Kampus Unggul IIB Darmajaya Sosialisasikan Program Pascasarjana di KPU Lampung Timur

LAMTIM -(deklarasinews.com)- Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus memperluas sinergi dengan berbagai instansi melalui sosialisasi program pendidikan pascasarjana. Kali ini, sosialisasi Program Pascasarjana IIB Darmajaya digelar di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Lampung Timur, yang diikuti sejumlah pegawai KPU Lampung Timur pada Senin, (10/8/26).

Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris KPU Lampung Timur, Wynda Titra Agustina, S.Sos., yang menyambut baik kegiatan sosialisasi sebagai bagian dari upaya memberikan informasi mengenai kesempatan peningkatan kompetensi dan pendidikan bagi pegawai.

Dalam sosialisasi tersebut, IIB Darmajaya memperkenalkan berbagai informasi terkait Program Pascasarjana, khususnya program Magister Manajemen Teknologi (MMT). Materi disampaikan oleh Ketua Program Studi Magister Manajemen Teknologi IIB Darmajaya, Dr. Nurjoko, S.Kom., M.T.I., bersama Senior Staf Pascasarjana Adi Sutrisno, S.Kom., serta Senior Staf Kerja Sama Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I.

Ketua Prodi Magister Manajemen Teknologi IIB Darmajaya, Dr. Nurjoko, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi yang semakin cepat menuntut sumber daya manusia untuk terus meningkatkan kompetensi, khususnya dalam kemampuan manajerial dan pemanfaatan teknologi.

“Pendidikan magister tidak hanya berbicara mengenai peningkatan gelar akademik, tetapi juga bagaimana membangun kemampuan berpikir strategis, kepemimpinan, serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk menyelesaikan berbagai persoalan di organisasi,” ujarnya.

Menurutnya, Magister Manajemen Teknologi IIB Darmajaya menjadi salah satu pilihan bagi para profesional dan aparatur yang ingin meningkatkan kapasitas diri sekaligus memahami keterkaitan antara manajemen dan perkembangan teknologi.

Sementara itu, Senior Staf Pascasarjana IIB Darmajaya, Adi Sutrisno, S.Kom., menyampaikan berbagai informasi mengenai program, proses perkuliahan, serta kesempatan yang dapat diperoleh calon mahasiswa selama mengikuti pendidikan pascasarjana.

Sosialisasi juga menjadi ruang dialog bagi para pegawai KPU Lampung Timur untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai program pendidikan yang ditawarkan IIB Darmajaya.

Di sisi lain, Senior Staf Kerja Sama IIB Darmajaya, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I., mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen IIB Darmajaya dalam membangun kolaborasi dengan berbagai instansi, baik pemerintahan maupun dunia industri.

“Kami berharap sosialisasi ini tidak berhenti pada penyampaian informasi, tetapi dapat menjadi awal dari kerja sama yang lebih luas antara IIB Darmajaya dengan KPU Lampung Timur, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia,” katanya.

Ia menambahkan, peningkatan kompetensi sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi perubahan lingkungan kerja yang semakin dinamis dan berbasis teknologi.

Kegiatan sosialisasi berlangsung dalam suasana interaktif dengan adanya diskusi antara tim IIB Darmajaya dan pegawai KPU Lampung Timur. Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya berharap semakin banyak profesional yang memperoleh akses informasi mengenai peluang melanjutkan pendidikan ke jenjang pascasarjana. (**)

Belanja Ceria Bersama Anak Yatim, PLN UID Lampung Hadirkan Kebahagiaan dan Edukasi Keselamatan Listrik di Hari Anak Nasional 2026

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional 2026, YBM PLN UID Lampung bersama Srikandi PLN UID Lampung dan PIKK PLN UID Lampung menggelar kegiatan Belanja Ceria Bersama Anak Yatim di Ciplaz Lampung (Ramayana). Kegiatan ini diikuti puluhan anak yatim dan duafa sebagai wujud kepedulian PLN dalam mendukung kebutuhan pendidikan sekaligus menghadirkan kebahagiaan bagi anak-anak.

Dalam kegiatan tersebut, para peserta diajak berbelanja langsung perlengkapan sekolah sesuai kebutuhan masing-masing. Selain itu, PLN juga menyerahkan bingkisan berupa tas sekolah lengkap dengan perlengkapan belajar serta paket makanan sebagai bentuk dukungan untuk menyambut tahun ajaran baru.

Sebagai bagian dari kegiatan, PLN turut memberikan edukasi mengenai keselamatan ketenagalistrikan. Anak-anak dikenalkan pada pentingnya menggunakan listrik secara aman, bahaya bermain di sekitar jaringan dan instalasi listrik, serta langkah-langkah sederhana untuk mencegah kecelakaan akibat listrik sejak usia dini.

