Festival Film Lampung 2026 Meledak! 220 Karya Masuk, Ajang Pembuktian Sineas Muda Se-Indonesia!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Darmajaya Computer & Film Club (DCFC) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali menggelar Festival Film Lampung 2026. Ajang tahunan dalam mengapresiasi karya sineas film di Indonesia ini sangat ditunggu oleh insan perfilman.

Ketua Pelaksana Furqon Ardhan Khairi mengatakan terdapat 220 karya film yang submit dalam tahapan open submission (pendaftaran) 26 Januari – 26 Maret 2026. “Untuk karya film peserta terjauh dari Pare Pare,” ucap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Masih kata dia, untuk rincian film yakni 152 dari luar Lampung, 36 dari pelajar luar Lampung, dan untuk dari Lampung 31 dengan 11 karya film dari pelajar Bumi Ruwa Jurai. “Untuk tema FFL 2026 “Merayakan Imaji Sineas,” ujarnya.

Mahasiswa semester IV ini menerangkan untuk karya film yang dikirimkan berdurasi minimal 3 menit hingga 20 menit. Untuk tahun 2026, terdapat 14 kategori penghargaan yang akan diperebutkan dalam Malam Anugerah FFL 2026.

Adapun 14 ketegori penghargaan tersebut yaitu Film Terbaik, Film Lampung Terbaik, Film Terfavorit Kategori Umum, Film Terfavorit Kategori Lampung, Sutradara Terbaik, Aktor Terbaik, Aktris Terbaik, Penyunting Gambar Terbaik, Penata Gambar Terbaik, Penata Suara Terbaik, Ide Cerita Terbaik, Film Kategori Pelajar Terbaik, Pemeran Pendukung Pria Terbaik, dan Pemeran Pendukung Wanita Terbaik. Usai submit karya film, rangkaian FFL 2025 selanjutnya screening karya sineas muda. (**)

Dorong Kolaborasi Spiritualitas dan Kesehatan Mental: Diskusi Rumi Therapy Digelar di Jakarta

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Edutolia Education bersama Üsküdar University sukses menyelenggarakan acara “Rumi Therapy: Book Discussion & Signing” di Universitas Paramadina, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya menghadirkan ruang dialog intelektual yang menghubungkan psikologi modern, neurosains, dan spiritualitas Islam dalam konteks kesehatan mental kontemporer (2/4/2026).

Acara ini menghadirkan langsung penulis buku best seller Rumi Therapy, Prof. Dr. Nevzat Tarhan, seorang psikiater dan neuroscientist sekaligus Founding Rector Üsküdar University. Dalam pemaparannya, Prof. Tarhan menjelaskan bagaimana ajaran Jalaluddin Rumi dapat dipahami kembali melalui pendekatan ilmiah modern, serta relevansinya dalam membantu manusia memahami emosi, makna hidup, dan keseimbangan jiwa.

Diskusi buku ini turut diperkaya oleh pandangan para cendekiawan Indonesia, di antaranya Prof. Mulyadhi Kartanegara dan Dr. Haidar Bagir, yang memberikan refleksi mendalam dari perspektif filsafat Islam dan spiritualitas. Dialog yang terbangun menunjukkan bahwa pemikiran Rumi tetap relevan dalam menjawab tantangan kesehatan mental di era modern, dengan menekankan pentingnya integrasi antara dimensi rasional dan spiritual.

Sebagai inisiator kegiatan, Edutolia Education menegaskan perannya sebagai fasilitator kolaborasi pendidikan antara Indonesia dan Türkiye. Dalam konteks ini, Edutolia juga berperan sebagai Indonesia Representative Office untuk Üsküdar University, yang secara aktif menghadirkan program akademik dan pertukaran intelektual lintas negara.

CEO Edutolia Education, Ibrahim Albayrak, dalam pernyataannya menyampaikan bahwa “Edutolia hadir sebagai Indonesia Representative Office untuk Üsküdar University, dengan komitmen untuk membuka lebih banyak peluang kolaborasi akademik dan pertukaran intelektual antara Indonesia dan Türkiye. Kami juga membuka kesempatan bagi institusi pendidikan dan berbagai lembaga di Indonesia yang ingin menjalin kerja sama dengan Üsküdar University untuk dapat terhubung melalui Edutolia Education.”

