Rangkaian Hari Ibu ke-97, IWAPI Bakti Sosial Kunjungi Lansia Panti Tresna Werdha Natar Lampung Selatan

NATAR -(deklarasinews.com)- Dalam rangkaian acara memperingati Hari Ibu ke-97 tahun 2025 Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), selain kegiatan berbagai lomba, donor darah, senam bersama, bazar UMKM, ziarah dan tabur bunga di Taman Makam Pahlawan Tanjung Karang, DPD IWAPI Provinsi Lampung juga mengadakan bakti sosial dengan menyerahkan perlengkapan tidur, perlengkapan mandi, popok lansia, snack, dan tali asih berupa uang tunai ke Panti Tresna Werdha Natar, Jalan Sitara, Muara Putih, Natar, Lampung Selatan, Jumat (19/12).

Dalam kunjungan DPD IWAPI Provinsi Lampung ini disambut langsung Kepala UPTD Pelayanan Sosial Lanjut Usia Tresna Werdha Natar, Iwan Barmansyah, SH., MH serta perwakilan dari  penghuni panti.

“Mewakili para warga penghuni Panti Tresna Werdha Natar, kami mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada DPD IWAPI Provinsi Lampung atas kunjungannya. Harapannya semoga kegiatan ini bisa berjalan rutin, dan tak lupa kami mendoakan semoga IWAPI menjadi Organisasi wanita hebat, maju dan peduli dengan Sesama,”katanya.

Ketua DPD IWAPI Provinsi Lampung, Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS, S.P., MM menyampaikan, kelompok lansia adalah salah satu bagian masyarakat yang perlu perhatian dan kasih sayang dimasa-masa senja mereka.

“Kegiatan Bakti Sosial Jumat Berkah DPD IWAPI Provinsi Lampung ini sebenarnya program rutin, kebetulan kali ini juga dalam rangkaian kegiatan Hari Ibu ke-97 tahun 2025 dengan tujuan ke Panti Tresna Werdha Natar, kunjungan ini juga sebagai salah satu wujud bakti anak kepada orang tua,” kata bunda Reny, panggilan akrabnya.

Pada kesempatan lain, Ketua TP. PKK Provinsi Lampung, Purnama Wulan Sari Mirza, SE., MM didampingi Kepala Dinas Sosial Provinsi Lampung, Drs. Aswarodi, M.Si mengapresiasi kegiatan bakti sosial ini sebagai bentuk kepedulian dan kasih sayang kepada para lanjut usia.

“Kehadiran kami di sini adalah wujud silahturahmi, perhatian, serta komitmen untuk terus menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan dan kebersamaan. Mari kita jadikan peringatan Hari Ibu ke-97 sebagai momentum untuk terus berkarya, mengabdi dan memberi manfaat seluas luasnya bagi masyarakat Lampung,”pungkasnya (rls/*)

Ardhia Nareen, Mahasiswa Manajemen Darmajaya Siap Kuliah di Tiongkok

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ardhia Nareen Cahya Sandrina, mahasiswa Program Studi Manajemen yang dinobatkan sebagai Mahasiswa Berprestasi Juara 2 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, menjadi salah satu calon peserta Program Student Mobility 2025. Saat ini, Ardhia telah lulus seleksi TOEFL dan tengah mempersiapkan diri untuk tahapan seleksi lanjutan, yakni seleksi wawancara.

Program Student Mobility yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026 ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa IIB Darmajaya untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok. Program tersebut dirancang untuk memperluas wawasan akademik, budaya, serta meningkatkan daya saing mahasiswa di tingkat global.

Ketertarikan Ardhia terhadap program student mobility telah tumbuh sejak awal memasuki bangku perkuliahan. Ia memandang program ini sebagai peluang berharga untuk belajar di lingkungan yang berbeda sekaligus mengasah kemampuan global. “Sejak awal masuk perkuliahan, saya sudah tertarik dengan program student mobility karena program tersebut memberikan peluang bagi saya untuk belajar banyak hal di lingkungan yang berbeda. Hal ini membangun kesempatan bagi saya untuk mengembangkan kemampuan yang membantu saya bersaing secara global, seperti mempelajari bahasa baru dan memperluas cara berpikir,” ungkapnya saat diwawancarai Jumat (19/12/25) seperti dikutip dari https://www.darmajaya.ac.id.

