Transformasi Layanan Kesehatan Berbasis Digital: Babak Baru Pelayanan Kesehatan Holistik di Taiwan

TAIWAN -(deklarasinews.com)- Di tengah tantangan global berupa penuaan populasi dan keterbatasan tenaga kesehatan, transformasi digital di sektor kesehatan bukan lagi sekadar pilihan, melainkan suatu keharusan. Taiwan telah memperkenalkan visi “Healthy Taiwan” dengan menjadikan pengembangan layanan kesehatan digital sebagai salah satu prioritas utama. Melalui integrasi big data, kecerdasan buatan (AI), dan teknologi komputasi awan (cloud), sistem ini berupaya meningkatkan kualitas serta efisiensi layanan kesehatan sekaligus mendorong terciptanya model pelayanan baru yang berorientasi pada perawatan holistik dan manusia sebagai pusat pelayanan.

Taiwan didukung oleh kekuatan industri teknologi informasi dan komunikasi (ICT) yang maju serta fondasi Sistem Asuransi Kesehatan Nasional (NHI) yang selama bertahun-tahun telah menghimpun data kesehatan berkualitas tinggi. Fondasi tersebut menjadi landasan penting dalam pengembangan layanan kesehatan pintar. Berdasarkan hal itu, Taiwan meluncurkan platform kesehatan digital nasional yang dikenal sebagai “Kerangka 3-3-3”, yang mengintegrasikan tiga ruang kesehatan utama, tiga standar utama data kesehatan, serta tiga pusat tata kelola AI nasional guna membangun infrastruktur kesehatan digital yang komprehensif. Dalam kerangka tersebut, Taiwan mendorong integrasi rekam medis elektronik di lebih dari 400 rumah sakit di seluruh negeri serta mengadopsi standar internasional seperti Fast Healthcare Interoperability Resources (FHIR) untuk memastikan interoperabilitas lintas institusi. Melalui penerapan kerangka keamanan siber Zero Trust, data kesehatan dapat dibagikan dan dimanfaatkan secara aman dan efektif.

Berbagai kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil yang nyata. Dalam pengelolaan penyakit kronis, “Platform Dokter Keluarga” memanfaatkan prediksi risiko berbasis AI guna membantu tenaga medis memberikan pelayanan yang lebih personal, sehingga memungkinkan pergeseran dari pendekatan pengobatan reaktif menuju manajemen kesehatan yang bersifat preventif dan proaktif. Di bidang integrasi data kesehatan, sistem MediCloud menyediakan akses real-time terhadap rekam medis pasien dan informasi obat-obatan, sementara peningkatan visualisasi hasil pemeriksaan serta interpretasi pencitraan medis berbantuan AI turut meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pasien.

Pengelolaan kesehatan pribadi masyarakat juga terus diperkuat. Platform “My Health Bank” kini telah digunakan oleh lebih dari 50 persen populasi dan dapat diintegrasikan dengan data dari perangkat wearable, sehingga mendorong masyarakat untuk berperan lebih aktif dalam menjaga kesehatannya. Dalam digitalisasi pengobatan kanker, Taiwan memanfaatkan standar FHIR untuk pertukaran data Next-Generation Sequencing (NGS), yang mempercepat proses peninjauan sertifikasi penyakit katastropik dan penggunaan medis terkait, sehingga memperluas akses terhadap pengobatan yang tepat waktu. Selain itu, penerapan kartu asuransi kesehatan virtual, resep elektronik, dan layanan telemedicine secara efektif mampu mengatasi hambatan geografis maupun waktu, sekaligus memperluas akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan dan layanan berbasis rumah.

Taiwan juga telah membangun kerangka tata kelola yang komprehensif guna mendorong pengembangan AI klinis. Sebanyak 19 pusat AI medis nasional telah dibentuk, mencakup tata kelola yang bertanggung jawab, validasi klinis, serta evaluasi dampak, guna memastikan bahwa penerapan AI berlangsung secara aman dan andal mulai dari tahap pengembangan hingga implementasi. Hingga saat ini, lebih dari 50 produk AI medis telah memperoleh persetujuan regulasi, termasuk untuk mendukung deteksi dini kanker, prediksi kejadian kardiovaskular, dan dukungan pengambilan keputusan klinis. Taiwan juga memiliki 13 rumah sakit yang masuk dalam daftar “World’s Best Smart Hospitals 2026” versi Newsweek, menempatkan Taiwan di posisi kedua di Asia dan menunjukkan daya saing internasional yang kuat. Selain itu, Taiwan tengah mengembangkan platform federated learning yang memungkinkan validasi model AI lintas institusi dan lintas negara tanpa perlu memindahkan data sensitif, serta telah memulai kerja sama dengan mitra di Asia Tenggara guna membangun model pertukaran data internasional yang terpercaya.

