Genting Tahap II di Yapen Utara, Wabup Roi Palunga Pastikan Intervensi Gizi Beri Dampak

YAPEN UTARA -(deklarasinews.com)- Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap II kembali dilaksanakan di Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (20/8/2026). Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga turun langsung memantau pelaksanaan intervensi gizi sekaligus melihat perkembangan kondisi para penerima manfaat.

Kegiatan berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Tindaret dan Puskesmas Yobi dengan melibatkan tenaga kesehatan, kepala puskesmas/pustu, dokter, Pemerintah Distrik Yapen Utara serta keluarga penerima manfaat.

Roi Palunga didampingi Kepala Distrik Yapen Utara Aldius Kanggunum bersama staf distrik. Kehadiran Wakil Bupati menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memastikan program percepatan penurunan stunting tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di wilayah kerja Puskesmas Tindaret tercatat 23 penerima manfaat, sedangkan Puskesmas Yobi menangani 17 penerima manfaat. Secara keseluruhan terdapat 40 penerima manfaat dalam Program Genting tahap II di Distrik Yapen Utara yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui dan bayi di bawah dua tahun (baduta).

Pada tahap kedua, penerima manfaat kembali mendapatkan bantuan bahan makanan bergizi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Bantuan tersebut berupa susu sesuai kelompok sasaran, telur, kacang hijau dan gula pasir.

Untuk baduta diberikan susu pertumbuhan sesuai usia, sementara ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan susu khusus yang dilengkapi telur, kacang hijau dan gula pasir.

Dalam arahannya, Roi Palunga mengajak seluruh pihak bersyukur karena program intervensi gizi dapat kembali dilanjutkan.

“Puji dan syukur atas anugerah Tuhan, kita kembali berkumpul untuk menerima bahan makanan bergizi dalam program stunting yang dilaksanakan oleh orang tua asuh,” ujar Roi.

Menurutnya, pelaksanaan tahap kedua menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan penerima manfaat setelah mendapatkan intervensi pada tahap pertama.

Pemerintah daerah, kata Roi, berharap pemberian makanan bergizi secara berkelanjutan dapat meningkatkan kondisi gizi ibu dan anak serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan baduta.

“Kami berharap tahap pertama yang sudah dilaksanakan memberikan dampak, paling tidak dari sisi gizi anak-anak kita, ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi penerima manfaat. Di tahap kedua ini, dampaknya semakin terlihat,” katanya.

Roi juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pemanfaatan bantuan. Menurutnya, bahan makanan yang diberikan harus benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai peruntukannya.

“Kalau untuk ibu hamil, bantuan itu untuk ibu hamil. Begitu juga kalau untuk bayi, ya untuk bayi. Jangan sampai diberikan kepada yang lain. Ini penting supaya pertumbuhan anak-anak kita sejak bayi dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ada Perubahan Kondisi Penerima Manfaat

Pelaksanaan Genting tahap II juga menunjukkan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat. Salah satunya terlihat di wilayah kerja Puskesmas Yobi.

Roi Palunga menyebutkan, seorang ibu yang pada bulan sebelumnya memiliki berat badan 40 kilogram, setelah mendapatkan intervensi gizi, kini berat badannya meningkat menjadi 50 kilogram.

Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa intervensi yang dilakukan mulai memberikan dampak terhadap kondisi penerima manfaat.

“Kita berharap pada tahap berikutnya perkembangan seperti ini semakin banyak dan status gizi penerima manfaat terus membaik,” kata Roi.

Meski demikian, ia meminta tenaga kesehatan tetap melakukan pemantauan secara berkala. Pemeriksaan dan pendampingan dinilai penting untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan serta status gizi masing-masing penerima manfaat.

Berlanjut ke Tahap III

Program Genting di Distrik Yapen Utara akan kembali dilanjutkan pada tahap ketiga. Roi Palunga memastikan dirinya akan kembali hadir untuk memantau pelaksanaan program tersebut.

Tidak hanya menghadiri penyerahan bantuan, Wakil Bupati bahkan berencana turun langsung mengunjungi rumah penerima manfaat untuk melihat kondisi keluarga sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan sesuai tujuan.

“Kami akan hadir lagi pada tahap ketiga dan turun langsung ke rumah penerima bantuan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap kesinambungan intervensi melalui Program Genting dapat membantu memperbaiki status gizi ibu dan anak sekaligus menekan risiko stunting di daerah.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah distrik, orang tua asuh dan keluarga penerima manfaat, program tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi Yapen yang tumbuh sehat, berkualitas dan memiliki masa depan yang lebih baik.

