Gema HELAU Kembali Digelar, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Budaya Gotong Royong Bersihkan Wajah Kota Kalianda

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan melalui Gerakan Bersama (Gema) Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU), Jumat (3/7/2026).

Aksi gotong royong massal yang melibatkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut digelar serentak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang HELAU.

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin bulanan ini difokuskan pada empat zona utama di wilayah Kota Kalianda yang merupakan wajah ibu kota kabupaten. Zona pertama meliputi ruas Jalan Tugu Adipura atau Tugu Perahu Lapangan Korpri hingga Simpang Hotel Beringin. Zona kedua dimulai dari Lampu Merah Tugu Radin Intan sampai Simpang Hotel Beringin.

Zona ketiga menyasar kawasan Simpang Sinar Laut hingga Simpang Pantai Bintaro. Sementara zona keempat mencakup Simpang Pos Polisi Turjawali Masjid Agung Kalianda sampai Gerbang Kantor Bupati Lampung Selatan.

Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan ASN tampak bergotong royong membersihkan berbagai titik di sepanjang ruas jalan protokol. Mereka menyapu sampah, membersihkan rumput liar, memangkas ranting pohon yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, serta menata lingkungan agar terlihat lebih rapi dan asri.

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Edy Firnandi, yang memimpin kegiatan di salah satu lokasi, mengatakan bahwa Gema HELAU merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan ASN.

“Hari ini fokus pembersihan dilakukan di ruas-ruas jalan protokol yang telah dibagi ke masing-masing kelompok kerja,” ujar Edy Firnandi di sela kegiatan.

Menurut Edy, menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Oleh karena itu, melalui Gema HELAU, Pemkab Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup bersih, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Manfaatkan tempat sampah yang telah disediakan. Mudah-mudahan Kabupaten Lampung Selatan semakin maju dan semakin HELAU,” katanya.

Senada dengan itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya bersama yang terus dipelihara.

“Kami berharap semangat gotong royong ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Mari Bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan, sehingga Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah yang bersih, indah, sehat, dan nyaman untuk semua,” ujar M. Darmawan.

Melalui pelaksanaan Gema HELAU secara berkelanjutan, Pemkab Lampung Selatan berharap budaya gotong royong semakin mengakar di tengah masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan terus meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan semakin kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang bersih, indah, maju, dan berkelanjutan.

 

Pembangunan Tak Boleh Timpang, Bupati Egi Dorong Penguatan SDM dan UMKM Melalui Shobat di Sragi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak boleh berjalan timpang.

Kemajuan infrastruktur fisik harus diiringi dengan pembangunan sumber daya manusia, penguatan nilai-nilai spiritual, serta pemberdayaan ekonomi kerakyatan hingga ke tingkat desa.

Komitmen tersebut ditegaskan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat menghadiri kegiatan Shobat (Sholawat Bareng Bupati) di Desa Kuala Sekampung, Kecamatan Sragi, Selasa malam (30/6/2026).

Momentum Shobat kali ini tidak hanya menjadi ajang syiar keagamaan dan silaturahmi, tetapi juga dimanfaatkan sebagai instrumen pemberdayaan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Bupati Radityo Egi menyerahkan bantuan stimulan kepada para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kecamatan Sragi sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan ekonomi masyarakat.

Di hadapan ratusan jemaah yang memadati lapangan, Bupati Egi menyampaikan rasa syukur atas antusiasme masyarakat mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, esensi Shobat bukan sekadar bershalawat bersama, melainkan memperkuat fondasi spiritual yang menjadi bagian penting dalam membangun daerah.

“Kita hidup di tengah perubahan zaman yang begitu cepat. Tantangan ekonomi, teknologi, dan derasnya arus informasi menuntut kita memiliki ilmu sekaligus akhlak yang kuat. Karena itulah malam ini kita berkumpul di forum Shobat, bukan sekadar bersholawat, tetapi memperkuat hati, mempererat ukhuwah, dan mengingatkan bahwa pembangunan yang paling penting adalah pembangunan manusia,” ujar Bupati Egi.

