Polda Lampung Ungkap Peredaran Ganja 1 Kilogram, Tiga Pria Diamankan

BANDARA LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Lampung mengungkap dugaan peredaran narkotika jenis ganja di Kota Bandar Lampung.

Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan tiga pria berinisial AD (22), NA (22), dan IH (22). Dari tangan mereka, polisi menyita narkotika jenis ganja dengan berat bruto 1.058 gram atau sekitar 1 kilogram.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun mengatakan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari informasi masyarakat terkait dugaan transaksi narkotika jenis ganja di kawasan Teluk Betung Utara.

“Informasi dari masyarakat tersebut kemudian ditindaklanjuti personel Ditresnarkoba Polda Lampung dengan melakukan penyelidikan,” kata Yuyun, Rabu (16/9/2026).

Penyelidikan dilakukan pada Jumat (24/7/2026) malam di parkiran OYO Kanna Jiwa 2, Jalan Jaksa Agung RI R. Soeprapto, Kelurahan Kupang Kota, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Sekitar pukul 23.30 WIB, petugas mendapati AD dan NA berada di lokasi tersebut. Keduanya kemudian diamankan dan dilakukan penggeledahan.

Dari penggeledahan terhadap sepeda motor Honda Vario warna merah yang digunakan NA, petugas menemukan sebuah tas besar berwarna hitam di dalam box bagasi.

Di dalam tas tersebut terdapat satu bungkus plastik besar yang dilakban cokelat berisi narkotika jenis ganja dengan berat bruto 1.058 gram.

“Petugas menemukan barang bukti ganja dengan berat bruto 1.058 gram yang disimpan di dalam tas pada box bagasi sepeda motor,” ujar Yuyun.

Dikembangkan ke Penginapan

Dari hasil pemeriksaan awal, AD dan NA disebut menerangkan kepada petugas bahwa mereka mendapatkan perintah dari IH.

Polisi kemudian melakukan pengembangan untuk mencari keberadaan IH.

Hasil penyelidikan mengarah ke Aquila Family Homestay di Jalan Rasuna Said, Kelurahan Gulak Galik, Kecamatan Teluk Betung Utara, Bandar Lampung.

Pada Sabtu (25/7/2026) sekitar pukul 01.30 WIB, petugas berhasil mengamankan IH di kamar 201 penginapan tersebut.

“Setelah mendapatkan informasi dari kedua terlapor, tim melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan IH di sebuah kamar penginapan,” kata Yuyun.

Selain ganja, polisi turut mengamankan tiga unit telepon seluler Android, satu unit sepeda motor Honda Vario warna merah, satu buah tas besar warna hitam, dan satu buah dompet.

Yuyun mengatakan, ketiga terlapor bersama barang bukti telah diamankan di Subdit 3 Unit 2 Ditresnarkoba Polda Lampung untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Ketiga terlapor beserta barang bukti telah diamankan untuk menjalani proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut,” ujar Yuyun.

Polisi masih mendalami asal-usul ganja tersebut serta peran masing-masing terlapor dalam dugaan tindak pidana narkotika tersebut.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung Kombes Pol Dodi Suryadin mengatakan, pihaknya akan terus menindak tegas setiap dugaan peredaran narkotika di wilayah Lampung.

“Pengungkapan ini merupakan bentuk komitmen kami dalam memberantas peredaran narkotika. Setiap informasi dari masyarakat akan kami tindak lanjuti melalui penyelidikan dan penindakan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku,” kata Dodi.

Atas perkara tersebut, para terlapor diproses berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika serta ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP juncto  Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Pidana.(Red)

Kodim 0736/Batang Gelar Sosialisasi Kesehatan “Nutrisi Sumber Kehidupan”

BATANG -(deklarasinews.com)- Nutrisi adalah sumber kehidupan yang menjadi pondasi utama bagi kesehatan, pertumbuhan, dan kelangsungan hidup setiap manusia tanpa asupan nutrisi yang seimbang, tidak akan dapat menjalankan fungsinya secara optimal, yang nantinya dapat memicu berbagai masalah kesehatan dalam jangka panjang. Salah satu upaya guna meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang pentingnya pemenuhan gizi bagi kesehatan dan kebugaran tubuh. Kodim 0736/Batang mengadakan sosialisasi kesehatan bertempat di Gedung PGRI Kab. Batang. Rabu (16/9/2026).

