandiri, tangguh, dan sejahtera.

Semangat kebersamaan yang telah mengakar selama program berlangsung kini menjadi modal sosial berharga bagi masyarakat Kesongo untuk menjaga hasil pembangunan sekaligus melejitkan potensi positif desa di masa depan.

Wajah Baru UMKM Desa Kesongo, Sentuhan TMMD 129 Bojonegoro Dorong Ekonomi Mandiri

BOJONEGORO- -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tak hanya menyentuh pembangunan fisik.

Pemberdayaan ekonomi warga juga menjadi perhatian utama melalui penataan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Hal itu terlihat saat Kasdam V/Brawijaya Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si., bersama Dandim 0813/Bojonegoro Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, meninjau langsung sasaran UMKM di Desa Kesongo, Kamis (13/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, rombongan melihat fasilitas booth kontainer yang disiapkan untuk menata aktivitas jual beli masyarakat.

Sebelumnya, sejumlah pelaku UMKM berjualan secara terpisah di sekitar kawasan tersebut. Kini, para pedagang mulai diarahkan menempati tempat usaha yang lebih tertata.

Penataan ini diharapkan membuat lingkungan kawasan UMKM terlihat lebih rapi sekaligus memberikan tempat berjualan yang lebih nyaman dan layak bagi masyarakat.

Kasdam V/Brawijaya bersama Dandim 0813/Bojonegoro juga berinteraksi langsung dengan para pelaku usaha untuk melihat kondisi serta aktivitas UMKM di lokasi sasaran TMMD.

Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi atas perhatian TMMD terhadap pengembangan ekonomi masyarakat. Menurutnya, keberadaan booth kontainer menjadi peluang baru bagi warga untuk mengembangkan usaha secara lebih teratur.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih karena UMKM di Desa Kesongo ikut mendapat perhatian melalui program TMMD. Dengan adanya booth ini, pedagang memiliki tempat usaha yang lebih tertata dan mudah-mudahan ke depan semakin ramai,” ujarnya.

Ia berharap fasilitas tersebut tidak berhenti sebagai tempat berjualan, tetapi dapat berkembang menjadi salah satu pusat kegiatan ekonomi masyarakat Desa Kesongo.

“Kami dari pemerintah desa akan berupaya ikut merawat dan mengembangkan fasilitas ini. Harapannya UMKM semakin maju, usaha warga berkembang, dan manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Pemberdayaan UMKM menjadi bagian penting dalam TMMD ke-129. Program tersebut tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga diarahkan untuk mendorong kemandirian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di wilayah sasaran.

Dengan adanya tempat usaha yang lebih tertata, pelaku UMKM diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan berjualan sekaligus memperluas peluang mendapatkan pembeli.

Keberadaan booth kontainer tersebut juga menjadi bagian dari warisan TMMD ke-129 di Desa Kesongo. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan ini berpotensi menjadi sentra UMKM yang mampu menggerakkan perekonomian lokal.

Kusnadi menegaskan, keberlanjutan program tersebut membutuhkan kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dan masyarakat.

“Yang paling penting setelah TMMD selesai adalah bagaimana fasilitas ini terus dimanfaatkan dan dirawat bersama. Kami ingin UMKM Kesongo tumbuh, mandiri dan bisa menjadi penggerak ekonomi desa,” pungkasnya.

Peninjauan Kasdam V/Brawijaya dan Dandim 0813/Bojonegoro tersebut sekaligus menegaskan bahwa keberhasilan TMMD tidak hanya diukur dari pembangunan jalan maupun fasilitas fisik.

Keberhasilan sejati juga dinilai dari seberapa jauh program tersebut mampu meninggalkan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa Kesongo.

Tuntas 100 Persen! Sinergi Pemkab Bojonegoro dan TNI Sukses Ubah Wajah Desa Kesongo Lewat TMMD ke- 129

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, resmi berakhir pada Kamis (13/8/2026).

Upacara penutupan TMMD ke- 129 ini dipimpin langsung oleh Kepala Staf Kodam (Kasdam) V/Brawijaya, Brigjen TNI Zainul Bahar, S.H., M.Si.