Ia menegaskan, sebesar apa pun pembangunan jalan, jembatan, maupun fasilitas umum yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak dibarengi dengan kerukunan masyarakat, kualitas sumber daya manusia, dan kesiapan generasi penerus.

Menurut Bupati Egi, kekuatan sebuah daerah tidak hanya lahir dari kemajuan fisik, tetapi juga dari masyarakat yang memiliki karakter, moral, serta kebersamaan yang kuat.

Selaras dengan semangat tersebut, Egi mengaitkan nilai-nilai yang dibangun melalui Shobat dengan implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul). Program tersebut dirancang sebagai gerakan bersama untuk mewujudkan desa yang modern, namun tetap berakar pada nilai agama, budaya, dan semangat gotong royong.

Melalui Program Desa HELAU, Pemkab Lampung Selatan menargetkan terwujudnya tata kelola pemerintahan desa yang bersih dan pelayanan publik yang semakin optimal. Dampaknya diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani, nelayan, serta mendorong pertumbuhan sektor UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal.

Selain itu, program tersebut juga menempatkan masjid sebagai pusat pembinaan umat serta mendorong lahirnya generasi muda yang gemar mengaji dan memiliki karakter serta benteng moral yang kuat.

“Program ini akan berhasil apabila pemerintah dan masyarakat berjalan berdampingan. Ketika pelayanan semakin baik, perekonomian warga bergerak, dan masjid menjadi pusat pembinaan umat, maka Desa HELAU benar-benar hadir memberi manfaat nyata,” kata Bupati Egi.

Melalui forum Shobat, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan jajaran pimpinan daerah secara langsung di tengah masyarakat. Kehadiran tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi, menyerap aspirasi warga, memperkuat kepercayaan publik, sekaligus mengapresiasi kerukunan yang selama ini terjaga di Kecamatan Sragi.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Supriyanto, jajaran pejabat utama dan para kepala perangkat daerah Pemkab Lampung Selatan, Camat Sragi, serta Kepala Desa Kuala Sekampung.

 

Bupati Egi Hadiri HUT ke-80 Bhayangkara, Kapolres Lampung Selatan Tegaskan Komitmen Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

LAMSEL -(deklarasinews.com)-Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Bhayangkara menjadi momentum bagi seluruh insan Polri untuk terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada masyarakat melalui pelayanan yang profesional, responsif, humanis, dan berdampak nyata.

Pesan tersebut disampaikan Kapolres Lampung Selatan, AKBP Toni Kasmiri, saat membacakan amanat Kapolri pada upacara HUT ke-80 Bhayangkara yang digelar di Lapangan Apel Mapolres Lampung Selatan, Rabu (1/7/2026).

Upacara yang berlangsung khidmat sejak pukul 08.00 WIB itu dihadiri Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), personel Polri dan TNI, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Kapolri yang dibacakannya, AKBP Toni Kasmiri menegaskan bahwa seluruh tugas kepolisian pada hakikatnya bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat secara profesional, cepat, dan responsif.

“Seluruh tugas kepolisian bermuara pada satu tujuan, yakni memberikan pelayanan terbaik yang profesional, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar AKBP Toni.

Menurutnya, tantangan yang dihadapi Polri semakin kompleks, mulai dari dinamika global, ancaman kejahatan siber, perkembangan teknologi informasi, hingga konflik internasional yang berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan nasional.

Untuk itu, Polri dituntut terus beradaptasi dengan perkembangan zaman melalui penguatan sistem keamanan siber, peningkatan kemampuan prediktif, serta respons yang cepat dan tepat terhadap setiap laporan masyarakat.

“Keberhasilan berbagai program pemerintah juga tidak terlepas dari peran kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Karena itu, Polri harus terus memperkuat sinergi dengan seluruh elemen bangsa,” kata AKBP Toni.

