Keren Nih! Karya Sketsa Dosen DKV IIB Darmajaya Pemenang Tubaba Art Festival #9

TUBABA -(deklarasinews.com)- Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Sigit Yudi Prasetyo, S.Ds., M.Ds., berhasil meraih penghargaan sebagai salah satu dari tiga pemenang pilihan juri pada kompetisi sketsa yang diselenggarakan oleh Sekolah Seni Tubaba dalam rangkaian Tubaba Art Festival #9 bertema “Machine of Memory”. Kegiatan tersebut berlangsung pada Jumat–Sabtu, 31 Oktober–1 November 2025 di Tulangbawang Barat.

Melalui teknik scribbling, Sigit Yudi menghadirkan karya sketsa yang menampilkan peristiwa Tari Nenemo, salah satu tarian tradisional khas Tulangbawang Barat. Dengan goresan-goresan spontan yang tampak berantakan namun terarah, karyanya mampu merekam atmosfer dan dinamika pertunjukan secara ekspresif. Beberapa garis tambahan memperkuat sisi artistik dan komposisi visual, menciptakan keseimbangan antara bentuk dan emosi yang muncul dari tarian tersebut.

Sigit mengungkapkan rasa syukurnya atas kesempatan berpartisipasi dalam ajang tersebut. “Saya senang bisa berperan aktif dalam mengembangkan dunia seni rupa dan desain, khususnya dalam bidang sketsa dan ilustrasi kontemporer,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keterlibatannya dalam kompetisi seni diharapkan dapat memberikan dorongan bagi mahasiswa. “Semoga apa yang saya lakukan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa DKV untuk terus berkarya dan berkompetisi di tingkat nasional,” kata Sigit seperti dikutip dari www.darmajaya.ac.id.

Lebih lanjut, Sigit menilai kegiatan seperti Tubaba Art Festival memiliki peran penting dalam pelestarian budaya lokal. Melalui penggabungan unsur tradisi dan pendekatan visual modern, festival ini tidak hanya menjadi wadah berekspresi bagi seniman, tetapi juga menjadi sarana memperkenalkan dan menjaga warisan budaya daerah agar tetap hidup dan relevan di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, ajang seni seperti ini menjadi ruang penting bagi para seniman dan akademisi untuk saling bertukar gagasan, memperkaya pengalaman visual, serta memperkuat identitas budaya Nusantara melalui karya kreatif.(**)

Program Studi Magister Ilmu Administrasi UBL Raih Akreditasi Unggul dari LAMSPAK

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi gemilang di bidang akademik. Berdasarkan Keputusan Dewan Eksekutif Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK) Nomor 82/AK.03.05/2025 tanggal 22 Oktober 2025, Program Studi Magister Ilmu Administrasi pada Program Pascasarjana Universitas Bandar Lampung resmi meraih Akreditasi Unggul.

Pencapaian ini menegaskan komitmen UBL dalam menyelenggarakan pendidikan tinggi yang bermutu, berdaya saing, serta berorientasi pada pengembangan ilmu administrasi yang adaptif terhadap dinamika sosial dan kebutuhan masyarakat. Sertifikat akreditasi ini berlaku sejak 23 Januari 2026 hingga 23 Januari 2031, dan ditandatangani oleh Prof. Dr. M.R. Khairul Muluk, M.Si., selaku Ketua Dewan Eksekutif LAMSPAK.

Rektor Universitas Bandar Lampung, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A., menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian tersebut. “Predikat Unggul ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika UBL, khususnya di lingkungan Program Studi Magister Ilmu Administrasi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan, riset, dan pengabdian yang berdampak kepada masyarakat,” ujarnya, Rabu (05/11/2025).

Akreditasi Unggul merupakan peringkat tertinggi yang diberikan kepada program studi yang memenuhi seluruh kriteria dan menunjukkan kinerja luar biasa di berbagai aspek pendidikan, meliputi kualitas akademik, manajemen, infrastruktur, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Raihan akreditasi Unggul ini juga menambah deretan akreditasi Unggul yang sudah dicapai program studi Pascasarjana UBL lainnya yaitu program studi Magister Manajemen (MM) dan program studi Magister Hukum (MH) dan semakin memperkuat posisi UBL sebagai perguruan tinggi swasta terkemuka di Sumatera yang terus berinovasi dalam mencetak lulusan unggul, profesional, dan berintegritas tinggi.(Red)

Mahasiswa Teknologi Pangan IIB Darmajaya Gali Pengalaman di Bapeltan Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi (Prodi) S1 Teknologi Pangan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melakukan kunjungan ke Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan) Lampung, Senin (3/11/25).

