Mengapa Banyak Mahasiswa Salah Program Studi Dan Salah Karier?

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Memilih perguruan tinggi dan program studi sering dianggap sebagai keputusan penting yang akan menentukan masa depan seseorang. Namun, di tengah perubahan dunia kerja yang semakin cepat akibat perkembangan teknologi, kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), dan transformasi industri global, memilih program studi ternyata tidak lagi cukup.

Banyak lulusan perguruan tinggi yang akhirnya bekerja pada bidang yang berbeda dari jurusan yang mereka tempuh saat kuliah. Tidak sedikit pula mahasiswa yang merasa kehilangan arah di tengah perkuliahan karena belum memahami potensi diri, minat, bakat, maupun tujuan karier yang ingin dicapai setelah lulus.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa tantangan generasi muda saat ini bukan sekadar memilih kampus atau program studi, tetapi juga memahami siapa dirinya dan seperti apa masa depan yang ingin dibangun.

Rektor Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. M. Yusuf S. Barusman, menilai bahwa perubahan dunia kerja yang sangat dinamis menuntut pendekatan pendidikan yang berbeda dibandingkan dengan masa lalu.

“Dulu seseorang dapat memilih satu profesi dan menjalani karier yang relatif stabil hingga masa pensiun. Saat ini situasinya berbeda. Banyak profesi baru muncul, sementara beberapa pekerjaan yang ada saat ini mungkin akan berubah atau bahkan hilang dalam beberapa tahun ke depan. Karena itu, generasi muda perlu memahami dirinya terlebih dahulu sebelum menentukan langkah pengembangan kariernya,” ujarnya, Jumat (5/6/2026).

Menurutnya, keberhasilan seseorang di masa depan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik saja, tidak juga mesti dari perguruan tinggi top, tetapi juga oleh kemampuannya mengenali potensi diri, beradaptasi terhadap perubahan, dan mengembangkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Saat ini para orang tua juga menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain mempertimbangkan kualitas akademik sebuah perguruan tinggi, mereka juga mulai mempertanyakan sejauh mana kampus mampu membantu mahasiswa mempersiapkan masa depan dan kariernya setelah lulus.

“Orang tua tentu ingin anak-anaknya tidak hanya memperoleh gelar sarjana, tetapi juga memiliki arah masa depan yang jelas, keterampilan yang dibutuhkan dunia kerja, serta kemampuan untuk berkembang di tengah perubahan yang terus berlangsung,” lanjut Guru Besar Ilmu Manajemen ini.

“Di era ketika teknologi dan kecerdasan buatan terus mengubah lanskap pekerjaan, pertanyaan terpenting bagi generasi muda bukan lagi sekadar “program studi apa yang harus dipilih”, melainkan “potensi apa yang dimiliki dan masa depan seperti apa yang ingin dibangun”. Jawaban atas pertanyaan itulah yang diyakini akan menjadi fondasi kesuksesan mereka di masa depan,” pungkas Yusuf.

Pagelaran Seni UKMBS Kombir Darmajaya “PER-EMPU-AN” Jadi Sorotan Pecinta Seni di Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ruang seni yang penuh makna dan emosi hadir di Gedung Pameran UPTD Taman Budaya Lampung melalui Pagelaran Seni “PER-EMPU-AN: Cahaya dan Budaya” yang digelar UKMBS Komunitas Biroe Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada 4–8 Juni 2026.

Mengangkat tema tentang perempuan sebagai cahaya kehidupan dan penjaga budaya, pagelaran ini menjadi wadah ekspresi para seniman muda dalam menghadirkan karya-karya visual yang sarat pesan sosial, budaya, dan kemanusiaan. Sebanyak 47 lukisan, 3 karya instalasi, dan 2 karya sketsa wajah dinyatakan lolos kurasi untuk dipamerkan dalam kegiatan tersebut.

Proses kurasi dilakukan oleh kurator seni David, S.Sn., yang menilai karya-karya peserta memiliki kekuatan visual, emosional, dan pesan artistik yang beragam. Beragam karya mulai dari lukisan, ilustrasi, hingga karya eksperimental dipamerkan dengan pendekatan artistik yang unik dan reflektif.

