Perkuat Perlindungan Sosial dan Kesehatan, Pemkab Lampung Selatan Perpanjang Dua PKS Strategis

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial bagi masyarakat.

Salah satunya melalui perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan yang akan memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada 7.882 pekerja rentan di daerah tersebut.

Selain dengan BPJS Ketenagakerjaan, Pemkab Lampung Selatan juga memperpanjang kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu guna mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pembangunan sektor kesehatan.

Penandatanganan kedua kerja sama tersebut berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan itu dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan Supriyanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra M. Darmawan, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Anasrullah, Plt Kepala Dinas Kesehatan Devi Arminanto, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Rika Wati, serta sejumlah pejabat terkait.

Perpanjangan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan merupakan tindak lanjut dari pembahasan yang telah dilakukan sebelumnya dalam rangka memperkuat sinergi peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Melalui kerja sama tersebut, ribuan pekerja rentan akan memperoleh perlindungan sosial ketenagakerjaan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat yang bekerja di sektor informal maupun kelompok rentan lainnya.

Sementara itu, kerja sama dengan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang meliputi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung pembangunan kesehatan sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Lampung Selatan.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, menegaskan bahwa setiap kerja sama yang dibangun harus berlandaskan prinsip saling menguntungkan dengan tetap memperhatikan hak dan kewajiban masing-masing pihak.

“Kerja sama ini diharapkan dapat memberikan manfaat sesuai dengan tugas pokok masing-masing. Kami juga berharap kolaborasi ini mampu menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat, terutama di tengah tantangan yang semakin besar serta cakupan pelayanan yang semakin luas dan kompleks,” ujar Supriyanto.

Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan, R. Rully Maulana, menyampaikan apresiasi kepada Pemkab Lampung Selatan atas komitmen dan kolaborasi yang selama ini terjalin dalam memperluas perlindungan sosial bagi masyarakat.

Menurut Rully, program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan saat peserta menghadapi risiko kerja maupun musibah, tetapi juga berkontribusi dalam upaya pengentasan kemiskinan melalui berbagai manfaat yang diberikan kepada peserta dan keluarganya.

“Program BPJS Ketenagakerjaan tidak hanya memberikan perlindungan sosial, tetapi juga mendukung peningkatan kualitas pendidikan melalui program beasiswa bagi keluarga peserta yang mengalami risiko,” kata Rully.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kesehatan Universitas Aisyah Pringsewu, Surmiasih, berharap kerja sama yang terjalin dapat memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, tidak hanya dalam pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat tetapi juga dalam peningkatan kualitas kesehatan dan pengembangan sumber daya manusia.

“Kami berharap kerja sama ini dapat membawa kebermanfaatan bagi pengembangan sumber daya manusia dan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan mutu kesehatan masyarakat di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Surmiasih.

Melalui perpanjangan kerja sama tersebut, Pemkab Lampung Selatan menunjukkan komitmennya untuk terus membangun kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat perlindungan sosial ketenagakerjaan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, serta menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas bagi masyarakat.

 

 

Tekan Angka Kemiskinan, Pemkab Lampung Selatan Perkuat Sinergi dan Percepat Program Berbasis Data

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat langkah percepatan penurunan angka kemiskinan melalui penguatan sinergi lintas sektor dan optimalisasi program berbasis data.

Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TPKD) Tahun 2026 yang digelar di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Selasa (23/6/2026).

Rapat koordinasi yang dipimpin Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, itu dihadiri kepala perangkat daerah, perwakilan instansi vertikal, serta mitra pembangunan terkait.

Dalam arahannya, Tri Umaryani menyampaikan bahwa angka kemiskinan di Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2025 tercatat sebesar 12,05 persen, sementara angka kemiskinan ekstrem berada pada level 0,60 persen.

Meskipun menunjukkan tren yang terus membaik, capaian tersebut masih berada di atas rata-rata Provinsi Lampung maupun nasional.

Oleh karena itu, Tri meminta seluruh perangkat daerah menjadikan penurunan kemiskinan sebagai salah satu prioritas utama dalam penyusunan dan pelaksanaan program kerja tahun 2026. Menurutnya, setiap program yang dijalankan harus mampu memberikan dampak nyata dan terukur terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Tri juga menekankan pentingnya pemutakhiran dan validasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai basis utama pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan.

