Tanam Bawang Putih Serentak, Pagar Alam Dorong Ketahanan Pangan dan Kesejahteraan Petani

PAGARALAM -(deklarasinews.com)– Kolaborasi Polres Pagar Alam bersama Pemerintah Kota Pagar Alam dan unsur Forkopimda mendukung percepatan swasembada bawang putih nasional,  melalui kegiatan Penanaman Bawang Putih Serentak di 17 provinsi, Rabu (19/8/2026). Kegiatan yang dipimpin langsung Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. melalui Zoom Meeting tersebut dipusatkan di Kota Pagar Alam di kawasan kompleks perkantoran Gunung Gare, samping Kantor Satpol PP, dengan lahan tahap awal sekitar 2,6 hektare. Kolaborasi seperti ini tentunya patut diacungi jempol.

Kegiatan (penanaman serentak-red) di Kota Pagar Alam ini  dihadiri Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah, Wakil Wali Kota, Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si., Wakapolres, para PJU Polres Pagar Alam, Ketua DPRD, unsur Kodim 0405/Lahat, Pengadilan Negeri, Kejaksaan Negeri, Sekda, Ketua Bhayangkari, Ketua TP PKK, Dinas Pertanian, Lapas Kelas III, Kantor Pertanahan, Camat Dempo Utara, Darma Wanita, Lurah Pagar Wangi serta 28 kelompok tani dengan perwakilan sekitar 50 petani.

Usai mengikuti seremoni nasional melalui Zoom Meeting, kegiatan dilanjutkan penanaman secara simbolis oleh Wali Kota Pagar Alam bersama Kapolres Pagar Alam, para PJU dan unsur Forkopimda. Penanaman kemudian dilanjutkan oleh kelompok tani yang terlibat dalam pengembangan bawang putih. Peserta juga meninjau lahan penelitian Bakomsus Polres Pagar Alam serta mendapatkan pengenalan alat dan mesin pertanian (Alsintan) sebagai bagian dari upaya mendorong pertanian yang lebih produktif dan modern.

Wali Kota Pagar Alam H. Ludi Oliansyah menyampaikan bahwa “Kami Pemerintah Kota Pagar Alam sangat mendukung program ini. Harapannya, bawang putih tidak hanya menjadi kegiatan penanaman serentak, tetapi dapat dikembangkan secara berkelanjutan sehingga memberikan nilai tambah dan meningkatkan kesejahteraan para petani di Kota Pagar Alam,” ujar Wali Kota.

Berbagai olahan dari bawang putih bisa dihasilkan (home industry ) yang tentunya  menambah dan meningkatkan income petani,”imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro menegaskan kesiapan Polri untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah, kelompok tani dan seluruh stakeholder dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Berdasarkan koordinasi dengan Dinas Pertanian, pengembangan bawang putih di Kota Pagar Alam direncanakan mencapai sekitar 21 hektare. Untuk tahap awal telah tersedia lahan 2,6 hektare dengan dukungan 2 ton bibit varietas Lumbu Kuning, Lumbu Hijau dan Sangga Sembalu yang didatangkan dari Sembalun, NTB. Program tersebut melibatkan 28 kelompok tani dengan total 392 petani.”ada 3 jenis varietas bibit yang kita kembangkan.”jelasnya.

Dan agar tumbuh kembangnya baik kita lakukan pengawasan dan pemantauan,”ucapnya.

Dan dari ketiga varietas yang ditanam yang terbaik tentunya yang dikembangkan.

“Polres Pagar Alam siap mendukung program ketahanan pangan nasional melalui sinergi bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Kami berharap pengembangan bawang putih ini dapat meningkatkan produktivitas, memberikan manfaat ekonomi bagi petani serta menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bawang putih di masyarakat,” (ADV/Rep)

Bertepatan HUT ke-81 RI, Bupati Tulang Bawang Launching Bank Sampah “Udang Manis” dan Resmikan Sumur Kompos

TUBA -(deklarasinews.com)— Semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui upacara dan perayaan, tetapi juga melalui langkah nyata menjaga lingkungan. Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang resmi meluncurkan Bank Sampah Induk Kabupaten Tulang Bawang “Bank Sampah Udang Manis” sekaligus meresmikan Sumur Kompos, Senin (17/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di halaman Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang tersebut menjadi momentum penting dalam memperkuat komitmen daerah terhadap persoalan sampah. Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menempatkan pengurangan sampah sebagai gerakan bersama yang harus dimulai dari sumbernya, terutama dari lingkungan rumah tangga.

Bupati Tulang Bawang Drs. Qudrotul Ikhwan.,MM menegaskan, persoalan sampah menjadi salah satu perhatian khusus pemerintah daerah. Karena itu, dibutuhkan perubahan cara pandang dan perilaku masyarakat dalam memperlakukan sampah.

