Bupati Parosil Terima Kunjungan JMSI Lampung, Perkuat Sinergi Pemerintah dan Media Siber

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menerima kunjungan pengurus Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Lampung yang dipimpin Ketua JMSI, Achmad Novriwan, bersama lima anggotanya di Lamban (Rumah) Dinas Bupati, Pekon Kubu Perahu, Kecamatan Balik Bukit, Sabtu (4/7/2026).

Pertemuan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus mempererat hubungan antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dengan insan pers, khususnya media siber yang tergabung dalam JMSI.

Dalam kesempatan itu, Ketua JMSI Provinsi Lampung, Achmad Novriwan, memperkenalkan organisasi yang dipimpinnya.

Ia menjelaskan, JMSI merupakan organisasi perusahaan media siber yang anggotanya berasal dari badan usaha media dan diwakili oleh komisaris atau direktur.

“Kita adalah JMSI. Anggotanya bukan perseorangan, tetapi badan usaha media yang diwakili komisaris atau direktur. Saat ini jumlah anggota di Provinsi Lampung mencapai 115 perusahaan media,” ujarnya.

Achmad berharap JMSI nantinya juga dapat terbentuk di Kabupaten Lampung Barat sehingga bisa ikut berkontribusi melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.

“Harapannya JMSI bisa terbentuk di Lampung Barat dan dapat memberikan kontribusi dengan bekerja sama bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Barat,” katanya.

Sementara itu, Bupati Parosil Mabsus menyambut baik kunjungan tersebut. Menurutnya, silaturahmi seperti ini penting untuk membangun komunikasi yang baik antara pemerintah daerah dan media.

“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada jajaran JMSI. Mudah-mudahan kita bisa membangun kerja sama yang baik antara Pemerintah Daerah Lampung Barat dan JMSI,” ujar Parosil.

Ia menilai media memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pembangunan daerah, terutama media siber yang saat ini memiliki jangkauan informasi yang luas dan cepat.

“Peran media sangat strategis untuk mendukung pemerintah, apalagi media siber kekuatannya sangat besar sehingga perlu kita bangun kedekatannya,” jelasnya.

Parosil juga berharap JMSI dapat terus mendukung berbagai program pembangunan di Lampung Barat melalui penyampaian informasi yang objektif dan membangun.

“Pada prinsipnya, kami tidak melihat dari organisasinya saja, tetapi bagaimana komunikasi yang baik serta peran media dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.

Dalam nuansa keakraban, Bupati Parosil turut memperkenalkan sejarah, kultur, dan budaya Lampung Barat, sekaligus memaparkan berbagai program pembangunan yang tengah dijalankan oleh Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

Pada pertemuan tersebut, Bupati Parosil didampingi sejumlah kepala perangkat daerah terkait.(nsr)

340 Guru dan Kepala Sekolah Ikuti Seminar, Bupati Parosil Perkuat Kolaborasi dengan FKIP Unila

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas di bidang pendidikan.

Salah satunya melalui Seminar Nasional Pendidikan bertajuk “Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan” yang digelar di Lamban Gedung Pancasila, Kelurahan Way Mengaku, Kecamatan Balik Bukit, pada Sabtu (4/7/2026).

Kegiatan yang merupakan hasil kerja sama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Lampung Barat dengan Magister Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung (Unila) itu diikuti sebanyak 340 peserta, terdiri dari guru, kepala sekolah, dosen, serta insan pendidikan lainnya.

Sebanyak 257 peserta hadir langsung, sementara 83 peserta mengikuti secara daring.

Seminar tersebut dihadiri langsung Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus, Wakil Bupati Lampung Barat, Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., Koordinator Prodi Magister Administrasi Pendidikan Dr. Handoko, S.T., M.Pd., jajaran perangkat daerah, kepala sekolah dan guru dari 15 Kecamatan yng ada di Lampung Barat, dosen, serta para pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Dalam sambutannya, Bupati Parosil Mabsus mengapresiasi FKIP Universitas Lampung yang telah berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menyelenggarakan seminar nasional tersebut.

Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi langkah penting dalam mencetak pemimpin-pemimpin pendidikan yang berkualitas.

