PALEMBANG – (deklarasinews.com) – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Palembang mengadakan talkshow dengan tema “Bicara Inspirasi Pemuda, Membangun Bangsa, Sumpah Aku Cinta Indonesia” bertempat di cafe Guns bilangan kambang iwak Palembang, Sabtu (31/10).
Pemateri pada talkshow ini yaitu ibu Amaliah Sobli, Bapak Ramlan Holdan, Bapak Hernoe Roesprijadji dan Bapak Harya Pratista Endhie Putra.
Dalam keterangannya ketua Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Palembang juga selaku ketua panitia acara Saudara Momon Wahyudi mengatakan, dalam acara ini mencoba membangkitkan semangat pemuda dan pemudi Indonesia khususnya di Kota Palembang. Kemudian kita mengingatkan kembali apa yang telah disumpahkan bersama pada tanggal 28 Oktober 1928 agar tumbuh lagi cinta tanah air dan persatuan Indonesia.
Menghadapi era millenial sekarang ini, pemuda bukan lagi berbicara secara manual saja tapi sudah beralih ke zaman teknologi maju era 4.0. Maka dari itu pemuda harus siap dan dibekali ilmu yang mumpuni.
Salah satu pembicara yang sempat diwawancarai yaitu seorang tokoh partai Ketua DPW PKB Provinsi Sumatera Selatan Bapak Ramlan Holdan mengatakan acara ini sangat penting untuk menanamkan nilai nilai nasionalisme karena ada sebagian oknum yang mengganggu nilai nilai nasionalisme itu. Prinsip prinsip dari nasionalisme itu ada unity, equality, liberty, performance dan individualisme. Tanpa adanya loyalitas yang tinggi terhadap negara ini dan didukung dengan moral yang tinggi mana mungkin bisa mempertahankan nilai nasionalisme.
Nilai nasionalisme juga memunculkan sebuah kedamaian tanpa adanya kedamaian mana mungkin kita menghadapi era globalisasi juga mampu bersaing dengan negara lain. Dunia pendidikan sekarang banyak pemuda terpapar aliran intoleransi begitupun didunia kerja juga ada disusupi aliran intoleransi yang bisa memecah belah bangsa. Maka dari itu pihak keamanan terutama intelijen agar segera mengusut dan menghentikan orang orang yang mengganggu stabilitas keamanan negara dan bangsa Indonesia yang merusak nilai nilai nasionalisme, pungkasnya. (Wanto/Nsy)