Berangkat ke Penas XVII Gorontalo, KTNA Lampung Selatan Didorong Bawa Pulang Ilmu dan Inovasi untuk Kemajuan Pertanian Daerah

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kontingen Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kabupaten Lampung Selatan resmi dilepas untuk mengikuti Pekan Nasional (Penas) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.

Keikutsertaan para petani dan nelayan tersebut diharapkan tidak sekadar menjadi ajang pertemuan nasional, tetapi juga membawa pulang ilmu, wawasan, serta jejaring yang dapat diterapkan guna mendorong kemajuan sektor pertanian di Lampung Selatan.

Pelepasan kontingen dilakukan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto didampingi sejumlah pejabat daerah, usai menerima audiensi pengurus KTNA Lampung Selatan di ruang kerjanya, Kamis (18/6/2026).

Penas XVII akan berlangsung pada 20-25 Juni 2026 dan menjadi wadah bertemunya petani, nelayan, petani hutan, serta pelaku sektor pertanian dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Supriyanto menegaskan bahwa keikutsertaan dalam Penas merupakan peluang strategis bagi para peserta untuk memperluas wawasan, menambah pengalaman, serta membangun jejaring dengan pelaku pertanian dari berbagai daerah.

Menurutnya, berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti kegiatan nasional tersebut harus mampu memberikan dampak nyata bagi pembangunan sektor pertanian di Kabupaten Lampung Selatan.

“Melalui kegiatan ini, bapak dan ibu tidak hanya mendapatkan pengalaman baru, tetapi juga ilmu, wawasan, dan jejaring yang nantinya dapat diterapkan serta dikembangkan di Kabupaten Lampung Selatan,” ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, hasil yang diperoleh dari Penas diharapkan dapat menjadi bekal dalam meningkatkan kapasitas sumber daya manusia pertanian, memperkuat kelembagaan petani, serta mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di daerah.

Karena itu, Supriyanto meminta seluruh peserta memanfaatkan kesempatan tersebut sebaik mungkin untuk menyerap berbagai inovasi, teknologi, dan praktik terbaik yang berkembang di sektor pertanian nasional.

“Saya berharap seluruh peserta dapat mengikuti kegiatan dengan baik, menjaga kesehatan, serta kembali ke Lampung Selatan dengan selamat dan membawa ilmu yang bermanfaat untuk kemajuan pertanian di daerah kita,” pesannya.

Sementara itu, Ketua KTNA Kabupaten Lampung Selatan, Muhammad Amin, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan yang telah memberikan dukungan dan memfasilitasi keberangkatan kontingen menuju Gorontalo.

Ia mengaku bersyukur para petani Kabupaten Lampung Selatan dapat mengikuti forum nasional tersebut dan berharap keikutsertaan mereka mampu memberikan manfaat sekaligus mengharumkan nama daerah.

“Kami sangat bersyukur bisa berangkat mengikuti Penas di Gorontalo berkat dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan. Mudah-mudahan keikutsertaan kami dapat membawa manfaat dan mengharumkan nama daerah,” kata Muhammad Amin.

Diketahui, Penas Petani Nelayan XVII Tahun 2026 merupakan forum nasional yang bertujuan memperkuat kolaborasi, pertukaran pengalaman, pengembangan kapasitas, serta kemitraan antar pelaku sektor pertanian dan perikanan di Indonesia.

Puncak kegiatan dijadwalkan berlangsung pada 24 Juni 2026 dan akan dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

 

Kunker ke Lampung Selatan, Kapolda Lampung Disambut Langsung Bupati Radityo Egi Pratama

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (18/6/2026).

Kehadiran jenderal bintang dua ini untuk memimpin konferensi pers pengungkapan kasus besar peredaran gelap narkotika jaringan antarpulau yang berhasil digagalkan jajaran Polres Lampung Selatan di Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni.

