Tak Serumit yang Dibayangkan, Warga Buktikan Urus Sertipikat Tanah Sendiri Lebih Mudah

KAB TANGERANG -(deklarasinews.com)- Mengurus sertipikat tanah secara mandiri semakin menjadi pilihan masyarakat. Dengan datang langsung ke Kantor Pertanahan, masyarakat dapat mengetahui alur, persyaratan, hingga estimasi proses secara lebih transparan, sekaligus menghindari risiko penipuan jika menggunakan calo.

Pengalaman itu dirasakan oleh Zakia (48), warga dari Kabupaten Tangerang yang pernah coba menggunakan jasa calo untuk membantunya menyelesaikan urusan tanahnya. Namun, informasi yang ia peroleh justru membuat urusannya tak selesai.

“Saya mau mengurus perbaikan nama di sertipikat lewat kuasa, tapi bermasalah. Sudah sejak tahun lalu tidak selesai. Akhirnya saya putuskan urus sendiri. Setelah saya datang langsung, ternyata dijelaskan cukup melengkapi dokumen seperti KTP dan KK, lalu mengikuti alur yang ada di loket,” ungkap Zakia saat ditemui di Kantor Pertanahan Kabupaten Tangerang.

Awalnya, Zakia sempat membayangkan pelayanan yang berbelit dan harus berpindah-pindah loket. Namun setelah datang langsung, layanan yang diterima justru berbeda dari yang dibayangkan.

“Tadinya saya agak cemas karena belum pernah urus sendiri. Tapi setelah datang, ternyata prosesnya tidak rumit, tempatnya nyaman, dan petugasnya juga komunikatif. Saya sempat berpikir harus mencari tahu sendiri alurnya, tapi justru sejak awal sudah dibantu dan diarahkan,” ujar Zakia.

Dari hasil konsultasi dengan petugas loket di Kantor Pertanahan, Zakia mendapatkan bukan hanya kejelasan, namun juga ketenangan setelah paham proses perbaikan data tidak serumit yang diperkirakan. Seluruh informasi itu ia dapatkan hanya dengan sekali mendatangi satu loket di Kantor Pertanahan.

Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Febri (37), yang tengah mengurus peningkatan status sertipikat rumahnya dari Hak Guna Bangunan (HGB) menjadi Hak Milik (HM). Ia memilih mengurus sendiri karena merasa tidak memerlukan jasa perantara yang justru menambah biaya.

Febri menuturkan, informasi terkait tahapan layanan hingga mekanisme pembayaran disampaikan secara jelas sehingga membuatnya lebih yakin untuk mengurus peningkatan status tanahnya secara mandiri. “Karena ini tanah milik saya sendiri, saya tidak perlu kuasa atau calo karena pasti ada biaya tambahan. Kebetulan saya punya waktu, jadi lebih baik urus sendiri. Pelayanannya juga bagus,” tuturnya.

Kementerian ATR/BPN terus mendorong masyarakat untuk memanfaatkan layanan pertanahan secara mandiri. Selain pada hari kerja umum, yaitu Senin-Jumat, Kementerian ATR/BPN juga sudah menyediakan Pelayanan Tanah Akhir Pekan (PELATARAN). Layanan ini berlangsung pada Sabtu-Minggu yang dikhususkan bagi masyarakat mengurus urusan tanah secara mandiri.(Nan)

Pemkab Pesawaran Peringati Hardiknas 2026

PESAWARAN -(deklarasinews.com)-Pemerintah Kabupaten Pesawaran menggelar upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Senin (4/5/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti oleh Wakil Bupati Antonius Muhammad Ali, S.H., jajaran aparatur pemerintah, insan pendidikan, serta peserta didik.

Bupati Pesawaran, Hj. Nanda Indira B.,S.E.,M.M., bertindak sebagai inspektur upacara sekaligus membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed. Dalam amanatnya, disampaikan bahwa peringatan Hardiknas menjadi momentum penting untuk merefleksikan sekaligus meneguhkan kembali semangat membangun pendidikan nasional.

“Pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan bangsa, membangun karakter, serta membentuk peradaban yang bermartabat,” demikian kutipan pidato Menteri yang dibacakan Bupati. Senin, (4/5/2026).

Dalam amanatnya Bupati menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam mewujudkan sumber daya manusia Indonesia yang unggul, kuat, dan berdaya saing, sejalan dengan visi pembangunan nasional sebagaimana tertuang dalam Asta Cita Presiden Republik Indonesia.

