UBL Sambut Mahasiswa Asal Tiongkok, Perkuat Internasionalisasi Kampus

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan langkahnya sebagai kampus berkelas internasional. Tiga mahasiswa asal Guilin University of Aerospace Technology (GUAT), Tiongkok, resmi mengikuti program student exchange di UBL sebagai bagian dari penguatan kerja sama internasional antar perguruan tinggi.

Kehadiran mahasiswa asing ini tidak sekadar menjadi simbol kolaborasi akademik, tetapi juga memperkaya atmosfer global di lingkungan kampus. UBL memandang program pertukaran mahasiswa ini sebagai instrumen strategis untuk mendorong daya saing lulusan di tengah dinamika pendidikan global.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. Yusuf Sulfarano Barusman, MBA, menegaskan komitmen kampus dalam memperluas jejaring internasional melalui mobilitas mahasiswa dua arah, mengirim mahasiswa ke luar negeri sekaligus menerima mahasiswa asing. “Internasionalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga bertukar perspektif, budaya, dan pengalaman global,” ujar Yusuf saat menyambut kedatangan mahasiswa GUAT, Rabu (25/3/2026).

Tiga mahasiswa yang mengikuti program ini, yakni Huang Fangying, Hu Xuancai, dan Lin Yiwei, akan menempuh perkuliahan sesuai bidang studi sekaligus terlibat dalam berbagai aktivitas kampus. Mereka juga akan diperkenalkan pada budaya Indonesia, khususnya kearifan lokal Lampung, sebagai bagian dari pengalaman lintas budaya.

Bagi Huang Fangying, pengalaman pertama di Indonesia meninggalkan kesan mendalam. Ia mengaku terkesan dengan lingkungan yang nyaman serta keramahan masyarakat. “Saya sangat senang berada di sini. Lingkungannya menyenangkan, bersih, dan orang-orangnya sangat ramah. Saya merasa diterima dengan baik,” ungkapnya.

Program ini juga memberikan manfaat signifikan bagi mahasiswa UBL. Interaksi langsung dengan mahasiswa internasional dinilai mampu meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya sekaligus memperluas wawasan global. Langkah ini sejalan dengan visi UBL sebagai kampus berdampak yang tidak hanya berfokus pada penguatan akademik, tetapi juga berperan aktif dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif, kompetitif, dan siap bersaing di tingkat global.

Telkom University–IIB Darmajaya Sulap Sampah Jadi Cuan Lewat Aplikasi Digital

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Telkom University berkolaborasi dengan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menghadirkan inovasi digital dalam pengelolaan sampah organik berbasis masyarakat di Desa Lengkong, Kabupaten Bandung.

Program Abdimas ini mengedukasi warga melalui pelatihan komposter dan budidaya maggot, sekaligus memperkuat peran Bank Sampah Unit Mekar Arum Mewangi (BSU MAMMA) sebagai sarana peningkatan nilai ekonomi sampah rumah tangga. Kolaborasi ini juga menghasilkan aplikasi mobile untuk pencatatan dan monitoring pengelolaan sampah secara real-time.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Prof. Dr. M. Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., menegaskan bahwa digitalisasi menjadi kunci dalam modernisasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Pemanfaatan teknologi mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, sekaligus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam sistem bank sampah,” ujarnya saat diwawancarai pada Rabu (25/3/26).

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi melalui kolaborasi lintas kampus memperkuat implementasi ekonomi sirkular. Menurutnya, sistem digital yang dikembangkan tidak hanya menjadi solusi teknis, tetapi juga sarana edukasi dan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Program ini melibatkan tim gabungan, yakni Suryatiningsih, S.T., M.T., OCA.; Sari Dewi Budiwati, S.T., M.T. Ph.D.; Maulida Mazaya, S.ST., Ph.D.; Berti Saputri; Audri Chaira Fadila dari Telkom University, serta Prof. Dr. M. Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom.; Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs.; Dr. Handoyo W.N, S.Kom., M.T.I.; dan Aswin, S.E., M.M. dari IIB Darmajaya.

