Dari Kampus Menuju Dunia Kerja, PKSS Lampung Gelar Walk In Interview di Kampus Unggul IIB Darmajaya

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bagi fresh graduate yang sedang mencari peluang kerja, kesempatan untuk bertemu langsung dengan perusahaan hadir di kampus. PKSS Lampung berkolaborasi dengan UPT Career Center Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar Walk In Interview di Co Working Space Darmajaya, DSC Lantai 2, Rabu (12/8/26).

Kegiatan ini menjadi ruang pertemuan langsung antara pencari kerja dan dunia industri. Para peserta berkesempatan mengikuti proses rekrutmen sekaligus menunjukkan kemampuan dan potensi yang mereka miliki kepada perusahaan.

Dalam Walk In Interview tersebut, PKSS Lampung membuka kesempatan untuk tiga posisi, yakni Frontliner, Marketing, dan Field Collection. Kesempatan ini juga terbuka bagi fresh graduate, sehingga lulusan baru memiliki peluang untuk mengawali karier tanpa harus menunggu memiliki pengalaman kerja yang panjang.

Untuk posisi Frontliner, kandidat dipersyaratkan berusia maksimal 24 tahun, sedangkan Field Collection maksimal 30 tahun. Kandidat untuk kedua posisi tersebut minimal berpendidikan D3 dari semua jurusan. Lowongan terbuka bagi laki-laki maupun perempuan, dengan persyaratan bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Lampung serta tidak memiliki tunggakan pinjaman dari pihak mana pun.

Talent Head Hunter PKSS Lampung, Dodi Al Nahyan, mengatakan perusahaan tidak hanya mempertimbangkan latar belakang pendidikan kandidat dalam proses seleksi. Kemampuan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja juga menjadi perhatian.

“Yang kami butuhkan adalah kandidat yang memiliki kemampuan analisis, critical thinking, communication skills, dan personal branding,” ujar Dodi.

Menurutnya, kemampuan tersebut dibutuhkan agar kandidat mampu menghadapi tuntutan dunia profesional, mulai dari menganalisis persoalan, berpikir kritis, berkomunikasi secara efektif, hingga membangun citra profesional.

Sementara itu, Kepala UPT Career Center IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., mengatakan Career Center berperan menjembatani alumni dengan dunia industri melalui berbagai kegiatan yang membuka akses terhadap peluang kerja.

“Career Center IIB Darmajaya memfasilitasi dan menjembatani antara alumni dan dunia industri,” ujar Lilla.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya IIB Darmajaya mendekatkan alumni dan pencari kerja dengan kebutuhan industri. Melalui Walk In Interview, peserta tidak hanya memperoleh informasi mengenai lowongan, tetapi juga dapat merasakan langsung proses seleksi dan berinteraksi dengan perusahaan.

Salah satu peserta, Felly Octavia, alumni IIB Darmajaya yang diwisuda pada 2024 dari Program Studi Akuntansi, mengaku tertarik mendaftar pada posisi Frontliner.

Felly mengaku senang karena untuk pertama kalinya mengikuti proses interview yang difasilitasi langsung oleh kampus.

“Saya merasa senang karena ini pertama kali mengikuti interview yang difasilitasi oleh kampus Darmajaya. Harapannya saya bisa berhasil dan diterima,” ungkap Felly.

Bagi Felly, kesempatan tersebut menjadi pengalaman baru sekaligus langkah untuk membuka peluang karier setelah menyelesaikan pendidikan.

Kegiatan Walk In Interview berlangsung pukul 09.00–14.00 WIB. Peserta diwajibkan membawa CV, pas foto, foto full body, dan KTP, serta mengenakan pakaian formal dan rapi. Dari kampus menuju dunia kerja, kegiatan ini menjadi salah satu upaya mempertemukan talenta muda dengan kebutuhan industri. (**)

Ir. Suparman Romans: Gelar Akademik Harus Dibuktikan dengan Karya dan Pengabdian

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka kelulusan mahasiswa Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2).

Kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (12/8/2026), tersebut menjadi salah satu momen penting dan membanggakan bagi para wisudawan. Kehadiran keluarga, para akademisi, serta sivitas akademika STISIPOL Candradimuka turut memberikan suasana penuh kebahagiaan dalam prosesi tersebut.