Komitmen Ardhia dalam pengembangan diri tercermin dari berbagai prestasi akademik dan nonakademik, khususnya di bidang bahasa Inggris dan komunikasi. Ia pernah meraih Juara 2 Speech Competition pada Darmajaya English Competition, Juara 3 Newscasting pada Lovcomp Competition tahun 2024, serta Juara 2 Newscasting VOL. 3 English Competition tahun 2025 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Selain itu, Ardhia juga memperoleh penghargaan Best Participant dalam ESO Spartanian Sparing Newscasting di Universitas Lampung tahun 2024, serta meraih Juara 2 English Proficiency Award tahun 2025 di Politeknik Negeri Lampung (Polinela).

Dengan rekam jejak prestasi yang konsisten serta motivasi kuat untuk berkembang di tingkat internasional, Ardhia Nareen Cahya Sandrina menjadi salah satu mahasiswa inspiratif yang patut diperhitungkan dalam Program Student Mobility 2025. Persiapan yang matang dan semangat belajar yang tinggi diharapkan mampu mengantarkannya lolos pada tahapan seleksi wawancara dan meraih kesempatan mengikuti perkuliahan di Tiongkok. (**)

Diakui Korea Selatan! Lab IAC IIB Darmajaya Tembus Peringkat 17 Dunia

KOREA –(deklarasinews.com)- Laboratorium Information Acces Center (Lab IAC) yang dimiliki Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya atas hibah Pemerintah Korea Selatan tahun 2013 merupakan yang terbaik ke 17 di dunia.

Hal ini berdasarkan pemeringkatan 27 Lab IAC yang tersebar ke 25 negara termasuk Indonesia yang menjadi satu-satunya di Kampus The Best IIB Darmajaya. Selama ini pemanfaatan Lab IAC dalam mendukung kegiatan akademik kampus ataupun pelatihan dan asesmen dari internal maupun eksternal.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom. dalam lawatannya ke Korea Selatan pada Kamis, (11/12/25) bertemu dengan Manager Konsultan IAC Mr. Hugh. “Alhamdulillah IAC Darmajaya nomor 17 terbaik dari 25 negara,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Masih kata dia, kedepan Pemerintah Korea Selatan meminta agar pemanfaatan Lab IAC dioptimalkan tidak hanya IIB Darmajaya tetapi seluruh IAC yang ada di 25 negara. “IAC Lampung diminta membuat modul sertifikasi untuk pelatihan AI, IoT, dan security yang nanti disertifikasi dengan standar NIA (National Information Society Agency) Korea Selatan. Sehingga IAC Lampung dapat membantu meningkatkan kompetensi dalam mencari ataupun membangun lapangan kerja,” ujarnya.

Dr. Said juga menerangkan terdapat kesempatan untuk mendapatkan hibah dari Pemerintah Korea Selatan dalam pemeliharaan Lab IAC. “Kita akan koordinasi dalam pembuatan modul dengan NIA Korea Selatan,” bebernya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan pencapaian IIB Darmajaya yang berhasil meraih peringkat ke-17 Laboratorium Internet Access Center (IAC) dari total 25 negara penerima hibah merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan.

“Ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan pemanfaatan Laboratorium IAC di IIB Darmajaya telah berjalan dengan baik, efektif, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kapasitas sumber daya manusia di bidang teknologi informasi. Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Korea Selatan atas kepercayaan dan dukungan yang diberikan melalui hibah Laboratorium IAC,” ungkapnya.

