Unila dan Bank Indonesia Perkuat Kerja Sama, Dukung Pengembangan SDM Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Rektor Universitas Lampung (Unila) menghadiri acara kuliah umum dan one step closer program bantuan pendidikan kebanksentralan dengan tema “From Dreams to Success: Creating Opportunities, Inspiring the Future”, sekaligus penandatanganan perjanjian kerja sama, pada Selasa, 14 April 2026, di Bank Indonesia, Lampung.

Acara ini dihadiri Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto, Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., Rektor dan pimpinan Institut Teknologi Sumatera, UIN Raden Intan Lampung, UIN Jurai Siwo, Politeknik Negeri Lampung, pimpinan dan jajaran Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung, serta mahasiswa.

Prof. Lusi dalam sambutannya menegaskan, Program Pendidikan Kebanksentralan tidak hanya sebatas bantuan pendidikan, melainkan juga bentuk kepercayaan yang membawa tanggung jawab besar bagi mahasiswa untuk berkembang, menjaga integritas, serta berkontribusi secara nyata bagi masyarakat dan bangsa melalui penguatan kapasitas diri dan pemahaman kebanksentralan.

“Sementara itu, bantuan pendidikan memberikan ruang bagi mahasiswa untuk fokus pada proses belajar tanpa terlalu dibebani kendala ekonomi. Namun lebih dari itu, program ini juga menanamkan nilai tentang tanggung jawab, integritas, dan kontribusi sosial,” ujar Prof. Lusi.

Bimo Epyanto dalam sambutannya menyampaikan tujuan dan komitmen Bank Indonesita terhadap pengembangan sumber daya manusia.

“Program Bantuan Pendidikan Kebanksentealan merupakan komitmen Bank Indonesia di bidang sumber daya manusia, kami secara konsisten membangun kemitraan dan kerjasama dengan perguruan tinggi negeri yang bertujuan meningkatkan literasi dan kemampuan akademik.

Program Bantuan Pendidikan Kebanksentralan dilakukan melalui tiga tahapan utama utama, yaitu penetapan kampus melalui kriteria penilaian, penentuan kuota, serta pemenuhan kriteria mahasiswa penerima.

Prosedur berlapis ini diterapkan untuk menjamin efektivitas program, sehingga para penerima manfaat benar-benar merupakan kandidat terbaik yang terpilih secara objektif.

Unila berkomitmen untuk mendukung program ini sebagai bentuk sinergi antara institusi pendidikan dan program kebanksentralan ini diharapkan dapat terus berkelanjutan, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat dan bangsa, khususnya mahasiswa Unila.(Red)

Belum Wisuda, Sudah Diterima Kerja: Alumni UBL Ini Raih Karier Lebih Awal

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dunia kerja kerap dipandang sebagai fase yang baru dimulai setelah mahasiswa resmi menyandang gelar sarjana. Namun, hal berbeda ditunjukkan oleh Batara, alumni Program Studi Teknik Mesin Universitas Bandar Lampung (UBL), yang telah lebih dulu menapaki karier profesionalnya bahkan sebelum prosesi wisuda.

Batara kini berkarier sebagai IoT Engineer di PT Bina Sarana Sukses, salah satu kontraktor pertambangan dan penyedia alat berat terkemuka di Indonesia. Posisi ini menuntut penguasaan teknis yang kuat, kemampuan analisis yang tajam, serta kesiapan menghadapi kompleksitas dan dinamika industri pertambangan yang terus berkembang. Capaian tersebut bukan diraih secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang telah ia tempuh dan persiapkan sejak masa perkuliahan, mulai dari penguatan kompetensi teknis hingga pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri.

“Kesempatan itu datang karena kita sudah siap. Dan kesiapan itu tidak dibangun di akhir, tapi sejak awal kuliah di UBL ,” ujarnya melaui pesan WhatsAppnya, Selasa (14/4/2026)

Selama menempuh pendidikan di UBL, Batara tidak hanya mengandalkan pembelajaran teoritis di kelas. Ia aktif mengasah kemampuan melalui praktik langsung, khususnya di Laboratorium Mekatronika dan Otomasi UBL. Di lingkungan tersebut, mahasiswa didorong untuk memahami penerapan konsep teknik dalam konteks industri yang nyata.

