Tanpa Sekat di Hari Raya, Egi-Zita Salami Warga Satu per Satu di Lamban Rakyat

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Suasana hangat dan penuh kekeluargaan terasa di Lamban Rakyat, Kalianda, Sabtu (21/3/2026). Ribuan masyarakat dari berbagai penjuru Kabupaten Lampung Selatan memadati lokasi untuk mengikuti halalbihalal bersama pemerintah daerah dalam rangka Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.

Di balik ramainya acara, ada satu hal yang paling membekas, kedekatan tanpa jarak antara pemimpin dan masyarakat. Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, bersama sang istri, Zita Anjani, tampak membaur di tengah warga.

Keduanya menyapa, tersenyum, dan menyalami masyarakat satu per satu, menciptakan suasana akrab yang jarang ditemui dalam agenda formal pemerintahan.

Kesederhanaan justru menjadi kekuatan dalam kegiatan ini. Tanpa panggung megah maupun pembatas, masyarakat dapat berinteraksi langsung dengan pemimpinnya. Momentum tersebut seakan menghapus sekat antara pemerintah dan rakyat, menjadikan halalbihalal sebagai ruang pertemuan yang hangat dan penuh makna.

Sejak pagi, antusiasme warga sudah terlihat. Mereka datang bersama keluarga, bahkan rela mengantre demi bisa bersalaman dan berbincang langsung dengan Bupati Radityo Egi Pratama, Wakil Bupati M. Syaiful Anwar, serta jajaran pemerintah daerah.

Aisyah, warga Desa Kedaton, Kecamatan Kalianda, mengaku momen ini selalu dinantikan setiap Lebaran.

“Senang sekali, ini sudah yang kedua kalinya Lebaran ke Lamban Rakyat. Bisa halalbihalal langsung dengan Pak Bupati. Semoga beliau dan jajaran selalu sehat, berkah, dan dapat membangun Lampung Selatan lebih baik lagi,” ujarnya dengan wajah semringah.

Hal serupa disampaikan Iis Miyati, warga Desa Banding, Kecamatan Rajabasa, yang datang bersama anaknya. Menurutnya, kehadiran langsung pemimpin daerah di tengah masyarakat menjadi kebahagiaan tersendiri.

“Alhamdulillah, senang sekali bisa bertemu Pak Bupati, Bu Zita, dan pejabat lainnya. Harapannya, acara seperti ini terus ada setiap tahun,” ungkapnya.

Di tengah suasana penuh kehangatan itu, Bupati Egi menegaskan bahwa halalbihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat hubungan emosional antara pemerintah dan masyarakat.

“Melalui momen ini, kita perkuat silaturahmi dan kebersamaan. Insyaallah, dengan kebersamaan, kita bisa membangun Lampung Selatan lebih maju,” ujarnya singkat.

Lebih dari sekadar agenda seremonial, kegiatan ini menjadi simbol kedekatan, ruang interaksi, sekaligus pengingat bahwa kepemimpinan bukan hanya tentang kebijakan, tetapi juga tentang kehadiran dan empati.

Dengan nuansa hangat dan penuh kekeluargaan, halalbihalal di Lamban Rakyat tahun ini meninggalkan kesan mendalam, di Lampung Selatan, pemimpin dan rakyat dapat berdiri sejajar, saling menyapa, dan bersama-sama menatap masa depan dengan optimisme. (Red)

Halalbihalal di Lamban Rakyat Jadi Berkah UMKM, Dagangan Ludes Diborong dan Dibagikan Gratis

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Kegiatan halalbihalal yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan di Lamban Rakyat, Sabtu (21/6/2026), tak hanya menghadirkan suasana silaturahmi, tetapi juga membawa dampak ekonomi langsung bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Dalam kegiatan itu, dagangan pelaku UMKM ludes setelah diborong oleh Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, untuk kemudian dibagikan secara gratis kepada masyarakat.

Momentum ini menjadi lebih dari sekadar perayaan Lebaran. Di balik kebersamaan yang terjalin, terbuka peluang peningkatan pendapatan bagi pelaku usaha kecil yang ikut berpartisipasi.