Sidang Senat Terbuka ini menandai keberhasilan para mahasiswa dalam menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan akademik yang telah mereka tempuh. Tidak hanya menjadi seremoni kelulusan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengapresiasi perjuangan, kerja keras, serta dedikasi para mahasiswa selama menjalani proses perkuliahan.

Pada kesempatan itu, sejumlah lulusan dari Program Magister resmi menyelesaikan pendidikan mereka, di antaranya Magister Ilmu Komunikasi dan Magister Administrasi Publik. Para lulusan diharapkan mampu membawa pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan untuk diterapkan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat.

Ir. Suparman Romans, M.Si., tokoh masyarakat dan salah satu mahasiswa yang di wisuda menyampaikan apresiasi kepada para dosen pembimbing serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap perjalanan akademik para wisudawan hingga berhasil menyelesaikan pendidikan.

Ia menegaskan, keberhasilan meraih gelar akademik bukan berarti perjalanan pendidikan telah berakhir. Sebaliknya, kelulusan merupakan langkah awal bagi para sarjana dan magister untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang diperoleh selama berada di bangku kuliah.

Menurutnya, ilmu yang telah didapatkan hendaknya tidak hanya menjadi pencapaian pribadi, tetapi juga dapat memberikan manfaat yang lebih luas melalui karya, pengabdian, dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Momen ini menandai berakhirnya perjuangan akademik dan menjadi gerbang awal bagi kami untuk berkarya serta mengabdi kepada masyarakat. Terima kasih atas dedikasi dan semangat yang telah diberikan selama menjadi bagian dari keluarga besar kampus ini,” ujar Suparman.

Dengan digelarnya Sidang Senat Terbuka tersebut, STISIPOL Candradimuka Palembang kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki kompetensi akademik, tetapi juga mampu berkontribusi secara nyata dalam kehidupan bermasyarakat.

Bagi para wisudawan, momentum tersebut menjadi awal dari perjalanan baru. Setelah menyandang gelar akademik, mereka diharapkan mampu mengembangkan ilmu, menghadapi tantangan di dunia profesional, sekaligus memberikan kontribusi positif bagi pembangunan dan masyarakat.

(Ning)

Dari Kesulitan hingga Sukses Lewat Pendidikan, Pesan Sanusi untuk Generasi Muda Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Politik (STISIPOL) Candradimuka Palembang kembali menggelar Sidang Senat Terbuka dalam rangka wisuda Program Sarjana (S1) dan Program Magister (S2), Rabu (12/8/2026).

Kegiatan akademik tersebut berlangsung di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang dan diikuti para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan mereka di berbagai jenjang.

Salah satu wisudawan yang turut mengikuti prosesi tersebut adalah M. Sanusi, SH, MM, MH, M.I.Kom. Wisuda kali ini menjadi pencapaian tersendiri bagi Sanusi karena berhasil menambah deretan gelar akademik setelah menyelesaikan pendidikan magister.

Pencapaian tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Sejumlah papan ucapan selamat bahkan tampak menghiasi kawasan menuju lokasi pelaksanaan wisuda, menandai dukungan dan kebanggaan atas keberhasilan yang diraih.

Usai prosesi wisuda, Sanusi mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian akademik yang berhasil diraihnya. Menurutnya, keberhasilan tersebut bukan hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga diharapkan dapat memberikan motivasi kepada masyarakat, khususnya generasi muda di Palembang, agar tidak berhenti belajar dan berani melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

“Bagi teman-teman atau saudara yang ingin berkuliah, saya sangat mendukung. Mudah-mudahan ini bisa memotivasi teman-teman lainnya untuk melanjutkan ke jenjang S2 maupun S3,” kata Sanusi.

Menariknya, perjalanan pendidikan Sanusi ternyata belum berakhir. Ia mengaku masih memiliki sejumlah target akademik yang ingin diwujudkan, di antaranya melanjutkan pendidikan S2 Ilmu Pemerintahan serta menempuh pendidikan S1 Psikologi.

Bagi Sanusi, pendidikan merupakan salah satu kunci penting dalam meraih kesuksesan. Ia meyakini bahwa keinginan untuk terus belajar harus dibarengi dengan niat yang kuat serta penerapan etika dalam kehidupan sehari-hari.

“Dulu zamannya sangat susah, tapi berkat niat dan etika, alhamdulillah semua bisa tercapai. Banyak orang bertanya, untuk apa kuliah sebanyak itu? Jawabannya sederhana: karena saya ingin sukses melalui jalur pendidikan dan intelektualitas,” pungkasnya.