Kapolda Lampung tiba di Lampung Selatan menggunakan helikopter NBO-105 Polairud Polri yang mendarat di kawasan UPPKB Way Urang, Kecamatan Kalianda.

Kedatangannya disambut langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri, Dandim 0421/Lampung Selatan Letkol Kav. Mochammad Nuril Ambiyah, serta sejumlah pejabat utama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Setelah mendarat dengan aman, rombongan Kapolda Lampung melanjutkan perjalanan menuju Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Lampung Selatan untuk menghadiri agenda utama berupa konferensi pers pengungkapan jaringan narkotika lintas daerah yang selama ini beroperasi melalui jalur penyeberangan antarpulau.

Pengungkapan tersebut menjadi salah satu capaian terbesar aparat penegak hukum di Provinsi Lampung sepanjang tahun 2026. Dalam kurun waktu Februari hingga Juni 2026, jajaran Polri berhasil menggagalkan berbagai upaya penyelundupan narkotika di Area Seaport Interdiction Pelabuhan Bakauheni dengan total nilai barang bukti mencapai Rp235,1 miliar.

Dari hasil operasi yang dilakukan, petugas berhasil menyita berbagai jenis narkotika dalam jumlah besar, meliputi sabu-sabu sebanyak 179,5 kilogram, ganja 58 kilogram, pil ekstasi 44.128 butir, ketamine 11,4 kilogram, pil erimin 5 atau happy five sebanyak 20.000 butir, serta cairan etomidate sebanyak 3.148 cartridge dan 5.000 mililiter liquid.

Keberhasilan tersebut menunjukkan peran strategis Lampung Selatan sebagai salah satu pintu gerbang utama pengawasan peredaran narkotika dari dan menuju Pulau Sumatera. Melalui pengawasan yang diperkuat di kawasan Pelabuhan Bakauheni, aparat kepolisian berhasil memutus sejumlah jalur distribusi narkoba yang melibatkan jaringan antarpulau.

Kunjungan Kapolda Lampung juga menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan serta mendukung pelaksanaan pembangunan daerah.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyambut baik koordinasi dan kolaborasi yang terus terjalin dengan unsur Forkopimda. Dengan sinergi yang semakin solid, diharapkan pelayanan kepada masyarakat dapat terus ditingkatkan serta situasi keamanan dan ketertiban di Kabupaten Lampung Selatan tetap terjaga secara kondusif.

 

Dulu Rusak dan Sering Banjir, Jalan Bandar Agung-Kuala Jaya Kini Mulus, Warga Sragi Bersyukur

SRAGI -(deklarasinews.com)- Harapan masyarakat Kecamatan Sragi untuk memiliki akses jalan yang layak akhirnya terwujud.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan ruas Jalan Bandar Agung-Kuala Jaya, Rabu (17/6/2026) sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan konektivitas wilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Peresmian jalan tersebut menjadi kabar menggembirakan bagi warga, terutama masyarakat yang selama ini harus menghadapi kondisi jalan rusak dan kerap tergenang banjir saat beraktivitas.

Kini, akses yang menghubungkan sejumlah wilayah di Kecamatan Sragi itu telah dibangun dengan konstruksi yang lebih baik sehingga diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga.

Ruas Jalan Bandar Agung-Kuala Jaya memiliki panjang total 6.350 meter. Pada tahun 2026, Pemkab Lampung Selatan melakukan penanganan sepanjang 2.410 meter menggunakan konstruksi rabat beton dengan ketebalan 15 sentimeter dan lebar jalan 3,5 meter.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Anasrullah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Agnatius Syahrizal, Camat Sragi Wayan Susana, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu langkah strategis pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mempercepat pertumbuhan ekonomi di wilayah pedesaan.

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan ruas jalan yang menjadi salah satu harapan masyarakat. Mudah-mudahan dengan dibangunnya jalan ini dapat meningkatkan aktivitas perekonomian, memudahkan aktivitas sosial masyarakat, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Egi.

