LABTEK UBL Kembali Raih Akreditasi KAN, Tegaskan Standar Mutu Laboratorium Berkelas Nasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebagai wujud komitmen dalam menjaga mutu layanan pengujian dan penguatan daya saing institusi, Laboratorium Teknik Universitas Bandar Lampung (LABTEK-UBL) terus melakukan peningkatan standar dan kompetensi laboratorium secara berkelanjutan. Hal ini dibuktikan dengan diraihya Sertifikat Akreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN) sebagai Laboratorium Pengujian yang kompeten serta memenuhi standar nasional dan internasional. Akreditasi ini diberikan setelah LABTEK-UBL dinyatakan konsisten menerapkan SNI ISO/IEC 17025:2017, standar yang mengatur persyaratan umum kompetensi laboratorium pengujian dan kalibrasi.

Sertifikat akreditasi bernomor LP-1449-IDN tersebut berlaku selama lima tahun, terhitung mulai 30 Desember 2025 hingga 29 Desember 2030. Capaian ini menjadi pengakuan resmi atas sistem manajemen mutu, kompetensi sumber daya manusia, serta keandalan metode pengujian yang diterapkan LABTEK-UBL.

Kepala LABTEK-UBL, Ronny Hasudungan Purba, Ph.D., menyampaikan bahwa proses perolehan akreditasi ini merupakan akreditasi ulang, mengingat LABTEK-UBL telah terakreditasi sejak tahun 2015. Ia menambahkan bahwa proses tersebut membutuhkan waktu serta komitmen yang panjang. “Proses sertifikasi ini berlangsung sekitar satu setengah tahun, seiring dengan perluasan ruang lingkup pengujian dari 29 menjadi 32 jenis pengujian. Seluruh tahapan melibatkan berbagai pihak yang berkontribusi secara signifikan hingga menghasilkan capaian yang optimal,” ujarnya, Jumat (02/01/2026).

Ronny menambahkan bahwa hingga saat ini masih sangat terbatas jumlah laboratorium berbasis universitas yang terakreditasi oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN). “Dengan diterimanya sertifikat akreditasi ini, LABTEK-UBL resmi menjadi bagian dari kelompok laboratorium unggulan yang terakreditasi KAN. Capaian ini menegaskan daya saing LABTEK-UBL di tingkat nasional, sekaligus menunjukkan komitmen laboratorium dalam memenuhi standar mutu pengujian yang diakui secara nasional,” jelasnya.

Akreditasi ini merupakan langkah strategis UBL dalam meningkatkan kualitas layanan laboratorium, mendukung pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, serta memperkuat kepercayaan mitra industri dan para pemangku kepentingan terhadap keandalan hasil pengujian LABTEK-UBL.

Sebanyak 32 jenis pengujian yang telah terakreditasi meliputi pengujian material beton, perkerasan jalan, tanah, logam, agregat, hingga material industri. Di antaranya pengujian kuat tekan dan kuat lentur beton, angka pantul beton keras, ketebalan perkerasan rigid dan aspal, sand cone, Dynamic Cone Penetrometer (DCP), sondir, pengujian kepadatan dan pengambilan benda uji campuran beraspal, pengujian tarik dan lengkung logam, analisa saringan, abrasi, berat jenis, kadar lumpur, kekerasan Leeb, kekasaran permukaan, serta pengujian kekerasan karet vulkanisat menggunakan durometer Shore.

Dengan diraihnya sertifikat ini, LABTEK-UBL resmi menjadi bagian dari kelompok laboratorium berbasis perguruan tinggi yang terakreditasi KAN dan siap memberikan layanan pengujian yang andal, profesional, serta berstandar nasional dan internasional bagi kebutuhan akademik, industri, dan masyarakat luas.

Mahasiswa Darmajaya Ini Bawa Wisata Bahari Lampung Tembus Pendanaan Nasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fanny Rizky Ardany, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, bersama timnya berhasil meraih pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025. Program ini diselenggarakan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI).

Usaha rintisan yang mereka kembangkan, Fourteen Travel, memperoleh hibah sebesar Rp14.250.000. Selain itu, tim juga berkesempatan mengikuti Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo XVI 2025 yang telah diselenggarakan di Universitas Tidar, Kota Magelang.

