Seminar Transformasi Pembelajaran OBE, Owner Mowgrill Bagikan Kunci Sukses Membangun Bisnis kepada Mahasiswa Kampus Unggul IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Seminar Transformasi Pembelajaran Outcome-Based Education (OBE) dalam Membangun Kompetensi Entrepreneurship dengan menghadirkan Owner Mowgrill, Bagas Wicaksana, S.Bns., sebagai narasumber. Seminar ini memberikan inspirasi kepada mahasiswa untuk membangun jiwa kewirausahaan melalui pengalaman nyata dalam merintis usaha.

Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., didampingi PIC kegiatan Lukman Hakim, S.P., M.M. yang mengajak mahasiswa mengubah pola pikir sejak dini.

“Jangan pernah berpikir menjadi seorang pekerja, tetapi berpikirlah menjadi seorang pengusaha. Kami berharap seminar hari ini dapat memberikan motivasi dan wawasan baru sehingga mahasiswa memiliki keberanian untuk memulai usaha sejak masih duduk di bangku kuliah. Semoga kegiatan ini berjalan lancar dan sukses,” ujarnya.

Dalam paparannya, Bagas Wicaksana menceritakan perjalanan bisnisnya yang penuh tantangan. Ia mengawali usaha pada 2019 dengan membuka bisnis minuman boba di Pringsewu. Berbekal semangat anak muda yang ingin terus berkembang, ia kemudian memperluas usahanya ke berbagai bidang, mulai dari bisnis fashion, reseller sepatu dan pakaian, hingga budidaya lele.

Namun, keputusan menjalankan beberapa usaha sekaligus justru menjadi pelajaran paling berharga dalam perjalanan kariernya sebagai entrepreneur.

“Saya pernah menjalankan tiga bisnis dalam satu waktu, yaitu F&B, fashion, dan ternak lele. Awalnya terlihat berjalan baik, tetapi karena tidak fokus, dalam waktu sekitar tiga bulan semuanya hancur. Dari situ saya belajar bahwa kalau ingin berbisnis, fokuslah pada satu bidang yang benar-benar kita kuasai,” ungkapnya.

Bagas mengaku sejak duduk di bangku SMP hingga SMA aktif mengikuti berbagai seminar kewirausahaan. Meski saat itu belum memahami sepenuhnya materi yang diterima, pengalaman tersebut menjadi bekal yang akhirnya membentuk pola pikirnya sebagai seorang pengusaha.

Menurutnya, mahasiswa harus memanfaatkan masa kuliah tidak hanya untuk memperoleh ilmu, tetapi juga menghasilkan karya dan keuntungan melalui usaha yang dibangun sendiri.

“Sekolah bukan hanya untuk mendapatkan ilmu, tetapi juga harus bisa menghasilkan nilai tambah. Proses belajar tidak hanya terjadi di dalam kampus, tetapi juga melalui pengalaman langsung di dunia usaha. Karena itu, saat masih kuliah atau bahkan ketika sudah bekerja nanti, usahakan tetap memiliki bisnis,” pesannya.

Berangkat dari kebutuhan masyarakat yang harus pergi ke Bandar Lampung untuk menikmati hidangan grill, Bagas melihat peluang tersebut sebagai ide bisnis. Pada 2022, ia mendirikan usaha BBQ Home Service dengan modal awal sekitar Rp7,5 juta.

“Menurut saya, modal di bawah Rp10 juta masih tergolong kecil untuk memulai usaha. Yang terpenting bukan besar kecil modalnya, tetapi keberanian memulai dan konsisten mengembangkannya,” jelasnya.

Usahanya berkembang pesat berkat strategi pemasaran sederhana melalui media sosial. Saat pertama kali diluncurkan, sekitar 80 orang membagikan ulang promosi usahanya sehingga jangkauan pasar semakin luas. Hanya dalam beberapa bulan, omzet usahanya meningkat dua kali lipat.

Meski demikian, perjalanan bisnis kembali menghadapi tantangan ketika ia mencoba mengembangkan usaha dengan menjual rice bowl berbahan dasar beef. Produk tersebut ternyata tidak sesuai dengan positioning merek yang telah dibangun sehingga mengakibatkan kerugian hingga Rp17 juta.

Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa konsistensi terhadap identitas merek dan fokus pada target pasar merupakan faktor penting dalam mempertahankan bisnis.

Melalui seminar ini, mahasiswa tidak hanya memperoleh pemahaman mengenai konsep kewirausahaan dalam pembelajaran berbasis Outcome-Based Education (OBE), tetapi juga mendapatkan gambaran nyata tentang proses membangun bisnis, menghadapi kegagalan, hingga bangkit kembali dengan strategi yang lebih matang.

