Ruang Canda Trip Antar Mahasiswa Darmajaya Jadi Pemenang DSC 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kreativitas mahasiswa kembali bersinar. Tiga mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya sukses meraih kemenangan dalam ajang Darmajaya Startup Competition 2026 yang diselenggarakan oleh Unit Pelaksana Teknis Inkubator Bisnis dan Teknologi (UPT Inkubitek). Melalui ide bisnis wisata kreatif bertajuk Ruang Canda Trip, mereka berhasil mencuri perhatian dewan juri sekaligus menunjukkan potensi generasi muda dalam mengembangkan sektor pariwisata daerah.

Tim inovatif ini dipimpin Rovaldi Rohman dari Program Studi Manajemen, bersama Bagas Suryanto (Manajemen) dan Olivia Ramadhani (Sistem Informasi). Konsep yang mereka usung menghadirkan layanan perjalanan wisata all-in trip ke dua destinasi bahari unggulan Lampung, yakni Pulau Pahawang dan Pulau Wayang.

Berbeda dari paket wisata konvensional, Ruang Canda Trip dirancang sebagai pengalaman liburan yang penuh keseruan dan kebersamaan. Peserta trip dapat menikmati berbagai aktivitas menarik seperti snorkeling di spot laut eksotis, sesi dokumentasi foto estetik, hingga mencicipi kuliner khas pesisir. “Liburan bareng kami bukan sekadar jalan-jalan, tapi menciptakan momen seru yang selalu bisa dikenang,” ujar Rovaldi saat diwawancarai Selasa (17/3/26).

Kemenangan di kompetisi startup tahunan tersebut menjadi motivasi bagi tim untuk memperluas jangkauan usaha. Mereka berencana meningkatkan branding melalui media sosial, sekaligus membangun jaringan promosi berbasis rekomendasi dari mulut ke mulut (word of mouth). Strategi ini diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan muda yang ingin menikmati perjalanan santai namun berkesan.

Selain fokus pada promosi, tim juga berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari kenyamanan perjalanan, keamanan aktivitas wisata, hingga pengemasan pengalaman liburan yang lebih personal dan menyenangkan. Ke depan, Ruang Canda Trip diharapkan tidak hanya menjadi layanan wisata biasa, tetapi juga berkembang sebagai teman perjalanan yang menghadirkan cerita, tawa, dan kebersamaan dalam setiap petualangan. (**)MSEL– Ketegangan antarsopir sempat terjadi di area parkir pelabuhan PT SMA, Desa Sumur, Kecamatan Ketapang, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (25/3/2026) sekitar pukul 19.00 WIB.

Perselisihan dipicu permintaan prioritas dari kendaraan pengangkut hewan ternak untuk lebih dulu masuk ke dermaga.

Sejumlah sopir yang telah mengantre lama, bahkan hingga dua hari, memprotes kebijakan tersebut. Situasi sempat memanas ketika kendaraan pengangkut ayam dan sapi terus bertambah dan bergerak ke bagian depan antrean, memicu ketidakpuasan sopir lain yang membawa sembako dan buah.

Namun, potensi konflik berhasil diredam cepat oleh personel pengamanan dari Polres Lampung Selatan bersama manajemen PT SMA. Petugas langsung turun tangan menenangkan para sopir dan memfasilitasi dialog di lokasi.

Dalam pertemuan itu, perwakilan sopir dikumpulkan untuk mencari solusi bersama. Hasilnya, disepakati pengaturan antrean yang lebih adil, yakni 15 unit kendaraan pengangkut buah dan sayur serta 5 unit kendaraan pengangkut ayam diberangkatkan secara bergantian.

Langkah cepat dan humanis dari aparat kepolisian membuat situasi yang sempat memanas kembali terkendali. Aktivitas di area pelabuhan pun berangsur normal dan kondusif.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Pol Yuni Iswandari Yuyun menegaskan bahwa kehadiran polisi di lapangan bertujuan memastikan setiap persoalan dapat diselesaikan dengan baik tanpa menimbulkan konflik lebih luas.

“Kami mengedepankan pendekatan persuasif agar setiap permasalahan di lapangan bisa diselesaikan secara musyawarah dan tidak berkembang menjadi keributan,” ujar Yuni, Kamis (26/3/2026).

Ia juga mengapresiasi sikap para sopir yang bersedia menahan diri dan mengikuti kesepakatan bersama demi kelancaran arus penyeberangan.

“Alhamdulillah para sopir dapat memahami situasi dan sepakat mencari solusi bersama. Ini menunjukkan kesadaran kolektif yang baik,” katanya.

Yuni menambahkan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengawasan dan pengamanan di titik-titik rawan selama arus penyeberangan berlangsung.

“Kami pastikan kehadiran personel di lapangan untuk menjaga ketertiban dan memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya para pengguna jasa pelabuhan,” tegasnya.

Ia juga mengimbau seluruh pihak agar tetap mematuhi aturan antrean dan mengedepankan komunikasi jika terjadi kendala di lapangan.

“Jika ada permasalahan, sampaikan dengan baik kepada petugas. Kami siap membantu mencarikan solusi terbaik,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Lalu Lintas Polda Lampung Kombes Pol N. Dedy Arifianto menyebut, penanganan di lapangan terus diperkuat dengan dukungan lintas instansi untuk mengurai kepadatan.

“Sudah kami atasi dengan tambahan empat kapal dari ASDP, BPTD, dan KSOP. Saat ini sedang proses loading dan penataan parkir agar antrean lebih tertib,” jelas Dedy.

Ia juga menegaskan pentingnya ketegasan dalam pengaturan di momen arus balik agar tidak memicu kecemburuan di lapangan.

“Hal-hal seperti ini sering terjadi di pelabuhan, ada yang merasa dikawal atau punya ‘orang dalam’. Di momen arus balik seperti ini harus tegas dan lurus, tidak ada yang main aturan sendiri,” tegasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan