BRI Insurance (BRINS) Lampung Galang Donor Darah : Wujud Kepedulian Dalam Aksi Kemanusiaan

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- BRI Insurance (BRINS) Kantor Wilayah Lampung sukses gelar kegiatan donor darah pertama mereka, Senin (18/5/2026).

Bertempat di Gedung UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, acara ini berjalan dengan tertib, lancar, dan penuh antusiasme. Masyarakat umum antusias mengikuti kegiatan kemanusiaan ini sebagai bentuk kepedulian bersama dalam mendukung ketersediaan darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Hadir dan officially membuka kegiatan tersebut, Pemimpin Kantor Wilayah BRI Insurance Lampung, Fransen Andreas Sinabutar, S.H., AAAIK, ANZIIF. Turut mendampingi, Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala UDD Pembina PMI Provinsi Lampung, dr. Zam Zanariah, Sp.N., M.Kes., beserta jajarannya.

Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza atau yang biasa dikenal sebagai Batin Wulan,memberikan dukungan penuh terhadap kegiatan donor darah ini. Dalam kesempatan tersebut, Batin Wulan menyampaikan bahwa kegiatan donor darah merupakan salah satu bentuk nyata kemanusiaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Fransen Andreas Sinabutar menyampaikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan oleh PMI Provinsi Lampung kepada BRI Insurance untuk melaksanakan kegiatan sosial ini.

“Ini merupakan bentuk kepedulian BRI Insurance terhadap sesama manusia. Kami berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak demi mendukung program-program kemanusiaan,” kata Fransen dalam keterangannya.

Sekedar informasi, kegiatan donor darah ini merupakan agenda pertama kalinya diselenggarakan oleh BRI Insurance Kantor Wilayah Lampung. Melalui kegiatan ini, perusahaan berharap dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan transfusi darah.

UDD Pembina PMI Provinsi Lampung menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada BRI Insurance, panitia pelaksana, serta seluruh pendonor sukarela atas partisipasi dan dukungan dalam menyukeskan kegiatan ini. Setiap tetes darah yang didonorkan diharapkan dapat menjadi sumber harapan dan kehidupan bagi sesama, sekaligus berlanjut semangat kepedulian sosial dan gotong royong kemanusiaan di Provinsi Lampung.(Red)

ARYADUTA Palembang Hadirkan Kembali Cita Rasa Warisan Lewat Program “SAPTA RASA”

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ARYADUTA Palembang kembali menghadirkan program kuliner unggulan bertajuk SAPTA RASA, sebuah inisiatif yang mengangkat kembali kekayaan kuliner warisan budaya Palembang ke dalam sajian modern yang dapat dinikmati oleh seluruh tamu.

Pada edisi kali ini, ARYADUTA Palembang memperkenalkan menu spesial “Nasi Minyak Cito Raso”, hidangan khas yang memiliki sejarah panjang dalam budaya Palembang.

Dahulu, nasi minyak dikenal sebagai sajian istimewa yang hanya dihidangkan untuk kalangan kesultanan serta para tamu kehormatan, menjadikannya simbol kemewahan, penghormatan, dan nilai budaya yang tinggi.

Kini, melalui program SAPTA RASA, ARYADUTA Palembang menghadirkan kembali hidangan tersebut dengan sentuhan yang lebih modern namun tetap mempertahankan keaslian rasa dan nilai tradisinya.

Nasi Minyak Cito Raso disajikan dengan pilihan lauk yang lebih beragam, yaitu Kentang Mustofa, Ayam Kecap, dan Daging Malbi, menciptakan perpaduan rasa gurih, manis, dan kaya rempah yang harmonis dalam satu hidangan.

Menu ini ditawarkan dengan harga Rp 89.000 per porsi, serta tersedia juga Paket Family untuk 4 orang dengan harga Rp 349.000, menjadikannya pilihan tepat untuk dinikmati bersama keluarga maupun dalam momen kebersamaan.