Seminar ini menjadi bagian dari komitmen Program Studi Manajemen IIB Darmajaya dalam menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga berjiwa entrepreneur, inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta mampu menciptakan lapangan pekerjaan di masa depan. (**)

Calon ASN Wajib Tahu! Ketua Prodi Manajemen Unggul IIB Darmajaya Beberkan Kunci ASN Profesional yang Siap Ubah Indonesia

LAMSEL -(deklarasinews.com)- “ASN Berintegritas untuk Masa Depan Indonesia Lebih Baik.” Semangat tersebut menjadi pesan utama dalam kegiatan penyampaian materi Core Values BerAKHLAK dan Employer Branding ASN pada Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Angkatan XVI Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDM) Pemerintah Provinsi Lampung di Kantor BPSDM Natar, Lampung Selatan pada Jumat, (26/6/26).

Materi disampaikan oleh Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., yang juga Ketua Prodi Manajemen Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengajak para calon aparatur sipil negara (ASN) untuk menjadikan integritas sebagai pondasi utama dalam membangun birokrasi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Dalam paparannya, Dr. Novita Sari menjelaskan bahwa tantangan birokrasi saat ini semakin kompleks. ASN tidak hanya dituntut memiliki kompetensi teknis yang baik, tetapi juga karakter yang kuat, etika kerja yang tinggi, kemampuan beradaptasi terhadap perubahan, serta komitmen untuk memberikan pelayanan publik yang berkualitas. Menurutnya, keberhasilan reformasi birokrasi sangat bergantung pada kualitas sumber daya manusia yang mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Integritas merupakan modal utama seorang ASN. Ketika integritas menjadi budaya kerja, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah akan semakin meningkat. ASN harus menjadi pribadi yang jujur, bertanggung jawab, profesional, dan konsisten menjalankan nilai-nilai BerAKHLAK dalam setiap keputusan maupun pelayanan yang diberikan kepada masyarakat. ASN yang berintegritas adalah investasi bagi masa depan Indonesia yang lebih baik,” ujar Dr. Novita.

Ia menambahkan bahwa nilai-nilai Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif bukan hanya untuk dihafalkan, tetapi harus diimplementasikan dalam setiap aktivitas pekerjaan. ASN dituntut untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, memanfaatkan teknologi digital, membangun sinergi lintas sektor, serta memberikan pelayanan yang cepat, transparan, dan berkeadilan kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Dr. Novita mengajak seluruh peserta Latsar untuk membangun kebanggaan sebagai aparatur negara melalui semangat “Bangga Melayani Bangsa.” Menurutnya, setiap ASN memiliki peran strategis sebagai wajah pemerintah di mata masyarakat sehingga perilaku, etika, dan kualitas pelayanan akan menentukan tingkat kepercayaan publik terhadap institusi pemerintahan.

“Jadilah ASN yang tidak hanya bekerja karena kewajiban administratif, tetapi bekerja dengan hati. Berikan pelayanan terbaik, terus belajar menghadapi perubahan, jaga integritas, dan jadilah agen perubahan di unit kerja masing-masing. Ketika setiap ASN mampu menjalankan nilai BerAKHLAK secara konsisten, maka birokrasi Indonesia akan semakin profesional dan dipercaya masyarakat,” tegasnya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang sesi pelatihan yang berlangsung interaktif. Berbagai pertanyaan dan diskusi berkembang mengenai implementasi Core Values BerAKHLAK dalam menghadapi dinamika pelayanan publik di era digital.

Salah satu peserta Latsar, Hani, mengaku memperoleh banyak wawasan baru dari materi yang disampaikan. Menurutnya, nilai-nilai yang dipelajari sangat relevan dengan tantangan yang akan dihadapi sebagai aparatur sipil negara.

“Materi yang disampaikan sangat membuka wawasan kami sebagai calon ASN. Saya meyakini bahwa apabila nilai-nilai BerAKHLAK benar-benar dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai ASN, maka kualitas kinerja, profesionalisme, dan pelayanan kepada masyarakat akan meningkat. Kami tidak hanya belajar teori, tetapi juga memahami bagaimana menerapkannya dalam pekerjaan nanti,” ungkap Hani.

