Spesial Milad Sekretaris Yayasan, Mau Biaya Gelombang 1, Daftar Darmajaya di 12 Juni

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ada kabar spesial buat kamu-kamu yang lagi cari kampus keren untuk masa depan. Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya hadir dengan program the best bertepatan dengan Milad Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.B.A., M.Sc., pada 12 Juni 2026.

Di hari itu, calon mahasiswa baru bisa menikmati biaya kuliah Gelombang 1 yang lebih hemat. Tidak hanya itu, ada juga bonus dan hadiah menarik yang bisa kamu dapatkan kalau daftar dan daftar ulang tepat di tanggal tersebut.

“Momentum ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tapi juga bentuk nyata kepedulian IIB Darmajaya terhadap generasi muda. Kampus ingin membuka jalan agar pendidikan tinggi bisa dijangkau lebih luas dengan biaya terjangkau,” kata Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., MBA., kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Alfian Husin Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menyampaikan bahwa Milad ini diharapkan jadi semangat berbagi kesempatan. Harapannya, calon mahasiswa bisa meraih pendidikan terbaik dan mempersiapkan masa depan yang lebih gemilang bersama IIB Darmajaya.

“Kebetulan Milad saya jatuh Hari Jumat, semoga menjadi Milad Jumat Berkah bagi semua civitas akademika IIB Darmajaya dan calon mahasiswa baru kampus The best,” kata Firmansyah.

IIB Darmajaya dikenal sebagai kampus unggulan yang aktif mencetak mahasiswa kreatif dan inovatif. Banyak prestasi lahir dari mahasiswa di bidang teknologi, bisnis, kewirausahaan, hingga industri kreatif. Dengan semangat entrepreneur modern, Darmajaya terus mendorong mahasiswanya untuk siap menghadapi dunia industri digital. “Kuliah di kampus Darmajaya bukan hanya soal teori, tapi juga praktik nyata untuk masa depan,” kata mantan Rektor IIB Darmajaya itu.

Buya Firman, panggilan akrabnya, mengatakan program spesial Milad 12 Juni ini punya kuota terbatas. “Karena itu, calon mahasiswa diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan emas ini agar tidak ketinggalan promo yang hanya berlangsung di momentum ini,” kata Buya Firman.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat laman pmb.darmajaya.ac.id atau langsung datang ke kampus. “Jangan sampai terlewat, karena 12 Juni 2026 bisa jadi langkah awal kamu menuju masa depan cerah bersama IIB Darmajaya.” (**)

JE Institute of Law Gelar Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik, Dorong Perda Berkualitas dan Berbasis Kajian Ilmiah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Komitmen dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel terus dilakukan oleh JE Institute of Law. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik (NA) yang mengusung tema “Naskah Akademik Berkualitas sebagai Instrumen Reformasi Peraturan Daerah.”

Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi hukum terkemuka, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum., FCB.Arb., FII.Arb., yang juga menjabat sebagai Managing Partner JE Institute of Law.

Saat ditemui di Kantor JE Institute of Law di Jalan Alamsyah Ratuprawiranegara, Musi II, Palembang, Kamis (11/6/2026), Prof. Joni Emirzon menjelaskan bahwa Naskah Akademik memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, Naskah Akademik tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pelengkap dalam penyusunan regulasi, tetapi menjadi landasan ilmiah yang memberikan argumentasi rasional mengenai urgensi pembentukan suatu peraturan.

Melalui kajian akademis yang mendalam, Naskah Akademik mampu mengidentifikasi persoalan hukum yang berkembang di masyarakat sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi yang dapat diterapkan melalui kebijakan daerah.

“Penyusunan Naskah Akademik yang baik dan berkualitas akan membuat proses legislasi berjalan lebih terarah, transparan, serta memiliki dasar pertanggungjawaban yang kuat,” ujar Prof. Joni.

