Berani Suarakan Aspirasi di Musrenbang, Tiga Siswa SMPN Satap 2 Kalianda Dapat Tabungan Pendidikan dari Bupati Egi

LAMSEL -(deklarasinews.com)-  Keberanian tiga siswa SMPN Satu Atap (Satap) 2 Kalianda menyampaikan aspirasi langsung di forum resmi pemerintah berbuah apresiasi.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, memberikan tabungan pendidikan sebagai bentuk penghargaan atas keberanian mereka menyuarakan kebutuhan sekolah, khususnya terkait belum adanya perpustakaan dan kondisi jalan rusak menuju sekolah.

Ketiga siswa tersebut yakni Ridwan Saputra, putra Sahpri dan Asnawati; Putri Yanitasari, putri Kuswandi dan Dewi Haryati; serta Agil Jerfi Nugroho, putra Nurhadi dan Riyanti.

Mereka menyampaikan aspirasi dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) dalam rangka menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Kalianda yang digelar di Kantor Kecamatan Kalianda, Kamis (12/2/2026).

Aspirasi para pelajar ini langsung mendapat perhatian dari Bupati Egi. Penyampaian mereka dinilai istimewa karena dilakukan dalam tiga bahasa sekaligus, yakni Bahasa Indonesia, Bahasa Lampung, dan Bahasa Inggris.

Bupati Egi mengaku bangga melihat keberanian generasi muda Lampung Selatan yang berani berbicara di ruang publik dan forum pemerintahan. Ia menilai partisipasi pelajar menjadi indikator meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pembangunan daerah.

“Jalannya rusak, nanti dicek dulu sama PU, jalan menuju SMPN Satap 2 Kalianda. Keren, saya senang melihat masyarakat Lampung Selatan sekarang ini. Nanti saya kasih tabungan pendidikan ya. Tolong diminta data-datanya, ini apresiasi karena berani berbicara dengan bahasa Inggris dan bahasa Lampung,” ujar Egi.

Selain memberikan apresiasi, Bupati Egi juga menegaskan bahwa pemerintah daerah akan menindaklanjuti aspirasi tersebut, khususnya terkait perbaikan infrastruktur jalan menuju sekolah dan pemenuhan fasilitas pendidikan yang masih terbatas.

Pemberian tabungan pendidikan diharapkan dapat menjadi motivasi bagi para pelajar untuk terus berprestasi, berani menyampaikan gagasan secara santun, serta aktif berpartisipasi dalam pembangunan lingkungan sekitarnya.

Momentum ini juga menjadi gambaran meningkatnya ruang partisipasi masyarakat, termasuk kalangan pelajar, dalam proses perencanaan pembangunan daerah yang lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan nyata di lapangan.(Red)

 

Bupati Egi Soroti Peran Masyarakat Jaga Kebersihan demi Kemajuan Daerah

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan sebagai faktor utama menciptakan daerah yang nyaman sekaligus menarik bagi wisatawan.

Pesan tersebut disampaikan Radityo Egi Pratama saat menghadiri Grand Opening Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Rabu (11/2/2026).

Bupati Egi menekankan bahwa kebersihan lingkungan bukan hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi harus menjadi budaya bersama seluruh masyarakat. Menurutnya, lingkungan yang bersih dan tertata akan meningkatkan daya tarik suatu wilayah.

“Kesadaran menjaga kebersihan dan lingkungan harus benar-benar tumbuh. Kalau ada dua pilihan, lingkungan kotor dan lingkungan bersih, orang pasti akan datang ke tempat yang bersih,” ujar Egi saat menyampaikan sambutan.

Ia menambahkan, jika Kalianda ingin hidup dan semakin ramai dikunjungi wisatawan, maka kondisi lingkungan harus terjaga dengan baik. Pemerintah daerah, kata dia, terus berupaya mengingatkan masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan demi kemajuan daerah.

“Kami bersama jajaran terus mengingatkan. Masyarakat harus ikut bergerak. Kalau ingin Kalianda ramai dan Lampung Selatan berkembang, maka kebersihan dan kerapian harus dijaga bersama,” katanya.

Egi juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama membangun Lampung Selatan dengan memulai perubahan dari diri sendiri dan lingkungan sekitar. Menurutnya, sepinya suatu daerah tidak hanya dipengaruhi satu faktor, melainkan berbagai aspek yang saling berkaitan, seperti kebersihan, penataan wilayah, serta partisipasi masyarakat.