Ia meminta seluruh perangkat daerah yang mengelola bantuan sosial menggunakan data DTSEN agar berbagai intervensi pemerintah dapat tepat sasaran dan menjangkau masyarakat yang benar-benar membutuhkan.

Selain aspek data, Tri turut menyoroti realisasi anggaran program penanggulangan kemiskinan yang hingga Triwulan I Tahun 2026 masih berada pada kisaran 14 hingga 19 persen. Untuk itu, ia mendorong percepatan pelaksanaan kegiatan pada Triwulan II agar target pembangunan dan pengurangan kemiskinan dapat tercapai secara optimal.

“Kita harus memastikan setiap program yang dilaksanakan memiliki dampak langsung dan terukur terhadap pengurangan kemiskinan, bukan sekadar memenuhi target realisasi anggaran,” tegasnya.

Lebih lanjut, Tri mengarahkan agar program pemberdayaan ekonomi masyarakat, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, serta berbagai bantuan sosial dapat terintegrasi dengan data DTSEN.

Dengan demikian, seluruh program pemerintah dapat saling mendukung dan memberikan hasil yang lebih efektif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap seluruh perangkat daerah semakin memperkuat kolaborasi, meningkatkan kualitas data dan pelaporan, serta mengoptimalkan berbagai program yang berdampak langsung terhadap penurunan kemiskinan guna mewujudkan Lampung Selatan yang lebih sejahtera, maju, dan berdaya saing.

 

 

Masuki Semester II 2026, Pemkab Lampung Selatan Percepat Realisasi Program dan Perkuat Sinergi Perangkat Daerah

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menggelar apel mingguan di Lapangan Korpri, Kalianda, Senin (22/6/2026).

Apel tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen, disiplin, serta semangat kebersamaan seluruh aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.

Apel dipimpin Asisten Bidang Administrasi Umum Setdakab Lampung Selatan, Edy Firnandi, dan diikuti ASN di lingkungan Pemkab Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga PNS dan PPPK.

Menyampaikan amanat Bupati Lampung Selatan, Edy Firnandi menekankan pentingnya evaluasi kinerja dan percepatan realisasi program pembangunan seiring telah memasuki pertengahan tahun anggaran 2026.

Menurut Edy, seluruh perangkat daerah perlu melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap capaian kinerja serta pelaksanaan program yang telah direncanakan.

“Pastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai target, tepat waktu, tepat mutu, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Edy Firnandi.

Selain itu, Edy juga meminta setiap perangkat daerah memperkuat fungsi pengendalian dan monitoring secara berkala guna mengantisipasi keterlambatan pelaksanaan kegiatan maupun penyerapan anggaran.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya ditentukan oleh capaian masing-masing organisasi perangkat daerah, tetapi juga oleh kemampuan seluruh jajaran pemerintah dalam membangun sinergi dan kolaborasi.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi daerah tidak dapat diselesaikan secara sendiri-sendiri. Oleh karena itu, koordinasi, komunikasi, dan kerja sama antarpemangku kepentingan harus terus diperkuat.

“Hilangkan ego sektoral dan utamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan organisasi maupun individu. Dengan kolaborasi yang baik, berbagai program pembangunan akan berjalan lebih efektif dan memberikan hasil yang optimal,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Edy juga mengajak seluruh aparatur Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen, kerja keras, dan kebersamaan seluruh aparatur dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik.

“Keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh komitmen, kerja keras, dan kebersamaan kita semua,” kata Edy Firnandi.

 

Dukung Program HELAU, Pemkab Lampung Selatan Edukasi Masyarakat Kelola Sampah Organik Jadi Produk Bernilai Ekonomis

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat upaya pelestarian lingkungan sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui edukasi pengelolaan sampah organik menjadi produk bernilai ekonomis.

Langkah tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program unggulan HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul) yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan.

Komitmen itu diwujudkan melalui kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Sampah oleh Nusa Semaka Creativepreneur mengenai pemanfaatan Eco Enzyme dan Fruit Enzyme yang berlangsung di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Senin (22/6/2026).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani. Sosialisasi diselenggarakan sebagai upaya memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan sampah organik yang selama ini masih menjadi tantangan di berbagai lingkungan.

Tri Umaryani mengatakan, pengolahan sampah organik menjadi eco enzyme tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga mampu menghasilkan berbagai produk yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi.

