Gebrak Sewu Digital, Pemkab Pringsewu Apresiasi Wajib Pajak dan Perkuat Digitalisasi Pajak Daerah

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar kegiatan Gebrak Sewu Digital “Gebyar Apresiasi Wajib Pajak Pringsewu Digital” pada Kamis (30/04/2026). Kegiatan ini menjadi bentuk apresiasi kepada para wajib pajak sekaligus upaya memperkuat digitalisasi sistem perpajakan daerah.

Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas, Kepala Bank Indonesia Perwakilan Lampung, Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Pringsewu, Kepala OPD Terkait, Kepala Kantor Pos Cabang Utama Bandar Lampung, pimpinan cabang bank di Kabupaten Pringsewu, para camat, lurah dan kepala pekon se-Kabupaten Pringsewu.

Dalam sambutannya, Bupati Pringsewu H. Riyanto Pamungkas menyampaikan bahwa Kabupaten Pringsewu memiliki potensi besar dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui optimalisasi pajak daerah berbasis digital. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan daerah.

Bupati juga menyoroti masih rendahnya tingkat kemandirian fiskal daerah, dimana kontribusi PAD terhadap APBD masih berada pada angka 0,15 sehingga ketergantungan terhadap transfer pusat masih cukup tinggi. Oleh karena itu, diperlukan langkah tegas melalui intensifikasi dan ekstensifikasi pajak, digitalisasi sistem pemungutan, serta penguatan pengawasan.

“Ini bukan hanya sekadar angka, tetapi cerminan kemandirian daerah yang harus kita perjuangkan bersama,” ujar Riyanto Pamungkas.

Ia juga mengapresiasi kinerja Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Pringsewu yang pada tahun 2025 berhasil melampaui target pendapatan hingga 112 persen dari target Rp62 miliar. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil kerja keras, komitmen dan inovasi yang konsisten.

Selain itu, realisasi PBB-P2 pada tahun 2025 juga mencapai 105 persen dari target Rp13 miliar. Capaian tersebut dinilai menunjukkan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam membayar pajak.

Bupati menjelaskan, berbagai inovasi digital terus dilakukan Bapenda Kabupaten Pringsewu dalam meningkatkan pelayanan pajak daerah. Mulai dari peluncuran aplikasi e-Pajak Pringsewu pada tahun 2021, sistem pembayaran QRIS BALAPAN pada tahun 2022, aplikasi BLANKON pada tahun 2023, aplikasi e-Retribusi pada tahun 2024, hingga PBB Mobile Payment pada tahun 2025.

Atas inovasi tersebut, Kabupaten Pringsewu juga berhasil masuk dalam 8 besar dari 164 pemerintah daerah se-Sumatera pada program Championship P2DD yang diselenggarakan Kementerian Perekonomian Republik Indonesia.

Bupati Pringsewu berharap kegiatan Gebrak Sewu Digital dapat semakin meningkatkan kepatuhan wajib pajak serta mendorong peningkatan realisasi PAD dari sektor pajak daerah, sehingga pengelolaan pajak daerah di Kabupaten Pringsewu semakin profesional, akuntabel dan transparan.

Pra FGD I LLTT 2026 Lampung Selatan: Langkah Awal Wujudkan Sanitasi Berkelanjutan dan Lingkungan Lebih Sehat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Lampung menyelenggarakan Pra Focus Group Discussion (FGD) I dalam rangka pendampingan penyiapan implementasi Layanan Lumpur Tinja Terjadwal (LLTT) Tahun Anggaran 2026 di Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan berlangsung secara hybrid dari Ruang Vidcon BPBPK Lampung, Kamis (30/4/2026), serta diikuti secara daring melalui Zoom Meeting oleh berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan.

Kepala BPBPK Lampung, Achmad Irwan Kusuma, melalui Kepala Seksi Pelaksanaan 2, Miarka Risdawati, menegaskan bahwa forum ini merupakan langkah strategis dalam menyusun fondasi implementasi LLTT yang realistis, terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh komitmen, tetapi juga oleh perencanaan yang matang dan kolaborasi lintas sektor.