Selama 30 hari penuh, kemanunggalan antara TNI dan rakyat telah mengakar di Desa Kesongo. Program ini tidak hanya meninggalkan infrastruktur baru, tetapi juga membawa angin segar lewat berbagai program pemberdayaan yang menyasar langsung kesejahteraan warga setempat.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro memberikan dukungan penuh terhadap kesuksesan TMMD ke-129.

Dukungan nyata ini disalurkan melalui kolaborasi program sektoral Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait serta alokasi Bantuan Keuangan Khusus (BKK) bagi Desa Kesongo.

“Total dukungan anggaran untuk pelaksanaan TMMD ke-129 Tahun Anggaran 2026 ini mencapai Rp5.285.770.402,” ungkap Setyo Wahono.

Anggaran besar tersebut dibagi ke dalam dua pilar utama pembangunan, Sasaran Fisik: Dialokasikan sebesar Rp4.748.564.324 untuk menggenjot pembangunan infrastruktur desa.

Sasaran Non-Fisik: Dialokasikan sebesar Rp537.206.078 yang diwujudkan dalam bentuk berbagai kegiatan penyuluhan, edukasi, serta pemberdayaan masyarakat demi mendongkrak kemandirian warga.

Bupati Setyo Wahono menambahkan, esensi utama dari TMMD melampaui sekadar urusan semen dan batu.

Program ini adalah wadah sakral untuk memperkuat tali silaturahmi dan kolaborasi erat antara pemerintah, TNI, pemerintah desa, hingga lapisan masyarakat terbawah.

Kerja keras berbuah manis. Seluruh target kerja yang telah dicanangkan dalam TMMD ke-129 terbukti berhasil rampung sepenuhnya tanpa cela.

“Seluruh rencana kegiatan, baik sasaran fisik maupun non-fisik, telah terlaksana 100 persen,” tegas Setyo Wahono.

Ia pun menitipkan pesan mendalam agar seluruh fasilitas dan ilmu yang telah didapat selama program ini bisa terus dirawat dan dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Baginya, keberhasilan sejati dari TMMD tidak diukur dari megahnya seremoni penutupan, melainkan dari seberapa besar dampak positif yang dirasakan masyarakat dalam jangka panjang.

Sinergi yang solid antara Pemkab Bojonegoro, Kodim 0813 Bojonegoro, Pemerintah Desa Kesongo, dan warga diharapkan menjadi modal sosial yang kuat untuk estafet pembangunan ke depan.

“Semoga rangkaian TMMD ke-129 Tahun 2026 ini dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat guna mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” pungkasnya.

Meski TMMD ke-129 telah resmi ditutup, denyut nadi gotong royong yang telah terbangun selama sebulan terakhir dipastikan akan tetap hidup, menjadi bahan bakar utama warga Desa Kesongo untuk terus melangkah maju mandiri.

Jalinan Kekeluargaan Takkan Putus, Satgas TMMD 129 Bojonegoro Pamitan dengan Warga Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Perpisahan Satgas TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro dengan masyarakat Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, menjadi momen yang sarat makna.

Setelah satu bulan penuh menjalankan pengabdian, para prajurit bersiap kembali ke satuan masing-masing pada Kamis (13/8/2026).

Bukan hanya pembangunan fisik yang membekas di desa ini. Kedekatan emosional antara prajurit dan warga tumbuh subur melalui kebersamaan, gotong royong, serta berbagai aktivitas harian yang dilakukan bersama.

Menjelang kepulangan, pesan perpisahan dari kedua belah pihak pun mengalir penuh haru.

Komandan SST-1 SSK Satgas TMMD ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro, Letda Inf Ady Yuniarto, menyampaikan, selama berada di Desa Kesongo, para prajurit tidak hanya fokus pada target pembangunan, tetapi juga mendapat pelajaran berharga tentang kebersamaan.

Ia sangat mengapresiasi sambutan hangat, dukungan, serta keterlibatan aktif warga selama program berlangsung.