Lebih lanjut, Kapolres menekankan pentingnya pembenahan internal guna menjawab dinamika serta ekspektasi publik yang terus berkembang. Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi budaya kerja dalam setiap pelaksanaan tugas kepolisian.

Selain itu, pemanfaatan teknologi informasi dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.

“Polri harus menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat yang humanis. Penguatan integritas, pelayanan berkualitas, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman menjadi kunci membangun kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Peringatan HUT ke-80 Bhayangkara di Lampung Selatan menjadi refleksi sekaligus penguatan komitmen Polri untuk terus menghadirkan pelayanan yang semakin profesional, modern, transparan, dan terpercaya. Semangat tersebut diharapkan mampu memperkokoh kepercayaan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya keamanan yang kondusif sebagai fondasi keberhasilan pembangunan daerah dan nasional.

 

Pemkab Lampung Selatan Matangkan Halo Lamsel, Perkuat Layanan Publik Digital yang Cepat, Responsif, dan Transparan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat transformasi pelayanan publik berbasis digital melalui optimalisasi layanan Halo Lamsel, sebagai upaya menghadirkan layanan pemerintah yang lebih cepat, responsif, transparan, dan mudah diakses masyarakat.

Penguatan layanan tersebut kembali menjadi pembahasan dalam rapat koordinasi mingguan Pemkab Lampung Selatan yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (29/6/2026).

Dalam rapat tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, memaparkan perkembangan implementasi Halo Lamsel yang saat ini telah memasuki tahap uji coba sebelum diluncurkan secara resmi kepada masyarakat.

Hendry menjelaskan, masyarakat kini sudah dapat memanfaatkan layanan Halo Lamsel melalui aplikasi WhatsApp di nomor 0821-2880-0800 untuk menyampaikan permohonan layanan maupun pengaduan kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Seluruh laporan yang diterima akan langsung terintegrasi ke dalam sistem Halo Lamsel dan diteruskan kepada perangkat daerah terkait agar segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.

Menurut Hendry, sistem tersebut dirancang untuk mempercepat proses penanganan laporan masyarakat sekaligus meningkatkan efektivitas dan transparansi pelayanan.

Seluruh perkembangan tindak lanjut juga dapat dipantau secara langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Sekretaris Daerah, serta para asisten, sehingga setiap laporan dapat dipastikan memperoleh penanganan secara optimal.

Selain itu, Diskominfo juga akan melaksanakan uji coba tahap kedua guna memastikan seluruh fitur Halo Lamsel berjalan optimal sebelum resmi diluncurkan.

Tahapan tersebut sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan sebagai bahan penyempurnaan layanan.

Hendry juga mengingatkan seluruh operator perangkat daerah agar memberikan respons yang cepat, ramah, sopan, dan profesional terhadap setiap laporan maupun permohonan layanan yang diterima. Menurutnya, kualitas komunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan publik berbasis digital.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan bahwa keberhasilan Halo Lamsel tidak hanya bergantung pada sistem yang dibangun, tetapi juga pada komitmen seluruh perangkat daerah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia meminta setiap laporan yang masuk segera ditindaklanjuti dengan penuh tanggung jawab serta mengedepankan etika pelayanan.

“Jangan sampai ada respons yang kurang baik kepada masyarakat. Apa yang dilakukan oleh satu perangkat daerah akan menjadi cerminan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan secara keseluruhan. Karena itu, berikan pelayanan yang cepat, responsif, dan profesional,” tegas Supriyanto.

Melalui optimalisasi Halo Lamsel, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap masyarakat semakin mudah mengakses berbagai layanan pemerintah, menyampaikan aspirasi maupun pengaduan secara digital, sehingga terwujud pelayanan publik yang semakin cepat, transparan, akuntabel, dan berkualitas.

 

Pemkab Lampung Selatan Tingkatkan Kewaspadaan Hadapi Potensi El Nino 2026-2027, Jaga Stabilitas Pangan dan Inflasi Daerah

LAMSEL -(delarasinews.com)- Pemerintah mulai meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi fenomena El Nino yang diperkirakan terjadi pada periode 2026-2027.