Kisah perjalanan akademik Sanusi menjadi gambaran bahwa proses belajar tidak mengenal batas usia maupun pencapaian. Semangatnya untuk terus menambah wawasan dan mengejar pendidikan juga menunjukkan bahwa pendidikan dapat menjadi investasi jangka panjang dalam membangun kualitas diri.

Sidang Senat Terbuka STISIPOL Candradimuka Palembang tersebut pun tidak sekadar menjadi seremoni kelulusan. Momentum itu sekaligus menjadi pengingat mengenai pentingnya membangun budaya belajar, meningkatkan literasi, serta mendorong masyarakat untuk terus mengembangkan kapasitas diri melalui pendidikan berkelanjutan.

Semangat tersebut dinilai relevan bagi Sumatera Selatan, khususnya generasi muda, agar terus memandang pendidikan sebagai salah satu fondasi penting dalam menghadapi tantangan dan persaingan di masa depan. (Ning)

Menimba Ilmu di Boyolali, Azizah Pulang ke Lampung Pilih Kuliah di Bisnis Digital Kampus Unggul Darmajaya

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Setelah menempuh pendidikan jauh dari keluarga, Azizah Khairunisa kembali ke Lampung. Lulusan MA Al-Madinah Boyolali, Jawa Tengah, ini memilih melanjutkan pendidikan tinggi di Program Studi Bisnis Digital Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Perjalanan pendidikan Azizah di Boyolali dimulai sejak lulus sekolah dasar. Atas pilihan orang tuanya, ia melanjutkan SMP di sebuah pondok di Boyolali. Pendidikan tersebut kemudian berlanjut hingga jenjang SMA di MA Al-Madinah Boyolali. “Setelah lulus SD, orang tua memilihkan pondok untuk saya melanjutkan sekolah SMP di Boyolali. Kemudian saya melanjutkan SMA di tempat yang sama, yaitu MA Al-Madinah Boyolali,” ujar Azizah saat diwawancarai pada Selasa (11/8/26).

Setelah menyelesaikan pendidikan SMA, Azizah dihadapkan pada pilihan untuk menentukan langkah berikutnya. Orang tuanya menyarankan agar ia melanjutkan kuliah di Lampung agar dapat kembali dekat dengan keluarga.

Kepulangannya ke Lampung sekaligus menjadi awal bagi Azizah untuk menentukan bidang yang ingin ditekuni. Sebagai anak ketiga dari empat bersaudara, ia mengaku sejak awal tertarik pada dunia bisnis dan memiliki cita-cita membangun usaha sendiri. Ketertarikan itulah yang kemudian membawanya memilih Bisnis Digital.

Menurut Azizah, dunia usaha saat ini tidak dapat dipisahkan dari perkembangan teknologi. Seorang pebisnis tidak hanya dituntut memahami cara menjalankan usaha, tetapi juga mampu memanfaatkan teknologi untuk menjangkau pasar dan mengembangkan bisnis.

“Di era sekarang bisnis tidak bisa dipisahkan dari teknologi dan dunia digital. Karena itu, saya ingin mempelajari bagaimana cara membangun dan mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan teknologi,” katanya.

Minat tersebut semakin kuat karena Azizah juga menyukai content creation dan media sosial. Baginya, dunia digital bukan sekadar ruang untuk membuat dan membagikan konten, tetapi juga dapat menjadi sarana untuk mendukung perkembangan bisnis.

“Saya juga tertarik dengan dunia content creation dan media sosial, sehingga saya merasa jurusan Bisnis Digital sesuai dengan minat dan tujuan saya,” tuturnya.

Pilihan untuk kuliah di IIB Darmajaya pun menjadi langkah Azizah untuk mengembangkan minat tersebut. Ia ingin memperoleh bekal yang memadukan pengetahuan bisnis dengan kemampuan memahami teknologi dan dunia digital.

“Saya ingin mendapatkan ilmu yang tidak hanya berkaitan dengan bisnis, tetapi juga memahami teknologi dan dunia digital yang sangat dibutuhkan dalam membangun usaha saat ini,” ujarnya.

Kini, perjalanan Azizah yang dimulai dari Lampung, berlanjut ke Boyolali, dan kembali lagi ke tanah kelahirannya memasuki babak baru. Ia datang ke IIB Darmajaya membawa pengalaman belajar jauh dari keluarga sekaligus cita-cita untuk membangun usaha sendiri.

