Karya Ilmiah Dosen Hukum Bisnis Kampus Unggul IIB Darmajaya Raih Pencatatan Hak Cipta dari Kemenkum RI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi akademik kembali ditorehkan dosen Program Studi Hukum Bisnis Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Tiga dosen berhasil memperoleh pencatatan Hak Cipta dari Kementerian Hukum (Kemenkum) Republik Indonesia atas karya ilmiah berbentuk booklet berjudul “Konstruksi Penegakan Hukum Tindak Pidana Korupsi pada BUMN Pasca Berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025.”

Ketiga dosen tersebut adalah Mashuril Anwar, S.H., M.H., Besti Lilyana, S.H., M.M., dan Dewi Noviyanti, S.H., M.H. Karya mereka resmi memperoleh Surat Pencatatan Ciptaan yang diterbitkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum. Permohonan hak cipta tercatat pada 18 Juni 2026 untuk jenis ciptaan booklet

Ketua tim, Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengatakan bahwa perolehan hak cipta tersebut menjadi bentuk pengakuan negara terhadap karya ilmiah yang lahir dari kajian akademik dosen Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya.

“Kami bersyukur karya ini telah mendapatkan perlindungan hak cipta dari negara. Ini bukan hanya capaian pribadi, tetapi juga bentuk kontribusi akademisi dalam memberikan perspektif hukum terhadap dinamika penegakan tindak pidana korupsi di lingkungan BUMN setelah hadirnya regulasi baru,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (21/7/2026).

Ia menjelaskan, booklet tersebut disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai perubahan konstruksi penegakan hukum korupsi pada BUMN pasca berlakunya Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2025. Menurutnya, perubahan regulasi menuntut adanya kajian akademik yang mampu menjembatani aspek normatif dan praktik penegakan hukum di lapangan.

Lebih lanjut, Mashuril menegaskan bahwa melalui booklet tersebut diharapkan tidak terjadi lagi kebingungan maupun kesalahan dalam penegakan hukum tindak pidana korupsi di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Menurutnya, pemahaman yang tepat mengenai karakteristik perkara sangat penting agar penegakan hukum dilakukan secara proporsional.

“Melalui booklet ini diharapkan tidak terjadi lagi kebingungan atau kesalahan dalam penegakan hukum korupsi di lingkungan BUMN. Karena tindakan yang merugikan BUMN itu bisa berdimensi pidana, perdata, atau administrasi,” tegasnya.

Mashuril juga menilai bahwa isu korupsi pada BUMN memiliki dampak yang luas terhadap perekonomian nasional sehingga perlu dikaji secara mendalam dari sudut pandang hukum bisnis dan hukum pidana.

“Kami berharap booklet ini dapat menjadi referensi bagi mahasiswa, peneliti, praktisi hukum, maupun masyarakat yang ingin memahami bagaimana arah penegakan hukum korupsi pada BUMN setelah adanya perubahan regulasi,” katanya.

Mashuril menegaskan bahwa budaya riset dan perlindungan kekayaan intelektual perlu terus diperkuat di lingkungan perguruan tinggi agar hasil penelitian dosen tidak hanya berhenti pada publikasi, tetapi juga memiliki nilai kebermanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat.

Pencapaian ini sekaligus memperkuat reputasi akademik IIB Darmajaya sebagai perguruan tinggi yang terus mendorong lahirnya karya ilmiah berkualitas dan memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan ilmu pengetahuan serta penyelesaian persoalan hukum di Indonesia.(**)

Camaba Prodi PTI Kampus Unggul IIB Darmajaya Rasakan Pengalaman Belajar Interaktif bersama Dosen dan Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai kegiatan Trial Class Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Selasa (21/7/26). Kegiatan ini menjadi ajang bagi para calon mahasiswa baru (Camaba) untuk merasakan langsung pengalaman belajar berbasis teknologi melalui berbagai aplikasi inovatif hasil karya dosen dan mahasiswa PTI.

Dalam trial class tersebut, para peserta tidak hanya mendapatkan materi pengenalan program studi, tetapi juga berkesempatan mencoba secara langsung sejumlah aplikasi yang dikembangkan sebagai media pembelajaran. Salah satu aplikasi yang paling menarik perhatian peserta adalah Aplikasi Kamus Bahasa Lampung, sebuah inovasi digital yang dirancang untuk memudahkan pengguna mempelajari kosakata Bahasa Lampung secara praktis dan interaktif.

Aplikasi ini menjadi salah satu bentuk kontribusi dosen PTI IIB Darmajaya dalam mendukung pelestarian budaya lokal melalui pemanfaatan teknologi. Selain itu, Camaba juga dikenalkan dengan berbagai media pembelajaran digital lainnya yang menunjukkan bagaimana mahasiswa PTI didorong untuk menghasilkan karya nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi demonstrasi berlangsung. Mereka juga tampak antusias mencoba berbagai fitur aplikasi, mulai dari pencarian kosakata, tampilan antarmuka yang mudah digunakan, hingga berbagai teknologi pembelajaran yang diterapkan dalam setiap inovasi.