Ia menilai, praktik penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan, khususnya dalam aspek metodologi penelitian, teknik penyusunan, hingga kemampuan merumuskan argumentasi akademik yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah maupun anggota DPRD menjadi kebutuhan penting agar mampu menghasilkan Naskah Akademik yang sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai teknik penyusunan Naskah Akademik secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan hukum, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

Dengan bekal tersebut, diharapkan produk hukum daerah yang dihasilkan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mengedepankan partisipasi publik, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 mengenai Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Prof. Joni berharap pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses legislasi sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, JE Institute of Law menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan produk hukum daerah yang berkualitas, efektif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta kebutuhan masyarakat di masa depan. Dengan Naskah Akademik yang kuat, setiap kebijakan yang lahir diharapkan tidak hanya memiliki kepastian hukum, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Ning)

Belajar Langsung dari KPPU, Mahasiswa Hukum Bisnis Darmajaya Kupas Persaingan Usaha Modern

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar kuliah praktisi bertema “KPPU dan Hukum Persaingan Usaha di Indonesia” dengan menghadirkan Kepala Kantor Wilayah II Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Wahyu Bekti Anggoro, S.H., M.H., pada Rabu, (10/6/26) di Ruang B.2.6 dan B.2.7 Pascasarjana IIB Darmajaya.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester 6 tersebut berlangsung didampingi Dosen Pengampu Mata Kuliah Hukum Persaingan Usaha, Besti Lilyana, S.H., M.M. Kehadiran praktisi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung penerapan hukum persaingan usaha di Indonesia sekaligus mengenal peran KPPU dalam menjaga iklim usaha yang sehat dan adil.

Dalam pemaparannya, Wahyu Bekti Anggoro menjelaskan bahwa perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif harus diimbangi dengan pemahaman terhadap aturan persaingan usaha agar tercipta iklim bisnis yang sehat. “Persaingan usaha yang sehat sangat penting untuk mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pelaku usaha harus memahami batasan-batasan yang diatur dalam hukum persaingan usaha,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa KPPU memiliki peran strategis dalam mengawasi praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di Indonesia. Menurutnya, pemahaman mengenai hukum persaingan usaha perlu ditanamkan sejak di bangku perkuliahan agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja maupun dunia bisnis.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait praktik persaingan usaha, tantangan dunia bisnis digital, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran persaingan usaha di Indonesia.

Ketua Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengatakan bahwa kuliah praktisi menjadi bagian penting dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional dan praktik hukum yang sesungguhnya. “Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga harus mengetahui bagaimana implementasi hukum di lapangan. Kehadiran praktisi dari KPPU memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa terkait dinamika persaingan usaha di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi profesional guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era global.(**)

Air Mata Haru dan Senyum Bangga di Aula PKK Kalianda: Momentum ‘Hari Merdeka’ Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Rabu, 10 Juni 2026, menjadi hari yang istimewa bagi puluhan anak TK IT Al Mumtaza Kalianda. Hari yang menghadirkan senyum penuh kebanggaan sekaligus haru yang sulit disembunyikan.

Hari ketika langkah-langkah kecil yang dahulu memasuki gerbang sekolah dengan malu-malu, kini bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan lebih percaya diri.

Di Aula PKK Lampung Selatan, suasana hangat terasa sejak pagi. Tawa anak-anak berpadu dengan sorot mata bangga para orang tua yang hadir menyaksikan momen pelepasan murid Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza Tahun Ajaran 2025/2026.

Bagi sebagian orang tua, hari itu bukan sekadar acara perpisahan sekolah, melainkan penanda berakhirnya sebuah fase penting dalam tumbuh kembang buah hati mereka.

Selama satu, dua, bahkan tiga tahun terakhir, anak-anak itu menghabiskan hari-harinya di lingkungan TK IT Al Mumtaza. Mereka belajar mengenal huruf dan angka, belajar berbagi dengan teman, belajar disiplin, hingga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Kini, semua proses itu mencapai puncaknya dalam sebuah prosesi pelepasan yang penuh makna.

Tak sekadar seremoni formalitas yang kaku, pelepasan angkatan kedelapan ini disemarakkan oleh panggung pertunjukan seni yang memukau.

Anak-anak yang dahulu kerap menangis saat ditinggal di kelas, kini bertransformasi menjadi penampil yang berani di atas panggung besar.

Beragam penampilan disuguhkan dengan penuh semangat, mulai dari keluwesan gerak tari tradisional, keceriaan modern dance, hafalan Asmaul Husna, kedalaman ekspresi drama musikal, retorika lugu dari dai cilik, hingga harmoni suara dari permainan angklung.

Tepuk tangan berkali-kali menggema memenuhi ruangan. Setiap penampilan menjadi bukti bagaimana anak-anak yang dahulu pemalu kini berani tampil di hadapan banyak orang.