Bagi Azizah, Bisnis Digital Darmajaya bukan sekadar pilihan jurusan, melainkan langkah awal untuk mengubah ketertarikannya pada bisnis, teknologi, content creation, dan media sosial menjadi bekal untuk mewujudkan cita-cita sebagai seorang pebisnis. (**)

Dosen Unila Imbau Masyarakat Tak Terprovokasi, Jaga Kondusivitas di Anak Tuha

LAMTENG -(deklarasinews.com)- Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung (UNILA), Dr. Usep Syaipudin, S.E., M.S.Ak., mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dalam menyikapi aksi pendudukan lahan di areal perkebunan PT BSA, Kecamatan Anak Tuha, Kabupaten Lampung Tengah.

Usep menilai seluruh pihak perlu mengedepankan sikap saling menahan diri serta menempuh penyelesaian melalui dialog agar persoalan yang telah berlangsung selama 277 hari tersebut tidak berkembang menjadi konflik yang merugikan masyarakat.

“Harus saling menahan diri, karena kekerasan tidak menyelesaikan masalah dan justru merugikan masyarakat,” ujar Usep, Rabu (12/8/2026).

Ia berharap penyelesaian persoalan di Anak Tuha dilakukan dengan mengedepankan pendekatan dialog dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk tokoh masyarakat serta tokoh adat.

Menurutnya, komunikasi yang baik diperlukan agar setiap persoalan yang muncul dapat dibahas secara terbuka dan dicari solusi terbaik tanpa menimbulkan tindakan yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban.

Usep juga mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai informasi yang berpotensi memicu emosi maupun tindakan anarkis.

“Masyarakat perlu berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan, agar jangan terprovokasi dan melakukan tindakan anarki,” katanya.

Ia menegaskan bahwa apabila dalam perkembangan persoalan tersebut ditemukan tindakan anarkis, seperti perusakan, dan terdapat bukti adanya pelanggaran hukum, maka proses penegakan hukum perlu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Terhadap tindakan anarkis (perusakan), perlu ditindaklanjuti. Jika memang terdapat bukti pelanggaran, perlu penegakan hukum,” ujarnya.

Usep menambahkan, kondisi keamanan dan stabilitas di daerah perlu menjadi perhatian bersama. Menurutnya, situasi yang kondusif diperlukan agar aktivitas masyarakat tetap berjalan dan iklim investasi di Lampung tetap terjaga.

“Kita harus menjaga kondusivitas dan iklim investasi di Lampung,” tambahnya.

Dari berbagai sumber pemberitaan, perkembangan aksi pendudukan lahan di areal perkebunan PT BSA yang hingga Rabu (12/8/2026) telah memasuki hari ke-277.

Berdasarkan perkembangan di lapangan, massa dari tiga kampung memasuki areal perkantoran PT BSA setelah mengetahui adanya aktivitas pemanenan kelapa sawit. Massa kemudian berkumpul di sekitar perkantoran PT BSA, tepatnya di depan Asrama Askep, untuk meminta penjelasan mengenai aktivitas pemanenan tersebut.

Jumlah massa yang berada di lokasi dilaporkan mencapai ratusan orang. Massa meminta pihak perusahaan memberikan penjelasan mengenai kegiatan pemanenan karena terdapat tuntutan agar PT BSA tidak melakukan aktivitas di areal yang menjadi objek persoalan.

Pengamanan di lokasi dilakukan secara terukur untuk menjaga keamanan masyarakat, pekerja, maupun aset perusahaan serta mencegah tindakan yang dapat mengganggu ketertiban umum.

Kondisi di lokasi hingga saat ini dilaporkan masih kondusif dan terkendali. Masyarakat di sekitar lokasi diimbau tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap menjalankan aktivitas secara tertib.

Masyarakat juga diimbau tetap tenang, tidak melakukan tindakan anarkis, serta memberikan ruang bagi proses penyelesaian persoalan secara tertib sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dosen Sistem Informasi Kampus Unggul IIB Darmajaya Gandeng Mahasiswa MTI Menangkan Hibah Penelitian Kemdiktisaintek RI

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kolaborasi dosen Program Studi Sistem Informasi Unggul dan mahasiswa Program Magister Teknik Informatika Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim peneliti berhasil meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun 2026 melalui riset bertajuk “Pengembangan Early Warning System Akademik Berbasis Random Forest sebagai Mitigasi Dini Drop Out Mahasiswa.”