Kolaborasi dengan Paramadina University dan Penerbit Qaf dalam acara ini mencerminkan sinergi antar institusi dalam memperkuat ekosistem diskursus intelektual di Indonesia, khususnya pada isu-isu yang menghubungkan spiritualitas, pendidikan, dan kesehatan mental.

Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin terbuka terhadap pendekatan holistik dalam memahami kesehatan mental—yang tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, tetapi juga memperhatikan dimensi spiritual sebagai bagian penting dari kesejahteraan manusia. (Red)

Jelang Jumat Agung, Ketua UKM Himkris Darmajaya Angkat Suara

BANDAR LAMPUNG —(deklarasinews.com)- Menjelang peringatan Wafat Yesus Kristus pada Jumat, 3 April 2026, Ketua Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himpunan Mahasiswa Kristiani (Himkris) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Matthew Alexander Nicholas, mengajak generasi Z untuk tidak sekadar mengenang, tetapi juga memaknai peristiwa tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Matthew menekankan bahwa Wafat Yesus bukan hanya peristiwa religius, melainkan simbol kasih dan pengorbanan yang relevan lintas zaman.

“Makna utama dari Wafat Yesus adalah kasih yang tanpa syarat dan pengorbanan yang tulus. Ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dihidupi, terutama oleh generasi muda saat ini,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa pemaknaan tersebut sejalan dengan cara generasi Z memahami peristiwa ini. Menurutnya, wafat Yesus memiliki makna mendalam sebagai bentuk kasih yang nyata. “Kalau dari kami sebagai Gen Z, wafat Yesus Kristus itu bermakna tentang pengorbanan Yesus untuk menyelamatkan orang-orang yang dikasihi-Nya,” kata Matthew.

Ia menilai, di tengah era digital yang serba cepat dan individualistis, generasi Z justru memiliki peluang besar untuk menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam bentuk nyata. Menurutnya, empati, kepedulian sosial, dan keberanian untuk berbuat benar adalah bentuk sederhana dari penghayatan iman.

Matthew juga menyampaikan bahwa generasi Z sering kali dihadapkan pada tekanan sosial dan tuntutan eksistensi di media sosial. Namun, ia mengingatkan bahwa makna Wafat Yesus justru mengajarkan kerendahan hati dan keikhlasan. Ia mengatakan bahwa pengorbanan tidak selalu berarti hal besar, tetapi bisa dimulai dari hal kecil seperti membantu sesama tanpa pamrih.

Selain itu, Matthew juga mengapresiasi peran kampus Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang dinilainya telah memfasilitasi mahasiswa Kristiani dalam mengembangkan iman dan kebersamaan. Ia menyebut keberadaan UKM Himkris menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk bertumbuh secara spiritual sekaligus mempererat solidaritas.

Menurutnya, dukungan kampus melalui berbagai kegiatan kerohanian dan ruang berekspresi membuat mahasiswa dapat menjalani kehidupan perkuliahan yang seimbang antara akademik dan spiritual. “Kampus IIB Darmajaya sudah sangat memfasilitasi kami sebagai mahasiswa Kristiani untuk bertumbuh, baik dalam iman maupun kebersamaan. Ini menjadi ruang yang positif bagi kami,” ungkapnya.(**)

Dosen Darmajaya Lilla Rahmawati Ungkap Jurus Jitu Tembus P2MW di Forum LLDIKTI Wilayah II

PALEMBANG –(deklarasinews.com)- Kepakaran dan kompetensi dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya kembali diakui dengan ditunjuknya Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M. untuk menjadi narasumber dalam kegiatan Pendampingan Penyusunan Proposal Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) di lingkungan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah II Palembang di Hotel Emilia pada Kamis, (2/4/26).

