Pemprov Lampung Gelar Gebyar Samsat 2025, Apresiasi Masyarakat yang Taat Membayar Pajak

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menggelar Gebyar Samsat 2025 sebagai bentuk apresiasi kepada masyarakat yang taat membayar Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tepat waktu.

Kegiatan ini sekaligus menjadi upaya meningkatkan kesadaran dan kepatuhan wajib pajak dalam mendukung pembangunan daerah.

Gebyar Samsat 2025 dilaksanakan di Halaman Kantor UPTD Samsat Rajabasa, Bandar Lampung, Selasa (16/12/2025). Dalam kegiatan tersebut, pemerintah menyediakan berbagai hadiah menarik dengan total nilai ratusan juta rupiah, di antaranya lima paket umrah, lima unit sepeda motor, empat unit sepeda, tiga unit televisi, tiga unit kulkas, lima unit magic com, lima unit dispenser, dan lima unit kipas angin. Seluruh hadiah diberikan melalui mekanisme undian.

Dalam sambutannya, Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Lampung Marindo Kurniawan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk penghargaan atas kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan daerah.

“Hari ini kita merayakan kesadaran dan kepatuhan masyarakat Lampung dalam membayar pajak kendaraan bermotor. Melalui Gebyar Samsat ini, pemerintah menyampaikan terima kasih kepada seluruh wajib pajak,” ujar Sekdaprov Marindo.

Ia menegaskan, pajak yang dibayarkan masyarakat akan kembali dalam bentuk pembangunan dan peningkatan pelayanan publik, mulai dari perbaikan infrastruktur hingga pelaksanaan program sosial. Menurutnya, kepatuhan membayar pajak merupakan salah satu kunci agar pembangunan Lampung terus berjalan berkelanjutan.

Lanjut, Sekdaprov Marindo juga menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor Tahun 2025. Tercatat sekitar 450.000 unit kendaraan memanfaatkan program tersebut.

Selain itu, melalui kebijakan pembebasan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) serta pembebasan pokok PKB bagi kendaraan mutasi masuk, sebanyak 8.000 unit kendaraan dari luar Provinsi Lampung kini resmi terdaftar dan berkontribusi terhadap pendapatan daerah.

“Ini menunjukkan bahwa kendaraan yang beroperasi di Lampung tidak hanya melintas, tetapi ikut berkontribusi bagi pembangunan daerah,” ujar Sekdaprov Marindo.

Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Lampung Slamet Riadi mengatakan, Gebyar Samsat bertujuan memberikan apresiasi kepada wajib pajak yang patuh, meningkatkan kesadaran masyarakat, serta mengoptimalkan penerimaan PKB sebagai salah satu sumber utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kegiatan ini juga untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap pelayanan Samsat yang transparan, akuntabel, dan profesional,” ujar Slamet.

Ia menjelaskan, peserta Gebyar Samsat adalah seluruh wajib pajak yang telah membayar PKB pada periode 1 Januari hingga 15 Desember 2025. Khusus hadiah paket umroh, peserta merupakan wajib pajak yang taat membayar PKB selama lima tahun berturut-turut, sedangkan hadiah sepeda motor diperuntukkan bagi wajib pajak yang patuh minimal tiga tahun berturut-turut.

Menurut Slamet, proses pengundian dilakukan secara terbuka dan transparan menggunakan sistem komputer acak serta disaksikan oleh pihak terkait untuk menjamin keadilan bagi seluruh peserta.

Adapun rangkaian Gebyar Samsat 2025 meliputi sosialisasi program, pengumpulan dan verifikasi data peserta dari seluruh Samsat, pelaksanaan pengundian, serta penetapan dan pengumuman pemenang.

Selain sebagai ajang pemberian penghargaan, Gebyar Samsat diharapkan dapat meningkatkan pemahaman masyarakat bahwa pajak kendaraan bermotor memiliki manfaat langsung bagi pembangunan infrastruktur, peningkatan layanan publik, dan kesejahteraan masyarakat Lampung.

