Pemkab & DPRD Pringsewu Sepakati KUA-PPAS 2027

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Rapat Paripurna Penandatanganan Surat Keputusan dan Nota Kesepakatan Kebijakan Umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2027 digelar di gedung DPRD Pringsewu, Komplek Perkantoran Pemkab Pringsewu, Klaten, Gadingrejo, pada Kamis, 13 Agustus 2026. Rapat Paripurna dipimpin Ketua DPRD Suherman dihadiri jajaran pemerintah daerah dan forkopimda setempat.

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengatakan agenda tersebut merupakan amanat Peraturan Pemerintah No.12 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. Setelah penandatanganan, pihaknya segera menyusun dan menyampaikan dokumen RAPBD 2027 sehingga program dan kegiatan yang direncanakan, dapat segera dinikmati manfaatnya oleh masyarakat.

“Setelah dilakukan pembahasan, pendapatan daerah adalah Rp 1,138 triliun dan belanja daerah Rp 1,147 triliun. Kemudian penerimaan pembiayaan dari SILPA sebelumnya Rp 10 miliar disamping penyertaan modal Bank Lampung Rp 1 miliar. Terdapat pembiayaan netto sebesar Rp 9 miliar yang akan digunakan untuk menutup defisit, sehingga sisa lebih pembiayaan anggaran tahun berkenaan adalah Rp 0,” jelasnya.

Wabup berharap kesepakatan tersebut menjadi landasan kuat bagi pelaksanaan pembangunan Kabupaten Pringsewu pada 2027, disamping terus memperkuat sinergi dan kebersamaan, serta menjaga komitmen untuk menghadirkan pembangunan berkelanjutan, merata dan berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, demi mewujudkan Pringsewu Makmur, Lampung Maju dan Indonesia Emas. Pungkasnya ( MM. KW-RI)

 

Wakil Bupati Asahan Buka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria

KISARAN -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Asahan, Rianto, membuka Rapat Gugus Tugas Reforma Agraria Kabupaten Asahan Tahun 2026. Kegiatan berlangsung di Aula Melati Kantor Bupati Asahan, Rabu (12/8/2026) pukul 08.00 WIB.

Kepala Badan Pertanahan Nasional Kabupaten Asahan, Pangihutan Manurung, menjelaskan rapat ini diselenggarakan guna mengoordinasikan penataan kembali struktur penguasaan, pemilikan, penggunaan, dan pemanfaatan tanah agar lebih berkeadilan. Kegiatan juga ditujukan untuk mendukung penyelesaian sengketa dan konflik agraria sehingga berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan Gugus Tugas Reforma Agraria ini akan berlangsung mulai Mei hingga November 2026. “Kami memohon dukungan dari Pemerintah Kabupaten Asahan agar pelaksanaannya dapat berjalan lancar,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan menyampaikan bahwa pelaksanaan Gugus Tugas Reforma Agraria merupakan bagian dari upaya mewujudkan cita-cita reforma agraria, khususnya dalam mengurangi ketimpangan pemilikan tanah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi simbol sinergi dan kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Asahan, BPN, serta seluruh unsur yang tergabung.

Beliau berharap kegiatan ini tidak sekadar seremonial, melainkan menghasilkan kesepakatan dan arah pelaksanaan program yang nyata sepanjang tahun 2026. “Saya meminta seluruh perangkat daerah yang tergabung aktif melakukan koordinasi sesuai bidang tugas masing-masing, demi mewujudkan tujuan reforma agraria yang berkeadilan dan bermanfaat bagi masyarakat,” tegasnya.(Jun)

 

Hadapi Ancaman Karhutla di Tengah Cuaca Kering, Lampung Selatan Perkuat Kesiapsiagaan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menghadapi potensi meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di tengah kondisi cuaca kering, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) memperkuat kesiapsiagaan dan langkah pencegahan sejak dini.

Penguatan tersebut ditandai dengan pelaksanaan Apel Gelar Pasukan Penanggulangan Karhutla di Lapangan Mapolres Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026). Apel menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi Karhutla.

