Hendry Kurniawan Apresiasi Kepedulian Sosial PWI Lampung saat Buka Puasa Bersama Anak Yatim

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, mengapresiasi kepedulian sosial yang ditunjukkan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Lampung melalui kegiatan buka puasa bersama yang dirangkaikan dengan pemberian santunan kepada anak-anak panti asuhan.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor PWI Lampung, Balai Wartawan H. Sofian Akhmad, Bandar Lampung, Kamis (12/3/2026) itu turut dihadiri berbagai unsur pemerintah daerah kabupaten/kota dan provinsi di Lampung, Forkopimda, akademisi, serta insan pers.

Dalam kesempatan tersebut, Hendry menyampaikan bahwa kegiatan yang digelar PWI Lampung tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar insan pers dan pemerintah daerah, tetapi juga menghadirkan nilai kepedulian sosial yang nyata bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kegiatan yang dilaksanakan oleh PWI Lampung. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan ini juga sarat dengan nilai kepedulian sosial melalui santunan kepada anak-anak yatim serta bantuan kepada pihak yang membutuhkan,” ujar Hendry yang hadir mewakili Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama.

Menurutnya, peran organisasi pers tidak hanya terbatas pada penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat hadir dalam berbagai kegiatan sosial yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Ia pun berharap kegiatan positif seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi inspirasi bagi berbagai pihak untuk memperkuat semangat kepedulian sosial, khususnya di bulan suci Ramadan.

Dalam kegiatan tersebut, PWI Lampung menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim dari Panti Asuhan Almahmuda Kemiling. Selain itu, bantuan juga diberikan kepada anak dan istri anggota PWI yang telah meninggal dunia serta kepada anggota PWI Lampung yang terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu.

Acara juga dirangkaikan dengan penyerahan sertifikat tanah Kantor PWI Lampung oleh perwakilan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bandar Lampung kepada PWI Lampung.

Ketua PWI Provinsi Lampung, Wirahadikusumah, menyampaikan terima kasih kepada BPN yang telah memproses sertifikat tanah kantor PWI hingga selesai dalam waktu sekitar enam bulan.

Ia menjelaskan bahwa gedung PWI Lampung merupakan hibah dari mantan Ketua PWI Lampung almarhumah Hj. Sofian Akhmad yang diwakili oleh enam orang putra-putrinya, yang kemudian diproses hingga menjadi sertifikat resmi atas nama PWI Lampung.

Dalam kesempatan yang sama, Wirahadikusumah juga mengungkapkan bahwa Provinsi Lampung telah ditetapkan sebagai tuan rumah Hari Pers Nasional (HPN) 2027 dan Pekan Olahraga Wartawan Nasional (Porwanas) 2027.

Sementara itu, sambutan Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal yang dibacakan Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemerintah Provinsi Lampung, M. Firsada, menyampaikan apresiasi kepada PWI Lampung yang dinilai konsisten menjaga profesionalisme dan kualitas jurnalisme di daerah.

Kegiatan kemudian ditutup dengan buka puasa bersama yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban antara insan pers dan para undangan yang hadir. (Red)

Hindari Gratifikasi, Bupati Lampung Selatan Larang Pejabat Daerah Terima ‘Hampers Lebaran’

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan menegaskan komitmennya dalam mencegah praktik gratifikasi menjelang Hari Raya Idulfitri.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bahkan memastikan dirinya bersama jajaran pemerintah daerah tidak menerima hampers atau bentuk gratifikasi lainnya yang biasanya marak saat momentum hari raya.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa imbauan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Lampung Selatan Nomor 20 Tahun 2026 tanggal 2 Maret 2026 tentang Pencegahan Korupsi dan Pengendalian Gratifikasi Terkait Hari Raya di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

“Artinya Pak Bupati dan Wakil Bupati beserta jajaran tidak menerima gratifikasi atau hampers yang biasanya marak menjelang Hari Raya Idulfitri,” kata Hendry dalam keterangannya, Kamis (12/3/2026).

Dalam surat edaran tersebut, Bupati Egi mengimbau seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan penyelenggara negara di lingkungan Pemkab Lampung Selatan untuk menolak serta melaporkan setiap bentuk penerimaan gratifikasi pada kesempatan pertama.