Kegiatan resmi dibuka oleh Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., didampingi Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I. Kehadiran keduanya menjadi bentuk dukungan nyata terhadap perkembangan kreativitas mahasiswa di bidang seni dan budaya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh seni dan budaya Lampung, di antaranya Mbah Pulung Suwandaru, Joko Iryanta, Helmi Azhari, Anshori Djausal, Ketua Komite Seni Rupa, CH Sapto Wibowo, perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Lampung, serta Pemimpin Redaksi RRI Lampung.

Dalam sambutannya, Dr. Firmansyah mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu menjadi ruang kreatif sekaligus sarana edukasi budaya bagi generasi muda. “Kegiatan seperti ini sangat positif karena tidak hanya menampilkan karya seni, tetapi juga menjadi ruang refleksi, edukasi, dan penguatan karakter mahasiswa melalui budaya,” ujarnya.

Ia menilai tema “PER-EMPU-AN: Cahaya dan Budaya” memiliki makna mendalam tentang perempuan sebagai sumber inspirasi, kekuatan, dan peradaban dalam kehidupan sosial maupun budaya.

Tak sekadar menikmati pameran, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai agenda interaktif yang menambah pengalaman artistik. Pada Kamis, 4 Juni 2026 pukul 10.00 WIB digelar Diskusi Seni Rupa yang menghadirkan dialog antara seniman, mahasiswa, dan pengunjung mengenai perkembangan seni kontemporer serta makna di balik karya. Sementara pada Jumat, 5 Juni 2026 pukul 14.00 WIB, berlangsung kegiatan Sketsa Bersama Model yang terbuka bagi para pecinta seni visual. Rangkaian kegiatan juga akan ditutup dengan PAGELARAN SENI TARI & TEATER pada 08 Juni 2026 pukul 15.00 WIB hingga selesai di Gedung Teater Tertutup.

Suasana artistik, karya-karya penuh pesan, serta ruang interaksi kreatif menjadikan pagelaran ini layak menjadi destinasi seni masyarakat Lampung. Pengunjung tidak hanya diajak melihat karya, tetapi juga merasakan pengalaman budaya yang hangat, reflektif, dan inspiratif. Melalui pagelaran ini, mahasiswa IIB Darmajaya menunjukkan bahwa seni dapat menjadi medium untuk menyampaikan gagasan, membangun empati sosial, sekaligus memperkuat identitas budaya di tengah perkembangan era digital.(**)

Guru Besar Hukum Pidana UBL Beri Catatan Kritis Atas Kasus Nadiem

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Guru Besar Hukum Pidana Universitas Bandar Lampung (UBL), Prof. Dr. I Ketut Seregig, S.H., M.H., menyoroti aspek pembuktian kerugian negara dalam perkara dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Anwar Makarim.

Menurut Prof. Ketut, tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut terdakwa dengan pidana penjara 18 tahun, denda Rp 1 miliar, serta pembayaran uang pengganti mencapai triliunan rupiah, harus didasarkan pada alat bukti yang sah dan diperoleh sesuai dengan ketentuan konstitusi serta peraturan perundang-undangan.

Dalam kajiannya, Prof. Ketut mempertanyakan dasar penetapan kerugian negara yang digunakan dalam perkara tersebut. Ia merujuk pada Pasal 23E UUD 1945 dan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2006 tentang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), yang menurutnya memberikan kewenangan kepada BPK untuk menilai dan menetapkan jumlah kerugian negara akibat perbuatan melawan hukum.

“Dalam perkara tindak pidana korupsi, unsur kerugian negara merupakan elemen penting yang harus dibuktikan secara sah. Pertanyaannya, siapa yang menetapkan kerugian negara tersebut dan apakah penetapan itu dilakukan oleh lembaga yang memiliki kewenangan berdasarkan undang-undang,” ujar Prof. Ketut dalam keterangannya, Jumat (4/6/2026).

Ia menjelaskan bahwa Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi mensyaratkan pembuktian dua unsur utama, yakni adanya kerugian keuangan negara serta adanya penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan terdakwa. Kedua unsur tersebut, menurutnya, harus dibuktikan secara komprehensif melalui alat bukti yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan secara hukum.