Melalui kegiatan Pelatihan Dasar CPNS Angkatan XVI ini, BPSDM Pemerintah Provinsi Lampung berharap seluruh peserta mampu menginternalisasikan Core Values ASN dalam setiap pelaksanaan tugas sehingga lahir aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, adaptif, berorientasi pada pelayanan, serta mampu mewujudkan tata kelola pemerintahan yang semakin baik. Semangat “ASN Berintegritas untuk Masa Depan Indonesia Lebih Baik” diharapkan menjadi komitmen bersama dalam membangun birokrasi yang melayani, dipercaya masyarakat, dan mampu menjawab tantangan pembangunan bangsa di masa depan. (**)

Alumni Manajemen IIB Darmajaya Lolos Beasiswa Penuh ke Delhi Technological University, Bukti Lulusan Kampus Unggul Mendunia

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kabar gembira datang dari salah satu alumnus Prodi Manajemen Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Alfitta Gisty yang berhasil diterima studi lanjut master of degree (S2) dengan full beasiswa di Delhi Technological University.

Alfitta Gisty menceritakan prosesnya yang unik dan penuh perjuangan. “Saya awalnya tidak mendapatkan info dari Kedutaan Besar mengenai interview. Info yang seperti ini kadang terlewat karena kesibukan. Lalu Saya inisiatif untuk mengirimkan email ke kedutaan,” ungkapnya.

Setelahnya, lanjut dia, langsung mengirimkan pesan pribadi ke education assistannya. “Di chat itu juga saya langsung menyampaikan bahwa bilang saya sudah siap kuliah di India dan berangkat bulan Juli ini,” ujarnya.

Tak lupa sebagai penguat, Alfitta meminta rekomendasi dari Ketua Prodi Manajemen Unggul Darmajaya dalam bentuk surat pengantar resmi yang berisi keterangan bahwa Alfitta memang memiliki kemampuan akademik yang membanggakan.

Alumnus Prodi Manajemen tahun 2023 ini pun diminta untuk datang ke Kedutaan untuk menjalani interview. “Ternyata mereka langsung minta saya datang ke Embassy India yang di Kuningan untuk interview kemarin Selasa (23/6). Alhamdulillah sore tadi (kemarin, 25/6) dapat kabar diterima 2 kampus dan semua Master of Business Administration (MBA) di Guru Gobind Singh Indraprasta University dan Delhi Technological University,” tuturnya.

Alfitta Gisty pun memutuskan untuk kuliah di Delhi Technological University. “Saya langsung pilih yang nomor 2 karena secara reputasi, DTU lebih oke,” imbuhnya.

Menurutnya, proses untuk studi lanjut di India memang sudah dalam rencana yang disusunnya. “Iya asal mau ngejar dan berusaha. Saya gak mau nunggu pasif. Mereka harus tahu kalau saya serius,” kata Gisty.

Sementara, Ketua Prodi Manajemen Unggul IIB Darmajaya Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., mengucapkan selamat atas diterimanya Alfitta Gisty di Delhi Technological University. “Ini membuktikan lulusan kampus unggul IIB Darmajaya dapat bersaing secara global dan memiliki kualitas yang diakui oleh institusi pendidikan dunia,” ungkapnya.

Keberhasilan ini, lanjut dia, tentu tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang diwarnai kerja keras, disiplin, kemampuan akademik yang baik, serta keberanian untuk mengambil peluang di kancah global. “Kami berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan alumni lainnya untuk terus meningkatkan kompetensi, memperluas wawasan, dan tidak ragu mengejar kesempatan studi maupun karier di luar negeri,” ujarnya.

Program Studi Manajemen IIB Darmajaya senantiasa berkomitmen membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial, kepemimpinan, komunikasi, dan pemahaman bisnis global yang relevan dengan perkembangan zaman. Kami percaya pengalaman belajar di India akan menjadi bekal berharga bagi alumni tersebut untuk mengembangkan diri sekaligus memperluas jejaring internasional.

“Semoga selama menempuh pendidikan di Delhi Technological University, yang bersangkutan dapat meraih prestasi terbaik, menjadi duta bangsa yang membanggakan, serta kelak berkontribusi bagi pembangunan Indonesia dengan ilmu dan pengalaman yang diperoleh. Kami menantikan kiprah dan kesuksesan berikutnya dari alumni Manajemen IIB Darmajaya di tingkat global,” pungkasnya.

