9 Universitas di Jakarta dengan Reputasi Baik yang Layak Dipertimbangkan

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi merupakan salah satu langkah penting dalam mempersiapkan masa depan. Pemilihan kampus yang tepat tidak hanya berpengaruh terhadap kualitas pembelajaran yang diperoleh, tetapi juga dapat membuka peluang pengembangan karier dan jaringan profesional yang lebih luas.

Sebagai ibu kota Indonesia, Jakarta menjadi salah satu destinasi pendidikan tinggi yang menawarkan banyak pilihan universitas berkualitas. Berbagai perguruan tinggi di Jakarta terus meningkatkan mutu akademik melalui penguatan kurikulum, pengembangan fasilitas, kerja sama dengan industri, hingga pencapaian akreditasi dan pengakuan dari berbagai lembaga pemeringkatan.

Dengan banyaknya pilihan yang tersedia, calon mahasiswa perlu memahami keunggulan masing-masing kampus agar dapat menentukan universitas yang sesuai dengan minat, kebutuhan, dan tujuan karier. Berikut 10 universitas di Jakarta yang memiliki reputasi baik dan layak masuk dalam daftar pertimbangan Anda.

  1. Universitas Paramadina

Universitas Paramadina menjadi salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta yang dikenal melalui pendekatan pendidikan yang menggabungkan keunggulan akademik, pengembangan karakter, dan kepemimpinan. Kampus yang berlokasi di Cipayung, Jakarta Timur ini didirikan oleh tokoh intelektual Indonesia Nurcholish Madjid, kampus ini konsisten mengembangkan lingkungan belajar yang mendorong mahasiswa berpikir kritis, terbuka, dan adaptif terhadap perubahan zaman.

Universitas Paramadina menawarkan berbagai program studi yang relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global, seperti desain komunikasi visual, desain produk, manajemen, komunikasi, hubungan internasional, psikologi, hingga teknik informatika dan falsafah & agama. Dukungan jaringan mitra industri dan berbagai program pengembangan mahasiswa menjadikan Paramadina sebagai salah satu pilihan terbaik bagi calon mahasiswa yang ingin memperoleh pendidikan berkualitas sekaligus mempersiapkan diri menghadapi dunia profesional.

  1. BINUS University

BINUS University menjadi salah satu universitas swasta yang memiliki reputasi tinggi di Indonesia, khususnya dalam bidang teknologi informasi, bisnis, dan inovasi digital. Kampus ini dikenal memiliki berbagai program internasional serta kerja sama dengan institusi pendidikan dan perusahaan global.

Kesempatan mengikuti program pertukaran pelajar, magang, dan kolaborasi internasional menjadi nilai tambah yang mendukung pengalaman akademik mahasiswa.

  1. Universitas Kristen Indonesia (UKI)

Universitas Kristen Indonesia atau UKI merupakan salah satu perguruan tinggi swasta yang telah lama berkiprah dalam dunia pendidikan tinggi nasional. Berlokasi di Jakarta Timur, UKI menawarkan beragam program studi dari bidang kesehatan, hukum, pendidikan, ekonomi, teknik, hingga ilmu sosial.

Dengan pengalaman panjang dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi serta komitmen terhadap pengembangan kompetensi dan karakter mahasiswa, UKI tetap menjadi salah satu pilihan yang diperhitungkan di Jakarta.

  1. Universitas Bakrie

Universitas Bakrie dikenal sebagai perguruan tinggi yang mengedepankan keterkaitan antara dunia akademik dan kebutuhan industri. Kampus ini menawarkan berbagai program studi yang dirancang untuk menghasilkan lulusan yang siap menghadapi tantangan dunia kerja modern.

Melalui berbagai kolaborasi dengan perusahaan dan institusi profesional, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan pengalaman praktis yang mendukung kesiapan karier setelah lulus.

  1. Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya merupakan salah satu perguruan tinggi swasta terkemuka di Jakarta yang telah dikenal luas melalui kualitas pendidikan dan kontribusinya dalam bidang penelitian.

Program studi seperti Kedokteran, Psikologi, dan Ilmu Kesehatan menjadi beberapa bidang yang memiliki reputasi kuat. Selain itu, Atma Jaya juga didukung jaringan alumni yang tersebar di berbagai sektor profesional dan industri.

  1. Universitas Trisakti

Universitas Trisakti merupakan salah satu universitas swasta terbesar dan paling dikenal di Jakarta. Kampus yang berlokasi di kawasan Grogol ini memiliki beragam program studi unggulan, terutama di bidang hukum, kedokteran, teknik, dan ekonomi.

Jaringan alumni yang luas serta hubungan kerja sama dengan berbagai institusi menjadi salah satu kekuatan yang mendukung pengembangan karier para lulusannya.

