Bakat Seni yang Terasah Sejak Kecil Antar Nazwa ke Prodi Desain Interior IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kesempatan menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri (PTN) melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) menjadi impian banyak siswa. Namun, bagi Nazwa Rija Azulvi, alumni SMAN 1 Bandar Sribawono, Lampung Timur, pilihan terbaiknya membawa ke Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Meski telah dinyatakan lolos dari Institut Seni Indonesia di Bali melalui jalur SNBT, Nazwa mantap melanjutkan pendidikan di Lampung karena tidak mendapat izin dari orang tuanya untuk kuliah jauh dari rumah.

Keputusan tersebut tidak mengurangi semangatnya dalam mengejar cita-cita di bidang desain. Minat dan bakat seni yang telah diasah sejak kecil, Nazwa optimistis dapat mengembangkan potensinya melalui Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya yang sesuai dengan passion dan rencana kariernya di masa depan.

Sejak duduk di bangku SMA, Nazwa dikenal sebagai sosok yang aktif dan memiliki ketertarikan besar di bidang kreatif. Dari berbagai kegiatan ekstrakurikuler yang diikutinya, Multimedia menjadi wadah yang paling diminatinya untuk mengembangkan bakat dan kemampuan. “Dari semua ekstrakurikuler, saya paling tertarik pada Multimedia karena saya memiliki minat dan kemampuan di bidang fotografi serta videografi. Saya juga hobi mendokumentasikan berbagai momen untuk menyimpan kenangan,” ungkap Nazwa saat diwawancarai Selasa (2/6/26).

Kemampuan tersebut membuat Nazwa kerap dipercaya menjadi petugas dokumentasi dalam berbagai kegiatan sekolah. Tidak hanya mengabadikan momen melalui foto dan video, ia juga mempelajari berbagai keterampilan lain, mulai dari mendesain logo, membuat desain kaos, hingga terlibat dalam pemasaran produk kreatif yang dihasilkan oleh tim Multimedia.

“Saya juga menjadi bagian dari tim marketing yang bertugas mengajak siswa, siswi, dan guru untuk membeli produk kaos hasil desain Multimedia. Pengalaman itu membuat saya belajar tentang kreativitas sekaligus komunikasi,” tambahnya.

Memasuki masa akhir sekolah, Nazwa mulai memikirkan jurusan kuliah yang sesuai dengan minat dan bakat yang dimilikinya. Kecintaannya pada dunia gambar dan desain membawanya untuk memilih Program Studi Desain Interior. Ketertarikannya semakin kuat saat mendapatkan pembelajaran seni rupa di kelas XII. Dalam mata pelajaran tersebut, ia mempelajari teknik menggambar perspektif satu titik hilang, dua titik hilang, dan tiga titik hilang untuk desain eksterior maupun interior.

“Dalam tugas menggambar perspektif interior dan eksterior, nilai saya menjadi yang tertinggi di kelas. Dari situ saya semakin tertarik dan terus belajar mendesain bagian luar maupun dalam rumah,” ujarnya.

Bakat seni Nazwa sebenarnya telah terlihat sejak kecil. Ia kerap meraih prestasi dalam berbagai lomba kaligrafi yang turut mengasah ketelitian, kreativitas, dan kemampuan visualnya. Dengan bekal pengalaman tersebut, Nazwa optimistis dapat mengembangkan potensinya di Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya. Menurutnya, kampus tersebut menjadi pilihan terbaik karena menawarkan program studi yang sesuai dengan minat dan cita-citanya.

“Saya memilih Darmajaya karena di Lampung hanya Darmajaya yang memiliki program studi yang saya minati. Selain itu, saya juga tidak diperbolehkan kuliah jauh dari rumah, sehingga Darmajaya menjadi pilihan yang tepat untuk mewujudkan cita-cita saya,” tuturnya. (**)

UBL Siap Wisuda 758 Lulusan dan Kukuhkan Guru Besar Bidang Manajemen Publik

Bandar Lampung -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul melalui penyelenggaraan Wisuda ke-75 Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026 yang akan berlangsung pada Rabu, 3 Juni 2026, di Convention Hall Mahligai Agung, Kampus Pascasarjana UBL.