“Jangan hanya bisa menyalahkan. Satu jari menunjuk orang lain, tiga jari menunjuk ke diri sendiri. Mari kita berbenah bersama. Kalau masyarakat ingin hidupnya berubah dan daerah ini maju, semua harus ikut bergerak. Bagaimana caranya Lampung Selatan ini bisa ramai dan berkembang, itu tanggung jawab kita bersama,” kata Egi. (Red)

 

Bupati Egi Resmikan Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Dorong Lamsel Jadi Destinasi Singgah Berbasis UMKM

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Upaya mendorong Lampung Selatan menjadi daerah tujuan singgah berbasis ekonomi lokal terus diperkuat.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan Grand Opening Cik Tien Oleh-oleh Lampung di Jalan Kusuma Bangsa No. 175 Kalianda, Rabu (11/2/2026), yang sekaligus dirangkai dengan peresmian Sekretariat Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (Hippi) Kabupaten Lampung Selatan.

Peresmian ditandai dengan penerbangan balon serta penandatanganan prasasti oleh Bupati Radityo Egi Pratama bersama owner Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Yustina Dwi Hafsari, didampingi Ketua DPC Hippi Lampung Selatan Yosefh Fauzi.

Kehadiran pusat oleh-oleh tersebut menjadi simbol dimulainya operasional ruang distribusi produk UMKM sekaligus pusat kolaborasi pelaku usaha lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menilai peresmian itu sebagai contoh nyata sinergi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan UMKM dalam memperkuat fondasi ekonomi daerah. Menurutnya, kemandirian ekonomi bertumpu pada dua aspek utama, yakni pelaku usaha yang inovatif serta kualitas produk dan jasa yang mampu bersaing.

“Ini kombinasi yang baik dan nyata untuk kepentingan ekonomi Lampung Selatan. Kemandirian ekonomi kuncinya ada dua, pelaku usaha dan produk atau jasa. Hari ini kita melihat inovasi pengusaha lokal yang mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati Egi.

Ia berharap keberadaan pusat oleh-oleh mampu meningkatkan perputaran ekonomi sekaligus menjadi embrio wadah yang lebih besar dalam memajukan UMKM dan pariwisata daerah.

Menurutnya, penguatan ruang distribusi produk lokal menjadi langkah strategis agar Lampung Selatan tidak hanya menjadi daerah lintasan, tetapi juga destinasi yang memberi pengalaman bagi wisatawan.

“Saya tidak ingin Lampung Selatan hanya dilintasi, tetapi menjadi daerah tujuan singgah yang nyaman. Dari gerbang Sumatra kita jadikan beranda Sumatra. Kita siapkan ruang yang membuat orang datang, betah, dan kembali lagi,” katanya.

Sementara itu, Owner Cik Tien Oleh-oleh Lampung, Yustina Dwi Hafsari, menyampaikan bahwa kehadiran toko oleh-oleh tersebut berangkat dari kebutuhan wisatawan yang selama ini kesulitan menemukan pusat oleh-oleh yang mudah dijangkau di wilayah Kalianda. Ia berharap toko tersebut dapat menjadi solusi sekaligus sarana promosi produk UMKM lokal.

“Selama ini wisatawan menemui kesulitan mendapatkan toko oleh-oleh yang mudah dijangkau di Kalianda. Karena itu, kami menghadirkan Cik Tien sebagai solusi bagi wisatawan yang ingin pulang membawa khas Lampung sekaligus mendukung produk UMKM lokal. Saya percaya upaya kecil ini bisa menjadi bagian dari penguatan pariwisata dan UMKM Lampung Selatan,” ujar Yustina.

Di sisi lain, Ketua DPC Hippi Lampung Selatan, Yosefh Fauzi, menegaskan bahwa sekretariat baru tersebut akan menjadi ruang diskusi dan kolaborasi pengusaha lokal dalam memperkuat ekosistem UMKM. Ia menyebut keberadaan fasilitas distribusi produk melalui Cik Tien akan memperluas peluang pemasaran bagi pelaku usaha daerah.