Menurut Bupati, nama “Udang Manis” memiliki makna yang kuat. Udang merupakan salah satu identitas Tulang Bawang sebagai daerah penghasil udang, sementara kata “manis” menjadi simbol harapan agar pengelolaan sampah dapat memberikan manfaat nyata dan nilai ekonomi bagi masyarakat.

“Komitmen nyata Kabupaten Tulang Bawang terlihat dari pelaksanaan Gerakan Total Pengurangan Sampah. Ini langkah konkret kita untuk menekan volume sampah yang dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir,” ujar Bupati dalam sambutannya.

Melalui Bank Sampah Induk “Udang Manis”, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang mendorong perubahan paradigma bahwa sampah bukan semata-mata persoalan atau beban, melainkan sumber daya yang dapat dipilah, didaur ulang, dikelola, dan memiliki nilai ekonomis.

Masyarakat diharapkan mulai membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah. Sampah anorganik yang masih memiliki nilai guna dapat dikumpulkan dan dikelola melalui bank sampah, sementara sampah organik dapat dimanfaatkan melalui pengomposan.

Untuk mendukung pengelolaan sampah organik tersebut, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang turut menghadirkan Sumur Kompos. Fasilitas ini menjadi salah satu upaya untuk mengolah sampah organik rumah tangga menjadi pupuk kompos, sehingga dapat mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan dan sektor pertanian.

Grand launching dan peresmian tersebut turut dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta generasi muda dari SMA se-Menggala. Kehadiran berbagai unsur tersebut menunjukkan bahwa persoalan lingkungan membutuhkan kolaborasi dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.

Bupati berharap gerakan pengurangan sampah tidak berhenti pada seremoni, tetapi menjadi gerakan yang tumbuh dan dilakukan secara konsisten di tengah masyarakat.

“Kemerdekaan bukan hanya bebas dari penjajahan, tapi juga bebas dari persoalan lingkungan. Mari kita mulai dari memilah sampah dari rumah kita sendiri,” tegas Bupati.

Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi titik awal untuk membangun kesadaran baru di Kabupaten Tulang Bawang: sampah yang dikelola dengan baik bukan hanya membuat lingkungan lebih bersih, tetapi juga dapat menjadi sumber manfaat dan nilai ekonomi.

Melalui Bank Sampah Udang Manis dan Sumur Kompos, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong gerakan pengurangan sampah secara menyeluruh, berkelanjutan, dan melibatkan seluruh lapisan masyarakat.( ADV)

Pemkab Tulang Bawang Gelar Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan RI

TUBA -(deklarasinews.com)— Semangat kemerdekaan dan rasa cinta tanah air mewarnai pelaksanaan Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.

Upacara dilaksanakan di Halaman Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, Senin (17/08/2026), dengan Bupati Tulang Bawang, Drs. Qudrotul Ikhwan., M.M., bertindak sebagai Inspektur Upacara.

Pengibaran Sang Merah Putih berlangsung khidmat dan penuh semangat nasionalisme. Momentum tersebut menjadi bagian penting dalam mengenang perjuangan para pahlawan sekaligus meneguhkan kembali komitmen seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata dan pengabdian kepada masyarakat.

Upacara turut diikuti Wakil Bupati Tulang Bawang Hankam Hasan, Forkopimda Kabupaten Tulang Bawang, Ketua TP PKK Kabupaten Tulang Bawang, Sekretaris Daerah Kabupaten Tulang Bawang, Ketua GOW Kabupaten Tulang Bawang, Ketua DWP Kabupaten Tulang Bawang, para Pejabat Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang, serta seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang.

Rangkaian upacara kemudian diakhiri dengan pemberian Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) yang telah menunjukkan dedikasi dan pengabdian dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara dan abdi masyarakat.

Penganugerahan tersebut menjadi bentuk penghargaan atas loyalitas, pengabdian, serta dedikasi ASN dalam menjalankan tugas pemerintahan dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, meningkatkan semangat gotong royong, serta membangun optimisme dalam melanjutkan pembangunan daerah.

Dengan semangat kemerdekaan, Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang berkomitmen untuk terus menghadirkan pelayanan terbaik, meningkatkan kualitas pembangunan, serta bekerja bersama masyarakat demi mewujudkan Tulang Bawang yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera.

Dirgahayu Republik Indonesia ke-81.

Merdeka!(ADV)

Penguatan SDM Pemerintah Desa Kunci Utama Hadapi Tantangan Era Digitalisasi

MALANG -(deklarasinews.com)- Penyelenggaraan tata kelola pemerintahan desa di era digital membutuhkan transformasi mendasar pada peningkatan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM) aparatur desa. Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Muslimin, S.Pd, M.H., menegaskan bahwa pendekatan utama dalam penguatan SDM pemerintah desa sebaiknya tidak hanya berfokus pada pembelian aplikasi atau perangkat komputer, melainkan pada peningkatan kompetensi aparatur sekaligus mengubah cara kerja pemerintahan desa secara menyeluruh, Rabu (12/08/26).

