Unsri Umumkan Hasil SNBP 2026, 23 Ribu Siswa Berebut 2.294 Kursi

PALEMBANG– ‎(deklarasinews.com)– ‎Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi mengumumkan hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) tahun 2026 pada Selasa (31/3/2026) pukul 15.00 WIB. Pengumuman ini dilakukan serentak di seluruh perguruan tinggi negeri di Indonesia.

‎‎Wakil Rektor I Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Unsri yang juga menjabat sebagai Ketua Pelaksana Seleksi Masuk Bersama Perguruan Tinggi (SMBP) 2026, Rujito Agus Suwignyo, menjelaskan bahwa sebelum pengumuman, pihak pusat telah lebih dahulu menggelar konferensi pers pada pukul 11.00 WIB.

‎‎Ia menegaskan bahwa pengumuman SNBP merupakan bagian dari agenda nasional yang dilaksanakan secara serentak di seluruh kampus negeri, termasuk Unsri.

‎‎Pada tahun 2026, Unsri membuka tiga jalur penerimaan mahasiswa baru, yakni SNBP (jalur prestasi), SNBT (Seleksi Nasional Berdasarkan Tes), dan jalur Mandiri. Ketiga jalur tersebut memiliki proporsi kuota yang telah ditetapkan.

‎‎Adapun rincian kuota penerimaan mahasiswa baru Unsri tahun ini adalah:

‎‎SNBP: 24,51 persen

‎SNBT: minimal 40,45 persen

‎Jalur Mandiri: 35,04 persen

‎‎Untuk jalur SNBP, Unsri menyediakan daya tampung sebanyak 2.294 kursi. Namun, jumlah pendaftar mencapai 23.432 orang.

‎‎Tingginya angka pendaftar tersebut menunjukkan ketatnya persaingan bagi calon mahasiswa yang ingin lolos melalui jalur prestasi.

‎‎Bagi peserta yang dinyatakan lulus, proses daftar ulang dijadwalkan berlangsung mulai 1 hingga 30 April 2026. Peserta diimbau untuk segera melakukan verifikasi dan melengkapi seluruh berkas administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

‎‎Hasil seleksi dapat diakses melalui laman resmi Unsri. Pihak kampus juga mengingatkan agar seluruh peserta mengikuti setiap tahapan daftar ulang secara cermat dan tepat waktu, guna menghindari risiko kehilangan kesempatan menjadi bagian dari Unsri.(Ning)

Pengukuhan Guru Besar, Tangis Haru Prof Said Hasibuan saat mengenang Orangtua

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana penuh haru menyelimuti ruangan ketika Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., menitikkan air mata saat mengenang jasa orangtua yang telah membentuk perjalanan hidupnya hingga saat ini.

Hal itu mewarnai Sidang Senat Terbuka pengukuhan Prof. Dr. H. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., di Aula Lantai 3 Gedung Alfian Husin (Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya), Senin (30/3). “Tanpa doa dan kesabaran mereka, saya tidak akan berdiri di sini,” kata Prof. Said, dengan suara bergetar, membuat hadirin ikut terhanyut dalam suasana emosional.

Dalam kesempatan itu, Prof Said juga menceritakan sejarah perjalanan hidupnya, mulai dari kecil sampai dia mampu meraih pendidikan tertinggi dalam dunia akademik hingga meraih gelar Guru Besar. Sehingga, diapun menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Yayasan Alfian Husin yang telah memberikan tempat untuk mengabdi dan memberikan kesempatan untuk terus menuntut ilmu.

Dia juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung perjalanan akademik seseorang. “Ilmu pengetahuan harus menjadi jalan pengabdian, bukan sekadar prestasi pribadi. Saya berharap generasi muda tidak melupakan jasa orangtua,” tuturnya.

Dia kemudian menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan riset Artificial Intelligence yang mendukung pembelajaran daring. “Artificial Intelligence bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan nyata dalam dunia pendidikan. Dengan riset yang tepat, kita dapat menghadirkan sistem pembelajaran yang lebih efektif, inklusif, dan adaptif,” jelasnya.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, ST., MT., Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian Prof Said. “Hari ini IIB Darmajaya kembali menorehkan sejarah dengan lahirnya Guru Besar baru. Prof Said adalah sosok yang konsisten dalam penelitian dan pengabdian. Kami berharap beliau menjadi teladan bagi dosen dan mahasiswa,” ujarnya.