Program yang berlangsung sejak Maret 2025 hingga Februari 2026 ini menjadi bukti bahwa sinergi antar perguruan tinggi mampu menghasilkan solusi inovatif yang berdampak langsung bagi masyarakat. Selain berkontribusi dalam pengurangan timbunan sampah, program ini juga membuka peluang pengembangan ekonomi sirkular berbasis teknologi.

Melalui kolaborasi ini, Desa Lengkong tidak hanya menjadi lokasi pengelolaan sampah, tetapi juga berkembang sebagai contoh nyata implementasi transformasi digital dalam pemberdayaan masyarakat. Sinergi antara Telkom University dan IIB Darmajaya diharapkan dapat menjadi model kolaborasi yang dapat direplikasi berbagai daerah di Indonesia. (**)

IIB Darmajaya Ciptakan Sistem AI Pendeteksi Banjir Real-Time untuk Kota Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyiapkan layanan digital berbasis teknologi Internet of Things (IoT) dan Artificial Intelligence (AI) untuk memantau serta memberikan informasi banjir secara real-time di wilayah Kota Bandar Lampung. Sistem ini ditujukan untuk mendukung mitigasi bencana pemerintah daerah sekaligus meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.

Layanan tersebut terintegrasi dalam dashboard Smart City Monitoring yang mampu menampilkan berbagai indikator penting, mulai dari status tinggi muka air sungai, kondisi lampu penerangan jalan umum (PJU), armada pengangkut sampah, hingga peringatan dini banjir. Pada kondisi tertentu, sistem akan secara otomatis mendeteksi kenaikan level air dan mengirimkan peringatan bahaya kepada operator.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, mengatakan pengembangan sistem ini merupakan bagian dari kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital kota.
“Kami berupaya menghadirkan teknologi yang tidak hanya inovatif, tetapi juga solutif terhadap persoalan lingkungan perkotaan. Dengan sistem pemantauan banjir real-time, informasi dapat diterima lebih cepat sehingga langkah mitigasi bisa dilakukan secara efektif,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (17/3/26).

Salah satu fitur utama yang disiapkan adalah notifikasi otomatis kepada masyarakat melalui WhatsApp serta integrasi dengan kamera pengawas (CCTV) di titik pemantauan sungai. Ketika sensor IoT mendeteksi kenaikan tinggi air melampaui ambang batas, peringatan akan langsung dikirimkan kepada pihak terkait dan warga di wilayah rawan banjir.

Selain faktor curah hujan dan kondisi drainase, persoalan sampah juga menjadi perhatian dalam sistem Smart City Darmajaya. Platform tersebut dilengkapi fitur monitoring armada angkutan sampah dan kapasitas Tempat Pembuangan Sementara (TPS) berbasis IoT. Pemerintah daerah dapat memantau rute kendaraan, tingkat kepenuhan tempat sampah, hingga kapasitas TPS secara digital.

Menurut Prof. Said, ke depan pengelolaan sampah diharapkan tidak lagi berakhir di TPS, melainkan diselesaikan sejak dari rumah tangga melalui konsep ekonomi sirkular. Dalam konsep ini, sampah dipilah sejak sumbernya dan dimanfaatkan kembali menjadi produk bernilai ekonomi sehingga mampu mengurangi beban lingkungan sekaligus meminimalkan potensi banjir.
Pengembangan sistem dilakukan secara kolaboratif lintas program studi di lingkungan IIB Darmajaya.

Program Studi Sistem Komputer berperan dalam merancang sensor IoT dan perangkat keras pemantauan lingkungan, sementara Program Studi Sistem Informasi mengembangkan platform aplikasi dan sistem penyebaran informasi digital.
Di sisi lain, Program Studi Teknik Informatika menerapkan teknologi AI untuk analisis data, pemetaan wilayah rawan banjir, serta prediksi potensi banjir berdasarkan pola historis. Adapun Program Studi Sains Data bertanggung jawab pada proses pre-processing dan pengolahan awal data sensor agar siap digunakan dalam analitik prediktif.

