13 Tahun Menanti, Dua Ruas Jalan di Penengahan Diresmikan Bupati Egi, Akses Ekonomi dan Pendidikan Warga Kini Lebih Lancar

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Harapan panjang warga Kecamatan Penengahan akhirnya terjawab. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan strategis, yakni ruas Kuripan-Klaten sepanjang 820 meter dan ruas Pasuruan-Gandri sepanjang kurang lebih 1,28 kilometer, yang selama ini dinantikan masyarakat karena kondisinya rusak.

Peresmian tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial. Bagi warga, perbaikan infrastruktur ini membuka kembali akses vital yang menunjang aktivitas ekonomi, sosial, hingga pendidikan sehari-hari.

Salah satu warga Dusun Sidodadi, Desa Klaten, Darmadi, mengaku bersyukur atas terealisasinya perbaikan ruas Kuripan-Klaten yang menurutnya telah lama terbengkalai.

“Alhamdulillah, sekarang jalannya sudah diperbaiki. Selama kurang lebih 13 tahun, jalan Kuripan-Klaten belum mendapatkan perhatian. Kami masyarakat Dusun Sidodadi mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Egi,” ujar Darmadi.

Ia menilai, kondisi jalan yang lebih baik akan mempermudah distribusi hasil pertanian warga. Selama ini, kerusakan jalan kerap menghambat mobilitas, terutama saat musim hujan yang membuat permukaan jalan semakin sulit dilalui.

Menurut Darmadi, dampak ekonomi dari perbaikan infrastruktur tersebut akan sangat terasa. Biaya angkut hasil panen berpotensi lebih efisien dan waktu tempuh menjadi lebih singkat, sehingga mendukung peningkatan pendapatan masyarakat.

“Kami berharap perbaikan dapat berlanjut karena masih terdapat beberapa ruas jalan yang berlubang. Semoga pembangunan ini terus berkesinambungan,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Bupati Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur jalan bukan semata proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Mudah-mudahan jalan ini membawa kebermanfaatan yang lebih besar bagi masyarakat sekitar, meningkatkan kesejahteraan, mendukung kegiatan sosial dan ekonomi, serta memperlancar akses pendidikan,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga infrastruktur yang telah dibangun. Menurutnya, keberlanjutan manfaat jalan sangat bergantung pada kesadaran kolektif untuk merawat dan menggunakannya sesuai ketentuan.

“Saya titip kepada masyarakat untuk menjaga dan merawat jalan ini. Pastikan kendaraan yang melintas sesuai dengan batas muatan yang telah ditentukan agar jalan tetap awet dan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan,” tegasnya.

Pemkab Lampung Selatan, lanjutnya, berkomitmen melaksanakan pembangunan infrastruktur secara bertahap dan merata. Upaya tersebut diarahkan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah pedesaan yang selama ini menghadapi keterbatasan akses.

Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, warga Penengahan kini menatap aktivitas harian dengan optimisme baru, jalan yang lebih layak diharapkan menjadi penghubung bukan hanya antarwilayah, tetapi juga antara harapan dan kesejahteraan. (Red)

Akhirnya Mulus! Jalan Babatan-Simpang Bayur yang Bertahun-tahun Rusak Kini Resmi Dibuka

KATIBUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan meresmikan peningkatan ruas Jalan Babatan-Umbul Bayur (R127) hingga Jalan Tanjungan-Neglasari (R136) di Kecamatan Katibung, Jumat (27/2/2026) sore.

Ruas Babatan-Simpang Bayur sepanjang kurang lebih 850 meter yang sebelumnya rusak dan berlubang, kini resmi dibuka dan dapat digunakan masyarakat.

Peresmian dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, sekitar pukul 17.32 WIB. Dengan mengucap basmalah, ia menandai beroperasinya akses jalan tersebut sebagai bagian dari upaya peningkatan infrastruktur dasar di wilayah itu.

