Usia Bukan Halangan! Staf BPBD Kota Bandar Lampung Ini Kuliah S1 di IIB Darmajaya Berkat Beasiswa Pemkot

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat belajar sepanjang hayat kembali ditunjukkan oleh A. Gani, staf Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandar Lampung, yang melanjutkan pendidikan S1 di Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) tahun 2024. Ia juga tercatat sebagai salah satu penerima beasiswa dari Pemerintah Kota Bandar Lampung dalam upaya peningkatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN).

Lahir pada tahun 1974, A. Gani membuktikan bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkembang. Di tengah tanggung jawabnya dalam penanganan kebencanaan, ia tetap berkomitmen meningkatkan kompetensi diri melalui pendidikan formal.

Saat diwawancarai pada Jumat (24/4/26), A. Gani menyampaikan pesan motivasi bagi masyarakat, khususnya ASN, yang masih ragu untuk melanjutkan pendidikan. “Jangan takut, jangan malu, tetap semangat kuliah di usia yang tidak lagi muda,” ujarnya.

Ia juga menilai program RPL menjadi solusi yang sangat membantu karena pengalaman kerja yang telah dijalani selama bertahun-tahun dapat diakui sebagai bagian dari proses akademik. Dengan demikian, proses studi menjadi lebih efisien tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.

Gani juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan yang diberikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui program beasiswa tersebut. Menurutnya, dukungan ini menjadi bentuk nyata perhatian pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di kalangan ASN.

Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa kehadiran mahasiswa dari kalangan profesional, termasuk ASN seperti A. Gani, memberikan kontribusi positif dalam proses pembelajaran.

Menurutnya, pengalaman kerja yang dimiliki mahasiswa jalur RPL mampu memperkaya diskusi di kelas dan menciptakan integrasi antara teori dan praktik. “Mahasiswa jalur RPL memiliki keunggulan dari sisi pengalaman kerja. Ini menjadi nilai lebih karena mereka tidak hanya belajar teori, tetapi juga berbagi praktik nyata di lapangan,” ujar Dr. Novita Sari.

Lebih lanjut, Dr. Novita Sari menjelaskan bahwa melalui program RPL, capaian pembelajaran dari pengalaman kerja, pelatihan, maupun pendidikan nonformal dapat diakui sebagai bagian dari kredit akademik. Hal ini memungkinkan mahasiswa menyelesaikan studi dalam waktu yang lebih efisien tanpa mengurangi mutu pendidikan.

Kisah A. Gani menjadi inspirasi bahwa semangat belajar tidak mengenal batas usia. Dukungan pemerintah dan akses pendidikan yang fleksibel menjadi kunci dalam mendorong peningkatan kapasitas ASN demi pelayanan publik yang lebih optimal.

Dari Gaza ke Lampung! Kisah Ahmed Dapat Beasiswa S2 Full di IIB Darmajaya Bikin Haru dan Kagum

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Komitmen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya untuk memberikan kesempatan kepada pemuda Palestina dalam mengeyam pendidikan dibuktikan dengan memberikan beasiswa melanjutkan studi Pascasarjana kepada Ahmed Zeyad Zayd Alshurafa.

Pemberian beasiswa juga merupakan implementasi kerja sama yang telah dilakukan IIB Darmajaya dengan Kedutaan Besar Palestina. Hal ini juga setelah adanya pertemuan dengan Yayasan Alfian Husin melalui Sekretaris Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc. pada Rabu, (21/4/26).

Ahmed –biasa dia disapa – mengaku perasaannya campur aduk. “Jujur ya, rasanya campur aduk banget antara senang, bangga, tapi juga ada sedikit deg-degan. Bisa lanjut S2 di IIB Darmajaya itu kesempatan besar buat aku,” ungkapnya.

Menurutnya, ini langkah baru untuk berkembang menambah ilmu dan membuka peluang ke depan. “Semoga saja aku bisa manfaatin kesempatan ini dengan maksimal dan bikin orang tua juga bangga,” tuturnya.