Menurutnya, keberhasilan TMMD ini merupakan buah dari sinergi nyata masyarakat setempat.

“Bagi personel Satgas, masyarakat bukan sekadar penerima manfaat program. Warga telah menjadi bagian dari perjalanan tugas dan keluarga kami selama di sini,” ungkap Letda Inf Ady Yuniarto.

Rasa kehilangan juga dirasakan mendalam oleh warga. Samiun, salah satu warga Desa Kesongo, menyampaikan rasa terima kasih yang tak terhingga kepada seluruh anggota Satgas yang telah mengorbankan tenaga dan waktu demi memajukan desa mereka.

Kehadiran para prajurit TNI selama sebulan terakhir dinilai mampu meleburkan sekat, dan membangun kedekatan yang tulus dengan warga.

“Saya berharap silaturahmi bapak-bapak TNI dengan warga terus terjalin. Hubungan baik ini jangan sampai berhenti di sini saja,” ucap Samiun penuh harap.

Bagi warga, para personel Satgas TMMD yang awalnya datang untuk bertugas, kini pulang meninggalkan kesan mendalam layaknya keluarga kandung sendiri.

Perpisahan ini memang menjadi penutup dari seluruh rangkaian program TMMD ke-129 di Desa Kesongo.

Meski pembangunan fisik berupa jalan beton, rumah, dan fasilitas umum kini telah berdiri kokoh dan siap digunakan, namun warisan terbaik dari program ini adalah nilai gotong royong dan kemanunggalan TNI-rakyat yang akan terus diingat.

Kini, prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro harus kembali ke kesatuan masing-masing, dan warga kembali ke aktivitas semula.

Tugas di lapangan boleh saja berakhir, namun persaudaraan yang telah mengakar kuat di bumi Kesongo dipastikan tidak akan pernah usai.

Saat Satgas TMMD 129 Bojonegoro dan Warga Kesongo Berat Melepas Rindu

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Sebuah piring berisi singkong rebus dan sebotol air mineral menjadi saksi bisu kehangatan yang tercipta di teras sebuah rumah sederhana di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Di atas lantai keramik yang sejuk, dua prajurit TNI berpakaian loreng duduk bersila bersama dua orang ibu. Mereka larut dalam obrolan hangat, diselingi tawa renyah yang memecah keheningan desa.

Momen humanis ini mewarnai penghujung pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Kodim 0813 Bojonegoro.

Komandan SSK Satgas TMMD ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro, Lettu Ckm Purnomo, bersama anggota, pada Kamis (13/8/2026) berpamitan kepada warga setelah selama kurang lebih satu bulan bersama-sama membangun dan menghidupkan berbagai kegiatan di desa tersebut.

Keberadaan Satgas TMMD selama menjalankan tugas di Desa Kesongo berhasil membangun kedekatan yang tulus dengan masyarakat.

Warga dan personel TNI berbaur dalam berbagai kegiatan, mulai dari pembangunan infrastruktur, kerja bakti, kegiatan sosial, hingga aktivitas kemasyarakatan sehari-hari.

Setelah sebulan berjibaku di tengah masyarakat, para prajurit harus kembali meninggalkan Desa Kesongo.

Namun, berbagai cerita, kebersamaan, dan kenangan selama pelaksanaan TMMD menjadi bagian yang sulit dipisahkan.

Lettu Ckm Purnomo mengatakan, selama berada di Kesongo dirinya bersama seluruh anggota Satgas merasakan sambutan dan dukungan luar biasa dari masyarakat.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh warga Desa Kesongo yang selama ini telah menerima, membantu, dan mendukung Satgas TMMD.

Banyak kebersamaan yang kami rasakan selama menjalankan tugas di sini,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan pelaksanaan TMMD tidak hanya ditentukan oleh personel Satgas, tetapi juga berkat gotong royong dan keterlibatan masyarakat.

Kebersamaan antara TNI dan warga menjadi kekuatan utama dalam menyelesaikan berbagai sasaran pembangunan.