“Seminar seperti ini bukan hanya menjadi tempat berbagi ilmu, tetapi juga menjadi wadah untuk mempersiapkan kepala sekolah dan guru yang memiliki jiwa kepemimpinan, mampu beradaptasi dengan perubahan, serta memiliki integritas dalam memajukan dunia pendidikan,” ujar Parosil.

Parosil juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menempatkan sektor pendidikan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan.

Hal itu dibuktikan dengan alokasi anggaran pendidikan yang mencapai sekitar 36 persen dari APBD Lampung Barat.

Anggaran tersebut diwujudkan melalui berbagai program strategis, seperti pemberian beasiswa bagi peserta didik hingga penyediaan seragam sekolah gratis.

Menurutnya, program-program tersebut merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Ia berharap seminar tersebut mampu melahirkan kepala sekolah yang visioner dan guru-guru yang terus meningkatkan kompetensi sehingga siap menjadi pemimpin pendidikan di masa mendatang.

Sementara itu, Wakil Dekan I FKIP Universitas Lampung, Dr. Riswandi, M.Pd., mengatakan bahwa pemimpin masa depan tidak hadir begitu saja, melainkan dibentuk melalui pendidikan karakter yang dimulai dari keluarga dan diperkuat di sekolah.

“Pemimpin masa depan tidak lahir dengan kebetulan, tetapi dibentuk melalui karakter. Pembentukan karakter yang utama berasal dari keluarga, kemudian diperkuat melalui pembelajaran di sekolah dan di kelas.

Guru-gurulah yang sesungguhnya menyusun cetak biru lahirnya para pemimpin masa depan,” kata Dr. Riswandi.

Menurutnya, guru memiliki peran besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki karakter, integritas, kreativitas, kemampuan beradaptasi, dan jiwa kepemimpinan.

Seminar itu menghadirkan narasumber Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., Dr. Atik Rusdiani, M.Pd.I., dan Dr. Siti Rahma Sari, M.Pd., dengan moderator Dr. Ujang Efendi, M.Pd.I.

Berbagai materi yang disampaikan membahas penguatan kepemimpinan pendidikan, inovasi pembelajaran, hingga strategi membangun ekosistem pendidikan yang mampu melahirkan generasi unggul.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama antara Pemerintah Kabupaten Lampung Barat dan FKIP Universitas Lampung yang ditandatangani langsung oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Dekan I FKIP Unila Dr. Riswandi, M.Pd., sebagai bentuk penguatan kerja sama dalam meningkatkan mutu pendidikan di Lampung Barat.(nsr)

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal Hadiri Pengukuhan Srikandi Jaga Desa

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang juga Ketua DPD ABPEDNAS Lampung menghadiri Acara pelantikan dan pengukuhan Dewan Pimpinan Pusat (DPP), Dewan Pimpinan Daerah (DPD), dan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Srikandi Jaga Desa se-Indonesia.

Pelantikan yang mengusung tema “Perempuan Berdaya, Desa Sejahtera” tersebut berlangsung di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7/2026).

Pelantikan kepengurusan Srikandi Jaga Desa tersebut dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo. Adapun yang menjadi Ketua Umum DPP Srikandi Jaga Desa, yakni Ella Nurlaela Tubagoes.

Untuk diketahui, Srikandi Jaga Desa merupakan organisasi sayap resmi dari Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (ABPEDNAS) yang dibentuk untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan dan tata kelola desa.

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo menyampaikan apresiasi kepada seluruh perempuan yang tergabung dalam Srikandi Jaga Desa atas dedikasi mereka dalam mendukung pembangunan desa.

Menurutnya, pelantikan pengurus Srikandi Jaga Desa berlangsung pada momentum yang tepat karena bertepatan dengan mulai dijalankannya berbagai program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Salah satu program yang menjadi perhatian pemerintah, jelas Hashim, adalah Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kualitas generasi muda, khususnya anak-anak di desa.

“Program-program pemerintah dengan tujuan mulia sudah mulai berjalan, salah satunya Program Makan Bergizi Gratis yang bertujuan menumbuhkan kesehatan anak-anak di desa-desa. Namun, jika pelaksanaannya tidak diawasi dan dibina dengan baik, hasilnya tentu tidak akan maksimal,” ujar Hashim.

Ia menegaskan bahwa setiap program pemerintah membutuhkan pengawasan bersama agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.