Penelitian tersebut diketuai oleh Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., dosen Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya, dengan melibatkan Dzaki Al Hafiz, mahasiswa Program Magister Teknik Informatika, sebagai anggota tim peneliti. Kolaborasi ini menjadi wujud sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam menghasilkan inovasi berbasis riset yang memberikan solusi bagi dunia pendidikan.

Sutedi menjelaskan bahwa penelitian ini berangkat dari tingginya angka mahasiswa yang mengalami putus studi (drop out) di berbagai perguruan tinggi. Selama ini, identifikasi mahasiswa yang berisiko sering kali dilakukan setelah permasalahan berkembang sehingga peluang intervensi menjadi semakin kecil.

“Melalui penelitian ini kami ingin menghadirkan sistem yang mampu memberikan peringatan dini kepada dosen wali maupun ketua program studi mengenai mahasiswa yang berpotensi mengalami drop out. Dengan begitu, pendampingan akademik dapat dilakukan lebih cepat sehingga peluang mahasiswa menyelesaikan studinya juga semakin besar,” ujarnya saat diwawancarai pada Jumat (7/8/2026).

Penelitian ini mengembangkan Early Warning System (EWS) berbasis algoritma Random Forest, salah satu metode machine learning yang dinilai memiliki tingkat akurasi tinggi dalam melakukan klasifikasi data. Sistem akan memanfaatkan data akademik mahasiswa, seperti indeks prestasi, kehadiran, hingga riwayat akademik lainnya untuk memprediksi tingkat risiko mahasiswa secara lebih akurat.

Selain menghasilkan prototype system, penelitian ini menargetkan publikasi pada jurnal nasional terakreditasi minimal SINTA 2, menghasilkan hak cipta (HAKI) untuk perangkat lunak yang dikembangkan, serta mendukung peningkatan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) hingga level 3.

Sutedi berharap hasil penelitian tersebut dapat menjadi solusi nyata bagi perguruan tinggi dalam meningkatkan retensi mahasiswa sekaligus memperkuat transformasi tata kelola akademik berbasis data. “Teknologi kecerdasan buatan seharusnya tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan industri, tetapi juga mampu menjawab tantangan di dunia pendidikan. Kami berharap sistem ini dapat membantu kampus mengambil keputusan secara lebih cepat, akurat, dan berbasis data sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat menyelesaikan studinya tepat waktu,” tutupnya.(*)

 

Bawa Nama Lampung ke Panggung Nasional, Mahasiswa Kampus Unggul IIB Darmajaya Sabet Winner Putera Duta Pesona Nusantara

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan di tingkat nasional ditorehkan mahasiswa Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Radja Arfinda Prasetya, mahasiswa Program Studi Pariwisata, berhasil meraih gelar Winner Putera Duta Pesona Nusantara Batch 3 yang ditetapkan di Surabaya, 3 Juli 2026.

Capaian tersebut menjadi prestasi nasional yang membanggakan bagi Radja sekaligus membawa nama Provinsi Lampung ke panggung Duta Pesona Nusantara. Melalui ajang tersebut, Radja menunjukkan kemampuan dan kualitas dirinya dalam merepresentasikan nilai pariwisata, budaya, dan pendidikan Nusantara.

Keberhasilannya meraih gelar Winner Putera menjadi bukti bahwa putra daerah Lampung mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi ini juga menjadi kesempatan bagi Radja untuk memperkenalkan potensi pariwisata dan kekayaan budaya Lampung dalam ruang yang lebih luas.

Radja Arfinda Prasetya mengaku bersyukur dapat meraih gelar Winner Putera Duta Pesona Nusantara Batch 3 sekaligus mendapat kesempatan merepresentasikan Provinsi Lampung di tingkat nasional. “Bagi saya, pencapaian ini bukan hanya tentang mendapatkan gelar, tetapi juga sebuah tanggung jawab untuk membawa nama Lampung dan memperkenalkan potensi pariwisata serta budaya yang kita miliki. Saya sangat bersyukur atas kesempatan dan pengalaman yang saya dapatkan selama mengikuti ajang ini,” ungkap Radja saat diwawancarai pada Senin (10/8/2026).

Ia berharap pencapaian tersebut dapat menjadi motivasi bagi generasi muda Lampung untuk berani menunjukkan potensi dan membawa kekayaan daerah ke tingkat nasional.