Ketua Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi IIB Darmajaya, Muhammad Fauzan Azima, S.Kom., M.T.I., mengatakan bahwa kegiatan trial class bertujuan memberikan gambaran nyata mengenai proses pembelajaran di PTI yang menekankan praktik, inovasi, dan pengembangan teknologi.

“Melalui trial class ini kami ingin menunjukkan bahwa mahasiswa Pendidikan Teknologi Informasi tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga menghasilkan berbagai inovasi berupa aplikasi yang bermanfaat bagi dunia pendidikan maupun masyarakat,” ujarnya.

Menurut Fauzan, berbagai aplikasi yang dipamerkan merupakan hasil implementasi pembelajaran berbasis proyek (project-based learning) yang melibatkan kolaborasi antara dosen dan mahasiswa. Pendekatan tersebut membekali mahasiswa dengan kemampuan merancang solusi digital sekaligus meningkatkan kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan keterampilan yang dibutuhkan di era transformasi digital.

Melalui trial class ini, para Camaba tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga semakin mengenal potensi Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi IIB Darmajaya sebagai tempat lahirnya inovasi-inovasi teknologi yang berdampak bagi dunia pendidikan, pelestarian budaya, dan masyarakat luas. Kegiatan ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat calon mahasiswa untuk bergabung dan menjadi bagian dari generasi pendidik digital yang kreatif, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.(**)

Unila dan BBPOM Lampung Sepakat Hadirkan Produk Lokal Aman dan Berdaya Saing

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Lampung (Unila) bersama Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) di Bandar Lampung bersinergi mempercepat lahirnya produk pangan, obat tradisional, dan kosmetik yang aman serta berdaya saing melalui kolaborasi pendidikan, riset, kewirausahaan, dan pendampingan UMKM.

Komitmen tersebut mengemuka dalam audiensi yang berlangsung di ruang rapat senat Unila, lantai dua, Senin 27 Juli 2026, yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi (PKSI) Unila, Prof. Dr. Ayi Ahadiat, S.E., M.B.A., bersama Kepala BBPOM di Bandar Lampung Bagus Heri Purnomo, S.Si., Apt., serta jajaran kedua institusi.

Prof. Ayi Ahadiat mengatakan, kolaborasi ini tidak boleh berhenti pada penandatanganan kerja sama, tetapi harus menghasilkan program nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.

Menurutnya, Lampung memiliki potensi besar di bidang tanaman obat, pangan, hingga agromedicine yang perlu didorong menjadi produk bernilai tambah.

“Jangan sampai kerja sama hanya selesai di atas kertas. Kita bentuk ekosistemnya, buat grup kerja, petakan tantangan, lalu jalan bersama supaya hasil riset benar-benar sampai ke masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai penguatan kewirausahaan berbasis riset menjadi langkah penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap produk impor sekaligus membuka peluang lahirnya startup kesehatan dan farmasi dari kampus.

Pertemuan tersebut juga menyepakati penguatan sejumlah program, mulai dari Praktik Kerja Profesi Apoteker (PKPA), Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik, SAPA Kampus, hingga pendampingan UMKM dalam penerapan keamanan pangan dan sertifikasi.

Kepala BBPOM Bandar Lampung Bagus Heri Purnomo menjelaskan, kerja sama antara Badan POM dan Unila sebenarnya telah berjalan melalui nota kesepahaman di tingkat nasional. Audiensi ini menjadi langkah untuk menyusun program yang lebih spesifik sesuai potensi Unila.

“Potensi Unila sangat besar, banyak program yang bisa kita sinergikan, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, PKPA, KKN Tematik, sampai SAPA Kampus. Semua ini nantinya kita tindak lanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama,” katanya.

BBPOM juga mendorong lebih banyak mahasiswa Unila mengikuti program SAPA Kampus yang memberikan pelatihan, pendampingan UMKM, hingga peluang memperoleh Sertifikat Kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Lulusan program ini bahkan berpeluang menjadi konsultan pendamping UMKM di bidang keamanan pangan.(Red)

Prof. Didik J. Rachbini: Gubernur BI Baru Harus Memimpin Koordinasi Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, Ph.D., menilai Bank Indonesia (BI) perlu memperkuat perannya dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui kepemimpinan yang lebih aktif dalam koordinasi lintas kementerian. Menurutnya, meskipun pelemahan nilai tukar dipengaruhi berbagai faktor di sektor riil, tanggung jawab utama menjaga stabilitas rupiah tetap berada pada Bank Indonesia sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang.

Prof. Didik menjelaskan bahwa masih banyak kesalahpahaman di ruang publik yang mengaitkan pelemahan nilai tukar rupiah dengan Kementerian Keuangan. Padahal, menurutnya, pergerakan nilai tukar berada di bawah tanggung jawab Bank Indonesia, meskipun penyelesaiannya membutuhkan sinergi dengan pemerintah secara keseluruhan.

“Nilai tukar naik dan turun ada di bawah tanggung jawab Bank Indonesia dan tentu pemerintah secara keseluruhan. Bank Indonesia-lah yang bertanggung jawab terhadap nilai tukar yang terpuruk pada saat ini,” ujar Prof. Didik.

