Milad Sekretaris Yayasan Alfian Husin Jadi Momentum Spesial, Darmajaya Beri Harga Gelombang 1 untuk Calon Mahasiswa Baru

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menghadirkan program spesial untuk pendaftar dalam momentum Milad Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.B.A., M.Sc, pada 12 Juni 2026. Program ini menjadi kesempatan emas bagi calon mahasiswa untuk mendapatkan harga Gelombang 1, bonus, hingga hadiah menarik hanya dengan melakukan daftar dan daftar ulang tepat pada tanggal tersebut.

Program spesial ini disambut antusias karena memberikan peluang bagi generasi muda untuk melanjutkan pendidikan tinggi dengan biaya lebih terjangkau di salah satu kampus unggulan berbasis teknologi, bisnis, dan kreativitas di Provinsi Lampung.

Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.B.A., M.Sc. menyampaikan bahwa momentum milad bukan sekadar perayaan, tetapi juga bentuk kepedulian terhadap masa depan pendidikan generasi muda.

“Kami ingin momentum milad ini menjadi semangat berbagi kesempatan bagi calon mahasiswa untuk meraih pendidikan terbaik dan mempersiapkan masa depan yang lebih gemilang bersama Darmajaya,” ujarnya.

Selain menawarkan program biaya spesial, Darmajaya juga dikenal aktif mencetak mahasiswa kreatif, inovatif, dan siap menghadapi dunia industri digital. Berbagai prestasi mahasiswa di bidang teknologi, bisnis, kewirausahaan, hingga industri kreatif terus lahir dari kampus yang mengusung semangat entrepreneur modern tersebut.

Program spesial milad 12 Juni ini juga menghadirkan berbagai bonus dan hadiah menarik dengan kuota terbatas. Karena itu, calon mahasiswa diimbau segera memanfaatkan kesempatan tersebut agar tidak tertinggal promo spesial yang hanya berlangsung dalam momentum tertentu.

Pendaftaran mahasiswa baru dapat dilakukan secara online melalui laman pmb.darmajaya.ac.id atau datang langsung ke kampus unggul IIB Darmajaya. Jangan sampai ketinggalan! 12 Juni 2026 menjadi kesempatan kalian bergabung dan langkah awal menuju masa depan gemilang bersama IIB Darmajaya. (**)

Dosen UBL Perkuat Kompetensi Global Lewat Program Infrastruktur Transportasi Cerdas di Tiongkok

XUZHOU, TIONGKOK -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) terus memperkuat langkah internasionalisasi pendidikan tinggi melalui keikutsertaan salah satu dosennya, Aditya Mahatidanar Hidayat, Ph.D., dalam 2026 ASEAN Program for Teacher Capacity Enhancement di Xuzhou, Tiongkok, pada 29 Mei–7 Juni 2026.

Program yang diselenggarakan Jiangsu Vocational Institute of Architectural Technology itu mengangkat tema Smart Construction and Operation & Maintenance of Transportation Engineering Infrastructure. Kegiatan ini berfokus pada penguatan kapasitas dosen di bidang konstruksi cerdas, operasi, dan pemeliharaan infrastruktur transportasi berbasis teknologi digital.

Selama sepuluh hari, peserta memperoleh materi dari akademisi, praktisi industri, dan pengelola infrastruktur di Tiongkok. Sejumlah topik strategis dibahas, mulai dari Intelligent Transportation Systems, Building Information Modeling atau BIM, Digital Twin, pemanfaatan drone untuk survei dan pemetaan, hingga manajemen transportasi perkotaan berbasis data dan kecerdasan buatan.

Selain mengikuti perkuliahan dan seminar profesional, peserta juga melakukan kunjungan teknis ke sejumlah institusi strategis, termasuk Xuzhou Metro Group, untuk melihat langsung penerapan teknologi digital dalam operasi transportasi rel perkotaan dan pemeliharaan infrastruktur.

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, MBA, menyambut positif keterlibatan dosen UBL dalam forum internasional tersebut. Menurutnya, partisipasi ini merupakan bagian dari strategi universitas dalam memperkuat mutu akademik, riset, dan jejaring global.

“UBL terus mendorong dosen untuk terlibat dalam forum akademik internasional, terutama pada bidang strategis yang berkaitan langsung dengan kebutuhan pembangunan masa depan. Keikutsertaan dosen UBL dalam program ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tinggi harus dilakukan melalui kolaborasi global, penguatan kompetensi, dan adaptasi terhadap perkembangan teknologi,” ujar Yusuf, Selasa (9/6/2026)

Ia menambahkan, pengalaman internasional yang diperoleh dosen harus memberi dampak langsung bagi pengembangan institusi. “Pengetahuan dan jejaring yang diperoleh harus dapat ditransformasikan ke dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga mahasiswa UBL memperoleh wawasan yang relevan dengan perkembangan industri dan kebutuhan pembangunan nasional,” tambahnya.

