Ekonomi Lampung 2025 Tumbuh Solid 5,28%

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung mencatat deflasi 0,07% (mtm) pada Januari 2026, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,59% (mtm).Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasional yang mengalami deflasi 0,15% (mtm) dan rata-rata tingkat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Januari dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang mengalami deflasi 0,11% (mtm).

Dengan perkembangan tersebut, inflasi Provinsi Lampung secara tahunan sebesar 1,90% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,55% (yoy). Dilihat dari sumbernya, deflasi pada Januari 2026 utamanya disebabkan oleh penurunan harga komoditas yang tergabung dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok transportasi, yaitu cabai merah, bawang merah, cabai rawit, bensin, dan jeruk dengan andil masing-masing sebesar -0,25%; -0,12%, -0,06%, -0,03%, dan -0,03% (mtm).

Penurunan harga cabai merah dan cabai rawit sejalan dengan peningkatan pasokan yang didukung oleh mulai masuknya masa panen pada sentra produksi utama, khsususnya Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Lampung Timur. Sementara itu, penurunan harga bawang merah selain dipengaruhi oleh peningkatan pasokan selama masa panen, juga didukung oleh realisasi kerja sama KAD B2B antara BUMD Jawa Tengah dengan Lampung.

Dari sisi nonpangan, penurunan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina. Di sisi lain, deflasi yang lebih dalam pada Januari 2026 tertahan oleh kenaikan harga komoditas yang tergabung dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok jasa pelayanan makanan dan minuman, yaitu emas perhiasan, tomat, kangkung, bayam, dan nasi dengan lauk dengan andil masingmasing sebesar 0,08%, 0,05%, 0,04%, 0,03%, dan 0,03% (mtm).

Kenaikan harga emas perhiasan seiring berlanjutnya tren peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global. Selanjutnya, kenaikan harga tomat, kangkung, dan bayam disebabkan oleh penurunan produksi di daerah sentra akibat tingginya curah hujan. Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026.

Namun, beberapa risiko perlu diwaspadai dan dimitigasi, diantaranya dari Inflasi Inti (Core Inflation) berupa peningkatan permintaan agregat sebagai dampak dari penyesuaian UMP yang direalisasikan secara bertahap pada sepanjang tahun dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta berlanjutnya kenaikan harga emas dunia seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Selanjutnya dari sisi Inflasi bahan makanan bergejolak (Volatile Food) adalah (i) peningkatan curah hujan dan risiko banjir lokal berpotensi menghambat realisasi panen padi serta distribusi pangan, sejalan dengan analisis BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia yang memprediksi berlanjutnya La Nina lemah hingga awal tahun 2026; dan (ii) potensi peningkatan harga komoditas pangan strategis pada periode high season Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta (iii) potensi gangguan pasokan dan distribusi komoditas pangan ke Provinsi Lampung sebagai dampak meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera, yang berisiko menghambat kelancaran arus logistik antarwilayah.

Adapun risiko dari inflasi harga yang diatur pemerintah (Administered Price) yang perlu dicermati adalah (i) kenaikan harga minyak dunia dipicu potensi gangguan pasokan global sejalan dengan berlanjutnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah; serta (ii) normalisasi tarif angkutan darat dan laut pasca berakhirnya diskon tarif angkutan, serta insentif PPN DTP untuk angkutan udara pada periode HBKN.
Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K.

  1. Keterjangkauan Harga
    a.Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.
    b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisiko
    mengalami kenaikan harga pada bulan Januari, utamanya komoditas hortikultura, daging
    sapi, serta daging dan telur ayam ras.
  2. Ketersediaan Pasokan
    a.Perluasan Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK.
    b.Penguatan kerja sama antar daerah (KAD) antar-Provinsi maupun intra-Provinsi untuk
    komoditas defisit dan berisiko defisit dengan sentra produksi.
    c.Penguatan koordinasi antar OPD terkait untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program
    swasembada pangan di Provinsi Lampung, utamanya melalui optimalisasi lahan, penggunaan varietas
    unggul, bantuan alsintan, serta memastikan kelancaran pendistribusian pupuk bersubsidi secara tepat guna dan tepat sasaran.
    d.Penguatan data pasokan dalam rangka memperkuat monitoring ketersediaan pasokan.
  3. Kelancaran Distribusi
    a. Memastikan kecukupan kapasitas dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran
    lalu lintas angkutan barang dan manusia.
    b.Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung –
    Jakarta dan reaktivasi rute penerbangan Lampung – Bali dan Lampung-Jogja.
    c.Melanjutkan upaya perbaikan jalan kabupaten/kota dan pedesaan yang dilalui oleh angkutan barang bahan pangan.
    d. Memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi
    Pasar) dalam menjaga kelancaran operasi pasar.
    e. Bekerja sama dengan OPD dan Bulog dalam pemberian dukungan Subsidi Ongkos Angkut
    (SOA).

4.Komunikasi efektif
a. Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.
b. Memperkuat sinergi komunikasi dalam rangka menjaga ekspektasi positif terhadap prospek
perkembangan harga dan kecukupan pasokan.
c.Penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan terkini dan
berkualitas untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.
d.Pemanfaatan media digital untuk penyampaian informasi terkini inflasi di Provinsi Lampung.(Red)

Ramadhan Serenity 2026: Pakons Prime Hotel & Speakout Bagikan Paket Umroh!

KOTA TANGERANG -(deklarasinews.com)- Sudah bukan rahasia lagi, kalau buka bersama alias bukber itu kegiatan mengasyikkan. Sebab lewat momen ini kita bisa menjalin silaturahmi dengan keluarga, kerabat, sahabat, rekan kerja, dan relasi. Selain itu, bukber juga menjadi peluang untuk para pelaku bisnis meraup berkah Ramadan.

Dengan itu, untuk menyambut dan merayakan bulan Ramadhan, Pakons Prime Hotel Tangerang dan Speakout. salahsatu hotel bintang empat di tangerang, membuat promo Iftar “Ramadhan Serenity” yang pengunjung bisa berkesempatan mendapatkan paket Umroh ke tanah suci.

Pakons Prime Hotel menghaturkan sensasi buka bersama yang asik dengan tema “Ramadhan Serenity” momen Ramadhan yang tenang, damai, dan penuh kehangatan.

Yandra Nasution selaku General manager mengatakan, selama bulan ramadhan kami menyediakan Buffet All You Can Eat dengan berbagai menu makanan, fasilitas, dan juga hadiah yang sangat menarik. Dengan konsep yang berkesan dan juga dekorasi ramadhan yang dapat menambah kesan berbuka puasa menjadi lebih indah.