Sejumlah pejabat Pemkab Lampung Selatan turut hadir, di antaranya Asisten Bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan Edy Firnandi, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan M. Sefri Masdian, Kepala Pelaksana BPBD Maturidi, serta Kepala Dinas Sosial Puji Sukanto.

Kapolres Lampung Selatan AKBP Deddy Kurniawan mengatakan, kondisi cuaca pada musim kemarau membutuhkan kewaspadaan dari seluruh pihak. Terlebih, berdasarkan informasi BMKG, periode puncak El Nino diperkirakan berlangsung pada Juli hingga September, sehingga potensi kekeringan dan Karhutla perlu diantisipasi secara serius.

“Cuaca menuntut kewaspadaan dari kita semua. Penanganan harus dilakukan secara serius. Kita bertanggung jawab penuh untuk melindungi ketahanan pangan dan menghadapi bahaya kekeringan,” ujar Deddy dalam arahannya.

Menurutnya, langkah pencegahan harus menjadi prioritas dengan mengoptimalkan sistem deteksi dini. Setiap potensi titik api yang ditemukan perlu segera ditindaklanjuti agar tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar dan sulit dikendalikan.

“Optimalisasi deteksi dini. Jangan tunggu api membesar. Setiap spot yang terdeteksi harus dilakukan pemadaman awal,” tegasnya.

Selain deteksi dini, kesiapan sumber air menjadi bagian penting dalam penanganan Karhutla. Karena itu, koordinasi lintas sektor perlu diperkuat untuk memastikan ketersediaan sumber air alternatif, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan lebih tinggi

“Kita harus memastikan unsur air sebagai bahan utama dalam penyelamatan. Lakukan koordinasi dan kolaborasi untuk menyiapkan sumber air alternatif, termasuk menyiapkan mobil tangki sebagai langkah antisipasi,” katanya.

Deddy juga meminta patroli terpadu ditingkatkan di sejumlah wilayah yang berpotensi mengalami Karhutla. Patroli dinilai penting untuk memastikan kondisi lapangan terpantau secara berkala sekaligus mempercepat penanganan apabila ditemukan indikasi kebakaran.

Di sisi lain, kesiapan armada dan kendaraan juga menjadi perhatian. Seluruh sarana pendukung penanggulangan Karhutla diminta diperiksa secara berkala agar selalu dalam kondisi siap digunakan ketika terjadi keadaan darurat.

“Ingkatkan patroli terpadu ke daerah rawan. Lakukan pengecekan secara berkala terhadap armada dan kendaraan agar saat dibutuhkan, seluruhnya dalam kondisi siap,” imbuhnya.

Melalui apel gelar pasukan tersebut, seluruh unsur penanggulangan Karhutla diharapkan memiliki kesiapan yang sama dalam menghadapi potensi kebakaran selama musim kering.

Sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, pemadam kebakaran, BPBD, dunia usaha, hingga masyarakat menjadi faktor penting dalam memperkuat pencegahan dan mempercepat respons di lapangan. Dengan kesiapsiagaan yang dibangun sejak dini, potensi karhutla diharapkan dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat, ketahanan pangan, dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Lampung Selatan tetap terjaga.

 

20 Ribu Titik Penerangan Jalan Jadi Tantangan, Pemkab Lampung Selatan Matangkan Skema KPBU Lewat Capacity Building

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kebutuhan penerangan jalan di Kabupaten Lampung Selatan yang diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu titik mendorong Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mencari skema pembiayaan yang lebih berkelanjutan di tengah keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Salah satu opsi yang tengah didalami adalah Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Untuk memperkuat kesiapan aparatur, Pemkab Lampung Selatan menggelar Capacity Building Penyiapan Proyek KPBU di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi forum pembelajaran sekaligus pendalaman bagi jajaran perangkat daerah mengenai tahapan penyiapan proyek, kerangka regulasi, pembagian risiko, hingga aspek kelayakan sebelum suatu proyek KPBU dapat dilaksanakan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan kebutuhan pembangunan daerah terus berkembang dan menuntut pemerintah bergerak cepat merespons kebutuhan masyarakat. Namun, pada saat yang sama, kemampuan pembiayaan daerah melalui APBD memiliki keterbatasan.