Melalui inovasi ini, Darmajaya berharap dapat menghadirkan ekosistem Smart City yang komprehensif sehingga informasi kebencanaan dapat diketahui lebih cepat, akurat, dan dapat ditindaklanjuti secara optimal oleh pemerintah maupun masyarakat.(**)

Wakil Rektor Universitas Paramadina: Pembatasan Kuota PTN Wujudkan Keadilan Ekosistem Pendidikan Tinggi

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Kebijakan pemerintah untuk membatasi kuota mahasiswa di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dinilai sebagai langkah strategis dalam menciptakan keadilan bagi seluruh elemen pendidikan nasional, baik negeri maupun swasta. Hal ini merespons pernyataan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, yang sebelumnya meminta kebijakan tersebut ditelaah ulang karena khawatir akan menghambat akses pendidikan bagi masyarakat ekonomi lemah (17/3/2026).

Wakil Rektor Universitas Paramadina, Handi Risza, menegaskan bahwa kebijakan ini bukan merupakan bentuk eksklusivitas, melainkan upaya penataan ulang tata kelola pendidikan agar lebih proporsional. Menurutnya, selama ini posisi Perguruan Tinggi Swasta (PTS) sering kali tidak seimbang dibandingkan dengan PTN dalam aspek penerimaan mahasiswa maupun alokasi dukungan pemerintah.

Terkait kekhawatiran mengenai akses bagi mahasiswa dari golongan bawah, Handi menjelaskan bahwa solusinya bukan dengan menumpuk mahasiswa di PTN, melainkan melalui penguatan beasiswa yang masif. Ia memaparkan bahwa saat ini pemerintah telah menyalurkan beasiswa kepada 200 ribu mahasiswa per tahun, dengan total penerima beasiswa nasional mencapai lebih dari satu juta orang jika digabungkan dengan sektor nonpemerintah.

“Dengan dana pendidikan yang besar, beasiswa ini bisa ditingkatkan dua kali lipat. Jadi anak miskin kalau mau kuliah pasti ada beasiswa,” ujar Handi Risza dalam keterangan tertulisnya, Selasa (17/3).

Ia juga menambahkan bahwa instrumen seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP Kuliah) harus benar-benar dijaga agar tepat sasaran. Handi menekankan, “Jangan sampai KIP kuliah dimanfaatkan untuk kepentingan politik tertentu, sehingga penyalurannya menjadi bermasalah, tidak merata dan tidak tepat sasaran.”

Lebih lanjut, Handi menyampaikan bahwa pembatasan kuota mahasiswa akan memberikan ruang bagi PTN untuk berhenti mengejar jumlah mahasiswa dalam skala besar demi pendapatan (PNBP) semata. Sebaliknya, PTN didorong untuk fokus pada kualitas riset, inovasi, dan peningkatan daya saing di level internasional.

Ia secara tegas menyatakan bahwa PTN harus mulai menetapkan standar yang lebih tinggi di masa depan. “Tetapi PTN sudah harus menargetkan dalam beberapa waktu ke depan bisa masuk dalam rangking 50-100 kampus paling top di dunia,” cetusnya.

Handi Risza mengingatkan bahwa PTS adalah pilar utama dalam memperluas akses pendidikan tinggi di Indonesia, mengingat jumlah institusi dan kontribusi mahasiswanya merupakan mayoritas secara nasional. Keadilan bagi PTS, menurutnya, adalah tentang memastikan jutaan mahasiswa tetap mendapatkan akses pendidikan berkualitas melalui kebijakan yang seimbang dan inklusif.