Ahmed memilih untuk melanjutkan ke Prodi Magister Manajemen IIB Darmajaya setelah lulus dan diwisuda dari Prodi Teknik Informatika Universitas Lampung. “Aku memilih Prodi MM (Magister Manajemen) karena ngerasa bidang ini paling relate sama apa yang lagi aku jalanin sekarang (ngonten),” ujarnya.

Sementara, Direktur Humas, Kerja Sama dan Pemasaran IIB Darmajaya Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M., mengatakan Ahmed yang baru lulus dari Unila diberikan beasiswa 100 persen oleh IIB Darmajaya dan asrama untuk melanjutkan kuliah di Prodi MM. “Prodi Magister Manajemen IIB Darmajaya bukan kali ini saja menerima mahasiswa asing. Sebelumnya juga Prodi MM diminati oleh mahasiswa asal Kenya Francis Mukemba Mwau,” ujarnya.

Masih kata dia, tidak hanya itu saja tetapi mahasiswa asal India juga pernah mengenyam pendidikan di Prodi Magister Manajemen IIB Darmajaya juga dari Thailand. ”Semoga dengan hadirnya mahasiswa asal Palestina dapat menciptkan iklim pembelajaran global di Kampus The Best IIB Darmajaya,” tutupnya. (**)

Halal Bihalal KAFE Unila Jadi Titik Awal Pembentukan Lampung Policy Forum

‎BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Keluarga Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis (KAFE) FEB Universitas Lampung (Unila) secara resmi meluncurkan Lampung Policy Forum sebagai wadah strategis untuk memperkuat kontribusi alumni dalam mendorong kebijakan publik berbasis riset, bertepatan dengan kegiatan Halal Bihalal yang digelar di Hotel Amalia, Minggu (26/04/2026).

‎Mengangkat tema Lampung Naik Kelas, kegiatan ini menjadi momentum penting yang mempertemukan alumni lintas generasi dalam suasana hangat dan penuh keakraban. Kegiatan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara KAFE Unila, FEB Unila, Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Lampung, serta Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Lampung.

‎Ketua KAFE Unila, Dr. Edarwan, S.E., M.Si., menegaskan bahwa kehadiran Lampung Policy Forum merupakan langkah konkret dalam mengoptimalkan potensi intelektual alumni agar lebih berperan dalam pembangunan daerah.

‎Menurutnya, KAFE tidak hanya berfungsi sebagai ruang silaturahmi, tetapi juga harus mampu mengambil peran strategis melalui kontribusi pemikiran dan kajian ilmiah yang aplikatif.

‎“Forum ini diharapkan menjadi jembatan antara dunia akademik dan pemerintah, sehingga setiap kebijakan yang diambil semakin berbasis pada riset dan kajian ilmiah,” ujarnya.

‎Sementara itu, Dekan FEB Unila, Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., menekankan bahwa alumni memiliki posisi krusial dalam mendukung kemajuan perguruan tinggi. Dalam momentum halal bihalal tersebut, ia juga menyampaikan apresiasi sekaligus harapan agar hubungan antara kampus dan alumni terus diperkuat.

‎Ia menegaskan bahwa FEB Unila terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi, termasuk dalam peningkatan kualitas lulusan, pengembangan jejaring profesional, hingga peluang kerja sama internasional.

‎“Kami siap mendorong sinergi yang lebih konkret bersama alumni melalui forum ini,” tegasnya.

‎Sekretaris KAFE Unila, Ganjar Jationo, S.E., M.A.P., menyampaikan bahwa kegiatan berlangsung dengan partisipasi yang cukup luas dari berbagai angkatan. Tercatat sekitar 120 peserta hadir, mewakili 14 angkatan, mulai dari tahun 1976 hingga 2017.