Dampaknya pun terasa seketika. Para pedagang tidak perlu menunggu lama untuk menjual dagangan mereka. Bahkan, sebelum sore hari, hampir seluruh lapak telah habis terjual.

Kiki, penjual pempek, mengaku dagangannya ludes dalam waktu singkat. Ia menyebut kondisi ini sangat berbeda dibanding hari biasa.

“Biasanya bisa habis berhari-hari, tapi hari ini langsung habis. Sangat membantu kami,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Mama Omam, penjual siomay. Ia mengatakan seluruh dagangannya terjual jauh lebih cepat karena diborong dalam kegiatan tersebut.

“Biasanya sampai sore, ini cepat sekali habis. Terima kasih Pak Egi,” katanya.

Sementara itu, Saleh, penjual pecel, menilai kegiatan tersebut memberikan dampak nyata bagi pelaku usaha kecil. Ia mengapresiasi kesempatan yang diberikan pemerintah daerah, tidak hanya untuk berjualan tanpa biaya, tetapi juga adanya kepastian dagangan terjual.

Kegiatan halalbihalal ini menjadi bukti bahwa program pemerintah daerah dapat dirancang memberi manfaat langsung bagi masyarakat, khususnya sektor UMKM. Tidak hanya mempererat silaturahmi di momen Lebaran, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi rakyat secara konkret.

Langkah yang dilakukan Bupati Lampung Selatan tersebut sekaligus mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam memberdayakan UMKM. Kebersamaan yang terbangun pun tidak berhenti pada seremoni, melainkan hadir dalam bentuk aksi nyata yang manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat luas. (Red)

Pukul 00.15 Saat Banyak Terlelap, Bupati Egi Berdiri di Tengah Pemudik Motor: Mengawal Harapan Pulang Selamat

BAKAUHENI -(deklarasinews.com)- Di tengah dinginnya angin laut dan deru knalpot yang tak henti, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama berdiri di antara ratusan pemudik sepeda motor di Pelabuhan Bakauheni.

Waktu menunjukkan sekitar pukul 00.15 dini hari, Rabu (18/3/2026), saat sebagian orang terlelap, ia justru memilih turun langsung menyapa warga yang menempuh perjalanan panjang demi pulang ke kampung halaman.

Suara mesin kendaraan dan kepulan asap motor tidak menyurutkan langkahnya. Satu per satu pemudik disapa dengan hangat, menciptakan suasana akrab di tengah padatnya arus kedatangan kendaraan roda dua.

Egi mengaku terharu melihat semangat masyarakat yang tetap memilih mudik menggunakan sepeda motor, meski perjalanan yang ditempuh tidak mudah.

“Alhamdulillah, saya senang melihat masyarakat yang naik sepeda motor tetap semangat pulang ke kampung halaman. Saya doakan perjalanannya aman, selamat sampai tujuan, dan semua bisa berkumpul dengan bahagia bersama keluarga,” ujarnya.

Momen humanis juga terlihat ketika ia menyapa salah satu pemudik yang berboncengan empat menuju Pringsewu. Dengan nada santai, Egi menanyakan kondisi mereka.

“Capek nggak?” tanya Egi.
“Enggak Pak, saya semangat,” jawab pemudik tersebut.

Dialog singkat itu menjadi gambaran semangat para pemudik, sekaligus pengingat akan pentingnya menjaga keselamatan selama perjalanan.

Egi pun mengingatkan agar para pemudik tidak memaksakan diri jika merasa lelah. Ia menegaskan bahwa keselamatan harus menjadi prioritas utama dibanding kecepatan sampai tujuan.

“Kalau merasa capek, istirahat dulu, jangan dipaksakan. Yang paling penting mudiknya aman, selamat sampai kampung halaman, dan keluarga di sana juga bahagia,” pesannya.

Untuk mendukung kelancaran arus mudik, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah menyiapkan berbagai fasilitas, mulai dari posko kesehatan hingga posko keamanan di sejumlah titik strategis.