Senior Manager Keuangan, Komunikasi, Dan Umum PLN UID Lampung, Rio Widiya Nugraha, mengatakan bahwa peringatan Hari Anak Nasional menjadi momentum untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang harus kita dukung agar dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, cerdas, dan berkarakter. Melalui kegiatan Belanja Ceria Bersama ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan sekaligus memberikan semangat agar mereka terus belajar dan berani meraih cita-cita. Di saat yang sama, kami juga membekali mereka dengan pengetahuan tentang keselamatan listrik sebagai bagian dari upaya membangun budaya sadar keselamatan sejak dini,” ujar Rio.

Ketua YBM PLN UID Lampung, Bennie Adenata Rag, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari amanah yang diemban YBM PLN untuk menyalurkan dana zakat, infak, dan sedekah para pegawai PLN kepada masyarakat yang membutuhkan, khususnya dalam mendukung pendidikan dan masa depan anak-anak.

“Melalui Belanja Ceria Bersama ini, kami ingin menghadirkan kebahagiaan yang sederhana namun bermakna bagi adik-adik. Kami berharap bantuan perlengkapan sekolah ini dapat menambah semangat mereka dalam menuntut ilmu dan meraih cita-cita. Dana yang disalurkan melalui YBM PLN merupakan amanah dari insan PLN yang kami wujudkan dalam berbagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Semoga kegiatan ini menjadi penyemangat bagi anak-anak untuk terus belajar, tumbuh menjadi generasi yang berakhlak, berprestasi, dan mampu memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa,” ungkap Bennie.

Ketua Srikandi PLN UID Lampung, Tarti Mudiani, mengatakan bahwa kolaborasi antara Srikandi PLN, YBM PLN, dan PIKK PLN merupakan wujud kepedulian insan PLN dalam menghadirkan program sosial yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin berbagi kebahagiaan sekaligus memberikan semangat kepada adik-adik untuk terus belajar dan meraih cita-cita. Sinergi Srikandi PLN, YBM PLN, dan PIKK PLN merupakan wujud kepedulian insan PLN untuk terus hadir dan memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya bagi anak-anak yang membutuhkan,” tutupTarti.

Kuliah Bukan Lagi Sekadar Hafal Materi! Sistem Komputer/IoT Kampus Unggul IIB Darmajaya Ubah Cara Mahasiswa Belajar Teknologi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Pernah terpikir, “Sebenarnya untuk apa saya belajar mata kuliah ini?” Pertanyaan sederhana itu kini dijawab Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Kurikulum Sistem Komputer berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Kurikulum dirancang agar mahasiswa tidak sekadar tahu apa yang dipelajari, tetapi juga memahami mengapa harus mempelajarinya, kompetensi apa yang sedang dibangun, dan akan menjadi seperti apa kemampuan mereka ketika lulus.

Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., mengatakan pendekatan tersebut membuat arah pembelajaran lebih mudah dipahami mahasiswa tanpa mengurangi standar kompetensi.

“Yang kami sederhanakan bukan tingkat kompetensinya, tetapi cara mahasiswa memahami arah belajarnya. Mahasiswa perlu mengetahui apa yang dipelajari, kemampuan apa yang harus dikuasai, dan bagaimana semuanya mengarah pada kompetensi sebagai lulusan Sistem Komputer,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (10/8/2026).

Melalui OBE, kurikulum tidak lagi dipandang sekadar sebagai daftar mata kuliah. Setiap mata kuliah dirancang memiliki keterkaitan dengan Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Capaian Pembelajaran Mata Kuliah (CPMK), sehingga mahasiswa dapat melihat hubungan antara satu pembelajaran dengan kompetensi yang ingin dicapai.

“Mahasiswa jadi bisa melihat hubungan antara apa yang mereka pelajari dengan kompetensi yang ingin dicapai. Mereka tidak hanya mengikuti mata kuliah satu per satu, tetapi memahami bagaimana setiap mata kuliah, CPMK, dan CPL saling terhubung hingga membentuk kompetensi yang dibutuhkan sebagai lulusan Sistem Komputer,” kata Dodi.

Keterhubungan itu dibangun mulai dari mata kuliah dasar seperti pemrograman, rangkaian listrik dan sistem digital hingga teknologi yang lebih kompleks seperti mikroprosesor, jaringan komputer, embedded system, sensor, Internet of Things (IoT), sistem kendali dan sistem cerdas.

Dengan pola tersebut, mahasiswa tidak berhenti pada kemampuan memahami teori. Mereka diarahkan untuk mampu menerapkan, menganalisis, merancang, mengintegrasikan hingga menguji solusi.

Dalam pembelajaran IoT, misalnya, mahasiswa tidak hanya mengenal konsep Internet of Things, tetapi juga belajar menghubungkan sensor dan aktuator, mengelola komunikasi data, mengintegrasikan perangkat dengan platform IoT hingga mengembangkan sistem untuk menyelesaikan persoalan tertentu.

Pembelajaran kemudian diperkuat melalui Project-Based Learning (PjBL) dan Case-Based Learning (CBL). Mahasiswa didorong menggabungkan berbagai pengetahuan untuk menghasilkan prototipe, sistem monitoring, perangkat berbasis sensor, sistem kendali, aplikasi IoT maupun sistem cerdas.

