Final Indonesia vs Thailand Malam Ini, Pemkab Lampung Selatan Gelar Nobar Gratis di Pantai Sanggar dengan Doorprize Menarik

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Laga final FIFA ASEAN Cup 2026 antara Tim Nasional (Timnas) Indonesia dan Thailand menjadi momentum bagi masyarakat Lampung Selatan untuk berkumpul sekaligus memberikan dukungan bersama kepada skuad Garuda.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menyiapkan nonton bareng (nobar) gratis di Pantai Sanggar, Kalianda, yang terbuka bagi seluruh masyarakat.

Nobar akan berlangsung pada Senin (5/10/2026) mulai pukul 19.30 WIB. Bagi masyarakat yang ingin ikut menyaksikan laga secara gratis, pintu masuk Pantai Sanggar dibuka mulai pukul 19.00 WIB.

Tak hanya menyaksikan pertandingan, masyarakat juga berkesempatan mendapatkan berbagai doorprize menarik. Rangkaian kegiatan ini diharapkan semakin menyemarakkan suasana sekaligus menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga untuk memberikan dukungan kepada Timnas Indonesia.

Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Yusup, mengatakan kegiatan tersebut terbuka untuk seluruh masyarakat tanpa dipungut biaya.

“Open gate di Pantai Sanggar mulai pukul 19.00 WIB dan gratis. Nobar ini menjadi bagian dari dukungan masyarakat agar Timnas Indonesia bisa meraih juara,” kata Yusup.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama jajaran Pemkab Lampung Selatan juga dijadwalkan hadir dalam kegiatan tersebut. Kehadiran jajaran pemerintah daerah menjadi bagian dari dukungan terhadap antusiasme masyarakat yang ingin menyaksikan perjuangan Timnas Indonesia dalam laga penentuan.

Untuk menjaga kenyamanan bersama, masyarakat yang hadir diimbau tetap menjaga ketertiban, kebersihan, dan keamanan selama kegiatan berlangsung.

Dengan begitu, dukungan terhadap Timnas Indonesia dapat hadir dalam suasana kebersamaan yang tertib dan menyenangkan bagi seluruh warga.

Pantai Sanggar pun diharapkan menjadi ruang bersama bagi masyarakat Lampung Selatan untuk menyaksikan laga puncak Indonesia kontra Thailand sekaligus merasakan atmosfer dukungan kepada skuad Garuda dalam semangat kebersamaan.

Harga Pangan Naik, Lampung Selatan Perkuat Pengendalian untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kenaikan harga sejumlah komoditas pangan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan seiring meningkatnya Indeks Perkembangan Harga (IPH) di sejumlah daerah. Di Lampung Selatan, IPH komoditas beras tercatat naik 5,70 persen pada minggu pertama September 2026.

Kondisi tersebut menjadi perhatian dalam upaya menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat. Pemerintah pusat pun meminta pemerintah daerah memperkuat pemantauan harga, memastikan ketersediaan pasokan, serta menjaga kelancaran distribusi komoditas pangan di masing-masing wilayah.

Arahan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara virtual, Senin (5/9/2026).

Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Lampung Selatan mengikuti rakor dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, Kantor Bupati Lampung Selatan.

Dalam pemaparannya, Deputi Bidang Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono menyebut Lampung Selatan sebagai salah satu daerah dengan kenaikan IPH tertinggi kedua secara nasional pada periode tersebut.

Menurut Ateng, pergerakan harga pangan menjadi salah satu faktor utama yang perlu dicermati pemerintah daerah. Komoditas cabai merah dan cabai rawit menjadi penyumbang terbesar, disusul daging ayam ras dan beras.

“Faktor terbesar cabai, cabai merah dan cabai rawit, kemudian andil terbesarnya daging ayam ras, kemudian baru beras,” ungkap Ateng.

Kenaikan harga daging ayam ras, lanjut Ateng, antara lain berkaitan dengan meningkatnya permintaan, termasuk kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta kebutuhan pakan ternak. Kondisi tersebut perlu diantisipasi dengan memastikan ketersediaan pasokan dan kelancaran distribusi agar tekanan harga tidak berlanjut.