Menurutnya, gubernur Bank Indonesia yang baru akan menjadi pejabat yang paling bertanggung jawab terhadap masa depan stabilitas nilai tukar rupiah. Namun, pelaksanaan tugas tersebut tidak dapat dilakukan sendiri. Undang-Undang mewajibkan Bank Indonesia untuk berkoordinasi dengan pemerintah, termasuk Kementerian Keuangan, Kementerian Perdagangan, kementerian yang membidangi investasi, serta kementerian yang membidangi perindustrian.

Ia menjelaskan bahwa kekuatan nilai tukar rupiah sangat dipengaruhi oleh kinerja perdagangan internasional, investasi, dan kebijakan fiskal. Karena itu, koordinasi antarinstansi merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari tugas Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah.

“Karena itu, koordinasi adalah keharusan dan mutlak menjadi tanggung jawab Bank Indonesia untuk menjaga nilai tukar. Gubernur Bank Indonesia yang baru tidak boleh pasif dalam koordinasi ini (hanya melaksanakan tugas moneter saja), tetapi perlu memainkan peran untuk memimpin koordinasi di depan dengan kementerian lain untuk memastikan nilai tukar tidak terpuruk seperti sekarang,” katanya.

Prof. Didik menilai kepemimpinan Bank Indonesia perlu bertransformasi. Menurutnya, BI tidak cukup hanya menjalankan fungsi kebijakan moneter, tetapi juga harus menjadi penggerak koordinasi nasional dalam menjaga stabilitas nilai tukar di tengah tantangan ekonomi yang semakin kompleks.

Ia menjelaskan bahwa penguatan cadangan devisa, misalnya, tidak dapat hanya mengandalkan kebijakan Bank Indonesia karena sumber devisa berasal dari aktivitas sektor riil. Oleh sebab itu, peningkatan ekspor, investasi, dan perdagangan internasional perlu dilakukan secara terpadu agar cadangan devisa semakin kuat dan mampu menopang stabilitas rupiah.

Lebih lanjut, Prof. Didik mengatakan bahwa apabila pelemahan nilai tukar disebabkan oleh menurunnya cadangan devisa, defisit perdagangan, maupun defisit transaksi berjalan, Bank Indonesia tetap memiliki tanggung jawab untuk memimpin koordinasi bersama pemerintah dalam meningkatkan ekspor bernilai tambah, memperkuat industri yang berorientasi ekspor (outward looking), mengendalikan impor tertentu, serta menarik investasi asing langsung (foreign direct investment).

Menurutnya, tugas Bank Indonesia tidak berhenti pada pengaturan suku bunga, sistem pembayaran, maupun penerbitan uang rupiah. Dalam situasi ketika nilai tukar mengalami tekanan yang serius, BI harus hadir sebagai pemimpin kebijakan moneter yang mampu mengoordinasikan berbagai kebijakan ekonomi nasional.

“Tugas Bank Indonesia tidak cukup hanya menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter menaikkan dan menurunkan suku bunga, meskipun merupakan tugas utamanya. Juga tidak cukup hanya mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran saja, seperti RTGS, QRIS, dan penerbitan serta pengedaran uang rupiah. Tetapi ketika masalah nilai tukar kritis harus tampil dalam kepemimpinan moneternya dan melakukan koordinasi dengan pemerintah,” ujarnya.

Prof. Didik juga menilai bahwa instrumen moneter berupa kenaikan suku bunga belum mampu mengatasi tekanan terhadap nilai tukar rupiah. Sebaliknya, kebijakan tersebut dinilai berpotensi mengurangi likuiditas, menekan sektor riil, dan mendorong perpindahan dana ke instrumen keuangan berbunga tinggi.

“Bukti terkini, instrumen BI dengan menaikkan suku bunga ternyata tidak mengubah apa-apa. Bahkan dampak dari kebijakan moneter tersebut justru menguras likuiditas, mengorbankan sektor riil, dan mengarahkan dana ke instrumen keuangan karena insentif bunga tinggi. Di sinilah instrumen moneter dan nonmoneter harus dilakukan bersama. Untuk itu diperlukan transformasi peran dan kepemimpinan Gubernur BI ke depan,” tutup Prof. Didik.

 

 

Raih Hibah Kemdiktisaintek 2026, Dosen Teknologi Pangan Kampus IIB Darmajaya bersama Dosen Universitas Padjadjaran Teliti Potensi Stik Ikan Layang Utuh untuk Camilan Anak Sekolah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kolaborasi dosen Program Studi Teknologi Pangan Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bersama dosen Universitas Padjadjaran berhasil meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026 melalui Skema Penelitian Dasar (Penelitian Dosen Pemula). Melalui hibah tersebut, tim peneliti mengembangkan inovasi pangan fungsional berbasis potensi lokal berupa StikCal, yakni stik berbahan ikan layang utuh yang ditujukan sebagai camilan bergizi bagi anak usia sekolah.

