Sofia Marwah Anugerah Pemenang Lomba Fashion Show Etnik Nusantara Tingkat Provinsi

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Lomba Fashion Show Etnik Nusantara yang di selenggarakan STD Management di Hotel Azana Bandar Lampung  di ikuti 20 peserta berasal dari berbagai Provinsi.

Setelah sebelumnya melalu seleksi ketat, Minggu 8/02/26 melalui Grand Final,Sofia Marwah dari Kabupaten Pringsewu berhasil meraih juara Umum untuk kategori Remaja.

Remaja cantik yang biasa di sapa Sofia  merupakan Putri ke dua  dari Alm Bapak Anton Afrianto.S.E. dan Ibu DR.Can.NURUL H.SH. MH.CPM yg berprofesi srbagai Advokat.

Sofia yang kini berusia 16 tahun merupakan Siswi yang masuk melalui jalur Prestasi di SMA Negri 1satu (SMA N1) Gadingrejo Kabupaten Pringsewu.

Sejak TK Sofia sudah sering mengikuti Lomba Fashion Show dan menjadi juara yang di adakan di berbagai tempat,Tentu saja prestasi Sofia menjadi  kebanggan untuk keluarga dan Sekolahnya

Dalam sesi wawancara, Kepada rekan media Sofia berharap dapat mewakili daerah asalnya  sampe ke tingkat Nasional untuk berkompetisi meraih Prestasi di ajang Fashion show selanjutnya.Doain ya ucapnya dengan senyum manis.

Di kesempatan yang sama Ibunda Sofia Marwah Nurul Hidayah yang berprofesi sebagai Advokat yang sempat di wawancarai rekan media menyampaikan, Dia sangat mensuport keinginan Putri tercintanya untuk mengembangkan bakatnya di bidang Modeling.

Saat di mintai pendapat untuk tema Lomba yang bertema  Etnik Nusantara, Menurutnya  ini sangat baik, Dapat  mempromosikan keindahan dan kekayaan budaya Indonesia melalui desain busanaTradisional yang modern, Terpenting baginya dapat menumbuhkan jiwa Nasionalisme.Dan menciptakan kebanggaan terhadap Budaya Nusantara kepada generasi muda,

Generasi muda Bukan hanya Pewaris Budaya, tetapi juga Kreator masa depan yang membawa Budaya Indonesia tampil membanggakan di panggung dunia.Pungkasnya

( Mulia Mega )

Perkuat Konsolidasi, Manuel Rumpaidus Resmi Jadi Caretaker GAMKI Yapen

JAYAPURA -(deklarasinews.com)– Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Provinsi Papua menunjuk Manuel Rumpaidus, ST, sebagai Ketua Caretaker GAMKI Kabupaten Kepulauan Yapen.

Penunjukan ini dilakukan untuk memperkuat konsolidasi organisasi dan mempersiapkan konferensi cabang (konfercab) demi kepemimpinan definitif, sekaligus mendukung agenda nasional Kongres GAMKI di Makassar Mei mendatang.Prosesi penyerahan Surat Keputusan (SK) berlangsung singkat di salah satu kafe di Abepura, Kota Jayapura, pada Minggu (8/2/2026). Ketua DPD GAMKI Papua, Louis Mebri, menjelaskan bahwa penunjukan ini merupakan kebutuhan internal organisasi untuk menjaga keberlanjutan pelayanan dan aktivitas GAMKI di wilayah Kepulauan Yapen.

“Penunjukan Ketua Caretaker GAMKI Kabupaten Kepulauan Yapen beserta pengurusnya bertujuan untuk pelayanan dan keberlanjutan aktivitas organisasi. Caretaker ini akan mempersiapkan serta melaksanakan konfercab agar segera terbentuk pengurus definitif,” ujar Louis Mebri dalam arahannya.

Louis menekankan tugas utama caretaker meliputi konsolidasi internal di tingkat kecamatan, penguatan pengurus inti, serta pelaksanaan program DPD GAMKI Papua di Yapen. Ia juga mengingatkan agar segera dilakukan konfercab, mengingat Kongres GAMKI nasional di Makassar membutuhkan kehadiran perwakilan dari DPC Yapen.

“Kibarkan bendera GAMKI hingga pelosok Yapen. GAMKI hadir bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk pelayanan umat. Kami berdiri di atas semua denominasi gereja, lembaga, dan sinode,” pesan Louis.