Ia menegaskan, ASN harus menjadi teladan dengan tidak memberi maupun menerima gratifikasi yang berkaitan dengan jabatan dan bertentangan dengan tugasnya, termasuk dalam momentum perayaan Idulfitri 1447 Hijriah.

Selain itu, Bupati Lampung Selatan juga menekankan bahwa permintaan dana atau hibah seperti Tunjangan Hari Raya (THR) atau sebutan lain, baik secara pribadi maupun mengatasnamakan institusi kepada masyarakat, perusahaan, atau sesama pegawai negeri, merupakan perbuatan yang dilarang.

Praktik tersebut dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, melanggar aturan serta kode etik, dan berisiko mengarah pada tindak pidana korupsi.

Dalam surat edaran itu pula, ASN diminta tidak menggunakan fasilitas dinas untuk kepentingan pribadi. Fasilitas dinas hanya boleh dimanfaatkan untuk kegiatan yang berkaitan langsung dengan tugas kedinasan.

Bupati Lampung Selatan juga meminta para kepala perangkat daerah, kepala bagian, direktur RSUD dan BUMD, kepala UPTD puskesmas, kepala satuan pendidikan, hingga lurah dan kepala desa untuk menyampaikan imbauan secara internal kepada seluruh pegawai agar menolak gratifikasi yang berhubungan dengan jabatan.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga mengingatkan pihak swasta, asosiasi, perusahaan, maupun masyarakat untuk tidak memberikan hadiah atau bentuk gratifikasi kepada pegawai negeri maupun penyelenggara negara.

Langkah ini diharapkan menjadi upaya pencegahan agar tidak terjadi praktik suap, uang pelicin, atau bentuk gratifikasi lain yang berpotensi melanggar hukum. (Red)

Hadapi Arus Mudik Lebaran, Bupati Egi Instruksikan Layanan Publik Tetap Jalan dan Siapkan 15 Posko Kesehatan

KALIANDA -(deklarasinews.com)-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai mematangkan berbagai persiapan menghadapi arus mudik dan lonjakan aktivitas masyarakat pada Lebaran 1447 Hijriah.

Salah satu langkah yang disiapkan adalah penyediaan 15 posko kesehatan yang akan bersiaga selama 24 jam di sejumlah titik keramaian.

Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi (rakor) bulanan yang dipimpin langsung Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama, di Aula Krakatau, kantor bupati setempat, Rabu (11/3/2026).

Rakor itu turut dihadiri Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, jajaran pejabat utama, kepala perangkat daerah, serta para camat di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Dalam arahannya, Bupati Egi menegaskan bahwa pelayanan publik harus tetap berjalan selama masa libur Lebaran, sehingga masyarakat tetap dapat mengakses layanan penting meskipun sebagian besar aktivitas perkantoran libur.

Sebagai bagian dari kesiapan tersebut, Pemkab Lampung Selatan menyiapkan 15 posko kesehatan di berbagai lokasi strategis yang diprediksi akan ramai selama periode mudik dan libur Idulfitri.

Bupati Egi juga menekankan pentingnya perhatian terhadap petugas yang tetap bekerja selama libur Lebaran. Menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan insentif dan fasilitas tambahan sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian mereka.

“Mereka bekerja saat yang lain libur, sehingga perlu diperhatikan insentif, uang lembur, dan fasilitas tambahan sebagai bentuk apresiasi dari pemerintah,” ujar Egi.

Selain pelayanan kesehatan, Bupati Egi meminta peningkatan pengamanan dan ketertiban masyarakat, terutama di wilayah yang menjadi pusat aktivitas pemudik dan wisatawan seperti Kecamatan Kalianda, Bakauheni, serta kawasan destinasi wisata.

Ia menginstruksikan Satuan Polisi Pamong Praja dan Dinas Perhubungan untuk memperkuat koordinasi dengan Polres Lampung Selatan guna menjaga kelancaran lalu lintas dan keamanan masyarakat selama periode mudik.

Bupati Egi juga meminta seluruh rumah sakit dan puskesmas di Lampung Selatan tetap mengoperasikan layanan darurat selama libur Idulfitri, sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi munculnya penyakit yang kerap meningkat saat mobilitas masyarakat tinggi.

Di sisi lain, tim siaga bencana juga diminta meningkatkan pemantauan terhadap potensi bencana di kawasan wisata selama masa libur Lebaran.