Novi juga menambahkan bahwa Alfitta berkenan untuk sharing ilmu kepada mahasiswa dan alumni Prodi Manajemen Unggul Darmajaya yang memiliki keinginan untuk kuliah menggunakan beasiswa di India. (**)

Tiga Bisnis Mahasiswa Kampus Unggul IIB Darmajaya Raih Penghargaan, Fourteen Travel Sukses Kantongi Pendanaan Bergengsi Kemdiktisaintek RI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat kewirausahaan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menorehkan prestasi membanggakan. Tiga usaha mahasiswa terbaik menerima penghargaan dalam Seleksi Internal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 diumumkan pada pembukaan EXPO Kolaborasi Mahasiswa X UMKM di Lapangan Basket IIB Darmajaya, Kamis (25/6/26).

Penghargaan diserahkan langsung Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., kepada tiga tim usaha mahasiswa terbaik. Juara pertama diraih Fourteen Travel yang dipimpin Fanny Rizky Ardany, juara kedua Ruang Canda Trip yang dipimpin Rovaldi Rohman, dan juara ketiga Frame In Photobooth yang diketuai Faadit Dwi Al Afiq.

Prestasi yang lebih membanggakan datang dari Fourteen Travel. Usaha mahasiswa tersebut berhasil lolos sebagai penerima pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI pada kategori Usaha Bertumbuh.

Dalam sambutannya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi kampus terhadap mahasiswa yang berani berinovasi dan mengembangkan usaha sejak di bangku kuliah. “Penghargaan ini bukan sekadar tentang siapa yang menjadi juara, tetapi tentang keberanian mahasiswa untuk memulai, berinovasi, dan membangun usaha yang memiliki nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami bangga melihat semangat kewirausahaan mahasiswa Darmajaya yang terus tumbuh dan berkembang,” ujarnya.

Menurut Rektor, keberhasilan Fourteen Travel menembus pendanaan P2MW tingkat nasional menunjukkan bahwa mahasiswa IIB Darmajaya mampu bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ia menilai capaian tersebut menjadi bukti bahwa pembinaan kewirausahaan yang dilakukan kampus berjalan secara efektif.

RZ Abdul Aziz menjelaskan bahwa IIB Darmajaya terus berkomitmen membangun ekosistem kewirausahaan melalui berbagai program pendampingan, pelatihan, inkubasi bisnis, hingga fasilitasi kompetisi kewirausahaan bagi mahasiswa. “Keberhasilan Fourteen Travel harus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya. Kami ingin semakin banyak lahir entrepreneur muda dari Darmajaya yang mampu menciptakan lapangan kerja, mengembangkan inovasi, dan memberikan dampak positif bagi pembangunan ekonomi daerah maupun nasional,” katanya.

Ketua Fourteen Travel, Fanny Rizky Ardany, mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih timnya sekaligus keberhasilan memperoleh pendanaan P2MW 2026. “Kami sangat bersyukur atas penghargaan ini dan berterima kasih kepada IIB Darmajaya yang terus memberikan pendampingan serta dukungan kepada mahasiswa untuk mengembangkan usaha. Keberhasilan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus bertumbuh dan memberikan layanan terbaik kepada pelanggan,” ungkapnya.

Fanny menjelaskan bahwa Fourteen Travel berfokus pada layanan perjalanan dan wisata yang mengedepankan pengalaman, kreativitas, serta kebutuhan generasi muda. Dengan dukungan pendanaan P2MW, timnya berencana memperluas jangkauan layanan, meningkatkan kualitas produk, dan memperkuat strategi pemasaran. (**)

Siap Sambut Peserta! Aptisi Lampung Pemantapan Rakernas ke 1 Aptisi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Asosiasi Perguruan Tinggi Seluruh Indonesia (Aptisi) Provinsi Lampung menggelar rapat koordinasi persiapan rapat kerja nasional (Rakernas) ke 1 Aptisi yang akan dilaksanakan pada 22 – 23 Agustus 2026.

Rapat berlangsung di Ruang Rapat Lantai I Kampus Unggul IIB Darmajaya pada Kamis, (25/6/26) yang dipimpin Ketua Aptisi Provinsi Lampung Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc. yang juga Ketua Pelaksana Rakernas ke 1 Aptisi dihadiri para panitia secara hybrid. Dalam kesempatan tersebut Ketua Pelaksana menekankan untuk pelaksanaan acara mulai kedatangan dapat dipersiapkan dengan baik.
“Kita ingin seluruh persiapan ini khususnya di lokasi kedatangan (bandara dan pelabuhan) bisa disambut dengan baik,” ungkapnya.

Firmansyah menuturkan agar dapat berkoordinasi dengan pihak bandara maupun ASDP Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan mengenai kegiatan acara Rakernas ke 1 Aptisi. “Kita ingin seluruh PTS di Lampung dapat menyukseskan pelaksanaan Rakernas ke 1 Aptisi yang juga sudah mendapatkan support dari Gubernur Lampung,” tuturnya.