“Dengan harga Rp. 176.999 nett/pax dan promo Buy 10 Get 1 Free, anda dapat menikmati pilihan menu makanan yang dihidangkan kepada anda setiap harinya.” Katanya kepada Pewarta, Jumat (06/02/2026)

Yusuf sebagai Outlet manager Speakout menjelaskan, tak hanya di restoran Pakons Prime Hotel.

“Lantai atas “T” bagian Rooftop Pakons Prime Hotel ada SPEAKOUT yang juga menyajikan Buffet All You Can Eat dengan harga Rp. 199.999 ++/pax dapat menikmati berbagai menu makanan, terdapat juga performance live music serta dapat menikmati pemandangan Kota Tangerang dari ketinggian.” Jelasnya

Pakons Prime Hotel dan Speakout sama-sama memberikan potongan harga 10% kepada pengunjung di minggu pertama dan minggu ke empat serta berkesempatan mendapatkan paket Umroh untuk satu orang, yang nantinya akan diumumkan setelah Lebaran.

Untuk para pengunjung yang ingin mencoba buka puasa di restoran Pakons Prime Hotel bisa datang langsung atau reservasi di 0811-1001-6907/ 0813-9945-9993 bisa juga Direct Mesage (DM) Instagram di @pakonsprimehotels

Untuk Speakout sendiri pengunjung bisa datang langsung atau reservasi di 0812-8793-7058 / 0813-9945-9993 atau Direct Mesage (DM) @speakout.bar.(Nan)

IMIP Beri Bantuan Perahu untuk Bete-Bete

MOROWALI -(deklarasi news.com)– PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan dan kemandirian masyarakat melalui program pengembangan dan pemberdayaan masyarakat berkelanjutan. Kali ini, IMIP menyalurkan bantuan berupa satu unit kapal wisata kepada Pemerintah Desa Bete-Bete, Kecamatan Bahodopi, Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu (07/02/2026).

Bantuan perahu tersebut diperuntukkan sebagai sarana transportasi wisata yang mendukung mobilisasi pengunjung menuju sejumlah destinasi unggulan di Desa Bete-Bete, seperti Wisata Bahomompa, Andaro, serta beberapa lokasi wisata pesisir lainnya. Perahu ini memiliki kapasitas 20 grosston (GT), mampu mengangkut hingga 30 penumpang dan telah dilengkapi dengan fasilitas penunjang keselamatan dan kenyamanan, misalnya life jacket (pelampung) sesuai standar keselamatan.

Supervisor CSR PT IMIP, Agus Sepriyanto menjelaskan, bantuan perahu menjadi bagian dari program PPM yang dirancang untuk memperkuat sektor pariwisata desa sekaligus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. “Kami melihat potensi besar pengembangan pariwisata di Desa Bete-Bete. Dukungan sarana transportasi laut ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas wisata, menarik lebih banyak pengunjung, dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan pendapatan masyarakat,” ujarnya.

Selain bantuan perahu, PT IMIP juga telah memberikan berbagai dukungan sarana dan prasarana pendukung pariwisata di Desa Bete-Bete. Bantuan tersebut meliputi pembangunan dermaga untuk tempat sandar perahu, penyediaan toilet di kawasan wisata, dukungan fasilitas rumah ibadah, serta pembangunan spot foto (photo booth) di kawasan Wisata Andaro. Seluruh fasilitas ini diharapkan dapat menciptakan pengalaman wisata yang aman, nyaman, dan berkesan bagi pengunjung.

PT IMIP juga mendorong keterlibatan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Sejumlah UMKM binaan telah difasilitasi untuk menjajakan produk kuliner dan jasa di kawasan wisata, sehingga memberikan nilai tambah ekonomi serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat setempat.

Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Pemerintah Kabupaten Morowali melalui Dinas Pariwisata, Pemerintah Desa Bete-Bete, Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), Karang Taruna, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), serta unsur masyarakat lainnya. Sinergi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan masyarakat sekaligus Pendapatan Asli Desa (PADes).

Kepala Desa Bete-Bete, Ridwan, menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas dukungan PT IMIP. “Perahu ini akan dimanfaatkan untuk mendukung mobilisasi wisata dan kegiatan ekonomi masyarakat. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus ditingkatkan ke depannya,” ungkapnya.

Sebagai desa yang telah terdaftar sebagai desa nelayan, Bete-Bete memiliki potensi besar di sektor kelautan dan pariwisata. Tingginya kunjungan masyarakat, termasuk pekerja di kawasan IMIP, menjadi peluang strategis bagi pengembangan wisata pesisir. PT IMIP berkomitmen untuk terus mendukung program-program berkelanjutan yang mendorong pertumbuhan ekonomi, meningkatkan produktivitas, serta mewujudkan kemandirian masyarakat di sekitar wilayah operasionaperusahaan. (Rpdm)

ARYADUTA Palembang Gelar Ramadan Gathering “The Harmony Table” dan Perkenalkan “Harmony of Peranakan”

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Menyambut datangnya bulan suci Ramadan, ARYADUTA Palembang menggelar acara Ramadan Gathering bertajuk “The Harmony Table” yang akan diselenggarakan pada Jumat, pukul 16.00 WIB, bertempat di The Kitchen Restaurant, ARYADUTA Palembang.

‎Acara ini dihadirkan sebagai momen silaturahmi dan apresiasi kepada para klien serta partner, sekaligus menjadi ajang eksklusif untuk memperkenalkan konsep dan menu Ramadan ARYADUTA Palembang tahun ini.

‎‎Melalui tema Harmony of Peranakan, ARYADUTA Palembang menghadirkan pengalaman berbuka puasa dengan sentuhan cita rasa Asia Peranakan yang harmonis, autentik, dan kaya warisan budaya. Konsep ini dirancang untuk menghadirkan keseimbangan rasa dan kualitas bahan.

‎Selama bulan Ramadan, tamu dapat menikmati sajian All You Can Eat dengan harga Rp299.000 net/pax, yang disiapkan langsung oleh chef  profesional ARYADUTA Palembang.

‎‎Beragam menu khas Asia Peranakan akan disajikan, mulai dari Chinese Beef Marinating Roasted yang disajikan dengan Chinese bun, sayuran, dan saus khas chef, Chinese Chicken Shawarma, Chinese Chicken & Vegetables Kebab Roll, hingga Nasi Campur yang terdiri dari Ginger Rice, Roasted Chinese Chicken, dan Hainan Chicken.

‎Menu lainnya seperti Gohyong Ayam, aneka dim sum goreng, serta steamed dim sum juga melengkapi ragam hidangan yang dihadirkan, menciptakan pengalaman berbuka puasa yang berkesan bagi seluruh tamu.