Kegiatan yang dibuka Kepala LLDikti Wilayah II Prof. Iskhaq Iskandar, M.Sc ini merupakan upaya peningkatan kualitas proposal mahasiswa dalam kompetisi P2MW yang melibatkan mahasiswa dan dosen pendamping dari berbagai perguruan tinggi sebagai peserta. Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M., yang juga Kepala UPT Inkubator Bisnis IIB Darmajaya ini menyampaikan materi bersama dosen dari Universitas Lampung (Unila) Hartono, S. Sos., M. A.. Pendampingan ini bertujuan memberikan pemahaman komprehensif terkait strategi penyusunan proposal bisnis yang kompetitif dan berpeluang besar memperoleh pendanaan P2MW.

Dalam pemaparannya, Lilla Rahmawati menekankan bahwa proposal bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat utama untuk meyakinkan reviewer bahwa ide bisnis yang diajukan layak didanai dan memiliki dampak nyata. “Proposal harus mampu menunjukkan kejelasan ide, relevansi dengan kebutuhan pasar, model bisnis yang rasional, serta tim yang siap mengeksekusi,” ujar dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Ia juga mengulas pola pikir reviewer dalam menilai proposal, di antaranya pentingnya data yang valid, analisis yang kuat, serta menghindari kesalahan umum seperti ide yang terlalu umum, minim bukti kebutuhan pasar, hingga praktik copy-paste tanpa analisis mendalam.

Lebih lanjut, peserta dibekali strategi agar proposal dapat menonjol, antara lain dengan menyajikan permasalahan yang spesifik, solusi inovatif, target pasar yang jelas, serta narasi yang kuat dan didukung angka yang logis. Selain itu, mahasiswa juga diingatkan untuk menyusun proposal sesuai panduan resmi dan rubrik penilaian yang telah ditetapkan.

Materi yang disampaikan mencakup struktur lengkap proposal P2MW, mulai dari latar belakang usaha, deskripsi bisnis, rencana kegiatan dan anggaran, hingga penutup dan lampiran. Pada bagian deskripsi usaha, peserta diajak untuk merumuskan tujuan mulia (noble purpose), inovasi produk, strategi pemasaran, serta aspek keuangan dan monetisasi.

Dalam sesi praktik, peserta juga diajak membedah contoh proposal pemenang serta memahami pentingnya menyajikan dampak sosial, ekonomi, dan lingkungan dari usaha yang dijalankan. Hal ini menjadi nilai tambah yang signifikan dalam penilaian proposal P2MW.

Kegiatan ini berlangsung interaktif dengan diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Para dosen pendamping juga berperan aktif dalam memberikan masukan terhadap ide bisnis mahasiswa agar lebih matang dan siap bersaing di tingkat nasional.
Melalui pendampingan ini, diharapkan mahasiswa di lingkungan LLDIKTI Wilayah II mampu menghasilkan proposal bisnis yang berkualitas, inovatif, dan berdaya saing tinggi sehingga dapat lolos pendanaan P2MW serta berkontribusi dalam menciptakan wirausaha muda yang mandiri dan berdampak bagi masyarakat. (**)

Dua Mahasiswa IIB Darmajaya Ikut Aksi Kemanusiaan Pencarian Korban Hanyut Wira Garden

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Dua mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Korps Sukarela (KSR) PMI Darmajaya turut ambil bagian dalam proses pencarian korban hanyut di kawasan Wira Garden pada Kamis (2/4/26).

Kedua mahasiswa tersebut adalah Muhammad Yusuf Ash-Showwaf dari Program Studi Teknik Informatika dan Radja Arfinda Prasetya dari Program Studi Pariwisata. Keduanya menjadi satu-satunya dari perguruan tinggi yang ikut diterjunkan sebagai relawan dalam operasi rescue susur sungai guna membantu tim gabungan dalam mencari dua mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yang dilaporkan hanyut akibat derasnya arus sungai saat sedang berwisata.