Hal senada ditambahkan Sekretaris Panitia Rakernas ke 1 Aptisi, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M. bahwa Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Brian Yuliarto juga telah menjadwalkan untuk hadir pada Rakernas. “Agenda Rakernas ini juga akan bersamaan dengan pelantikan Aptisi Provinsi Lampung di Mahan Agung pada 22 Agustus 2026,” ujarnya.

Sementara, Koordinator Acara, Yan Aditiya Pratama, S.Pd., M.M., menuturkan bahwa rapat ini merupakan pemantapan persiapan Rakernas ke 1 Aptisi di Lampung. “Rapat menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya pada pertengahan Juni di Bandung untuk finalisasi kegiatan Rakernas ke 1 Aptisi,” ungkapnya.

Yan Aditiya menambahkan bahwa peserta Rakernas ke 1 Aptisi juga akan melakukan registrasi terlebih dahulu untuk memasuki venue dengan menggunakan barcode dari panitia. “Kita ingin data peserta yang registrasi di venue dari perwakilan setiap PTS dapat sesuai dengan barcode yang dimilikinya,” tutupnya. (**)

120 Tenant Ramaikan EXPO Kolaborasi Mahasiswa X UMKM Kampus Unggul IIB Darmajaya, Cetak Entrepreneur Muda Go Internasional

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lapangan Basket Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berubah menjadi pusat kreativitas dan semangat kewirausahaan mahasiswa. Sebanyak 120 tenant memadati lapangan dalam gelaran EXPO Kolaborasi Mahasiswa X UMKM yang resmi dibuka Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. pada Kamis (25/6/26).

Beragam produk dan layanan ditampilkan, mulai dari kuliner, fesyen, kriya, jasa kreatif, hingga bisnis berbasis digital. Suasana expo dipenuhi antusiasme mahasiswa, dosen, dan pengunjung yang ingin melihat langsung hasil pengembangan bisnis mahasiswa yang selama satu semester ditempa melalui proses pembelajaran di kelas.

Dalam sambutannya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan bahwa kewirausahaan tidak cukup hanya dipelajari melalui teori, tetapi harus dipraktikkan secara langsung melalui konsep learning by doing. “Menjadi entrepreneur tidak bisa hanya belajar dari buku atau mendengarkan dosen di dalam kelas. Harus ada praktik, harus ada pengalaman langsung menghadapi konsumen, menghitung risiko, membangun strategi pemasaran, dan mengelola usaha. Karena itu, expo ini menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa,” ujarnya.

Menurut Rektor, IIB Darmajaya memiliki komitmen kuat dalam mencetak generasi wirausaha muda yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional. Salah satu bentuk keseriusan tersebut diwujudkan melalui kurikulum kewirausahaan yang menjadi keunggulan kampus. Ia menjelaskan bahwa IIB Darmajaya merupakan satu-satunya perguruan tinggi di Lampung yang memberikan mata kuliah Entrepreneurship sebanyak 6 SKS kepada mahasiswa.

“Kami ingin mahasiswa Darmajaya tidak hanya bercita-cita menjadi karyawan, tetapi juga menjadi pencipta lapangan pekerjaan. Bahkan kami berharap mereka menjadi entrepreneur masa depan yang mampu membawa produk dan bisnisnya hingga go internasional,” katanya.

Lebih lanjut, Rektor berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa selama mengikuti mata kuliah dan expo tersebut dapat menjadi bekal berharga dalam membangun usaha yang berkelanjutan.

Sementara itu, Ketua Pelaksana EXPO Kolaborasi Mahasiswa X UMKM, Novi Herawadi Sudibyo, S.Kom., M.T.I., mengatakan kegiatan tersebut merupakan implementasi nyata dari Mata Kuliah Pengembangan Bisnis yang diikuti mahasiswa dari berbagai program studi. Menurutnya, selama perkuliahan mahasiswa tidak hanya diminta menyusun konsep bisnis, tetapi juga diwajibkan membangun dan menjalankan usaha secara langsung hingga menghasilkan produk yang siap dipasarkan.

“Expo ini merupakan puncak dari proses pembelajaran pada Mata Kuliah Pengembangan Bisnis. Mahasiswa belajar bagaimana merancang ide usaha, melakukan produksi, memasarkan produk, hingga melakukan evaluasi terhadap bisnis yang dijalankan,” ujarnya.