“Masa depan pendidikan tinggi Indonesia tidak hanya bergantung pada kekuatan perguruan tinggi negeri, tetapi juga pada kemampuan negara untuk memberdayakan perguruan tinggi swasta sebagai mitra strategis dalam membangun bangsa,” tutup Handi.(Red)

Kurma (Kejutan Untung Ramadhan) PT Trio Kencana Abadi Bikin Punya Motor Honda Makin Mudah

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Memiliki sepeda motor Honda kini semakin mudah. PT Trio Kencana Abadi menghadirkan program Kurma Maret Kejutan Untung Ramadhan dengan beragam promo menarik yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat Lampung mewujudkan motor impiannya.

Melalui program ini, konsumen dapat menikmati potongan angsuran hingga tiga bulan, hemat DP hanya Rp5 jutaan, serta cicilan harian mulai Rp30 ribuan. Promo berlaku untuk berbagai model favorit Honda seperti Scoopy, ADV 160, dan PCX 160, yang dikenal stylish, nyaman, dan tangguh untuk penggunaan harian.

Tak hanya kemudahan pembiayaan, PT Trio Kencana Abadi juga memberikan nilai lebih melalui berbagai bonus menarik, mulai dari gratis oli dan servis selama satu tahun, hingga gratis disc lock. Konsumen bahkan berkesempatan membawa pulang hadiah langsung berupa jas hujan, tire inflator, jaket safety, dan P3K.

Kepala Cabang PT Trio Kencana Abadi, menyebut promo ini sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan solusi terbaik bagi konsumen. “Kami ingin konsumen tidak hanya mendapatkan motor Honda yang berkualitas, tetapi juga kemudahan, kenyamanan, dan keuntungan lebih dalam satu paket promo di bulan Maret ini,” ujarnya.

Program Kurma Maret Kejutan Untung Ramadhan berlaku selama bulan Ramadhan 2026. Informasi lengkap dapat diperoleh dengan mengunjungi dealer resmi PT. Trio Kencana Abadi di Jl. Yos Sudarso No. 180, Panjang, Bandar Lampung,  menghubungi 0823 7224 7034 , atau melalui media sosial @trio.kencanaabadi_.

 

Tingkatkan Peluang Lolos P2MW, Mahasiswa IIB Darmajaya Dibekali Strategi Susun RAB

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak wirausaha muda yang berdaya saing tinggi. Salah satu langkah nyata diwujudkan melalui kegiatan Coaching Clinic penyusunan proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) yang digelar di Co-Working Space DSC lantai 2, Jumat (13/3/26).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan peluang mahasiswa agar mampu lolos seleksi program P2MW yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Melalui pendampingan intensif, peserta dibekali strategi penyusunan proposal usaha yang sistematis, terukur, serta selaras dengan kebutuhan pengembangan bisnis yang diajukan.

Dosen Program Studi Akuntansi, Dedi Putra, S.E., M.S.Ak., menegaskan bahwa aspek perencanaan keuangan menjadi faktor penting dalam menentukan kualitas proposal usaha mahasiswa. Ia menjelaskan, proposal yang tidak didukung perhitungan anggaran yang matang berpotensi sulit bersaing dalam proses seleksi.

“Proposal tanpa perhitungan anggaran yang tepat akan sulit diterima. RAB harus realistis, rinci, dan sesuai dengan kebutuhan pengembangan usaha yang diajukan,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mendapatkan pendampingan langsung terkait penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta pembuatan laporan keuangan usaha. Melalui pembekalan ini, diharapkan kualitas proposal mahasiswa semakin meningkat sehingga mampu bersaing di tingkat nasional.

