Berawal dari Hobi Desain, Mahasiswa Desain Interior IIB Darmajaya Sukses Bangun Usaha 3D Printing

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat entrepreneur muda ditunjukkan mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Muhammad Nabil Syaifullah, mahasiswa semester 6, sukses membangun usaha kreatif berbasis teknologi 3D printing yang kini menjadi sumber penghasilan sejak masih duduk di bangku kuliah.

Melalui usaha kreatif bernama 3D Print Lampung dengan slogan “From Idea To Reality”, Nabil menghadirkan layanan pembuatan maket arsitektur, interior, miniatur, prototype produk, hingga custom design dengan tampilan detail dan modern.

Usaha yang aktif melalui akun Instagram dan TikTok @3dprintlampung1 tersebut lahir dari ketertarikannya pada dunia desain serta perkembangan teknologi kreatif. Berbekal kemampuan desain interior yang dipelajarinya di kampus, Nabil mulai mengembangkan karya berbasis 3D printing yang kini diminati berbagai kalangan.

Tidak hanya melayani kebutuhan tugas dan proyek mahasiswa, layanan yang ditawarkan juga digunakan untuk kebutuhan presentasi desain, prototype produk UMKM, hingga miniatur custom sesuai permintaan pelanggan. Salah satu produk yang cukup diminati adalah gantungan kunci berbahan 3D printing dengan desain custom yang pernah dipamerkan dalam ajang Youth Business Camp (YBC) Season 3, menampilkan kreativitas dan kemampuan personalisasi produk sesuai kebutuhan konsumen.

Menurut Nabil, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan mandiri sejak dini.

“Melalui 3D printing, sebuah ide atau desain bisa diwujudkan menjadi bentuk nyata. Saya ingin membantu orang melihat konsep mereka secara lebih real sekaligus membuka peluang usaha kreatif,” ujarnya saat diwawancarai Senin (15/6/2026).

Keberhasilan Nabil menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga dapat membangun bisnis kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Inovasi yang dilakukannya menunjukkan bagaimana kreativitas, teknologi, dan jiwa entrepreneur dapat berjalan beriringan.

Ketua Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, S.Ds., M.Ds, mengapresiasi semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan usaha berbasis keilmuan yang dipelajari di kampus.

Menurutnya, mahasiswa Desain Interior tidak hanya dituntut memiliki kemampuan desain, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan peluang industri kreatif digital.

“Kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah dapat dikembangkan oleh mahasiswa menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan peluang usaha sejak dini,” ujarnya.

Pihaknya terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan praktik, dan jiwa entrepreneur agar siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri. (**)

Mahasiswa UBL Raih Juara 3 Dunia Kompetisi AI Internasional di Tiongkok

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim PROTECTA berhasil meraih Third Prize atau Juara 3 Dunia dalam ajang Global AI Scenario Innovation Competition (GAISIC) 2026 yang diselenggarakan di Guangzhou Huashang College, Tiongkok, pada April 2026.

Prestasi tersebut menjadi capaian penting bagi UBL dan Indonesia. Pasalnya, GAISIC 2026 diikuti 384 tim dari lebih dari 20 negara, termasuk negara-negara dengan ekosistem teknologi maju seperti Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Kanada. Di tengah persaingan global yang ketat, Tim PROTECTA UBL mampu menembus tiga besar dunia melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan.

Tim PROTECTA beranggotakan Surya Pratama Januarvi, Muhammad Ilham Alparsy, dan Praise Otniel Beethoven. Mereka meraih penghargaan tersebut setelah melalui proses penjurian ketat dengan menghadirkan inovasi sistem deteksi dan mitigasi  kebakaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Dalam kompetisi tersebut, Tim PROTECTA memperkenalkan sistem cerdas yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis melalui identifikasi api, asap, dan peningkatan suhu. Sistem ini juga dirancang untuk mengirimkan peringatan secara real-time serta menampilkan informasi lokasi kejadian guna mempercepat proses penanganan.