“Alhamdulillah pada hari ini, tepat di hari Jumat pukul 17.32, ruas jalan Babatan-Simpang Bayur kurang lebih sepanjang 850 meter sudah selesai dikerjakan. Bismillah ini bisa memberikan dampak baik untuk masyarakat dan manfaat yang berkelanjutan,” ujar Egi.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan tersebut dikeluhkan warga karena berlubang dan bergelombang. Kerusakan bahkan disebut telah berlangsung selama bertahun-tahun dan semakin parah dalam tiga hingga empat bulan terakhir. Kondisi itu kerap menyulitkan aktivitas harian, baik bagi pengendara roda dua maupun roda empat.

Desi (40), salah satu warga yang hadir dalam peresmian, mengaku bersyukur atas pembangunan tersebut.

“Terima kasih Pak Bupati Egi, jalannya sudah diperbaiki, sekarang sudah bagus sekali. Dulu rusak berlubang bertahun-tahun, sekarang lewat jadi enak,” ujarnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya yang merasakan langsung perubahan kondisi akses transportasi di wilayah tersebut. Dengan jalan yang lebih mulus, mobilitas warga menjadi lebih nyaman dan aman.

Meski demikian, sejumlah warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah daerah turut memperhatikan persoalan drainase di sekitar jalan.

Mereka mengeluhkan saluran air dan talud yang dinilai kurang memadai, sehingga saat hujan deras kerap terjadi genangan bahkan banjir.

“Ada satu keluhan, kalau hujan deras banjir. Got-got ini tolong diperbaiki biar airnya lancar. Kayaknya kurang tinggi atau bahkan tidak ada salurannya. Kami minta solusi untuk masyarakat Tanjung Ratu,” kata warga lainnya.

Menanggapi aspirasi tersebut, Bupati Egi meminta masyarakat bersama-sama menjaga infrastruktur yang telah dibangun serta menyampaikan bahwa masukan warga akan menjadi perhatian pemerintah daerah.

“Dengan bismillahirrahmanirrahim, jalannya saya resmikan. Terima kasih, tolong dijaga aksesnya, mohon dijaga bersama-sama supaya apa yang sudah dibangun oleh pemerintah bisa awet dan panjang umurnya. Titip aset ini,” pesannya.

Peningkatan ruas jalan di Kecamatan Katibung ini diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga, tetapi juga memperkuat konektivitas antarwilayah dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal. Peresmian tersebut sekaligus menjadi bagian dari komitmen Pemkab Lampung Selatan dalam memperbaiki infrastruktur dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat. (Red)

52 Tahun Menanti, Jalan Kota Dalam-Budidaya Akhirnya Mulus di Era Egi-Syaiful

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Penantian panjang warga Kecamatan Sidomulyo selama lebih dari setengah abad akhirnya berakhir.

Ruas Jalan Kota Dalam-Budidaya (R.092) resmi diresmikan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Jumat (27/2/2026), di Desa Budidaya.

Jalan yang disebut warga telah rusak sejak 1973 atau sekitar 52 tahun lalu itu kini berubah menjadi akses yang lebih layak dan aman. Peresmian tersebut disambut antusias masyarakat yang memadati lokasi acara.

Secara teknis, ruas jalan Kota Dalam-Budidaya memiliki panjang 2.420 meter dengan lebar 3 meter. Pada tahun 2025, penanganan dilakukan menggunakan konstruksi rabat beton sepanjang 1.350 meter dengan lebar 3,5 meter. Secara total, panjang jalan yang telah ditangani mencapai 2.150 meter dengan konstruksi rabat beton.

Bagi warga, pembangunan jalan tersebut bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan jawaban atas penantian panjang.

Ratnasih, warga Dusun 4 Desa Budidaya, tak mampu menyembunyikan rasa harunya. Ia menyebut jalan tersebut terakhir kali tersentuh pembangunan pada 1973.