Menurut Muslimin, tantangan era digitalisasi menuntut strategi penguatan SDM yang komprehensif dan terintegrasi. Strategi tersebut mencakup pelaksanaan pelatihan literasi teknologi secara berkala, optimalisasi penggunaan Sistem Informasi Desa (SID), pemanfaatan Dana Desa untuk penguatan infrastruktur digital, serta pembentukan kolaborasi aktif antara pemerintah desa dengan pihak akademisi, pemerintah daerah, dan sektor swasta.

Sebagai langkah awal, Muslimin mendorong dilakukannya pemetaan kompetensi digital aparatur desa untuk mengidentifikasi kemampuan Kepala Desa, Sekretaris Desa (Sekdes), Kepala Urusan (Kaur), Kepala Seksi (Kasi), hingga staf. Hasil pemetaan tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam kategori pemula, menengah, dan mahir agar kebutuhan pelatihan dapat disesuaikan dengan tugas masing-masing. Tahap ini diikuti dengan pelatihan literasi digital dasar yang meliputi pengoperasian komputer dan smartphone, penggunaan Microsoft Office atau Google Workspace, komunikasi digital, pengelolaan dokumen elektronik, pemanfaatan aplikasi desa, hingga keamanan akun dan data.

Selanjutnya, pelatihan administrasi pemerintahan berbasis digital diarahkan untuk mengubah sistem manual menjadi elektronik. Pelatihan ini mencakup tata kelola surat-menyurat, arsip digital, pelayanan administrasi masyarakat, pengelolaan data penduduk, perencanaan dan penganggaran, hingga pelaporan kegiatan. Langkah digitalisasi arsip tersebut menjadi salah satu bentuk penguatan kompetensi aparatur yang saat ini tengah gencar didorong oleh BPSDM Kemendagri.

Guna menjamin kelancaran operasional teknologi di tingkat desa, pembentukan “Tim Transformasi Digital Desa” menjadi hal yang sangat krusial. Tim ini dipimpin oleh Sekretaris Desa sebagai koordinator, didampingi perangkat desa selaku admin atau operator digital, unsur BPD, serta pendamping desa atau tenaga teknis sebagai mitra. Tim tersebut bertanggung jawab penuh dalam memastikan keandalan aplikasi, keakuratan data, keamanan informasi, serta keberlangsungan pelayanan digital kepada masyarakat.

Di sisi lain, pembangunan “Satu Data Desa” yang akurat, terbarui secara berkala, dan bebas dari duplikasi data menjadi fondasi penting dalam pengambilan keputusan. Data mutakhir mengenai kependudukan, kemiskinan, kesehatan, pendidikan, UMKM, hingga potensi desa akan terhubung langsung dengan penerapan pelayanan digital masyarakat, seperti pengajuan surat online, pengaduan, dan publikasi APBDes. Penerapan ini sejalan dengan prinsip Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) untuk mewujudkan pelayanan publik yang efektif, transparan, dan akuntabel.

Muslimin juga menekankan pentingnya menumbuhkan budaya kerja berbasis data dalam setiap alur program desa, mulai dari analisis data, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi. Agar penguatan kemampuan ini berjalan permanen, pelatihan aparatur tidak boleh berhenti pada kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) seremonial sekali jalan, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah desa dapat memanfaatkan platform Learning Management System (LMS) Pamong Desa dari Kemendagri yang menyediakan fasilitas pelatihan terjadwal maupun mandiri lengkap dengan sertifikat digital.

Melalui langkah-langkah terstruktur dan berkesinambungan ini, pemerintah desa diharapkan tidak hanya siap mengadopsi teknologi modern, tetapi juga mampu menghadirkan tata kelola pemerintahan yang responsif terhadap kebutuhan warga. Penguatan SDM secara berkelanjutan dipandang sebagai investasi jangka panjang demi terwujudnya kemandirian dan kemajuan desa di tengah pesatnya perkembangan arus digitalisasi.tutupnya.(ADV)

DPRD Dorong Pemerataan Pembangunan hingga Wilayah Perkampungan

KOTA TANGERANG  -(deklarasinews.com)- Ketua Fraksi Golkar DPRD Kota Tangerang, Saiful Milah, mendorong pemerataan pembangunan hingga ke wilayah perkampungan dan permukiman yang masih minim sentuhan pembangunan. Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan akses informasi yang memadai serta pendampingan agar kebutuhan pembangunan di lingkungannya dapat disampaikan dan dikawal sesuai skala prioritas.

Hal tersebut disampaikannya saat menggelar Sosialisasi Pembangunan Kota Tangerang bersama tokoh masyarakat, kader, dan kalangan anak muda di RW 003, Kelurahan Periuk, Kecamatan Periuk, Kota Tangerang, Minggu (2/8/2026) malam.

Anggota Komisi IV tersebut mengatakan, sejumlah wilayah masih menghadapi kendala pembangunan, termasuk keterbatasan prasarana, sarana, dan utilitas umum (PSU) serta pelayanan dasar masyarakat. Karena itu, diperlukan upaya untuk memastikan pembangunan dapat dirasakan secara berimbang oleh masyarakat di kawasan perumahan maupun perkampungan.

“Target kita memang wilayah-wilayah yang kondisi sentuhan pembangunannya agak bermasalah seperti ini. Masalahnya karena persoalan PSU yang tidak ada, fasos-fasum yang tidak ada, maka kita akan turun ke daerah-daerah yang terkesan masih tertinggal ini,” ujar Saiful.

Ia menegaskan, sosialisasi pembangunan juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat agar memahami mekanisme penyampaian aspirasi, mulai dari pengusulan melalui surat, Musrenbang, reses anggota DPRD, hingga perawatan fasilitas pembangunan. Menurutnya, masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menyampaikan kebutuhan secara terukur dan sesuai aturan.

“Selaku anggota Dewan, hari ini kita bukan sosialisasi untuk mencari suara atau mencari massa. Kita ingin memberikan kesadaran politik dan edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana pembangunan itu harus dinikmati,” katanya.

Saiful menambahkan, pendampingan diperlukan untuk memastikan usulan masyarakat, khususnya dari wilayah yang masih tertinggal, dapat menjadi bagian dari skala prioritas pembangunan. Ia menilai DPRD memiliki peran dalam mengawal kebutuhan prioritas tersebut agar dapat direalisasikan.

“Walaupun di pemerintah ada namanya KUA-PPAS, kebijakan umum anggaran prioritas, tetapi untuk kebutuhan yang menjadi prioritas di lingkungan, Dewan harus bisa ikut mendampingi dan memastikan kebutuhan tersebut segera terealisasi,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Periuk, Abdul Basit, menyambut baik kegiatan tersebut. Ia berharap kehadiran anggota DPRD secara langsung dapat membantu mengawal kebutuhan pembangunan di wilayahnya, salah satunya fasilitas Posyandu yang hingga kini masih menggunakan tempat sewaan.

“Alhamdulillah dengan kedatangan Pak Saiful Milah sebagai pendamping, khususnya di masyarakat RW 003. Yang terdekat yang saya usulkan adalah Posyandu. Itu urgent banget, berhubung di sini tidak ada. Posyandu dari dulu masih mengontrak,” ungkap Abdul. (ADV)

Bupati Tuba Teken MoU Bersama UMJ, Percepat Pembangunan Sektor Pendidikan Tinggi

TUBA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dengan Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dalam upaya percepatan pembangunan daerah serta pengembangan kolaborasi di sektor pendidikan di daerah. Kegiatan berlangsung di Aula Lantai 4 Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMJ, Jakarta, Kamis (30/07/2026).

Dengan MoU ini menjadi landasan dasar dalam memperkuat sinergi antara kedua belah pihak dibidang pendidikan, penelitian, serta wujud berbagai inovasi pengabdian kepada masyarakat Tulangbawang, dan pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas. Dengan telah resminya penanandatanganan Kerja sama tersebut guna mendukung proses percepatan pembangunan daerah serta pengembangan kolaborasi di berbagai sektor khususnya.

Dalam sambutannya, Bupati Qudrotul Ikhwan mengapresiasi terjalinnya kerja sama dengan UMJ sebagai langkah konkrit bersama dalam memajukan sektor pendidikan yang semakin berkualitas di Kabupaten Tulang Bawang.

“Kami berharap sinergi antara Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang dan Universitas Muhammadiyah Jakarta dapat terus terjalin dengan baik. Bersama-sama kita membangun sektor pendidikan agar mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan kesejahteraan masyarakat di masa depan, “ujar Bupati.

Bupati menyampaikan juga menyampaikan, bahwa melalui kerja sama ini, Pemkab Tulang Bawang optimis dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan SDM di daerah. Sinergi yang terbangun diharapkan tidak hanya berhenti pada penandatanganan, tetapi juga ditindaklanjuti dengan program-program nyata yang memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

Pada kesempatan itu bersama dengan civitas akademika Universitas Muhammadiyah Jakarta, Bupati hadir didampingi oleh Ka. Inspektur Daerah Tulangbawang, Kadisdikdasmen  Kabag Hukum dan kerjasama dan beberapa pejabat terkait turut mendampingi.(ADV)

Komisi II DPRD Kota Tangerang Minta Dinsos Evaluasi Penyaluran Bansos Pangan

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Syamsuri meminta Dinas Sosial mengevaluasi penyaluran bantuas sosial (Bansos) pangan triwulan ke 2. Hal itu dilakukan akibat adanya kualitas beras yang berwarna kuning sehingga dinilai kurang layak saat penyaluran bantuan berlangsung.