‎Menurutnya, suasana kebersamaan yang terbangun menjadi kekuatan utama dalam mempererat jaringan alumni sekaligus membuka ruang diskusi yang produktif.

‎Selain itu, kegiatan juga diisi dengan dialog interaktif yang menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor. Diskusi yang dimoderatori oleh Dr. Edarwan tersebut menghadirkan perspektif dari kalangan akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha, di antaranya Kepala UPT Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Unila Dr. Usep Syaipudin, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu, serta Ketua DPD HIPPI Lampung H. Heri Andrian.

‎Melalui peluncuran Lampung Policy Forum ini, diharapkan terbangun kolaborasi yang lebih solid antara kampus, alumni, dan pemangku kepentingan lainnya, guna memperkuat arah pembangunan Lampung yang lebih adaptif, berbasis data, dan berorientasi pada kemajuan daerah. (Red)

USNB Gelar Wisuda Ke-2, Tegaskan Visi Kampus Peradaban dan Lahirkan Generasi Ulama–Saintis

KAB TANGERANG -(deklarasinews.com)- Universitas Syeikh Nawawi Banten (USNB) menggelar Sidang Senat Terbuka Wisuda Sarjana Angkatan Ke-2 dengan khidmat dan penuh semangat optimisme. Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan institusi yang terus berkembang sejak berdiri pada 2016 sebagai STIF Syeikh Nawawi Tanara.

Acara wisuda tersebut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wakil Presiden RI ke-13 sekaligus Ketua Dewan Pembina Yayasan Syeikh Nawawi Al Bantani, Ma’ruf Amin, jajaran pemerintah daerah, akademisi, hingga para orang tua wisudawan.

Rektor Universitas Syeikh Nawawi Banten, Hj. Siti Haniatunnisa, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda, sekaligus apresiasi atas dukungan berbagai pihak, khususnya Pemerintah Kabupaten Tangerang yang untuk pertama kalinya menjadi lokasi pelaksanaan wisuda.

“Ini adalah perjalanan panjang yang penuh dinamika. Namun karena ini adalah perjuangan dalam membangun pendidikan dan peradaban, kami tetap optimis untuk terus bergerak dan berkembang,” ujarnya, Sabtu (25/4/2026).

Dalam kesempatan tersebut, KH.Ma’ruf Amin menyampaikan apresiasi atas perkembangan USNB yang dinilai konsisten mengembangkan pendidikan berbasis nilai keislaman dan keilmuan modern.

Ia menegaskan pentingnya integrasi ilmu pengetahuan dan akhlak di tengah pesatnya perkembangan teknologi.

“Perguruan tinggi harus mampu melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara moral dan memiliki kontribusi nyata bagi umat dan bangsa,” ungkapnya.

Ia juga mendukung langkah USNB dalam mengusung konsep kampus peradaban yang memadukan turats dan sains modern sebagai jawaban atas tantangan zaman.

Buka Prodi AI dan Informatika :

Pada momentum wisuda ini, USNB menegaskan langkah strategis dengan membuka program studi baru di bawah Fakultas Sains dan Teknologi, yaitu Informatika dan Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence). Kedua prodi tersebut telah mengantongi izin operasional dari LLDIKTI Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Rektor Hj. Siti Haniatunnisa menegaskan, pembukaan program studi ini merupakan bagian dari visi besar kampus dalam menyiapkan generasi unggul di bidang teknologi yang tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman.

“Langkah ini bukan sekadar pengembangan akademik, tetapi bagian dari ikhtiar besar kami dalam membangun generasi masa depan yang menguasai teknologi sekaligus memiliki kedalaman nilai dan adab,” jelasnya.

Usung Tema Kampus Peradaban :

USNB juga menegaskan arah pengembangannya sebagai Kampus Peradaban dengan mengusung konsep integrasi turats, riset, dan sains modern.