Sebagai langkah konkret, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menetapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) sebagai program prioritas. Pendekatan ini diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar sekaligus mencapai tujuan pendidikan nasional secara menyeluruh.

Untuk mendukung implementasi tersebut, pemerintah telah menetapkan lima kebijakan strategis.

Pertama, pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan serta digitalisasi pembelajaran yang telah menjangkau lebih dari 16 ribu satuan pendidikan pada tahun 2025.

Kedua, peningkatan kualifikasi, kompetensi, dan kesejahteraan guru melalui pemberian beasiswa pendidikan serta penguatan program sertifikasi dan insentif bagi tenaga pendidik.

Ketiga, penguatan karakter peserta didik melalui penciptaan lingkungan sekolah yang aman, sehat, dan nyaman, serta penerapan berbagai program pembiasaan positif seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Keempat, peningkatan kualitas pembelajaran melalui penguatan literasi, numerasi, serta pengembangan bidang STEM dan evaluasi capaian akademik.

Kelima, perluasan akses pendidikan yang inklusif dan merata melalui berbagai layanan pendidikan fleksibel, termasuk pendidikan jarak jauh, sekolah terbuka, hingga penguatan pendidikan inklusi bagi anak berkebutuhan khusus.

Bupati menyebut bahwa upaya peningkatan mutu pendidikan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah, keluarga, masyarakat, hingga media.

“Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan berjalan optimal tanpa didukung pola pikir yang maju, mental yang kuat, dan misi yang lurus,” pungkasnya.(Dedi)

Rakor Triwulan I, Bupati Lambar Ajak OPD Kompak Optimalkan Potensi

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus memimpin Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Triwulan I Tahun Anggaran 2026 di Aula Kagungan Setdakab, Senin (4/5).

Rakor ini digelar untuk mengukur sejauh mana capaian program dan kegiatan yang sudah dijalankan seluruh perangkat daerah di lingkungan Kabupaten Lampung Barat.

Turut hadir dalam rakor tersebut Wakil Bupati Mad Hasnurin, Sekretaris Daerah Nukman, para Asisten, Staf Ahli Bupati, seluruh Kepala Perangkat Daerah, serta Camat se-Kabupaten Lampung Barat.

Dalam arahannya, Bupati Lampung Barat menegaskan bahwa evaluasi ini penting untuk memastikan semua program prioritas daerah berjalan sesuai target. Ia meminta setiap OPD memaparkan progres kinerja serta kendala yang dihadapi di lapangan.

Berbagai capaian mengemuka dalam forum tersebut. Namun di sisi lain, sejumlah kendala dan tantangan di lapangan juga tak luput dari evaluasi. Kendati demikian, secara keseluruhan, tidak terdapat kendala yang bersifat krusial yang menghambat jalannya roda pemerintahan dan pembangunan.

Bupati Lampung Barat juga menyinggung tantangan fiskal daerah, menyusul adanya kebijakan pengurangan transfer dari Pemerintah Pusat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan bagi pemerintah daerah untuk mengurangi program maupun pelayanan yang menyentuh langsung kepada kepentingan masyarakat.

Untuk itu, Parosil Mabsus menegaskan agar seluruh OPD proaktif. “Mari bersama-sama mengoptimalkan apa yang kita miliki, keluarkan ide, gagasan, pemikiran, kemampuan, dan kerja sama untuk mewujudkan Lampung Barat yang Hebat dan Sejahtera,” tegas Parosil Mabsus.

Menutup arahannya, Bupati Lampung Barat meminta seluruh perangkat daerah menindaklanjuti catatan yang muncul dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Kinerja Triwulan I tersebut.

“Saya minta apa yang menjadi catatan tadi agar ditindaklanjuti dan dilaksanakan, untuk menjadi pertanggungjawaban pada Rakor Evaluasi mendatang,” tutup Parosil Mabsus.(andri)

Pemkab Pringsewu Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 Tingkat Kabupaten Pringsewu digelar di Lapangan SMP Negeri 4 Pringsewu, Podorejo, Pekon Rejosari, Kecamatan Pringsewu, Kabupaten Pringsewu, Senin (4/5/2026) pagi, dengan Pembina Upacara Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu Ir. M. Andi Purwanto, S.T., M.T.