Penyakit tidak mengenal batas negara, dan tata kelola kesehatan global memerlukan kolaborasi yang menyeluruh. Taiwan telah membangun ekosistem layanan kesehatan pintar yang digerakkan oleh data, didukung AI, dan diperkuat melalui standar interoperabilitas, sehingga layanan kesehatan dapat diperluas dari rumah sakit ke komunitas dan kehidupan sehari-hari guna mewujudkan pelayanan kesehatan holistik. Pengalaman praktis Taiwan menunjukkan kapasitasnya untuk berkontribusi secara nyata kepada komunitas internasional.

Namun demikian, Taiwan hingga kini masih belum memperoleh kesempatan untuk berpartisipasi secara penuh dalam Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) beserta mekanisme terkaitnya. Resolusi Majelis Umum PBB 2758 dan Resolusi World Health Assembly (WHA) 25.1 tidak menyebut Taiwan maupun melarang partisipasi Taiwan dalam WHO dan WHA.

Oleh karena itu, Taiwan dengan tulus menyerukan kepada WHO dan seluruh pemangku kepentingan terkait untuk mendukung inklusi Taiwan dalam sistem kesehatan global demi memperkuat kelengkapan dan ketahanan tata kelola kesehatan dunia. Taiwan akan terus memajukan layanan kesehatan pintar melalui inovasi digital serta berkontribusi terhadap kesehatan dan kesejahteraan global. Bersama-sama, kita dapat mewujudkan visi kesehatan sebagai hak asasi manusia yang fundamental sebagaimana tercantum dalam Konstitusi WHO, sekaligus memenuhi komitmen Tujuan Pembangunan Berkelanjutan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk tidak meninggalkan siapa pun.(Red)

 

Kemnaker—Unpad Bangun Sinergi Pengembangan SDM dan Ketenagakerjaan

SUMEDANG -(deklarasinews.com)— Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Universitas Padjadjaran (Unpad) menjalin kerja sama dalam pengembangan SDM dan bidang ketenagakerjaan melalui Penandatanganan Kesepahaman Bersama pada kegiatan Employer Meeting Unpad Talent & Employer Partnership Summit 2026 di Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (18/5/2026).

Kolaborasi ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri di tengah perubahan pasar kerja yang dipengaruhi perkembangan teknologi dan transformasi digital. Sinergi lintas sektor dinilai penting agar lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.

Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan, Cris Kuntadi mengatakan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mendukung transformasi ketenagakerjaan nasional melalui penguatan riset, inovasi, serta pengembangan talenta yang adaptif terhadap perubahan dunia kerja.

“Kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia industri menjadi kunci dalam menyiapkan SDM unggul yang adaptif, kompeten, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja masa depan,” ujar Cris.

Dalam kerja sama tersebut, Kemnaker dan Unpad akan mengembangkan berbagai program mulai dari peningkatan kompetensi tenaga kerja, pengembangan kewirausahaan, penguatan kajian ketenagakerjaan, hingga penyusunan pendidikan dan pelatihan yang selaras dengan kebutuhan industri.

Selain itu, kolaborasi ini juga diarahkan untuk mendorong terciptanya link and match antara kurikulum pendidikan tinggi dan kebutuhan pasar kerja sehingga kesenjangan kompetensi lulusan dapat dikurangi secara bertahap.

“Kerja sama ini diharapkan mampu mengintegrasikan pendidikan, pelatihan, dan dunia kerja sehingga lulusan memiliki kompetensi yang relevan serta daya saing yang lebih kuat,” katanya.

Sinergi Kemnaker dan Unpad juga mencakup penguatan pelatihan vokasi dengan mengintegrasikan program pelatihan Kemnaker bersama kapasitas akademik, pusat kajian, serta riset dan inovasi yang dimiliki Unpad.

Pada kesempatan tersebut, Cris menegaskan komitmen Kemnaker dalam memperluas akses peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui transformasi layanan ketenagakerjaan berbasis digital SIAPKerja serta penguatan balai pelatihan vokasi yang responsif terhadap perkembangan industri.

Menurutnya, upaya tersebut diharapkan dapat membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda untuk memperoleh pelatihan, sertifikasi kompetensi, serta peluang kerja yang sesuai dengan kebutuhan pasar tenaga kerja saat ini.

“Kami ingin memastikan generasi muda dan lulusan perguruan tinggi memiliki akses terhadap pelatihan yang relevan, sertifikasi kompetensi, dan peluang kerja yang lebih luas,” pungkasnya.(Red)

Perkuat Kepastian Hukum untuk Rumah Tinggal, Masyarakat Bisa Tingkatkan Sertipikat HGB ke HM Sekarang

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Memiliki rumah bukan hanya soal kenyamanan, tetapi tentang memastikan aset yang dimiliki punya landasan hukum yang kuat sehingga bisa tinggal dengan aman. Bagi masyarakat yang saat ini memegang Sertipikat Hak Guna Bangunan (HGB) untuk rumah tinggal, ada langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kepastian hukum atas tanah, yakni dengan mengubah status hak menjadi Sertipikat Hak Milik (SHM).