Aditya Mahatidanar Hidayat mengatakan, perkembangan teknologi global menuntut perguruan tinggi untuk terus memperbarui pendekatan pembelajaran dan riset, khususnya di bidang transportasi dan infrastruktur.

“Dunia sedang bergerak menuju pengelolaan infrastruktur yang semakin terintegrasi dengan teknologi digital. Melalui program ini, kami memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai penerapan BIM, Digital Twin, dan Intelligent Transportation Systems yang telah berhasil diimplementasikan di Tiongkok,” ujar Aditya.

Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi bekal penting untuk memperkuat proses pembelajaran, penelitian, dan pengembangan inovasi di UBL. Mahasiswa teknik, kata dia, tidak cukup hanya memahami teori, tetapi juga harus mampu membaca arah transformasi digital yang mengubah sektor konstruksi, transportasi, dan pengelolaan infrastruktur.

Program ini juga membuka peluang kolaborasi internasional antara UBL dengan institusi pendidikan dan industri dari negara-negara ASEAN maupun Tiongkok. Forum diskusi, seminar, dan kunjungan industri menjadi ruang untuk membangun jejaring riset, pertukaran pengetahuan, serta kerja sama akademik di masa depan.

Melalui keikutsertaan ini, UBL menegaskan komitmennya sebagai perguruan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing internasional. Pengetahuan yang diperoleh dari program tersebut diharapkan dapat diadaptasi dalam pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat untuk mendukung pembangunan infrastruktur transportasi yang cerdas dan berkelanjutan di Indonesia.

“Tantangan Indonesia memang berbeda, tetapi prinsip inovasi, efisiensi, dan keberlanjutan yang kami pelajari sangat relevan untuk mendukung pembangunan transportasi masa depan,” tutup Aditya.

Inovasi Prodi Sistem Komputer Darmajaya : Revolusi Digital untuk wisata Mangrove Pesawaran

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi Sistem Komputer/IoT Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menghadirkan inovasi teknologi yang berdampak nyata bagi lingkungan dan sektor pariwisata. Melalui proyek skripsi, dua mahasiswa Prodi Sistem Komputer merancang sistem monitoring energi dan kontrol penerangan untuk kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi, Kabupaten Pesawaran.

Dua mahasiswa tersebut ialah Sohibul Akbar yang berfokus pada pengembangan sistem kontrol penerangan dan Muhammad Rifki Hidayat yang menangani sistem monitoring penggunaan energi listrik.

Inovasi ini hadir sebagai solusi atas keterbatasan sumber energi listrik di kawasan wisata mangrove yang selama ini mengandalkan pasokan listrik dari PLTA dan panel surya. Dengan kapasitas energi yang terbatas, dibutuhkan sistem cerdas yang mampu memantau sekaligus mengoptimalkan penggunaan listrik agar lebih efisien dan berkelanjutan.

Sistem yang dikembangkan terdiri dari dua bagian utama. Pertama, sistem monitoring penggunaan energi listrik pada PLTA Mangrove Cuku Nyinyi yang mampu memantau berbagai parameter kelistrikan secara real-time, seperti tegangan output, arus listrik, daya aktual, kWh, frekuensi jaringan, faktor daya, hingga arus yang dihasilkan panel surya.

Bagian kedua adalah sistem kontrol penerangan berbasis website yang diterapkan di kawasan Ekowisata Mangrove Cuku Nyinyi. Dalam implementasinya, area penerangan dibagi menjadi tiga jalur utama, yaitu area loket, area edukasi, dan area dermaga. Melalui website tersebut, pengelola dapat mengontrol lampu dengan lebih mudah, praktis, dan efisien.

Menariknya, sistem kontrol penerangan ini dilengkapi dua fitur unggulan, yakni mode otomatis berbasis penjadwalan dan mode kontrol manual. Pada mode otomatis, lampu akan menyala secara terjadwal mulai pukul 18.00 WIB hingga 06.00 WIB. Sementara pada mode manual, pengelola dapat menyalakan jalur lampu tertentu di luar jadwal sesuai kebutuhan melalui website.

Sohibul Akbar menjelaskan bahwa sistem ini dirancang untuk membantu efisiensi penggunaan energi di kawasan wisata mangrove. “Karena sumber listrik di sana terbatas dan hanya mengandalkan PLTA serta panel surya, kami membuat sistem monitoring energi dan kontrol penerangan agar penggunaan listrik bisa lebih optimal dan efisien,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (8/6/2026).