Menurut Egi, keberadaan infrastruktur yang baik tidak hanya mempermudah akses transportasi, tetapi juga membuka peluang yang lebih besar bagi masyarakat dalam mengembangkan usaha, mempercepat distribusi hasil pertanian, dan memperkuat konektivitas antarwilayah.

Karena itu, ia mengajak masyarakat untuk turut menjaga jalan yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya titip jalannya untuk dijaga. Harapannya jalan ini bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi masyarakat,” kata Egi.

Rasa syukur juga disampaikan Herlina, salah seorang warga setempat. Ia mengaku pembangunan jalan tersebut telah lama dinantikan masyarakat karena sebelumnya kondisi jalan menuju wilayah Umbul Besar hingga Kuala Jaya mengalami kerusakan cukup parah dan sering terendam banjir.

Menurutnya, kondisi tersebut selama bertahun-tahun menghambat aktivitas warga, termasuk akses anak-anak menuju sekolah dan mobilitas masyarakat sehari-hari.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati Egi. Dulu jalan ini rusak parah dan sering banjir. Akses anak-anak sekolah dan masyarakat sangat sulit, terutama warga yang tinggal di Umbul Besar, Sumber Jaya, dan Kuala Jaya. Alhamdulillah sekarang jalan sudah dibangun sehingga aktivitas masyarakat menjadi lebih lancar,” ungkap Herlina.

Dengan selesainya pembangunan ruas Jalan Bandar Agung-Kuala Jaya, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap konektivitas antarwilayah di Kecamatan Sragi semakin baik. Selain memperlancar mobilitas masyarakat, keberadaan jalan tersebut juga diharapkan mampu meningkatkan aktivitas ekonomi, mempercepat pemerataan pembangunan, dan membawa manfaat nyata bagi kesejahteraan warga. (Red)

Resmikan Dua Ruas Jalan di Ketapang, Bupati Egi Dorong Konektivitas dan Pertumbuhan Ekonomi Desa

KETAPANG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai upaya meningkatkan konektivitas wilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui peresmian ruas Jalan Karang Sari-Buring dan ruas Jalan Kemukus-Lebung Nala oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di Kecamatan Ketapang, Rabu (17/6/2026).

Peresmian dua ruas jalan tersebut menjadi jawaban atas harapan masyarakat yang selama ini menginginkan akses transportasi yang lebih baik guna menunjang aktivitas sehari-hari, memperlancar mobilitas warga, serta mendukung pengembangan potensi ekonomi desa.

Turut mendampingi Bupati dalam kegiatan tersebut, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Anasrullah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Agnatius Syahrizal, Camat Ketapang Sri Mahendra Kesuma Dewi, serta jajaran terkait lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur jalan merupakan salah satu langkah penting dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, akses jalan yang baik akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas sekaligus mendukung perkembangan wilayah.

“Alhamdulillah hari ini kita meresmikan ruas Jalan Kemukus-Lebung Nala yang merupakan salah satu harapan masyarakat. Dengan adanya jalan yang baik ini, mudah-mudahan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat, memperbaiki kesejahteraan warga, serta menarik lebih banyak pengunjung datang ke Desa Kemukus,” ujar Egi.

Selain memberikan manfaat ekonomi, Bupati Radityo Egi juga mengajak masyarakat untuk turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Saya titip kepada seluruh masyarakat agar jalan yang sudah diperbaiki ini dijaga dengan baik. Mari kita ciptakan lingkungan yang bersih, rapi, indah, sehingga Desa Kemukus menjadi desa yang Helau dan semakin nyaman untuk dikunjungi,” tambahnya.

Berdasarkan data Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, ruas Jalan Karang Sari-Buring memiliki panjang jalan 4.040 meter dengan penanganan sepanjang 1.900 meter dan lebar jalan 3 meter. Sementara itu, ruas Jalan Kemukus-Lebung Nala memiliki panjang 1.950 meter dengan penanganan sepanjang 1.950 meter dan lebar jalan 3 meter.