Berikut daftar nama pemenang:

  1. Umroh

– Wasno, BE 2069 GMQ

– Khoirul Anam, BE 2898 NAK

– Tupadi, BE 6795 QP

– Purwanto, BE 4270 JF

– Triyanto, BE 4009 HH

  1. Sepeda Motor

– Suryanto, BE 6971 OB

– Rayendra Puja Kusuma, BE 8268 AJ

– Orvin Saputra, BE 1423 AAK

– Roni Hidayat, BE 8096 NBB

– Anang Ma’ruf, BE 2246 DBL

  1. Sepeda

– Alyafi’i, BE 2532 DCW

– Titin Yeni, BE 3390 ZQ

– Satwari Lisa Yanti, BE           1680 KN

– Purwono, BE 2829 GDD

  1. Televisi

– Rasmi, BE 2715 GCZ

– Suryo Wiyoto, BE 3610 TM

– Chinara Dava Aulia, BE 2770 AIY

  1. Kulkas

– Watna Wati, BE2166 U

– Hardi, BE 3997 FB

– Kambari, BE 1411 GV

  1. Magicom

– Sudarman, BE 6284 RQ

– Mar’an, BE 5171 BP

– Atma Yadi, BE 2560 RR

– Ziko Tresna Wilangga, BE 2536 GAF

– Sunardi, BE 1790 NR

  1. Dispenser

– Dwi Nurani, BE 4538 CE

– Imam Asngari, BE 2635 TA

– H. Doddy S Sarbini, BE 1697 BM

– Gawan Pratikno, BE 2446 ACA

– Andrianto Wijaya, BE 2837 AAE

  1. Kipas Angin

– PT Fastrata Buana, BE 1916 AMY

– Ahmad Yusron Al Hadi, BE 2426 UAD

– Intan Elisa Putri, BE 1775 ANK

– Fendi Yusuf, BE 1564 AMC

– Linyuk Pung, BE 3686 AC

Hadir Bersama Gubernur Banten: Rakor Percepatan Legalisasi Aset Situ

BANTEN -(deklarasinews.com)- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang mengikuti Rapat Koordinasi Pembentukan Tim Pelaksanaan Percepatan Persertipikatan Hak Atas Tanah Situ Provinsi Banten.

Rapat ini menjadi momentum penyatuan visi antara jajaran Kementerian ATR/BPN dengan Pemerintah Daerah. Turut hadir Gubernur Banten, Setda Banten, Kepala BPKAD Banten, serta Kepala Dinas PUPR Banten untuk membahas strategi teknis percepatan sertipikasi.

Fokus utama kami adalah memastikan inventarisasi dan identifikasi lahan Situ berjalan lancar, sehingga sertipikat dapat segera diterbitkan sebagai bukti hak yang kuat bagi Pemerintah Daerah.

Sinergi untuk melayani, profesional, terpercaya.

Hari Ibu ke-97 Tahun 2025: Ketua TP-PKK Ibu Purnama Wulan Sari Mirza Ziarah Makam Pahlawan dan Tabur Bunga di Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua TP-PKK Provinsi Lampung Ibu Purnama Wulan Sari Mirza mengikuti Ziarah Makam Pahlawan dan Tabur Bunga dalam rangka memperingati Hari Ibu ke-97 Tahun 2025 yang berlangsung khidmat di Taman Makam Pahlawan (TMP) Tanjung Karang, Bandar Lampung, Senin (16/12/2025).

Kegiatan ini merupakan bentuk penghormatan dan penghargaan atas jasa para pahlawan bangsa yang telah berjuang demi kemerdekaan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, sekaligus menjadi momentum refleksi atas peran penting perempuan dan ibu dalam pembangunan bangsa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara penghormatan kepada arwah para pahlawan yang diinspekturi oleh Ketua  Cabang 3 Daerah Kodaeral III Gabungan Jalasenastri Koarmada RI Nuke Krido Satrio.

Dilanjutkan dengan peletakan karangan bunga di tugu TMP, serta dilanjutkan dengan tabur bunga di pusara para pahlawan.

Peringatan Hari Ibu menjadi pengingat akan kontribusi besar perempuan, khususnya para ibu, dalam membangun keluarga yang berkualitas serta mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Melalui momentum ini, TP-PKK Provinsi Lampung diharapkan dapat terus mendorong semangat keteladanan, pengabdian, serta peran aktif perempuan dan ibu dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.