“Layanan Lumpur Tinja Terjadwal tidak bisa berjalan hanya dengan niat baik. Dibutuhkan perencanaan yang matang, perhitungan rasional, serta kesepahaman seluruh pemangku kepentingan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, sejumlah agenda utama dibahas secara komprehensif, mulai dari penyusunan pola operasi layanan, perhitungan biaya operasi dan pemeliharaan, hingga penyusunan dan reviu tarif retribusi. Selain itu, turut dibahas penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) teknis dan administrasi, serta rencana pelaksanaan sensus terhadap 100 kepala keluarga (KK) sebagai pilot project awal implementasi LLTT.

Pra FGD I ini melibatkan berbagai instansi terkait, di antaranya Dinas PUPR, Bappeda, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, BPPRD, Bagian Hukum Sekretariat Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, serta UPT Pengelolaan Air Limbah Domestik.

Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam menghadirkan layanan sanitasi yang lebih baik di Kabupaten Lampung Selatan.

Implementasi LLTT tidak hanya berkontribusi terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan, tetapi juga memiliki potensi dalam meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sebagai gerbang Pulau Sumatera, Lampung Selatan memiliki peran strategis dalam mencerminkan kualitas lingkungan dan pelayanan publik.

Oleh karena itu, penguatan sistem sanitasi menjadi bagian penting dalam mendukung citra daerah yang bersih, sehat, dan berdaya saing.

Pra FGD I ini pun menjadi pijakan awal yang krusial, tidak hanya dalam aspek perencanaan teknis, tetapi juga dalam membangun komitmen nyata menuju sistem layanan lumpur tinja terjadwal yang efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (*)

Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Bencana, Pemkab Pesawaran Gelar Apel Siaga Bencana

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Pesawaran terus memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana melalui Apel Siaga Bencana yang digelar dalam rangka Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) Tahun 2026 di Lapangan Pemkab Pesawaran, Kamis (30/4/2026).

Wakil Bupati Pesawaran, Antonius Muhammad Ali, S.H. bertindak sebagai Pembina Apel yang pada kesempatan tersebut membacakan amanat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letnan Jenderal TNI Suharyanto.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa peringatan HKB merupakan momentum penting yang menandai lahirnya Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, yang menjadi tonggak perubahan paradigma dari pendekatan reaktif menuju preventif dan berbasis risiko.

Tahun 2026 juga menjadi bagian dari satu dekade gerakan HKB sejak pertama kali dicanangkan pada 2016. Upaya kolektif yang telah dilakukan dinilai mampu menekan risiko bencana, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.

BNPB turut menyoroti meningkatnya ancaman bencana hidrometeorologi seperti banjir dan longsor akibat perubahan iklim. Peristiwa yang terjadi di sejumlah wilayah Sumatera pada tahun 2025 menjadi pengingat bahwa kesiapsiagaan harus terus ditingkatkan di seluruh daerah.

Sejalan dengan itu, BNPB menegaskan sejumlah langkah strategis yang perlu diperkuat, di antaranya penerapan pendekatan penanggulangan bencana berbasis risiko, kesiapan sistem peringatan dini, kejelasan jalur dan titik evakuasi, serta kesiapan personel dan logistik di lapangan.

Selain itu, latihan dan simulasi kebencanaan harus dilakukan secara rutin dan terukur, serta kolaborasi lintas sektor melalui pendekatan pentahelix perlu berjalan efektif tanpa ego sektoral, dengan mengutamakan keselamatan masyarakat.

 

“Pelibatan kelompok rentan harus menjadi prioritas utama, serta seluruh lapisan masyarakat perlu meningkatkan kapasitas dan pemahaman kesiapsiagaan, baik di tingkat individu, keluarga, maupun lingkungan strategis,” lanjut Wabup dalam amanatnya.

Apel siaga ini juga dirangkaikan dengan gelar peralatan penanggulangan bencana, meliputi pemeriksaan kendaraan operasional, peralatan evakuasi, serta kesiapan logistik kebencanaan.