Peringkat ini, lanjut dia, menjadi motivasi bagi IIB Darmajaya untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat berbasis teknologi digital, sekaligus memperkuat kerja sama internasional yang berkelanjutan. “Ke depan kami akan terus optimalkan dan tingkatkan lagi pemanfaatan Laboratorium IAC dalam mendukung digitalisasi SDM Indonesia,” tutupnya.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566. (**)

Terobos Daerah Terisolir! Satgas Bencana IIB Darmajaya Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Empat Titik Banjir Sumatra Barat

AGAM -(deklarasinews.com)– Satgas Bencana Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya turun langsung dalam penyaluran bantuan ke lokasi bencana Pulau Sumatra pada Kamis, (18/12/25).

Penyaluran bantuan berasal dari Yayasan Alfian Husin, SDI Pelangi, Ponpes Modern Annida, dan Lima Residence. Juga dari civitas academica IIB Darmajaya mulai dari mahasiswa, tenaga pendidik dan dosen serta pimpinan.

Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa bantuan disalurkan langsung ke lokasi bencana oleh Satgas Bencana IIB Darmajaya. “Ada empat titik untuk lokasi penyaluran bantuan yaitu Guwo, Gurun Laweh, Batu Busuak, dan Maninjau di Sumatra Barat,” ungkapnya.

Sementara, Koordinator Satgas Bencana IIB Darmajaya, M. Yusuf Ash-showaf mengatakan empat titik tersebut sebelumnya telah dilakukan asesmen untuk diberikan kebutuhan yang diperlukan. Seperti Guwo terdiri dari sembako, kasur, dan peralatan sekolah.

Kemudian, Gurun Laweh terdiri dari kasur, magicom, kompor, tas sekolah, peralatan mandi, dan peralatan masak. Lalu di Batu Busuak yang letaknya dekat dengan Universitas Andalas namun efek banjir menyebabkan terisolir sehingga diberikan makanan siap saji untuk bantuannya.

Terakhir, di Maninjau rencananya akan diberikan toren air. “Dana yang terkumpul dari Yayasan Alfian Husin dibelikan barang-barang untuk kebutuhan para korban banjir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, penerima bantuan Widia Handayani sangat senang dengan bantuan yang diberikan kepadanya. “Saya perwakilan warga setempat di Gurun Laweh mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Alfian Husin yang telah memberikan barang-barang bermanfaat kepada warga disini,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., mengatakan turut merasakan duka yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. “Semoga dengan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas,” ungkapnya.

Ary menambahkan Sumatra segera bangkit dan pulih kembali dengan bersama-sama peduli. “Kepedulian dan gotong royong menjadi kunci untuk menghadapi situasi ini. Pemerintah juga telah berupaya maksimal dalam pemulihan pascabencana di tiga provinsi tersebut,” tutupnya. (**)

Galeri Raden Saleh Jadi Daya Tarik Kunjungan Industri Siswa SMKN 1 Purbolinggo ke Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Puluhan siswa SMKN 1 Purbolinggo, Lampung Timur, berkesempatan mengenal lebih dekat dunia kreatif Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) melalui kegiatan kunjungan industri ke Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kamis (18/12/25).

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa karena mereka dapat melihat langsung atmosfer perkuliahan serta fasilitas penunjang pembelajaran di lingkungan kampus. Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak berkeliling Galeri Raden Saleh yang menyajikan berbagai karya desain mahasiswa DKV, mulai dari desain grafis, ilustrasi, fotografi, hingga karya visual kreatif lainnya.

Selain Galeri Raden Saleh, para siswa juga mengunjungi laboratorium komputer DKV, studio fotografi, serta sejumlah fasilitas pendukung lain yang digunakan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan profesional di bidang desain komunikasi visual.

Ketua Program Studi DKV IIB Darmajaya, Ade Moussadecq, S.Pd., M.Sn., hadir langsung untuk mempresentasikan profil Prodi DKV. Ia menjelaskan kurikulum, prospek karier lulusan, serta keunggulan DKV Darmajaya dalam mencetak sumber daya manusia kreatif yang siap bersaing di industri kreatif.