Penelitian diketuai oleh dosen Program Studi Teknologi Pangan IIB Darmajaya, Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P., dengan anggota tim Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A. dari IIB Darmajaya serta Dr. Souvia Rahimah, S.T.P., M.Sc. dari Universitas Padjadjaran. Kolaborasi ini menjadi bentuk sinergi antarpenguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi pangan yang berdampak bagi masyarakat.

Riset tersebut berangkat dari tingginya konsumsi jajanan anak sekolah yang umumnya tinggi gula dan garam, tetapi rendah protein serta mineral. Kondisi ini dinilai berpotensi membentuk pola makan yang kurang sehat sejak usia dini, sehingga diperlukan alternatif camilan yang bergizi, aman, dan memanfaatkan bahan baku lokal.

Ketua peneliti, Puan Mutia Ayunisa, mengatakan penelitian ini memanfaatkan seluruh bagian ikan layang, termasuk tulangnya, sehingga kandungan protein, kalsium, dan asam lemak esensial dapat dioptimalkan sekaligus mendukung konsep zero waste dalam pengolahan hasil perikanan.

“Selama ini pemanfaatan ikan layang lebih banyak menggunakan dagingnya saja. Melalui penelitian ini kami mengolah ikan layang secara utuh, termasuk tulangnya, sehingga kandungan kalsium, protein, dan nutrisi lainnya dapat dimanfaatkan secara optimal menjadi camilan yang sehat dan disukai anak-anak,” ujarnya.

Menurut Puan, proses pengolahan dilakukan menggunakan teknik presto sehingga tulang ikan menjadi lunak dan aman dikonsumsi. Produk yang dihasilkan kemudian akan melalui berbagai pengujian laboratorium, meliputi kadar protein, lemak, karbohidrat, kalsium, tekstur, hingga uji sensori untuk menentukan formulasi terbaik. Selanjutnya, formulasi terbaik akan dianalisis profil asam aminonya sebagai penguatan bukti ilmiah.

Selain menghasilkan camilan bergizi, penelitian ini juga mendukung penguatan ketahanan pangan berbasis sumber daya lokal. Pemanfaatan ikan secara menyeluruh dinilai mampu mengurangi limbah hasil perikanan sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas ikan layang yang melimpah di wilayah pesisir Indonesia.

Puan berharap hasil penelitian ini tidak hanya menghasilkan produk pangan dengan mutu gizi yang optimal, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Kami berharap formulasi stik ikan layang utuh ini tidak hanya menghasilkan produk dengan mutu gizi yang optimal, tetapi juga dapat diterapkan oleh industri rumah tangga maupun UMKM sehingga memberikan manfaat ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan gizi anak sekolah,” katanya.

Penelitian yang berlangsung selama satu tahun tersebut juga melibatkan mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan Kampus Unggul IIB Darmajaya dalam proses produksi, pengujian laboratorium, hingga pengolahan data penelitian. Adapun luaran yang ditargetkan meliputi publikasi ilmiah pada jurnal nasional terakreditasi serta pengajuan paten sederhana atas formulasi stik ikan layang utuh sebagai camilan bergizi bagi anak usia sekolah. Penelitian ini diharapkan menghasilkan inovasi pangan berbasis potensi lokal yang tidak hanya meningkatkan kualitas gizi anak sekolah, tetapi juga mendukung pemberdayaan industri rumah tangga dan UMKM serta pengembangan produk pangan bernilai tambah di Indonesia. (**)

 

Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya Bekali Guru Lampung Teknologi AI dan Papan Interaktif Digital untuk Revolusi Pendidikan

TUBA -(deklarasinews.com)- Transformasi digital di dunia pendidikan menuntut guru tidak hanya mampu mengoperasikan perangkat teknologi, tetapi juga mengintegrasikannya ke dalam proses pembelajaran yang berpusat pada peserta didik. Menjawab tantangan tersebut, Balai Guru dan Tenaga Kependidikan (BGTK) Provinsi Lampung menyelenggarakan Pelatihan Pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dan Model Pembelajaran yang berlangsung pada 7–8 Juli 2026 di Kabupaten Tulang Bawang.

Kegiatan ini menghadirkan Dosen Program Studi Sistem Komputer Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Novi Herawati Sudibyo, S.Kom., M.T.I., sebagai narasumber utama. Pelatihan diikuti oleh guru dari berbagai jenjang pendidikan di kabupaten Tulang Bawang Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya memperkuat kompetensi pendidik dalam menghadapi era digital dan implementasi pembelajaran berbasis teknologi.

Dalam pelatihan tersebut, Novi membawakan materi mengenai pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) yang dipadukan dengan penerapan berbagai model pembelajaran inovatif, seperti Discovery Learning, Problem Based Learning (PBL), Project Based Learning (PjBL), Inquiry Learning, dan Cooperative Learning. Pendekatan ini dirancang agar teknologi tidak hanya menjadi alat presentasi, tetapi menjadi media yang mampu membangun pengalaman belajar yang aktif, kolaboratif, kontekstual, dan bermakna.

Selain mempelajari pengoperasian perangkat, peserta juga mengikuti sesi praktik yang mencakup pengelolaan konten digital, pemanfaatan multimedia interaktif, integrasi video pembelajaran, penggunaan aplikasi edukasi, penyusunan kuis digital, hingga simulasi pembelajaran menggunakan PID sesuai karakteristik mata pelajaran masing-masing.