Perubahan status dari HGB ke SHM ini menjadi bentuk penguatan legalitas kepemilikan tanah sekaligus memberi rasa aman bagi pemilik rumah dalam jangka panjang. Dengan status SHM, pemilik tidak lagi dibebani kewajiban memperpanjang masa berlaku hak, sebagaimana yang berlaku pada HGB.

Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Shamy Ardian, mengajak masyarakat yang memiliki rumah tinggal dengan status HGB untuk memanfaatkan layanan perubahan hak ini.

“Bagi masyarakat yang memiliki sertipikat HGB rumah tinggal dengan luas tanah maksimal 600 meter, biasanya di komplek, di perumahan, bisa coba daftarin perubahan hak dari HGB menjadi HM,” ujar Shamy Ardian.

Menurutnya, proses perubahan hak dirancang mudah dan terjangkau agar semakin banyak masyarakat dapat memanfaatkan layanan tersebut. “Persyaratannya gampang banget. Yang pertama, lampirkan izin mendirikan bangunan rumah tinggal, kedua, SPPT PBB yang menerangkan bahwa terdapat bumi dan bangunan, artinya bukan tanah kosong, dan terakhir, yakni formulir perubahan hak dari kantor pertanahan,” jelas Shamy Ardian.

Selain prosesnya mudah, biaya yang dikenakan juga relatif terjangkau. “Perlu diketahui, biaya PNBP perubahan hak hanya Rp50.000 dan prosesnya hanya lima hari kerja,” ungkap Kepala Biro Humas dan Protokol.

Di tengah bertambahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya legalitas aset, peningkatan status HGB menjadi HM menjadi langkah strategis yang patut dipertimbangkan. Bukan hanya memperkuat kepastian hukum atas tanah, tetapi juga memastikan aset keluarga memiliki nilai perlindungan yang lebih tinggi untuk masa depan.

Saat prosesnya mudah, biayanya ringan, dan manfaatnya besar, mengubah HGB menjadi SHM adalah keputusan yang layak segera diwujudkan. “Banyak manfaat yang kita bisa rasakan dari perubahan hak ini. Di antaranya, kita tidak perlu lagi mikirin perpanjangan hak karena sekarang sudah jadi SHM,” terang Shamy Ardian.(Nan)

Dua Pemuda Ditemukan Tewas Terseret Ombak Di Pantai Labuan Suak Sidomulyo

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Dua pemuda tewas terseret ombak di pantai dusun Labuan desa Suak Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan, Minggu (17/5/2026) sekitar pukul  17.30 wib.

Kedua korban yang tewas akibat terseret ombak yang cukup besar itu yakni, Zahrif Nibras Bacusta (20) warga Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Dan Yeriko Sagala (19) warga desa Rejomulyo Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara.

KUPT Puskesmas Rawat Inap Sidomulyo Putri Handayani S.Kep saat ditemui pelitaekspres.com membenarkan bahwa pihaknya menerima dua orang pemuda korban tenggelam dipantai Labuhan desa Suak Kecamatan Sidomulyo Lamsel.

Kedua korban yang menjadi korban keganasan ombak dusun Labuan desa Suak yakni, Zahrif Nibras Bacusta (20) warga Kecamatan Ketapang Lampung Selatan. Dan Yeriko Sagala (19) warga desa Rejomulyo Kecamatan Abung Timur Kabupaten Lampung Utara.

Setelah mendapatkan perawatan dari Tim Medis Puskesmas Sidomulyo, Selanjutnya korban diantarkan kerumah duka masing-masing atas permintaan keluarga kedua korban. Oh ia lanjut Putri Handayani sebelumnya pihaknya juga melakukan perawatan rekan korban yakni Ari dan Aris yang sebelumnya mencoba menolong kedua korban, ” tutur KUPT PRI Sidomulyo ini.

Kanit Reskrim Aipda Wahyu mewakili Kapolsek Sidomulyo AKP Peri Setiawan kepada media ini membenarkan bahwa pihaknya bersama unsur Uspika, Tim Damkar, Sat Pol PP bersama masyarakat setempat membantu pencarian hingga menemukan kedua korban dipantai dusun Labuan desa Suak Kecaman Sidomulyo Lamsel.

Sedangkan kronologis kejadian tersebut yakni pada hari Minggu (17/5/2026) sekitar pukul 17.30 wib kedua korban bersama 6 orang rekanya bermain dan mandi dipantai dusun Labuan desa Suak Kecamatan Sidomulyo Lamsel yang berjarak 50 meter dari dari pinggir pantai.

Saat mereka mandi tiba-tiba datang ombak yang cukup besar menggulung dan menyeret kedua korban ketengah, dua rekanya Aris Setiawan (25) dan Ari (19) mencoba menolong tapi tidak berhasil.