Marketing Communication ARYADUTA Palembang, Larasati Syahputri, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen hotel dalam menjaga dan melestarikan warisan kuliner daerah.

“Melalui SAPTA RASA, kami ingin menghadirkan kembali cerita dan cita rasa yang pernah menjadi bagian penting dari sejarah Palembang. Nasi Minyak Cito Raso bukan hanya sekadar hidangan, tetapi juga warisan budaya yang kami hidupkan kembali agar tetap dikenal dan dinikmati oleh generasi saat ini. ARYADUTA Palembang berkomitmen untuk terus menjaga agar kekayaan kuliner ini tidak hilang, melainkan terus berkembang dan relevan dengan zaman,” ujar Larasati Syahputri.

Dengan hadirnya SAPTA RASA, ARYADUTA Palembang berharap dapat memberikan pengalaman bersantap yang tidak hanya lezat, tetapi juga penuh makna budaya bagi setiap tamu yang datang. (Ning)

IMIP Perkuat Pengawasan dan Bangun Budaya K3

MOROWALI -(deklarasinews.com)- PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus memperketat pengawasan dalam penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di seluruh kawasan. Disadari, integritas sistem akan berjalan efektif jika berjalan seiring dengan kedisiplinan serta perilaku pekerja di lapangan.

Secara teknis, sistem dan Standar Operasional Prosedur (SOP) K3 di kawasan IMIP sudah dirancang sesuai standar yang berlaku secara global dan regulasi pemerintah. Sehingga persoalannya bukan pada sistem yang lemah, melainkan masih rendahnya kesadaran individu dalam menjalankan prosedur.

Meski demikian, Manajer Occupational Health and Safety (OHS) PT IMIP, Johny Semuel, mengungkapkan, dalam setiap rapat Panitia Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (P2K3) bersama tenant, pihaknya intens menyampaikan agar investigasi kecelakaan tidak selalu mencari kelalaian personal, sebab hanya akan mengaburkan definisi investigasi itu sendiri.

Untuk mencegah hal tersebut, Johny menginstruksikan setiap divisi pengawas di perusahan harus terlibat secara aktif dalam pengecekan di lapangan. “Sebagai instrumen pengendali, penerapan SMK3 di kawasan IMIP bertujuan meminimalisir potensi kecelakaan kerja. Melalui audit berkala dan evaluasi risiko, SMK3 mampu memetakan titik-titik rawan. Sehingga insiden serupa tidak kembali terjadi di masa mendatang,” jelas Johny Semuel, Sabtu (16/05/2026).

Saat ini, dari total 52 perusahaan yang beroperasi di kawasan IMIP, 37 tenant telah mengantongi sertifikat SMK3 dari kementerian teknis, dan 15 diantaranya sedang dalam proses verifikasi internal di perusahaan masing-masing. Terkait kedisiplinan, PT IMIP memberlakukan tindakan tegas bagi pihak yang terbukti lalai. Bagi individu, sanksi dapat berupa surat peringatan hingga pemutusan hubungan kerja. Sementara bagi tenant yang abai, diberlakukan sanksi administratif hingga evaluasi kontrak.

“Sanksi itu memberikan efek jera, namun tidak cukup. Strategi ke depan, PT IMIP melalui Departemen OHS akan terus menekankan fokus lebih dari sekadar kepatuhan berbasis ketakutan (punishment) menuju pembangunan budaya K3 (safety culture),” ujarnya. Johny Semuel menyebut, strategi ini meliputi pelatihan berkelanjutan, kampanye keselamatan yang lebih personal, serta pengawasan melekat di lapangan. Semua bertujuan untuk memastikan setiap pekerja datang dan pulang dalam kondisi sehat serta selamat. (*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Rpdm

PLN UID Lampung Dorong 100% Kendaraan Operasional Berbasis EV

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- 16 Mei 2026 Transformasi menuju operasional yang lebih ramah lingkungan terus dilakukan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Lampung. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan mengadopsi kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV) sebagai armada operasional di seluruh wilayah kerja PT PLN UID Lampung.