IIB Darmajaya optimistis kegiatan ini dapat mendorong lahirnya wirausaha muda inovatif yang tidak hanya memiliki ide bisnis kreatif, tetapi juga mampu mengelola perencanaan keuangan usaha secara profesional. (**)

Penegakan Hukum dan Jeritan Suara Perut Rakyat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sentak terkejut mendengar penegakan hukum seakan prestasi di tengah derita rakyat Menjelang Idul Fitri 2026, Di daerah Lampung tepatnya kabupaten way kanan telah terjadi penertiban, penghentian aktivitas tambang rakyat oleh Polda lampung. Kebijakan ini mungkin dimaksudkan untuk menegakkan Hukum.

Pertanyaannya apakah APH baru tau..? Selama ini kemana aja..?

Apakah negara benar-benar sudah mempertimbangkan dampak  dampak yang di timbulkan, ekonominya,sosial, keamanan bagi rakyat dan perekonomian nasional.?

Tambang rakyat selama ini bukan sekadar aktivitas informal. Di banyak wilayah bukan hanya di kabupaten way kanan tetapi hampir di seluruh wilayah Indonesia, kegiatan serupa terjadi  ini adalah upaya keluarga bertahan hidup, terutama ketika lapangan kerja formal belum bisa diberikan oleh pemerintah ke warga negara.

Pemerintah telah memberlakukan Undang-Undang Nomor: 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara, ada banyak penambang tradisional kehilangan kepastian hukum.

Penertiban pada saat menjelang idul Fitri begini akan sangat merugikan negara,,karna semua kebutuhan meningkat drastis, contoh sederhananya.

Di kabupaten way kanan ada ribuan penambang yang bekerja setiap hari mengadu nasib untuk mendapatkan graman mas yang di bagi tim kerja, jika satu tim bekerja 10 orang di kali dengan ribuan kelompok dengan mesin seadanya,  maupun yg menyewa alat berat berapa putaran uang yang beredar per hari dari bensin motor menuju lokasi,,dari bontot yang belanja di warung warung, dan ini simbiosis mutualisme maka berapa potensi krugian ekonomi,apalagi jika kita menghitung ini secara nasional berapa juta orang yang mencoba menghidupi keluarga untuk bertahan hidup, maka berapa putaran uang secara nasional yg berhenti berbuputar. maka akumulasi aktivitas ekonomi dari ribuan titik tambang rakyat bisa mencapai ratusan triliun rupiah setiap tahun.

Semua kegiatan pelaku penambang ini berimplikasi langsung pada Pedagang makanan,Pengusaha transportasi lokal,Bengkel alat tambang,Toko kebutuhan harian,Jasa pengolahan mineral,Pasar tradisional.

Ketika pemerintah melakukan penertiban maka sebaiknya sudah berpikir secara komprehensif baik bicara solusi jangka panjang dan jangka pendek terhadap masyarakat setempat karna tambang rakyat berhenti, rantai ekonomi desa ikut tersendat.

Pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan kebijakan yang memberi harapan kepada masyarakat melalui Peraturan Pemerintah Nomor: 39 Tahun 2025 tentang Wilayah Pertambangan Rakyat. Regulasi ini membuka jalan legalisasi tambang rakyat melalui skema Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) dan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dalam  implementasinya masih berjalan lambat bahkan tidak berjalan.

Pemerintah semestinya hadir di tengah rakyat untuk menunjukkan empati dan memberi solusi bahkan lebih dari itu, sentuhan nyata misal dengan Revisi tata ruang, Penetapan wilayah WPR,Penerbitan IPR bagi penambang rakyat atau hal lain dengan membawa persoalan di wilayahnya ke pemerintah pusat dengan kementrian terkait jika hal itu bukan kewenangan pemerintah daerah, ini menimbulkan bahasa negara jahat terhadap rakyatnya.

Dalam situasi seperti ini, penertiban yang dilakukan menjelang Lebaran justru berpotensi memperbesar tekanan ekonomi di tengah tengah masyarakat desa.

Amanah konstitusi melalui Undang-Undang Dasar 1945 telah menegaskan bahwa kekayaan alam harus digunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

Pertanyaannya sederhana ini kekayaan untuk siapa, rakyat yang mana.?