Konsep tersebut diwujudkan melalui gagasan besar seperti Majma’ul Bahrain sebagai simbol pertemuan dua samudera ilmu, serta Baitul Hikmah sebagai paradigma pengembangan ilmu yang berorientasi pada pembangunan peradaban.

“Ilmu tidak boleh terpisah dari nilai. Ilmu harus kembali utuh, terarah, dan menjadi cahaya bagi kehidupan,” tegas Rektor.

Terbuka Kolaborasi dengan Semua Pihak :

Dalam rangka penguatan institusi, USNB juga menyatakan kesiapan untuk menjalin kerja sama dengan berbagai pihak di dunia pendidikan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Kerja sama tersebut mencakup penguatan sumber daya manusia, pengembangan kurikulum, riset, hingga program internasionalisasi.

“Kami membuka diri untuk berkolaborasi dengan seluruh pihak, pemerintah, perguruan tinggi, industri, maupun lembaga internasional demi membangun ekosistem pendidikan yang kuat dan berdampak,” ujar Rektor.

Kolaborasi Global :

USNB sebelumnya juga telah menjalin kerja sama dengan sejumlah institusi, di antaranya Institut Teknologi Bandung, serta mitra internasional seperti Chongqing University of Posts and Telecommunications dan Southwest University melalui program double degree.

Kerja sama juga dilakukan dengan Universitas Islam Internasional Indonesia untuk mendukung internasionalisasi kampus.

Pesan untuk Wisudawan :

Kepada para wisudawan, Rektor menitipkan pesan agar menjadikan ilmu sebagai jalan kemaslahatan, mengintegrasikan ilmu dan nilai, serta menjadi agen peradaban.

“Hari ini kalian tidak hanya menerima ijazah, tetapi diutus sebagai pembawa peradaban. Jadilah cahaya di tengah masyarakat dan berikan solusi atas berbagai persoalan,” pesannya.

Wisuda ini menjadi penegasan komitmen USNB dalam melahirkan generasi ulama, saintis, generasi yang menguasai ilmu pengetahuan, berakhlak kuat, dan siap berkontribusi dalam membangun peradaban di masa depan.(Nan)

Orasi Ilmiah di Universitas Paramadina, Menaker Yassierli: Lulusan Perguruan Tinggi Harus Miliki Strategi Triple Readiness

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Universitas Paramadina menegaskan komitmennya mencetak lulusan berintegritas, adaptif, dan inovatif dalam Wisuda ke-44 melalui sambutan Kepala LLDikti Wilayah III Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, S.E., M.A. dan orasi ilmiah Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierli, Ph.D. Acara berlangsung di The Krakatau Grand Ballroom, TMII, Jakarta, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutannya, Henri Tambunan menegaskan Paramadina memiliki mandat sebagai “Kampus Peradaban” yang tidak sekadar menghasilkan tenaga kerja, tetapi membentuk lulusan berdaya dampak.

“Paramadina lahir dari gagasan besar pendirinya, Almarhum Nurcholish Madjid, yang membentuk identitas sebagai ‘Kampus Peradaban’,” ujar Henri.

Ia menekankan bahwa dunia membutuhkan lulusan yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berintegritas. “To educate a person in the mind but not in morals is to educate a menace to society,” tegasnya.

Sementara itu, Prof. Yassierli menyoroti perubahan besar dunia kerja akibat AI, digitalisasi, dan ekonomi hijau. Menurutnya, lulusan masa depan harus memiliki triple readiness: keterampilan teknis, human skills, dan kesiapan masuk pasar kerja.

“AI tidak bekerja optimal tanpa Human Skills,” ujar Yassierli. Ia juga menekankan pentingnya pola pikir inovatif dan adaptif dalam menghadapi disrupsi.

Rektor Universitas Paramadina Prof. Didik J. Rachbini menyatakan wisuda ini menjadi momentum melahirkan lulusan yang siap menjadi penggerak perubahan.

“Paramadina ingin melahirkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan zaman sekaligus memimpin perubahan dengan integritas dan inovasi,” ujar Didik.