Lebih lanjut, Prof. Ketut menilai proses penyidikan perkara korupsi idealnya dilakukan secara bertahap dengan menelusuri pihak-pihak yang terlibat langsung dalam pelaksanaan kegiatan, termasuk pejabat pembuat komitmen (PPK), sebelum mengembangkan penyidikan kepada pihak lain yang memiliki keterkaitan. Ia juga mengingatkan pentingnya independensi dan integritas majelis hakim dalam memeriksa serta memutus perkara.

Menurutnya, hakim harus berpegang pada prinsip-prinsip konstitusi dan menjadikan seluruh alat bukti yang diajukan di persidangan sebagai dasar pertimbangan hukum secara objektif.

“Penegakan hukum yang baik harus mampu menghadirkan keseimbangan antara kepastian hukum, keadilan, dan penghormatan terhadap konstitusi. Karena itu, seluruh proses pembuktian dalam perkara korupsi harus dilakukan secara cermat agar putusan yang dihasilkan benar-benar mencerminkan rasa keadilan,” kata Prof. Ketut.

Pandangan tersebut disampaikan Prof. I Ketut Seregig sebagai bagian dari kajian akademik mengenai dinamika penegakan hukum tindak pidana korupsi dan pentingnya menjaga prinsip negara hukum dalam setiap proses peradilan

APTISI Lampung Sinergi dengan Pemprov Tingkatkan APK

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Lampung siap mendukung langkah Gubernur Lampung, Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M., dalam peningkatan angka partisipasi kasar (APK).

Hal ini terungkap dalam Audiensi Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Provinsi Lampung di Kantor Gubernur Lampung pada Kamis, (4/6/26).

Dalam kesempatan itu, Gubernur memaparkan sejumlah indikator pembangunan pendidikan di Lampung yang masih perlu ditingkatkan. Berdasarkan data tahun 2025, rata-rata lama sekolah dan harapan lama sekolah Lampung masih berada di bawah target yang diharapkan.

“Semakin tinggi Indeks Pembangunan Manusia (IPM), maka kemiskinan akan turun secara signifikan. Karena itu, kami fokus dalam peningkatan angka partisipasi kasar (APK). Tahun depan akan meluncurkan program 1 desa 1 sarjana dalam membangun daerah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi swasta memiliki peran strategis dalam mendukung percepatan peningkatan APK pendidikan tinggi di Lampung. Dengan fleksibilitas yang dimiliki sektor swasta, peluang untuk memperluas akses pendidikan tinggi dinilai sangat besar.

“Kami ingin perguruan tinggi swasta dapat terus tumbuh dan berkembang karena kontribusinya sangat besar dalam pembangunan daerah, khususnya dalam menyiapkan sumber daya manusia unggul,” kata Rahmat Mirzani Djausal.

Sementara itu, Ketua APTISI Lampung Dr. Ir. Firmansyah YA, M.B.A., M.Sc. menyatakan kesiapannya untuk bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Lampung dalam mendukung program peningkatan kualitas SDM dan APK pendidikan tinggi. Melalui kolaborasi yang erat antara pemerintah dan perguruan tinggi swasta, diharapkan semakin banyak generasi muda Lampung yang memperoleh akses pendidikan tinggi dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah di masa mendatang.

Gagasan Kartu Indonesia Pintar Daerah dari APTISI Lampung disambut dan diapresiasi untuk dilakukan pembahasan lanjutan. “Seluruh PTS di Lampung siap membantu program yang mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dengan memberikan bantuan beasiswa yayasan kepada generasi muda di Provinsi Lampung,” ujar Firmansyah.

APTISI Lampung juga siap menerima hibah lahan Kotabaru untuk PTS yang berada di Bandar Lampung dan Metro dengan jaminan support dari Pemprov Lampung. ”Untuk penggunaan lahan juga rekan-rekan PTS agar dapat diberikan jaminan dalam pembangunan atas penggunaanya khususnya lokasinya,” kata Firmansyah yang juga senada dengan para Rektor lainnya.