Kegiatan pencarian dilakukan dengan menyusuri aliran sungai di sekitar lokasi kejadian yang memiliki arus cukup deras dan kondisi medan yang menantang. Tim rescue terdiri dari berbagai unsur, termasuk relawan KSR, BPBD, serta tim SAR yang bekerja sama untuk mempercepat proses pencarian korban.

Muhammad Yusuf Ash-Showwaf menyampaikan bahwa keterlibatannya dalam operasi ini merupakan bentuk kepedulian kemanusiaan sekaligus pengabdian sebagai anggota KSR PMI. “Kami berusaha semaksimal mungkin membantu proses pencarian dengan tetap mengutamakan keselamatan tim,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Radja Arfinda Prasetya yang menegaskan pentingnya kesiapsiagaan dan kerja sama tim dalam situasi darurat seperti ini. Partisipasi mahasiswa IIB Darmajaya ini menunjukkan peran aktif generasi muda dalam kegiatan kemanusiaan, khususnya dalam penanganan bencana alam.

Keterlibatan mereka juga menjadi bukti nyata implementasi nilai-nilai kepedulian sosial yang ditanamkan melalui kegiatan organisasi kemahasiswaan. Kedua mahasiswa akhirnya ditemukan di Pulau Pasaran oleh tim dalam keadaan telah meninggal dunia.(*)

Bukan Sekadar Proposal! Dosen IIB Darmajaya Ungkap Cara “Menaklukkan” Reviewer P2MW & PKM di Institut Teknologi Garut

GARUT -(deklarasinews.com)- Dosen Prodi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya Lilla Rahmawati, S.Sos., M.M. yang juga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) menjadi narasumber Sosialisasi & Bootcamp Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) dan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Tahun 2026 yang diselenggarakan Institut Teknologi Garut pada Rabu, (1/4/26).

Adapun pelaksanaan digelar secara daring melalui zoom meeting dengan materi yang disampaikan “Strategi Lolos Pendanaan P2MW & PKM berdasarkan Best Practice Perguruan Tinggi”. Dalam pemaparannya, Lilla Rahmawati menekankan bahwa proposal bukan sekadar dokumen administratif, melainkan alat utama untuk meyakinkan reviewer bahwa ide bisnis yang diajukan layak untuk didanai. Ia menjelaskan pentingnya membangun mindset yang tepat, mulai dari kejelasan ide, relevansi dengan kebutuhan pasar, hingga model bisnis yang realistis dan dapat dieksekusi oleh tim.

“Proposal yang baik harus mampu menunjukkan problem yang spesifik, solusi yang unik, serta didukung data yang jelas dan logis. Narasi yang kuat juga menjadi kunci agar proposal menonjol di antara yang lain,” ujarnya.

Ia juga memaparkan berbagai kesalahan fatal yang kerap terjadi dalam penyusunan proposal, seperti ide yang terlalu umum, tidak adanya validasi pasar, hingga penggunaan data yang tidak akurat. Selain itu, peserta diberikan tips strategis dalam menyusun proposal, mulai dari pemilihan kategori bisnis, penyusunan sesuai panduan, hingga pentingnya menggunakan sudut pandang investor.

Dalam sesi tersebut, Lilla turut menjelaskan struktur proposal P2MW yang meliputi latar belakang usaha, deskripsi bisnis, rencana kegiatan dan anggaran, hingga analisis keuangan. Ia menekankan bahwa setiap bagian harus saling terintegrasi dan mengacu pada rubrik penilaian yang telah ditentukan.

Menurut Lilla, tahun ini terdapat enam kategori usaha mulai dari tahap bertumbuh dan tahap rintisan. “Dimana masing-masing kategori hanya boleh mengirimkan tiga proposal yang lolos seleksi internal (2 tahap bertumbuh dan 1 tahap rintisan),” ucapnya.

Tak hanya teori, peserta juga diajak memahami best practice melalui contoh proposal usaha yang berhasil, termasuk bagaimana sebuah bisnis mampu memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar, seperti pemberdayaan ibu rumah tangga dan pengolahan limbah menjadi produk bernilai tambah.