“Belajar di laboratorium sangat membantu saya, karena tidak hanya memahami teori, tetapi juga mengetahui bagaimana mengaplikasikannya di dunia kerja. Pengalaman belajar yang aplikatif ini menjadi salah satu faktor penting dalam membentuk kesiapan saya untuk memasuki dunia kerja. Selama itu, saya terbiasa menghadapi studi kasus, menyelesaikan masalah teknis, serta memahami alur kerja berbasis teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” ujar Batara.

Tak hanya unggul dalam aspek teknis, Batara juga menekankan pentingnya pengembangan soft skill selama masa kuliah. Melalui keterlibatannya dalam organisasi kemahasiswaan seperti Himpunan Mahasiswa (HIMA) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), ia belajar membangun kemampuan komunikasi, kerja tim, hingga adaptasi di berbagai situasi.

“Hal-hal seperti komunikasi dan kerja tim sering dianggap sederhana, tapi justru itu yang sangat dibutuhkan di dunia kerja,” tambahnya.

Selain itu, Batara juga aktif mengikuti berbagai pelatihan tambahan untuk memperkuat kompetensinya, di antaranya pelatihan Programmable Logic Controller (PLC) dan robotika. Langkah ini menjadi bagian dari upayanya untuk terus berkembang di luar kewajiban akademik.

Menurut Batara, masa kuliah seharusnya tidak hanya dipandang sebagai pengeluaran biaya, melainkan sebagai investasi jangka panjang. “Yang didapat selama kuliah bukan hanya ilmu, tetapi juga pengalaman, relasi, dan peluang yang sangat berpengaruh setelah lulus,” jelasnya.

Ia pun membagikan pesan kepada calon mahasiswa agar tidak menjalani perkuliahan secara biasa-biasa saja. “Terus haus dalam mengembangkan diri. Jangan menjadi mahasiswa yang hanya sekadar menjalani,” pungkasnya.

Kisah Batara menjadi gambaran bahwa kesiapan menghadapi dunia kerja tidak datang secara tiba-tiba, melainkan dibentuk melalui proses yang konsisten sejak di bangku kuliah. Dengan dukungan lingkungan belajar yang aplikatif di UBL dan kesempatan untuk berkembang dan persiapan menata karier, masa kuliah dapat menjadi fondasi kuat untuk membangun masa depan profesional.

Bangga! Inilah Dosen Darmajaya Menangi Hibah Penelitian dan Pengabdian dari Kemdiktisaintek 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kabar membanggakan datang dari Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Kampus ini kembali menunjukkan kiprahnya di level nasional setelah 10 proposal berhasil lolos pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia Tahun 2026.

Tak tanggung-tanggung, capaian tersebut terdiri dari 9 judul penelitian dan 1 judul pengabdian kepada masyarakat, hasil seleksi ketat yang diikuti perguruan tinggi se-Indonesia. Deretan dosen sebagai ketua yang berhasil mengamankan hibah tersebut yakni: Assoc. Prof. Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I.; Assoc. Prof. Dr. Wasilah, S.Kom.; M.T., Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I.; Dr. Herlina, S.E., M.M.; Dr. Yuni Arkhiansyah, S.Kom., M.Kom.; Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, M.Ds.; dan Puan Mutia Ayunisa, S.T.P., M.T.P.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIB Darmajaya, Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs., mengungkapkan bahwa capaian ini bukanlah hasil instan, melainkan melalui proses panjang dan seleksi yang sangat kompetitif di tingkat nasional. Ia menegaskan, keberhasilan ini menunjukkan bahwa kualitas proposal dosen Darmajaya semakin diakui.

“Alhamdulillah, tahun ini Darmajaya berhasil meloloskan 10 proposal yang terdiri dari 9 penelitian dan 1 pengabdian kepada masyarakat. Ini menjadi indikator bahwa dosen kita semakin produktif dan mampu bersaing secara nasional,” ujarnya saat diwawanacarai pada Senin (13/4/26).

Lebih lanjut, ia berpesan agar seluruh dosen penerima hibah dapat melaksanakan kegiatan penelitian dan pengabdian dengan maksimal serta sesuai dengan rencana yang telah dituangkan dalam proposal. “Kami berharap pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan baik, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sesuai dengan yang telah dijanjikan,” tambahnya.