Hal sama juga disampaikan Ketua Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta Provinsi Lampung Dr. Andi Surya siap mendukung program pendidikan Gubernur Lampung dalam peningkatan APK. “Program yang akan dicanangkan Pemprov Lampung sangat baik dalam peningkatan kualitas pendidikan tinggi,” tuturnya.

Audiensi tersebut menghasilkan kesepahaman bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci utama percepatan pembangunan Lampung. Karena itu, APTISI Lampung dan Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen memperkuat sinergi dalam memperluas akses pendidikan tinggi, meningkatkan APK, serta mewujudkan Lampung yang lebih maju dan berdaya saing. (**)

Tiga Tahun Berdiri, STIE Pelita Harapan Nabire Raih Tiga Penghargaan dan Perluas Program Studi

NABIRE -(deklarasinews.com)- Melihat perkembangan kemajuan pendidikan perguruan tinggi di Papua Tengah semakin maju  dan berkembang STIE Pelita Harapan Nabire Juga memiliki  Komitmen Dan Ketargetan Kerja  yang sangat Memuaskan dalam waktu 3 Tahun mulai dari mendapatkan ijin operasional SK penyelenggaraan pendidikan pada tanggal 02 februari 2023 sampai dengan Tahun 2026,  dengan jurusan yang baru pertama di tanah papua Manajemen Ritel  Dan di tahun 2026 mendapatkan ijin pendirian prodi Baru Akuntansi dan selama Dua tahun STIE memiliki dua jurusan dan selama  proses perkuliahan berjalan 3 Tahun STIE telah mendapatkan penghargaan:

  1. Prestasinya dalam Pelaporan PDDikti Kategori PT Baru Terbaik Biak, 30 Juni 2025
  2. Prestasinya dalam Pelaporan Kinerja Dosen dengan Persentase Tertinggi Semester Ganjil 2024/2025 Biak, 30 Juni 2025
  3. Prestasinya Pelaporan Kinerja Dosen Berbasis SISTER dengan Presentase 100% Semester Ganjil, Makassar, 10 Februari 2026

Penghargaan ini merupakan langkah awal yang baik bagi kemajuan pendidikan dengan potensi, prestasi, kualitas dosen yang baik akan mencetak, mengorbitkan mahasiswa yang berpotensi, berkualitas terpelajar  punya Tujuan, harapan dan  masa depan dan siap dipakai.

Yoram Degei, S.AP ketua Yayasan YAPPEMED dan perintis tim kerja pendirian STIE Pelita Harapan Nabire sangat bangga dan memberikan apresiasi yang sebesar-besarnya atas pencapaian kinerja yang baik dan penghargaan piagam selama 3 Tahun ini telah membuktikan bahwa STIE telah berkembang dan akan berkembang dengan maju. (GM)

Opini: Ekspor SDA Lewat Danantara Bisa Jadi Game Changer, Asal Tidak Mengulang Pola Lama

Penulis Prof. Dr. Tami Rusli, S.H., M.Hum. Guru Besar Hukum Bisnis Universitas Bandar Lampung

Indonesia adalah salah satu negara terkaya di dunia dalam hal sumber daya alam. Cadangan nikel terbesar, produksi batu bara yang melimpah, perkebunan sawit terbesar, hingga potensi bauksit dan mineral strategis lainnya seharusnya menjadi modal utama untuk melompat menjadi negara industri maju. Namun, selama puluhan tahun, pola yang terjadi relatif sama: Indonesia mengekspor bahan mentah atau setengah jadi dengan nilai tambah terbatas, sementara keuntungan terbesar dinikmati oleh negara yang mengolahnya menjadi produk bernilai tinggi.

Di tengah upaya pemerintah mempercepat hilirisasi dan memperkuat kedaulatan ekonomi, kehadiran Danantara sebagai superholding BUMN membawa harapan baru. Salah satu mandat strategis yang mulai dibahas adalah peran Danantara dalam tata kelola ekspor sumber daya alam nasional. Jika dijalankan dengan tepat, kebijakan ini dapat menjadi titik balik pengelolaan kekayaan alam Indonesia. Namun, jika salah arah, Danantara justru berisiko mengulang persoalan lama dalam kemasan yang berbeda.