Upacara yang diikuti para pelajar dan mahasiswa serta insan pendidikan ini juga dihadiri Kapolres Pringsewu AKBP M. Yunnus Saputra, Pabung Kodim 0424 Mayor Inf. Agus Supriyadi, Kajari Pringsewu diwakili Kasubbag Pembinaan, Kepala Kementerian Agama Pringsewu H. Khuzil Afwa Kahuripan, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Dr. Supriyanto serta Ketua BAZNAS Pringsewu H. Untung Suhendro.

Membacakan amanat tertulis Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M.Ed., Sekda mengatakan peringatan Hari Pendidikan Nasional adalah momentum untuk melakukan refleksi, meneguhkan, dan menghidupkan spirit pendidikan nasional. Pada hakikatnya pendidikan adalah proses yang dilaksanakan secara tulus, penuh kasih dan sayang untuk memanusiakan manusia.

Pendidikan adalah proses menemukan danpungk menumbuhkembangkan fitrah, kodrat alamiah manusia, atau potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia. Inti proses pendidikan adalah memuliakan. Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara, meletakkan dasar dan nilai pendidikan dengan sistem among, yakni asah atau ilmu, asih atau kasih sayang, dan asuh atau pendampingan, pembinaan, katanya.

Sesuai dengan amanat UUD 1945 dan UU Sistem Pendidikan Nasional No.20 Tahun 2003, pendidikan pada hakikatnya adalah proses mencerdaskan kehidupan, membangun watak dan peradaban bangsa. Pendidikan adalah proses menumbuhkembangkan potensi manusia sehingga menjadi insan yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, cerdas, terampil, mandiri, sehat jasmani dan rohani, jujur, bertanggung jawab, demokratis, dan kepribadian utama lainnya.

“Sesuai Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, pendidikan adalah usaha bersama untuk membangun SDM unggul, kuat, dan tangguh untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju, makmur, dan bermartabat. Berdasarkan landasan tersebut, Kemendikdasmen menerapkan pendekatan Pembelajaran Mendalam sebagai program prioritas bagi meningkatkan kualitas pendidikan dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Sebuah adagium populer menyebutkan jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan, jika hendak memperbaiki pendidikan, perbaikilah mulai dari dalam kelas,” ujarnya.

Dalam 18 bulan, lanjut dia, Kemendikdasmen juga telah meletakkan fondasi ‘pendidikan bermutu untuk semua’ melalui berbagai regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan empat pusat pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media. Kemendikdasmen tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat, dunia usaha, dan lembaga-lembaga yang berkomitmen memajukan pendidikan.

Berbagai kebijakan peningkatan mutu pendidikan tidak akan terlaksana tanpa tiga M yaitu Mindset atau pola pikir yang maju, Mental yang kuat, dan Misi yang lurus. Tanpa ketiganya, semua kebijakan itu hanya akan berhenti sebagai program dan formalitas yang sekadar ditandai dengan capaian angka-angka kuantitatif. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2026. Mari kita perkuat kerja sama mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua menuju Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat,”  tutupnya.

Pada kesempatan tersebut, juga diserahkan piagam penghargaan kepada para pelajar dan guru berprestasi serta pemerhati pendidikan, dan bantuan dari BAZNAS berupa kursi roda kepada pelajar disabilitas serta santunan bagi pelajar yang membutuhkan. Serta prosesi pemotongan tumpeng oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Pringsewu. (KW-RI, Mm.)

 

Opsen PKB 2025 Lampung dan Perbaikan Jalan 2026 Kabupaten/Kota

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Jalan rusak kini bukan lagi sekadar keluhan—ia telah menjelma menjadi tuntutan. Suaranya bergema dari desa ke kota, dari lorong sempit hingga jalan utama yang setiap hari dilalui roda kehidupan. Di masa kepemimpinan sebelumnya, keluhan itu sempat memuncak, bahkan meledak.

Hasil Pemilihan Kepala Daerah 2024 telah menghadirkan wajah-wajah baru kepemimpinan muda. Tanpa banyak komando, para kepala daerah seperti serentak pula siap-siap menginjak pedal gas. Perbaikan jalan menjadi prioritas, seolah menjadi janji tak tertulis kepada rakyat yang menunggu perubahan.