Ketua Yayasan Wakaf Paramadina Wijayanto Samirin menegaskan pendidikan adalah investasi peradaban. “Bangsa ini membutuhkan lulusan yang bukan hanya siap bekerja, tetapi siap memimpin dan memberi makna,” ujarnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Universitas Paramadina Dr. Harry T.Y. Achsan menambahkan capaian wisuda kali ini juga menandai rekor baru institusi.

“Pada periode wisuda semester genap ini, Universitas Paramadina meluluskan 211 lulusan Program Sarjana dan 309 lulusan Program Magister, sehingga total keseluruhan lulusan berjumlah 520 orang,” ujar Harry.

Menurut Harry, jumlah tersebut merupakan jumlah wisudawan semester genap kali ini meningkat signifikan dibanding rata-rata wisuda sebelumnya.

Ia menambahkan capaian ini mencerminkan peningkatan kinerja akademik sekaligus efektivitas pengelolaan proses studi di tingkat program studi. “Capaian hari ini menunjukkan bahwa disiplin, ketekunan, dan kolaborasi mampu menghasilkan hasil yang nyata,” kata Harry.

Wisuda ke-44 Paramadina menegaskan sinergi pendidikan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menyiapkan generasi unggul sebagai pilar peradaban baru Indonesia.(Red)

 

Hadiri Forum Strategis Sumut 2027, Direktur UT Medan Dorong Sinergi Pembangunan SDM Berbasis Pendidikan Terbuka

MEDAN -(deklarasinews.com)- Universitas Terbuka (UT) Medan menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Provinsi Sumatera Utara Tahun 2026 yang digelar di Medan. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Direktur UT Medan, Yasir Raidy, serta dibuka oleh Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian, bersama Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution dan Ketua DPRD Sumatera Utara Erni Ariyanti Sitorus.

Kehadiran jajaran pimpinan UT Medan dalam forum strategis ini menjadi wujud komitmen Universitas Terbuka dalam mendukung perencanaan pembangunan daerah, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Melalui sistem pendidikan tinggi yang terbuka, inklusif, dan fleksibel, UT terus berupaya memperluas akses pendidikan bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil dan kelompok pekerja yang membutuhkan model pembelajaran adaptif.

Musrenbang Sumut 2026 menjadi wadah penting bagi pemerintah daerah, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dalam merumuskan arah kebijakan pembangunan yang terintegrasi dan berkelanjutan. Sejumlah isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari penguatan ekonomi daerah, percepatan transformasi digital, hingga peningkatan kualitas pendidikan dan tenaga kerja yang siap menghadapi tantangan global.

Dalam kesempatan itu, Yasir Raidy menyampaikan kesiapan UT Medan untuk berperan aktif mendukung program-program prioritas Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia menegaskan bahwa UT memiliki keunggulan dalam menyediakan akses pendidikan tinggi yang fleksibel, terutama bagi masyarakat yang memiliki keterbatasan waktu karena bekerja maupun yang berada di daerah dengan akses pendidikan terbatas.

“UT hadir sebagai solusi pendidikan tinggi berbasis teknologi yang mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Kami siap bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam mencetak SDM unggul yang adaptif terhadap perkembangan zaman,” ujarnya di Meda, Rabu (22/04).

Selain itu, UT Medan juga mendorong pemanfaatan teknologi digital dalam proses pembelajaran serta peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui program pendidikan berkelanjutan dan pelatihan berbasis kebutuhan industri. Upaya ini diharapkan mampu menciptakan lulusan yang memiliki daya saing tinggi dan relevan dengan kebutuhan pasar kerja.

