Sambal Rampai Nusantara Buka Cabang di Citra Raya Panongan

KAB TANGERANG -(deklarasinews.com)- Sambal Rampai Nusantara khas Lampung hadir di Citra Raya Panongan untuk memanjakan pelanggan, kehadiran Sambal Rampai Nusantara di tandai dengan pemotongan pita oleh oner Sambal Rampai Nusantara, Yoga Mahendra di dampingi istri tercinta, Minggu (05/07/2026).

Sambal Rampai Nusantara telah buka sejak tahun 2023 yang memiliki 4 cabang di antaranya, Sambal Rampai Nusantara Cilongok, Bumi Indah, Putat Pasar Kemis dan kini hadir di Citra Raya Panongan.

Yoga Mahendra pemilik Sambal Rampai Nusantara meminta pada para undangan sanak family yang hadir untuk turut mendoakan agar Sambal Rampai Nusantara terus maju di sukai pengunjung dan dapat membuka cabang baru lagi.

“Saya ucapkan terimakasih pada semua yang hadir dalam grand opening Sambal Rampai Nusantara di Citra Panongan Ini,” ucapnya.

Yoga menjelaskan, Sambal Rampai Nusantara Citra Panongan selain menyediakan Sambal Rampai juga menyediakan menu spesial ayam penyet Cabai ijo, ayam saos padang, lele saos padang, kepiting saos padang, kepiting asam manis, ayam goreng kremes dan minuman yang sangat terjangkau dan tidak menguras kantong.

“Bagi penggemar Sambal seruit silahkan datang ke cabang – cabang terdekat buka dari pukul 10 pagi sampai pukul 01.WIB,” ucapnya.

Salah satu, pengunjung Sambal Rampai Nusantara Citra Panongan mengatakan, Sambal Rampai yang di sajikan cocok di lidah pedasnya pas apalagi ayam penyet Cabai ijonya terasa gurih dan nyoy. “Saya sangat puas dengan pelayanan dan hidanganya pas dan tidak menguras kantong,” katanya.(Nan)

ARYADUTA Palembang Rayakan HUT ke-81 Republik Indonesia melalui Event “Ragam Raso Kito” Bersama Chef Nicky Tirta

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, ARYADUTA Palembang menghadirkan sebuah acara kuliner bertajuk “Ragam Raso Kito”, sebuah cooking demo yang mengangkat kekayaan cita rasa Nusantara, khususnya hidangan khas Palembang. Acara ini akan diselenggarakan pada Minggu, 9 Agustus 2026, mulai pukul 07.30 WIB di Grand Ballroom ARYADUTA Palembang.

Mengusung semangat melestarikan warisan kuliner Indonesia, para peserta akan diajak menyaksikan secara langsung proses pembuatan Nasi Minyak Cito Raso, salah satu hidangan khas Palembang yang kaya akan rempah dan cita rasa autentik. Selain cooking demo, acara juga akan dimeriahkan dengan baking demo yang menghadirkan berbagai inspirasi olahan pastry dan bakery.

Yang menjadikan acara ini semakin istimewa, ARYADUTA Palembang berkolaborasi dengan Sania dengan menghadirkan Nicky Tirta sebagai bintang tamu sekaligus chef spesial. Kehadiran Nicky Tirta diharapkan dapat memberikan pengalaman kuliner yang inspiratif sekaligus menghibur masyarakat Palembang yang hadir.

Acara ini juga akan menampilkan kolaborasi dari Executive Chef ARYADUTA Palembang, Chef Nur, dan Bundaraya, yang akan berbagi teknik memasak serta tips mengolah hidangan Nusantara menggunakan bahan-bahan berkualitas.

Dengan harga tiket Rp200.000 per orang, peserta akan mendapatkan berbagai keuntungan, di antaranya goodie bag eksklusif berisi produk dari Sania, special lunch box Nasi Minyak, serta aneka coffee break yang telah disiapkan selama acara berlangsung.

Selain menikmati rangkaian cooking dan baking demo, pengunjung juga dapat mengunjungi berbagai booth dari brand ternama, seperti Modena, Toza, serta berbagai mitra lainnya yang akan menghadirkan produk dan penawaran menarik selama acara berlangsung.

Melalui “Ragam Raso Kito”, ARYADUTA Palembang berharap dapat menjadi wadah untuk memperkenalkan dan melestarikan kekayaan kuliner Indonesia, sekaligus menghadirkan pengalaman yang berkesan bagi masyarakat dalam menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81.