‎‎General Manager ARYADUTA Palembang, Emmy Yunarti menyampaikan bahwa konsep Ramadan tahun ini dihadirkan untuk merayakan kebersamaan dalam balutan kekayaan rasa.

‎ “Melalui The Harmony Table, kami ingin menghadirkan pengalaman Ramadan yang bukan hanya tentang bersantap, tetapi juga tentang kebersamaan, kehangatan, dan keharmonisan. Harmony of Peranakan kami hadirkan sebagai simbol perpaduan budaya dan cita rasa yang dapat dinikmati oleh semua kalangan,” ujarnya.

‎‎Tak hanya menghadirkan pengalaman kuliner, ARYADUTA Palembang juga kembali memperkenalkan hampers Ramadan eksklusif bertajuk “Harmony Royale” dengan harga Rp488.000. Hampers ini dirancang sebagai pilihan hadiah istimewa untuk keluarga, sahabat, maupun relasi bisnis, berisi Coffee Machine, Coffee cup, Exclusive coffee ARYADUTA, serta  Pinneple Tart yang dikemas secara elegan.

‎‎Marketing Communication Executive ARYADUTA Palembang, Larasati Syahputri, menambahkan bahwa kehadiran hampers ini melengkapi rangkaian Ramadan ARYADUTA Palembang. “Harmony Royale kami hadirkan sebagai bentuk perhatian dan apresiasi yang dapat dibagikan kepada orang-orang terdekat. Kami ingin setiap elemen Ramadan di ARYADUTA Palembang, baik melalui sajian berbuka maupun hampers, dapat memberikan kesan eksklusif, hangat, dan bermakna,” jelasnya.

‎‎Melalui rangkaian acara Ramadan Gathering dan peluncuran konsep Harmony of Peranakan, ARYADUTA Palembang berharap dapat menjadi destinasi pilihan untuk berbuka puasa sekaligus berbagi momen spesial selama bulan suci Ramadan. (ning)

ARYADUTA Palembang Hadirkan Chinese New Year Dinner Meriah dengan Barongsai di The Kitchen Restauran ‎

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎ Dalam rangka menyambut Tahun Baru Imlek, ARYADUTA Palembang mengundang masyarakat Palembang dan sekitarnya untuk merayakan momen penuh kebahagiaan dalam acara Chinese New Year Dinner bertajuk Ride Into Prosperity yang akan diselenggarakan pada 16 Februari 2026, bertempat di The Kitchen Restaurant, ARYADUTA Palembang, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WIB.

‎Perayaan ini akan semakin meriah dengan hiburan Barongsai, yang dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran, dan energi positif di tahun yang baru. Para tamu akan dimanjakan dengan sajian All You Can Eat Chinese Buffet dengan harga IDR 288.000 nett per person.

‎ARYADUTA Palembang menghadirkan beragam menu spesial Chinese New Year yang menggugah selera, di antaranya Appetizer & Salad Bar, Seafood Selection, seperti:

‎Clam bamboo, clam batik, clam salju, clam bulbul, mussel, prawn, dan crab, Live Stall, antara lain Beef Bulgogi with Vegetables & Dipping, Main Course yang terdiri dari  Steam jasmine rice, Authentic Yong Cheow Fried Rice, Chinese BBQ Beef Rib, Steamed Fish with Oyster Sauce, Sweet & Spicy Pineapple King Prawn, juga Stir Fried Chicken Sichuan with Nut, Broccoli with Hoisom & Black Mushroom, Angsio Tofu with Seafood and Vegetables, Noodle Station,

‎Ada juga Assorted Dim Sum, yang terdiri dari  Dim Sum Fried (Crispy Bean Curd Skin Rolled, Vegetable Spring Roll, Fried Wonton), Dim Sum Steamed (Siomay, Chicken Feet, Char Siu Pao) dan juga Dessert Selection seperti  Kue Keranjang, Assorted Moon Cake, Chinese Mango, Pudding, Fish Fruity Jelly, Colorfully Choux Pyramid, Red Bean Mousse, Bubur Cha Cha dan masih banyak pilihan menu lainnya yang siap memanjakan para tamu.

‎Sebagai penawaran spesial, ARYADUTA Palembang memberikan Diskon 20% bagi tamu yang melakukan pembayaran menggunakan Kartu Kredit Bank Mandiri, dengan minimum pembelian 2 pax.

‎Melalui perayaan ini, ARYADUTA Palembang berharap dapat menghadirkan pengalaman bersantap yang berkesan, penuh kehangatan, dan kebersamaan. (ril/ning)

Wyndham Opi Hotel Palembang Rayakan Tahun Baru Imlek 2026 dengan Makan Malam Tradisi Yusheng

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Wyndham Opi Hotel Palembang menyambut Tahun Baru Imlek 2026 dengan menghadirkan perpaduan budaya dan kuliner yang dikemas dalam sebuah acara makan malam meriah.

‎‎Acara yang bertajuk “Prosperity Reunion Dinner – Year of the Fire Horse” akan menyajikan Yusheng Platter yang terdiri dari irisan salmon segar, aneka sayuran, serta berbagai saus dan pelengkap yang melambangkan kemakmuran.

‎Jumin Hidayat, Hotel Manager Wyndham Opi Hotel Palembang mengungkapkan, Platter ini disediakan gratis kepada tamu yang memiliki minimal empat reservasi.

‎Tamu juga dapat menikmati sajian buffet dengan beragam menu spesial imlek, seperti orange prawn fruit salad, beef shichuan, dim sum, barbeku, suki, serta mi Hongkong.

‎‎” Untuk hidangan penutup, tersedia aneka sajian manis seperti peach gum dan kue keranjang,” kata Jumin.

‎‎Wyndham Opi Hotel Palembang juga memanjakan para tamu dengan hiburan live music Mandarin, tarian barongsai, pembagian angpau, dan permainan interaktif yang menciptakan suasana penuh kebersamaan.

‎“Kami senang dapat selalu menjadi tujuan utama bagi tamu untuk merayakan keseruan Tahun Baru Imlek karena sajian dan hiburan berkelas yang ada setiap tahunnya,” ujarnya.

‎Seluruh tamu dapat bergabung menikmati kemeriahan acara Prosperity Reunion Dinner dengan harga Rp350.000 per orang. Bagi tamu yang memiliki kartu kredit BCA dan Mandiri juga akan mendapatkan tambahan potongan 20 persen.

‎Selain itu, terdapat paket Prosperity Stay yang menawarkan menginap di Deluxe room yang dilengkapi dengan desain elegan dengan pemandangan Kota Palembang, serta termasuk kupon makan malam dan sarapan untuk dua orang. Tamu dapat memesan paket ini hanya dengan Rp1.618.000 mulai dari 1 hingga 16 Februari 2026.