Selain komoditas pangan, pemerintah pusat juga mencermati pengaruh sektor transportasi dan energi terhadap inflasi. Penyesuaian harga BBM nonsubsidi serta perkembangan harga angkutan udara turut menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Secara nasional, inflasi September tercatat sebesar 0,30 persen secara month to month (mtm) dan 3,28 persen secara year on year (yoy).

Kelompok makanan, minuman dan tembakau menjadi salah satu penyumbang terbesar, dengan inflasi sebesar 4,37 persen dan andil 1,28 persen.

Karena itu, pemerintah daerah diarahkan untuk tidak hanya melihat pergerakan angka inflasi secara umum, tetapi juga mengidentifikasi komoditas yang menjadi penyumbang kenaikan harga di masing-masing wilayah.

Pemantauan harga secara berkala, penguatan ketersediaan pasokan, dan kelancaran distribusi menjadi bagian penting dalam mengantisipasi kenaikan harga.

Jika ditemukan komoditas yang mengalami kenaikan signifikan, pemerintah daerah juga diminta segera berkoordinasi dan mengambil langkah intervensi sesuai kondisi di lapangan.

Arahan tersebut menjadi perhatian TPID Kabupaten Lampung Selatan untuk terus memantau perkembangan harga dan pasokan komoditas strategis, terutama cabai, daging ayam ras, telur, dan beras.

Langkah tersebut diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan sekaligus memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi dan daya beli tetap terjaga di tengah dinamika harga komoditas.

 

Di Tengah Arus Digital yang Makin Deras, Supriyanto Ingatkan Pancasila Tetap Jadi Pegangan Bersama

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Derasnya arus informasi digital dan perubahan zaman membuat masyarakat menghadapi dinamika yang semakin kompleks.

Di tengah kondisi tersebut, nilai-nilai Pancasila dinilai tetap relevan sebagai pegangan bersama untuk menjaga kebersamaan dan menghadapi berbagai persoalan.

Pesan itu disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, seusai memimpin upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan, Senin (5/10/2026).

Menurut Supriyanto, peringatan Hari Kesaktian Pancasila tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan bangsa, tetapi juga mengingatkan kembali pentingnya menjaga nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia menilai, nilai Pancasila semakin penting untuk dijaga di tengah perkembangan kehidupan yang berlangsung cepat, termasuk derasnya arus informasi dan perubahan di era digital.

“Yang terpenting adalah kita semua, bukan hanya Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi seluruh warga Lampung Selatan dan warga Indonesia, bahwa betapa nilai-nilai Pancasila yang begitu luhur ini terus kita jaga dan rawat,” ujar Supriyanto.

Menurutnya, dinamika kehidupan dan berbagai persoalan yang muncul dalam perjalanan masyarakat membutuhkan kesamaan persepsi serta kekuatan kebersamaan.

Dalam konteks pembangunan daerah, nilai-nilai Pancasila menjadi salah satu pijakan untuk menjaga kekompakan dan menyatukan langkah.

“Dalam perkembangannya juga begitu luar biasa dinamikanya. Tetapi nilai-nilai luhur Pancasila yang sama-sama selama ini kita pelajari, itu yang paling penting,” katanya.

Supriyanto menegaskan, nilai-nilai tersebut perlu tetap dijaga dalam situasi apa pun. Kebersamaan dan kekompakan, kata dia, menjadi modal penting dalam menghadapi berbagai persoalan yang berkembang di tengah masyarakat.

“Sehingga kita dalam situasi apa pun bisa menjaga itu. Maka kebersamaan, kekompakan, kemudian dalam rangka menghadapi berbagai persoalan, kita sudah punya nilai-nilai Pancasila itu sendiri,” ujarnya.

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila tahun ini mengusung tema “Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur.”

Tema tersebut menjadi pengingat bahwa Pancasila tidak hanya memiliki makna historis, tetapi juga tetap menjadi landasan dalam menjaga persatuan di tengah perubahan zaman.

Upacara diikuti jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat pengawas, pejabat fungsional, PNS, PPPK, hingga jajaran Perumda Air Minum Tirta Jasa (Perseroda).

Melalui peringatan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menegaskan kembali pentingnya menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pijakan bersama, terutama dalam menghadapi perubahan dan tantangan kehidupan yang semakin dinamis.

 

Dokumentasi Pemkab Lampung Selatan Lebih Terbuka, Diskominfo-Prokopim Sediakan Akses Unduh Foto Gratis

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Dokumentasi berbagai kegiatan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kini semakin mudah diakses masyarakat.