Pengukuhan yang dipimpin Ketua Senat Dr. Ir. H. Firmansyah Y Alfian, M.Sc., Abdul Aziz menambahkan bahwa kehadiran Guru Besar baru akan memperkuat posisi kampus di kancah akademik nasional maupun internasional. “Guru Besar adalah puncak karier akademik. Prof Said telah membuktikan komitmennya dalam riset dan pengabdian, dan ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” kata Firmansyah.

Mewakili Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., MBA., Ketua Dewan Pembina Yayasan, Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., menyampaikan apresiasi atas pengukuhan tersebut. “Kami bangga IIB Darmajaya memiliki Guru Besar yang akan memperkuat reputasi kampus. Semoga Prof Said terus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang Artificial Intelligence,” kata Andi Desfiandi.

Sedangkan Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, mengatakan bahwa pengukuhan Guru Besar hari ini menunjukkan bahwa IIB Darmajaya mampu bersaing dengan perguruan tinggi lain. Guru Besar adalah aset bangsa, dan Prof Said diharapkan dapat terus menghasilkan karya-karya akademik yang bermanfaat,” jelasnya.

Prof. Iskhaq menegaskan bahwa guru besar harus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak. Hal ini sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang bertujuan menjadikan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat. (**)

Pesan Prof. Dr. Iskhaq Iskandar di Pengukuhan Guru Besar IIB Darmajaya: Kampus Harus Berdampak!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kepala LLDikti Wilayah II, Prof. Dr. Iskhaq Iskandar, M.Sc, menyampaikan tiga pesan utama dalam pengukuhan Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom sebagai guru besar di Aula Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Senin (30/3/26).

Dalam sambutannya, Prof. Iskhaq menegaskan bahwa guru besar harus menjadi penggerak utama dalam mewujudkan Perguruan Tinggi Berdampak. Hal ini sejalan dengan program Diktisaintek Berdampak yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang bertujuan menjadikan perguruan tinggi di Indonesia tidak hanya berperan dalam menghasilkan lulusan, tetapi juga menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan di masyarakat.

Ia menyebut, pengukuhan ini menjadi awal bagi Prof. Said untuk berkontribusi lebih luas melalui penguatan transformasi digital dan inovasi berbasis kecerdasan buatan. “Guru besar tidak lagi mengekang keilmuan di dalam kampus, tetapi harus mampu melahirkan solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Pesan kedua yang disampaikan adalah peran guru besar sebagai arsitek ekosistem kolaborasi. Menurutnya, kemampuan beradaptasi dan membangun jejaring menjadi kunci penting dalam menghadapi tantangan zaman. Guru besar diharapkan mampu merangkul berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, dunia industri, hingga institusi pendidikan.

Selanjutnya, ia menekankan pentingnya keteladanan. Guru besar harus menjadi panutan, tidak hanya dalam bidang keilmuan tetapi juga dalam karakter. Sosok guru besar merupakan teladan sebagai insan pembelajar sepanjang hayat yang terus berkembang dan memberi inspirasi.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Iskhaq juga menyampaikan bahwa IIB Darmajaya sangat beruntung memiliki guru besar di bidang kecerdasan buatan (AI). Kehadiran Prof. Muhammad Said Hasibuan diyakini akan semakin meningkatkan kualitas akademik serta memperkuat kontribusi institusi dalam menjawab tantangan era transformasi digital.

Pengukuhan ini menjadi momentum penting bagi IIB Darmajaya untuk memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi yang unggul, adaptif, inovatif, dan berdampak luas bagi masyarakat.(**)

Dokter Adilla Lulusan Terbaik 1 Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran Unila

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dokter Adilla Dwi Nur Yadika meraih predikat sebagai Lulusan Terbaik 1 Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat Fakultas Kedokteran (FK), serta Terbaik 2 Universitas Lampung (Unila), Sabtu (28-3-2026).

Wanita kelahiran 28 Januari 1999 tersebut, berhasil menyelesaikan jenjang pascasarjana dalam waktu 1 tahun 4 bulan, dengan meraih IPK 4 dan Predikat Pujian.