Perwakilan Tim PROTECTA, Muhammad Ilham Alparsy, mahasiswa prodi Infromatika UBL ini mengatakan inovasi tersebut berangkat dari persoalan keterlambatan penanganan kebakaran yang masih kerap terjadi di masyarakat. Menurutnya, lambatnya proses pelaporan dan kurang akuratnya informasi lokasi kejadian dapat memperbesar risiko kerugian, baik secara materi maupun keselamatan jiwa.

“Dalam situasi kebakaran, setiap menit sangat berharga. Karena itu, kami mengembangkan PROTECTA sebagai sistem yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis dan mengirimkan informasi secara real-time sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Ilham, Senin (15/6/2026).

Tidak hanya berfungsi sebagai sistem peringatan dini, PROTECTA juga dilengkapi kemampuan analisis berbasis data. Melalui teknologi AI, sistem ini dapat membaca pola risiko dari data sensor, memberikan peringatan dini, sekaligus merekomendasikan langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak awal.

“Kami tidak hanya ingin membuat sistem alarm, tetapi menghadirkan solusi yang dapat membantu pengguna memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan sebelum kejadian terjadi,” katanya.

Keberhasilan Tim PROTECTA menembus tiga besar dunia pada GAISIC 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa UBL mampu menjawab persoalan nyata masyarakat melalui pendekatan teknologi yang aplikatif, solutif, dan berdampak.

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf Barusman, M.B.A., menyambut baik prestasi tersebut. Ia menilai capaian Tim PROTECTA sejalan dengan komitmen UBL dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset, kreativitas, dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi global.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Bandar Lampung dan Indonesia. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UBL memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Yusuf.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus memperkuat budaya riset, keberanian berinovasi, serta kemampuan menghasilkan solusi teknologi yang tidak hanya kompetitif di tingkat global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

PROTECTA merupakan sistem cerdas berbasis AI dan IoT yang dikembangkan untuk mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko kebakaran. Sistem ini mampu mendeteksi api, asap, dan kenaikan suhu secara otomatis, mengirimkan notifikasi real-time, menampilkan lokasi kejadian, serta memberikan analisis dan rekomendasi pencegahan berbasis data.

Kreativitas Lokal Meledak di Expo Kolaborasi Mahasiswa X UMKM di Kampus Biru

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya tengah bersiap menggelar Expo Kolaborasi Mahasiswa X UMKM pada 25–26 Juni 2026, di Lapangan Basket kampus the best itu.

Kegiatan ini akan menjadi ajang besar yang mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan semangat wirausaha kolaborasi Bersama usaha mikro kecil menengah (UMKM). Gelaran ini akan menyuguhkan hasil karya mahasiswa dalam mengimplementasikan ide menjadi aksi nyata, yang akan memberika pengalaman baru, unik bagi pengunjung yang melihat langsung kolaborasi nyata dunia akademik dan dunia usaha.

Ketua Pelaksana, Novi Herawati Sudibyo, S.Kom., M.T.I., menegaskan bahwa expo ini dilaksanakan sebagai bentuk nyata dari luaran pembelajaran Pengembangan Bisnis sesuai dengan kurikulum yang diterapkan di IIB Darmajaya yaitu Outcome-Based Education (OBE), dengan konsep Expo dan dirancang sebagai wadah pembelajaran praktis, ekspresi, dan sekaligus hiburan. Menuru dia, Expo tahun ini bukan sekadar pameran, tetapi ruang kolaborasi.

“Mahasiswa bisa belajar langsung dari pelaku UMKM, sementara UMKM mendapatkan ide segar dari mahasiswa. Kami ingin menciptakan ekosistem yang saling menguatkan,” ujarnya.

Sebanyak lebih dari 130 stand UMKM akan hadir menampilkan produk unggulan, mulai dari kuliner khas Lampung, kerajinan tangan, hingga inovasi digital. Dibyo menambahkan, keistimewaan Expo tahun ini adalah keterlibatan mahasiswa dalam setiap aspek, mulai dari desain promosi, pengelolaan booth, hingga produksi konten digital, desain produk, dll. “Jadi pengunjung akan melihat kreativitas mahasiswa berpadu dengan semangat UMKM.”