Dinas Pariwisata turut diinstruksikan menyiapkan pengelolaan destinasi wisata yang aman dan tertib dengan berkoordinasi bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Dinas Pemadam Kebakaran.

Selain fokus pada kesiapan mudik, Bupati Egi juga menyoroti ketahanan pangan dan stabilitas harga bahan pokok menjelang Idulfitri.

Ia meminta seluruh perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar untuk memantau harga kebutuhan pokok serta memastikan ketersediaan gas LPG bagi masyarakat.

“Menjelang Idulfitri, kita harus memastikan stabilitas harga bahan pokok dan gas LPG tetap terjaga. Saya minta perangkat daerah bersama para camat turun langsung ke pasar. Pak Sekda agar mengatur jadwal pengecekan harga, dan nanti saya bersama Wakil Bupati juga akan turun ke lapangan bersama Forkopimda,” tegasnya.

Lebih lanjut, Egi menekankan bahwa setiap program kerja pemerintah daerah harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.

“Setiap pekerjaan yang kita lakukan harus memiliki output yang jelas, berdampak, dan berkelanjutan bagi masyarakat,” katanya.

Menutup arahannya, Bupati Egi mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk bekerja secara kolaboratif dan responsif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, terutama menghadapi momentum Lebaran yang diperkirakan akan meningkatkan mobilitas warga.

“Saya yakin kunjungan ke Lampung Selatan pada Lebaran tahun ini akan meningkat. Oleh karena itu, pelayanan kepada masyarakat harus terus dijaga dan ditingkatkan,” ujar Egi. (Red)

Buka Puasa Bersama GOW di Lampung Selatan, Zita Anjani Santuni Anak Yatim dan Ajak Ibu-ibu Perkuat Benteng Keluarga

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan 1447, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Lampung Selatan Zita Anjani memanfaatkan momentum penuh berkah tersebut untuk berbagi kebahagiaan bersama anak yatim.

Melalui kegiatan buka puasa bersama yang digelar bersama Gabungan Organisasi Wanita (GOW), Zita Anjani menyalurkan santunan kepada anak-anak yatim di Lampung Selatan.

Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Agung Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan, Selasa (10/3/2026), itu juga dihadiri Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani, Ketua DWP Ratna Yanuana Supriyanto, serta jajaran pengurus GOW setempat.

Dalam sambutannya, Zita Anjani menegaskan bahwa kegiatan berbagi santunan kepada anak yatim bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bentuk kasih sayang dan tanggung jawab moral untuk menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang membutuhkan perhatian lebih.

“Alhamdulillah, di hari ke-20 puasa ini kita bisa berkumpul dan berbagi. Ini menjadi wake up call bagi kita semua, khususnya para ibu, untuk lebih peka dan merangkul anak-anak kita, termasuk mereka yang membutuhkan perhatian lebih seperti anak-anak yatim,” ujar Zita.

Ia juga mengingatkan pentingnya peran seorang ibu sebagai benteng utama keluarga, terutama di tengah derasnya pengaruh teknologi digital dan media sosial yang kini mulai menyasar anak-anak usia dini.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan melindungi generasi muda dari berbagai dampak negatif perkembangan zaman.

“Anak-anak adalah masa depan kita. Jika benteng keluarga, yakni ibu, tetap kuat dan kokoh, maka anak-anak kita akan selamat dari berbagai pengaruh buruk zaman sekarang. Mari kita gunakan momentum Ramadan ini untuk mempererat kembali ikatan keluarga,” tambahnya.

Kegiatan silaturahmi tersebut turut dihadiri jajaran Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan, sejumlah kepala perangkat daerah, serta para Ketua TP PKK kecamatan dan desa/kelurahan se-Kabupaten Lampung Selatan.

Rangkaian acara kemudian ditutup dengan tausiyah agama dan doa bersama yang dipimpin oleh Ustaz Sofian, sebelum dilanjutkan dengan buka puasa bersama dalam suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semangat berbagi di bulan suci Ramadan dapat terus memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat. (Red)

 

Momen Zita Anjani Turun ke Jalan, 200 Takjil DWP Lampung Selatan Disambut Antusias Warga Kalianda

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suasana menjelang waktu berbuka puasa di perempatan Lampu Merah Lapangan Radin Inten, Kalianda, Selasa (10/3/2026), tampak lebih semarak dari biasanya.

Ratusan pengendara dan warga yang melintas antusias menyambut pembagian takjil gratis yang digelar Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Lampung Selatan.