Menjadi wisudawan terbaik tidak hanya dinilai dari IPK yang diperoleh, tetapi juga dari masa studi, skor TOEFL, dan publikasi ilmiah yang telah berhasil diterbitkan.

Secara keseluruhan, putri bungsu pasangan Supriyadi Alfian, wartawan senior, Ketua PWI Lampung 2009 – 2021 dengan Artati Kartika Dewi ini juga menjadi wisudawan terbaik kedua untuk program magister se-Universitas Lampung.

“Lulusan terbaik Program Studi Magister Kesehatan Masyarakat, dan juga merupakan lulusan terbaik kedua wisuda di Unila, yaitu dr. Adilla Dwi Nur Yadika, S.Ked, M.K.M. Selamat dokter Adilla semoga kedepan semakin sukses,” kata dekan FK Unila, Dr. dr. Evi Kurniawaty, S.Ked., M.Sc.

dr Adilla yang baru menikah dengan M.Fadil, S.T. mengungkapkan rasa syukur atas pencapaiannya yang bersimfonikan doa, perjuangan dan pengorbanan.

“Alhamdulillah, rasa syukur tak terhingga saya persembahkan kepada Allah SWT. Momen ini tidak hanya sebuah titik yang saya impikan, tetapi juga perjuangan dengan penuh proses dan pengorbanan,” ungkap Adilla.

Ia turut berterimakasih kepada pihak yang turut serta mendukung dan mengiringi proses pencapaiannya.

“Terimakasih saya ucapkan atas doa dan dukungan tanpa henti yang diberikan oleh suami, orang tua, kakak, keluarga, para dosen dan civitas akademika Unila, serta teman-teman yang telah membersamai setiap langkah yang saya ambil. Pencapaian ini bukan semata tentang siapa yang terbaik, tapi tentang siapa yang bertahan dan terus melangkah,” tuturnya.

Adilla juga memberikan untaian selamat kepada rekan sejawat yang menyandang gelar baru di hari itu.

“Selamat kepada seluruh wisudawan. Semoga ilmu yang telah kita peroleh berkah dan bermanfaat. Semoga langkah kita selalu dimudahkan dan diberikan kekuatan untuk menghadapi setiap tantangan,” katanya.

Profil dr Adilla Dwi Nur Yadika, S.Ked, M.K.M

Adilla Dwi Nur Yadika merupakan Dokter umum lulusan Profesi Dokter Universitas Lampung tahun 2022 dan Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Lampung tahun 2026. Ia merupakan seseorang yang bertanggung jawab, teliti dan dapat berkerjasama dalam tim.

Wanita kelahiran 28 Januari 1999 itu merupakan putri bungsu dari H. Supriyadi Alfian, M.H dan Hj. Artati Kartika Dewi. Adilla telah dipersunting M.Fadil, S.T.

Adilla juga memiliki satu kakak bernama Alifa Soraya Nuryadika, S.Pd., M., Pd., Gr, suami Adam Rulandri, S.M., yang memiliki satu putri Arsyila Zivana Adafa

Pendidikan

– Universitas Lampung

S2 Magister Kesehatan Masyarakat (Agustus 2024-Januari 2026)

– Universitas Lampung

Profesi Dokter (Januari 2020-Maret 2022)

– Universitas Lampung

S1 Pendidikan Dokter (September 2016-Desember 2019)

Prestasi

– Peraih Predikat Cum Laude, S1 Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

– Peraih Predikat Cum Laude, S2 Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

– Wisudawan Terbaik Kesatu Tingkat Fakultas, Program Magister, Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

– Wisudawan Terbaik Kedua Tingkat Universitas, Program Magister, Universitas Lampung

Pengalaman Kerja dan Organisasi

– Dokter Umum Rumah Sakit Urip Sumoharjo Bandar Lampung 2024-2025

– Dokter Umum Klinik Cahaya Sehat Bandar Lampung 2024-2026

– Dokter Internsip RSUD dr. A. Dadi Tjokrodipo Bandar Lampung 2023

– Dokter Internsip Puskesmas Panjang Bandar Lampung 2022-2023

– Fasilitator Tutorial dan CSL Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Semester Ganjil Tahun Ajaran 2023/2024

– Fasilitator Tutorial dan CSL Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Lampung Semester Ganjil Tahun Ajaran 2022/2023