Untuk informasi dan reservasi, masyarakat dapat menghubungi  Sales ARYADUTA Palembang Natasya +62 812-3159-9550 atau melalui media sosial resmi @aryadutapalembang.  (Ning)

Tarif Listrik Triwulan III 2026 Tetap, PLN Siap Jalankan Kebijakan Pemerintah dan Jaga Kualitas Layanan ke Masyarakat

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menetapkan tarif listrik PT PLN (Persero) Triwulan III (periode Juli–September) tahun 2026 tetap atau tidak mengalami kenaikan. Kebijakan ini dilakukan guna menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah dinamika global 3 Juli 2026.

Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menegaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah dalam mempertahankan daya beli masyarakat, mendukung daya saing industri, dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha.

“Demi menjaga daya beli masyarakat serta mendukung stabilitas ekonomi nasional, pemerintah memutuskan tarif listrik Triwulan III Tahun 2026 tetap atau tidak naik,” jelas Bahlil.

Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7 Tahun 2024, penyesuaian tarif (tariff adjustment) bagi 13 golongan pelanggan nonsubsidi sejatinya dilakukan setiap tiga bulan berdasarkan perubahan empat parameter ekonomi makro, yaitu kurs rupiah, Indonesian Crude Price (ICP), inflasi, dan Harga Batubara Acuan (HBA).

Untuk Triwulan III tahun 2026 parameter yang digunakan merupakan realisasi periode Februari–April 2026 yang mencatat kurs sebesar Rp16.959,32 per USD, ICP sebesar USD96,12 per barel, inflasi 0,21 persen, dan HBA sebesar USD70 per ton (sesuai kebijakan Domestic Market Obligation/DMO batubara). Meski secara formula terdapat potensi perubahan tarif, Pemerintah memutuskan untuk mempertahankan tarif listrik guna menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Bahlil menambahkan, selain untuk pelanggan nonsubsidi, kebijakan ini juga berlaku bagi 24 golongan pelanggan bersubsidi yang juga dipastikan tidak mengalami perubahan tarif listrik, seperti pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil, hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang andal, terjangkau, dan berkeadilan. Kebijakan tarif tetap ini menjadi bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan layanan kelistrikan tetap berkelanjutan,” ucap Bahlil.

Sementara itu, Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo menyampaikan, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah, PLN siap menjalankan kebijakan tarif listrik Triwulan III Tahun 2026 sekaligus berkomitmen untuk terus menghadirkan pasokan listrik yang andal dan layanan kelistrikan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah yang tetap menjaga stabilitas tarif listrik pada Triwulan III tahun 2026 dan siap menjalankan kebijakan ini. PLN berkomitmen untuk terus menjaga keandalan pasokan listrik dan kualitas layanan, sehingga kebijakan dari Pemerintah dapat dirasakan langsung dampaknya oleh masyarakat luas serta menjadi motor penggerak roda perekonomian domestik,” ujar Darmawan.

Adapun, untuk rincian tarif tenaga listrik di Triwulan III 2026 (Juli–September) dapat diakses melalui website PLN https://www.pln.co.id/pelanggan-id/tarif-tenaga-listrik-id/penyesuaian-tarif-id.(Red)

Wamenaker Apresiasi Kolaborasi K3 IMIP, Dukung Penguatan Budaya Keselamatan Kerja

MOROWALI -(delarasinews.com)-  Komitmen PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) dalam merevitalisasi dan meningkatkan sistem Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) secara berkelanjutan mendapat apresiasi dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia (Wamenaker RI), Afriansyah Noor. IMIP bersama seluruh tenant di kawasan terus membangun budaya Safety First di semua level melalui pelatihan berkelanjutan, simulasi rutin, dan program internalisasi nilai K3.

Saat membuka Diskusi Kelompok Terarah (FGD) bertajuk “Safety Culture” yang dihadiri 21 perwakilan tenant se-kawasan pada akhir Juni 2026, Afriansyah menyampaikan bahwa hubungan industrial antara PT IMIP dan seluruh perusahaan tenant sudah terjalin sangat baik. Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI menyatakan siap memberikan dukungan penuh kepada pengelola kawasan industri berbasis nikel ini agar terus mempertahankan kolaborasi dalam kepatuhan terhadap regulasi dan implementasi budaya keselamatan kerja.