Menurut Novi Herawati Sudibyo, pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus diarahkan untuk meningkatkan kualitas proses belajar, bukan sekadar menggantikan media pembelajaran konvensional.”Transformasi digital di sekolah tidak cukup hanya dengan menghadirkan perangkat teknologi. Yang lebih penting adalah bagaimana guru mampu merancang pengalaman belajar yang interaktif, mendorong peserta didik berpikir kritis, kreatif, mampu berkolaborasi, serta memanfaatkan teknologi secara bijaksana. Papan Interaktif Digital menjadi salah satu media yang dapat mendukung terwujudnya pembelajaran yang lebih adaptif terhadap kebutuhan generasi digital,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), Internet of Things (IoT), komputasi awan (Cloud Computing), hingga analisis data mulai memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Oleh karena itu, guru dituntut memiliki kemampuan literasi digital yang kuat agar mampu memanfaatkan berbagai inovasi tersebut secara tepat dalam kegiatan pembelajaran. Sehingga guru mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menarik, meningkatkan partisipasi peserta didik, serta mengembangkan kompetensi abad ke-21 yang meliputi kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi.

Kepercayaan yang diberikan oleh BGTK Provinsi Lampung kepada Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dan prodi Sistem Komputer sebagai mitra dalam transformasi digital, teknologi pendidikan, dan inovasi pembelajaran. Keterlibatan dosen dalam pelatihan ini sekaligus menunjukkan peran aktif perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan melalui penguatan kapasitas tenaga pendidik.

Sebagai institusi yang berfokus pada pengembangan teknologi informasi, IIB Darmajaya terus berkomitmen menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat melalui kolaborasi dengan pemerintah, dunia pendidikan, dan berbagai pemangku kepentingan. Sinergi ini diharapkan mampu mempercepat implementasi pembelajaran digital yang berkualitas, adaptif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, sehingga menghasilkan sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Society 5.0 di Provinsi Lampung. (**)

Universitas Paramadina Masuk Daftar 10 Kampus di Jakarta Paling Aktif dalam Diskursus dan Kebijakan Publik Nasional

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Di tengah dinamika pemerintahan dan kompleksitas penyusunan kebijakan publik, peran perguruan tinggi di Jakarta mengalami transformasi yang signifikan. Kampus tidak lagi dipandang semata sebagai institusi pendidikan yang menghasilkan lulusan, tetapi juga berkembang menjadi pusat pemikiran (think tank), laboratorium kebijakan, dan ruang lahirnya gagasan strategis yang memberi warna terhadap proses pengambilan keputusan di tingkat nasional.

Melalui riset, kajian akademik, naskah kebijakan (policy brief), hingga keterlibatan para akademisinya sebagai narasumber, saksi ahli, maupun anggota tim penyusun regulasi, sejumlah perguruan tinggi di Jakarta memiliki kontribusi yang menonjol dalam membangun diskursus publik dan memperkuat kualitas kebijakan negara.

Berikut merupakan sepuluh perguruan tinggi yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan kebijakan publik berdasarkan kekuatan akademik, pusat kajian, serta keterlibatan para pakarnya di berbagai forum strategis nasional.

  1. Universitas Indonesia

Sebagai salah satu perguruan tinggi tertua dan terbesar di Indonesia, Universitas Indonesia memiliki tradisi akademik yang kuat dalam bidang hukum, ekonomi, kesehatan masyarakat, dan kebijakan publik. Fakultas Hukum serta Fakultas Kedokteran UI secara konsisten melahirkan kajian yang menjadi referensi dalam penyusunan regulasi, reformasi kelembagaan, hingga kebijakan kesehatan nasional.

  1. Universitas Paramadina

Universitas Paramadina dikenal sebagai salah satu kampus yang aktif mendorong penguatan demokrasi, tata kelola pemerintahan yang baik (good governance), serta kepemimpinan yang berintegritas.

Melalui berbagai pusat kajian dan aktivitas akademiknya, termasuk Paramadina Public Policy Institute (PPPI), universitas ini menghasilkan berbagai kajian strategis mengenai reformasi birokrasi, pemberantasan korupsi, pembangunan demokrasi, kebijakan publik, hingga etika politik.

Berangkat dari warisan intelektual para pendirinya yang dikenal luas sebagai tokoh pembaharu pemikiran Indonesia, Paramadina terus mengembangkan tradisi akademik yang independen, kritis, dan konstruktif dalam memberikan rekomendasi kebijakan kepada berbagai pemangku kepentingan.

  1. Sekolah Tinggi Filsafat (STF) Driyarkara

Meski berukuran relatif kecil, STF Driyarkara memiliki pengaruh intelektual yang kuat dalam isu filsafat politik, etika publik, dan demokrasi. Akademisinya kerap menjadi rujukan dalam berbagai diskusi konstitusi, memberikan pandangan etik terhadap persoalan kebangsaan, serta berkontribusi dalam penguatan nilai-nilai negara hukum.