Ketua Komisi II DPRD Kota Tangerang Syamsuri menjelaskan, pihaknya akan mengevaluasi proses penyaluran beras bansos pangan yang dilakukan oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Tangerang.

“Ya nanti kita akan evaluasi. Ini kan kebetulan saat ini lagi hearing LPJ ya. Nanti kebetulan kami ketemu Dinas Sosial Kita akan evaluasi.

Bahwa apa yang hari ini sudah diterima di tirulan pertama kondisi bansos dalam hal ini beras tidak layak konsumsi,” ucapnya, Rabu 8 Juli 2026.

Syamsuri menjelaskan, pihaknya meminta Dinas Sosial Kota Tangerang untuk mengganti beras yang kualitasnya tidak layak agar layak konsumsi.

“Itu menjadi evaluasi dari Dinas Sosial Kota Tangerang untuk direkomendasikan ke Kementerian Sosial untuk dievaluasi dan diberikan apa itu pengganti atau bentuk yang lainnya. Paling tidak diperbaikilah, itu seperti itu,” tambahnya.

Menurutnya, sinergi antara Dinsos Kota Tangerang dengan Bulog dan Badan Pangan Nasional juga harus lebih ditingkatkan. Hal itu dilakukan guna mamastukan kualitas beras bulog layak konsumsi oleh masyarakat.

“Nah itu justru nanti dievaluasi itu kita minta Dinsos Kota Tangerang merekomendasikan beras yang layak kepada Bulog dan Badan Pangan Nasional. Jangan Bulog dan Badan Pangan Nasional kemudian mengeluarkan beras tidak sesuai dengan instruksi dari Dinsos yang ada.

Kalau berasnya kuning paling buat pakan ayam.Nah ini menjadi evaluasi dan catatan kita ke depan,” pungkasnya.(ADV)

Lensa dan Pernak Pernik Usia Perak HUT Kota Pagaralam

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Sejalan dengan pergeseran waktu kota Pagaralam saat ini berusia 25 tahun yang identik dengan sebutan usia perak.

Setiap tahun tepatnya tanggal 21 Juni ulang tahun kota Pagaralam digelar dan pada tanggal 23 Juni digelar sidang paripurna istimewa HUT kota yang dipusatkan di gedung DPRD setempat.

Sejalan dengan peringatan HUT Kota diramaikan dan dimeriahkan dengan berbagai event yang menambah pernak pernik HUT ke 25 tahun kota Pagaralam. Sarana promosi pun disediakan dengan tenda tenda (stand ) instansi selain juga stand umum yang menyediakan berbagai produk kebutuhan rumah tangga,makanan dan minuman bagi pengunjung yang sekedar ingin bersantai dan ngasoh serta mengurangi dahaga setelah berkeliling lokasi Besemah Ekspo.

Senin pagi (22/06/2026) dilaksanakan apel  dalam rangka peringatan HUT kota Pagaralam ke 25 dengan inspektur upacara Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah.

Pada kesempatan ini Ludi Oliansyah dalam pidatonya menyatakan, tanggal 21 Juni kita peringati sebagai hari jadi kota Pagaralam setiap tahunnya.

Pada tahun 2026 ini menginjak usia ke-25 tahun, usia dengan semangat membangun serta harapan yang tinggi untuk menjadi kota lebih maju lagi sesuai dengan tema HUT Kota Pagaralam tahun ini “Sinergitas Untuk Kemajuan”.

Hendaknya moment peringatan HUT kota ini dimaknai sebagai upaya untuk dapat melihat kembali masa lalu sebagai rantai sejarah dan pondasi yang dapat bernilai sebagai referensi dalam menapaki masa kini dan masa depan.

Upacara yang dipusatkan di halaman Villa Tks MTQ gunung Gare diikuti oleh Wakil Walikota Pagaralam Hj.Bertha, Unsur Forkompimda, Ketua TP. PKK Hj.Hera Parianti Ludi, Sekda, Asisten, dan Staf Ahli Walikota, Ketua DWP, Pimpinan Instansi Vertikal, Seluruh Kepala OPD, Camat, Lurah dan ASN kota Pagaralam.

Dilanjutkan dengan pembukaan Besemah Ekspo oleh Walikota Pagaralam serta kunjungan ke sejumlah stand.

Dan  hari ini, Selasa (23/06) dirangkai dengan rapat Paripurna Istimewa HUT kota Pagaralam ke – 25 yang dipusatkan di gedung DPRD kota Pagaralam. Rapat Paripurna ini dipimpin dan dibuka langsung oleh ketua DPRD kota Pagaralam Jenny Shandiyah didampingi oleh Wakil Ketua 1 dan Wakil Ketua 2 dengan dihadiri seluruh anggota.