Capaian ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa IIB Darmajaya tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga serius dalam pengembangan riset dan pengabdian yang berdampak nyata. Dengan hasil ini, Darmajaya kembali menegaskan eksistensinya sebagai kampus yang produktif, kompetitif, dan terus melaju di kancah nasional. (**)

 

Dari Sekolah ke Industri 4.0! Siswa SMKN 6 Bandar Lampung Dibikin Melek IoT Langsung oleh Tim Darmajaya

BANDAR LAMPUNG —(deklarasinews.com)- Semangat transformasi digital digaungkan Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya melalui aksi nyata di dunia pendidikan. Tim dosen dan mahasiswa Prodi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) IIB Darmajaya hadir langsung di SMKN 6 Bandar Lampung untuk menggelar pelatihan sistem otomasi dan Internet of Things (IoT) bagi siswa kelas XII pada Senin, (13/4/26).

Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Program Studi Sistem Komputer, Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I, bersama tim dosen inspiratif yakni Bayu Nugroho, S.Kom., M.Eng., Nurfiana, S.Kom., M.Kom., dan Danang Muktiawan, S.Kom., M.T.I. Para siswa diajak menyelami dunia teknologi masa depan melalui pelatihan interaktif yang menggabungkan teori dan praktik langsung.

Ketua Program Studi Sistem Komputer, Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Darmajaya dalam mendekatkan teknologi kepada generasi muda sejak dini. “Kami ingin siswa tidak hanya mengenal, tetapi juga mampu memahami dan mengaplikasikan teknologi otomasi serta IoT yang saat ini sangat dibutuhkan di dunia industri,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa pengenalan teknologi berbasis praktik menjadi kunci dalam meningkatkan kesiapan siswa menghadapi dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Antusiasme siswa terlihat tinggi saat mereka dikenalkan pada konsep otomasi dan IoT—dua bidang yang kini menjadi tulang punggung industri modern. Dengan pendekatan yang aplikatif, peserta tidak hanya memahami konsep, tetapi juga melihat bagaimana teknologi tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari dan dunia kerja.

Tak berhenti di situ, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) program S1 dan S2 Darmajaya. Informasi seputar program studi unggulan, peluang karier, hingga berbagai beasiswa menarik turut disampaikan untuk membuka wawasan siswa dalam merencanakan masa depan. (**)

Darmajaya Kembali Viral! Penerima Beasiswa Hafizh Qur’an Ini Sudah Hafal 30 Juz

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Komitmen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam mendukung mahasiswa berprestasi di bidang akademik dan keagamaan kembali diwujudkan melalui program Beasiswa Hafizh Qur’an dari Yayasan Alfian Husin.

Salah satu penerima beasiswa tersebut adalah Gibran Caesar Bratanjali Ramadhan, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital yang saat ini telah menempuh semester II. Gibran merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, putra dari Sudirman dan Nina Rahmawati.

Keistimewaan Gibran tidak hanya terletak pada prestasinya sebagai mahasiswa, tetapi juga pada capaian luar biasanya dalam menghafal Al-Qur’an. Hingga saat ini, ia telah memiliki hafalan lengkap 30 juz. Gibran mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan.

Menurutnya, beasiswa ini menjadi dorongan besar untuk terus menjaga hafalan serta mengembangkan diri di dunia akademik. “Saya memilih kuliah di Darmajaya karena saya melihat peluang untuk berkembang di bidang akademik sekaligus nonakademik. Selain itu, adanya beasiswa hafizh menjadi salah satu alasan penting bagi saya, karena saya ingin tetap menjaga dan meningkatkan hafalan Al-Qur’an sambil melanjutkan pendidikan,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (13/4/26).

Program Beasiswa Hafizh Qur’an yang digagas oleh Yayasan Alfian Husin menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dalam mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual. Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan mampu menjadi teladan serta berkontribusi positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.

Melalui berbagai program beasiswa yang tersedia, IIB Darmajaya terus membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih pendidikan tinggi sekaligus mengembangkan potensi diri secara menyeluruh, baik dalam aspek akademik maupun nilai-nilai keagamaan. (**)

Prodi MMT Solusi Aktivasi Digitalisasi Aktif di DPMPPTSP Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)— Program Studi Magister Manajemen Teknologi (Prodi MMT) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya terus memperkuat perannya dalam mendukung transformasi digital dan peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

Hal ini dibahas dalam pertemuan di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPPTSP) Kabupaten Lampung Selatan pada Jumat (10/4/26), sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama dan akselerasi digitalisasi layanan publik.