Kegiatan bakti sosial tersebut dipimpin langsung oleh Penasehat DWP Lampung Selatan sekaligus Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata, Zita Anjani, yang turun langsung ke jalan membagikan takjil kepada masyarakat.

Sebanyak 200 paket takjil dibagikan kepada para pengguna jalan dan warga sekitar sebagai bentuk kepedulian serta semangat berbagi di bulan suci Ramadan.

Antusiasme masyarakat terlihat jelas saat pembagian takjil berlangsung. Warga dan pengendara yang melintas di kawasan tersebut tampak berdesakan untuk mendapatkan paket takjil yang dibagikan secara gratis menjelang waktu berbuka puasa.

Dalam kesempatan itu, Zita Anjani mengatakan bahwa kegiatan berbagi takjil merupakan bentuk kepedulian sosial sekaligus upaya mempererat kebersamaan antara pemerintah daerah dan masyarakat.

“Hari ini kita berbagi takjil dengan masyarakat. Masyaallah, antusias masyarakat Lampung Selatan luar biasa sekali. Semoga kegiatan kecil ini bisa memberikan manfaat bagi masyarakat yang sedang dalam perjalanan menjelang waktu berbuka puasa,” ujar Zita.

Ia juga berharap kegiatan berbagi seperti ini dapat terus menumbuhkan semangat kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat, terutama selama bulan Ramadan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua TP PKK Lampung Selatan Reni Apriyani Anwar, Ketua Dharma Wanita Persatuan Lampung Selatan Ratna Yanuana Supriyanto, serta jajaran pengurus Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Lampung Selatan.

Kehadiran para pengurus organisasi perempuan tersebut menambah kehangatan kegiatan, di mana mereka bersama-sama turun langsung membagikan takjil kepada masyarakat yang melintas di kawasan tersebut.

Salah satu warga Kalianda, Nova, mengaku senang dan berterima kasih atas kegiatan berbagi yang dilakukan. “Terima kasih Bu, semoga selalu sehat,” ujarnya singkat.

Kegiatan berlangsung dengan penuh kehangatan dan menjadi salah satu bentuk nyata kepedulian sosial kepada masyarakat yang masih berada di perjalanan menjelang waktu berbuka puasa. (Red)

1.175 KK Korban Banjir di Empat Kecamatan Terima Bantuan Beras dan Sembako dari Pemkab Lampung Selatan dan 10 Perusahaan

JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Respons cepat ditunjukkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dalam menangani dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah beberapa waktu lalu.

Melalui kolaborasi dengan sejumlah perusahaan, bantuan kemanusiaan segera disalurkan kepada warga terdampak di empat kecamatan pada Minggu (8/3/2026).

Sebanyak 1.175 kepala keluarga (KK) korban banjir menerima bantuan beras dari Cadangan Pangan Pemerintah Daerah (CPPD), masing-masing sebanyak 10 kilogram per keluarga. Bantuan tersebut merupakan tindak lanjut atas instruksi Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak segera terpenuhi.

Penyaluran bantuan dilakukan secara serentak di empat titik, yakni Kecamatan Jati Agung, Tanjung Bintang, Tanjung Sari, dan Natar.

Untuk wilayah Kecamatan Jati Agung, bantuan dipusatkan di Kantor Camat Jati Agung dan diserahkan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, yang hadir mewakili bupati.

Sementara itu, penyaluran bantuan di Kecamatan Tanjung Bintang dilakukan di Desa Jatibaru, di Kecamatan Tanjung Sari dipusatkan di Kantor Camat Tanjung Sari, dan di Kecamatan Natar disalurkan di Desa Sidosari.

Berdasarkan data Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Lampung Selatan, jumlah penerima bantuan terbanyak berada di Kecamatan Jati Agung dengan 865 KK, disusul Kecamatan Natar 143 KK, Kecamatan Tanjung Bintang 117 KK, dan Kecamatan Tanjung Sari 50 KK.

Selain beras, masyarakat juga menerima berbagai bantuan kebutuhan pokok lainnya seperti telur, mi instan, roti, makanan siap saji, lauk pauk siap saji, kasur, selimut, sandang dewasa hingga paket peralatan dapur.

Sekretaris Daerah Kabupaten Lampung Selatan, Supriyanto, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah kepada masyarakat yang tengah menghadapi musibah.