Selanjutnya teman-temang panik minta tolong  menghubungi warga setempat, dan sebagian warga menghungi Polsek Sidomulyo dan langsung ditindak lanjuti. Setibanya dilokasi kejadian anggota Polsek Sidomulyo bersama para nelayan sekitan melakukan pencarian kedua korban yang masih tenggelam.

Kemudian sekitar pukul 19.00 wib kedua korban yakni Zahrit Nibras Bacusta dan Yeriko Sagala ditemukan mengambang disekitar pantai yang berjarak kurang lebih 40 meter dari bibir pantai dalam keadaan sudah meninggal dunia,  Kemudian warga bersama petugas Tim Medis langsung mengevakuasi kedua korban membawa ke puskesmas Rawat Inap Kecamatan Sidomulyo, ” ungkap Wahyu menuturkan kejadianya.

Dari pantauan Tim media ini, kedua korban setelah dilakukan pemeriksaan dibawa keluarga kerumah duka masing-masing untuk dikuburkan dipemakaman umum setempat. (Cak Ton)

Amunisi, Daya Tahan, dan Nyali: Tiga Ujian di Balik Pertumbuhan 5,61%

JAKARTA -(deklarasinews.com)— Pengajar Universitas Paramadina, Dr. Ariyo DP Irhamna, menilai pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61 persen pada Triwulan I-2026 perlu dibaca secara lebih hati-hati karena ditopang oleh stimulus fiskal jangka pendek dan menghadapi tekanan struktural yang semakin besar 17 Mei 2026.

Menanggapi tulisan Anggito Abimanyu yang sebelumnya mempertanyakan kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia Triwulan I-2026, Ariyo menyebut sejumlah kritik dari INDEF, LPEM FEB UI, dan CELIOS terhadap pertumbuhan ekonomi tidak cukup dijawab hanya melalui pembelaan metodologi data statistik, melainkan perlu dilihat dari sisi kualitas dan keberlanjutan pertumbuhan itu sendiri.

Ia menyoroti bahwa perbandingan perubahan inventori yang digunakan dalam argumentasi sebelumnya tidak tepat. Menurutnya, lonjakan inventori dari Rp4,2 triliun menjadi Rp104 triliun terjadi secara kuartalan, bukan tahunan sebagaimana disebutkan. Secara tahunan, perubahan inventori hanya meningkat dari Rp85,2 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi Rp104 triliun pada Triwulan I-2026 atau sekitar 22 persen.

Ariyo menjelaskan bahwa kenaikan inventori belum tentu mencerminkan pelemahan permintaan domestik. Kenaikan tersebut bisa dipengaruhi persiapan stok menjelang Ramadan dan Idulfitri, ekspektasi peningkatan konsumsi, maupun impor antisipatif.

Selain itu, ia menilai kontraksi sektor pengadaan listrik dan gas sebesar 0,99 persen tidak bertentangan dengan pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,04 persen. Menurutnya, data penjualan listrik industri justru menunjukkan ekspansi.

“Kontradiksi yang dianggap janggal hanyalah sisa kebijakan harga 2025, bukan inkonsistensi data BPS,” tulis Ariyo.

Ia menjelaskan bahwa basis perbandingan Triwulan I-2025 dipengaruhi kebijakan diskon tarif listrik 50 persen yang meningkatkan konsumsi rumah tangga secara temporer. Ketika diskon dicabut pada 2026, konsumsi kembali normal sehingga menciptakan efek statistik terhadap pertumbuhan sektor listrik.

Lebih jauh, Ariyo menilai pertumbuhan ekonomi Triwulan I-2026 secara mendasar lebih lemah dibanding angka headline 5,61 persen. Konsumsi pemerintah yang tumbuh 21,81 persen secara tahunan disebut menyumbang sekitar 1,26 poin persentase terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia memperkirakan bahwa tanpa dorongan belanja pemerintah, pertumbuhan ekonomi hanya berada di kisaran 4,4 hingga 4,6 persen.

“Membaca 5,61% sebagai sinyal momentum menguat keliru; momentumnya sebetulnya melambat, hanya basis tahun sebelumnya luar biasa lemah,” tulisnya.

Ariyo juga menyoroti perbedaan antara pertumbuhan PDB manufaktur dan indikator Purchasing Managers’ Index (PMI) manufaktur yang berada di level 49,1 pada April 2026 atau memasuki zona kontraksi.

“Jika Pak Anggito serius dengan pertanyaan keberlanjutan, argumen ini paling kuat untuk mendukung tesisnya, dan beliau melewatkannya,” ujarnya.

Dalam analisisnya, Ariyo menyebut biaya untuk menjaga pertumbuhan ekonomi semakin besar. Ia mencatat keseimbangan primer APBN berubah dari surplus Rp21,9 triliun pada Triwulan I-2025 menjadi defisit Rp95,8 triliun pada Triwulan I-2026. Pada saat yang sama, pembayaran bunga utang meningkat 18,6 persen secara tahunan menjadi sekitar Rp144,3 triliun.

