METRO – (deklarasinews.com) – Sejumlah warga Kota Metro menuai protes, dan kembali mengeluhkan kondisi jalan Hasanudin semakin memprihatinkan. Pasalnya, beberapa waktu lalu dilakukan perbaikan tambal sulam, namun hanya mampu bertahan seumur jagung. Alhasil, kini kondisi jalan Hasanudin semakin rusak parah.
Warga Kelurahan Yosomulyo Kecamatan Metro Pusat, Suparti menyesalkan kondisi jalan Hasanudin tersebut. Menurutnya, jalan Hasanudin ini baru diperbaiki tapi baru setengah bulan sudah rusak lagi. Sampai sekarang tidak diperbaiki lagi,” jelas dia kepada sejumlah awak Media, Minggu 20 Desember 2020.
Lebih lanjut Suparti menambahkan, jika usai turun hujan kondisi jalan Hasanudin semakin memprihatinkan. “Lubangnya benar-benar. Apa lagi pas habis ujan, airnya tergenang dan aspal yang di pinggir-pinggir jalan itu jatuh ke Drainase,” pungkasnya.
Dari pantauan sejumlah awak Media, jalan Hasanudin di Kota Metro rusak dan berlubang menjadi pemandangan tak sedap ketika melintas di jalan yang berbatasan antara Kecamatan Metro Pusat dan Metro Timur. Ironisnya lagi, dana pemeliharaan rutin jalan tambal sulam oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro, terkesan tidak transparan.
Kepala bidang Bina Marga pada Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kota Metro, Dodi beberapa waktu lalu pernah berjanji akan melakukan perbaikan pada tambal sulam aspal yang baru selesai dikerjakan jajarannya yang kini kembali rusak.
Namun sayangnya, hingga menjelang akhir tahun ini. Tak ada bekas perbaikan yang dilakukan pada kegiatan tambal sulam yang rusak tersebut. “Itu kan belum selesai. Nanti pasti kami perbaiki. Tapi nunggu anggarannya ada dulu. Itu masih tanggung jawab kami,” kata Dodi, beberapa waktu lalu. Saat dikonfirmasi perihal anggaran rutin yang digunakan pada kegiatan tambal sulam di jalan Hasanudin, Dodi pun enggan menjelaskan. “Ada lah. Enggak banyak,” elaknya. (Pur)