Sempat Terhenti, Program MBG Bumi Daya Siap ‘Ngebut’ Lagi — 19 Sekolah Langsung Kebagian Menu Ayam Lengkuas!

‎LAMSEL -(deklarasinews.com)- Pelayanan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bumi Daya, Palas, Lampung Selatan akan kembali dinikmati oleh 19 sekolah.

Hal ini disampaikan Kepala Dapur SPPG Bumi Daya, Palas, Lampung Selatan Fajar pada Senin, (10/11/25). “Iya sempat terhenti tetapi besok sudah running kembali,” ucapnya.

Adapun terdapat 3124 sasaran penerima manfaat mulai kelompok belajar (KB), taman kanak-kanak, pendidikan anak usia dini (PAUD), madrasah ibtidaiyah (MI), madrasah tsanawiyah negeri (MTsN), madrasah aliyah (MA), dan Sekolah Menengah Atas (SMA). “Dua hari (tidak beroperasi, ed). Hari Jumat kemarin (7/11) karena dana dari BGN belum cair, sama hari ini tidak beroperasi dikarenakan relawan mengikuti bimtek penjamah makanan pada hari minggu di Grand Mercure selesai acara jam setengah 5, sampai dapur sekitar pukul 7 malam,” bebernya.

Fajar menjelaskan untuk menu besok SPPG Bumi Daya menyediakan MBG berupa ayam lengkuas, tumis tahu kacang, dan buah pisang. “Kita hari ini mulai kembali bekerja dan besok akan mendistribusikan MBG ke 19 sekolah,” ujarnya.

Menurut dia, pelayanan yang diberikan SPPG Bumi Daya, Palas, Lampung Selatan juga akan menyesuaikan dengan Bimtek yang diikuti terakhir. “Kita patuhi semua aturan dari pemerintah yakni BGN dalam pelaksanaan pendistribusian MBG ke sekolah,” tutupnya. (**)

 

Aktif Wujudkan P4GN, GRANAT Lampung Terima Silaturahmi Mahasiswa FISIP UNILA

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ketua DPD GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra bersama jajaran pengurus menerima silaturahmi perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip) Universitas Lampung diruang utama Graha Karya, Senin (10/11/2025).

Perwakilan Mahasiswa tersebut yakni Rachel Aulia Az-Zahra, Nia Angelina, Maudy Aprilica, Ruth Stevy Tobing, dan Abyas Fachri Efendi.

Turut hadir mendampingi jajaran pengurus DPD Granat Provinsi Lampung Ketua Harian DPD Granat Lampung, Drs. Rusfian, MIP, Sekretaris, Agus Bhakti Nugroho, SH.,MH, lalu Konselor Granat Lampung Rachmad Cahya Aji, dan Toni Fisher, SE.,SH, Wakil Sekretaris DPD Granat Lampung yakni DR. Bobby Bachri, H. Yuhadi, SHI, MH, Ali Chandra, S.Ag dan Suwardi Bojes, SHI, Caesar Kurniawan, SH.,MH, serta Jajaran Pengurus lainnya.

Dalam silaturahmi tersebut, Ketua DPD GRANAT (Gerakan Nasional Anti Narkotika) Provinsi Lampung, H. Tony Eka Candra berbincang santai dengan penuh rasa kekeluargaan dengan para mahasiswa tentang (P4GN) Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba, Tony pun memberikan motivasi dan mengungkapkan rasa prihatin, bahwa Indonesia menjadi salah satu negara yang menjadi sasaran empuk pasar besar peredaran dan perdagangan narkoba di dunia, hal ini dapat dibuktikan dengan meningkatnya jumlah pengguna yang mencapai 18 ribu orang meninggal dunia sia-sia setiap tahunnya.

Tony yang juga Bendahara DPD Partai Golkar Provinsi Lampung ini menjelaskan, Jenis narkoba yang paling banyak disalahgunakan adalah Ganja, Ekstasi dan Sabu, yang menyasar pada kelompok yang awalnya hanya mencoba pakai terutama kelompok Pelajar, Mahasiswa dan kelompok Pekerja usia produktif.

Memang bisnis haram ini sangat menggiurkan bagi kelompok tertentu karna perputaran uang yang sangat besar, hal ini sesuai dengan hukum pasar, permintaan semakin besar mengakibatkan suplay yang semakin besar pula.