Kegiatan ini merupakan implementasi kerja sama antara IIB Darmajaya dan Bapeltan Lampung dalam pemanfaatan laboratorium serta lahan pertanian sebagai sarana pengembangan ilmu dan praktik mahasiswa.

Sebanyak lebih dari 20 mahasiswa, didampingi dosen dan Ketua Prodi Teknologi Pangan, Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A., diterima langsung oleh jajaran pengelola Bapeltan. Kehadiran rombongan disambut hangat oleh Ahmad Suryanto, S.T.P., M.P., selaku Widyaiswara Spesialis Pascapanen dan Pengolahan Hasil Pertanian.

Dalam sambutannya, Ahmad Suryanto menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut dan berharap kolaborasi antara Bapeltan dan IIB Darmajaya dapat memperkuat hubungan dunia akademik dan praktik lapangan di sektor pertanian. Ia juga memperkenalkan berbagai fasilitas dan program pelatihan di Bapeltan, termasuk Laboratorium Pengolahan Hasil yang menjadi sarana penerapan teknologi pascapanen.

Para mahasiswa mendapatkan penjelasan langsung mengenai fasilitas laboratorium pengolahan hasil pertanian, teknologi pascapanen, serta inovasi pengolahan pangan yang dikembangkan di Bapeltan.

Ketua Prodi Teknologi Pangan, Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A., menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga pelatihan pemerintah.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya memahami teori di kelas, tetapi juga melihat dan mengalami langsung bagaimana teknologi pangan diterapkan di lapangan. Melalui kerja sama dengan Bapeltan, kami berharap mahasiswa dapat mengembangkan keterampilan praktis serta ide-ide inovatif dalam bidang pengolahan hasil pertanian,” ujarnya seperti dikutip dari www.darmajaya.ac.id.

Refi juga menambahkan bahwa kerja sama ini akan berlanjut dalam bentuk kegiatan penelitian terapan dan program magang mahasiswa. Menurutnya, sinergi dengan Bapeltan menjadi langkah strategis untuk memperkuat kompetensi lulusan yang siap bersaing di industri pangan.

“Kerja sama ini membuka peluang besar bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari praktisi dan memanfaatkan fasilitas yang dimiliki Bapeltan. Ke depan, kami akan terus memperluas kemitraan serupa demi mendukung visi Prodi Teknologi Pangan sebagai pusat unggulan inovasi pangan berkelanjutan,” tambah Dr. Refi.

Kegiatan ditutup dengan sesi diskusi dan foto bersama di depan Laboratorium Pengolahan Hasil Bapeltan Lampung, yang menjadi simbol komitmen bersama antara IIB Darmajaya dan Bapeltan dalam mendukung pengembangan pendidikan dan riset di bidang pertanian dan teknologi pangan. (*)

Bangga! Riset Mahasiswa Pariwisata IIB Darmajaya Tembus International Conference

‎BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebagai Kampus Internasional, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya memberikan ruang kepada mahasiswa dalam publikasi jurnal.

Salah satunya yang dilakukan mahasiswa program studi pariwisata dalam The 3rd Geo Tourism International Conference (GTIC) 2025 yang diselenggarakan oleh Politeknik Pariwisata Medan pada 6 November 2025. Konferensi internasional ini merupakan ajang akademik bergengsi yang mempertemukan peneliti, praktisi, dan mahasiswa dari berbagai institusi untuk membahas isu-isu terkini seputar geowisata dan pengembangan destinasi berkelanjutan.

Sebanyak delapan judul penelitian akan dipresentasikan oleh tim mahasiswa, di mana masing-masing artikel ditulis oleh tiga orang mahasiswa. Seluruh karya ilmiah tersebut merupakan luaran dari mata kuliah Field Project Study Destinasi Pariwisata yang dibimbing oleh dosen Program Studi Pariwisata, Nia Lefiani, S.E., M.M.