Novi Herawadi Sudibyo menjelaskan bahwa kegiatan ini melibatkan 10 dosen pengampu yang mengajar di 16 kelas. Dari proses pembelajaran tersebut lahir 120 tenant usaha yang menampilkan berbagai inovasi bisnis mahasiswa. Ia menambahkan bahwa kolaborasi dengan pelaku UMKM juga menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui interaksi langsung dengan dunia usaha, mahasiswa memperoleh pengalaman dan wawasan mengenai tantangan bisnis yang sesungguhnya.

“Melalui expo ini kami ingin membangun mental entrepreneur mahasiswa sejak dini. Mereka belajar tidak hanya dari teori, tetapi juga dari pengalaman langsung berjualan, berinteraksi dengan konsumen, dan mengembangkan strategi bisnis yang kreatif,” katanya.

EXPO Kolaborasi Mahasiswa X UMKM menjadi bukti nyata bagaimana IIB Darmajaya terus memperkuat budaya kewirausahaan di lingkungan kampus. Melalui pembelajaran berbasis praktik dan kolaborasi dengan dunia usaha, kampus berharap dapat melahirkan lebih banyak entrepreneur muda yang inovatif, kompetitif, dan mampu memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah maupun nasional.(**)

Gubernur Mirza Dorong Lulusan Teknik Ambil Peran Aktif dalam Pembangunan Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menyampaikan dukungan sekaligus harapan besar kepada para lulusan Fakultas Teknik Universitas Lampung agar berperan aktif dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan dan menjadi bagian dari solusi bagi kemajuan daerah.

Harapan tersebut disampaikan Gubernur saat menghadiri Rapat Kerja Luar Biasa Senat Fakultas Teknik Universitas Lampung dalam rangka Yudisium Lulusan Magister, Sarjana, dan Diploma Periode VI Tahun 2026 yang berlangsung di Aula A21 Fakultas Teknik Universitas Lampung, Kamis (25/6/2026).

Dalam sambutannya, Gubernur memberikan apresiasi kepada para lulusan yang telah berhasil menyelesaikan pendidikan tinggi setelah melalui berbagai tantangan akademik. Menurutnya, pendidikan teknik tidak hanya membekali mahasiswa dengan kemampuan teoritis dan keterampilan teknis, tetapi juga membentuk pola pikir kritis, ketangguhan, serta kemampuan memecahkan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.

“Lulusan teknik di Provinsi Lampung diharapkan mampu menjadi inovator dan motivator atas berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat Lampung,” ujar Gubernur.

Gubernur menjelaskan bahwa Provinsi Lampung saat ini tengah mengalami perkembangan di berbagai sektor strategis, mulai dari pembangunan infrastruktur, kawasan industri, hilirisasi pertanian dan perkebunan, hingga sektor energi, logistik, teknologi, serta pengelolaan lingkungan.

Kondisi tersebut membuka ruang yang luas bagi para lulusan teknik untuk mengaktualisasikan ilmu pengetahuan dan kompetensi yang dimiliki.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang unggul, adaptif, dan mampu menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Karena itu, Gubernur mengajak para lulusan untuk tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga menjadi pencipta solusi yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur juga menyampaikan sebagai bentuk wujud komitmen pemerintah dalam mendukung sektor di bidang pendidikan, yakni melalui program 1 Desa 1 Sarjana sebagai salah satu prioritas program pendidikan untuk mendorong pemerataan akses perguruan tinggi dan mencetak SDM unggul hingga ke tingkat pekon/desa.

“Mulai tahun 2027, Pemerintah Provinsi Lampung akan memberikan beasiswa melalui Program 1 Desa 1 Sarjana disetiap tahunnya kepada pemuda pemudi yang ada di 2.500 desa,” ujar Gubernur.

Mengakhiri sambutannya, Gubernur menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh lulusan Fakultas Teknik Universitas Lampung. Ia juga mengajak dosen, mahasiswa, dan seluruh civitas akademika untuk terus bersinergi dengan pemerintah dalam menyelesaikan berbagai persoalan nyata di Provinsi Lampung, mendukung peningkatan produktivitas pertanian, mendorong hilirisasi industri, serta mengembangkan pemanfaatan teknologi tepat guna bagi masyarakat.

Rapat Kerja Luar Biasa Senat Fakultas Teknik Universitas Lampung tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Dekan, anggota Senat dan Civitas Akademika Fakultas Teknik Universitas Lampung, serta para Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Pemerintah Provinsi Lampung.

