Genting Tahap II di Yapen Utara, Wabup Roi Palunga Pastikan Intervensi Gizi Beri Dampak

YAPEN UTARA -(deklarasinews.com)- Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) tahap II kembali dilaksanakan di Distrik Yapen Utara, Kabupaten Kepulauan Yapen, Kamis (20/8/2026). Wakil Bupati Kepulauan Yapen Roi Palunga turun langsung memantau pelaksanaan intervensi gizi sekaligus melihat perkembangan kondisi para penerima manfaat.

Kegiatan berlangsung di wilayah kerja Puskesmas Tindaret dan Puskesmas Yobi dengan melibatkan tenaga kesehatan, kepala puskesmas/pustu, dokter, Pemerintah Distrik Yapen Utara serta keluarga penerima manfaat.

Roi Palunga didampingi Kepala Distrik Yapen Utara Aldius Kanggunum bersama staf distrik. Kehadiran Wakil Bupati menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen untuk memastikan program percepatan penurunan stunting tidak hanya berjalan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Di wilayah kerja Puskesmas Tindaret tercatat 23 penerima manfaat, sedangkan Puskesmas Yobi menangani 17 penerima manfaat. Secara keseluruhan terdapat 40 penerima manfaat dalam Program Genting tahap II di Distrik Yapen Utara yang terdiri atas ibu hamil, ibu menyusui dan bayi di bawah dua tahun (baduta).

Pada tahap kedua, penerima manfaat kembali mendapatkan bantuan bahan makanan bergizi sesuai kebutuhan masing-masing kelompok sasaran. Bantuan tersebut berupa susu sesuai kelompok sasaran, telur, kacang hijau dan gula pasir.

Untuk baduta diberikan susu pertumbuhan sesuai usia, sementara ibu hamil dan ibu menyusui mendapatkan susu khusus yang dilengkapi telur, kacang hijau dan gula pasir.

Dalam arahannya, Roi Palunga mengajak seluruh pihak bersyukur karena program intervensi gizi dapat kembali dilanjutkan.

“Puji dan syukur atas anugerah Tuhan, kita kembali berkumpul untuk menerima bahan makanan bergizi dalam program stunting yang dilaksanakan oleh orang tua asuh,” ujar Roi.

Menurutnya, pelaksanaan tahap kedua menjadi momentum penting untuk mengevaluasi perkembangan penerima manfaat setelah mendapatkan intervensi pada tahap pertama.

Pemerintah daerah, kata Roi, berharap pemberian makanan bergizi secara berkelanjutan dapat meningkatkan kondisi gizi ibu dan anak serta memberikan dampak terhadap pertumbuhan baduta.

“Kami berharap tahap pertama yang sudah dilaksanakan memberikan dampak, paling tidak dari sisi gizi anak-anak kita, ibu hamil dan ibu menyusui yang menjadi penerima manfaat. Di tahap kedua ini, dampaknya semakin terlihat,” katanya.

Roi juga menekankan pentingnya ketepatan sasaran dalam pemanfaatan bantuan. Menurutnya, bahan makanan yang diberikan harus benar-benar dikonsumsi oleh penerima manfaat sesuai peruntukannya.

“Kalau untuk ibu hamil, bantuan itu untuk ibu hamil. Begitu juga kalau untuk bayi, ya untuk bayi. Jangan sampai diberikan kepada yang lain. Ini penting supaya pertumbuhan anak-anak kita sejak bayi dapat berjalan dengan baik,” tegasnya.

Ada Perubahan Kondisi Penerima Manfaat

Pelaksanaan Genting tahap II juga menunjukkan adanya perkembangan positif pada penerima manfaat. Salah satunya terlihat di wilayah kerja Puskesmas Yobi.

Roi Palunga menyebutkan, seorang ibu yang pada bulan sebelumnya memiliki berat badan 40 kilogram, setelah mendapatkan intervensi gizi, kini berat badannya meningkat menjadi 50 kilogram.

Perubahan tersebut menjadi salah satu indikator awal bahwa intervensi yang dilakukan mulai memberikan dampak terhadap kondisi penerima manfaat.

“Kita berharap pada tahap berikutnya perkembangan seperti ini semakin banyak dan status gizi penerima manfaat terus membaik,” kata Roi.

Meski demikian, ia meminta tenaga kesehatan tetap melakukan pemantauan secara berkala. Pemeriksaan dan pendampingan dinilai penting untuk mengetahui perkembangan kondisi kesehatan serta status gizi masing-masing penerima manfaat.

Berlanjut ke Tahap III

Program Genting di Distrik Yapen Utara akan kembali dilanjutkan pada tahap ketiga. Roi Palunga memastikan dirinya akan kembali hadir untuk memantau pelaksanaan program tersebut.