Dosen pembimbing, Nia Lefiani, S.E., M.M., menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas semangat serta kerja keras mahasiswa dalam menyiapkan penelitian yang akan dipresentasikan. “Keterlibatan mahasiswa dalam GTIC 2025 menunjukkan bahwa mereka tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga mampu menghasilkan karya ilmiah yang siap bersaing di forum internasional,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Program Studi Pariwisata, Dr. Anggalia Wibasuri, M.M., menambahkan bahwa partisipasi mahasiswa dalam seminar internasional ini diharapkan dapat menjadi pengalaman berharga dalam mengembangkan kemampuan riset, komunikasi ilmiah, serta memperluas jejaring akademik. “Selain itu, keikutsertaan mereka juga mencerminkan komitmen Program Studi Pariwisata dalam mendorong mahasiswa untuk berkontribusi aktif terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan praktik pariwisata berkelanjutan,” ungkapnya.

Adapun delapan judul penelitian yang akan dipresentasikan antara lain: Study of Attractiveness and Accessibility of the Sumbernadi Village Mangrove Conservation As a Tourist Destination (Renita Agustin Suryaman, Aulia Khania Allaseh, dan Asiska Bila Syahrani). The Effect of Mangrove Conservation Activities on Tourist Interest in Visiting Ecotourism Areas (Dwi Abraham Lyntang, Kade Ayu Ratna Sari, dan Jesica Deli Putri).

Development of Mangrove Educational Tour Packages to Support Tourism Sustainability in Sumber Nadi Village, Ketapang, South Lampung (Aldo Souwwita, Efraim Eagle Christ Kainde, dan Jevon Ricky Lumban Tobing). SWOT Analysis of Mangrove Ecotourism Development: Opportunities and Challenges in the Era of Green Tourism (Case Study of Sumbernadi Village, Ketapang District, South Lampung) (Sarah Carolin, Patrick Salvador, dan Eldo Ferdiansyah). Strategy for the Development of Mangrove Conservation as a Sustainable Ecotourism Destination in Sumbernadi Village, Ketapang, South Lampung (Renita Stephanie, Elvira Zahra, dan Shelly Myda Putri).

The Role of Local Communities in Supporting the Development of Mangrove Ecotourism in Sumber Nadi Village, South Lampung (Komang Irfando, Marfin Julianda, dan Muhammad Ardiansyah Nuari). The Potential of Mangrove Ecotourism as a Conservation-Based Tourist Attraction in Sumbernadi Village, Ketapang (Gradilla Ndaru Kadesi, Azzahra Nabila Yasmin, dan Aulya Haya Nabila). Stakeholder Collaboration In Mangrove Ecotourism Management And Promotion (Cornelius Dio Catur Kurniawan, Muhammad Ariel Adyatma, dan Muhammad Raka Shahib).(**)

Raden Riyanto Jadi Anggota Senat Kehormatan Wisuda OUM Malaysia, Harumkan Nama Lampung dan Indonesia

KUALA LUMPUR, MALAYSIA -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh anak bangsa. Radep Riyantoro, pemuda asal Lampung yang kini memimpin pengembangan pendidikan melalui Nusadaya Academy, meraih penghargaan internasional atas kontribusinya dalam inovasi dan pengembangan sistem pendidikan di Indonesia.

Penghargaan tersebut diberikan dalam acara resmi yang dipimpin oleh YBHG Prof. Dato’ Dr. Ahmad Izanee Bin Awang, President/Vice Chancellor, dan Encik Bani Bin Zainal Azmian, CEO METEOR Learning Sdn. Bhd.

Momen ini menandai pengakuan dunia terhadap peran Nusadaya Academy dalam menghadirkan model pendidikan unggul yang mempersiapkan talenta Indonesia masuk ekosistem global. Nusadaya Academy bahkan mendapat apresiasi bersanding dengan universitas ternama dunia, termasuk institusi pendidikan besar Asia.

Pada kesempatan tersebut, Radep Riyantoro juga mendapat kehormatan luar biasa sebagai anggota senat dalam sidang wisuda Open University Malaysia (OUM). Ia tampil di panggung resmi bersama jajaran akademik dan pimpinan universitas Malaysia, mewakili Nusadaya Academy.

Tak hanya itu, Radep turut berperan langsung dalam mewisuda mahasiswa/i Nusadaya Academy yang menjalankan program pendidikan internasional di Malaysia—sebuah langkah monumental bagi institusi pendidikan asal Indonesia untuk mengukuhkan posisi di panggung akademik global.