APTISI Pusat Matangkan Persiapan Rakernas I di UNIKOM, Lampung Siap Jadi Tuan Rumah Agustus 2026

BANDUNG -(deklarasinews.com)- Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Pusat menggelar rapat persiapan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I APTISI di Universitas Komputer Indonesia, Bandung, pada 14 Juni 2026.

Rapat digelar dalam mematangkan agenda nasional organisasi yang akan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Lampung. Pertemuan strategis ini turut dihadiri oleh Prof. Brian Yuliarto selaku Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia.

Kehadiran Menteri Diktisaintek dalam forum tersebut menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta dalam mendorong transformasi pendidikan tinggi nasional. Dalam arahannya, Menteri Brian Yuliarto menekankan bahwa perguruan tinggi harus menjadi motor penggerak inovasi, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pencetak sumber daya manusia unggul yang mampu bersaing secara global.

Rapat persiapan ini membahas berbagai aspek strategis penyelenggaraan Rakernas, mulai dari konsep acara, agenda sidang, substansi rekomendasi kebijakan, hingga kolaborasi antarwilayah APTISI. Fokus utama Rakernas I APTISI adalah penguatan tata kelola perguruan tinggi swasta, transformasi digital kampus, peningkatan mutu akademik, serta pengembangan ekosistem riset dan inovasi.

Ketua Aptisi Lampung, Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc., mengatakan bahwa Lampung dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dan inovasi daerah.

“Lampung adalah laboratorium pendidikan yang terus tumbuh. Kami ingin menjadikan Rakernas ini sebagai tonggak kebangkitan perguruan tinggi swasta di Sumatera,” tuturnya.

Sementara, Koordinator acara Rakernas I APTISI, Yan Aditiya Pratama, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa Provinsi Lampung telah mempersiapkan diri secara maksimal untuk menjadi tuan rumah penyelenggaraan agenda nasional tersebut.

“Rakernas I APTISI ini menjadi momentum penting bagi perguruan tinggi swasta di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi dan menyusun langkah strategis menghadapi tantangan pendidikan tinggi di era digital. Lampung siap menjadi tuan rumah yang tidak hanya sukses dalam penyelenggaraan, tetapi juga mampu menghadirkan forum yang produktif dan menghasilkan rekomendasi konkret bagi kemajuan PTS di Indonesia,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa Rakernas yang akan digelar pada 22–23 Agustus 2026 di Lampung diharapkan menjadi ruang konsolidasi nasional seluruh anggota APTISI untuk memperkuat peran perguruan tinggi swasta dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045. Adapun pada 22 Agustus 2026 juga akan digelar pentas budaya dan gala dinner di rumah dinas Gubernur Lampung dan 23 Agustus 2026 digelar Rakernas di Grand Mercure Hotel.

“Inshaallah Pak Menteri, Prof. Brian sudah menjadwalkannya untuk hadir langsung di Lampung. Rakernas mengusung tema “Dari Sai Bumi Ruwa Jurai untuk Indonesia Emas 2045: Penguatan Daya Saing Perguruan Tinggi Swasta yang Mandiri, Inovatif, Kolaboratif, dan Berdampak,” ucapnya.

Penyelenggaraan Rakernas I APTISI di Lampung nantinya akan menghadirkan para pimpinan perguruan tinggi swasta dari seluruh Indonesia, akademisi, serta pemangku kebijakan nasional. Forum ini diharapkan mampu menghasilkan berbagai rekomendasi strategis yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan tinggi saat ini.

Dengan adanya rapat persiapan di UNIKOM, APTISI Pusat menunjukkan komitmen kuat untuk memastikan Rakernas I berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi swasta di Indonesia.(**)

Andi Desfiandi: Expo Mahasiswa X UMKM Jadi Bukti Kolaborasi Generasi Muda dan Pengusaha

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Yayasan Alfian Husin terus mendukung pengusaha muda Lampung dalam menghadapi tantangan ekonomi daerah di Provinsi Lampung. Dia juga meminta kepada Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Lampung ikut membantu membangun Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di provinsi Ini.

“Expo UMKM yang digelar saat ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa dan UMKM bisa berkolaborasi untuk membangun ekonomi daerah. Pengusaha Lampung harus hadir, mendukung, dan mengambil bagian dalam gerakan ini,” kata Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., menanggapi gelaran Expo di Lapangan Basket Kampus IIB Darmajaya, Kamis (25/6/26)

Ia menekankan bahwa APINDO Lampung memiliki peran strategis dalam menghubungkan dunia usaha dengan kebijakan pemerintah. “APINDO harus menjadi mitra yang aktif, sehingga pengusaha Lampung termasuk UMKM tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang,” tambahnya.