“Mahasiswa tidak hanya belajar bagaimana sebuah teknologi bekerja, tetapi juga bagaimana menggunakannya untuk menyelesaikan masalah,” jelas Dodi.

Kurikulum juga menyelaraskan kompetensi dengan sistem penilaian. Karena itu, kemampuan mahasiswa tidak hanya diukur melalui ujian tertulis, tetapi juga melalui praktikum, tugas, studi kasus, proyek, presentasi, portofolio dan bentuk asesmen lainnya sesuai karakteristik mata kuliah.

Bagi mahasiswa, pola tersebut membuat perjalanan belajar dari semester awal hingga akhir menjadi lebih terarah. Kompetensi dasar yang diperoleh pada semester awal menjadi fondasi untuk mempelajari teknologi yang lebih kompleks hingga diterapkan dalam proyek, kerja praktik, penelitian dan skripsi.

Bagi calon mahasiswa dan orang tua, struktur kurikulum ini juga memberikan gambaran lebih jelas mengenai kompetensi yang akan dibangun selama kuliah, khususnya bagi mereka yang tertarik pada IoT, perangkat cerdas, embedded system, jaringan komputer, otomasi dan teknologi digital.

“Kami ingin mahasiswa sejak semester awal mengetahui perjalanan kompetensinya. Ketika arah belajarnya dipahami, mereka akan lebih mudah menyadari bahwa setiap tugas, praktikum, proyek maupun ujian mempunyai kontribusi terhadap kemampuan yang harus dimiliki saat lulus,” tutur Dodi.

Melalui Kurikulum Sistem Komputer 2025 berbasis OBE, Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya berupaya menjadikan pembelajaran lebih terarah, relevan dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan dunia kerja. (**)

STKIP PGRI Papua Dorong Nilai Tambah Sagu Kampung Menawi lewat Edukasi Biologi dan Pengolahan Pangan

KEP. YAPEN -(deklarasinews.com)-  STKIP PGRI Papua memberdayakan Kelompok Tani Sagu Kampung Menawi/Roipi 1, Distrik Angkaisera, Kabupaten Kepulauan Yapen, melalui program pengabdian kepada masyarakat yang didapatkan dari hibah Dikti program studi pendidikan biologi melaksanakan kegiatan dengan fokus mengintegrasikan edukasi biologi dan teknologi pengolahan pangan lokal. Program ini bertujuan meningkatkan nilai tambah sagu dan mendorong kemandirian ekonomi warga. Kegiatan ditutup pada Minggu, 9 Agustus 2026.

Serah terima peralatan untuk pengabdian masyarakat dilakukan pada 18 Juli 2026. Acara dihadiri Ketua STKIP PGRI Papua Drs. Orgenes Runtuboi, M.Si., perwakilan pemerintah kampung, anggota kelompok tani, dosen, mahasiswa, dan masyarakat setempat. Program ini dibiayai melalui hibah pengabdian dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi dan dilaksanakan oleh Program Studi Pendidikan Biologi.

Menurut Drs. Orgenes Runtuboi, perguruan tinggi tidak boleh berperan sebagai “menara gading” semata, melainkan harus menjadi obor bagi masyarakat. Ia menegaskan bahwa pengabdian masyarakat merupakan bagian penting dari Tridarma Perguruan Tinggi dan berharap program memberi dampak nyata bagi kelompok tani sagu di Kampung Menawi.

Potensi lokal dan tujuan program

Kampung Menawi kaya akan sumber pangan lokal, terutama sagu dan berbagai umbi-umbian, yang memiliki nilai ekologis, sosial, dan budaya. Selama ini pemanfaatannya lebih banyak untuk konsumsi sederhana atau dijual sebagai bahan mentah sehingga nilai ekonominya belum maksimal. Program ini dirancang untuk membangun kemampuan masyarakat mengolah sagu secara mandiri menggunakan teknologi tepat guna sederhana, bukan untuk mengembangkan industri skala besar.

Dukungan dan keterlibatan masyarakat

Pemerintah Kampung Menawi, yang diwakili Sekretaris Kampung atas nama Kepala Kampung Herkilas Bonai, menyambut baik inisiatif tersebut dan berharap kegiatan berlangsung berkelanjutan, bukan sekadar serah terima peralatan. Ketua Kelompok Tani, yang diwakili Engel Daud Kaui, menyatakan kesiapan kelompok untuk mendukung program hingga tuntas dan mengharapkan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Pelaksanaan teknis dan edukasi biologi

Tim pengabdian dipimpin oleh Muhamad Imron, M.Pd., dengan anggota Dwi Yarmalinda, M.Pd., dan Roy Marthen Rahanra, M.Si.

