TANGGAMUS –(deklarasinews.com)– Musim tanam tiba sejumlah petani di dusun Pihabung Pekon Sukabanjar Kecamatan Kotaagung Timur Tanggamus, mempertahankan cara tradisional saat menanam padi. Rabu (4/11)
Kepada deklarasinews.com Zairani mengatakan, selama ini mereka menanam padi sawah dengan cara tradisional dengan menanam tidak mengunakan garis atau ukuran, karena dinilai lebih efektif dan cepat.
Menurut dia, mereka melakukan penanaman padi tidak mengikuti musim tanam yang dianjurkan, asal lahan sudah siap selesai dibajak dan umur benih sudah 22 hari atau lebih, dari masa tebar dipesamaian.
“Kendala yang sering dialami petani disini tentang pengairan, kalau musim kemarau air surut dan bahkan kering, demikian juga kalau musim hujan bendungan mata air jebol, karena bendungan darurat dari batu dan lapis plastik,” ucapnya.
Ditambahkannya, selain kendala susahnya air, juga hama dan penyakit pada tanaman padi, biasanya hama dan penyakit padi akan mulai menyerang saat padi berumur 20 hari dari masa tanam, bahkan sampai pada masa menjelang panen.
Dia berharap kepada pemkab Tanggamus dalam hal ini dinas pertanian, agar segera membangun bendungan mata air yang mengairi sawah kurang lebih 25 Ha tersebut. Juga memberikan penyuluhan kepada para petani untuk menangulangi hama penyakit yang sering menyerang tanaman padi, bahkan sampai puso atau gagal panen.
Senada Jhoni petani setempat juga berharap ada penyuluhan langsung kelapangan saat musim tanam dimulai, saat ini penyuluhan secara kontinu, karena petani masih mempertahankan cara tradisional, tapi sudah konvensional mulai dari mengolah tanah dan perawatannya,” harapnya.(marhandi)