Kemnaker Gandeng TikTok, Perkuat Talenta Ekonomi Digital dan Buka Peluang Kerja Bar

Jakarta -(deklarasinews.com)- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama dengan TikTok Indonesia untuk memperkuat pengembangan talenta ekonomi digital melalui program Belajar dan Implementasi Skill Adaptif Bareng TikTok (BISA Bareng TikTok). Kolaborasi yang ditandai dengan penandatanganan Kesepahaman Bersama untuk pelaksanaan kegiatan upskill dan reskill ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam menyiapkan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap perubahan pola kerja di era ekonomi digital.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengatakan kerja sama ini dilatarbelakangi oleh perkembangan ekonomi digital Indonesia yang berlangsung sangat pesat dan kini menjadi salah satu pilar penting pertumbuhan ekonomi nasional. Berdasarkan laporan terbaru e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai hampir USD 100 miliar atau sekitar Rp1.656 triliun pada tahun 2025, menjadikan Indonesia sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara, dengan sektor e-commerce sebagai kontributor terbesar.

Menurut Menaker, pertumbuhan tersebut bukan hanya menghadirkan pasar baru, tetapi juga mengubah pola kerja masyarakat. Ruang digital kini tidak lagi sekadar menjadi kanal transaksi, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem penciptaan peluang kerja yang semakin terbuka. Masyarakat yang sebelumnya menggantungkan penghasilan pada sektor-sektor tradisional kini mulai masuk ke ranah digital sebagai reseller, dropshipper, pembuat konten, live streamer, hingga affiliate marketer.

“Perkembangan ekonomi digital membuka peluang penghasilan tambahan yang fleksibel, terutama melalui tren discovery commerce, ketika konsumen menemukan produk melalui konten digital yang informatif dan menghibur. Ini membuka ruang kerja baru yang harus disambut dengan kesiapan keterampilan yang memadai,” kata Menaker saat membuka acara BISA Bareng TikTok di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Meski peluang ekonomi baru terus tumbuh, Menaker menilai tantangan yang dihadapi masih besar, terutama pada aspek keterampilan digital. Banyak tenaga kerja dan masyarakat yang belum sepenuhnya menguasai strategi konten, teknik penjualan digital, analisis pasar, maupun kemampuan adaptif lain yang dibutuhkan untuk bersaing dan berkembang di ekosistem digital. Karena itu, kehadiran pelatihan yang praktis dan relevan menjadi penting agar peluang ekonomi digital tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, tetapi dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.

“Program ini hadir untuk memberikan pelatihan praktis guna meningkatkan kompetensi tenaga kerja, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat, sekaligus membangun kapasitas trainer nasional sebagai agen literasi digital,” ujar Yassierli.

Sebagai tahap awal implementasi kerja sama, program BISA Bareng TikTok diikuti oleh 1.400 peserta, terdiri atas 400 peserta offline dan 1.000 peserta online. Peserta berasal dari beragam latar belakang, antara lain instruktur pemerintah dan swasta, tim humas/media sosial Kemnaker, serta masyarakat umum, termasuk calon kreator, affiliator, seller, pelaku UMKM, dan pencari kerja. Pelatihan ini mencakup dua materi utama, yakni Pelatihan TikTok Live Streaming Host dan Pelatihan Content Commerce Talent Development.

“Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” katanya.

Menaker menambahkan, untuk tahap selanjutnya, instruktur yang sudah mengikuti pelatihan akan menjadi trainers bagi masyarakat umum. Ia pun menargetkan ke depan program ini dapat melahirkan 100.000 alumni pelatihan dalam setahun.

“Tentunya tujuan akhir pelatihan ini adalah penyerapan tenaga kerja dan menumbuhkan semangat kewirausahaan di seluruh Indonesia, sehingga tercipta ekosistem digital yang inklusif dan tangguh,” kata Yassierli.

Menaker menjelaskan, pelatihan dirancang dengan pendekatan workshop hands-on dan learning by doing, sehingga peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung pembuatan konten, strategi promosi, dan pendekatan penjualan berbasis konten digital. Melalui skema ini, instruktur diharapkan dapat menggandakan pelatihan serupa di balai pelatihan masing-masing, tim humas/media sosial Kemnaker dapat meningkatkan kualitas produksi kontennya, dan masyarakat umum dapat memanfaatkan keterampilan baru tersebut untuk membuka peluang penghasilan dari sektor ekonomi digital.

“Di sini juga ada instruktur, nanti mereka ikut paket pelatihan training of trainers atau ToT, dan mereka nanti akan menjadi pelatih untuk melakukan pelatihan BISA ini di balai-balai,” katanya.

Menaker juga menyampaikan apresiasi kepada TikTok atas kontribusi dan komitmennya dalam mendukung pengembangan pelatihan vokasi nasional.