Tidak hanya menghadiri penyerahan bantuan, Wakil Bupati bahkan berencana turun langsung mengunjungi rumah penerima manfaat untuk melihat kondisi keluarga sekaligus memastikan bantuan yang diberikan benar-benar digunakan sesuai tujuan.

“Kami akan hadir lagi pada tahap ketiga dan turun langsung ke rumah penerima bantuan,” ungkapnya.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen berharap kesinambungan intervensi melalui Program Genting dapat membantu memperbaiki status gizi ibu dan anak sekaligus menekan risiko stunting di daerah.

Melalui kolaborasi pemerintah daerah, tenaga kesehatan, pemerintah distrik, orang tua asuh dan keluarga penerima manfaat, program tersebut diharapkan mampu menciptakan generasi Yapen yang tumbuh sehat, berkualitas dan memiliki masa depan yang lebih baik.

 

Kejar 190 Koperasi Merah Putih, Pemkab Lampung Selatan Pastikan Koperasi Beroperasi dan Berdampak bagi Warga

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus mempercepat pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dengan target mencapai 190 titik hingga akhir Agustus 2026.

Namun, pemerintah daerah menegaskan keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari jumlah bangunan yang berdiri, melainkan dari kemampuan koperasi untuk beroperasi dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat desa.

Komitmen itu mengemuka dalam rapat pembahasan penyediaan lahan bagi desa yang belum memiliki aset untuk pembangunan KDKMP di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (20/8/2026).

Dalam rapat tersebut, Komandan Kodim 0421/Lampung Selatan, Letkol Kav M. Nuril Ambiyah, memaparkan perkembangan pembangunan KDKMP di wilayah Kabupaten Lampung Selatan dan Kabupaten Pesawaran.

Dari total 206 titik KDKMP yang telah terbangun di dua wilayah tersebut, sebanyak 140 titik berada di Kabupaten Lampung Selatan, sementara 66 titik lainnya berada di Kabupaten Pesawaran.

Menurut Nuril, percepatan pembangunan di Lampung Selatan terus dilakukan agar target 190 titik dapat tercapai pada akhir Agustus 2026. Meski demikian, masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan, terutama terkait ketersediaan lahan di beberapa desa.

“Sejumlah desa masih belum memiliki lahan yang memenuhi kebutuhan pembangunan, sehingga diperlukan pemetaan dan kolaborasi lintas sektor untuk menemukan lokasi yang memungkinkan,” kata Nuril.

Ia menjelaskan, upaya penyediaan lahan dilakukan melalui berbagai strategi, mulai dari pemetaan aset pemerintah hingga identifikasi potensi lahan yang dapat dimanfaatkan untuk pembangunan KDKMP.

Selain persoalan lahan, percepatan pembangunan juga dipengaruhi oleh kondisi medan, mobilisasi material, ketersediaan tenaga kerja, hingga distribusi logistik.

Kendati demikian, berbagai kendala tersebut terus diatasi melalui koordinasi antara pemerintah daerah, unsur kewilayahan, dan pihak terkait lainnya.

Sementara itu, Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, menegaskan bahwa pembangunan KDKMP harus diikuti dengan penguatan aspek operasional agar koperasi yang telah dibangun dapat berjalan secara optimal.

Menurut Tri, tantangan berikutnya bukan lagi membangun gedung, melainkan memastikan koperasi mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat.

“Pembangunan sudah berjalan. Bagaimana dengan yang sudah terbangun ini bisa operasional normal. Ini butuh komitmen dan dukungan kita bersama,” ujar Tri.

Ia menilai peran Dinas Koperasi dan UMKM menjadi sangat penting dalam melakukan sosialisasi, pembinaan, dan pendampingan terhadap koperasi yang telah terbentuk.

“Pembangunan operasional juga menjadi hal penting, tapi tak hanya itu, kita juga harus bersama-sama untuk memastikan bisa berjalan, berdampak dan berkelanjutan,” lanjutnya.

Tri menambahkan, KDKMP merupakan program nasional yang membutuhkan dukungan penuh dari pemerintah daerah agar koperasi yang telah dibangun tidak hanya menjadi aset fisik, tetapi benar-benar mampu menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Di sisi lain, persoalan ketersediaan lahan masih menjadi pekerjaan yang harus segera dituntaskan. Pemetaan terhadap desa dan kelurahan yang belum memiliki lahan terus dilakukan, termasuk dengan memanfaatkan potensi aset pemerintah yang tersedia.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan seluruh desa dan kelurahan sasaran program memiliki KDKMP yang siap beroperasi.