Selain itu, perbaikan penerangan jalan umum juga tengah dikebut oleh Dinas Perhubungan sesuai arahan gubernur. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pemudik, khususnya yang melakukan perjalanan pada malam hari.

“Dalam beberapa hari ke depan, kami terus memperbaiki penerangan jalan umum agar masyarakat bisa mudik dengan lebih aman dan nyaman,” kata Egi.

Kehadiran langsung kepala daerah di tengah pemudik, terlebih pada dini hari, menjadi simbol kepedulian sekaligus bentuk nyata pelayanan kepada masyarakat yang tengah menjalani tradisi mudik Lebaran. (Red)

Turun ke Pasar Jati Agung, Wabup Syaiful Pastikan Stok Aman dan Harga Terkendali

JATI AGUNG -(deklarasinews.com)- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memastikan harga bahan pokok masih relatif stabil dan ketersediaan stok dalam kondisi aman.

Kepastian tersebut didapat setelah jajaran Pemkab Lampung Selatan turun langsung memantau sejumlah pasar tradisional dalam dua hari terakhir. Pada Selasa (17/3/2026), Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, melakukan peninjauan di Pasar Kalianda, sementara Wakil Bupati M. Syaiful Anwar memantau kondisi di Pasar Jati Agung.

Dari hasil pemantauan, pemerintah daerah memastikan bahwa kebutuhan pokok masyarakat menjelang Lebaran masih tercukupi. Selain itu, harga sejumlah komoditas utama juga terpantau stabil tanpa lonjakan signifikan.

“Untuk kebutuhan pokok kita pastikan cukup. Kemudian terkait harga, sampai hari ini masih relatif aman,” ujar Wakil Bupati Syaiful Anwar di sela peninjauan.

Sejumlah komoditas penting seperti beras dan daging disebut masih berada dalam kondisi normal. Hal ini menjadi indikator bahwa pasokan bahan pangan di wilayah tersebut masih terkendali meski permintaan mulai meningkat.

Tidak hanya memantau harga, jajaran Pemkab Lampung Selatan juga berdialog langsung dengan para pedagang guna menyerap informasi dari lapangan.

Dari hasil dialog tersebut, diketahui bahwa distribusi bahan pokok masih berjalan lancar dan belum ditemukan indikasi kelangkaan.

Para pedagang juga mengonfirmasi bahwa stok barang masih tersedia dengan baik menjelang hari raya, sehingga aktivitas jual beli tetap berlangsung normal.

Untuk menjaga kondisi ini, Pemkab Lampung Selatan mengimbau para pelaku usaha dan distributor agar tidak melakukan penimbunan barang maupun praktik yang dapat memicu kenaikan harga. Pemerintah menekankan pentingnya peran semua pihak dalam menjaga stabilitas ekonomi daerah.

Ke depan, pemantauan akan terus dilakukan secara berkala guna mengantisipasi potensi gejolak harga maupun gangguan pasokan.

Dengan langkah tersebut, masyarakat diharapkan dapat memenuhi kebutuhan menjelang Idulfitri 1447 H dengan lebih tenang dan nyaman. (Red)

Bupati Egi Dampingi Wakapolri Dedi Prasetyo Tinjau Arus Mudik Bakauheni, Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman

BAKAUHENI -(deklarasinews.com)- Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, turun langsung mendampingi Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo meninjau arus mudik Lebaran 1447 Hijriah di jalur penyeberangan Merak-Bakauheni, Selasa (17/3/2026).

Dalam pemantauan tersebut, arus lalu lintas terpantau relatif lancar meski volume kendaraan mulai meningkat menjelang puncak mudik. Kehadiran Bupati Egi di lapangan menjadi bagian dari upaya memastikan pemudik dapat melakukan perjalanan dengan aman dan nyaman, khususnya di wilayah Lampung Selatan sebagai gerbang Pulau Sumatra.