Selain tekanan fiskal, ia juga menyoroti lonjakan subsidi dan kompensasi energi, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus Rp17.605 per dolar AS, serta penurunan cadangan devisa selama tiga bulan berturut-turut.

Menurut Ariyo, depresiasi rupiah turut menggerus pendapatan masyarakat dalam ukuran dolar AS dan menjauhkan target Indonesia menjadi negara berpendapatan tinggi.

“Setiap pelemahan 1% mengurangi PDB per kapita USD sekitar USD52, setara setahun pertumbuhan riil per kapita,” tulisnya.

Ia juga menilai struktur ekspor Indonesia masih sangat bergantung pada komoditas alam dan hilirisasi nikel. Di sisi lain, surplus perdagangan justru menyusut ketika rupiah melemah, yang menurutnya menunjukkan lemahnya daya saing ekspor manufaktur nonkomoditas.

“Indonesia bertumpu pada hilirisasi nikel, sambil kehilangan volume di batubara, pertanian, dan migas,” ujarnya.

Dalam sektor domestik, Ariyo mencatat rasio kredit bermasalah (NPL) kredit pemilikan properti meningkat dari 3,08 persen menjadi 3,24 persen pada Februari 2026, sementara pertumbuhan sektor real estat hanya mencapai 3,54 persen.

“Sektor properti adalah barometer kelas menengah, dan barometer ini sedang tertekan,” tulisnya.

Sebagai alternatif kebijakan, Ariyo mendorong pemerintah mempercepat belanja modal produktif dan mereformasi subsidi energi agar lebih tepat sasaran melalui bantuan langsung kepada kelompok berpendapatan rendah.

Ia menilai langkah tersebut lebih berkelanjutan dibanding mengandalkan instrumen stabilisasi pasar obligasi atau stimulus jangka pendek untuk menjaga angka pertumbuhan ekonomi.

“Pertanyaan yang sedang diabaikan: pertumbuhan yang berkualitas atau berkuantitas,” tulis Ariyo.

Sebagai penutup, ia menegaskan bahwa perdebatan utama seharusnya bukan sekadar mengenai validitas angka pertumbuhan ekonomi, melainkan siapa yang menanggung biaya dari pertumbuhan tersebut.

“Substansinya adalah ongkos yang sedang dibayar berbagai kelompok masyarakat untuk mempertahankan pertumbuhan di tingkat ini,” tutupnya.(Red)

PKC PMII Lampung dan Cabang Se-Lampung Tanam 5.000 Bibit Mangrove di Pematang Pasir: Implementasi Tri Hablum dalam Aksi Nyata Lingkungan

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Lampung bersama seluruh Pengurus Cabang PMII se-Lampung menggelar aksi lingkungan bertajuk “Shodaqoh Oksigen: Tanam Mangrove untuk Kehidupan” di pesisir Desa Pematang Pasir, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Minggu 17 Mei 2026.

Kegiatan ini melibatkan lebih dari 200 kader PMII dari 8 cabang se-Lampung dan dipimpin langsung oleh Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan. Aksi ini merupakan wujud komitmen organisasi dalam mengintegrasikan nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan ekologi dalam kerja-kerja kerakyatan.

  1. Latar Belakang dan Urgensi Kegiatan

Desa Pematang Pasir dipilih sebagai lokasi kegiatan karena menjadi salah satu wilayah pesisir Lampung Selatan yang mengalami abrasi dan degradasi ekosistem mangrove dalam 5 tahun terakhir. Hilangnya tutupan mangrove berdampak langsung pada meningkatnya intrusi air laut, berkurangnya hasil tangkapan nelayan, dan kerentanan permukiman warga terhadap gelombang pasang.

Menjawab persoalan tersebut, PKC PMII Lampung menginisiasi penanaman 5.000 bibit mangrove sebagai bentuk shodaqoh oksigen bagi masyarakat dan lingkungan. Pemilihan mangrove didasarkan pada fungsi ekologisnya yang ganda: menyerap karbon, menahan abrasi, dan menjadi habitat biota laut yang menopang ekonomi pesisir.

  1. Kolaborasi Lintas Elemen

Keberhasilan kegiatan tidak lepas dari kolaborasi yang dibangun sejak tahap perencanaan. Hadir dalam kegiatan:

– Alumni PMII Lampung yang memberikan dukungan  turun langsung menanam

– Pemerintah Desa Pematang Pasir, dipimpin oleh Kepala Desa dan perangkat desa, yang memfasilitasi lokasi dan mobilisasi warga

– Masyarakat Desa Pematang Pasir, terutama kelompok nelayan dan ibu-ibu pesisir

– Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung yang menyediakan bibit mangrove dan memberikan pendampingan teknis penanaman

Ketua Pelaksana Kegiatan, M. Munif Jazuli, menekankan pentingnya kerja kolektif ini.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada seremoni. Sejak awal kami libatkan desa dan dinas agar ada tanggung jawab bersama dalam perawatan pasca tanam. Ini kerja kader, alumni, pemerintah, dan warga. Tanpa itu, 5.000 bibit ini tidak akan bertahan,” ujarnya di sela kegiatan.