Hingga Mei 2026, tercatat sebanyak 51 unit kendaraan listrik telah digunakan untuk mendukung aktivitas petugas di lapangan. Pemanfaatan EV ini tidak hanya dilakukan di wilayah perkotaan, tetapi juga menjangkau daerah dengan kondisi medan yang cukup menantang.

Penggunaan kendaraan listrik dinilai mampu menjawab kebutuhan mobilitas harian. Dengan daya jelajah mencapai 350 hingga 450 kilometer dalam sekali pengisian, kendaraan ini terbukti andal untuk mendukung operasional.

General Manager PLN UID Lampung, Rizky Mochamad, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung transisi energi bersih.

“Transformasi ini menunjukkan bahwa kendaraan listrik tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga mampu mendukung mobilitas kerja secara andal di berbagai kondisi lapangan,” ujar Rizky.

Di sisi lain, pengalaman positif juga dirasakan langsung oleh salah satu pengemudi di lapangan, Adi menyampaikan bahwa kendaraan listrik memberikan kenyamanan lebih saat digunakan.

“Selama menggunakan kendaraan listrik, kami merasakan operasional jadi lebih praktis. Suaranya halus, perawatannya juga lebih sederhana, dan yang paling penting tetap bertenaga saat digunakan di berbagai kondisi,” ungkap Adi.

Melalui transformasi kendaraan operasional berbasis listrik, PLN UID Lampung terus memperkuat komitmen menghadirkan sistem operasional yang lebih efisien dan adaptif. Langkah ini diharapkan dapat mengoptimalkan penggunaan energi sekaligus meningkatkan produktivitas dalam mendukung pelayanan kepada pelanggan.

 

Peduli Lansia, Srikandi PLN UID Lampung Berikan Bantuan Nutrisi hingga Pemeriksaan Kesehatan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan masyarakat, khususnya lansia dan warga prasejahtera, Srikandi PLN UID Lampung menggelar kegiatan Srikandi Care bersama Komunitas Posbindu Jatimulyo. Melalui program tersebut, Srikandi PLN menghadirkan bantuan nutrisi sekaligus layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat setempat 15 Mei 2026.

Srikandi PLN merupakan komunitas pegawai perempuan PLN yang berperan dalam mendukung pengembangan kapasitas perempuan, kepemimpinan, serta pengarusutamaan gender di lingkungan kerja dan masyarakat. Melalui berbagai program sosial dan pemberdayaan, Srikandi PLN turut mendorong terciptanya lingkungan yang inklusif, peduli, dan berkelanjutan.

Kegiatan yang melibatkan pegawai Srikandi PLN, kader Posbindu, serta tenaga kesehatan dari UPTD Puskesmas Karang Anyar tersebut berlangsung hangat dan penuh kebersamaan. Puluhan peserta mengikuti rangkaian pemeriksaan kesehatan dan menerima paket nutrisi berupa susu, biskuit, madu, dan sereal sebagai dukungan pemenuhan gizi harian.

Ketua Srikandi PLN UID Lampung, Tarti Mudiani, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Srikandi PLN untuk terus menghadirkan kepedulian yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui Srikandi Care, kami ingin menghadirkan perhatian sederhana namun bermakna bagi masyarakat, khususnya lansia dan warga prasejahtera. Kami berharap bantuan nutrisi dan pemeriksaan kesehatan ini dapat membantu menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mempererat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial,” ujar Tarti.

Selain penyaluran bantuan nutrisi, kegiatan juga diisi dengan pemeriksaan kesehatan meliputi pengecekan tekanan darah, gula darah, dan berat badan. Pemeriksaan tersebut menjadi langkah preventif untuk membantu masyarakat memantau kondisi kesehatan secara berkala.