Penggerak Hilirisasi, Bukan Sekadar Pedagang Komoditas

Pemerintah mendorong Danantara menjadi superholding BUMN dengan salah satu mandat strategis untuk mengelola tata kelola ekspor sumber daya alam (SDA). Gagasannya masuk akal. Selama puluhan tahun Indonesia terlalu sering mengekspor nikel, batu bara, bauksit, dan sawit dalam bentuk mentah atau setengah jadi, sementara nilai tambah terbesar justru dinikmati negara lain melalui industri hilir mereka.

Dalam konteks itu, Danantara berpotensi menjadi instrumen untuk memastikan kekayaan alam Indonesia menghasilkan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi bangsa sendiri. Namun, keberhasilannya bergantung pada setidaknya tiga syarat utama.

Pertama, Danantara Harus Menjadi Penggerak Hilirisasi, Bukan Sekadar Pedagang Komoditas

Selama ini banyak perusahaan berbasis SDA merasa cukup dengan menggali, menjual, dan menyetorkan dividen. Model bisnis tersebut memang cepat menghasilkan keuntungan, tetapi tidak membangun fondasi industri nasional. Danantara harus memastikan hilirisasi berjalan nyata: nikel menjadi baterai, bauksit menjadi aluminium, dan CPO berkembang menjadi produk oleokimia bernilai tinggi. Ekspor bahan mentah seharusnya menjadi pilihan terakhir, bukan strategi utama.

Kedua, Konsolidasi Ekspor Harus Diiringi Transparansi Penuh

Pengelolaan ekspor melalui satu pintu berpotensi meningkatkan daya tawar Indonesia di pasar global. Namun, sentralisasi juga membawa risiko munculnya rente baru. Karena itu, kontrak ekspor, volume penjualan, harga acuan, dan mitra pembeli perlu dipublikasikan secara terbuka. Danantara tidak boleh menjadi institusi yang bekerja dalam ruang gelap tanpa pengawasan publik.

Ketiga, Danantara Harus Menjadi Agregator, Bukan Monopoli

Peran utamanya adalah memperkuat posisi tawar Indonesia dan mengoordinasikan rantai pasok strategis, bukan mematikan pelaku usaha lain. Smelter swasta, industri kecil-menengah, koperasi, dan pelaku usaha yang patuh terhadap regulasi tetap harus mendapat akses yang adil ke pasar ekspor. Hilirisasi tidak boleh hanya mengganti aktor dominan, tetapi juga harus memperbaiki keseluruhan sistem ekonomi.

Kesimpulan

Pengelolaan ekspor SDA melalui Danantara berpotensi menjadi koreksi atas model pembangunan yang selama ini terlalu bergantung pada ekspor bahan mentah. Namun, keberhasilannya tidak boleh diukur semata dari besarnya dividen yang disetorkan ke negara. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah bertambahnya pabrik hilir di dalam negeri, terciptanya lapangan kerja berkualitas, meningkatnya nilai tambah industri nasional, dan semakin kuatnya posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Danantara harus dinilai dari kemampuannya mengubah sumber daya alam menjadi kekuatan industri, bukan sekadar mengubah struktur kepemilikan keuntungan. Jika berhasil, ia bisa menjadi game changer bagi perekonomian nasional. Namun, jika hanya berfungsi sebagai penampung laba tanpa mendorong transformasi industri, maka Indonesia hanya akan mengulangi kesalahan lama dengan nama institusi yang baru.

Mahasiswa Asal Mesir dari Teknik Informatika IIB Darmajaya Jalani Magang di bank BJB Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Suasana berbeda di Kantor BJB KC Bandar Lampung. Seorang mahasiswa internasional asal Mesir, Hasheem Ibrahim Mandour, tengah menjalani program magang dan menjadi sorotan karena keterlibatannya dalam pengembangan solusi berbasis teknologi informasi di dunia perbankan.