‎‎Kegiatan tersebut diikuti oleh anggota baik Prajurit, ASN dan Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Cabang XXIV Kodim 0736/Batang, sebagai nara sumber dr. Oza Endi Putra Sp.Gk, dan Affan Fathor S.pd,C,NNLP

‎Komandan Kodim 0736/Batang Letkol Inf Didik Darmawan melalui Kasdim 0736/Batang Mayor Inf Sariyono dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terima kasih kepada para narasumber yang telah hadir untuk memberikan pengetahuan dan wawasan kesehatan kepada anggota dan Persit.

‎‎“Kesehatan merupakan salah satu modal utama dalam melaksanakan tugas dan pengabdian. Sebagai prajurit dan keluarga besar TNI AD, kita dituntut untuk selalu siap melaksanakan tugas dengan baik dan profesional. Kesiapan tersebut tidak hanya ditentukan oleh kemampuan fisik, tetapi juga oleh kondisi kesehatan jasmani dan rohani yang prima,” ujarnya.

‎‎Menurutnya, kegiatan sosialisasi kesehatan memiliki arti dan manfaat yang penting bagi seluruh anggota dan keluarga besar Kodim. Melalui kegiatan tersebut, diharapkan peserta dapat memahami pentingnya menerapkan pola hidup sehat serta melakukan langkah-langkah pencegahan terhadap berbagai penyakit.

‎“Kepada seluruh anggota, saya berpesan agar materi yang disampaikan para narasumber dapat diikuti dengan sungguh-sungguh. Jangan hanya sekadar hadir, tetapi pahami dan terapkan dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya.

‎‎Khusus kepada keluarga besar Persit, Dandim berharap peran serta ibu-ibu dapat terus ditingkatkan dalam menjaga kesehatan keluarga. Keluarga yang sehat, menurutnya, akan menjadi sumber kekuatan dan ketenangan bagi prajurit dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab.

‎‎Dandim juga mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan sebelum munculnya gangguan atau penyakit. Hal tersebut dapat dilakukan melalui langkah sederhana, seperti menjaga pola makan yang sehat dan seimbang, berolahraga secara teratur, mencukupi waktu istirahat, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta membiasakan pola hidup sehat.

‎‎“Mencegah tentunya lebih baik daripada mengobati. Mari kita mulai menjaga kesehatan dari hal-hal sederhana dan menjadikannya sebagai bagian dari kebutuhan serta gaya hidup sehari-hari,” pungkasnya.

‎‎Dalam sosialisasi yang di sampaikan Nara sumber, bahwa nutrisi merupakan salah satu kebutuhan utama tubuh yang berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh, mendukung aktivitas sehari-hari, serta membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.

‎‎Para peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya mengonsumsi makanan bergizi dan seimbang, yang meliputi karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, mineral, serta mencukupi kebutuhan air putih.

‎‎Selain itu, peserta juga diimbau untuk membiasakan pola hidup sehat dengan berolahraga secara teratur, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, serta beristirahat yang cukup.

‎Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, diharapkan seluruh personel Kodim semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan melalui pola makan yang sehat dan bergizi. Dengan kondisi tubuh yang sehat dan prima, personel dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab secara optimal.