Kegiatan melibatkan lima dosen undangan, lima mahasiswa, serta masyarakat mitra. Setelah serah terima peralatan, pada 19–20 Juli 2026 dilakukan penebangan sagu dan pengambilan pati, sebagai tahap awal pengolahan bahan baku. Pada 21–22 Juli 2026 tim memberikan sosialisasi pengolahan pangan yang dikaitkan dengan edukasi biologi, meliputi nilai gizi sagu, prinsip higienitas, keamanan pangan, serta perubahan fisika-kimia selama pengolahan. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat memperoleh keterampilan teknis sekaligus pemahaman ilmiah tentang pengolahan pangan.

Dari pati ke tepung hingga produk jadi

Setelah proses penjemuran dan pengeringan, pada 3 Agustus 2026 sagu dikayak untuk menghasilkan tepung dengan tekstur halus.

Tepung kemudian ditimbang dan dikemas masing-masing 500 gram sebagai produk setengah jadi yang siap dipasarkan. Selanjutnya tepung sagu dimanfaatkan untuk produksi kue kering (cookies) yang diproduksi bersama mahasiswa dan anggota kelompok tani. Dalam uji pasar awal dihasilkan 25 kemasan cookies ukuran 120 gram, masing-masing dijual seharga Rp10.000; seluruhnya laku terjual, menandakan respon pasar yang positif meski masih berskala kecil.

Pendekatan pemberdayaan berkelanjutan

Program menempatkan masyarakat sebagai subjek utama dalam perencanaan, pelaksanaan, praktik produksi, dan evaluasi. Teknologi yang diterapkan sederhana sehingga dapat dijalankan sebagai unit produksi bersama atau usaha rumah tangga. Keberhasilan awal membuka peluang pengembangan produk, perbaikan mutu, variasi, kemasan, dan strategi pemasaran yang lebih luas.

Langkah berikutnya

Tim pengabdian berharap kegiatan ini berlanjut melalui pendampingan lanjutan, penelitian terapan, dan pemanfaatan pengalaman lapangan sebagai bahan ajar kontekstual bagi mahasiswa Pendidikan Biologi. Bagi masyarakat Kampung Menawi, program ini diharapkan mengubah pandangan terhadap sagu: dari bahan pokok sederhana menjadi sumber pengetahuan, produk bernilai tambah, dan peluang ekonomi lokal.

Acara penutupan program dilaksanakan pada 9 Agustus 2026 di Kampung Menawi, Distrik Angkaisera.

Dorong Budaya 3R Berbasis Teknologi, KKL-PPM Universitas Malahayati Kenalkan AI Barcode untuk Edukasi Sampah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui berbagai pendekatan inovatif. Salah satunya dilakukan Kelompok 60 KKL-PPM Universitas Malahayati dengan menghadirkan teknologi AI Barcode pada papan edukasi sampah.

Inovasi tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong penerapan budaya 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di tengah masyarakat dengan memanfaatkan teknologi yang mudah diakses melalui telepon pintar.

Melalui papan edukasi yang dilengkapi barcode, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai tata cara pemilahan sampah, khususnya sampah anorganik, hanya dengan memindai barcode menggunakan kamera ponsel.

Langkah tersebut diharapkan dapat membuat edukasi mengenai pengelolaan sampah menjadi lebih praktis, menarik, dan mudah dipahami oleh berbagai kalangan masyarakat.

Konsep AI Barcode memungkinkan papan edukasi tidak hanya berfungsi sebagai media informasi secara visual, tetapi juga menjadi pintu masuk bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi tambahan melalui perangkat digital.

Warga cukup mengarahkan kamera ponsel ke barcode yang tersedia. Setelah dipindai, informasi mengenai jenis sampah, proses pemilahan, serta langkah pengelolaan sampah dapat diakses dengan lebih mudah.

Pendekatan berbasis teknologi ini diharapkan mampu menjawab tantangan edukasi lingkungan di tengah kebiasaan masyarakat yang semakin dekat dengan perangkat digital.

Kelompok 60 KKL-PPM Universitas Malahayati menilai penggunaan teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan minat masyarakat dalam memahami pengelolaan sampah secara benar.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan sampah dapat dimulai dari langkah sederhana, yakni memilah sampah sejak dari sumbernya.

Sampah anorganik seperti plastik, botol, kardus, dan material lainnya perlu dipisahkan berdasarkan jenisnya agar lebih mudah dimanfaatkan kembali atau didaur ulang.

Penerapan prinsip 3R juga diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, tetapi berkembang menjadi kebiasaan sehari-hari.

Reduce dilakukan dengan mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, reuse dengan menggunakan kembali barang yang masih layak, sedangkan recycle dilakukan melalui proses pengolahan kembali material menjadi produk yang dapat dimanfaatkan.

Kehadiran AI Barcode pada papan edukasi sampah menunjukkan bahwa perkembangan teknologi dapat dimanfaatkan untuk mendukung gerakan pelestarian lingkungan.

Kelompok 60 KKL-PPM Universitas Malahayati berharap inovasi tersebut dapat membantu masyarakat mendapatkan informasi pengelolaan sampah secara cepat sekaligus meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.

Dengan semakin banyak masyarakat yang memahami dan menerapkan pemilahan sampah, jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan akhir diharapkan dapat ditekan.