Hasheem Ibrahim Mandour merupakan mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi peserta Program Magang Berdampak Mandiri. Program tersebut diikuti 68 mahasiswa IIB Darmajaya dan berlangsung di berbagai perusahaan selama empat bulan, mulai 1 April hingga 31 Juli 2026.

Dalam program tersebut, Hasheem mendapatkan kesempatan belajar langsung mengenai sistem kerja industri perbankan sekaligus mengimplementasikan keilmuan Teknik Informatika di lingkungan kerja nyata di BJB KC Bandar Lampung.

Selama menjalani magang, mahasiswa asal Mesir tersebut tidak hanya beradaptasi dengan budaya kerja di Indonesia, tetapi juga didorong untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang berpotensi diselesaikan melalui pendekatan teknologi digital.

Dosen pembimbing magang, Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom., saat melakukan kunjungan monitoring pada Selasa (2/6/26), mengarahkan Hasheem agar mampu menangkap berbagai problem di lingkungan kerja yang dapat disolusikan menggunakan keilmuan di bidang Teknik Informatika.

“Magang bukan sekadar hadir di dunia kerja, tetapi bagaimana mahasiswa mampu melihat peluang inovasi dan menghadirkan solusi nyata berbasis teknologi,” ujar Prof. Said saat kunjungan berlangsung.

Menurutnya, pengalaman internasional yang dimiliki Hasheem menjadi nilai tambah dalam menghadirkan perspektif baru terhadap pengembangan layanan digital di sektor perbankan.

Program Magang Berdampak Mandiri sendiri dirancang untuk memberikan pengalaman kerja nyata kepada mahasiswa sekaligus mendorong kolaborasi antara perguruan tinggi dan dunia industri. Kehadiran mahasiswa internasional seperti Hasheem juga menjadi bukti semakin terbukanya ruang kolaborasi global dalam dunia pendidikan tinggi di Indonesia.

Dengan semangat lintas budaya dan dukungan akademik yang kuat, Hasheem Ibrahim Mandour diharapkan mampu menghasilkan inovasi yang tidak hanya bermanfaat selama masa magang, tetapi juga memberi kontribusi bagi pengembangan layanan teknologi di sektor perbankan.(**)

Jangan Sampai Terlewat! IIB Darmajaya Beri Tarif Spesial Satu Hari Penuh, Peluang Masuk Kampus Unggul Buatmu

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan biaya spesial dalam Dies Natalis ke 29 pada 5 Juni 2026.

Hal ini disampaikan oleh Direktorat Humas, Kerja Sama dan Pemasaran IIB Darmajaya Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M. pada Rabu, (3/6/26).

“Bagi pendaftar yang melakukan pendaftaran dan daftar ulang pada hari Dies Natalis 5 Juni 2026 dikenakan biaya gelombang 1,” ucapnya.

Adapun biaya gelombang 1 untuk pendaftaran sebesar 150 K dan UKT gelombang. “Pemberlakuan biaya spesial ini hanya 5 Juni 2026. Ini berlaku untuk semua Prodi S1 di Kampus Unggul Darmajaya,” kata Dian.

Tak hanya biaya spesial, lanjut Dian, pendaftar juga akan mendapatkan souvenir menarik. “Kesempatan ini terbatas. Khususnya bagi para lulusan SMA/SMK/MA dan Ponpes yang ingin melanjutkan studi di Prodi favorit serta berkesempatan kuliah di luar negeri dapat langsung mendaftar,” imbuhnya.

Ketentuan biaya spesial Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya mulai pukul 00.00 WIB 5 Juni hingga pukul 23.59 WIB. Pendaftaran dapat melalui laman pmb.darmajaya.ac.id dan informasi mengenai penerimaan mahasiswa baru dapat menghubungi nomor kontak 082306097566 (Aam) atau 087806030115 (Gia). (**)

Semarak Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya: Jalan Sehat, Khitanan Massal dan Berbagai Perlombaan akan Digelar

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya akan menggelar puncak perayaan Dies Natalis ke-29 dengan penuh semarak pada Sabtu, (6/6/26). Berbagai kegiatan yang melibatkan civitas academica, alumni, masyarakat, hingga pelaku UMKM turut memeriahkan rangkaian acara yang berlangsung di lingkungan kampus IIB Darmajaya.