Sebab itu, Pemerintah sudah menabuh genderang perang untuk mencegah dan melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba yang belakangan ini terus mengalami peningkatan, bahkan penggunanyapun semakin beragam, lintas usia dan lintas profesi.

“Indonesia saat ini sudah bukan lagi Darurat Narkoba, tetapi sudah Bencana Narkoba” imbuh Tony. (10/11/2025).

Pemegang sabuk hitam (DAN VII) Karateka ini mengatakan, pengguna narkoba saat ini, sekitar 5,9 juta jiwa secara nasional, 128.529 jiwa di Provinsi Lampung, 22 persen diantaranya adalah para pelajar dan mahasiswa calon penerus generasi bangsa, sebagian lagi masih dalam usia produktif. Pecandu narkoba tersebut sebagian kecil saja yang dapat pulih kembali kepada kehidupan normal, karena sebagian berakhir idiot dan menjadi beban keluarga, beban masyarakat sekaligus beban negara, bahkan banyak yang menunggu kematiannya.

Penyalahguna Narkoba di Provinsi Lampung masuk dalam katagori tinggi, dengan jumlah penyalahguna sebanyak 128.529 jiwa.

“Setiap hari 50 orang mati sia-sia karena narkoba, bahkan mencapai 18 ribu orang setiap tahunnya” ungkapnya.

Oleh sebab itu, diperlukan metode yang masif terpadu dan berkesinambungan. dalam rangka mencegah kejahatan, peredaran gelap, dan penyalahgunaan narkoba, selain itu juga dibutuhkan sinergi, peran aktif dan pendayagunaan seluruh komponen dan potensi bangsa, serta dukungan dan partisipasi dari segenap lapisan masyarakat dalam menghadapi bencana narkoba, menuju Indonesia yang sehat dan bebas narkoba

Menurut Tony yang juga Ketua PD VIII KB FKPPI Provinsi Lampung ini menuturkan, ada empat metode yang harus dilakukan secara bersamaan

Pertama Preemtif, dengan melakukan cegah dini untuk menyampaikan informasi yang seluas luasnya kepada masyarakat tentang bahaya penyalahgunaan narkoba, agar timbul kesadaran untuk tidak menggunakannya, upaya ini biasa disebut “KIE” Komunikasi, Informasi dan Edukasi, tuturnya.

Kemudian Prefentif, yaitu upaya mencegah masuknya barang haram narkoba ke Indonesia, baik melalui jalur darat, bandara, pelabuhan, dan pintu-pintu masuk pelabuhan tikus disepanjang bentangan pantai yang ada di Indonesia.

“Kurangnya aparat penegak hukum, bisa dilakukan upaya dengan melibatkan partisipasi dan dukungan masyarakat” imbuhnya.

Upaya prefentif ini juga dapat dilakukan dengan cara razia secara berkesinambungan terhadap tempat-tempat yang rentan dan biasa dijadikan tempat transaksi narkoba.

Kemudian Represif, yaitu upaya penegakan hukum berdasarkan Undang-Undang Nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika, di dalam upaya ini harus ada sinergi dan konsistensi antara Kepolisian, BNN, Jaksa serta Hakim dalam menegakkan Hukum.

“Para produsen, sindikat, bandar dan pengedar narkoba yang merupakan musuh bangsa dan musuh negara sekaligus musuh umat manusia, harus dihukum seberat-beratnya dengan hukuman mati, hal ini dilakukan agar menjadi efek takut bagi yang ingin mencoba menjadi bandar atau pengedar narkoba” jelasnya lagi.

Terakhir Rehabilitasi, upaya ini dilakukan bagi para pecandu, yang sudah ketergantungan terhadap narkoba, metodenya dengan rehabilitasi medis, psikis dan sosial. Upaya ini harus dilakukan terpadu dan terintegrasi.

Tony meyakini, dengan metode tadi apabila dilakukan secara masif, terpadu dan berkesinambungan serta didukung oleh segenap komponen dan potensi bangsa dan masyarakat, maka peredaran gelap dan penyalahgunaan narkotika ini semakin hari, akan semakin kecil.