“Kolaborasi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat perlu terus diperkuat agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar digital yang besar, tetapi juga memiliki tenaga kerja lokal yang unggul, kreatif, dan mampu bersaing,” katanya.

Dengan sinergi tersebut, ekonomi digital tambah Yassierli, diharapkan terus tumbuh secara inklusif, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat daya saing Indonesia di era digital.

Senada dengan Menaker, Head of Public Policy & Government Relations TikTok Indonesia, Hilmi Adrianto, mengatakan peluang ekonomi digital saat ini semakin terbuka luas, tetapi belum semua masyarakat memiliki akses terhadap keterampilan yang dibutuhkan untuk memanfaatkannya secara optimal. Karena itu, TikTok memandang kolaborasi ini sebagai langkah penting untuk memperluas akses pelatihan yang relevan dan aplikatif.

“Melalui program ini, TikTok berkomitmen memberikan dukungan konkret, mulai dari pelatihan praktis hingga pengembangan kurikulum bagi para trainer dan masyarakat umum untuk menjadi content creator, affiliator, maupun pelaku usaha digital,” ujar Hilmi.

Ia menambahkan, dalam jangka panjang program BISA Bareng TikTok diharapkan dapat memberi dampak berkelanjutan bagi ekosistem ekonomi digital nasional.

“TikTok adalah platform yang inklusif, tempat siapa pun, dari latar belakang apa pun, memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang, menemukan audiensnya, dan menciptakan peluang ekonomi,” katanya.

Adapun pengisi acara BISA Bareng TikTok antara lain HR Practitioner & Content Creator Vina Muliana, Government Partnership & Enterprise TikTok Indonesia Novalia Hartono, Content Creator Maryamah, Content Marketing TikTok Indonesia Dhany Damara, Livestream Operations TikTok Live Indonesia Michael Tan, serta TikTok Shop by Tokopedia SMB Partnership Team Yohana Uli Prisilia Damanik.

 

Penduduk Usia Lanjut Meningkat, Kemnaker Ajak Dunia Usaha Perluas Akses Kerja Lansia

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) mengajak Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) berkolaborasi untuk memperluas akses kerja bagi tenaga kerja lanjut usia (lansia), seiring meningkatnya jumlah penduduk usia lanjut di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, proporsi penduduk lansia pada 2025 mencapai sekitar 11,93 persen dari total penduduk Indonesia dan terus meningkat seiring naiknya angka harapan hidup.

Plt. Direktur Jenderal Pembinaan Penempatan Tenaga Kerja dan Perluasan Kesempatan Kerja (Binapenta dan PKK), Estiarty Haryani, menyampaikan bahwa kondisi tersebut menunjukkan Indonesia memasuki era masyarakat menua. Karena itu, diperlukan kebijakan ketenagakerjaan yang inklusif agar potensi tenaga kerja lansia dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Namun di sisi lain, tingkat partisipasi angkatan kerja lansia masih terbatas dibandingkan kelompok usia produktif lainnya. Hal ini menunjukkan masih adanya potensi besar yang belum dimanfaatkan secara optimal dan perlu menjadi perhatian bersama,” ujar Esti saat membuka Workshop dengan tema “Inklusi untuk Semua: Lansia Bekerja, Lansia Sejahtera” di Jakarta, Rabu (15/4/2026).

Kegiatan tersebut difokuskan pada upaya memperluas akses kerja yang inklusif bagi tenaga kerja lansia, memastikan implementasi kebijakan tidak berhenti pada tataran normatif, serta mengembangkan model penempatan dan pemberdayaan yang berkelanjutan dan dapat direplikasi secara nasional.

Esti menegaskan bahwa penguatan ekosistem ketenagakerjaan inklusif bagi kelompok lansia membutuhkan kolaborasi lintas pihak, mulai dari pemerintah, dunia usaha dan dunia industri, akademisi, komunitas, hingga media dan mitra pembangunan.

“Kolaborasi menjadi kunci agar kebijakan yang disusun tidak hanya implementatif, tetapi juga memberikan dampak nyata di lapangan,” ujarnya.

Sejalan dengan itu, Kementerian Ketenagakerjaan juga tengah menyusun Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang Penempatan dan Pemberdayaan Tenaga Kerja Khusus, termasuk tenaga kerja lanjut usia, sebagai dasar penguatan kebijakan ke depan.

“Regulasi ini diharapkan menjadi instrumen penting untuk memperluas akses, memperkuat perlindungan, serta memastikan kesempatan kerja yang layak bagi tenaga kerja lansia di Indonesia,” ujar Esti.