– Pengajar Bimbingan Belajar Kedokteran “UKMPPD Camp” 2022-2025

– Asisten Dosen Biokimia, Biologi Molekuler dan Fisiologi 2017-2019

– Wakil Sekretaris Lingkaran Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Lampung (LAKUNA) 2024-sekarang

– Wakil Ketua Divisi PKM-C Lampung University Medical Researcher (LUNAR) Universitas Lampung 2018-2019

– Anggota FSI (Forum Studi Islam) Ibnu Sina Fakultas Kedokteran Universitas Lampung 2017-2018. (**)

Dikukuhkan Senin Guru Besar IIB Darmajaya! Berikut Sosok Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dedikasi panjang dalam dunia akademik dan inovasi teknologi akhirnya mengantarkan Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom. menuju puncak karier tertinggi sebagai Guru Besar di bidang ilmu/kepakaran Artificial Intelligence dalam bidang E-Learning di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya.

Pengukuhan yang dijadwalkan berlangsung Senin, (30/3/26) bukan sekadar seremoni akademik, tetapi menjadi simbol perjalanan intelektual yang sarat dedikasi, konsistensi, dan kontribusi nyata terhadap pengembangan teknologi pembelajaran di Indonesia.

Lahir di Rantau Prapat pada 12 Januari 1977, sosok yang kini menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu Komputer tersebut telah menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia pendidikan dan teknologi sejak usia muda. Perjalanan akademiknya dimulai dari pendidikan dasar hingga menengah di berbagai kota, sebelum akhirnya menempuh pendidikan tinggi di Universitas Bina Darma untuk jenjang sarjana.

Semangat belajar yang tinggi membawanya melanjutkan studi magister dan doktoral di Universitas Gadjah Mada, hingga menyelesaikan program postdoctoral di Universitas Diponegoro pada 2024.

Pengalaman akademik ini menjadi fondasi kuat dalam membangun kepakarannya di bidang Artificial Intelligence, khususnya penerapannya dalam sistem e-learning.
Dalam perjalanan kariernya, Prof. Said—sapaan akrabnya—tidak hanya berperan sebagai pendidik, tetapi juga sebagai pembimbing dan inspirator bagi generasi muda. Ia telah meluluskan sekitar 150 mahasiswa sarjana, 100 mahasiswa magister, serta turut membimbing lulusan doktoral. Angka tersebut mencerminkan kontribusi besar dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang teknologi informasi.

Dalam membimbing dan memberikan inspirasi untuk terus memberikan kontribusi terhadap dunia pendidikan tinggi di Indonesia. Prof Said pun meraih penghargaan akademic leader tahun 2023 dar Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II (LLDikti Wilayah II) Palembang.
Di ranah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, kiprahnya juga tak kalah signifikan. Fokus pada integrasi kecerdasan buatan dalam pembelajaran digital menjadi ciri khas kontribusinya. Ia aktif mengembangkan inovasi e-learning berbasis AI yang adaptif, interaktif, dan mampu menjawab tantangan pendidikan di era digital.

Pengukuhan sebagai Guru Besar yang efektif terhitung sejak 1 Januari 2026 menjadi tonggak penting, tidak hanya bagi dirinya, tetapi juga bagi Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya dalam memperkuat posisi sebagai institusi pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Di balik kesibukannya sebagai akademisi, Prof. Said juga dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan mencintai keseimbangan hidup. Ia menghabiskan waktu luang dengan berbagai hobi seperti traveling, menonton, hiking, hingga memancing bersama keluarga.

Dengan pengukuhan ini, harapan besar tertuju pada kontribusi lanjutan yang akan ia berikan, khususnya dalam mendorong transformasi digital di dunia pendidikan. Kehadirannya sebagai Guru Besar di bidang Artificial Intelligence dalam bidang E-Learning diyakini akan membuka jalan bagi inovasi pembelajaran yang lebih cerdas, inklusif, dan berkelanjutan di Indonesia. (**)

Halalbihalal Yayasan Alfian Husin: Tradisi Luhur, Sinergi untuk Maju

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Halalbihalal menjadi momentum penting mempererat silaturahmi dan meningkatkan kebersamaan. Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pembina Yayasan Alfian Husin Dr. Andi Desfiandi, S.E., M.A., di Emersia Hotel, Sabtu (28/3/26).