Di balik setiap gerakan dan senyum yang ditampilkan, tersimpan proses panjang pembelajaran yang telah mereka lalui bersama para guru.

Antusiasme yang membuncah dari para murid ini seolah menegaskan bahwa proses belajar di TK IT Al Mumtaza telah berhasil membentuk karakter yang berani dan mandiri.

Momentum tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Kalianda Evi Utami, Pengawas TK Hardita, M.Pd, Korwil Pendidikan Kecamatan Kalianda Susmiati, SE, serta Ketua Yayasan Al Mumtaza Zahirah Kalianda Abiriandi Alghifari, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, S.Pd, menyampaikan bahwa hari pelepasan merupakan puncak dari seluruh proses belajar dan bermain yang telah dijalani anak-anak selama berada di sekolah.

Menurutnya, beberapa tahun lalu para orang tua telah mempercayakan putra-putrinya kepada para guru untuk didampingi belajar dan bermain bersama. Kini, tibalah saatnya anak-anak kembali ke pangkuan keluarga dengan bekal pengetahuan, pengalaman, serta kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama berada di sekolah.

“Hari ini adalah puncak dari bermainnya anak-anak selama mereka di TK Al Mumtaza. Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini dan menyaksikan perjalanan mereka sampai pada tahap ini,” ujarnya.

Di hadapan para orang tua, Andriani juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh guru. Ia menyadari bahwa dalam proses mendidik, mungkin terdapat kekhilafan dalam ucapan maupun tindakan yang tidak disengaja.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap nasihat, teguran, dan bentuk pendampingan yang diberikan semata-mata dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta membanggakan keluarga.

“Semua yang kami lakukan bukan karena kami tidak sayang kepada anak-anak. Justru karena kami ingin menjalankan amanah dari ayah dan bunda agar mereka tumbuh menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar berbagai kebiasaan baik yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah. Dukungan dan pendampingan orang tua, menurutnya, menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan proses pendidikan anak.

“Sedikit ilmu yang sudah kami berikan mohon diterapkan kembali. Kebiasaan baik yang sudah dibangun di sekolah mohon dilanjutkan di rumah. Dan teruslah membimbing anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan cita-cita mereka,” pesannya.

Menjelang akhir acara, suasana yang semula riang perlahan berubah menjadi haru. Momen prosesi serah terima murid dari pihak sekolah kepada orang tua menjadi salah satu bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut.

Pelukan hangat, senyum, dan mata yang berkaca-kaca terlihat di berbagai sudut ruangan. Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata saat menyadari bahwa kebersamaan yang selama ini terjalin antara anak-anak, guru, dan sekolah akan segera berakhir.

Hari itu bukan tentang meninggalkan sekolah, melainkan tentang melanjutkan perjalanan. Tentang anak-anak yang telah tumbuh selangkah lebih maju, membawa bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menemani mereka di masa depan.

Gerbang TK IT Al Mumtaza mungkin akan mereka tinggalkan, tetapi kenangan tentang ruang kelas pertama, guru yang membimbing dengan penuh kesabaran, sahabat bermain, serta pelajaran-pelajaran sederhana tentang kebaikan akan tetap tersimpan dalam ingatan.

Dari langkah-langkah kecil yang pernah ragu, kini lahir langkah-langkah baru yang lebih mantap. Dan dari aula sederhana yang dipenuhi tawa serta air mata itu, masa depan anak-anak tersebut mulai menuliskan babak berikutnya. (Red)

Alumni Sistem Komputer Darmajaya Raih Karier di CBNCloud Berbekal Sertifikasi Internasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Sistem Komputer/IoT Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali membuktikan kualitas lulusannya di industri teknologi nasional. Salah satu alumninya, M. Miftahul Jinan kini bergabung sebagai [CMP] TNS – Support Engineer di CBNCloud.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa kompetensi Prodi Sistem Komputer/IoT IIB Darmajaya di bidang Smart System, Internet of Things (IoT), jaringan komputer, hingga cloud computing selaras dengan kebutuhan industri digital saat ini.

Ketua Program Studi Sistem Komputer/IoT IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M. T.I., mengapresiasi pencapaian alumni tersebut. Menurutnya, keberhasilan M. Miftahul Jinan menunjukkan lulusan Sistem Komputer/IoT Darmajaya mampu bersaing di dunia industri teknologi nasional.

“Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga pengalaman project dan kemampuan teknis yang sesuai kebutuhan industri saat ini,” ujarnya.

Sementara itu, M. Miftahul Jinan mengungkapkan bahwa pengalaman selama kuliah sangat membantu dirinya saat memasuki dunia kerja profesional. Ia menilai pembelajaran berbasis project, praktik troubleshooting, hingga sertifikasi kompetensi menjadi bekal penting dalam pekerjaannya saat ini.

“Pengalaman project selama kuliah sangat membantu saya dalam memahami kebutuhan kerja di bidang technical support dan layanan cloud. Selain itu, sertifikasi juga cukup membantu sebagai bukti kompetensi yang diakui industri. Saya mengambil sertifikasi Red Hat Certified System Administrator berskala internasional dan sertifikasi BNSP Teknisi Madya Jaringan Komputer berskala nasional yang menjadi salah satu bekal saat memasuki dunia kerja,” ungkap M. Miftahul Jinan.

Sebagai informasi, CBNCloud merupakan penyedia layanan cloud di Indonesia di bawah PT Cyberindo Aditama yang fokus pada layanan cloud computing dan managed service untuk mendukung transformasi digital berbagai sektor industri.(**).

Ari Ajirni & Dimas Herdi Resmi Pimpin Hima Teknik Elektro STTN Lampung Periode 2026/2027

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Himpunan Mahasiswa (Hima) Teknik Elektro Sekolah Tinggi Teknologi Nusantara (STTN) Lampung sukses menggelar pesta demokrasi mahasiswa melalui Musyawarah Besar (Mubes). Dalam ajang tertinggi organisasi tingkat prodi tersebut, pasangan calon nomor urut 1, Ari Ajirni dan Dimas Herdi Setiawan, resmi terpilih sebagai Ketua dan Wakil Ketua Umum Hima Teknik Elektro yang baru.

Mubes yang berlangsung dinamis dan khidmat ini diselenggarakan langsung di lingkungan Kampus STTN Lampung. Agenda utama reorganisasi kepengurusan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan kampus, di antaranya Wakil Ketua (Waka) I Bidang Akademik Taufik Rahman, S.T., M.T., Waka III Bidang Kemahasiswaan Ir. Lenny Rudihartati, M.M., serta Ketua Program Studi (Kaprodi) Teknik Elektro Ir. Dwi Agus Riyanto, S.T., M.T.

Pemilihan tahun ini menyajikan kontestasi sengit antara dua putra terbaik Teknik Elektro. Ari Ajirni yang berpasangan dengan Dimas Herdi Setiawan (nomor urut 1) harus beradu visi-misi dengan pasangan nomor urut 2, Satria Pradana dan Riyadi Pratama. Setelah melalui proses pemungutan dan penghitungan suara yang transparan, pasangan nomor urut 1 akhirnya keluar sebagai pemenang dengan raihan suara terbanyak.

Dalam sambutannya, Kaprodi Teknik Elektro, Ir. Dwi Agus Riyanto, S.T., M.T., menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kedewasaan berpolitik yang ditunjukkan oleh para mahasiswa. Ia menekankan pentingnya sinergi antara himpunan dan program studi.

“Siapa pun yang terpilih, tugas utama pimpinan baru adalah merangkul kembali seluruh elemen mahasiswa Teknik Elektro. Himpunan adalah mitra strategis prodi untuk meningkatkan prestasi akademik maupun non-akademik,” ujar Dwi Agus.

Senada dengan hal tersebut, Waka III Bidang Kemahasiswaan, Ir. Lenny Rudihartati, M.M., turut memberikan wejangan dalam sambutannya. Ia mengingatkan bahwa kepemimpinan di organisasi mahasiswa adalah laboratorium kepemimpinan yang sesungguhnya sebelum terjun ke masyarakat.

“Selamat kepada pasangan terpilih. Jadikan Hima Teknik Elektro sebagai wadah yang inklusif, inovatif, dan mampu membawa nama baik STTN Lampung di tingkat regional maupun nasional. Kepada pasangan yang belum beruntung, ruang untuk mengabdi dan berkarya di kampus ini masih sangat luas,” tutur Lenny.

Dengan berakhirnya Mubes ini, estafet kepemimpinan Hima Teknik Elektro STTN Lampung resmi berpindah. Pasangan Ari Ajirni dan Dimas Herdi Setiawan kini mengemban tanggung jawab besar untuk merealisasikan visi-misi mereka demi kemajuan seluruh mahasiswa Teknik Elektro STTN Lampung selama satu periode ke depan.