Melalui inovasi ini, mahasiswa Sistem Komputer IIB Darmajaya tidak hanya menghadirkan proyek berbasis teknologi, tetapi juga memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan ekowisata berbasis energi terbarukan di Kabupaten Pesawaran. Proyek tersebut diharapkan mampu mendukung pengelolaan kawasan wisata yang lebih modern, hemat energi, ramah lingkungan, dan berkelanjutan. (**)

KAMPUS BUKAN PRIORITAS?

Moh. Ikhsan Kurnia, MBA.

Indonesia memiliki jumlah mahasiswa yang sangat besar. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti), jumlah mahasiswa aktif Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendekati 10 juta orang. Sebagai perbandingan regional, Malaysia memiliki sekitar 1,3 juta mahasiswa berdasarkan data Kementerian Pendidikan Tinggi Malaysia. Namun pada tahun 2025, pemerintah Malaysia mengalokasikan sekitar RM18 miliar untuk Kementerian Pendidikan Tinggi guna mendukung universitas, politeknik, community college, bantuan mahasiswa, serta berbagai program pendidikan tinggi lainnya. Dengan kurs sekitar Rp3.850 per ringgit pada periode tersebut, nilainya setara sekitar Rp69 triliun.

Pada saat yang sama, anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Indonesia berada pada kisaran Rp57,68 triliun. Perlu dicatat bahwa angka ini tidak sepenuhnya merepresentasikan seluruh belanja negara untuk pendidikan tinggi karena sebagian program riset, beasiswa, dan pengembangan sumber daya manusia juga tersebar di berbagai lembaga lain seperti LPDP, BRIN, maupun kementerian lainnya. Meski demikian, data tersebut tetap memberikan gambaran mengenai kapasitas fiskal yang secara langsung dialokasikan pemerintah pusat melalui kementerian terkait pendidikan tinggi.

Perbandingan ini memang tidak dapat disederhanakan menjadi kesimpulan bahwa Malaysia lebih maju daripada Indonesia karena struktur anggaran, kapasitas ekonomi, dan sistem pendidikan kedua negara berbeda. Namun data tersebut cukup untuk memunculkan satu pertanyaan penting: apakah Indonesia benar-benar menempatkan pendidikan tinggi sebagai prioritas strategis pembangunan nasional?

Pertanyaan tersebut menjadi semakin relevan ketika Indonesia terus berbicara mengenai visi Indonesia Emas 2045. Pemerintah berkali-kali menekankan pentingnya hilirisasi industri, transformasi digital, penguatan inovasi, dan peningkatan daya saing global. Namun seluruh agenda tersebut pada dasarnya sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia dan kemampuan bangsa menghasilkan ilmu pengetahuan serta teknologi. Di sinilah perguruan tinggi memiliki posisi yang sangat menentukan.

Selama ini pemerintah sering menonjolkan besarnya anggaran pendidikan nasional sebagai bukti keberpihakan terhadap pembangunan manusia. Dalam APBN 2025, anggaran pendidikan mencapai sekitar Rp724,3 triliun. Setahun kemudian, pemerintah kembali meningkatkan alokasi pendidikan dalam APBN 2026 menjadi sekitar Rp757,8 triliun atau tetap mempertahankan porsi sekitar 20 persen dari total belanja negara sebagaimana amanat konstitusi. Angka tersebut bahkan disebut sebagai anggaran pendidikan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Namun di balik angka yang besar itu terdapat kenyataan yang sering luput dari perhatian publik. Anggaran pendidikan nasional tidak identik dengan anggaran pendidikan tinggi. Sebagian besar dana pendidikan dialokasikan untuk pendidikan dasar dan menengah, bantuan operasional sekolah, tunjangan guru, transfer ke daerah, pendidikan keagamaan, serta berbagai program pendidikan lainnya. Dengan demikian, besarnya anggaran pendidikan nasional tidak otomatis menunjukkan besarnya investasi negara terhadap perguruan tinggi.

Ketika perhatian diarahkan secara khusus pada pendidikan tinggi, gambaran yang muncul menjadi berbeda. Anggaran Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi sebesar sekitar Rp57,68 triliun harus digunakan untuk mendukung operasional perguruan tinggi negeri, beasiswa mahasiswa, penelitian, pengembangan dosen, pengabdian kepada masyarakat, penguatan sains dan teknologi, serta berbagai program peningkatan mutu pendidikan tinggi lainnya. Sementara itu, jumlah mahasiswa Indonesia mendekati 10 juta orang yang tersebar di berbagai perguruan tinggi negeri maupun swasta di seluruh Indonesia.