“Karena itu, kita harus cermat dan teliti dalam melihat peluang pendanaan alternatif. Salah satu instrumen yang memiliki kepastian hukum sebagaimana diamanatkan regulasi adalah skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha atau KPBU,” ujar Supriyanto saat membuka kegiatan Capacity Building yang diikuti jajaran perangkat daerah terkait.

Ia menyebut, kebutuhan penerangan jalan di Kabupaten Lampung Selatan berdasarkan pendataan awal diperkirakan mencapai sekitar 20 ribu titik.

Sementara itu, kemampuan pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan tersebut secara bertahap melalui pembiayaan APBD masih menghadapi keterbatasan.

“Kalau kita menggunakan APBD, tentu waktunya akan sangat lama. Oleh karena itu, terkait hal ini, proses pengadaan yang sudah kami komunikasikan terus-menerus mudah-mudahan pada saatnya nanti dapat segera terlaksanakan. Hari ini adalah bagian dari tahapan yang sudah kita jalankan,” jelasnya.

Menurut Supriyanto, Capacity Building tersebut tidak sekadar menjadi forum sosialisasi. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan perangkat daerah memiliki pemahaman yang memadai sebelum pemerintah mengambil keputusan terkait skema pembiayaan pembangunan.

Ia meminta perangkat daerah yang terlibat memahami kerangka hukum dan regulasi KPBU, memperkuat kemampuan dalam menganalisis risiko serta kelayakan ekonomi, dan memanfaatkan forum tersebut untuk berkonsultasi secara langsung dengan narasumber.

“Kunci utama keberhasilan pelaksanaan skema KPBU berada di tangan Bapak Ibu sekalian, khususnya pada tahap penyiapan proyek. Penyiapan yang matang akan menentukan keberlanjutan serta kemanfaatan proyek bagi masyarakat luas,” katanya.

Sementara itu, Direktur Pembiayaan Strategis dan Inovatif Kementerian PPN/Bappenas, Novie Andriani, menjelaskan bahwa KPBU dapat menjadi salah satu pintu masuk investasi badan usaha dalam mendukung pembangunan infrastruktur.

Namun, ia menekankan bahwa penggunaan skema KPBU tidak berarti pemerintah dapat langsung menunjuk badan usaha untuk melaksanakan proyek.

Menurut Novie, setiap proyek yang menggunakan skema KPBU tetap harus mengikuti tahapan dan mekanisme yang telah ditetapkan dalam regulasi. Bahkan apabila proyek berasal dari prakarsa badan usaha, pemerintah tetap perlu memastikan seluruh proses dan mekanisme pengadaan badan usaha berjalan sesuai ketentuan.

“Skema KPBU merupakan salah satu pintu masuk investasi dari badan usaha swasta. Dalam pelaksanaannya, tidak seluruh risiko ditanggung oleh badan usaha swasta, tetapi terdapat pembagian risiko antara pemerintah dan badan usaha,” jelas Novie melalui konferensi video secara daring.

Ia juga mengingatkan Pemkab Lampung Selatan agar tidak terburu-buru dalam menentukan proyek yang akan menggunakan skema KPBU.

Menurutnya, aspek kelayakan proyek, risiko, kebutuhan masyarakat, kapasitas fiskal pemerintah daerah, hingga keberlanjutan proyek perlu dikaji secara menyeluruh agar skema kerja sama yang dipilih benar-benar memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Pemkab Lampung Selatan menegaskan, pembahasan KPBU saat ini masih berada pada tahap pendalaman dan penyiapan proyek. Belum terdapat keputusan final terkait pelaksanaan proyek penerangan jalan melalui skema tersebut.

Dengan demikian, Capacity Building ini menjadi bagian dari proses untuk memastikan setiap tahapan dilakukan secara matang sebelum pemerintah menentukan langkah selanjutnya.

Pemkab Lampung Selatan berharap penguatan kapasitas lintas perangkat daerah dapat memperkuat kualitas penyiapan proyek sekaligus membantu pemerintah menentukan skema pembiayaan yang paling sesuai dengan kebutuhan daerah, kemampuan fiskal, ketentuan regulasi, serta kepentingan masyarakat.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur DPRD Kabupaten Lampung Selatan, staf ahli, asisten, kepala perangkat daerah, serta jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

 

Pemkab Lampung Barat Gelar Lomba Olahraga Ceria, Meriahkan HUT Ke – 81 RI Dengan Semangat Kebersamaan

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar Lomba Olahraga Ceria di Pelataran Kantor Bupati, Kamis (13/08/2026). Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Lomba diikuti seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Suasana penuh tawa dan semangat kekompakan mewarnai jalannya perlombaan.