Wisuda V SDI Pelangi, SMP Islam Pelangi Siap Sambut Siswa Baru

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Wisuda angkatan V Sekolah Dasar Islam (SDI) Pelangi berlangsung khidmat dan meriah, yang digelar di Gedung Bagas Raya, Rabu (10/6/2026). Sebanyak 63 murid 93 hafidz Al-Qur’an diwisuda.

Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., mewakili Ketua Yayasan Ary Meizari, S.E., MBA, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh guru SDI Pelangi. “Guru adalah pilar utama dalam keberhasilan pendidikan, dan kerja keras mereka patut diapresiasi. Semoga Allah SWT membalas segala amal baik yang telah diberikan,” ujarnya.

Firmansyah menegaskan bahwa peran guru tidak hanya sebatas mengajar, tetapi juga mendidik dan membentuk kepribadian murid. Ia menambahkan, “Kerja sama yang baik antara panitia, guru, dan orang tua menjadi kunci suksesnya acara ini. Semoga semangat kebersamaan ini terus terjaga di masa mendatang.”

Buya Firman, panggilan akrab Firmansyah juga memberikan penghargaan kepada panitia yang telah bekerja keras mempersiapkan acara wisuda. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada orang tua murid yang telah mempercayakan pendidikan anak-anaknya kepada SDI Pelangi. “Dukungan orang tua sangat penting dalam keberhasilan pendidikan. Semoga kepercayaan ini terus terjaga dan semakin kuat,” ucapnya.

Kepada para murid yang diwisuda, Firmansyah berpesan agar terus menjaga semangat belajar. “Pendidikan tidak berhenti di bangku sekolah dasar, tetapi akan berlanjut ke jenjang berikutnya. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai bekal untuk meraih cita-cita. Saya bangga, lulusan SDI Pelangi tahun ini ada yang mendapatkan nilai sempurna,” pesannya.

Ia berharap lulusan SDI Pelangi mampu menjadi generasi Qur’ani yang berprestasi. “Hafalan Al-Qur’an yang telah dicapai hendaknya terus dijaga dan ditingkatkan. Jadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup dan sumber inspirasi dalam setiap langkah,” tambahnya.

Pengawas Pembina Kecamatan Sukarame Disdik Kota Bandar Lampung, Dra. Erdianda, M.Pd., turut memberikan apresiasi. “Saya bangga atas keberhasilan anak-anak hari ini, terlebih ada murid yang lulus dengan nilai sempurna,” katanya.

Erdiana juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam mendukung proses belajar. “Pendidikan akan berhasil baik jika ada kerjasama antara guru dan orangtua di sekolah. Hari ini, kita bersama melihat keberhasilan itu,” ujarnya.

Graduation of Pelangi IslamicEelemtary Scholland Tahfidz Qur’an dengan tema “ Where the Qur’an Leads, The Future Shines,” selain dihadiri orangtua murid dan tamu undangan, hadir pula Pembina Yayasan Alfian Husin dr. Lyza M Rozalinda Alfian, dan Kepala Biro SDM I Made Dwiki Atmaja, S.A.B., M.M.T.

Sementara itu, Kepala SDI Pelangi, Siti Khanifah, S.PdI., menyampaikan bahwa wisuda kali ini merupakan angkatan kelima dengan jumlah 63 murid. “Selain itu, ada 93 calon penghafal Al-Qur’an yang kami harapkan dapat menamatkan hingga 30 juz,” jelasnya.

Siti Khanifah menambahkan bahwa tahun ini SMP Islam Pelangi resmi dibuka. “Alhamdulillah, banyak anak-anak yang sudah lulus SDI Pelangi melanjutkan ke SMP Islam Pelangi. Terima kasih kepada ayah bunda, mohon maaf jika selama kita bekerjasama ada yang kurang berkenan,” tutupnya. (**)

Arsitek Bukan Tukang Gambar: Saatnya Menempatkan Profesi Ini sebagai Penentu Masa Depan Pembangunan

Oleh: Ar. Dr.Eng. Fritz Akhmad Nuzir. S.T., M.A., IAI.

  • Akademisi Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung
  • Arsitek Profesional Tingkat Madya (STRA 2)
  • Anggota Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Provinsi Lampung

Profesi arsitek sedang menghadapi ujian besar. Ironisnya, di tengah laju pembangunan yang semakin agresif, posisi arsitek justru belum sepenuhnya dipahami secara proporsional. Bangunan tumbuh di mana-mana, kota berkembang, kawasan baru bermunculan, tetapi profesi arsitek masih terlalu sering direduksi hanya sebagai “tukang gambar”. Ini adalah cara pandang yang keliru sekaligus berbahaya.

Arsitek bukan sekadar pembuat denah, visualisasi, atau gambar kerja. Arsitek adalah perancang kualitas hidup. Ia bekerja menerjemahkan kebutuhan manusia menjadi ruang yang aman, sehat, efisien, manusiawi, dan berkelanjutan. Ketika sebuah rumah terasa nyaman ditinggali, ketika sekolah mendukung proses belajar, ketika ruang publik terasa hidup, ketika kota menjadi lebih tertata—di situlah sebenarnya peran arsitek bekerja.

Karena itu, arsitektur tidak boleh dipahami hanya sebagai urusan estetika bangunan. Arsitektur adalah urusan masa depan manusia. Di banyak negara maju, arsitek ditempatkan sebagai bagian penting dalam strategi pembangunan. Mereka terlibat sejak awal dalam perencanaan kota, mitigasi bencana, pembangunan lingkungan berkelanjutan, hingga penguatan identitas budaya. Sementara di Indonesia, termasuk di Lampung, profesi ini masih sering dipanggil hanya ketika proyek sudah hampir berjalan dan sekadar membutuhkan gambar teknis. Padahal, kualitas pembangunan sangat ditentukan oleh kualitas perencanaannya.

Lampung Sedang Bertumbuh, tetapi Arsitek Lokal Belum Menjadi Tuan Rumah

Lampung hari ini sedang bergerak cepat. Kawasan komersial tumbuh, hotel bermunculan, kampus berkembang, perumahan meluas, dan proyek-proyek strategis mulai hadir dalam berbagai skala. Secara fisik, wajah daerah ini sedang berubah.

Namun, pertanyaan pentingnya adalah: siapa yang merancang perubahan itu?

Fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak proyek strategis di Lampung justru melibatkan lebih banyak konsultan dan tenaga ahli dari luar daerah. Tentu tidak ada yang salah dengan kompetisi terbuka. Dunia profesional memang berjalan secara meritokratis. Tetapi jika arsitek lokal terus-menerus hanya menjadi penonton di daerahnya sendiri, maka ada masalah serius dalam ekosistem profesi yang harus segera dibenahi.

Ini bukan sekadar persoalan proyek. Ini soal kepercayaan, kapasitas, kesempatan, dan keberpihakan terhadap pembangunan sumber daya manusia di daerah. Daerah yang sehat bukan hanya daerah yang membangun gedung baru, tetapi juga daerah yang mampu menumbuhkan profesional lokalnya sendiri. Sebab pembangunan yang terlalu bergantung pada tenaga luar tanpa transfer kapasitas hanya akan melahirkan ketergantungan jangka panjang. Jangan sampai Lampung megah secara fisik, tetapi lemah dalam kemandirian profesi.

Karena itu, arsitek Lampung harus berani naik kelas. Tidak cukup hanya mahir menggambar. Mereka harus menguasai teknologi, manajemen proyek, regulasi, komunikasi, jejaring profesional, hingga kemampuan kolaborasi lintas disiplin. Di era kompetisi terbuka, kualitas menjadi bahasa utama. Namun di sisi lain, pemerintah daerah, pengembang, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan pembangunan juga memiliki tanggung jawab moral untuk memberi ruang tumbuh yang lebih sehat bagi arsitek lokal. Bukan dengan menurunkan standar, melainkan dengan menciptakan ekosistem yang adil dan kompetitif.

UU Arsitek Sudah Ada, tetapi Implementasinya Belum Sepenuhnya Memihak

Hadirnya Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2017 tentang Arsitek sebenarnya merupakan tonggak penting. Untuk pertama kalinya, profesi arsitek memiliki legitimasi hukum yang jelas. Negara mengakui bahwa profesi ini memiliki standar kompetensi, tanggung jawab etik, serta posisi strategis dalam pembangunan nasional. Namun persoalannya, penguatan hukum belum otomatis menghadirkan penguatan praktik di lapangan.