Buka Forum Bakohumas 2026, Sekjen ATR/BPN Tekankan Penyamaan Persepsi dalam Implementasi Sertipikat Elektronik

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Dalu Agung Darmawan, secara resmi membuka Forum Badan Komunikasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) pada Rabu (15/04/2026). Sejalan dengan digitalisasi yang dilakukan terhadap layanan pertanahan dan tata ruang, forum kali ini diselenggarakan sebagai wadah memperkuat pemahaman dan sinergi antarinstansi dalam mendukung implementasi layanan berbasis digital.

“Saya ingin mengingatkan kembali agar kita dapat menggunakan forum hari ini untuk berdiskusi, bertukar pendapat, dan mengajukan pertanyaan terkait penerapan Sertipikat Elektronik dan aplikasi Sentuh Tanahku,” ucap Dalu Agung Darmawan, dalam acara yang berlangsung di Aula Prona Kementerian ATR/BPN, Jakarta.

Di hadapan peserta Bakohumas yang terdiri dari 100 humas kementerian/lembaga, Sekjen ATR/BPN menjelaskan bahwa Sertipikat Elektronik itu sendiri telah dicanangkan sejak 2023. Transformasi ini jadi langkah pemerintah menghadirkan layanan publik yang lebih modern, transparan, dan berbasis teknologi.

Dengan materi teknis yang disampaikan dalam forum ini, Dalu Agung Darmawan berharap, peserta dapat memahami lebih jauh terkait kebijakan dan pelaksanaan Sertipikat Elektronik. Selanjutnya, sebagai corong informasi di tiap kementerian/lembaga, para insan humas bisa ikut menyebarluaskan informasi mengenai manfaat layanan digital yang dikembangkan Kementerian ATR/BPN.

“Saya berharap melalui forum kali ini, kita dapat menyamakan persepsi dan membantu Bapak/Ibu mendapatkan informasi terkait penerapan Sertipikat Elektronik dan Aplikasi Sentuh Tanahku. Sehingga, bisa mendorong semakin banyak masyarakat yang melakukan alih media sertipikat menjadi Sertipikat Elektronik,” ungkap Dalu Agung Darmawan.

Terkait penyebaran informasi, Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa pada Kementerian Komunikasi dan Digital, Molly Prabawaty, menegaskan bahwa peran humas pemerintah menjadi semakin krusial di tengah perubahan pola komunikasi publik yang berlangsung cepat.

“Humas pemerintah dituntut untuk adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan teknologi serta pola konsumsi informasi masyarakat yang semakin dinamis. Rekan-rekan humas dapat menyebarkan secara luas dan masif terkait informasi yang dipaparkan oleh narasumber dan konten yang disediakan oleh Kementerian ATR/BPN, melalui berbagai kanal yang dimiliki masing-masing anggota Bakohumas,” tutur Molly Prabawaty.

Forum Bakohumas adalah forum yang dilaksanakan rutin di berbagai instansi pemerintah. Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN, Shamy Ardian, menjelaskan bahwa forum ini menjadi upaya menjaga keberlanjutan koordinasi dan kolaborasi dalam mendukung efektivitas penyampaian informasi kepada masyarakat.

Bakohumas yang bertemakan “Transformasi Digital Pelayanan Pertanahan: Wujudkan Sertipikat Elektronik yang Aman dan Efisien” ini, menghadirkan narasumber Kepala Pusat Data dan Informasi Pertanahan dan Tata Ruang, I Ketut Gede Ary Sucaya, serta Kepala Subdirektorat Tata Kelola Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Tentrem Prihatin. Jalannya diskusi dipandu oleh Kepala Bagian Pemberitaan, Media, dan Hubungan Antar Lembaga, Bagas Agung Wibowo. Turut hadir, Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi Strategis dan Kerjasama Antarlembaga, Muda Saleh beserta sejumlah Pejabat Administratif di lingkungan Biro Humas dan Protokol. (nan)

Gelar Peringatan Hari Kartini dan Halalbihalal, IWAPI Lampung Nyalakan Semangat ‘UMKM Lampung Mendunia’

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mengangkat tema ‘Indahnya Memaafkan, IWAPI Maju Dengan Semangat Kartini’ Dewan Pengurus Daerah Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (DPD IWAPI) Provinsi Lampung menggelar Halalbihalal Idul Fitri 1447H/2026M sekaligus merayakan Hari Kartini 2026,  dilangsungkan di Graha Surya Bandarlampung, Rabu (15/4).

Ketua Panitia kegiatan, dr. Zam Zanariah, Sp.s M.kes, mengatakan kegiatan halal bihalal dan peringatan hari Kartini DPD IWAPI tahun 2026 bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan menjaga keharmonisan antar pengurus dan anggota IWAPI se-provinsi Lampung.

“Momen syawal 1447H ini kami harapkan bila lebih mempererat silaturahmi sesama pengurus dan anggota IWAPI,”katanya.