Melalui partisipasi dalam Musrenbang ini, UT Medan berharap kolaborasi dengan pemerintah daerah semakin kuat, sehingga mampu menghasilkan kebijakan pembangunan yang berpihak pada peningkatan kualitas pendidikan dan kesejahteraan masyarakat di Sumatera Utara. (Red)

Unila Gelar Wisuda Periode V 2025/2026, Luluskan 674 Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Lampung (Unila) menggelar wisuda program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma periode V tahun akademik 2025/2026, pada Sabtu, 25 April 2026, di Gedung Serbaguna Unila.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Universitas Lampung Nomor 2094/UN26/PP.06.03/2026, sebanyak 674 mahasiswa diwisuda pada periode ini.

Para wisudawan terdiri dari empat lulusan program doktor, 47 lulusan program magister, 34 lulusan program profesi, 585 lulusan program sarjana, dan empat lulusan program diploma.

Prosesi wisuda dibuka dengan pembacaan laporan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila, Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.T., M.T.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya wisuda serta mengucapkan selamat kepada para wisudawan beserta keluarga.

“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma, serta kepada orang tua dan keluarga yang telah mendampingi proses pendidikan hingga tahap ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan, wisuda merupakan momentum penting yang menandai perubahan status dari mahasiswa menjadi insan akademik yang memiliki tanggung jawab sosial yang lebih besar.

“Ilmu pengetahuan yang diperoleh selama masa studi tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi harus diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Selain itu, Unila terus menunjukkan perkembangan positif dalam berbagai aspek. Hingga April 2026, jumlah mahasiswa aktif tercatat sebanyak 39.984 orang.

Pada semester genap tahun akademik 2025/2026, sebanyak 6.018 mahasiswa menerima beasiswa yang terdiri dari 5.702 penerima Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K), 53 penerima program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) Papua, serta 114 penerima beasiswa swadana atau swasta.

Dalam wisuda periode ini, Unila juga meluluskan mahasiswa internasional, yaitu Aman Kraidam dari Thailand (S-2 Ilmu Ekonomi, FEB), Sondos Ali Galal Elfouly dari Mesir (S-2 Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, FKIP), serta Ahmed Z.Z. Alshurafa dari Palestina (S-1 Teknik Informatika, FT).

Terdapat pula lulusan dari program ADik Papua, yakni Dominggus Kosamah (S-1 Ilmu Pemerintahan, FISIP) dan Israhul (S-1 Biologi, FMIPA), yang turut menjadi bagian dari keberagaman dan inklusivitas pendidikan di Unila.

Dalam upaya menjaga dan meningkatkan kualitas lulusan, Unila terus melakukan pembenahan menyeluruh dalam berbagai aspek strategis, mulai dari peningkatan relevansi kurikulum dengan kebutuhan pasar kerja, penguatan pendidikan karakter, hingga perbaikan manajemen internal, birokrasi, serta suasana akademik di setiap program studi.

Upaya tersebut diwujudkan melalui sejumlah program unggulan, di antaranya Program Kelulusan Tepat Waktu, penguatan menuju World Class University (WCU), serta persiapan akreditasi internasional pada sejumlah program studi, termasuk pengembangan inisiatif strategis melalui program “Unila Be Strong”.

Program “Unila Be Strong” menjadi salah satu pilar utama dalam mendorong kemajuan universitas secara komprehensif dan berkelanjutan.

Inisiatif ini mencakup delapan aspek penting, yakni Business Sector, Finance, Investment, and Assets; Empowerment of Human Resources; Service for Community; Teaching; Research; Organizational Partnership; Network Infrastructure; serta Good University Governance.

Implementasi program ini dirancang untuk memperkuat kapasitas institusi sekaligus meningkatkan daya saing Unila di tingkat nasional maupun internasional.

Sejalan dengan berbagai upaya tersebut, kepercayaan masyarakat terhadap Unila terus menunjukkan tren positif, tercermin dari daya tampung mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 yang mencapai 11.329 mahasiswa pada berbagai jenjang pendidikan.

Di sisi lain, peran alumni dinilai penting dalam menjaga kesinambungan kualitas institusi serta kontribusi nyata bagi masyarakat.