  1. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Sebagai salah satu pusat studi Islam terkemuka di Indonesia, UIN Jakarta berkontribusi dalam pengembangan kebijakan yang berkaitan dengan moderasi beragama, hak asasi manusia, pendidikan Islam, serta dialog antarumat beragama. Kajian-kajiannya banyak menjadi referensi dalam penguatan harmoni sosial di Indonesia.

  1. Universitas Trisakti

Berbekal sejarah panjang sebagai kampus yang dekat dengan dinamika perubahan sosial, Universitas Trisakti memiliki kekuatan akademik dalam bidang hukum, teknik, ekonomi, serta perencanaan wilayah. Kajian mengenai energi, pembangunan perkotaan, dan tata ruang menjadi salah satu kontribusi penting yang dihasilkan institusi ini.

  1. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Melalui berbagai pusat kajian sosial dan pembangunan masyarakat, Atma Jaya aktif menghasilkan penelitian mengenai ketenagakerjaan, kesehatan masyarakat, pendidikan, perlindungan kelompok rentan, dan pembangunan inklusif. Pendekatan berbasis data empiris menjadi kekuatan utama dalam berbagai rekomendasi kebijakannya.

  1. UPN “Veteran” Jakarta

UPN Veteran Jakarta semakin memperkuat posisinya sebagai institusi yang berkontribusi dalam bidang pertahanan, keamanan nasional, geopolitik, serta ketahanan kesehatan. Berbagai penelitian dan forum ilmiahnya menjadi bagian dari penguatan ekosistem kebijakan strategis nasional.

  1. Universitas Pancasila

Universitas Pancasila memiliki kekuatan akademik dalam bidang hukum administrasi negara serta farmasi. Kontribusi para akademisinya dalam isu regulasi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pengembangan industri farmasi nasional menjadi bagian penting dalam ekosistem kebijakan publik.

  1. Universitas Muhammadiyah Jakarta

Universitas Muhammadiyah Jakarta dikenal aktif dalam mengembangkan kajian hukum tata negara, pendidikan, dan kebijakan sosial. Para akademisinya berkontribusi dalam berbagai diskursus konstitusional, termasuk melalui kajian akademik terhadap regulasi yang berdampak luas bagi masyarakat.

  1. Universitas Bakrie

Berada di kawasan bisnis Jakarta, Universitas Bakrie mengembangkan berbagai penelitian terapan mengenai pembangunan kota cerdas (smart city), mobilitas perkotaan, transformasi digital, keberlanjutan lingkungan, serta inovasi kebijakan yang mendukung daya saing kota metropolitan.

Di era ketika kualitas kebijakan publik semakin ditentukan oleh data, riset, dan inovasi, perguruan tinggi memiliki posisi yang semakin strategis sebagai mitra pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat sipil.

Pengaruh sebuah kampus tidak hanya diukur dari jumlah mahasiswa atau kemegahan infrastrukturnya, tetapi juga dari kualitas penelitian, kapasitas intelektual sivitas akademika, konsistensi menghasilkan gagasan yang relevan, serta kemampuannya memberikan solusi terhadap persoalan bangsa.

Perguruan tinggi yang mampu menghubungkan dunia akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat akan terus memainkan peran penting dalam membangun kebijakan publik yang lebih efektif, inklusif, dan berkelanjutan bagi Indonesia.(Red)

Warga dan Pekon Sambut Hangat Mahasiswa PKPM Kampus Unggul Darmajaya dengan Kegiatan Senam dan Rapat PKK di Air Naningan

TANGGAMUS -(deklarasinews.com)– Mahasiswa Kuliah Praktik Pengabdian kepada Masyarakat (PKPM) yang bertugas di Pekon Air Naningan, Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, memanfaatkan hari-hari pertama pelaksanaan kegiatan untuk membangun kedekatan dengan masyarakat setempat sebelum menjalankan program kerja.

Salah satu perwakilan kelompok PKPM Pekon Air Naningan, Asep Aldiansyah, mengatakan bahwa selama tiga hari pertama, yakni Kamis hingga Sabtu (23–25 Juli 2026), mahasiswa lebih memprioritaskan proses adaptasi dengan lingkungan serta menjalin silaturahmi dengan berbagai elemen masyarakat.

“Kami sejauh ini masih bersilaturahmi dulu dengan masyarakat. Jadi belum menjalankan program-program yang direncanakan. Kami bersilaturahmi ke rumah kepala dusun dan bertemu dengan ketua pemuda agar lebih mengenal kondisi lingkungan dan masyarakat,” ujar Asep.

Pada hari kedua, Jumat (24/7), mahasiswa PKPM mengikuti kegiatan senam bersama ibu-ibu yang diselenggarakan oleh Puskesmas Air Naningan. Kegiatan tersebut menjadi salah satu sarana untuk mempererat hubungan dengan warga sekaligus mengenal aktivitas rutin masyarakat.

Pada sore harinya, mahasiswa juga menghadiri pertemuan bulanan Tim Penggerak PKK Pekon Air Naningan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh berbagai informasi mengenai program dan aktivitas masyarakat yang dapat menjadi bahan penyusunan program kerja PKPM.