Apakah kemakmuran negara tercapai untuk rakyatnya dengan menutup akses ekonomi mereka di setop, atau  justru dihentikan tanpa solusi semakin memperburuk nasib rakyat.

Solusi yang harus diberikan yaitu  transformasi tambang rakyat menjadi legal, aman, dan ramah lingkungan.

Negara seharusnya hadir  dan fokus pada ;

Percepatan penetapan WPR.

Pembentukan koperasi tambang rakyat.

Pelatihan teknologi tambang menjadi ramah lingkungan.

Pendampingan keselamatan kerja.

Integrasi dengan industri pengolahan mineral.

Rakyat bukan musuh negara. realitas ekonomi masyarakat yang perlu diatur dan diberdayakan, bukan dimatikan. Menjelang Lebaran, ketika kebutuhan ekonomi keluarga meningkat, kebijakan negara seharusnya hadir dengan empati dan solusi, bukan sekadar penertiban. Karena pada akhirnya, keberhasilan pengelolaan sumber daya alam bukan diukur dari seberapa banyak tambang yang ditutup dan bukan seberapa banyak yang di penjara melalui penegakan hukum, melainkan seberapa sejahtera rakyat dari alam kita.

Saya doakan dari Masjidil harom mudah mudahan saudara saudaraku yang terkena dampak atas penertiban ini dapat diberikan kelapangan hati, dimurahkan rejekinya dan bisa segera menemukan jalan keluar atas apa yang sedang di hadapi, insya Allah bulan ramadan memberikan keberkahan yang besar untuk kita semua, amin.(Opini/Dr. Resmen Kadapi, S.H., M.H)

Mahasiswa IIB Darmajaya Antusias Ikuti Coaching Clinic Penyusunan Proposal P2MW

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di Co-Working Space DSC lantai 2 pada Kamis (12/3/2026). Kegiatan ini menjadi wadah pembekalan bagi mahasiswa yang ingin menyiapkan proposal bisnis terbaik untuk mengikuti program P2MW.

Kepala UPT Inkubitek IIB Darmajaya, Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M, hadir sebagai pemateri utama dan memaparkan berbagai strategi penting dalam menyusun proposal bisnis yang kompetitif. Dalam pemaparannya, Lilla menegaskan bahwa langkah awal yang harus diperhatikan mahasiswa adalah memilih kategori bisnis yang tepat. “Mahasiswa harus menentukan kategori bisnis yang sesuai, apakah di bidang F&B atau bisnis digital. Pemilihan kategori yang tepat akan mempengaruhi arah penyusunan proposal,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa proposal harus disusun sesuai dengan panduan yang telah ditetapkan. Menurutnya, kelengkapan dan keakuratan data pendukung menjadi salah satu faktor penting yang menentukan kualitas proposal.

Lilla menjelaskan bahwa mahasiswa perlu selalu mengacu pada rubrik penilaian pada setiap kategori yang diikuti. Dengan memahami aspek penilaian tersebut, mahasiswa dapat menyusun proposal yang lebih terarah dan sesuai dengan kriteria yang diharapkan oleh reviewer.

Selain itu, ia mendorong peserta untuk menyusun proposal dengan menggunakan sudut pandang investor. Menurutnya, pendekatan tersebut akan membantu mahasiswa menilai apakah ide bisnis yang diajukan memiliki potensi untuk dikembangkan. “Coba tempatkan diri sebagai investor. Apakah ide bisnis ini layak didukung dan memiliki peluang berkembang?” katanya.

Ia juga menambahkan bahwa proposal sebaiknya memberikan penekanan kuat pada produk yang diusulkan, terutama jika produk tersebut berasal dari hasil riset di perguruan tinggi asal mahasiswa. Hal ini dinilai dapat meningkatkan nilai inovasi serta daya saing proposal.