Dalam prosesi tersebut, sebanyak 758 lulusan yang terdiri atas 477 lulusan program sarjana dan 281 lulusan program pascasarjana akan dikukuhkan secara resmi. Momen ini menjadi tonggak penting yang menandai keberhasilan para mahasiswa menyelesaikan pendidikan tinggi sekaligus memulai babak baru dalam pengabdian kepada masyarakat dan dunia profesional.

Prosesi wisuda kali ini juga memiliki makna istimewa karena dirangkaikan dengan pengukuhan Guru Besar UBL, Prof. Dr. Ida Farida, M.Si., dalam bidang kepakaran Manajemen Publik. Pengukuhan tersebut menjadi bagian dari upaya UBL dalam memperkuat kapasitas akademik dan kontribusi keilmuan bagi pembangunan nasional.

Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi UBL, Prof. Erry Yulian Triblas Adesta, Ph.D., C.Eng., MIMechE., IPM., mengatakan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara optimal guna memastikan pelaksanaan wisuda berlangsung tertib, khidmat, dan berkesan.

“Wisuda merupakan momentum yang sangat penting dalam perjalanan akademik mahasiswa. Di balik prosesi ini terdapat kerja keras, dedikasi, dan perjuangan panjang yang telah ditempuh para lulusan. Kami berharap para wisudawan mampu menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, dunia usaha, maupun pembangunan bangsa. Kami juga berbangga karena akan dilaksanakan juga pengukuhan Guru Besar ke 10 di UBL, yaitu  Prof. Dr. Ida Farida, M.Si., di bidang kepakaran Manajamen Publik,” ujar Prof. Erry.

Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini menuntut lulusan perguruan tinggi tidak hanya memiliki kompetensi akademik yang kuat, tetapi juga kemampuan beradaptasi, berpikir kritis, serta keterampilan kepemimpinan yang relevan dengan perkembangan zaman.

“UBL terus berupaya memastikan setiap lulusan memiliki bekal kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan industri dan perkembangan global. Karena itu, selama masa studi mahasiswa tidak hanya dibekali kemampuan akademik, tetapi juga pengalaman organisasi, pengembangan karakter, riset, inovasi, serta berbagai program peningkatan kapasitas diri,” katanya.

Untuk mendukung kelancaran kegiatan, UBL telah berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Perhubungan dan Kepolisian, guna mengantisipasi peningkatan aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi acara, khususnya di Jalan Z.A. Pagar Alam yang menjadi akses utama menuju Kampus Pascasarjana UBL.

Prof. Erry juga mengimbau seluruh wisudawan dan tamu undangan agar hadir tepat waktu serta mengikuti seluruh ketentuan yang telah ditetapkan panitia pelaksana.“Kami mengajak seluruh peserta untuk menjaga ketertiban dan kekhidmatan selama prosesi berlangsung. Kami juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila terjadi peningkatan kepadatan lalu lintas di sekitar lokasi kegiatan. Kami berharap masyarakat dapat memberikan pengertian karena acara ini merupakan momentum penting bagi para lulusan dan keluarga mereka,” pungkasnya.

Wisuda ke-75 UBL dijadwalkan dihadiri oleh Gubernur Lampung, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah II, jajaran pimpinan perguruan tinggi, mitra industri, serta berbagai pemangku kepentingan di bidang pendidikan.

Melalui prosesi ini, UBL kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang berkomitmen menghasilkan lulusan berkualitas, berintegritas, dan memiliki daya saing global. Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam pembangunan daerah maupun nasional melalui keahlian dan kompetensi yang dimiliki.