Sementara itu, pada Sabtu (25/7), mahasiswa turut memberikan dukungan kepada tim sepak bola Pekon Air Naningan yang bertanding di pekon tetangga. Kehadiran mahasiswa sebagai suporter disambut hangat oleh masyarakat setempat.

“Alhamdulillah masyarakat sangat menerima kehadiran kami. Mereka juga banyak memberikan informasi mengenai kegiatan-kegiatan yang ada di Pekon Air Naningan sehingga kami lebih memahami kondisi di sini,” katanya.

Asep menambahkan, di Pekon Air Naningan terdapat dua kelompok PKPM yang ditempatkan di lokasi yang sama sehingga seluruh kegiatan awal dilaksanakan secara bersama-sama. Hingga saat ini, mahasiswa telah mengunjungi kepala dusun sebagai bagian dari proses pengenalan wilayah.

Melalui pendekatan yang mengedepankan silaturahmi dan kebersamaan, mahasiswa PKPM berharap dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga program-program pengabdian yang akan dilaksanakan nantinya dapat berjalan sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi warga Pekon Air Naningan. (**)

Ratusan Mahasiswa Kampus Unggul IIB Darmajaya Terjun Pengabdian ke-3 Kecamatan di Tanggamus

TANGGAMUS –(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya secara resmi menyerahkan mahasiswa Praktik Kerja Pengabdian Masyarakat (PKPM) di Kecamatan Gunung Alip, Kecamatan Pulau Panggung, dan Kecamatan Air Naningan, Kabupaten Tanggamus, pada Kamis (24/7/26).

Kehadiran mahasiswa PKPM diharapkan mampu bersinergi dengan pemerintah daerah dalam menggali dan mengembangkan potensi pekon selama pelaksanaan program pengabdian masyarakat. Adapun pelaksanaan PKPM berlangsung selama sebulan dengan diikuti 390 mahasiswa pada tiga kecamatan.

Dalam sambutannya di Kecamatan Gunung Alip, Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi Pangan IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., menyampaikan bahwa Praktik Kerja Pengabdian Masyarakat merupakan implementasi salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat.

“PKPM merupakan bagian dari kurikulum wajib bagi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga turun langsung ke masyarakat untuk mengimplementasikan ilmu yang telah diperoleh selama perkuliahan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelaksanaan PKPM menjadi media pembelajaran sekaligus laboratorium nyata bagi mahasiswa dalam menerapkan kompetensi akademik untuk memberikan manfaat bagi masyarakat desa.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang sangat baik dari Pemerintah Kabupaten Tanggamus, khususnya Kecamatan Gunung Alip. Sambutan positif ini menjadi awal yang baik bagi mahasiswa untuk menjalankan PKPM selama satu bulan ke depan. Semoga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan dengan lancar,” katanya.

Menurut Handoyo, pelaksanaan PKPM juga menjadi bentuk sinergi antara IIB Darmajaya dan Pemerintah Kabupaten Tanggamus dalam mendukung pembangunan masyarakat melalui pemberdayaan desa. Di Kecamatan Gunung Alip sendiri terdapat 12 pekon yang menjadi wilayah pelaksanaan program PKPM.

Sementara itu, Camat Gunung Alip, Derius, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa PKPM IIB Darmajaya di wilayahnya. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Gunung Alip merupakan satu dari 20 kecamatan di Kabupaten Tanggamus yang dimekarkan dari Kecamatan Talang Padang pada tahun 2006.

“Walaupun wilayah kami tidak terlalu luas, Gunung Alip memiliki potensi yang sangat besar. Daerah ini merupakan salah satu sentra penghasil beras terbesar di Kabupaten Tanggamus. Selain itu, kami juga memiliki potensi pisang, kakao, hortikultura, hingga cabai rawit yang terus dikembangkan,” ungkapnya.

Menurut Derius, berbagai potensi tersebut perlu terus dioptimalkan agar mampu menjadi penopang perekonomian masyarakat. Karena itu, kehadiran mahasiswa PKPM dinilai sangat tepat untuk memberikan pendampingan sekaligus menghadirkan inovasi sesuai bidang keilmuan masing-masing.

“Ini menjadi anugerah bagi kami. Kami berharap mahasiswa dapat membantu memaksimalkan potensi yang ada melalui program-program yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan pemerintah pekon,” ujarnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh mahasiswa agar menjadikan lokasi PKPM sebagai rumah kedua selama menjalankan pengabdian.

“Anggaplah tempat kalian tinggal adalah kampung halaman kalian sendiri. Anggaplah masyarakat di sini sebagai keluarga. Selain melaksanakan program PKPM, bangunlah hubungan yang baik sehingga silaturahmi ini dapat terus berlanjut setelah kegiatan selesai,” pesannya.

Di Kecamatan Pulang Panggung, Dekan Fakultas Ilmu Komputer Prof. M. Said Hasibuan M.Kom. juga menyampaikan terima kasih atas sambutan Kabupaten Tanggamus khususnya aparatur kecamatan dan pekon. “Harapannya dengan hadirnya mahasiswa pekon dapat bersinergi dalam mengoptimalkan potensinya,” ungkapnya.