“Bapak Bupati menyampaikan agar masyarakat tetap bersabar menghadapi musibah ini. Pemerintah daerah hadir dan terus berupaya memberikan bantuan serta memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak dapat terpenuhi,” ujar Supriyanto.

Ia menambahkan, penyaluran bantuan ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah merespons berbagai keluhan masyarakat pascabanjir.

“Kami ingin memastikan warga yang terdampak mendapatkan dukungan dan tidak merasa sendiri menghadapi situasi ini,” tambahnya.

Dalam penyaluran bantuan tersebut, pemerintah daerah juga menggandeng sejumlah perusahaan di Lampung Selatan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).

Tercatat 10 perusahaan ikut berkontribusi dalam aksi kemanusiaan tersebut, di antaranya Senaya, PT Konverta Mitra Abadi, ASDP, BBJ, PT Optima Nusa Tujuh, PT Natar Gerbang Angkasa, PT Charoen Pokphand Feedmill Lampung, Starlight Cabin, Krakatoa Grup (Junglea Sea dan Elty), serta PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk.

“Penanganan bencana tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dukungan dunia usaha melalui CSR ini menjadi bukti bahwa kolaborasi semua pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terdampak,” jelas Supriyanto.

Selain penyaluran bantuan darurat, Pemkab Lampung Selatan juga mulai menyiapkan langkah penanganan jangka panjang untuk mengatasi penyebab banjir yang terjadi di sejumlah wilayah.

Pemerintah daerah, kata Supriyanto, akan berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai dan instansi terkait lainnya untuk menelusuri akar persoalan banjir sehingga solusi yang diambil bisa lebih efektif.

Di sisi lain, tim teknis dari Dinas Pekerjaan Umum, BPBD, serta instansi terkait juga telah diterjunkan ke lapangan guna melakukan penanganan teknis dan memantau kondisi wilayah terdampak.

Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkab Lampung Selatan berharap masyarakat yang terdampak banjir dapat segera bangkit dan aktivitas kehidupan kembali berjalan normal. (Red)

Respons Cepat Banjir Jati Agung, Bupati Egi Turun Malam Hari Cek Kondisi Warga

JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Air masih menggenangi sejumlah permukiman di Kecamatan Jati Agung ketika Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama tiba meninjau lokasi banjir, Jumat (6/3/2026) malam.

Usai menghadiri Safari Ramadan di Kalianda, Egi langsung turun ke lapangan untuk melihat kondisi warga terdampak sekaligus memastikan penanganan darurat berjalan cepat.

Peninjauan dilakukan di beberapa titik yang masih tergenang air, yakni Desa Gedung Harapan, Desa Margo Agung, serta Dusun 3 Desa Jati Mulyo. Saat bupati tiba di lokasi, kondisi banjir masih cukup tinggi dan belum sepenuhnya surut.

Bupati Egi hadir didampingi Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, Sekretaris Daerah Kabupaten Supriyanto, serta sejumlah kepala perangkat daerah terkait.

Dalam peninjauan tersebut, mereka mengecek langsung penyebab banjir sekaligus memastikan proses penanganan berjalan cepat dan tepat sasaran.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk respons cepat pemerintah daerah setelah banjir bandang melanda sejumlah wilayah akibat hujan deras yang mengguyur sejak Jumat sore.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, hujan dengan intensitas tinggi mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi tersebut menyebabkan debit air meningkat secara cepat hingga akhirnya meluap ke permukiman warga.

Di Desa Gedung Harapan, luapan air yang terjadi sejak sekitar pukul 17.00 WIB bahkan menutup akses Jalan Kota Baru. Derasnya arus banjir juga menyebabkan dua unit mobil terseret arus.

Sementara itu, di Desa Margo Agung, banjir merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai dada orang dewasa.

Salah seorang warga, Sri Utari, mengatakan air mulai naik sekitar pukul 16.00 WIB dan terus meningkat hingga merendam rumah-rumah warga. “Air naik cepat sekali, sekitar jam empat sore sudah tinggi,” ujarnya.

Hingga pukul 23.30 WIB, Jumat (6/3) malam, data sementara mencatat sekitar 160 kepala keluarga terdampak banjir di Desa Margo Agung. Dari jumlah tersebut, sebanyak 60 warga terpaksa mengungsi di Gedung KDMP Margo Agung demi keselamatan.