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispora) Lampung Barat, Bernaria, mengatakan lomba dalam rangka HUT RI merupakan agenda rutin Pemerintah Kabupaten Lampung Barat setiap tahun.

Untuk tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat menggelar tiga jenis perlombaan. Yakni lomba memakan kerupuk menggunakan pancing, lomba pesan berantai, dan lomba memakai baju sambil memainkan balon.

Pemilihan jenis lomba yang unik dan menghibur bukan tanpa alasan. Menurut Bernaria, hal ini merupakan arahan langsung dari Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus.

“Peringatan HUT RI hendaknya diisi dengan perlombaan yang lucu namun tetap bernilai positif. Selain itu, tema tahun ini memang Lomba Ceria, jadi kita kemas agar seluruh peserta bisa menikmati dan terhibur,” jelasnya.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lampung Barat, Pirwan, menyampaikan kegiatan ini memiliki makna lebih dari sekadar hiburan.

Lomba Ceria ini diharapkan mampu meningkatkan kebersamaan dan kekompakan seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat.

“Selain itu kegiatan ini juga menjadi ajang untuk menjalin silaturahmi antara seluruh ASN. Dari kebersamaan ini diharapkan dapat meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, dan pada akhirnya meningkatkan kinerja kita bersama dalam melayani masyarakat,” papar Pirwan.

Ia juga mengajak seluruh ASN untuk memaknai kemerdekaan dengan tindakan nyata. “Jika dulu para pahlawan merebut kemerdekaan dengan mempertaruhkan nyawa, maka hari ini kita sebagai generasi penerus harus mengisi kemerdekaan dengan hal yang positif. Salah satunya dengan memberikan karya nyata dalam meningkatkan pembangunan Lampung Barat,” tegasnya.

Lomba Olahraga Ceria ini menjadi pembuka rangkaian kegiatan HUT RI ke-81 di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Dengan suasana yang santai namun penuh semangat, diharapkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama tim yang ditanamkan melalui lomba dapat terbawa hingga ke ruang kerja masing-masing.

Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan yang tidak hanya memeriahkan peringatan kemerdekaan, tetapi juga memperkuat soliditas internal dan semangat pengabdian ASN kepada masyarakat.(andri)

ASN Pesisir Barat Kena Razia di Kafe dan Pantai Saat Jam Kerja

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Puluhan ASN yang kedapatan berada di luar tempat tugas saat jam kerja terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pesisir Barat, Selasa, 11 Agustus 2026. | Ist

Kedisiplinan aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat kembali menjadi perhatian. Puluhan ASN yang kedapatan berada di luar tempat tugas saat jam kerja terjaring razia yang digelar Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pesisir Barat, Selasa, 11 Agustus 2026.

Para ASN yang terjaring kemudian dibawa untuk mendapatkan pembinaan dan ditindaklanjuti sesuai ketentuan disiplin ASN.

Operasi yang dipimpin langsung Kasat Pol PP Pesisir Barat Cahyadi Muis tersebut berlangsung selama dua jam, mulai pukul 13.30 hingga 15.30 WIB. Petugas menyisir sejumlah lokasi yang dinilai kerap menjadi tempat berkumpulnya ASN pada jam kedinasan.

Sejumlah kafe, warung makan, hingga kawasan wisata menjadi sasaran penertiban. Lokasi yang didatangi petugas antara lain Kafe Rays, Warung Mie Pangsit Umi Silalahi, Kafe Blok Barat, Kafe Synopsis, Kafe Bobolu, Momoyo, serta kawasan Pantai Labuhan Jukung.

Dalam razia tersebut, petugas menemukan sejumlah ASN dari berbagai organisasi perangkat daerah maupun fasilitas pelayanan kesehatan yang berada di luar tempat kerja tanpa keterangan atau izin ketika jam dinas masih berlangsung.