Andi juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap UMKM. Menurut dia, UMKM adalah tulang punggung ekonomi Lampung. Dengan akses permodalan, pendampingan, dan digitalisasi, mereka bisa menjadi motor penggerak ekonomi lokal,” jelasnya.

Selain itu, Yayasan Alfian Husin berkomitmen mendukung peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan. “Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung bersama UMKM. Expo ini adalah contoh nyata pembelajaran berbasis pengalaman,” tegasnya.

Expo yang digelar di Lapangan Basket IIB Darmajaya menghadirkan ratusan tenant UMKM dari berbagai sektor, mulai dari kuliner, fashion, hingga produk kreatif berbasis digital. Mahasiswa berperan aktif sebagai mitra promosi, desain, dan pemasaran, dan pendampingan sehingga tercipta ekosistem kolaborasi yang saling menguntungkan.

Andi menilai kegiatan ini sebagai langkah konkret untuk memperkuat daya saing UMKM Lampung. “Ketika mahasiswa turun langsung, mereka membawa ide segar dan energi baru. UMKM mendapatkan dukungan kreatif, sementara mahasiswa memperoleh pengalaman nyata di dunia usaha,” katanya.

Dalam konteks Musyawarah Provinsi APINDO Lampung, Andi berharap lahir kepengurusan yang solid. “Sinergi antara pengusaha, APINDO, mahasiswa, dan pemerintah adalah kunci menuju Lampung yang maju dan berdaya saing,” ujarnya.

Ia menutup dengan optimisme bahwa Lampung akan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi di Sumatera. “Dengan kerja sama erat, kita bisa menjadikan Lampung sebagai contoh daerah yang maju berkat kekuatan pengusaha lokal dan kolaborasi generasi muda,” pungkasnya. (**)

Camaba Hukum Bisnis Ini Ungkap Alasan Pilih Kampus Unggul IIB Darmajaya: UKT Bersahabat dan Fasilitas Lengkap

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bagi calon mahasiswa baru (camaba) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Amelia Agustin, memilih perguruan tinggi bukan hanya soal program studi, tetapi juga mempertimbangkan kualitas dan biaya pendidikan yang terjangkau. Lulusan SMA Swadhipa Natar tersebut mantap memilih Program Studi Hukum Bisnis karena menilai IIB Darmajaya memiliki fasilitas yang lengkap, akreditasi yang baik, dan UKT yang ramah di kantong.

Menurut Amelia, berbagai keunggulan yang dimiliki IIB Darmajaya menjadi alasan utama dirinya menjatuhkan pilihan untuk melanjutkan pendidikan tinggi di kampus biru tersebut.

“Saya memilih IIB Darmajaya karena fasilitasnya bagus dan lengkap. Akreditasinya juga baik, serta UKT-nya terjangkau sehingga tidak terlalu membebani orang tua,” ujarnya saat diwawancarai pada Senin (22/6/26).

Amelia menuturkan, sebelum menentukan kampus tujuan, dirinya aktif mencari informasi mengenai perguruan tinggi yang dapat memberikan kualitas pendidikan yang baik dengan biaya yang sesuai kemampuan keluarga. Dari berbagai pilihan yang ada, IIB Darmajaya dinilai mampu memenuhi harapannya.

Selain mempertimbangkan aspek akademik, Amelia juga melihat banyak peluang yang dapat mendukung pengembangan minat dan bakat mahasiswa. Selama bersekolah di SMA Swadhipa Natar, ia dikenal aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler tari.

Pengalaman tersebut membuatnya ingin tetap berkarya dan mengembangkan kemampuan di bidang seni saat memasuki dunia perkuliahan. Karena itu, Amelia tertarik untuk bergabung dengan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) bidang seni tari yang ada di IIB Darmajaya.

Camaba Hukum Bisnis itu mengaku ingin memperdalam kemampuannya dalam berbagai jenis tarian, mulai dari tari tradisional hingga tari modern. “Saya tertarik mengikuti UKM Seni Tari karena ingin terus mengembangkan kemampuan yang sudah saya miliki. Saya juga ingin belajar lebih dalam mengenai tari tradisional maupun modern serta menambah pengalaman dan relasi dengan teman-teman yang memiliki minat yang sama,” katanya.

Keaktifannya di bidang seni, menurut Amelia, akan menjadi bekal berharga selama menjalani kehidupan kampus. Ia berharap dapat menyeimbangkan prestasi akademik dengan kegiatan organisasi dan pengembangan bakat. (**)