Kehadiran infrastruktur jalan yang lebih baik disambut positif oleh masyarakat. Dewi, salah seorang warga Desa Karang Sari, mengaku bersyukur atas pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah daerah karena memberikan kenyamanan bagi warga dalam beraktivitas.

“Kami sangat senang dan bersyukur karena jalan sudah diperbaiki. Sekarang perjalanan menjadi lebih nyaman. Terima kasih kepada Bapak Bupati Lampung Selatan yang telah memperhatikan kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.

Peresmian kedua ruas jalan tersebut diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pemerataan pembangunan infrastruktur di Kecamatan Ketapang. Dengan akses transportasi yang semakin baik, mobilitas masyarakat diharapkan semakin lancar sehingga mampu mendorong peningkatan kualitas hidup dan pertumbuhan ekonomi di wilayah setempat. (Red)

Desa Trimomukti Jadi Penopang Ketahanan Pangan, Bupati Egi Apresiasi Peran Petani dalam Mendorong Ekonomi Lampung Selatan

CANDIPURO -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menilai Desa Trimomukti, Kecamatan Candipuro, memiliki peran strategis dalam mendukung kemajuan sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.

Dengan luas lahan pertanian mencapai sekitar 1.400 hektare, desa tersebut menjadi salah satu sentra produksi pertanian yang turut menopang pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan.

Hal itu disampaikan Bupati Egi saat menghadiri Tasyakuran Pertemuan Petani dan Ruwatan (Doa Bersama) yang diselenggarakan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sumber Makmur di Desa Trimomukti, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ajang silaturahmi sekaligus ungkapan rasa syukur masyarakat atas hasil pertanian yang selama ini menjadi salah satu penggerak utama perekonomian desa maupun daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Egi mengawali dengan menyampaikan ucapan Selamat Tahun Baru Islam 1448 Hijriah kepada masyarakat yang hadir.

Ia juga memberikan apresiasi kepada para petani yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Egi, capaian pertumbuhan ekonomi Lampung Selatan yang mencapai 5,71 persen pada tahun 2025 atau tertinggi di Provinsi Lampung tidak terlepas dari peran sektor pertanian sebagai salah satu penyumbang terbesar perekonomian daerah.

“Alhamdulillah, Lampung Selatan menjadi kabupaten dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di Provinsi Lampung pada tahun 2025. Salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar adalah sektor pertanian,” ujar Egi.

Ia mengatakan, Desa Trimomukti menjadi salah satu contoh wilayah yang menunjukkan kuatnya kontribusi sektor pertanian terhadap pembangunan daerah. Dengan hamparan lahan pertanian yang luas dan produktif, desa tersebut berperan penting dalam menjaga ketersediaan pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan itu, Egi juga mengapresiasi sejumlah program pemerintah pusat yang dinilai semakin mendukung aktivitas pertanian, mulai dari kemudahan akses pupuk hingga kebijakan penyerapan gabah yang memberikan kepastian bagi petani.

Menurutnya, berbagai kebijakan tersebut mampu meningkatkan semangat petani dalam mengelola lahan serta menjaga produktivitas sektor pertanian sebagai tulang punggung ekonomi daerah.

Selain pertanian, Egi menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur yang terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat.

Ia berharap pembangunan jalan dapat memberikan manfaat langsung bagi warga, terutama dalam memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan konektivitas antarwilayah.

“Kalau hari ini jalannya bagus, harapannya manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat. Bukan hanya memudahkan akses transportasi, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Lebih lanjut, Egi menilai Desa Trimomukti tidak hanya memiliki potensi sebagai lumbung pangan, tetapi juga berpeluang berkembang menjadi destinasi wisata berbasis pedesaan. Hamparan lahan pertanian yang luas, lingkungan yang asri, serta kuatnya budaya gotong royong masyarakat dinilai menjadi modal besar untuk pengembangan wisata desa.