“Penghargaan ini adalah bentuk kepercayaan dunia kepada kualitas pendidikan Indonesia. Kami akan terus membuka akses dan kesempatan global bagi generasi muda Indonesia untuk bersaing dan berprestasi di dunia internasional,” ujar Radep Riyantoro.

Pengakuan ini sekaligus menjadi bukti bahwa anak muda Indonesia mampu diposisikan sebagai pemimpin pendidikan di tingkat internasional, sekaligus menjadi insipirasi bagi pemuda Lampung dan seluruh Indonesia untuk mencetak jejak global.

Dengan pencapaian ini, Nusadaya Academy semakin memantapkan langkahnya dalam mendorong kolaborasi pendidikan, mobilitas internasional, dan peningkatan kapasitas tenaga profesional Indonesia menuju negara-negara maju.(red)

Bukan Sekadar MoU! IIB Darmajaya–Peradi SAI Gaspol Wujudkan Tridharma Lewat Seminar, Magang, hingga Klinik Hukum!

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjalin kerja sama dengan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Suara Advokat Indonesia (SAI) Kota Bandar Lampung pada Senin, (3/11/25). Kerja sama ditandai dengan penandatanganan antara kedua pimpinan.

Dalam kunjungannya, DPC Peradi SAI Kota Bandar Lampung yang dipimpin Mas Ariona, S.H. bersama jajarannya disambut Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata, dan Pangan Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I. bersama Direktur Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran Dian Eka Darma Wahyuni, S.E., M.M. dan Ketua Prodi Hukum Bisnis IIB Darmajaya Mashuril Anwar, S.H., M.H. Kedua lembaga ini sepakat untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan hukum kepada generasi bangsa.

Mas Ariona mengaku senang dapat diterima dengan baik. “DPC Peradi ini menjadi gerbang kita yang ingin menjadi advokat. Banyak yang nanti akan dikerjasamakan diantaranya seminar, podcast, atau penyuluhan ke desa-desa,” ucapnya.
Sementara, Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata dan Pangan Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I. mengucapkan selamat datang kepada DPC Peradi SAI Kota Bandar Lampung. “Kami sangat mendukung adanya kolaborasi ini. Kerja sama tidak hanya dalam bentuk dokumen tetapi diharapkan dapat segera dilakukan implementasi,” ucap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Masih kata dia, sebelumnya juga telah beberapa kali diskusi untuk kegiatan kolaborasi. “Alhamdulillah telah disepakati kerja sama terdapat tiga bidang yakni pendidikan dan pengajaran dapat meliputi kuliah umum ataupun dosen tamu atau dosen praktisi serta magang, penelitian melalui pengambilan data bahan riset, dan pengabdian,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, DPC Peradi SAI Kota Bandar Lampung juga melihat beberapa fasilitas penunjang pembelajaran kuliah Prodi Hukum Bisnis meliputi ruang peradilan semu dan ruang klinik hukum. (**)

Kadisdik Lampung Tinjau SMKN 1 Bumi Ratu Nuban Fasilitas Robotik dan Pengelasan Jadi Fokus

LAMTENG -(deklarasinews.com)-  SMKN 1 Bumi Ratu Nuban mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk meningkatkan kompetensi siswa di bidang keahlian industri.

Sekolah menengah kejuruan negeri yang beralamat di Jl. Pandawa, Desa Wates, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Lampung Tengah ini tercatat memiliki akreditasi B dengan program keahlian seperti Teknik Pengelasan, Teknik Kendaraan Ringan (Otomotif), Teknik Sepeda Motor (TSM) ,Teknik jaringan alat telekomunikasi (TJAT) dan Teknik Komputer & Jaringan. (TKJ)

Kementerian memberikan bantuan melalui pengembangan Ruang Praktik Sekolah (RPS) yang dilengkapi peralatan robotik dan fasilitas pengelasan modern. Fasilitas ini menjadi bagian dari program Pusat Keunggulan SMK, yang bertujuan mempersiapkan siswa menghadapi industri modern dan meningkatkan kualitas pembelajaran.

Ketua komunitas GTK SMKN 1 Bumi Ratu Nuban, Ferlly Haryani Rachman, S.Pd, M.M., mewakili Kepala Sekolah Nurhasanah, S.Pd., menjelaskan bahwa fasilitas ini akan dimanfaatkan secara optimal oleh guru dan siswa.