“Melalui sosialisasi ini, kita memberikan edukasi terkait pengelolaan sampah organik yang selama ini masih menjadi permasalahan di masyarakat. Sampah organik dapat diolah menjadi eco enzyme dan dikembangkan menjadi berbagai produk seperti sabun, pupuk, antiseptik, produk perawatan kulit, bahkan minuman kesehatan,” ujar Tri Umaryani.

Menurut Tri, kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, khususnya Program HELAU, yang mendorong terciptanya lingkungan bersih, sehat, dan produktif melalui partisipasi aktif masyarakat.

Ia berharap, pengetahuan yang diperoleh peserta dapat diterapkan secara nyata di lingkungan masing-masing sehingga mampu menjadi solusi pengelolaan sampah sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Pemkab Lampung Selatan juga menghadirkan Koordinator Wilayah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Kehadiran SPPG dinilai penting mengingat salah satu persoalan yang dihadapi berkaitan dengan pengelolaan limbah organik, khususnya sisa sayur-mayur yang berpotensi dimanfaatkan melalui pengolahan eco enzyme.

Sementara itu, perwakilan Nusa Semaka Creativepreneur, Eka Khairunisa, menjelaskan bahwa eco enzyme dan fruit enzyme yang dikembangkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai pupuk, tetapi juga dapat diolah menjadi berbagai produk turunan yang bermanfaat bagi kesehatan dan kebutuhan sehari-hari.

“Eco enzyme dan fruit enzyme yang kami kembangkan dapat diolah menjadi berbagai produk seperti sabun, facial wash, face cream, salep kulit hingga minuman kesehatan. Inovasi ini memanfaatkan kombinasi dari 55 jenis buah atau kulit buah yang dipadukan dengan 10 jenis minyak premium sehingga menghasilkan produk yang bermanfaat sekaligus ramah lingkungan,” jelas Eka.

Eka berharap, inovasi tersebut dapat diterapkan lebih luas melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Selain membantu mengurangi pencemaran lingkungan, pemanfaatan sampah organik juga dinilai mampu menciptakan produk bernilai tambah yang mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Melalui edukasi ini, Pemkab Lampung Selatan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan, sekaligus memperkuat implementasi Program HELAU di seluruh wilayah Kabupaten Lampung Selatan.

 

Kendalikan Inflasi dan Jaga Daya Beli, Pemkab Lampung Selatan Hadirkan Sembako Murah Lewat Gerakan Penetrasi Pasar

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus mengendalikan inflasi terus dilakukan pemerintah. Salah satunya melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar yang digelar serentak di 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung, termasuk di Kabupaten Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026).

Di Lampung Selatan, kegiatan tersebut dipusatkan di depan Kantor KUPT Pasar Inpres Kalianda dan langsung mendapat sambutan antusias dari masyarakat.

Sejak pagi, warga memadati lokasi untuk memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau dibanding harga pasar.

Dalam kegiatan itu, pemerintah menyediakan sejumlah komoditas strategis, seperti beras SPHP kemasan 5 kilogram seharga Rp60.000 per sak, Minyakita 2 liter seharga Rp31.000, serta gula Manis Kita seharga Rp17.500 per kilogram.

Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan, Mirliansyah, mengatakan kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Kanwil Bulog Provinsi Lampung, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan.

“Alhamdulillah hari ini kita melaksanakan operasi pasar murah di Pasar Inpres Kalianda yang diprakarsai oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, Kanwil Bulog Provinsi Lampung, serta Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Lampung Selatan,” kata Mirliansyah di sela kegiatan.

Menurut Mirliansyah, gerakan penetrasi pasar ini tidak hanya bertujuan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, tetapi juga menjadi langkah strategis pemerintah dalam menjaga kestabilan harga komoditas penting di pasaran.

“Ini dalam rangka memenuhi kebutuhan pokok masyarakat Lampung Selatan, khususnya warga Kalianda dan sekitarnya. Selain itu juga untuk menjaga stabilitas harga minyak goreng, beras, dan gula agar tidak terjadi lonjakan harga yang dapat memicu inflasi di Kabupaten Lampung Selatan, khususnya di Kota Kalianda dan sekitarnya,” ujarnya.

Manfaat program tersebut turut dirasakan masyarakat. Salah seorang warga Kedaton, Jumilah (32), mengaku sangat terbantu dengan adanya operasi pasar murah yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga lebih ringan.