“Kami berharap apa yang telah dibangun bersama dapat dirawat dan dimanfaatkan sebaik-baiknya. Jangan melihat ini hanya sebagai hasil pekerjaan TMMD, tetapi sebagai hasil gotong royong seluruh masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kesongo, Kusnadi, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota Satgas TMMD yang telah mengabdikan tenaga dan waktunya untuk membantu masyarakat.

Menurut Kusnadi, kehadiran Satgas selama satu bulan memberikan banyak manfaat bagi Desa Kesongo.

Tidak hanya pembangunan infrastruktur, tetapi juga berbagai kegiatan yang mendorong masyarakat untuk semakin kompak dan peduli terhadap lingkungan serta pembangunan desa.

“Bagi kami, Satgas TMMD bukan hanya datang untuk membangun, tetapi sudah menjadi bagian dari keluarga masyarakat Desa Kesongo. Tentunya kami merasa kehilangan ketika mereka harus berpamitan,” ungkapnya.

Dirinya berharap komunikasi dan silaturahmi antara warga Desa Kesongo dengan para prajurit tetap terjaga meskipun pelaksanaan TMMD telah berakhir.

Perpisahan pun menjadi penanda berakhirnya kebersamaan di lapangan. Namun, bagi warga Kesongo, satu bulan bersama Satgas TMMD meninggalkan cerita tersendiri yakni tentang gotong royong, kerja keras, dan kedekatan TNI dengan rakyat.

Program TMMD boleh selesai, tetapi jejak pengabdian dan kenangan kebersamaan di Desa Kesongo diharapkan tetap hidup di tengah masyarakat.

Pasar Murah Serbu Penutupan TMMD 129 Bojonegoro di Kesongo

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Penutupan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke- 129 Kodim 0813 Bojonegoro di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Kamis (13/8/2026), berakhir dengan manis.

Momentum perpisahan ini dimeriahkan dengan kegiatan pasar murah yang langsung diserbu oleh masyarakat setempat.

Langkah konkret ini didukung penuh oleh Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro.

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Bojonegoro, Moh. Akhmadi, AP, turut hadir mengawal langsung jalannya pasar murah tersebut.

Pasar murah ini menjadi bagian dari penutupan TMMD ke-129 yang mengusung tema “TMMD Satukan Langkah, Membangun Negeri dari Desa” bukan sekadar pelengkap acara, kegiatan ini dihadirkan sebagai bentuk kepedulian nyata untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga yang jauh lebih ramah di kantong.

Antusiasme warga Desa Kesongo tampak meledak sejak pagi. Mereka berbondong-bondong memanfaatkan kesempatan ini untuk memenuhi kebutuhan dapur sehari-hari sembari merasakan langsung dampak positif dari kehadiran TNI di desa mereka.

Salah satu warga Desa Kesongo RT.009 RW.004, Fitriana, tidak dapat menyembunyikan rasa bahagianya setelah membawa pulang belanjaan dengan harga miring.

Di pasar murah ini, ia berhasil membawa pulang minyak goreng seharga Rp15 ribu dan gula pasir seharga Rp16 ribu.

“Senang bisa beli minyak dan gula dengan harga murah. Ini sangat membantu warga,” ujar Fitriana dengan wajah semringah.

Selama sebulan penuh, sejak 15 Juli hingga 13 Agustus 2026, Satgas TMMD Kodim 0813/Bojonegoro telah menorehkan bakti nyata.

Mereka tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga aktif menyentuh aspek nonfisik masyarakat.

Sejumlah capaian fisik yang kini resmi dinikmati warga Kesongo antara lain, Infrastruktur Jalan berupa pembangunan jalan cor untuk akses mobilitas yang lebih lancar.

Fasilitas Sanitasi & Air Bersih, berupa pembuatan drainase dan sumur bor, serta Kesejahteraan Keluarga berupa Rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Lewat gelaran pasar murah di hari penutupan ini, rangkaian TMMD ke-129 diharapkan meninggalkan manfaat jangka panjang yang membekas di hati masyarakat, sekaligus semakin memperkokoh kemanunggalan antara TNI dan rakyat.