Menurut Fanny, ajang tersebut menjadi sarana penting untuk membuka wawasan serta meningkatkan kepercayaan diri tim dalam bersaing dengan wirausaha mahasiswa dari berbagai daerah di Indonesia.

Fourteen Travel berangkat dari ide sederhana untuk menghadirkan layanan wisata bahari Lampung yang seru, aman, dan edukatif, sekaligus melibatkan masyarakat lokal. Seiring waktu, usaha ini terus berkembang di tengah berbagai dinamika yang dihadapi langsung oleh para mahasiswa pengelolanya.

“Perjalanan menjalankan Fourteen Travel rasanya campur aduk antara senang, bangga, capek, dan penuh tantangan,” ujar Fanny saat diwawancarai pada Selasa (30/12/25), seperti dikutip dari laman darmajaya.ac.id.

Keberhasilan lolos dalam program P2MW menjadi momen paling berkesan bagi Fanny dan tim. Ia menjelaskan bahwa proses yang dilalui tidak singkat, mulai dari penyusunan proposal, revisi berulang, hingga tahap presentasi. “Dana hibah ini bukan hanya soal nominal, tetapi menjadi bukti bahwa usaha yang kami jalani bersama tim dinilai layak dan memiliki potensi untuk berkembang,” katanya.

Respons positif dari pelanggan juga menjadi penyemangat tersendiri. Fanny menuturkan bahwa kepuasan wisatawan, pemesanan ulang, serta keterlibatan masyarakat lokal—mulai dari pemandu wisata, pemilik homestay, hingga nelayan—membuat seluruh proses yang dijalani terasa sepadan. “Melihat wisatawan puas dan masyarakat lokal ikut terbantu membuat semua lelah di lapangan terasa terbayar,” tuturnya.

Meski demikian, Fanny mengakui bahwa membagi waktu antara perkuliahan dan pengelolaan usaha menjadi tantangan utama bagi dirinya dan tim. Faktor cuaca laut, kendala operasional, serta keterbatasan modal pada masa awal perintisan juga menuntut mereka untuk terus belajar dan beradaptasi.

Menurutnya, seluruh pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga tentang tanggung jawab, kerja tim, dan ketangguhan. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukanlah akhir perjalanan Fourteen Travel, melainkan langkah awal untuk terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas. (**)

Keren! Mahasiswi IIB Darmajaya Raih PKM-K 2025 Lewat Inovasi Fashion Wastra Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Jasmine Asrikinasih merupakan mahasiswi Program Studi Bisnis Digital, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Ia dikenal sebagai mahasiswa yang aktif dan kreatif, khususnya dalam bidang kewirausahaan dan industri fashion.

Jasmine bersama timnya berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2025 dengan judul usaha “JASMINE GALLERY: Usaha Kreativitas Busana dan Aksesoris Etnik Modern Berbasis Wastra Lampung.” Program ini diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Karya-karya Jasmine dapat diikuti melalui akun Instagram @jasminegallery.id.

Keberhasilan tersebut menjadi bukti kemampuan Jasmine dalam mengembangkan ide usaha yang inovatif dengan nilai budaya. “Saya merasa senang dan bersyukur dapat meraih PKM-K karena melalui program ini saya memperoleh banyak pengalaman baru di luar perkuliahan,” ujarnya saat diwawancarai pada Selasa (30/12/25) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Selama mengikuti PKM-K, ia belajar mengembangkan ide usaha, membangun kerja sama tim, serta memahami proses pengelolaan dan pengembangan brand secara profesional. PKM-K juga menjadi ruang aktualisasi bagi Jasmine untuk menyalurkan minatnya di bidang fashion. Melalui Jasmine Gallery, ia mengembangkan busana dan aksesoris etnik modern berbasis wastra Lampung. “Melalui Jasmine Gallery, saya ingin menghadirkan karya fashion yang modern sekaligus tetap membawa identitas budaya Lampung,” tuturnya.