“Hippi sudah lama hadir, dan kini kami kembali bersama UMKM. Gedung ini mungkin kecil, tetapi insyaallah penuh makna dan keberkahan. Di sini kita berdiskusi, berbagi pengalaman, serta didukung fasilitas distribusi produk UMKM melalui Cik Tien. Kolaborasi seperti ini sangat baik untuk membangun Lampung Selatan,” kata Yosefh.

Peresmian tersebut diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan ruang kolaborasi berkelanjutan antara pemerintah, pelaku usaha, dan UMKM, sekaligus memperkuat posisi Lampung Selatan sebagai gerbang ekonomi dan pariwisata di Pulau Sumatra.(Red)

Pimpin Korve di Dermaga Bom Kalianda, Bupati Egi Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan dan Dorong Zero Waste

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama Kodim 0421/Lampung Selatan menggelar karya bakti pembersihan fasilitas umum dan sungai di kawasan Dermaga Bom Kalianda, Rabu (11/2).

Kegiatan tersebut menjadi implementasi instruksi Presiden Republik Indonesia terkait pelaksanaan Korve pembersihan lingkungan sekaligus penguatan Gerakan Lingkungan Hidup Bebas Sampah (Zero Waste) di daerah setempat.

Aksi gotong royong diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, serta dihadiri Wakil Bupati M. Syaiful Anwar dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan ini melibatkan berbagai elemen, mulai dari Polres Lampung Selatan, Satpol PP, Damkar, perangkat daerah, hingga pemerintah kecamatan dan kelurahan setempat.

Ratusan peserta kemudian bergerak membersihkan sampah di area fasilitas umum dan aliran sungai di sekitar Dermaga Bom, yang dikenal sebagai salah satu titik aktivitas masyarakat pesisir Kalianda.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk komitmen nyata dalam menjaga lingkungan, kesehatan masyarakat, dan masa depan daerah.

“Pagi ini kita tidak hanya bekerja secara fisik, tetapi menegaskan komitmen menjaga lingkungan, menjaga kesehatan, dan menjaga masa depan Lampung Selatan. Kepedulian tidak menunggu perintah, dan aksi nyata lebih kuat daripada sekadar wacana,” ujarnya.

Bupati Egi juga menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0421/LS dan Polres Lampung Selatan yang dinilai konsisten hadir di tengah masyarakat, tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga mendukung pembangunan serta kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, dan Forkopimda merupakan kekuatan strategis dalam membangun disiplin kolektif terhadap kebersihan serta memperkuat budaya gotong royong di masyarakat.

Ia menambahkan, kawasan sungai dan dermaga memiliki peran vital sebagai urat nadi kehidupan masyarakat pesisir. Lingkungan yang bersih, kata dia, akan berdampak langsung pada kesehatan, aktivitas ekonomi, hingga citra daerah.

“Kalau lingkungannya bersih, ekonomi bergerak, kesehatan terjaga, dan martabat daerah meningkat. Zero waste bukan sekadar slogan, tetapi cara berpikir, cara bersikap, dan cara bertindak,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bupati Egi berharap kegiatan tersebut dapat melahirkan budaya baru di tengah masyarakat, yakni budaya tidak membuang sampah sembarangan, budaya peduli lingkungan, serta semangat gotong royong yang berkelanjutan.

Kegiatan karya bakti ini diharapkan menjadi pemantik kesadaran bersama untuk mewujudkan Lampung Selatan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan melalui gerakan Zero Waste yang konsisten serta terintegrasi di berbagai sektor.(Red)

Pemkab Lampung Selatan Siapkan Lomba Desa Helau, Desa Paling Cantik dan Inovatif Bakal Dapat Hadiah Infrastruktur

KETAPANG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan berencana menggelar lomba Desa Helau dengan hadiah pembangunan infrastruktur bagi desa yang berhasil menciptakan lingkungan indah, hijau, inovatif, dan berdaya saing.

Program tersebut digagas sebagai stimulus percepatan pembangunan berbasis partisipasi masyarakat di tingkat desa.

Rencana tersebut disampaikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027 Kecamatan Ketapang yang berlangsung di Desa Sri Pendowo, Rabu (11/2/2026).

Dalam forum perencanaan pembangunan tersebut, Bupati Egi mengajak seluruh kepala desa bersama masyarakat untuk berkompetisi secara positif dengan menghadirkan desa yang lebih maju, asri, inovatif, dan berdaya saing.