Ketua Posbindu Jatimulyo, Rohma, mengapresiasi kepedulian yang diberikan Srikandi PLN UID Lampung kepada masyarakat di wilayahnya. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya membantu pemenuhan nutrisi masyarakat, tetapi juga meningkatkan kesadaran warga untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya.

Program ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya poin 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being). Ke depan, Srikandi PLN UID Lampung berkomitmen untuk terus menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui kolaborasi bersama komunitas dan para pemangku kepentingan.(Red)

Ribuan Pelanggan PLN Lampung Manfaatkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, Aktivitas di Rumah Makin Nyaman dan Lancar

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- 14 Mei 2026 – Antusiasme masyarakat terhadap program tambah daya listrik PT PLN (Persero) bertajuk “Power Up Real, Listrik Aman Kerja Lancar” terlihat tinggi di Provinsi Lampung. Sebanyak 1.818 pelanggan PLN UID Lampung tercatat memanfaatkan program diskon tambah daya 50 persen yang berlangsung pada 15–28 April 2026.

Program ini dihadirkan untuk mendukung kebutuhan listrik masyarakat yang terus meningkat, khususnya dalam menunjang aktivitas bekerja dari rumah (work from home/WFH), kegiatan usaha rumahan, hingga penggunaan berbagai perangkat elektronik sehari-hari.

Dari total realisasi pelanggan, perubahan daya dari 900 VA ke 1.300 VA menjadi pilihan terbanyak dengan 574 pelanggan atau sekitar 32 persen. Sementara itu, penambahan daya dari 1.300 VA ke 2.200 VA juga cukup diminati dengan total 326 pelanggan atau 17 persen dari keseluruhan pelanggan yang mengikuti program.

Senior Manager (SRM) Niaga dan Manajemen Pelanggan PT PLN (Persero) UID Lampung, Heru Purwoko, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan kebutuhan listrik rumah tangga yang semakin berkembang seiring meningkatnya aktivitas digital dan penggunaan peralatan elektronik di rumah.

“Program diskon tambah daya ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh pasokan listrik yang lebih andal dan nyaman, terutama dalam mendukung aktivitas WFH maupun kegiatan lainnya di rumah. Dengan kapasitas listrik yang lebih besar, pelanggan dapat menggunakan perangkat elektronik secara lebih optimal tanpa khawatir terjadi kendala akibat keterbatasan daya,” ujar Heru.

Menurutnya, program ini juga menjadi bentuk komitmen PLN dalam menghadirkan layanan kelistrikan yang mudah diakses dan terjangkau bagi masyarakat.

“Melalui berbagai program dan inovasi layanan, PLN terus berupaya memberikan kemudahan bagi pelanggan untuk memenuhi kebutuhan listriknya, baik untuk mendukung produktivitas, usaha rumahan, maupun gaya hidup masyarakat yang semakin modern dan serba digital,” tambahnya.

Heru menegaskan, PLN akan terus memperkuat transformasi digital melalui pengembangan layanan berbasis aplikasi guna menghadirkan pengalaman layanan yang lebih praktis, cepat, dan transparan bagi pelanggan.

“PLN berkomitmen menghadirkan layanan terbaik melalui inovasi berkelanjutan, termasuk optimalisasi aplikasi PLN Mobile. Kini seluruh kebutuhan layanan kelistrikan dapat diakses dengan lebih mudah, efisien, dan nyaman kapan saja serta di mana saja,” tutup Heru. (Red)

Tak Sekadar Tempat Transit, Bandara Radin Inten II Kini Jadi Ruang Pendataan Ekonomi Lampung

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bandar udara tak lagi sekadar tempat orang datang dan pergi. Di tengah lalu lalang penumpang dan suara pengumuman penerbangan di Bandar Udara Internasional Radin Inten II, puluhan pelaku usaha berkumpul di Aula Siger, Rabu pagi (13 Mei 2026).