Kegiatan ziarah tersebut turut dihadiri oleh Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Lampung Agnesia Bulan Marindo, Kadis PPPA Hanita Farial, jajaran pengurus TP-PKK Provinsi Lampung, Bhayangkari, Persit, Jalasenastri, PIA serta perwakilan organisasi perempuan lainnya di Provinsi Lampung.

 

25 Kategori Penghargaan, Baznas Palembang Perkuat Ekosistem Zakat Lewat Award 2025

‎PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Palembang kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam memperkuat tata kelola zakat dengan menggelar Baznas Kota Palembang Award 2025. Ajang apresiasi tahunan ini menjadi momentum penting untuk memberikan penghargaan kepada para penggerak zakat yang selama ini berkontribusi aktif dan konsisten dalam mendukung penghimpunan serta pendistribusian zakat di Kota Palembang.

‎‎Kegiatan tersebut berlangsung khidmat di Ruang Parameswara, Senin (15/12/2025), dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan zakat, mulai dari unsur pemerintah daerah, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), Unit Pengumpul Zakat (UPZ), hingga para mitra dan tokoh masyarakat.

‎Dalam acara tersebut, Baznas Kota Palembang memberikan penghargaan kepada 42 UPZ dan individu yang dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam pengelolaan zakat. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi atas peran nyata mereka dalam mendorong optimalisasi zakat untuk kesejahteraan masyarakat.

‎‎Penghargaan Baznas Award 2025 dibagi ke dalam 25 kategori, yang mencerminkan beragam peran dan inovasi dalam pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Adapun kategori penghargaan tersebut meliputi:

‎‎1. Tokoh Penggerak Zakat ASN

‎2. Tokoh Masyarakat Gemar Sedekah

‎3. Mitra Sinergi Baznas Kota Palembang Terbaik

‎4. UPZ Bank Partisipasi Terbaik

‎5. Konten Kreator Pendukung Baznas Terbaik

‎6. Presenter Pendukung Baznas Terfavorit

‎7. Muzaki Perorangan Terbaik

‎8. Pimpinan OPD Koordinasi Terbaik

‎9. UPZ Instansi Vertikal Terbaik

‎10. UPZ BUMD Pendukung Program Terbaik

‎11. UPZ OPD dengan Pengumpulan Terbaik

‎12. UPZ OPD dengan Partisipasi Sosial dan Kemanusiaan Terbaik

‎13. UPZ OPD Pelaporan Terbaik

‎14. UPZ Masjid Inspiratif

‎15. Amil UPZ OPD Terbaik

‎16. UPZ Sekolah Terbaik

‎17. Perusahaan Pendukung Terbaik

‎18. UPZ Masjid Terbaik Pengguna Aplikasi Menara Masjid

‎19. UPZ OPD dengan Laporan dan Tata Kelola Terbaik

‎20. UPZ OPD Terinspiratif dalam Gerakan Zakat ASN

‎21. UPZ OPD dengan Inovasi Pengumpulan ZIS Terbaik

‎22. Koordinasi UPZ Teladan

‎23. Camat Koordinasi Terbaik

‎24. UPZ Kelurahan dengan Respon Terbaik

‎25. Muzaki Terbaik dengan Kantor Digital

‎‎Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palembang, Aprizal Hasyim, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya Baznas Kota Palembang Award 2025. Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghargaan sekaligus motivasi bagi UPZ dan seluruh penggerak zakat agar terus berperan aktif dalam mendukung program-program sosial dan kemasyarakatan.

‎‎“Baznas merupakan mitra strategis Pemerintah Kota Palembang dalam mendukung berbagai program unggulan Wali Kota dan Wakil Wali Kota, khususnya yang berkaitan dengan pemberdayaan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Aprizal.

‎‎Ia berharap, ke depan pengelolaan zakat tidak hanya dipahami sebagai aktivitas sosial semata, tetapi juga sebagai instrumen strategis dalam menciptakan kesejahteraan yang inklusif dan berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat.

‎‎Sementara itu, Ketua Baznas Kota Palembang, Ridwan Nawawi, menyampaikan rasa terima kasih atas kepercayaan yang terus diberikan para muzaki kepada Baznas Palembang. Menurutnya, kepercayaan tersebut merupakan amanah besar yang harus dijaga dengan profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas.