Kegiatan puncak diawali dengan Jalan Sehat yang menargetkan ribuan peserta dengan rute Start IIB Darmajaya – Jalan ZA Pagar Alam – U Turn (Putaran balik) Indomaret – Jl ZA Pagar Alam – U Turn (Putaran Fly Over Mall Boemi Kedaton) – Jl ZA Pagar Alam – Finish IIB Darmajaya. Beragam kegiatan menarik lainnya turut digelar, di antaranya Lomba Tumpeng, Khitanan Massal, Senam Kesegaran Jasmani (SKJ), Tenant UMKM, Lomba Futsal, Cek Kesehatan Gratis, hingga Fun Billiard Karyawan. Suasana semakin meriah dengan pembagian doorprize berupa sepeda motor listrik sebagai hadiah utama serta ribuan hadiah menarik lainnya yang dibagikan kepada peserta.

Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, mengatakan bahwa perayaan tahun ini dirancang tidak hanya sebagai momentum syukur atas perjalanan panjang institusi, tetapi juga sebagai bentuk pengabdian dan kontribusi nyata kepada masyarakat.

“Dies Natalis ke-29 ini mengusung tema “Unggul Berprestasi, Mendunia dalam Inovasi” menjadi momentum Kampus IIB Darmajaya terus menyebarkan prestasi dan inovasi dengan semangat kebersamaan seluruh keluarga besar Darmajaya. Kami ingin menghadirkan kegiatan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat melalui khitanan massal, layanan kesehatan gratis, dan pemberdayaan UMKM,” ujarnya.

Kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi bagi civitas academica, alumni, mitra, dan masyarakat umum. “Berbagai perlombaan dan kegiatan olahraga yang digelar dalam Dies Natalis ke-29 bertujuan membangun semangat sportivitas, kreativitas, serta pola hidup sehat di lingkungan kampus,” tuturnya

Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya menjadi semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian terus tumbuh sejalan dengan visi Darmajaya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional. Selain menghadirkan hiburan dan hadiah menarik, kegiatan ini juga memperkuat komitmen kampus dalam membangun hubungan harmonis dengan masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi lokal melalui keterlibatan pelaku UMKM.

Dengan mengusung semangat kebersamaan dan kebermanfaatan, Dies Natalis ke-29 IIB Darmajaya menjadi momentum penting untuk meneguhkan langkah kampus dalam terus berkembang, berinovasi, dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat luas. (**)

UBL Wisuda 758 Lulusan dan Kukuhkan Guru Besar, Perkuat Transformasi Pendidikan Berbasis Karier

Bandar Lampung -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap menghadapi tantangan global melalui penyelenggaraan Wisuda ke-75 Periode Genap Tahun Akademik 2025/2026 sekaligus Pengukuhan Guru Besar Bidang Ilmu Layanan Publik, Prof. Dr. Ida Farida, M.Si., dalam Sidang Terbuka Senat UBL yang digelar di Convention Hall Mahligai Agung, Rabu (3/6/2026).

Sebanyak 758 lulusan resmi diwisuda pada momentum yang mengusung tema “Merayakan Prestasi, Menyiapkan Masa Depan”. Prosesi tersebut tidak hanya menjadi penanda keberhasilan akademik para lulusan, tetapi juga mencerminkan penguatan kapasitas akademik UBL melalui bertambahnya guru besar yang akan memperkaya kontribusi keilmuan dan pengabdian kepada masyarakat.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, M.B.A., mengatakan bahwa wisuda merupakan momentum penting untuk merefleksikan perjalanan pendidikan sekaligus menyiapkan langkah menghadapi masa depan yang semakin dinamis.

“Pada hari ini kita merayakan dua pencapaian besar sekaligus, yaitu keberhasilan para wisudawan yang telah menyelesaikan studi dengan penuh dedikasi serta pencapaian akademik tertinggi yang diraih Prof. Dr. Ida Farida sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Layanan Publik. Kedua capaian ini menjadi bukti bahwa semangat belajar, berinovasi, dan berkarya terus tumbuh di lingkungan UBL,” ujar Yusuf Barusman.