Wanita yang juga menjabat sebagai WKU XII Bidang CSR, Sosial dan Kemitraan DPD IWAPI provinsi Lampung ini menyampaikan selain ajang silaturahim, juga di adakan acara ceremonial Memperingati Hari Kartini.

“Selain Halal Bihalal, kami juga memperingati Hari Kartini bertujuan untuk mengenang jasa pahlawan wanita Indonesia yang memperjuangkan emansipasi serta hak-hak wanita,”lanjutnya.

Sementara Ketua Umum DPD IWAPI provinsi Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,S.P.,MM., juga mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447H/ 2026M. Minal Aidin wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin.

“Masih di bulan Syawal 1447 Hijriyah, ijinkan saya secara pribadi dan mewakili DPD IWAPI Provinsi Lampung, memohon maaf apabila kami ada salah dan khilaf baik yang kami sengaja maupun tidak, semoga keberkahan dan kemakmuran senantiasa menyertai langkah kita,”katanya.

Lebih lanjut, Rektor Universitas Mitra Infonesia (UMITRA) dan Koordinator Global Surya Islamic School (GSIS) mengatakan, peringatan hari Kartini yang di laksanakan setiap tahunnya bukan hanya dilakukan secara ceremonial semata. Tetapi makna yang terkandung dari peringatan tersebut yang harus di pahami oleh para wanita masa kini. Apa yang dinikmati saat ini adalah bagian dari perjuangan yang telah dilakukan oleh RA. Kartini pada masa lampau.

“Di tengah berbagai tantangan ekonomi, kita dituntut untuk terus berinovasi, mandiri, dan berani mengambil langkah maju. IWAPI terus berkomitmen untuk mendorong akses pendidikan, permodalan, dan informasi bagi perempuan, agar kita tidak hanya menjadi penopang ekonomi keluarga, tetapi juga berkontribusi pada perekonomian bangsa,”pesan Bunda Reny, sapaan akrabnya.

Di kesempatan lain, Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M juga menyampaikan permohonan maaf

“Atas nama Pemerintah Provinsi Lampung, saya mengucapkan Selamat hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,”ujarnya pada acara tersebut.

Gubernur Lampung ini juga berpesan kepada seluruh pengurus DPD serta pengurus DPC IWAPI se-provinsi Lampung untuk menjadikan peringatan Hari Kartini ini sebagai momentum untuk meneguhkan komitmen bersama, bahwa tidak ada lagi batasan bagi perempuan untuk meraih impian dan berkarir.

“Saya mengajak IWAPI Lampung untuk terus mendorong digitalisasi UMKM perempuan agar mampu bersaing di pasar global, meningkatkan keterampilan dan kapabilitas perempuan dalam mengelola usaha, menjadi agen perubahan (agent of change) yang menginspirasi lebih banyak perempuan untuk berani berkarya. Perempuan pengusaha adalah tulang punggung perekonomian. Ketika perempuan mandiri secara ekonomi, maka keluarga akan sejahtera, dan daerah akan kuat,”pungkasnya.

Kegiatan Halal Bihal DPD IWAPI provinsi Lampung, selain di hadiri oleh seluruh pengurus DPD serta DPC IWAPI kabupaten/kota se-provinsi Lampung, juga di hadiri oleh, Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Lampung/Dewan Pembina DPD IWAPI Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, SE., MM, Ketua Dharma Wanita Persatuan Provinsi Lampung, Agnesia Bulan Marindo, SE. Kepala Dinas dan Badan provinsi Lampung. Dewan Penasehat, Dewan Kehormatan IWAPI provinsi Lampung, serta organisasi wanita se-provinsi Lampung.

Ustazah Nabila Zainuri, yang pernah tampil sebagai peserta Akademi Sahur Indonesia (AKSI) Indosiar mewakili provinsi Lampung juga hadir mengisi siraman rohani tentang hikmah halalbihalal.

DPC IWAPI dalam acara Hari Kartini dan halalbihalal kali ini juga menggelar bazar produk unggulan UMKM binaan dari masing-masing DPC(rls/*).

Menaker: Nyawa Pekerja Tak Boleh Jadi Taruhan, Balai K3 Harus Cegah Kecelakaan Kerja

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli menegaskan bahwa keselamatan pekerja tidak boleh dipertaruhkan. Karena itu, ia meminta Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) tampil lebih proaktif dan menjadi ujung tombak pencegahan agar angka kecelakaan kerja di Indonesia dapat ditekan secara signifikan.

Pesan itu disampaikan Yassierli saat meninjau Balai Besar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (BBK3) Jakarta, Selasa (14/4/2026). Dalam arahannya, ia menekankan bahwa pelindungan pekerja tidak cukup hanya dilakukan setelah insiden terjadi, tetapi harus diperkuat sejak awal melalui langkah promotif dan preventif yang lebih masif.