‎‎Ridwan mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 Baznas Kota Palembang berhasil menghimpun zakat dengan rata-rata lebih dari Rp1 miliar per bulan, yang sebagian besar bersumber dari Aparatur Sipil Negara (ASN) serta para muzaki lainnya.

‎‎“Baznas Award ini merupakan agenda rutin sebagai bentuk penghargaan kepada para penggerak dan mitra zakat yang telah berkontribusi nyata. Kami mengucapkan selamat kepada seluruh penerima penghargaan. Bagi yang belum, semoga dapat menyusul pada tahun mendatang,” pungkasnya.

‎‎Dengan terselenggaranya Baznas Kota Palembang Award 2025, Baznas berharap sinergi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat dalam gerakan zakat semakin menguat, sehingga manfaat zakat dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat yang membutuhkan. (Ning)

Go-Export Diluncurkan! Jurus Baru Sumsel Amankan Ekspor dan Tingkatkan Kesejahteraan Petani

‎PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Pemprov Sumsel) terus menunjukkan keseriusannya dalam memperkuat daya saing ekspor daerah. Salah satu langkah strategis yang diambil adalah dengan meluncurkan Aplikasi Go-Export, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memperkuat sistem ketelusuran (traceability) ekspor komoditas unggulan sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan petani dan pelaku usaha.

‎Peluncuran aplikasi Go-Export tersebut dilakukan bertepatan dengan kegiatan pelepasan ekspor komoditas unggulan Sumatera Selatan di Pelabuhan Boom Baru Palembang, Senin (15/12/2025). Acara ini turut dihadiri Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, jajaran Pemprov Sumsel, serta para pemangku kepentingan di sektor ekspor dan perdagangan.

‎‎Kepala Badan Karantina Indonesia, Sahat M. Panggabean, dalam sambutannya menegaskan bahwa penerapan sistem ketelusuran melalui aplikasi Go-Export merupakan jawaban atas tuntutan pasar global yang semakin ketat. Menurutnya, negara tujuan ekspor kini tidak hanya menilai produk dari sisi kuantitas, tetapi juga menuntut jaminan kualitas, keamanan, transparansi, serta keberlanjutan proses produksi.

‎“Melalui sistem ketelusuran yang terintegrasi, seluruh rantai pasok komoditas ekspor dapat ditelusuri dengan jelas, mulai dari sumber bahan baku hingga produk siap dikirim. Jika terjadi permasalahan, intervensi bisa dilakukan dengan cepat dan tepat,” ujar Sahat.

‎‎Ia menambahkan, Sumatera Selatan diproyeksikan menjadi provinsi percontohan nasional dalam penerapan sistem ketelusuran ekspor berbasis digital. Ke depan, sistem yang diterapkan melalui Go-Export ini diharapkan dapat direplikasi oleh provinsi lain di Indonesia.

‎‎Tak hanya itu, Sahat juga menilai penerapan Go-Export memiliki potensi besar dalam memutus mata rantai perdagangan yang selama ini kerap merugikan produsen di tingkat bawah. Dengan data yang transparan dan terintegrasi, posisi tawar petani dan pelaku usaha kecil dinilai akan semakin kuat.

‎‎Sementara itu, Gubernur Sumatera Selatan Dr. H. Herman Deru menekankan bahwa ekspor tidak semata-mata berbicara soal nilai transaksi dan volume pengiriman. Lebih dari itu, ekspor harus memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat yang terlibat di sepanjang rantai produksi.

‎‎“Ekspor bukan hanya urusan eksportir. Di dalamnya ada petani, pekebun, nelayan, buruh, hingga pekerja lapangan yang menggantungkan hidupnya. Inilah kinerja komprehensif yang harus kita bangun bersama,” tegas Herman Deru.

‎‎Ia mengingatkan agar aplikasi Go-Export tidak berhenti sebatas seremoni peluncuran semata. Menurutnya, keberhasilan inovasi digital sangat ditentukan oleh implementasi nyata di lapangan serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.

‎‎“Saya minta aplikasi ini benar-benar digunakan, disosialisasikan secara masif, dan dimanfaatkan oleh semua pihak terkait. Jangan hanya bagus saat peluncuran, tapi harus berdampak langsung bagi masyarakat,” ujarnya.