“DKV Darmajaya tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa dibekali kompetensi yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan dari Senior Staf Direktorat Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran (DHKP) IIB Darmajaya, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan industri seperti ini merupakan bagian dari komitmen Darmajaya untuk membuka wawasan siswa sejak dini mengenai pilihan pendidikan tinggi dan peluang masa depan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di Darmajaya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Purbolinggo, Arinto Prabowo, S.P., mengapresiasi sambutan dan fasilitas yang diberikan oleh IIB Darmajaya. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan untuk menambah wawasan siswa mengenai dunia kampus dan industri kreatif.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami sebagai bekal untuk menentukan langkah pendidikan selanjutnya,” ungkapnya.

Menambah semangat para siswa, perwakilan Himpunan Mahasiswa (Hima) DKV Darmajaya turut memberikan motivasi dengan berbagi pengalaman kuliah dan aktivitas organisasi. Mereka mengajak para siswa SMKN 1 Purbolinggo untuk berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan di Kampus Darmajaya sebagai tempat mengembangkan potensi dan kreativitas. (**).

Dari Dapur ke Panggung Nasional: Kiprah Mahasiswi IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Siapa sangka, kue bercita rasa jadul dengan sentuhan modern mampu mengantarkan seorang mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menembus panggung wirausaha nasional. Dialah Aulya Haya Nabila, mahasiswi Program Studi Pariwisata sekaligus pendiri INSLOVE, usaha kuliner kreatif yang menjual lebih dari sekadar rasa, tetapi juga emosi dan kenangan.

Mengusung konsep emotional gift service, INSLOVE sukses mencuri perhatian dewan juri pada ajang KMI Expo XVI 2025. Prestasi tersebut mengantarkan tim INSLOVE meraih Juara III Kategori Makanan dan Minuman – Tahapan Bertumbuh dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) di Universitas Tidar, Magelang, pada 19–21 November 2025.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ide sederhana, jika dikemas dengan hati dan inovasi, mampu bersaing di tingkat nasional. Aulya menegaskan bahwa konsistensi serta keberanian bereksperimen merupakan kunci utama dalam membawa INSLOVE berkembang hingga tahap bertumbuh. Selain kompetisi, Aulya turut menampilkan kostum serta kearifan lokal dari berbagai daerah sebagai wujud keberagaman budaya Indonesia. Penampilan tersebut ditampilkan dalam pawai budaya yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan KMI Expo XVI 2025.

Kegiatan ini merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa wirausaha dari seluruh Indonesia. Melalui pameran produk, kompetisi, hingga pawai budaya, KMI Expo tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas dan inovasi, tetapi juga sarana memperkuat jejaring, kolaborasi, serta pengembangan bisnis rintisan mahasiswa di berbagai bidang.

Sebelumnya, INSLOVE kembali lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, menandai tahun kedua berturut-turut usaha ini memperoleh dukungan dari pemerintah. Menurut Aulya, pendanaan tersebut bukan sekadar tambahan modal, melainkan juga dorongan moral untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha. “Dukungan ini membuat kami semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh dan membangun INSLOVE secara profesional,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (18/12/25) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Di balik kesuksesan tersebut, Aulya juga mengemban peran strategis sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Periode 2025–2026. Ia berharap pengalamannya membangun INSLOVE dapat menginspirasi mahasiswa lain agar berani memulai usaha sejak dini dan tidak takut gagal dalam prosesnya. Dari dapur kecil yang penuh cerita hingga panggung nasional, langkah Aulya Haya Nabila menjadi bukti bahwa passion, kreativitas, dan keberanian untuk memulai mampu mengubah mimpi menjadi prestasi.(**)