Mereka bukan hendak membuka gerai baru ataupun mengikuti rapat bisnis, melainkan mengisi kuesioner Sensus Ekonomi 2026 bersama-sama. Sebanyak 64 tenant dan mitra usaha bandara hadir dalam kegiatan “Ngisi Bareng” yang difasilitasi oleh pengelola bandara bersama Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung.

General Manager PT Angkasa Pura Indonesia Bandar Udara Internasional Radin Inten II Lampung, Kiki Eprina Arieanti, menyebut kegiatan itu sebagai bentuk dukungan terhadap program nasional yang digelar setiap satu dekade sekali. “Kalau bisa jangan sampai petugas harus mendatangi satu per satu tenant,” ujarnya di hadapan peserta. Bandara, kata dia, ingin menjadi fasilitator agar proses pendataan berjalan lebih mudah dan efisien. Di sela sambutannya, Kiki juga menggambarkan bagaimana wajah bisnis bandar udara perlahan berubah. Pendapatan non-aeronautika—seperti sewa tenant dan aktivitas komersial—mulai menjadi penopang penting industri bandara, meski saat ini kontribusinya masih belum dominan.

Bagi Badan Pusat Statistik, data dari kawasan bandara menyimpan cerita tersendiri tentang denyut ekonomi Lampung. Kepala Bagian Umum BPS Provinsi Lampung, Ajid Hajiji, mengatakan sensus ekonomi bukan sekadar pendataan administratif, melainkan upaya “memotret wajah ekonomi Indonesia”. Dari data itu, pemerintah dapat membaca pergerakan usaha, pola konsumsi, hingga potensi pertumbuhan sektor jasa dan perdagangan di masa depan. “Tanpa partisipasi pelaku usaha, potret ekonomi Lampung tidak akan lengkap,” katanya.

Suasana formal perlahan mencair ketika sesi pengisian dimulai. Para pelaku usaha membuka telepon genggam masing-masing, memindai barcode, lalu mulai mengisi formulir digital yang dipandu langsung tim BPS. Di beberapa sudut ruangan, petugas membantu peserta yang masih kebingungan mengakses tautan atau memverifikasi Nomor Induk Berusaha (NIB). Ketua Pelaksana SE2026 BPS Provinsi Lampung, M. Ilham Salam, bersama tim memastikan proses berjalan lancar. Sesekali terdengar canda ringan di tengah keseriusan mengisi data usaha.

Di ruang yang biasanya dipakai untuk pertemuan resmi itu, statistik terasa lebih dekat dengan keseharian. Angka-angka yang selama ini hadir dalam laporan dan grafik rupanya bermula dari isian sederhana para pelaku usaha: omzet, jumlah pekerja, hingga jenis layanan yang mereka jalankan. Dari aula di bandara itu, negara sedang menyusun potret ekonomi untuk sepuluh tahun mendatang.

BI dan Pemkab Lampung Tengah Percepat Implementasi ETPD

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah kembali menegaskan komitmen mempercepat digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah melalui penyelenggaraan High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah(TP2DD) Tahun2026.

Kegiatan berlangsung pada Senin,(11/5/2026), yang dihadiri oleh Plt Bupati I Komang Koheri, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum, Plt Kepala Bapenda, dan seluruh Kepala OPD se-Kabupaten Lampung Tengah serta Kepala Cabang Bank Lampung Bandar Jaya.

Hal ini menjadi momentum penegasan komitmen penyusunan roadmap implementasi Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) dengan penguatan sinergi lintas pemangku kepentingan dalam mendorong pengelolaan keuangan daerah Kabupaten Lampung Tengah yang semakin modern, efisien, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah (Pemda) memiliki peran penting sebagai entry point dalam pembangunan ekosistem ekonomi keuangan digital.

Peningkatan transaksi non tunai berkontribusi pada optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui sistem penerimaan yang lebih tertib, terintegrasi, dan berbasis data.

Berdasarkan data Satgas TP2DD tahun 2025, secara umum rerata tingkat realisasi penerimaan dan belanja pada Pemda yang telah di tahap “Digital” lebih tinggi di rentang 35 hingga 43 persen dibandingkan Pemda di tahap lainnya.