  1. Kerangka Nilai: Habluminannas, Habluminalalam, Habluminallah

Kegiatan ini diusung dengan tema “Habluminannas, Habluminalalam, Habluminallah” sebagai kerangka ideologis aksi kader PMII Lampung:

Habluminannas – Hubungan dengan Sesama Manusia

Gotong royong lintas elemen menunjukkan bahwa gerakan lingkungan tidak bisa dijalankan sendiri. PMII hadir sebagai jembatan yang menyatukan kader, alumni, pemerintah, dan masyarakat dalam satu tujuan: menjaga ruang hidup bersama.

Habluminalalam – Hubungan dengan Alam

Penanaman mangrove adalah bentuk konkret tanggung jawab khalifah fil ardh. Kader PMII menegaskan bahwa menjaga lingkungan adalah bagian dari menjaga keberlangsungan hidup manusia itu sendiri.

Habluminallah – Hubungan dengan Allah SWT

Merawat ciptaan-Nya adalah ibadah sosial. Shodaqoh oksigen yang dilakukan diharapkan menjadi amal jariyah yang pahalanya terus mengalir selama mangrove tumbuh dan memberi manfaat.

  1. Dampak dan Rencana Keberlanjutan

Sebanyak 5.000 bibit mangrove jenis Rhizophora dan Avicennia ditanam di area seluas ±2 hektar di pesisir Desa Pematang Pasir. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Lampung, satu pohon mangrove dewasa mampu menyerap 10-12 kg CO₂ per tahun. Dengan demikian, potensi penyerapan karbon dari kegiatan ini mencapai ±55-60 ton CO₂ per tahun setelah 5-7 tahun pertumbuhan.

Untuk memastikan keberlanjutan, PKC PMII Lampung telah menyepakati 3 langkah tindak lanjut bersama Pemerintah Desa Pematang Pasir dan DLH Provinsi Lampung:

  1. Monitoring bulanan terhadap pertumbuhan bibit selama 12 bulan pertama
  2. Pembentukan Kelompok Kader Peduli Lingkungan di tingkat desa yang diisi kader PMII cabang Lampung Selatan dan warga setempat
  3. Edukasi lingkungan bagi siswa-siswi SD dan SMP di Desa Pematang Pasir agar kesadaran ekologi tumbuh sejak dini

Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, menegaskan bahwa aksi ini adalah bentuk kritik konstruktif terhadap krisis iklim yang tidak cukup dijawab dengan wacana.

“Kader PMII harus hadir di ruang-ruang persoalan rakyat. Krisis iklim adalah persoalan nyata di pesisir Lampung Selatan. Maka kami jawab dengan aksi nyata di lapangan. Ini amanah organisasi dan amanah agama,” tegasnya.

  1. Penutup

Kegiatan Shodaqoh Oksigen ini diharapkan menjadi model kolaborasi pentahelix antara mahasiswa, alumni, pemerintah, masyarakat, dan akademisi dalam menjawab tantangan lingkungan di wilayah pesisir. PKC PMII Lampung berkomitmen untuk melanjutkan program serupa di wilayah pesisir Lampung lainnya pada tahun 2026. (**)

Presiden Prabowo Resmikan Museum Marsinah sebagai Penghormatan terhadap Perjuangan Pekerja

NGANJUK -(deklarasinews.com)— Presiden Prabowo Subianto meresmikan Museum Ibu Marsinah dan Rumah Singgah sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah perjuangan pekerja Indonesia sekaligus pengingat pentingnya perlindungan dan penghormatan terhadap hak-hak pekerja. Peresmian dilakukan di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026).

Dalam sambutannya, Presiden mengatakan museum tersebut didedikasikan untuk mengenang perjuangan kaum buruh di Indonesia. Menurutnya, keberadaan museum buruh merupakan peristiwa yang langka dan memiliki makna penting dalam perjalanan sejarah bangsa.

“Museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden lebih lanjut mengatakan, perjuangan Marsinah merupakan simbol perjuangan masyarakat kecil dan mereka yang berada dalam posisi lemah, baik secara ekonomi maupun kekuasaan.

Presiden mengatakan, peristiwa yang menimpa Marsinah seharusnya tidak perlu terjadi karena Indonesia dibangun di atas falsafah Pancasila yang menjunjung nilai kemanusiaan dan keadilan sosial.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyinggung nilai kekeluargaan dalam Pancasila yang mengajarkan bahwa pihak yang kuat harus membantu yang lemah, serta seluruh elemen masyarakat memiliki kedudukan yang sama sebagai anak bangsa.