Namun jalan menuju jalan yang baik—ironisnya—tidaklah mudah. Keterbatasan fiskal menjadi batu sandungan. Pemerintah Provinsi Lampung telah mencari celah untuk memperkuat pendapatan yang salah satunya lewat pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Langkah berikutnya, membagi hasil opsen pembayaran pajak kendaraan bermotor, yang memang yang dibayarkan masyarakat karena memiliki kendaraan bermotor sudah seharusnya dipakai untuk memperbaiki dan merawat jalan kabupaten/kota.

Opsen PKB dan BBNKB sebagaimana diatur dalam UU No.1 Tahun 2022 tentang Hubungan Keuangan Pemerintah Pusat dan Daerah (HKPD) ini menjadi semacam “darah tambahan” bagi kas daerah, mempercepat distribusi bagi hasil pajak ke kabupaten/kota.

Harapannya jelas: mempercepat perbaikan jalan yang selama ini menjadi luka lama. Walau, hal itu, perlu kesadaran masyarakat taat pajak sebagai bagian dari sumber dana yang akan dikembalikan dalam bentuk perawatan dan perbaikan jalan.

Menariknya, sebagian besar pemerintah kabupaten/kota saat inintak cuma mengandalkan dana opsen. Mereka justru “menombok”—mengalokasikan anggaran jauh lebih besar demi mengejar ketertinggalan infrastruktur.

Kabupaten Lampung Selatan, misalnya, menerima opsen sebesar Rp69,38 miliar. Namun anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan jalan mencapai Rp249,29 miliar—hampir empat kali lipat. Dari total 1.204,10 km jalan, sekitar 443,83 km masih dalam kondisi rusak, baik ringan maupun berat.

Kabupaten Lampung Timur tak kalah agresif. Dengan penerimaan Rp57,12 miliar, daerah ini menganggarkan Rp283,41 miliar untuk memperbaiki 1.158,33 km jalan, di mana hampir setengahnya masih rusak.

Sementara itu, Kota Metro mengalokasikan Rp104,64 miliar dari penerimaan Rp29,51 miliar untuk memperbaiki 387,31 km jalan.

Di sisi lain, Kota Bandarlampung yang memperoleh penerimaan terbesar—Rp235,14 miliar—justru hanya membutuhkan sekitar separuhnya untuk perbaikan 478,02 km jalan. Kondisi jalannya relatif lebih baik, dengan kerusakan sekitar 17,11 km.

Fenomena ini menunjukkan satu hal: keseriusan daerah dalam menjawab tuntutan publik, meski dengan kemampuan fiskal yang berbeda-beda.

Secara umum, pembangunan infrastruktur jalan di kabupaten/kota se-Lampung masih menghadapi tantangan besar. Panjang jalan yang harus dirawat tak sebanding dengan kekuatan anggaran yang tersedia.

Namun upaya terus dilakukan—pelan, bertahap, dan sering kali harus bersaing dengan kebutuhan lain yang tak kalah mendesak.

Data dari Diskominfotik Lampung mengungkapkan opsen PKB dan BBNKB tahun 2025 serta rencana pembangunan jalan tahun 2026 di 15 kabupaten/kota di Lampung:

(1) Lampung Barat.

Dana pembangunan infrastruktur yang diperoleh dari Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Biaya Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) Tahun 2025 sebanyak Rp19.874.020.217 berhasil menganggarkan lebih dari itu, yakni Rp20.535.737.147 untuk perawatan dan perbaikan 668,90 km panjang jalan dengan kondisi 274 km rusak berat dan ringan.

(2) Lampung Selatan.

lebih dahsyat lagi. Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp69.386.914.091, kabupaten ini menganggarkan Rp249. 290.841.439 untuk perawatan dan perbaikan 1.204,10 km panjang jalan dengan kondisi 443,83 km rusak berat dan ringan.

(3) Lampung Tengah

Kabupaten Lampung Tengah. Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp74.748.751.290, kabupaten ini menganggarkan Rp378.671.312.509 untuk perawatan dan perbaikan 1.119,67 km panjang jalan dengan kondisi 649,34 km rusak berat dan ringan.

(4) Lampung Timur

Tak kalah hebat dengan Kabupaten Lampung Selatan. Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp57.124.357.956, kabupaten ini menganggarkan Rp283.418.774.009 untuk perawatan dan perbaikan 1.158,33 km panjang jalan dengan kondisi 496,95 km rusak berat dan ringan.

(5) Lampung Utara.

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp34.124.173.366, kabupaten ini menganggarkan Rp66.099.965.200 untuk perawatan dan perbaikan 1.025,33 km panjang jalan dengan kondisi 571,59 km rusak berat dan ringan.