Dr. Andi Desfiandi menegaskan Halalbihalal adalah tradisi sarat makna dan harus terus dilestarikan. Menurutnya, Halalbihalal bukan sekadar pertemuan rutin, lebih dari itu acara ini adalah wadah untuk saling memaafkan dan memperkuat ukhuwah.
“Melalui kebersamaan, hubungan antarunit dan keluarga besar yayasan akan semakin kokoh. Hal ini menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan zaman,” kata Andi Desfiandi.

Acara tersebut juga menjadi ajang refleksi perjalanan Yayasan Alfian Husin bersama Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, SDI Pelangi, Pondok Pesantren Modern Annida, LBH Darmapala, serta unit usaha lainnya yang telah berkontribusi besar dalam pendidikan, sosial, keagamaan, dan advokasi.

“Semua capaian itu adalah hasil kerja sama yang solid. Saya memberikan apresiasi tinggi kepada pimpinan, dosen, karyawan, guru, staf, dan keluarga besar yayasan atas dedikasi yang diberikan,” kata dia.

Sementara itu, Sekretaris Yayasan, Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menegaskan Halal bi Halal harus dijadikan momentum meningkatkan kinerja. “Melalui kebersamaan ini, kita dapat memperkuat komitmen dan meningkatkan kualitas kerja demi kemajuan yayasan,” kata dia.

Firmansyah juga sempat mengabsensi perwakilan semua unit usaha, baik di bidang pendidikan, kesehatan, properti, dan unit usaha lainnya, seperti Lima Residen Kedaton dan Lima Residen Tebet, Perumahan Emerall Hils, Perumahan D’Hasanah 1 dan 2, Kedamaian Mansion, serta perwakilan dari unit usaha baru Dapur Makan Bergizi Gratis, maupun dari perwakilan keluarga yang hadir.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, ST., M.T., Ph.D., menekankan pentingnya sinergi antarunit. “Sinergi yang kuat akan membuat yayasan semakin berperan dalam pembangunan masyarakat,” ujarnya.

Hadir dalam acara tersebut Ketua Yayasan Ary Meizari, S.E., MBA., Wakil Rektor 3 IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., Bendahara Yayasan Ronny Nazar, S.E., M.M., serta anggota Dewan Pembina dr. Lyza M. Rozalinda Alfian dan Dian Septarina, S.E. Kehadiran keluarga besar dari kedua pendiri yayasan, Papi Alfian Husin dan Mami dr. Yoenidar Karim Alfian, menambah kehangatan suasana. Di awal acara pun sempat ditampilkan video sejarah berdirinya Yayasan Alfian Husin.

Selain rangkaian resmi, acara juga dimeriahkan dengan permainan game, lomba, dan pembagian doorprize. Gelak tawa peserta menambah semarak kebersamaan, bahkan pimpinan yayasan pun sempat membuat game dengan memberikan pertanyaan berhadiah uang kepada semua karyawan dan keluarga yang hadir.

Puncak acara juga dimeriahkan dengan pemotongan kue ulang tahun dr. Lyza M. Rozalinda Alfian yang berulang tahun sehari sebelumnya, 27 Maret 2026. Momen tersebut menjadi simbol kebahagiaan dan doa bersama untuk keberkahan keluarga besar Yayasan Alfian Husin. (**)

Unila Gelar Wisuda Periode IV 2025/2026 dengan 1.109 Lulusan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Universitas Lampung (Unila) menggelar wisuda program doktor, magister, profesi, sarjana, dan diploma, periode IV tahun akademik 2025/2026, Sabtu, 28 Maret 2026, di Gedung Serbaguna Unila.

Berdasarkan Surat Keputusan Rektor Unila Nomor 1038/UN26/PP.06.03/2026 terdapat 1.109 mahasiswa yang diwisuda periode IV ini. Wisudawan terdiri dari tujuh program doktor, 148 orang program magister, 951 program sarjana, dan tiga program diploma.

Prosesi wisuda dibuka dengan pembacaan laporan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Prof. Dr. Eng. Suripto Dwi Yuwono, S.T., M.T.

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., menyampaikan ucapan selamat kepada para lulusan dan ucapan terima kasih serta penghargaan kepada pihak-pihak terkait atas kerja keras dan kerja sama dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa.