Dengan percepatan pembangunan dan penguatan pendampingan yang terus dilakukan, Pemkab Lampung Selatan optimistis target 190 titik KDKMP pada akhir Agustus 2026 dapat tercapai. Lebih dari itu, pemerintah daerah berharap koperasi-koperasi tersebut mampu tumbuh menjadi pusat aktivitas ekonomi desa yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

 

Rayakan Kemerdekaan, 54 Peserta Gerak Jalan Padati Jalanan Kota Serui

SERUI -(deklarasinews.com)- Sebanyak 54 peserta dari berbagai jenjang dan kelompok mulai dari SD, SMP, SMA, instansi hingga kategori umum turut ambil bagian dalam lomba gerak jalan yang digelar untuk memeriahkan HUT Kemerdekaan RI.

Di balik seragam dan barisan yang mereka tampilkan, ada semangat yang jauh lebih besar dari sekadar mengejar kemenangan. Ada kebersamaan, kedisiplinan, kekompakan, sekaligus cara sederhana masyarakat Yapen merayakan kemerdekaan.

Bupati Kepulauan Yapen, Benyamin Arisoy, SE. M. Si , secara langsung melepas para peserta lomba gerak jalan, Kamis (20/08/2026). Dari garis start, satu per satu peserta melangkah membawa semangat kemerdekaan.

Bagi Bupati Benyamin Arisoy, gerak jalan bukan sekadar perlombaan untuk menentukan siapa yang menjadi juara.

“Kegiatan ini bukan hanya sekadar perlombaan untuk mencari siapa yang juara. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan bagian dari semangat kita dalam mengisi kemerdekaan dan kebersamaan,” ujarnya.

Pesan itu menjadi penting. Sebab, kemerdekaan yang diwariskan para pendahulu bangsa tidak cukup hanya diperingati dengan upacara dan seremonial. Kemerdekaan juga perlu diisi melalui kebersamaan, kedisiplinan, kerja keras dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Karena itu, Bupati Kepulauan Yapen juga mengajak seluruh peserta untuk mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan menjunjung tinggi rasa cinta kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ia ingin barisan-barisan yang bergerak di jalanan Serui tidak hanya terlihat rapi, tetapi juga menjadi gambaran tentang karakter masyarakat Kepulauan Yapen.

“Tunjukkan kepada masyarakat bahwa masyarakat di Kabupaten Kepulauan Yapen adalah masyarakat yang kompak, disiplin, bersemangat dan cinta tanah air,” pesannya.

Derap langkah pun terus bergerak. Ada anak-anak sekolah yang tampil penuh antusias, ada pelajar yang berusaha menjaga kekompakan barisan, serta peserta dari berbagai instansi dan masyarakat umum yang turut mengambil bagian. Masing-masing membawa semangat yang sama: merayakan kemerdekaan.

Di tengah suasana penuh kegembiraan itu, persaingan tetap menjadi bagian dari perlombaan. Namun, kemenangan bukanlah satu-satunya ukuran keberhasilan. Ada nilai kebersamaan dan sportivitas yang jauh lebih penting untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Bupati juga menitipkan pesan kepada panitia dan para guru yang terlibat dalam kegiatan agar seluruh proses perlombaan berjalan tertib, objektif, adil dan transparan.

Menurutnya, penyelenggaraan yang baik akan memastikan setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama sekaligus membuat rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI berlangsung meriah dan berkesan.

Momen ini pun bukan sekadar menjadi lintasan perlombaan. Ia menjadi ruang tempat masyarakat berkumpul, bersorak dan merasakan kembali arti kebersamaan.

Dari setiap langkah yang teratur, dari barisan yang terus bergerak maju, terselip pesan sederhana: kemerdekaan bukan hanya tentang masa lalu, tetapi tentang bagaimana hari ini masyarakat terus berjalan bersama membangun daerah dan bangsa.

Turut Hadir Letkol Inf Ahmad Albar,  S.H (Dandim 1709/Yawa), Asisten lll Setda Aser Pongrate, Kabag Kesra Simon Worumi Kadis Disnakes Afredo Worabai, Plt Dirut RSU Serui Erensd Ampasoi tamu undangan lainya .

 

Bupati Yapen Siap Dukung Tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui Bertanding ke Malaysia

SERUI -(deklarasinews.com)- Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy, SE., M.Si., menerima pertemuan dengan tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui, Rabu (19/09/2026), dalam rangka membahas persiapan tim yang akan mengikuti ajang pertandingan di Malaysia.

Pertemuan tersebut menjadi bagian penting dalam mematangkan persiapan keberangkatan tim, sekaligus menyampaikan kondisi dan kebutuhan yang diperlukan sebelum mengikuti kompetisi di tingkat internasional.