Ketua DPC Organda Bandar Lampung ini juga mengajak kepada segenap lapisan masyarakat serta komponen dan potensi bangsa untuk turut serta membantu pemerintah dan aparat penegak hukum. Karena tanggung jawab terhadap pemberantasan peredaran gelap dan penyalagunaan narkoba ini, bukan hanya tanggung jawab pemerintah dan aparat penegak hukum semata, tetapi juga merupakan tanggung jawab segenap komponen dan potensi bangsa serta masyarakat Indonesia.

“Jika semua lapisan masyarakat serta segenap komponen dan potensi bangsa bersatu padu dalam mencegah peredaran gelap dan penyalahgunaan narkoba, maka masuknya barang haram tersebut dapat dicegah, dan akan mempersempit ruang gerak para pengedar dan bandar narkoba, sehingga cita-cita Indonesia yang sehat dan bebas narkoba dapat diwujudkan,” pungkasnya.(*)

Bangga! Mahasiswa Darmajaya Wakil Sumatra Unjuk Karya di TKMDII XVII Surabaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Enam belas mahasiswa Program Studi Desain Interior Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya siap membawa semangat kreatif ke panggung nasional dalam ajang Temu Karya Mahasiswa Desain Interior Indonesia (TKMDII) XVII yang digelar di Universitas Kristen Petra, Surabaya, pada 10–12 November 2025.

Kegiatan tahunan ini mempertemukan mahasiswa Desain Interior dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berkolaborasi, berdiskusi, serta menampilkan karya terbaik yang mengusung inovasi dan estetika dalam desain ruang. IIB Darmajaya menjadi satu-satunya perwakilan perguruan tinggi dari Sumatra, sementara peserta lainnya berasal dari berbagai kampus di Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bandung, Surabaya, Surakarta, Yogyakarta, dan Denpasar.

Adapun mahasiswa yang akan menjadi delegasi Darmajaya terdiri dari Abd Caesare, Adi Sumarsono, Alfirzal Alfidzian Saputra, Akmal Fadhiln Wibowo, Meylinda Putri Wijaya, Muh. Novaldi Ramadhan, Neina Zilva Azhara, AM Rayhan Ayyasy, Ashifa Salsabila, Bagus Rahmat Rojadi, Dapit Sanjaya, Kharidah Maghfira Pasha, M. Nabil Syahfullah, M. Rifki Deofyan, dan Rijal Imam Saputra. Mereka akan berpartisipasi dalam berbagai kegiatan seperti lokakarya, seminar, serta pameran karya desain interior mahasiswa se-Indonesia.

Salah satu delegasi, Abd Caesare, mengaku bangga mendapat kesempatan untuk mewakili kampus. “Kami sangat antusias karena ini bukan hanya tentang kompetisi, tapi tentang belajar bersama dan menunjukkan identitas desain mahasiswa Darmajaya,” ujarnya.

Ketua Program Studi Desain Interior IIB Darmajaya, Andi Wahyu Zulkifli Yusuf, M.Ds, menyampaikan bahwa keterlibatan mahasiswa dalam TKMDII menjadi momentum penting untuk mengasah kompetensi dan menumbuhkan kepercayaan diri di tingkat nasional. “Partisipasi ini bukan sekadar ajang pamer karya, tetapi juga wadah untuk membangun jejaring, berbagi ide, dan memperluas wawasan tentang tren serta tantangan desain interior masa kini,” ujarnya.

Andi menambahkan, keikutsertaan mahasiswa Darmajaya juga menunjukkan komitmen kampus dalam mendukung pengembangan kreativitas dan profesionalisme mahasiswanya. “Kami ingin mereka tidak hanya hadir sebagai peserta, tetapi benar-benar menorehkan kesan positif dan membawa nama baik kampus,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya menegaskan dukungannya terhadap pengembangan potensi mahasiswa agar mampu bersaing di dunia profesional. “Kami percaya pengalaman seperti ini akan membentuk karakter desainer yang adaptif, kolaboratif, dan berdaya saing global,” pungkas Andi Wahyu.(**)

Aliansi Mahasiswa Nusantara Papua Gelar Diskusi Publik Dukung Soeharto Jadi Pahlawan Nasional

BIAK NUMFOR -(deklarasinews.com)– Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Wilayah Papua menggelar diskusi publik bertajuk “Mendukung Pemberian Gelar Pahlawan Nasional untuk Soeharto: Menimbang Jasa, Menguatkan Nasionalisme” pada Jumat (8/11/2025) di Seruput Kopi Dangdut, Biak.