“Prinsipnya, ketika industri dan dunia usaha menjalankan regulasi dengan sebaik-baiknya, kami akan mendukung. Kolaborasi IMIP bersama seluruh tenant di kawasan, serta jajaran stakeholder pemerintahan mulai dari tingkat kabupaten hingga provinsi, khususnya di Sulawesi Tengah, sudah berjalan baik,” ujar Afriansyah.

Ia mengakui bahwa proses hilirisasi hingga menghasilkan produk bernilai tinggi memiliki tingkat risiko kecelakaan kerja yang tinggi. Karena itu, Wamenaker mengimbau manajemen dan karyawan di kawasan industri terintegrasi berbasis nikel tersebut untuk terus menerapkan sistem K3 dengan sebaik-baiknya. Menurut Afriansyah, berbagai penelitian menunjukkan bahwa tingkat kematangan budaya keselamatan berkorelasi dengan sinergi K3. Perusahaan dengan kematangan budaya keselamatan yang tinggi cenderung memiliki angka kecelakaan yang lebih rendah. Manajemen IMIP sendiri telah menegaskan bahwa keselamatan dan kesehatan setiap individu di kawasan merupakan prioritas mutlak yang tidak dapat ditawar.

“Untuk itu diperlukan transformasi yang lebih mendasar melalui pembentukan budaya keselamatan yang tertanam dalam nilai perusahaan, perilaku kerja karyawan, dan praktik kepemimpinan kita saat ini,” jelasnya.

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Partai Demokrat itu meyakini, dengan komitmen IMIP yang berkelanjutan dalam merevitalisasi dan meningkatkan sistem K3 di kawasan, pengendalian risiko yang lebih efektif dapat dicapai. Kajian mengenai budaya keselamatan di sektor industri seperti yang dilakukan PT IMIP diharapkan dapat meningkatkan kematangan pemahaman, sehingga berkontribusi menurunkan perilaku tidak aman dan mendorong perbaikan cara kerja.

“Kemnaker terus fokus melakukan pengawasan K3 dan dimonitor langsung oleh Pemerintah Provinsi, bekerja sama dengan seluruh stakeholder di kawasan IMIP,” tandaAfriansyah. (*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

RPDM

Inflasi Tahunan Provinsi Lampung Juni 2026 Tetap Terjaga Dalam Sasaran

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung pada Juni 2026 mengalami inflasi 0,55% (mtm), lebih rendah dari bulan sebelumnya (0,82%;mtm). Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan rata-rata inflasi bulan Juni dalam tiga tahun terakhir yang sebesar 0,03% (mtm). Secara tahunan, inflasi Provinsi Lampung tercatat sebesar 2,46% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang sebesar 3,34% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, inflasi Juni 2026 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok transportasi. Komoditas utama penyumbang inflasi adalah bensin, dengan andil sebesar 0,21% (mtm). Kenaikan tersebut sejalan dengan penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh‎Pemerintah yang berlaku sejak 10 Juni 2026.‎‎

Selain itu, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga turut memberikan andil terhadap inflasi Juni 2026. Komoditas yang menjadi penyumbang utama antara lain bawang merah, tomat, bawang putih, dan minyak goreng, dengan andil masing-masing sebesar 0,07%; 0,05%; 0,04%; dan 0,02% (mtm). Kenaikan harga bawang merah dipengaruhi oleh penurunan produksi pascapanen di sentra produksi.

‎‎Sementara itu, harga tomat meningkat seiring tingginya permintaan dari program‎MBG di tengah keterbatasan pasokan akibat kondisi cuaca yang tidak menentu. Harga bawang putih juga meningkat akibat berkurangnya pasokan dari distributor, yang turut dipengaruhi oleh kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar Rupiah. Adapun kenaikan harga minyak goreng didorong oleh meningkatnya harga plastik sebagai salah satu komponen input produksi.‎

Di sisi lain, tekanan inflasi lebih lanjut tertahan oleh penurunan harga sejumlah komoditas dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau. Komoditas cabai merah, telur ayam ras, cabai rawit, daging ayam ras, dan nugget masing-masing memberikan andil deflasi sebesar -0,03%;‎-0,02%; -0,02%; -0,02%; dan -0,02% (mtm).

Penurunan harga aneka cabai sejalan dengan meningkatnya pasokan dari panen di sentra produksi serta tambahan pasokan dari luar daerah. Sementara itu, harga daging ayam ras menurun seiring normalisasi permintaan pasca-HBKN Iduladha.