Besarnya jumlah mahasiswa Indonesia sebenarnya merupakan modal nasional yang sangat besar. Tidak banyak negara memiliki populasi mahasiswa sebesar Indonesia. Namun jumlah yang besar juga berarti kebutuhan investasi yang besar. Perguruan tinggi modern tidak cukup hanya memiliki ruang kuliah dan gedung administrasi. Universitas saat ini membutuhkan laboratorium yang memadai, akses terhadap jurnal internasional, infrastruktur digital, pusat inovasi, fasilitas penelitian, dan dosen yang mampu bersaing secara global. Tanpa dukungan yang kuat, jumlah mahasiswa yang besar tidak otomatis menghasilkan daya saing nasional yang tinggi.

Dalam konteks inilah perbandingan dengan Malaysia menjadi menarik. Negara tersebut memiliki jumlah mahasiswa jauh lebih sedikit dibanding Indonesia, tetapi memberikan perhatian yang cukup serius terhadap pendidikan tinggi. Malaysia digunakan dalam tulisan ini sebagai pembanding regional karena memiliki karakteristik negara berkembang di Asia Tenggara yang relatif lebih dekat dengan Indonesia dibanding negara-negara maju. Fakta bahwa negara dengan jumlah mahasiswa sekitar delapan kali lebih sedikit memiliki anggaran kementerian pendidikan tinggi yang relatif lebih besar dibanding Indonesia setidaknya menunjukkan adanya perbedaan penekanan dalam prioritas kebijakan pembangunan.

Pelajaran yang lebih besar datang dari Tiongkok dan Amerika Serikat. Kedua negara ini digunakan sebagai contoh negara yang berhasil menjadikan universitas sebagai instrumen pembangunan ekonomi, sains, dan teknologi nasional. Dalam dua dekade terakhir, Tiongkok secara konsisten menempatkan perguruan tinggi sebagai bagian penting dari strategi pembangunan nasional. Universitas diposisikan bukan hanya sebagai tempat belajar, tetapi juga sebagai pusat pengembangan teknologi, inovasi, dan daya saing industri. Pemerintah Tiongkok berinvestasi besar dalam penguatan sains dan teknologi melalui universitas dan lembaga penelitian.

Menurut OECD dalam laporan Education at a Glance 2025 dengan basis data tahun 2022, pengeluaran pendidikan tinggi per mahasiswa di Tiongkok mencapai USD7.157 berdasarkan metode Purchasing Power Parity (PPP). Angka ini menggunakan pendekatan pengeluaran pendidikan tinggi per mahasiswa dan karena itu tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan pendekatan anggaran kementerian yang digunakan dalam konteks Indonesia maupun Malaysia. Meski demikian, data tersebut tetap memberikan gambaran mengenai besarnya investasi yang dilakukan Tiongkok untuk memperkuat kualitas pendidikan tinggi dan kapasitas inovasi nasional.

Dampak dari investasi tersebut terlihat cukup jelas. Saat ini Tiongkok berkembang menjadi salah satu kekuatan utama dunia dalam bidang sains dan teknologi. Jumlah publikasi ilmiah meningkat sangat pesat, kapasitas penelitian tumbuh secara signifikan, dan berbagai universitas Tiongkok berhasil masuk dalam jajaran kampus terbaik dunia. Banyak perusahaan teknologi besar Tiongkok juga berkembang dari ekosistem riset dan inovasi yang dibangun melalui universitas.

Amerika Serikat menunjukkan contoh yang bahkan lebih besar lagi. Universitas-universitas Amerika selama puluhan tahun menjadi pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi global. Kampus seperti Harvard University, Stanford University, Massachusetts Institute of Technology, dan University of California tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan teknologi dan perusahaan yang kemudian mengubah dunia.

OECD dalam laporan Education at a Glance 2025 dengan basis data tahun 2022 juga mencatat bahwa total pengeluaran pendidikan tinggi per mahasiswa di Amerika Serikat mencapai USD36.274 berdasarkan metode PPP. Angka tersebut mencakup kombinasi dana pemerintah, dana swasta, riset, dan sumber pendanaan lainnya sehingga tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan anggaran kementerian pendidikan tinggi di Indonesia maupun Malaysia. Meski demikian, data tersebut memperlihatkan betapa seriusnya investasi yang dilakukan untuk membangun universitas sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perlu ditegaskan bahwa data Indonesia dan Malaysia dalam tulisan ini menggunakan pendekatan anggaran kementerian, sedangkan data Tiongkok dan Amerika Serikat menggunakan pendekatan pengeluaran pendidikan tinggi per mahasiswa berdasarkan metodologi OECD. Karena itu angka-angka tersebut tidak dimaksudkan untuk dibandingkan secara langsung secara kuantitatif, melainkan untuk menggambarkan tingkat perhatian dan investasi masing-masing negara terhadap pendidikan tinggi.