‎‎Kegiatan berlangsung dengan tertib dan penuh antusias. Sosialisasi kesehatan ini juga menjadi bagian dari upaya Kodim dalam meningkatkan kualitas kesehatan dan kebugaran seluruh personel.(Pendim/0736)

Pembunuhan di Sekampung Terungkap, Dua Tersangka Ditangkap

LAMTIM -(deklarasinews.com)- Kasus pembunuhan pria berinisial IA (41) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, terungkap. Tim gabungan Polda Lampung dan Polres Lampung Timur menangkap dua tersangka yang direlease pada Rabu (16/9/2026)

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB oleh ayahnya. Korban ditemukan mengalami sejumlah luka akibat benda tajam.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Lampung AKBP Ujang Supriatna membenarkan pengungkapan kasus pembunuhan di Sekampung Lampung Timur

Pengungkapan dilakukan tim gabungan Resmob Tekab 308 Polda Lampung, Ditintelkam Polda Lampung dan Polres Lampung Timur.

Dua tersangka yang diamankan yakni RP (26) dan NH (39), keduanya warga Lampung Timur.

RP ditangkap di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Polisi menyebut tersangka melakukan perlawanan saat hendak diamankan sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap NH di wilayah Sukadana Tengah, Lampung Timur.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya mobil Mitsubishi Xpander milik korban, sepeda motor, sebilah pisau, pakaian korban, dokumen kendaraan dan tas.

Polisi juga mencatat sejumlah barang milik korban yang hilang, termasuk perhiasan emas dan dua unit telepon seluler.

Kedua tersangka dijerat Pasal 458 dan/atau Pasal 479 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.(Red)

Sambut HUT TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro, Kodim 0736/Batang Gelar Bhakti Kesehatan

BATANG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) sekaligus HUT ke-76 Kodam IV/Diponegoro, digelar kegiatan Bhakti Kesehatan (Bhaktikes) yang terpusat di Gedung Guru, Kota Batang, Rabu (16/9/2026).

Aksi pemeriksaan kesehatan gratis kali ini ditujukan khusus bagi para Anggota Prajurit, PNS dan Persit KCK Cabang XXIV Dim Batang. Kegiatan pelayanan kesehatan gratis yang melibatkan tim medis Nakes Klinik Kartika Pratama 36 Batang, RS QIM dan Dinkes Batang.

Adapun cakupan layanannya meliputi pemeriksaan kesehatan umum, pemeriksaan tinggi badan, berat badan, kolesterol, asam urat, tensi, pemeriksaan gigi, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta konsultasi kesehatan yang diberikan secara gratis, hingga pemeriksaan mata.

Dandim 0736/Batang Letkol Inf Didik Sudarmawan mengatakan, kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam menyambut HUT ke-81 TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro ke 76. “Kegiatan pemeriksaan kesehatan ini merupakan bentuk kepedulian TNI kepada para prajurit, PNS dan Persit. Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan juga dapat meningkatkan kesadaran anggota prajurit dan Persit akan pentingnya menjaga kesehatan,” ujar Dandim 0736/Batang.

Pelaksanaan bakti kesehatan dalam rangka HUT ke-81 TNI dan HUT Kodam IV/Diponegoro tampaknya mendapat antusiasme yang tinggi dari prajurit, PNS dan Persit.

Melalui kegiatan ini, TNI menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stamina perorangan agar tetap bisa memberikan kontribusi yang positif, untuk kepentingan masyarakat sebagai bagian dari pengabdian kepada bangsa dan negara.( Pendim 0736 )

48 Eks Anggota JI di Sumsel Ikuti Seminar Transformasi Ideologi Menuju Wasathiyah, Densus 88 Perkuat Nilai Kebangsaan

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 48 eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) wilayah Sumatera Selatan mengikuti seminar konvensional Transformasi Ideologi bertajuk “Jalan Menuju Wasathiyah, Membangun Kesadaran Baru Ideologi Sehat dan Moderat”. Kegiatan ini digelar oleh Densus 88 Antiteror Polri bersinergi dengan Yayasan Prasasti Perdamaian, Rabu (16/9/2026) di Fave Hotel Palembang.

Seminar ini bertujuan untuk membangun dan memperkuat kesadaran peserta mengenai pentingnya transformasi pemahaman ideologi menuju sikap yang moderat, damai, dan konstruktif dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Sekaligus sebagai upaya menanamkan nilai-nilai wasathiyah, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, serta penguatan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan NKRI sebagai landasan kehidupan bersama.