“Jalan ini dari tahun 1973, jadi sudah 52 tahun baru diperbaiki sekarang ini. Perasaan saya senang sekali. Terima kasih Pak Bupati Radityo Egi Pratama sudah memperbaiki jalan yang sekian lama tidak pernah diperbaiki ini,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Lili Salamah. Ia mengaku bersyukur karena jalan yang selama puluhan tahun rusak akhirnya dibangun.

“Ini jalannya sudah rusak sekitar 52 tahun. Alhamdulillah sekarang sudah dibangun. Dulu waktu kampanye ada janji untuk membangun jalan ini, dan sekarang ditepati. Senang sekali akhirnya diresmikan,” katanya.

Dalam sambutannya, Bupati Egi menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan hingga akhir masa jabatan.

Ia menyampaikan bahwa pada awal 2025 tingkat kemantapan jalan di Kabupaten Lampung Selatan berada di kisaran 54 persen.

“Dengan berbagai upaya peningkatan kualitas konstruksi jalan sepanjang 2025, alhamdulillah angka kemantapan jalan meningkat menjadi hampir 62 persen,” jelasnya.

Ia memastikan, program pembangunan dan peningkatan kualitas jalan akan terus dilanjutkan pada 2026 hingga 2027 sebagai bagian dari prioritas pemerintah daerah.

Peresmian jalan ruas Kota Dalam-Budidaya menjadi simbol terpenuhinya janji pembangunan sekaligus penanda perubahan nyata bagi masyarakat Sidomulyo.

Setelah lebih dari lima dekade, akses yang dulu rusak dan sulit dilalui kini berubah menjadi jalan yang lebih representatif, membuka harapan baru bagi mobilitas dan pertumbuhan ekonomi warga setempat. (Red)

Safari Ramadan di Tanjung Bintang, Bupati Egi Ajak Warga Bersihkan Hati dan Perkuat Gotong Royong Bangun Lampung Selatan

TANJUNG BINTANG -(deklarasinews.com)- Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk mengajak masyarakat membersihkan hati sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Ajakan itu disampaikan Egi saat menghadiri Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan Tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Masjid Baburrahman, Desa Sindang Sari, Kecamatan Tanjung Bintang, Kamis (26/2/2026).

Dalam sambutannya, Egi menekankan bahwa pembangunan daerah tidak semata-mata berbicara tentang infrastruktur fisik, tetapi juga menyangkut pembangunan karakter dan mental masyarakat. Menurutnya, kemajuan Kabupaten Lampung Selatan harus dimulai dari hati yang baik, adil, dan penuh pikiran positif.

“Kalau kabupaten kita ingin baik, maka saya ingin mengajak masyarakat punya hati yang baik, adil, positif. Itu akan mendatangkan hal yang baik, bukan untuk saya pribadi tapi untuk bapak ibu semua. Mudah-mudahan di bulan suci yang berkah ini, puasa kita bisa membersihkan hati kita,” ujar Egi.

Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak rasa syukur dan ucapan terima kasih selama Ramadan. Egi mengibaratkan kehidupan seperti hukum tarik-menarik, di mana setiap kebaikan yang ditanam dari dalam diri akan kembali memberikan dampak positif bagi diri sendiri dan lingkungan.

“Apa yang bapak ibu rasakan di dalam hati akan jadi pikiran, kemudian ucapan, tindakan. Tindakan ini akan membentuk kebiasaan, karakter. Nah, karakter ini akan membentuk nasib kita,” katanya.

Lebih lanjut, Egi menegaskan bahwa pembangunan Lampung Selatan tidak dapat dilakukan sendiri oleh kepala daerah dan wakilnya. Ia membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat serta sinergi lintas sektoral agar program pembangunan berjalan optimal.

Ia menyebutkan, berkat kerja sama yang solid, pada 2025 pembangunan infrastruktur jalan di Lampung Selatan telah mencapai 270,9 kilometer. Pada 2026, pembangunan tersebut akan terus dilanjutkan guna meningkatkan konektivitas dan kesejahteraan masyarakat.