“Alhamdulillah, sangat terbantu untuk ekonominya yang kurang mampu. Terima kasih kepada Pak Gubernur, Pak Bupati, dan Kepala Bulog Wilayah Lampung atas minyak murahnya,” ungkap Jumilah.

Melalui Gerakan Serentak Penetrasi Pasar ini, pemerintah berharap daya beli masyarakat tetap terjaga di tengah dinamika harga kebutuhan pokok.

Program tersebut juga menjadi salah satu langkah konkret untuk menjaga inflasi daerah tetap terkendali sekaligus memastikan masyarakat dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

 

 

Dukung UMKM GWH Tetap Bergeliat, Pemkab Lampung Selatan Gerakkan Ekonomi Lokal Lewat Senam Bersama

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan kembali menggelar kegiatan senam bersama di area outdoor Gedung Olahraga Way Handak (GWH) Kalianda, Jumat pagi (19/6/2026).

Selain mendorong pola hidup sehat bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk menggerakkan roda perekonomian pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di kawasan GWH.

Kegiatan yang diikuti para pejabat utama, kepala perangkat daerah, serta jajaran ASN di lingkungan Pemkab Lampung Selatan itu sengaja dipusatkan di kawasan GWH guna menghadirkan lebih banyak pengunjung dan pembeli bagi para pelaku UMKM setempat.

Usai mengikuti senam bersama, para ASN dan kepala perangkat daerah tampak mengunjungi sejumlah lapak UMKM yang berada di sekitar lokasi kegiatan. Mereka membeli berbagai produk kuliner dan jajanan yang dijajakan para pedagang.

Langkah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah terhadap para pelaku UMKM yang selama ini mengeluhkan menurunnya jumlah pembeli di kawasan GWH.

Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setdakab Lampung Selatan, Tri Umaryani, mengatakan bahwa kegiatan senam bersama tidak hanya bertujuan meningkatkan kebugaran jasmani, tetapi juga menjadi sarana pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Kegiatan senam ini terbuka untuk umum. Ayo sobat UMKM dan masyarakat Lampung Selatan, mari berolahraga bersama. Setelah berolahraga, kita juga bisa mendukung UMKM lokal dengan berbelanja produk yang dijual di sekitar GWH,” ujar Tri Umaryani.

Menurut Tri Umaryani, sinergi antara kegiatan olahraga dan pemberdayaan UMKM diharapkan mampu menciptakan manfaat ganda bagi masyarakat. Selain tubuh menjadi sehat, aktivitas ekonomi masyarakat juga dapat terus bergerak.

Hal senada disampaikan Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemkab Lampung Selatan, Anasrullah. Ia mengajak masyarakat untuk semakin mencintai dan menggunakan produk-produk lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pertumbuhan UMKM daerah.

“Mari kita bersama-sama mendukung UMKM Lampung Selatan. Dengan membeli produk lokal, kita turut membantu meningkatkan perekonomian masyarakat dan memperkuat usaha-usaha yang ada di daerah kita,” kata Anasrullah.

Melalui kegiatan senam bersama yang rutin digelar setiap pekan tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap semangat hidup sehat dapat berjalan beriringan dengan upaya memperkuat ekonomi kerakyatan.

Dengan begitu, manfaatnya tidak hanya dirasakan oleh ASN dan masyarakat yang berolahraga, tetapi juga oleh para pelaku UMKM yang menggantungkan usahanya di kawasan GWH Kalianda.

 

Pemkab Lampung Selatan Perluas Perlindungan Sosial, 7.882 Pekerja Rentan Akan Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan bersama BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan membahas perpanjangan Perjanjian Kerja Sama (PKS) penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.

Melalui kerja sama tersebut, sebanyak 7.882 pekerja rentan akan mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan, meningkat dibandingkan periode sebelumnya yang mencakup 4.580 pekerja.

Pembahasan perpanjangan kerja sama itu berlangsung di Aula Rajabasa, Kantor Bupati Lampung Selatan, Jumat (19/6/2026), dipimpin Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdakab Lampung Selatan, M. Darmawan.

Hadir dalam rapat tersebut Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan, R. Rully Maulana, beserta jajaran perangkat daerah di lingkup Pemkab Lampung Selatan.

Darmawan mengatakan, program perlindungan pekerja rentan merupakan bentuk komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam memberikan jaminan sosial kepada masyarakat yang bekerja di sektor informal dan memiliki tingkat risiko kerja yang tinggi.