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kasatgaswil Sumsel Densus 88 AT, Kombes Pol Beni Kusworo, S.I.K., M.H., bersama jajaran Satgaswil.

Turut hadir sejumlah tokoh penting, di antaranya Kakanwil Kemenag Provinsi Sumsel Dr. Syafitri Irwan, S.Ag., M.Pd.I., Dir Intelkam Polda Sumsel Kombes Pol. Tony Budhi Susetyo, S.I.K., M.H., Sekretaris PWNU Sumsel Ir. Achmad Syaifudin Zuber, Ketua FKPT Sumsel Drs. H. M. Yamin, M.Si., Kaban Kesbangpol Provinsi Sumsel Drs. H. Arinarsa JS, serta perwakilan Baznas Provinsi dan Kota Palembang, dan Kasat Intelkam Polrestabes Palembang.

Seminar menghadirkan tiga narasumber dari Rumah Wasathiyah yakni Ust. Para Wijayanto, Ust. Choirul Anam alias Bravo, dan Ust. Suhardi alias Abu Hasan. Peserta terdiri dari 29 orang eks JI Kota Palembang dan 19 orang eks JI Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan doa untuk negeri, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, sambutan dari Kasatgaswil Sumsel dan Kakanwil Kemenag Sumsel, serta pemutaran film refleksi satu tahun pembubaran Jamaah Islamiyah.

Tiga Pilar Transformasi: Ilmu, NKRI, dan Konsolidasi

Dalam sesi muqaddimah, Ust. Suhardi alias Abu Hasan menekankan pentingnya ilmu sebagai fondasi utama. Menurutnya, istiqamah adalah kesediaan untuk kembali kepada kebenaran berdasarkan dalil dan ilmu.

“Kembali kepada kebenaran jauh lebih utama daripada terus-menerus berada dalam kesalahan. Tidak ada ruang untuk gengsi dalam mengoreksi diri ketika kebenaran telah terbukti,” ujarnya. Ia mencontohkan kajian ulang status Indonesia dari yang semula dianggap ‘Darul Kufri’ menjadi ‘Darul Islam’ sebagai bentuk ijtihad yang dinamis dan bisa diperbaiki seiring pemahaman yang lebih mendalam terhadap syiar Islam.

Sementara itu, Ust. Para Wijayanto menjelaskan alasan penerimaan terhadap NKRI. Ia menyebut NKRI dapat diterima sebagai negeri muslim karena unsur-unsur syariat dasar seperti syahadat, shalat, zakat, puasa, dan haji dapat ditegakkan di dalamnya.

Ia juga menegaskan pembedaan dua wilayah hukum, yakni Tashri’ Ilahi yang bersifat tetap terkait halal, haram, dan hudud sebagai hak mutlak Allah, serta wilayah Ijtihadi yang fleksibel dimana manusia diizinkan menyusun regulasi (tanziim) demi kemaslahatan publik. Kepatuhan terhadap undang-undang buatan manusia seperti peraturan lalu lintas termasuk dalam wilayah ijtihadi yang diizinkan dan tidak serta-merta dianggap sebagai bentuk kekafiran.

“Gerakan berkomitmen untuk beralih dari wacana menuju aksi nyata yang tertib dan menghindari sikap ekstrem, baik yang keras maupun liberal-sekuler,” tegas Para Wijayanto.

Langkah konkret transformasi tersebut dilakukan melalui penyesuaian kurikulum pondok pesantren agar menghasilkan kader yang memahami batas wilayah hukum ilahi dan ijtihadi, serta mendorong keterlibatan aktif dalam pemerintahan untuk mewujudkan bangsa yang maju dan bermartabat.

Dari sisi konsolidasi internal, disebutkan bahwa 97 persen anggota telah sepakat dengan keputusan bersama pembubaran JI, sementara pendekatan dialogis terus dilakukan bagi 3 persen yang belum sependapat guna mencegah perpecahan. Komitmen tetap berada dalam koridor Ahlussunnah wal Jama’ah juga ditegaskan.