Manuel Rumpaidus, aktivis muda Kristen asal Papua yang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan keumatan dan pembangunan masyarakat di Kepulauan Yapen, menyambut baik amanah ini. Sebagai sarjana teknik (ST), ia kerap terlibat dalam program sosial GAMKI dan jembatan antar-generasi pemuda Kristen.

“Saya bersyukur kepada Tuhan atas kepercayaan dari DPD GAMKI Papua. Bersama pengurus, kami siap melayani iman dan mengonsolidasikan organisasi GAMKI di Kabupaten Kepulauan Yapen,” ungkap Manuel.

GAMKI merupakan organisasi keumatan pemuda Kristen Indonesia yang fokus pada pelayanan masyarakat lintas denominasi gereja, termasuk di Papua.(GM)

Masyarakat Pekon Jati Agung Kecamatan Ambarawa Adakan Aksi Gogoh Iwak di Jalan Berlubang

(pelitaekspres.com) – PRINGSEWU – Masyarakat Pekon Jati Agung kecamatan Ambarawa Kabupaten Pringsewu Lampung melakukan aksi demo menaburkan ikan di jalan berlubang di sepanjang jalan di pekon Jati Agung yang rusak berlubang minggu 08/02/26,

Mereka menuntut pemerintah Daerah untuk memperbaiki jalan yang berlubang-lubang dan rusak parah.

Dalam aksinya, warga membawa ikan lele yang mereka gogoh bersama-sama di sepanjang jalan yang rusak parah dan berlubang.

Salah satu warga berinisial D menyampaikan keinginan masyarakat dari aksi unjuk rasa ini, Kami ingin pemerintah memperhatikan nasib kami,Jalan rusak ini membuat kami kesulitan beraktivitas ,ini sudah berlangsung lama, sering terjadi kecelakaan akibat jalan berlubang, Apalagi di musim penghujan jalan menjadi licin.

Aksi protes ini mendapat perhatian warga sekitar.

Mereka berharap pemerintah segera merespons tuntutan mereka untuk segera memperbaiki jalan di pekon kami.

Warga juga mengimbau pemerintah untuk memperhatikan kondisi infrastruktur jalan untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, ujarnya

Isnar sekretaris Pekon Jati Agung yang dihubungi lewat telepon seluler nya oleh rekan media berharap dengan adanya penyampaian aspirasi masyarakat ini, Pemerintah Daerah dapat segera  memberikan perhatian dan merealisasikan permintaan  warga untuk memperbaiki jalan yang rusak dan berlubang. “Kami juga memantau aksi masyarakat ini berjalan tertib dan damai,” katanya. (KW-Ri)

IMIP Beri Bantuan Perahu untuk Bete-Bete

MOROWALI -(deklarasi news.com)– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan kemandirian masyarakat melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Kali ini, IMIP menyalurkan bantuan berupa satu unit kapal wisata kepada Pemerintah Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (07/02/2026).

Bantuan perahu tersebut diperuntukkan sebagai sarana transportasi wisata yang mendukung mobilisasi pengunjung menuju sejumlah destinasi unggulan di Desa Bete-Bete, seperti Wisata Bahomompa, Andaro, serta beberapa lokasi wisata pesisir lainnya. Perahu ini memiliki kapasitas 20 grosston (GT), mampu mengangkut hingga 30 penumpang dan telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan, misalnya life jacket (pelampung) sesuai standar keselamatan.

Supervisor CSR PT IMIP, Agus Sepriyanto menjelaskan, bantuan perahu menjadi bagian dari program PPM yang dirancang untuk memperkuat sektor pariwisata desa sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. “Kami melihat potensi besar pengembangan pariwisata di Desa Bete-Bete. Dukungan sarana transportasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Selain bantuan perahu, PT IMIP juga telah memberikan berbagai dukungan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Desa Bete-Bete. Bantuan tersebut meliputi pembangunan dermaga untuk tempat sandar perahu, penyediaan toilet di kawasan wisata, dukungan fasilitas rumah ibadah, serta pembangunan spot foto (photo booth) di kawasan Wisata Andaro. Seluruh fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung.