(6) Mesuji.

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp13.546.470.360, kabupaten ini menganggarkan Rp14.173.366.729 untuk perawatan dan perbaikan 511.74 km panjang jalan dengan kondisi 361 56 km rusak berat dan ringan.

(7) Pesawaran.

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp23.344.506.437, kabupaten ini menganggarkan Rp23.052.171.260 untuk perawatan dan perbaikan 1.053,92 km panjang jalan dengan kondisi 461,72 km rusak berat dan ringan.

(8) Pesisir Barat.

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp23.344.506.437, kabupaten ini menganggarkan Rp23.052.171.260 untuk perawatan dan perbaikan 1.053,92 km panjang jalan dengan kondisi 461,72 km rusak berat dan ringan.

(9) Pringsewu

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp23.991.681.453, kabupaten ini menganggarkan Rp11.790.729.600 untuk perawatan dan perbaikan 689,52 km panjang jalan dengan kondisi 360,41 km rusak berat dan ringan.

(10) Tanggamus

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp23.819.935.570, kabupaten ini menganggarkan Rp67. 659.891.686 untuk perawatan dan perbaikan 939,13 km panjang jalan dengan kondisi 524,41 km rusak berat dan ringan.

(11) Tulangbawang Barat

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp14.779.040.401, kabupaten ini menganggarkan Rp35.300.194.250 untuk perawatan dan perbaikan 596,29 km panjang jalan dengan kondisi 334,52 km rusak berat dan ringan.

(12) Tulangbawang

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp25.491.631.110, kabupaten ini menganggarkan Rp35.300.194.250 untuk perawatan dan perbaikan 798,58 km panjang jalan dengan kondisi 636,63 km rusak berat dan ringan.

(13) Waykanan

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp20.236.708.079, kabupaten ini menganggarkan Rp35.300.194.250 untuk perawatan dan perbaikan 1.055,90 km panjang jalan dengan kondisi 801,74 km rusak berat dan ringan.

(14) Bandarlampung

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp235. 147.115.543, kota ini menganggarkan Rp104. 648.803.000 untuk perawatan dan perbaikan 478,02 km panjang jalan dengan kondisi 17.11 km rusak berat dan ringan.

(15) Metro

Dengan dana masuk PKB dan BBNKB Rp29.512.743.903, kota ini menganggarkan Rp104. 648.803.000 untuk perawatan dan perbaikan 387,31 km panjang jalan dengan kondisi 104,81 km rusak berat dan ringan.

Pada akhirnya, jalan bukan sekadar hamparan aspal. Ia adalah urat nadi ekonomi, penghubung harapan, dan cermin kehadiran negara di tengah masyarakat.

Setiap lubang yang ditambal bukan hanya memperbaiki jalan, tetapi juga memulihkan kepercayaan. Dan setiap kilometer yang diperbaiki adalah langkah kecil menuju janji besar: menghadirkan keadilan pembangunan hingga ke depan pintu rumah rakyat.

Bupati Pringsewu Buka Pelatihan Juru Sembelih Halal Berbasis Kompetensi

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas membuka Pelatihan Juru Sembelih Halal (Juleha) Berbasis Kompetensi Tahun 2026 di GSG Kecamatan Sukoharjo, Ahad  (3/5/2026).

Menurut Bupati, sertifikasi halal bukan lagi menjadi pilihan, tetapi sebuah kewajiban. Pemerintah melalui Badan Penyelenggaraan Jaminan Produk Halal (BPJPH) terus mendorong wajib halal.

“Pelatihan juru sembelih halal berbasis kompetensi ini, terutama yang mengacu  Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) menjadi bekal wajib agar juru sembelih kita semakin profesional dan diakui secara nasional,” ujarnya.

Bupati berharap pelatihan dalam rangka meningkatkan kompetensi SDM di bidang penyembelihan hewan yang diselenggarakan DPD Juleha Pringsewu ini tidak hanya berfokus pada teori fiqih, tetapi juga teknis penyembelihan, kesehatan hewan dan keamanan pangan.

Juru sembelih halal bukan sekadar profesi, melainkan amanah spiritual bagi memastikan daging hewan yang masuk ke dalam tubuh masyarakat Pringsewu adalah makanan yang Aman, Sehat, Utuh dan Halal (Asuh), tandasnya.