Menurutnya, lomba Desa Helau akan menjadi pemicu agar desa-desa terus berbenah dan menghadirkan perubahan nyata yang dirasakan langsung oleh warga.

“Saya ingin bapak ibu semua bikin desa helau. Kita akan launching, setiap desa nanti kita lombakan, hadiahnya infrastruktur. Bikin desanya jadi cantik, hijau, lestari, elok, aman, dan SDM-nya unggul,” ujar Egi.

Ia menegaskan, program tersebut bukan sekadar kompetisi seremonial, melainkan gerakan kolektif yang mendorong pembangunan desa berbasis kreativitas dan partisipasi masyarakat. Desa didorong menghadirkan karya inovatif yang mampu meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus kesejahteraan warganya.

“Kita sama-sama berlomba dalam kebaikan. Bikin karya-karya inovatif, karya-karya yang berdampak untuk masyarakat,” tambahnya.

Selain memaparkan program strategis desa, Bupati Egi juga mengingatkan para kepala desa agar menjalankan amanah jabatan secara profesional serta tidak mempersulit masyarakat dalam pelayanan publik. Ia menekankan pentingnya integritas dan kepatuhan terhadap aturan, disertai pengawasan ketat dari pemerintah daerah melalui inspektorat.

“Jangan dengan jabatan kepala desa mempersulit diri sendiri dan masyarakat. Saya tidak main-main, saya tidak bisa lindungi. Mau itu tim sukses saya sekalipun, kalau melanggar hukum ya saya angkat tangan,” tegasnya.

Dalam Musrenbang kecamatan yang menjadi titik ke-11 tersebut, Egi juga menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terbuka terhadap kritik dan laporan masyarakat.

Namun, setiap laporan harus disertai identitas serta bukti yang jelas agar dapat ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

“Saya tidak anti kritik, tapi kalau laporan akun bodong tanpa identitas saya tidak bisa tanggapi karena tidak tahu benar atau tidak. Ada yang tanya kenapa aduannya lama ditanggapi, karena kita harus cari bukti dulu. Satu aduan saja bisa seminggu, karena harus mengumpulkan alat bukti,” jelasnya.

Melalui forum Musrenbang RKPD 2027 tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap sinergi antara pemerintah daerah, desa, dan masyarakat semakin kuat, sehingga program pembangunan, termasuk lomba Desa Helau, mampu mendorong perubahan nyata menuju desa yang lebih maju, hijau, dan berdaya saing. (Red)

Prestasi Beruntun! Lampung Selatan Raih Opini Kualitas Tinggi Penilaian Maladministrasi Pelayanan Publik 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi demi prestasi terus ditorehkan Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati Radityo Egi Pratama dan Wakil Bupati Muhammad Syaiful Anwar.

Kali ini, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meraih Opini Ombudsman Republik Indonesia kategori Kualitas Tinggi dalam Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diberikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung berdasarkan periode observasi pada September hingga November 2025 pada acara Penyampaian Hasil Penilaian/Opini Ombudsman RI Tahun 2025.

Penyerahan penghargaan berlangsung di Gedung Balai Keratun Lantai III, Kompleks Kantor Gubernur Lampung, Senin (9/2/2026), dan diserahkan Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela kepada Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, disaksikan Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung, Nur Rahman Yusuf.

Penilaian ini mengacu pada Peraturan Ombudsman Nomor 61 Tahun 2025 tentang Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik sebagai bagian dari fungsi pengawasan pelayanan publik secara nasional. Dalam hasil penilaian tersebut, Kabupaten Lampung Selatan memperoleh nilai 80,51 dengan predikat Baik (Kualitas Tinggi).

Adapun unit layanan yang menjadi objek penilaian meliputi Dinas Sosial, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Ketiga unit layanan tersebut dinilai menunjukkan kualitas pelayanan publik yang baik dan konsisten memenuhi standar pelayanan kepada masyarakat.

Plt Asisten Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menegaskan bahwa penghargaan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

“Berdasarkan hasil pengawasan pelayanan publik, Kabupaten Lampung Selatan berhasil meraih Predikat Penilaian Maladministrasi Penyelenggaraan Pelayanan Publik Tahun 2025 dari Ombudsman RI dengan nilai 80,51 kategori Baik atau Opini Kualitas Tinggi,” ujar Edy.

Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan di bawah kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Egi-Syaiful dalam memperbaiki tata kelola pelayanan publik agar semakin profesional, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Alhamdulillah, Kabupaten Lampung Selatan mendapatkan penghargaan Opini Kualitas Tinggi dari Ombudsman RI. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tambahnya.

Edy juga menegaskan bahwa hasil penilaian Ombudsman RI akan dijadikan bahan evaluasi dan penguatan sistem pelayanan publik ke depan. Pemkab Lampung Selatan berkomitmen mendorong pelayanan yang semakin cepat, mudah, serta akuntabel bagi masyarakat.

Penghargaan ini sekaligus mempertegas posisi Kabupaten Lampung Selatan sebagai salah satu daerah di Provinsi Lampung yang serius membangun pelayanan publik berkualitas dan berintegritas, sejalan dengan semangat reformasi birokrasi dan peningkatan kinerja pemerintahan daerah. (Kmf)

Groundbreaking Hilirisasi Peternakan Ayam Terintegrasi Dimulai, Lampung Selatan Bidik Peran Strategis Nasional

JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Kabupaten Lampung Selatan kembali dipercaya sebagai salah satu lokasi program strategis nasional. Kepercayaan itu ditandai dengan dimulainya program hilirisasi industri ayam terintegrasi yang diproyeksikan menjadikan daerah ini sebagai motor penguatan hilirisasi peternakan ayam nasional sekaligus penyangga pasokan protein hewani untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Program tersebut merupakan hasil kerja sama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dengan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI serta Daya Anagata Nusantara (Danantara).

Pembangunan resmi dimulai melalui kegiatan groundbreaking di Perkebunan PTPN I Region 7 Trikora, Desa Rejomulyo, Kecamatan Jati Agung, Jumat (6/2/2026).

Groundbreaking dilaksanakan hanya sehari setelah audiensi antara Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI dan Bupati Lampung Selatan pada Kamis (5/2/2026), menandakan percepatan implementasi program yang menjadi prioritas pemerintah pusat tersebut.

Salah satu program utama yang akan dijalankan adalah skema “Ayam Merah Putih”, yakni model pengembangan peternakan ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir.

Program ini mencakup penyediaan bibit ayam, pakan, kandang, hingga penguatan industri pengolahan, sehingga peternak tidak lagi bergantung pada penjualan ayam hidup, tetapi dapat memperoleh nilai tambah dari produk olahan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mengatakan pembangunan hilirisasi pangan tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian dan peternakan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan kegiatan groundbreaking dengan PTPN I dan Danantara terkait pembangunan hilirisasi pangan yang ada di Lampung Selatan,” ujar Egi.

Bupati Egi menjelaskan, kehadiran industri hilir yang terintegrasi diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas peternakan ayam serta membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.

“Kami optimistis ini akan mampu menggerakkan ekonomi lokal dan menciptakan domino efek terhadap potensi yang ada di daerah sini,” lanjutnya.

Program hilirisasi tersebut dirancang untuk memperkuat rantai pasok sektor peternakan, mulai dari produksi, pengolahan, hingga distribusi.

Dengan sistem terintegrasi, hasil peternakan diharapkan tidak hanya memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga menopang kebutuhan nasional.

Selain memperkuat ketahanan pangan, proyek ini juga diproyeksikan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan kesejahteraan peternak, serta menumbuhkan sektor usaha pendukung di Lampung Selatan.

Pemerintah daerah pun menegaskan komitmennya untuk terus mendukung program strategis pemerintah pusat yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.(Red)

 

Musrenbang RKPD 2027 Jadi One Stop Service, Pelayanan Publik Jemput Bola Hadir di Kecamatan Way Panji

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menghadirkan layanan publik terpadu bersamaan dengan pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 tingkat kecamatan.

Inovasi ini menjadikan Musrenbang tidak hanya sebagai forum perencanaan pembangunan, tetapi juga ruang pelayanan langsung bagi masyarakat.

Pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Way Panji yang digelar di Gedung Olahraga Desa Sidereno, Jumat (6/2/2026), dipadati warga yang memanfaatkan berbagai layanan yang disediakan. Sejak kegiatan dimulai hingga berakhir, masyarakat terlihat antusias mengurus kebutuhan administrasi maupun layanan kesehatan di lokasi acara.