Mengusung tema “Siap Untuk Selamat: Bersatu dalam Siaga, Tangguh Menghadapi Bencana”, peringatan HKB 2026 diharapkan mampu mendorong keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk komunitas, dunia usaha, akademisi, media, dan pemerintah.

Dorong Pengelolaan Informasi Mandiri dan Kreatif, Diskominfo Lambar Sosialisasi KIM ke Kecamatan dan Puskesmas

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Lampung Barat menggelar sosialisasi penguatan Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) di Kecamatan dan Puskesmas, Kamis (30/4).

Sosialisasi diikuti perwakilan staf kecamatan dan puskesmas. Kepala Dinas Kominfo Lampung Barat Burlianto Eka Putra, melalui Kepala Bidang Komunikasi Informasi Publik (KIP) Ansori,p mengatakan kegiatan ini bertujuan mendorong puskesmas dan kecamatan membentuk dan mengaktifkan KIM.

“Tujuannya untuk memperkuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, serta memberdayakan masyarakat dalam mengelola informasi,” ujar Ansori.

Menurut Ansori, KIM berperan penting dalam menjembatani aliran informasi dari pemerintah ke masyarakat dan sebaliknya.

“Saat ini kita berencana akan membentuk KIM tingkat kecamatan melalui kecamatan dan puskesmas karena keduanya paling dekat dengan masyarakat. Makanya kita dorong bentuk KIM,” katanya.

Ke depan, pembentukan KIM akan dilanjutkan hingga tingkat pekon. “Nantinya KIM akan meliputi unsur kecamatan, puskesmas, dan masyarakat. Tugasnya mewujudkan masyarakat yang aktif, peduli, peka, dan memahami informasi,” jelas Ansori.

Melalui metode diskusi antar anggota, KIM diharapkan mampu memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan untuk kepentingan pribadi, kelompok, masyarakat, dan bangsa.

Ansori menambahkan, KIM memiliki peran strategis dalam penyebaran informasi, baik dari pemerintah ke masyarakat maupun antarmasyarakat, termasuk membahas isu yang sedang berkembang.

“Target tahun ini setiap kecamatan terbentuk KIM. Kita akan dampingi pembentukannya, termasuk pelatihan pembuatan konten,” paparnya.

Sementara Camat Belalau, Hidayatullah, menyatakan pihaknya siap mendukung penuh pembentukan KIM di wilayahnya.

“Kami di kecamatan siap fasilitasi pembentukan KIM. Ini penting agar informasi pembangunan dan layanan ke masyarakat tidak tersumbat,” tegasnya.

Ia berharap keberadaan KIM dapat menekan penyebaran berita hoaks. “Semoga dengan adanya KIM, berita hoaks bisa kita tekan sehingga masyarakat tidak mendapat informasi yang salah,” pungkasnya.(andri)

Wabup Irawan Topani Resmikan Gedung UPTD Puskesmas Pulau Pisang, Tingkatkan Layanan Kesehatan

PESIBAR -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Pesisir Barat, Irawan Topani, meresmikan Gedung UPTD Puskesmas Kecamatan Pulau Pisang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah kepulauan. | Pemkab Pesibar

Wakil Bupati Pesisir Barat, Irawan Topani, meresmikan Gedung UPTD Puskesmas Kecamatan Pulau Pisang sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas layanan kesehatan bagi masyarakat wilayah kepulauan.

Peresmian ini menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam memperluas akses pelayanan kesehatan yang lebih layak, dekat, dan merata bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Pulau Pisang.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati membacakan pesan Bupati Pesisir Barat yang menegaskan bahwa pembangunan fasilitas tersebut bukan sekadar menghadirkan infrastruktur fisik, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui layanan kesehatan yang berkualitas.

“Gedung ini dibangun untuk melayani masyarakat. Di dalamnya harus tumbuh semangat pengabdian, ketulusan, dan kepedulian dari para tenaga kesehatan. Setiap masyarakat yang datang tidak hanya memperoleh pelayanan medis, tetapi juga merasakan kehangatan melalui senyum, salam, dan sapa,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa kualitas pelayanan kesehatan tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan fasilitas dan obat-obatan, tetapi juga oleh sikap dan ketulusan tenaga medis dalam melayani masyarakat.