“Program yang tujuan mulia jangan sampai gagal karena lemahnya pengawasan. Mari kita kawal bersama agar setiap program berjalan sesuai harapan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat desa,” ujarnya.

Acara tersebut dihadiri Pendiri Srikandi Jaga Desa yang juga Utusan Khusus Presiden sekaligus Ketua Dewan Pembina Srikandi Jaga Desa, Hashim S. Djojohadikusumo, Ketua Umum ABPEDNAS, Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen (Jamintel) Kejaksaan Agung RI Prof. Dr. Reda Manthovani, para pejabat tinggi negara, serta jajaran pengurus ABPEDNAS dari berbagai daerah. (Red)

Dinas PU Bina Marga Kebut Pelebaran Jalan Kedungsalam Sampai JLS

MALANG -(deklarasinews.com)– Pelebaran ruas jalan yang menghubungkan Pertigaan Dawung, Dusun Salamrejo, Desa Kedungsalam, Kecamatan Donomulyo, hingga Jalur Lintas Selatan (JLS) segera tuntas. Proyek yang dikerjakan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga Kabupaten Malang itu kini memasuki tahap akhir penyelesaian.jumat, 03/07/26.

Ruas jalan tersebut merupakan salah satu akses strategis masyarakat menuju Jalur Lintas Selatan. Selama ini jalan dimanfaatkan untuk mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, aktivitas usaha, hingga mendukung akses menuju kawasan wisata.

Dengan pelebaran jalan, masyarakat berharap arus lalu lintas menjadi lebih lancar, aman, dan nyaman. Waktu tempuh diperkirakan lebih singkat sehingga mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah selatan Kabupaten Malang.

Respons positif pun datang dari warga Desa Kedungsalam. Mereka menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Malang, khususnya Dinas PU Bina Marga, yang telah merealisasikan pembangunan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Pelebaran jalan ini sangat bermanfaat karena akses menuju JLS menjadi lebih baik dan akan memperlancar aktivitas masyarakat. Semoga pembangunan seperti ini terus berlanjut,” ujar salah seorang warga.

Ucapan serupa juga disampaikan warga dalam bahasa Jawa sebagai bentuk penghormatan kepada pemerintah daerah.

“Matur suwun sanget nggih kagem Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang. Jalan Kedungsalam saking Dawung dumugi Jalur Lintas Selatan sampun meh rampung. Saiki langkung penak dipun lewati. Mugi tansah diparingi kelancaran lan berkah anggenipun ngladosi masyarakat.

Kepala Dinas PU Bina Marga Kabupaten Malang, Khoirul Isnaidi Kusuma, mengatakan pembangunan infrastruktur merupakan bagian dari pelayanan pemerintah kepada masyarakat. Menurut dia, pembangunan tidak hanya dilakukan di Kecamatan Donomulyo, tetapi juga hampir merata di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

“Kami berterima kasih atas kepercayaan masyarakat. Hingga saat ini capaian pembangunan infrastruktur di Kabupaten Malang telah mencapai sekitar 80 persen,” katanya.

Khoirul menambahkan, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berupa pelebaran dan peningkatan jalan. Pemkab Malang juga terus melaksanakan pembangunan dan rehabilitasi jembatan, pemeliharaan jalan, pembangunan drainase, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Dia berharap seluruh pembangunan tersebut dapat meningkatkan keselamatan pengguna jalan, memperkuat konektivitas antarwilayah, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Dengan progres yang hampir selesai, pelebaran Jalan Kedungsalam menuju Jalur Lintas Selatan diharapkan segera dapat difungsikan penuh sehingga manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.(YT)

Bupati Asahan Hadiri Peringatan HUT Ke-26 APKASI di Deli Serdang

DELI SERDANG -(deklarasinews.com)- Bupati Asahan menghadiri rangkaian peringatan HUT ke-26 Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) yang berlangsung pada tanggal 01 hingga 03 Juli 2026 di Kabupaten Deli Serdang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, serta diikuti oleh para Bupati dan Walikota se-Indonesia, Ketua TP PKK Kabupaten/Kota se-Indonesia. Turut mendampingi Bupati Asahan dalam kegiatan ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Asahan, Asisten Kesejahteraan Rakyat, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Asahan menyampaikan bahwa keikutsertaan Pemerintah Kabupaten Asahan dalam kegiatan APKASI merupakan wujud nyata komitmen untuk terus memperkuat kerja sama antardaerah, sekaligus meningkatkan kapasitas penyelenggaraan pemerintahan yang inovatif, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

“Melalui forum APKASI ini, kita dapat saling bertukar pengalaman serta berbagi praktik terbaik dalam penyelenggaraan pembangunan daerah. Sinergi yang terjalin diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi kemajuan Kabupaten Asahan, serta turut mendukung percepatan pembangunan nasional,” ujar Bupati Asahan.