“Upaya promotif dan preventif sangat penting. Saya instruksikan seluruh jajaran pegawai BBK3 Jakarta untuk bergerak lebih masif dalam menjalankan fungsi pengawasan dan edukasi. Kita harus mampu menekan angka fatalitas di tempat kerja secara signifikan,” kata Yassierli.

Menurut Yassierli, penguatan Balai K3 penting karena setiap kecelakaan kerja bukan hanya soal angka, melainkan menyangkut keselamatan manusia, keberlangsungan keluarga pekerja, dan kepercayaan terhadap sistem pelindungan kerja. Karena itu, Balai K3 harus hadir bukan sekadar sebagai pelaksana fungsi teknis, tetapi juga sebagai institusi yang mampu membaca risiko, membangun budaya K3, dan memperkuat pencegahan di lapangan.

Ia juga menegaskan bahwa target besar menurunkan kecelakaan kerja tidak bisa dikerjakan pemerintah sendirian. Kolaborasi dengan pihak swasta dan seluruh ekosistem pendukung K3 perlu diperkuat, termasuk dengan Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

“PJK3 bukan saingan kita. Mereka adalah mitra agar tujuan besar kita tercapai, yaitu turunnya angka kecelakaan kerja di seluruh Indonesia,” ujarnya.

Selain kolaborasi, Yassierli meminta penguatan kapasitas pegawai di lingkungan Balai K3. Ia menilai, pegawai tidak cukup hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga harus memiliki kemampuan manajerial dan analisis data agar hasil kerja mereka dapat menjadi dasar kebijakan yang kuat dan tepat sasaran.

Menurut dia, para penguji K3 harus berkembang menjadi sosok yang lebih komprehensif, dengan penguasaan terhadap budaya K3, Sistem Manajemen K3 (SMK3), manajemen risiko, hingga statistik. Dengan begitu, rekomendasi yang dihasilkan tidak berhenti pada temuan teknis, tetapi mampu memberi arah bagi upaya pencegahan yang lebih efektif.

“Setiap penguji harus menguasai budaya K3, SMK3, hingga manajemen risiko. Selain itu, kemampuan mengolah data statistik sangat penting agar output yang dihasilkan bisa menjadi landasan kuat dalam pengambilan kebijakan,” tegasnya.

Secara khusus, Menaker juga mengingatkan pejabat fungsional, mulai dari instruktur, pengawas ketenagakerjaan, hingga mediator hubungan industrial, agar terus berkembang seiring peningkatan jenjang karier. Semakin tinggi jabatan, kata dia, orientasi kerja harus makin kuat pada aspek manajerial dan perumusan kebijakan.

“Semakin tinggi jabatan fungsional seseorang, orientasinya harus menuju ke pembuat kebijakan. Semakin manajerial, jangan justru semakin teknis. Inilah yang akan membawa perubahan besar pada pelindungan tenaga kerja kita di masa depan,” pungkas Yassierli.

 

Pemanfaatan AI di Indonesia Masih Rendah, Menaker: Pekerja Harus Siap Hadapi Perkembangan Teknologi

JAKARTA -(deklarasines.com)- Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengingatkan pekerja agar siap menghadapi perubahan teknologi, termasuk perkembangan Artificial Intelligence (AI), sehingga mampu meningkatkan daya saing dan tetap relevan di dunia kerja.

Ia mengatakan bahwa tingkat penggunaan Artificial Intelligence (AI) di Indonesia masih di bawah rata-rata global. Kondisi ini menjadi sinyal bahwa dunia kerja berubah cepat dan Indonesia tidak boleh terlambat menyiapkan tenaga kerjanya.

“Kuncinya bukan hanya pada teknologinya, tetapi bagaimana kita membekali SDM agar siap. Pekerja harus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan terus berkembang menghadapi perubahan,” ujar Yassierli saat memberikan arahan dalam penandatanganan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) ke-VIII periode 2026–2028 antara PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan Serikat Pekerja Kerukunan Keluarga Karyawan PT Pupuk Kaltim di Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Menurutnya, tantangan dunia kerja saat ini tidak lagi sebatas pada perlindungan hak-hak normatif, tetapi juga memastikan pekerja memiliki kompetensi yang memadai agar tetap relevan di tengah perubahan teknologi.

Dalam konteks tersebut, Menaker menilai serikat pekerja perlu mengambil peran yang lebih strategis. Tidak hanya hadir saat terjadi persoalan hubungan kerja, tetapi juga aktif menyiapkan pekerja menghadapi perkembangan teknologi, termasuk AI.