Unila berharap para wisudawan tetap terhubung dengan almamater melalui tracer study, senantiasa menjaga nama baik universitas, serta terus berkarya, menciptakan peluang kerja, dan mengembangkan diri demi kemajuan bangsa. (Red)

Berangkat Subuh dari Pesawaran, Buruh Tani Antar Putri Ikuti UTBK di Unila Demi Masa Depan Lebih Baik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Perjuangan orang tua dalam mengantarkan anak meraih pendidikan tinggi kembali tergambar pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Lampung, Sabtu, 25 April 2026.

Dari Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Sutrisno, seorang buruh tani, datang sejak dini hari mendampingi putrinya, Intan Rosmaliana Putri, mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.

Perjalanan mereka dimulai pukul 04.00 pagi menggunakan sepeda motor demi memastikan Intan tiba tepat waktu di lokasi ujian.

Bagi Sutrisno, perjalanan itu bukan sekadar mengantar anak mengikuti tes, tetapi menjadi bagian dari perjuangan keluarga untuk mendukung cita-cita sang anak meraih masa depan yang lebih baik.

Sutrisno menuturkan Intan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan menjadi satu-satunya yang bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Dua kakaknya memilih langsung bekerja setelah lulus sekolah, namun keluarga justru memberi dukungan penuh agar Intan dapat mewujudkan keinginannya kuliah.

“Dari tiga anak, Intan ini yang paling kuat keinginannya buat kuliah. Kakak-kakaknya juga mendukung, bilang terus supaya dia lanjut saja. Saya sebagai orang tua sebenarnya tidak banyak bantu urusan pendaftaran, semua dia urus sendiri. Itu yang bikin saya bangga,” ujar Sutrisno.

Ia mengaku melihat kesungguhan itu sejak lama. Menurutnya, Intan bukan hanya rajin belajar, tetapi juga menunjukkan disiplin dan prestasi yang membuat keluarga semakin yakin mendukung langkahnya masuk perguruan tinggi.

“Anaknya memang punya kemauan besar. Di sekolah juga masuk lima besar, ikut Paskibra, dan kalau di rumah sering latihan soal sendiri. Saya lihat dia serius, makanya kami usahakan antar dan dampingi semampunya,” katanya.

Bagi Sutrisno, keberangkatan subuh dari kampung menuju kampus menjadi simbol harapan sederhana seorang ayah, melihat anaknya mendapat kesempatan hidup yang lebih baik lewat pendidikan.

Kisah ini menjadi potret nyata bahwa di balik pelaksanaan UTBK, ada perjuangan sunyi para orang tua yang rela menempuh apa pun demi masa depan anak-anaknya. (Red)

Petugas Kebersihan Pastikan Lingkungan Unila Bersih dan Nyaman Saat UTBK 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Di balik kelancaran Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) 2026 di Universitas Lampung (Unila) ada peran petugas kebersihan yang jarang tersorot. Mereka memastikan lingkungan kampus tetap bersih dan nyaman.

Nuri Hati Br Ginting, S.E., Subkoordinator Rumah Tangga Unila menyampaikan, Unila mengutamakan kebersihan lingkungan kampus dengan sistem kerja terstruktur. Petugas kebersihan dibagi menjadi tiga tim, yakni tim depan, tim tengah, dan tim belakang.

“Tim depan dari RSPTN sampai parkir terpadu. Tim tengah belakang rektorat sampai jalur dua. Tim belakang dari GSG embung sampai TPST antara Teknik Kimia dan Perpustakaan Unila,” jelas Nuri.

Para petugas rutin melakukan pembersihan dan perawatan area kampus, dimulai dari pagi hingga sore hari. Aktivitasnya mulai dari menyapu jalan, menyiram tanaman, mengangkut sampai, hingga memangkas tanaman.