Sudibyo juga menekankan bahwa expo ini terbuka untuk umum dan mengajak masyarakat Lampung untuk hadir. “Kami mengundang seluruh warga, mahasiswa, dan pelaku usaha untuk datang beramai-ramai. Mari dukung produk lokal dan rasakan langsung semangat kolaborasi yang kami bangun,” kata dosen Sistem Komputer IIB Darmajaya itu penuh semangat.

Antusiasme sudah terlihat dari persiapan yang dilakukan mahasiswa dan UMKM. Stand-stand dirancang dengan konsep kreatif, sementara konten promosi digital sudah mulai beredar di media sosial. Hal ini menunjukkan bahwa expo tahun ini akan lebih meriah dan menarik dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Sementara itu, Koordinator Panitia Bidang Publikasi dan Promosi Lukman Hakim, S.P., M.M., turut menjelaskan expo ini menjadi momentum penting bagi kampus. Pihaknya, lanjut Lukman Hakim, ingin masyarakat melihat bahwa IIB Darmajaya bukan hanya tempat belajar teori, tetapi juga pusat kreativitas dan jejaring.

“Expo Kolaborasi Mahasiswa X UMKM ini bukti nyata bahwa mahasiswa IIB Darmajaya dari semua program studi dapat berkontribusi langsung bagi pengembangan UMKM,” kata dosen Prodi Manajemen IIB darmajaya itu.

Dia juga mengatakan expo akan diisi dengan talkshow inspiratif, sesi berbagi pengalaman bisnis, dan hiburan musik yang menambah semarak suasana. “Kami sengaja menghadirkan format yang lebih segar agar pengunjung betah berlama-lama. Tahun ini benar-benar berbeda karena konsepnya lebih interaktif dan ramah bagi semua kalangan,” kata dia.

Dengan semangat kebersamaan, Expo Kolaborasi Mahasiswa X UMKM di IIB Darmajaya siap menjadi ajang yang istimewa. Acara ini bukan hanya tentang pameran, tetapi tentang membangun masa depan ekonomi kreatif yang berakar dari kampus dan masyarakat. Semua pihak berharap expo ini akan menjadi tradisi tahunan yang semakin besar dan berdampak luas bagi pengembangan UMKM dan mahasiswa di Lampung. (**)

Berikan Pengarahan di Kantah Kota Samarinda, Wamen Ossy: ATR/BPN Harus Jadi Solusi Atas Pembangunan di Kalimantan Timur

SERANG -(deklarasinews.com)- Kepala Kantor Kewilayahan (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Banten H. Amrullah menegaskan, bahwa pelaksanaan Wisuda tahun ajaran 2025-2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan agama dan membentuk generasi emas bangsa yang unggul, berkarakter, serta memiliki ketahanan mental yang baik.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Haflatun Najaj Wa Tafwidusy Syahadah, Ponpes Sabilurrohman Kampus 2 Cibajo Kelurahan Pasuluhan Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Minggu (14/06/2026).

Dalam kesempatan itu, Amrullah menjelaskan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus didukung oleh kecerdasan emosional, spiritual, dan ketahanan diri.

“Pendidikan keagamaan MI (Maĺdrasah Ibtidaiyah), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan sekolah – sekolah yang berbasis pendidikan islam memiliki peran penting dalam membentuk keempat aspek tersebut secara seimbang,” ujarnya.

“Terdapat empat pilar dasar kecerdasan anak, yaitu kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan diri. Terkait penguatan ketahanan kualitas intelektual, kami menilai kegiatan seperti wisuda ini menjadi salah satu sarana yang baik untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi peserta didik,” tambah Amrullah.

Ia juga menambahkan, Wisuda tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian belajar para peserta didik atau santri, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan karakter, kedisiplinan, dan mental tangguh yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ia juga mengapresiasi peran sekolah formal baik non formal yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan keagamaan non formal di tengah masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kualitas pendidikan agama semakin meningkat,” pintanya.