Pada sesi tanya jawab, peserta Joniyanto (eks Napiter JI) menanyakan manfaat pembubaran JI. Narasumber menjawab bahwa keputusan tersebut murni didasarkan pada kebenaran, keikhlasan, ilmu, dan tanpa pamrih. Menjawab pertanyaan Munawirul Anwar terkait apakah pembubaran ini merupakan kamuflase, narasumber menekankan pentingnya kepatuhan terhadap keputusan yang telah disepakati serta membedakan strategi yang harus diambil antara masa damai dan masa perang.

Kegiatan diakhiri dengan pengisian kuisioner, foto bersama, dan menyanyikan lagu Padamu Negeri. Seluruh rangkaian acara berlangsung dalam keadaan aman, tertib, dan lancar.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk mengukuhkan transformasi ideologi eks anggota JI di Sumsel menuju pemahaman Islam yang rahmatan lil alamin, moderat, dan cinta tanah air dalam bingkai NKRI. (Rls/Ags)

Kasus Pembunuhan di Sekampung Lampung Timur Terungkap, Dua Tersangka Ditangkap

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kasus pembunuhan pria berinisial IA (41) di Desa Hargomulyo, Kecamatan Sekampung, Lampung Timur, terungkap. Tim gabungan Polda Lampung dan Polres Lampung Timur menangkap dua tersangka yang direlease pada Rabu (16/9/2026)

Korban ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya pada Senin (14/9/2026) sekitar pukul 13.30 WIB oleh ayahnya. Korban ditemukan mengalami 29 luka akibat benda tajam.

Kasubdit 3 Jatanras Polda Lampung AKBP Ujang Supriatna membenarkan pengungkapan kasus pembunuhan di Sekampung Lampung Timur

Pengungkapan dilakukan tim gabungan Resmob Tekab 308 Polda Lampung, Ditintelkam Polda Lampung dan Polres Lampung Timur.

Dua tersangka yang diamankan yakni RP (26) dan NH (39), keduanya warga Lampung Timur.

RP ditangkap di kawasan Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni. Polisi menyebut tersangka melakukan perlawanan saat hendak diamankan sehingga petugas melakukan tindakan tegas terukur.

Dari hasil pengembangan, polisi kemudian menangkap NH di wilayah Sukadana Tengah, Lampung Timur.

Sejumlah barang bukti turut diamankan, di antaranya mobil Mitsubishi Xpander milik korban, sepeda motor, sebilah pisau, pakaian korban, dokumen kendaraan dan tas.

Polisi juga mencatat sejumlah barang milik korban yang hilang, termasuk perhiasan emas dan dua unit telepon seluler.

Kedua tersangka dijerat Pasal 458 dan/atau Pasal 479 UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP. Penyidik masih melengkapi berkas perkara sebelum dilimpahkan ke jaksa penuntut umum.

 

Kodim 0510/Tigaraksa Gelar Pembinaan Mental untuk Perkuat Ketahanan Personel

KAB. TANGERANG -(deklarasinews.com)- Kodim 0510/Tigaraksa menggelar kegiatan Pembinaan Mental bagi personel, bertempat di Aula Dharmawangsa Kodim 0510/Tigaraksa, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan pembinaan mental tersebut diikuti oleh personel Kodim 0510/Tigaraksa sebagai upaya memperkuat mental, kepribadian, serta keharmonisan dalam kehidupan kedinasan maupun keluarga.

Dalam sambutannya, Komandan Kodim 0510/Tigaraksa yang diwakili oleh Kapten Inf Triyadi, Danramil 14/Cisoka, menyampaikan bahwa pembinaan mental merupakan bagian penting dalam membentuk personel yang memiliki ketahanan mental, mampu menghadapi berbagai tantangan, serta tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

“Pembinaan mental ini menjadi momentum bagi kita untuk terus memperkuat diri, menjaga keharmonisan keluarga, membangun hubungan yang baik dengan rekan kerja, serta senantiasa bersyukur atas apa yang kita miliki dan jalani saat ini,” ujar Kapten Inf Triyadi.