Dalam kesempatan tersebut, Lilla turut menyinggung pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan dalam penyusunan proposal. Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI tidak dilarang, namun harus tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. “Penggunaan AI boleh saja, tetapi tetap mengacu pada Panduan Penggunaan Generative Artificial Intelligence pada Pembelajaran di Perguruan Tinggi,” jelasnya.

Melalui kegiatan coaching clinic ini, Inkubator Bisnis dan Teknologi IIB Darmajaya berharap mahasiswa semakin siap menyusun proposal bisnis yang berkualitas, inovatif, dan mampu bersaing dalam program P2MW. Antusiasme peserta terlihat dari aktifnya mahasiswa berdiskusi serta mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengembangan ide bisnis mereka.(**)

Antusias! Guru se-Lampung Ikuti Training Gratis Coding dan Robotik di UBL

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Melalui Pusat Studi Mekatronika dan Otomatisasi (PSMO), UBL menggelar Training Gratis Coding, Artificial Intelligence (AI), dan Robotik bagi guru serta masyarakat umum se-Lampung.

Sebanyak 100 peserta mengikuti pelatihan yang berlangsung selama dua hari, pada 9–10 Maret 2026, di Gedung Innovation Centre UBL. Peserta terdiri dari 60 guru SD, SMP, SMA/SMK negeri dan swasta serta 40 peserta non-guru yang memiliki minat terhadap pengembangan teknologi pendidikan.

Kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen UBL sebagai kampus berdampak yang menghadirkan kontribusi langsung bagi peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari upaya UBL mengisi Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah dengan kegiatan yang produktif, edukatif, dan inspiratif.

Pelatihan secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UBL, Prof. Erry YT Adesta, Ph.D serta dihadiri perwakilan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Kabid Pendidikan Khusus Dra. Suslina Sari, MM. Dalam sambutannya mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Suslina Sari menilai kegiatan tersebut sangat penting untuk meningkatkan kualitas pendidikan di daerah.

“Kegiatan ini sangat penting untuk memajukan kualitas pendidikan di Provinsi Lampung. Kami berharap para guru dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh agar dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di sekolah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Prof. Erry YT Adesta menegaskan bahwa pelatihan ini menjadi bagian dari upaya UBL dalam mendorong lahirnya generasi yang melek teknologi dan inovasi. “Kegiatan ini sangat baik untuk membangkitkan minat siswa dalam bidang STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) serta meningkatkan kemampuan mereka dalam berinovasi melalui teknologi,” katanya.

Ia menambahkan, melalui kegiatan seperti ini UBL ingin memastikan bahwa keberadaan perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada pendidikan di dalam kampus, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. “UBL terus berupaya menjadi kampus yang berdampak, dengan menghadirkan program-program yang mampu meningkatkan kapasitas guru, memperkuat ekosistem pendidikan digital, serta mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi perkembangan teknologi,” tambahnya.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi mulai dari dasar hingga lanjutan, seperti computational thinking, pemrograman robot, hingga pemanfaatan teknologi AI dalam pembelajaran. Materi yang diberikan juga mencakup pendidikan DIY (Do It Yourself), pembuatan coding untuk robot, pemrograman videotron, pengenalan sensor dan aktuator, hingga praktik pembuatan berbagai jenis robot seperti robot explorer, robot soccer, robot obstacle, dan robot kreatif.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah pengajar yang merupakan pakar di bidang teknologi dan pemrograman, di antaranya Riza Muhida, Muhammad Riza, Harhono Saputro, Tia Tanjung, Ahmad Cucus, Bambang Pratowo, Fenty Ariani, Taqwan Tamrin, Wiwin Susanti, Yutsi Aprilinda, dan Mulyana.

Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang pelatihan. Salah seorang guru peserta mengaku kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam memahami teknologi robotik. “Saya sangat senang mengikuti kegiatan ini. Kami belajar memprogram robot dengan cara yang mudah dan mendapatkan banyak ide untuk diterapkan dalam pembelajaran di sekolah,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, PSMO UBL berharap para guru dapat menjadi trainer internal di sekolah masing-masing sekaligus menjadi penggerak pengembangan pembelajaran berbasis coding, AI, dan robotik. Dengan demikian, pelatihan ini diharapkan mampu mendorong terciptanya ekosistem pembelajaran digital yang inovatif dan berkelanjutan di sekolah-sekolah di Provinsi Lampung.

IKA SMANSA Gelar Berbagi Takjil Season 3, Ribuan Paket Dibagikan untuk Warga dan Panti Asuhan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Aroma kebaikan menyelimuti kawasan SMAN 1 Bandar Lampung pada Selasa  (10/3/2026) sore.

Bukan sekadar reuni biasa, puluhan alumni lintas generasi—mulai dari angkatan 1972 hingga 2026—memilih kembali ke “rumah lama” mereka untuk satu misi mulia: berbagi kebahagiaan di bulan suci Ramadan melalui kegiatan Berbagi Takjil Season ke-3.

Sebanyak 5.200 paket takjil berhasil dikumpulkan dari donasi para alumni. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan simbol ikatan kekeluargaan yang tetap solid meski puluhan tahun telah berlalu sejak mereka menanggalkan seragam sekolah.

Momen Hangat di Gerbang Sekolah

Peristiwa menarik terekam di depan gerbang sekolah. Dalam balutan kemeja putih yang rapi, Ketua Umum Ikatan Keluarga Alumni (IKA) SMANSA, Drs. Yudha Sofyan Hasan, terlihat turun langsung menyapa warga.

Yudha menjabat erat tangan seorang ibu dengan senyum tulus. Tangan kirinya menyerahkan bungkusan takjil berwarna hijau, sebuah simbol kecil yang membawa pesan besar tentang kepedulian. Sorot matanya menunjukkan kesungguhan dalam menjaga agenda tahunan ini tetap hidup.

“Semoga agenda tahunan ini bermanfaat buat kita semua. Insyaallah, tahun depan dukungan takjilnya bisa lebih banyak lagi agar jangkauan kebaikan kita semakin luas,” ujar Yudha di sela-sela pembagian.Selasa (10-3-2026)

Kehangatan serupa juga ditunjukkan oleh Kepala SMAN 1 Bandar Lampung, Suharto. Mengenakan seragam dinas coklat lengkap dengan peci hitam, ia tampak berbaur akrab dengan para alumni dan penerima manfaat.

Suharto dengan penuh rasa syukur menyerahkan paket takjil kepada seorang warga. Senyum simpul di wajah sang kepala sekolah mencerminkan rasa bangga terhadap para alumni yang tidak melupakan akar pendidikan mereka.

“Terima kasih untuk para alumni. Dengan rasa cintanya, mereka kembali ke sekolah dan mengadakan acara sosial ini. Semoga IKA SMANSA makin solid ke depannya,” ungkap Suharto dengan nada haru.

Menyisir Jalanan hingga Panti Asuhan

Semangat berbagi ini tidak berhenti di depan pagar sekolah. Ribuan paket tersebut didistribusikan secara merata ke beberapa titik strategis:

  1. Warga sekitar sekolah yang menyambut dengan antusias;
  2. Panti Asuhan untuk memberikan keceriaan bagi anak-anak yatim;
  3. Perempatan Lampu Merah Tugu Adipura, menyasar para pengendara dan pekerja jalanan yang masih berjuang mencari rezeki menjelang waktu berbuka.

Kegiatan ini membuktikan bahwa dedikasi alumni SMAN 1 Bandar Lampung melampaui batas-batas ruang kelas.

Melalui bungkusan takjil hijau yang sederhana, mereka mengirimkan pesan kuat: bahwa sejauh apa pun kaki melangkah, jalan pulang terbaik adalah jalan yang membawa manfaat bagi sesama. (Red)