 

Bermimpi Jadi Jaksa Sejak SMA, Alumni SMAN 9 Bandar Lampung Ini Pilih Hukum Bisnis Darmajaya untuk Wujudkan Cita-Cita!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat meraih cita-cita ditunjukkan oleh Chelsy Cika Amanda, alumnus SMAN 9 Bandar Lampung yang memilih kuliah di Program Studi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya sebagai langkah awal mewujudkan impiannya menjadi seorang jaksa.

Sejak duduk di bangku SMA, Chelsy mengaku telah memiliki ketertarikan besar terhadap dunia hukum. Baginya, hukum bukan hanya tentang aturan, tetapi juga tentang keadilan dan keberanian dalam menegakkan kebenaran.

“Saya dari SMA memang sudah punya rencana masuk ke dunia hukum karena itu menjadi cita-cita saya. Saya lebih tertarik mendalami bidang hukum dan ingin menjadi seorang jaksa,” ujar Chelsy saat diwawancarai Minggu (31/5/2026).

Keputusannya memilih Program Studi Hukum Bisnis di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya didasari keyakinannya bahwa kampus The Best ini mampu memberikan pendidikan berkualitas serta mendukung mahasiswa berkembang secara akademik maupun profesional.

Dengan semangat dan tekad yang kuat, Chelsy berharap dapat menimba ilmu sebanyak mungkin selama perkuliahan dan menjadi generasi muda yang mampu memberikan kontribusi positif bagi masyarakat melalui bidang hukum. Langkah Chelsy menjadi inspirasi bagi generasi muda untuk berani mengejar impian dan menentukan masa depan.(**)

The Lead Institute Paramadina: Cinta Di Era Digital Harus Ubah Haus-Validasi Jadi Solidaritas-Sosial

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Di tengah arus digital yang serba cepat, cinta kerap terjebak dalam pencitraan, validasi, dan hubungan instan. Banyak orang hari ini hidup di tengah tekanan untuk selalu terlihat bahagia, menarik, dan haus pengakuan di media sosial.

Warganet menghadapi hubungan yang semakin rapuh, cepat berubah, dan mudah dipengaruhi oleh tren sesaat. Fenomena flexing hingga ketakutan akut ketinggalan tren alias FOMO menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat digital.

Persoalan tersebut menjadi bahasan Kajian Filsafat dan Agama 2026 Seri Kedua dengan tema “Hubbud-Dunya di Era Digital” yang digelar The Lead Institute Universitas Paramadina bekerja sama dengan MaHa Indonesia, Pray Foundation, dan Pratita Foundation pada Jumat, 29 Mei 2025.

Dimoderatori oleh Peneliti The Lead Institute, Nurma Komala, Kajian Filsafat dan Agama 2026 membahas tema cinta dengan dua perspektif besar, yakni cinta sebagai seni dalam pemikiran filsuf Madzhab Frankfurt Erich Fromm yang terkenal dengan bukunya The Art of Loving, dan cinta sebagai jalan spiritual menuju Tuhan dalam pemikiran cendekiawan muslim Paramadina Nurcholish Madjid atau Cak Nur.

Yayah Khisbiyah Dosen Psikologi UMS (Universitas Muhammadiyah Surakarta) menjelaskan, Erich Fromm memandang cinta sebagai seni yang harus dipelajari dan dilatih. Menurut Fromm, manusia modern kerap sibuk menjadi sosok yang pantas dicintai, tetapi lupa belajar bagaimana caranya mencintai.

“Cinta, dalam pandangan Fromm, bukan kepemilikan dan bukan pula hubungan yang transaksional, melainkan tindakan aktif yang ditandai oleh perhatian, tanggung jawab, rasa hormat, dan pengetahuan terhadap orang lain,” jelas aktivis Muhammadiyah ini.

Di tengah budaya pencitraan, validasi sosial, dan dorongan untuk terus tampil menarik di media sosial, hubungan antarmanusia mudah bergeser dan menjadi serba dangkal. Banyak orang mengejar pengakuan, tetapi kehilangan ruang kedekatan sosial yang sehat.