“Trimomukti bukan hanya lumbung pangan, tetapi juga berpotensi menjadi destinasi wisata unggulan. Saya yakin desa ini akan semakin cantik, semakin indah, dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” ujar Egi.

Mengakhiri sambutannya, Bupati Egi mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat semangat gotong royong, dan mendukung pembangunan daerah secara bersama-sama.

Ia berharap Desa Trimomukti dapat terus berkembang menjadi desa yang maju, mandiri, dan menjadi salah satu contoh nyata semangat HELAU dalam pembangunan Kabupaten Lampung Selatan.(Red)

Ajak ASN Perkuat Gema HELAU, Tri Umaryani: Pembangunan Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat upaya percepatan pembangunan daerah melalui berbagai program strategis yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Salah satu program unggulan yang saat ini terus didorong adalah Gerakan Bersama Membangun Lampung Selatan (Gema HELAU), sebuah gerakan kolaboratif yang bertujuan memperkuat pembangunan dari desa, meningkatkan partisipasi masyarakat, menjaga lingkungan, serta menghidupkan kembali semangat gotong royong.

Pesan tersebut disampaikan Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Tri Umaryani, saat memimpin Upacara Bulanan di Lapangan Korpri, Kompleks Perkantoran Pemkab Lampung Selatan, Rabu (17/6/2026).

Upacara tersebut diikuti seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, mulai dari pejabat pimpinan tinggi pratama, pejabat administrator, pejabat fungsional, hingga pegawai negeri sipil (PNS), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), dan PPPK Waktu.

Dalam amanat Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama yang dibacakannya, Tri Umaryani mengajak seluruh perangkat daerah, PNS, dan PPPK untuk menjadi motor penggerak dalam menyukseskan Program Gema HELAU.

Menurut Tri, keberhasilan program tersebut tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat serta tumbuhnya kepedulian bersama terhadap pembangunan daerah.

“Gema HELAU sebagai gerakan bersama menjadi salah satu inovasi unggulan Kabupaten Lampung Selatan. Mari kita dukung dan sosialisasikan kepada masyarakat, termasuk melalui media sosial yang kita miliki,” ujar Tri Umaryani.

Ia mengajak seluruh ASN untuk turut mempromosikan berbagai kegiatan pembangunan daerah dengan mengikuti dan membagikan informasi melalui akun media sosial resmi Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Follow akun resmi pemerintah daerah, kemudian repost kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan Gema HELAU dan program pembangunan lainnya. Itu merupakan salah satu bentuk dukungan kita sebagai bagian dari Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan,” katanya.

Selain mendorong dukungan terhadap Gema HELAU, Tri juga mengingatkan seluruh perangkat daerah agar menjalankan program kerja sesuai ketentuan yang berlaku dengan mengedepankan prinsip efisiensi, efektivitas, dan transparansi.

Ia meminta seluruh organisasi perangkat daerah mempercepat realisasi program-program yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.

“Keberhasilan pembangunan daerah tidak hanya diukur dari besarnya anggaran yang digunakan, tetapi dari seberapa besar manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut, Tri turut menekankan pentingnya penguatan budaya kerja dan integritas aparatur. Menurutnya, ASN sebagai pelayan masyarakat dituntut untuk bekerja secara profesional, disiplin, responsif, serta berorientasi pada hasil.

Ia juga mengingatkan seluruh aparatur untuk menjadikan nilai-nilai ASN BerAKHLAK sebagai pedoman dalam bekerja dan memberikan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, integritas harus terus dijaga dengan menghindari penyalahgunaan wewenang serta menolak segala bentuk praktik yang dapat merugikan kepentingan publik.