Menurutnya, pengukuhan guru besar memiliki makna strategis dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, dan inovasi yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Kehadiran Prof. Ida Farida diharapkan semakin memperkuat kontribusi UBL dalam pengembangan tata kelola publik yang profesional, adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.

Di hadapan para lulusan, Yusuf Barusman menekankan bahwa dunia kerja saat ini tengah mengalami transformasi besar akibat perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan (artificial intelligence), otomatisasi, serta perubahan ekonomi global yang berlangsung sangat cepat. Karena itu, lulusan perguruan tinggi dituntut memiliki kemampuan untuk terus belajar, beradaptasi, berkolaborasi, dan menciptakan solusi atas berbagai tantangan yang muncul.

“Keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh gelar yang dimiliki, tetapi oleh kemampuan untuk terus berkembang. Jadilah lulusan yang tidak hanya mencari pekerjaan, tetapi mampu menciptakan peluang. Tidak hanya mengikuti perubahan, tetapi juga mampu memimpin perubahan,” katanya.

Sebagai respons terhadap perubahan tersebut, UBL sejak Tahun Akademik 2025/2026 mulai mengimplementasikan transformasi pendidikan melalui konsep Personally Customized Curriculum (PCC). Melalui sistem ini, mahasiswa diberikan keleluasaan untuk merancang jalur pembelajaran, jalur profesi, dan jalur industri sesuai dengan potensi, minat, serta tujuan karier masing-masing.

Menurut Yusuf, PCC merupakan langkah strategis untuk memastikan lulusan UBL memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta perkembangan global yang terus bergerak dinamis.

“Transformasi ini merupakan bagian dari komitmen UBL dalam mewujudkan visi sebagai World Class Entrepreneurial University yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, berkarakter, dan memiliki jiwa kewirausahaan,” jelasnya.

Ia menambahkan, berbagai program transformasi yang dijalankan UBL mulai menunjukkan hasil positif. Sejumlah program studi berhasil meraih peringkat Unggul, kepercayaan masyarakat terus meningkat, jejaring kerja sama nasional dan internasional semakin luas, serta produktivitas dosen dalam bidang pendidikan, penelitian, inovasi, dan pengabdian kepada masyarakat terus berkembang.

Meski demikian, capaian tersebut dipandang bukan sebagai tujuan akhir, melainkan fondasi untuk membawa UBL semakin dekat pada visinya menjadi perguruan tinggi berkelas dunia yang tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan daerah.

Pada kesempatan tersebut, Yusuf Barusman juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh orang tua dan keluarga wisudawan yang telah memberikan dukungan moral, finansial, dan doa sepanjang perjalanan studi para mahasiswa.

“Atas nama Universitas Bandar Lampung, saya menyampaikan penghargaan dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada seluruh orang tua dan keluarga. Keberhasilan para wisudawan pada hari ini tidak lepas dari pengorbanan, kesabaran, dukungan, serta doa yang terus mengiringi mereka selama menempuh pendidikan. Hari ini adalah kebanggaan bersama bagi keluarga dan almamater,” ujarnya.

Rektor juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang selama ini menjadi mitra strategis UBL dalam pengembangan pendidikan tinggi, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan industri, institusi pendidikan, organisasi profesi, hingga para alumni.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh stakeholder yang telah mempercayai dan mendukung UBL dalam menjalankan tridarma perguruan tinggi. Kolaborasi yang terbangun selama ini menjadi modal penting bagi UBL untuk terus berinovasi, meningkatkan kualitas pendidikan, serta menghasilkan lulusan yang mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa,” katanya.

Menutup sambutannya, Yusuf Barusman berpesan agar para lulusan senantiasa menjaga integritas, terus mengembangkan kompetensi, serta berani menghadapi perubahan yang terjadi di berbagai bidang kehidupan.

“Prestasi hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari perjalanan yang lebih besar. Teruslah belajar, berkarya, dan berkontribusi. Bawalah nama baik almamater ke mana pun Saudara melangkah dan jadilah agen perubahan yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, bangsa, dan kemanusiaan,” pungkasnya.