Menaker pun berharap, PKB yang baru saja ditandatangani tidak hanya menciptakan stabilitas, tetapi juga menjadi instrumen untuk mendorong peningkatan kompetensi pekerja agar siap menghadapi tantangan masa depan.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pupuk Kalimantan Timur Gusrizal menyampaikan bahwa PKB ke-VIII ini diharapkan dapat memberikan kepastian hukum bagi para pihak sekaligus memperkuat hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan.

“Kami berharap pengesahan PKB ini memberi kepastian hukum bagi seluruh pihak dalam menjalankan hubungan kerja, sekaligus menciptakan hubungan industrial yang harmonis, dinamis, dan berkeadilan untuk mendukung kelangsungan PKT serta meningkatkan kesejahteraan bersama,” ujarnya.

 

Cek Sertipikat Tanah Kini Lebih Mudah, ATR/BPN Hadirkan Layanan Digital Lewat Aplikasi Sentuh Tanahku

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Masyarakat kini bisa memastikan kesesuaian data sertipikat tanah secara lebih mudah tanpa harus datang ke Kantor Pertanahan. Melalui layanan digital yang disediakan Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), pengecekan dapat dilakukan hanya melalui smartphone.

“Sekarang masyarakat tidak perlu khawatir untuk mengecek kesesuaian data sertipikat karena kini tersedia berbagai cara praktis yang bisa diakses kapan saja. Bisa lewat Sentuh Tanahku,” ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat (Humas) dan Protokol ATR/BPN, Shamy Ardian, dalam keterangannya, Selasa (14/04/2026).

Untuk bisa mengakses layanan dalam Sentuh Tanahku, masyarakat harus membuat akun dan memverifikasinya terlebih dahulu. Setelah masuk ke aplikasi, barulah fitur Sentuh Tanahku dapat dimanfaatkan, termasuk untuk pengecekan kesesuaian data sertipikat tanah.

Untuk sertipikat analog, pemilik dapat membagikan informasi kepada pihak lain dengan memasukkan alamat email serta menentukan durasi waktu akses. Informasi yang ditampilkan meliputi Nomor Identifikasi Bidang (NIB), jenis sertipikat, kode blanko, tanggal penerbitan, lokasi dan luas bidang tanah, hingga identitas pemilik.

Sementara itu, pada Sertipikat Elektronik, pemilik bisa membagikan barcode yang tertera pada sertipikat kepada pihak lain. Kemudian setelah dipindai oleh pihak tersebut, data sertipikat akan langsung secara lengkap di layar ponsel pemindai, dengan catatan pihak tersebut juga telah memiliki akun Sentuh Tanahku yang terverifikasi.

“Dengan kemudahan yang kami berikan, masyarakat diharapkan semakin proaktif dalam memastikan keabsahan dokumen pertanahan yang dimiliki, sekaligus memanfaatkan layanan digital yang telah disediakan pemerintah secara optimal,” pungkas Kepala Biro Humas dan Protokol Kementerian ATR/BPN.

Apabila saat melakukan pengecekan data bidang tanah tidak ditemukan di aplikasi Sentuh Tanahku, masyarakat tidak perlu khawatir. Hal tersebut dapat disebabkan karena data bidang tanah belum terpetakan dalam sistem digital. Jika hal itu terjadi, masyarakat diimbau untuk datang langsung ke Kantor Pertanahan setempat guna melakukan pemutakhiran data agar informasi sertipikat dapat terintegrasi dan terbaca dalam sistem digital.(Nan)

Kebersamaan Babinsa dan Warga Saat Istirahat di Lokasi Pembangunan Jembatan Garuda

BATANG -(deklarasinews.com)- Di sela waktu istirahat usai mengecor pondasi untuk pembangunan Jembatan Garuda  di Desa Tambahrejo, Kecamatan Bandar, suasana hangat dan penuh keakraban tampak menyelimuti lokasi pengerjaan, Senin (13/4/2026).

Babinsa Koramil 07/Bandar Kodim 0736/Batang Serka Supriyono dan warga setempat terlihat duduk santai sembari bersenda gurau. Canda ringan yang mengalir di antara mereka menjadi penyejuk di tengah padatnya aktivitas pembangunan jembatan Garuda.

Setiap hari kami hadir di lokasi pembangunan memastika berjalan lancar. Meski tubuh lelah dan pikiran penat, ada satu hal yang tak pernah mereka tinggalkan: senyum tulus untuk warga. “Bagi kami, senyum itu bagian dari pelayanan. Walaupun sedang capek, begitu bertemu warga, kita harus memberikan energi positif,” ujar Serka Supriyono.

“Semoga pembangunan jembatan berjalan lancar, cepat selesai, dan kokoh, sehingga dapat memberikan manfaat maksimal bagi mobilitas, aktivitas ekonomi, dan kesejahteraan warga sekitar. ,” katanya.