 

Kejar 190 Koperasi Merah Putih, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Koperasi Beroperasi dan Berdampak bagi Warga

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan target mencapai 190 titik hingga akhir Agustus 2026.

Namun, pemerintah daerah menegaskan keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang berdiri, melainkan dari kemampuan koperasi untuk beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat pembahasan penyediaan lahan bagi desa yang belum memiliki aset untuk pembangunan KDKMP di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (20/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav M. Nuril Ambiyah, memaparkan perkembangan pembangunan KDKMP di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.

Dari total 206 titik KDKMP yang telah terbangun di dua wilayah tersebut, sebanyak 140 titik berada di Kabupaten Lampung Selatan, sementara 66 titik lainnya berada di Kabupaten Pesawaran.

Menurut Nuril, percepatan pembangunan di Lampung Selatan terus dilakukan agar target 190 titik dapat tercapai pada akhir Agustus 2026. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa desa.

“Sejumlah desa masih belum memiliki lahan yang memenuhi kebutuhan pembangunan, sehingga diperlukan pemetaan dan kolaborasi lintas sektor untuk menemukan lokasi yang memungkinkan,” kata Nuril.

Ia menjelaskan, upaya penyediaan lahan dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari pemetaan aset pemerintah hingga identifikasi potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan KDKMP.

Selain persoalan lahan, percepatan pembangunan juga dipengaruhi oleh kondisi medan, mobilisasi material, ketersediaan tenaga kerja, hingga distribusi logistik.

Kendati demikian, berbagai kendala tersebut terus diatasi melalui koordinasi antara pemerintah daerah, unsur kewilayahan, dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, menegaskan bahwa pembangunan KDKMP harus diikuti dengan penguatan aspek operasional agar koperasi yang telah dibangun dapat berjalan secara optimal.

Menurut Tri, tantangan berikutnya bukan lagi membangun gedung, melainkan memastikan koperasi mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pembangunan sudah berjalan. Bagaimana dengan yang sudah terbangun ini bisa operasional normal. Ini butuh komitmen dan dukungan kita bersama,” ujar Tri.

Ia menilai peran Dinas Koperasi dan UMKM menjadi sangat penting dalam melakukan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan terhadap koperasi yang telah terbentuk.

“Pembangunan operasional juga menjadi hal penting, tapi tak hanya itu, kita juga harus bersama-sama untuk memastikan bisa berjalan, berdampak dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Tri menambahkan, KDKMP merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar koperasi yang telah dibangun tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi benar-benar mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, persoalan ketersediaan lahan masih menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Pemetaan terhadap desa dan kelurahan yang belum memiliki lahan terus dilakukan, termasuk dengan memanfaatkan potensi aset pemerintah yang tersedia.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan seluruh desa dan kelurahan sasaran program memiliki KDKMP yang siap beroperasi.

Dengan percepatan pembangunan dan penguatan pendampingan yang terus dilakukan, Pemkab Lampung Selatan optimistis target 190 titik KDKMP pada akhir Agustus 2026 dapat tercapai. Lebih dari itu, pemerintah daerah berharap koperasi-koperasi tersebut mampu tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Optimalkan Potensi Pesisir, Gubernur Mirza Dorong Kawasan Pesisir Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menata kawasan pesisir terpadu guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur saat menjadi keynote speaker sekaligus membuka Seminar Nasional bertajuk “Menata Pesisir: Wujudkan Waterfront City untuk Lampung Maju”, yang diselenggarakan oleh Persatuan Insinyur Indonesia (PII) di Swiss-Belhotel, Kamis (20/8/2026).

​Dalam arahannya, Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan bahwa Provinsi Lampung memiliki garis pantai strategis yang berada di jalur ALKI 1 dan keindahan teluk yang menjadi modal besar pertumbuhan ekonomi. Gubernur menargetkan pertumbuhan ekonomi Lampung mampu melaju di atas angka 8% guna menopang visi Indonesia Emas.

​”Pertanyaannya bukan lagi apakah Lampung sudah punya potensi, pertanyaannya adalah sudah sejauh mana potensi itu kita mengubah menjadi pertumbuhan ekonomi yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ujar Gubernur.

​Gubernur memaparkan, sektor pariwisata menjadi salah satu motor penggerak ekonomi baru di Lampung. Pada tahun 2025, kunjungan wisatawan nusantara tercatat melonjak hingga 27 juta kunjungan dari 17 juta di tahun 2024, serta menyumbang sekitar Rp55 triliun terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Lampung. Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah rendahnya masa tinggal wisatawan (length of stay).