Kegiatan ini menjadi wadah penting bagi mahasiswa untuk meningkatkan peluang lolos dalam program P2MW dan PKM 2026, sekaligus mendorong lahirnya wirausaha muda yang inovatif dan berdaya saing.

Melalui partisipasi aktif dosen IIB Darmajaya dalam kegiatan nasional ini, diharapkan dapat memperkuat peran institusi dalam mendukung pengembangan kewirausahaan mahasiswa serta memperluas jejaring kolaborasi antar perguruan tinggi di Indonesia.

Unila Gelar Pilmapres Tingkat Universitas

(pelitaekspres.com) -BANDAR LAMPUNG – Universitas Lampung (Unila) kembali menggelar ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat universitas tahun 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Gedung B Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kamis, 2 April 2026, dan menjadi ruang bagi mahasiswa terbaik Unila untuk menampilkan gagasan, inovasi, serta capaian akademik dan nonakademik mereka.

Dua belas mahasiswa terbaik mengikuti seleksi tingkat universitas, terdiri atas delapan mahasiswa program sarjana dan empat mahasiswa program diploma. Mereka merupakan perwakilan dari berbagai fakultas di Unila yang sebelumnya berhasil meraih peringkat pertama pada seleksi Pilmapres tingkat fakultas.

Kegiatan ini turut dihadiri Rektor Unila Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Sunyono, M.Si., kepala bagian akademik, para wakil dekan bidang kemahasiswaan dan alumni, dewan juri, serta para mahasiswa peserta Pilmapres.

Dalam sambutannya, Rektor Unila Prof. Lusmeilia Afriani menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang telah mewakili fakultas masing-masing. Ia menegaskan bahwa setiap peserta merupakan mahasiswa terbaik dari fakultasnya.

“Tidak terpilih di tingkat universitas bukan berarti tidak terbaik. Kalian tetap mahasiswa terbaik dari fakultas masing-masing,” ujarnya. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada dosen pembimbing dan dewan juri yang telah berperan dalam proses seleksi, serta berharap kegiatan ini dapat melahirkan wakil terbaik Unila untuk bersaing di tingkat nasional.

Menurutnya, Pilmapres bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga wadah bagi mahasiswa untuk menunjukkan kapasitas diri, baik dari sisi akademik maupun nonakademik. Melalui ajang ini, mahasiswa didorong untuk mengembangkan gagasan inovatif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Prof. Sunyono, turut memberikan motivasi kepada para peserta. Ia menekankan Pilmapres merupakan perjalanan untuk mengasah potensi diri dan keberanian dalam menyampaikan ide.

“Pemilihan Mahasiswa Berprestasi bukan sekadar kompetisi. Ini adalah panggung bagi gagasan besar dan ruang bagi keberanian untuk tampil. Apa pun hasilnya hari ini, kalian semua adalah juara,” ungkapnya.

Seleksi Pilmapres meliputi beberapa komponen penilaian, yaitu capaian unggulan, produk inovatif, karya tulis ilmiah atau gagasan konstruktif, presentasi, serta kemampuan berbahasa Inggris melalui video maupun pemaparan langsung.

Untuk program diploma, komponen penilaian terdiri atas capaian unggulan 40 persen, produk inovatif 40 persen, dan kemampuan bahasa Inggris 20 persen. Sementara pada program sarjana, penilaian mencakup capaian unggulan 35 persen, gagasan konstruktif 35 persen, dan kemampuan bahasa Inggris 30 persen.

Setelah melalui proses presentasi dan penilaian dewan juri, diumumkan para pemenang Pilmapres Unila 2026. Pada program sarjana, peringkat pertama diraih oleh Deni Kurniawan (FH) dengan total nilai 130,04.

Peringkat kedua diraih Maureen Cahayli (FEB) dengan nilai 128,04, diikuti Vika Aulia Royani (FMIPA) di peringkat ketiga dengan nilai 127,95. Peringkat keempat diraih M. Zuruki (FT) dengan nilai 117,45, dan peringkat kelima Amar Ageng Kurniawan (FKIP) dengan nilai 110,54.