Melalui kolaborasi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim), foto-foto kegiatan pemerintah daerah bersama masyarakat tersedia untuk diakses dan diunduh secara gratis.

Melalui layanan berbasis QR code, masyarakat kini dapat mengakses dan mengunduh dokumentasi foto kegiatan Pemkab Lampung Selatan dengan lebih mudah dan cepat.

Layanan tersebut disiapkan sebagai bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan dalam memperluas akses informasi dan dokumentasi kegiatan pemerintah daerah, sehingga masyarakat tidak hanya dapat mengetahui berbagai aktivitas pemerintah, tetapi juga dapat memperoleh dokumentasi kegiatan yang telah berlangsung.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengatakan penyediaan dokumentasi melalui akses digital merupakan tindak lanjut arahan Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama untuk menghadirkan layanan informasi publik yang semakin terjangkau oleh masyarakat.

“Dokumentasi kegiatan Pemkab Lampung Selatan bersama masyarakat kini dapat diakses secara praktis. Masyarakat cukup memindai QR code untuk mendapatkan dokumentasi foto kegiatan secara cepat dan gratis,” ujar Hendry, Jumat (2/10/2026).

Menurutnya, layanan tersebut juga menjadi bagian dari keterbukaan informasi pemerintah daerah. Dukungan teknologi digital memungkinkan berbagai kegiatan Pemkab Lampung Selatan terdokumentasi dengan baik sekaligus dapat diakses kembali oleh masyarakat.

Masyarakat yang ingin memperoleh dokumentasi cukup memindai QR code yang telah disediakan. Setelah itu, pengguna dapat memilih folder berdasarkan kecamatan dan nama kegiatan, lalu mengunduh foto yang dibutuhkan.

Layanan tersebut diberikan secara gratis dan terbuka untuk masyarakat, sehingga dokumentasi kegiatan pemerintah daerah dapat dimanfaatkan secara lebih luas.

Selain menjadi arsip digital kegiatan pemerintah, dokumentasi tersebut juga diharapkan dapat menjadi bagian dari penyebarluasan informasi mengenai berbagai aktivitas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama masyarakat.

Melalui layanan digital tersebut, Diskominfo Kabupaten Lampung Selatan terus memanfaatkan teknologi untuk mendukung penyampaian informasi publik yang cepat, praktis, dan dapat diakses masyarakat. (Red)

Belajar dari Lampung Selatan, Pemkab Mesuji Dalami Strategi Bangun Zona Integritas hingga Menuju WBK

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Membangun Zona Integritas (ZI) bukan sekadar memenuhi dokumen dan bukti dukung untuk kebutuhan evaluasi.

Lebih dari itu, proses tersebut menuntut perubahan tata kelola, inovasi, pelayanan publik, hingga budaya kerja aparatur secara konsisten.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mesuji yang menjadikan Pemkab Lampung Selatan sebagai rujukan dalam memperkuat penerapan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Hal itu terungkap dalam audiensi dan konsultasi penerapan Zona Integritas yang berlangsung di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (1/10/2026).

Rombongan Pemkab Mesuji dipimpin Inspektur Kabupaten Mesuji Najmul Fikri dan diikuti sejumlah perangkat daerah terkait. Kedatangan mereka diterima Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan Edy Firnandi, Inspektur Kabupaten Lampung Selatan Badruzzaman, serta jajaran perangkat daerah terkait.

Inspektur Kabupaten Mesuji, Najmul Fikri mengatakan, kunjungan tersebut dilakukan untuk mempelajari pengalaman Lampung Selatan yang dinilai telah lebih dahulu menjalani proses pembangunan Zona Integritas menuju WBK.

“Kami ke sini ingin belajar dan selanjutnya berkonsultasi, karena kami dengar Lampung Selatan sudah lebih dulu WBK,” ujarnya.

Menurutnya, pembelajaran tersebut selanjutnya akan diterapkan di Kabupaten Mesuji, khususnya pada perangkat daerah yang tengah dipersiapkan untuk mengikuti proses pembangunan Zona Integritas.

Studi tiru itu, kata dia, tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan dokumen, tetapi juga mencakup strategi pembangunan ZI, tata kelola, inovasi, pelayanan publik, pemenuhan eviden hingga tahapan evaluasi.