  1. Universitas Mercu Buana

Universitas Mercu Buana termasuk salah satu perguruan tinggi swasta yang memiliki reputasi baik di Jakarta. Dengan pilihan program studi yang beragam dan beberapa lokasi kampus, universitas ini menawarkan akses pendidikan yang relatif luas bagi masyarakat.

Selain fokus pada kualitas akademik, Mercu Buana juga aktif mengembangkan kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kolaborasi dengan dunia usaha dan industri untuk meningkatkan daya saing lulusan.

  1. Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI)

Universitas Bina Sarana Informatika atau UBSI dikenal sebagai salah satu perguruan tinggi yang memiliki rekam jejak kuat dalam pendidikan berbasis teknologi dan vokasi. Berawal dari lembaga pendidikan komputer, UBSI berkembang menjadi universitas dengan jaringan kampus yang tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

UBSI, selain fokus pada pengembangan kompetensi teknologi, kampus ini juga aktif mendorong kewirausahaan mahasiswa, pelatihan keterampilan, dan kolaborasi dengan dunia industri.

  1. Universitas Nusa Mandiri (UNM)

Universitas Nusa Mandiri dikenal sebagai kampus yang memiliki fokus pada pengembangan teknologi finansial, keamanan siber, dan ekonomi digital. Melalui konsep The First Fintech University di Indonesia, UNM berupaya menjawab kebutuhan sumber daya manusia di era transformasi digital.

Selain memperkuat kualitas pembelajaran, universitas ini juga aktif mengembangkan kegiatan penelitian, inovasi, dan program pengembangan kompetensi mahasiswa untuk meningkatkan kesiapan menghadapi dunia kerja.

Memilih Kampus yang Tepat untuk Masa Depan

Setiap universitas memiliki keunggulan dan karakteristik yang berbeda. Ada kampus yang unggul dalam bidang teknologi, bisnis, kesehatan, komunikasi, maupun pengembangan kepemimpinan dan karakter.

Karena itu, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan berbagai faktor, mulai dari kualitas akademik, akreditasi, fasilitas, jaringan industri, hingga kesesuaian program studi dengan tujuan karier yang ingin dicapai.

Di antara berbagai pilihan tersebut, Universitas Paramadina dapat menjadi salah satu alternatif utama bagi calon mahasiswa yang menginginkan pendidikan berkualitas dengan keseimbangan antara kompetensi akademik, pengembangan karakter, dan kepemimpinan. Sementara itu, universitas lain seperti UBSI, Nusa Mandiri,  Atma Jaya, BINUS University, UKI, Universitas Bakrie, Trisakti, dan Mercu Buana juga menawarkan keunggulan masing-masing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan aspirasi pendidikan setiap individu.

Lawan Ancaman Hacker, Mahasiswa Teknik Informatika Unggul Darmajaya Dalami Cyber Security

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memiliki tiga program unggulan yang dirancang sesuai kebutuhan industri digital saat ini, yaitu Artificial Intelligence (AI), Game & Multimedia, serta Cyber Security & Forensic Computer. Selain itu, mahasiswa juga dibekali kompetensi Mobile Technology yang menjadi bagian penting dalam pengembangan teknologi modern.

Untuk mendukung pengembangan kompetensi mahasiswa di luar perkuliahan, Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya memiliki study club sesuai bidang minat dan keahlian. Salah satunya adalah Darmajaya Cyber Security Club (DCSC), yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari dan mengembangkan kemampuan di bidang keamanan siber (cyber security).

Salah satu mahasiswa, I Gde Arkana Satwika mengaku mendalami berbagai aspek keamanan digital guna menghadapi tantangan dunia teknologi yang terus berkembang melalui Darmajaya Cyber Security Club. Dunia digital baginya bukan hanya tentang bermain game, berselancar di media sosial, atau memanfaatkan berbagai aplikasi yang memudahkan aktivitas sehari-hari. Di balik semua kemudahan tersebut, terdapat tantangan besar berupa ancaman keamanan siber yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.

“Cyber Security mengajarkan kami bagaimana melindungi data dan sistem dari berbagai ancaman. Tidak hanya memahami teknologi, tetapi juga belajar menjadi penjaga keamanan digital agar informasi penting tidak mudah disalahgunakan,” ujarnya saat diwawancarai Selasa (16/62026).

Melalui Darmajaya Cyber Security Club (DCSC), Gde Arkana mempelajari berbagai materi dan praktik terkait keamanan siber. Mulai dari memahami dasar-dasar keamanan jaringan, mengenali celah keamanan sistem, hingga mempelajari langkah-langkah pencegahan terhadap serangan digital yang dapat merugikan individu maupun organisasi.

Ia mengatakan bahwa Cyber Security tidak hanya berfokus pada pembangunan sistem teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan sistem tersebut tetap aman dari berbagai ancaman. Karena itu, anggota DCSC didorong untuk memiliki pola pikir sebagai guardian atau penjaga yang bertugas melindungi aset digital.