PT IMIP juga mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sejumlah UMKM binaan telah difasilitasi untuk menjajakan produk kuliner dan jasa di kawasan wisata, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Bete-Bete, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta unsur masyarakat lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Bete-Bete, Ridwan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan PT IMIP. “Perahu ini akan dimanfaatkan untuk mendukung mobilisasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Sebagai desa yang telah terdaftar sebagai desa nelayan, Bete-Bete memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Tingginya kunjungan masyarakat, termasuk pekerja di kawasan IMIP, menjadi peluang strategis bagi pengembangan wisata pesisir. PT IMIP berkomitmen untuk terus mendukung program-program berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasionaperusahaan. (Rpdm)

Ketua IKA UNPAD Tegaskan Pelantikan Awal Tanggung Jawab Kolektif Alumni

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Ketua Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran (IKA UNPAD) Provinsi Lampung, Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., menegaskan bahwa pelantikan pengurus masa bakti 2025–2029 bukan sekadar seremoni organisasi, melainkan titik awal tanggung jawab kolektif alumni untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah dan peningkatan kualitas masyarakat Lampung.

Hal tersebut disampaikan Andi Desfiandi dalam acara Pelantikan Pengurus IKA UNPAD Provinsi Lampung Masa Bakti 2025–2029 yang digelar di Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Sabtu (7/2/2026).

“Pelantikan ini adalah penanda dimulainya amanah bersama. Kami siap bekerja sungguh-sungguh, menjaga nilai-nilai almamater, dan menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat Lampung,” ujar Andi Desfiandi.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan utama IKA UNPAD Lampung terletak pada besarnya jumlah anggota serta keberagaman latar belakang profesi dan kepakaran yang dimiliki. Alumni UNPAD di Lampung tersebar di seluruh wilayah dan berasal dari berbagai sektor strategis, mulai dari akademisi, birokrat, profesional, pengusaha, hingga tokoh masyarakat.

“Anggota IKA UNPAD terdiri dari beragam latar belakang profesi dan kepakaran, dengan jumlah yang sangat besar dan tersebar di seluruh wilayah Lampung. Bahkan, kepengurusan Pengprov Lampung saja berisi ratusan pengurus dengan latar belakang dan profesi yang beragam,” ungkapnya.

Menurut Andi Desfiandi, potensi besar tersebut harus dikelola secara terstruktur, kolaboratif, dan berorientasi pada dampak. Karena itu, IKA UNPAD Lampung membuka ruang sinergi seluas-luasnya dengan Pemerintah Provinsi Lampung dan seluruh pemangku kepentingan pembangunan daerah.

“Potensi ini harus dimanfaatkan untuk memberi manfaat seluas-luasnya, terutama bagi masyarakat Lampung. IKA UNPAD siap berkolaborasi dan menjadi bagian dari solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah,” tegasnya.

Pelantikan pengurus IKA UNPAD Provinsi Lampung dilaksanakan berdasarkan Surat Keputusan Pengurus Pusat Ikatan Alumni Universitas Padjadjaran Nomor 142/SK/PP-IKAUNPAD/III/2025, dan secara resmi dilakukan oleh Sekretaris Jenderal IKA UNPAD, Yhodhisman Soratha.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyampaikan harapan agar IKA UNPAD Provinsi Lampung dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Gubernur Mirza mengapresiasi terbentuknya kepengurusan baru dan menilai organisasi alumni memiliki potensi besar sebagai kekuatan pembangunan daerah melalui jejaring luas, kompetensi lintas sektor, serta pengalaman dan semangat pengabdian para alumninya.

“Jika dikelola secara optimal, potensi alumni dapat menjadi kekuatan strategis yang mendukung pemerintah dalam mempercepat pembangunan melalui program pendampingan dan aksi yang terukur,” ujar Gubernur Mirza.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mirza juga memaparkan visi pembangunan Provinsi Lampung periode 2025–2030, yakni Lampung Maju menuju Indonesia Emas, dengan fokus pada pertumbuhan ekonomi inklusif, peningkatan kualitas sumber daya manusia, kehidupan yang berkeadilan dan beradab, serta reformasi birokrasi yang maksimal.

Menurutnya, peran alumni perguruan tinggi sangat menentukan dalam meningkatkan daya saing daerah. “Lampung memiliki sumber daya alam yang besar, tetapi yang paling menentukan masa depan daerah ini adalah kualitas manusianya,” tegasnya.