“Zona integritas pada hakikatnya bukan hanya tentang pemenuhan dokumen atau eviden untuk kebutuhan evaluasi. Lebih dari itu, zona integritas merupakan proses perubahan tata kelola pemerintah dan perubahan budaya kerja aparatur,” katanya.

Sementara itu, Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan Edy Firnandi menjelaskan, pengalaman Lampung Selatan menunjukkan bahwa pembangunan Zona Integritas membutuhkan proses yang tidak instan. Perbaikan dilakukan secara bertahap hingga seluruh unsur yang menjadi penilaian dapat dipenuhi dengan baik.

Edy mencontohkan salah satu unit kerja di Lampung Selatan yang mulai mengikuti proses pembangunan Zona Integritas sejak 2022. Pada tahap awal, unit kerja tersebut baru berhasil melewati proses administrasi, kemudian melakukan berbagai perbaikan sebelum akhirnya memperoleh predikat Zona Integritas menuju WBK pada tahun berikutnya.

“Jadi proses dua tahun itu kita coba benahi dan alhamdulillah di tahun ketiga kami memperoleh predikat zona integritas menuju WBK,” ujarnya.

Menurut Edy, inovasi menjadi salah satu unsur penting yang perlu dipersiapkan perangkat daerah. Namun, inovasi juga harus disertai dokumentasi dan bukti dukung yang mampu menggambarkan perubahan secara nyata.

“Kita harus bisa menggambarkan sebelum dan sesudah. Sebelumnya seperti ini, sesudah seperti itu. Itulah yang diminta oleh tim penilai,” jelasnya.

Selain inovasi, Edy menekankan pentingnya pengelolaan media sosial sebagai bagian dari keterbukaan informasi dan pelayanan publik. Aktivitas media sosial, termasuk dalam merespons masukan maupun pengaduan masyarakat, perlu dikelola secara konsisten dan menjadi bagian dari kesiapan perangkat daerah.

Ia menambahkan, pembangunan Zona Integritas juga membutuhkan komitmen bersama dan koordinasi lintas perangkat daerah, termasuk antara Inspektorat, Bagian Organisasi dan perangkat daerah yang menjadi lokus penilaian.

“Kita ingin semua perangkat daerah itu punya semangat yang sama untuk bisa dinilai, ikut serta dalam zona integritas ini,” katanya.

Melalui pertemuan tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap pengalaman yang dibagikan dapat menjadi pembelajaran bagi Pemkab Mesuji dalam mempersiapkan pembangunan Zona Integritas.

Pada saat yang sama, proses tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat tata kelola pemerintahan yang berintegritas, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta memastikan berbagai perubahan yang dilakukan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

 

 

Tembus 3 Besar Nasional, Lampung Selatan Buktikan Kualitas di PPD 2026

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kabupaten Lampung Selatan menorehkan prestasi di tingkat nasional dengan menempati peringkat ketiga terbaik dalam Penghargaan Pembangunan Daerah (PPD) Tahun 2026 untuk kategori kabupaten.

Capaian tersebut menjadi pengakuan atas kualitas perencanaan dan kinerja pelaksanaan pembangunan daerah, khususnya dalam mendukung prioritas nasional sekaligus menghadirkan program yang berdampak bagi masyarakat.

Penghargaan PPD 2026 diserahkan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy, didampingi Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Penyerahan berlangsung dalam rangkaian acara Penyerahan PPD 2026 dan Knowledge Sharing Pembangunan Daerah Tahun 2026 yang digelar Kementerian PPN/Bappenas RI, di Kantor Kementerian PPN/Bappenas RI, Jakarta Pusat, Rabu (30/9/2026).

Dalam pemeringkatan kategori kabupaten, Kabupaten Kendal menempati Terbaik I, disusul Deli Serdang sebagai Terbaik II. Kabupaten Lampung Selatan berada di posisi ketiga, kemudian Sumedang di posisi keempat dan Sleman di posisi kelima.

Bagi Lampung Selatan, capaian tersebut tidak sekadar menjadi penghargaan atas proses perencanaan, tetapi juga menjadi penanda meningkatnya kualitas kinerja pembangunan daerah yang diarahkan pada kebutuhan dan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan pembangunan nasional merupakan agregasi pembangunan daerah. Karena itu, perencanaan pembangunan perlu menjangkau seluruh tingkatan pemerintahan hingga desa.