Darmajaya Cyber Security Club (DCSC) sendiri menjadi wadah pengembangan minat dan bakat mahasiswa di bidang keamanan siber. Komunitas ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan, berdiskusi, serta mengasah keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri teknologi saat ini.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng., mengatakan bahwa seiring meningkatnya transformasi digital di berbagai sektor, kebutuhan terhadap talenta yang memiliki kompetensi di bidang Cyber Security juga semakin besar. Kemampuan menjaga keamanan data dan sistem kini menjadi salah satu keterampilan yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan maupun instansi.

Menurutnya, generasi muda tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi. Mereka juga perlu memiliki pemahaman dan kemampuan untuk melindungi data serta menjaga keamanan ruang digital di tengah meningkatnya ancaman siber. “Melalui program unggulan AI, Game & Multimedia, Cyber Security & Forensic Computer, serta penguatan kompetensi Mobile Technology yang didukung berbagai study club, mahasiswa Teknik Informatika IIB Darmajaya didorong untuk menjadi talenta digital yang inovatif, adaptif, dan siap menghadapi tantangan industri teknologi masa depan,” ujarnya.

Bagi generasi muda yang tertarik menjadi talenta digital masa depan, Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya menjadi pilihan tepat untuk mengembangkan potensi dan meraih karier di industri teknologi. (**)

BEM Unila Siapkan Pengabdian Masyarakat dan Festival Budaya di Katibung, Bupati Egi Sambut Kolaborasi Promosi Pariwisata Lampung Selatan

LAMSEL -(deklarasinews.com)- Rencana pengabdian masyarakat dan festival budaya yang akan digelar mahasiswa Universitas Lampung (Unila) di kawasan Raden Inten Beach, Kecamatan Katibung, mendapat sambutan positif dari Pemkab Lampung Selatan.

Hal itu mengemuka saat Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Unila, Aditiya Putra Bayu, bersama jajaran melakukan audiensi dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di ruang kerja bupati setempat, Rabu (17/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, BEM Unila memaparkan rencana kegiatan pengabdian masyarakat dan festival budaya yang akan berlangsung pada 10-12 Juli 2026. Kegiatan itu akan melibatkan ratusan mahasiswa dan relawan dengan fokus pada pelestarian lingkungan, penguatan budaya lokal, serta promosi potensi pariwisata Lampung Selatan.

Presiden Mahasiswa Unila, Aditiya Putra Bayu, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa kepada masyarakat sekaligus upaya memperkenalkan kekayaan budaya dan destinasi wisata daerah kepada khalayak yang lebih luas.

“Kegiatan ini merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat. Kami ingin mengangkat potensi budaya, lingkungan, dan pariwisata yang ada di Lampung Selatan agar semakin dikenal luas, karena yang hadir tidak hanya mahasiswa dari Lampung, tetapi juga dari luar daerah,” ujar Aditiya.

Ia menjelaskan, hari pertama kegiatan akan difokuskan pada isu lingkungan hidup melalui kerja bakti di kawasan pantai, edukasi lingkungan, pelepasan penyu, serta kampanye pelestarian alam.

Selanjutnya, rangkaian acara akan diisi berbagai kegiatan budaya yang menampilkan kekayaan adat Lampung, baik Sai Batin maupun Pepadun. Beragam pertunjukan seni seperti tari tradisional, teater budaya, musik, olahraga rekreasi, hingga aktivitas yang melibatkan generasi muda juga akan menjadi bagian dari festival tersebut.

Menurut Aditiya, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana promosi budaya dan pariwisata Kabupaten Lampung Selatan. Untuk memperluas jangkauan publikasi, panitia juga telah menjalin komunikasi dengan berbagai media.

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan sehingga kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda mahasiswa, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung promosi pariwisata daerah,” katanya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif mahasiswa Unila yang mengintegrasikan unsur lingkungan hidup, budaya, dan pariwisata dalam satu kegiatan.

Menurut Bupati Egi, konsep tersebut memiliki potensi besar untuk memperkenalkan kekayaan daerah sekaligus memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar.

“Harapannya kegiatan ini bisa memperkenalkan budaya dan pariwisata yang ada di Lampung, khususnya di Lampung Selatan. Nanti akan kita pelajari apa saja yang bisa dikolaborasikan dan dikerjasamakan,” ujar Bupati Egi.

Bupati Egi juga mengapresiasi semangat mahasiswa yang tidak hanya berfokus pada aktivitas akademik, tetapi turut mengambil peran dalam pemberdayaan masyarakat dan promosi potensi daerah.

Ia berharap program yang dijalankan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pengembangan sektor pariwisata yang saat ini menjadi salah satu fokus pembangunan Kabupaten Lampung Selatan.