Sementara itu, Plt. Ketua Program Studi Pariwisata IIB Darmajaya, Rini Nurlistiani, S.Kom., M.T.I., mengapresiasi prestasi nasional yang diraih Radja. Menurutnya, pencapaian tersebut menjadi kebanggaan bagi Program Studi Pariwisata sekaligus menunjukkan kualitas mahasiswa dalam mengembangkan potensi diri.

“Prestasi Radja tentu menjadi kebanggaan bagi kami. Ia tidak hanya berprestasi di tingkat nasional, tetapi juga membawa nama Provinsi Lampung dan memperkenalkan potensi pariwisata serta budaya daerah di tingkat yang lebih luas,” ujarnya.

Menurut Plt. Ketua Program Studi Pariwisata, pengalaman mengikuti ajang berskala nasional menjadi bagian penting dalam pengembangan kompetensi mahasiswa. Selain kemampuan akademik, mahasiswa juga perlu memiliki kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, kreativitas, wawasan budaya, serta keberanian untuk tampil dan berkompetisi.

“Kami berharap prestasi ini dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani mengambil kesempatan, mengembangkan potensi, dan ikut mengharumkan nama Lampung melalui bidang yang mereka tekuni,” ungkapnya. (**)

Visiting Professor di Bulan Merdeka, Sekolah Pascasarjana UNJ Siapkan Pemimpin Masa Depan

JAKARTA -(deklarasinws.com)- Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (UNJ) memperkuat perannya dalam menyiapkan pemimpin masa depan melalui penguatan wawasan global, karakter akademik, serta kemampuan merespons perubahan teknologi dan persoalan lingkungan. Langkah tersebut diwujudkan melalui berbagai forum akademik nasional dan internasional, termasuk program Visiting Professor yang menghadirkan akademisi dari perguruan tinggi luar negeri.

Memasuki bulan kemerdekaan, Kampus Hijau UNJ di bawah kepemimpinan Rektor Prof. Komarudin menghadirkan hajatan akademik berwawasan global. Melalui Program Studi Doktor (S3) Linguistik Terapan, Sekolah Pascasarjana UNJ menggelar Visiting Professor bertajuk “Ecolinguistics in the Age of AI: Language, Digital Ecosystems, and Sustainability”, Senin (10/8/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Gedung Bung Hatta, Sekolah Pascasarjana UNJ, tersebut menghadirkan Associate Professor Dr. Ju Seong Lee dari The Education University of Hong Kong.

Direktur Sekolah Pascasarjana UNJ, Prof. Dedi Purwana, mengapresiasi Kaprodi S3 Linguistik Terapan UNJ, Prof. Dr. Endry Boeriswati, M.Pd., beserta tim yang mengangkat tema ekolinguistik di era AI. Menurutnya, kajian tersebut memiliki relevansi kuat dengan perubahan kehidupan masyarakat.

UNJ, kata dia, memiliki perhatian besar terhadap isu future leader. Perkembangan teknologi berdampak pada cara manusia berkomunikasi, berpikir, dan berinteraksi, sementara persoalan lingkungan membutuhkan perhatian yang semakin serius.

“Pemimpin masa depan juga harus memahami isu ekolinguistik. Sejalan dengan perkembangan AI yang mengubah cara berbicara, menulis, berpikir, dan berinteraksi, pemimpin masa depan harus mampu memahami keterkaitan antara bahasa, teknologi, dan lingkungan,” ujar Prof. Dedi.

Menurutnya, Sekolah Pascasarjana UNJ juga mengembangkan International Visiting Scholar Program untuk memperkuat jejaring dan kolaborasi akademik internasional. Pada 2026, program tersebut menghadirkan 16 visiting scholars dari sejumlah negara, termasuk Jepang, Tiongkok, dan Australia.

Kehadiran Ju Seong Lee diharapkan membuka perspektif baru bagi sivitas akademika mengenai hubungan bahasa, lingkungan, serta perkembangan teknologi digital. Kajian tersebut sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang memiliki relevansi dengan persoalan masyarakat.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni UNJ, Prof. Ifan Iskandar, menekankan pentingnya memasukkan isu keberlanjutan dalam proses pembelajaran dan penelitian. Menurutnya, ekolinguistik dapat menjadi ruang kajian yang menghubungkan bahasa dengan persoalan lingkungan dan berbagai tantangan global.