Kehadiran layanan publik terpadu tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam mendekatkan akses layanan dasar melalui pendekatan jemput bola. Selain menyerap aspirasi pembangunan, pemerintah daerah juga memastikan masyarakat memperoleh manfaat langsung dari setiap kegiatan Musrenbang.

Sejumlah layanan yang dihadirkan meliputi pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, pelayanan pajak daerah oleh UPTD Pelayanan Pajak BPPRD Kabupaten Lampung Selatan, serta layanan Samsat Keliling.

Selain itu, tersedia pula pelayanan kesehatan dari UPTD Puskesmas Way Panji, vaksinasi rabies bagi hewan peliharaan oleh Puskeswan, perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan, hingga bazar produk UMKM lokal.

 

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turut meninjau langsung sejumlah stan pelayanan dan berdialog dengan masyarakat yang sedang mengurus berbagai kebutuhan administrasi. Ia juga menyerahkan KTP elektronik kepada warga yang telah selesai melakukan perekaman data.

“Bagaimana pelayanannya di sini? Mudah dan cepat, kan?” ujar Bupati Egi saat berbincang dengan salah satu warga penerima KTP elektronik.

Salah seorang warga Way Panji, Harno, mengaku sangat terbantu dengan adanya pelayanan terpadu yang dihadirkan di lokasi Musrenbang. Menurutnya, layanan tersebut memudahkan masyarakat karena tidak perlu datang jauh ke pusat pemerintahan.

“Pelayanan ini sangat membantu sekali. Kami jadi nggak perlu jauh-jauh. Apalagi gratis, kami sangat antusias dengan adanya pelayanan seperti ini di acara Musrenbang,” katanya.

Melalui integrasi antara forum perencanaan pembangunan dan pelayanan publik dalam satu kegiatan, Pemkab Lampung Selatan berharap aspirasi masyarakat dapat terserap secara optimal sekaligus memastikan kebutuhan dasar warga tetap terlayani dengan baik.

 

Kompak, Egi – Syaiful Hadiri Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Selatan 2027 di Kecamatan Candipuro

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan- Rencana Kegiatan Pembangunan Daerah (Musrenbang-RKPD) Kabupaten Lampung Selatan tahun 2027 di Kecamatan Candipuro sepertinya berbeda dari Kecamatan lainya .

Pasalnya kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini dihadiri oleh orang nomor dan nomor dua (Radityo Egi Pratama-M. Syaiful Anwar ) di Kabupaten berjuluk Serambi Sumatera ini .

Siang itu cuaca dikecamatan Candipuro terlihat cerah sekali, walaupun rasa panas yang menyengat cukup untuk membakar kalori bagi para hadirin yang hadir di Aula Kecamatan Candipuro itu.

Dari arah jalan Kendaraan Innova warna Hitam berplat Nomor BE 2 D terlihat masuk kehalaman pelataran kantor kecamatan Candipuro yang sudah dipadati oleh para pejabat Pemkab Lampung Selatan dan para undangan.

Tak lama kemudian turun sosok wakil bupati turun bersama istri dan langsung menyalami para pejabat Pemkab Lampung Selatan dan Camat Candipuro Sumiyati yang sedari tadi menunggu kedatanganya.

Dari kejauhan acara Musrenbang RKPD Pemkab Lampung Selatan Kecamatan Candipuro tahun 2027 sudah dimulai, para pejabat kabupaten dan pejabat Kecamatan dan Aparatur desa  dan undangan dengan tertib mengikuti jalanya acara rutin yang diselenggarakan setiap tahun.

Selanjutnya, tak lama berselang bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama rombongan menyusul hadir ditengah-tengah kegiatan Musrenbang RKPD itu,  setelah menerima selendang penyambutan dari petugas, suami Zita Anjani ini langsung melihat -lihat setiap sudut ruangan yang memberikan pelayanan kepada warga masyarakat.

Selanjutnya baik Egi dan M Syaiful langsung masuk keruangan Aula Kecamatan Candipuro yang digunakan sebagai pelaksanaan Musrenbang RKPD 2027 di Kecamatan Candipuro. Usai memberikan sambutan dan ramah tamah bersama peserta dan undangan,   Egi secara resmi membuka kegiatan tahunan itu.