Langkah antisipatif tersebut dilakukan melalui penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi, serta meminimalkan risiko bencana hidrometeorologi yang dapat berdampak pada masyarakat.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi yang dirangkaikan dengan pembahasan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi akibat fenomena El Nino 2026-2027 yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri secara virtual, Senin (29/6/2026).

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mengikuti rakor tersebut melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dari Ruang Kepala Bagian Perekonomian, kantor bupati setempat sebagai bentuk komitmen daerah dalam memperkuat langkah antisipasi sejak dini.

Dalam arahannya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi El Nino yang diperkirakan akan memengaruhi kondisi cuaca di Indonesia pada periode 2026-2027.

Menurut Tito, fenomena El Nino akan mengurangi kandungan uap air di wilayah Indonesia, khususnya kawasan Pasifik Barat, sehingga berpotensi memicu cuaca yang lebih panas dan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang.

“Berbeda dengan La Nina yang membawa curah hujan tinggi, El Nino berpotensi menyebabkan kekeringan di berbagai wilayah. Kondisi ini harus diantisipasi sejak dini,” ujar Tito.

Ia menjelaskan, dampak El Nino tidak hanya meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), tetapi juga dapat mengganggu ketersediaan air bagi sektor pertanian dan perkebunan. Apabila produksi pangan menurun akibat kekeringan, kondisi tersebut berpotensi memicu kenaikan harga bahan pokok yang berdampak terhadap inflasi.

Selain itu, Tito juga menyoroti potensi gangguan pada sektor energi. Menurunnya debit air di bendungan dapat memengaruhi operasional pembangkit listrik tenaga air (PLTA), sehingga diperlukan langkah mitigasi secara terpadu sejak awal.

Lebih lanjut, Tito menegaskan bahwa penanggulangan dampak bencana tidak dapat dilakukan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) semata.

Seluruh pemerintah daerah bersama para pemangku kepentingan harus memperkuat sinergi dalam menyusun langkah-langkah mitigasi agar risiko yang ditimbulkan dapat ditekan semaksimal mungkin.

“BNPB tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh daerah dan seluruh kekuatan yang ada agar upaya mitigasi bencana dapat berjalan optimal,” tegasnya.

Melalui keikutsertaan dalam rakor tersebut, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat dalam menjaga stabilitas inflasi daerah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi dampak El Nino.

Langkah ini diharapkan mampu menjaga sector-sektor strategis, terutama ketahanan pangan, ketersediaan energi, serta keberlangsungan pelayanan kepada masyarakat di tengah potensi perubahan iklim yang diperkirakan terjadi pada 2026-2027.

 

Peringatan Harganas ke-33, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Komitmen Membangun Keluarga Berkualitas Menuju Indonesia Emas 2045

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menjadikan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen dalam membangun keluarga yang berkualitas, harmonis, dan tangguh sebagai fondasi utama pembangunan daerah sekaligus mewujudkan Indonesia Emas 2045.

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, Muhamad Darmawan, saat memimpin upacara peringatan Harganas ke-33 Tahun 2026, di Lapangan Korpri, Kalianda, Senin (29/6/2026).

Upacara diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga PNS dan PPPK.

Dalam kesempatan itu, Darmawan membacakan sambutan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional.

Ia menegaskan, Hari Keluarga Nasional bukan sekadar peringatan tahunan, tetapi menjadi pengingat akan pentingnya peran keluarga sebagai pondasi utama pembangunan bangsa.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan pertama bagi setiap anak untuk memperoleh kasih sayang, pendidikan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kehidupan yang menjadi bekal dalam menghadapi masa depan.

“Keluarga merupakan tempat pertama setiap anak memperoleh kasih sayang, pendidikan, pembentukan karakter, serta nilai-nilai kehidupan yang akan menjadi bekal dalam menghadapi masa depan,” ujar Darmawan.