Selain itu, digitalisasi pembayaran turut meningkatkan kualitas layanan publik melalui kemudahan akses pembayaran pajak dan retribusi daerah bagi masyarakat.

Capaian implementasi digitalisasi transaksi Pemerintah Daerah di Kabupaten Lampung Tengah patut diapresiasi karena telah menunjukkan perkembangan yang semakin positif.

Merujuk pada hasil Championships TP2DD 2025, Kabupaten Lampung Tengah berada di peringkat kedua di tingkat kabupaten se-wilayah Lampung dengan skor 80,03 dan telah berada pada tahap “Digital”.

Hal ini mencerminkan semakin bertambahnya penggunaan kanal pembayaran non tunai dalam transaksi pajak, retribusi, maupun belanja daerah.

Adapun berdasarkan hasil evaluasi Championships tersebut, masih terdapat ruang pengembangan bagi Kabupaten Lampung Tengah, salah satunya adalah mensinergikan roadmap dan rencana aksi implementasi ETPD agar menjadi capaian berkelanjutan di Championships TP2DD berikutnya.

Dalam sambutan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Bapak Bimo Epyanto menyampaikan bahwa roadmap merupakan alat navigasi yang diterjemahkan ke dalam langkah operasional jangka menengah untuk memastikan setiap tahapan transformasi digital di sektor transaksi dapat dijalankan secara konsisten dan terukur.

Penyusunan roadmap dapat dimulai dengan mengidentifikasi apa saja sektor dan jenis transaksi yang dapat dielektronifikasi secara optimal pada tahun pertama, kemudian target implementasi dari elektronifikasi tersebut dapat ditingkatkan lebih masif dan berjenjang pada tahun kedua dan ketiga.

Selaras dengan hal tersebut, Plt Bupati Lampung Tengah, I Komang Koheri menyampaikan bahwa sebagai kabupaten terbesar di Provinsi Lampung, masih banyak potensi dan sumber pendapatan di Kabupaten Lampung Tengah yang dapat diidentifikasi dan dioptimalkan.

Oleh karena itu, pelaksanaan HLM ini menghadirkan seluruh kepala OPD untuk menselaraskan dan mensinergikan visi dalam penyusunan roadmap implementasi ETPD agar transaksi Pemda cepat, aman, dan efisien. Beberapa rencana yang akan diimplementasikan dalam waktu dekat adalah digitalisasi penyewaan alat berat (konstruksi) milik Dinas Pekerjaan Umum, rencana digitalisasi pemungutan retribusi dari sembilan pasar daerah yang ada di Kabupaten Lampung Tengah, penggunaan Virtual Account untuk penerimaan pajak hingga studi kelayakan penggunaan Kartu Kredit Pemerintah Daerah (KKPD) yang berkolaborasi dengan Bank Lampung.

Melalui seremoni pernyataan komitmen dukungan roadmap implementasi ETPD dalam HLM ini, Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah dan Bank Lampung sebagai Bank RKUD akan terus memperkuat sinergi melalui penguatan koordinasi ETPD.

Melalui koordinasi yang lebih intensif, diharapkan pengelolaan implementasi digitalisasi daerah yang sesuai dengan rencana aksi semakin meningkat sehingga program edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan berdampak pada peningkatan adopsi transaksi digital.

Upaya ini selaras dengan arahan nasional dalam percepatan digitalisasi daerah yang menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menciptakan sistem transaksi pemerintah daerah yang Lebih efisien, transparan, dan mendukung peningkatan kualitas layanan publik.

 

Pacu Teknologi Hijau, IMIP Bangun PLTS 200 MWp

MOROWALI -(deklarasinews.com)- Perusahaan-perusahaan yang berada dalam kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) terus menerapkan prinsip keberlanjutan, mengutamakan efisiensi sumber daya dan meminimalisir dampak dari setiap proses produksi. Kebijakan melalui program strategis tersebut sekaligus sebagai bentuk dukungan terhadap program Pemerintah Indonesia dalam mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat, terutama transisi dari sumber fosil ke energi baru terbarukan (EBT).