Dukung Pendidikan Berkualitas, PLN Berikan Bantuan Fasilitas Komputer ke SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)— PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan fasilitas belajar berupa komputer, printer, dan Uninterruptible Power Supply (UPS) kepada SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Program bantuan ini merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif, setara, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Melalui penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis digital, PLN mendorong terciptanya lingkungan belajar yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi generasi muda.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, mengatakan bahwa bantuan fasilitas belajar ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pemerataan akses teknologi di sektor pendidikan.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk menunjang proses pembelajaran, sekaligus membekali para siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan, PLN menyalurkan 14 unit komputer, 1 unit printer, dan 14 unit UPS yang telah siap digunakan dalam kegiatan praktik di laboratorium komputer. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ruang praktik serta kualitas pembelajaran, sehingga lebih banyak siswa dapat belajar secara bersamaan dengan sarana yang layak.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran, Tohirun, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan layanan pendidikan di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan komputer yang diberikan. Fasilitas ini sangat berarti bagi siswa kami dalam meningkatkan kemampuan literasi digital sebagai bekal meraih cita-cita di masa depan,” ungkapnya.

Melalui bantuan ini, PLN berharap tercipta lingkungan belajar yang lebih modern, produktif, dan adaptif, serta mampu menumbuhkan minat siswa untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran kreatif di era digital.(red)

Membanggakan, 3 kali Berturut-turut Sebagai Juara Umum, Drumband TK Global Surya Berhak Bawa Pulang Piala Tetap Gubernur Lampung 2025

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dewan Juri menobatkan TK Global Surya, Bandarlampung sebagai Juara Tetap lomba Drumband tingkat TK dalam event Pesona Bahari Lampung 2025 setelah meraih 3 kali berturut-turut sebagai juara umum yang diselenggarakan oleh Sympony Art Organizer Pesona Bahari Lampung 5, tahun 2025 mengusung tema ‘The Greatest Queen Bilqis from Saba Kingdom’ bertempat di Sport Center UIN Raden Intan Lampung,  Minggu (14/12).

TK Islam Global Surya dinyatakan juara dalam beberapa kategori yang diperlombakan, antara lain, Juara 1 sound sport devisi TK Mandiri Utama, Juara 1 music performance devisi TK Mandiri Utama, Juara 1 visual devisi TK Mandiri Utama, Juara 1 overall impressions devisi TK Mandiri Utama, Juara 2 individual mayoret, Juara 2 field Commander, Juara 2 kostum, sehingga TK Global Surya di nyatakan layak sebagai Juara Tetap TK Kategori Mandiri Utama karena telah 3 kali berturut-turut meraih juara Umum.

Lomba Drùmband tersebut di ikuti seluruh Sekolah jenjang TK se-sumbagsel dengan 2 kategori yaitu Pra-Mandiri dan Mandiri utama, dimana salah satunya adalah TK Global Surya yang  berhasil menjuarai  kategori mandiri utama  dan berhak membawa pulang berbagai piala dalam kesempatan tersebut.

Kepala TK Global Surya,  Verra V. Widiya Laras, S.S. S.Pd mengatakan, berkat kesungguhan, kerja sama yang baik dari semua pihak, ketekunan dan keseriusan siswa TK Global Surya saat berlatih sehingga TK GSIS bisa meraih Juara Tetap.

“Alhamdulillah, puji syukur tak henti dengan bangga kami membawa pulang semua piala buah hasil kerja keras siswa-siswi TK dan para guru TK Global Surya. Latihan dibawah terik matahari dan hujan. Selamat dan terimakasih kepada anak-anak kami yang telah berusaha keras dalam berlatih hingga menjadi juara. Persiapan latihan selama berbulan-bulan, melatih kerjasama dalam tim, disiplin, mengembangkan rasa percaya diri, semangat berkompetisi dan mengembangkan seni kreativitas dalam bermusik, alhamdulillah kami dapat melihat hasil dari latihan itu,”katanya.

Lebih lanjut ms Verra, sapaan akrabnya juga menyampaikan terimakasih kepada Yayasan Taraka Surya dan seluruh keluarga besar Global Surya yang telah mensuport keberhasilan anak-anak TK Global Surya sehingga dapat meraih Juara Tetap.