Sementara itu, materi pembinaan mental disampaikan oleh Letkol Inf Harjito, S.Pd., Wakabintal Dam Jaya/Jayakarta. Dalam penyampaiannya, ia menekankan pentingnya membina keluarga, membina hubungan dengan rekan kerja, serta mensyukuri apa yang ada saat ini sebagai bagian dari upaya menciptakan kehidupan yang harmonis dan seimbang.

Menurutnya, keluarga merupakan lingkungan terdekat yang memiliki peran penting dalam membangun ketenangan dan kekuatan mental. Hubungan yang baik dengan rekan kerja juga perlu terus dijaga melalui komunikasi, saling menghargai dan saling mendukung dalam pelaksanaan tugas.

Selain itu, rasa syukur perlu ditanamkan dalam kehidupan sehari-hari agar setiap personel mampu menerima dan menjalani berbagai keadaan dengan sikap positif, bijaksana dan penuh tanggung jawab.

Kegiatan pembinaan mental berlangsung dengan tertib dan penuh perhatian. Diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan motivasi serta memperkuat mental dan spiritual personel Kodim 0510/Tigaraksa dalam menjalankan tugas pengabdian kepada satuan, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.

 

Koramil Tangerang Bantu Penyemprotan MAN 1 Kota Tangerang Pasca Hujan Abu Vulkanik

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Anggota Koramil 01/Tangerang bersama Tim Pemadam Kebakaran melaksanakan penyemprotan di lingkungan MAN 1 Kota Tangerang sebagai langkah pembersihan pasca hujan abu vulkanik akibat erupsi Anak Gunung Krakatau, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung di lapangan MAN 1 Kota Tangerang, Jalan Lamda Raya RT 05/RW 05, Kelurahan Karawaci Baru, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang. Penyemprotan dilakukan menggunakan satu unit mobil pemadam water tank.

Kegiatan dipimpin oleh Kepala MAN 1 Kota Tangerang, Ibu Hj. Aida, M.Pd., selaku penanggung jawab. Sementara dari Koramil 01/Tangerang, kegiatan dikoordinasikan oleh Peltu Agus Tajus selaku Danposmil Karawaci.

Adapun personel yang terlibat dalam kegiatan penyemprotan terdiri dari Peltu Agus Tajus, Plt Bambang, Srm Turoso, Srt Ahmad Sukia dan Sertu Tatang.

Peltu Agus Tajus saat ditemui mengatakan  Penyemprotan dilakukan secara bertahap dengan sasaran utama lapangan sekolah dan bagian depan gedung sekolah. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu membersihkan sisa abu yang menempel pada area sekolah sehingga lingkungan kembali bersih dan nyaman untuk digunakan.

Kegiatan berlangsung dengan tertib dan lancar. Kehadiran personel Koramil 01/Tangerang bersama Tim Damkar merupakan bentuk kepedulian dan dukungan terhadap lingkungan pendidikan serta upaya membantu masyarakat dalam penanganan dampak abu vulkanik.

 

Babinsa Rajabasa dan Damkar Padamkan Kebakaran Lahan Kosong di Pintu Masuk Terminal

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kejadian kebakaran lahan kosong kembali terjadi di wilayah Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung. Berkat kesigapan Babinsa Kelurahan Rajabasa, Pelda Merwansyah, dari Koramil 410-06/KDT, api yang mulai menjalar di lahan kosong tepat di pintu masuk Terminal Rajabasa berhasil dijinakkan sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar.

Peristiwa ini terjadi pada hari Selasa, 15 September 2026, sekira pukul 19.40 WIB. Lokasi kebakaran berada di Jalan ZA Pagar Alam, tepat di pintu masuk Terminal Rajabasa, Kelurahan Rajabasa, Kecamatan Rajabasa.