Lebih lanjut disampaikan, melalui momentum peringatan HUT ke-26 APKASI ini, Pemerintah Kabupaten Asahan berharap hubungan antarkabupaten di seluruh Indonesia semakin erat. Hal ini dinilai penting untuk menciptakan kolaborasi yang produktif dalam mewujudkan pemerataan pembangunan, meningkatkan daya saing daerah, serta menghadirkan pelayanan publik yang semakin berkualitas bagi masyarakat luas.(Jun)

 

Gema HELAU Kembali Digelar, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Budaya Gotong Royong Bersihkan Wajah Kota Kalianda

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menunjukkan komitmennya dalam membangun budaya gotong royong dan kepedulian terhadap lingkungan melalui Gerakan Bersama (Gema) Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul (HELAU), Jumat (3/7/2026).

Aksi gotong royong massal yang melibatkan ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN) tersebut digelar serentak untuk menciptakan lingkungan yang bersih, tertata, dan nyaman sebagai bagian dari upaya mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang HELAU.

Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin bulanan ini difokuskan pada empat zona utama di wilayah Kota Kalianda yang merupakan wajah ibu kota kabupaten. Zona pertama meliputi ruas Jalan Tugu Adipura atau Tugu Perahu Lapangan Korpri hingga Simpang Hotel Beringin. Zona kedua dimulai dari Lampu Merah Tugu Radin Intan sampai Simpang Hotel Beringin.

Zona ketiga menyasar kawasan Simpang Sinar Laut hingga Simpang Pantai Bintaro. Sementara zona keempat mencakup Simpang Pos Polisi Turjawali Masjid Agung Kalianda sampai Gerbang Kantor Bupati Lampung Selatan.

Sejak pukul 07.30 WIB, ratusan ASN tampak bergotong royong membersihkan berbagai titik di sepanjang ruas jalan protokol. Mereka menyapu sampah, membersihkan rumput liar, memangkas ranting pohon yang berpotensi mengganggu keselamatan pengguna jalan, serta menata lingkungan agar terlihat lebih rapi dan asri.

Asisten Bidang Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Edy Firnandi, yang memimpin kegiatan di salah satu lokasi, mengatakan bahwa Gema HELAU merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menumbuhkan semangat gotong royong di kalangan ASN.

“Hari ini fokus pembersihan dilakukan di ruas-ruas jalan protokol yang telah dibagi ke masing-masing kelompok kerja,” ujar Edy Firnandi di sela kegiatan.

Menurut Edy, menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Oleh karena itu, melalui Gema HELAU, Pemkab Lampung Selatan mengajak masyarakat untuk membiasakan hidup bersih, salah satunya dengan tidak membuang sampah sembarangan.

“Manfaatkan tempat sampah yang telah disediakan. Mudah-mudahan Kabupaten Lampung Selatan semakin maju dan semakin HELAU,” katanya.

Senada dengan itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, M. Darmawan, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan kebersihan lingkungan sebagai budaya bersama yang terus dipelihara.

“Kami berharap semangat gotong royong ini dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Mari Bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan tidak membuang sampah plastik sembarangan, sehingga Kabupaten Lampung Selatan menjadi daerah yang bersih, indah, sehat, dan nyaman untuk semua,” ujar M. Darmawan.

Melalui pelaksanaan Gema HELAU secara berkelanjutan, Pemkab Lampung Selatan berharap budaya gotong royong semakin mengakar di tengah masyarakat, kepedulian terhadap lingkungan terus meningkat, serta partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan semakin kuat. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen bersama untuk mewujudkan Kabupaten Lampung Selatan yang bersih, indah, maju, dan berkelanjutan.