“Terimakasih tak terhingga kami sampaikan kepada Ketua Yayasan Taraka Surya, Bapak Dr. H. Andi Surya, Koordinator Global Surya,  Ibu Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,S.P.,MM, Ketua dan anggota TPM, dan seluruh keluarga besar Global Surya atas support, doa dan kerjasamanya selama kami melakukan latihan. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh wali murid dan PTA (Parents Teachers Association) yang telah mensupport dan berpartisipasi dalam kompetisi ini.”lanjutnya.

Ketua Tim Penjamin Mutu GSIS,  Imam Santoso M.Pd didampingi oleh anggota TPM GSIS, Drs. Haryanto, M.Si dan Drs. Banjir Sihite, M.Pd mengucapkan selamat dan bangga atas berprestasi yang diraih oleh siswa-siswi TK Global Surya.

“Selamat dan sukses tim Drumband TK Global Surya, atas juara yang diraih, Kami Sangat bangga kepada  anak-anak yang tekun dan semangat dalam berlatih dan juga bangga dengan kualitas guru-guru TK Global Surya sehingga konsisten menghasilkan Generasi Cemerlang, terus pupuk bakat anak-anak kita di Global Surya khususnya TK Global Surya agar terus menorehkan tinta emas sampai ke taraf Nasional. Semoga dengan kemenangan ini dapat memicu semangat anak-anak kita yang ada di SD, SMP, maupun SMA Global Surya semakin sukses dan berprestasi di bidang masing masing sesuai bakat dan minatnya.”pungkasnya. (rls/*)

Mahasiswa Pariwisata Darmajaya Gali Pengalaman Industri Bersama Praktisi Event Kreatif

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pesan kuat mengenai keberanian dan kesiapan menghadapi dunia kerja disampaikan oleh Ryan Prakasa, Director Rvolt Indonesia, dalam kegiatan Stadium General bertema “Creative Event Management: Membangun Inovasi dan Profesionalisme di Dunia Event”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata (Hima Pariwisata) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Rabu, (17/12/25), bertempat di Gedung Pascasarjana IIB Darmajaya.

Dalam pemaparannya, Ryan menegaskan bahwa industri event merupakan dunia yang dinamis dan penuh tantangan. “Dunia event tidak menunggumu siap. Karena itu, mulailah dari sekarang. Jadilah pribadi yang berani mencoba dan tumbuh bersama pengalaman,” ujar Ryan dengan penuh motivasi.

Ia menambahkan bahwa keterampilan di bidang event tidak cukup hanya dipelajari secara teori. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa akan terbiasa menghadapi berbagai permasalahan yang justru menjadi proses pembentukan profesionalisme. Menurutnya, pengalaman nyata mampu mengasah kemampuan berpikir cepat, kreatif, dan solutif.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Desain, Hukum, dan Pariwisata IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., yang hadir didampingi Plt. Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I. Dalam sambutannya, Dr. Handoyo berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menggali ilmu dan wawasan dari praktisi yang kompeten serta berpengalaman. Ia menekankan pentingnya pembelajaran langsung dari dunia industri sebagai bekal menghadapi persaingan kerja.

Ketua Program Studi Pariwisata IIB Darmajaya, Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa Program Studi Pariwisata memiliki tiga peminatan utama, yaitu Perhotelan, Destinasi Wisata, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Ia menegaskan bahwa kegiatan Stadium General ini selaras dengan peminatan MICE karena memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan event secara kreatif dan profesional, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang tersebut.

Stadium General ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa IIB Darmajaya, tetapi juga dihadiri perwakilan mahasiswa Prodi Pariwisata Politeknik Negeri Lampung. Para peserta antusias mengikuti kegiatan, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan sesi tanya jawab dengan penuh semangat. (**)

Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Universitas Paramadina menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk “Evaluasi & Outlook Pendidikan Tinggi Riset Menuju Kampus Global” sebagai forum refleksi kritis terhadap arah kebijakan pendidikan tinggi Indonesia di tengah persaingan global. Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan strategis dari legislatif dan pimpinan perguruan tinggi nasional. Selasa (16/12/2025)