“Semoga dampak positif yang dilakukan dapat semakin luas. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan mental dan fisik,” katanya lagi.(Nan)

Wisuda Tahun Ajaran 2025-2026 Perkuat Karakter Generasi Emas Bangsa

SERANG -(deklarasinews.com)- Kepala Kantor Kewilayahan (Kakanwil) Kementrian Agama (Kemenag) Provinsi Banten H. Amrullah menegaskan, bahwa pelaksanaan Wisuda tahun ajaran 2025-2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan agama dan membentuk generasi emas bangsa yang unggul, berkarakter, serta memiliki ketahanan mental yang baik.

Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan Haflatun Najaj Wa Tafwidusy Syahadah, Ponpes Sabilurrohman Kampus 2 Cibajo Kelurahan Pasuluhan Kecamatan Walantaka, Kota Serang, Minggu (14/06/2026).

Dalam kesempatan itu, Amrullah menjelaskan bahwa pengembangan kualitas sumber daya manusia tidak hanya bertumpu pada kecerdasan intelektual, tetapi juga harus didukung oleh kecerdasan emosional, spiritual, dan ketahanan diri.

“Pendidikan keagamaan MI (Maĺdrasah Ibtidaiyah), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan sekolah – sekolah yang berbasis pendidikan islam memiliki peran penting dalam membentuk keempat aspek tersebut secara seimbang,” ujarnya.

“Terdapat empat pilar dasar kecerdasan anak, yaitu kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan ketahanan diri. Terkait penguatan ketahanan kualitas intelektual, kami menilai kegiatan seperti wisuda ini menjadi salah satu sarana yang baik untuk membangun kepercayaan diri dan motivasi peserta didik,” tambah Amrullah.

Ia juga menambahkan, Wisuda tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas capaian belajar para peserta didik atau santri, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan karakter, kedisiplinan, dan mental tangguh yang akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.

Ia juga mengapresiasi peran sekolah formal baik non formal yang secara konsisten mendukung pengembangan pendidikan keagamaan non formal di tengah masyarakat.

“Sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar kualitas pendidikan agama semakin meningkat,” pintanya.

“Semoga dampak positif yang dilakukan dapat semakin luas. Kami mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus bersama-sama meningkatkan kualitas pendidikan mental dan fisik,” katanya lagi.(Nan)

Dua Mahasiswa Prodi Desain Interior Darmajaya Satu-satunya di Sumbagsel Bangun Brand Kreatif

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kreativitas mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali mencuri perhatian. Dua mahasiswa Program Studi Desain Interior semester 6, Meylinda Putri Wijaya dan Abd Caesare, sukses merintis usaha di bidang desain interior melalui brand kreatif bernama Rooma Project.

Rooma Project hadir sebagai perusahaan jasa desain interior yang menawarkan layanan lengkap mulai dari perencanaan desain, pengembangan konsep, visualisasi desain, hingga pelaksanaan proyek interior. Usaha ini lahir dari semangat berkarya dan keinginan menghadirkan ruang yang tidak hanya indah secara visual, tetapi juga nyaman dan fungsional.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap hunian dan ruang usaha yang estetik, Rooma Project hadir membawa konsep desain modern yang menyesuaikan kebutuhan serta karakter klien. Tidak hanya fokus pada tampilan, Rooma Project juga mengutamakan kenyamanan dan nilai artistik dalam setiap pengerjaan proyek.

Berbagai layanan ditawarkan dalam usaha yang sedang berkembang tersebut, di antaranya jasa desain interior, konsultasi desain interior, hingga produksi interior untuk berbagai kebutuhan ruangan seperti rumah tinggal, kafe, kantor, hingga ruang komersial lainnya.

Meylinda Putri Wijaya mengatakan bahwa usaha ini menjadi wadah untuk mengembangkan kemampuan sekaligus menerapkan ilmu yang dipelajari selama kuliah ke dunia industri kreatif secara nyata.

“Kami ingin menghadirkan desain interior yang bukan hanya estetik, tetapi juga memiliki fungsi dan kenyamanan bagi pengguna ruang,” ujarnya saat diwawancarai Kamis (11/6/2026).