Di wilayah Desa Jati Mulyo, banjir juga dipicu oleh jebolnya tanggul Bendungan Way Panas yang berada di Dusun 3, sehingga air meluap ke area permukiman sekitar.

Menanggapi kondisi tersebut, Bupati Egi langsung menginstruksikan jajaran pemerintah kecamatan dan perangkat daerah terkait untuk segera melakukan pendataan terhadap seluruh warga terdampak.

“Saya minta camat segera mendata seluruh warga yang terdampak banjir agar penanganannya bisa dilakukan secara cepat dan tepat. Kepada masyarakat yang saat ini berada di pengungsian, saya harap tetap bersabar dan tetap menjaga kesehatan,” kata Bupati Egi.

Ia juga memastikan pemerintah daerah akan segera menyalurkan bantuan kepada warga terdampak, termasuk bantuan air bersih untuk membantu masyarakat membersihkan rumah-rumah yang terendam banjir.

“Kami akan mengirimkan bantuan, termasuk air bersih untuk membantu warga membersihkan rumah yang terdampak banjir. Yang terpenting saat ini adalah memastikan masyarakat dalam kondisi aman, sehat, dan kebutuhan pangan mereka terpenuhi,” tambahnya.

Sebelum Bupati dan Wakil Bupati tiba di lokasi, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lampung Selatan telah lebih dulu bergerak melakukan evakuasi warga serta membantu pengaturan lalu lintas di kawasan terdampak.

Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan akan terus memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak serta menyiapkan langkah-langkah penanganan lanjutan guna memastikan keselamatan warga dan mempercepat pemulihan pasca banjir. (Red)

Setelah Bertahun-tahun Rusak, Jalan Marga Catur dan Way Gelam Akhirnya Mulus, Warga: Penantian Kami Terjawab

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Penantian panjang warga akhirnya terjawab. Setelah bertahun-tahun harus berhadapan dengan kondisi rusak, masyarakat di Desa Marga Catur, Kecamatan Kalianda, serta di Desa Way Gelam, Kecamatan Candipuro hingga Desa Balinuraga, Kecamatan Way Panji, kini dapat menikmati akses yang lebih mulus.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, meresmikan dua ruas jalan tersebut pada Jumat (6/3/2026). Kehadiran orang nomor satu di Lampung Selatan itu disambut antusias warga yang selama ini menanti perbaikan infrastruktur penghubung di wilayah mereka.

Bagi masyarakat setempat, jalan yang kini mulus bukan sekadar proyek pembangunan. Infrastruktur tersebut menjadi harapan baru untuk mempermudah aktivitas sehari-hari sekaligus membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

Di Desa Marga Catur, Bupati Egi meresmikan ruas Jalan Kalirejo-Marga Catur dengan panjang sekitar 950 meter dan lebar kurang lebih 4 meter. Jalan yang sebelumnya mengalami kerusakan kini telah diperbaiki sehingga memudahkan akses masyarakat menuju pusat aktivitas ekonomi dan permukiman.

“Semoga jalan ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat. Saya titip agar jalan ini dijaga supaya awet dan dimanfaatkan sesuai peruntukannya. Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, ruas Jalan Kalirejo-Marga Catur saya resmikan,” ujar Egi.

Peresmian tersebut turut menghadirkan momen haru bagi warga yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan jalan. Salah satunya Suparmi, warga Desa Marga Catur, yang mengaku bersyukur karena jalan yang lama rusak akhirnya diperbaiki.

“Dulu jalan ini rusak sudah lama sekali. Terima kasih Pak Bupati sudah membangun jalan di Marga Catur, bahkan sudah diresmikan juga. Terima kasih banyak Pak,” kata Suparmi.

Selain di Kalianda, Bupati Egi juga meresmikan ruas Jalan Way Gelam Kecamatan Candipuro-Balinuraga (R103) di Kecamatan Way Panji. Jalan dengan panjang sekitar 1,7 kilometer dan lebar rata-rata 4 meter tersebut merupakan akses penting bagi masyarakat dalam menjalankan berbagai aktivitas.

Menurut Egi, pembangunan jalan ini diharapkan menjadi penopang mobilitas warga sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah tersebut.