Penutupan TMMD 129 Bojonegoro Diwarnai dengan Layanan Kesehatan Gratis

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Rangkaian penutupan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, tidak sekadar menyisakan infrastruktur fisik yang kokoh.

Momentum bersejarah ini turut diwarnai dengan aksi nyata kepedulian sosial melalui layanan pemeriksaan dan pengobatan kesehatan gratis yang diserbu ratusan warga setempat.

Kegiatan ini lahir dari sinergi solid antara jajaran TNI, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, serta jajaran Dinas Kesehatan melalui kolaborasi tim medis dari Puskesmas Kesongo.

Langkah ini menjadi bukti bahwa kemanunggalan TNI dan rakyat mencakup aspek mendasar yang paling dibutuhkan masyarakat yakni kesehatan.

Dalam pelayanan jemput bola ini, tim medis memberikan pemeriksaan komprehensif yang meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, asam urat, kolesterol, hingga pengukuran tinggi badan (TB) dan berat badan (BB).

Sedikitnya delapan perawat terlatih dan satu dokter diterjunkan langsung ke lapangan untuk memastikan setiap warga terlayani dengan optimal.

Kepala Puskesmas Kesongo, dr. Bowo Luhur Santoso, menegaskan bahwa keterlibatan jajaran kesehatan dalam program TMMD ini bertujuan memberikan manfaat instan sekaligus melakukan deteksi dini terhadap potensi penyakit kronis di masyarakat.

“Alhamdulillah, dengan kerja sama di acara TMMD ini, kita bisa memberikan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Jika ada indikasi gangguan kesehatan yang kurang pas, dokter bisa langsung memberikan tindakan, meresepkan obat, sekaligus memberikan edukasi kesehatan di tempat,” ujar dr. Bowo, Kamis (13/08/2026).

Tak hanya mengobati yang sakit, petugas kesehatan juga memanfaatkan momen ini untuk membagikan makanan tambahan.

Langkah preventif ini digencarkan guna menyosialisasikan pentingnya pemenuhan gizi seimbang untuk meningkatkan kualitas kesehatan keluarga di pedesaan.

Di tengah antusiasme warga, dr. Bowo juga menyelipkan imbauan penting terkait perubahan iklim.

Ia mengingatkan warga Desa Kesongo untuk meningkatkan kewaspadaan ekstra menghadapi ancaman penyakit yang kerap mengintai selama musim kemarau, terutama akibat keterbatasan air bersih.

Cenderungnya masyarakat menampung sisa air dalam wadah besar berpotensi memicu masalah baru jika tidak dikelola dengan benar. Wadah-wadah tersebut rawan menjadi tempat berkembang biak nyamuk penular penyakit.

“Musim kemarau ini sulit air, sehingga warga cenderung menyimpan persediaan air. Namun, ada risiko kualitasnya menurun atau wadah tersebut justru dihinggapi nyamuk yang dapat memicu wabah, salah satunya Demam Berdarah Dengue (DBD),” jelas dr. Bowo.

Oleh karena itu, ia mendorong warga agar terus menerapkan langkah preventif, rajin memeriksakan diri secara berkala, dan senantiasa menjaga kebersihan lingkungan sekitar.

Bagi warga Kedungadem, kehadiran posko kesehatan TMMD ini bagaikan oase di tengah gurun. Mereka dapat berkonsultasi medis secara cuma-cuma tanpa harus menempuh perjalanan jauh ke pusat fasilitas kesehatan.

Hadi (56), salah seorang warga yang ikut mengantre, menyampaikan rasa terima kasihnya yang mendalam atas kepedulian yang dihadirkan lewat program ini.

“Kehadiran layanan kesehatan gratis ini sangat membantu kami. Kami bisa tahu kondisi kesehatan tanpa harus keluar biaya dan jauh-jauh pergi ke puskesmas utama. Terima kasih kepada seluruh jajaran TMMD 129 Kodim 0813 Bojonegoro, program ini benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat Kedungadem,” ungkap Hadi sumringah.