Dalam pertemuan itu, tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui menyampaikan rencana keberangkatan serta kesiapan para siswa untuk membawa nama sekolah dan Kabupaten Kepulauan Yapen dalam pertandingan yang akan berlangsung di Malaysia.

Bupati Benyamin Arisoy menyambut baik rencana tersebut. Ia menilai keikutsertaan pelajar Yapen dalam kompetisi di luar negeri merupakan sebuah kesempatan berharga untuk mengembangkan kemampuan, pengalaman, sekaligus memperkenalkan potensi generasi muda Kepulauan Yapen di tingkat internasional.

“Saya siap mendukung,” tegas Bupati Benyamin Arisoy saat menerima tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui.

Menurutnya, prestasi yang diraih pelajar tidak hanya menjadi kebanggaan bagi sekolah dan keluarga, tetapi juga membawa nama daerah. Karena itu, pemerintah daerah akan memberikan perhatian dan dukungan terhadap kegiatan positif yang dapat mendorong kemajuan serta prestasi generasi muda.

Bupati juga berharap para siswa dapat mempersiapkan diri dengan baik, baik dari sisi kemampuan, mental maupun kedisiplinan. Keberangkatan ke Malaysia diharapkan tidak hanya menjadi ajang untuk bertanding, tetapi juga menjadi pengalaman yang dapat membentuk karakter dan memperluas wawasan para peserta.

“Manfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan kemampuan, jaga nama baik sekolah dan Kabupaten Kepulauan Yapen,” pesan Bupati.

Ia juga mengingatkan agar para peserta tetap menjaga kekompakan selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Semangat bertanding harus disertai dengan sportivitas, disiplin dan sikap yang baik.

Sementara itu, tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan yang diberikan Bupati Kepulauan Yapen. Dukungan tersebut diharapkan semakin menambah motivasi para siswa dalam menjalani persiapan menghadapi kompetisi di Malaysia.

Keikutsertaan tim WICe SMP Kasih Bangsa Serui di Malaysia diharapkan menjadi langkah positif dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi pelajar Yapen untuk berprestasi, sekaligus mengharumkan nama daerah di kancah yang lebih luas.

Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen pun terus mendorong keterlibatan generasi muda dalam berbagai kegiatan pendidikan, olahraga, seni dan kompetisi lainnya sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Bupati Yapen Minta Perumdam Serui Perluas Akses Air Bersih bagi

SERUI -(deklarasinews.com)— Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy meminta Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Serui terus memperluas akses layanan air bersih kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Perumdam Serui, Rabu (19/08/2026), di Aula Rumah Jabatan Bupati Kepulauan Yapen.

RUPS merupakan agenda tahunan yang menjadi momentum untuk mengevaluasi kinerja perusahaan sekaligus membahas rencana kerja dan arah pengembangan Perumdam pada tahun mendatang.

Direktur Perumdam Serui, Yosias Ambokari, SE, mengatakan terdapat empat agenda utama yang dibahas dalam RUPS, yakni laporan tahunan Perumdam tahun 2025, laporan kegiatan tahun 2026, rencana kerja tahun 2027, serta penetapan penggunaan laba perusahaan tahun 2025.

Menurut Yosias, pembahasan agenda tersebut menjadi bagian penting dalam mengevaluasi pelaksanaan kegiatan perusahaan serta mempersiapkan program kerja yang akan dilaksanakan pada tahun 2027.

Sementara itu, Bupati Benyamin Arisoy mengatakan RUPS menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap operasional Perumdam, termasuk capaian laba perusahaan dan kontribusinya kepada pemerintah daerah melalui pembagian dividen.

“Ini merupakan agenda tahunan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan dengan perusahaan, mulai dari rencana kerja 2027, evaluasi kegiatan operasional perusahaan, laporan laba yang dicapai, sekaligus pembagian dividen dengan pemerintah daerah,” ujar Bupati.

Bupati juga menekankan bahwa Pemerintah Kabupaten Kepulauan Yapen telah memberikan penyertaan modal kepada Perumdam. Karena itu, perusahaan diharapkan mampu mengelola dukungan pemerintah daerah secara optimal untuk meningkatkan pelayanan sekaligus mengembangkan jaringan air bersih.

Dalam RUPS tersebut, manajemen Perumdam turut menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan operasional, termasuk kebutuhan pengembangan dan ekspansi perusahaan, khususnya dalam pemasangan jaringan air untuk menjangkau masyarakat yang belum mendapatkan akses layanan.