Melalui penguatan Program Gema HELAU dan peningkatan kinerja aparatur, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif, partisipatif, dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat. (Red)

 

BEM Unila Siapkan Pengabdian Masyarakat dan Festival Budaya di Katibung, Bupati Egi Sambut Kolaborasi Promosi Pariwisata Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Rencana pengabdian masyarakat dan festival budaya yang akan digelar mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di kawasan Raden Inten Beach, Kecamatan Katibung, mendapat sambutan positif dari Pemkab Lampung Selatan.

Hal itu mengemuka saat Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila, Aditiya Putra Bayu, bersama jajaran melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di ruang kerja bupati setempat, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BEM Unila memaparkan rencana kegiatan pengabdian masyarakat dan festival budaya yang akan berlangsung pada 10-12 Juli 2026. Kegiatan itu akan melibatkan ratusan mahasiswa dan relawan dengan fokus pada pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, serta promosi potensi pariwisata Lampung Selatan.

Presiden Mahasiswa Unila, Aditiya Putra Bayu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata daerah kepada khalayak yang lebih luas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami ingin mengangkat potensi budaya, lingkungan, dan pariwisata yang ada di Lampung Selatan agar semakin dikenal luas, karena yang hadir tidak hanya mahasiswa dari Lampung, tetapi juga dari luar daerah,” ujar Aditiya.

Ia menjelaskan, hari pertama kegiatan akan difokuskan pada isu lingkungan hidup melalui kerja bakti di kawasan pantai, edukasi lingkungan, pelepasan penyu, serta kampanye pelestarian alam.

Selanjutnya, rangkaian acara akan diisi berbagai kegiatan budaya yang menampilkan kekayaan adat Lampung, baik Sai Batin maupun Pepadun. Beragam pertunjukan seni seperti tari tradisional, teater budaya, musik, olahraga rekreasi, hingga aktivitas yang melibatkan generasi muda juga akan menjadi bagian dari festival tersebut.

Menurut Aditiya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. Untuk memperluas jangkauan publikasi, panitia juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai media.

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung promosi pariwisata daerah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif mahasiswa Unila yang mengintegrasikan unsur lingkungan hidup, budaya, dan pariwisata dalam satu kegiatan.

Menurut Bupati Egi, konsep tersebut memiliki potensi besar untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya kegiatan ini bisa memperkenalkan budaya dan pariwisata yang ada di Lampung, khususnya di Lampung Selatan. Nanti akan kita pelajari apa saja yang bisa dikolaborasikan dan dikerjasamakan,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik, tetapi turut mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat dan promosi potensi daerah.

Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Lampung Selatan.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal terbangunnya sinergi antara Pemkab Lampung Selatan dan mahasiswa Unila dalam mendorong pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

HUT ke-98 Desa Totoharjo, Bupati Egi Dorong Pengembangan Wisata Sejarah dan Budaya

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, mendorong Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, untuk berkembang menjadi destinasi wisata berbasis sejarah dan budaya.

Harapan tersebut disampaikan saat menghadiri Tasyakuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-98 Desa Totoharjo yang dirangkaikan dengan peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, di Desa Totoharjo, Kecamatan Bakauheni, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung meriah itu dipadati masyarakat dari berbagai kalangan. Perayaan HUT desa yang bertepatan dengan momentum Tahun Baru Islam menjadi ajang mempererat kebersamaan sekaligus wujud rasa syukur atas perjalanan panjang Desa Totoharjo yang telah memasuki usia ke-98 tahun.

Dalam sambutannya, Bupati Egi mengapresiasi masyarakat Desa Totoharjo yang hingga kini tetap menjaga nilai-nilai sejarah, budaya, dan semangat kebersamaan yang diwariskan para pendahulu.

Menurutnya, Lampung Selatan memiliki potensi besar yang didukung keberagaman suku, budaya, serta kekayaan alam. Potensi tersebut menjadi modal penting dalam mendorong pembangunan daerah sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Saya melihat masyarakat Totoharjo sangat menghormati sejarah dan budaya yang dimiliki. Ini merupakan potensi besar yang apabila dikelola dan dimanfaatkan dengan baik akan memberikan dampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi menilai Desa Totoharjo memiliki modal yang kuat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

Keberadaan museum serta berbagai nilai historis yang dimiliki desa tersebut dinilai mampu menjadi daya tarik bagi wisatawan dari berbagai daerah.