Dia menjelaskan sebagai bagian dari program, sejumlah guru dan siswa mengikuti magang di PT Unggul Semesta Cikarang, perusahaan yang bergerak di bidang pengelasan dan fabrikasi industri.

Magang sendiri berlangsung selama satu pekan, dengan fokus mengoperasikan praktik robotik pengelasan, untuk meningkatkan keterampilan guru sekaligus menyiapkan siswa menghadapi dunia industri.

Menurut dia, guru-guru yang mengikuti magang antara lain Rio Ervianto, Andika Mahardika, M. Lutfi Aziz, Danang Surya Aji, Sigit Danu Trapsilo, dan Tatang Sunarya.

“Kegiatan ini penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi dunia kerja dan Dunia Industri” ujar Ferlly Haryani Rachman

Kunjungan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, melakukan kunjungan perdana ke SMKN 1 Bumi Ratu Nuban pada 23 Oktober 2025.

Dalam kunjungan tersebut, Thomas meninjau RPS, peralatan pengelasan termasuk tempat dimana peralatan las robotic, dan pembangunan Ruang Praktik Siswa.

Thomas memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan BLUD dan TEFA (Teaching Factory) di seluruh SMK di Provinsi Lampung, termasuk SMKN 1 Bumi Ratu Nuban.

Menurutnya, sekolah kejuruan harus lebih kompetitif dan siap bersaing di dunia usaha dan industri.

“Target kami adalah membuat SMK unggul, modern, dan siap menghadapi tantangan industri. Dengan fasilitas ini, SMKN 1 Bumi Ratu Nuban dapat menjadi pusat keunggulan di Lampung,” ujar Thomas.

Ferlly Haryani Rachman menyampaikan terima kasih atas perhatian dan dukungan Kadisdik, yang menjadi motivasi dan inspirasi bagi guru dan siswa untuk terus meningkatkan kompetensi. (*)

‎Dies Natalis Unsri ke-65 Pecah Rekor MURI! Begini Harapan Mendagri untuk Indonesia Emas

INDRALAYA -(deklarasinews.com)- ‎Dalam suasana penuh kebanggaan dan refleksi sejarah, Universitas Sriwijaya (Unsri) merayakan Dies Natalis ke-65 di Auditorium Kampus Indralaya, Senin (3/11/2025). Momen ini semakin istimewa dengan hadirnya Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Majelis Wali Amanat (MWA) Unsri, Muhammad Tito Karnavian, yang menyampaikan orasi ilmiah bertajuk peran strategis pendidikan tinggi dalam menyongsong Indonesia Emas 2045.

‎‎Dalam paparan ilmiahnya, Tito menegaskan bahwa visi Indonesia Emas bukan semata perayaan satu abad kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi sebuah peta jalan menuju kebangkitan bangsa agar sejajar dengan kekuatan ekonomi dunia. Visi tersebut, menurut Tito, adalah proyeksi besar bahwa dalam dua dekade mendatang Indonesia harus mampu berada pada deretan empat hingga lima negara dengan perekonomian terbesar di dunia.

‎‎“Dengan trajectory pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang kuat, Indonesia akan melompat. Tahun 2040 hingga 2045 kita diprediksi menjadi kekuatan ekonomi nomor empat atau lima terbesar dunia,” tegas Tito.

‎‎Optimisme Mendagri bukan tanpa dasar. Berbagai lembaga internasional, seperti International Monetary Fund (IMF), McKinsey, dan World Bank, telah mencatat Indonesia sebagai salah satu negara yang memiliki prospek pertumbuhan ekonomi paling menjanjikan di masa depan. Stabilitas politik, pesatnya pembangunan, serta kekayaan sumber daya manusia dan alam menjadi modal utama.

‎‎Tito menjelaskan, potensi terbesar Indonesia bukan hanya pada kekayaan alam, melainkan pada keberadaan kelas menengah yang terus berkembang. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sebanyak 17,13 persen penduduk Indonesia merupakan kelas menengah, sementara 49,22 persen berada dalam kategori menuju kelas menengah.

‎ “Ini menunjukkan harapan besar bagi kita menjadi negara maju. Kelas menengah yang terdidik dan terlatih akan menjadi mesin penggerak ekonomi nasional,” ujarnya.