‎Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga dalam rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026. Namun demikian, sejumlah risiko perlu tetap diwaspadai dan dimitigasi. ‎‎

Dari sisi Inflasi Inti (Core Inflation), risiko bersumber dari (i) peningkatan permintaan agregat sejalan dengan implementasi kenaikan UMP 2025 sebesar 5,35% yang direalisasikan secara bertahap sepanjang tahun 2026; (ii) potensi terus berlanjutnya kenaikan harga emas dunia di tengah ketidakpastian geopolitik global yang masihtinggi; (iii) meningkatnya tekanan harga plastik akibat gangguan pasokan petrokimia berisiko meningkatkan harga pangan kemasan, termasuk minyak goreng; serta (iv) risiko gangguan pasokangula pada musim giling 2026 akibat tertundanya proses tebang-giling berpotensi meningkatkan harga gula pasir.

‎Dari sisi Inflasi Bahan Makanan Bergejolak (Volatile Food), risiko yang perlu‎dicermati meliputi (i) rendahnya realisasi tanam di Lampung pada Maret 2026 akibat curah hujan yang tinggi, sehingga berpotensi menekan capaian panen dan meningkatkan tekanan inflasi pada triwulan II; serta (ii) potensi curah hujan rendah dan peralihan menuju El Nino lemah pada semester II yang berisiko menekan produksi hortikultura dan tanaman pangan.

‎‎Sementara itu, dari sisi Inflasi Harga yang Diatur Pemerintah (Administered Prices), risiko yang perlu diwaspadai meliputi (i)‎potensi kenaikan harga BBM seiring risiko peningkatan harga minyak dunia akibat berlanjutnya tensi geopolitik dan ketidakpastian global; serta (ii) dampak lanjutan kenaikan tarif Tol Lampung ruas Bakauheni–Terbanggi Besar yang berlaku sejak 27 November 2025 terhadap penyesuaian tarif transportasi antarkota serta harga rokok.‎

Meninjau perkembangan inflasi Mei dan mempertimbangkan peningkatan risiko global dan domestik, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung terus memperkuat pengendalian inflasi melalui strategi 4K sebagai berikut:

‎‎1.Keterjangkauan Harga

a. Melaksanakan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.

b. Memperkuat monitoring harga dan pasokan komoditas strategis (beras, cabai, bawang, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras), termasuk antisipasi dampak kenaikan biaya distribusi akibat volatilitas energi global.‎

2.Ketersediaan Pasokan

a. Mengoptimalkan realisasi KAD eksisting sebagai respons dini terhadap indikasi kenaikan harga atau permintaan komoditas pangan defisit, khususnya di kab/kota sample IHK.‎

b. Mendorong perluasan KAD bawang merah dengan Provinsi Sumatera Barat. Saat ini, kerjasama telah memasuki tahap pembahasan dokumen MoU dan PKS antara Kota BandarLampung dan Kabupaten Solok.

c. Memperkuat koordinasi antar-OPDuntuk mengoptimalkan intensifikasi pertanian, memastikan kesiapan alsintan dan distribusi pupuk bersubsidi, serta mengantisipasi potensi gangguan pasokan akibat faktor cuaca dan distribusi, terutama pada komoditas beras, bawang merah dan aneka cabai.‎

d. Memperkuat koordinasi intensif dengan distributor, pedagang besar, BUMD Pangan, dan BULOG guna menjamin kecukupan pasokan serta kelancaran suplai ke pasar utama pembentuk harga, termasuk toko-toko inflasi.‎

3. Kelancaran Distribusi

a. Memperkuat efektivitas Fasilitas Distribusi Pangan (FDP) melalui optimalisasi peran BUMD pangan sebagai operator distribusi, termasuk penyaluran komoditas pangan strategis dari sentra produksi ke kab/kota sample IHK.‎

b. Mendorong percepatan perbaikan jalan usaha tani melalui koordinasi dengan Pemprov Lampung guna menekan hambatan distribusi dan biaya logistik komoditas pangan strategis.‎‎

c. Memastikan dan memperkuat kesiapan sarana dan prasarana distribusi melaluipemanfaatan Mobil Transportasi Operasi Pasar (TOP), serta memastikan berlanjutnyaupaya perbaikan jalan kab/kota dan pedesaan yang dilalui angkutan pangan.