Pada akhirnya, gerakan sederhana melalui pemilahan sampah dari rumah dapat menjadi bagian dari upaya membangun lingkungan yang lebih sehat, bersih, dan lestari.

Melalui inovasi berbasis teknologi tersebut, Kelompok 60 KKL-PPM Universitas Malahayati menunjukkan bahwa edukasi lingkungan dapat dikemas secara kreatif dan adaptif dengan perkembangan zaman, sekaligus mendorong masyarakat menjadi bagian aktif dalam mewujudkan budaya 3R.(Red)

SMA YP Unila Raih Green School Award 2026 Dari APPeL Hijau Indonesia

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– SMA YP Unila kembali menorehkan prestasi membanggakan. Pada tahun 2026, SMA YP Unila memperoleh penghargaan Anugerah Sekolah Hijau (Green School Award) yang diberikan oleh DPP Asosiasi Penggerak Perpustakaan dan Literasi Hijau Indonesia (APPeL Hijau Indonesia).

Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas komitmen dan konsistensi SMA YP Unila dalam membangun budaya sekolah yang peduli terhadap lingkungan serta mendorong tumbuhnya kesadaran warga sekolah untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan.

Predikat Green School Award 2026 tidak hanya menjadi sebuah penghargaan, tetapi juga menjadi bukti bahwa upaya menciptakan lingkungan sekolah yang nyaman dan ramah lingkungan merupakan bagian penting dari proses pendidikan di SMA YP Unila.

Melalui berbagai kegiatan dan pembiasaan di lingkungan sekolah, nilai-nilai kepedulian terhadap lingkungan terus ditanamkan kepada peserta didik. Hal tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk karakter siswa yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan.

Penghargaan dari APPeL Hijau Indonesia ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh warga SMA YP Unila untuk terus meningkatkan berbagai program yang berkaitan dengan penghijauan, kebersihan, pengelolaan lingkungan, serta budaya literasi yang mendukung terciptanya sekolah berkelanjutan.

Bagi SMA YP Unila, sekolah hijau bukan sekadar tentang banyaknya tanaman atau lingkungan yang terlihat asri. Lebih dari itu, sekolah hijau merupakan sebuah budaya yang mengajak seluruh warga sekolah untuk memiliki kesadaran dan tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan.

Kepala SMA YP Unila, Dra. Mey Sriyani, M.M., menyampaikan apresiasi atas penghargaan yang diraih tersebut. Menurutnya, penghargaan ini merupakan hasil dari kerja sama dan kepedulian seluruh warga sekolah.

“Penghargaan ini menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus menjaga dan mengembangkan budaya peduli lingkungan di SMA YP Unila. Sekolah hijau bukan hanya tentang lingkungan yang bersih dan asri, tetapi bagaimana kepedulian terhadap lingkungan menjadi bagian dari karakter seluruh warga sekolah,” ungkapnya.

Ia juga berharap penghargaan tersebut dapat semakin mendorong seluruh siswa, guru, dan tenaga kependidikan untuk bersama-sama menjaga lingkungan sekolah serta menerapkan perilaku ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Dewan Pengurus YP Unila, Dr. Ryzal Perdana, M.Pd., turut menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas capaian ini.

“Kami dari pihak yayasan sangat mengapresiasi pencapaian ini. Anugerah Sekolah Hijau bukan hanya kebanggaan bagi SMA YP Unila, tetapi juga menjadi cerminan bahwa nilai-nilai keberlanjutan dan kepedulian lingkungan telah tertanam kuat dalam ekosistem pendidikan kami. Ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan karakter dan pendidikan lingkungan dapat berjalan seiring dengan pencapaian akademik,” ujar Dr. Ryzal.

Ia menambahkan, pihak yayasan akan terus mendukung penuh berbagai inisiatif sekolah dalam membangun budaya hijau, termasuk memberikan fasilitas dan sumber daya yang diperlukan agar program-program pelestarian lingkungan dapat terus berkembang dan berkelanjutan di seluruh unit pendidikan di bawah naungan Yayasan YP Unila.

Dengan diraihnya Anugerah Sekolah Hijau (Green School Award) 2026, SMA YP Unila semakin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya mendukung prestasi akademik, tetapi juga membangun generasi yang peduli terhadap keberlanjutan lingkungan.

Prestasi ini menjadi bagian dari perjalanan SMA YP Unila dalam mewujudkan semangat “Sekolahnya Juara, Juaranya Sekolah”, dengan terus menghadirkan berbagai inovasi, prestasi, dan budaya positif bagi seluruh warga sekolah.(Red)

Tak Sekadar Hobi Game, Alumnus SMK Citra Angkasa Muhammad Rifa’i Bidik Masa Depan Lewat PTI Kampus Unggul Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bermain game bagi Muhammad Rifa’i bukan sekadar hiburan. Di balik hobinya itu, lulusan SMK Citra Angkasa School ini justru penasaran dengan bagaimana teknologi mampu menghadirkan grafis 3D yang realistis, efek animasi yang semakin canggih, hingga sistem permainan yang membutuhkan strategi dan kekompakan tim. Rasa ingin tahu itulah yang mengantarkannya memilih Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Menurut Rifa’i, perkembangan teknologi informasi membuka peluang karier yang sangat luas. Ia ingin mendalami dunia komputer agar memiliki kompetensi yang dibutuhkan industri sekaligus lebih siap memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah.