“Saya mengajak semuanya, karena kalau cuma saya dan pak wakil bupati tangannya tidak akan cukup untuk membangun Lampung Selatan. Kita harus kompak dan menguatkan sistem bergotong royong,” tegasnya.

Kegiatan Safari Ramadan yang dihadiri jajaran Forkopimda, perangkat daerah, tokoh agama, dan masyarakat setempat itu tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah menyampaikan capaian serta arah pembangunan daerah.

Di bulan yang penuh berkah ini, pemerintah berharap terbangun kebersamaan yang semakin kuat antara pemerintah dan masyarakat demi Lampung Selatan yang lebih maju.(Red)

Bupati Egi Sisihkan Waktu di Tengah Agenda Padat, Duduk di Sisi Ranjang Nenek 81 Tahun yang Terbaring Stroke di Tanjungsari

TANJUNGSARI -(deklarasinews.com)- Di sela padatnya agenda pemerintahan, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama memilih berhenti sejenak. Bukan untuk beristirahat, melainkan untuk duduk di sisi ranjang seorang nenek renta yang terbaring lemah di rumah sederhana di Desa Kertosari, Kecamatan Tanjungsari, Kamis (26/2/2026).

Nenek itu adalah Sukinem (81). Tubuhnya melemah akibat hipertensi yang berujung stroke. Di ruangan sederhana itulah, suasana mendadak hening ketika Egi mendekat, menyapa dengan lembut, dan memastikan langsung kondisi serta penanganan yang diterima.

Tanpa sekat formalitas, Egi duduk berhadapan dengan keluarga Sukinem. Ia tak hanya berbicara, tetapi juga memberi instruksi tegas kepada Sekretaris Daerah Supriyanto yang turut mendampingi kunjungan bersama jajaran perangkat daerah.

“Pak Sekda ini tolong diprioritaskan. Bu nanti dibantu ya Bu, nanti dari pemerintah daerah, mudah-mudahan bisa meringankan,” ujarnya, memastikan agar perhatian terhadap Sukinem tidak berhenti pada kunjungan semata.

Sebagai bentuk kepedulian langsung, Egi juga menyerahkan bingkisan sembako kepada keluarga. Bantuan itu mungkin sederhana, namun pesan yang dibawa jauh lebih besar, kehadiran pemerintah harus terasa hingga ke ruang-ruang paling sunyi warganya.

Camat Tanjungsari, Handoyo Soesilo, menjelaskan bahwa pihak kecamatan sebelumnya telah melakukan pendataan dan asesmen terhadap warga sakit dan penyandang disabilitas. Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), serta pendamping sosial masyarakat telah dilibatkan untuk memastikan bantuan tepat sasaran.

Menurutnya, arahan langsung dari Bupati Lampung Selatan menjadi penguat bagi jajaran di tingkat kecamatan agar percepatan bantuan sosial dapat segera direalisasikan.

“Kami berharap Ibu Sukinem bisa segera mendapatkan program bantuan sosial sesuai kondisi yang ada, baik PKH, BPNT, maupun bantuan sosial lainnya,” kata Handoyo.

Ia juga memaparkan inovasi Kecamatan Tanjungsari bertajuk “Bakso Tansa” (Bakti Sosial Tanjungsari), kegiatan rutin setiap Jumat berupa kunjungan dari rumah ke rumah bagi warga sakit dan disabilitas bersama UPT Puskesmas Rawat Inap Tanjungsari. Dalam program tersebut, warga mendapatkan pelayanan kesehatan sekaligus bantuan sembako.

Kunjungan ini menjadi gambaran bahwa pembangunan di Kabupaten Lampung Selatan tidak hanya berbicara soal jalan, jembatan, dan infrastruktur fisik. Di sela peresmian proyek dan agenda resmi, perhatian terhadap warga yang terbaring sakit tetap menjadi prioritas.