Sebagai pengelola kawasan industri mineral terintegrasi dan berfasilitas lengkap dari hulu ke hilir, PT IMIP mendorong penerapan transisi energi menggunakan teknologi hijau melalui pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Terbaru, salah satu tenant di kawasan IMIP, PT Sumber Energi Surya Morowali (Sesmo) akan membangun PLTS dengan kapasitas 200 MWp.

Deputi Direktur Operasional PT IMIP, Yulius Susanto, memaparkan, PLTS menghasilkan listrik dari energi matahari tanpa pembakaran bahan bakar fosil saat operasional berlangsung. Emisi karbonnya sangat rendah dibanding pembangkit batu bara atau diesel. Di sisi lain, inisiatif ini menjadi respon terhadap arah kebijakan pemerintah dalam memacu pemanfaatan ETB dan pengurangan emisi karbon.

“Lahan yang disiapkan untuk pembangunan PLTS PT Sesmo seluas 224 hektare, berkapasitas 200 MWp dan penyimpanan baterai 80 Mw. Infrastruktur ini untuk mendukung teknologi energi bersih menuju industri berkelanjutan,” kata Yulius Susanto, Senin (11/5/2026). Dijelaskannya, PLTS berfungsi sebagai sumber energi tambahan yang secara bertahap membantu mengurangi ketergantungan pada pembangkit listrik berbasis batu bara. Listrik yang dihasilkan PLTS ini terutama digunakan untuk kebutuhan operasional pabrik dan perkantoran yang terintegrasi dengan PT Sesmo.

Skema pemakaian mandiri dengan penyaluran surplus memungkinkan pemanfaatan energi surya berjalan lebih optimal sekaligus membantu menstabilkan sistem kelistrikan di kawasan IMIP.  Selain itu, pemanfaatan energi surya ini diproyeksi mampu menekan konsumsi hingga puluhan ribu ton batu bara setiap tahun, sekaligus mengurangi emisi nitrogen oksida dan sulfur dioksida.

Inisiatif ini mendukung peningkatan kinerja lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) perusahaan, sebagai salah satu indikator penting daya saing industri di tingkat global.

Ke depan, pengembangan PLTS di kawasan IMIP diharapkan dapat terus ditingkatkan seiring bertambahnya kapasitas dan kemajuan teknologi penyimpanan energi. Dengan porsi energi terbarukan yang semakin besar, struktur ini diharapkan berangsur beralih menuju sistem yang lebih rendah karbon.

Sebelumnya, di kawasan IMIP sudah ada beberapa tenant yang menerapkan teknologi hijau, melalui PLTS kanal Fatufia berkapasitas kurang lebih 1,27 MegaWatt peak (MWp), dengan spesifikasi output tegangan 4 phase 300 Kilowatt dan jumlah panel 2.190 unit. Kedua, PLTS Atap PT DSI yang memiliki kapasitas terpasang mencapai 65,89 MWp. Ada 119.800 panel surya silikon monokristalin berdaya efisiensi tinggi dipasang pada area atap seluas sekitar 396.700 meter persegi. Ketiga, PT QMB New Energy Materials sedang merencanakan membangun PLTS dengan kapasitas 6 MWp.