“Saya memilih Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi karena ingin menguasai dunia komputer dan lebih mudah melamar pekerjaan setelah lulus,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (4/8/2026).

Ketertarikannya terhadap dunia teknologi juga tumbuh dari hobinya bermain game. Baginya, setiap permainan menyimpan banyak hal yang menarik untuk dipelajari, mulai dari perkembangan grafis tiga dimensi (3D graphics), efek animasi yang semakin nyata, hingga strategi kerja sama antarpemain untuk mencapai tujuan bersama.

“Saya penasaran bagaimana sebuah game bisa memiliki grafis 3D dan efek animasi yang semakin canggih. Selain itu, saat bermain saya juga belajar tentang strategi, komunikasi, dan pentingnya kekompakan tim untuk meraih kemenangan,” ungkapnya.

Selain memilih program studi yang sesuai dengan minatnya, Rifa’i juga menjatuhkan pilihan kepada IIB Darmajaya karena biaya kuliahnya yang terjangkau dan reputasinya sebagai kampus yang telah dipercaya masyarakat, khususnya di bidang teknologi.

“Saya memilih Kampus Darmajaya karena biaya pembayarannya lebih murah dan ekonomis. Selain itu, Darmajaya juga sudah terpercaya,” katanya.

Di luar kesibukannya bermain game, Rifa’i juga rutin melakukan jogging untuk menjaga kebugaran tubuh. Menurutnya, keseimbangan antara aktivitas fisik dan hobi membuatnya lebih fokus dalam belajar dan mengembangkan kemampuan diri.

Melalui Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi Kampus Unggul IIB Darmajaya, Rifa’i berharap dapat memahami lebih dalam tentang teknologi komputer, pengembangan perangkat lunak, serta berbagai inovasi digital yang menjadi fondasi perkembangan industri saat ini. Ia optimistis, bekal ilmu yang diperoleh selama kuliah akan membantunya mewujudkan cita-cita berkarier di bidang teknologi informasi sekaligus berkontribusi dalam pengembangan teknologi di masa depan. (**)

Siap Kuasai Teknologi Masa Depan! Buku Karya Dosen Prodi Sistem Komputer Kampus Unggul IIB Darmajaya Ini Bongkar Rahasia Sensor, IoT, hingga Embedded System

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Di tengah pesatnya perkembangan Internet of Things (IoT), robotika, dan kecerdasan buatan (AI), penguasaan teknologi sensor dan aktuator menjadi kompetensi yang wajib dimiliki lulusan bidang teknologi. Menjawab kebutuhan tersebut, dosen Program Studi Sistem Komputer Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menghadirkan buku Sensor dan Aktuator, sebuah referensi pembelajaran yang dirancang untuk membantu mahasiswa memahami konsep hingga implementasi teknologi sensor secara komprehensif.

Buku yang diterbitkan oleh PT Bukuloka Literasi Bangsa ini merupakan karya Ketua Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya, Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., bersama dosen Program Studi Sistem Komputer Retno Dwi Handayani, S.Kom., M.T.I., dan Nurfiana, S.Kom., M.Kom. Kehadiran buku ini menjadi wujud komitmen civitas academica IIB Darmajaya dalam menghadirkan bahan ajar yang relevan dengan perkembangan teknologi sekaligus mendukung peningkatan kualitas pembelajaran.

Disusun dalam tujuh bab, buku ini mengajak pembaca memahami dunia sensor dan aktuator secara bertahap. Mulai dari pengenalan sensor, transduser, dan aktuator, teknik kalibrasi, pengkondisian sinyal, berbagai jenis sensor berdasarkan besaran fisis, rangkaian antarmuka sensor, sistem akuisisi data, hingga integrasi sensor dan aktuator dalam perancangan sistem terbenam (embedded system).

Tidak berhenti pada teori, buku ini juga membahas berbagai teknologi yang digunakan di dunia industri, seperti komunikasi data digital menggunakan UART, SPI, I2C, dan CAN, pemanfaatan Analog to Digital Converter (ADC), perancangan driver aktuator, kontrol PWM, hingga studi kasus yang memberikan gambaran nyata tentang implementasi sensor dan aktuator pada berbagai perangkat cerdas.

Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I. mengatakan bahwa buku ini disusun untuk menjembatani kebutuhan mahasiswa terhadap referensi yang mudah dipahami, tetapi tetap memiliki kedalaman materi yang sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini. “Sensor dan aktuator merupakan komponen utama dalam berbagai sistem cerdas. Melalui buku ini kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami konsep dasarnya, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam pengembangan proyek, penelitian, maupun inovasi berbasis Internet of Things, embedded system, dan otomasi,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (5/8/26).