​”Strateginya Provinsi Lampung ke depan adalah bagaimana wisatawan nusantara yang datang, tinggal lebih lama, belanja lebih banyak. Maka ekonominya tumbuh,” tegasnya.

​Terkait pengembangan pesisir Kota Bandar Lampung, Gubernur menyoroti rencana pembangunan Waterfront City sepanjang 27 kilometer yang telah digagas sejak belasan tahun lalu namun kerap mengalami hambatan akibat ego sektoral serta kompleksitas tata ruang antarpemangku kepentingan.

​”Penataan ini tidak bisa dilakukan oleh kotamadya sendiri. Pemprov harus sepakat dengan master plan ini, swasta harus sepakat dengan master plan ini,” jelasnya.

​Guna mewujudkan kawasan pesisir yang modern dan berkelanjutan, Gubernur menitipkan arahan strategis kepada para insinyur dan pemangku kebijakan:

– ​Perencanaan kawasan terintegrasi yang bertumpu pada komitmen bersama seluruh pihak.

– ​Penjagaan keseimbangan ekologi dan kesejahteraan warga dengan memprioritaskan mitigasi isu lingkungan serta sosial.

– ​Penetapan target awal yang realistis (quick wins) guna memberikan dampak langsung bagi daya tarik pariwisata dan masyarakat lokal.

– ​Kesiapan menyeluruh proyek investasi mulai dari tata ruang, kepastian legalitas, studi kelayakan, dokumen lingkungan, hingga skema pembiayaan agar beralih dari sekadar gagasan (project idea) menjadi proyek siap tawar (project ready to offer).

​Gubernur berharap PII Wilayah Lampung dapat terus memberikan kontribusi kepakaran dalam merumuskan pembaruan rencana tata ruang pesisir yang aplikatif.

Sementara itu, Walikota Bandar Lampung Eva Dwiana menyatakan kesiapan penuh jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung untuk berkolaborasi dan mendukung penataan garis pantai kota. Eva menuturkan bahwa Bandar Lampung memiliki empat kecamatan di wilayah pesisir serta aset potensial seluas 1,5 hektar yang siap ditata secara profesional.

​”Ayo kita jalan. Go, Pak, untuk Bandar Lampung! Kami siapkan dananya, Bapak yang mengerjakan. Insinyurnya ada di Bandar Lampung,” kata Eva Dwiana.

​Eva menambahkan, Pemerintah Kota Bandar Lampung saat ini terus menggenjot pembenahan infrastruktur dasar di kawasan pesisir, mencakup jaringan drainase, akses jalan, hingga penyediaan sarana air bersih warga, sembari terus menyiapkan ekosistem pendukung pariwisata kota seperti penguatan UMKM dan kesiapan hotel-hotel berbintang.

Semarak HAN ke-42, Pemprov Lampung Ajak Puluhan Ribu Anak Biasakan Hidup Sehat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung mendorong penguatan budaya hidup sehat sejak usia dini melalui kegiatan Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat Tahun 2026 yang diikuti ribuan anak Taman Kanak-Kanak (TK) se-Provinsi Lampung secara luring dan daring.

Kegiatan yang berlangsung meriah di Lapangan Korpri, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 sekaligus menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Gubernur Lampung  dalam sambutan tertulis yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Thomas Amirico menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga dan hiburan, tetapi menjadi momentum membangun kebiasaan positif bagi anak sejak usia dini.

“Alhamdulillah, pagi ini kita berkumpul dalam suasana yang menyenangkan. Tidak ada yang lebih membahagiakan bagi orang tua dan guru selain melihat anak-anak tumbuh sehat, ceria, serta memiliki semangat untuk belajar dan bermain,” ujarnya.

Menurutnya, tumbuh kembang anak merupakan investasi penting bagi masa depan daerah dan bangsa. Karena itu, orang tua, guru, dan seluruh pemangku kepentingan memiliki tanggung jawab bersama untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan mendukung perkembangan anak.

“Indonesia Emas tidak dimulai nanti. Indonesia Emas dimulai dari anak-anak yang hari ini kita jaga, kita didik, dan kita beri kesempatan untuk tumbuh menjadi generasi terbaik,” katanya.

Ia mengajak seluruh orang tua dan pendidik menjadikan kegiatan tersebut sebagai awal dari kebiasaan baik yang dilakukan secara berkelanjutan, bukan hanya pada saat kegiatan seremonial.

“Semoga anak-anak kita tetap senang bergerak, senang berolahraga, dan tumbuh menjadi anak-anak yang sehat dan bahagia,” ujarnya.

Sementara itu, Bunda PAUD Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza mengapresiasi antusiasme anak-anak, guru, orang tua, dan seluruh peserta yang turut menyukseskan Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat.