Menurutnya, peningkatan jumlah penerima manfaat menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat yang membutuhkan.

“Beberapa waktu lalu jumlah pekerja rentan yang difasilitasi sebanyak 4.580 orang. Pada kerja sama yang akan diperpanjang ini jumlahnya meningkat menjadi 7.882 orang. Tentunya kita berharap pelayanan dan manfaat yang diberikan BPJS Ketenagakerjaan dapat semakin dirasakan masyarakat,” ujar Darmawan.

Sementara itu, Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Lampung Selatan, R. Rully Maulana, menjelaskan bahwa program tersebut sejalan dengan strategi nasional dalam memperkuat perlindungan sosial sekaligus mendukung upaya pengentasan kemiskinan.

Rully menyebutkan, peserta yang terdaftar akan memperoleh perlindungan jaminan kecelakaan kerja selama 24 jam saat menjalankan aktivitas mencari nafkah. Seluruh biaya pengobatan akibat kecelakaan kerja ditanggung tanpa batas sesuai indikasi medis.

“Selain itu, apabila peserta meninggal dunia karena kecelakaan kerja, ahli waris berhak menerima santunan serta manfaat beasiswa pendidikan bagi anak hingga perguruan tinggi,” jelas Rully.

Ia menambahkan, ahli waris peserta yang meninggal dunia juga berhak menerima santunan kematian sesuai ketentuan yang berlaku. Untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, BPJS Ketenagakerjaan terus melakukan verifikasi dan pemutakhiran data secara berkala bersama pemerintah daerah.

“Kami terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, kecamatan, dan desa agar masyarakat memahami manfaat program ini. Harapannya semakin banyak pekerja rentan yang mendapatkan perlindungan sosial ketenagakerjaan,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas perpanjangan Perjanjian Kerja Sama yang sebelumnya telah berjalan selama lima bulan dan berakhir pada bulan lalu.

Pemkab Lampung Selatan dan BPJS Ketenagakerjaan sepakat melanjutkan program tersebut selama tiga bulan ke depan, sekaligus menyempurnakan sejumlah klausul kerja sama yang mengalami penyesuaian.

Melalui perpanjangan kerja sama ini, Pemkab Lampung Selatan berharap semakin banyak pekerja rentan yang memperoleh perlindungan sosial, sehingga dapat bekerja dengan lebih aman dan memiliki jaminan ketika menghadapi risiko kecelakaan kerja maupun musibah lainnya.

 

Bupati Egi Apresiasi Pentas Seni Budaya Helau, Dorong Ekonomi Lokal dan Kreativitas Seniman Lamsel

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pentas Seni Budaya Helau yang kembali digelar di Bundaran Tugu Khagom Mufakat, Kalianda, Jumat (19/6/2026), tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi para seniman lokal, tetapi juga berhasil menarik kunjungan masyarakat dan wisatawan serta menggerakkan roda perekonomian daerah.

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan bekerja sama dengan Dewan Kesenian Lampung Selatan (DKLS) itu menjadi salah satu upaya Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam mempublikasikan Program Lampung Selatan HELAU melalui pendekatan seni dan budaya.

Ratusan pengunjung tampak memadati area Bundaran Tugu Khagom Mufakat untuk menyaksikan berbagai pertunjukan seni yang ditampilkan.

Kehadiran masyarakat tidak hanya memberikan ruang apresiasi bagi para pelaku seni, tetapi juga membawa dampak positif bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang berjualan di sekitar lokasi kegiatan.

Pentas Seni Budaya Helau sendiri bertujuan melestarikan dan mengembangkan seni budaya daerah, menyediakan ruang kreativitas bagi seniman dan generasi muda, sekaligus menumbuhkan rasa bangga masyarakat terhadap kekayaan budaya lokal yang dimiliki Kabupaten Lampung Selatan.

Selain menjadi wadah pelestarian budaya, kegiatan tersebut juga diharapkan mampu menghidupkan ruang publik, memperkuat ekosistem ekonomi kreatif, serta menjadi daya tarik wisata berbasis budaya yang berkelanjutan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang hadir langsung pada kegiatan tersebut mengaku bangga melihat tingginya antusiasme masyarakat dan kreativitas generasi muda yang terlibat dalam penyelenggaraan acara.

“Saya senang melihat kreativitas anak-anak muda yang ada seperti ini. Saya berharap acara seperti ini akan terus dilaksanakan. Yang paling penting adalah kebersihan, kerapihan, keindahan, kenyamanan, dan keamanan. Itu yang harus terus kita jaga bersama,” ujarnya.