Tentu Indonesia tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan Amerika Serikat maupun Tiongkok. Kapasitas fiskal, ukuran ekonomi, dan struktur kelembagaan masing-masing negara sangat berbeda. Namun perbandingan tersebut tetap memberikan satu pelajaran penting bahwa negara-negara yang berhasil menjadi kekuatan ekonomi dunia umumnya menjadikan perguruan tinggi sebagai investasi strategis jangka panjang. Mereka memahami bahwa universitas bukan sekadar tempat menghasilkan ijazah, melainkan pusat produksi pengetahuan, inovasi, dan teknologi yang menentukan daya saing bangsa.

Indonesia sebenarnya memiliki modal yang sangat besar. Bonus demografi masih berlangsung dan jumlah mahasiswa yang mendekati 10 juta orang merupakan potensi luar biasa. Akan tetapi, potensi hanya akan menjadi keunggulan apabila didukung oleh kebijakan yang tepat dan investasi yang memadai. Perguruan tinggi membutuhkan dukungan berkelanjutan untuk memperkuat riset, meningkatkan kualitas dosen, memperluas inovasi, dan membangun ekosistem ilmu pengetahuan yang produktif.

Karena itu, diskusi mengenai anggaran pendidikan tinggi seharusnya tidak dipandang semata-mata sebagai persoalan belanja negara. Ini adalah diskusi mengenai masa depan Indonesia. Negara yang ingin menjadi kekuatan ekonomi modern tidak cukup hanya membangun jalan tol, pelabuhan, kawasan industri, atau infrastruktur fisik lainnya. Negara maju juga membangun universitas yang kuat, laboratorium yang modern, budaya riset yang sehat, dan ekosistem inovasi yang produktif. Pengalaman Malaysia, Tiongkok, dan Amerika Serikat menunjukkan bahwa investasi pada pendidikan tinggi pada akhirnya merupakan investasi pada masa depan bangsa itu sendiri.

Jika Indonesia benar-benar ingin menjadi negara maju pada tahun 2045, maka perguruan tinggi tidak boleh diposisikan sebagai sektor pelengkap pembangunan. Perguruan tinggi harus menjadi salah satu prioritas utama. Sebab pada akhirnya, kemajuan suatu bangsa tidak hanya ditentukan oleh besarnya sumber daya alam atau jumlah penduduk yang dimiliki, melainkan oleh kemampuan bangsa tersebut menghasilkan pengetahuan, teknologi, dan manusia unggul yang mampu mengubah masa depan.

*Penulis adalah Dosen, Penulis, dan Aktivis.

Unila Gelar Asesmen Lapangan Akreditasi Prodi Magister Pendidikan Matematika

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Lampung (Unila) melaksanakan Asesmen Lapangan (AL) Akreditasi Program Studi Magister Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) pada Senin, 8 Juni 2026, di Ruang Sidang Gedung A FKIP Unila.

Asesmen lapangan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, M.T. Asesmen dilaksanakan dua asesor dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK), yakni Prof. Dr. Kartono, M.Si., selaku Asesor 1 dari Universitas Negeri Semarang dan Lahifatul Anwar, S.Si., M.Sc., Ph.D., selaku Asesor 2 dari Universitas Negeri Malang.

Kegiatan turut dihadiri Dekan FKIP Unila Dr. Albet Maydiantoro, S.Pd., M.Pd.,
Para Kepala Lembaga, Para Wakil Dekan FKIP, Para Kepala UPA, Ketua Jurusan Pendidikan MIPA FKIP Unila, Koordinator Program Studi S2 Pendidikan Matematika, Para dosen, Tim Taskforce UPPS dan Program Studi.

Prof. Suripto dalam sambutannya menyampaikan, Unila terus berkomitmen meningkatkan mutu pendidikan dan tata kelola akademik secara berkelanjutan. Ia menjelaskan rata-rata kelulusan tepat waktu (KTW) program sarjana mengalami peningkatan dari 51,2 persen pada 2022 menjadi 53,15 persen pada 2025.

Sementara itu, pada jenjang magister, capaian KTW pada 2025 mencapai 49,27 persen. Prof. Suripto juga menyampaikan di lingkungan FKIP, dari 31 program studi yang ada, sebanyak 16 prodi telah meraih akreditasi Unggul dan 4 prodi terakreditasi internasional ASIIN. Capaian tersebut menunjukkan komitmen FKIP dalam menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan secara berkelanjutan.

Melalui pelaksanaan asesmen lapangan ini, Prof. Suripto berharap Program Studi Magister Pendidikan Matematika FKIP Unila dapat meraih akreditasi Unggul sehingga semakin memperkuat perannya dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdaya saing.

Kegiatan ini menjadi wujud komitmen Unila dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

Selain sebagai sarana evaluasi penyelenggaraan program studi, asesmen lapangan juga diharapkan dapat mendukung peningkatan tata kelola akademik serta pencapaian target akreditasi unggul dan internasional di lingkungan Unila.