Ia menyebut kegiatan tersebut diikuti lebih dari 40.000 peserta dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung, baik secara langsung maupun daring.

“Anak hebat harus sehat. Anak hebat harus ceria, bahagia, aktif, mandiri, berkarakter, serta memiliki semangat untuk belajar dan berkembang,” kata Purnama Wulan Sari Mirza.

Menurutnya, masa usia dini merupakan periode yang sangat menentukan dalam tumbuh kembang anak. Karena itu, pembiasaan hidup sehat perlu dimulai sejak anak berada di lingkungan keluarga dan satuan pendidikan PAUD maupun TK.

Purnama Wulan Sari Mirza mengajak para orang tua dan pendidik menjadi teladan dengan membiasakan anak aktif bergerak, berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, serta memiliki pola tidur dan istirahat yang cukup.

“Jangan hanya hari ini kita senam bersama. Kebiasaan ini harus diteruskan di masing-masing TK. Anak-anak perlu diajak rutin berolahraga sesuai dengan kemampuan dan usia mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya pola pengasuhan yang penuh kasih sayang. Menurutnya, pendidikan anak usia dini harus dilakukan dengan pendekatan yang lembut, positif, dan menyenangkan agar anak dapat berkembang secara optimal.

“Anak-anak tidak bisa lagi kita didik dengan keras. Mereka harus kita dampingi dengan kelembutan, kasih sayang, dan keteladanan,” katanya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para guru TK, orang tua, Bunda PAUD kabupaten/kota, organisasi mitra, serta seluruh pihak yang berkomitmen menjaga kesehatan dan pendidikan anak-anak di Provinsi Lampung.

“Terima kasih kepada seluruh guru TK di Provinsi Lampung yang telah mendidik, menjaga, dan memberikan kasih sayang kepada anak-anak kita. Mari kita titipkan masa depan bangsa kepada mereka dengan terus menjaga kesehatan, memberikan makanan bergizi, dan membangun kebiasaan hidup aktif,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Umum IGTKI Provinsi Lampung yang diwakili Suminah M.Pg mengatakan Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat memiliki makna lebih luas daripada sekadar kegiatan olahraga.

Menurutnya, melalui senam bersama, anak-anak belajar bergerak, bergembira, menjaga kesehatan, membangun keberanian, melatih kekompakan, sekaligus belajar bersosialisasi dengan teman-teman dari sekolah lain.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kepedulian kita terhadap tumbuh kembang anak. Kita ingin membangun anak TK Provinsi Lampung yang sehat, cerdas, aktif, dan percaya diri,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa anak-anak bukan sekadar generasi penerus bangsa, melainkan pemilik masa depan bangsa. Karena itu, investasi terhadap kesehatan, pendidikan, karakter, dan kebahagiaan anak harus dimulai sejak usia dini.

Kemeriahan Gebyar Senam Massal Anak Indonesia Hebat semakin terasa dengan antusiasme peserta yang mengikuti gerakan senam bersama. Anak-anak tampak bersemangat didampingi guru dan orang tua.

Dalam kesempatan tersebut Bunda PAUD Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza turut memeriahkan acara dengan membagikan doorprice berupa sepeda kepada anak-anak PAUD dan TK yang berhasil menjawab pertayaan dengan benar. Selain sepeda, panitia menyediakan doorprice berupa handphone/ tablet, bahkan hadiah umroh.

Kegiatan tersebut sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Lampung, Bunda PAUD, IGTKI-PGRI, satuan pendidikan, orang tua, dan berbagai mitra dalam membangun ekosistem pendidikan anak usia dini yang sehat dan berkualitas.

Semangat tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan visi “Lampung Maju Menuju Indonesia Emas 2045”, dengan menempatkan anak sebagai fondasi penting pembangunan sumber daya manusia Lampung di masa depan.

Dengan membangun kebiasaan hidup sehat sejak usia dini, Pemprov Lampung berharap anak-anak tidak hanya tumbuh menjadi generasi yang sehat secara fisik, tetapi juga memiliki karakter kuat, percaya diri, mandiri, bahagia, dan siap menjadi generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.

Rayakan Kemerdekaan, 54 Peserta Gerak Jalan Padati Jalanan Kota Serui

SERUI -(deklarasinews.com)- Sebanyak 54 peserta dari berbagai jenjang dan kelompok mulai dari SD, SMP, SMA, instansi hingga kategori umum turut ambil bagian dalam lomba gerak jalan yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Di balik seragam dan barisan yang mereka tampilkan, ada semangat yang jauh lebih besar dari sekadar mengejar kemenangan. Ada kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, sekaligus cara sederhana masyarakat Yapen merayakan kemerdekaan.

Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE. M. Si , secara langsung melepas para peserta lomba gerak jalan, Kamis (20/08/2026). Dari garis start, satu per satu peserta melangkah membawa semangat kemerdekaan.

Bagi Bupati Benyamin Arisoy, gerak jalan bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari semangat kita dalam mengisi kemerdekaan dan kebersamaan,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penting. Sebab, kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu bangsa tidak cukup hanya diperingati dengan upacara dan seremonial. Kemerdekaan juga perlu diisi melalui kebersamaan, kedisiplinan, kerja keras dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, Bupati Kepulauan Yapen juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia ingin barisan-barisan yang bergerak di jalanan Serui tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga menjadi gambaran tentang karakter masyarakat Kepulauan Yapen.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah masyarakat yang kompak, disiplin, bersemangat dan cinta tanah air,” pesannya.

Derap langkah pun terus bergerak. Ada anak-anak sekolah yang tampil penuh antusias, ada pelajar yang berusaha menjaga kekompakan barisan, serta peserta dari berbagai instansi dan masyarakat umum yang turut mengambil bagian. Masing-masing membawa semangat yang sama: merayakan kemerdekaan.

Di tengah suasana penuh kegembiraan itu, persaingan tetap menjadi bagian dari perlombaan. Namun, kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Ada nilai kebersamaan dan sportivitas yang jauh lebih penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bupati juga menitipkan pesan kepada panitia dan para guru yang terlibat dalam kegiatan agar seluruh proses perlombaan berjalan tertib, objektif, adil dan transparan.

Menurutnya, penyelenggaraan yang baik akan memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama sekaligus membuat rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah dan berkesan.

Momen ini pun bukan sekadar menjadi lintasan perlombaan. Ia menjadi ruang tempat masyarakat berkumpul, bersorak dan merasakan kembali arti kebersamaan.

Dari setiap langkah yang teratur, dari barisan yang terus bergerak maju, terselip pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana hari ini masyarakat terus berjalan bersama membangun daerah dan bangsa.

Turut Hadir Letkol Inf Ahmad Albar,  S.H (Dandim 1709/Yawa), Asisten lll Setda Aser Pongrate, Kabag Kesra Simon Worumi Kadis Disnakes Afredo Worabai, Plt Dirut RSU Serui Erensd Ampasoi tamu undangan lainya .

 

Bupati Yapen Siap Dukung Tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui Bertanding ke Malaysia

SERUI -(deklarasinews.com)- Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, SE., M.Si., menerima pertemuan dengan tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui, Rabu (19/09/2026), dalam rangka membahas persiapan tim yang akan mengikuti ajang pertandingan di Malaysia.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan keberangkatan tim, sekaligus menyampaikan kondisi dan kebutuhan yang diperlukan sebelum mengikuti kompetisi di tingkat internasional.

Dalam pertemuan itu, tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui menyampaikan rencana keberangkatan serta kesiapan para siswa untuk membawa nama sekolah dan Kabupaten Kepulauan Yapen dalam pertandingan yang akan berlangsung di Malaysia.

Bupati Benyamin Arisoy menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai keikutsertaan pelajar Yapen dalam kompetisi di luar negeri merupakan sebuah kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda Kepulauan Yapen di tingkat internasional.

“Saya siap mendukung,” tegas Bupati Benyamin Arisoy saat menerima tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui.

Menurutnya, prestasi yang diraih pelajar tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga, tetapi juga membawa nama daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan positif yang dapat mendorong kemajuan serta prestasi generasi muda.

Bupati juga berharap para siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi kemampuan, mental maupun kedisiplinan. Keberangkatan ke Malaysia diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk bertanding, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat membentuk karakter dan memperluas wawasan para peserta.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kemampuan, jaga nama baik sekolah dan Kabupaten Kepulauan Yapen,” pesan Bupati.

Ia juga mengingatkan agar para peserta tetap menjaga kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semangat bertanding harus disertai dengan sportivitas, disiplin dan sikap yang baik.

Sementara itu, tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Bupati Kepulauan Yapen. Dukungan tersebut diharapkan semakin menambah motivasi para siswa dalam menjalani persiapan menghadapi kompetisi di Malaysia.