Acara tersebut dihadiri jajaran pemerintah daerah, DPD Juleha, serta PMI Pringsewu yang juga mengadakan bakti sosial donor darah.

Pada hari yang sama, Bupati Pringsewu Riyanto Pamungkas dan Ketua TP-PKK beserta sejumlah kepala perangkat daerah Pemkab Pringsewu juga mengikuti kegiatan gotongroyong (korve) di Pekon Sidoharjo, Kecamatan Pringsewu. ( MM,  KW-RI )

Pemkab Kepulauan Yapen Gelar Upacara Hari Pendidikan Nasional 2026 Bertema Pendidikan Bermutu untuk Semua

SERUI -(deklarasinews.com)- Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen menggelar upacara bendera dalam rangka Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 dengan tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua”. Kegiatan berlangsung di Lapangan Trikora, Alun-Alun Kota Serui, pada Sabtu (2/5/2026)

Upacara dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Yapen, Herold Wenno, yang mewakili Bupati Kepulauan Yapen Benyamin Arisoy. Hadir pula Forkopimda, guru-guru, peserta gabungan upacara, serta tamu undangan lainnya.

Dalam amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed., yang dibacakan IRUP, disebutkan bahwa peringatan Hardiknas merupakan momentum untuk merefleksikan, meneguhkan, dan menghidupkan semangat pendidikan nasional.

“Pendidikan adalah proses tulus penuh kasih sayang untuk memanusiakan manusia, menemukan dan menumbuhkan fitrah serta potensi sebagai makhluk Tuhan yang mulia,” ujarnya, merujuk sistem “among” Ki Hajar Dewantara: asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pendampingan).

Amanat menegaskan bahwa pendidikan bertujuan mencerdaskan kehidupan bangsa sesuai UUD 1945 dan UU No. 20 Tahun 2003, membentuk insan beriman, bertakwa, berakhlak mulia, cerdas, serta mandiri. Hal ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto untuk membangun SDM unggul, kuat, dan tangguh guna mewujudkan Indonesia maju, makmur, dan bermartabat.

Kementerian Pendikdasmen menerapkan Pembelajaran Mendalam sebagai program prioritas untuk meningkatkan kualitas pendidikan. “Jika hendak memajukan bangsa, perbaiki pendidikan mulai dari kelas,” tegas amanat tersebut.
Untuk itu, Kementerian menetapkan lima kebijakan strategis:

Pertama, Program Pembangunan dan Revitalisasi Satuan Pendidikan serta Digitalisasi Pembelajaran sebagai Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto.

Kedua, Pemenuhan kualifikasi, peningkatan kompetensi, dan kesejahteraan guru sebagai kunci keberhasilan pendidikan.

Ketiga, Integrasi dengan penguatan karakter melalui budaya dan lingkungan sekolah yang aman secara fisik, sosial, dan spiritual.
Keempat, Peningkatan kualitas pembelajaran via gerakan literasi-numerasi, STEM (Sains, Teknologi, Engineering, Matematika), dan Tes Kemampuan Akademik (TKA).
Kelima, Akses pendidikan luas dengan layanan mudah, murah, dan fleksibel.Dalam 18 bulan, Kementerian telah meletakkan fondasi “pendidikan bermutu untuk semua” melalui regulasi dan ekosistem yang mengintegrasikan sekolah, keluarga, masyarakat, serta media.

Gebrak Sewu Digital 2026, Bupati Pringsewu Dorong Transformasi Digital dan Kepatuhan Pajak Melalui Kerjasama BRI Pringsewu

PRINGSEWU –(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pringsewu melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) menggelar kegiatan Gebrak Sewu Digital 2026 sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar pajak secara digital.

Dalam rangkaian acara tersebut juga dilaksanakan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Pringsewu dengan PT. Bank Rakyat Indonesia (Persero), Tbk Cabang Pringsewu, sebagai langkah konkret dalam memperkuat sinergi peningkatan Pendapatan Asli Daerah yang lebih transparan dan akuntabel.

Selain itu, diberikan penghargaan kepada kecamatan, kelurahan, dan pekon dengan capaian pajak tertinggi tahun 2025.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah, jajaran kepala OPD terkait, Kepala Kantor Pos Cabang Utama Bandar Lampung, Pemimpin Cabang BRI Pringsewu Budiono Napitupulu, serta para camat, lurah, dan kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Bupati Pringsewu, H. Riyanto Pamungkas, dalam arahannya menegaskan bahwa program Gebrak Sewu Digital merupakan langkah strategis dalam mendorong transformasi digital di daerah.