Berdasarkan hasil pemantauan udara dan darat yang dilakukan jajaran kepolisian, kondisi arus dari arah Jakarta menuju Merak hingga penyeberangan ke Bakauheni masih terkendali. Meski demikian, antrean kendaraan mulai terlihat di Pelabuhan Merak, sementara di Bakauheni kondisi masih relatif stabil.

“Hasil pemantauan udara menunjukkan arus lalu lintas, baik dari Jakarta menuju Merak maupun sebaliknya, serta dari Merak ke Bakauheni, secara umum masih relatif lancar dan didukung kondisi cuaca yang baik,” ujar Dedi Prasetyo.

Fokus pengamanan mudik tahun ini tidak hanya pada kelancaran arus lalu lintas, tetapi juga kesiapan sistem dan strategi pengendalian kepadatan.

Salah satu inovasi yang digunakan adalah aplikasi Siger Presisi yang menyajikan data lalu lintas secara real time untuk mendukung pengambilan keputusan di lapangan.

Melalui sistem tersebut, kondisi lalu lintas dibagi dalam tiga kategori, yakni hijau, kuning, dan merah, yang masing-masing telah dilengkapi skenario penanganan berbeda. Selain itu, pengaturan distribusi kendaraan dilakukan melalui empat jalur utama guna menghindari penumpukan di satu titik, serta pemanfaatan rest area sebagai buffer zone.

Di sisi lain, kesiapsiagaan menghadapi kondisi darurat juga telah disiapkan dengan melibatkan armada kapal dan personel gabungan dari TNI, Polri, dan Basarnas untuk mengantisipasi situasi kontingensi di jalur penyeberangan.

Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menegaskan bahwa pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan seluruh pihak untuk memastikan kelancaran arus mudik, terutama di jalur Trans Sumatra yang menjadi akses utama pemudik.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kondisi fisik dan kendaraan selama perjalanan.

“Saya berpesan kepada seluruh pemudik untuk menjaga kesehatan, memastikan kendaraan dalam kondisi laik jalan, dan tidak memaksakan diri saat lelah. Silakan manfaatkan posko istirahat yang telah disediakan,” ujar Egi.

Dengan berbagai kesiapan tersebut, arus mudik Lebaran 2026 diharapkan dapat berlangsung aman, lancar, dan memberikan rasa nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan menuju kampung halaman.

Puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 18-19 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan berlangsung pada 24-25 Maret serta 28-29 Maret 2026. (Red)

Arus Mudik Lebaran Makin Ramai, Bupati Egi Pastikan Pemudik Aman dan Nyaman di Jalur Trans Sumatra

BAKAUHENI -(deklarasinews.com) –Menjelang puncak arus mudik Idulfitri, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan memastikan kesiapan layanan bagi para pemudik yang melintas di jalur Trans Sumatra. Lonjakan kendaraan yang terus meningkat menjadi perhatian utama dalam pemantauan tersebut.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama mendampingi Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal bersama jajaran Forkopimda Provinsi Lampung meninjau langsung sejumlah posko pelayanan mudik di titik-titik vital jalur lintas Sumatra, Senin (16/3/2025).

Rombongan yang turut diikuti Pangdam XXI/Radin Inten, Kapolda Lampung, Wakapolda Lampung, serta Danrem 043/Gatam tersebut menyambangi beberapa lokasi strategis, mulai dari Rest Area KM 49, Rest Area KM 20, hingga Pelabuhan Bakauheni.

Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kelancaran arus lalu lintas sekaligus kesiapan fasilitas pelayanan bagi pemudik, terutama di jalur utama yang menjadi pintu gerbang masuk Pulau Sumatra.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga memeriksa kesiapan Posko Pelayanan Kesehatan yang disiagakan di rest area KM 49 dan KM 20. Posko tersebut disiapkan untuk memberikan penanganan medis bagi pemudik yang mengalami kelelahan selama perjalanan maupun membutuhkan pemeriksaan kesehatan ringan.

Kapolda Lampung, Irjen Pol Helfi Assegaf, menyampaikan bahwa berdasarkan pemantauan di tiga titik utama tersebut, kondisi arus lalu lintas masih terpantau aman dan kondusif meski volume kendaraan terus mengalami peningkatan signifikan.