Tak hanya itu pasangan Bupati dan wakil Bupati Lampung Selatan ini juga melakukan peresmian kantor Kecamatan Candipuro yang barusaja dilakukan rehabilitasi berar oleh Dinas PU PR Pemkab Lampung Selatan pada tahun anggaran 2025 lalu.

Camat Candipuro Sumiyati SE usai kegiatan kepada media ini dirinya bersama jajaranya mengucapkan terima kasih kepada bupati dan wakil Bupati Lampung Selatan yang telah menghadiri kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten Lampung Selatan tahun 2027.

Semoga dengan kehadiran bupati dan wakil bupati dalam kegiatan ini, akan menambah semangat  untuk memberikan pelayanan kepada warga masyarakat khususnya diwilayah ini, ” Saya bersama jajaran sangat bangga dihadiri oleh Bupati dan wakil Bupati pada kegiatan ini, semoga menambah semangat kami dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, ” tutur Camat Candipuro ini. (red)

Enam Perangkat Daerah Mulai Proses, Gaji PPPK Paruh Waktu Lampung Selatan Siap Masuk Rekening

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan anggaran pembayaran gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dalam kondisi siap.

Keterlambatan yang dikeluhkan sejumlah pegawai disebut bukan karena kendala keuangan, melainkan proses administrasi di masing-masing perangkat daerah.

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan, Rini Ariasih, menjelaskan bahwa pengajuan pencairan gaji PPPK Paruh Waktu sebenarnya sudah dapat dilakukan sejak awal bulan ini. Namun realisasi pembayaran sangat bergantung pada kecepatan perangkat daerah dalam mengajukan berkas pencairan.

“Secara keuangan tidak ada masalah. Anggaran sudah tersedia. Tinggal proses pengajuan dari masing-masing perangkat daerah,” ujar Rini, dalam  keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Ia menerangkan, salah satu syarat utama pencairan gaji PPPK Paruh Waktu adalah Perjanjian Kinerja (PK) yang memuat nominal gaji sebagai dasar pembayaran.

Saat ini, masih terdapat sejumlah PK PPPK Paruh Waktu, terutama tenaga guru, yang masih dalam proses Tanda Tangan Elektronik (TTE).

Meski demikian, Rini menegaskan kondisi tersebut tidak semestinya menjadi penghambat karena sistem pembayaran gaji bersifat LS (Langsung). Artinya, pengajuan dapat dilakukan secara bertahap tanpa harus menunggu seluruh PK selesai.

“Contohnya di Dinas Pendidikan yang jumlah gurunya ribuan. Kalau sudah ada 100 orang yang PK-nya selesai, ya langsung diajukan 100 orang dulu. Tidak perlu menunggu semuanya,” jelasnya.

Hingga saat ini, sedikitnya enam perangkat daerah telah mengajukan proses pencairan gaji PPPK Paruh Waktu dan telah diverifikasi oleh BPKAD. Di antaranya Dinas PPPA, Kesbangpol, Bappeda, Perkim, serta Kecamatan Tanjung Bintang dan Way Sulan.

Sementara itu, Dinas Sosial, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, serta BKD saat ini masih dalam tahap verifikasi kelengkapan dokumen, lalu menyampaikan SPM.

“Sudah ada enam perangkat daerah yang berproses. Berkasnya sudah diverifikasi dan siap dicairkan hari ini,” kata Rini.

Selain persoalan PK, kendala lain yang ditemui adalah masih banyak PPPK Paruh Waktu, khususnya guru yang diangkat melalui Surat Keputusan Kepala Sekolah, belum memiliki rekening Bank Lampung. Padahal, sistem pembayaran gaji di lingkungan Pemkab Lampung Selatan menggunakan bank tersebut sebagai kanal resmi.

“Mereka kebanyakan belum memiliki rekening Bank Lampung. Ini perlu segera dilengkapi agar proses pembayaran bisa berjalan lancar,” tambahnya.

Pemkab Lampung Selatan mengimbau seluruh perangkat daerah agar mempercepat proses administrasi serta memastikan kelengkapan dokumen pegawai.

Dengan pengajuan yang dilakukan secara bertahap dan koordinasi yang lebih intensif, pemerintah daerah optimistis pembayaran gaji PPPK Paruh Waktu dapat segera terealisasi dan menjawab keresahan para pegawai yang telah mulai bekerja sejak akhir Desember 2025. (Red)