“Saya mengucapkan selamat kepada para wisudawan, orang tua, dan keluarga wisudawan serta ucapan terima kasih dan penghargaan yang tinggi kami sampaikan kepada seluruh tenaga pendidik dan tenaga kependidikan atas kerja keras dan kerja sama dalam melaksanakan tugas mendidik mahasiswa”, ujarnya.

Selanjutnya, ia menyampaikan penyelenggaraan wisuda menjadi momentum perubahan status lulusan dari mahasiswa menjadi insan akademik yang memikul tanggung jawab sosial lebih besar.

Ilmu pengetahuan yang diperoleh diharapkan tidak hanya berhenti pada ranah akademik, tetapi mampu diwujudkan dalam kontribusi nyata bagi masyarakat.

Ia juga menambahkan, Unila tengah berinovasi melalui pengembangan kurikulum Kampus Berdampak serta mendorong penerapan kurikulum berbasis OBE (Outcome-Based Education) yang berorientasi pada hasil dan dampak nyata, di antaranya melalui magang berdampak dan mata kuliah umum berbasis proyek.

Dalam upaya meningkatkan mutu, Unila terus menunjukkan kemajuan melalui berbagai prestasi, peningkatan pemeringkatan nasional dan internasional, serta kepercayaan masyarakat yang tercermin dari jumlah mahasiswa aktif yang mencapai 40.555 orang per Maret 2025.

Hingga saat ini, Unila telah meluluskan 146.099 alumni dari delapan fakultas dan satu program pascasarjana, yang turut berkontribusi bagi bangsa dan Negara Republik Indonesia.

Unila berharap berbagai upaya peningkatan kualitas pendidikan, penguatan kurikulum berbasis dampak, serta pengembangan kerja sama dapat terus mendorong peningkatan mutu lulusan di masa depan.

Dengan fokus pada kualitas akademik, inovasi pembelajaran, dan partisipasi aktif mahasiswa, Unila optimistis mampu mencetak lulusan unggul, kompetitif, dan berdaya saing global.(Red)

Dosen IIB Darmajaya Raih Pengakuan Internasional, Paper Tembus Konferensi AI ICAIII 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Salah satu dosen terbaiknya, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom. bersama tim peneliti, berhasil menembus forum ilmiah internasional bergengsi melalui penerimaan (accepted) paper pada ajang International Conference on AI Innovations and Industry (ICAIII) 2026.

Paper dengan judul “Technical and Market Feasibility Assessment of an AI-Enabled Digital Learning Platform for Vocational Education in Indonesia” tersebut secara resmi diterima dengan Paper ID 118, setelah melalui proses seleksi ketat oleh reviewer internasional.

Penelitian ini kolaborasi multidisiplin Fakultas Ilmu Komputer dan Fakultas Ekonomi dan Bisnis IIB Darmajaya, dengan melibatkan beberapa peneliti di antaranya Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs.; Dr. Winda Lestari, S.E., M.M.; Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M.; Melda Agarina, S.Kom., M.T.I.; dan Anggawidia Wibaselppa, S.E., M.M.

Dalam penelitian tersebut, tim mengkaji kelayakan teknis dan pasar dari platform pembelajaran digital berbasis kecerdasan buatan (AI) yang diberi nama DigiLearn. Platform ini dirancang untuk mendukung pendidikan vokasi di Indonesia melalui pendekatan pembelajaran berbasis kompetensi, micro-credential, serta integrasi teknologi AI dalam proses pembelajaran.

Prof. Dr. Said Hasibuan menjelaskan bahwa hasil penelitian menunjukkan platform DigiLearn telah mencapai Technology Readiness Level (TRL) 6, yang berarti sistem telah tervalidasi dan siap diuji pada lingkungan operasional nyata. Namun, dari sisi pasar, platform ini masih berada pada Market Readiness Level (MRL) 3, yang menunjukkan perlunya penguatan strategi komersialisasi dan adopsi pengguna.

“Temuan ini sangat penting karena menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kesiapan teknologi untuk pengembangan platform pembelajaran berbasis AI, namun perlu didorong dengan strategi bisnis dan kolaborasi industri agar dapat diimplementasikan secara luas,” ujarnya saat diwawancarai Rabu, (25/3/26).