Langkah itu mungkin tampak sederhana, duduk di samping ranjang seorang nenek, menyentuh tangannya, memberi semangat, lalu memastikan bantuan diprioritaskan.

Namun dari rumah kecil di Desa Kertosari, pesan kepemimpinan itu terasa jelas, pemimpin tidak hanya hadir di podium, tetapi juga di ruang-ruang sunyi tempat warganya paling membutuhkan. (Red)

Resmikan Jalan di Tanjungsari dan Tanjung Bintang, Bupati Egi Harap Infrastruktur Jadi Penggerak Ekonomi Warga

TANJUNG BINTANG -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan pembangunan jalan di dua kecamatan, yakni Kecamatan Tanjungsari dan Kecamatan Tanjung Bintang, Kamis (26/2/2026).

Peresmian ini menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan dalam memperkuat konektivitas wilayah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Peresmian ditandai dengan pemotongan pita dan penandatanganan prasasti sebagai simbol dimulainya pemanfaatan ruas jalan oleh masyarakat.

Di Kecamatan Tanjungsari, ruas yang diresmikan adalah jalan Kertosari-Wawasan dengan panjang total 5,9 kilometer. Dari total tersebut, penanganan dilakukan sepanjang 2,3 kilometer dengan lebar 3 meter menggunakan hotmix AC-WC.

Sementara itu, di Kecamatan Tanjung Bintang, peresmian dilakukan pada ruas Jalan Jati Indah-Purwodadi Dalam (R.164). Ruas ini memiliki panjang 6.035 meter, dengan penanganan hotmix sepanjang 1.680 meter lebar 3 meter, rabat beton sepanjang 200 meter lebar 4 meter, serta pembangunan satu titik gorong-gorong box culvert.

Bupati Egi berharap infrastruktur yang telah dibangun pada 2025 tersebut dapat memberikan dampak nyata bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.

“Hari ini adalah momen di mana kita meresmikan jalan yang sudah diperbaiki di tahun 2025. Mudah-mudahan, bismillah, jalan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dalam kegiatan sehari-hari, baik dalam aktivitas ekonomi maupun aktivitas sosial lainnya,” ujarnya.

Suasana peresmian berlangsung hangat dan penuh antusiasme. Warga memadati lokasi kegiatan dan menyambut langsung kehadiran orang nomor satu di Bumi Khagom Mufakat tersebut. Dalam kesempatan itu, Bupati Egi juga menyapa masyarakat satu per satu, menciptakan suasana yang akrab antara pemimpin dan warga.

Salah satu warga Tanjung Bintang, Trupus Raharjo, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan atas pembangunan ruas jalan tersebut.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Lampung Selatan, khususnya Bupati Radityo Egi Pratama, yang telah membangun Jalan Jati Indah sampai Purwodadi Dalam. Semoga jalan ini benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Peresmian di Kecamatan Tanjung Bintang kemudian ditutup dengan buka puasa bersama dan salat Magrib berjamaah, menambah nuansa kebersamaan dalam momen tersebut.

Pembangunan jalan di dua kecamatan tersebut menjadi bagian dari strategi percepatan konektivitas wilayah. Pemerintah daerah berharap keberadaan infrastruktur yang layak dapat memperlancar distribusi hasil pertanian, mempercepat mobilitas warga, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Dengan pembangunan yang terus berlanjut di berbagai titik, infrastruktur tetap menjadi prioritas sebagai fondasi penguatan kesejahteraan masyarakat Lampung Selatan.(Red)

Tinjau Ruas Strategis di Jatimulyo, Gubernur Dorong Normalisasi Drainase dan Perbaikan Jalan

LAMSEL -(deklarasinews.com)– Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kemantapan jalan provinsi sebagai bagian dari strategi mendukung kelancaran distribusi dan pertumbuhan ekonomi daerah. Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Rahmat Mirzani Djausal saat meninjau kondisi ruas Jalan Pangeran Senopati, Jatimulyo, Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, Rabu (25/2/2026).