Sementara itu, Abd Caesare menambahkan bahwa Rooma Project juga menjadi langkah awal untuk membangun brand interior lokal yang mampu bersaing dan dikenal lebih luas di masa depan.

Kehadiran usaha mahasiswa ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IIB Darmajaya tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha kreatif sejak di bangku kuliah. Semangat inovasi dan entrepreneurship yang dibangun kampus terus mendorong mahasiswa untuk berani berkarya dan membangun bisnis mandiri. Masyarakat yang ingin melihat hasil karya maupun berkonsultasi desain interior dapat mengunjungi akun Instagram resmi Rooma Project di: @roomaproject (**)

Spesial Milad Sekretaris Yayasan, Mau Biaya Gelombang 1, Daftar Darmajaya di 12 Juni

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ada kabar spesial buat kamu-kamu yang lagi cari kampus keren untuk masa depan. Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya hadir dengan program the best bertepatan dengan Milad Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.B.A., M.Sc., pada 12 Juni 2026.

Di hari itu, calon mahasiswa baru bisa menikmati biaya kuliah Gelombang 1 yang lebih hemat. Tidak hanya itu, ada juga bonus dan hadiah menarik yang bisa kamu dapatkan kalau daftar dan daftar ulang tepat di tanggal tersebut.

“Momentum ini bukan sekadar perayaan ulang tahun, tapi juga bentuk nyata kepedulian IIB Darmajaya terhadap generasi muda. Kampus ingin membuka jalan agar pendidikan tinggi bisa dijangkau lebih luas dengan biaya terjangkau,” kata Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., MBA., kemarin.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan Alfian Husin Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menyampaikan bahwa Milad ini diharapkan jadi semangat berbagi kesempatan. Harapannya, calon mahasiswa bisa meraih pendidikan terbaik dan mempersiapkan masa depan yang lebih gemilang bersama IIB Darmajaya.

“Kebetulan Milad saya jatuh Hari Jumat, semoga menjadi Milad Jumat Berkah bagi semua civitas akademika IIB Darmajaya dan calon mahasiswa baru kampus The best,” kata Firmansyah.

IIB Darmajaya dikenal sebagai kampus unggulan yang aktif mencetak mahasiswa kreatif dan inovatif. Banyak prestasi lahir dari mahasiswa di bidang teknologi, bisnis, kewirausahaan, hingga industri kreatif. Dengan semangat entrepreneur modern, Darmajaya terus mendorong mahasiswanya untuk siap menghadapi dunia industri digital. “Kuliah di kampus Darmajaya bukan hanya soal teori, tapi juga praktik nyata untuk masa depan,” kata mantan Rektor IIB Darmajaya itu.

Buya Firman, panggilan akrabnya, mengatakan program spesial Milad 12 Juni ini punya kuota terbatas. “Karena itu, calon mahasiswa diimbau untuk segera memanfaatkan kesempatan emas ini agar tidak ketinggalan promo yang hanya berlangsung di momentum ini,” kata Buya Firman.

Pendaftaran bisa dilakukan secara online lewat laman pmb.darmajaya.ac.id atau langsung datang ke kampus. “Jangan sampai terlewat, karena 12 Juni 2026 bisa jadi langkah awal kamu menuju masa depan cerah bersama IIB Darmajaya.” (**)

JE Institute of Law Gelar Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik, Dorong Perda Berkualitas dan Berbasis Kajian Ilmiah

PALEMBANG -(deklarasinews.com)– Komitmen dalam mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan daerah yang profesional, transparan, dan akuntabel terus dilakukan oleh JE Institute of Law. Salah satunya melalui penyelenggaraan Pelatihan Penyusunan Naskah Akademik (NA) yang mengusung tema “Naskah Akademik Berkualitas sebagai Instrumen Reformasi Peraturan Daerah.”

Kegiatan ini menghadirkan akademisi sekaligus praktisi hukum terkemuka, Prof. Dr. H. Joni Emirzon, S.H., M.Hum., FCB.Arb., FII.Arb., yang juga menjabat sebagai Managing Partner JE Institute of Law.