IMIP Morowali Jadi Laboratorium Hidup, Magang Dosen Perkuat Link and Match Pendidikan dan Industri

MOROWALI -(deklarasinews.com)– Dalam satu dekade terakhir, transformasi industri Indonesia tidak hanya mengubah struktur ekonomi nasional, tetapi juga memacu dunia pendidikan beradaptasi dengan realitas teknologi modern. Kawasan manufaktur terintegrasi seperti Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), hadir sebagai simpul strategis yang mempertemukan produksi, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) dalam skala global. Hilirisasi industri terbukti tidak sekadar menciptakan nilai tambah ekonomi, tetapi juga menggeser sistem pendidikan dalam memaknai pembelajaran teknologi, Selasa (14/4/2026).

IMIP kini berkembang sebagai laboratorium hidup, tempat teori bertemu praktik dan mahasiswa mendapatkan gambaran nyata tentang dinamika industri modern. Dalam konteks tersebut, muncul pendekatan baru, membawa dosen langsung ke dalam ekosistem industri melalui program magang. Agenda tersebut tak sekadar pelatihan, melainkan intervensi strategis untuk mengatasi keterputusan antara kampus dan dunia kerja.

Melalui keterlibatan langsung di lapangan, dosen tidak hanya mengamati proses produksi, tetapi memahami bagaimana teori berubah menjadi sistem teknologi yang kompleks dan terintegrasi. Dampaknya bersifat sistemik. Mengubah cara mengajar, cara berpikir mahasiswa, hingga arah pengembangan SDM nasional.

Akademisi dari Politeknik ATI Makassar, Dr. Idi Amin, mengakui, program magang dosen ini sejalan dengan kebijakan Link and Match Pendidikan Vokasi Industri yang menekankan pentingnya keselarasan antara pendidikan dan kebutuhan industri. Magang dosen menjadi instrumen konkret untuk mempercepat adaptasi tersebut.

Di kawasan IMIP, dosen berhadapan langsung dengan ekosistem industri berskala besar. Mulai dari rantai pasok global, sistem otomasi, manajemen energi, hingga pengendalian lingkungan. Dosen Teknik Kimia Mineral yang juga Praktisi Lingkungan itu melihat jelas bahwa industri modern bukan hanya produksi, tetapi orkestrasi kompleks antara efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan.

“Pengetahuan yang diperoleh dari industri diterjemahkan kembali ke dalam pembelajaran berbasis studi kasus, dan simulasi proses. Teori tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terhubung langsung dengan problem industri. Dalam kerangka akademik, kolaborasi ini mencerminkan konsep Triple Helix Innovation, sinergi antara universitas, industri, dan pemerintah. Transfer teknologi tidak berhenti di wacana, tetapi masuk ke ruang kelas, laboratorium, dan riset terapan,” jelas Idi Amin, Senis (13/4).

Interaksi ini juga menghasilkan efek dua arah. Industri memperoleh perspektif kritis dan potensi inovasi dari akademisi, sementara kampus mendapatkan akses pada data, teknologi, dan dinamika operasional nyata yang selama ini sulit dijangkau. Lebih jauh, kolaborasi ini membuka peluang lahirnya inovasi di sektor strategis seperti manufaktur, energi, material industri, dan pengolahan sumber daya alam berbasis teknologi digital. Ini bukan lagi kerja sama simbolik, tetapi fondasi ekosistem inovasi. Bagi mahasiswa, dampaknya paling konkret. Mereka tidak lagi sekadar memahami teori, tetapi belajar membaca kompleksitas industri, mengidentifikasi peluang, serta merancang solusi berbasis kebutuhan nyata.

“Ketika kembali ke kampus, yang dibawa bukan hanya pengalaman, tetapi narasi teknologi, keputusan operasional, dan dinamika industri. Ini mengubah ruang kelas menjadi ruang diskusi yang lebih kontekstual dan aplikatif,” ucap Idi Amin yang saat ini mengikuti program magang dosen di Departemen Environmental PT IMIP.

HR Operation Head PT IMIP, Trisno Wasito, menjelaskan, program magang dosen mencoba menjawab tantangan dengan memberikan pemahaman komprehensif, mulai dari hilirisasi nikel, teknologi pemurnian, hingga manajemen lingkungan dan keselamatan kerja. Bagi industri dan IMIP, Trisno Wasito menegaskan, program ini bukan beban, melainkan investasi jangka panjang. Keterlibatan akademisi berpotensi meningkatkan kualitas SDM sekaligus memerkuat basis inovasi yang relevan dengan kebutuhan produksi. Ke depan, penguatan kolaborasi ini menjadi krusial dalam menghadapi transisi energi global dan perkembangan industri berbasis teknologi tinggi. Tanpa SDM yang adaptif, keunggulan sumber daya alam tidak akan cukup.