‎‎Penjelasan teknis terkait aplikasi Go-Export disampaikan oleh Kepala Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan, Drh. Sri Endah Ekandari. Ia mengungkapkan bahwa aplikasi ini memuat berbagai data penting, mulai dari identitas eksportir, asal bahan baku, lokasi gudang, hingga sistem barcode yang terintegrasi dengan dokumen persyaratan ekspor.

‎‎“Dengan sistem ini, proses pengawasan menjadi lebih efektif dan efisien, sekaligus memberikan kepastian data yang dibutuhkan oleh negara tujuan ekspor,” jelasnya.

‎‎Sri Endah juga menyoroti potensi besar Sumatera Selatan sebagai daerah penghasil komoditas ekspor. Saat ini, Sumsel menyumbang sekitar 27 persen produksi kopi nasional dan tercatat sebagai daerah pertama yang melakukan ekspor kopi liberika dari Kabupaten Lahat. Meski demikian, tantangan ekspor ke depan tidak hanya terletak pada peningkatan kuantitas, tetapi juga pada aspek keberlanjutan dan peningkatan kesejahteraan pekebun.

‎‎Pada tahap awal, aplikasi Go-Export baru mencakup tiga komoditas utama, yakni kopi, paha kodok, dan santan. Namun, ke depan aplikasi ini diharapkan dapat dikembangkan lebih luas, mencakup lebih banyak komoditas unggulan, serta terhubung dengan data ekspor nasional hingga kabupaten dan kota di Sumatera Selatan.

‎Sebagai penutup rangkaian kegiatan, dilakukan pelepasan ekspor perdana 21 ton Crude Palm Oil (CPO) tujuan Malaysia dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp2,4 miliar. Selain itu, Pemprov Sumsel juga menandatangani nota kesepahaman kerja sama dengan Universitas MDP, sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan inovasi dan penguatan ekosistem digital daerah.

‎‎Melalui peluncuran Go-Export, Pemprov Sumsel berharap dapat memperkuat posisi daerah sebagai pemain strategis dalam perdagangan global, sekaligus memastikan bahwa manfaat ekspor benar-benar dirasakan hingga ke tingkat petani dan pelaku usaha lokal. (Ning)

Natal GKPMI El Shaddai Serui, Momentum Memperkuat Kasih Persaudaraan

SERUI -(deklarasinews.com)- Perayaan Natal menjadi momentum penting untuk mempererat kasih persaudaraan di tengah kehidupan bergereja dan bermasyarakat. Hal inilah yang tercermin dalam Ibadah Perayaan Natal Jemaat Gereja Kalvari Pentakosta Misi Indonesia (GKPMI) Jemaat El Shaddai Serui Kota yang berlangsung dengan penuh khidmat dan sukacita.

Perayaan Natal jemaat tersebut mengusung tema “Peliharalah Kasih Persaudaraan” yang terambil dari Kitab Ibrani 13:1. Tema ini mengajak seluruh jemaat untuk terus memelihara hubungan kasih yang tulus sebagai wujud iman kepada Tuhan Yesus Kristus.

Ibadah Natal dipimpin oleh Gembala Jemaat GKPMI El Shaddai Serui Kota, Pdt. Yohanes Menanti. Dalam khotbahnya, ia menegaskan bahwa kasih persaudaraan yang sejati tidak terbatas pada hubungan darah semata, melainkan hubungan rohani antar sesama orang percaya yang hidup dalam kehendak Tuhan.

“Kasih persaudaraan yang paling kuat adalah hubungan saudara di dalam Tuhan. Kita semua dituntut untuk menjaga dan memelihara tali kasih persaudaraan, karena kasih itu tumbuh ketika kita sama-sama mengasihi Tuhan,” ungkap Pdt. Yohanes Menanti dalam khotbahnya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kepulauan Yapen, Sony Arnold Woria, menyampaikan bahwa tema Natal yang diangkat sejalan dengan semangat pemerintah daerah dalam membangun kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

Melalui momentum Natal ini, pemerintah daerah mengajak seluruh warga jemaat untuk terus meningkatkan tali kasih persaudaraan antar sesama, sehingga nilai-nilai kekeluargaan dapat terus terpelihara sebagai modal kekuatan dalam membangun Kabupaten Kepulauan Yapen.