Menurutnya, pembangunan pada akhirnya diarahkan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, mengendalikan inflasi, menurunkan tingkat kemiskinan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Penghargaan yang sederhana ini bukan hadiah, tetapi pemacu supaya bekerja lebih keras,” tegas Rachmat Pambudy.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan PPD 2026 menjadi bukti bahwa kualitas perencanaan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, Lampung Selatan meraih peringkat ketiga PPD 2026 untuk kategori perencanaan dan kinerja pelaksanaan prioritas nasional di daerah. Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus meningkatkan perencanaan dan kinerja pembangunan demi masyarakat Lampung Selatan,” ujar Egi.

Capaian tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk memperkuat kualitas perencanaan, menjaga konsistensi pelaksanaan program, serta meningkatkan kolaborasi lintas sektor.

Capaian nasional tersebut diharapkan menjadi momentum untuk menerjemahkan perencanaan ke dalam program yang efektif dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kabupaten Lampung Selatan. (Red)

Stunting Lampung Selatan Terus Menurun, Kinerja Pemkab Raih Apresiasi Pemprov Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Upaya Kabupaten Lampung Selatan dalam mencegah dan mempercepat penurunan stunting mendapat apresiasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung.

Lampung Selatan meraih penghargaan sebagai kabupaten/kota yang berkinerja baik dalam upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting di Provinsi Lampung Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela selaku Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Lampung dan diterima oleh Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar.

Penyerahan piagam penghargaan berlangsung dalam rangkaian Rapat Koordinasi Aksi Konvergensi Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting Provinsi Lampung di Gedung Pusiban, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Rabu (30/9/2026).

Penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kinerja pemerintah daerah dalam memperkuat pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui konvergensi program lintas sektor, mulai dari intervensi kesehatan hingga pendampingan keluarga.

Kepala Dinas Kesehatan Lampung Selatan Devi Arminanto mengatakan, capaian tersebut sejalan dengan perkembangan indikator stunting di daerah.

Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting Lampung Selatan tercatat sebesar 10,4 persen, lebih rendah dibandingkan prevalensi Provinsi Lampung yang berada pada angka 15,9 persen.

Sementara berdasarkan data Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (EPPGBM), prevalensi stunting di Lampung Selatan juga menunjukkan tren penurunan, dari 2 persen pada 2022 menjadi 1,2 persen pada 2026.

Menurut Devi, konvergensi program menjadi bagian penting untuk memastikan intervensi penanganan stunting berjalan secara terintegrasi, berbasis data dan tepat sasaran.

Pendekatan tersebut tidak hanya menyasar balita yang mengalami stunting, tetapi dilakukan sejak masa kehamilan hingga periode 8.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sehingga pencegahan dapat dilakukan sejak awal dan pendampingan keluarga terus berlanjut pada setiap tahapan tumbuh kembang anak.

Dari sisi pelaksanaan program, sejumlah indikator pelayanan pada Semester I 2026 juga menunjukkan capaian yang baik.

Pemberian ASI eksklusif mencapai 97,35 persen, pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) 99,23 persen, pemantauan pertumbuhan anak bawah dua tahun 100 persen, pemberian tablet tambah darah kepada remaja putri 98,65 persen, serta pendampingan keluarga oleh Tim Pendamping Keluarga (TPK) sebesar 96,6 persen.

Meski demikian, Devi menyebut masih terdapat sejumlah indikator yang perlu terus diperkuat. Penguatan dilakukan hingga tingkat keluarga dengan dukungan 1.067 posyandu dan 6.017 kader kesehatan.

Kolaborasi juga melibatkan Tim Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting (TPPPS), perangkat daerah, pemerintah kecamatan dan desa, TPK, TP PKK, serta berbagai unsur masyarakat.

“Pemkab Lampung Selatan berkomitmen untuk terus memperkuat pelaksanaan program pencegahan dan percepatan penurunan stunting melalui pendekatan yang terintegrasi, berkelanjutan, dan berbasis data,” ujar Devi.

Ke depan, Pemkab Lampung Selatan akan memperkuat pemutakhiran data keluarga berisiko stunting dan sasaran 8.000 HPK, meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan ibu dan anak, memperkuat pendampingan keluarga dan edukasi pemenuhan gizi, serta melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala.

Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga tren penurunan stunting sekaligus mendukung pencapaian target prevalensi stunting Lampung Selatan sebesar 9 persen pada 2029.

Dalam rapat koordinasi tersebut, para wakil kepala daerah se-Provinsi Lampung juga membahas evaluasi pelaksanaan program, capaian indikator intervensi gizi spesifik dan sensitif, penguatan koordinasi lintas sektor, serta langkah strategis untuk mencapai target penurunan stunting di masing-masing daerah.((Red)

Para Juara 4 Wilayah Bersiap Adu Kekuatan di Bupati Cup 2026, Panggung Terbaik Bola Voli Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Persaingan bola voli putra di Lampung Selatan memasuki babak baru. Setelah melewati pertandingan di empat wilayah, tim-tim terbaik dari berbagai kecamatan kini bersiap adu kekuatan pada Turnamen Bola Voli Putra Bupati Cup 2026 tingkat kabupaten.

Babak puncak tersebut akan berlangsung pada 6-8 Oktober 2026 di GOR Way Handak, Kalianda. Para juara wilayah akan kembali bertanding untuk memperebutkan gelar sekaligus menunjukkan kemampuan terbaik di panggung kompetisi yang lebih besar.

Kesiapan pelaksanaan turnamen dibahas dalam rapat persiapan yang berlangsung di Ruang Rapat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Kantor Bupati Lampung Selatan, Rabu (30/9/2026).

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhamad Darmawan, mengatakan pelaksanaan Bupati Cup perlu dipersiapkan secara bersama-sama agar pertandingan berlangsung meriah sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat.

“Semua perangkat daerah yang memiliki tugas dalam mempersiapkan kegiatan agar mempersiapkan diri dengan baik. Kita semua harus guyub supaya kegiatan ini menjadi meriah, sekaligus dapat menumbuhkan bakat profesional masyarakat dan menjadi wadah untuk pengembangan diri,” ujar Muhamad Darmawan.

Sebelumnya, pertandingan babak wilayah telah berlangsung pada 7-10 September 2026. Tahapan tersebut menjadi pintu bagi tim-tim dari berbagai kecamatan untuk menunjukkan kemampuan sebelum melangkah ke tingkat kabupaten.

Pada Wilayah 1 yang digelar di Kecamatan Penengahan, 7 September, Bakauheni menjadi juara pertama, disusul Rajabasa sebagai juara kedua dan Kalianda juara ketiga.

Selanjutnya, Wilayah 2 di Kecamatan Sragi pada 8 September menempatkan Palas sebagai juara pertama, Ketapang juara kedua, serta Sragi sebagai juara ketiga.

Wilayah 3 yang berlangsung di Kecamatan Katibung pada 9 September menempatkan Sidomulyo sebagai juara pertama, Candipuro juara kedua, dan Way Sulan juara ketiga.

Sementara Wilayah 4 di Kecamatan Jati Agung pada 10 September menempatkan Jati Agung sebagai juara pertama, Tanjung Sari juara kedua, dan Merbau Mataram juara ketiga.

Para tim terbaik dari empat wilayah tersebut selanjutnya akan bertemu di tingkat kabupaten. Selain menjadi ajang untuk mengukur kemampuan, pertandingan ini juga menjadi ruang bagi para atlet untuk membangun pengalaman dan mental bertanding di tengah persaingan yang lebih kompetitif.

Untuk menambah motivasi peserta, panitia menyiapkan hadiah bagi para pemenang. Juara pertama akan memperoleh hadiah Rp5 juta, juara kedua Rp3 juta, juara ketiga Rp2 juta, sedangkan juara harapan mendapatkan Rp1 juta.

Melalui Bupati Cup 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya mendorong lahirnya juara baru, tetapi juga memperluas ruang pembinaan olahraga masyarakat.

Dari kompetisi antarkecamatan hingga panggung kabupaten, turnamen ini diharapkan menjadi bagian dari proses menemukan dan mengembangkan talenta-talenta bola voli potensial di Kabupaten Lampung Selatan.

Kepengurusan DPD LPM Lampung Selatan Resmi Terbentuk, Pemkab Perkuat Ruang Aspirasi Warga dalam Pembangunan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pembangunan daerah tidak hanya bergantung pada program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat sejak dari penyampaian aspirasi hingga pelaksanaannya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mendorong Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) untuk semakin aktif menjadi penghubung antara kebutuhan warga dan pembangunan di daerah.

Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Lampung Selatan, Erdiyansyah, saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (DPD LPM) Kabupaten Lampung Selatan di Aula Dinas PMD Lampung Selatan, Rabu (30/9/2026).

Menurut Erdiyansyah, keberadaan LPM memiliki posisi penting dalam pembangunan yang mengedepankan partisipasi masyarakat.

Selain menjadi wadah untuk menyerap dan menyampaikan aspirasi pembangunan, LPM juga berperan dalam menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.

“Pembangunan partisipatif, gotong royong dan secara bersama-sama adalah salah satu upaya Pak Bupati dalam mewujudkan programnya. Maka LPM adalah salah satu organisasi yang tepat,” ujar Erdiyansyah.

Ia mengatakan, pemerintah daerah membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat agar program pembangunan dapat berjalan secara bersama-sama. Salah satunya melalui penguatan lembaga kemasyarakatan yang berada dekat dengan masyarakat di tingkat desa.

Karena itu, Erdiyansyah berharap LPM di tingkat kabupaten, kecamatan hingga desa dapat memperkuat koordinasi dan meningkatkan perannya dalam menampung aspirasi masyarakat.

“Harapannya LPM ini bisa berperan aktif, sehingga apa yang menjadi aspirasi masyarakat dapat tersampaikan dan pembangunan bisa dilaksanakan secara bersama-sama,” katanya.

Musda tersebut diikuti perwakilan LPM dari 17 kecamatan se-Kabupaten Lampung Selatan. Kegiatan juga dihadiri Sekretaris Umum DPD LPM Provinsi Lampung Ali Sopian beserta jajaran, Ketua DPD LPM Kota Bandar Lampung Busroni, serta Caretaker DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan M. Agus Budiantoro.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD LPM Provinsi Lampung, Topan Indra Karsa, mengatakan LPM memiliki peran sebagai jembatan penyampaian aspirasi masyarakat sekaligus wadah pemberdayaan dan pembangunan partisipatif.

Menurutnya, Musda tidak semata-mata menjadi forum untuk memilih kepengurusan baru, tetapi juga harus menjadi momentum untuk memperkuat kelembagaan agar LPM mampu menjalankan fungsi pemberdayaan secara berkelanjutan.

“Harapan kami, pertemuan ini bukan hanya untuk memilih ketua saja, tetapi menjadi langkah awal memperkuat kelembagaan LPM agar semakin aktif menjalankan fungsi pemberdayaan di tingkat desa, kecamatan hingga kabupaten,” ujar Topan.

Setelah pembukaan, Musda dilanjutkan dengan sidang yang dipimpin perwakilan DPD LPM Provinsi Lampung. Dalam proses pencalonan Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan, tiga nama diusulkan oleh perwakilan LPM kecamatan, yakni M. Agus Budiantoro, Asiholan, dan Didik Budianto.

Melalui proses musyawarah, M. Agus Budiantoro akhirnya memperoleh dukungan penuh dan ditetapkan secara aklamasi sebagai Ketua Umum DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan. Penetapan tersebut sekaligus menandai terbentuknya kepengurusan definitif DPD LPM Kabupaten Lampung Selatan setelah sebelumnya berada dalam status caretaker.

Dengan terbentuknya kepengurusan definitif, penguatan LPM diharapkan tidak berhenti pada aspek kelembagaan, tetapi berlanjut pada peningkatan peran di tengah masyarakat.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap LPM dapat semakin aktif menyerap aspirasi warga, memperkuat gotong royong dan menjadi bagian dari proses pembangunan yang melibatkan masyarakat secara lebih luas.

 

Karang Taruna Got Talent 2026 Buka Panggung Talenta Muda Lampung Selatan, Total Hadiah Rp45 Juta Menanti

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kesempatan bagi anak muda Lampung Selatan untuk menunjukkan bakat dan kreativitas kini terbuka.

Karang Taruna Got Talent Lampung Selatan 2026 resmi memasuki masa pendaftaran. Ajang ini menyiapkan total hadiah dan trofi senilai puluhan juta rupiah bagi peserta yang mampu menunjukkan talenta terbaiknya.