Saat ditemui di Kantor JE Institute of Law di Jalan Alamsyah Ratuprawiranegara, Musi II, Palembang, Kamis (11/6/2026), Prof. Joni Emirzon menjelaskan bahwa Naskah Akademik memiliki posisi yang sangat penting dalam proses pembentukan Peraturan Daerah (Perda).

Menurutnya, Naskah Akademik tidak hanya berfungsi sebagai dokumen pelengkap dalam penyusunan regulasi, tetapi menjadi landasan ilmiah yang memberikan argumentasi rasional mengenai urgensi pembentukan suatu peraturan.

Melalui kajian akademis yang mendalam, Naskah Akademik mampu mengidentifikasi persoalan hukum yang berkembang di masyarakat sekaligus menawarkan berbagai alternatif solusi yang dapat diterapkan melalui kebijakan daerah.

“Penyusunan Naskah Akademik yang baik dan berkualitas akan membuat proses legislasi berjalan lebih terarah, transparan, serta memiliki dasar pertanggungjawaban yang kuat,” ujar Prof. Joni.

Ia menilai, praktik penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah masih memiliki ruang yang luas untuk ditingkatkan, khususnya dalam aspek metodologi penelitian, teknik penyusunan, hingga kemampuan merumuskan argumentasi akademik yang kuat. Karena itu, peningkatan kapasitas aparatur pemerintah daerah maupun anggota DPRD menjadi kebutuhan penting agar mampu menghasilkan Naskah Akademik yang sesuai standar dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Melalui pelatihan tersebut, peserta dibekali pemahaman yang komprehensif mengenai teknik penyusunan Naskah Akademik secara sistematis, mulai dari identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis kebutuhan hukum, hingga penyusunan rekomendasi kebijakan.

Dengan bekal tersebut, diharapkan produk hukum daerah yang dihasilkan menjadi lebih responsif terhadap kebutuhan masyarakat, mengedepankan partisipasi publik, serta memiliki dasar ilmiah yang kuat.

Pelaksanaan kegiatan ini juga sejalan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, yakni Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2022 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, serta Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 120 Tahun 2018 tentang Perubahan atas Permendagri Nomor 80 Tahun 2015 mengenai Pembentukan Produk Hukum Daerah.

Prof. Joni berharap pelatihan ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam meningkatkan kualitas penyusunan Naskah Akademik di berbagai daerah. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses legislasi sekaligus mendukung terwujudnya pemerintahan daerah yang lebih berorientasi pada pelayanan publik.

Melalui kegiatan ini, JE Institute of Law menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam menciptakan produk hukum daerah yang berkualitas, efektif, dan mampu menjawab berbagai tantangan pembangunan serta kebutuhan masyarakat di masa depan. Dengan Naskah Akademik yang kuat, setiap kebijakan yang lahir diharapkan tidak hanya memiliki kepastian hukum, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Ning)

Belajar Langsung dari KPPU, Mahasiswa Hukum Bisnis Darmajaya Kupas Persaingan Usaha Modern

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar kuliah praktisi bertema “KPPU dan Hukum Persaingan Usaha di Indonesia” dengan menghadirkan Kepala Kantor Wilayah II Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Wahyu Bekti Anggoro, S.H., M.H., pada Rabu, (10/6/26) di Ruang B.2.6 dan B.2.7 Pascasarjana IIB Darmajaya.

Kegiatan yang diikuti mahasiswa semester 6 tersebut berlangsung didampingi Dosen Pengampu Mata Kuliah Hukum Persaingan Usaha, Besti Lilyana, S.H., M.M. Kehadiran praktisi menjadi wadah bagi mahasiswa untuk memahami secara langsung penerapan hukum persaingan usaha di Indonesia sekaligus mengenal peran KPPU dalam menjaga iklim usaha yang sehat dan adil.