Jasmine telah menampilkan busana rancangannya dalam berbagai ajang fashion, salah satunya Lampung Fashion Tendance, serta sejumlah event fashion lainnya. Pengalaman tersebut membantunya membangun kepercayaan diri, portofolio, dan profesionalisme sebagai pelaku industri kreatif.(**)

Rektor Universitas Paramadina Usulkan “Pilkada Jalan Tengah”: Solusi Atasi Politik Uang dan Ketergantungan pada Cukong

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, memaparkan sebuah gagasan inovatif dalam sistem pemilihan kepala daerah yang disebut sebagai “Pilkada Jalan Tengah”. Skema ini diperkenalkan sebagai Metode Campuran yang bertujuan untuk membenahi kualitas demokrasi sekaligus menekan biaya politik yang kian tidak terkendali di Indonesia.

Dalam penjelasannya, Prof. Didik menyampaikan bahwa skema Pilkada Jalan Tengah merupakan inovasi dengan melaksanakan Metode Campuran. Sistem ini membagi proses pemilihan menjadi dua tahap yang saling melengkapi antara suara rakyat dan peran lembaga perwakilan.

“Tahap pertama adalah Tahap elektoral (rakyat) di dalam pileg, yang memilih 3 calon anggota DPRD dengan suara tertinggi di suatu daerah otomatis menjadi kandidat kepala daerah (gubernur / bupati / wali kota),” ujar Prof. Didik.

Setelah tahap elektoral di tingkat rakyat selesai dan struktur legislatif terbentuk, proses berlanjut ke tahap kedua, yaitu tahap institusional. Beliau menjelaskan bahwa setelah DPRD terbentuk, DPRD memilih satu dari 3 kandidat tersebut sebagai kepala daerah.

Prof. Didik menegaskan bahwa metode ini tidak akan mengurangi hak politik masyarakat. Menurutnya, kelebihan pilkada metode campuran tetap dapat menjaga Unsur Kedaulatan Rakyat karena rakyat tetap menentukan melalui suara terbanyak di pileg. Dengan mekanisme ini, kandidat yang terpilih dipastikan memiliki akar dukungan yang kuat dari masyarakat. Prof. Didik menggarisbawahi bahwa kandidat kepala daerah tetap punya legitimasi elektoral nyata, bukan hasil lobi elite semata. Ia menambahkan bahwa metode campuran ini bukan kembali lagi ke masa Orde Baru, yakni pilkada tertutup, tetapi merupakan pelaksanaan demokrasi berlapis (two-step legitimacy) untuk menghindari pemilihan langsung yang tercemar kotor dengan politik uang.

Salah satu poin paling krusial yang disoroti oleh Rektor Universitas Paramadina ini adalah efisiensi biaya. Beliau menyatakan bahwa kelebihan lain dari Metode Campuran ini adalah menekan biaya politik yang tinggi dan sangat mahal.

Prof. Didik memberikan kritik tajam terhadap sistem pilkada langsung saat ini yang dinilai telah menyimpang. Beliau menyebut bahwa pilkada langsung saat ini memicu biaya kampanye sangat mahal, bersaing dengan cara kotor, politik uang. Kondisi ini, menurutnya, berujung pada praktik yang merusak tatanan negara.

“Proses pilkada yang terjadi adalah praktek ilegal, pelacuran politik dimana yang memiliki uang dapat membeli suara dan setelah terpilih harus mengembalikan dana kampanye tersebut dengan cara korupsi. Praktek demokrasi langsung seperti ini kemudian muncul ketergantungan kandidat pada cukong,” tegas Prof. Didik J. Rachbini.

Sebagai langkah antisipasi, Prof. Didik mengusulkan agar ketika pemilihan lewat DPRD, maka dibuat aturan yang ketat seperti pemilihan Paus. Anggota yang mempunyai hak suara dikendalikan dengan berbagai aturan untuk menghindari suap, seperti wajib cctv di rumah masing-masing, dikumpulkan selama beberapa hari di kantor dprd dan hotel dengan pengawasan kpk, dan berbagai cara lainnya. Kehadiran lembaga hukum seperti KPK dan kejaksaan dinilai perlu untuk mengontrol pemilik suara yang berjumlah 50-100 orang anggota DPRD, sehingga potensi politik uang dan korupsi pasca-terpilih menurun.