‎‎Menurut Tito, dua faktor utama menjadi landasan keyakinannya terhadap masa depan Indonesia. Pertama, perubahan paradigma politik global yang beralih dari realisme menuju liberalisme dan kemudian konstruktivisme, yang menempatkan norma dan peran pelaku non-negara sebagai faktor strategis. Kedua, pengalaman empirisnya mengamati negara-negara yang mengalami lompatan ekonomi, seperti Tiongkok, yang sukses mengoptimalkan potensi sumber daya manusianya.

“Jika SDM kita unggul, sehat, dan terlatih, ditambah kekayaan alam yang dikelola secara baik, Indonesia akan melesat menjadi negara maju. Kuncinya adalah pendidikan,” tandasnya.

‎‎Acara Dies Natalis turut dihadiri Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, yang juga merupakan alumni Unsri. Dalam sambutannya, ia menyampaikan kebanggaannya terhadap kemajuan yang telah dicapai perguruan tinggi kebanggaan masyarakat Sumsel tersebut.

‎‎“Unsri semakin matang dan berisi. Banyak tokoh hebat di negeri ini adalah lulusan Unsri, baik yang dulu maupun generasi sekarang,” katanya.

‎‎Herman Deru mengingatkan bahwa peringatan Dies Natalis harus menjadi momentum untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan Indonesia Emas 2045.

“Emas bukan hanya simbol usia 100 tahun kemerdekaan, tetapi bagaimana kita menyiapkan kualitas dan kuantitas manusia Indonesia agar mampu mengelola potensi bangsa secara maksimal,” tegasnya.

‎‎Rektor Unsri, Prof. Dr. Taufiq Marwa, dalam kesempatan itu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap kemajuan Unsri.

‎‎“Alhamdulillah, dukungan dari Mendagri, Gubernur, dan Bupati Ogan Ilir menjadi energi positif bagi Unsri untuk terus berbenah dan menjadi lebih baik,” ujarnya.

‎‎Mengusung tema “Bersinergi untuk Memberikan Dampak”, Unsri menegaskan komitmennya untuk menjalin kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah pusat, hingga dunia industri.

‎‎“Kami akan terus membuka kerja sama agar Unsri tidak hanya melahirkan lulusan unggul, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tambahnya.

‎‎Tidak hanya itu, perayaan Dies Natalis ke-65 kali ini terasa semakin spesial dengan pecahnya rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Unsri berhasil menerbitkan 65 buku dalam satu bidang keilmuan, yakni ilmu hukum — sebuah prestasi akademik yang menegaskan komitmen kampus terhadap pengembangan ilmu dan budaya literasi nasional.

‎‎”Ini kebanggaan bagi civitas akademika Unsri. Rekor ini menunjukkan bahwa kita mampu menghasilkan karya ilmiah yang bernilai,” tutup Rektor.(Ning)

Keren! Tim Futsal IIB Darmajaya Sabet Juara II dan Pemain Terbaik!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Tim futsal Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya yang tergabung dalam Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Olahraga Persatuan Sepak Bola Darmajaya (UKM PSDJ) berhasil meraih juara II pada Turnamen Futsal Dekan Cup 9.0 yang diselenggarakan oleh Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya di GOR Dempo Jakabaring, Palembang, pada 2 November 2025. Kompetisi ini diikuti 16 tim dari berbagai perguruan tinggi di wilayah Sumatra bagian Selatan.

Selain runner-up, tim futsal UKM PSDJ IIB Darmajaya juga menorehkan prestasi individu melalui Gaga Pradana Putra, mahasiswa Program Studi Manajemen, yang dinobatkan sebagai Best Player pada turnamen tersebut. Gaga Pradana Putra yang berposisi sebaga flank tampil ciamik dari penyisihan hingga partai final.

Kapten tim futsal IIB Darmajaya, M Radit Ardiansyah, mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian tersebut. “Kami sangat bersyukur bisa membawa nama Darmajaya hingga ke final. Meski belum bisa menjadi juara pertama, perjuangan teman-teman luar biasa. Ini menjadi motivasi untuk tampil lebih baik di turnamen berikutnya,” ujarnya.