“Integrasi antara industri dan pendidikan bukan pilihan, tetapi keharusan strategis. IMIP menunjukkan bahwa ketika industri benar-benar menjadi mitra pendidikan, pembelajaran tidak lagi berhenti di teori, melainkan bergerak mengikuti realitas dan kebutuhan masa depan,” tandasnya. (Rpdm)

Kemendagri Gelar Workshop PJPK, Dorong Integrasi Pembangunan Kependudukan ke RPJMD dan RKPD

JAKARTA -(deklarasinews.com)– Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri menggelar Workshop Asistensi dan Supervisi Internalisasi Peta Jalan Pembangunan Kependudukan (PJPK) ke dalam Dokumen Perencanaan Pembangunan Daerah, berapa waktu lalu di Hotel Swiss-Belinn Cawang, Jakarta.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah dalam memastikan kebijakan pembangunan berbasis kependudukan terintegrasi secara menyeluruh ke dalam dokumen perencanaan daerah seperti RPJMD, RKPD, dan Renstra OPD.

Workshop ini menghadirkan narasumber nasional, di antaranya Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Kementerian PPN/Bappenas, Muhammad Cholifihani serta Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya.

Pada kesempatan itu, Direktur Sinkronisasi Urusan Pemerintahan Daerah (SUPD) IV Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri, Paudah, menegaskan pentingnya integrasi kebijakan kependudukan dalam perencanaan pembangunan daerah.

“PJPK bukan sekadar dokumen, tetapi instrumen strategis untuk memastikan pembangunan berbasis sumber daya manusia berjalan terarah, terukur, dan berkelanjutan. Ini sangat penting dalam menghadapi bonus demografi dan mewujudkan Indonesia Emas 2045,” ujarnya, dalam rilis yang diterima redaksi, Selasa (14/4/2026)

Ia menekankan bahwa pembangunan kependudukan mencakup lima pilar utama, yakni pengendalian kuantitas penduduk; peningkatan kualitas penduduk; pembangunan keluarga; penataan persebaran dan mobilitas penduduk, serta penataan administrasi kependudukan.

Menurutnya, keberhasilan implementasi PJPK sangat bergantung pada sinergi lintas sektor di daerah. Peran Bappeda dan Sekretaris Daerah menjadi kunci dalam memastikan program lintas OPD dapat terintegrasi secara efektif dalam dokumen perencanaan.

“Tanpa masuk dalam dokumen perencanaan, program tidak akan mendapatkan dukungan anggaran. Oleh karena itu, internalisasi PJPK menjadi sangat krusial,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Kependudukan dan Jaminan Sosial Bappenas, Muhammad Cholifihani, menjelaskan bahwa PJPK merupakan turunan dari Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) yang disusun untuk periode lima tahunan, seperti 2025–2029.

Ia menyoroti pentingnya kesiapan Indonesia menghadapi transisi demografi, termasuk fenomena penuaan penduduk (aging population) yang diproyeksikan semakin meningkat pada tahun 2045.

“Bonus demografi tidak akan otomatis menjadi keuntungan jika tidak dikelola dengan baik. Kita harus menyiapkan kebijakan dari sekarang, termasuk perlindungan sosial dan peningkatan kualitas SDM,” jelasnya.

Selain itu, ia menekankan pentingnya pendekatan inklusif dalam pembangunan kependudukan dengan prinsip no one left behind, sehingga seluruh kelompok masyarakat mendapatkan manfaat pembangunan.

Senada dengan itu, Deputi Bidang Pengendalian Penduduk Kemendukbangga/BKKBN, Bonivasius Prasetya, mengapresiasi capaian pemerintah daerah yang telah menyusun dokumen pembangunan kependudukan.

“Dalam waktu singkat, lebih dari 200 kabupaten/kota telah menyusun dokumen kependudukan. Ini capaian luar biasa. Namun tantangan berikutnya adalah memastikan dokumen tersebut benar-benar diimplementasikan dalam perencanaan dan penganggaran,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa ketahanan demografi dan ketahanan keluarga menjadi fondasi utama dalam memperkuat pembangunan nasional.

“Negara akan kuat jika memiliki penduduk yang berkualitas dan keluarga yang tangguh. Di sinilah pentingnya PJPK sebagai panduan kebijakan yang terukur,” tambahnya.

Ditambahkan, Kemendukbangga/BKKBN akan terus memperkuat sinergi lintas sektor melalui pembangunan keluarga berbasis siklus hidup guna memastikan setiap tahapan kehidupan penduduk Indonesia terlindungi, produktif, dan sejahtera secara berkelanjutan.(Red)