Menurutnya, pembelajaran akan menjadi lebih efektif ketika mahasiswa memiliki referensi yang tidak hanya menjelaskan teori, tetapi juga menghubungkannya dengan praktik dan kebutuhan industri. Karena itu, materi dalam buku disusun secara sistematis agar dapat digunakan sebagai pegangan selama perkuliahan maupun pengembangan proyek.

Lebih dari sekadar buku ajar, Sensor dan Aktuator diharapkan menjadi bekal bagi mahasiswa untuk meningkatkan kompetensi di era transformasi digital. Dengan pemahaman yang kuat terhadap teknologi sensor, mahasiswa diharapkan mampu menciptakan berbagai inovasi yang memberikan solusi bagi kebutuhan masyarakat dan dunia industri.

Terbitnya buku ini sekaligus mempertegas komitmen Program Studi Sistem Komputer IIB Darmajaya dalam membangun budaya akademik yang produktif melalui karya ilmiah. Melalui kontribusi para dosennya, IIB Darmajaya terus menghadirkan inovasi pembelajaran yang tidak hanya memperkaya literatur di bidang sistem komputer, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa menjadi lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap bersaing di era teknologi digital. (**)

Mahasiswa Hukum Bisnis Kampus Unggul IIB Darmajaya Bakal Terjun Langsung Layani Masyarakat, Gandeng Kemenkum Lampung! Praktik Hukum Kini Dimulai dari Desa/Kelurahan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dalam mendukung implementasi Kampus Berdampak sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Kali ini, Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Provinsi Lampung tentang Penempatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan di Provinsi Lampung. Penandatanganan PKS oleh Kepala Kanwil Kemenkum Taufiqurrakhman, S.Sos., S.H., M.Si. berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Lampung pada Kamis, (6/8/26) dan menjadi langkah strategis dalam memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa untuk terjun langsung memberikan layanan bantuan hukum kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (FDHPT) IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., serta Ketua Program Studi Hukum Bisnis, Mashuril Anwar, S.H., M.H.

Dekan FDHPT IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Kanwil Kemenkum Lampung menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

“Kerja sama ini memberikan ruang belajar yang nyata bagi ma

(pelitaekspres.com) – BANDAR LAMPUNG – Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus memperkuat kolaborasi dengan berbagai instansi pemerintah dalam mendukung implementasi Kampus Berdampak sekaligus meningkatkan kompetensi mahasiswa.

Kali ini, Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Provinsi Lampung tentang Penempatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) atau Kuliah Kerja Lapangan (KKL) pada Pos Bantuan Hukum (Posbankum) Desa/Kelurahan di Provinsi Lampung. Penandatanganan PKS oleh Kepala Kanwil Kemenkum Taufiqurrakhman, S.Sos., S.H., M.Si. berlangsung di Kantor Wilayah Kementerian Hukum Provinsi Lampung pada Kamis, (6/8/26) dan menjadi langkah strategis dalam memberikan pengalaman praktik kepada mahasiswa untuk terjun langsung memberikan layanan bantuan hukum kepada masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.

Kegiatan tersebut disaksikan oleh Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Teknologi (FDHPT) IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., serta Ketua Program Studi Hukum Bisnis, Mashuril Anwar, S.H., M.H.

Dekan FDHPT IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, menyambut baik kerja sama tersebut. Menurutnya, kolaborasi dengan Kanwil Kemenkum Lampung menjadi kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah sekaligus meningkatkan kepekaan terhadap persoalan hukum yang dihadapi masyarakat.

“Kerja sama ini memberikan ruang belajar yang nyata bagi mahasiswa. Mereka tidak hanya memahami teori hukum di kelas, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana pelayanan bantuan hukum diberikan kepada masyarakat. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengatakan bahwa kerjasama ini juga relevan untuk mendukung pembelajaran hukum klinis di Prodi Hukum Bisnis Darmajaya dengan penempatan mahasiswa di Posbankum Desa/Kelurahan akan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang hukum praktis.

“Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan edukasi hukum, membantu administrasi layanan bantuan hukum, hingga memahami berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat. Pengalaman tersebut tentunya akan menjadi nilai tambah ketika mereka memasuki dunia kerja,” katanya.

Melalui kerja sama ini, bukti kehadiran akademisi dalam mewujudkan keadilan, khususnya bagi masyarakat tidak mampu. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik, profesional, serta keterampilan komunikasi dan penyelesaian masalah secara langsung di tengah masyarakat.

Selain mendukung pelaksanaan KKN dan KKL, PKS ini juga menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan bantuan hukum serta meningkatkan kesadaran hukum di Provinsi Lampung.