‎4. Komunikasi efektif

a. Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.‎‎

b. Memperkuat sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan yang terkini dan berkualitas (Pengembangan Simpel Aja dan e-Horti), guna mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.‎

c. Memanfaatkan media digital untuk menyampaikan informasi terkini mengenai inflasi di Provinsi Lampung.(Red)

Mandiri Donor Darah Hadir Kembali di Bandar Lampung: Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya Rangkul 3.360 Pendonor Secara Nasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 yang akan diperingati pada Oktober 2026 mendatang, Bank Mandiri kembali menggelar kegiatan Mandiri Donor Darah secara serentak di 12 Region Bank Mandiri di berbagai wilayah Indonesia pada Kamis (2/7). Melanjutkan semangat “Satu Langkah Darimu, Sejuta Harapan Untuknya”, aksi kemanusiaan ini menjadi bagian dari program sosial berkelanjutan Bank Mandiri yang rutin digelar setiap tanggal 2 sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Sejak pertama kali digelar pada April 2026, program ini telah memasuki penyelenggaraan ketiga dan berhasil menghimpun lebih dari 7.000 kantong darah sebagai wujud komitmen Bank Mandiri dalam memperluas manfaat serta menghadirkan harapan bagi masyarakat yang membutuhkan.

Di wilayah Bandar Lampung, kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 pendonor yang terdiri atas top management serta pegawai Bank Mandiri, nasabah, hingga masyarakat umum. Berkolaborasi dengan fasilitas kesehatan dan Palang Merah Indonesia (PMI), kegiatan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan darah sekaligus memperkuat semangat kepedulian dan gotong royong di tengah masyarakat.

SEVP Commercial Bank Mandiri Eryawan Nurhariadi mengatakan, penyelenggaraan Mandiri Donor Darah secara rutin merupakan wujud nyata komitmen Bank Mandiri untuk terus menghadirkan manfaat bagi masyarakat. Melalui kegiatan ini, Bank Mandiri ingin memperkuat semangat berbagi sekaligus mengajak lebih banyak pihak berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-28 perusahaan.

“Program Mandiri Donor Darah kami hadirkan secara berkelanjutan agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas. Di wilayah Bandar Lampung, kami berharap kegiatan ini menjadi wadah bagi Mandirian, nasabah, dan masyarakat untuk bersama-sama berkontribusi melalui aksi kemanusiaan yang sederhana namun berdampak besar,” ujar Eryawan Nurhariadi dalam keterangan resminya, Kamis (2/7).

Lebih lanjut, Eryawan Nurhariadi menyampaikan bahwa di tengah pertumbuhan bisnis yang terus berkelanjutan, Bank Mandiri berkomitmen menjaga keseimbangan antara penciptaan nilai ekonomi dan kontribusi sosial bagi masyarakat. Menurutnya, pertumbuhan yang dicapai perusahaan perlu diiringi dengan berbagai inisiatif yang memberikan manfaat nyata dan menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat.

“Karena itu, kami terus mendorong berbagai program keberlanjutan yang tidak hanya memperkuat kinerja perusahaan, tetapi juga menciptakan dampak sosial yang positif bagi masyarakat di wilayah Bandar Lampung,” tambah Eryawan Nurhariadi

Dalam pelaksanaannya, setiap calon pendonor terlebih dahulu mengikuti proses registrasi, verifikasi identitas, serta pemeriksaan kesehatan oleh tenaga medis guna memastikan kondisi tubuh yang prima sebelum donor dilakukan. Untuk mendukung kenyamanan peserta, Bank Mandiri juga menyediakan berbagai fasilitas penunjang di lokasi kegiatan.

Selain menjadi aksi kemanusiaan, kegiatan ini turut memperkuat budaya kepedulian sosial di lingkungan perusahaan dan mendorong keterlibatan aktif masyarakat dalam membantu sesama. Bank Mandiri optimistis sinergi yang terbangun melalui program ini dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat luas.

Langkah ini sejalan dengan komitmen perusahaan untuk terus menghadirkan program sosial yang relevan, inklusif, dan berdampak positif di berbagai wilayah operasional.

“Bank Mandiri akan terus memperkuat peran sebagai agen pembangunan yang hadir tidak hanya melalui layanan keuangan, tetapi juga lewat berbagai inisiatif sosial yang memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat,” pungkas Eryawan Nurhariadi.(Red)

Manager HKA Bakauheni–Terbanggi Besar Terima Piagam Penghargaan dari Kapolda Lampung

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf memberikan Piagam Penghargaan kepada Manager HKA Bakauheni–Terbanggi Besar (Bakter), Dr. (Cand.) M. Alkautsar, M.M., atas kontribusi dan sinerginya dalam mendukung pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026.

Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi, kolaborasi, dan sinergi yang telah ditunjukkan dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, serta kelancaran lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat Krakatau 2026, khususnya di ruas Tol Bakauheni–Terbanggi Besar yang menjadi jalur vital arus mudik dan balik Idulfitri.

Berdasarkan piagam penghargaan bernomor Kep/281/VI/2026, penghargaan tersebut ditandatangani langsung oleh Kapolda Lampung Irjen Pol. Helfi Assegaf pada 30 Juni 2026 di Lampung Selatan.

Pemberian penghargaan ini menjadi bukti bahwa keberhasilan pengamanan Operasi Ketupat Krakatau 2026 tidak hanya didukung oleh jajaran kepolisian, tetapi juga hasil kolaborasi yang erat dengan para pemangku kepentingan, termasuk pengelola jalan tol.

Sinergi antara Polda Lampung dan HKA Bakter dinilai berperan penting dalam menjaga kelancaran arus kendaraan, mengurangi potensi kemacetan, serta meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat selama periode mudik dan arus balik Lebaran 2026.

Dengan penghargaan ini, diharapkan kolaborasi antara Polda Lampung dan seluruh mitra strategis terus diperkuat guna menghadirkan pelayanan terbaik kepada masyarakat, khususnya dalam pengamanan agenda-agenda nasional yang melibatkan mobilitas masyarakat dalam jumlah besar.(Red)

Minimalisir Dampak Emisi, Tenant di IMIP Terapkan Teknologi Supercritical Boiler

MOROWALI -(deklarasinews.com)- PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mempertegas komitmennya dalam menerapkan praktik industri berkelanjutan yang efisien dan ramah lingkungan. Salah satunya diaplikasikan oleh PT Qing Kota Metal (QKM), tenant dalam kawasan industri IMIP yang menerapkan teknologi Supercritical Boiler pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) berkapasitas 380 Megawatt (MW). Teknologi pembangkit modern ini menjadi salah satu langkah strategis perusahaan dalam meningkatkan efisiensi penggunaan energi sekaligus menekan emisi dan limbah hasil pembakaran, demi menjalankan prinsip pembangunan berkelanjutan.

Manajer Departemen Environmental PT IMIP, Yundi Sobur, menjelaskan, PT QKM mengadopsi teknologi supercritical yang bekerja pada tekanan dan temperatur uap di atas titik kritis air. Berbeda dengan sistem pembangkit konvensional atau subkritis, teknologi ini mampu menghasilkan energi listrik secara lebih efisien karena memanfaatkan panas pembakaran secara optimal tanpa melalui proses pendidihan dan pemisahan air, uap yang berpotensi menimbulkan kehilangan energi.

Penerapan teknologi supercritical memungkinkan pembangkit mencapai efisiensi termal sebesar 38 hingga 45 persen, lebih tinggi dibandingkan PLTU subkritis yang umumnya hanya berada pada kisaran 33 hingga 39 persen. Peningkatan efisiensi tersebut berdampak langsung pada penurunan penggunaan batubara untuk menghasilkan jumlah energi listrik yang sama. Dengan begitu, penggunaan sumber daya menjadi lebih efektif dan ekonomis.

Selain meningkatkan efisiensi operasional, kata Yundi Sobur, penggunaan teknologi supercritical juga memberikan manfaat signifikan terhadap lingkungan. Dengan kebutuhan batubara yang lebih rendah, emisi karbon dioksida (CO₂), sulfur dioksida (SO₂), nitrogen oksida (NOx), serta partikulat yang dihasilkan turut berkurang. Teknologi ini dinilai sangat cocok diterapkan pada pembangkit berkapasitas besar karena mampu mengoptimalkan kinerja pembangkit sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan pada kawasan industri terintegrasi dengan produk utama mineral nikel tersebut.

“Untuk memastikan seluruh aktivitas pembangkitan memenuhi standar lingkungan yang berlaku, PLTU PT Qing Kota Metal dilengkapi dengan berbagai sistem pengendalian pencemaran udara modern. Fasilitas tersebut meliputi Flue Gas Desulfurization (FGD) untuk mengendalikan emisi sulfur dioksida serta Electrostatic Precipitator (ESP) dan Bag House Filter untuk mengurangi emisi partikulat dari proses pembakaran,” jelas Yundi Sobur, Selasa (30/06/2026).