Audiensi tersebut menjadi langkah awal terbangunnya sinergi antara Pemkab Lampung Selatan dan mahasiswa Unila dalam mendorong pelestarian budaya, pengembangan pariwisata, serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

 

Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah, Pemprov Lampung Perkuat Konektivitas Transportasi Darat, Laut, dan Udara

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pemerintah Provinsi Lampung terus berupaya  melakukan transformasi pada sektor perhubungan menuju transportasi modern. Langkah ini menjadi perhatian Pemerintah Provinsi Lampung guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan oleh Asisten Administrasi Umum, Sulpakar yang membacakan sambutan tertulis Gubernur Lampung pada Upacara Bulanan di Lapangan Korpri, Rabu (17/6/2026). Dalam arahannya, Ia menekankan bahwa perubahan zaman yang dinamis ini membawa sejumlah tantangan lokal yang harus segera diselesaikan secara berkelanjutan oleh seluruh jajaran pemerintahan.

“Kita masih menghadapi beberapa persoalan mendasar di lapangan, seperti kebutuhan kepastian regulasi dan perlindungan bagi seluruh pihak dalam ekosistem transportasi online, penanganan kendaraan ODOL (Over Dimension Over Load) yang merusak jalan dan mengancam keselamatan, hingga menurunnya daya saing angkutan umum konvensional,” ungkap Sulpakar.

Menjawab tantangan tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung menegaskan bahwa solusi komprehensif yang disiapkan adalah transformasi menyeluruh yang mengintegrasikan seluruh simpul transportasi (pelabuhan, stasiun, bandara, dan terminal) agar pergerakan masyarakat dan logistik menjadi lebih cepat, aman, dan efisien.

Sebagai jawaban konkret atas tantangan regulasi, keselamatan, dan modernisasi, Pemerintah Provinsi Lampung bersama para pemangku kepentingan telah berhasil mengimplementasikan sejumlah capaian nyata di lapangan. Menjawab tuntutan green transportation misalnya, Lampung kini telah sukses mengoperasikan layanan Smart BRT Itera di sektor darat. Kemajuan ini diperkuat dengan masuknya investasi asing melalui kehadiran armada Taksi Listrik Green SM, yang membuktikan tingginya kepercayaan investor terhadap kesiapan Lampung dalam membangun ekosistem kendaraan listrik rendah emisi.

Sementara itu, peningkatan standar keselamatan dan pelayanan di sektor penyeberangan Selat Sunda juga terus dipacu. Konektivitas antara Pulau Sumatera dan Jawa kini semakin solid berkat pengoperasian KMP Dalom I rute Bakauheni–Merak, optimalisasi dua dermaga eksekutif, serta peremajaan armada kapal reguler maupun eksekutif demi menjamin kepastian layanan bagi pengguna jasa. Selain sebagai gerbang logistik laut, konektivitas udara Provinsi Lampung juga mendapat angin segar setelah Bandara Raden Inten II resmi kembali menyandang status sebagai Bandara Internasional, sebuah momentum penting yang diyakini akan memperluas aksesibilitas Lampung.

Sejumlah rencana besar juga tengah dimatangkan untuk memastikan infrastruktur transportasi Lampung mampu menampung pertumbuhan ekonomi masa depan melalui :

– Optimalisasi Jalur Kereta Api & Logistik Batubara guna meminimalkan beban jalan raya akibat kendaraan besar (termasuk ODOL), fokus diarahkan pada rencana pembangunan jalur ganda (double track) lintas Muara Enim–Prabumulih–Tegineneng–Tarahan.

– Pengembangan Kawasan Pesisir & Terminal Regional yang terdiri dari 5 pelabuhan pengumpan regional dengan memprioritaskan Pelabuhan Sebalang untuk segera dioperasikan guna mendongkrak ekonomi pesisir.Sementara di sektor darat, dari 15 terminal Tipe B yang dikelola Pemprov, sebanyak 6 terminal telah dielaborasikan dan kualitas pelayanannya akan terus ditingkatkan secara bertahap.

Di akhir arahannya, Sulpakar meminta seluruh perangkat daerah dan pemangku kepentingan untuk tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan bergerak dalam satu visi yang padu.

“Berbagai capaian dan rencana ini adalah ikhtiar bersama untuk membangun sistem transportasi Lampung yang terintegrasi, modern, berkelanjutan, dan berdaya saing. Mari kita jadikan sektor transportasi sebagai roda penggerak utama menuju Lampung yang maju, inklusif, terkoneksi, dan berdaya saing,” pungkasnya.

AI Bukan Ancaman, Melainkan Asisten: Prof. Said Hasibuan Soroti Pergeseran Pasar Tenaga Kerja di Era Digital

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) yang semakin masif dinilai membawa perubahan besar dalam berbagai sektor, termasuk dunia kerja, pendidikan, pertanian, hingga pengembangan UMKM. Namun, AI bukanlah ancaman yang harus ditakuti, melainkan alat bantu yang dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas manusia.

Hal tersebut disampaikan oleh Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom. dalam dialog bersama Radio Republik Indonesia dengan tema “AI dan Pergeseran Pasar Tenaga Kerja.” pada Selasa, (16/6/26).