 

Pemprov Lampung Tegaskan Komitmen Dukung Pelestarian Budaya Melalui Pesenggiri Festival 2026

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan komitmennya dalam melestarikan dan mengembangkan kebudayaan daerah melalui dukungan terhadap berbagai festival, salah satunya penyelenggaraan Pesenggiri Festival 2026 yang menjadi ruang pelestarian warisan budaya sekaligus penggerak pariwisata dan ekonomi kreatif.

Komitmen tersebut disampaikan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, saat menghadiri pembukaan Pesenggiri Festival 2026 di Lampung Marriott Resort & Spa, Pesawaran, Jumat (3/7/2026).

Festival bertema “Spice, Heritage & Harmony” itu berlangsung pada 3-5 Juli 2026 dan turut dihadiri Wakil Menteri Kebudayaan, Giring Ganesha.

Wagub Jihan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan festival, khususnya The Hurun Lampung yang dinilai berhasil memadukan pembangunan kawasan wisata dengan pelestarian lingkungan dan kebudayaan.

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, kami mengucapkan terima kasih atas terselenggaranya Pesenggiri Festival. Ini menjadi bukti bahwa pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan pembangunan, pariwisata, dan pelestarian lingkungan,” ujar Jihan.

Menurutnya, kehadiran Wakil Menteri Kebudayaan menjadi bentuk nyata dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor kebudayaan di Provinsi Lampung.

Jihan mengatakan tema Spice, Heritage & Harmony sangat relevan dengan identitas Lampung sebagai daerah yang memiliki kekayaan alam, sejarah, dan budaya yang kuat.

Ia menjelaskan, sejak dahulu Lampung dikenal sebagai salah satu penghasil rempah terbaik di Nusantara. Lada hitam atau Lampung Black Pepper pernah menjadi komoditas yang mengharumkan nama daerah hingga ke berbagai belahan dunia.

Karena itu, Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya mengembalikan kejayaan tersebut melalui penguatan sektor pertanian, pemberdayaan petani, serta pengembangan komoditas unggulan daerah.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat bahwa Lampung adalah Tanah Lada. Identitas ini tidak hanya hidup dalam sejarah, tetapi juga menjadi kekuatan ekonomi, budaya, dan kebanggaan masyarakat Lampung,” katanya.

Jihan menambahkan, tema Heritage menjadi pengingat bahwa warisan budaya harus terus dijaga, dipraktikkan, dan diwariskan kepada generasi muda melalui berbagai kegiatan budaya.

Menurutnya, Pesenggiri Festival menjadi salah satu media penting untuk memperkuat identitas budaya Lampung sekaligus memperkenalkannya kepada masyarakat yang lebih luas.

Sementara itu, tema Harmony mencerminkan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan, pelestarian alam, dan kehidupan masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Lampung tidak dapat bekerja sendiri. Kami membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan agar pembangunan, pelestarian lingkungan, dan kebudayaan dapat berjalan beriringan demi masa depan Lampung,” ujar Jihan.

Ia berharap Pesenggiri Festival dapat terus berkembang menjadi agenda budaya tahunan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat dan sektor pariwisata.

“Kami berharap Pesenggiri Festival terus tumbuh menjadi ruang yang memperkuat identitas budaya Lampung serta memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha menilai Pesenggiri Festival menjadi bukti bahwa kolaborasi yang berakar pada tradisi mampu melahirkan karya budaya yang kuat sekaligus memberikan dampak ekonomi.

Menurut Giring, Lampung memiliki sejarah panjang sebagai bagian penting dari jalur rempah dunia yang melahirkan beragam ekspresi budaya, mulai dari tradisi, kuliner, hingga kesenian yang menjadi identitas masyarakat.

Ia menegaskan untuk menjadi tanggung jawab bersama dalam melestarikan, mengembangkan, dan memberdayakan kebudayaan agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Investasi di bidang kebudayaan bukanlah pengeluaran, melainkan strategi pertumbuhan. Kebudayaan mampu menggerakkan ekonomi kreatif, memperkuat pariwisata, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat identitas daerah,” kata Giring.

Ia juga mendorong pemerintah daerah untuk memperkuat keberadaan sanggar seni serta mendukung penyelenggaraan festival budaya secara berkelanjutan.