Selanjutnya, peringkat keenam diraih Jihan Siti Muthmainah (FK) dengan nilai 98,68, peringkat ketujuh Dinal Azmi (FISIP) dengan nilai 85,56, serta peringkat kedelapan Muhammad Hibban Fadlurrohman Ayyasy (FP) dengan nilai 82,05.

Sementara itu, pada program diploma, peringkat pertama diraih Luthfia Zahra Delfi (FEB) dengan nilai 66,51. Peringkat kedua diraih Fira Agustina Nur Rahma (FISIP) dengan nilai 55,67, peringkat ketiga Nayla Sin Fathimah (FT) dengan nilai 47,88, dan peringkat keempat Hasna Lailatul Karimah (FMIPA) dengan nilai 55,55.

Menutup kegiatan tersebut, Rektor Unila berharap hasil seleksi Pilmapres tahun ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus mengembangkan gagasan dan inovasi hingga ke tingkat yang lebih luas.

“Mudah-mudahan perwakilan Unila dapat melaju hingga tingkat nasional. Terus kembangkan proposal dengan ide-ide brilian yang kalian miliki, bahkan hingga mampu meraih prestasi di tingkat internasional,” ujarnya.

Pilmapres Unila 2026 tidak hanya menjadi ajang seleksi mahasiswa terbaik, tetapi juga menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda kampus untuk berani berpikir besar, berkarya, dan membawa nama baik universitas di tingkat nasional maupun internasional.(Red)

Unila Tuan Rumah Kongres Nasional XIV KMHDI

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Lampung (Unila) jadi tuan rumah penyelenggaraan Kongres Nasional ke XIV Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) pada Rabu, 1 April 2026, di Gedung Serbaguna Unila.

Kegiatan dihadiri Ketua MPR RI Ahmad Muzani, S.Sos.; Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M.; Ketua DPRD Provinsi Lampung Ahmad Giri Akbar, S.E., M.B.A.; Rektor Unila Prof. Dr. Lusmeilia Afriani, D.E.A., I.P.M., ASEAN Eng.; dan Bupati Lampung Tengah I Komang Koheri, S.E.

Kegiatan bertujuan untuk memperkuat organisasi serta merumuskan arah kaderisasi dalam mencetak generasi muda Hindu yang cerdas, berkarakter, dan berperan aktif dalam pembangunan bangsa.

Dalam sambutannya, Gubernur Provinsi Lampung menyampaikan Kongres Nasional KMHDI ke-XIV menjadi momentum penting untuk bertukar pikiran dan memperkuat organisasi. Ia menekankan perbedaan harus disatukan sebagai kekuatan, serta berharap KMHDI semakin aktif dan program kerjanya tepat sasaran.

“Acara ini menjadi momen penting untuk bertukar pikiran dan memperkuat organisasi. Perbedaan harus disatukan sebagai kekuatan, dan saya berharap KMHDI semakin aktif serta program kerjanya tepat sasaran,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua MPR RI menyampaikan, kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa Hindu untuk memperkuat konsolidasi organisasi, mempererat persatuan, serta merumuskan gagasan dan program kerja yang konstruktif.

Ia juga berharap kongres ini dapat melahirkan kader yang kreatif, inovatif, dan mampu berkontribusi bagi pembangunan bangsa dengan tetap menjunjung nilai persatuan dalam keberagaman.

“Momentum ini penting untuk memperkuat organisasi, mempererat persatuan, dan merumuskan program kerja yang konstruktif. Saya berharap lahir kader yang kreatif, inovatif, dan berkontribusi bagi bangsa,” ujarnya.

Kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan awarding KMHDI, foto bersama, dan hiburan berupa stand up comedy.(Red)

Dari SMAN 2 Gading Rejo ke Darmajaya: Perjalanan Arllie Sahane Jaya Pilih Prodi Akuntansi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat generasi muda dalam meraih gelar pendidikan tinggi dimiliki setiap lulusan sekolah menengah sederajat. Hal ini juga yang dimiliki Arllie Sahane Jaya, calon mahasiswa baru Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Lulusan SMAN 2 Gading Rejo ini mantap memilih Program Studi Akuntansi/Accountpreneurship sebagai langkah awal dalam menggapai masa depan gemilang.