Keikutsertaan tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui di Malaysia diharapkan menjadi langkah positif dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar Yapen untuk berprestasi, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen pun terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan pendidikan, olahraga, seni dan kompetisi lainnya sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Karnaval dan Pawai Pembangunan Kota Pagar Alam Disambut Antusias Warga

PAGAR ALAM -(deklarasinews.com)- Suasana kemeriahan menyelimuti Kota Pagar Alam dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) bersama masyarakat berkumpul dan menyatu dalam acara Karnaval dan Pawai Pembangunan Kota Pagar Alam tahun 2026. Pertanda semangat dan cinta tanah air tak lekang dan tak luntur.

​Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, didampingi Wakil Wali Kota Hj. Bertha, serta Ketua TP PKK Kota Pagar Alam Hera Ludi, beserta Forkopimda dan jajaran Pemkot Pagar Alam, di panggung kehormatan yang berada di depan SD Negeri 1 Kota Pagar Alam, pada Rabu (19/08/2026).

Ribuan warga Kota Pagar Alam tampak memadati sepanjang rute pawai untuk menyaksikan berbagai atraksi dan kreativitas peserta dari dinas instansi, pelajar, komunitas, hingga elemen masyarakat yang menampilkan pakaian adat, kendaraan hias, serta seni pertunjukan.

Pelaksanaan parade tahun ini diikuti oleh 124 peserta yang terdiri dari 100 peserta Karnaval Budaya dan 24 Peserta Pawai Pembangunan.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen masyarakat yang berpartisipasi aktif dalam memeriahkan seluruh rangkaian kegiatan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026.

​”Karnaval pembangunan ini disambut sangat antusias oleh masyarakat. Kami selaku pimpinan Kota Pagar Alam sangat mengapresiasi, bangga, sekaligus terharu melihat atraksi dan sajian kreasinya. Rasa terima kasih yang mendalam kami sampaikan kepada seluruh lapisan masyarakat,” ujar Wako Ludi.

Pawai pembangunan ini dilaksanakan bukan sekadar sebagai agenda tahunan memperingati kemerdekaan, tetapi juga sebagai wadah untuk menyatukan semangat masyarakat dalam mendukung program pembangunan daerah dan nasional demi mewujudkan Indonesia yang berdaulat, adil, dan makmur.(Rep)

Pemprov Lampung Perkuat Tata Organisasi untuk Wujudkan Pemerintahan Efektif dan Berintegritas

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat tata kelola organisasi dan kinerja pemerintahan guna memastikan seluruh perangkat daerah bekerja secara efektif, adaptif, terukur, serta sesuai dengan regulasi.

Upaya tersebut dibahas dalam rapat terkait Tata Organisasi Pemerintah Provinsi Lampung yang dipimpin Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Marindo Kurniawan di Ruang Kerja Sekda, Rabu (19/08/2026).

Rapat tersebut diikuti Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Lampung Marzuqi Sayuti beserta jajaran.

Dalam arahannya, Marindo menegaskan pentingnya peran Biro Organisasi dalam memastikan tata kelola pemerintahan berjalan pada jalur yang tepat. Menurutnya, sebagai organisasi besar, Pemerintah Provinsi Lampung membutuhkan pengelolaan organisasi yang baik agar seluruh perangkat daerah mampu mencapai tujuan pemerintahan secara optimal.

“Saya menganggap penting Biro Organisasi ini karena kita ini sebuah organisasi. Pemerintah daerah secara rumah besarnya, lalu dinas-dinas itu namanya OPD, Organisasi Perangkat Daerah. Lalu siapa yang mengurusi organisasi itu? Ya Biro Organisasi,” ujar Marindo.

Ia menyebut Biro Organisasi sebagai ‘jantung organisasi’ di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung. Karena itu, Biro Organisasi diharapkan mampu bergerak lebih modern, cepat, adaptif, dan agile dalam menjalankan tugasnya.

“Saya ingin Biro Organisasi berjalan di atas rel dengan teknologi yang modern, sehingga cepat, adaptif, agile. Yang ingin saya sampaikan adalah bagaimana kita semua mencapai tujuan bersama yang akan diraih oleh Biro Organisasi,” katanya.

Salah satu fokus utama yang disoroti Marindo adalah peningkatan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Ia mengapresiasi peningkatan predikat SAKIP Pemerintah Provinsi Lampung dari B menjadi BB pada penilaian sebelumnya.

Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari proses dan kerja keras seluruh jajaran pemerintah daerah. Namun, capaian BB tidak boleh menjadi titik akhir. Marindo menetapkan target yang lebih tinggi, yakni meraih predikat A.

“Targetnya tetap A. Kalau targetnya tetap mempertahankan BB, rasanya bukan target namanya. Tapi itu semua adalah buah dari proses yang benar. Seperti ketika kita naik menjadi BB, kita menjalani proses itu dengan benar,” tegasnya.