Dengan hadirnya gedung baru ini, pelayanan kesehatan diharapkan menjadi lebih optimal, nyaman, lengkap, serta mengedepankan pendekatan yang humanis.

Wakil Bupati juga mengingatkan seluruh jajaran UPTD Puskesmas Pulau Pisang untuk memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara maksimal, dengan tetap menjunjung tinggi etika profesi dan semangat pengabdian.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Pesisir Barat berkomitmen untuk terus mendorong pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan, agar masyarakat mendapatkan akses layanan dasar yang setara, terutama di sektor kesehatan.

Masyarakat juga diajak untuk turut menjaga dan merawat fasilitas tersebut agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan hingga generasi mendatang..(Arnandes)

Salurkan Bantuan Pangan di Bandar Pulau, Wabup Asahan: Ini Wujud Kepedulian dan Gotong Royong Pemerintah

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menyalurkan bantuan sosial pangan bagi masyarakat. Penyerahan secara simbolis dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Asahan, Rianto, S.H, M.A.P, yang berlangsung di Aula Kantor Camat Bandar Pulau, Kamis (30/04/2026) sekitar pukul 10.00 WIB.

Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah pejabat dan instansi terkait, antara lain perwakilan Polres Asahan, perwakilan Kodim 0208/Asahan, Kepala Bulog Asahan, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Camat Bandar Pulau, para Kepala Desa se-Kecamatan Bandar Pulau, serta ratusan warga penerima manfaat dan tamu undangan lainnya.

Dalam laporannya, Kepala Bulog Asahan, Zairi Yuriadi, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan ini merupakan program prioritas Pemerintah Republik Indonesia melalui penugasan Badan Pangan Nasional, dengan alokasi untuk periode bulan Maret hingga April 2026.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan dalam sambutannya menegaskan bahwa kehadiran bantuan ini adalah bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan masyarakat, di tengah berbagai tantangan ekonomi yang masih dirasakan.

“Penyaluran bantuan pangan ini bukan sekadar bantuan biasa, melainkan bentuk kepedulian, tanggung jawab, serta semangat gotong royong dan kebersamaan yang menjadi kekuatan kita selama ini. Pangan adalah kebutuhan dasar mutlak yang menjadi sumber kehidupan, dan pemerintah wajib memastikannya terpenuhi secara adil dan merata,” tegas Rianto.

Ia juga menambahkan, selain bantuan sosial, pemerintah juga terus berupaya meningkatkan kesejahteraan melalui penguatan sektor pertanian dan pemberdayaan UMKM agar masyarakat semakin mandiri dan sejahtera.

Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati merinci data penerima manfaat. Khusus di Kecamatan Bandar Pulau, bantuan disalurkan kepada 2.523 Kepala Keluarga. Masing-masing penerima mendapatkan jatah 10 kilogram beras dan 2 kilogram minyak goreng per bulan. Mengingat penyaluran ini mencakup alokasi dua bulan, setiap keluarga menerima total 20 kilogram beras dan 4 kilogram minyak goreng. Secara keseluruhan, jumlah penerima manfaat di seluruh Kabupaten Asahan mencapai 90.204 orang.

Rianto pun berpesan agar bantuan yang diterima ini dimanfaatkan secara bijak, hemat, dan sesuai kebutuhan pokok rumah tangga, agar manfaatnya benar-benar terasa optimal bagi seluruh anggota keluarga.

Di akhir acara, Wakil Bupati menyampaikan rasa terima kasih yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Republik Indonesia dan seluruh pihak yang telah bekerja keras serta terlibat dalam kelancaran proses pendistribusian bantuan ini hingga tepat sasaran.(Jun)

Cegah Kerusakan Jalan, Wakil Bupati Asahan Tegur Pengusaha Kayu: Patuhi Batas Muat Kendaraan

KISARAN -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten Asahan kembali menegaskan komitmennya menjaga keberadaan infrastruktur jalan yang ada. Wakil Bupati Asahan, Rianto, SH, MAP, melakukan peninjauan langsung ke Desa Suka Damai, Kecamatan Pulo Bandring, Kamis (30/04/2026) sore pukul 16.00 WIB, guna menindaklanjuti laporan terkait kerusakan jalan yang diduga akibat aktivitas angkutan kayu.

Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Bagian Pemerintahan, Anggota DPRD, serta Sekretaris Camat Pulo Bandring.

Dalam keterangannya di lokasi, Wakil Bupati memberikan imbauan tegas kepada seluruh pelaku usaha dan pengusaha kayu yang beroperasi di wilayah Asahan. Ia menekankan agar setiap kendaraan yang beroperasi wajib mematuhi batas muatan atau tonase yang telah ditetapkan peraturan perundang-undangan.

“Kami apresiasi kepada masyarakat yang telah aktif melaporkan kondisi di lapangan. Laporan saudara-saudara sangat membantu kami mengambil langkah cepat dan tepat,” ujar Rianto.

Ia menyoroti kondisi sejumlah ruas jalan kabupaten yang kini mengalami kerusakan cukup parah. Berdasarkan pantauan, kerusakan tersebut sangat berkaitan erat dengan aktivitas kendaraan pengangkut kayu yang kerap beroperasi dengan muatan berlebih melewati kapasitas kendaraan.

Rianto mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur jalan membutuhkan anggaran besar dan efisiensi keuangan daerah yang tidak sedikit. Oleh karena itu, menjaga fasilitas yang sudah ada adalah kewajiban bersama.

“Pemerintah sudah mengerahkan segala kemampuan anggaran untuk membangun jalan demi kemudahan akses masyarakat. Mari kita jaga bersama. Jika kendaraan terus melintas membawa muatan berlebih, kerusakan pasti akan terus terjadi dan ini sangat merugikan kita semua,” tegasnya.

Menurut Wakil Bupati, pengusaha memiliki tanggung jawab sosial dan kesadaran tinggi dalam menjalankan usahanya. Armada yang digunakan tidak boleh menjadi penyebab kerusakan fasilitas umum.

Pihaknya juga menegaskan akan memperketat pengawasan di lapangan dan berkoordinasi erat dengan instansi terkait untuk melakukan penindakan tegas.

“Kami tidak sama sekali menghambat kegiatan ekonomi atau usaha masyarakat. Namun, segala aktivitas harus berjalan sesuai koridor aturan. Jika pelanggaran tetap terjadi, maka langkah-langkah penegakan hukum pasti akan kami ambil demi kebaikan bersama,” tandasnya.(Jun)

 

Marindo Kurniawan Tinjau pembangunan Sekolah Rakyat di Kawasan Kota Baru,

LAMSEL -(deklarasinews.com)+ Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, didampingi sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD), meninjau pembangunan Sekolah Rakyat Provinsi Lampung di kawasan Kota Baru, Lampung Selatan, Rabu (29/4/2026).

Kunjungan tersebut merupakan bentuk dukungan Pemerintah Provinsi Lampung dalam menyukseskan pembangunan Sekolah Rakyat yang ditargetkan mulai beroperasi pada Juni 2026, bertepatan dengan Tahun Ajaran 2026/2027.

Marindo menegaskan, pemerintah provinsi berkomitmen memastikan seluruh fasilitas pendukung siap saat pembangunan rampung.

“Kami memastikan saat waktu penyelesaian nanti, seluruh fasilitas pendukung seperti infrastruktur jalan, penerangan, dan lainnya sudah siap,” ujarnya.

Lokasi sekolah rakyat ini memang dirancang berada di pusat pendidikan di kawasan Kota Baru.

Marindo menyebutkan hingga saat ini, progres pembangunan telah mencapai sekitar 38 persen dan ditargetkan akan selesai pada 20 Juni 2026.

“Ditargetkan pada minggu ketiga Juni progres sudah mencapai 100 persen. Mudah-mudahan pada waktu tersebut sekolah ini sudah dapat dioperasionalkan,” kata Marindo.