Berdasarkan pendataan Satpol PP, ASN yang terjaring berasal dari Dinas Sosial, Sekretariat Dewan, sejumlah puskesmas, serta Sekretariat Daerah.

Dari Dinas Sosial tercatat Intan, Dian, dan Adrian. Sementara dari Sekretariat Dewan terdapat Septa dan Rasyid.

Dari sektor pelayanan kesehatan, ASN yang terjaring berasal dari Puskesmas Ngambur, yakni Fajar, Sinta, dan Erna; Puskesmas Ngaras, yakni Tamara dan Ranti; serta Puskesmas Krui Selatan, yakni Yesi dan Meri Santika.

Sedangkan dari Sekretariat Daerah terdapat Candra Wijaya.

Seluruh ASN yang ditemukan kemudian diserahkan kepada Inspektorat Kabupaten Pesisir Barat untuk menjalani pembinaan dan proses tindak lanjut sesuai ketentuan disiplin ASN.

Kasat Pol PP Cahyadi Muis yang turun langsung dalam operasi tersebut menunjukkan bahwa pengawasan terhadap aparatur tidak hanya dilakukan melalui laporan administrasi, tetapi juga melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Penertiban ini menjadi pengingat bahwa jam kerja bukan sekadar kewajiban administratif. Pada waktu tersebut, ASN memiliki tanggung jawab untuk berada di tempat tugas dan menjalankan fungsi pemerintahan serta memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Sorotan menjadi lebih serius karena sebagian ASN yang ditemukan merupakan tenaga pada fasilitas pelayanan kesehatan. Keberadaan petugas di tempat kerja menjadi penting mengingat pelayanan kesehatan bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti pada kegiatan razia semata. Hasil temuan perlu ditindaklanjuti secara objektif oleh Inspektorat sehingga pembinaan maupun pemberian sanksi, apabila diperlukan, benar-benar mengacu pada ketentuan disiplin ASN.

Operasi tersebut menjadi peringatan bagi seluruh aparatur di Pesisir Barat agar tidak meninggalkan tempat tugas tanpa alasan yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sebab, ketika masyarakat datang membutuhkan pelayanan, ASN seharusnya berada di tempat tugas masing-masing. Jam kerja merupakan waktu untuk menjalankan tanggung jawab dan memberikan pengabdian kepada masyarakat, bukan untuk berkumpul di luar kantor tanpa alasan yang jelas..(Arnandes,cmy)

Bukan Sekadar Lomba! Ini Makna di Balik Semarak HUT ke-81 RI di Dinas Perdagangan Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dinas Perdagangan Kota Palembang menggelar berbagai kegiatan yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”.

Kegiatan tersebut berlangsung di halaman Kantor Dinas Perdagangan Kota Palembang, Jalan Demang Lebar Daun Nomor 2610, Kelurahan Bukit Baru, Kecamatan Ilir Barat I, Selasa (12/8/2026).

Selain menjadi bagian dari perayaan HUT Kemerdekaan, kegiatan ini juga menjadi momentum untuk mempererat kekompakan antaraparaturnya, membangun suasana kerja yang harmonis, serta menumbuhkan semangat nasionalisme dan gotong royong di lingkungan Dinas Perdagangan Kota Palembang.

Rangkaian kegiatan diawali dengan senam bersama yang diikuti jajaran pegawai. Suasana kemudian semakin meriah dengan berbagai perlombaan tradisional yang melibatkan para pegawai.

Sejumlah perlombaan yang digelar antara lain karaoke, joget balon, balap kelereng menggunakan sendok, estafet karet, hingga pertandingan gaplek. Berbagai perlombaan tersebut berlangsung penuh antusiasme dan keceriaan.

Meski dikemas sederhana dan bernuansa hiburan, kegiatan tersebut memiliki makna lebih dari sekadar perayaan. Perlombaan tradisional menjadi sarana untuk membangun interaksi, memperkuat solidaritas, serta meningkatkan rasa kebersamaan di antara seluruh pegawai.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Palembang Marhaen, S.H., M.Si., hadir langsung bersama Sekretaris Dinas, Ketua dan Wakil Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP), serta seluruh jajaran pegawai.