Untuk mencapai target tersebut, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat koordinasi dengan perangkat daerah terkait, khususnya Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Inspektorat. Menurutnya, peningkatan SAKIP tidak dapat dilakukan oleh Biro Organisasi seorang diri karena keberhasilannya merupakan hasil dari seluruh siklus penyelenggaraan pemerintahan.

Ia menekankan bahwa perencanaan menjadi fondasi utama dalam membangun kinerja pemerintahan yang akuntabel. Karena itu, pohon kinerja harus disusun secara jelas dan selaras dengan RPJMD maupun RPJMN.

“Semua diawali dari perencanaan. Kalau perencanaannya sudah benar sesuai dengan syarat-syarat LAKIP, sekarang kita fokus ke penilaian. Yang diminta oleh penilaian itu apa? Kita to the point saja,” ujarnya.

Selain aspek perencanaan, sisi pengawasan juga menjadi perhatian. Marindo meminta agar tindak lanjut atas temuan, kesalahan, maupun rekomendasi pengawasan dilakukan secara nyata dan sesuai ketentuan.

Ia menjelaskan, capaian SAKIP pada dasarnya bukan semata-mata persoalan menyusun laporan yang baik. Laporan akuntabilitas harus menggambarkan kinerja nyata yang telah dilaksanakan oleh seluruh perangkat daerah.

“Yang namanya laporan itu adalah laporan yang ditulis berdasarkan kisah nyata yang terjadi. Jadi, yang harus dilakukan adalah OPD-OPD benar dulu kerjanya, sesuai dengan aktivitasnya,” jelasnya.

Marindo juga mengaitkan penguatan SAKIP dengan reformasi birokrasi (RB) dan pembangunan Zona Integritas (ZI). Menurutnya, ketiganya merupakan bagian penting dalam membangun pemerintahan yang berintegritas dan meningkatkan kepercayaan masyarakat.

Ia menilai, keberhasilan tata kelola pemerintahan pada akhirnya tidak hanya tercermin dalam capaian administratif, tetapi juga berdampak pada tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah.

“SAKIP dan RB itu menjadi modal bagi kita untuk meyakinkan masyarakat bahwa pemerintah daerah layak dipercayai oleh masyarakat,” katanya.

Kepercayaan tersebut, lanjutnya, akan mendorong masyarakat untuk semakin yakin bahwa pajak dan berbagai kewajiban yang dibayarkan kepada pemerintah dikelola secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ketika mereka melihat pemerintah daerah ini SAKIP-nya sudah A, sudah berintegritas, mereka yakin uang yang mereka serahkan kepada pemerintah ini dikelola dengan baik oleh pemerintah,” jelas Marindo.

Selain SAKIP, Marindo meminta Biro Organisasi memperkuat upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, termasuk melalui penguatan Indeks Pelayanan Publik (IPP), Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM), serta Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEKPPP).

Ia juga menyoroti capaian Pemerintah Provinsi Lampung yang masuk tiga besar nasional dalam penilaian Ombudsman. Namun, capaian tersebut diharapkan tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri.

Menurut Marindo, tujuan utama bukan sekadar mengejar penghargaan, melainkan memastikan seluruh perangkat daerah menjalankan tugas sesuai regulasi dan memberikan pelayanan yang bebas dari maladministrasi.

Untuk itu, ia meminta Biro Organisasi bersama perangkat daerah terkait mendorong budaya pelayanan yang cepat, transparan, mudah, responsif, dan sesuai standar pelayanan.

Marindo juga mendorong pemanfaatan kanal pengaduan Lampung-in sebagai media pelaporan dan pengaduan masyarakat yang perlu disosialisasikan secara lebih luas kepada perangkat daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Marindo juga menekankan pentingnya digitalisasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Menurutnya, digitalisasi tidak sekadar ditandai dengan penggunaan aplikasi, tetapi harus dibangun sebagai pola pikir dalam bekerja dengan memanfaatkan data yang terintegrasi.

“Yang namanya digitalisasi itu adalah pola pikir bagaimana bekerja menggunakan database yang terintegrasi sehingga data itu menjadi sebuah instrumen pengambilan keputusan dan kebijakan,” jelasnya.

Dengan data yang terintegrasi, pemerintah dapat mengambil keputusan secara lebih tepat dan menghadirkan kebijakan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, prinsip tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan kehadiran pemerintah di tengah masyarakat.

Marindo mengibaratkan jajaran Biro Organisasi sebagai dokter yang bertugas mendiagnosis berbagai persoalan organisasi pemerintahan, kemudian mencari solusi agar seluruh perangkat daerah mampu bekerja sesuai dengan ketentuan.