Menurut Bupati, Perumdam memiliki tanggung jawab yang tidak sederhana karena mengemban dua fungsi sekaligus. Di satu sisi, perusahaan harus menjalankan fungsi pelayanan publik dan sosial dengan menyediakan serta mendistribusikan air kepada masyarakat. Namun di sisi lain, Perumdam juga dituntut mampu menghasilkan keuntungan untuk membiayai operasional dan mendukung keberlanjutan perusahaan.

“Perusahaan ini mengemban dua tugas, yaitu melaksanakan pelayanan publik dan sosial dengan mendistribusikan air kepada masyarakat. Di sisi lain, perusahaan dituntut harus mendapatkan profit yang nantinya dapat membiayai operasional perusahaan dan membagi keuntungan atau dividen dengan pemerintah daerah,” jelasnya.

Bupati berharap Perumdam Serui dapat terus meningkatkan profesionalisme dan efisiensi pengelolaan perusahaan, sehingga mampu menjaga kualitas pelayanan sekaligus memperkuat kondisi keuangan perusahaan.

Perluasan jaringan dan peningkatan akses air bersih, kata Bupati, harus menjadi bagian dari rencana pengembangan perusahaan ke depan. Dengan demikian, keberadaan Perumdam tidak hanya memberikan manfaat dari sisi ekonomi bagi pemerintah daerah, tetapi juga memberikan pelayanan dasar yang semakin luas dan berkualitas bagi masyarakat Kepulauan Yapen.

Hasil RUPS selanjutnya diharapkan menjadi pijakan bagi manajemen Perumdam Serui dalam menyusun dan menjalankan rencana kerja tahun 2027 dengan lebih terarah, termasuk dalam meningkatkan pelayanan, memperluas jaringan distribusi, mengatasi kendala operasional, serta meningkatkan kontribusi perusahaan terhadap daerah.

Turut hadir dalam pertemuan Ketua DPRK Kabupaten Kepulauan Yapen Ebzon Sembai S.Pi.,M.H. Pj Sekda Cyfrianus Mambai S.Pd.,M.Si.M.H, Ketua Komisi B DPRK Wihiyawari Elias, Para Asisten Sekda yang hadir,  Direktur Perumdam Serui, Yosias Ambokari, SE bersama Stafnya. Para Pimpinan OPD terkait di lingkungan Pemda yapen.(GM)

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta Kembali Terhubung 21 Agustus, Pemkab Lampung Selatan Hadirkan Lagi Akses ke Pulau Jawa

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kabar baik bagi masyarakat Lampung Selatan yang membutuhkan akses transportasi langsung menuju Jakarta.

Rute DAMRI Kalianda-Jakarta via Lintas Sumatra kembali beroperasi mulai 21 Agustus 2026, dengan tarif perjalanan mulai Rp215.000.

Layanan transportasi darat tersebut menjadi alternatif bagi masyarakat yang hendak bepergian dari Lampung menuju sejumlah wilayah di Banten, Tangerang hingga Jakarta.

Selain melayani keberangkatan dari Kalianda, rute ini juga terhubung dengan Stasiun KA Tanjung Karang serta sejumlah titik strategis di sepanjang perjalanan.

Adapun rute perjalanan Lampung-Jakarta meliputi Stasiun KA Tanjung Karang, Kalianda, Rumah Makan Siang Malam, Desa Hatta, Loket DAMRI Serang, Terminal Poris, Terminal BSD, hingga Stasiun KA Gambir.

Untuk keberangkatan dari Stasiun KA Tanjung Karang menuju Serang, Poris, BSD maupun Gambir, bus dijadwalkan berangkat pukul 09.00 WIB. Sementara itu, keberangkatan dari Kalianda tersedia pada pukul 10.30 WIB.

Khusus masyarakat yang berangkat dari Kalianda, titik layanan penumpang berada di loket DAMRI kawasan Taman Edukasi, tepatnya di samping Kantor Polisi Militer Lampung Selatan.

Dengan tersedianya titik keberangkatan tersebut, masyarakat dapat memilih lokasi dan tujuan perjalanan sesuai kebutuhan.

Dari sisi tarif, perjalanan dari Stasiun KA Tanjung Karang, Hatta, maupun Kalianda menuju Gambir ditetapkan sebesar Rp255.000. Sementara perjalanan menuju Serang, Poris, atau BSD dikenakan tarif mulai Rp215.000.

Tak hanya menawarkan akses perjalanan antarkota, layanan tersebut juga dilengkapi fasilitas yang menunjang kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh. Bus menggunakan konfigurasi kursi Seat 2-2 Reclining, serta dilengkapi pendingin udara (AC), toilet, colokan pengisi daya, dan kamera pengawas (CCTV).