“Saya memiliki harapan besar agar Totoharjo dapat berkembang menjadi destinasi pariwisata. Potensinya sudah ada, termasuk keberadaan museum dan nilai-nilai sejarah yang dimiliki desa ini. Tinggal bagaimana kita bersama-sama menjaga kebersihan, keindahan, dan semangat gotong royong untuk mengembangkannya,” kata Bupati Egi.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, serta mendukung berbagai program pembangunan daerah. Dengan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, Bupati Egi optimistis Lampung Selatan dapat terus berkembang menjadi daerah yang maju, sejahtera, dan semakin HELAU.

Perayaan HUT ke-98 Desa Totoharjo pun menjadi momentum penting untuk memperkuat identitas desa, menjaga warisan budaya, sekaligus menumbuhkan optimisme masyarakat dalam menyongsong masa depan yang lebih baik.

 

Grebeg Suro Sidoharjo Bakal Naik Kelas Jadi Agenda Kabupaten, Bupati Egi: Way Panji Harus Jadi Destinasi Wisata Budaya

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Desa Sidoharjo, Kecamatan Way Panji, kembali menghidupkan tradisi budaya Jawa yang sarat makna melalui perayaan Grebeg Suro dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah atau 1 Muharam, Selasa (16/6/2026).

Tradisi yang telah memasuki tahun pelaksanaan ketiga tersebut berlangsung meriah dengan kirab budaya, pertunjukan Reog Ponorogo, serta doa bersama yang diikuti masyarakat sebagai bentuk rasa syukur akan keselamatan serta keberkahan di tahun yang baru.

Kemeriahan Grebeg Suro tahun ini mendapat perhatian khusus dari Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang hadir langsung di tengah-tengah masyarakat.

Bahkan, dalam sambutannya, Bupati Egi menyampaikan apresiasinya kepada panitia dalam Bahasa Jawa, mencerminkan kedekatannya dengan masyarakat setempat.

Matur nuwun geh mas, apik acarane,” ucap Egi yang disambut antusias warga setempat.

Bupati Egi menilai Grebeg Suro bukan sekadar perayaan budaya, melainkan sebuah warisan luhur yang mengandung nilai kebersamaan, gotong royong, rasa syukur, dan penghormatan terhadap akar budaya yang telah diwariskan secara turun-temurun.

“Ini acara yang luar biasa. Saya bangga bisa hadir di sini. Saya memberikan apresiasi sebesar-besarnya kepada masyarakat Desa Sidoharjo. Acara ini menjunjung tinggi karakter budaya sehingga adat istiadat tetap terjaga dan terpelihara,” kata Egi.

Menurutnya, keberlangsungan tradisi tersebut menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

“Budaya ini telah diwariskan secara turun-temurun dan berjalan beriringan dengan upaya menjaga identitas masyarakat. Kita harus terus menjaga akar budaya agar tetap lestari dan dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.

Lebih jauh, Egi menegaskan bahwa pelestarian budaya lokal sejalan dengan arah pembangunan daerah yang tengah didorong Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan melalui Program Desa Helau.

Menurutnya, salah satu nilai utama dalam konsep Helau adalah unsur lestari yang menekankan pentingnya menjaga budaya, tradisi, dan kearifan lokal agar tetap hidup di tengah masyarakat.

“Di dalam unsur Helau terdapat unsur lestari yang memiliki pesan sangat mendalam. Ini adalah langkah nyata masyarakat dalam menjaga budaya. Harapannya, masyarakat semakin memahami makna yang terkandung di dalam tradisi ini,” jelasnya.