‎Untuk informasi lebih lanjut dan reservasi, silakan kunjungi Instagram @wyndhamopi atau situs resmi wyndhamopipalembang.com (ril/ning)

ARYADUTA Palembang Kembali Gelar Program Wellness “Tjakap Djiwa” ‎Hadirkan Silent Poundfit & Cinematic Yoga

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ARYADUTA Palembang kembali menunjukkan komitmennya terhadap gaya hidup sehat melalui program wellness Tjakap Djiwa. Kali ini, ARYADUTA menghadirkan pengalaman unik dan menenangkan melalui Silent Poundfit dan Cinematic Yoga, yang diselenggarakan pada Sabtu, 1 Februari 2025, pukul 07.00 – 10.00 WIB.

‎Program ini dipandu oleh trainer Emmy, yang membawa peserta menikmati sesi olahraga mindful dengan konsep audio personal dan suasana sinematik, menciptakan pengalaman kebugaran yang menyelaraskan tubuh, pikiran, dan jiwa.

‎Tidak hanya menghadirkan aktivitas wellness, acara ini juga mencatatkan pencapaian positif dari sisi kuliner. Dalam kesempatan tersebut, ARYADUTA Palembang berhasil menjual Grilled Chicken Wrap, salah satu signature menu Tjakap Djiwa yang menjadi favorit peserta berkat cita rasa sehat dan lezat.

‎Program Tjakap Djiwa kali ini merupakan hasil kolaborasi dengan Clemen Baby Shop dan Suara Suunyi, serta didukung oleh berbagai brand ternama seperti Skin+, Blackmores, dan sejumlah partner lainnya yang turut berkontribusi dalam menyukseskan acara.

‎“Melalui program Tjakap Djiwa, ARYADUTA Palembang ingin menghadirkan pengalaman wellness yang tidak hanya berfokus pada aktivitas fisik, tetapi juga pada ketenangan pikiran dan keseimbangan jiwa. Silent Poundfit dan Cinematic Yoga kami hadirkan sebagai bentuk inovasi agar para peserta dapat menikmati olahraga dengan cara yang lebih mindful dan berkesan,” ujar Larasati Syahputri, Marketing Communication Executive ARYADUTA Palembang. (ril/ning)

Membangun Literasi Data Sejak Dini, BPS Provinsi Lampung Gelar “Statistics Meets Students” bagi Pelajar SMP Pelita Bangsa

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam upaya mencetak generasi yang sadar data, Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung menggelar kegiatan edukatif bertajuk “Statistics Meets Students”. Sebanyak puluhan pelajar SMP Pelita Bangsa, Bandar Lampung hadir di Aula BPS Provinsi Lampung, pada Selasa (3/2) dalam rangka mengenal lebih dekat dengan dunia statistik.

Kegiatan ini merupakan kesempatan baik dalam membangun persepsi statistik yang tadinya dianggap sebagai deretan angka rumit, menjadi informasi yang relevan dan menarik bagi kehidupan sehari-hari.

Kepala BPS Provinsi Lampung, yang diwakili oleh Kepala Bagian Umum, Ajid Hajiji, dalam sambutannya menjelaskan bahwa BPS adalah instansi vertikal yang bertugas mengumpulkan data sebagai dasar pengambilan keputusan pembangunan.

“Data yang dikumpulkan BPS, seperti jumlah penduduk atau rumah tangga, digunakan pemerintah untuk merancang program strategis seperti sekolah rakyat hingga program 3 juta rumah,” ujar Ajid Hajiji. Ia juga mengingatkan para siswa dan guru bahwa pada bulan Mei hingga Juli 2026, BPS akan melaksanakan Sensus Ekonomi.

“Kami mohon bantuan adik-adik untuk menyampaikan kepada keluarga di rumah bahwa pada bulan Mei, Juni, dan Juli 2026 mendatang, petugas BPS akan turun ke lapangan untuk melakukan pendataan Sensus Ekonomi secara serentak. Kami mengajak para pelajar untuk dapat ikut mensosialisasikan pentingnya sensus ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar,” ajaknya. Sensus ini akan mencakup seluruh aktivitas usaha (kecuali pertanian) untuk menghasilkan data akurat yang menjadi dasar perencanaan pembangunan ekonomi nasional.

Mewakili pihak sekolah, Ibu Liem menyampaikan bahwa kegiatan ini juga bermanfaat bagi para siswa sebagai aplikasi nyata dari materi Geografi mengenai populasi dan materi Matematika tentang statistik yang sedang dipelajari siswa kelas 8 di sekolah.

Sesi materi utama disampaikan oleh Hermawan Prasetyo dengan tema “Lebih Dekat dengan BPS”. Ia menekankan bahwa data bukan sekadar angka di dalam tabel, melainkan informasi karakteristik populasi yang bisa berbentuk teks, gambar, audio, hingga peta. Hermawan juga menjelaskan berbagai produk BPS, mulai dari indikator strategis seperti inflasi dan pertumbuhan ekonomi, hingga cara masyarakat mengakses data tersebut melalui website lampung.bps.go.id, aplikasi Allstat BPS, hingga layanan konsultasi “Talita”.

Di akhir sesinya, Hermawan turut memperkenalkan Politeknik Statistika STIS sebagai sekolah kedinasan di bawah naungan BPS bagi siswa yang berminat mendalami ilmu statistik di masa depan.

Sesi berikutnya dipandu oleh Irvan Simamora yang memaparkan materi “Yuk Kenalan Sama Penduduk Indonesia”. Para siswa diajak memahami faktor-faktor yang memengaruhi pertumbuhan penduduk, cara membaca piramida penduduk, hingga dampak angka kematian bayi terhadap laju pertumbuhan penduduk.

Antusiasme siswa terlihat tinggi dalam sesi diskusi. Gabriel, salah satu siswa kelas 8, menanyakan wilayah dengan populasi tertinggi di Lampung, yang dijawab bahwa Lampung Tengah memegang persentase tertinggi sebesar 16,19 persen, diikuti Bandar Lampung sebesar 12,88 persen. Sementara itu, menanggapi pertanyaan Gisel mengenai kendala lapangan, pihak BPS menjelaskan bahwa tantangan utama adalah meyakinkan masyarakat bahwa data yang dikumpulkan bersifat penting dan dijamin kerahasiaannya.