Ia mengatakan, perkembangan teknologi, dinamika ekonomi, serta perubahan sosial yang berlangsung sangat cepat menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama. Di tengah perubahan tersebut, keluarga diharapkan mampu menjadi ruang yang menghadirkan rasa aman, keteladanan, sekaligus memperkuat karakter setiap anggotanya.

“Oleh karena itu, ketahanan keluarga menjadi kebutuhan yang sangat mendasar bagi keberhasilan pembangunan bangsa,” katanya.

Lebih lanjut, Darmawan menyampaikan bahwa keberhasilan pembangunan pada akhirnya sangat ditentukan oleh kualitas keluarga. Karena itu, pemerintah akan terus memperkuat berbagai kebijakan yang berpihak pada pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang bagi kemajuan bangsa.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa upaya tersebut tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri. Diperlukan dukungan serta komitmen seluruh orang tua, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan keluarga dapat berjalan secara optimal.

Melalui peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 ini, Pemkab Lampung Selatan berharap semakin tumbuh kesadaran bersama untuk memperkuat peran keluarga dalam melahirkan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, berdaya saing, serta siap menyongsong terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Mukerda MUI 2026, Wabup Syaiful Perkuat Sinergi Ulama dan Umara Demi Lampung Selatan Berkemajuan

‎LAMSEL -(deklarasinews.com)- Sinergi antara ulama dan umara menjadi fondasi penting dalam mewujudkan pembangunan daerah yang tidak hanya maju secara fisik, tetapi juga kuat dalam karakter, moral, dan kehidupan beragama.

Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati (Wabup) Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat membuka Musyawarah Kerja Daerah (Mukerda) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Lampung Selatan Tahun 2026 di Aula SMA Yayasan Al Huda, Kecamatan Jati Agung, Jumat (26/6/2026).

Mukerda MUI Kabupaten Lampung Selatan menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah dan para ulama dalam merumuskan program kerja yang mampu menjawab berbagai tantangan kehidupan masyarakat sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan di daerah.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anasrullah, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan Firmansyah, Anggota DPRD Kabupaten Lampung Selatan Dapil 5, Slamet Nuriman, serta perwakilan Kantor Kementerian Agama Lampung Selatan.

Selain itu, turut hadir Ketua Umum MUI Provinsi Lampung Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., Ketua Umum MUI Kabupaten Lampung Selatan Dr. KH. Ahmad Habib, M.Pd., jajaran pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam, di antaranya PCNU, DPD Muhammadiyah, DPD LDII, FKUB, Baznas, serta Rektor Universitas Islam An-Nur Lampung.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi kepada MUI Kabupaten Lampung Selatan atas dedikasi dan kontribusinya dalam membina kehidupan keagamaan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga kerukunan umat di tengah masyarakat.

Menurutnya, MUI merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kehidupan masyarakat yang religius, damai, dan berkeadaban. Peran ulama dinilai sangat penting dalam menjaga nilai-nilai moral, etika, serta memperkuat kehidupan beragama di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman.

“Sinergi antara ulama dan umara merupakan fondasi utama keberhasilan pembangunan daerah. Kemajuan pembangunan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi maupun pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas akhlak, karakter, persatuan, serta ketahanan moral masyarakat,” ujar Syaiful.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berkomitmen terus memperkuat kemitraan dengan MUI melalui berbagai program kolaboratif, mulai dari pembinaan kehidupan keagamaan, pendidikan karakter, penguatan moderasi beragama, hingga pemberdayaan masyarakat.

Syaiful juga berharap Mukerda MUI Tahun 2026 mampu menghasilkan program-program kerja yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, hasil musyawarah diharapkan mampu memberikan manfaat nyata, terutama dalam memperkuat ketahanan keluarga, membina generasi muda, serta meningkatkan literasi keagamaan di Kabupaten Lampung Selatan.

Sementara itu, Ketua Umum MUI Provinsi Lampung, Prof. Dr. KH. Mohammad Mukri, M.Ag., menegaskan bahwa Mukerda harus menjadi forum yang menghasilkan rumusan program kerja yang konkret dan dapat diimplementasikan secara langsung untuk menjawab berbagai persoalan umat.