Menurut laporan yang diterima dari saksi mata, Adam (Wiraswasta) dan Sonani (Pedagang), awalnya warga melihat adanya api yang menjalar di lahan kosong tersebut. Warga segera melaporkan kejadian tersebut kepada aparat terkait di wilayah Terminal Rajabasa.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Babinsa Rajabasa, Pelda Merwansyah, bersama aparatur pamong setempat langsung bergerak cepat melakukan pengecekan ke lokasi untuk memastikan kebenaran informasi tersebut. Tanpa menunda waktu, Babinsa langsung menghubungi pihak Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Bandar Lampung untuk meminta bantuan.

“Begitu mendapat laporan, kami langsung menuju lokasi untuk memastikan situasi dan segera berkoordinasi dengan Damkar agar api tidak semakin meluas,” ujar Pelda Merwansyah di lokasi kejadian.

Sekira pukul 19.50 WIB, tim Damkar tiba di lokasi bersama Babinsa, aparat terkait, dan aparatur kelurahan. Berkat kerja sama yang cepat antara aparat keamanan dan petugas pemadam, api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat. Lahan kosong yang terbakar diduga berisi dedaunan dan ranting kering yang mudah terbakar.

Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan keterangan saksi, kebakaran ini diduga dipicu akibat puntung rokok yang dibuang sembarangan ke lahan tersebut. Api kemudian menjalar dengan cepat membakar rumput dan ranting kering di sekitar area pintu masuk terminal.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh Camat Rajabasa, Bpk. Racmatsyah, S.Pi., Lurah Rajabasa, Bpk. Candra Lela Utama, SH., MM., serta unsur Kaling, RT, Linmas, dan Tim Siaga Damkar Kecamatan Rajabasa. Kehadiran lintas sektoral ini menunjukkan sinergi yang kuat dalam penanganan darurat di wilayah tersebut.

Hingga saat ini, situasi di lokasi kebakaran dilaporkan sudah kondusif dan aman. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun warga diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak membuang puntung rokok sembarangan, terutama di area lahan kering yang rawan terjadi kebakaran.

Soroti Bullying dan Tawuran Pelajar hingga Cegah Paham Radikalisme, Polda Lampung Perkuat Kemampuan Bhabinkamtibmas

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Maraknya perundungan (bullying), tawuran pelajar, penggunaan gawai yang tidak terkontrol hingga potensi penyebaran paham radikalisme menjadi perhatian Polda Lampung. Menghadapi berbagai tantangan tersebut, Bhabinkamtibmas diminta semakin peka membaca situasi dan mampu melakukan pencegahan sejak dini di wilayah binaannya.

Hal itu menjadi salah satu penekanan dalam Pelatihan Kemampuan Bhabinkamtibmas Jajaran Polda Lampung Tahun 2026 yang digelar Direktorat Pembinaan Masyarakat (Ditbinmas) Polda Lampung di Hotel Kyriad, 14–17 September 2026.

Dirbinmas Polda Lampung Kombes Pol A.F. Indra Napitupulu, S.I.K., M.M., mengatakan perkembangan persoalan sosial saat ini menuntut Bhabinkamtibmas tidak sekadar menunggu munculnya gangguan kamtibmas, tetapi harus mampu mengenali potensi persoalan dan mengambil langkah pencegahan lebih awal.

Menurutnya, penggunaan gawai secara berlebihan di kalangan anak dan remaja perlu menjadi perhatian bersama, terutama karena ruang digital juga dapat menjadi tempat terjadinya perundungan atau cyberbullying.

“Bhabinkamtibmas harus lebih peka, tanggap dan responsif terhadap persoalan yang berkembang di masyarakat. Pencegahan harus dilakukan sejak dini melalui edukasi, komunikasi dan kolaborasi dengan berbagai pihak,” ujar Kombes Pol Indra.

Salah satu langkah yang didorong adalah mengoptimalkan kegiatan Police Goes to School. Melalui kegiatan tersebut, Bhabinkamtibmas diharapkan aktif memberikan edukasi kamtibmas kepada pelajar sekaligus membangun komunikasi dengan pihak sekolah dan orang tua.