Peninjauan ini merupakan langkah nyata Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi dalam memastikan progres perbaikan infrastruktur berjalan optimal, khususnya pada ruas-ruas strategis yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Gubernur Rahmat Mirzani Djausal menegaskan bahwa kemantapan jalan menjadi salah satu fokus utama pemerintah daerah. Infrastruktur jalan yang baik dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung rantai distribusi barang dan jasa, yang pada akhirnya memberikan multiplier effect terhadap stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat.

“Ruas yang mengalami kerusakan akan segera kita perbaiki. Selain itu, fungsi gorong-gorong akan kita kembalikan seperti semula untuk mengantisipasi genangan air saat hujan,” ujar Gubernur.

Menurutnya, penyempitan badan jalan akibat tertutupnya saluran drainase dan pemanfaatan ruang yang tidak semestinya menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan air yang mempercepat kerusakan jalan. Oleh karena itu, Pemprov Lampung juga mengedepankan pendekatan persuasif kepada masyarakat dan pelaku usaha agar bersama-sama menjaga fungsi infrastruktur publik.

Gubernur  mengimbau kepada para pedagang dan pemilik kios di sekitar kawasan pasar Jatimulyo agar mengembalikan area gorong-gorong pada fungsi awalnya. Upaya ini dilakukan demi kepentingan bersama, agar sistem drainase berfungsi optimal dan kualitas jalan tetap terjaga.

Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Provinsi Lampung sendiri terus mengakselerasi program peningkatan kemantapan jalan melalui perbaikan konstruksi, normalisasi drainase, serta pengawasan berkala terhadap kondisi ruas provinsi. Langkah ini sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Lampung dalam menghadirkan infrastruktur yang andal, aman, dan berkelanjutan.

Melalui sinergi antara pemerintah dan masyarakat, Pemprov Lampung optimistis tingkat kemantapan jalan provinsi akan terus meningkat, sehingga mampu mendukung konektivitas antarwilayah dan memperkuat daya saing ekonomi daerah.(Red)

 

Sidak Pasar Liwa, Pemkab dan Satgas Saber Pastikan Harga Bapokting Stabil Jelang Hari Raya

LAMBAR -(deklarasinews.com)- Pemerintah terus menunjukkan kehadirannya di tengah masyarakat guna menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan.

Salah satunya melalui Sidak Pasar Liwa yang digelar untuk memastikan distribusi serta harga Barang Kebutuhan Pokok dan Barang Penting (Bapokting) tetap terkendali menjelang hari besar keagamaan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pasar Liwa, Kelurahan Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit, Selasa (24/02/2026).

Sidak ini melibatkan Satuan Tugas Sapu Bersih Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan, Tim Badan Pangan Nasional, kepala perangkat daerah, serta camat setempat.

Ketua Satgas Saber Pangan, Iptu Rudy Prawira, menjelaskan bahwa sidak dilakukan untuk memantau langsung kondisi pangan yang beredar di pasar, baik dari sisi distribusi, mutu, maupun harga.

“Kegiatan hari ini merupakan sidak Pasar Liwa yang berkaitan dengan pemantauan distribusi serta bahan pangan yang beredar. Kita ingin memastikan komoditas seperti beras, bawang, cabai, dan kebutuhan pokok lainnya memenuhi standar mutu serta harga yang sesuai,” jelasnya.

Ia menambahkan, menjelang hari besar keagamaan kerap muncul potensi gangguan distribusi, penimbunan, hingga lonjakan harga yang merugikan masyarakat.

“Investigasi dan pemantauan ini merupakan bentuk mitigasi awal agar kondisi di lapangan benar-benar nyata dan konkret. Alhamdulillah kegiatan berjalan lancar, dimulai pukul 08.30 WIB dan selesai sekitar pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Ke depan, hasil sidak ini akan menjadi bahan konsolidasi bersama untuk menentukan langkah tindak lanjut.

“Hasil pemantauan ini akan kami simpulkan bersama sebagai dasar menentukan rencana ke depan, semata-mata untuk menjamin kepastian distribusi pangan tetap tersedia dengan baik, harga eceran terkendali, serta meminimalisir potensi penyimpangan komoditas,” tambahnya.

Sementara itu, perwakilan Badan Pangan Nasional, Lelly Triatni Siregar, menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas pangan menjelang hari raya.

“Kami dari Bapanas memantau pasar-pasar terkait harga pangan menjelang hari raya besar. Pemerintah hadir untuk memastikan harga pangan tetap sesuai dan ketersediaan barang aman,” katanya.

Ia pun mengimbau masyarakat agar tidak khawatir terhadap pasokan pangan.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, kami pastikan hingga menjelang hari raya tidak terjadi kelangkaan pangan,” tegasnya.

Dukungan penuh juga disampaikan Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setdakab Lampung Barat, Pirwan, yang mewakili Bupati dan Wakil Bupati Lampung Barat.

“Kami sangat mendukung kegiatan ini dalam rangka menstabilkan harga pangan. Sinergi dan kolaborasi dengan Tim Saber Pangan menjadi kunci agar menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah, ketersediaan pangan tetap aman dan distribusinya lancar,” ujarnya.

Ia berharap, melalui pengawasan intensif ini, seluruh kebutuhan pokok masyarakat dapat terpenuhi dengan baik dan harga tetap terjangkau.

“Dengan kerja sama semua pihak, kami optimistis kebutuhan pangan masyarakat Lampung Barat dapat terpenuhi secara merata dan stabil,” pungkasnya.(nsr)

Hilal Tak Terlihat di POB Bukit Gelumpai, Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 19 Februari 2026

RAJABASA -(deklarasinews.com)- Langit senja di Pantai Canti, Kecamatan Rajabasa, Selasa (17/2/2026), menjadi saksi ikhtiar penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah di Kabupaten Lampung Selatan.

Dari Pusat Observasi Bulan (POB) Bukit Gelumpai, para ahli falak memantau hilal, namun hasilnya belum memenuhi kriteria visibilitas yang ditetapkan pemerintah.

Pemantauan yang digelar Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan bersama Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung itu menyatakan hilal tidak terlihat. Dengan demikian, keputusan resmi awal Ramadan menunggu sidang isbat pemerintah pusat.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Lampung, Zulkarnaen, menjelaskan bahwa secara astronomis posisi hilal berada di bawah ufuk. Berdasarkan hasil hisab di titik POB Bukit Gelumpai, tinggi hilal tercatat minus 1 derajat 03 menit 0,021 detik dengan elongasi matahari-bulan 1 derajat 01 menit 0,008 detik.

“Merujuk kriteria Kementerian Agama dengan tinggi hilal minimal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat, maka ketinggian hilal tersebut masih belum memenuhi syarat untuk teramati,” ujar Zulkarnaen.

Ia menambahkan, dalam pandangan empat mazhab fikih, awal Ramadan ditetapkan melalui rukyatul hilal atau observasi langsung. Apabila hilal tidak terlihat, maka bulan Syakban disempurnakan menjadi 30 hari.

Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, Anton Carmana, menyampaikan bahwa Bukit Gelumpai merupakan lokasi strategis untuk pemantauan hilal karena secara geografis menghadap laut lepas tanpa penghalang visual.

“Bukit Gelumpai adalah posisi pantau terbaik di Lampung Selatan. Secara geografis menghadap laut lepas, sehingga memberikan pandangan optimal bagi para ahli untuk melihat hilal,” ujarnya.

Anton menegaskan, Rukyatul Hilal bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk ikhtiar yang memadukan pendekatan sains dan syariat.

Pengamatan dilakukan menggunakan teleskop modern dan perangkat astronomi presisi, namun tetap berlandaskan dalil agama.