“Buruh adalah anak-anak bangsa, petani adalah anak-anak bangsa, nelayan adalah anak-anak bangsa. Semuanya,” katanya.

Presiden pun berharap peristiwa yang dialami Marsinah tidak terulang kembali di masa mendatang.

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengungkapkan bahwa gagasan pendirian Museum Marsinah berawal dari aspirasi kalangan buruh yang mengusulkan agar Marsinah ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menurut Presiden, para pimpinan serikat pekerja sepakat mengusulkan nama Marsinah sebagai tokoh perjuangan buruh yang layak mendapatkan penghormatan dari negara.

Usai peresmian, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyampaikan bahwa Museum Marsinah berfungsi sebagai ruang edukasi yang mendokumentasikan arsip sejarah ketenagakerjaan, termasuk perjuangan penetapan upah minimum, hak cuti hamil, serta hak berserikat. Museum ini juga diharapkan menjadi pusat studi hukum ketenagakerjaan bagi generasi pekerja baru.

Ia menambahkan, keberadaan museum tersebut juga menjadi pengingat penting mengenai perlindungan hak asasi pekerja, baik bagi penegak hukum maupun dunia usaha agar tragedi kekerasan terhadap pekerja yang sedang memperjuangkan hak-haknya tidak kembali terjadi di masa mendatang.

Dalam kegiatan tersebut turut hadir, antara lain, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas, serta Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat. Hadir pula Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor, serta pimpinan Konfederasi/Federasi Serikat Pekerja (SP), International Labour Organization (ILO), ATUC, dan ITUC.(Red)

DPW Tani Merdeka Indonesia Lampung Ikuti Diklat Nasional Angkatan I di Ciawi Bogor

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Tani Merdeka Indonesia Provinsi lampung mengikuti Diklat Nasional Tani Merdeka Indonesia Angkatan I yang digelar Dewan Pimpinan Nasional (DPN) di Balai Besar Pelatihan Manajemen dan Kepemimpinan Pertanian (BBPMKP) Ciawi, Bogor, Jawa Barat.

Kegiatan yang berlangsung pada 14–17 Mei 2026 itu diikuti seluruh pengurus DPW Tani Merdeka Indonesia dari berbagai provinsi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan kapasitas organisasi dan konsolidasi nasional.

Dalam diklat tersebut,dan pelatihan peserta mendapatkan materi terkait berbagai program strategis nasional, mulai dari swasembada pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Merah Putih, Koperasi Nelayan Merah Putih, hingga penguatan sektor pertanian berbasis kemandirian pangan.

Wakil Ketua Organisasi dan Kaderisasi DPW Tani Merdeka Indonesia propinsi lampung ,aliunsyah mengatakan kegiatan tersebut menjadi langkah penting dalam memperkuat peran organisasi dalam mendukung program pemerintah di sektor pertanian, dan kegiatan ini akan terus berlanjut ketingakatan DPD (kabupaten) dan semua itu sudah terjadwal di dpn tani merdeka Indonesia, dan allhamdulilah DPW tani mederka. Propinsi lampung bisa ikut walau pun tidak semua pengurus DPW ujarnya.(Arnandes)

Muslimat NU Pardasuka Gelar Silaturahmi dan Pengajian Akbar

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ribuan anggota Muslimat NU Ranting Pekon Kedaung dan 12 Pekon sekecamatan Pardasuka  antusias mengikuti pengajian triwulan  yang dirangkai dengan acara silaturahmi, di gelar di pekarangan sekolah SDN 1 Kedaung, Minggu (17 /05/26), hadir dalam acara ini Ustad  Abdul Mun’Im ,Jamaah Nu dari 12 pekon se-Kecamatn Pardasuka, Kepala Pekon Kedaung  Bahtarim beserta jajaran dan  para Undangan.

Acara dimulai pukul 08.30  WIB dengan pembacaan  Ayat suci Alquran oleh Ustadzah Rusmanah. Dalam  Cermah yang di smpaikan Ustad Abdul Mun’im menekankan pentingnya menjaga silaturahmi

Halal bihalal ini bukan sekadar tradisi, tapi wujud nyata perintah Allah untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah Islamiyah. Muslimat NU harus jadi pelopor kerukunan di masyarakat,”ujarnya di hadapan jamaah.

Ia juga menyampaikan Pentingnya Ukhuwah , Untuk Mengoptimalkan Peran Dalam Organisasi, menjadikan persaudaraan sesama muslim sebagai fondasi utama berorganisasi  karena ini merupakan jalan efektif menuju , solid, dan produktif,

Organisasi sering tak berjalan  bukan karena programnya jelek, tapi karena konflik personal, suudzon, dan ego.

Kalau ukhuwah jadi prioritas, anggota lebih cepat saling memaafkan, terbuka kritik, dan fokus ke tujuan bersama. ujarnya.