Dalam sambutannya, ketua DPRD kota Pagaralam menyatakan, usia ke 25 usia yang cukup tua, namun kota Pagaralam kan terus melakukan dan membangun daerah sehingga bisa setara dengan daerah lainnya.

“Pagaralam akan terus berupaya mengisi dan melakukan pembangunan didukung oleh Gubernur Sumatra Selatan, anggota DPR RI, DPR Propinsi, serta anggota DPRD kota Pagaralam dan pihak-pihak lainnya selama ini,”jelasnya.

Sementara Walikota Pagaralam Ludi Oliansyah dalam sambutannya, Pagaralam adalah anak kandung Propinsi Sumatera Selatan yang tentunya tidak lepas dari bapaknya. Kota Pagaralam genap berusia 25 tahun. “Usia seperempat abad ini merupakan sebuah momentum perak, waktu yang tepat bagi kita untuk merefleksikan kembali perjalanan panjang yang telah kita lalui bersama, mengevaluasi capaian, serta memantapkan langkah menuju masa depan Pagaralam yang lebih gemilang.”ujar Wako.

Sementara Gubernur Sumatra Selatan Herman Deru menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian pembangunan dan kemajuan pesat yang diraih kota Pagaralam dalam usia yang ke 25  tahun.

“Sinergitas antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat harus terus dijaga demi mewujudkan Pagaralam yang semakin maju dan sejahtera. Kedepan, kita harus siap menghadapi perubahan nyata di depan mata. “saya yakin, melalui legislatif dan eksekutif yang solid ini akan menjadi suplemen tersendiri bagi percepatan pembangunan di kota Pagaralam,”pungkas Herman Deru.

Rapat Paripurna Istimewa HUT Kota Pagaralam ke 25 ditutup dengan fose bersama.

Nampak hadir sejumlah  Bupati, Wakil Bupati Walikota, Wakil Walikota, kabupaten dan kota tetangga, tokoh masyarakat serta tamu  undangan penting lainnya.(ADV/REP)

Lampung Barat Hebat: Program Kesehatan Berbasis Inovasi Dan Kemandirian Di Masa Kepemimpinan Parosil Mabsus-Mad Hasnurin

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Lampung Barat, dengan visi misi “Lampung Barat Hebat dan Setia” di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin (PM), terus menunjukkan komitmennya untuk mewujudkan layanan kesehatan yang lebih baik dan merata.

Berbagai program unggulan yang dirancang oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat menjadi bukti nyata dari dedikasi pemerintah daerah dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pada periode kedua kepemimpinan PM, program-program inovatif dan berkelanjutan terus digulirkan untuk memastikan Lampung Barat menjadi kabupaten yang sehat, cerdas, dan mandiri.

Salah satu terobosan terbaru dalam pelayanan kesehatan di Kabupaten Lampung Barat adalah pemeriksaan USG untuk ibu hamil yang kini tersedia dua kali selama masa kehamilan, yaitu pada trimester pertama dan ketiga.

Program ini bertujuan untuk mendeteksi lebih dini kondisi kesehatan ibu dan bayi, guna mencegah risiko komplikasi kehamilan yang dapat mengancam keselamatan ibu dan anak.

Selain itu, masyarakat Lampung Barat juga dapat memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang diselenggarakan di 15 Puskesmas yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.

Pendaftaran dapat dilakukan baik secara langsung di puskesmas terdekat maupun secara online melalui aplikasi “Satu Sehat”, yang memudahkan masyarakat untuk mengakses layanan kesehatan dengan cepat dan efisien.

Target Capaian Program Cek Kesehatan Gratis semakin meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2025, target jumlah peserta mencapai 47.895 jiwa, dengan capaian yang telah melampaui target pada 2024 sebesar 52.585 jiwa.

Program ini menunjukkan keberhasilan Dinas Kesehatan dalam menjangkau lebih banyak masyarakat, dengan pelayanan yang lebih baik dan menyeluruh.

Salah satu program unggulan yang telah menjadi andalan sejak tahun 2018 adalah Ambulance Hebat.

Program ini menyediakan layanan transportasi medis gratis selama 24 jam untuk masyarakat yang membutuhkan pertolongan gawat darurat.

Setiap kecamatan kini telah memiliki armada Ambulance Hebat, yang terus diperbarui dan diperbanyak demi memastikan akses cepat ke layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat.

Pada 2025, program ini tetap berjalan dan pengembangan fasilitas rawat inap di puskesmas di 15 kecamatan ditingkatkan.

 

Fasilitas yang dilengkapi dengan layanan standar rumah sakit tipe D ini sudah mulai dibangun sejak 2019 dan terus diperbarui untuk menjamin kualitas pelayanan kesehatan yang optimal.