Menurut Egi, Pentas Seni Budaya Helau memiliki peran penting sebagai sarana promosi budaya sekaligus penguatan sektor pariwisata daerah.

Karena itu, kegiatan tersebut diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin dan berkembang menjadi salah satu agenda unggulan Kabupaten Lampung Selatan.

Bupati Egi menegaskan, pengembangan sektor pariwisata akan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat apabila mampu menarik lebih banyak wisatawan untuk datang dan menikmati berbagai potensi yang dimiliki Lampung Selatan.

“Saya ingin menjadikan Kabupaten Lampung Selatan sebagai destinasi pariwisata. Kalau banyak wisatawan yang datang, maka yang merasakan manfaatnya adalah masyarakat Lampung Selatan. Pariwisata sangat identik dengan kebersihan, kerapihan, kenyamanan pengunjung, dan keramahan tuan rumah,” katanya.

Suasana semakin meriah ketika Bupati Egi berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pelaku seni yang hadir. Bahkan, orang nomor satu di Kabupaten Lampung Selatan itu turut menyumbangkan beberapa lagu di atas panggung yang disambut antusias pengunjung.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Egi juga mengajak masyarakat untuk terus mengimplementasikan semangat Program HELAU yang merupakan akronim dari Hijau, Elok, Lestari, Aman, dan Unggul.

Melalui program itu, masyarakat didorong untuk menjaga kebersihan, keindahan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan lingkungan sebagai modal utama dalam pengembangan pariwisata daerah.

“Kalau masyarakat yang datang membawa pulang cerita baik tentang Lampung Selatan, maka itu akan menjadi promosi terbaik bagi daerah kita. Karena itu mari kita jaga kebersihan, kerapihan, kenyamanan, keamanan, dan keramahan bersama-sama,” kata Egi.

Melalui Pentas Seni Budaya Helau, Pemkab Lampung Selatan berharap seni dan budaya dapat terus hidup dan berkembang di tengah masyarakat, sekaligus menjadi kekuatan strategis dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian daerah. (Red)

Sekda Lampung Selatan Ajak Masyarakat dan Pelaku Usaha Sukseskan Sensus Ekonomi 2026 Demi Pembangunan yang Tepat Sasaran

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengajak seluruh perangkat daerah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk berperan aktif mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026).

Dukungan tersebut dinilai penting guna menghasilkan data ekonomi yang akurat sebagai landasan penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran dan berkelanjutan.

Ajakan itu disampaikan Supriyanto saat menghadiri kegiatan Pencanangan, Sosialisasi, dan Pengisian Kuesioner SE2026 yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lampung Selatan di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Kamis (18/6/2026).

Dalam sambutannya, Supriyanto menegaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan agenda strategis nasional yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali untuk memotret kondisi dan perkembangan perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

Menurutnya, pengisian kuesioner yang dilakukan secara langsung dengan pendampingan petugas yang kompeten menjadi salah satu langkah penting untuk meningkatkan kualitas data yang dihimpun.

Dengan demikian, informasi statistik yang dihasilkan dapat menggambarkan kondisi usaha secara nyata dan menjadi dasar pengambilan kebijakan yang lebih tepat.

“Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi dalam membangun sistem data ekonomi yang semakin baik. Dengan data yang akurat, kita dapat merumuskan kebijakan yang tepat, menghadirkan program pembangunan yang efektif, serta mewujudkan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan yang lebih maju dan berkelanjutan,” ujar Supriyanto.

Supriyanto juga meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Dukungan lintas sektor tersebut diperlukan agar seluruh tahapan sensus dapat berjalan lancar dan mencapai hasil yang optimal.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Lampung Selatan, Eko Purnomo, menjelaskan bahwa SE2026 merupakan sensus ekonomi kelima yang memiliki peran strategis dalam menyediakan gambaran komprehensif mengenai struktur perekonomian daerah.

Eko mengatakan, Sensus Ekonomi 2026 menjadi pelaksanaan yang istimewa karena akan mencakup pendataan seluruh pelaku usaha dan seluruh lapangan usaha, termasuk sektor pertanian. Cakupan yang lebih luas tersebut diharapkan mampu menghasilkan data yang lebih lengkap mengenai aktivitas ekonomi masyarakat.

“Keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 tidak hanya bergantung pada petugas pendataan, tetapi juga pada keterbukaan dan kerja sama seluruh pelaku usaha serta masyarakat. Kami mengajak semua pihak untuk memberikan informasi yang benar, lengkap, dan jujur kepada petugas di lapangan. BPS berkomitmen menjaga kerahasiaan data yang disampaikan,” kata Eko.

Melalui pelaksanaan SE2026, pemerintah dan para pemangku kepentingan diharapkan memiliki basis data ekonomi yang lengkap, akurat, dan berkualitas.

Data tersebut akan menjadi pijakan penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan daerah, pengambilan keputusan dunia usaha, serta mewujudkan pembangunan yang lebih terarah, terukur, dan transparan di Kabupaten Lampung Selatan.

 

 

Perkuat Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya, Pemkab Lampung Selatan Latih Generasi Muda Lestarikan Ikat Tukkus

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat pembangunan ekonomi kreatif berbasis budaya lokal. Salah satu langkah nyatanya dilakukan melalui pelatihan pembuatan Ikat Tukkus tradisional yang digelar di Senaya Beach, Kecamatan Kalianda, Kamis (18/6/2026).

Pelatihan tersebut merupakan bagian dari Kegiatan Fasilitasi Prosesi Kreasi, Produksi, Distribusi, Konsumsi, dan Konservasi Ekonomi Kreatif yang bertujuan melestarikan warisan budaya sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi Pembangunan dan Kemasyarakatan, Pemkab Lampung Selatan, Yanny Munawarty.

Hadir pula jajaran Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Perdagangan dan Perindustrian, Paluma Nusantara, kelompok sadar wisata (Pokdarwis) Desa Bulok dan Desa Way Kalam, serta sejumlah sanggar budaya di Lampung Selatan.

Dalam sambutannya, Yanny menegaskan bahwa Ikat Tukkus bukan sekadar pelengkap busana adat atau penutup kepala tradisional. Menurutnya, Tukkus memiliki nilai historis yang kuat karena berkaitan erat dengan perjuangan Pahlawan Nasional Radin Inten II.

“Ikat Tukkus berakar dari tradisi yang telah hidup jauh sebelum masa kemerdekaan. Penutup kepala ini merupakan simbol kehormatan, kewibawaan, sekaligus identitas budaya masyarakat Lampung. Ketika kita menjaga dan melestarikannya, maka kita juga sedang menjaga marwah serta karakter budaya Lampung agar tetap lestari,” ujar Yanny.

Ia mengatakan, perkembangan zaman turut mendorong lahirnya berbagai inovasi pada kerajinan Tukkus. Salah satunya melalui pemanfaatan kain tenun tapis modifikasi yang memberikan nilai estetika lebih tinggi tanpa menghilangkan identitas budayanya.

Menurut Yanny, inovasi tersebut membuka peluang besar bagi pelaku ekonomi kreatif lokal untuk mengembangkan produk yang memiliki nilai jual dan daya saing lebih luas.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Lampung Selatan, I Nyoman Setiawan, menjelaskan bahwa pelatihan tersebut juga menjadi bagian dari implementasi Program Desa HELAU (Hijau, Elok, Lestari, Aman, Unggul) yang diinisiasi Bupati Lampung Selatan.

Menurut Nyoman, program tersebut menitikberatkan pada dua aspek utama, yakni “Lestari” yang berfokus pada pelestarian adat, seni, dan budaya desa, serta “Unggul” yang mendorong peningkatan perekonomian masyarakat melalui pengembangan produk kreatif berbasis potensi lokal.

Karena itu, pemerintah daerah meminta para pelaku kreatif, pengelola sanggar, dan Pokdarwis untuk tidak berhenti pada tahap pelatihan semata. Mereka didorong segera melakukan langkah konkret berupa peningkatan produksi, penguatan kualitas produk, hingga perluasan pemasaran melalui platform digital dan jaringan pariwisata.

Dalam pelatihan tersebut, maestro kerajinan Lampung Selatan, Raja Muda, dihadirkan sebagai narasumber utama untuk memberikan pendampingan teknis sekaligus mentransfer keterampilan pembuatan Ikat Tukkus kepada para peserta.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Lampung Selatan berharap lahir produk-produk suvenir khas daerah yang mampu menarik minat pasar nasional maupun internasional. Dengan demikian, pelestarian budaya dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi kreatif yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.