“Alhamdulillah hari ini di Way Gelam harapan masyarakat mulai terlihat. Mereka melihat secercah cahaya untuk hidup lebih baik lagi. Jalan ini diharapkan bisa menopang seluruh aktivitas masyarakat di sini,” kata Egi.

Bagi warga Way Gelam, perbaikan jalan ini terasa sangat berarti karena sudah lama dinantikan. Cristina Suparmi, warga setempat, mengatakan jalan tersebut terakhir kali diperbaiki sekitar tahun 2014.

“Kami mewakili warga Desa Way Gelam mengucapkan terima kasih kepada Pak Bupati dan Wakil Bupati yang telah memperhatikan kami dan memperbaiki jalan menjadi lebih bagus,” tutur Cristina Suparmi.

Hal senada disampaikan Solihin, warga lainnya. Ia menuturkan, kondisi jalan rusak sebelumnya kerap menghambat aktivitas warga.

“Waktu jalannya rusak tidak lancar. Sekarang jalannya sudah bagus jadi senang, enak dan lancar. Terima kasih Pak Egi, jalan kami sudah bagus. Mudah-mudahan bapak panjang umur dan diberi keberkahan oleh Allah SWT,” kata Solihin.

Dengan diresmikannya dua ruas jalan tersebut, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan berharap mobilitas masyarakat semakin lancar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan warga di wilayah setempat. (Red)

Safari Ramadan di Desa Pisang, Gubernur Mirza dan Bupati Egi Tebar Bantuan untuk Masjid dan Anak Yatim

PENENGAHAN -(deklarasinews.com)- Suasana sore di Desa Pisang, Kecamatan Penengahan, Kabupaten Lampung Selatan, terasa berbeda pada Kamis (5/3/2026).

Masjid Al-Falah dipenuhi warga yang antusias menyambut kedatangan rombongan Safari Ramadan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung. Kehadiran Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran pemerintah provinsi disambut hangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan dan masyarakat setempat.

Kunjungan Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi itu dipimpin langsung oleh Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal didampingi Ketua TP PKK Provinsi Lampung Purnama Wulan Sari Mirza, Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan, serta sejumlah pejabat utama Pemprov Lampung.

Rombongan gubernur disambut Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama bersama Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, unsur Forkopimda, serta jajaran pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemkab Lampung Selatan.

Turut hadir pula Anggota DPRD Provinsi Lampung Fraksi PAN H.M. Hazizi, Tokoh Adat Sai Batin Lima Marga, pimpinan organisasi keagamaan, FKUB, FKPP, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.

Selain menjadi ajang silaturahmi, Safari Ramadan tersebut juga diisi dengan berbagai kegiatan sosial. Pemprov Lampung menyerahkan dana hibah masjid sebesar Rp30 juta, santunan kepada 50 anak yatim, serta bantuan Al-Qur’an dari Kanwil Kementerian Agama.

Sementara itu, Pemkab Lampung Selatan turut memberikan dana hibah bagi takmir masjid, bantuan rumah ibadah sebesar Rp15 juta, serta paket sembako bagi lansia dan anak yatim.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyampaikan rasa bangga karena Desa Pisang terpilih sebagai lokasi Safari Ramadan tingkat provinsi. Menurutnya, kehadiran gubernur membawa suasana kebersamaan yang hangat bagi masyarakat.

“Suasana sore di Desa Pisang ini terasa jauh lebih sejuk dan bermakna karena kehadiran Pak Gubernur beserta rombongan. Atas nama pribadi dan pemerintah daerah, kami ucapkan selamat datang. Semoga di bulan penuh maghfirah ini, setiap langkah kita bernilai pahala,” ujar Bupati Egi.

Pada kesempatan itu, Bupati Egi juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan Lampung Selatan dalam satu tahun terakhir kepemimpinannya.

Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah telah merealisasikan penanganan jalan sepanjang 272 kilometer dengan nilai Rp220,8 miliar, serta pembangunan jembatan dan drainase sepanjang 27.240 meter dengan nilai Rp37,1 miliar.

Di sektor ekonomi dan pariwisata, Kabupaten Lampung Selatan mencatat kunjungan wisatawan mencapai 1,6 juta orang, yang turut mendorong kebangkitan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal.

Selain itu, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2025 mencapai 5,71 persen. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Provinsi Lampung dan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kami juga sedang menggalakkan program Kampung Helau. Ini bukan sekadar lomba kebersihan, tetapi gerakan hati untuk menciptakan lingkungan yang kreatif dan berdaya saing. Kalau lingkungannya helau atau indah, ibadah pun semakin khusyuk,” tambah Egi.