Selain itu, salah satu program yang terus menjadi fokus utama adalah Beasiswa Pendidikan Kedokteran.

Program ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dokter di Kabupaten Lampung Barat, baik dokter umum maupun dokter gigi.

Dengan adanya beasiswa ini, diharapkan dapat mencetak lebih banyak tenaga medis yang siap mengabdi di wilayah kabupaten, mengatasi kekurangan dokter di daerah-daerah terpencil.

Beasiswa Pendidikan Kedokteran adalah salah satu inisiatif terbesar yang dihadirkan oleh Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin untuk memajukan sektor kesehatan di Lampung Barat.

Program ini sudah berjalan sejak 2018 dan telah menghasilkan 15 penerima beasiswa, yang kini sedang menempuh pendidikan di beberapa perguruan tinggi negeri ternama.

Sebanyak 15 orang penerima beasiswa ini, yang terdiri dari calon dokter umum dan dokter gigi, mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan pendidikan mereka.

Beasiswa ini mencakup biaya kuliah, uang saku, biaya transportasi, serta biaya hidup selama pendidikan berlangsung.

Setiap tahunnya, penerima beasiswa ini diharapkan dapat menyelesaikan pendidikan mereka dan kembali untuk mengabdi di Lampung Barat, membantu memperbaiki kualitas pelayanan kesehatan di daerah tersebut.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat terus berupaya untuk mencapai target penerimaan beasiswa yang lebih luas, dengan total 15 orang penerima beasiswa yang diharapkan bisa menyelesaikan pendidikan kedokteran mereka.

Pemberdayaan alumni dari program ini juga menjadi fokus penting, di mana dua alumni dari 15 orang penerima beasiswa telah selesai menjalani program pendidikan dan kini tengah mempersiapkan diri untuk mengabdi di Lampung Barat.

Keberlanjutan program-program kesehatan di Lampung Barat menjadi prioritas utama dalam periode kedua kepemimpinan Parosil Mabsus dan Mad Hasnurin.

Program Ambulance Hebat, palayanan Puskesmas, dan Beasiswa Pendidikan Kedokteran merupakan tiga program yang diharapkan terus berkembang, dengan pembiayaan yang dikelola dengan efisien dan transparan.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat juga berkomitmen untuk terus mengembangkan sarana dan prasarana kesehatan yang ada, serta memastikan adanya tenaga medis yang berkualitas.

Dalam hal ini, pengelolaan anggaran untuk beasiswa dan pelayanan kesehatan terus disesuaikan dengan kebutuhan, serta memastikan program ini dapat berjalan dengan sukses tanpa adanya hambatan.

 

Melalui berbagai program unggulan tersebut, Kabupaten Lampung Barat semakin memantapkan diri sebagai kabupaten yang peduli terhadap kesehatan masyarakat.

Dengan komitmen yang tinggi dari Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, serta dukungan penuh dari Dinas Kesehatan, Lampung Barat siap menghadapi tantangan di masa depan.

Program-program kesehatan yang ada tidak hanya bertujuan untuk mengatasi masalah kesehatan yang ada saat ini, tetapi juga untuk membangun fondasi kesehatan yang lebih baik bagi generasi yang akan datang.

Di bawah kepemimpinan PM, Lampung Barat bertekad untuk menjadi daerah yang lebih sehat, lebih mandiri, dan lebih siap menghadapi masa depan.

Dengan berbagai inovasi di bidang kesehatan, diharapkan Lampung Barat akan terus berkembang menjadi kabupaten yang berdaya saing tinggi, dengan masyarakat yang sehat dan cerdas, siap mewujudkan visi “Lampung Barat Hebat dan Setia” di periode kedua kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin.

 

RSUD Alimuddin Umar: Langkah Pemkab Lampung Barat Meningkatkan Layanan Kesehatan Untuk Semua Masyarakat

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, Kabupaten Lampung Barat terus berkomitmen untuk meningkatkan sektor kesehatan demi kesejahteraan masyarakat.

Salah satu bukti nyata dari komitmen tersebut adalah pengembangan dan peningkatan kualitas Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Alimuddin Umar, yang kini sedang menjalani berbagai program transformasi untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih lengkap, terjangkau, dan merata di bawah naungan Dinas Kesehatan setempat.

RSUD Alimuddin Umar terus berupaya memperbaiki fasilitas medis demi memastikan masyarakat Lampung Barat mendapatkan pelayanan terbaik.

Salah satu langkah besar yang sedang dilakukan adalah renovasi gedung untuk penambahan fasilitas CT Scan dan terapi bagi pasien kanker.

Saat ini, proyek renovasi gedung CT Scan tengah berada pada tahap perencanaan dengan penyusunan Detail Engineering Design (DED), dan diharapkan dapat dilanjutkan dengan proses lelang serta kontrak pada Mei 2026.