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Humas, Kerjasama, dan Pemasaran Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M., didampingi Senior Staf Pemasaran Pascasarjana Adi Sutrisno, S.Kom., melakukan kunjungan ke DPMPPTSP Kabupaten Lampung Selatan. Rombongan disambut hangat oleh Kepala Dinas DPMPPTSP Kabupaten Lampung Selatan Rio Gismara, S.H., M.MT.

Pertemuan berlangsung santai namun tetap membahas hal-hal penting, mulai dari penyelarasan kurikulum Prodi MMT agar lebih sesuai dengan kebutuhan kerja ASN di lapangan, sampai penguatan pembekalan layanan publik supaya ASN makin siap melayani masyarakat dengan cepat, tepat, dan responsif.

Selain itu, juga dibahas rencana sosialisasi program ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Lampung Selatan, pengelompokan potensi di lingkungan Pemerintah Kabupaten, serta tindak lanjut usulan dari Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Lampung Selatan. Ada juga pembahasan rencana mengundang OPD untuk duduk bersama dalam forum pengenalan dan penawaran program penguatan kapasitas serta digitalisasi.

Kepala Dinas DPMPPTSP Lampung Selatan, Rio Gismara, S.H., M.MT., menyambut baik kolaborasi ini. Ia menilai kerja sama dengan dunia akademik penting untuk mempercepat layanan publik yang lebih modern, mudah, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Sementara itu, Direktur Humas, Kerjasama, dan Pemasaran, Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M., menegaskan bahwa pihaknya ingin memastikan program kampus benar-benar relevan dengan kebutuhan di lapangan. “Kita ingin apa yang dikembangkan di kampus itu nyambung dengan kebutuhan ASN, jadi bisa langsung terasa manfaatnya,” ujarnya.

Senada dengan itu, Adi Sutrisno, S.Kom., menambahkan bahwa digitalisasi tidak cukup hanya dengan sistem, tetapi juga harus dibarengi kesiapan SDM. “Kalau orangnya siap, sistemnya juga akan lebih optimal digunakan,” katanya.

Melalui pertemuan ini, diharapkan sinergi antara Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dapat terus berlanjut dalam bentuk program nyata untuk mendukung peningkatan layanan publik berbasis digital. (**)

Rektor Unila Kunjungi Tiga Calon Mahasiswa KIP Kuliah, Pastikan Dukungan Pendidikan Berjalan Baik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng., melakukan kunjungan langsung ke tiga calon mahasiswa penerima bantuan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah pada, Jumat, 10 April 2026. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan program KIP Kuliah tepat sasaran (10/4/2026).

Dalam kunjungannya, Rektor didampingi Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.Si., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik, Dr. Habibullah Jimad, S.E., M.Si., Wakil Rektor Bidang Keuangan dan Umum, Dr. Ahmad Herison, S.T., M.T., Dekan Fakultas Teknik, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Dr. dr. Evi Kurniawaty, S.Ked., M.Sc., Dekan Fakultas Kedokteran serta Tim Humas Unila.

Ketiga calon mahasiswa tersebut Yakni Alia Rahayu Agustin Calon Mahasiswa Teknik Geodesi dari SMAN 13 Bandar Lampung, Anisa Tun Mardiyah Calon Mahasiswa Teknik Manajemen dari SMAN 7 Bandar Lampung, serta Rinita Irawati Calon Mahasiswa Kedokteran dari SMAN 1 Bandar Lampung.

Rektor memberikan ucapan selamat secara langsung kepada ketiga mahasiswa tersebut. “Yang mendaftar di Universitas Lampung kurang lebih sekitar 23.000 orang dan yang diterima hanya 2.866, salah satunya adalah ananda,” ujar Prof. Lusi.

Prof Lusi juga menegaskan unila menerima calon mahasiswa dari berbagai kalangan. “Jadi, bisa masuk semua. Termasuk juga bisa masuk di fakultas kedokteran. Pemerintah memberikan pembiayaan KIPK supaya bebas UKT dan dapat biaya hidup selama kuliah,” tegas Prof. Lusi.

Salah satu mahasiswa calon penerima KIP Kuliah, Rini, calon mahasiswa Kedokteran, mengaku terharu dikunjungi langsung pimpinan kampus.

“Bu Rektor kan pimpinan besar kampus, sama ada Bu Dekan, suatu kebanggaan buat saya, tadi juga ada Kepala Sekolah. Kepala Sekolah datang aja saya nggak nyangka, apa lagi ini Bu Rektor,” ujar Rini.