Penumpang juga memperoleh snack dan air mineral selama perjalanan. Fasilitas tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan lebih bagi masyarakat yang menempuh perjalanan darat dari Lampung menuju wilayah Banten, Tangerang dan Jakarta.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan pengoperasian kembali rute tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI dalam meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

Menurutnya, kehadiran kembali layanan DAMRI dari Jakarta hingga Lampung melalui Kalianda memberikan pilihan transportasi darat yang lebih luas, khususnya bagi masyarakat Kabupaten Lampung Selatan.

“Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama DAMRI terus melakukan upaya peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Karena itu, rute dari Jakarta sampai ke Lampung melalui Kalianda ini kembali dibuka,” ujar Supriyanto, Rabu (19/8/2026).

Ia menambahkan, keberadaan rute tersebut tidak hanya memberikan alternatif mobilitas masyarakat, tetapi juga memperkuat konektivitas antara Lampung Selatan dengan sejumlah wilayah penting di Pulau Jawa.

Supriyanto berharap kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dan DAMRI tersebut dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

Selain memudahkan mobilitas, peningkatan konektivitas diharapkan ikut membuka peluang bagi pengembangan pariwisata dan aktivitas ekonomi daerah.

“Harapannya, layanan ini dapat meningkatkan konektivitas wilayah, mendukung pengembangan sektor pariwisata, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Lampung Selatan,” tutur Supriyanto.

Dengan kembali beroperasinya rute Kalianda-Jakarta, masyarakat Lampung Selatan kini memiliki pilihan perjalanan darat yang menghubungkan langsung kawasan Kalianda dan Tanjung Karang dengan sejumlah pusat aktivitas di Banten, Tangerang dan Jakarta, sekaligus menawarkan tarif yang relatif terjangkau dan fasilitas perjalanan yang memadai.

 

 

Warga Tak Perlu Jauh ke Kalianda, Pemkab Lampung Selatan Bawa Layanan Publik ke Penengahan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menghadirkan Pelayanan Keliling Terpadu di Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, Rabu (19/8/2026), untuk mendekatkan akses berbagai layanan publik kepada masyarakat.

Tak perlu jauh-jauh ke pusat pemerintahan, masyarakat Desa Pasuruan dan sekitarnya dapat mengakses beragam layanan publik di wilayahnya sendiri.

Pelayanan tersebut menggabungkan berbagai kebutuhan masyarakat dalam satu lokasi, mulai dari administrasi kependudukan, Samsat Keliling, hingga pelayanan Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2).

Tidak hanya itu, masyarakat juga dapat memanfaatkan pelayanan perizinan usaha secara gratis, pelayanan kesehatan hewan berupa vaksinasi hewan gratis dan pengobatan massal ternak, hingga pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Kehadiran layanan secara terpadu ini menjadi bagian dari upaya Pemkab Lampung Selatan mendekatkan akses pelayanan publik hingga ke tingkat desa. Masyarakat dapat mengurus berbagai kebutuhan dalam satu kesempatan tanpa harus datang ke Kalianda.

Camat Penengahan Hermawan mengatakan, pelayanan keliling terpadu merupakan bentuk nyata kehadiran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memberikan kemudahan pelayanan kepada masyarakat hingga ke wilayah desa.

“Inilah bentuk kepedulian pemerintah daerah untuk mendekatkan fungsi pelayanan kepada masyarakat sampai tingkat desa, dusun, bahkan RT,” kata Hermawan.

Menurut Hermawan, kegiatan tersebut sebelumnya telah disosialisasikan kepada masyarakat melalui berbagai saluran, termasuk media sosial Kecamatan Penengahan.

Koordinasi lintas sektor juga dilakukan antara jajaran kecamatan dengan perangkat daerah di tingkat kabupaten agar pelayanan yang dibutuhkan masyarakat dapat hadir secara terpadu.

Ia mengapresiasi seluruh perangkat daerah yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Hermawan juga menyampaikan terima kasih kepada Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang terus mendorong agar pelayanan pemerintah semakin dekat dan mudah dijangkau masyarakat.

“Jadi masyarakat tidak perlu datang jauh-jauh ke Kalianda. Warga Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan, maupun masyarakat dari wilayah sekitar dapat hadir di sini untuk mendapatkan layanan yang disediakan pemerintah daerah,” ujarnya.

Selain pelayanan administrasi dan teknis, kehadiran pasar murah turut menjadi perhatian masyarakat. Kegiatan yang diinisiasi Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan tersebut menyediakan sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.

Di antaranya, telur dijual Rp20.000 per kilogram, minyak goreng Rp15.000 per liter, beras SPHP Rp55.000 per 5 kilogram, serta beras Sari Wangi Rp120.000 per 10 kilogram.