Ia menegaskan, ukuran keberhasilan bukan hanya terletak pada hasil akhir berupa nilai atau penghargaan, tetapi pada proses kerja yang dilakukan secara benar dan konsisten.

Marindo berharap penguatan tata organisasi dapat membangun pola pikir baru di kalangan aparatur sipil negara (ASN), bahwa menjadi ASN bukan sekadar pilihan pekerjaan, melainkan bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan roda pemerintahan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Melalui penguatan tata organisasi, peningkatan akuntabilitas kinerja, reformasi birokrasi, pembangunan Zona Integritas, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta digitalisasi berbasis data, Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen membangun pemerintahan yang semakin efektif, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat.(Red)

Bupati Yapen Minta Perumdam Serui Perluas Akses Air Bersih bagi

SERUI -(deklarasinews.com)— Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy meminta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Serui terus memperluas akses layanan air bersih kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perumdam Serui, Rabu (19/08/2026), di Aula Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Yapen.

RUPS merupakan agenda tahunan yang menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus membahas rencana kerja dan arah pengembangan Perumdam pada tahun mendatang.

Direktur Perumdam Serui, Yosias Ambokari, SE, mengatakan terdapat empat agenda utama yang dibahas dalam RUPS, yakni laporan tahunan Perumdam tahun 2025, laporan kegiatan tahun 2026, rencana kerja tahun 2027, serta penetapan penggunaan laba perusahaan tahun 2025.

Menurut Yosias, pembahasan agenda tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan perusahaan serta mempersiapkan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.

Sementara itu, Bupati Benyamin Arisoy mengatakan RUPS menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Perumdam, termasuk capaian laba perusahaan dan kontribusinya kepada pemerintah daerah melalui pembagian dividen.

“Ini merupakan agenda tahunan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan perusahaan, mulai dari rencana kerja 2027, evaluasi kegiatan operasional perusahaan, laporan laba yang dicapai, sekaligus pembagian dividen dengan pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen telah memberikan penyertaan modal kepada Perumdam. Karena itu, perusahaan diharapkan mampu mengelola dukungan pemerintah daerah secara optimal untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mengembangkan jaringan air bersih.

Dalam RUPS tersebut, manajemen Perumdam turut menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan operasional, termasuk kebutuhan pengembangan dan ekspansi perusahaan, khususnya dalam pemasangan jaringan air untuk menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan.

Menurut Bupati, Perumdam memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana karena mengemban dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, perusahaan harus menjalankan fungsi pelayanan publik dan sosial dengan menyediakan serta mendistribusikan air kepada masyarakat. Namun di sisi lain, Perumdam juga dituntut mampu menghasilkan keuntungan untuk membiayai operasional dan mendukung keberlanjutan perusahaan.

“Perusahaan ini mengemban dua tugas, yaitu melaksanakan pelayanan publik dan sosial dengan mendistribusikan air kepada masyarakat. Di sisi lain, perusahaan dituntut harus mendapatkan profit yang nantinya dapat membiayai operasional perusahaan dan membagi keuntungan atau dividen dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Bupati berharap Perumdam Serui dapat terus meningkatkan profesionalisme dan efisiensi pengelolaan perusahaan, sehingga mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kondisi keuangan perusahaan.

Perluasan jaringan dan peningkatan akses air bersih, kata Bupati, harus menjadi bagian dari rencana pengembangan perusahaan ke depan. Dengan demikian, keberadaan Perumdam tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi bagi pemerintah daerah, tetapi juga memberikan pelayanan dasar yang semakin luas dan berkualitas bagi masyarakat Kepulauan Yapen.

Hasil RUPS selanjutnya diharapkan menjadi pijakan bagi manajemen Perumdam Serui dalam menyusun dan menjalankan rencana kerja tahun 2027 dengan lebih terarah, termasuk dalam meningkatkan pelayanan, memperluas jaringan distribusi, mengatasi kendala operasional, serta meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap daerah.

Turut hadir dalam pertemuan Ketua DPRK Kabupaten Kepulauan Yapen Ebzon Sembai S.Pi.,M.H. Pj Sekda Cyfrianus Mambai S.Pd.,M.Si.M.H, Ketua Komisi B DPRK Wihiyawari Elias, Para Asisten Sekda yang hadir,  Direktur Perumdam Serui, Yosias Ambokari, SE bersama Stafnya. Para Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemda yapen.(GM)

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta Kembali Terhubung 21 Agustus, Pemkab Lampung Selatan Hadirkan Lagi Akses ke Pulau Jawa

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.

Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.

Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.

Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.

Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.

Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.

Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.

Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).

Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.

Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.

“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.

Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.