Lebih lanjut disampaikan, pemerintah daerah berharap gereja dapat terus berperan sebagai mitra strategis yang proaktif dalam membina umat dan masyarakat, serta mendukung visi dan misi Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai “Rumah Kita yang Berkeadilan, Unggul, dan Sejahtera.”

Bupati Yapen Lepas Tim Survei KKP–IPB untuk Validasi Calon Kampung Nelayan Merah Putih

NUSAWANI -(deklarasinews.com)— Tim surveior dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) turun langsung ke Kabupaten Kepulauan Yapen, Papua, untuk melakukan verifikasi dan validasi lapangan terhadap sejumlah calon Kampung Nelayan Merah Putih yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Kegiatan tersebut diawali dengan pelepasan tim oleh Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, di Paradepi Kampung Turu, Distrik Yapen Selatan, Senin (15/12/2025). Setelah dilepas, tim langsung bergerak ke lapangan untuk mengecek kesiapan kampung-kampung nelayan yang diusulkan.

Benyamin mengatakan, survei lapangan dilakukan sebagai bagian dari tahapan penilaian pemerintah pusat sebelum menetapkan lokasi yang layak dikembangkan sebagai Kampung Nelayan Merah Putih. Ia menegaskan bahwa saat ini seluruh lokasi yang diusulkan masih berstatus calon dan memerlukan verifikasi menyeluruh.

“Tim turun langsung untuk melihat potensi perikanan, kesiapan masyarakat, serta dukungan infrastruktur dan lahan. Ini penting agar program nantinya benar-benar tepat sasaran,” ujar Benyamin.

Usai dilepas, tim melakukan validasi awal di Kampung Turu, kemudian melanjutkan kegiatan ke Kampung Umani, Distrik Nusawani, dengan didampingi Dinas Perikanan Kabupaten Kepulauan Yapen dan penyuluh perikanan lapangan.

Koordinator Survei Calon Kampung Nelayan Merah Putih di Kepulauan Yapen, Januar Putra, menjelaskan bahwa kegiatan survei bertujuan untuk mencocokkan data yang diajukan pemerintah daerah dengan kondisi riil di lapangan. Sejumlah aspek yang dicek antara lain kondisi sosial ekonomi nelayan, potensi sumber daya perikanan, ketersediaan lahan, aksesibilitas wilayah, serta dukungan masyarakat dan pemerintah kampung.

“Kami melakukan pengecekan langsung di lapangan untuk memastikan data yang diusulkan sesuai dengan kondisi sebenarnya,” kata Januar.

Di Kampung Umani, tim surveior disambut prosesi adat  oleh Pemerintah Distrik Nusawani, aparat kampung, serta masyarakat setempat. Kepala Distrik Nusawani, Elimas Olifans Ayeri, menyampaikan dukungan masyarakat terhadap rencana pengembangan calon Kampung Nelayan Merah Putih di wilayahnya. Dukungan tersebut ditunjukkan dengan penyerahan surat pelepasan tanah sebagai bagian dari kesiapan kampung.

Setelah dari Distrik Nusawani, tim akan melanjutkan survei ke sejumlah kampung lain yang diusulkan, di antaranya Kampung Sere-sere di Distrik Yapen Timur, Kampung Barawai di Distrik Raimbawi, serta Kampung Andasaria di Distrik Kepulauan Kurudu.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan kebijakan pemerintah pusat untuk memperkuat sektor kelautan dan perikanan berbasis masyarakat. Program ini mencakup penataan kawasan nelayan, peningkatan produktivitas, serta penguatan kelembagaan ekonomi yang direncanakan terintegrasi dengan Koperasi Merah Putih. Penetapan lokasi akan dilakukan setelah seluruh tahapan verifikasi dan validasi selesai. (GM)

Dorong Profesionalisme Pemandu Lokal, Dinas Pariwisata Yapen Latih 40 Peserta Wisata Outbound

SERUI —(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen melalui Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga menggelar Pelatihan Pemandu Wisata Outbound sebagai upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia pariwisata di daerah tersebut. Kegiatan ini berlangsung di Aula Hotel Merpati Serui, Senin (15/12/2025).