Pelantikan ini menjadi momentum penting penguatan sinergi antara IKA UNPAD Provinsi Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendorong pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berorientasi pada peningkatan kualitas SDM. (**)

Resmi! Lampung Tuan Rumah Porwanas 2027

SERANG -(deklarasinews.com)- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Seksi Wartawan Olahraga Indonesia (SIWO) se-Indonesia secara resmi menetapkan Provinsi Lampung sebagai tuan rumah Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027. Keputusan penting ini diambil dalam Rakernas SIWO yang digelar di Hotel Le Dian, Serang, Banten, Sabtu (7/2/2026).

Penetapan Lampung dilakukan secara aklamasi, setelah Ketua SIWO PWI Lampung Muslim Pranata memaparkan kesiapan daerahnya di hadapan jajaran pengurus SIWO Pusat serta perwakilan SIWO dari seluruh provinsi di Indonesia.

Muslim menegaskan, Lampung telah melakukan berbagai persiapan teknis dan nonteknis guna menyukseskan ajang olahraga wartawan terbesar di Tanah Air tersebut yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2027.

“Lampung telah siap melaksanakan Porwanas 2027. Kami mengundang seluruh provinsi untuk membawa atlet wartawan sebanyak-banyaknya. Fasilitas, dukungan pemerintah, dan kesiapan panitia sudah kami siapkan,” ujar Muslim di forum Rakernas.

Ia juga mengungkapkan bahwa dukungan terhadap Porwanas 2027 tidak hanya datang dari internal organisasi kewartawanan, tetapi juga dari pemerintah daerah. Gubernur Lampung dan Ketua DPRD Provinsi Lampung disebut telah menyatakan dukungan penuh, termasuk dalam aspek penganggaran kegiatan berskala nasional tersebut.

Pemaparan tersebut mendapat respons positif dari peserta Rakernas. Setelah melalui pembahasan, forum akhirnya menyepakati Lampung sebagai tuan rumah Porwanas 2027. Keputusan ini sekaligus menjadi titik awal konsolidasi nasional SIWO dalam menyiapkan agenda olahraga wartawan paling bergengsi di Indonesia.

Cabang Olahraga yang Dipertandingkan

Porwanas 2027 di Lampung pada prinsipnya akan mengacu pada edisi-edisi sebelumnya. Sejumlah cabang olahraga yang direncanakan dipertandingkan antara lain bulutangkis, sepak bola mini, futsal, atletik, tenis meja, tenis lapangan, bridge, catur, biliar, fun rally, hingga domino yang selama ini menjadi cabang favorit wartawan.

Menariknya, tuan rumah Lampung juga akan menjadikan tenis meja IKWI dan karaoke IKWI sebagai cabang resmi perebutan medali. Pada Porwanas sebelumnya, pertandingan IKWI hanya bersifat ekshibisi tanpa medali.

Pembentukan Komite Porwanas

Rakernas SIWO juga mengumumkan terbentuknya Komite Porwanas yang bertugas mengawasi dan mengatur seluruh pelaksanaan Porwanas 2027. Komite ini memiliki kewenangan menyusun aturan penyelenggaraan serta membentuk Dewan Hakim, Komisi Disiplin, Dewan Pengawas, dan Dewan Verifikasi serta Keabsahan Peserta.

Komite Porwanas diketuai Erwin Muhammad (SIWO Pusat) dengan Wakil Ketua Rudi Syahwani (SIWO Pusat). Widyo Suprayogi (SIWO DIY) ditunjuk sebagai Sekretaris, Noni (SIWO DKI Jakarta) sebagai Bendahara, serta anggota Denni Risman (SIWO Pusat), Muslim Pranata (SIWO Lampung), Irwansyah (SIWO Kalsel), dan Syaiful Hosen (SIWO Sumbar).

Syarat Peserta Diperketat

Terkait persyaratan peserta, forum Rakernas menegaskan bahwa atlet Porwanas wajib berstatus anggota biasa PWI, dibuktikan dengan kartu biru, serta telah lulus Uji Kompetensi Wartawan (UKW). Ketentuan ini diterapkan untuk menjaga profesionalitas sekaligus memastikan peserta benar-benar berasal dari kalangan wartawan aktif.