Diskusi dimoderatori oleh Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Universitas Paramadina, dengan pembicara Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Ketua Komisi X DPR RI), Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D (Rektor Universitas Paramadina), Prof. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D (Rektor Universitas Bakrie), serta Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU (Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung) dan Prof. Andi Adriansyah M.Eng.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa pendidikan tinggi Indonesia tengah menghadapi krisis arah dan kualitas. Ia menyatakan secara lugas, “Dunia kampus kita telah kehilangan momentum untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, daya inovasi, riset dan lainnya, apalagi untuk mengejar ketertinggalan kualitas SDM dengan negara-negara seperti Singapore dan Malaysia.”

Menurut Prof. Didik, kualitas perguruan tinggi berbanding lurus dengan daya saing ekonomi suatu bangsa. Ia mencontohkan Vietnam yang berhasil memacu pertumbuhan ekonomi hingga 7,5 persen per tahun sebagai buah dari keberhasilan membangun kualitas SDM melalui pendidikan tinggi. Ia juga mengkritik praktik ekspansi masif perguruan tinggi negeri yang mengabaikan kualitas. “Ketika rasio dosen dan mahasiswa dilakukan di kampus negeri, maka ketahuan rasio dosen vs mahasiswa ternyata 1 : 250. Jelas hal itu tidak sehat bagi kampus negeri dan tidak sehat bagi ekosistem pendidikan tinggi secara keseluruhan,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Didik menilai pembukaan kelas magister oleh kampus negeri di Jakarta tidak berkorelasi dengan peningkatan mutu akademik. “Itu praktis hanya kelas untuk menambah pendapatan kantong dosen-dosennya. Tidak ada hubungannya dengan peningkatan kualitas dosen, riset dan inovasi perguruan tinggi,” ujarnya. Ia menutup dengan seruan agar orientasi perguruan tinggi negeri kembali pada riset dan inovasi, bukan sekadar pengajaran massal.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, menggarisbawahi tiga isu utama pendidikan tinggi nasional, yakni ketersediaan dan akses, keterjangkauan biaya, serta kualitas perguruan tinggi yang masih terpusat di Pulau Jawa. Ia menekankan bahwa tantangan riset dan inovasi semakin mendesak seiring perubahan kebutuhan dunia industri dan masyarakat.

Menurut Hetifah, perguruan tinggi Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar institusi pengajaran menuju pusat inovasi dan penggerak kemajuan ekonomi. Evolusi ini penting agar lulusan mampu menjawab tantangan strategis nasional seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan penguasaan sains serta teknologi.

Dari perspektif transformasi kelembagaan, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU menekankan pentingnya peningkatan kualitas berbasis strategi dan perencanaan jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa perangkingan global dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam merumuskan prioritas sumber daya dan arah transformasi kampus.

Ia mendorong perguruan tinggi untuk bergerak dari teaching university menuju research university hingga entrepreneurial university atau yang ia sebut sebagai “kampus berdampak”. Menurutnya, kampus harus menjadi penghela ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan bukti (evidence-based economy), sekaligus berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan publik.

Pandangan kritis terhadap perangkingan global disampaikan oleh Prof. Andi Andriansyah, M.Eng. Ia menilai bahwa fokus berlebihan pada indikator kuantitatif seperti publikasi, sitasi, dan reputasi akademik telah menimbulkan distorsi tujuan pendidikan tinggi. “Seolah-olah kampus menjadi fabrikasi publikasi, sitasi, juga artikel tetapi tidak mengukur efek impact dan dampaknya kepada masyarakat kita secara umum,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak persoalan lokal dan regional justru terabaikan akibat obsesi terhadap standar global. “Akhirnya dosen dan civitas akademika tertekan untuk meningkatkan kuantitas dari riset mereka, bukan mengejar kualitas dari dampak riset tersebut,” tambahnya. Prof. Andi mengusulkan pergeseran paradigma dari global ranking menuju global relevance, yakni pengakuan dunia terhadap kampus yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.