Arllie mengungkapkan bahwa keputusannya memilih Darmajaya bukan tanpa alasan. Ia mendapatkan banyak rekomendasi positif dari lingkungan sekitarnya, mulai dari keluarga hingga teman-teman yang telah lebih dulu mengenal kualitas kampus Unggul Darmajaya. “Saya pilih Darmajaya karena memang direkomendasikan oleh orang-orang di sekitar saya,” ujar Arllie saat diwawancarai pada Rabu (1/4/26) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Ketertarikan Arllie terhadap Akuntansi juga bukan hal yang datang secara tiba-tiba. Sejak awal, ia sudah memiliki minat kuat di bidang tersebut dan melihatnya sebagai jalur karier yang menjanjikan.

Ia menjelaskan bahwa selain sesuai dengan minatnya, akuntansi juga memiliki prospek kerja yang luas dan fleksibel di berbagai sektor industri. Hal ini menjadi salah satu faktor utama yang semakin memantapkan pilihannya. Menurutnya, bidang ini membuka peluang karier yang beragam, baik di perusahaan, instansi pemerintahan, maupun wirausaha di bidang jasa keuangan.

Di balik keseriusannya dalam dunia akademik, Arllie juga dikenal sebagai pribadi yang aktif dan memiliki beragam minat. Ia menyukai olahraga basket yang kerap menjadi aktivitasnya di waktu luang. Selain itu, ia juga sedang aktif belajar memainkan alat musik gitar sebagai bentuk pengembangan diri di bidang seni.

Dengan tekad dan semangat yang dimilikinya, Arllie berharap dapat mengembangkan kemampuan serta memperdalam ilmu akuntansi selama menempuh pendidikan di Darmajaya. “Saya ingin bisa sukses di bidang yang saya pilih dan membanggakan orang tua,” ungkapnya.(*)

Kejar Masa Depan Digital, Lulusan Asal Bengkulu Selatan Pilih Sistem Informasi IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-  Di tengah derasnya arus transformasi digital, sebuah langkah berani datang dari lulusan asal Bengkulu Selatan. Dengan tekad kuat dan mimpi besar, Gennie Okta Fitriani resmi mendaftarkan diri di Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya untuk meraih mimpinya dengan memilih Program Studi Sistem Informasi/Inovasi Digital sebagai pintu menuju masa depan.

Alumnus SMAN 1 Bengkulu Selatan ini tak sekadar mengikuti arus. Pilihannya lahir dari pemikiran matang dan visi jauh ke depan. Baginya, Sistem Informasi bukan hanya jurusan, melainkan peluang untuk membuka banyak jalan karier di berbagai sektor industri yang terus berkembang. “Saya memilih Sistem Informasi karena peluangnya luas. Lulusannya bisa bekerja di banyak bidang,” tuturnya saat diwawancarai pada Selasa (31/3/26) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Di era ketika teknologi menjadi tulang punggung hampir semua lini kehidupan, Gennie melihat kesempatan yang tidak bisa diabaikan. Ia menyadari bahwa kebutuhan tenaga profesional di bidang ini terus meningkat, seiring pesatnya digitalisasi.

Namun, ambisinya tidak berhenti pada gelar akademik. Ia menginginkan lebih—kemampuan nyata yang bisa langsung diterapkan di dunia kerja. Lingkungan kampus yang mendukung kewirausahaan dan berwawasan internasional menjadi salah satu alasan yang semakin menguatkan langkahnya. “Saya ingin punya skill yang siap pakai dan bisa bersaing nanti,” ungkapnya.

Langkah mendaftar lebih awal menjadi bukti keseriusan Gennie dalam menata masa depan. Di balik keputusan itu, tersimpan harapan besar: menjadikan pendidikan sebagai batu loncatan untuk meraih cita-cita di dunia teknologi informasi. (**)