“Isu keberlanjutan, khususnya lingkungan, perlu menjadi bagian dari proses pembelajaran dan penelitian. Ekolinguistik membuka peluang bagi mahasiswa untuk mengembangkan penelitian yang menghubungkan bahasa dengan berbagai persoalan lingkungan dan tantangan global,” kata Prof. Ifan.

Dalam paparannya, Prof. Ifan menjelaskan bahwa ekolinguistik tidak sekadar mengkaji bahasa sebagai alat komunikasi. Bidang tersebut juga melihat hubungan antara bahasa, manusia, dan lingkungan, termasuk bagaimana pola pikir antroposentris dan konsumtif tercermin dalam penggunaan bahasa.

Sementara itu, Ju Seong Lee memperkenalkan pendekatan transdisipliner yang mendorong peneliti menghubungkan kajian akademik dengan persoalan nyata di masyarakat. Menurutnya, penelitian tidak semestinya berhenti pada publikasi, tetapi harus diarahkan untuk menghasilkan dampak sosial.

“Penelitian tidak seharusnya berhenti pada publikasi akademik, tetapi perlu diterjemahkan menjadi dampak sosial yang nyata,” ujar Lee.

Lee juga membahas Informal Digital Learning of English (IDLE), yakni pembelajaran bahasa Inggris secara mandiri melalui ruang digital di luar pendidikan formal. Menonton video, mendengarkan musik, bermain gim, menggunakan media sosial, hingga berinteraksi dengan AI dapat menjadi bagian dari pembelajaran apabila dilakukan secara mandiri dan sesuai kebutuhan.

“Ruang digital membuka peluang besar untuk meningkatkan otonomi, motivasi, dan kemampuan komunikasi peserta didik. Ia mendorong penelitian lebih lanjut mengenai pembelajaran informal digital di Indonesia, termasuk pada peserta didik usia sekolah,” ucapnya.

Melalui program tersebut, Sekolah Pascasarjana UNJ menegaskan komitmennya menjadikan pendidikan tinggi bukan hanya sebagai ruang transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai arena pembentukan pemimpin yang mampu membaca perubahan, berpikir lintas disiplin, dan menghasilkan gagasan yang berdampak bagi masyarakat.

Kreativitas Mahasiswa DKV Kampus Unggul IIB Darmajaya Unjuk Gigi, 42 Karya Hadir di Ragom Karya Vol. IV

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ingin melihat langsung kreativitas mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV)? Pameran Ragom Karya Vol. IV hadir pada 10–12 Agustus 2026 di Gedung F Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dan terbuka untuk umum.

Pameran yang menampilkan 42 karya mahasiswa DKV IIB Darmajaya lahir dari proses pembelajaran di bangku kuliah. Masyarakat, khususnya pelajar, mahasiswa, pelaku industri kreatif, maupun siapa saja yang tertarik dengan dunia desain dan seni visual, dapat datang dan melihat langsung beragam karya tersebut.

Tak hanya menjadi ruang apresiasi, Ragom Karya juga memperlihatkan bagaimana tugas kuliah dapat berkembang menjadi karya yang layak dipamerkan, sekaligus menjadi portofolio bagi mahasiswa untuk melangkah ke dunia profesional.

Ragom Karya Vol. IV resmi dibuka oleh Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., melalui pengguntingan pita. Pembukaan pameran turut dihadiri Wakil Rektor Bidang Nonakademik Muprihan Tahib, S.Sos., M.M., Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata dan Teknologi Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., Wakil Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Aswin, S.E., M.M., serta Ketua Program Studi DKV IIB Darmajaya Ade Moussadecq, M.Sn.

Beragam karya ditampilkan dalam pameran tersebut, mulai dari desain, animasi, buku ilustrasi, katalog, hingga branding dan brand awareness produk. Keragaman karya ini memperlihatkan kemampuan mahasiswa dalam mengolah ide, visual, dan pesan menjadi karya komunikasi yang memiliki nilai kreatif.

Bagi mahasiswa DKV, Ragom Karya menjadi ruang untuk membawa hasil pembelajaran keluar dari kelas. Karya yang sebelumnya dibuat sebagai bagian dari tugas perkuliahan kini mendapat kesempatan untuk dilihat, diapresiasi, sekaligus menjadi bagian dari rekam jejak kreativitas mereka.

Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. mengapresiasi penyelenggaraan Ragom Karya dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kemampuan serta tidak berhenti berkarya setelah menyelesaikan tugas perkuliahan.