Menurut Prof. Mukri, tantangan kehidupan masyarakat yang semakin dinamis menuntut MUI hadir sebagai lembaga yang responsif, adaptif, sekaligus mampu memperkuat perannya sebagai pelayan umat dan mitra strategis pemerintah.

“Mukerda ini bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi memformulasikan secara matang apa yang bisa dilaksanakan secara nyata. MUI harus hadir sebagai pelayan umat sekaligus mitra pemerintah yang mampu memberikan solusi atas berbagai dinamika sosial,” tegasnya.

Melalui Mukerda tersebut, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, ulama, dan seluruh elemen masyarakat semakin kokoh dalam mewujudkan Lampung Selatan yang religius, harmonis, maju, serta berdaya saing.

 

Damkarmat Lampung Selatan Siap Dukung Latihan Keadaan Darurat Skala Besar di Bandara Radin Inten II

‎LAMSEL -(deklarasinews.com)- Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan menyatakan kesiapan penuh untuk mendukung pelaksanaan Full Scale Exercise atau latihan penanggulangan keadaan darurat skala besar yang akan digelar di Bandara Radin Inten II pada 16 Juli 2026 mendatang.

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian saat menerima kunjungan General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Kantor Cabang Bandara Radin Inten II, Kiki Eprina Arieanti beserta jajaran, di Kantor Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (26/6/2026).

Pertemuan itu menjadi bagian dari koordinasi dan penguatan sinergi antarinstansi dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi keadaan darurat di kawasan bandara.

Kiki Eprina Arieanti, menjelaskan bahwa kunjungan tersebut dilakukan untuk menjalin silaturahmi sekaligus meminta dukungan personel dan kendaraan operasional Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan dalam pelaksanaan latihan berskala besar tersebut.

“Pelaksanaan latihan skala besar pada 16 Juli 2026. Kegiatan ini meliputi simulasi pemadaman kebakaran, penyelamatan, dan penanggulangan tindakan melawan hukum sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat di bandara,” ujar Kiki.

Menurut Kiki, latihan Full Scale Exercise akan mensimulasikan berbagai skenario penanganan darurat, mulai dari kebakaran, penyelamatan korban, hingga penanggulangan tindakan melawan hukum di lingkungan bandara.

Kegiatan tersebut akan melibatkan berbagai instansi terkait, termasuk Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan sebagai unsur bantuan luar (external assistance).

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan, M. Sefri Masdian, menegaskan bahwa jajarannya siap memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan.

“Pada prinsipnya kami siap mendukung kegiatan ini. Bandara merupakan objek vital nasional yang harus kita jaga bersama, sehingga Damkarmat Kabupaten Lampung Selatan siap memberikan dukungan personel maupun sarana sesuai kebutuhan. Diperkirakan sedikitnya 56 personel akan kami siapkan untuk terlibat dalam latihan tersebut,” kata Sefri.

Sefri menambahkan, Damkarmat Lampung Selatan saat ini memiliki enam pos pelayanan yang melayani 17 kecamatan dengan cakupan wilayah sekitar 2.000 kilometer persegi.

Menurutnya, keberhasilan penanganan kebakaran dan penyelamatan tidak hanya bergantung pada kesiapan personel, tetapi juga pada sinergi yang kuat dengan berbagai pihak.

“Kami selalu mengedepankan hubungan yang baik dengan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan dalam setiap penanganan bencana maupun keadaan darurat. Selama ini, setiap terjadi musibah kebakaran, masyarakat bersama TNI, Polri, dan berbagai unsur lainnya selalu bahu-membahu membantu proses penanganan,” tutupnya.

 

SPMB SD-SMP di Lampung Selatan Berjalan Transparan dan Real-Time, Disdik Imbau Masyarakat Waspadai Calo dan Jasa Titipan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di Kabupaten Lampung Selatan yang dilakukan secara online dan real-time untuk jenjang SD dan SMP dipastikan berjalan lancar, transparan, serta mengedepankan pemerataan akses pendidikan bagi seluruh masyarakat.