“Data pantauan menunjukkan tren peningkatan. Pada tanggal 13 tercatat sekitar 5.000 kendaraan, hari berikutnya naik menjadi 11.000 kendaraan, tadi malam mencapai 19.000 kendaraan, dan hari ini menyentuh sekitar 20.000 kendaraan, baik roda dua maupun roda empat,” ujar Helfi.

Ia juga mengungkapkan bahwa jumlah penumpang kapal penyeberangan rata-rata mencapai 2.000 hingga 2.500 orang per perjalanan.

Untuk menjaga keamanan pemudik, khususnya pengendara roda dua, pihak kepolisian telah melakukan pengawalan sebanyak empat kali dari pelabuhan menuju jalur reguler.

Koordinasi tersebut akan terus dilakukan secara serentak bersama seluruh pemangku kepentingan selama masa arus mudik.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras mempersiapkan layanan mudik tahun ini.

Menurutnya, berbagai fasilitas pelayanan yang disiapkan, mulai dari pengamanan hingga layanan kesehatan, menunjukkan kesiapan yang matang dalam menghadapi lonjakan pemudik.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran Polda, Polres Lampung Selatan, serta tim kesehatan dari provinsi dan kabupaten yang telah bersiaga. Persiapan pelayanan mudik ini sudah sangat matang,” kata Egi.

Bupati Egi juga mengingatkan para pemudik agar selalu menjaga kondisi tubuh dan memastikan kendaraan dalam keadaan laik jalan selama perjalanan.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berkendara ketika merasa lelah dan memanfaatkan posko istirahat yang telah disediakan di sepanjang jalur mudik.

“Saya berpesan kepada seluruh pemudik untuk selalu menjaga kesehatan agar kondisi tubuh tetap prima, pastikan kendaraan dalam keadaan laik jalan, dan yang terpenting jangan memaksakan diri. Jika lelah, istirahatlah sejenak di posko yang tersedia,” ujarnya.(Red)

Wabub Lamsel : Ruas Jalan Sidomulyo-Blimbing Sari Lamtim Habis Lebaran Beres

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Wakil Bupati Lampung Selatan M. Syaiful Anwar mengungkapkan ruas jalan penghubung Sidomulyo Lamsel dan Belimbing Sari, Lampung Timur, usai lebaran tahun 2026 ini akan segera diperbaiki

Hal tersebut di sampaikan Wabub M. Syaiful Anwar, saat melakukan pemantauan harga kebutuhan pokok sembako jelang hari raya 1447 Hijriyah, di pasar baru Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan. Senin (16/3/2026).

“Jalan penghubung dua Kabupaten antara Sidomulyo, Lampung Selatan dan Belimbing Sari, Lampung Timur di perkirakan habis lebaran tahun ini akan segera diperbaiki,” ungkapnya.

Wabup meminta kepada masyarakat mohon bersabar, karena semuanya butuh sebuah proses yang harus dilalui dan mohon doanya agar apa yang menjadi harapan dapat terpenuhi.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat luas atas nama Pemerintah Daerah Lampung Selatan, belum dapat melaksanakan percepatan perbaikan jelang lebaran tahun ini.

Karena kata Wabup, perlu di ketahui ruas jalan Sidomulyo dan Belimbing Sari merupakan wewenang Pemerintah Provinsi Lampung.

“Dan perlu sama-sama kita ketahui, ruas jalan jalan Sidomulyo dan Belimbing Sari pada tahun kemarin 2025 baru saja di perbaiki,” tuturnya.