Menurut Prof. Said, kehadiran AI perlu dipandang sebagai bentuk automation assistant atau asisten digital yang membantu pekerjaan manusia, bukan menggantikannya sepenuhnya.

“AI bukan musuh. AI hadir sebagai asisten yang membantu pekerjaan menjadi lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien. Secara profesional, AI sangat membantu dalam layanan maupun proses produksi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa penggunaan AI yang tepat dapat membuka wawasan yang lebih luas, mempercepat analisis data, serta mempermudah pengambilan keputusan di berbagai bidang.

Dalam dunia pendidikan, Prof. Said menekankan pentingnya adaptasi institusi pendidikan terhadap perkembangan teknologi AI. Kampus, menurutnya, harus membekali dosen dan mahasiswa dengan pemahaman mengenai penggunaan AI yang etis dan produktif.

“Kami di kampus sudah mulai membangun pemahaman tentang etika penggunaan AI. Jika dosen tidak mau beradaptasi, maka mereka berpotensi tertinggal oleh perkembangan zaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa AI tidak menghilangkan pekerjaan, melainkan mengubah cara kerja. Banyak sektor yang justru semakin diuntungkan dengan pemanfaatan AI, seperti pertanian yang dapat memiliki supply chain lebih terukur, serta sektor pariwisata yang mampu memperkenalkan destinasi secara virtual kepada pasar global.

Selain itu, kebijakan pemerintah, promosi produk lokal, hingga penguatan UMKM juga dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan AI.

“Produk-produk UMKM kita bisa dipromosikan lebih luas dengan AI. Riset pasar yang sebelumnya membutuhkan waktu lama kini bisa dilakukan lebih cepat dan efisien,” katanya.

Prof. Said juga menyoroti peran AI dalam membuka peluang demokrasi ekonomi. Menurutnya, AI memungkinkan pelaku usaha dari daerah untuk menembus pasar global tanpa harus berpindah lokasi.

“Dengan AI, kita tidak perlu ke mana-mana, tetapi bisa hadir di mana saja. Kita bisa menjual potensi daerah, seperti keindahan laut atau produk lokal, langsung dari tempat asalnya,” ungkapnya.

Ia menambahkan, efisiensi biaya produksi juga menjadi keuntungan besar dari penerapan AI. Karena itu, para pencari kerja dan tenaga profesional dituntut untuk memahami teknologi ini agar tetap relevan di era ekonomi digital.

“Yang perlu dilakukan adalah memahami fitur-fitur AI dan mengendalikannya. Manusialah yang tetap memegang kendali,” tegasnya.

Di akhir dialog, Prof. Said mengajak masyarakat untuk tidak bersikap apatis terhadap perkembangan AI. Ia menekankan bahwa masa depan ekonomi digital akan sangat dipengaruhi oleh kemampuan manusia dalam memanfaatkan teknologi secara bijak.

“AI bukan sesuatu yang menakutkan. Pelajari, pahami, dan implementasikan. Jangan dilawan, jangan apatis, karena kendali sepenuhnya tetap ada di tangan kita,” pungkasnya.(**)

HUT ke-344 Kota Bandar Lampung, Darmajaya Hadirkan Kesempatan Emas, Daftar Kuliah dengan Harga Gelombang 1

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dalam menyemarakkan Hari Ulang Tahun Kota Bandar Lampung ke-344 pada 17 Juni 2026, Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan harga spesial kepada pendaftar dan daftar ulang yang melakukan pembayaran di tanggal tersebut.

Program spesial semarak HUT Kota Bandar Lampung yakni biaya masuk dikenakan Harga Gelombang 1. Pendaftaran hanya 150 K dan UKT dibayarkan gelombang 1 pada 17 Juni 2026.

Sekretaris Yayasan Alfian Husin, Dr. Ir. H. Firmansyah Alfian, M.B.A., M.Sc, mengatakan bahwa program ini merupakan bentuk komitmen kampus dalam memberikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas bagi masyarakat.

“Momentum HUT Kota Bandar Lampung menjadi kesempatan yang tepat untuk menghadirkan program istimewa bagi generasi muda. Kami ingin semakin banyak putra-putri terbaik Lampung yang dapat meraih pendidikan tinggi berkualitas dan mempersiapkan diri menjadi sumber daya manusia unggul,” ujarnya.

Program spesial ini menjadi peluang menarik bagi calon mahasiswa baru untuk bergabung dengan IIB Darmajaya dengan biaya yang lebih hemat. Selain memperoleh pendidikan berkualitas, mahasiswa juga dapat mengembangkan kompetensi akademik, teknologi, kewirausahaan, hingga berbagai prestasi nonakademik yang didukung oleh kampus.

Rektor Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya, RZ. Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D, menyampaikan bahwa tema “Bandar Lampung Bersinar” sejalan dengan semangat Darmajaya dalam mencetak generasi yang inovatif, adaptif, dan berdaya saing global.