“Program ini menjadi bagian penting dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, serta kemudahan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam pembayaran pajak secara digital. Kami berharap kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga berdampak pada pembangunan daerah,” ujarnya.

Kegiatan semakin semarak dengan undian “Gebrak Sewu Digital” yang menghadirkan berbagai hadiah menarik seperti kulkas, televisi, dan handphone bagi para peserta.

Acara ditutup dengan makan siang bersama sebagai bentuk kebersamaan antara pemerintah daerah, perbankan, dan masyarakat dalam mendukung kemajuan digital di Kabupaten Pringsewu.(red)

Bupati Tubaba Buka Forum Konsultasi Publik BPOM, Dorong Sinergi Pengawasan Obat dan Makanan

TUBABA -(deklarasinews.com)- Bupati Tulang Bawang Barat (Tubaba), Ir. Novriwan Jaya, S.P., membuka kegiatan Sinergitas Lintas Sektor Forum Konsultasi Publik dan Edukasi Kenali Izin Edar (KIE) Obat dan Makanan yang diselenggarakan oleh Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tulang Bawang. Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Tubaba, Kamis (30/04/2026).

Kepala Balai POM Tulang Bawang, Rahmat Hidayat, S.Farm., Apt., M.Pharm.Sci., dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas pelayanan publik, selain pelaksanaan fungsi pengawasan obat dan makanan.

“Balai POM tidak hanya melakukan pengawasan, tetapi juga memberikan pelayanan publik kepada masyarakat, mulai dari layanan informasi obat dan makanan, pengujian produk, hingga pendampingan perizinan,” ujar Rahmat Hidayat.

Ia menjelaskan, Balai POM secara aktif membuka layanan konsultasi terkait legalitas dan keamanan produk, serta melakukan pengawasan langsung di lapangan, seperti ke sekolah dan pasar, termasuk pada momen tertentu seperti Ramadan, bekerja sama dengan perangkat daerah terkait.

Dalam upaya pemberdayaan pelaku usaha, Rahmat Hidayat mengungkapkan bahwa pada tahun sebelumnya terdapat tiga UMKM di wilayah Tubaba yang berhasil memperoleh izin edar BPOM, dan saat ini tiga UMKM lainnya masih dalam proses pendampingan.

“Bahkan, salah satu UMKM Tubaba berhasil meraih juara kedua lomba inovasi pangan olahan tingkat nasional di lingkungan Badan POM dengan produk berbasis jahe,” tambahnya.

Selain itu, Balai POM juga tengah mendampingi sejumlah pelaku usaha pada produk olahan ikan, garam, dan produk beku (frozen food). Adapun layanan lain seperti ekspor-impor dan sertifikasi distribusi obat yang baik juga tersedia, meskipun pemanfaatannya di wilayah Tubaba masih terbatas.

Rahmat Hidayat menegaskan pentingnya partisipasi seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung peningkatan kualitas layanan dan pengawasan.

“Kami sangat mengharapkan saran dan masukan dari pemerintah daerah, organisasi profesi, akademisi, maupun masyarakat, serta arahan dari Bupati sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Balai POM Tulang Bawang telah terintegrasi dengan Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam keterbukaan informasi publik, termasuk penyampaian informasi peringatan dan penarikan produk melalui Dinas Kominfo dan berbagai media publikasi.

Sementara itu, Bupati Tubaba, Novriwan Jaya, mengapresiasi kegiatan yang dinilai strategis dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengawasan obat dan makanan.

Menurutnya, persoalan keamanan obat dan makanan masih belum menjadi perhatian utama masyarakat, padahal memiliki dampak besar terhadap kesehatan, terutama terkait penggunaan bahan berbahaya dan zat pengawet.

“Pengawasan obat dan makanan ini sangat penting karena menyangkut kesehatan masyarakat secara langsung, termasuk kepastian informasi produk seperti legalitas dan label halal,” kata Novriwan.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih teliti dalam memilih produk, khususnya memperhatikan masa kedaluwarsa dan tidak mudah tergiur harga murah tanpa mempertimbangkan aspek keamanan.

Lebih lanjut, Bupati menekankan bahwa kegiatan sosialisasi harus memberikan efek berkelanjutan dengan mendorong peserta menjadi agen informasi di lingkungan masing-masing.