Pelaksanaan kegiatan mendapat dukungan dari panitia internal Dinas Perdagangan. Pimpinan dinas bersama pengurus DWP turut berperan sebagai dewan juri, sedangkan tim media dan bidang sekretariat bertanggung jawab terhadap dokumentasi serta kebutuhan logistik selama acara berlangsung.

Marhaen mengatakan, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya menjadi ajang untuk memeriahkan hari bersejarah, tetapi juga momentum untuk memperkuat persatuan sekaligus meningkatkan semangat dan etos kerja seluruh jajaran.

“Peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia ini menjadi momentum bagi seluruh jajaran Dinas Perdagangan untuk mempererat kebersamaan, menumbuhkan semangat gotong royong, serta meningkatkan motivasi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Melalui kegiatan sederhana seperti lomba tradisional, kita ingin menjaga nilai-nilai persatuan yang menjadi kekuatan bangsa,” ujar Marhaen.

Menurutnya, terciptanya suasana kerja yang harmonis dan penuh kebersamaan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Karena itu, ia mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Dinas Perdagangan Kota Palembang untuk terus berinovasi, menjunjung tinggi integritas, serta memberikan pelayanan publik yang cepat, transparan, dan profesional.

“Kami berharap semangat kemerdekaan ini tidak hanya dirasakan saat perayaan berlangsung, tetapi juga tercermin dalam etos kerja sehari-hari,” tambahnya.

Melalui momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI tersebut, Dinas Perdagangan Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk menjadikan nasionalisme, solidaritas, gotong royong, dan pengabdian sebagai bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Semangat kebersamaan yang dibangun melalui kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada kemeriahan perayaan, tetapi terus terbawa dalam pelaksanaan tugas sehari-hari demi memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat Kota Palembang. (ning)

Pemkab Pringsewu Gelar Lomba Semarak Kemerdekaan

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Menyambut HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Semarak Lomba Kemerdekaan 2026. Aneka lomba yang diikuti para Aparatur Sipil Negara (ASN) dari seluruh perangkat daerah di lingkungan Pemkab Pringsewu, diantaranya lomba yel-yel kemerdekaan antarperangkat daerah, lomba estafet kardus, lomba estafet cup menggunakan balon, lomba memasukkan paku ke dalam botol, serta lomba lempar bola berurutan.

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila saat memimpin apel sekaligus membuka kegiatan tersebut di Lapangan Pemkab Pringsewu, pada Rabu, 12 Agustus 2026 mengatakan 81 kemerdekaan Republik Indonesia merupakan perjalanan panjang yang penuh perjuangan dan pengorbanan para pahlawan bangsa. Kemerdekaan tidak diraih dengan mudah, kemerdekaan lahir dari persatuan, kebersamaan, gotong royong dan semangat pantang menyerah.

“Karena itu, peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia hendaknya tidak hanya menjadi kegiatan rutin dalam memperingati hari kemerdekaan, tetapi juga untuk menghidupkan kembali nilai-nilai perjuangan tersebut dalam tugas dan pengabdian kita,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan lomba yang akan dilaksanakan, menurutnya terdapat nilai persatuan, kebersamaan, sportivitas, integritas dan semangat pantang menyerah. Karenanya kegiatan ini hendaknya menjadi sarana mempererat silaturahmi dan membangun kekompakan. Dan, yang terpenting adalah tetap menjaga sportivitas, menghargai sesama dan menerima hasil dengan lapang dada.

“Nilai tersebut juga harus kita terapkan dalam pelaksanaan tugas sebagai Aparatur Sipil Negara. Kita harus bekerja dengan jujur, disiplin, bertanggung jawab, profesional dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” tandasnya.

Lebih lanjut disampaikan Wabup, bahwa pembangunan Kabupaten Pringsewu membutuhkan kerja bersama. Karena itu agar diperkuat sinergi, kolaborasi dan gotong royong, serta menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dan kebersamaan sebagai modal untuk membangun Pringsewu.