Bagi sebagian arsitek di daerah, sistem registrasi, lisensi, dan administrasi profesi masih terasa panjang, rumit, dan melelahkan. Regulasi yang seharusnya melindungi profesi justru terkadang terasa menjauhkan profesi dari kemudahan berkembang. Padahal tujuan regulasi semestinya sederhana: menjaga mutu profesi tanpa membunuh ruang tumbuh profesinya.

Karena itu, organisasi profesi dan lembaga terkait perlu melakukan evaluasi serius. Sistem profesi harus tetap menjaga standar, tetapi juga harus efektif, transparan, dan manusiawi. Jangan sampai arsitek sibuk menghadapi kerumitan administratif, sementara tantangan nyata pembangunan terus bergerak jauh lebih cepat.

AI Mengubah Dunia, tetapi Tidak Bisa Menggantikan Nurani Arsitek

Kini tantangan baru muncul: kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Dalam hitungan detik, AI mampu menghasilkan visual bangunan yang tampak profesional. Banyak orang mulai merasa dapat “mendesain sendiri” hanya dengan mengetik perintah sederhana. Dunia desain berubah sangat cepat. Tetapi ada satu hal yang perlu ditegaskan: arsitektur bukan sekadar menghasilkan gambar indah.

AI bisa membuat visual menarik, tetapi ia belum memahami manusia. AI tidak memahami kecemasan seorang ibu terhadap keamanan anaknya di rumah. AI tidak memahami budaya lokal sebuah kampung. AI tidak memahami hubungan emosional seseorang terhadap ruang yang ia tinggali. AI tidak memahami konteks sosial, iklim, sejarah tempat, hingga dinamika kehidupan manusia yang terus berubah.

Arsitektur sejatinya adalah pekerjaan empati.

Di situlah sentuhan manusia tetap menjadi inti profesi arsitek. Seorang arsitek bukan hanya menyusun bentuk, tetapi juga membaca kehidupan. Ia mempertimbangkan keselamatan, kenyamanan, keberlanjutan, efisiensi energi, perilaku pengguna, hingga dampak sosial dari sebuah ruang. AI mungkin dapat membantu mempercepat proses eksplorasi desain. Tetapi AI tetap hanyalah alat. Yang menentukan arah, makna, dan tanggung jawab desain tetap manusia. Karena itu, ancaman terbesar bagi arsitek sebenarnya bukan AI, melainkan arsitek yang menolak berkembang.

Arsitek Masa Depan Harus Menjadi Pemimpin Perubahan

Profesi arsitek ke depan tidak cukup hanya kreatif. Ia harus strategis. Arsitek masa depan harus mampu hadir sebagai pemimpin gagasan pembangunan. Ia harus mampu berbicara tentang kota yang manusiawi, lingkungan yang sehat, mitigasi bencana, efisiensi energi, ruang publik yang inklusif, hingga identitas budaya daerah. Lampung membutuhkan lebih banyak arsitek muda yang tidak hanya mahir membuat visualisasi, tetapi juga peduli terhadap masa depan daerahnya sendiri.

Kita membutuhkan arsitek yang mampu merancang sekolah yang lebih sehat, permukiman yang lebih layak, kawasan wisata yang lebih tertata, kota yang lebih nyaman, dan ruang publik yang lebih manusiawi.

Karena pada akhirnya, kualitas sebuah daerah tidak hanya diukur dari banyaknya bangunan yang berdiri, tetapi dari kualitas kehidupan yang tercipta di dalamnya. Dan di titik itulah, arsitek seharusnya tidak lagi dipandang sebagai tukang gambar. Arsitek adalah profesi strategis yang ikut menentukan wajah masa depan masyarakat

Keren! Dosen IIB Darmajaya Resmi Sandang Gelar Doktor dengan Disertasi AI untuk Lawan Stunting, Jadi Doktor Pertama Prodi Sains Data

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menambah pengajar bergelar doktor setelah Nurjoko, S.Kom., M.T.I. menyelesaikan sidang promosi doktor Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Lampung dalam ujian terbuka di Aula FMIPA pada Selasa, (9/6/26).