 

Kenali Potensi, Tentukan Arah Karier: UBL Mulai Career Discovery Program 1 Juli 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) akan memulai Career Discovery Program (CDP) pada 1 Juli 2026 bagi mahasiswa baru yang telah menyelesaikan heregistrasi. Program ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali potensi diri, memahami arah karier, dan menyusun rencana pengembangan diri sejak dini, sebelum perkuliahan resmi dimulai pada September 2026.

Rektor UBL, Prof. M. Yusuf S. Barusman, mengatakan bahwa banyak mahasiswa memilih program studi tanpa memiliki gambaran yang jelas mengenai potensi diri maupun tujuan karier yang ingin dicapai. Akibatnya, tidak sedikit yang menjalani masa kuliah tanpa arah yang terukur dalam mengembangkan kompetensi dan pengalaman yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Kami ingin mahasiswa UBL memulai perjalanan kuliahnya dengan visi yang jelas. Ketika seseorang memahami potensi, minat, dan tujuan yang ingin dicapai, ia akan lebih mudah menentukan langkah pengembangan diri, membangun kompetensi yang relevan, serta mempersiapkan karier yang sesuai dengan kebutuhan masa depan,” ujar Prof. Yusuf, Senin (8/8/2026).

Melalui CDP, mahasiswa akan mengikuti serangkaian kegiatan eksplorasi diri untuk mengenali karakter, minat, bakat, serta kecenderungan karier yang sesuai dengan profil masing-masing. Program ini juga memberikan wawasan mengenai perkembangan dunia kerja di era transformasi digital dan kecerdasan buatan (AI), sehingga mahasiswa dapat memahami kompetensi yang semakin dibutuhkan di berbagai sektor industri.

Selain membantu mahasiswa menentukan arah karier, CDP juga mendorong peserta untuk mulai membangun portofolio sejak awal perkuliahan melalui keterlibatan dalam organisasi, program sertifikasi, magang, proyek sosial, hingga berbagai kegiatan pengembangan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan profesional masa depan.

Menurut Prof. Yusuf, kesiapan karier tidak dapat dibangun secara instan menjelang kelulusan, melainkan melalui proses yang dimulai sejak seseorang memasuki bangku kuliah. Karena itu, perguruan tinggi memiliki peran penting untuk mendampingi mahasiswa agar mampu merencanakan masa depannya secara lebih terarah.

“Di UBL, kami tidak ingin mahasiswa hanya berfokus memperoleh ijazah. Kami ingin mereka memahami siapa mereka, ke mana tujuan yang ingin dicapai, dan bagaimana mempersiapkan diri untuk mewujudkannya. Kesuksesan setelah lulus merupakan hasil dari proses yang dibangun secara konsisten sejak hari pertama menjadi mahasiswa,” tegasnya.

Melalui Career Discovery Program, UBL menegaskan komitmennya untuk menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki arah karier yang jelas, karakter yang kuat, serta kemampuan beradaptasi menghadapi perubahan dunia kerja yang terus berkembang. Informasi lebih lanjut mengenai Career Discovery Program ini dapat diperoleh melalui layanan WhatsApp di 0811-7999-229.

Lulusan SMA Fransiskus Bandar Lampung Pilih Desain Interior di Darmajaya: Siap Wujudkan Ruang yang Inspiratif

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kreativitas dan ketertarikan terhadap dunia desain menjadi alasan utama Cherish Davelyne Setiawan, lulusan SMA Fransiskus Bandar Lampung, dalam menentukan langkah pendidikan tinggi. Ia mantap memilih Program Studi Desain Interior di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya untuk mengembangkan bakat dan passion yang dimilikinya.

Menurut Cherish, dunia desain interior bukan sekadar tentang mempercantik ruangan, tetapi juga bagaimana menciptakan ruang yang nyaman, fungsional, dan mampu memberikan pengalaman terbaik bagi penggunanya. Ketertarikan tersebut mendorongnya untuk mendalami ilmu penataan ruang secara profesional. “Saya memilih Prodi Desain Interior karena saya tertarik dengan dunia desain dan ingin belajar lebih dalam tentang penataan ruang,” ungkap Cherish saat diwawancarai pada Selasa (2/6/26).

Tak hanya program studi yang sesuai dengan minatnya, Cherish juga memiliki alasan kuat memilih IIB Darmajaya sebagai tempat melanjutkan pendidikan. Ia menilai kampus tersebut memiliki lingkungan belajar yang nyaman, fasilitas yang lengkap, serta berbagai dukungan yang dapat membantu mahasiswa mengembangkan potensi diri. “Saya memilih Darmajaya karena kampusnya nyaman, fasilitasnya baik, dan mendukung mahasiswa untuk berkembang,” tambahnya.