Radit juga menyampaikan bahwa persiapan dan kekompakan tim menjadi kunci keberhasilan mereka menembus babak final. Ia menuturkan bahwa seluruh pemain telah berlatih intensif selama beberapa minggu sebelum keberangkatan ke Palembang, dan dukungan kampus sangat membantu dalam menjaga semangat bertanding.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Non Akademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M, turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih tim futsal UKM PSDJ. “Selamat kepada tim futsal IIB Darmajaya atas capaian luar biasa di ajang Dekan Cup 9.0. Prestasi ini membuktikan bahwa mahasiswa Darmajaya tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang olahraga. Kami sangat bangga dan akan terus mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai bidang,” ujar Muprihan seperti dikutip dari https://www.darmajaya.ac.id.

Turnamen Dekan Cup 9.0 menjadi ajang bergengsi antarperguruan tinggi di wilayah Sumatra bagian Selatan, dengan menghadirkan tim-tim kuat yang berkompetisi secara sportif. Capaian UKM PSDJ IIB Darmajaya Lampung ini menegaskan eksistensinya sebagai salah satu unit kegiatan mahasiswa yang aktif dan berprestasi di bidang olahraga. (**)

Dorong Kemandirian Ekonomi Pesantren, Pelatihan Olahan Cabai Digelar di Pondok Pesantren Al Hidayah Gerning

PESAWARAN -(deklarasinews.com)- Dalam upaya memperkuat perekonomian masyarakat berbasis syariah dan meningkatkan kemandirian ekonomi pesantren, Politeknik Negeri Lampung (Polinela) menyelenggarakan pelatihan pembuatan produk olahan cabai di Pondok Pesantren Al Hidayah Gerning. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengembangan Ekonomi Syariah Pesantren yang menekankan pentingnya pemberdayaan masyarakat melalui pendekatan praktis dan berkelanjutan.

Tim pelatihan terdiri dari Dwi Eva Nirmagustina (Ketua Pelatihan, D3 Teknologi Pangan), Sri Handayani (Anggota, S1 Pengelolaan Agribisnis), Aprilia Firdha Damayanti (Anggota, D3 Teknologi Pangan), dan Desta Ayu Pratama (Anggota, D3 Teknologi Pangan). Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk nyata sinergi lintas program studi di Polinela dalam mendukung pengembangan sektor ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan yang dilaksanakan di lingkungan pesantren tersebut diikuti oleh para santri, pengurus pesantren, serta masyarakat sekitar. Para peserta mendapatkan pembekalan tentang teknik pengolahan cabai menjadi berbagai produk bernilai tambah, seperti sambal dan cabai kering. Seluruh proses pelatihan mengedepankan prinsip higienitas, keamanan pangan, serta kelayakan usaha kecil menengah agar produk yang dihasilkan memenuhi standar mutu dan dapat bersaing di pasar lokal.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mendorong lahirnya wirausaha-wirausaha baru dari kalangan santri dan masyarakat sekitar pesantren. Cabai dipilih sebagai komoditas utama karena mudah diolah, bernilai ekonomi tinggi, dan memiliki peluang pasar yang luas,” ujar Dwi Eva Nirmagustina selaku Ketua Tim Pelatihan.

Selain pelatihan teknis, peserta juga memperoleh edukasi mengenai sanitasi dan higiene pangan, pengemasan produk, perizinan usaha, serta strategi pemasaran sederhana agar mampu mengelola usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Pihak pesantren menyambut baik kegiatan ini. Mereka berharap, hasil pelatihan tidak hanya berhenti pada keterampilan produksi, tetapi juga dapat bertransformasi menjadi unit usaha pesantren yang memberikan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitar.

“Kegiatan seperti ini sangat relevan dengan semangat kemandirian pesantren. Santri tidak hanya mendapatkan ilmu agama, tetapi juga bekal keterampilan hidup dan kewirausahaan,” ujar Gus Yusuf Selaku Pengasuh Pondok pesantren Al Hidayah Gerning.

Program ini juga merupakan bentuk kontribusi nyata Polinela dalam mendukung program pemerintah untuk memperkuat ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian dan pengolahan pangan berbasis kearifan lokal. Ke depan, Polinela berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan program serupa di berbagai wilayah, dengan menjalin kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi, pesantren, dan masyarakat.

Dengan adanya pelatihan ini, Pondok Pesantren Al Hidayah Gerning diharapkan menjadi salah satu percontohan pesantren unggulan dalam pengembangan ekonomi syariah berbasis produk pangan olahan, khususnya cabai, sekaligus menjadi inspirasi bagi pesantren lainnya di wilayah Lampung dan sekitarnya.(red)