Kepala Pekon Kedaung Batharim menyampaikan Harapan, Saya selaku Kepala  Pekon berharap, dengan adanya kegiatan pengajian dan silaturahmi seperti ini, ukhuwah islamiyah antar warga dan antar pengurus organisasi kemasyarakatan di pekon  kita semakin kuat.

Harapan saya, ukhuwah ini jangan berhenti di majelis saja. Jadikan modal utama untuk mengoptimalkan peran organisasi NU, Muslimat,  Karang Taruna, dan RTRW dalam membangun Pekon. Kalau kita kompak, program kerja Pekon di bidang keagamaan, sosial, dan pemberdayaan ekonomi akan lebih mudah jalan.

Hindari perpecahan karena beda pendapat. Tabayyun dulu, musyawarah dulu. Ingat, kemajuan Pekon bukan kerja kepala Pekon saja, tapi kerja kita semua sebagai saudara.

Semoga Allah mudahkan setiap langkah kita untuk kemaslahatan umat di Pekon kita ini. Aamiin Tutupnya.

Jahri yahya Kadus 01, di kesempatan yang sama menyampaikan  kepada rekan media,  Alhamdulilahh  acara ini berjalan lancar sesuai harapan.Jemaah yang yang hadir  dari 12 Pekon ini  berkisar 2500, Alhamdulillah sukses. Pungkasnya [ Mm, KW-RI ]

PKC PMII Lampung Gelar Movement Gathering dan Bakti Sosial di Desa Tejang Pulau Sebesi, serta Shodaqoh Oksigen, Angkat Nilai Tri Hablum

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia [PKC PMII] Lampung sukses menggelar Movement Gathering sekaligus Bakti Sosial pembagian sembako di Desa Tejang Pulai Sebesi, Lampung Selatan, pada Jumat-Sabtu, 15-16 Mei 2026.

Kedatangan rombongan pengurus PKC PMII Lampung disambut hangat oleh Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi, perangkat desa, dan warga setempat.

Kegiatan dua hari ini dirancang sebagai wujud nyata nilai Tri Hablum: Habluminallah, Habluminannas, dan Habluminalalam. Seluruh rangkaian acara diarahkan untuk memperkuat hubungan vertikal dengan Allah, horizontal dengan sesama manusia, dan horizontal dengan alam.

Rangkaian Kegiatan:

  1. Istigosah dan Doa Keselamatan Bangsa

Acara dibuka dengan istigosah bersama warga dan kader PMII. Doa bersama dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kedamaian daerah, dan keberkahan bagi masyarakat Desa Tejang Pulai Sebesi.

  1. Bakti Sosial Pembagian Sembako

Sebagai bentuk Habluminannas, PKC PMII Lampung menyalurkan paket sembako kepada warga pesisir yang membutuhkan. Aksi ini menjadi wujud kepedulian kader terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat setempat.

  1. Fun Game dan Konsolidasi Gerakan

Sesi fun game digelar untuk membangun keakraban antar kader dan warga. Di sela kegiatan, dilakukan diskusi ringan terkait isu lingkungan pesisir dan penguatan konsolidasi gerakan mahasiswa di Lampung.

  1. Penutup: Bakar Ikan dan Makan Bersama

Rangkaian acara ditutup dengan kegiatan bakar ikan bersama warga di tepi pantai, dilanjutkan makan bersama. Momen ini menjadi simbol Habluminalalam dan Habluminannas yang menyatu: menjaga alam sekaligus merawat kebersamaan.

Ketua PKC PMII Lampung, M. Yusuf Kurniawan, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bukti bahwa gerakan mahasiswa harus menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa PMII hadir tidak hanya di forum diskusi, tapi juga di tengah masyarakat. Dari istigosah, bakti sosial, sampai makan bersama dengan warga, semua ini adalah ikhtiar kami menjalankan Tri Hablum secara utuh,” ujar M. Yusuf Kurniawan.

Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi mengapresiasi penuh kegiatan tersebut. Ia menilai kehadiran PKC PMII Lampung membawa energi positif dan manfaat nyata bagi warga pesisir.

“Kami berterima kasih atas kepedulian adik-adik PMII Lampung. Doa bersama, bantuan sembako, dan kebersamaan saat bakar ikan membuat warga merasa diperhatikan. Semoga silaturahmi ini terus terjaga,” ujar Kepala Desa Tejang Pulai Sebesi.

Di hari minggu juga pengurus PMII Se-Provinsi Lampung akan melanjutkan kegiatan Shodaqoh Oksigen yaitu tanam Mangrove di Desa pematang pasir kecamatan Ketapang Lampung Selatan

PKC PMII Lampung berharap kegiatan ini dapat menjadi model gerakan mahasiswa yang seimbang: spiritual, sosial, dan ekologis, serta memperkuat sinergi antara kampus, mahasiswa, dan masyarakat pesisir Lampung Selatan.