Sekolah rakyat ini merupakan bagian dari program pembangunan 104 sekolah permanen di berbagai daerah, sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Dalam pelaksanaannya, lahan disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Lampung, sementara konstruksi dikerjakan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dengan pendanaan dari APBN.

Berdiri di atas lahan seluas 9,5 hektare, sekolah ini ditargetkan mampu menampung 1.080 peserta didik dalam 36 ruang kelas, masing-masing berkapasitas 30 siswa. Jenjang pendidikan yang disediakan meliputi SD, SMP, hingga SMA.

Selain ruang belajar, fasilitas yang disediakan juga mencakup gedung serbaguna, asrama, serta sarana olahraga. (Red)

Sebanyak 441 Masyarakat Kabupaten Pringsewu Terima Bantuan ATENSI Dari Kemensos RI.

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)- 441 Masyarakat Kabupaten Pringsewu menerima bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) dari Kementerian Sosial RI. Bantuan ini diserahkan secara simbolis oleh Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila bersama Staf Ahli Wakil Menteri Sosial RI dan Kepala Sentra Handayani Jakarta di Lobi Kantor Bupati Pringsewu, pada Rabu (29 April 2026). Para penerima bantuan senilai Rp 892.704.183 ini adalah mereka yang terdata dalam DTSEN desil 1-5.

Adapun para penerima bantuan tersebut, terdiri dari 107 lansia (lanjut usia), 178 penyandang disabilitas, 69 anak-anak, dan 87 tuna sosial, korban penyalahgunaan NAPZA dan ODHIV. Dengan jenis bantuan, yakni pemenuhan hidup layak 423 orang, wirausaha 55 orang, dan alat bantu 22 orang, tersebar di 9 kecamatan, yaitu Adiluwih (19 orang), Ambarawa (18 orang), Banyumas (25 orang), Gadingrejo dan Pagelaran (masing-masing 91 orang), Pantura (5 orang), Pardasuka (12 orang), Pringsewu (152 orang), serta Sukoharjo (28 orang).

Wakil Bupati Pringsewu Umi Laila mengapresiasi bantuan yang diberikan Sentra Handayani Kementerian Sosial RI kepada Pemkab Pringsewu untuk disalurkan kepada masyarakat yang memerlukan. Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial RI No.7 Tahun 2022 tentang Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI) disebutkan bahwa ATENSI merupakan layanan rehabilitasi sosial yang menggunakan pendekatan berbasis keluarga, komunitas, dan/atau residensial melalui kegiatan dukungan pemenuhan kebutuhan hidup layak, perawatan sosial dan/atau pengasuhan anak, dukungan keluarga, terapi fisik, terapi psikososial, terapi mental spiritual, pelatihan vokasional, pembinaan kewirausahaan, bantuan sosial dan asistensi sosial, serta dukungan aksesibilitas.

“Saya berharap melalui fasilitasi Sentra Handayani Kementerian Sosial RI, berdampak positif bagi peningkatan kemandirian dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Pringsewu. Selanjutnya kepada para pendamping sosial, PSM, TKSK, Puskessos, serta seluruh relawan sosial di setiap pekon dan kelurahan, kiranya dapat senantiasa berkolaborasi dan bersinergi, serta kerja ikhlas dalam memfasilitasi dan membantu masyarakat yang membutuhkan layanan sosial. Semoga menjadi ladang amal yang penuh berkah,” harapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Wakil Menteri Sosial RI Alif Kamal mengungkapkan beberapa hal yang menjadi concern Kementerian Sosial, diantaranya penghapusan dan pengentasan kemiskinan serta kemiskinan ekstrem. Penerima bantuan terdiri dari kelompok anak-anak berupa alat-alat sekolah dan kebutuhan nutrisi. Sedangkan untuk penyandang disabilitas berupa alat bantu. Sementara untuk yang masih usia produktif diberikan bantuan wirausaha yang sifatnya masih rintisan, dan bisa dilanjutkan dengan program pemberdayaan sosial ekonomi.