Capaian ini sekaligus menjadi bukti komitmen IIB Darmajaya dalam mendukung transformasi digital pendidikan di Indonesia, khususnya dalam pengembangan ekosistem pembelajaran berbasis teknologi kecerdasan buatan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Konferensi ICAIII 2026 sendiri akan menjadi wadah strategis bagi para akademisi dan praktisi dari seluruh dunia untuk berbagi inovasi di bidang Artificial Intelligence dan teknologi masa depan. Dengan diterimanya paper ini, diharapkan kontribusi IIB Darmajaya semakin memperkuat posisi Indonesia dalam pengembangan riset AI di tingkat global, sekaligus memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan vokasi di tanah air.(**)

Ruang Canda Trip Antar Mahasiswa Darmajaya Jadi Pemenang DSC 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kreativitas mahasiswa kembali bersinar. Tiga mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya sukses meraih kemenangan dalam ajang Darmajaya Startup Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Inkubator Bisnis dan Teknologi (UPT Inkubitek). Melalui ide bisnis wisata kreatif bertajuk Ruang Canda Trip, mereka berhasil mencuri perhatian dewan juri sekaligus menunjukkan potensi generasi muda dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Tim inovatif ini dipimpin Rovaldi Rohman dari Program Studi Manajemen, bersama Bagas Suryanto (Manajemen) dan Olivia Ramadhani (Sistem Informasi). Konsep yang mereka usung menghadirkan layanan perjalanan wisata all-in trip ke dua destinasi bahari unggulan Lampung, yakni Pulau Pahawang dan Pulau Wayang.

Berbeda dari paket wisata konvensional, Ruang Canda Trip dirancang sebagai pengalaman liburan yang penuh keseruan dan kebersamaan. Peserta trip dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti snorkeling di spot laut eksotis, sesi dokumentasi foto estetik, hingga mencicipi kuliner khas pesisir. “Liburan bareng kami bukan sekadar jalan-jalan, tapi menciptakan momen seru yang selalu bisa dikenang,” ujar Rovaldi saat diwawancarai Selasa (17/3/26).

Kemenangan di kompetisi startup tahunan tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk memperluas jangkauan usaha. Mereka berencana meningkatkan branding melalui media sosial, sekaligus membangun jaringan promosi berbasis rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth). Strategi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan muda yang ingin menikmati perjalanan santai namun berkesan.

Selain fokus pada promosi, tim juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari kenyamanan perjalanan, keamanan aktivitas wisata, hingga pengemasan pengalaman liburan yang lebih personal dan menyenangkan. Ke depan, Ruang Canda Trip diharapkan tidak hanya menjadi layanan wisata biasa, tetapi juga berkembang sebagai teman perjalanan yang menghadirkan cerita, tawa, dan kebersamaan dalam setiap petualangan. (**)MSEL– Ketegangan antarsopir sempat terjadi di area parkir pelabuhan PT SMA, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Perselisihan dipicu permintaan prioritas dari kendaraan pengangkut hewan ternak untuk lebih dulu masuk ke dermaga.

Sejumlah sopir yang telah mengantre lama, bahkan hingga dua hari, memprotes kebijakan tersebut. Situasi sempat memanas ketika kendaraan pengangkut ayam dan sapi terus bertambah dan bergerak ke bagian depan antrean, memicu ketidakpuasan sopir lain yang membawa sembako dan buah.

Namun, potensi konflik berhasil diredam cepat oleh personel pengamanan dari Polres Lampung Selatan bersama manajemen PT SMA. Petugas langsung turun tangan menenangkan para sopir dan memfasilitasi dialog di lokasi.

Dalam pertemuan itu, perwakilan sopir dikumpulkan untuk mencari solusi bersama. Hasilnya, disepakati pengaturan antrean yang lebih adil, yakni 15 unit kendaraan pengangkut buah dan sayur serta 5 unit kendaraan pengangkut ayam diberangkatkan secara bergantian.

Langkah cepat dan humanis dari aparat kepolisian membuat situasi yang sempat memanas kembali terkendali. Aktivitas di area pelabuhan pun berangsur normal dan kondusif.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan bertujuan memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik lebih luas.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif agar setiap permasalahan di lapangan bisa diselesaikan secara musyawarah dan tidak berkembang menjadi keributan,” ujar Yuni, Kamis (26/3/2026).