“Lampung memiliki alam yang indah, sejarah yang panjang, tradisi yang kaya, serta masyarakat yang kreatif. Yang dibutuhkan adalah keberanian untuk memulai, konsistensi untuk terus berjalan, dan kolaborasi seluruh pihak. Kementerian Kebudayaan akan terus mendampingi pengembangan kebudayaan di Provinsi Lampung,” ujarnya.

Co-Founder Pesenggiri Festival, Selphie Bong (Ms. Bong), mengatakan tahun ini merupakan penyelenggaraan kedua Pesenggiri Festival.

Mengusung tema Spice, Heritage & Harmony, festival tersebut bertujuan mengangkat kembali sejarah Lampung sebagai salah satu wilayah penting dalam jalur perdagangan rempah dunia sekaligus mengajak masyarakat menghormati warisan budaya yang diwariskan para leluhur.

“Kegiatan ini hasil kerja keras anak-anak kreatif Lampung. Mari kita bergandengan tangan dan berharap pada tahun-tahun mendatang, Pesenggiri Festival akan terus memperoleh dukungan yang lebih luas sehingga dapat memberikan dampak yang semakin besar, tidak hanya bagi Lampung, tetapi juga bagi Indonesia,” kata Ms. Bong.

Pj. Sekda Yapen Cyfrianus Mambay, Harmoni Budaya dan Ekonomi Kreatif Harus Berlanjut, Bukan Sekadar Musiman

KEP. YAPEN -(deklarasinews.com)- Baru sehari dilantik, Pelaksana Tugas (Pj.) Sekretaris Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen, Cyfrianus Mambay, S.Pd., M.Si., dipercayakan oleh Bupati Benyamin Arisoy, S.E., M.Si., untuk mewakili memberi sambutan sekaligus membuka kegiatan “Harmoni Budaya, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif” yang berkolaborasi dengan pelaku UMKM setempat. Kegiatan dibuka di Taman Ondo, Jumat (3/7/2026).

Acara dihadiri Ketua DPRK Yapen Ebzon Sembai, S.Pi., M.H., perwakilan Kodim 1709/Yawa, anggota DPRK Mika Runaweri, Fredelin Warkawani, dan Satik Warmetan, serta pimpinan OPD, tokoh adat, dan tamu undangan lainnya.

Event dua hari ini menampilkan atraksi tarian adat, pertunjukan musik tradisional akustik, lagu pop lokal, promosi destinasi wisata, dan pameran produk ekonomi kreatif. Kegiatan bertujuan memperkenalkan potensi unggulan daerah kepada masyarakat dan wisatawan serta memperkuat citra Kabupaten Kepulauan Yapen sebagai destinasi wisata di Bumi Cenderawasih.

Dalam sambutannya, Pj. Sekda Cyfrianus Mambay menekankan pentingnya menjadikan kegiatan seperti ini berkelanjutan, bukan hanya bersifat musiman. Ia mengingatkan pengalaman kegiatan serupa pada 2022–2023 di Sel Teluk Cenderawasih yang dinilai kurang memberikan dampak jangka panjang dan belum berhasil mendorong kemajuan ekonomi kreatif secara signifikan.

“Kita tidak boleh hanya menggelar acara hari ini lalu berhenti. Harus ada tindak lanjut yang berkelanjutan sehingga pelaku kreatif dan UMKM benar-benar mendapat manfaat,” tegas Cyfrianus.

Bupati Benyamin Arisoy berharap acara ini menghasilkan dampak nyata dan proses keberlanjutan. Oleh karena itu, ia meminta Dinas Pariwisata, Kebudayaan, dan Ekonomi Kreatif bersama seluruh panitia dan OPD terkait selalu berkolaborasi dan menjaga sinergi.

Pj. Sekda juga menyoroti kurangnya fasilitas permanen untuk menampung produk lokal. Ia mencontohkan, ketika wisatawan berkunjung ke Serui, belum ada kedai atau gerai yang menampilkan barang-barang khas Yapen. Menurutnya, setidaknya perlu satu kios atau ruang khusus di Bandara Runbewas Kamanaap sebagai titik promosi dan penjualan produk lokal.