Agar tahap pemilihan lebih sukses, Prof. Didik mendorong pembuatan aturan main dalam Undang-Undang, di mana pemungutan suara DPRD harus terbuka dan disiarkan publik. Selain itu, diperlukan larangan keras transaksi politik, pemeriksaan rekam jejak, serta uji publik bagi 3 kandidat. Beliau juga menekankan pentingnya sanksi pidana berat untuk suap pemilihan, kehadiran saksi ahli dari aparat hukum seperti KPK dan kejaksaan, serta saksi dari elemen masyarakat, kampus, dan civil society.

Secara keseluruhan, jika dibandingkan dengan pilkada langsung yang memiliki biaya politik dan risiko politik uang yang sangat tinggi, metode campuran diproyeksikan memiliki biaya politik yang lebih rendah dan risiko politik uang pada level menengah. Meskipun partisipasi rakyat bergeser ke tingkat menengah, metode ini memperkuat peran DPRD dan meningkatkan kualitas seleksi dari sekadar popularitas menjadi perpaduan antara popularitas dan kualitas institusi. Risiko oligarki yang biasanya terjadi di masa kampanye akan bergeser ke ranah parlemen yang diawasi dengan lebih ketat.

Melalui gagasan Pilkada Jalan Tengah ini, Prof. Didik berharap Indonesia dapat keluar dari lingkaran setan biaya politik tinggi dan menciptakan pemerintahan daerah yang lebih bersih serta berintegritas.

 

Mahasiswi Baru IIB Darmajaya Sabet Juara 3 Karate Porkot! Putri Widya Buktikan Diri di Arena Tarung!

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)-Putri Widyah Saputri, mahasiswi Prodi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berhasil meraih juara 3 dalam Pekan Olahraga Kota (Porkot) Bandar Lampung cabang olahraga Karate Minggu, (28/12/25) di GOR Sumpah Pemuda, Way Halim.

Widya sapaan dari Putri Widya Saputri menjadi pengalaman pertamanya tampil dalam Porkot Bandar Lampung tahun 2025. Mahasiswi semester 1 ini juga telah lama menggeluti Karate sejak SD. Alhasil, dari kemampuan bela dirinya tersebut mengantarkan Widya diterima kuliah di Kampus The Best IIB Darmajaya melalui program beasiswa. “Senang bisa menjadi juara 3 dalam Porkot Kota Bandar Lampung,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Prodi Hukum Bisnis IIB Darmajaya Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengaku bangga atas capaian dari Putri Widya Saputri dalam Porkot Bandar Lampung tahun 2025.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih mahasiswi Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya yang berhasil meraih Juara 3 pada Porkot Bandar Lampung cabang Karate. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Hukum Bisnis tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga dan pengembangan diri,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Mashuril berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berani berkompetisi, disiplin, dan berkomitmen mengembangkan potensi diri. “Program Studi Hukum Bisnis akan selalu mendukung penuh setiap mahasiswa yang aktif berkarya, baik di tingkat lokal, nasional, maupun internasional,” pungkasnya.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566.(**)

Mahasiswa UBL Raih Medali Emas di Kejuaraan Nasional Wushu, WUGAMES UI 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Bandar Lampung (UBL). Arva Arrafi Lisandi, mahasiswa Program Studi Manajemen, berhasil meraih medali emas pada kategori Pudao Group D1 Male dalam ajang Kejuaraan Nasional World University Games (WUGAMES), Universitas Indonesia 2025.

Kejuaraan WUGAMES UI 2025 diselenggarakan pada 15–18 Desember 2025 bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Depok, Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan Kejuaraan Wushu Pelajar dan Mahasiswa Tingkat Nasional yang dilaksanakan oleh Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Wushu Universitas Indonesia di bawah binaan Direktorat Kemahasiswaan Universitas Indonesia, serta mendapat rekomendasi dari KONI Kota Depok, Pengurus Cabang Wushu Kota Depok, Pengurus Provinsi Wushu Jawa Barat, Pengurus Provinsi Wushu DKI Jakarta, dan Pengurus Besar Wushu Indonesia (PBWI).