“Kalau program rintisan wirausaha mungkin nilainya sekitar Rp 2,5 juta, sedangkan di program pemberdayaan sosial ekonomi sekitar Rp 5 juta. Mudah-mudahan mereka yang mendapatkan program rintisan nantinya ada kelanjutan melalui program pemberdayaan sosial ekonomi.

Alif menyampaikan berdasarkan Inpres No.44 Tahun 2025 para penerima bantuan ini harus masuk dalam DTSEN terutama desil 1 sampai 5. Karenanya ia meminta pemerintah daerah agar warga yang akan diberikan bantuan agar dapat diverifikasi dan divalidasi kembali.

Dalam pada itu, Kepala Sentra Handayani Jakarta Hisyam Cholil mengatakan pemberian bantuan ATENSI ini merupakan kerja bersama antara pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial RI dan Pemerintah Kabupaten Pringsewu. Karena bagaimanapun pemerintah tidak membedakan antara pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Hanya kewenangannya saja yang berbeda.

“Kehadiran negara pada prinsipnya adalah untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia. Jadi kita hadir bersama-sama untuk bekerja sama dan berkolaborasi untuk kepentingan masyarakat atau warga negara Republik Indonesia termasuk tentunya masyarakat Kabupaten Pringsewu,” ujarnya, pada kegiatan yang juga dihadiri anggota DPRD Pringsewu Dedi Sutarno, Asisten Pemerintahan dan Kesra Ihsan Hendrawan

Wakil Bupati Asahan Lepas Jamaah Haji Kloter 7 Embarkasi Medan, Serahkan Pataka Merah Putih

ASAHAN -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Asahan turut hadir dan melepas keberangkatan jamaah calon haji Kloter 7 Embarkasi Medan di Asrama Haji Medan, pada dini hari pukul 03.00 WIB. Pelepasan ini merupakan bagian dari rangkaian perjalanan ibadah haji tahun 1447 Hijriah / 2026 Masehi, di mana para jamaah selanjutnya akan berangkat menuju Bandara Internasional Kualanamu untuk terbang ke Tanah Suci, Rabu (29/4/2026).

Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua PPIH Embarkasi Medan, Dr. H. Zulkifli Sitorus, MA, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Asahan, perwakilan Kepala Dinas Kominfo Asahan, Kabag Kesra Setda Kabupaten Asahan, perwakilan Kabag Prokopim Setda Kabupaten Asahan, unsur Kepolisian, serta para tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Dr. H. Zulkifli Sitorus menyampaikan bahwa jamaah yang diberangkatkan hari ini merupakan gabungan dari empat wilayah, yaitu Kabupaten Asahan, Deli Serdang, Labuhan Batu, dan Kota Medan. Ia mengimbau seluruh jamaah untuk saling bahu-membahu, memiliki rasa kepedulian yang tinggi antar sesama tamu Allah selama berada di Tanah Suci, serta senantiasa mematuhi segala peraturan yang berlaku demi kelancaran dan keselamatan ibadah.

Sementara itu, Wakil Bupati Asahan secara simbolis menyerahkan Pataka Merah Putih kepada Ketua Panitia Kloter 7 sebagai tanda resmi dilepasnya rombongan calon haji. Dalam pesannya, ia mendoakan seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah dengan lancar, sehat walafiat, serta kembali ke tanah air dengan status haji mabrur dan hajjah mabrurah.

“Kepada seluruh bapak dan ibu jamaah, saya berpesan agar senantiasa menjaga nama baik daerah dan bangsa Indonesia selama berada di Tanah Suci. Jadilah duta yang membawa citra positif masyarakat Kabupaten Asahan,” ujar Wakil Bupati.

Rangkaian kegiatan pelepasan diawali dengan pembukaan oleh pembawa acara Hj. Restu Hilwani, pembacaan doa oleh Ustad Taufik, serta pelepasan resmi oleh Kakanwil Kemenhaj dan Umrah Sumut. Momen haru terasa saat pembacaan Talbiyah dikumandangkan oleh panitia dan seluruh hadirin.(Jun)