Selain itu, di kawasan IMIP juga dikembangkan PLTU Co-Generation, antara lain dikelola PT DSI dengan kapasitas 65 MWp dan PT HYNC berdaya tampung 50 MWp. “PLTS tak hanya sebagai pembangkit listrik alternatif, tetapi instrumen strategis transisi energi modern. Bagi IMIP, PLTS penting bukan hanya karena “hijau”. Sebab energi bersih sudah menjadi syarat ekonomi masa depan. Perusahaan yang lambat beradaptasi berisiko tertinggal dalam efisiensi, investasi, dan akses pasar internasional,” tegas Yulius Susanto. (*)

Narahubung:

Dedy Kurniawan (Head of Media Department PT IMIP)

Rpdm

Lewat Film “Abah”, BPS Provinsi Lampung Bawa Pesan Sensus Ekonomi ke Panggung Festival Film Lampung 2026

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- BPS Provinsi Lampung mencetak terobosan kreatif dalam upaya menyosialisasikan program nasional Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Alih-alih mengandalkan pendekatan konvensional, BPS Provinsi Lampung memilih berbicara melalui bahasa sinema.

Pada Malam Anugerah Festival Film Lampung (FFL) 2026 di Aula Rektorat Lantai III IIB Darmajaya, Minggu (10/5). Film pendek berjudul “Abah” berhasil menjadi pemenang pada Nominasi Kategori Film Terfavorit Lampung. Film produksi Underscene dan BPS Provinsi Lampung ini sekaligus menjadi simbol bahwa pesan-pesan kebijakan pemerintah dapat disampaikan dengan cara yang jauh lebih humanis.

Bima Prastya Handawi, Sutradara film “Abah” yang juga Humas BPS Provinsi Lampung, mengungkapkan bahwa film tersebut lahir dari keinginan sederhana, untuk menyentuh sisi kehidupan masyarakat. Film Abah memotret kehidupan Supian, seorang pemilik bengkel sekaligus montir sederhana yang berjuang menghidupi keluarganya di tengah himpitan ekonomi,” tutur Bima.

Konflik utama dalam film ini dihadirkan melalui sosok Ilham, putra Supian yang masih menganggur. Ketegangan antara rasa lapar, harga diri, dan pahitnya kenyataan hidup menguji ikatan batin antara ayah dan anak tersebut hingga ke titik yang paling rapuh. Namun, alur cerita menawarkan titik balik yang bermakna, Ilham diterima sebagai petugas Sensus Ekonomi 2026, sebuah kesempatan yang tidak hanya mengubah nasibnya, tetapi juga membuka cara pandangnya pada kehidupan.

“Di balik setiap angka dan data statistik, ada kisah nyata tentang perjuangan, ketabahan, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik.” ungkap Bima.

Melalui film ini, BPS Provinsi Lampung ingin mengubah cara pandang masyarakat tentang Statistik. SE2026 yang berlangsung pada Mei hingga Agustus 2026 ini bukan sekadar pendataan teknis yang kaku, melainkan instrumen vital untuk memotret kondisi riil masyarakat guna menentukan arah kebijakan ekonomi nasional yang tepat sasaran di masa depan.

Keberhasilan “Abah” tentu tak lepas dari panggung yang selama ini konsisten menghidupkan ekosistem perfilman daerah. Festival Film Lampung sendiri telah memasuki tahun ke-17 penyelenggaraannya. Sebuah pencapaian yang tak mudah dipertahankan. Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, menyampaikan apresiasinya atas konsistensi festival yang telah menjadi rumah bagi sineas-sineas muda Lampung ini.

“FFL yang ke-17 selalu konsisten dalam pelaksanaannya. Jangan sampai film Indonesia ini punah. Kalau bukan kita yang menggerakkan, siapa lagi. Ini penting karena tidak semua anak muda mau menggelar festival film.” Ungkap Muprihan Thaib, Wakil Rektor Bidang Nonakademik, IIB Darmajaya.

Abah menjadi pengingat tentang pengorbanan, penyesalan, dan arti keluarga, namun di saat yang sama, ia berfungsi sebagai jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Harapannya sederhana, agar masyarakat lebih terbuka dalam memberikan data yang akurat dan jujur apa adanya pada saat pelaksanaan SE2026 mendatang. Karena dari data yang benar, kebijakan yang tepat akan lahir, dan dari kebijakan yang tepat, nasib Supian dan Ilham di dunia nyata pun bisa berubah menjadi lebih baik.