Nurjoko mengangkat disertasi berjudul “Implementasi Metode Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence) dengan Indikator Kesehatan Masyarakat di Provinsi Lampung (Studi Kasus: Pemetaan dan Deteksi Dini Risiko Stunting Berbasis Wilayah). Adapun pengujinya yakni Dr. Eng. Heri Satria, S.Si., M.Si. selaku Ketua Penguji, Dr. Khoirin Nisa, M.Si. (sekretaris penguji) yang juga Ketua Program Studi, dan anggota penguji terdiri dari penguji eksternal Julian Supardi, M.T., Ph.D.; penguji internal 1 Dr. rer. nat. Akmal Junaidi, M.Si.; penguji internal 2 Tristiyanto, M.I.S., Ph.D.

Nurjoko dipromotori Prof. Dr. Admi Syarif, Ph.D. dan Co Promotor 1 Dr. dr. Khairun Nisa Berawi, M.Kes., AIFO-K.dan Co Promotor 2 Favorisen R. Lumbanraja, M.Si., Ph.D. Selesainya ujian terbuka Dr. Nurjoko, S.Kom., M.T.I. menambah jumlah pengajar bergelar doktor di Kampus IIB Darmajaya.

Dr. Nurjoko, S.Kom., M.T.I. merupakan doktor ke-35 yang dimiliki IIB Darmajaya. Dan Doktor pertama yang dimiliki Prodi Sains Data.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom. menyampaikan selamat dan turut bangga atas selesainya ujian sidang terbuka dari Dr. Nurjoko, S.Kom., M.T.I. selaku dosen Prodi Sains Data.

“Capaian ini menjadi prestasi akademik yang sangat membanggakan sekaligus menambah kekuatan sumber daya manusia di Fakultas Ilmu Komputer. Dengan diraihnya gelar doktor ini, yang menjadikan beliau sebagai doktor ke-35 di lingkungan IIB Darmajaya, kami berharap kompetensi, kapasitas riset, dan kontribusi keilmuan yang dimiliki dapat semakin memperkuat pengembangan Program Studi Sains Data, khususnya dalam bidang analisis data, kecerdasan buatan, dan transformasi digital yang menjadi kebutuhan strategis di era saat ini,” ujarnya

Prof. Said menuturkan bahwa pencapaian ini merupakan wujud komitmen Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya dalam meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat melalui penguatan dosen berkualifikasi doktor. “Semoga keberhasilan ini menjadi inspirasi bagi seluruh civitas academica untuk terus mengembangkan diri, melahirkan inovasi, serta memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan bangsa,” ucapnya.(**)

Presiden Mahasiswa Unila Soroti Dampak Jangka Panjang Munas HIPMI 2026 bagi Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Presiden Mahasiswa Universitas Lampung (Unila), Aditya Putra Bayu, mengingatkan pentingnya memastikan penyelenggaraan Musyawarah Nasional (Munas) HIPMI 2026 di Lampung memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan daerah.

Menurut Aditya, terpilihnya Lampung sebagai tuan rumah Munas HIPMI 2026 merupakan momentum yang patut diapresiasi. Ia menilai seluruh pihak yang terlibat dalam persiapan agenda nasional tersebut layak mendapatkan penghargaan atas upaya yang dilakukan.

“Ini merupakan kali pertama Lampung menjadi tuan rumah Munas HIPMI. Tentu hal ini patut diapresiasi,” kata Aditya dalam pernyataannya.

Meski demikian, ia menilai perlu dilakukan kajian terhadap nilai dan dampak yang akan diperoleh Lampung, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang, dari penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Menurutnya, besarnya publikasi dan perhatian yang diberikan terhadap agenda Munas HIPMI harus sejalan dengan manfaat yang dirasakan masyarakat luas.

“Jangan sampai agenda ini hanya menjadi euforia sesaat dan hanya dinikmati oleh segelintir orang. Harus ada dampak nyata yang dapat dirasakan masyarakat Lampung,” ujarnya.

Aditya juga mengingatkan pentingnya menjaga citra daerah selama pelaksanaan agenda nasional tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa, memiliki kepentingan untuk mengawal nama baik Lampung.

“Mengacu pada filosofi ‘Di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung’, citra dan marwah Lampung harus dijaga bersama. Jangan sampai agenda ini justru mencoreng nama baik Lampung,” katanya.

Lebih lanjut, Aditya menyebut mahasiswa, khususnya Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Lampung, akan turut mengawal agar pelaksanaan Munas HIPMI dapat memberikan manfaat bagi daerah.

Ia berharap momentum Munas HIPMI 2026 dapat menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan dan kemajuan Provinsi Lampung.