“Mari jadikan momen ini sebagai strategi promosi yang benar dan berdampak. Pengalaman sebelumnya harus menjadi pelajaran,  jika tidak direncanakan berkesinambungan, potensi besar yang ada akan redup kembali,” tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan membangun sinergi antara pemerintah daerah, pelaku seni dan ekonomi kreatif, komunitas budaya, serta masyarakat umum untuk mendukung pariwisata berkelanjutan. Selain fungsi promosi, acara juga menjadi sarana pelestarian budaya dan membuka peluang pemasaran bagi pelaku ekonomi kreatif.

 

Purnama Wulan Sari Mirza Dukung Gerakan Sejuta Vaksin HPV, Dorong Perempuan Peduli Kesehatan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua  Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, mengikuti vaksinasi Human Papillomavirus (HPV) dosis ketiga dalam pelaksanaan Gerakan Sejuta Vaksin HPV bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) KORPRI ke-54. Kegiatan berlangsung selama dua hari, 2–3 Juli 2026, di Aula Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi Lampung, Kamis (02/07/2026).

Pelaksanaan Gerakan Sejuta Vaksin HPV merupakan wujud upaya Pemerintah Provinsi Lampung dalam meningkatkan kualitas kesehatan aparatur sekaligus mendukung program nasional pencegahan kanker serviks. Pemerintah Provinsi Lampung meyakini bahwa ASN yang sehat merupakan modal utama dalam mewujudkan birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan publik.

Kegiatan ini mengusung tema HUT KORPRI ke-54, “Bersatu, Berdaulat, Bersama KORPRI, Dalam Mewujudkan Indonesia Maju.” Tema tersebut mencerminkan semangat membangun ASN yang sehat, profesional, dan berintegritas sebagai pilar penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang berkinerja tinggi.

Dalam kesempatan tersebut, Purnama Wulan Sari Mirza, yang akrab disapa Batin, turut menerima vaksin HPV dosis ketiga sebagai bentuk dukungan nyata terhadap upaya pencegahan kanker serviks. Ia juga mengajak masyarakat, khususnya kaum perempuan, untuk semakin peduli terhadap kesehatan melalui vaksinasi sebagai langkah preventif yang efektif.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum Ketua TP PKK Provinsi Lampung, mengajak masyarakat khususnya perempuan, untuk mengikuti vaksinasi HPV sebagai langkah pencegahan kanker serviks. Menurutnya, kanker serviks masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi pada perempuan, sehingga upaya pencegahan melalui vaksinasi dan deteksi dini sangat penting untuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit tersebut,” ujar Batin Wulan.

Gerakan Sejuta Vaksin HPV juga menjadi implementasi nilai-nilai dasar ASN BerAKHLAK serta semangat Bangga Melayani Bangsa.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap kesadaran ASN terhadap pentingnya pencegahan penyakit melalui vaksinasi semakin meningkat, sehingga tercipta budaya hidup sehat yang mendukung pelayanan publik yang lebih optimal.(Red)

Jelang Pembukaan Sekolah Rakyat, Wagub Jihan Pastikan Kesiapan Akademik dan Sosial Peserta Didik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, melakukan kunjungan  ke kediaman calon siswa Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung yang berada di Kecamatan Telukbetung Utara, Kota Bandar Lampung, Kamis (02/07/2026).

Kunjungan ini merupakan wujud nyata perhatian Pemerintah Provinsi Lampung dalam memastikan kesiapan fisik, mental, maupun administratif para peserta didik beserta keluarganya.

Langkah proaktif tersebut diambil menjelang pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) dan dimulainya Tahun Ajaran Baru 2026/2027 yang dijadwalkan dimulai serentak pada 14 Juli 2026 mendatang.

Dalam agenda peninjauan tersebut, keluarga pertama yang dikunjungi adalah pasangan Bapak Sudarto dan Ibu Parsilah. Kedua anak mereka, yakni kakak beradik bernama Dewi Nurhafizah (16) dan Edi Qurniawan (12), telah dinyatakan lolos dan akan segera menempuh pendidikan di Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung yang berlokasi di kawasan Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan.

Dewi dipastikan akan melanjutkan pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) dengan cita-cita mulia menjadi prajurit Korps Wanita Angkatan Darat (Kowad). Sementara sang adik, Edi, akan menempuh pendidikan di jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) dengan mimpi besar untuk mengabdi sebagai seorang dokter di masa depan.