Kegiatan diakhiri dengan sesi office tour untuk mengenalkan lingkungan kerja fisik BPS Provinsi Lampung kepada para siswa. BPS Provinsi Lampung berharap para pelajar SMP Pelita Bangsa dapat menjadi “duta data” yang mendukung kesuksesan agenda statistik nasional, termasuk menyuarakan semangat Sensus Ekonomi 2026 demi masa depan Indonesia yang lebih terukur dan sejahtera.

Ekspor Provinsi Lampung Sepanjang 2025 Capai US$6,64 Miliar, Tumbuh 18,78 Persen

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan konsistensi kinerja positif perdagangan luar negeri Lampung pada penutupan tahun 2025. Kinerja positif ini disampaikan oleh Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan secara daring pada Senin (2/2).

Nilai ekspor Provinsi Lampung pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar US$661,98 Juta. Nilai ekspor ini menunjukkan peningkatan 16,19 persen secara (y-on-y), yakni bila dibandingkan dengan nilai ekspor di bulan Desember 2024 yang mencapai US$569,76 juta. Secara kumulatif, dari bulan Januari hingga Desember 2025, nilai ekspor Provinsi Lampung telah mencapai US$6,64 miliar, meningkat 18,78 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai US$5,59 miliar. Lebih jauh lagi, ekspor komoditas asal Provinsi Lampung dilakukan baik melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung maupun pelabuhan yang berada di luar Provinsi Lampung. Dari total ekspor sepanjang periode Januari – Desember 2025, sebanyak 78,59 persen melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung, atau senilai US$5,22 miliar, terang Sabiel.

Selama bulan Januari hingga Desember 2025, tiga negara utama yang menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung adalah: Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai US$1.019,46 juta (15,36 persen) dengan komoditas ekspor utamanya adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, diikuti oleh Pakistan mencapai US$629,25 juta (9,48 persen) dengan komoditas utama Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, dan Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$623,88 juta (9,40 persen) dengan komoditas ekspor utamanya juga Lemak dan Minyak Hewan/Nabati.

Selain itu, share komoditas terbesar pada Ekspor Provinsi Lampung Januari – Desember 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Lemak dan Minyak Hewan/Nabati: 2.685,58 juta (40,46 persen); Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah: 1.699.30 juta (25,60 persen); Bahan Bakar Mineral: 743,88 juta (11,21 persen).

Dari sisi impor, nilai impor luar negeri pada Desember 2025 tercatat sebesar US$162,51 Juta. “Nilai Impor ini menunjukkan penurunan 14,35 persen secara y-on-y, yakni bila dibandingkan dengan nilai impor di bulan Desember 2024 yang mencapai US$189,74 juta.” terang Sabiel.

Secara kumulatif, nilai impor Januari hingga Desember 2025 mencapai US$2,07 miliar, mengalami penurunan sebesar 2,26 persen dibandingkan dengan nilai impor pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai US$2,12 miliar.

Pada periode bulan Januari hingga Desember 2025, tiga negara utama asal impor terbesar Provinsi Lampung adalah: Nigeria dengan nilai impor sebesar US$ 354,00 juta (17,12 persen) dengan komoditas impor utama adalah Bahan Bakar Mineral. Diikuti Amerika Serikat sebesar US$ 314,06 Juta (15,19 persen) dengan komoditas impor terbesar adalah Kereta api, trem, dan bagiannya. Kemudian, Australia dengan nilai impor sebesar US$263,60 juta (12,75 persen), dengan komoditas impor utamanya adalah Binatang Hidup.

Secara keseluruhan, share komoditas terbesar Impor pada Januari – Desember 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Bahan Bakar Mineral: US$832,07 juta (40,23 persen); Binatang Hidup: US$211,21 juta (10,21 persen); Gula dan Kembang Gula: US$204,36 juta (9,88 persen).

Dengan nilai ekspor sebesar US$ 661,98 juta dan nilai impor sebesar US$162,51 juta, pada bulan Desember 2025 ini Provinsi Lampung mencatatkan surplus pada neraca perdagangan luar negerinya sebesar US$499,47 juta.

BPS Provinsi Lampung Mencatat Deflasi 0,07 Persen pada Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pembukaan tahun 2026. Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,07 persen (month-to-month/m-to-m) pada Januari 2026. Angka deflasi ini terpantau lebih rendah dibandingkan dengan kondisi Januari tahun sebelumnya yang mencatatkan deflasi lebih dalam sebesar 0,71 persen.

Deflasi sebesar 0,07 persen ini didorong oleh penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,63 persen dengan andil deflasi terbesar mencapai 0,21 persen. Sementara itu, inflasi dan andil tertinggi tercatat pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, yang mengalami inflasi sebesar 1,02 persen dengan andil 0,07 persen.

Lima komoditas utama yang menjadi pemicu andil deflasi bulanan (m-to-m) antara lain: Cabai Merah dengan andil deflasi sebesar (0,25 persen); diikuti oleh Bawang Merah (0,12 persen); Cabai Rawit (0,06 persen); Bensin (0,03 persen); dan Jeruk (0,03 persen).

Sebaliknya, lima komoditas yang memberikan tekanan inflasi secara umum meliputi Emas Perhiasan sebesar (0,08 persen); Tomat (0,05 persen); Kangkung (0,04 persen); Bayam (0,03 persen); serta Nasi Dengan Lauk (0,03 persen).

Selanjutnya, tingkat inflasi tahunan (year-on-year), Provinsi Lampung pada Januari 2026 tercatat inflasi sebesar 1,90 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Januari 2025 yang sebesar 1,04 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi tertinggi, yaitu sebesar 15,45 persen, dengan andil 1,72 persen. Sementara itu, kelompok Pendidikan mencatatkan deflasi terdalam sebesar 17,97 persen, dengan andil deflasi 1,21 persen.

Berikut adalah lima komoditas utama pendorong inflasi secara tahunan (y-on-y), selama Januari 2026 yaitu, Tarif Listrik dengan andil inflasi sebesar (1,55 persen); Emas Perhiasan (0,61 persen); Bawang Merah (0,24 persen); Beras (0,14 persen), dan Daging Ayam Ras (0,10 persen). Sebaliknya lima komoditas yang menahan laju inflasi atau yang mengalami deflasi yaitu, Sekolah Menengah Atas dengan andil deflasi sebesar (0,85 persen); Sekolah Menengah Pertama (0,39 persen); Cabai Merah (0,26 persen); Bawang Putih (0,10 persen); dan Cabai rawit (0,09 persen).

Selanjutnya BPS Provinsi Lampung juga memantau inflasi di empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Januari 2026, inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi tercatat di Kabupaten Mesuji sebesar 2,92 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,18 persen. Sementara perkembangan bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung, yaitu sebesar 0,18 persen, sebaliknya inflasi terendah terjadi di Kabupaten Mesuji, yaitu sebesar 0,51 persen.