“Jika dalam perlombaan kita membutuhkan semangat pantang menyerah untuk mencapai kemenangan, maka dalam pembangunan kita membutuhkan semangat yang sama untuk menghadapi berbagai tantangan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Saya berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Pringsewu berjalan lancar, aman, tertib, meriah dan penuh kegembiraan,” pungkasnya. (Mulia Mega)

Ketua TP PKK Asahan Hadiri Bhakti Sosial Keagamaan, Salurkan Kepedulian kepada Anak Yatim dan Lansia

KISARAN -(deklarasinews.com)- Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Asahan dan organisasi perempuan melaksanakan kegiatan Bhakti Sosial Keagamaan, Rabu (12/8/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian bersama terhadap anak yatim, lanjut usia, dan masyarakat yang membutuhkan.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, rombongan mengunjungi Panti Asuhan Al Maksum Kisaran, Sekolah MDA Perguruan Anak Yatim Kisaran, serta Panti Jompo Buddhist Yayasan Sinar Kasih Abadi. Kunjungan ini sekaligus menjadi wujud perhatian Pemerintah Kabupaten Asahan bersama organisasi perempuan bagi mereka yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang.

Dalam sambutan Bupati Asahan yang disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Asahan, Edi Sukmana, disebutkan bahwa kegiatan bhakti sosial keagamaan merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Kabupaten Asahan yang Sejahtera, Religius, Maju, dan Berkelanjutan. Langkah ini juga sejalan dengan misi meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang sehat, berkarakter, dan sejahtera.

“Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Asahan tidak hanya memberikan bantuan berupa barang, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian sosial dan kebersamaan di tengah masyarakat. Atas nama Pemerintah Kabupaten Asahan, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta pihak yang telah menyukseskan kegiatan ini,” ujar Edi Sukmana.

Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Ny. Yusnila Indriati Taufik, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terlaksananya kegiatan ini. Beliau berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan sebagai wujud kepedulian bersama sekaligus mempererat silaturahmi dan kebersamaan dengan masyarakat yang membutuhkan.(Jun)

Perkuat Sinergi Percepatan Penyelesaian Pengadaan Tanah Jalan Tol Serpong–Balaraja

KAB. TANGERANG -(deklarasinews.com)- Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang terus memperkuat koordinasi dan sinergi dalam mendukung penyelesaian pengadaan tanah untuk pembangunan infrastruktur strategis, termasuk pada ruas Jalan Tol Serpong–Balaraja bersama Direktorat Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN.

Rangkaian kegiatan diawali dengan peninjauan terhadap pelayanan pertanahan di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, sebagai bagian dari upaya melihat secara langsung pelaksanaan pelayanan serta dukungan Kantor Pertanahan dalam menunjang berbagai agenda pertanahan dan pembangunan.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembahasan terkait penyelesaian pengadaan tanah pada ruas Jalan Tol Serpong–Balaraja yang dilaksanakan pada Senin (10/08/2026), bertempat di Aula PTSL Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Bidang Pengadaan Tanah dan Pengembangan Kanwil BPN Provinsi Banten, Lia Fitriasari Rahayu.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang, Didik Purnomo, serta jajaran, satuan kerja pengadaan tanah jalan tol, Tim Pengadaan Tanah Jalan Tol Serpong–Balaraja, dan PT Trans Bumi Serbaraja.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Seksi Pengadaan Tanah dan Pengembangan, Amirsyah, menyampaikan pemaparan mengenai perkembangan dan kemajuan pelaksanaan pengadaan tanah pada ruas Jalan Tol Serpong–Balaraja. Pemaparan tersebut menjadi bagian penting dalam melihat capaian, perkembangan proses, serta langkah tindak lanjut yang diperlukan untuk mendukung penyelesaian pengadaan tanah.

Kegiatan juga diisi dengan arahan dan pembahasan bersama Direktur Jenderal Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, Arief Muliawan, serta Direktur Bina Pengadaan dan Pencadangan Tanah, Direktorat Jenderal Bina Pengadaan Tanah dan Pengembangan Pertanahan Kementerian ATR/BPN, M. Unu Ibnudin.

Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang berkomitmen untuk terus memberikan dukungan melalui pelaksanaan tugas dan pelayanan pertanahan yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kepastian hukum, guna mendukung pembangunan dan kepentingan masyarakat.