Seiring proses seleksi yang masih berlangsung, Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan mengimbau masyarakat untuk mewaspadai praktik percaloan maupun tawaran “jasa titipan” yang menjanjikan kelulusan calon peserta didik.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan, Syaifulloh, menegaskan bahwa seluruh tahapan SPMB tahun ini dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat sekaligus menutup ruang terjadinya maladministrasi dalam proses penerimaan siswa baru.

Berdasarkan data pusat kendali SPMB Dinas Pendidikan per 25 Juni 2026, distribusi kuota penerimaan jenjang Sekolah Dasar telah berjalan sesuai ketentuan. Sebanyak 475 SD di Kabupaten Lampung Selatan telah mengakomodasi kuota melalui Jalur Domisili sebesar 80 persen, Jalur Afirmasi 15 persen, dan Jalur Mutasi 5 persen.

Sementara itu, untuk jenjang SMP, proses pendaftaran melalui Jalur Domisili dan Afirmasi masih berlangsung hingga 26 Juni 2026. Adapun komposisi kuota yang diterapkan terdiri dari 40 persen Jalur Domisili, 20 persen Jalur Afirmasi, 35 persen Jalur Prestasi, dan 5 persen Jalur Mutasi.

Menurut Syaifulloh, integrasi sistem pendaftaran berbasis digital yang diterapkan tahun ini terbukti mampu memangkas birokrasi yang selama ini kerap menjadi keluhan masyarakat. Selain itu, pengaturan kuota yang proporsional juga dilakukan secara ketat guna memastikan seluruh anak memperoleh kesempatan yang adil untuk mengakses pendidikan.

“Sehingga tidak akan terjadi ada sekolah yang kelebihan siswa dan tidak sesuai ketentuan, sementara ada sekolah lain yang kekurangan murid,” kata Syaifulloh dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Ia menegaskan, masyarakat tidak perlu percaya terhadap pihak-pihak tertentu yang menawarkan bantuan untuk meloloskan calon siswa melalui jalur tidak resmi, terlebih apabila disertai permintaan imbalan atau tarif tertentu.

Menurutnya, seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka dan dapat dipantau langsung oleh masyarakat melalui sistem yang telah disediakan.

Karena itu, segala bentuk praktik percaloan maupun penyalahgunaan kewenangan tidak memiliki ruang dalam pelaksanaan SPMB tahun ini.

Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan bersama seluruh satuan pendidikan juga menyatakan komitmennya untuk menjaga integritas pelaksanaan SPMB agar tetap berjalan murni, bersih, dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Segala bentuk pelanggaran, kecurangan, ataupun praktik percaloan yang ditemukan di lapangan akan ditindak tegas sesuai ketentuan undang-undang,” tegas Syaifulloh.

Untuk menjamin keterbukaan informasi, masyarakat diimbau memantau perkembangan jurnal seleksi secara mandiri dan berkala melalui portal resmi SPMB. Selain itu, tim teknologi informasi dan layanan pengaduan juga disiagakan guna membantu masyarakat yang mengalami kendala teknis maupun validasi dokumen selama proses pendaftaran.

Syaifulloh juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan indikasi praktik tidak sehat selama pelaksanaan SPMB. Laporan dapat disampaikan melalui layanan Halo Lamsel di nomor 0821-2880-0800 atau secara langsung ke Dinas Pendidikan Kabupaten Lampung Selatan.

Di sisi lain, Dinas Pendidikan mengingatkan para orang tua dan wali murid agar menyikapi hasil seleksi secara bijak mengingat daya tampung setiap sekolah memiliki keterbatasan.

“Bagi para orang tua diharapkan tidak memaksakan diri agar putra-putrinya harus diterima di sekolah tertentu. Dinas Pendidikan menegaskan bahwa kualitas pendidikan di Kabupaten Lampung Selatan saat ini telah merata, sehingga semua sekolah memiliki standar mutu pelayanan yang sama baiknya,” ujar Syaifulloh.