Menurut Yayah, cinta mestinya dipandang sebagai sebuah seni aktif yang butuh latihan, perhatian, tanggung jawab, dan rasa hormat. Sehingga pada akhirnya, cinta bisa terwujud dalam tindakan nyata untuk membantu kelompok marjinal, rentan, dan terpinggirkan.

“Cinta dalam konteks kemanusiaan universal bukan sekadar emosi privat tetapi mesti dimaknai sebagai energi positif dalam menjalin hubungan melalui tindakan-tindakan merawat kehidupan sosial dan kelestarian lingkungan hidup bersama,” kata Yayah.

Sementara itu, Ketua The Lead Institute, Suratno Muchoeri, menyoroti pemikiran Cak Nur yang melihat cinta sebagai jalan mendekat kepada Tuhan atau taqarrub ilallah. Manusia perlu waspada terhadap hubbud-dunya, yakni kecintaan berlebihan pada dunia dan segala simbolnya, seperti harta, popularitas, dan kesenangan sesaat.

Suratno menjelaskan, di era digital, bentuk baru dari cinta duniawi tampak dalam budaya flexing, kecanduan gawai, dorongan mengejar viralitas, serta kebutuhan untuk mendapatkan validasi. Mengutip Cak Nur, Suratno menyebutnya sebagai penyakit rohani modern.

“Cak Nur menempatkan cinta bukan hanya sebagai urusan pribadi, tetapi juga sebagai energi moral dan spiritual yang membimbing manusia untuk lebih jernih, lembut, serta bertanggung jawab kepada sesama,” jelas alumni Universitas Goethe Frankfurt, Jerman ini.

Suratno menambahkan, cinta yang sehat tidak berhenti pada perasaan individual, tapi juga hadir dalam sikap hidup, akhlak sosial, dan kepedulian terhadap kemanusiaan. Itulah cinta yang sejati, tegas Suratno.

Meski berangkat dari disiplin berbeda, Erich Fromm dan Nurcholish Madjid sepakat menolak egoisme dan cinta yang dangkal. Keduanya memandang cinta sebagai kekuatan aktif yang memerdekakan manusia, membangun kedewasaan, dan menumbuhkan solidaritas sosial.

“Fromm dan Cak Nur sama-sama melihat bahwa cinta bukanlah sekadar emosi pasif yang datang dan pergi. Cinta adalah seni aktif, tindakan sadar dan komitmen,” tutur Suratno.*

Yulius Wijaya Siap Jadi Talenta Siber Masa Depan, Daftar Kuliah di Teknik Informatika IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan kembali hadir dari calon mahasiswa baru Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Yulius Wijaya, alumni SMA Bodhisattva Bandar Lampung, resmi bergabung di Program Studi Teknik Informatika Unggul Darmajaya setelah menorehkan prestasi tingkat nasional di bidang keamanan siber.

Tak tanggung-tanggung, Yulius berhasil meraih Juara 2 Nasional Cyber Jawara Universitas Pertahanan 2026. Selain itu, dirinya juga aktif sebagai CTF Player dan memiliki ketertarikan mendalam di bidang digital forensik.

Menurut Yulius, pilihannya masuk ke Teknik Informatika Darmajaya bukan tanpa alasan. Ia ingin mengembangkan kemampuan di dunia cybersecurity dan teknologi informasi bersama kampus yang memiliki kualitas pendidikan unggul serta lingkungan yang mendukung pengembangan talenta digital.

“Saya ingin memperdalam ilmu cybersecurity, digital forensik, dan pengembangan teknologi. Teknik Informatika Darmajaya menjadi pilihan saya karena memiliki kualitas pendidikan yang baik dan mendukung mahasiswa untuk berkembang di bidang teknologi,” ujar Yulius Wijaya.