WUGAMES UI 2025 terbuka bagi praktisi wushu dan kungfu dari seluruh Indonesia, baik dari perguruan tinggi, sasana, maupun peserta individu, dan mempertandingkan berbagai nomor, baik perorangan maupun beregu, termasuk kategori taolu, kungfu, senjata, duilian, dan jiti, dengan sistem penilaian yang mengacu pada peraturan International Wushu Federation (IWUF).

Dalam ajang tersebut, Arva Arrafi Lisandi tampil maksimal dan berhasil menunjukkan teknik, ketepatan gerak, serta konsistensi penampilan hingga meraih medali emas. Prestasi ini menjadi bukti kemampuan bersaing mahasiswa UBL di tingkat nasional.

Arva mengungkapkan rasa syukur atas capaian yang diraihnya. “Alhamdulillah, saya sangat bersyukur bisa meraih medali emas di WUGAMES UI 2025. Prestasi ini saya persembahkan untuk orang tua, pelatih, serta Universitas Bandar Lampung yang selalu memberikan dukungan. Semoga capaian ini bisa menjadi motivasi untuk terus berlatih dan meraih prestasi yang lebih baik ke depannya,” ujar Arva, Selasa (30/12/2025).

Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni UBL, Dr. Bambang Hartono, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswa UBL tersebut. “Kami sangat bangga atas pencapaian Arva Arrafi Lisandi. Prestasi ini menunjukkan bahwa mahasiswa UBL memiliki daya saing tinggi di tingkat nasional. Kampus akan terus mendorong dan memfasilitasi pengembangan minat dan bakat mahasiswa, baik di bidang akademik maupun nonakademik, agar dapat terus berprestasi dan mengharumkan nama universitas,” ujar Bambang Hartono.

Prestasi yang diraih Arva menegaskan komitmen UBL dalam mendukung pengembangan potensi mahasiswa secara menyeluruh. Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk berani berkompetisi dan mengukir prestasi di berbagai ajang nasional. UBL akan terus berkomitmen mendukung pembinaan dan pengembangan potensi mahasiswa guna mencetak generasi unggul, berdaya saing, dan berprestasi.(red)

Juara Gim Tekken ini Kejar Pengalaman Kuliah di Luar Negeri Melalui Program Student Mobility Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Kaneziro Kolungga, mahasiswa Program Studi Sistem Informasi/Inovasi Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, berhasil lolos seleksi TOEFL dan menjadi salah satu calon peserta Program Student Mobility tahun 2026. Program ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa terpilih untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok.

Selain aktif dalam kegiatan akademik, Kaneziro juga dikenal sebagai mahasiswa yang berprestasi di dunia e-sports tingkat provinsi, khususnya pada gim Tekken 8. Konsistensi, mental kompetitif, serta disiplin yang ia bangun melalui e-sports menjadi bekal penting dalam perjalanannya hingga mampu bersaing dalam program internasional pada Senin (29/12/25) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Saat ini, Kaneziro tengah mempersiapkan diri untuk tahapan seleksi lanjutan, yakni seleksi wawancara. Ia mengungkapkan bahwa keikutsertaannya dalam program ini dilandasi keinginan untuk memperluas pengalaman dan wawasan. “Saya ingin mendapatkan pengalaman yang lebih banyak dan memperoleh kesempatan untuk belajar di luar negeri,” ujarnya saat diwawancarai .

Di bidang e-sports, prestasi Kaneziro terbilang membanggakan. Ia berhasil meraih Juara 1 Turnamen Tekken 8 tingkat Kota Bandar Lampung pada tahun 2025. Selain itu, ia juga menorehkan prestasi sebagai Juara 3 Turnamen Tekken 8 tingkat Provinsi pada tahun 2024 serta Juara 3 Turnamen Tekken 8 tingkat Provinsi pada tahun 2025.

Pengalaman berkompetisi di dunia e-sports dinilai membentuk karakter Kaneziro, terutama dalam hal strategi, pengambilan keputusan cepat, serta kemampuan beradaptasi—keterampilan yang selaras dengan bidang Sistem Informasi dan tantangan global saat mengikuti perkuliahan di luar negeri.