Rektor berharap dengan adanya bantuan KIP Kuliah semua anak dapat berkuliah bukan hanya orang yang mampu.(Red)

Anies Baswedan: Karakter Memberi Arah, Kompetensi Memberi Daya, Teknologi Memberi Jangkauan

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Universitas Paramadina menyelenggarakan talkshow bertajuk “Integritas Karakter, Kompetensi, dan Teknologi dalam Pendidikan di Indonesia” dalam rangkaian Open House Kampus Cikarang. Kegiatan ini menghadirkan Anies Baswedan, Ph.D., sebagai pembicara utama dan dimoderatori oleh Lina Anggraeni, M.I.Kom., pada Rabu (1/4) di District 1 Meikarta, Cikarang, Bekasi.

Dalam pemaparannya, Anies, yang juga mantan rektor Universitas Paramadina, menekankan pentingnya ruang perjumpaan reflektif di lingkungan kampus. Ia menyampaikan bahwa silaturahmi dan interaksi membuka peluang lahirnya inspirasi serta pembelajaran baru. “Silaturahmi interaksi membuat kita punya kesempatan untuk mendapatkan hasil, ada potensi mendapatkan hasil. Setiap ada perjumpaan reflektif, kita akan mendapatkan pengalaman, bisa dalam bentuk inspirasi.”

Mendikbud RI pada Kabinet Kerja (2014-2016) ini menjelaskan bahwa Universitas Paramadina memiliki tradisi kuat dalam menghadirkan tokoh-tokoh berpengaruh untuk berdialog dengan mahasiswa. Menurutnya, ekosistem ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperluas jejaring, mendapatkan inspirasi, sekaligus mendapatkan pembelajaran langsung dari pengalaman para tokoh bangsa.

“Makanya Universitas Paramadina memiliki posisi khusus dalam konstelasi pemikiran di Indonesia. Meskipun ukurannya kecil secara jumlah mahasiswa tetapi potensi pengaruhnya besar, small but giant.”

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, melainkan sebagai ruang pembentukan manusia yang dapat dipercaya. “Universitas memiliki tanggung jawab mendidik seseorang untuk dapat dipercaya. Tantangan pendidikan tinggi hari ini melahirkan lulusan yang cakap dan pada saat yang sama bisa dipercaya.”

Di tengah kemudahan memperoleh gelar dan akses informasi yang semakin luas, ia mengingatkan bahwa kepercayaan publik justru menjadi sesuatu yang mahal. Oleh karena itu, pertanyaan mendasar bagi kampus bukan sekadar berapa banyak lulusan yang dihasilkan, melainkan jenis manusia seperti apa yang dilepas ke masyarakat.

Menurutnya, kampus adalah fase terakhir sebelum seseorang memasuki dunia otoritas dan pengambilan keputusan. Karena itu, pendidikan tinggi tidak boleh berhenti pada penguasaan keterampilan teknis. “Masalah kita bukan kekurangan orang pintar, tetapi sering kali membiarkan kecerdasan berjalan tanpa kompas moral.”

Ia juga mengingatkan bahwa berbagai kerusakan sosial kerap justru dilakukan oleh orang-orang terdidik yang memiliki kecakapan teknis, namun kehilangan orientasi moral. “Dokumen ditulis dengan rapi, laporan disusun dengan baik, teknologi dipakai dengan lihai tetapi bisa diarahkan untuk menutup-nutupi, mengakali aturan, mengamankan kepentingan sempit.”

Karena itu, integrasi antara karakter, integritas, kompetensi, dan teknologi harus menjadi tema utama pendidikan Indonesia ke depan. “Karakter memberi arah, kompetensi memberi daya, teknologi memberi jangkauan, ketiganya harus menyatu.”

Mengutip gagasan Ki Hadjar Dewantara, ia menegaskan bahwa pendidikan adalah proses menuntun dan memberi arah, agar kemampuan tidak terseret pada kepentingan sesaat.

Anies menjelaskan bahwa karakter dalam pendidikan tinggi adalah kemampuan menjaga batas ketika ada kesempatan untuk menyimpang. Karakter dibangun melalui kebiasaan yang terus dilatih hingga menjadi budaya. Ia mencontohkan praktik pembelajaran antikorupsi sebagai bagian dari upaya mengurangi potensi penyimpangan sejak dini.