Sementara itu, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengapresiasi sambutan hangat masyarakat Kecamatan Penengahan. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk memperkuat iman sekaligus mempererat kepedulian sosial.

“Ramadan mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lama. Mari jadikan momentum ini untuk memperkuat iman dan kepedulian sosial. Saya mengajak kita semua menjaga kerukunan, jangan sampai perbedaan memecah belah kita. Lampung harus jadi lebih baik,” tegas Gubernur Mirza.

Safari Ramadan tersebut pun berlangsung dalam suasana penuh kebersamaan, mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam semangat silaturahmi, kepedulian sosial, serta harapan untuk kemajuan Lampung ke depan. (Red)

Membangun Masa Depan Lewat Kolaborasi, Heksahelix Jadi Napas Baru Lampung Selatan

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemandangan berbeda terlihat di Pendopo Agung, Rumah Dinas Bupati Lampung Selatan pada Selasa (3/3/2026) petang.

Aura formal birokrasi mencair menjadi ruang diskusi yang hidup saat Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyambut hangat kedatangan para aktivis mahasiswa dari Aliansi Cipayung Plus dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Lampung Selatan.

Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi biasa. Ini adalah kelanjutan konkret dari aspirasi yang sempat disuarakan mahasiswa di jalanan beberapa pada 23 Februari 2026 lalu. Kini, teriakan di podium beralih menjadi adu gagasan di meja dialog dalam bingkai kolaborasi Heksahelix.

LamSel ConNextion: Wadah Aspirasi Tanpa Sekat

Dalam suasana yang partisipatif, Bupati Radityo Egi menegaskan komitmennya untuk tidak membiarkan ide-ide segar anak muda menguap begitu saja.

Ia meresmikan dukungan penuh terhadap “LamSel ConNextion” sebuah platform strategis yang akan menjadi laboratorium ide, wadah diskusi, dan kompas bagi gerakan pemuda-mahasiswa di Lampung Selatan.

“Pembangunan daerah tidak bisa dilakukan dengan ‘single fighter’. Kita butuh energi pemuda. Mahasiswa bukan lagi sekadar pengawas dari luar, tapi mitra strategis yang duduk bersama kami merumuskan solusi,” tegas Bupati Egi.

Perspektif Akademisi: Lompatan Progresif Tata Kelola Daerah

Diskusi yang berlangsung hangat ini dipandu oleh Naufal A. Caya, akademisi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Tulang Bawang (UTB).

Sebagai sosok yang juga menjabat Direktur Eksekutif SIGER Institute, Naufal menilai langkah Bupati Egi adalah sebuah terobosan komunikasi politik yang inklusif.

“Menempatkan mahasiswa sebagai subjek pembangunan, bukan lagi objek adalah langkah yang sangat tepat. Model Heksahelix ini memberikan ruang setara bagi pemerintah dan pemuda untuk berkolaborasi secara produktif,” ujar Naufal yang juga mantan aktivis mahasiswa ini.

Menurutnya, dialog ini merupakan momentum emas untuk menginstitusikan partisipasi anak muda dalam kebijakan publik. Ia menekankan bahwa ke depan, setiap kebijakan harus lahir dari proses yang didukung oleh:

– Riset dan Data yang akurat.

– Kepekaan Sosial terhadap kebutuhan masyarakat.

– Komunikasi Inklusif lintas sektor.

Membangun Fondasi Berkelanjutan

Pertemuan petang itu menjadi sinyal kuat bahwa Lampung Selatan sedang bergerak menuju tata kelola pemerintahan yang lebih modern.

Dengan semangat Heksahelix, kolaborasi ini diharapkan mampu memicu inovasi di sektor ekonomi lokal serta meningkatkan kualitas layanan publik.

“Ketika pemerintah membuka pintu dan pemuda menjawabnya dengan gagasan nyata, di situlah fondasi masa depan Lampung Selatan yang berkelanjutan sedang kita bangun,” tutup Naufal optimis.

Kini, bola panas ada di tangan para pemuda dan pemerintah. Akankah sinergi ini melahirkan inovasi baru bagi Bumi Khagom Mufakat? Publik menanti aksi nyata dari LamSel ConNextion. (Red)