Sebagai bentuk dukungan nyata, Bupati Egi bahkan menyatakan komitmennya untuk menjadikan Grebeg Suro Sidoharjo sebagai agenda tahunan tingkat kabupaten mulai tahun depan.

“Tahun depan kita angkat menjadi event tahunan kabupaten. Kita buat lebih besar lagi agar wisatawan bisa datang ke sini. Saya ingin Way Panji menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan di Kabupaten Lampung Selatan,” tegas Egi.

Ia berharap pengembangan event budaya tersebut mampu memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.

Pada kesempatan itu, Egi juga mengajak masyarakat menjadikan momentum Tahun Baru Islam sebagai sarana introspeksi diri dan memperkuat rasa syukur atas berbagai nikmat yang telah diberikan.

“Hari ini jadikan momentum untuk meresapi rasa syukur dan mengevaluasi diri agar tahun depan kehidupan kita menjadi lebih baik lagi. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan tentu akan terus mendukung kegiatan-kegiatan budaya seperti ini,” katanya.

Sementara itu, Ketua Panitia Grebeg Suro, Khoirulloh Lukmansyah, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan kegiatan tersebut.

Ia berharap Grebeg Suro tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mempererat silaturahmi dan memperkenalkan identitas budaya Desa Sidoharjo kepada masyarakat yang lebih luas.

“Saya cuma ingin Desa Sidoharjo lebih dikenal dan kami punya budaya. Kalau kata orang Jawa, ‘wong Jowo sing apik ora lali lan usule’, orang Jawa yang baik tidak pernah lupa asal-usulnya,” ujar Khoirulloh.

Melalui semangat kebersamaan masyarakat dan dukungan pemerintah daerah, Grebeg Suro Sidoharjo kini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga berpotensi tumbuh sebagai agenda budaya unggulan yang mampu memperkuat identitas daerah sekaligus menarik kunjungan wisatawan ke Lampung Selatan.

 

Jalan Sehat Sambut Haflah ke-10 Mathla’ul Anwar, Wabup Syaiful Apresiasi Peran Pesantren Cetak Generasi Berakhlak

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Antusiasme ratusan santri, dewan guru, dan masyarakat mewarnai kegiatan Jalan Sehat dalam rangka menyongsong Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 Yayasan Perguruan dan Pesantren Mathla’ul Anwar Cintamulya, Kecamatan Candipuro, Selasa (16/6/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di halaman Yayasan Perguruan dan Pesantren Mathla’ul Anwar Cintamulya itu dilepas langsung oleh Wakil Bupati Lampung Selatan, M. Syaiful Anwar.

Jalan sehat tersebut menjadi salah satu rangkaian kegiatan menuju puncak peringatan Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 sekaligus wujud rasa syukur atas perjalanan panjang dan perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Mathla’ul Anwar Cintamulya yang selama ini konsisten berkontribusi dalam membina generasi muda melalui pendidikan keagamaan dan pembentukan karakter.

“Atas nama Pemkab Lampung Selatan, saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Mathla’ul Anwar Cintamulya. Semoga kegiatan ini semakin mempererat kebersamaan dan membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat,” ujar Syaiful Anwar.

Menurutnya, pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga memiliki akhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Karena itu, Syaiful berharap seluruh rangkaian Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 dapat berjalan lancar dan menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan serta memperkuat nilai-nilai keagamaan di tengah kehidupan masyarakat.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh semangat. Para peserta tampak antusias mengikuti jalan sehat yang sekaligus menjadi ajang silaturahmi antara pihak yayasan, santri, dewan guru, dan masyarakat sekitar.

Puncak Haflah Attasyakkur Wal Ikhtitam ke-10 Mathla’ul Anwar Cintamulya dijadwalkan menjadi momentum penting untuk meneguhkan komitmen yayasan dalam meningkatkan mutu pendidikan dan penguatan nilai-nilai keislaman bagi generasi muda di Kabupaten Lampung Selatan.