Ia merinci, hasil pemantauan emisi cerobong selama semester II tahun 2025, konsentrasi emisi sulfur dioksida tercatat sebesar 129,9 mg/Nm³, nitrogen oksida 146,9 mg/Nm³, partikulat 24,9 mg/Nm³, dan merkuri 0,022 mg/Nm³. Seluruh parameter tersebut berada di bawah baku mutu yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 15 Tahun 2019.

Kinerja lingkungan yang baik tersebut kembali ditunjukkan pada semester I tahun 2026. Hasil pemantauan mencatat emisi sulfur dioksida sebesar 81 mg/Nm³, nitrogen oksida 165 mg/Nm³, partikulat hanya 3 mg/Nm³, dan merkuri 0,01 mg/Nm³. Seluruh hasil pengukuran tetap berada jauh di bawah ambang batas yang dipersyaratkan pemerintah. Angka tersebut menunjukkan efektivitas teknologi pengendalian emisi yang diterapkan perusahaan berjalan optimal.

Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi udara, lanjut Yundi Sobur, teknologi supercritical juga mendukung pengurangan timbulan limbah hasil pembakaran berupa Fly Ash dan Bottom Ash (FABA). Efisiensi termal yang lebih tinggi membuat jumlah batubara yang dibutuhkan menjadi lebih sedikit sehingga residu pembakaran yang dihasilkan pun berkurang. “Proses pembakaran yang lebih sempurna juga mampu menekan kandungan karbon yang tidak terbakar (unburned carbon) dalam abu sehingga meningkatkan kualitas residu yang dihasilkan,” sambungnya.

Melalui penerapan teknologi ini, PT QKM tidak hanya berupaya meningkatkan keandalan pasokan energi dalam mendukung aktivitas industri, tetapi juga menjalankan prinsip pembangunan berkelanjutan melalui pengurangan konsumsi sumber daya alam, penurunan emisi, dan pengelolaan limbah yang lebih efektif.

Penggunaan Supercritical Boiler merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus mengadopsi teknologi modern yang sejalan dengan target efisiensi energi nasional dan upaya perlindungan lingkungan. Ke depan, perusahaan akan terus melakukan optimalisasi operasional pembangkit serta memastikan seluruh kegiatan usaha berjalan sesuai dengan regulasi dan standar lingkungan yang berlaku.

“Dengan kombinasi antara efisiensi energi, teknologi pengendalian emisi yang modern, serta pengurangan limbah hasil pembakaran, PLTU PT Qing Kota Metal diharapkan dapat menjadi contoh penerapan teknologi pembangkit listrik yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan bagi perkembangan industri di Indonesia,”katYundi Sob(*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Rpdm

Tempat Strategis hingga SPKLU Lounge PLN, Ini 5 SPKLU Non Tol yang Paling Banyak Dipilih Pengguna Kendaraan Listrik di Lampung

(pelitaekspres.com) -BANDAR LAMPUNG- Tren penggunaan kendaraan listrik di Provinsi Lampung terus menunjukkan pertumbuhan positif. Seiring meningkatnya mobilitas pengguna electric vehicle (EV), sejumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) non tol milik PLN menjadi pilihan utama masyarakat berkat lokasinya yang strategis, mudah dijangkau, serta didukung fasilitas yang semakin nyaman (30/6/2026).

Berdasarkan data jumlah transaksi pengisian daya, SPKLU PLN UP3 Tanjung Karang menjadi SPKLU non tol yang paling banyak dimanfaatkan pelanggan dengan 3.114 kali transaksi. Posisi berikutnya ditempati SPKLU ELS Coffee Roastery Lampung dengan 2.517 kali transaksi, disusul SPKLU PLN UID Lampung sebanyak 2.027 kali transaksi, SPKLU Mall Boemi Kedaton dengan 1.154 kali transaksi, dan SPKLU Kantor PLN UP3 Metro sebanyak 780 kali transaksi.

Tingginya jumlah transaksi di lima lokasi tersebut menunjukkan bahwa pengguna kendaraan listrik semakin mempertimbangkan kemudahan akses dalam memilih lokasi pengisian daya. Seluruh SPKLU tersebut berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat yang tinggi, mulai dari pusat kota, kawasan komersial, pusat perbelanjaan, hingga perkantoran, sehingga pelanggan dapat mengisi daya kendaraan sembari menjalankan aktivitas lainnya.