Di sela-sela dialog hangatnya, Wakil Gubernur Jihan Nurlela menjelaskan bahwa selain untuk mempererat tali silaturahmi, kunjungan ini bertujuan memberikan sosialisasi serta pemahaman komprehensif kepada calon siswa dan orang tua mengenai teknis pelaksanaan MPLS, termasuk adaptasi pola hidup di lingkungan sekolah dengan sistem berasrama (boarding school).

“Hari ini saya mengunjungi salah satu calon siswa Sekolah Rakyat Provinsi Lampung untuk melakukan sosialisasi bahwa sebentar lagi akan dilaksanakannya MPLS yang akan dimulai pada 14 Juli mendatang,” ujar Wagub.

Tidak hanya memberikan motivasi dan arahan edukatif, Wagub juga mencermati secara seksama kondisi fisik rumah tinggal keluarga calon siswa tersebut. Wagub menegaskan bahwa hasil observasi lapangan ini akan segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah agar keluarga peserta didik terakomodasi dalam program kesejahteraan sosial, khususnya sektor hunian layak.

“Kami juga melihat langsung kondisi rumah tempat tinggal calon siswa. Insya Allah akan kami integrasikan dengan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sehingga keluarga dapat memperoleh bantuan stimulan pembangunan rumah swadaya,” tambahnya.

Masih di wilayah yang sama, Wagub juga mengunjungi calon siswa lainnya, Muhammad Arif Pratama (12), putra dari pasangan Bapak Romli dan Ibu Aminah Chandra. Arif yang dinyatakan diterima di jenjang SMP Sekolah Rakyat tersebut dikenal sebagai anak berbakti yang setiap harinya membantu orang tua berjualan pempek. Arif sendiri memiliki cita-cita kuat untuk mengabdi kepada negara dengan menjadi seorang anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Wagub menyatakan rasa bangga dan haru yang mendalam atas keteguhan semangat serta tingginya cita-cita yang dimiliki oleh para calon siswa Sekolah Rakyat tersebut. Wagub berpesan agar kesempatan emas mengenyam pendidikan berkualitas yang dibiayai oleh negara ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai fondasi utama memutus rantai kemiskinan dan meraih masa depan.

“Saya melihat anak-anak ini memiliki mimpi yang luar biasa. Ada yang ingin menjadi tentara, dokter, hingga polisi. Saya berharap mereka tetap tekun belajar, disiplin, dan tidak mudah menyerah. Sekolah Rakyat hadir untuk membuka kesempatan yang sama bagi setiap anak agar dapat meraih cita-citanya. Insyaallah, dengan kerja keras dan doa, mereka kelak menjadi generasi yang membanggakan keluarga, daerah, dan bangsa,” pungkas Wagub.

Berdasarkan data teknis operasional, Sekolah Rakyat Permanen Provinsi Lampung di Kota Baru, Kabupaten Lampung Selatan, dijadwalkan memulai MPLS pada 14 Juli 2026 yang menandai bergulirnya Kalender Akademik Tahun Ajaran Baru 2026/2027.

Adapun sehari sebelum pembukaan MPLS, tepatnya pada 13 Juli 2026, seluruh peserta didik dari berbagai daerah diwajibkan telah memasuki asrama (check-in) untuk mengikuti serangkaian prosedur awal, meliputi pemeriksaan kesehatan menyeluruh, orientasi pengenalan (open house), serta pelaksanaan doa bersama demi kelancaran proses belajar mengajar.

Sekolah yang mengusung konsep berasrama penuh (full boarding school) ini siap menampung total 413 peserta didik yang mencakup jenjang SD, SMP, dan SMA. Seluruh siswa tersebut merupakan putra-putri daerah terbaik yang terjaring dari 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung.

Secara rinci, komposisi daya tampung sekolah tersebut terdiri atas 270 peserta didik baru yang murni lolos seleksi dari 15 kabupaten/kota. Selain itu, terdapat pula 71 siswa mutasi lanjutan yang dipindahkan dari Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 32 Lampung Selatan, serta 72 siswa dari Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 35 Bandar Lampung, baik yang berstatus sebagai peserta didik baru maupun siswa lama yang melanjutkan ke jenjang berikutnya di bawah naungan manajemen terpadu Pemprov Lampung.(Red)