Dengan adanya fasilitas CT Scan yang lebih lengkap, diharapkan proses diagnosa berbagai penyakit dapat lebih cepat dan akurat.

Sementara itu, alat CT Scan sendiri akan diterima melalui skema bantuan dari Kementerian Kesehatan, yang diperkirakan akan hadir pada triwulan IV tahun 2026.

Tidak hanya itu, rumah sakit ini juga sedang menjajaki pengelolaan terapi untuk pasien kanker dengan Kementerian Kesehatan melalui portal Bantuan Pemerintah (Banper).

Meskipun waktu pastinya belum bisa dipastikan, ini menunjukkan keseriusan Pemkab Lampung Barat untuk memberikan solusi bagi pasien kanker dengan fasilitas yang memadai.

RSUD Alimuddin Umar telah menjadi rumah sakit rujukan utama bagi berbagai penyakit yang memerlukan perawatan medis lebih lanjut.

Beberapa kondisi medis yang sering dirujuk antara lain anemia, demam berdarah (DHF), tuberkulosis (TB) paru, diabetes mellitus (DM) dengan hipoglikemia, hipertensi, PPOK, kejang demam kompleks, serta korban kecelakaan lalu lintas.

Rumah sakit ini menerima rujukan dari Puskesmas di seluruh Kabupaten Lampung Barat, termasuk dari Rumah Sakit Ibu dan Anak Bunda, Rumah Sakit M. Tohir, serta Puskesmas di wilayah Pesisir Barat dan perbatasan OKU Selatan.

Melalui perluasan layanan rujukan ini, RSUD Alimuddin Umar diharapkan dapat menjangkau lebih banyak pasien dan memberikan perawatan yang lebih lengkap, tanpa harus memikirkan jarak dan biaya tinggi yang sering menjadi kendala bagi masyarakat.

 

Saat ini, RSUD Alimuddin Umar memiliki 13 dokter spesialis yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Di antaranya adalah spesialis penyakit dalam, obstetri dan ginekologi (OBGYN), anak, bedah, mata, THT-KL, saraf, dan paru.

Selain itu, rumah sakit ini juga memiliki dokter penunjang di bidang radiologi, patologi klinik, anastesi, dan gizi klinik.

Keberagaman spesialisasi ini memastikan bahwa hampir seluruh jenis penyakit dapat ditangani oleh tenaga medis yang kompeten, menjadikan RSUD Alimuddin Umar sebagai rumah sakit pilihan utama di Lampung Barat.

Salah satu langkah yang diambil oleh Pemkab Lampung Barat untuk mendukung kinerja RSUD Alimuddin Umar adalah pemberian Tunjangan Penghasilan PNS (TPP) bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), insentif bagi tenaga non-PNS, serta pemberian jasa pelayanan.

Semua ini bertujuan untuk memotivasi tenaga medis dan paramedis dalam memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, diharapkan para tenaga medis dapat bekerja dengan semangat yang lebih tinggi, sehingga kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Alimuddin Umar dapat terus meningkat.

Dalam rangka memastikan semua lapisan masyarakat dapat mengakses layanan kesehatan yang baik, RSUD Alimuddin Umar terus berkomitmen melayani pasien yang terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.

Bagi pasien dengan diagnosis yang sesuai dengan ketentuan BPJS, rumah sakit ini akan memberikan layanan tanpa harus khawatir dengan biaya pengobatan.

Dengan beragam fasilitas yang telah disiapkan, RSUD Alimuddin Umar siap menjadi pilihan utama bagi masyarakat Lampung Barat dalam memenuhi kebutuhan layanan kesehatan.

Visi dan misi Pemkab Lampung Barat yang menekankan pada pembangunan sektor kesehatan tercermin jelas dalam upaya-upaya yang dilakukan oleh RSUD Alimuddin Umar.

Melalui berbagai program peningkatan fasilitas dan layanan kesehatan, Pemkab Lampung Barat ingin memastikan bahwa masyarakat Lampung Barat dapat menikmati layanan kesehatan yang berkualitas, terjangkau, dan merata.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah, serta peran aktif masyarakat, diharapkan RSUD Alimuddin Umar dapat terus berkembang menjadi rumah sakit yang lebih baik, memberikan manfaat yang besar bagi kesejahteraan masyarakat Lampung Barat, dan mewujudkan visi Pemkab Lampung Barat untuk menciptakan masyarakat yang sehat, mandiri, dan sejahtera.

Pemkab Lampung Barat, di bawah kepemimpinan Bupati Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Mad Hasnurin, berkomitmen untuk terus bekerja keras demi mewujudkan Lampung Barat yang lebih sehat dan lebih baik bagi seluruh lapisan masyarakat.