“Teruslah berkarya dan kembangkan diri. Aktif mengikuti berbagai pameran dan tunjukkan bahwa kalian memiliki karya yang berbeda,” pesannya.

Menurutnya, karya yang dihasilkan selama masa perkuliahan dapat menjadi modal penting bagi mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.

“Ketika lulus, karya-karya ini dapat menjadi bagian dari portofolio yang menunjukkan kemampuan kalian dan membantu mendapatkan pekerjaan sesuai dengan bidang yang digeluti,” lanjutnya.

Pesan tersebut menegaskan bahwa pendidikan di bidang kreatif bukan sekadar tentang menyelesaikan tugas dan mendapatkan nilai. Lebih jauh, mahasiswa didorong untuk membangun karya, pengalaman, kepercayaan diri, dan identitas profesional sejak masih berada di bangku kuliah. (**)

Rakernas 1 Siap Digelar, APTISI Lampung Dorong PTS Mandiri Menuju Indonesia Emas 2045

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-1 Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) sebagai forum strategis nasional. Siap digelar pada 27-29 Agustus 2026.

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi pengurus APTISI dari seluruh Indonesia untuk melakukan evaluasi program kerja, merumuskan kebijakan organisasi, serta menyusun langkah-langkah strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi swasta yang berkualitas dan berdaya saing.

Dengan mengusung tema “Dari Sai Bumi Ruwa Jurai untuk Indonesia Emas 2045”, Rakernas kali ini menekankan pentingnya penguatan daya saing perguruan tinggi swasta (PTS) yang mandiri, inovatif, kolaboratif, dan berdampak. “Tema ini mencerminkan semangat Lampung sebagai tuan rumah untuk berkontribusi dalam pembangunan pendidikan tinggi nasional,” kata Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. Firmansyah Y. A., Alfian, MBA., M.Sc.

Kegiatan ini direncanakan menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Prof. Dr. Eng. Brian Yuliarto, S.T., M.T. beserta para pemangku kepentingan pendidikan tinggi sebagai narasumber utama. “Rencananya Pak Menteri Pendidikan Tinggi akan menyampaikan arah kebijakan pendidikan tinggi nasional, transformasi pendidikan tinggi, penguatan riset dan inovasi, serta berbagai isu strategis yang menjadi perhatian PTS di Indonesia,” ujar Firmansyah.

Rakernas APTISI juga menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi swasta, sehingga mampu menghasilkan rekomendasi dan program kerja yang bermanfaat bagi kemajuan organisasi serta pendidikan tinggi swasta di Indonesia.

Firmansyah juga menambahkan, “Lampung sebagai Sai Bumi Ruwa Jurai menjadi simbol kebersamaan dan keberagaman. Semangat ini harus kita bawa dalam membangun PTS yang mandiri, inovatif, kolaboratif, dan berdampak nyata bagi masyarakat.”

Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya riset dan inovasi sebagai pilar utama penguatan daya saing. “PTS tidak boleh hanya menjadi penyedia pendidikan, tetapi juga pusat inovasi yang melahirkan solusi bagi bangsa,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Panitia Rakernas 1 APTISI, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Rakernas ini menjadi kesempatan emas bagi PTS untuk menyatukan visi. “Kehadiran para pemangku kepentingan akan memperkuat komitmen kita dalam membangun pendidikan tinggi yang relevan dengan kebutuhan zaman,” kata Wakil Rektor 3 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya itu.

Muprihan menambahkan pihaknya berharap Rakernas ini menghasilkan rekomendasi konkret yang bisa diimplementasikan di kampus-kampus. Dengan begitu, PTS tidak hanya mandiri secara kelembagaan, tetapi juga berdampak luas bagi masyarakat dan bangsa. “APTISI harus menjadi garda terdepan dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045,” kata Muprihan Optimis.

Muprihan juga menjelaskan agenda kegiatan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Sabtu 22 Agustus 2026, akan digelar di Pendopo/Mahan Agung Gubernur Lampung, Bandar Lampung. Hari kedua, Minggu 23 Agustus 2026, dilanjutkan di Ballroom Diamond Lt. 5 Hotel Grand Mercure.

Hari ketiga, Senin 24 Agustus 2026, ditutup dengan city tour bagi peserta yang berminat. “APTISI harus menjadi motor penggerak transformasi pendidikan tinggi swasta agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya. (**)