Tak hanya menghadirkan SPKLU di lokasi strategis, PLN UID Lampung juga terus meningkatkan kualitas layanan melalui penyediaan SPKLU Lounge di Kantor PLN UID Lampung. Fasilitas ini memberikan kenyamanan lebih bagi pelanggan dengan ruang tunggu ber-AC, area kerja yang nyaman, akses internet, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya sehingga waktu pengisian daya dapat dimanfaatkan secara lebih produktif.

General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengatakan bahwa pengembangan infrastruktur kendaraan listrik tidak hanya berfokus pada penambahan jumlah SPKLU, tetapi juga menghadirkan pengalaman pengisian daya yang lebih nyaman bagi pelanggan.

“Kami ingin pelanggan merasakan kemudahan sejak tiba di lokasi hingga kendaraan selesai mengisi daya. Karena itu PLN terus menghadirkan SPKLU di titik-titik strategis sekaligus melengkapi fasilitas pendukung seperti SPKLU Lounge agar pelanggan dapat beristirahat maupun tetap produktif selama menunggu proses pengisian daya,” ujar Rizky.

Saat ini PLN UID Lampung telah mengoperasikan 83 unit SPKLU di 51 lokasi yang tersebar di jalur tol maupun non tol. Infrastruktur tersebut menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung percepatan ekosistem kendaraan listrik sekaligus memberikan kemudahan bagi masyarakat yang beralih ke transportasi rendah emisi.

Dengan semakin tingginya aktivitas pengisian daya di SPKLU non tol, PLN optimistis adopsi kendaraan listrik di Lampung akan terus meningkat. Melalui penyediaan infrastruktur yang andal, lokasi yang mudah dijangkau, serta layanan yang semakin nyaman, PLN terus memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan mendukung transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan.(red)

Workshop UMKM Go Digital: PLN Bersama Rumah BUMN Bandar Lampung Perkuat Kapasitas Pelaku Usaha Melalui Digitalisasi Pemasaran

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Lampung sukses menyelenggarakan rangkaian kegiatan Clean Energy Day, sebuah gerakan yang mengajak seluruh insan PLN untuk berkontribusi dalam pengurangan emisi karbon melalui aktivitas fisik ramah lingkungan. Program ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mendukung transisi energi sekaligus membangun budaya hidup sehat di lingkungan kerja.

Melalui aktivitas berjalan kaki, berlari, dan bersepeda yang dicatat secara digital menggunakan aplikasi kebugaran. Selama pelaksanaan program, para peserta berhasil mencatatkan jarak lari sejauh 1.935,19 kilometer, jalan kaki 3.077,56 kilometer, serta bersepeda 1.861,11 kilometer. Dari akumulasi aktivitas tersebut, emisi gas rumah kaca berhasil ditekan hingga mencapai sekitar 5532 kgCO2e.

General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, mengapresiasi semangat seluruh pegawai yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini. Menurutnya, Clean Energy Day menjadi bukti bahwa langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekaligus meningkatkan kualitas hidup.

“Melalui Clean Energy Day, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran dalam mendukung transisi energi. Aktivitas seperti berjalan kaki, berlari, maupun bersepeda bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, tetapi juga menjadi kontribusi nyata dalam mengurangi emisi karbon. Semangat ini sejalan dengan komitmen PLN untuk mewujudkan Net Zero Emission sekaligus menghadirkan budaya kerja yang sehat, produktif, dan berkelanjutan,” ujar Rizky.

Selain memberikan manfaat bagi lingkungan, program ini juga menjadi bagian dari upaya PLN dalam membangun kesejahteraan pegawai. Kebiasaan beraktivitas fisik secara rutin diharapkan mampu meningkatkan kesehatan, produktivitas, serta semangat pelayanan sehingga berdampak positif terhadap kualitas layanan kepada pelanggan.

Rizky menambahkan bahwa keberhasilan Clean Energy Day menunjukkan komitmen insan PLN UID Lampung dalam mengimplementasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui aksi nyata yang dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, transformasi menuju energi bersih tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui perubahan perilaku yang dimulai dari lingkungan kerja.

Ke depan, PLN UID Lampung akan terus menghadirkan berbagai program keberlanjutan yang mendorong keterlibatan aktif seluruh pegawai dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus memperkuat budaya perusahaan yang adaptif terhadap tantangan perubahan iklim.(Red)