Pelatihan diawali dengan doa bersama dan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Kegiatan kemudian dibuka secara simbolis melalui penabuhan tifa bersama oleh Asisten I Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen Yohanes Matayane, Wakil Ketua III DPRK Kepulauan Yapen Bernard Worumi, Ketua DPD Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Provinsi Papua Simson Nicky Mehue, serta Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Yapen Nikolas Imbiri. Pembukaan dilanjutkan dengan penyematan kartu tanda peserta.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari tingkat provinsi, yakni Simson Nicky Mehue, Ketua DPD HPI Provinsi Papua sekaligus Koordinator Wilayah DPP HPI Pusat untuk enam provinsi. Materi yang diberikan meliputi teknik dan perilaku pemandu wisata (guiding technique and tour conducting), yang menekankan profesionalisme, etika, serta keselamatan wisatawan.

Kepala Dinas Pariwisata Kepulauan Yapen Nikolas Imbiri menjelaskan, pelatihan ini dilaksanakan berdasarkan program dan anggaran dinas yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2024, dengan pelaksanaan kegiatan pada tahun 2025.

“Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas pengelola dan pemilik destinasi wisata agar mampu berperan sebagai pemandu wisata outbound, terutama untuk kegiatan wisata di ruang terbuka yang menuntut kesiapan fisik, kerja sama tim, dan pemahaman keselamatan,” ujar Nikolas.

Pelatihan berlangsung selama tiga hari dan diikuti oleh 40 peserta yang berasal dari berbagai distrik, di antaranya Distrik Pulau Kurudu, Yapen Timur, Teluk Ampimoi, Kepulauan Ambai, Angkaisera, Yapen Selatan, Yawakukat, Anoterei, Kosiwo, dan Yapen Barat.

Menurut Nikolas, wisata outbound dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan di Kepulauan Yapen yang memiliki bentang alam alami dan menantang. “Melalui pelatihan ini, kami berharap pengelola destinasi memiliki keterampilan memadai untuk mendampingi wisatawan secara aman dan profesional,” katanya.

Sementara itu, Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy dalam sambutan tertulis yang dibacakan oleh Asisten I Sekda Yohanes Matayane menekankan bahwa pelatihan ini harus ditindaklanjuti dengan implementasi nyata di lapangan.

Asisten I juga mengajak pemanfaatan media sosial dan platform digital sebagai sarana promosi pariwisata yang efektif dan berbiaya rendah. Konten promosi, menurutnya, perlu dikemas secara kreatif dan positif agar mampu menjangkau wisatawan secara lebih luas.

Selain itu, keterlibatan masyarakat lokal dinilai penting agar pengembangan pariwisata memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta pertumbuhan usaha kecil dan menengah di daerah.

“Outbound memang belum terlalu familiar di Kepulauan Yapen, namun jika dikemas dengan baik, kegiatan ini berpotensi menjadi daya tarik baru dan memberikan manfaat ekonomi yang signifikan,” Jelas Asisten I saat membacakan sambutan Bupati

Pelatihan ini dilaksanakan dalam dua sesi, yakni penyampaian materi di dalam ruangan dan praktik langsung di luar ruangan. Pemerintah daerah berharap kegiatan ini dapat melahirkan pemandu wisata outbound yang profesional dan menjadi ujung tombak pengembangan pariwisata di Kabupaten Kepulauan Yapen. (GM)

 

Dorong Transformasi Ekonomi Kampung, Tiga BUMDes di Yapen Terima Bantuan RITD Program TEKAD

SERUI -(deklarasinews.com)— Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyalurkan Dana Bantuan Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) dalam rangka Program Transformasi Ekonomi Kampung Terpadu (TEKAD) Tahun 2025 kepada tiga Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan total nilai Rp1,2 miliar, Senin (15/12/2025).

Program TEKAD merupakan program strategis nasional hasil kerja sama antara Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) dengan International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program ini didanai melalui pembiayaan IFAD dan pendanaan Pemerintah Indonesia, yang bertujuan mendorong transformasi ekonomi kampung berbasis potensi lokal di wilayah timur Indonesia.

Kegiatan penyerahan dana RITD tersebut dilaksanakan setelah arahan Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Kepulauan Yapen, Oktovianus Ayorbaba, dalam Apel Pagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di halaman Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen.

Apel pagi diikuti oleh jajaran pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), pejabat struktural, serta ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen. Dalam arahannya, Ayorbaba menekankan pentingnya disiplin, kesiapan kerja, dan komitmen ASN, khususnya menjelang akhir tahun anggaran, agar seluruh perangkat daerah tetap fokus dan bekerja sesuai ketentuan.

Usai arahan tersebut, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen menyerahkan dana RITD kepada tiga BUMDes, masing-masing sebesar Rp400 juta, yakni BUMDes Minuai Mandiri Kampung Aisau Distrik Raimbawi, BUMDes Mamai Makmur Kampung Sarawandori I Distrik Kosiwo, dan BUMDes Norei Jaya Kampung Kainui II Distrik Angkaisira.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Kepulauan Yapen, Jan Lermatan, menjelaskan bahwa Program TEKAD dilaksanakan di sembilan provinsi di kawasan timur Indonesia dengan cakupan 25 kabupaten/kota, meliputi Papua, Maluku, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur.

“Di Provinsi Papua, yang masuk dalam lokus Program TEKAD yaitu Kabupaten Kepulauan Yapen, Sarmi, Keerom, dan Kabupaten Jayapura,” jelas Jan Lermatan.

Ia menambahkan, sasaran utama program ini adalah pengembangan ekonomi lokal dan potensi kampung yang dilaksanakan secara bertahap. Pada tahun 2023, sebanyak 29 kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen telah menerima bantuan tahap awal berupa demplot, masing-masing senilai Rp400 juta per kampung.

Memasuki tahun 2025, program meningkat ke tahap Rumah Inovasi Teknologi Desa (RITD) yang dikelola langsung oleh BUMDes sebagai penggerak ekonomi kampung. Apabila pelaksanaan RITD berjalan baik, program ini akan dilanjutkan dengan skema dana investasi desa pada tahun berikutnya.

Jan Lermatan menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat, Kemendes PDTT, IFAD, serta Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen, khususnya Bupati Kepulauan Yapen, atas dukungan terhadap keberlanjutan Program TEKAD di daerah tersebut.

Ia berharap bantuan RITD dapat dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan bertanggung jawab oleh pengelola BUMDes, sehingga benar-benar berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kampung di Kabupaten Kepulauan Yapen. (GM)

Lampung Raih Penghargaan Adiwiyata Mandiri Dan Adiwiyata Nasional 2025

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Provinsi Lampung kembali menorehkan prestasi di bidang lingkungan hidup dengan meraih 4 penghargaan Adiwiyata Tahun 2025. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) kepada perwakilan sekolah di Gedung Sasono Utomo, Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta (11/12/2025).

Tiga sekolah di Lampung berhasil meraih penghargaan Adiwiyata Mandiri, yaitu MIN 1 Lampung Barat, SDN 1 Purajaya Kabupaten Lampung Barat, dan UPT SMPN 4 Pringsewu Kabupaten Pringsewu. Sementara itu, SDN 1 Merbau Mataram Kabupaten Lampung Selatan meraih penghargaan Adiwiyata Nasional.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH, dalam sambutannya, mengapresiasi para penerima penghargaan dan berharap mereka dapat terus memperkuat pendidikan lingkungan hidup di sekolah dan masyarakat. “Kami berharap para penerima penghargaan dapat menjadi contoh bagi sekolah lain dan terus melaksanakan gerakan peduli dan berbudaya lingkungan hidup,” ujarnya.

Penghargaan Adiwiyata Tahun 2025 diberikan kepada 258 Sekolah Adiwiyata Mandiri dan 721 Sekolah Adiwiyata Nasional di seluruh Indonesia. Provinsi Lampung sendiri telah menerima 3 penghargaan Adiwiyata Mandiri dan 1 penghargaan Adiwiyata Nasional.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung Risky Sofian, dalam kesempatan tersebut, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian ini. “Kami berharap prestasi ini dapat menjadi motivasi bagi sekolah lain di Lampung untuk terus meningkatkan kualitas lingkungan hidup dan meraih prestasi di bidang lingkungan,” katanya.(Red)