Keberhasilan Kaneziro Kolungga menembus seleksi TOEFL menjadi bukti bahwa e-sports dan pendidikan dapat berjalan beriringan dan saling mendukung. IIB Darmajaya berharap pencapaian ini dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berprestasi serta berani mengambil peluang di tingkat internasional.(**)

Prestasi Mahasiswa DKV IIB Darmajaya: Duta Genre Lampung yang Berhasil Meraih Hibah PKM Kewirausahaan

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Shendy Febrian, mencatatkan prestasi melalui keberhasilannya meraih Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2025. Selain aktif di bidang akademik, Shendy juga dikenal sebagai Duta Generasi Berencana (GenRe) Provinsi Lampung yang berperan aktif dalam pengembangan generasi berencana.

Shendy tergabung sebagai anggota tim PKM-K dengan judul usaha “JASMINE GALLERY: Usaha Kreativitas Busana dan Aksesoris Etnik Modern Berbasis Wastra Lampung”, sebuah program kewirausahaan mahasiswa yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Program ini berfokus pada pengembangan usaha kreatif dengan mengangkat nilai budaya lokal Lampung agar lebih adaptif terhadap kebutuhan pasar modern.

Dalam proses pelaksanaan PKM-K, Shendy dan tim menjalani berbagai tahapan mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi dengan pendampingan dosen pembimbing. “Yang pertama tentunya syukur alhamdulillah bisa bertemu dengan tim yang luar biasa hebat, mulai dari ketua, anggota, sampai dosen pembimbing yang selalu mendampingi kami dari awal hingga berhasil lolos dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) ke-38 Tahun 2025,” ujar Shendy saat diwawancarai Senin (29/12/25) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari tantangan yang dihadapi, terutama dalam mengatur waktu antara perkuliahan, kegiatan PKM-K, dan aktivitas organisasi. Namun, proses tersebut menjadi pengalaman berharga dalam membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, dan kemampuan kerja sama tim.

Di luar kegiatan kewirausahaan, kiprah Shendy juga menonjol di bidang kepemudaan. Ia mengemban peran sebagai Duta Genre Provinsi Lampung 2023/2024, aktif terlibat dalam kegiatan edukasi dan penguatan karakter generasi muda. Komitmen tersebut berlanjut dengan kepercayaan yang diberikan kepadanya sebagai Ketua Umum Forum Genre Indonesia Provinsi Lampung periode 2025/2026.

Prestasi melalui PKM-K ini memperkuat peran Shendy Febrian sebagai mahasiswa DKV IIB Darmajaya yang mampu mengintegrasikan kreativitas, kewirausahaan, dan kepemimpinan dalam satu perjalanan pengembangan diri. Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan prestasi yang telah diraih, Shendy Febrian mendapatkan Beasiswa Yayasan Alfian Husin untuk menempuh pendidikan di IIB Darmajaya, yang menjadi motivasi tambahan untuk terus berkembang dan memberikan kontribusi positif selama masa perkuliahan. (**)

Bukan Cuma Jago Debat! Shaqira Olivia, Mahasiswa Darmajaya akan Buktikan Diri Tembus Program Studi Internasional ke NTVU Tiongkok!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Bagi Shaqira Olivia Aishabel, mahasiswa Program Studi Akuntansi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, belajar tidak berhenti pada angka, laporan keuangan, atau teori di ruang kelas. Menurutnya, pembelajaran sejati lahir dari keberanian melangkah lebih jauh — melihat dunia dari sudut pandang yang berbeda, memahami keberagaman, dan memaknai setiap pengalaman yang ditemui. Semangat inilah yang mengantarkannya ikut seleksi Program Student Mobility.

Langkah Shaqira kini semakin nyata. Ia telah berhasil melewati seleksi TOEFL dan tengah bersiap menghadapi tahap selanjutnya, yakni seleksi wawancara. Program Student Mobility yang direncanakan berlangsung tahun 2026 tersebut membuka peluang bagi mahasiswa IIB Darmajaya untuk menempuh studi selama satu semester di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok.