 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung Turun 1,52 Persen pada Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada bulan Januari 2026 tercatat capaian nilai indeks sebesar 128,17 atau mengalami penurunan sebesar 1,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sebagai pengingat, indikator NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani atas hasil produksinya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani untuk memenuhi kebutuhannya,” terang Sabiel.

Penurunan NTP pada bulan Januari 2026 didorong oleh peningkatan pada beberapa subsektor, antara lain: Tanaman Pangan yang turun sebesar (1,98 persen); disusul oleh Hortikultura yang sebesar (11,91 persen); Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar (0,07 persen); Peternakan sebesar (1,13 persen); serta Perikanan Budidaya yang turun (0,07 persen). Sedangkan subsektor yang mengalami peningkatan yaitu, Perikanan Tangkap dengan nilai mencapai 1,62 persen.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Desember 2025 Sebesar 54,44 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data mengenai performa industri pariwisata daerah melalui indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk periode Desember 2025.

Pada Desember 2025, TPK hotel berbintang di Provinsi Lampung tercatat mencapai 54,44 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,51 persen poin dibandingkan dengan kondisi bulan November 2025 (month-to-month). Di sisi lain, pada TPK Hotel Non-Bintang, pada Desember 2025 tercatat 29,19 persen, naik 3,59 persen poin dibandingkan dengan November 2025 dan turun 3,67 persen poin dibandingkan Desember 2024.

BPS Provinsi Lampung Catat Kenaikan Seluruh Moda Transportasi pada Desember 2025, Penumpang Kereta Api Tumbuh 29,08 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data perkembangan transportasi antar moda untuk periode Desember 2025. Laporan ini memberikan gambaran mengenai mobilitas penduduk melalui moda transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.

BPS Provinsi Lampung mencatat, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara pada Bulan Desember 2025 sebanyak 63.005 orang, naik sebesar 20,93 persen dibandingkan Bulan November 2025. Sebaliknya jika dibandingkan dengan Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar 5,25 persen

Berikutnya, jumlah penumpang angkutan laut pada Desember 2025 tercatat sebanyak 56.938 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 28,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau secara (month-to-month). Sementara, secara tahunan (year-on-year), lonjakan signifikan terjadi sebesar 9,56 persen dibandingkan Desember 2024.(Red)

(pelitaekspres.com) –BANDAR LAMPUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan konsistensi kinerja positif perdagangan luar negeri Lampung pada penutupan tahun 2025. Kinerja positif ini disampaikan oleh Statistisi Ahli Muda BPS Provinsi Lampung, Muhammad Sabiel Adi Prakasa, dalam Rilis Berita Resmi Statistik (BRS) yang diselenggarakan secara daring pada Senin (2/2).

Nilai ekspor Provinsi Lampung pada bulan Desember 2025 tercatat sebesar US$661,98 Juta. Nilai ekspor ini menunjukkan peningkatan 16,19 persen secara (y-on-y), yakni bila dibandingkan dengan nilai ekspor di bulan Desember 2024 yang mencapai US$569,76 juta. Secara kumulatif, dari bulan Januari hingga Desember 2025, nilai ekspor Provinsi Lampung telah mencapai US$6,64 miliar, meningkat 18,78 persen dibandingkan dengan nilai ekspor pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai US$5,59 miliar. Lebih jauh lagi, ekspor komoditas asal Provinsi Lampung dilakukan baik melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung maupun pelabuhan yang berada di luar Provinsi Lampung. Dari total ekspor sepanjang periode Januari – Desember 2025, sebanyak 78,59 persen melalui pelabuhan yang berada di Provinsi Lampung, atau senilai US$5,22 miliar, terang Sabiel.

Selama bulan Januari hingga Desember 2025, tiga negara utama yang menjadi tujuan ekspor terbesar Provinsi Lampung adalah: Amerika Serikat dengan nilai ekspor mencapai US$1.019,46 juta (15,36 persen) dengan komoditas ekspor utamanya adalah Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, diikuti oleh Pakistan mencapai US$629,25 juta (9,48 persen) dengan komoditas utama Lemak dan Minyak Hewan/Nabati, dan Tiongkok dengan nilai ekspor sebesar US$623,88 juta (9,40 persen) dengan komoditas ekspor utamanya juga Lemak dan Minyak Hewan/Nabati.

Selain itu, share komoditas terbesar pada Ekspor Provinsi Lampung Januari – Desember 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Lemak dan Minyak Hewan/Nabati: 2.685,58 juta (40,46 persen); Kopi, Teh, dan Rempah-Rempah: 1.699.30 juta (25,60 persen); Bahan Bakar Mineral: 743,88 juta (11,21 persen).

Dari sisi impor, nilai impor luar negeri pada Desember 2025 tercatat sebesar US$162,51 Juta. “Nilai Impor ini menunjukkan penurunan 14,35 persen secara y-on-y, yakni bila dibandingkan dengan nilai impor di bulan Desember 2024 yang mencapai US$189,74 juta.” terang Sabiel.

Secara kumulatif, nilai impor Januari hingga Desember 2025 mencapai US$2,07 miliar, mengalami penurunan sebesar 2,26 persen dibandingkan dengan nilai impor pada periode yang sama di tahun 2024 yang mencapai US$2,12 miliar.

Pada periode bulan Januari hingga Desember 2025, tiga negara utama asal impor terbesar Provinsi Lampung adalah: Nigeria dengan nilai impor sebesar US$ 354,00 juta (17,12 persen) dengan komoditas impor utama adalah Bahan Bakar Mineral. Diikuti Amerika Serikat sebesar US$ 314,06 Juta (15,19 persen) dengan komoditas impor terbesar adalah Kereta api, trem, dan bagiannya. Kemudian, Australia dengan nilai impor sebesar US$263,60 juta (12,75 persen), dengan komoditas impor utamanya adalah Binatang Hidup.

Secara keseluruhan, share komoditas terbesar Impor pada Januari – Desember 2025 didominasi oleh tiga golongan komoditas utama, yaitu: Bahan Bakar Mineral: US$832,07 juta (40,23 persen); Binatang Hidup: US$211,21 juta (10,21 persen); Gula dan Kembang Gula: US$204,36 juta (9,88 persen).

Dengan nilai ekspor sebesar US$ 661,98 juta dan nilai impor sebesar US$162,51 juta, pada bulan Desember 2025 ini Provinsi Lampung mencatatkan surplus pada neraca perdagangan luar negerinya sebesar US$499,47 juta.