Keberhasilan Yulius di ajang Cyber Jawara menjadi bukti bahwa generasi muda Lampung mampu bersaing di tingkat nasional dalam bidang teknologi dan keamanan siber. Dengan pengalaman sebagai CTF Player, Yulius dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi talenta digital yang mampu berkontribusi di era transformasi teknologi saat ini.

Pihak kampus juga menilai kehadiran mahasiswa berprestasi seperti Yulius akan semakin memperkuat atmosfer akademik dan inovasi di lingkungan Teknik Informatika Darmajaya. Prestasi yang dimilikinya diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berani berprestasi di bidang teknologi informasi dan keamanan siber.(**)

Sudah Terima PTN, Camaba ini Tetap Pilih Kuliah di IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Keputusan berbeda diambil oleh I Wayan Keyla Pramana dalam menentukan masa depannya. Meski telah diterima di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Langsa Aceh, alumni SMAN 14 Bandar Lampung ini justru mantap memilih kuliah di Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya dalam menggapai masa depannya.

Diketahui, SMAN 14 Bandar Lampung pada tahun 2026 berhasil mencatatkan kelulusan 100 persen siswanya di berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Prestasi tersebut menunjukkan kualitas dan daya saing siswa yang kompetitif.

Di tengah banyaknya calon mahasiswa yang berlomba kuliah di Perguruan Tinggi Negeri (PTN), Wayan memiliki pertimbangan tersendiri. Ia mengaku tertarik mendalami dunia manajemen dan ingin membangun karier di bidang perbankan pada masa depan.

“Saya tertarik berkarier di dunia perbankan, sehingga memilih Program Studi Manajemen di IIB Darmajaya karena saya melihat peluang belajar dan pengembangan diri di sini sangat baik,” ujar Wayan.

Selain aktif dalam akademik, Wayan juga dikenal aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler basket selama duduk di bangku SMA. Pengalaman tersebut membentuk karakter disiplin, kerja sama tim, dan jiwa kompetitif yang menjadi bekal penting untuk dunia perkuliahan maupun karier.

“Saya berharap saat kuliah nanti bisa menambah pengalaman, memperluas relasi, dan mempersiapkan diri untuk dunia kerja, khususnya di sektor perbankan,” tambahnya.

Pilihan Wayan menjadi bukti bahwa setiap calon mahasiswa memiliki jalan dan tujuan masing-masing dalam menentukan kampus impian. Dengan kualitas pendidikan dan lingkungan kampus yang inovatif, IIB Darmajaya terus menjadi pilihan generasi muda Lampung untuk mengembangkan potensi dan meraih cita-cita mereka. (**)

Data Scientist Jadi Profesi Masa Depan! Vina Andini Mantap Pilih Prodi Sains Data Darmajaya untuk Raih Karier Gemilang

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Perkembangan teknologi digital yang semakin pesat membuat kebutuhan akan tenaga ahli di bidang data terus meningkat. Melihat peluang besar tersebut, Vina Andini, alumni SMAN 14 Bandar Lampung, mantap memilih Program Studi Sains Data di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

Vina mengungkapkan bahwa ketertarikannya pada dunia data menjadi alasan utama memilih Prodi Sains Data. Menurutnya, ilmu pengolahan data memiliki peran penting dan penerapan yang sangat luas di berbagai bidang.

“Saya memilih Prodi Sains Data karena ingin mengenal lebih jauh tentang sains data dan pengolahan data. Bidang ini juga sangat luas dan dibutuhkan di berbagai sektor,” ujar Vina.

Tak hanya karena program studinya, Vina juga yakin memilih Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya karena dikenal memiliki kualitas pendidikan yang baik serta mampu mencetak lulusan yang sukses dan berdaya saing di dunia kerja.

“Saya kuliah di Darmajaya karena kampus ini memiliki kualitas pendidikan yang baik. Saya juga melihat banyak lulusan Darmajaya memiliki peluang karier yang bagus. Saya yakin kampus ini bisa membantu saya mengembangkan kemampuan dan meraih cita-cita di masa depan,” tambahnya.