Salah seorang warga Desa Pasuruan, Via, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, banyaknya layanan yang tersedia dalam satu lokasi membuat masyarakat lebih mudah memenuhi berbagai kebutuhan tanpa harus bepergian jauh.

“Senang sekali karena banyak pelayanan yang bisa didapat di sini. Jadi lebih mudah dan tidak perlu jauh-jauh. Apalagi ada pasar murah yang sangat membantu masyarakat,” katanya.

Melalui Pelayanan Keliling Terpadu, Pemkab Lampung Selatan tidak hanya menghadirkan layanan dalam satu tempat, tetapi juga membawa fungsi pelayanan pemerintah lebih dekat ke ruang hidup masyarakat.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk membangun pelayanan publik yang semakin mudah diakses, efisien, dan langsung menyentuh kebutuhan warga hingga tingkat desa.

 

 

Dari Lampung Barat, Kapolda dan Bupati Tanam Bawang Putih Dukung Swasembada Nasional

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional terus digencarkan. Dari Kabupaten Lampung Barat, Provinsi Lampung, penanaman bawang putih dilakukan serentak bersama 16 provinsi lainnya.

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus bersama Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf, S.H., S.I.K., M.H menanam bawang putih di Pekon Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, Rabu (19/08/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan nasional percepatan swasembada bawang putih yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dari Sembalun, NTB melalui zoom meeting.

Turut hadir Forkopimda Lampung Barat, Asisten, Kepala Perangkat Daerah, Camat, instansi vertikal, serta para petani setempat.

Dalam arahannya, Kapolri Jenderal Sigit menyampaikan bahwa program ini merupakan tindak lanjut perintah Presiden Prabowo Subianto di tengah situasi global yang tidak menentu.

“Presiden selalu menekankan bahwa di tengah situasi eskalasi global yang tidak menentu seperti ini beliau menyampaikan bahwa kita harus mandiri terutama di bidang ketahanan pangan, karena itu, ini menjadi perintah dari beliau yang harus kita tindaklanjuti,” ujar Sigit.

Usai melakukan penanaman, Parosil Mabsus mengatakan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat siap menjadi bagian dari lumbung bawang putih nasional.

Bupati Lampung Barat berharap kolaborasi dari hulu hingga hilir ini dapat meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri.

“Melalui kolaborasi dari hulu hingga hilir tersebut, produksi bawang putih dalam negeri terus meningkat, ketergantungan terhadap impor dapat dikurangi, sekaligus memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan petani,” kata Parosil.

Menurutnya, dukungan Polri melalui Polres Lampung Barat dan sinergi Forkopimda sangat penting untuk memastikan program ini berjalan dan memberi manfaat langsung kepada masyarakat.

“Dengan semangat Dari Lampung Barat untuk Indonesia, Pemerintah Kbupaten dan Polda Lampung berkomitmen mengawal program ini hingga swasembada bawang putih benar-benar terwujud,” pungkasnya.(andri)

Taufik Resmi Buka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan Tahun 2026

ASAHAN -(deklarasinews.com)-  Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin, S.Sos., M.Si., resmi membuka Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan Tahun 2026, yang berlangsung di Stadion Mutiara Kisaran, Rabu (19/8/2026) pukul 16.30 WIB. Kegiatan ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pembukaan turnamen dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Asahan, Ketua Pengadilan Negeri Kisaran, Kapolres Asahan, Dandim 0208/Asahan, Danyon 126/KC, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, serta tamu undangan lainnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Faisal Farid Akbar Nasution, menjelaskan bahwa turnamen ini diikuti sebanyak 16 tim yang berasal dari berbagai Sekolah Sepak Bola yang ada di Kabupaten Asahan. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman berkompetisi.

“Kami berharap seluruh peserta tetap menjunjung tinggi sportivitas dalam bertanding. Jadikan turnamen ini sebagai ajang untuk menunjukkan kemampuan dan mengembangkan bakat masing-masing,” ujar Faisal.

Sementara itu, Bupati Asahan Taufik Zainal Abidin dalam arahannya menyampaikan bahwa pelaksanaan turnamen ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pembinaan olahraga, khususnya sepak bola, sejak usia dini.

“Kita mengetahui banyak kelompok Sekolah Sepak Bola yang ada di Asahan. Maka dari itu, kegiatan ini kita laksanakan untuk menciptakan atlet-atlet muda yang berprestasi. Kabupaten Asahan memiliki banyak bibit potensial dalam olahraga sepak bola, sehingga pembinaan secara berkelanjutan sangat perlu dilakukan,” ungkap Bupati.