Desa Karang Pucung Tatap Nasional, Transformasi Pembangunan Desa Jadi Modal Raih Prestasi

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, kembali optimis untuk mengulang prestasi gemilang di ajang Lomba Desa/Kelurahan.

Setelah pernah meraih Juara Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung dan Juara III Tingkat Nasional pada 2018, desa tersebut kini menatap peluang melangkah hingga tingkat nasional dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026.

Optimisme itu disampaikan Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar, saat menghadiri Klarifikasi Lapangan Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 di Aula Desa Karang Pucung, Kecamatan Way Sulan, Kamis (25/6/2026).

Menurut Syaiful, Desa Karang Pucung memiliki rekam jejak prestasi yang membanggakan. Namun, lebih dari sekadar mengejar gelar juara, keberhasilan desa tersebut tercermin dari kemampuannya melakukan transformasi pembangunan yang berkelanjutan melalui penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan.

“Keberhasilan Desa Karang Pucung bukan hanya diukur dari prestasi yang diraih, tetapi dari kemampuannya melakukan transformasi pembangunan desa melalui penguatan ekonomi masyarakat, pelayanan publik, dan ketahanan pangan yang berkelanjutan. Inilah semangat Desa HELAU menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Syaiful.

Dalam Lomba Desa/Kelurahan Tingkat Provinsi Lampung Tahun 2026 yang mengusung tema “Transformasi Desa dan Kelurahan sebagai Pilar Ketahanan Nasional Menuju Indonesia Emas 2045”, Desa Karang Pucung menampilkan berbagai inovasi pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Salah satu transformasi yang menjadi unggulan adalah penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebagai motor penggerak ekonomi dan ketahanan pangan.

Saat ini, BUMDes Karang Pucung mengembangkan usaha peternakan ayam petelur berbasis teknologi melalui kerja sama dengan Bank Lampung.

Program tersebut tidak hanya memperkuat ekonomi desa, tetapi juga mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal, sehingga memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Syaiful menjelaskan, pembangunan desa saat ini tidak lagi hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga mendorong modernisasi pelayanan publik, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi, serta pelestarian lingkungan.

Upaya itu selaras dengan Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang mendorong desa mengoptimalkan potensi lokal, memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengembangkan ekonomi berbasis kearifan lokal secara berkelanjutan.

“Kami berharap Desa Karang Pucung dapat menjadi contoh nyata bagaimana masyarakat desa mampu membangun daerahnya secara mandiri, inovatif, dan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Syaiful.

Sementara itu, Ketua Tim Penilai Lomba Desa Tingkat Provinsi Lampung, Slamet Riyadi, yang juga merupakan Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Desa, dan Transmigrasi Provinsi Lampung menegaskan bahwa kemajuan Provinsi Lampung sangat ditentukan oleh kemajuan desa-desa sebagai pusat kehidupan masyarakat.

“Sesungguhnya wajah Provinsi Lampung ada di desa. Jika desa maju, maka Lampung juga akan maju. Karena itu, pembangunan desa harus terus diperkuat melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan,” ujar Slamet.

Ia menyampaikan, Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terus mengakselerasi pembangunan desa melalui Program Desaku Maju guna mengurangi kesenjangan antara wilayah perkotaan dan perdesaan, terutama melalui pemerataan infrastruktur dasar dan peningkatan pelayanan masyarakat.

Selain itu, pemerintah provinsi juga mendorong hilirisasi pertanian berbasis inklusif di tingkat desa agar hasil pertanian memiliki nilai tambah yang lebih tinggi, sekaligus membuka peluang kerja bagi generasi muda di pedesaan.

Slamet juga mengajak seluruh pemerintah daerah dan pemerintah desa untuk mengintegrasikan peran BUMDes dengan program ketahanan pangan nasional, termasuk mendukung kebutuhan bahan baku Program Makan Bergizi Gratis melalui penyerapan hasil produksi petani dan peternak lokal.