Mengusung tema “Nyalakan Potensi, Tunjukkan Prestasi”, ajang kepemudaan dan pencarian bakat tersebut akan berlangsung selama 19 hari, mulai 10 hingga 28 Oktober 2026 yang dipusatkan di Lapangan Cipta Karya, Kalianda.

Pendaftaran peserta telah dibuka sejak 21 September dan berlangsung hingga 7 Oktober 2026, dengan biaya pendaftaran sebesar Rp50 ribu. Ajang ini terbuka bagi kader Karang Taruna, pelajar, mahasiswa, generasi muda, komunitas seni dan kreativitas, hingga masyarakat umum yang ingin menunjukkan kemampuan di berbagai bidang.

Karang Taruna Got Talent Lampung Selatan 2026 dikemas sebagai kompetisi sekaligus pertunjukan kreativitas yang terbuka, inklusif, edukatif dan menghibur.

Peserta dapat menampilkan beragam kemampuan, mulai dari musik dan vokal, tari, hingga berbagai bentuk kreativitas dan pertunjukan unik.

Untuk kategori musik dan vokal, peserta dapat tampil secara individu maupun kelompok melalui band, akustik, ansambel dan bentuk pertunjukan musik lainnya. Sementara kategori tari mencakup tari tradisional, modern dance, tari kreasi maupun pertunjukan kelompok.

Selain itu, panitia juga membuka ruang bagi talenta lainnya, seperti sulap, teater, stand up comedy dan berbagai bentuk pertunjukan kreatif lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana Karang Taruna Got Talent Lampung Selatan 2026, Yosepto Firnando, mengatakan kegiatan ini menjadi ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun keberanian dan kepercayaan diri.

Menurut Yosepto, kegiatan ini juga diarahkan untuk menumbuhkan semangat berprestasi dan kompetisi yang sehat, memperkuat keterlibatan Karang Taruna, serta membuka ruang kolaborasi antara pemuda, masyarakat dan berbagai pihak.

“Maksud kegiatan ini untuk menyelenggarakan kegiatan kepemudaan yang menjadi wadah bagi generasi muda dan masyarakat untuk mengembangkan serta menampilkan potensi, kreativitas, dan bakat yang dimiliki,” kata Yosepto.

Selain menjadi panggung unjuk bakat, Karang Taruna Got Talent 2026 juga membawa misi sosial dan pemberdayaan. Rangkaian kegiatan akan diisi dengan wahana permainan, pasar malam, pasar murah, pelibatan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), serta sejumlah kegiatan sosial.

Keterlibatan masyarakat juga menjadi bagian dari konsep kegiatan. Tidak hanya sebagai peserta, masyarakat dapat hadir sebagai penonton dan pendukung, sementara pelaku usaha mendapat ruang untuk terlibat dalam rangkaian kegiatan yang berlangsung di Lapangan Cipta Karya.

Jadwal Karang Taruna Got Talent 2026

Setelah masa pendaftaran berakhir pada 7 Oktober, rangkaian kegiatan akan dimulai dengan pembukaan resmi pada 10 Oktober 2026 di Lapangan Cipta Karya, Kalianda.

Agenda pembukaan mencakup pengenalan peserta, pertunjukan pembuka dan dimulainya seluruh rangkaian acara.

Selanjutnya, 11-24 Oktober 2026 menjadi tahapan audisi dan kompetisi. Pada fase ini, peserta akan menunjukkan bakat masing-masing untuk dinilai oleh dewan juri sekaligus mengikuti proses penyisihan di setiap kategori.

Tahapan berikutnya berlangsung pada 25-27 Oktober 2026, berupa seleksi peserta terbaik dan persiapan menuju malam puncak.

Puncak kegiatan digelar pada 28 Oktober 2026 melalui grand final dan apresiasi. Para finalis akan kembali tampil sebelum dilanjutkan dengan hiburan puncak, penyerahan hadiah dan penutupan.

Panitia menyiapkan total hadiah dan trofi senilai puluhan juta rupiah bagi peserta yang berhasil meraih prestasi, termasuk juara utama dan kategori favorit.

Melalui Karang Taruna Got Talent 2026, penyelenggara berharap semakin banyak talenta lokal berani tampil dan memperoleh ruang untuk berkembang.

Lebih dari sekadar kompetisi, kegiatan ini diharapkan menjadi titik temu bagi kreativitas, keberanian, prestasi dan kolaborasi generasi muda Lampung Selatan.