“Kita menggunakan teknologi teleskop yang mutakhir, tetapi tetap bersandar pada dalil agama. Harapannya, masyarakat bisa menyambut Ramadan dengan penuh keyakinan dan kedamaian,” tambahnya.

Secara nasional, pemerintah melalui Kementerian Agama Republik Indonesia menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Keputusan tersebut disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar usai sidang isbat di Jakarta.

“Berdasarkan hasil hisab dan tidak ada laporan hilal terlihat, maka disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” kata Nasaruddin.

Dengan penetapan tersebut, umat Islam di Lampung Selatan dan seluruh Indonesia bersiap menyambut bulan suci Ramadan dengan kepastian jadwal ibadah yang telah ditetapkan pemerintah. (Red)

 

One Stop Tourism di Kalianda, UKP Zita Anjani Dorong Nirwana Resort Jadi Motor Ekonomi Warga

​KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kawasan wisata terpadu Kalianda Nirwana Resort dinilai memiliki potensi besar sebagai motor penggerak ekonomi masyarakat Lampung Selatan. Selain menawarkan panorama pantai yang memikat, kawasan ini juga disebut telah memenuhi standar kenyamanan dan keamanan bagi wisatawan.

Hal itu disampaikan Utusan Khusus Presiden (UKP) Bidang Pariwisata sekaligus Ketua TP PKK Kabupaten Lampung Selatan, Zita Anjani, saat melakukan kunjungan pariwisata di Kawasan Kalianda Nirwana Resort, Selasa (17/2/2026).

Kunjungan ini menjadi bagian dari komitmen UKP Bidang Pariwisata dalam memperkuat sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah berbasis potensi lokal.

Kalianda Nirwana Resort menghadirkan konsep one stop tourism center, dengan berbagai destinasi pantai yang berada dalam satu kawasan terintegrasi, seperti Grand Elty Krakatoa, Bagus Beach, M Beach, hingga Jungle Sea.

Menurut Zita, kelengkapan fasilitas menjadi kekuatan utama kawasan ini. Mulai dari penginapan, atraksi wisata, pusat kuliner, hingga pelaku UMKM, seluruhnya berada dalam satu lokasi yang mudah diakses wisatawan.

“Di sini ada penginapan, ada atraksinya, ada kulinernya, ada juga UMKM. Tadi kami melihat sentra makanan di Jungle Sea dan produk seperti baju tradisional yang dijual di sana. Ini sangat lengkap untuk sebuah destinasi wisata,” ujarnya.

Keberadaan UMKM dalam kawasan wisata dinilai mampu memperluas dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat sekitar.

Dalam kunjungannya, Zita juga menyoroti Grand Elty Krakatoa sebagai salah satu resort pionir di Lampung Selatan yang terus berinovasi agar tetap relevan dan kompetitif.

Ia menegaskan, aspek keamanan menjadi perhatian penting, mengingat wilayah Lampung Selatan berada relatif dekat dengan kawasan Gunung Anak Krakatau.

enurutnya, kawasan Grand Elty Krakatoa telah dilengkapi sistem pendeteksi gempa yang memberikan rasa aman tambahan bagi wisatawan.

“Teman-teman tidak perlu khawatir. Di sini sudah ada sistem deteksi gempa. Insya Allah aman,” tambahnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa pengembangan pariwisata tidak hanya mengedepankan estetika dan atraksi, tetapi juga mitigasi risiko dan keselamatan pengunjung.

Zita mengapresiasi kekompakan para penggiat pariwisata di Lampung Selatan yang terus bersinergi membangun sektor ini. Ia berharap, pengembangan destinasi terpadu seperti Kalianda Nirwana Resort dapat meningkatkan kunjungan wisatawan secara signifikan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

“Ayo datang ke Lampung Selatan. Kita bangun pariwisata bersama agar ekonomi masyarakat bisa maju dan berkembang,” kata Zita Anjani. (Red)