Dengan semangat belajar dan tekad kuat, Vina Andini optimistis pilihannya di bidang Sains Data akan membuka banyak peluang karier sekaligus menjadi bekal menghadapi tantangan era digital di masa mendatang.(**)

Fourteen Travel Sukses Harumkan Nama IIB Darmajaya di Ajang P2MW 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya di tingkat nasional. Tim mahasiswa Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya berhasil meraih hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2026 yang diselenggarakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) RI pada kategori Usaha Bertumbuh melalui usaha bertajuk Fourteen Travel.

Tim tersebut diketuai oleh Fanny Rizky Ardany dengan anggota Zeo Enitisya, Muhammad Naufal Pratama, Keyla Artaliani, dan Muhammad Rivaldo Putra. Sebelumnya, Fourteen Travel juga berhasil menjadi finalis KMI Expo XVI 2025 yang diselenggarakan di Universitas Tidar (UNTIDAR), Magelang.

Fourteen Travel merupakan jasa travel wisata di Provinsi Lampung yang didirikan pada Februari 2021 dengan mengusung konsep wisata berbasis edukasi dan konservasi. Usaha ini berfokus pada penyelenggaraan perjalanan wisata ke destinasi unggulan seperti Pulau Pahawang, Pulau Wayang, dan Teluk Kiluan yang memiliki potensi besar dalam menarik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Dalam pelaksanaannya, Fourteen Travel tidak hanya menyediakan layanan perjalanan wisata, tetapi juga menghadirkan edukasi kepada wisatawan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan laut. Konsep konservasi yang diterapkan bertujuan meningkatkan kesadaran wisatawan terhadap pentingnya menjaga ekosistem wisata agar tetap berkelanjutan.

Selain itu, Fourteen Travel turut memberdayakan masyarakat dan pelaku UMKM lokal di sekitar destinasi wisata melalui keterlibatan dalam layanan kuliner, penginapan, transportasi, hingga produk khas daerah. Kehadiran usaha ini diharapkan dapat membantu memperluas promosi wisata Lampung sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

Melalui konsep jasa travel wisata berbasis edukasi dan konservasi tersebut, Fourteen Travel berhasil menghadirkan inovasi usaha yang memiliki nilai sosial, lingkungan, dan ekonomi sehingga mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi di Indonesia pada ajang P2MW 2026.

Ketua tim, Fanny Rizky Ardany, mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian yang berhasil diraih bersama timnya. Ia mengatakan keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa ide kreatif mahasiswa mampu berkembang menjadi usaha yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat dan lingkungan.

“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur atas pencapaian ini. Fourteen Travel kami hadirkan sebagai jasa travel wisata berbasis edukasi dan konservasi yang tidak hanya berfokus pada perjalanan wisata, tetapi juga mendukung pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal di Lampung. Kami berharap Fourteen Travel dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi masyarakat,” ujar Fanny.

Keberhasilan tim Fourteen Travel juga tidak terlepas dari pendampingan dosen pembimbing, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., yang terus memberikan arahan selama proses pembinaan hingga kompetisi nasional berlangsung. Menurut Lilla Rahmawati, capaian tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya memiliki kreativitas, kemampuan adaptasi, dan jiwa kewirausahaan yang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Saya bangga dengan semangat dan kerja keras tim Fourteen Travel. Mereka berhasil menghadirkan usaha yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki nilai edukasi, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat. Prestasi ini diharapkan menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berinovasi dan menciptakan solusi yang bermanfaat,” ungkapnya.

Prestasi nasional ini semakin mempertegas komitmen IIB Darmajaya dalam mencetak generasi muda unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta dunia kewirausahaan di Indonesia.(**)

Ketua Prodi Manajemen IIB Darmajaya Dr. Novita Sari Jadi Narasumber Latsar CPNS se-Lampung

LAMPUNG SELATAN –(deklarasinews.com)- Dosen Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya yang juga Ketua Program Studi Manajemen, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Dasar Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di lingkungan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Lampung Tahun 2026 pada Jumat, (29/5/26) bertempat di ruang kelas BPSDM Provinsi Lampung.