Tantangan selama melaksanakan tugas tak sedikit. Saat angin kencang, daun terus berjatuhan meski telah disapu. Hujan deras dan pohon tumbang juga jadi kendala.

Supriyanto, salah satu petugas kebersihan tim belakang Unila, mengungkapkan tantangan selama bertugas. “Kalau hujan kan jelas nggak bisa bekerja, apalagi kalau angin kencang. Namanya sudah kehendak alam,” ungkapnya.

Selain itu, keterbatasan personel membuat beberapa wilayah abu-abu di antara fakultas kerap tak terjangkau secara maksimal. Saat ini Unila memiliki 22 petugas aktif.

Harapannya, dengan dukungan personel yang memadai, para petugas kebersihan dapat menjangkau seluruh area di Unila, sehingga standar kebersihan dan kenyamanan kampus selalu terjaga.

Bagi para petugas apresiasi sederhana sudah menjadi penyemangat. “Dibilang bersih, di grup pimpinan dikasih jempol, itu udah bahagia banget,” tutup Nuri. (Red)

2. Dosen Darmajaya Dampingi Siswa SMAN 1 Bandar Lampung Siaran ‘On Air’!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana berbeda terasa di SMAN 1 Bandar Lampung, Kamis (23/4/26). Radio sekolah yang selama ini telah tersedia namun belum dimanfaatkan secara maksimal, kini kembali “hidup” melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar oleh Program Studi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bertajuk “Sistem Pemancar Radio dan Audio Frekuensi Modulasi”.

Kegiatan ini dipimpin oleh Zaidir Jamal, S.T., M.Eng. bersama tim dosen yang terdiri dari Nurfiana, S.Kom., M.Kom.; Abdi Darmawan, S.T., M.T.I.,Ph.D.; Retno Dwi Handayani, S.Kom., M.T.I.; dan Danang Ade Muktiawan, S.Kom., M.T.I.

Melihat potensi radio sekolah yang belum optimal, tim dosen Darmajaya mengaplikasikan langsung sistem pemancar radio dan audio frekuensi modulasi (FM) guna meningkatkan fungsi dan kualitas siaran. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat.

“Kami melihat fasilitas radio di sekolah ini sebenarnya sudah ada, hanya saja belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui kegiatan ini, kami membantu mengoptimalkan sistemnya sekaligus memberikan pemahaman teknis kepada siswa,” ujar Zaidir Jamal.

Tidak hanya penyampaian materi, kegiatan ini juga menghadirkan praktik langsung. Para siswa diajak mencoba menggunakan perangkat radio, memahami alur kerja pemancar, hingga merasakan pengalaman siaran secara langsung. Antusiasme siswa terlihat dari keberanian mereka saat mencoba berbicara di depan mikrofon dan mengelola siaran sederhana.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan berharap optimalisasi radio sekolah dapat menjadi sarana informasi sekaligus wadah kreativitas bagi siswa, khususnya dalam mengembangkan kemampuan komunikasi.

Dengan adanya pendampingan dari tim dosen Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, radio SMAN 1 (RASA) Bandar Lampung diharapkan tidak lagi sekadar fasilitas, melainkan berkembang menjadi media aktif yang edukatif, informatif, dan inspiratif bagi seluruh warga sekolah.

Sementara, Wakil Kepala Kurikulum SMAN 1 Bandar Lampung Supadi mengaku sangat menyambut baik adanya pengabdian dari Dosen IIB Darmajaya. “Rasa (Radio SMANSA) telah berjalan cukup lama namun pengoptimalan belum maksimal. Dengan adanya pengabdian ini menjadi optimal untuk frekuensi siarannya,” ungkapnya.

Supadi menyampaikan terima kasih atas pengabdian yang dilakukan Dosen Sistem Komputer IIB Darmajaya. “Semoga menambah penyebaran informasi mengenai SMANSA di tengah masyarakat dan menjadi media sarana aktivitas ekskul siswa/i,” tuturnya. (**)