Hal senada juga disampaikan di Kecamatan Air Naningan, Wakil Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi Abdi Darmawan, S.T., M.T.I., Ph.D. bahwa PKPM merupakan pengabdian mahasiswa dalam membangun desa dan bagian dari Tri Darma Perguruan Tinggi. “Mahasiswa diharapkan dapat memaksimalkan potensi dari setiap pekon untuk menjadi program,” ujarnya.

Melalui kegiatan PKPM ini, mahasiswa IIB Darmajaya diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat sekaligus memperoleh pengalaman belajar langsung dalam menyelesaikan berbagai persoalan di desa dengan pendekatan akademik, inovatif, dan kolaboratif. (**)

Resmi! Kampus Unggul IIB Darmajaya Kampus Pertama PTS di Sumbagsel yang Buka Program S3 Informatika

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Kabar membanggakan datang dari dunia pendidikan tinggi di Provinsi Lampung. Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya resmi memperoleh izin untuk menyelenggarakan Program Studi Informatika Program Doktor (S3) berdasarkan Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 762/B/O/2026 yang ditetapkan di Jakarta pada 21 Juli 2026.

Dengan terbitnya keputusan tersebut, Kampus Unggul IIB Darmajaya menjadi perguruan tinggi pertama PTS se Sumatra Bagian Selatan Lampung yang membuka Program Doktor (S3) Informatika, sehingga masyarakat khususnya putra-putri daerah, kini memiliki kesempatan melanjutkan studi doktoral tanpa harus ke Pulau Jawa.

Rektor IIB Darmajaya, RZ. Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengungkapkan rasa syukur atas terbitnya izin tersebut. Menurutnya, pembukaan Program Doktor Informatika merupakan tonggak penting dalam perjalanan IIB Darmajaya sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghasilkan sumber daya manusia unggul di bidang teknologi dan inovasi.

“Alhamdulillah, setelah melalui proses yang panjang, izin Program Doktor Informatika akhirnya resmi diterbitkan. Ini merupakan bentuk komitmen IIB Darmajaya dalam mencetak peneliti, akademisi, dan profesional yang mampu menjawab tantangan transformasi digital, baik di Lampung maupun Indonesia,” ujar Abdul Aziz, Kamis (23/7/26).

Ia menjelaskan, kehadiran Program Doktor Informatika menjadi jawaban atas kebutuhan masyarakat Lampung dan Sumbagsel yang selama ini harus melanjutkan pendidikan S3 ke berbagai perguruan tinggi di Pulau Jawa. Kini, kesempatan untuk menempuh pendidikan doktor dengan kualitas yang terjamin dapat diperoleh tanpa harus meninggalkan daerah.

Selain memperluas akses pendidikan tinggi, program ini juga diharapkan mampu memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan teknologi di Lampung maupun wilayah Sumatra.

Dalam Keputusan Menteri tersebut juga disebutkan bahwa Program Studi Informatika Program Doktor IIB Darmajaya telah memenuhi persyaratan minimum akreditasi sesuai ketentuan yang berlaku. Program studi ini akan diselenggarakan oleh Yayasan Alfian Husin di Kota Bandar Lampung dengan tetap mengacu pada Standar Nasional Pendidikan Tinggi serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Abdul Aziz menegaskan bahwa IIB Darmajaya siap menjalankan amanah yang diberikan pemerintah dengan menyelenggarakan pendidikan doktor secara profesional, menjaga mutu akademik, serta memenuhi seluruh kewajiban pelaporan dan evaluasi penyelenggaraan kepada kementerian.

“Kami ingin menjadikan Program Doktor Informatika sebagai pusat pengembangan riset dan inovasi yang mampu melahirkan doktor-doktor berkualitas, tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat, dunia industri, dan pemerintahan,” tutupnya.

Sementara, Ketua Prodi S3 Informatika IIB Darmajaya Prof. Ir. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom., Ph.D., mengucap syukur atas telah terbitnya SK dan izin pembukaan Prodi S3 Informatika pertama di Sumatra Bagian Selatan. “Ini menjadi awal IIB Darmajaya dalam berkontribusi untuk menghasilkan SDM doktoral berkualitas di Sumbagsel umunya dan Provinsi Lampung khususnya,” ujarnya.

Untuk diketahui S3 Informatika IIB Darmajaya memiliki tenaga pengajar dengan dua orang guru besar yakni pertama, Prof. Ir. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom. yang merupakan lulusan University of Bradford, Inggris. Yang kedua, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom. yang merupakan lulusan dari Univeristas Gadjah Mada.

Juga terdapat Joko Triloka, S.Kom., M.T., Ph.D. yang merupakan lulusan dari Universiti Brunei Darussalam; Assoc. Prof. Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I. yang merupakan lulusan dari Universitas Gadjah Mada; dan Assoc. Prof. Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs. yang juga lulusan Universitas Gadjah Mada.

Informasi mengenai persyaratan penerimaan mahasiswa baru, kurikulum, serta jadwal pendaftaran Program Doktor Informatika IIB Darmajaya akan diumumkan dalam waktu dekat melalui kanal resmi kampus. (**)