BPS Provinsi Lampung Mencatat Deflasi 0,07 Persen pada Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung melaporkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada pembukaan tahun 2026. Provinsi Lampung mencatatkan deflasi sebesar 0,07 persen (month-to-month/m-to-m) pada Januari 2026. Angka deflasi ini terpantau lebih rendah dibandingkan dengan kondisi Januari tahun sebelumnya yang mencatatkan deflasi lebih dalam sebesar 0,71 persen.

Deflasi sebesar 0,07 persen ini didorong oleh penurunan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau yang mengalami deflasi sebesar 0,63 persen dengan andil deflasi terbesar mencapai 0,21 persen. Sementara itu, inflasi dan andil tertinggi tercatat pada kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya, yang mengalami inflasi sebesar 1,02 persen dengan andil 0,07 persen.

Lima komoditas utama yang menjadi pemicu andil deflasi bulanan (m-to-m) antara lain: Cabai Merah dengan andil deflasi sebesar (0,25 persen); diikuti oleh Bawang Merah (0,12 persen); Cabai Rawit (0,06 persen); Bensin (0,03 persen); dan Jeruk (0,03 persen).

Sebaliknya, lima komoditas yang memberikan tekanan inflasi secara umum meliputi Emas Perhiasan sebesar (0,08 persen); Tomat (0,05 persen); Kangkung (0,04 persen); Bayam (0,03 persen); serta Nasi Dengan Lauk (0,03 persen).

Selanjutnya, tingkat inflasi tahunan (year-on-year), Provinsi Lampung pada Januari 2026 tercatat inflasi sebesar 1,90 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi Januari 2025 yang sebesar 1,04 persen.

Berdasarkan kelompok pengeluaran, kelompok Perumahan, Air, Listrik, dan Bahan Bakar Rumah Tangga mengalami inflasi tertinggi, yaitu sebesar 15,45 persen, dengan andil 1,72 persen. Sementara itu, kelompok Pendidikan mencatatkan deflasi terdalam sebesar 17,97 persen, dengan andil deflasi 1,21 persen.

Berikut adalah lima komoditas utama pendorong inflasi secara tahunan (y-on-y), selama Januari 2026 yaitu, Tarif Listrik dengan andil inflasi sebesar (1,55 persen); Emas Perhiasan (0,61 persen); Bawang Merah (0,24 persen); Beras (0,14 persen), dan Daging Ayam Ras (0,10 persen). Sebaliknya lima komoditas yang menahan laju inflasi atau yang mengalami deflasi yaitu, Sekolah Menengah Atas dengan andil deflasi sebesar (0,85 persen); Sekolah Menengah Pertama (0,39 persen); Cabai Merah (0,26 persen); Bawang Putih (0,10 persen); dan Cabai rawit (0,09 persen).

Selanjutnya BPS Provinsi Lampung juga memantau inflasi di empat kabupaten/kota cakupan Indeks Harga Konsumen (IHK). Pada Januari 2026, inflasi tahunan (y-on-y) tertinggi tercatat di Kabupaten Mesuji sebesar 2,92 persen, sementara inflasi terendah terjadi di Kota Bandar Lampung sebesar 0,18 persen. Sementara perkembangan bulanan (m-to-m), inflasi tertinggi terjadi di Kota Bandar Lampung, yaitu sebesar 0,18 persen, sebaliknya inflasi terendah terjadi di Kabupaten Mesuji, yaitu sebesar 0,51 persen.

 Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung Turun 1,52 Persen pada Januari 2026

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis Nilai Tukar Petani (NTP) Provinsi Lampung pada bulan Januari 2026 tercatat capaian nilai indeks sebesar 128,17 atau mengalami penurunan sebesar 1,52 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Sebagai pengingat, indikator NTP merupakan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani atas hasil produksinya dibandingkan dengan indeks harga yang dibayar petani untuk memenuhi kebutuhannya,” terang Sabiel.

Penurunan NTP pada bulan Januari 2026 didorong oleh peningkatan pada beberapa subsektor, antara lain: Tanaman Pangan yang turun sebesar (1,98 persen); disusul oleh Hortikultura yang sebesar (11,91 persen); Tanaman Perkebunan Rakyat sebesar (0,07 persen); Peternakan sebesar (1,13 persen); serta Perikanan Budidaya yang turun (0,07 persen). Sedangkan subsektor yang mengalami peningkatan yaitu, Perikanan Tangkap dengan nilai mencapai 1,62 persen.

Tingkat Penghunian Kamar Hotel Berbintang Desember 2025 Sebesar 54,44 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data mengenai performa industri pariwisata daerah melalui indikator Tingkat Penghunian Kamar (TPK) untuk periode Desember 2025.

Pada Desember 2025, TPK hotel berbintang di Provinsi Lampung tercatat mencapai 54,44 persen. Angka ini menunjukkan pertumbuhan sebesar 5,51 persen poin dibandingkan dengan kondisi bulan November 2025 (month-to-month). Di sisi lain, pada TPK Hotel Non-Bintang, pada Desember 2025 tercatat 29,19 persen, naik 3,59 persen poin dibandingkan dengan November 2025 dan turun 3,67 persen poin dibandingkan Desember 2024.

BPS Provinsi Lampung Catat Kenaikan Seluruh Moda Transportasi pada Desember 2025, Penumpang Kereta Api Tumbuh 29,08 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Lampung merilis data perkembangan transportasi antar moda untuk periode Desember 2025. Laporan ini memberikan gambaran mengenai mobilitas penduduk melalui moda transportasi yang menjadi urat nadi perekonomian daerah.

BPS Provinsi Lampung mencatat, jumlah keberangkatan penumpang angkutan udara pada Bulan Desember 2025 sebanyak 63.005 orang, naik sebesar 20,93 persen dibandingkan Bulan November 2025. Sebaliknya jika dibandingkan dengan Desember 2024 mengalami kenaikan sebesar 5,25 persen

Berikutnya, jumlah penumpang angkutan laut pada Desember 2025 tercatat sebanyak 56.938 orang. Angka ini menunjukkan kenaikan sebesar 28,13 persen dibandingkan bulan sebelumnya atau secara (month-to-month). Sementara, secara tahunan (year-on-year), lonjakan signifikan terjadi sebesar 9,56 persen dibandingkan Desember 2024.(Red)

 

Lampung Deflasi 0,07 Persen pada Januari 2026, Lebih Baik dari Nasional

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), Provinsi Lampung mencatat deflasi 0,07%(mtm) pada Januari 2026, lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami inflasi sebesar 0,59% (mtm). Realisasi tersebut lebih tinggi jika dibandingkan dengan nasional yang mengalami deflasi 0,15% (mtm) dan rata-rata tingkat perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) di Provinsi Lampung pada bulan Januari dalam 3 (tiga) tahun terakhir yang mengalami deflasi 0,11% (mtm). Dengan perkembangan tersebut, inflasi Provinsi Lampung secara tahunan sebesar 1,90% (yoy), lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 3,55% (yoy).