Bupati berharap dari turnamen ini lahir pemain-pemain terbaik yang mampu mengharumkan nama Kabupaten Asahan di berbagai kompetisi hingga tingkat nasional. Ia juga berharap Turnamen Sepak Bola U-15 Piala Bupati Asahan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan ditetapkan sebagai salah satu agenda kalender olahraga tahunan di Kabupaten Asahan.

Acara pembukaan berlangsung khidmat dengan rangkaian kegiatan menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, sambutan ketua panitia, sambutan sekaligus pembukaan oleh Bupati Asahan, penyerahan bola kepada perwakilan SSB, serta tendangan pertama oleh Bupati Asahan bersama tamu kehormatan.(Jun)

KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 Disepakati, Lampung Selatan Arahkan Anggaran pada Kebutuhan Riil Masyarakat

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama DPRD Kabupaten Lampung Selatan menyepakati Kebijakan Umum Perubahan Anggaran (KUPA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Perubahan Anggaran Pendapata dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2026 dengan menitikberatkan penyesuaian anggaran pada kondisi terkini dan kebutuhan riil masyarakat.

Kesepakatan tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepakatan Bersama dalam Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Lampung Selatan yang berlangsung di Ruang Sidang Paripurna DPRD setempat, Selasa (18/8/2026).

Rapat paripurna tersebut dipimpin Ketua DPRD Kabupaten Lampung Selatan Erma Yusneli, didampingi Wakil Ketua I Merik Havit, dan Wakil Ketua II A. Beny Raharjo.

Kesepakatan ini menjadi tahapan penting dalam proses penyusunan Perubahan APBD 2026. Melalui pembahasan bersama, pemerintah daerah dan DPRD menyelaraskan kembali skala prioritas anggaran agar kebijakan yang nantinya dituangkan dalam Perubahan APBD dapat lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dinamika pembangunan daerah.

Anggota Badan Anggaran DPRD Kabupaten Lampung Selatan, Sidik Maryanto, mengatakan pembahasan KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026 merupakan tindak lanjut dari rapat paripurna penyampaian dokumen tersebut yang digelar pada 5 Agustus 2026 lalu.

Pembahasan dilakukan Badan Anggaran DPRD bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) pada 6-15 Agustus 2026. Proses tersebut juga melibatkan komisi-komisi DPRD bersama perangkat daerah pada 7-12 Agustus 2026.

Dari rangkaian pembahasan tersebut, berbagai saran dan masukan dari komisi-komisi DPRD menjadi bagian dalam penyempurnaan dokumen KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026.

Sidik menyampaikan, salah satu poin penting yang disepakati adalah penyesuaian skala prioritas kebijakan umum perubahan APBD dengan kondisi terkini serta kebutuhan masyarakat.

“Skala prioritas KUPA-PPAS Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 telah disesuaikan dengan kondisi saat ini dan didasarkan pada kebutuhan riil bagi masyarakat,” ujar Sidik.

Sementara itu, Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar mengapresiasi pimpinan Badan Anggaran dan seluruh anggota DPRD atas komitmen, dedikasi, serta kerja sama selama proses pembahasan KUPA dan PPAS Perubahan APBD 2026.

Menurut Syaiful, dinamika pembahasan yang berlangsung secara terbuka, kritis, dan konstruktif menunjukkan adanya kemitraan yang baik antara DPRD dan pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan anggaran.

“Perubahan KUPA dan PPAS merupakan bagian yang sangat penting dalam proses penyusunan perubahan APBD. Karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat, terukur, dan berorientasi pada hasil, agar setiap kebijakan anggaran benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” kata Syaiful.

Ia menegaskan, kesepakatan KUPA-PPAS tidak hanya dimaknai sebagai pemenuhan tahapan dalam proses penganggaran.

Lebih dari itu, kesepakatan tersebut menjadi bentuk komitmen bersama antara pemerintah daerah dan DPRD untuk memastikan pengelolaan anggaran berjalan transparan, akuntabel, serta berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Seluruh masukan, rekomendasi, dan catatan strategis yang telah disampaikan selama proses pembahasan akan menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam penyempurnaan dokumen penganggaran,” tuturnya.

Dengan disepakatinya KUPA-PPAS Perubahan APBD 2026, Pemkab Lampung Selatan dan DPRD selanjutnya memiliki landasan bersama dalam melanjutkan proses penyusunan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Melalui proses tersebut, pemerintah daerah berharap kebijakan anggaran yang dihasilkan tidak hanya mampu menyesuaikan dengan perkembangan kondisi daerah, tetapi juga semakin tepat sasaran dalam menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung percepatan pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan.