Dandim 0813 Bojonegoro Turun Langsung Temui Massa Ojol Sebelum Bergerak ke Disperinaker

BOJONEGORO -(deklarasinews.com)- Aksi konvoi damai yang digelar Ojol Bojonegoro Bersatu pada Kamis pagi (1/5/2026) berlangsung dengan suasana yang sempat mengejutkan para peserta. Saat sekitar 50 pengemudi ojek online tengah bersiap memulai pergerakan menuju Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kabupaten Bojonegoro, Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., tiba-tiba hadir langsung di tengah titik kumpul massa aksi.

Kehadiran Dandim yang datang tanpa agenda pemberitahuan sebelumnya sempat memunculkan tanda tanya di kalangan para driver ojol. Namun situasi yang awalnya penuh rasa penasaran perlahan mencair setelah Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto memilih berdialog secara langsung dengan para peserta aksi dan menyampaikan pesan melalui pengeras suara milik massa.

Di hadapan para pengemudi, Dandim 0813 Bojonegoro menegaskan bahwa penyampaian aspirasi merupakan hak konstitusional setiap warga negara yang wajib dihormati. Meski demikian, ia mengingatkan agar seluruh rangkaian aksi tetap berjalan secara tertib, damai, dan tidak mengganggu stabilitas keamanan daerah.

“Silakan menyampaikan aspirasi dengan baik, santun, dan tertib. Aspirasi adalah hak masyarakat, tetapi yang terpenting adalah bagaimana kita bersama menjaga kondusivitas Bojonegoro. Mari kita ciptakan Bojonegoro yang aman, bahagia, makmur, dan membanggakan. Jangan sampai ada tindakan anarkis yang justru merugikan masyarakat, daerah, maupun diri sendiri,” tegas Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari massa aksi. Suasana yang sebelumnya sempat tegang berubah menjadi lebih tenang dan terkendali sebelum rombongan akhirnya bergerak menuju Disperinaker Bojonegoro sebagai titik awal penyampaian tuntutan.

Sementara itu, Ketua Ojol Bojonegoro Bersatu, Suwito, akrab disapa Wio menyampaikan apresiasi atas kehadiran langsung Komandan Kodim 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, S.T., di tengah massa aksi sebelum rombongan bergerak menyampaikan aspirasi. Menurutnya, kehadiran Dandim menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan moral bagi para pengemudi ojek online yang tengah memperjuangkan hak mereka secara damai.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bapak Dandim yang datang langsung menemui kami. Ini menjadi bentuk perhatian yang luar biasa bagi teman-teman ojol. Kehadiran beliau membuat kami merasa didengar dan dihargai sebagai bagian dari masyarakat yang sedang menyampaikan aspirasi secara baik-baik,” ujar Wio.

Ia juga mengungkapkan bahwa kehadiran Dandim di lokasi sempat membuat para pengemudi terkejut, namun respons tersebut berubah menjadi rasa bangga dan senang karena sosok pimpinan TNI di Bojonegoro tersebut memilih hadir dan berdialog secara terbuka dengan massa.

“Teman-teman ojol awalnya memang kaget, tapi setelah beliau menyampaikan pesan dan berdialog langsung, kami justru merasa sangat senang. Kehadiran beliau memberikan semangat sekaligus menenangkan suasana. Ini menunjukkan bahwa kami tidak sendiri, ada perhatian dari pimpinan daerah terhadap aspirasi yang kami perjuangkan,” tambahnya.

Wio menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga aksi tetap berjalan damai, tertib, dan sesuai aturan, sebagaimana pesan yang disampaikan Dandim, agar tuntutan yang dibawa dapat diterima dengan baik oleh pemerintah daerah dan pihak terkait.

Aksi yang digelar Ojol Bojonegoro Bersatu ini membawa sejumlah persoalan yang selama ini dinilai belum mendapatkan kepastian dari pemerintah daerah. Salah satu tuntutan utama yang disampaikan di Disperinaker adalah terkait realisasi program BPJS Ketenagakerjaan bagi pengemudi ojek online yang sebelumnya dijanjikan, namun hingga kini belum menunjukkan kejelasan pelaksanaan.

Usai menyampaikan aspirasi di Disperinaker, massa awalnya dijadwalkan melanjutkan aksi menuju Gedung DPRD Bojonegoro, kemudian bergerak ke Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi untuk menyuarakan persoalan terkait hak titik jemput penumpang di fasilitas publik yang selama ini masih menjadi polemik dengan keberadaan ojek pangkalan.

Namun, agenda lanjutan tersebut akhirnya dibatalkan setelah sebagian tuntutan yang disampaikan mendapat respons positif dari pihak terkait. Salah satu poin yang menjadi perhatian adalah persoalan titik jemput penumpang, di mana Kepala Dinas Perhubungan Bojonegoro, Welly Fritama, menyatakan komitmennya untuk segera merealisasikan pembangunan shelter bagi pengemudi ojek online di area Stasiun Bojonegoro dan Terminal Rajekwesi.

Kepada awak media, Suwito, turut menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang dinilai telah membuka ruang dialog serta merespons aspirasi para pengemudi ojek online secara konkret.

“Alhamdulillah, akhirnya seluruh tuntutan kami bisa terealisasi. Mulai dari kepastian terkait BPJS Ketenagakerjaan, legalitas komunitas hingga komitmen ke depan untuk pembangunan shelter di Stasiun dan Terminal Bojonegoro, yang di sampaikan pak Welly. Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wakil Bupati yang telah menerima dan menindaklanjuti aspirasi kami,” ujar Wio.

Ia menegaskan, respons cepat dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menjadi harapan baru bagi para pengemudi ojek online, khususnya dalam menciptakan kepastian kerja dan kenyamanan operasional di ruang publik. Menurutnya, hasil yang dicapai dalam aksi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian aspirasi secara damai mampu menghasilkan solusi nyata bagi masyarakat.(red)

Antisipasi Kejahatan Pasca May Day, Babinsa Patroli Malam Bersama Komduk

TANGERANG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka mengantisipasi potensi tindak kejahatan pasca peringatan May Day, personel Babinsa 06/Cibodas dan Babinsa Koramil 03/Serpong bersama Komponen Pendukung (Komduk) melaksanakan patroli malam bersama unsur Linmas dan Mitra Jaya di wilayah teritorial Kodim 0506/Tgr, Jum’at malam (01/05/2026).

Kegiatan patroli tersebut dilakukan dengan menyusuri sejumlah titik rawan, seperti kawasan permukiman warga, jalan sepi, serta lokasi yang dinilai rawan akan Kamtibmas

Selain itu, Babinsa juga memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan serta menjaga keamanan lingkungan secara bersama-sama.

Pasi Ops Kodim 0506/Tgr Mayor Inf Heru Susanto menjelaskan, patroli gabungan tersebut merupakan bentuk sinergi antara TNI dan komponen masyarakat dalam menciptakan situasi wilayah yang aman, nyaman, dalam situasi apapun termasuk pasca peringatan May Day.

“Kegiatan patroli Babinsa dan Komduk merupakan langkah preventif guna mencegah terjadinya tindak kriminalitas di tengah meningkatnya aktivitas masyarakat,” ujarnya.

“Kami terus meningkatkan patroli bersama unsur Linmas dan Mitra Jaya sebagai upaya antisipasi terhadap potensi gangguan kamtibmas. Diharapkan dengan kehadiran aparat di lapangan, masyarakat dapat merasa aman dan nyaman,” tambahnya.

Dengan adanya patroli rutin ini, diharapkan situasi wilayah Kodim 0506/Tgr tetap terjaga dalam keadaan aman dan kondusif sepanjang malam.(Nan)

May Day 2026, PHDI Lampung Ajak Masyarakat Utamakan Persatuan dan Stabilitas Daerah

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua Majelis Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Lampung, Dewa Kadek Arta, mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban tetap kondusif menjelang peringatan Hari Buruh Internasional 2026.

Dalam keterangannya, Dewa Kadek Arta menegaskan bahwa momentum Hari Buruh harus dimaknai sebagai ajang mempererat solidaritas antar pekerja dan seluruh elemen masyarakat, bukan menjadi pemicu perpecahan.

“May Day adalah momen penting bagi para pekerja.

Namun, kami mengajak agar peringatan ini dijadikan sarana memperkuat kebersamaan dan solidaritas, serta disampaikan secara santun dan damai,” ujarnya.

Ia berharap peringatan May Day tahun ini mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan pekerja, sekaligus memperkuat iklim investasi di sektor industri di Lampung.

Menurutnya, stabilitas daerah merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan menarik kepercayaan investor.

“Jika situasi tetap aman dan kondusif, maka dunia usaha akan berkembang, lapangan kerja terbuka, dan kesejahteraan pekerja pun meningkat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang bersifat provokatif maupun berita hoaks yang dapat memicu konflik sosial.

“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.

Hindari hoaks dan isu provokatif yang dapat merusak persatuan,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Dewa Kadek Arta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan toleransi, serta menjadikan May Day 2026 sebagai momentum positif dalam membangun Lampung yang aman, damai, dan sejahtera.

Ketua Kesti TTKDH Lampung Ajak Masyarakat Jaga Kondusivitas Jelang May Day 2026

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Kesti TTKDH Provinsi Lampung, Sumarno, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi keamanan danb ketertiban menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026.

Dalam pernyataannya, Sumarno menegaskan bahwa momentum May Day harus dijadikan sebagai sarana mempererat persatuan, bukan justru memicu potensi gangguan kamtibmas.

Ia mengimbau agar seluruh masyarakat, khususnya kalangan buruh, dapat menahan diri serta mengedepankan cara-cara yang lebih konstruktif dalam menyampaikan aspirasi.

“May Day adalah momentum penting bagi para pekerja untuk menyuarakan hak dan aspirasi. Namun, kami mengajak agar hal tersebut dilakukan dengan cara yang santun, melalui dialog dan komunikasi yang baik, bukan dengan aksi turun ke jalan yang berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban,” ujar Sumarno.

Ia juga menekankan pentingnya peran semua pihak, termasuk organisasi masyarakat, tokoh pemuda, dan aparat keamanan, dalam menjaga stabilitas daerah.

Menurutnya, kondusivitas di Lampung merupakan tanggung jawab bersama yang harus dijaga demi keberlangsungan pembangunan dan kenyamanan masyarakat.

Sumarno menambahkan bahwa dialog terbuka antara buruh, pemerintah, dan pihak perusahaan merupakan langkah yang lebih efektif dalam mencari solusi atas berbagai persoalan ketenagakerjaan.

“Kami percaya bahwa komunikasi yang baik akan menghasilkan solusi yang lebih bijak dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, mari kita utamakan musyawarah dan hindari tindakan yang dapat merugikan banyak pihak,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Sumarno mengajak seluruh masyarakat Lampung untuk tetap menjaga persatuan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memecah belah.

“Lampung adalah rumah kita bersama, mari kita jaga kedamaian, saling menghormati, dan tetap bersatu demi terciptanya situasi yang aman, damai, dan kondusif,” pungkasnya.

Respons Cepat Babinsa Kelurahan Campang Raya Sertu Andreswan, Genangan Air Berangsur Surut

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Bandar Lampung pada Kamis sore (30/4) mengakibatkan genangan air di sejumlah ruas jalan Kelurahan Campang Raya, Kecamatan Sukabumi. Menyikapi kondisi tersebut, Babinsa Kelurahan Campang Raya, Sertu Andreswan dari Koramil 410-01/PJG, dengan sigap turun ke lapangan untuk memonitor titik-titik rawan dan memastikan keselamatan warga.

Kehadiran Sertu Andreswan di tengah masyarakat menunjukkan peran aktif TNI AD dalam membantu mengantisipasi dampak cuaca ekstrem. Dengan curah hujan yang tinggi, saluran air/parit tidak mampu menampung debit air sehingga menimbulkan genangan setinggi rata-rata 10 sentimeter di beberapa lokasi.

“Kami segera melakukan pengecekan lapangan bersama perangkat kelurahan dan linmas. Alhamdulillah, ketika hujan reda, genangan berangsur surut. Yang terpenting, warga tetap waspada dan kami terus memantau perkembangan,” ujar Sertu Andreswan saat ditemui di lokasi.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga selesai itu dihadiri oleh Lurah Campang Raya, Ketua RT 02 Lk.2, serta anggota perlindungan masyarakat (Linmas). Adapun titik rawan genangan yang menjadi fokus utama berada di Jalan Alimudin Umar.

Danramil 410-01/PJG melalui laporan yang diterima Kodim 0410/Kota Bandar Lampung menyampaikan apresiasi atas respon cepat Babinsa. “Sertu Andreswan telah menunjukkan jiwa kewilayahan yang tanggap. Inilah bentuk nyata kedekatan TNI dengan rakyat, terutama dalam situasi darurat seperti banjir genangan,” ujar Dansub Koramil mewakili komando atas.

Kodim 0410/KBL mengimbau seluruh masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat dalam sepekan ke depan. Babinsa di semua kelurahan terus bersiaga dan berkoordinasi dengan aparatur setempat untuk meminimalisir dampak bencana hidrometeorologi.

“Babinsa adalah ujung tombak kewaspadaan dini. Kecepatan informasi dan tindakan di lapangan sangat menentukan keselamatan warga,” tegas Dandim 0410/KBL dalam pesan singkat yang disampaikan melalui Kasdim.

Hingga berita ini diturunkan, situasi di Kelurahan Campang Raya berangsur normal dan genangan air diketahui sudah mulai surut. Babinsa bersama unsur terkait masih melakukan pemantauan rutin.

Sindikat Pengoplos BBM Bersubsidi Digulung Ditreskrimsus Polda Sumsel, Amankan Puluhan Ton Minyak

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) berhasil mengungkap praktik penyalahgunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Pertalite di wilayah Kabupaten Musi Rawas. Pengungkapan ini disampaikan dalam konferensi pers di Press Room Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 30 April 2026.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sumsel melalui Wakil Direktur Reskrimsus menjelaskan bahwa kasus ini terungkap berkat laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan dalam distribusi BBM. Operasi yang dipimpin Kasubdit IV Tipidter AKBP Ahmad Budi Martono tersebut berhasil mengamankan 11 tersangka dengan peran beragam, mulai dari sopir tangki, pengelola gudang, hingga koordinator lapangan.

Peristiwa bermula pada Selasa, 21 April 2026, saat petugas melakukan penyelidikan di ruas Jalan Lintas Lubuk Linggau–Sarolangun, Kelurahan Trawas, Kecamatan STL Ulu Trawas. Di lokasi tersebut, ditemukan satu unit truk tangki berkapasitas 16.000 liter milik PT Elnusa Petrofin yang seharusnya mendistribusikan BBM dari Depo Pertamina Lubuk Linggau menuju Provinsi Bengkulu.

Namun dalam praktiknya, para pelaku mengalihkan kendaraan tersebut ke sebuah gudang di wilayah Musi Rawas. Di lokasi tersebut, sekitar 8.000 liter BBM jenis Pertalite diturunkan untuk ditukar (barter) dengan minyak bensin hasil olahan ilegal yang berasal dari wilayah Musi Rawas Utara.

Modus ini diketahui telah berlangsung selama kurang lebih enam bulan. Para pelaku memperoleh keuntungan sekitar Rp700.000 per ton dari aktivitas ilegal tersebut. Praktik ini tidak hanya merugikan negara, tetapi juga mengganggu distribusi BBM bersubsidi yang seharusnya diperuntukkan bagi masyarakat.

Dalam operasi tersebut, petugas turut mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain satu unit truk tangki Hino, satu unit truk Colt Diesel bermuatan sekitar 10.000 liter minyak olahan ilegal, tiga unit mobil pick-up, puluhan babytank, mesin sedot, selang, bahan pewarna kimia, uang tunai Rp5,2 juta, serta 11 unit telepon genggam milik tersangka.

 

Para tersangka dijerat dengan Pasal 54 dan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Cipta Kerja. Ancaman hukuman berupa pidana penjara paling lama enam tahun serta denda maksimal Rp60 miliar.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa pihak kepolisian akan menindak tegas setiap bentuk penyalahgunaan BBM bersubsidi.

“Kami memastikan proses penegakan hukum berjalan profesional dan transparan. BBM subsidi adalah hak masyarakat, sehingga tidak boleh disalahgunakan oleh oknum yang mencari keuntungan pribadi,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM di lingkungan masing-masing. Partisipasi publik dinilai menjadi faktor penting dalam mencegah praktik mafia migas yang merugikan negara dan masyarakat.

Pengungkapan ini menjadi bukti nyata komitmen Polda Sumsel dalam menjaga stabilitas distribusi energi serta mendukung program nasional dalam mewujudkan tata kelola sumber daya energi yang adil, transparan, dan berkelanjutan. (ril/Ning)

TMMD Purwakarta Genjot Infrastruktur dan SDM, Jalan Hingga Pipanisasi Jadi Prioritas

PURWAKARTA -(deklarasinews.com)- Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) TMMD ke-128 Kodim 0619/Purwakarta, Letkol Inf Ardha Carirova Pariputra, melakukan peninjauan langsung ke sejumlah titik lokasi kegiatan di Desa Sukajadi, Kecamatan Pondoksalam. Monitoring tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh program TMMD berjalan sesuai rencana dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Peninjauan mencakup kegiatan fisik, nonfisik, hingga program tambahan yang tengah berjalan. Pada sektor fisik, sejumlah pembangunan menjadi fokus, di antaranya peningkatan jalan desa, rehabilitasi rumah tidak layak huni (rutilahu), pembangunan sumur bor dan pipanisasi, toren air, perbaikan MCK, pos kamling, sekolah dasar, mushola, pemasangan penerangan jalan umum (PJU), tiang listrik, serta penanaman pohon dan penguatan ketahanan pangan.

Letkol Inf Ardha Carirova Pariputra menjelaskan, Desa Sukajadi dipilih sebagai sasaran TMMD tahun anggaran 2026 karena memiliki kebutuhan mendesak, terutama pada infrastruktur jalan penghubung antarwilayah.

“Perbaikan jalan yang membentang dari Desa Sukajadi hingga Desa Kertasari ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta membuka akses alternatif menuju Kecamatan Bojong, termasuk kawasan wisata seperti Taman Batu,” ujarnya. Kamis (30/4).

Selain infrastruktur jalan, program pipanisasi juga menjadi prioritas utama. Jaringan pipanisasi yang ditarik dari wilayah Bojong menuju Sukajadi dengan panjang lebih dari satu kilometer diharapkan mampu mengatasi keterbatasan air bersih, khususnya saat musim kemarau.

Tak hanya pembangunan fisik, TMMD ke-128 juga menyentuh aspek nonfisik yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia. Satgas TMMD mengidentifikasi berbagai persoalan sosial di masyarakat, salah satunya terkait administrasi pernikahan.

“Kami merencanakan nikah massal bagi warga yang telah menikah namun belum memiliki dokumen resmi dari KUA atau Kementerian Agama. Ini penting untuk tertib administrasi dan perlindungan hukum,” jelasnya.

Selain itu, program nonfisik lainnya meliputi sunatan massal, pengobatan gratis, serta penyuluhan wawasan kebangsaan, bela negara, bahaya narkoba, administrasi desa, hingga pembinaan sosial, budaya, dan keagamaan.

Kegiatan tersebut menyasar seluruh lapisan masyarakat, mulai dari anak-anak, remaja, hingga lansia. Edukasi kesehatan juga diberikan melalui kerja sama dengan instansi terkait, termasuk pembinaan bagi balita dan peningkatan kesadaran hidup sehat di lingkungan masyarakat.

Di bidang keamanan, Satgas TMMD turut membangun pos kamling serta memberikan edukasi terkait pengamanan lingkungan, termasuk pencegahan pencurian hewan ternak. Masyarakat juga dibekali pengetahuan mengenai kesehatan ternak dan pengelolaannya melalui kolaborasi dengan dinas terkait.

“Kami ingin TMMD ini tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik, tetapi juga meningkatkan kapasitas masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan,” tambahnya.

Dansatgas pun mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Partisipasi warga dinilai menjadi kunci keberhasilan program yang mengedepankan semangat gotong royong tersebut.

“TMMD adalah milik bersama. Kami berharap masyarakat Sukajadi dapat ikut terlibat, menjaga hasil pembangunan, serta terus menumbuhkan semangat kebersamaan demi kemajuan desa,” pungkasnya. (DR)

Joint Operation Polda Sumsel dan Polres Empat Lawang Ungkap Bandar Besar dan Ladang Ganja

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) berhasil mengungkap jaringan besar peredaran narkotika jenis ganja lintas provinsi dengan temuan ladang ganja seluas kurang lebih 20 hektar di Kabupaten Empat Lawang.

Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers yang digelar di Lounge Lantai 7 Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 30 April 2026. Operasi ini merupakan hasil joint operation antara Ditresnarkoba Polda Sumsel dan Satresnarkoba Polres Empat Lawang.

Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., menjelaskan bahwa petugas berhasil mengamankan tersangka utama berinisial PD (48) alias Pinhar yang berperan sebagai pemilik lahan, pengelola pembibitan, hingga pengendali distribusi ganja lintas wilayah.

Kasus ini bermula dari laporan masyarakat terkait aktivitas mencurigakan di wilayah perbukitan Desa Batu Jungul, Kecamatan Muara Pinang, Kabupaten Empat Lawang. Saat dilakukan penyelidikan awal, petugas sempat menghadapi perlawanan, termasuk insiden penganiayaan terhadap Kanit Intelkam Polres Empat Lawang oleh pelaku saat upaya penindakan pertama.

Tim kemudian melakukan pengembangan dan berhasil menangkap tersangka PD di kawasan loket bus Palembang, Jalan Gubernur Hasan Bastari. Dari tangan tersangka, petugas menemukan barang bukti ganja siap edar yang kemudian mengarah pada pengungkapan jaringan yang lebih luas.

Penggeledahan lanjutan di kediaman tersangka di Desa Batu Jungul mengungkap sekitar 20 kilogram ganja kering siap edar serta empat unit sepeda motor yang diduga terkait aktivitas tindak pidana narkotika.

Berdasarkan hasil pendalaman, penyidik menemukan dokumen kepemilikan lahan dan peta yang mengindikasikan adanya ladang ganja seluas 20 hektar di wilayah perbukitan. Lahan tersebut dikelola dengan modus kerja sama dengan masyarakat setempat melalui sistem bagi hasil.

Total barang bukti yang berhasil diamankan dalam operasi ini mencapai kurang lebih 220 kilogram ganja kering siap edar. Temuan ini menjadi salah satu pengungkapan terbesar dalam kategori ladang ganja di wilayah hukum Polda Sumsel.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 111 ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika atau Pasal 609 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP sebagaimana telah disesuaikan dalam ketentuan terbaru. Ancaman hukuman maksimal berupa pidana mati atau penjara seumur hidup.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Polda Sumsel berkomitmen tegas dalam memberantas peredaran narkotika hingga ke akar jaringan.

“Kami memastikan proses penegakan hukum dilakukan secara profesional, transparan, dan tanpa kompromi terhadap pelaku kejahatan narkotika yang merusak generasi bangsa,” tegas Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Selain penegakan hukum, Polda Sumsel juga akan melakukan langkah pemulihan sosial (social recovery) di wilayah Desa Batu Jungul dengan melibatkan tokoh masyarakat, edukasi bahaya narkoba, serta fasilitasi rehabilitasi bagi warga terdampak.

Polda Sumsel turut mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan setiap indikasi penyalahgunaan narkotika melalui kanal resmi kepolisian. Partisipasi publik menjadi kunci dalam memutus rantai peredaran narkoba di wilayah Sumatera Selatan.

Pengungkapan ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri dalam menjaga keamanan serta melindungi masyarakat dari ancaman serius narkotika, sekaligus mendukung program nasional dalam mewujudkan Indonesia yang bersih dari narkoba. (Ning/ril)

TNI Pastikan Pembangunan Jembatan Perintis Garuda Sesuai Spesiifikasi

BATANG -(deklarasinews.com)- Pastikan Kualitas dan Keamanan, Letda CZi Irawan Saputra  di dampingi Sertu Heru dan dua orang anggota dari Subdenzibang 031/IV Pekalongan. Cek Pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Tambahrejo Kecamatan Bandar Kabupaten Batang.

Memastikan progres pembangunan infrastruktur berjalan optimal dan sesuai spesifikasi, Letda CZi Irawan Saputra  dari Subdenzibang 031/IV Pekalongan yang juga di dampingi Sertu Heru beserta dua anggota melaksanakan pemantauan langsung ke titik pembangunan Jembatan Perintis Garuda di wilayah Kodim 0736/Batang, Kamis (30/4/2026).

Rombongan mengawali pengecekan di pembangunan Jembatan Gantung Sungai Lojahan, Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar. Kabupaten Batang.

“Pembangunan jembatan harus disesuaikan dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang ada. Hal ini penting agar hasil pekerjaan dapat dipertanggung jawabkan secara kualitas maupun administrasi,” tegas Letda Czi Irawan Saputra.

Menekankan Faktor Keamanan dan Komunikasi serta aspek teknis, Letda Czi Irawan Saputra juga menitik beratkan pada aspek kualitas bangunan serta keselamatan kerja. Ia mengimbau seluruh personel dan pekerja di lapangan untuk tetap mengutamakan faktor keamanan selama proses pembangunan berlangsung.

“Apabila terdapat kendala teknis maupun non-teknis di lapangan, segera hubungi Subdenzibang 031/IV Pekalongan dan laporkan secara hirarki agar solusi cepat dapat diambil,” tambahnya.

Pembangunan Jembatan Perintis Garuda ini diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antar Dukuh dan Desa serta memperlancar roda ekonomi masyarakat desa.

 

Dukung Transparansi Nasional, Polda Sumsel Sinkronkan Pengawalan Keuangan Negara dengan BPK

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Polda Sumatera Selatan terus memperkuat komitmen dalam mendukung tata kelola keuangan negara yang transparan dan akuntabel melalui penguatan sinergi lintas lembaga strategis.

Kapolda Sumsel, Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum., menerima langsung kunjungan kerja jajaran Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Sumatera Selatan di Ruang Delegasi Gedung Presisi Mapolda Sumsel, Kamis, 30 April 2026.

Pertemuan tersebut menjadi momentum penting dalam menyelaraskan langkah strategis antara aparat penegak hukum dan lembaga audit negara, khususnya dalam memperkuat penanganan perkara tindak pidana korupsi yang berkaitan dengan keuangan negara.

Dalam forum tersebut, dibahas penguatan koordinasi teknis terutama pada aspek penghitungan kerugian keuangan negara yang akurat, objektif, dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum. Hal ini dinilai krusial untuk mempercepat proses penyidikan serta meningkatkan kualitas pembuktian dalam penanganan perkara korupsi.

Kapolda Sumsel menegaskan bahwa sinergi antara Polri dan BPK merupakan langkah strategis dalam mendukung kebijakan nasional, khususnya dalam memastikan setiap penggunaan anggaran negara memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.

“Sinergi ini adalah bentuk nyata komitmen kami dalam mengawal keuangan negara. Kami siap memberikan dukungan penuh, baik dalam bentuk data maupun koordinasi teknis, guna memastikan proses penegakan hukum berjalan efektif dan akuntabel,” ujar Irjen Pol Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Lebih lanjut, kedua institusi sepakat untuk memperkuat mekanisme komunikasi dan koordinasi guna mengatasi berbagai kendala administratif maupun teknis dalam proses pembuktian perkara. Pendekatan kolaboratif ini diharapkan mampu memberikan kepastian hukum yang lebih kuat serta mencegah terjadinya potensi penyimpangan keuangan negara.

Dampak dari penguatan sinergi ini tidak hanya dirasakan dalam aspek penegakan hukum, tetapi juga berkontribusi terhadap terciptanya stabilitas ekonomi daerah. Dengan pengawasan dan pengamanan aset negara yang optimal, iklim investasi dan pembangunan di Sumatera Selatan diharapkan semakin kondusif.

Kabid Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan bagian dari implementasi Polri Presisi dalam menghadirkan pelayanan publik yang transparan dan berkeadilan.

“Kami berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk BPK, dalam memastikan penegakan hukum berjalan profesional dan memberikan kepastian hukum bagi masyarakat,” ujar Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H.

Melalui penguatan kerja sama ini, Polda Sumatera Selatan kembali menegaskan perannya sebagai garda terdepan dalam menjaga integritas pengelolaan keuangan negara serta mendukung penuh agenda pembangunan nasional yang bersih dan berkelanjutan. (Rls/Ags).