Dalam konteks kompetensi abad ke-21, ia mengingatkan bahwa perubahan berlangsung lebih cepat dibandingkan dengan pembaruan kurikulum. “World Economic Forum mencatat 39% keterampilan kerja saat ini akan menjadi usang pada tahun 2030.”

Karena itu, menurutnya, ada kompetensi inti yang harus dikuatkan di luar aspek teknis. “Jadi kita harus mencari core competence yang harus dimiliki di luar yang teknis. Jadi minimal ada 2: critical thinking dan analytical thinking.” Ia menambahkan pentingnya kemampuan belajar ulang (learning skill) agar lulusan tidak panik menghadapi perubahan.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa digitalisasi memiliki nilai penting dalam membangun integritas sistem. “Nilai digitalisasi itu pada kejernihan. Sistem digital menyimpan jejak; karena ada jejak maka membuat pola, karena ada pola maka bisa memperlihatkan konsistensi dan inkonsistensi.”

Dalam pandangannya, banyak penyimpangan hidup di ruang gelap dan proses yang tidak meninggalkan jejak. Karena itu, kampus perlu membangun sistem yang transparan dan terbuka, sehingga integritas tidak hanya menjadi pesan moral, tetapi juga menjadi praktik sistemik yang bisa diperiksa kapan saja.

Ia juga menekankan pentingnya meritokrasi dalam ekosistem pendidikan. “Meritokrasi sesuatu yang ditumbuhkembangkan di ruang keluarga dan ruang kelas atau kampus.” Mahasiswa perlu merasakan bahwa prestasi dan kinerja benar-benar mengantarkan pada promosi dan posisi, baik melalui capaian akademik maupun non-akademik.

Di akhir paparannya, Anies mengajak peserta untuk melihat kampus sebagai ekosistem pertumbuhan. “Ekosistem kampus itu seperti analogi, benih yang baik perlu tanah yang subur. Tanah yang subur perlu iklim yang sehat.”

Ia menegaskan bahwa pribadi yang baik, jika ditempatkan dalam lingkungan yang sehat dan sistem yang benar, akan tumbuh menjadi individu yang memberi manfaat luas bagi masyarakat.

 

Dari Lampung ke Tiongkok: Kisah Keren Mahasiswa Darmajaya Menembus Dunia Internasional

‎TIONGKOK -(deklarasinews.com)- Dua mahasiswa Program Studi Sistem Informasi/Inovasi Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kaneziro Kolungga dan Naria Tazkia Maharani, saat ini telah berada di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok. Keduanya sedang menjalani perkuliahan selama satu semester dalam Program Student Mobility tahun 2026.

Program Student Mobility ini menjadi salah satu langkah strategis dalam meningkatkan pengalaman akademik sekaligus memperluas wawasan global mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa mendapatkan kesempatan belajar di lingkungan internasional serta membangun jejaring global yang bermanfaat bagi pengembangan diri dan karier di masa depan.

Salah satu pengalaman menarik yang dirasakan selama perkuliahan adalah mempelajari tulisan tradisional Tiongkok. Selain itu, mereka juga berada dalam satu kelas bersama mahasiswa internasional dari berbagai negara seperti Afrika, Uzbekistan, Laos, dan negara lainnya. Suasana kelas terasa sangat menyenangkan karena para mahasiswa saling menyapa, mengobrol, dan bercanda bersama.

“Di kelas seru banget, kita bisa saling sapa, ngobrol, bahkan ketawa bareng teman-teman dari luar negeri. Dosen juga menjelaskan materi sambil bercanda, jadi itu jadi kelas yang paling seru,” ungkap mereka saat diwawancarai pada Kamis (9/4/26).

Kaneziro Kolungga dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya aktif secara akademik, tetapi juga berprestasi di dunia e-sports, khususnya gim Tekken 8. Ia telah meraih prestasi di tingkat kota dan provinsi. Konsistensi, mental kompetitif, serta disiplin yang ia bangun melalui e-sports menjadi bekal penting dalam menghadapi tantangan perkuliahan di luar negeri.

Sementara itu, Naria Tazkia Maharani juga menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan diri, baik di bidang akademik maupun organisasi. Ia aktif dalam Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) 2025 melalui Unit Kegiatan Mahasiswa Darmajaya Computer & Film Club (DCFC), yang berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Naria menyampaikan bahwa program ini menjadi peluang berharga untuk meningkatkan kapasitas diri. “Saya ingin memperluas wawasan, meningkatkan soft skill seperti komunikasi, adaptasi, serta kerja sama lintas budaya, dan membangun relasi global yang bermanfaat bagi masa depan,” jelasnya.