“Bandar Lampung terus tumbuh menjadi kota yang maju dan kompetitif. Kami berharap momentum HUT ke-344 ini juga menjadi semangat bagi generasi muda untuk meningkatkan kualitas diri melalui pendidikan tinggi. Darmajaya siap menjadi tempat lahirnya talenta-talenta unggul yang akan berkontribusi bagi kemajuan Lampung dan Indonesia,” ungkapnya.

Melalui program spesial HUT Kota Bandar Lampung ke-344 ini, IIB Darmajaya mengajak para lulusan SMA/SMK/MA dan masyarakat untuk memanfaatkan kesempatan emas tersebut. Dengan berbagai pilihan program studi unggulan, fasilitas modern, jaringan kerja sama yang luas, serta beragam beasiswa, Darmajaya terus menjadi pilihan tepat untuk meraih masa depan yang lebih cerah. (**)

IIB Darmajaya dan Akademi Kebidanan Prestasi Agung Teken MoU, Perkuat Kolaborasi Tri Dharma hingga Penyerapan Alumni

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terbuka dalam meningkatkan mitra kerja sama untuk tumbuh dan berkembang bersama. Hal ini terungkap dalam penandatanganan MoU antara Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., dan Direktur Akademi Kebidanan Prestasi Agung, Dr. Ferly Oktriyedi, S.Kep., Ners., SKM., M.Kes. pada Senin (15/6/2026).

Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia dan kelembagaan.

Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan bahwa kolaborasi antarlembaga pendidikan merupakan upaya membangun ekosistem akademik yang saling mendukung dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi.

“Melalui kerja sama ini, kami berharap tercipta berbagai program kolaboratif yang memberikan manfaat bagi kedua institusi, baik dalam pengembangan akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi secara nyata,” ujarnya.

Selain prosesi penandatanganan MoU, kedua pimpinan perguruan tinggi juga melakukan diskusi mengenai pengelolaan organisasi perguruan tinggi, tata kelola kelembagaan, strategi pengembangan kampus, hingga peningkatan kualitas layanan pendidikan.

Diskusi berlangsung hangat dengan saling bertukar pengalaman terkait manajemen organisasi yang adaptif terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan dunia pendidikan tinggi.

Sementara, Direktur Akademi Kebidanan Prestasi Agung, Dr. Ferly Oktriyedi, S.Kep., Ners., SKM., M.Kes., menyampaikan bahwa sinergi dengan IIB Darmajaya diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pengelolaan institusi serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas di masa mendatang.

“Kami melihat IIB Darmajaya memiliki pengalaman yang baik dalam pengembangan institusi dan inovasi pendidikan. Semoga kerja sama ini menjadi awal lahirnya berbagai program yang berdampak positif bagi peningkatan mutu pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia,” ungkapnya.

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas peluang penyerapan alumni IIB Darmajaya untuk bergabung sebagai tenaga pengajar maupun tenaga kependidikan di lingkungan Akademi Kebidanan Prestasi Agung sesuai dengan kompetensi yang dimiliki. Langkah ini menjadi bentuk nyata sinergi antara dunia pendidikan tinggi dalam menciptakan peluang karier bagi lulusan sekaligus memenuhi kebutuhan sumber daya manusia yang profesional dan berkualitas.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, IIB Darmajaya dan Akademi Kebidanan Prestasi Agung optimistis dapat menghadirkan berbagai program kolaboratif yang mendukung peningkatan mutu pendidikan tinggi, pengembangan inovasi, serta mencetak lulusan yang siap bersaing dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa. Hadir dalam pertemuan tersebut dari IIB Darmajaya Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I.; Dekan Fakultas Ilmu Komputer Prof. Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom.; Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M.; Direktur HKP Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M. Kemudian dari Akademi Kebidanan Prestasi Agung Ketua Yayasan Akademi Kebidanan Prestasi Agung Slamet Efendi, Wakil Direktur Niparawangsa, Ahmad Ansori dan Danu Budiono serta Arif Payoga. (**)

Lampung Jadi Pusat Gerak Strategis Aptisi Menuju Pendidikan Unggul

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) menjadi ajang penting bagi para pemimpin perguruan tinggi swasta di seluruh Indonesia.

Hal itu guna merumuskan arah kebijakan pendidikan tinggi yang lebih adaptif dan berdaya saing. Kegiatan yang akan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Hotel Grand Mercure Lampung ini dihadiri oleh tokoh-tokoh nasional dan akademisi terkemuka.

Ketua APTISI Wilayah II Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menegaskan bahwa Rakernas ini bukan sekadar forum rutin, melainkan wadah strategis untuk memperkuat kolaborasi antarperguruan tinggi swasta.

“Kami ingin memastikan bahwa perguruan tinggi swasta menjadi motor penggerak inovasi dan pembangunan sumber daya manusia unggul,” ujarnya.

