BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Perjuangan orang tua dalam mengantarkan anak meraih pendidikan tinggi kembali tergambar pada pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer-Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) di Universitas Lampung, Sabtu, 25 April 2026.
Dari Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Sutrisno, seorang buruh tani, datang sejak dini hari mendampingi putrinya, Intan Rosmaliana Putri, mengikuti ujian masuk perguruan tinggi.
Perjalanan mereka dimulai pukul 04.00 pagi menggunakan sepeda motor demi memastikan Intan tiba tepat waktu di lokasi ujian.
Bagi Sutrisno, perjalanan itu bukan sekadar mengantar anak mengikuti tes, tetapi menjadi bagian dari perjuangan keluarga untuk mendukung cita-cita sang anak meraih masa depan yang lebih baik.
Sutrisno menuturkan Intan merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara dan menjadi satu-satunya yang bertekad melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dua kakaknya memilih langsung bekerja setelah lulus sekolah, namun keluarga justru memberi dukungan penuh agar Intan dapat mewujudkan keinginannya kuliah.
“Dari tiga anak, Intan ini yang paling kuat keinginannya buat kuliah. Kakak-kakaknya juga mendukung, bilang terus supaya dia lanjut saja. Saya sebagai orang tua sebenarnya tidak banyak bantu urusan pendaftaran, semua dia urus sendiri. Itu yang bikin saya bangga,” ujar Sutrisno.
Ia mengaku melihat kesungguhan itu sejak lama. Menurutnya, Intan bukan hanya rajin belajar, tetapi juga menunjukkan disiplin dan prestasi yang membuat keluarga semakin yakin mendukung langkahnya masuk perguruan tinggi.
“Anaknya memang punya kemauan besar. Di sekolah juga masuk lima besar, ikut Paskibra, dan kalau di rumah sering latihan soal sendiri. Saya lihat dia serius, makanya kami usahakan antar dan dampingi semampunya,” katanya.
Bagi Sutrisno, keberangkatan subuh dari kampung menuju kampus menjadi simbol harapan sederhana seorang ayah, melihat anaknya mendapat kesempatan hidup yang lebih baik lewat pendidikan.
Kisah ini menjadi potret nyata bahwa di balik pelaksanaan UTBK, ada perjuangan sunyi para orang tua yang rela menempuh apa pun demi masa depan anak-anaknya. (Red)