Kerja sama tersebut sekaligus mempertegas komitmen IIB Darmajaya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berbasis praktik, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat, sehingga menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan dunia profesional. (**)

hasiswa. Mereka tidak hanya memahami teori hukum di kelas, tetapi juga dapat melihat langsung bagaimana pelayanan bantuan hukum diberikan kepada masyarakat. Ini menjadi bekal penting dalam membentuk lulusan yang profesional, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengatakan bahwa kerjasama ini juga relevan untuk mendukung pembelajaran hukum klinis di Prodi Hukum Bisnis Darmajaya dengan penempatan mahasiswa di Posbankum Desa/Kelurahan akan memperkuat kompetensi mahasiswa dalam bidang hukum praktis.

“Melalui program ini, mahasiswa akan memperoleh pengalaman langsung dalam memberikan edukasi hukum, membantu administrasi layanan bantuan hukum, hingga memahami berbagai persoalan hukum yang berkembang di masyarakat. Pengalaman tersebut tentunya akan menjadi nilai tambah ketika mereka memasuki dunia kerja,” katanya.

Melalui kerja sama ini, bukti kehadiran akademisi dalam mewujudkan keadilan, khususnya bagi masyarakat tidak mampu. Mahasiswa juga diharapkan mampu mengembangkan kemampuan akademik, profesional, serta keterampilan komunikasi dan penyelesaian masalah secara langsung di tengah masyarakat.

Selain mendukung pelaksanaan KKN dan KKL, PKS ini juga menjadi wujud sinergi antara dunia pendidikan tinggi dengan pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap layanan bantuan hukum serta meningkatkan kesadaran hukum di Provinsi Lampung.

Kerja sama tersebut sekaligus mempertegas komitmen IIB Darmajaya untuk terus menghadirkan pembelajaran yang berbasis praktik, kolaboratif, dan berdampak bagi masyarakat, sehingga menghasilkan lulusan yang adaptif, kompeten, dan siap menjawab tantangan dunia profesional. (**)

Menginspirasi! Kepala SMAN 16 Bandar Lampung Tuntaskan Studi S2 di MMT Kampus Unggul Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Di tengah kesibukannya memimpin SMAN 16 Bandar Lampung, Kusnadi, S.Pd. membuktikan bahwa semangat belajar tidak mengenal usia maupun jabatan. Kusnadi berhasil menyelesaikan sidang tesis Program Pascasarjana Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Rabu (5/8/26).

Sidang tesis yang berlangsung di Gedung Pascasarjana IIB Darmajaya menjadi tahapan akhir perjalanan akademik Kusnadi menuju gelar Magister Manajemen Teknologi (MMT). Dalam sidang tersebut, ia mempresentasikan tesis berjudul “Pengaruh Kepemimpinan, Lingkungan Kerja, dan Penggunaan Media Online dalam Proses Pembelajaran terhadap Kinerja Guru SMA Negeri 16 Bandar Lampung.

Penelitian itu mengkaji pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, lingkungan kerja yang kondusif, serta pemanfaatan media pembelajaran berbasis digital terhadap peningkatan kinerja guru. Topik tersebut dinilai relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan yang terus berkembang di era transformasi digital.

Dalam penyusunan tesisnya, Kusnadi dibimbing oleh Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A., dengan tim penguji Dr. Wasilah, S.Kom., M.T. dan Dr. Khaidarmansyah, S.H., M.Pd.

Bagi Kusnadi, keberhasilan meraih gelar magister bukan sekadar pencapaian akademik, tetapi juga bentuk tanggung jawab sebagai pendidik untuk terus meningkatkan kompetensi. “Belajar adalah investasi yang tidak pernah berhenti. Sebagai guru maupun kepala sekolah, kita harus terus memperbarui ilmu pengetahuan agar mampu menjawab tantangan pendidikan yang terus berubah. Jangan pernah merasa cukup dengan apa yang sudah dimiliki, karena peserta didik kita membutuhkan pendidik yang terus berkembang,” ujarnya.

Ia berharap penelitian yang telah disusunnya tidak hanya menjadi syarat akademik, tetapi juga dapat menjadi referensi dalam meningkatkan kualitas pengelolaan sekolah dan kinerja guru. Kusnadi juga mengajak seluruh guru untuk menjadikan belajar sebagai budaya yang terus dipelihara sepanjang karier.

“Saya mengajak seluruh rekan guru untuk tidak berhenti belajar. Manfaatkan setiap kesempatan, baik melalui pendidikan formal, pelatihan, seminar, maupun penelitian. Semakin luas wawasan seorang guru, semakin besar pula dampak positif yang dapat diberikan kepada peserta didik dan sekolah,” ungkapnya.

Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga menjadi teladan dalam menumbuhkan budaya belajar sepanjang hayat. Karena itu, kemauan untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan serta teknologi merupakan kunci peningkatan mutu pendidikan.

Keberhasilan Kusnadi menyelesaikan pendidikan magister menjadi inspirasi bahwa dedikasi seorang pendidik tidak hanya diwujudkan melalui pengabdian di sekolah, tetapi juga melalui komitmen untuk terus belajar, berkarya, dan menghasilkan penelitian yang bermanfaat bagi kemajuan dunia pendidikan. (**)