Dalam pemaparannya, Wahyu Bekti Anggoro menjelaskan bahwa perkembangan dunia usaha yang semakin kompetitif harus diimbangi dengan pemahaman terhadap aturan persaingan usaha agar tercipta iklim bisnis yang sehat. “Persaingan usaha yang sehat sangat penting untuk mendorong inovasi, meningkatkan kualitas layanan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Karena itu, pelaku usaha harus memahami batasan-batasan yang diatur dalam hukum persaingan usaha,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa KPPU memiliki peran strategis dalam mengawasi praktik monopoli dan persaingan usaha tidak sehat di Indonesia. Menurutnya, pemahaman mengenai hukum persaingan usaha perlu ditanamkan sejak di bangku perkuliahan agar mahasiswa memiliki kesiapan menghadapi dunia kerja maupun dunia bisnis.

Selain penyampaian materi, kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab antara mahasiswa dengan narasumber. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai pertanyaan terkait praktik persaingan usaha, tantangan dunia bisnis digital, hingga penegakan hukum terhadap pelanggaran persaingan usaha di Indonesia.

Ketua Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengatakan bahwa kuliah praktisi menjadi bagian penting dalam mendekatkan mahasiswa dengan dunia profesional dan praktik hukum yang sesungguhnya. “Mahasiswa tidak cukup hanya memahami teori di dalam kelas, tetapi juga harus mengetahui bagaimana implementasi hukum di lapangan. Kehadiran praktisi dari KPPU memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi mahasiswa terkait dinamika persaingan usaha di Indonesia,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya terus menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran berbasis praktik dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai institusi profesional guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan siap bersaing di era global.(**)

Air Mata Haru dan Senyum Bangga di Aula PKK Kalianda: Momentum ‘Hari Merdeka’ Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Rabu, 10 Juni 2026, menjadi hari yang istimewa bagi puluhan anak TK IT Al Mumtaza Kalianda. Hari yang menghadirkan senyum penuh kebanggaan sekaligus haru yang sulit disembunyikan.

Hari ketika langkah-langkah kecil yang dahulu memasuki gerbang sekolah dengan malu-malu, kini bersiap melangkah menuju jenjang pendidikan berikutnya dengan lebih percaya diri.

Di Aula PKK Lampung Selatan, suasana hangat terasa sejak pagi. Tawa anak-anak berpadu dengan sorot mata bangga para orang tua yang hadir menyaksikan momen pelepasan murid Angkatan VIII TK IT Al Mumtaza Tahun Ajaran 2025/2026.

Bagi sebagian orang tua, hari itu bukan sekadar acara perpisahan sekolah, melainkan penanda berakhirnya sebuah fase penting dalam tumbuh kembang buah hati mereka.

Selama satu, dua, bahkan tiga tahun terakhir, anak-anak itu menghabiskan hari-harinya di lingkungan TK IT Al Mumtaza. Mereka belajar mengenal huruf dan angka, belajar berbagi dengan teman, belajar disiplin, hingga belajar menjadi pribadi yang lebih mandiri. Kini, semua proses itu mencapai puncaknya dalam sebuah prosesi pelepasan yang penuh makna.

Tak sekadar seremoni formalitas yang kaku, pelepasan angkatan kedelapan ini disemarakkan oleh panggung pertunjukan seni yang memukau.

Anak-anak yang dahulu kerap menangis saat ditinggal di kelas, kini bertransformasi menjadi penampil yang berani di atas panggung besar.

Beragam penampilan disuguhkan dengan penuh semangat, mulai dari keluwesan gerak tari tradisional, keceriaan modern dance, hafalan Asmaul Husna, kedalaman ekspresi drama musikal, retorika lugu dari dai cilik, hingga harmoni suara dari permainan angklung.

Tepuk tangan berkali-kali menggema memenuhi ruangan. Setiap penampilan menjadi bukti bagaimana anak-anak yang dahulu pemalu kini berani tampil di hadapan banyak orang.

Di balik setiap gerakan dan senyum yang ditampilkan, tersimpan proses panjang pembelajaran yang telah mereka lalui bersama para guru.