Adapun pelatihan diikuti peserta CPNS dari berbagai instansi pemerintah daerah di Provinsi Lampung. Pelatihan dasar ini bertujuan membentuk aparatur sipil negara yang profesional, berintegritas, serta memiliki kompetensi dan karakter pelayanan publik yang baik.

Dalam pemaparannya, Dr. Novita Sari menyampaikan materi terkait penguatan kapasitas sumber daya manusia, etika pelayanan publik, serta pentingnya membangun budaya kerja yang adaptif dan inovatif di lingkungan pemerintahan. Menurutnya, CPNS sebagai generasi baru ASN harus mampu menghadapi tantangan birokrasi modern dengan meningkatkan kompetensi, kolaborasi, dan kemampuan komunikasi.

“ASN saat ini dituntut tidak hanya mampu bekerja secara administratif, tetapi juga harus memiliki kemampuan berpikir kritis, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujarnya di hadapan peserta pelatihan.

Ia juga menekankan pentingnya integritas dan profesionalisme sebagai fondasi utama dalam menjalankan tugas sebagai aparatur negara. Dengan nilai-nilai tersebut, ASN diharapkan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dan mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang baik.

Kehadiran dosen IIB Darmajaya sebagai narasumber dalam kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan pemerintahan daerah. Selain itu, kolaborasi antara dunia akademik dan pemerintah dinilai penting untuk menciptakan ASN yang unggul, kompeten, dan siap menghadapi tantangan era digital.

Melalui kegiatan tersebut, IIB Darmajaya terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian dan kontribusi nyata dosen di berbagai bidang, termasuk pengembangan kapasitas aparatur pemerintah di Provinsi Lampung. (**)

UMITRA Selenggarakan Pemotongan Hewan Qurban Idul Adha 1447H

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Rutin setiap tahunnya kampus Universitas Mitra Indonesia (UMITRA) melaksanakan kegiatan-kegiatan disaat momentum hari raya Idul Adha. salah satunya melakukan pemotongan hewan kurban, seperti yang dilaksanakan pada perayaan Idul Adha 1447 Hijriah saat ini.

Tahun 2026 Masehi, UMITRA kembali malaksanakan pemotongan hewan kurban di halaman kampus UMITRA, jl. Z. A. Pagar Alam No. 7 Bandarlampung, Sabtu (28/5).

Ketua Yayasan UMITRA dan Global Surya Islamic School (GSIS), Dr. H. Andi Surya, mengatakan, pelaksanaan kurban yang dilakukan UMITRA setiap tahunnya, merupakan bentuk nyata kepedulian UMITRA terhadap sesama dan mengikis 3 sifat buruk manusia.

“Pelaksanaan qurban seharusnya bukan hanya seremonial tetapi ada makna secara tersirat yaitu mengikis 3 sifat buruk manusia, yaitu sifat Kikir. Qurban mendidik jiwa menjadi dermawan, mematahkan sifat serakah, serta membersihkan kecintaan berlebih pada duniawi. Kedua adalah melatih Keikhlasan. Melaksanakan perintah Allah SWT tanpa pamrih dan rela berkorban untuk kepentingan orang banyak. Yang terakhir adalah solidaritas sosial. Mendistribusikan daging kepada fakir miskin, mempererat tali persaudaraan, dan menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,”jelasnya.

Ayah Andi, sapaan akrabnya menambahkan, pengembangan ilmu pengetahuan dan spiritual di kampus UMITRA secara terus-menerus dilakukan guna peningkatan sumber daya manusia di sivitas akademika UMITRA.

“Itu sudah menjadi satu-kesatuan di UMITRA,”pungkasnya (red)