Program ini bagi Shaqira bukan sekadar pertukaran mahasiswa, melainkan ruang strategis untuk memperluas wawasan akademik sekaligus memahami sistem pembelajaran dan budaya internasional. Keputusan Shaqira mengikuti program ini didorong oleh keinginannya untuk memperkaya pengalaman studi dan memperluas cara pandang terhadap dunia. Ia percaya bahwa pengalaman lintas negara mampu membentuk pola pikir yang lebih terbuka, adaptif, dan siap menghadapi tantangan global.

“Saya ingin menambah pengalaman studi dan menemukan kesempatan baru dengan melihat sisi dunia yang berbeda. Dari sana, saya bisa belajar banyak hal yang tidak selalu didapatkan di dalam kelas,” ungkapnya saat diwawancara pada Rabu (24/12/25) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Keberanian Shaqira menembus ranah internasional bukanlah proses instan. Sejak awal perkuliahan, ia aktif mengasah kemampuan berpikir kritis dan komunikasi. Hal ini terbukti saat ia meraih Juara 2 Debat Mibat (Minat dan Bakat) Darmajaya 2022, sebuah pencapaian yang membangun kepercayaan dirinya untuk terus bersuara dan berkontribusi di ruang akademik.

Pengalaman internasional pun telah lebih dulu dirasakannya melalui partisipasi dalam international student exchange programs dan business forums, termasuk kegiatan bersama University of Perpetual Help System DALTA, Filipina, pada tahun 2023. Dari interaksi lintas budaya tersebut, Shaqira memperoleh perspektif baru tentang dunia akademik dan bisnis global.

Di bidang akademik, Shaqira juga menunjukkan ketertarikan kuat pada dunia riset. Ia terlibat dalam penelitian INSEF berjudul “The Effect of Compensation Suitability and Internal Control System on Employee Performance with Reinforcement as Moderating Variable”. Ia berkesempatan menjadi salah satu pembicara dalam sebuah konferensi pada tahun 2025.

Bagi Shaqira, seluruh pencapaian dan pengalaman tersebut merupakan bagian dari proses panjang pembentukan diri. Program Student Mobility ia pandang sebagai langkah lanjutan untuk memperdalam pemahaman, memperluas jejaring internasional, serta menantang diri keluar dari zona nyaman.(**)

Dari Duta Genre IIB Darnajaya ke Kancah Internasional, Lauren Siap Kuliah di Tiongkok

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Rasa ingin tahu dan semangat terus belajar membawa Lauren Patricia, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, pada berbagai pengalaman berharga. Salah satunya ketika ia berhasil meraih Runner Up 3 Duta Generasi Berencana (Genre) Darmajaya, sebuah prestasi yang tidak hanya menuntut kecakapan berbicara, tetapi juga kepekaan terhadap isu sosial serta kepedulian pada pengembangan generasi muda.

Pengalaman tersebut menjadi fondasi penting bagi Lauren untuk terus melangkah lebih jauh. Ketertarikannya pada eksplorasi dan pembelajaran hal-hal baru kini mengantarkannya pada peluang internasional melalui Program Student Mobility. Saat ini, Lauren telah lulus seleksi TOEFL dan tengah mempersiapkan diri menghadapi tahapan seleksi lanjutan, yakni seleksi wawancara.

Program Student Mobility yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026 membuka kesempatan bagi mahasiswa IIB Darmajaya untuk merasakan pengalaman belajar selama satu semester di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok. Bagi Lauren, program ini bukan sekadar perjalanan ke luar negeri, melainkan ruang belajar baru yang menawarkan perspektif berbeda, baik secara akademik maupun budaya.

“Saya memiliki ketertarikan yang besar terhadap eksplorasi dan pembelajaran hal-hal baru,” ungkap Lauren. Baginya, berada di lingkungan yang berbeda akan memperkaya cara pandang, melatih kemandirian, serta membuka peluang untuk memahami dunia dari sudut pandang yang lebih luas.

Dengan bekal prestasi, semangat belajar, dan keberanian keluar dari zona nyaman, Lauren Patricia perlahan menapaki jalannya menuju pengalaman global. Perjalanan ini bukan hanya tentang tujuan akhir, tetapi tentang proses membentuk diri menjadi pribadi yang adaptif, terbuka, dan siap menghadapi tantangan masa depan. (**)