“Kami berharap peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga menyebarkannya kepada masyarakat, sehingga menjadi gerakan bersama,” ujarnya.

Novriwan juga menegaskan bahwa pengawasan obat dan makanan tidak dapat dilakukan sendiri oleh BPOM, melainkan membutuhkan keterlibatan seluruh stakeholder agar berjalan lebih efektif.

Ia menambahkan, hal tersebut sejalan dengan program prioritas pembangunan Kabupaten Tubaba yang tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia, kesehatan, dan kesadaran masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam membangun masyarakat yang lebih sehat, cerdas, dan peduli,” pungkasnya. (Mar)

Pemkab Tubaba Gelar LCT SD-SMP, Bangun Generasi Unggul Menuju Indonesia Emas

TUBABA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat (Tubaba) melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan Lomba Cepat Tepat (LCT) jenjang SD dan SMP dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional Tahun 2026. Kegiatan ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendorong peningkatan kualitas pendidikan sekaligus membentuk generasi yang berdaya saing.

Bupati Tubaba, Ir. Novriwan Jaya, S.P., dalam sambutannya menyampaikan bahwa LCT merupakan bentuk penguatan kembali program cerdas cermat yang pernah populer dan memiliki dampak positif dalam dunia pendidikan.

“Kita kembalikan lagi satu program yang mungkin populer di tahun 90-an, yaitu Cerdas Cermat. Saya ingin ini menjadi event tahunan kita, agar sekolah terus membina dan mempersiapkan anak-anaknya menjadi generasi yang hebat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bupati menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Tubaba dalam mempersiapkan generasi unggul melalui program pendidikan berkarakter.

“Tidak ada daerah lain di Indonesia yang punya program khusus menghadapi Indonesia tahun 2045 (Indonesia Emas) cuma Tubaba, dengan Lima Pilar Pendidikan Berkarakter. Mari kita tanamkan semangat tersebut agar anak-anak kita punya daya tarung dan daya juang,” tambahnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam kompetisi tersebut.

“Bagi saya, kalian semua yang hari ini sudah berhasil masuk ke babak final adalah juara. Kalian adalah anak-anak hebat Tubaba yang akan memberikan yang terbaik untuk daerah ini,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tubaba, M. Cheri Sopian, S.H., M.H., menyampaikan bahwa kegiatan LCT merupakan inisiatif Bupati sebagai bagian dari upaya mempersiapkan generasi masa depan.

“Kegiatan Lomba Cepat Tepat (LCT) ini merupakan gagasan Bapak Bupati untuk menciptakan dan mempersiapkan generasi anak-anak Tubaba yang memiliki kompetensi di masa depan dalam rangka menyongsong Indonesia Emas,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut juga merupakan implementasi dari program prioritas daerah.

“Kegiatan ini merupakan salah satu implementasi dari program prioritas Bapak Bupati, yaitu Lima Pilar Pendidikan Karakter,” imbuhnya.

Adapun para pemenang Lomba Cepat Tepat (LCT) Tahun 2026 adalah sebagai berikut:

Jenjang SD:

Juara 1: SD IU MHM Dayamurni, TumijajarM. Farhan Yusuf, Rizky Hafuza Amru, Sindy Amalia

Juara 2: SDN 8 Gunung TerangMeisya Bellya Sinta, Syafira Althafunnisa, Arzha Nur Adinda

Juara 3: SDN 15 Tulang Bawang UdikRafi Arkan Refendi, Wardatu Jannatin Na’im, Richard Keizi Emerald

Jenjang SMP:

Juara 1: SMPN 2 Tulang Bawang Barat (Tumijajar) Adzkia Alifirgiza Stiono, Jihan Aqilah, Meycha Verennia Faralolita

Juara 2: SMPN 9 Tulang Bawang Barat (Tulang Bawang Tengah) Amelly Jennyka, Yazti Mutiara Nursifa, Leonna Delia Pratiwi

Juara 3: SMPN 15 Tulang Bawang Barat (Gunung Agung) Ade Ajeng Puspitasari, Dina Zahra Aprilia, Dire Erik Saputri

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat kompetisi yang sehat dan budaya belajar yang aktif dapat terus tumbuh di kalangan pelajar, sehingga mampu melahirkan generasi Tubaba yang cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (Mar)