Keikutsertaan Kaneziro dan Naria dalam Program Student Mobility 2026 ini menjadi bukti bahwa mahasiswa IIB Darmajaya mampu bersaing dan beradaptasi di kancah internasional. Pihak kampus berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi dan berani mengambil peluang global. (**)

Unila Dalami Sistem Perencanaan dan Integrasi Data Kampus Melalui Studi Tiru ke IPB

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Penguatan perencanaan kampus yang presisi, adaptif, dan berbasis data menjadi fokus pembelajaran Universitas Lampung (Unila) guna mendukung arah pengembangan program yang lebih responsif terhadap dinamika perubahan. Pendalaman praktik baik tersebut dilakukan melalui kunjungan studi tiru ke IPB University di Kampus Dramaga, Bogor, Selasa, 8 April 2026.

Delegasi Unila dipimpin Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Prof. Ayi Ahadiat, bersama Koordinator Tim Kerja Perencanaan Susanto, S.Kom., Kepala BPKHM Dr. Budi Sutomo, serta unsur kerja sama dan sistem informasi.

Dari pihak IPB, pembahasan diterima langsung Wakil Rektor Bidang Resiliensi Sumber Daya dan Infrastruktur Dr. Heti Mulyati, didampingi Prof. Hari Wijayanto selaku Direktur Perencanaan dan Pengembangan Kampus Berkelanjutan, serta Ir. Julio Adisantoso selaku Kepala Lembaga Manajemen Informasi dan Transformasi Digital (LMITD).

Prof. Ayi dalam pengantar diskusi menegaskan, kunjungan ini bertujuan untuk memperkaya cara pandang Unila dalam menyusun arah pengembangan kampus jangka panjang. “Kami ingin mengetahui terutama terkait perencanaan pengembangan dan bagaimana menata rencana strategis yang bisa berjalan efektif,” ujarnya.

Ia juga menyinggung kedekatan historis antara kedua institusi yang memperkuat semangat belajar bersama. “Kalau mau berterus terang, DNA kita IPB juga. Dari sepuluh Rektor, lima itu IPB semua background-nya,” katanya.

Pernyataan ini sekaligus menunjukkan pembelajaran mengenai sistem perencanaan dari IPB memiliki kedekatan kultur kelembagaan yang kuat dengan Unila.

Pembahasan teknis bidang ini berlangsung antara Prof. Hari Wijayanto, Julio Adisantoso, dan Susanto, S.Kom., dengan fokus pada sinkronisasi antara data, dokumen perencanaan, dan implementasi program. Salah satu pembelajaran penting datang dari Julio yang menjelaskan fondasi transformasi digital kampus.

“Tujuannya agar seluruh sistem terintegrasi. Tahap pertama integrasi data, karena sistem tidak akan bisa terintegrasi kalau datanya tidak terintegrasi,” jelas Julio. Menurutnya, penguatan perencanaan yang presisi harus ditopang data yang konsisten sejak awal.

Ia melanjutkan, pihaknya memakai prinsip single data multi-purpose. Data mahasiswa atau dosen cukup di-entry satu kali agar konsisten dan bisa digunakan untuk banyak kebutuhan. Prinsip ini menjadi poin penting dalam diskusi bersama Susanto untuk mendukung pengembangan sistem perencanaan Unila yang lebih efisien dan terhubung antarunit.

Pada bagian perencanaan strategis, Prof. Hari Wijayanto menekankan pentingnya kesinambungan antara dokumen, target unit, dan monitoring pelaksanaan. Ia menjelaskan pengelolaan perencanaan tidak berhenti pada penyusunan RKAT, tetapi harus terus dikawal agar asumsi program tetap sesuai dengan kondisi lapangan dan target institusi.

Bagi Unila, pembelajaran ini menjadi bekal penting untuk memperkuat proses penyusunan program berbasis data, mempercepat integrasi sistem antarunit, dan memastikan setiap rencana kerja lebih mudah diterjemahkan menjadi output yang nyata.

Dengan pola ini, perencanaan tidak hanya menjadi dokumen administratif, tetapi instrumen strategis yang benar-benar mengarahkan kemajuan kampus.(Red)