Keputusan Cherish menjadi gambaran semangat generasi muda yang ingin mengasah kreativitas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang. Melalui Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya, ia berharap dapat memperluas wawasan, meningkatkan keterampilan desain, dan menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi masyarakat. Dengan tekad dan semangat yang dimiliki, Cherish Davelyne Setiawan siap menapaki perjalanan akademiknya untuk menjadi desainer interior profesional yang mampu menghadirkan ruang-ruang inspiratif di masa depan. (**)

Tumpah Ruah! Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya Meriah dengan Jalan Sehat, Khitanan Massal, Futsal hingga Hias Tumpeng Banjir Peserta

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Puncak Dies Natalis ke-29 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berlangsung meriah pada Sabtu, (6/6/26). Dimulai dengan Jalan Sehat, ribuan peserta dilepas langsung Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A. dan Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. memadati ruas sepanjang Jalan ZA Pagar Alam hingga finish kembali ke Kampus Biru.

Selain itu dalam rangkaian Dies Natalis Ke-29 juga digelar kegiatan khitanan massal bekerjasama dengan Rumah Sakit Umum RS Belleza, dibuka oleh Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T. didampingi Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M. Hadir perwakilan Rumah Sakit Umum Belleza, Muhadi Malik selaku Supervisor, Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A. dan Sekretaris Yayasan Alfian Husin Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc.

RZ Abdul Aziz dalam sambutannya menyampaikan bahwa Khitanan Massal berjalan atas kerja sama dengan Rumah Sakit Umum Belleza. “Kegiatan ini sebagai rasa syukur kami yang telah berusia 29 tahun dan diharapkan dari khitanan massal ini memberikan manfaat,” ungkapnya.

Rektor juga memohon doanya dari orang tua peserta khitanan massal agar kedepan IIB Darmajaya dapat semakin maju dan terus memberikan kontribusi dalam melahirkan SDM Unggul. “Usia 29 tahun ini menjadi langkah IIB Darmajaya yang terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas. Visi Kampus 2027 Terekognisi Internasional dengan hadirnya mahasiswa asing dari berbagai negara serta karya dosen yang publish di jurnal bereputasi,” tuturnya.

Sementara, Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian menambahkan Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya ini menjadi momentum untuk terus meningkatkan kualitas. “Selama kualitas terjaga, Kampus IIB Darmajaya akan selalu menjadi pilihan masyarakat Lampung, Indonesia dan Internasional,” ucapnya.

Kemeriahan Dies Natalis ke-29 pecah ketika perlombaan hias tumpeng digelar di Lapangan Basket yang diikuti puluhan tim dari Prodi, Fakultas dan SPPG. Di lapangan futsal, juga digelar pertandingan futsal antara Tim Yayasan Alfian Husin dengan Tim IIB Darmajaya dan berhasil sebagai juara Tim IIB Darmajaya.

Sehari sebelumnya, dalam rangkaian Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya juga digelar Lomba Tenis Meja antar dosen dan karyawan. Acara puncak juga digelar pengecekan kesehatan gratis dari RS Umum Belleza dan berbagai tenant UMKM hadir di Kampus IIB Darmajaya.

Kegiatan Jalan Sehat juga diikuti oleh jajaran Yayasan Alfian Husin terdiri dari Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A.; Anggota Dewan Pembina dr. Lyza Marfianita Rozalinda; Anggota Dewan Pembina Dian Septarina, S.E.; jajaran civitas academica IIB Darmajaya, dan pelajar serta masyarakat umum. (**)

Wisuda Perdana Universitas Indonesia Mandiri Tahun 2026: Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Universitas Indonesia Mandiri (UIMandiri) mencatatkan tonggak sejarah dengan menyelenggarakan Wisuda Perdana Tahun 2026 pada Sabtu, 6 Juni 2026, bertempat di Auditorium Universitas Indonesia Mandiri. Mengusung tema “Menguatkan Integritas, Inovasi, dan Kolaborasi dalam Era Global”, kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk menegaskan komitmen UIMandiri dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing global, dan berkarakter kuat.

Wisuda perdana diikuti oleh 81 wisudawan dan wisudawati dari total 96 lulusan yang telah menyelesaikan studi pada berbagai program studi di lingkungan UIMandiri. Rinciannya sebagai berikut:

– Administrasi Bisnis: 24 lulusan

– Administrasi Publik: 23 lulusan

– Informatika: 17 lulusan

– Perpajakan: 13 lulusan

– Desain Komunikasi Visual: 10 lulusan

– Teknik Industri: 9 lulusan

Jumlah keseluruhan lulusan mencerminkan keberhasilan universitas dalam menyelenggarakan pendidikan yang berkualitas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat serta dunia kerja.