Ia juga mengapresiasi sikap para sopir yang bersedia menahan diri dan mengikuti kesepakatan bersama demi kelancaran arus penyeberangan.

“Alhamdulillah para sopir dapat memahami situasi dan sepakat mencari solusi bersama. Ini menunjukkan kesadaran kolektif yang baik,” katanya.

Yuni menambahkan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di titik-titik rawan selama arus penyeberangan berlangsung.

“Kami pastikan kehadiran personel di lapangan untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tetap mematuhi aturan antrean dan mengedepankan komunikasi jika terjadi kendala di lapangan.

“Jika ada permasalahan, sampaikan dengan baik kepada petugas. Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombes Pol N. Dedy Arifianto menyebut, penanganan di lapangan terus diperkuat dengan dukungan lintas instansi untuk mengurai kepadatan.

“Sudah kami atasi dengan tambahan empat kapal dari ASDP, BPTD, dan KSOP. Saat ini sedang proses loading dan penataan parkir agar antrean lebih tertib,” jelas Dedy.

Ia juga menegaskan pentingnya ketegasan dalam pengaturan di momen arus balik agar tidak memicu kecemburuan di lapangan.

“Hal-hal seperti ini sering terjadi di pelabuhan, ada yang merasa dikawal atau punya ‘orang dalam’. Di momen arus balik seperti ini harus tegas dan lurus, tidak ada yang main aturan sendiri,” tegasnya.(Red)

Siap Berkarier di Industri Media, Mahasiswa UBL Ini Jalani Magang Berdampak di tvOne

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Bandar Lampung (UBL), Ni Made Anindya Asti Widyadhana, menjalani program magang berdampak di stasiun televisi nasional tvOne, salah satu media berita dan olahraga terkemuka di Indonesia. Mahasiswi UBL angkatan 2023 yang kini menempuh semester 6 (enam) tersebut mendapatkan kesempatan berharga untuk merasakan langsung dinamika kerja di industri media nasional.

Selama menjalani program magang 1 (satu) semester, Anindya terlibat dalam berbagai aktivitas yang berkaitan dengan proses produksi informasi di ruang redaksi. Ia melakukan riset berita, membantu proses pembuatan konten, serta berkoordinasi dengan tim kerja di lingkungan kantor.

Menurut Anin, panggilan akrabnya, pengalaman magang tersebut memberikan pemahaman baru mengenai bagaimana proses kerja media berlangsung secara profesional. “Selama magang di tvOne saya belajar banyak hal, mulai dari bagaimana melakukan riset berita, memahami kebutuhan konten media, hingga berkomunikasi dan bekerja dalam tim redaksi. Ini pengalaman yang sangat berharga karena saya bisa melihat langsung bagaimana proses produksi berita di media nasional,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Kamis (26/03/2026).

Ia menambahkan, sejumlah mata kuliah yang dipelajari di bangku kuliah ternyata sangat relevan dengan pekerjaan yang dijalankan selama magang, “Materi yang saya pelajari di kampus ternyata sangat membantu ketika praktik di lapangan. Saya jadi lebih memahami bagaimana mencari informasi yang kredibel, menganalisis isu, dan menyusunnya menjadi konten yang menarik bagi audiens,” katanya.

Selain melakukan riset berita, Anindya juga ikut terlibat dalam proses pembuatan konten media. Pengetahuan dari mata kuliah yang didapatkan selama di kampus, baik secara teori maupun praktik, turut membantu dalam menyusun konten yang informatif dan relevan dengan kebutuhan audiens.

Pengalaman berinteraksi dengan tim kerja di lingkungan kantor juga memberikan gambaran nyata mengenai penerapan ilmu komunikasi dalam dunia profesional. “Magang ini membuka wawasan saya tentang dunia kerja di industri media. Saya jadi lebih memahami ritme kerja media dan semakin termotivasi dan meyakinkan diri saya untuk berkarier di bidang komunikasi dan media setelah lulus nanti,” tutupnya.

Program magang berdampak tersebut menjadi salah satu bentuk pengalaman praktis bagi mahasiswa UBL untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus memahami secara langsung dinamika dunia kerja di industri media nasional yang semakin memantapkan karier mereka di dunia industri.