Tawuran Pelajar Jadi Perhatian

Selain perundungan, potensi tawuran antarremaja dan pelajar juga mendapat perhatian serius.

Bhabinkamtibmas diminta memetakan lokasi yang kerap menjadi titik berkumpul kelompok remaja, mengenali kelompok-kelompok yang berpotensi terlibat perselisihan, serta meningkatkan patroli dialogis terutama pada jam-jam rawan.

Pemetaan tersebut diperlukan agar potensi bentrokan dapat diketahui dan dicegah sebelum berkembang menjadi gangguan kamtibmas yang lebih besar.

Dirbinmas menegaskan, posisi Bhabinkamtibmas sangat strategis karena menjadi salah satu personel Polri yang berinteraksi langsung dengan masyarakat hingga tingkat desa, pekon dan kelurahan.

“Bhabinkamtibmas merupakan ujung tombak dan garda terdepan Polri di tengah masyarakat. Karena itu, kehadirannya harus benar-benar memberikan manfaat dan mampu menjadi bagian dari penyelesaian persoalan masyarakat,” tegasnya.

Perkuat Deteksi Dini Radikalisme

Pelatihan juga membekali peserta dengan kemampuan mencegah penyebaran radikalisme dan ekstremisme.

Kasatgaswil Lampung Densus 88 AT Polri Kombes Pol Stalanri K. Setinggar, S.I.K., memberikan materi Pencegahan Radikalisme dan Ekstremisme, termasuk penguatan kemampuan deteksi dini dan peringatan dini terhadap potensi penyebaran paham radikal di tengah masyarakat.

Peserta diberikan pemahaman mengenai pola penyebaran dan rekrutmen kelompok radikal yang memanfaatkan media sosial dan aplikasi perpesanan untuk menjangkau masyarakat, termasuk generasi muda.

Bhabinkamtibmas juga didorong memperkuat ketahanan masyarakat dengan menggandeng tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta mengedepankan pendekatan persuasif dan koordinasi dengan satuan terkait apabila menemukan indikasi yang memerlukan penanganan lebih lanjut.

Bhabinkamtibmas Harus Jadi Problem Solver

Tak hanya kemampuan deteksi dini, Bhabinkamtibmas juga dituntut mampu menjadi problem solver ketika muncul persoalan di tengah warga.

Darmawan Purba, S.IP., M.IP., memberikan materi Penyelesaian Masalah, meliputi kemampuan mengidentifikasi akar persoalan, pemetaan pihak yang terlibat dalam konflik, teknik negosiasi dan mediasi hingga pemanfaatan kearifan lokal dan musyawarah dalam menyelesaikan perselisihan.

Kemampuan komunikasi juga diperkuat melalui materi Komunikasi Efektif yang disampaikan Dr. Wulan Siska, S.I.Kom., M.Si.

Peserta dibekali teknik komunikasi interpersonal dan persuasif, public speaking, komunikasi krisis, menghadapi keluhan masyarakat hingga pemanfaatan media sosial secara etis untuk menyampaikan pesan-pesan kamtibmas.

Sementara itu, Kabag Analis Polda Lampung AKBP Sigit Marianta, S.E., memberikan materi Deteksi Dini untuk meningkatkan kemampuan Bhabinkamtibmas dalam membaca berbagai potensi kerawanan di wilayah binaan.

Pelatihan tersebut diharapkan semakin memperkuat kemampuan Bhabinkamtibmas dalam mendeteksi persoalan, membangun komunikasi, melakukan pencegahan dan menyelesaikan permasalahan masyarakat secara cepat, tepat dan humanis.

Dengan kemampuan tersebut, Polda Lampung mendorong Bhabinkamtibmas tidak hanya hadir ketika persoalan terjadi, tetapi menjadi penggerak pencegahan serta mitra masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban di seluruh wilayah Lampung.