Prosesi wisuda berlangsung khidmat dan penuh kebanggaan, dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari tingkat nasional hingga daerah. Turut hadir Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P., Wakil Gubernur Lampung, dr. Jihan Nurlela, Staf Ahli Menteri Pertanian, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah 2, serta perwakilan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, jajaran pemerintah daerah, akademisi, mitra industri, tokoh masyarakat, dan keluarga wisudawan. Kehadiran para pejabat dan mitra menunjukkan dukungan nyata terhadap pengembangan pendidikan tinggi di Provinsi Lampung dan Indonesia.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Indonesia Mandiri, Dr. Rustono Farady Marta, S. Sos.,M.Med.Kom., menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir dari proses pembelajaran, melainkan awal dari pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat. Para lulusan diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai integritas, inovasi, dan kolaborasi dalam setiap bidang profesi.

Tema wisuda tahun ini dipilih sebagai refleksi atas tantangan global yang semakin kompleks dan dinamis. Di tengah perkembangan teknologi, transformasi digital, perubahan sosial, serta tuntutan pembangunan berkelanjutan, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kompetensi akademik, karakter yang kuat, kemampuan berinovasi, dan kapasitas membangun kerja sama lintas sektor.

Ketua Badan Pengurus Harian Yayasan Battuta Bangun Negeri, Ir. Toto Priyana,   menyampaikan bahwa UIMandiri terus memperkuat perannya sebagai pusat pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat. Berbagai program strategis dikembangkan, meliputi penguatan riset terapan, kolaborasi dengan dunia industri, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, transformasi digital kampus, serta pengelolaan kawasan penelitian dan pendidikan yang mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ketua Panitia Wisuda Perdana, Dr. Tokit, menyampaikan bahwa wisuda ini menjadi simbol keberhasilan transformasi UIMandiri dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman. Para lulusan diharapkan menjadi generasi pemimpin masa depan yang adaptif, kreatif, berdaya saing global, sekaligus memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui momentum bersejarah ini, Universitas Indonesia Mandiri mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, inovatif, dan berdampak. Dengan semangat kolaborasi dan pengabdian, UIMandiri optimis dapat berkontribusi lebih besar dalam mewujudkan Indonesia yang maju, mandiri, dan berkelanjutan.

“Selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati Universitas Indonesia Mandiri. Jadilah insan pembelajar sepanjang hayat yang mampu menjaga integritas, melahirkan inovasi, dan membangun kolaborasi untuk kemajuan bangsa:.(Red)

APTISI Lampung Audiensi dengan Pemprov, Gubernur Siap Support Rakernas

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Lampung melakukan audiensi dengan Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., di Kantor Gubernur Lampung pada Kamis, (4/6/26).

Pertemuan tersebut membahas sinergi antara perguruan tinggi swasta dan Pemerintah Provinsi Lampung. Dalam audiensi tersebut, APTISI Lampung juga menyampaikan bahwa Provinsi Lampung telah ditunjuk sebagai tuan rumah Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APTISI se-Indonesia tahun 2026.

Penunjukan ini menjadi sejarah baru karena untuk pertama kalinya Rakernas APTISI tingkat nasional digelar di Lampung. Rakernas dijadwalkan berlangsung pada 19–21 Agustus 2026 dan akan dihadiri perwakilan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia.

Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc. berharap Pemerintah Provinsi Lampung dapat memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan Rakernas Aptisi.

Salah satu perwakilan perguruan tinggi, Rektor Universitas Mitra Indonesia Dr. Ir.Hj. Armalia Reny Madrie, AS., M.M., menambahkan Rakernas Aptisi ini juga akan membawa banyak dampak khususnya dari perekonomian Provinsi Lampung. “Karena setiap perwakilan perguruan tinggi bisa satu atau dua orang lebih yang dapat menghabiskan waktu di Lampung. Tempat wisata dan penginapan juga akan mendapatkan dampak Rakernas ini,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyambut baik pelaksanaan Rakernas APTISI di Lampung. Menurutnya, kegiatan berskala nasional tersebut akan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi Lampung sekaligus memperkuat kolaborasi dalam pembangunan SDM.

“PTS selama ini tumbuh dan berkembang di Provinsi Lampung banyak membantu dalam pembangunan. khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul,” tutupnya.

Hadir dalam audiensi jajaran APTISI Lampung, Rektor IIB Darmajaya, Rektor UMITRA, Rektor UM Metro, Rektor UIM, Rektor Institut Prasetya Mandiri, Rektor Universitas Saburai, Rektor UTB, Rektor ITSNU, Ketua STKIP PGRI Bandar Lampung, Ketua Yayasan Alfian Husin, dan Ketua Yayasan Mitra Lampung. Gubernur Lampung didampingi Kepala Bappeda dan Kepala Balitbangda. (**)