Selain itu, Rakernas juga mengusulkan agar pendaftaran atlet dari seluruh provinsi sudah final paling lambat Desember 2026. Data atlet tersebut direncanakan mulai dipublikasikan pada awal 2027 sebagai bagian dari proses verifikasi dan administrasi.

Dengan ditunjuknya Lampung sebagai tuan rumah, Porwanas 2027 diharapkan tidak hanya menjadi ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum memperkuat solidaritas wartawan olahraga nasional sekaligus mempromosikan potensi daerah Lampung di tingkat nasional.(Red)

PW Wanita Islam Lampung Gelar Seminar Parenting Stimulasi Pra-Menulis Anak Usia Dini

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Lampung menggelar seminar parenting dengan tema “Stimulasi Pra-Menulis Pada Anak Usia Dini” yang berlangsung di Ruang Abung, Balai Keratun, Pemerintah Provinsi Lampung, Sabtu (07/02/2026).

Kegiatan ini menghadirkan pemateri DR. Ir. Masitowati Gatot, M.Si., M.Ed., akademisi dan dosen Universitas Ibn Khaldun Bogor yang juga dikenal sebagai praktisi, peneliti, serta penulis buku di bidang pendidikan anak usia dini. Seminar dibuka oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung yang diwakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung, Dr. Fitrianita Damhuri, S.STP., M.Si.

Seminar parenting tersebut dihadiri oleh perwakilan berbagai dinas di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung, Ketua Himpaudi, Ketua BKOW Provinsi Lampung, Pengurus Daerah Wanita Islam se-Provinsi Lampung, para guru PAUD, orang tua murid, serta tamu undangan lainnya.

Ketua PW Wanita Islam Provinsi Lampung, Ir. Hj. Handjarita Gatot, MBA, didampingi Ketua Bidang Pendidikan Prof. Dr. Hj. Romlah, M.Pdi., dan Bidang Humas Ir. Sri Rosnilawati, menyampaikan bahwa seminar parenting ini merupakan salah satu program kerja PW Wanita Islam Provinsi Lampung di bidang pendidikan.

“Ilmu yang diterapkan pada anak-anak usia dini merupakan fondasi utama agar mereka tumbuh menjadi anak-anak yang berkualitas. Anak-anak yang berkualitas akan menjadi manusia berkualitas, dan pada akhirnya akan membentuk bangsa yang berkualitas, insya Allah,” ujar Handjarita Gatot.

Ia menegaskan PW Wanita Islam Provinsi Lampung konsisten memperhatikan tumbuh kembang anak PAUD sebagai pondasi awal pendidikan. “PAUD adalah dasar pendidikan. Bagaimana cara menulis dengan baik dan tanpa tekanan itu semua ada caranya, dan itulah yang kita dorong,” tambahnya.

Saat disinggung terkait peristiwa bunuh diri yang dilakukan oleh salah satu siswa di Provinsi Nusa Tenggara Timur, Handjarita Gatot menyampaikan rasa prihatin yang mendalam. Menurutnya, kejadian tersebut dapat menjadi pelajaran penting akan bahaya tekanan berlebihan pada anak.

“Inilah salah satu contoh akibat tekanan yang tidak mampu ditanggung anak. Oleh karena itu, sejak PAUD kita harus memastikan anak-anak tidak merasa tertekan. Ini harus diterapkan oleh guru-guru PAUD serta didukung dengan motivasi dan perhatian dari orang tua,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa PW Wanita Islam Provinsi Lampung akan terus bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung, tidak hanya di bidang pendidikan tetapi juga bidang lainnya, guna mewujudkan Lampung Maju.

Hal senada disampaikan Ketua Bidang Pendidikan PW Wanita Islam Provinsi Lampung, Prof. Dr. Hj. Romlah, M.Pdi. Ia menyampaikan bahwa fokus pada PAUD sangat penting karena merupakan jenjang pendidikan paling dasar.