Dilihat dari sumbernya, deflasi pada Januari 2026 utamanya disebabkan oleh penurunan harga komoditas yang tergabung dalam kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok transportasi, yaitu cabai merah, bawang merah, cabai rawit, bensin, dan jeruk dengan andil masing-masing sebesar -0,25%; -0,12%, -0,06%, -0,03%, dan -0,03% (mtm).
Penurunan harga cabai merah dan cabai rawit sejalan dengan peningkatan pasokan yang didukung oleh mulai masuknya masa panen pada sentra produksi utama, khsususnya Kabupaten Pringsewu dan Kabupaten Lampung Timur. Sementara itu, penurunan harga bawang merah selain dipengaruhi oleh peningkatan pasokan selama masa panen, juga didukung oleh realisasi kerja sama KAD B2B antara BUMD Jawa Tengah dengan Lampung. Dari sisi nonpangan, penurunan harga bensin dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi oleh Pertamina.Di sisi lain, deflasi yang lebih dalam pada Januari 2026 tertahan oleh kenaikan harga komoditas yang tergabung dalam kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya, kelompok makanan, minuman, dan tembakau, serta kelompok jasa pelayanan makanan dan minuman, yaitu emas perhiasan, tomat, kangkung, bayam, dan nasi dengan lauk dengan andil masing- masing sebesar 0,08%, 0,05%, 0,04%, 0,03%, dan 0,03% (mtm). Kenaikan harga emas perhiasan
seiring berlanjutnya tren peningkatan harga emas dunia di tengah tingginya ketidakpastian global. Selanjutnya, kenaikan harga tomat, kangkung, dan bayam disebabkan oleh penurunan produksi di daerah sentra akibat tingginya curah hujan.

Ke depan, KPw BI Provinsi Lampung memprakirakan bahwa inflasi di Provinsi Lampung akan tetap terjaga pada rentang sasaran inflasi 2,5±1% (yoy) pada akhir tahun 2026. Namun, beberapa risiko perlu diwaspadai dan dimitigasi, diantaranya dari Inflasi Inti (Core Inflation) berupa (i) peningkatan permintaan agregat sebagai dampak dari penyesuaian UMP yang direalisasikan secara bertahap pada sepanjang tahun dan meningkatnya mobilitas masyarakat pada momentum Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta (ii) berlanjutnya kenaikan harga emas dunia seiring masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan sentimen kebijakan ekonomi Amerika Serikat. Selanjutnya.dari sisi Inflasi bahan makanan bergejolak (Volatile Food) adalah (i) peningkatan curah hujan dan risiko banjir lokal berpotensi menghambat realisasi panen padi serta distribusi pangan, sejalan dengan analisis BMKG dan beberapa Pusat Iklim Dunia yang memprediksi berlanjutnya La Nina lemah hingga awal tahun 2026; dan (ii) potensi peningkatan harga komoditas pangan strategis pada periode high season Ramadan dan HBKN Idulfitri 1447 H; serta (iii) potensi gangguan pasokan dan distribusi komoditas pangan ke Provinsi Lampung sebagai dampak meningkatnya frekuensi kejadian bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Sumatera, yang berisiko menghambat kelancaran arus logistik antarwilayah. Adapun risiko dari inflasi harga yang diatur pemerintah (Administered.Price) yang perlu dicermati adalah (i) kenaikan harga minyak dunia dipicu potensi gangguan pasokan.global sejalan dengan berlanjutnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah; serta (ii) normalisasi
tarif angkutan darat dan laut pasca berakhirnya diskon tarif angkutan, serta insentif PPN DTP untuk angkutan udara pada periode HBKN.

Meninjau perkembangan inflasi bulan berjalan dan mempertimbangkan risiko inflasi ke depan, Bank Indonesia dan TPID Provinsi Lampung akan terus melanjutkan upaya menjaga stabilitas harga melalui strategi 4K.1. Keterjangkauan Harga
a. Melakukan operasi pasar beras/SPHP secara terarah dan targeted.
b. Melakukan monitoring harga dan pasokan, khususnya pada komoditas yang berisiko mengalami kenaikan harga pada bulan Januari, utamanya komoditas hortikultura, daging sapi, serta daging dan telur ayam ras.
2. Ketersediaan Pasokan
a. Perluasan Implementasi Toko Pengendalian Inflasi di seluruh wilayah IHK/Non-IHK.
b. Penguatan kerja sama antar daerah (KAD) antar-Provinsi maupun intra-Provinsi untuk komoditas defisit dan berisiko defisit dengan sentra produksi.
c. Penguatan koordinasi antar OPD terkait untuk mempercepat realisasi pelaksanaan program swasembada pangan di Provinsi Lampung, utamanya melalui optimalisasi lahan, penggunaan varietas unggul, bantuan alsintan, serta memastikan kelancaran pendistribusian pupuk bersubsidi secara tepat guna dan tepat sasaran.
d. Penguatan data pasokan dalam rangka memperkuat monitoring ketersediaan pasokan.
3. Kelancaran Distribusi
a. Memastikan kecukupan kapasitasnya dan jumlah moda transportasi untuk menjaga kelancaran.lalu lintas angkutan barang dan manusia.
b. Penguatan kapasitas transportasi dengan penambahan volume penerbangan Lampung –
Jakarta dan reaktivasi rute penerbangan Lampung – Bali dan Lampung – Jogja.
c. Melanjutkan upaya perbaikan jalan kabupaten/kota dan pedesaan yang dilalui oleh angkutan
barang bahan pangan.d. Memastikan keberlanjutan dan penguatan implementasi Mobil TOP (Transportasi Operasi
Pasar) dalam menjaga kelancaran operasi pasar.
e. Bekerja sama dengan OPD dan Bulog dalam pemberian dukungan Subsidi Ongkos Angkut
(SOA).
4. Komunikasi efektif
a. Melakukan rapat koordinasi rutin TPID Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam rangka menjaga
awareness terkait dinamika harga dan pasokan terkini.
b. Memperkuat sinergi komunikasi dalam rangka menjaga ekspektasi positif terhadap prospek
perkembangan harga dan kecukupan pasokan.
c. Penguatan sistem informasi neraca pangan melalui integrasi data pangan terkini dan
berkualitas untuk mendukung pengambilan kebijakan pengendalian harga yang tepat.
d. Pemanfaatan media digital untuk penyampaian informasi terkini inflasi di Provinsi Lampung.