Akan tetapi, kalau melihat dari segi pertumbuhan ekonomi antara Sidomulyo, Candipuro ke Lampung Timur ini pertumbuhan nya tengah bagus-bagus nya

Sehingga, banyak kendaraan besar yang masuk melintas, dimana pada dasarnya bukan pada kelasnya. Sehingga tahun kemarin di perbaiki di tahun ini jalan tersebut rusak kembali

“Jadi kita ambil prasangka baik saja, dengan adanya pertumbuhan ekonomi sangat pesat maka ruas jalan Sidomulyo dan Belimbing Sari tahun kemarin kemarin di perbaiki kini sudah rusak kembali,” tegasnya (Cak/Sla)

Blusukan ke Pasar Natar, Bupati Egi Cek Harga Sembako Jelang Lebaran, Pedagang: Masih Stabil

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama turun langsung ke Pasar Natar, Kecamatan Natar, Senin (16/3/2026), untuk memastikan harga bahan pokok tetap stabil dan pasokan pangan tersedia bagi masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Bupati Egi menyusuri sejumlah lapak pedagang sembako sambil berdialog langsung dengan para pedagang dan pembeli.

Ia menanyakan kondisi harga bahan pokok sekaligus memantau kemungkinan kenaikan harga yang kerap terjadi menjelang Lebaran.

“Hari ini kita melakukan pengecekan langsung harga bahan pokok di Pasar Natar. Dari hasil pemantauan, sebagian besar harga sembako masih relatif stabil,” ujar Egi di sela kegiatan.

Pemantauan langsung ke pasar tradisional ini dilakukan pemerintah daerah untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terjangkau selama Ramadan hingga menjelang Idulfitri. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan juga secara berkala melakukan monitoring harga pangan di pasar guna mengantisipasi lonjakan harga.

Di sela-sela kunjungan, Bupati Egi juga membeli sejumlah sayuran dari pedagang pasar. Sayuran tersebut kemudian dibagikan kepada warga yang sedang berbelanja, yang disambut antusias oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, Egi menyebutkan terdapat beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga. Namun demikian, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar.

Ia mencontohkan, harga ayam yang sebelumnya berada di kisaran Rp35.000 per kilogram kini naik menjadi sekitar Rp40.000 per kilogram.

Sementara itu, harga daging sapi juga mengalami kenaikan dari sekitar Rp125.000 menjadi Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

“Memang ada beberapa komoditas yang mengalami kenaikan, tetapi masih dalam rentang yang normal,” jelasnya.

Meski demikian, Pemkab Lampung Selatan memastikan akan terus melakukan pemantauan secara intensif terhadap perkembangan harga bahan pokok di pasar.

“Kami akan terus melakukan monitoring hingga mendekati Lebaran. Insyaallah harga masih dalam batas normal dan tidak akan mengalami lonjakan yang terlalu tinggi,” tambah Egi.

Sementara itu, salah satu pedagang di Pasar Natar, Muis, mengatakan bahwa harga bahan pokok secara umum masih relatif stabil, meskipun terdapat beberapa komoditas yang mengalami sedikit kenaikan.

“Kalau secara umum masih stabil, hanya beberapa barang saja yang naik sedikit,” kata Muis.

Dengan pemantauan langsung tersebut, pemerintah daerah berharap stabilitas harga pangan dapat terus terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dan menyambut Idulfitri dengan lebih tenang.

Bupati Egi Terapkan Standar Kebersihan Baru, Mulai 2026 Warga Lampung Selatan Wajib Pilah Sampah

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerapkan standar baru dalam pengelolaan kebersihan dan keindahan lingkungan.

Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama resmi mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pengelolaan Kebersihan dan Keindahan Lingkungan, yang menjadi pedoman baru bagi seluruh instansi pemerintah, fasilitas publik, hingga masyarakat dalam menjaga kebersihan.

Peraturan ini menandai perubahan cara pandang terhadap kebersihan di Lampung Selatan. Jika sebelumnya kebersihan lebih dipahami sebatas kondisi bersih secara umum, kini pemerintah daerah menetapkan standar yang lebih terukur dan sistematis.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Lampung Selatan, Hendry Kurniawan, menjelaskan bahwa Perbup tersebut mengatur penerapan tiga konsep utama, yakni ABRI, BKW, dan Strategi Bijak Kelola Sampah.