Firmansyah juga menyoroti pentingnya sinergi antara dunia akademik dan industri. Menurutnya, tantangan global menuntut perguruan tinggi untuk lebih responsif terhadap kebutuhan pasar kerja dan perkembangan teknologi.

“APTISI harus menjadi jembatan antara kampus dan dunia usaha agar lulusan kita siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional,” katanya.

Rakernas I APTISI turut dihadiri oleh Ketua Umum Aptisi Pusat Prof. Dr. H. M. Budi Djatmiko, M.Si., M.M., Menteri Perdagangan RI Dr. (H.C.) H. Zulkifli Hasan, S.E., M.M., serta Gubernur Lampung Ir. Rahmat Mirzani Djausal, S.T., M.M. Kehadiran para tokoh ini menandai komitmen kuat pemerintah dan dunia pendidikan dalam memperkuat ekosistem perguruan tinggi swasta.

Selain agenda rapat kerja, kegiatan ini juga diawali dengan Gala Dinner pada 22 Agustus 2026 yang menjadi ajang silaturahmi dan pertukaran gagasan antar pimpinan perguruan tinggi. Suasana dipastikan hangat dan penuh semangat kolaborasi akan  mewarnai pertemuan tersebut.

Firmansyah Alfian menambahkan bahwa Lampung dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki potensi besar dalam pengembangan pendidikan tinggi dan inovasi daerah.

“Lampung adalah laboratorium pendidikan yang terus tumbuh. Kami ingin menjadikan Rakernas ini sebagai tonggak kebangkitan perguruan tinggi swasta di Sumatera,” tuturnya.

Dalam forum tersebut, APTISI juga membahas strategi digitalisasi kampus, peningkatan mutu dosen, serta penguatan tata kelola perguruan tinggi. Semua poin diarahkan untuk mendukung visi pendidikan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Para peserta Rakernas menyambut antusias gagasan yang disampaikan. Mereka menilai bahwa APTISI kini semakin berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam memperkuat daya saing bangsa melalui pendidikan.

“Kami siap berkontribusi nyata untuk menciptakan generasi unggul,” ujar Firmansyah Alfian menutup pernyataannya.

Rakernas I APTISI di Lampung menjadi bukti nyata bahwa perguruan tinggi swasta tidak lagi berada di pinggiran sistem pendidikan nasional, melainkan menjadi bagian penting dari transformasi menuju Indonesia Emas 2045. (**)

Berawal dari Hobi Desain, Mahasiswa Desain Interior IIB Darmajaya Sukses Bangun Usaha 3D Printing

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat entrepreneur muda ditunjukkan mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Muhammad Nabil Syaifullah, mahasiswa semester 6, sukses membangun usaha kreatif berbasis teknologi 3D printing yang kini menjadi sumber penghasilan sejak masih duduk di bangku kuliah.

Melalui usaha kreatif bernama 3D Print Lampung dengan slogan “From Idea To Reality”, Nabil menghadirkan layanan pembuatan maket arsitektur, interior, miniatur, prototype produk, hingga custom design dengan tampilan detail dan modern.

Usaha yang aktif melalui akun Instagram dan TikTok @3dprintlampung1 tersebut lahir dari ketertarikannya pada dunia desain serta perkembangan teknologi kreatif. Berbekal kemampuan desain interior yang dipelajarinya di kampus, Nabil mulai mengembangkan karya berbasis 3D printing yang kini diminati berbagai kalangan.

Tidak hanya melayani kebutuhan tugas dan proyek mahasiswa, layanan yang ditawarkan juga digunakan untuk kebutuhan presentasi desain, prototype produk UMKM, hingga miniatur custom sesuai permintaan pelanggan. Salah satu produk yang cukup diminati adalah gantungan kunci berbahan 3D printing dengan desain custom yang pernah dipamerkan dalam ajang Youth Business Camp (YBC) Season 3, menampilkan kreativitas dan kemampuan personalisasi produk sesuai kebutuhan konsumen.

Menurut Nabil, perkembangan teknologi membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk berkarya sekaligus menghasilkan pendapatan mandiri sejak dini.

“Melalui 3D printing, sebuah ide atau desain bisa diwujudkan menjadi bentuk nyata. Saya ingin membantu orang melihat konsep mereka secara lebih real sekaligus membuka peluang usaha kreatif,” ujarnya saat diwawancarai Senin (15/6/2026).

Keberhasilan Nabil menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mampu berprestasi secara akademik, tetapi juga dapat membangun bisnis kreatif yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini. Inovasi yang dilakukannya menunjukkan bagaimana kreativitas, teknologi, dan jiwa entrepreneur dapat berjalan beriringan.

Ketua Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, S.Ds., M.Ds, mengapresiasi semangat dan kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan usaha berbasis keilmuan yang dipelajari di kampus.

Menurutnya, mahasiswa Desain Interior tidak hanya dituntut memiliki kemampuan desain, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan peluang industri kreatif digital.