“Salah satu fokus utama kita adalah mengembangkan motorik anak, khususnya motorik halus. Motorik halus inilah yang perlu distimulasi agar kemampuan menulis anak dapat berkembang dengan baik,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa dukungan pemerintah melalui penyediaan fasilitas seperti smart TV di sekolah sangat membantu proses pembelajaran. “Fasilitas ini tentu memudahkan siswa dan guru dalam kegiatan belajar mengajar,” pungkasnya.(Red)

PWI Sebagai Investor Kemerdekaan Republik Indonesia Sejak 1946

SERANG -(deklarasinews.com)- HPN 2026, Momentum Bukan Sekadar Seremoni, Hari Pers Nasional (HPN) 2026 tidak semestinya kembali terjebak dalam rutinitas seremoni, panggung penghargaan, dan retorika normatif tentang “pers pilar keempat demokrasi” yang diulang tanpa evaluasi struktural.

Justru pada titik inilah HPN harus dikembalikan pada hakikat politik-historisnya, momentum refleksi dan negosiasi ulang posisi pers, khususnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), dengan negara dan pemerintah.

HPN 2026 adalah momen strategis untuk mengajukan satu pertanyaan mendasar, apakah negara masih memposisikan PWI sebagai mitra sejarah dan investor kemerdekaan, atau sekadar ornamen demokrasi prosedural?

PWI dan Sejarah

Bukan Penonton, Melainkan Investor Kemerdekaan

PWI lahir pada 9 Februari 1946, dalam situasi republik yang masih rapuh, belum diakui dunia internasional, dan dikepung oleh agresi militer serta perang propaganda. Dalam konteks itu, wartawan Indonesia tidak netral dalam arti steril, melainkan berpihak pada kelahiran Republik.

Pers waktu itu bukan hanya alat informasi, tetapi, instrumen diplomasi revolusi, Penjaga psikologi nasional, Penyambung suara republik ke dunia internasional, Sekaligus benteng ideologis melawan propaganda kolonial.

Dengan segala keterbatasan, PWI menginvestasikan, Risiko nyawa, Kredibilitas internasional, Integritas profesi, demi satu tujuan, “tegaknya Republik Indonesia.”

Maka tidak berlebihan jika dinyatakan:

PWI adalah investor kemerdekaan RI, jauh sebelum negara ini mapan secara institusional.

Dari Mitra Ideologis ke Relasi Administratif

Masalah besar yang dihadapi PWI hari ini bukan sekadar dinamika internal atau tantangan disrupsi digital. Masalah utamanya adalah penurunan posisi tawar struktural PWI di hadapan negara.

Relasi PWI dan negara yang dulu bersifat:

▪︎Ideologis

▪︎Historis

▪︎Strategis

Kini direduksi menjadi:

▪︎Administratif

▪︎Seremonial

▪︎Proyek oriented

Negara lebih sering melihat pers sebagai:

▪︎Objek regulasi,

▪︎Alat stabilisasi opini,

▪︎Mitra sosialisasi kebijakan,

bukan sebagai subjek sejarah dan kekuatan penyeimbang kekuasaan.

HPN 2026

Saatnya Negosiasi Ulang dengan Negara HPN 2026 harus dimaknai sebagai forum negosiasi ulang, bukan dalam arti konflik, tetapi reposisi peran dan pengakuan.

Negosiasi ulang ini setidaknya mencakup empat hal fundamental:

  1. Pengakuan Historis yang Konkret, Bukan Retorika

Negara perlu mengakui peran PWI secara institusional dan berkelanjutan, bukan hanya dalam pidato HPN, tetapi dalam:

Kebijakan pers nasional, Perlindungan hukum wartawan, Akses informasi strategis negara. Pengakuan sejarah tanpa implikasi kebijakan hanyalah romantisme kosong.

  1. Kemandirian Pers dari Ketergantungan Ekonomi Negara

Negosiasi ulang juga harus menyentuh soal model relasi ekonomi. Ketergantungan media pada iklan pemerintah dan proyek komunikasi negara telah melemahkan daya kritis pers.

PWI harus mendorong:

▪︎Skema keberlanjutan ▪︎media independen,

▪︎Perlindungan media daerah,

▪︎Ekosistem pers yang tidak disandera kekuasaan dan modal.

  1. PWI sebagai Penjaga Etika Publik, Bukan Sekadar Organisasi Profesi

Negara sering lupa bahwa pers bukan hanya penyampai berita, tetapi penjaga moral publik.

Dalam situasi demokrasi elektoral yang cenderung transaksional, PWI seharusnya kembali diposisikan sebagai:

▪︎Penyeimbang narasi kekuasaan,

▪︎Pengawas etika politik,

Penafsir kepentingan publik.