“Mulai 2026, kebersihan di Lampung Selatan tidak lagi hanya soal bersih secara kasat mata, tetapi memiliki standar yang jelas melalui Peraturan Bupati,” ujar Hendry dalam keteranganya resminya, Minggu, 15/3/2026.

Menurut Hendry, aturan ini berlaku bagi seluruh kantor pemerintah daerah, perangkat daerah, instansi vertikal, kecamatan, desa dan kelurahan, sekolah, puskesmas, serta berbagai fasilitas pelayanan publik yang berada dalam kewenangan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan.

*Konsep ABRI: Asri, Bersih, Rapi, Indah*

Dalam peraturan tersebut, setiap instansi diwajibkan menerapkan konsep ABRI, yaitu Asri, Bersih, Rapi, dan Indah.

Konsep *asri* diwujudkan melalui penanaman dan pemeliharaan tanaman hias, pohon pelindung, serta ruang terbuka hijau di lingkungan kantor maupun fasilitas publik.

Sementara itu, aspek *bersih* menekankan pembersihan rutin area kerja, ruang pelayanan, halaman kantor, hingga area publik dari sampah, debu, maupun bau tidak sedap.

Kemudian aspek *rapi* mengatur penataan dokumen, ruang kerja, area parkir, dan fasilitas pelayanan agar tertata dengan baik dan mudah diakses masyarakat.

Sedangkan aspek *indah* diwujudkan melalui pengecatan bangunan, penataan ornamen estetika, serta pengaturan elemen visual yang memberikan kenyamanan sekaligus mencerminkan kearifan lokal Lampung Selatan.

*Standar Toilet BKW*

Selain lingkungan kerja, Perbup ini juga mengatur standar fasilitas sanitasi melalui konsep *BKW, yaitu Bersih, Kering, dan Wangi.*

Toilet di kantor pemerintah maupun fasilitas publik diwajibkan bebas dari kotoran dan bau, tidak memiliki genangan air, serta memiliki ventilasi dan sistem sanitasi yang baik.

“Standar BKW ini bertujuan memastikan fasilitas sanitasi yang layak dan nyaman bagi masyarakat yang menggunakan layanan publik,” kata Hendry.

*Strategi Bijak Kelola Sampah*

Perbup ini juga menekankan strategi pengelolaan sampah yang lebih terstruktur melalui konsep *Bijak Kelola Sampah.*

Beberapa langkah yang diwajibkan antara lain pemilahan sampah minimal menjadi tiga jenis, yaitu sampah organik, sampah anorganik yang dapat didaur ulang, dan sampah residu.

Pemerintah daerah juga mendorong pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, optimalisasi barang tahan lama, serta penerapan prinsip *3R* _(reduce, reuse, recycle)_ melalui bank sampah, fasilitas pengomposan, dan TPS3R.

Setiap instansi dan fasilitas publik juga diwajibkan menyediakan tempat sampah terpilah, bahkan dapat dikembangkan hingga empat jenis termasuk sampah B3 rumah tangga.

Selain itu, penggunaan bahan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dibatasi dalam kegiatan pemerintah daerah.

*Larangan dan Sanksi*

Perbup tersebut juga memuat sejumlah larangan bagi masyarakat maupun pelaku usaha, termasuk membuang sampah sembarangan di jalan, sungai, pantai, dan fasilitas umum.

Larangan lain mencakup pembakaran sampah sembarangan, pencampuran berbagai jenis sampah dalam satu wadah, serta pembuangan limbah berbahaya ke tempat sampah umum.

Bagi pelaku usaha, penggunaan kemasan yang sulit terurai seperti styrofoam juga dilarang, serta diwajibkan menyediakan fasilitas pemilahan sampah di area usaha.

Pelanggaran terhadap ketentuan ini dapat dikenai sanksi administratif mulai dari teguran lisan, teguran tertulis, pembinaan khusus, hingga penghentian sementara aktivitas usaha.

*Penghargaan untuk Daerah Bersih*

Selain sanksi, pemerintah daerah juga menyiapkan mekanisme penghargaan bagi instansi, desa, dunia usaha, maupun masyarakat yang berhasil menerapkan standar kebersihan tersebut dengan baik.