Antusiasme yang membuncah dari para murid ini seolah menegaskan bahwa proses belajar di TK IT Al Mumtaza telah berhasil membentuk karakter yang berani dan mandiri.

Momentum tersebut turut dihadiri Bunda PAUD Kecamatan Kalianda Evi Utami, Pengawas TK Hardita, M.Pd, Korwil Pendidikan Kecamatan Kalianda Susmiati, SE, serta Ketua Yayasan Al Mumtaza Zahirah Kalianda Abiriandi Alghifari, S.Pd.

Dalam sambutannya, Kepala TK IT Al Mumtaza, Andriani, S.Pd, menyampaikan bahwa hari pelepasan merupakan puncak dari seluruh proses belajar dan bermain yang telah dijalani anak-anak selama berada di sekolah.

Menurutnya, beberapa tahun lalu para orang tua telah mempercayakan putra-putrinya kepada para guru untuk didampingi belajar dan bermain bersama. Kini, tibalah saatnya anak-anak kembali ke pangkuan keluarga dengan bekal pengetahuan, pengalaman, serta kebiasaan baik yang telah ditanamkan selama berada di sekolah.

“Hari ini adalah puncak dari bermainnya anak-anak selama mereka di TK Al Mumtaza. Alhamdulillah kita semua bisa berkumpul di sini dan menyaksikan perjalanan mereka sampai pada tahap ini,” ujarnya.

Di hadapan para orang tua, Andriani juga menyampaikan permohonan maaf mewakili seluruh guru. Ia menyadari bahwa dalam proses mendidik, mungkin terdapat kekhilafan dalam ucapan maupun tindakan yang tidak disengaja.

Namun, ia menegaskan bahwa setiap nasihat, teguran, dan bentuk pendampingan yang diberikan semata-mata dilakukan sebagai bagian dari tanggung jawab untuk mendidik dan membentuk karakter anak-anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri serta membanggakan keluarga.

“Semua yang kami lakukan bukan karena kami tidak sayang kepada anak-anak. Justru karena kami ingin menjalankan amanah dari ayah dan bunda agar mereka tumbuh menjadi kebanggaan keluarga,” tuturnya.

Ia juga berpesan agar berbagai kebiasaan baik yang telah ditanamkan di sekolah dapat terus dilanjutkan di rumah. Dukungan dan pendampingan orang tua, menurutnya, menjadi kunci penting dalam menjaga keberlanjutan proses pendidikan anak.

“Sedikit ilmu yang sudah kami berikan mohon diterapkan kembali. Kebiasaan baik yang sudah dibangun di sekolah mohon dilanjutkan di rumah. Dan teruslah membimbing anak-anak untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan cita-cita mereka,” pesannya.

Menjelang akhir acara, suasana yang semula riang perlahan berubah menjadi haru. Momen prosesi serah terima murid dari pihak sekolah kepada orang tua menjadi salah satu bagian paling emosional dalam kegiatan tersebut.

Pelukan hangat, senyum, dan mata yang berkaca-kaca terlihat di berbagai sudut ruangan. Tidak sedikit orang tua yang meneteskan air mata saat menyadari bahwa kebersamaan yang selama ini terjalin antara anak-anak, guru, dan sekolah akan segera berakhir.

Hari itu bukan tentang meninggalkan sekolah, melainkan tentang melanjutkan perjalanan. Tentang anak-anak yang telah tumbuh selangkah lebih maju, membawa bekal ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai kehidupan yang akan menemani mereka di masa depan.

Gerbang TK IT Al Mumtaza mungkin akan mereka tinggalkan, tetapi kenangan tentang ruang kelas pertama, guru yang membimbing dengan penuh kesabaran, sahabat bermain, serta pelajaran-pelajaran sederhana tentang kebaikan akan tetap tersimpan dalam ingatan.

Dari langkah-langkah kecil yang pernah ragu, kini lahir langkah-langkah baru yang lebih mantap. Dan dari aula sederhana yang dipenuhi tawa serta air mata itu, masa depan anak-anak tersebut mulai menuliskan babak berikutnya. (Red)