  1. Pers dan Kedaulatan Informasi Nasional

Di era digital global, ancaman terhadap kedaulatan informasi justru datang dari:

▪︎Platform asing,

▪︎Algoritma global,

▪︎Disinformasi lintas negara.

Negosiasi ulang PWI dengan negara harus mencakup peran strategis pers nasional dalam menjaga kedaulatan informasi Indonesia, tanpa jatuh pada sensor dan pembungkaman.

Akhiran

Mengembalikan Martabat Pers, Menjaga Republik HPN 2026 seharusnya menjadi titik balik, bukan sekadar merayakan usia pers, tetapi mengoreksi arah hubungan pers dengan kekuasaan.

PWI bukan anak kandung rezim manapun. PWI adalah anak kandung Republik. Sebagai investor kemerdekaan sejak 1946, PWI berhak dan berkewajiban untuk:

Mengingatkan negara akan janji:

  1. konstitusionalnya,
  2. Mengkritik pemerintah tanpa rasa bersalah,
  3. Menjaga Republik tetap waras di tengah hiruk-pikuk kekuasaan.

Jika HPN 2026 mampu mengembalikan kesadaran ini, maka pers Indonesia tidak hanya merayakan sejarahnya, tetapi menunaikan tanggung jawab sejarahnya.(Benz Jono Hartono)

PKL Berjualan di Badan Jalan dan Trotoar di Jalan Sungai Bambu Kinerja Lurah Sungai Bambu Priok Perlu di Evaluasi

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Trotoar di sepanjang Jalan Sungai bambu priok Kramat Kelurahan Sungai Bambu   Kecamatan priuk Jakarta Utara, kembali dikuasai pedagang kaki lima (PKL). Hal ini mengganggu pejalan kaki yang mestinya menikmati fasilitas yang baru diperbaiki dengan menggunakan APDB tersebut.

Yunita (26), pejalan kaki, mengaku hampir sepanjang hari, terutama sore, pedagang menggelar lapak atau gerobak dagangannya di trotoar dan badan jalan akibatnya, banyak pejalan kaki kebetulan lewat di badan jalan, bersaing dengan kendaraan bermotor.

“Bagaimana mau lewat kalau lapak dagangannya ditaruh di trotoar, kadang kalau kita lewat juga malah galakan dia (pedagang),” keluhnya, Jumat (5/2/2026).

Ia berharap petugas Kelurahan atau Satpol PP segera menertibkan kawasan itu agar fungsi trotoar kembali berfungsi, menanggapi hal itu,

Sementara Tarno tokoh masyarakat mengatakan pada Media meminta Hendra Hidayat Walikota Administrasi Jakarta Utara untuk Mengevaluasi kinerja Lurah Sungai Bambu Priok ” telah melakukan pembiaran terhadap PKL tidak melakukan penataan program unggulan Gubernur DKI jakarta tegasnya.

Dasar Hukumnya kan ada Perda 8 Tahun 2007.tentang ketertiban umum.

Sementara ketika hal tersebut dikonfirmasikan ke Camat priok blm ada jawaban.(SW)

KW – RI Mengucapakan Selamat atas terpilhnya Bambang Hartono Sebagai Ketua FKWKP Priode 2026 -2029

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Ketua DPC Koalisi Wartawan Rangking  Indonesia (KW-RI) Mulia Mega yang hadir dalam acara Musda FKWKP di dampingi sekretaris Ayu Puspitasari. Kamis 5/02/26.

Mengucapkan Selamat kepada Bambang Hartono atas terpilihnya sebagai Ketua Forum Komunikasi Wartawan Kabupaten Pringsewu ( FKWKP ) Periode 2026-2029.

Sebagai rekan seprofesi kami mengapresiasi proses Musda FKWKP  yang demokratis dan transparan, ujarnya

Semoga Bambang Hartono dapat membawa FKWKP semakin maju dan profesional dalam menjalankan tugas jurnalistik. Dan dengan

kepemimpinan Bambang Hartono, dapat meningkatkan sinergi hubungan antar lembaga jurnalistik dan memperkuat peran media dalam mendukung Pembangunan Daerah.

Kami Dari Koalisi Wartawan Rangking Indonesia ( KW-RI )

MENGUCAPKAN

Selamat dan Sukses.

[ KW-RI ]