“Kompetensi yang dipelajari di bangku kuliah dapat dikembangkan oleh mahasiswa menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap semakin banyak mahasiswa yang berani berinovasi, memanfaatkan teknologi, dan menciptakan peluang usaha sejak dini,” ujarnya.

Pihaknya terus mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan praktik, dan jiwa entrepreneur agar siap menghadapi dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri. (**)

Mahasiswa UBL Raih Juara 3 Dunia Kompetisi AI Internasional di Tiongkok

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi membanggakan di kancah internasional. Tim PROTECTA berhasil meraih Third Prize atau Juara 3 Dunia dalam ajang Global AI Scenario Innovation Competition (GAISIC) 2026 yang diselenggarakan di Guangzhou Huashang College, Tiongkok, pada April 2026.

Prestasi tersebut menjadi capaian penting bagi UBL dan Indonesia. Pasalnya, GAISIC 2026 diikuti 384 tim dari lebih dari 20 negara, termasuk negara-negara dengan ekosistem teknologi maju seperti Jepang, Tiongkok, Amerika Serikat, dan Kanada. Di tengah persaingan global yang ketat, Tim PROTECTA UBL mampu menembus tiga besar dunia melalui inovasi berbasis kecerdasan buatan.

Tim PROTECTA beranggotakan Surya Pratama Januarvi, Muhammad Ilham Alparsy, dan Praise Otniel Beethoven. Mereka meraih penghargaan tersebut setelah melalui proses penjurian ketat dengan menghadirkan inovasi sistem deteksi dan mitigasi  kebakaran berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Internet of Things (IoT).

Dalam kompetisi tersebut, Tim PROTECTA memperkenalkan sistem cerdas yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis melalui identifikasi api, asap, dan peningkatan suhu. Sistem ini juga dirancang untuk mengirimkan peringatan secara real-time serta menampilkan informasi lokasi kejadian guna mempercepat proses penanganan.

Perwakilan Tim PROTECTA, Muhammad Ilham Alparsy, mahasiswa prodi Infromatika UBL ini mengatakan inovasi tersebut berangkat dari persoalan keterlambatan penanganan kebakaran yang masih kerap terjadi di masyarakat. Menurutnya, lambatnya proses pelaporan dan kurang akuratnya informasi lokasi kejadian dapat memperbesar risiko kerugian, baik secara materi maupun keselamatan jiwa.

“Dalam situasi kebakaran, setiap menit sangat berharga. Karena itu, kami mengembangkan PROTECTA sebagai sistem yang mampu mendeteksi potensi kebakaran secara otomatis dan mengirimkan informasi secara real-time sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” ujar Ilham, Senin (15/6/2026).

Tidak hanya berfungsi sebagai sistem peringatan dini, PROTECTA juga dilengkapi kemampuan analisis berbasis data. Melalui teknologi AI, sistem ini dapat membaca pola risiko dari data sensor, memberikan peringatan dini, sekaligus merekomendasikan langkah pencegahan agar potensi kebakaran dapat diminimalkan sejak awal.

“Kami tidak hanya ingin membuat sistem alarm, tetapi menghadirkan solusi yang dapat membantu pengguna memahami risiko dan mengambil tindakan pencegahan sebelum kejadian terjadi,” katanya.

Keberhasilan Tim PROTECTA menembus tiga besar dunia pada GAISIC 2026 menjadi bukti bahwa mahasiswa Indonesia memiliki daya saing dalam pengembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan. Capaian ini sekaligus menunjukkan bahwa inovasi mahasiswa UBL mampu menjawab persoalan nyata masyarakat melalui pendekatan teknologi yang aplikatif, solutif, dan berdampak.

Rektor UBL, Prof. Dr. M. Yusuf Barusman, M.B.A., menyambut baik prestasi tersebut. Ia menilai capaian Tim PROTECTA sejalan dengan komitmen UBL dalam mendorong mahasiswa untuk mengembangkan riset, kreativitas, dan inovasi berbasis kebutuhan masyarakat serta perkembangan teknologi global.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi Universitas Bandar Lampung dan Indonesia. Capaian ini membuktikan bahwa mahasiswa UBL memiliki kemampuan untuk bersaing di tingkat internasional melalui karya inovatif yang relevan dengan kebutuhan masyarakat,” ujar Prof. Yusuf.

Ia berharap prestasi tersebut dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus memperkuat budaya riset, keberanian berinovasi, serta kemampuan menghasilkan solusi teknologi yang tidak hanya kompetitif di tingkat global, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.

PROTECTA merupakan sistem cerdas berbasis AI dan IoT yang dikembangkan untuk mendukung deteksi dini dan mitigasi risiko kebakaran. Sistem ini mampu mendeteksi api, asap, dan kenaikan suhu secara otomatis, mengirimkan notifikasi real-time, menampilkan lokasi kejadian, serta memberikan analisis dan rekomendasi pencegahan berbasis data.