Penutupan TMMD ke- 129 di Desa Kesongo menorehkan catatan manis. Melalui integrasi pembangunan fisik dan penguatan jaminan kesehatan sosial, sinergi antara TNI, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan terus mengakar kuat, membawa desa-desa di Bojonegoro tumbuh lebih sehat dan sejahtera secara berkelanjutan.

TMMD 129 Bojonegoro Sukses Digelar, Ketua DPRD Abdullah Umar: Rawat Hasilnya, Jaga Semangat Gotong Royong!

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-129 Tahun Anggaran 2026 di Desa Kesongo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, resmi ditutup pada Kamis (13/8/2026).

Selesainya program lintas sektoral yang berlangsung selama 30 hari sejak 15 Juli lalu ini menorehkan catatan positif dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat pedesaan.

Mengusung tema “TMMD Satukan Langkah Membangun Negeri dari Desa”, program sinergis ini menelan anggaran dukungan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebesar Rp5,285 miliar.

Alokasi tersebut dipecah menjadi Rp4,748 miliar untuk pengerjaan sasaran fisik dan Rp537,206 juta guna menyokong berbagai program nonfisik.

Salah satu capaian fisik yang krusial adalah normalisasi Sungai Afvoer di Desa Kesongo sepanjang 800 meter.

Melalui pendalaman alur sungai dan pengangkatan sedimentasi, proyek ini diharapkan mampu mengoptimalkan kapasitas aliran air sekaligus meminimalisir risiko banjir saat musim penghujan tiba.

Tidak hanya infrastruktur, TMMD ke-129 juga sukses menyasar penguatan nonfisik melalui penyuluhan wawasan kebangsaan, kesehatan, pendidikan, hingga pemberdayaan ekonomi warga.

Suksesnya kolaborasi ini menuai apresiasi tinggi dari kalangan legislatif, salah satunya dari Ketua DPRD Kabupaten Bojonegoro, H. Abdullah Umar, S.Pd.

Menurutnya, program TMMD merupakan manifestasi nyata dari kemanunggalan TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengikis ketimpangan pembangunan di tingkat desa.

“TMMD ke-129 di Desa Kesongo ini merupakan bentuk nyata sinergi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan dari tingkat desa. Kami dari DPRD Kabupaten Bojonegoro tentu memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas seluruh pelaksanaan kegiatan, baik pembangunan fisik maupun nonfisik yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujar Abdullah Umar.

Lebih lanjut, politisi tersebut menegaskan bahwa rampungnya masa bakti TMMD bukan berarti akhir dari segalanya. Ia menekankan bahwa esensi utama dari program ini adalah keberlanjutan komitmen pasca-kegiatan, baik dalam hal pemeliharaan aset maupun pemeliharaan nilai luhur bangsa.

“Yang tidak kalah penting, setelah program TMMD ini selesai, hasil pembangunan harus dijaga dan dirawat bersama oleh warga. Semangat gotong royong dan kebersamaan yang sudah mengakar selama pelaksanaan TMMD jangan sampai luntur, melainkan harus terus dipertahankan dan dihidupkan dalam kehidupan sehari-hari,” lanjutnya.

Ke depan, Abdullah Umar berharap pola kerja sama yang harmonis ini bisa diadopsi dalam berbagai skema pembangunan daerah lainnya demi kesejahteraan masyarakat Bojonegoro yang lebih merata.

“Kami berharap kolaborasi erat antara TNI, pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat seperti ini dapat terus berlanjut di masa mendatang. Dengan begitu, akselerasi pembangunan di wilayah pinggiran bisa berjalan lebih masif dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan berakhirnya TMMD ke-129 tahun 2026, kini bola estafet pembangunan berada di tangan masyarakat Desa Kesongo dan pemerintah daerah untuk bersama-sama merawat fasilitas yang ada agar dapat memberikan manfaat optimal secara berkelanjutan.