Bentuk penghargaan dapat berupa piagam dari bupati, publikasi resmi pemerintah daerah, hingga penetapan sebagai zona bersih dan nyaman.

Penghargaan tersebut akan diberikan minimal satu kali dalam setahun setelah melalui proses evaluasi oleh perangkat daerah yang membidangi lingkungan hidup.

Hendry mengatakan, penerbitan Perbup ini bertujuan menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakat sekaligus mendorong perubahan perilaku menuju budaya hidup bersih dan ramah lingkungan.

“Harapannya, kebersihan bukan hanya menjadi program pemerintah, tetapi menjadi budaya bersama masyarakat Lampung Selatan,” katanya. (Red)

Jelang Lebaran, THR Rp35,6 Miliar untuk 12 Ribu ASN dan DPRD Lampung Selatan Cair Lebih Awal

KALIANDA -(deklarasinews.com)- Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, ribuan aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan mulai menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Pemerintah daerah memastikan pembayaran dilakukan lebih awal dengan total anggaran mencapai Rp35,6 miliar.

Sebanyak 12.014 penerima mendapatkan THR tersebut, terdiri dari Pegawai Negeri Sipil (PNS), Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), dua pejabat negara, anggota DPRD, hingga PPPK paruh waktu.

Penyerahan THR secara simbolis dilakukan oleh Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama kepada perwakilan ASN di Aula Krakatau, Kantor Bupati Lampung Selatan, Kalianda, Jumat (13/3/2026).

Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Lampung Selatan Rini Ariasih menjelaskan bahwa pencairan THR telah dilakukan langsung ke rekening masing-masing penerima.

“Per 12 Maret 2026 tunjangan hari raya keagamaan bagi seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan telah dicairkan,” ujar Rini dalam laporannya.

Ia merinci, total penerima THR tersebut meliputi 5.442 PNS, 741 PPPK, dua pejabat negara, 50 anggota DPRD, serta 5.779 PPPK paruh waktu yang menerima tunjangan keagamaan dan tambahan penghasilan THR bagi ASN.

Menurut Rini, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran sebesar Rp35.629.356.958 untuk pembayaran THR ASN tahun 2026.

“Pemberian THR ini merupakan bentuk penghargaan pemerintah daerah atas dedikasi, loyalitas, dan kerja keras para ASN dalam mendukung pelayanan publik serta pembangunan daerah,” kata Rini.

Selain sebagai bentuk apresiasi, lanjut dia, kebijakan tersebut juga menjadi wujud perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan aparatur menjelang Idulfitri.

Sementara itu, Bupati Lampung Selatan Radityo Egi Pratama menegaskan bahwa pembayaran THR merupakan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kesejahteraan aparatur sekaligus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Anggaran ini merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah daerah untuk memastikan kesejahteraan aparatur tetap terjaga,” ujar Egi.

Ia mengingatkan bahwa setiap rupiah yang diterima ASN harus dibayar dengan kinerja dan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.

“Setiap rupiah yang saudara terima adalah hutang pengabdian. Pastikan setiap sen yang diterima dapat diwujudkan menjadi pelayanan terbaik dan menghadirkan kepuasan bagi masyarakat,” tegasnya.

Egi juga menekankan pentingnya birokrasi yang adaptif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Menurutnya, birokrasi yang lambat dan pasif tidak lagi relevan di tengah perkembangan zaman.

“Kita dituntut untuk bekerja secara adaptif dan responsif terhadap perkembangan zaman serta kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, inovasi, dan pengabdian yang tulus, saya yakin Kabupaten Lampung Selatan yang maju, mandiri, dan sejahtera dapat kita wujudkan bersama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Egi turut memberikan apresiasi kepada pemenang lomba bertutur cerita rakyat Lampung dalam ajang Student Olympic Lampung Selatan 2025.

Penghargaan berupa tabungan pelajar diberikan kepada Nova Reza Aliando dari SMA Negeri 1 Kalianda sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap prestasi generasi muda Lampung Selatan.(Red)