Kegiatan yang dihadiri puluhan mahasiswa, tokoh pemuda, serta akademisi lokal ini berlangsung dalam suasana hangat dan santai ala “ngopi kebangsaan”, namun tetap sarat dialog intelektual.

Koordinator AMAN Wilayah Papua, Zul Fitri, dalam sambutannya menegaskan bahwa diskusi tersebut digelar sebagai ruang refleksi generasi muda untuk menilai kembali kiprah Presiden ke-2 Republik Indonesia, Jenderal Besar H.M. Soeharto, dalam sejarah pembangunan nasional.

“Soeharto adalah bagian dari sejarah besar Indonesia. Beliau membawa stabilitas politik dan kemajuan ekonomi yang menjadi dasar pembangunan hingga kini. Kami menilai sudah saatnya pemerintah mempertimbangkan pemberian gelar Pahlawan Nasional untuk beliau,” ujar Zul Fitri.

Dalam sesi diskusi, para narasumber menyoroti program-program peninggalan era Orde Baru yang dinilai masih memberikan dampak positif, mulai dari pembangunan infrastruktur dasar, peningkatan akses pendidikan, hingga program kesehatan masyarakat. Mereka menilai bahwa terlepas dari dinamika politik masa lalu, Soeharto memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa, termasuk percepatan pembangunan di wilayah timur Indonesia.

Sebagai bentuk output kegiatan, AMAN Wilayah Papua menutup acara dengan pembacaan pernyataan sikap resmi, yang berisi dukungan terhadap usulan pemberian gelar Pahlawan Nasional kepada Soeharto.

“Kami percaya bahwa menghargai jasa pemimpin masa lalu adalah bagian dari memperkuat semangat kebangsaan masa kini,” tegas Zul Fitri.

Diskusi publik ini menjadi bukti bahwa ruang dialog kebangsaan dapat tumbuh dari tempat sederhana seperti kedai kopi, namun tetap memberi makna bagi pembentukan wawasan dan karakter generasi muda Papua.(GM)

Literasi dan Diplomasi Ruang Angkasa Jadi Fokus Diskusi Publik di Universitas Paramadina

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Paramadina Graduate School of Diplomacy, bekerja sama dengan Indian Space Association (ISpA) dan South ASEAN International Advocacy & Consultancy (SAIAC), menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Equitable and Access to Space and Satellite” di Kampus Universitas Paramadina, Trinity Tower Lantai 45, Jakarta.

Acara ini mempertemukan akademisi, praktisi, dan diplomat dari Indonesia dan India untuk membahas isu strategis mengenai keadilan akses terhadap ruang angkasa dan teknologi satelit di kawasan Asia.

Dalam sambutannya, Prof. Dr. Iin Mayasari, Wakil Rektor Bidang Mutu dan Kerja Sama Universitas Paramadina, menegaskan bahwa ruang angkasa kini menjadi domain strategis kelima setelah darat, laut, udara, dan siber.

“Dulu kita hanya berbicara tentang udara, darat, dan laut. Kini kita mengakui domain keempat—dunia siber—dan domain kelima yang sesungguhnya, yaitu ruang angkasa,” ujarnya.

Menurut Prof. Iin, ruang angkasa telah menjadi fondasi penting bagi kehidupan modern, dari sistem navigasi GPS hingga peringatan dini bencana. Ia menekankan bahwa pengelolaan ruang angkasa harus dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah, industri, dan akademisi.

“Ruang angkasa bukan sekadar simbol kemajuan teknologi, tetapi fondasi kedaulatan dan keselamatan nasional,” tegasnya.

Shaanti Shamdasani, Presiden SAIAC Chair sekaligus pendiri ThinkGroup Asia, menyoroti pentingnya literasi ruang angkasa di kalangan publik dan media.

“Ketika kita berbicara tentang transformasi digital, kita sesungguhnya sedang berbicara tentang ketergantungan terhadap satelit dan spektrum orbit,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa ketimpangan akses antara negara maju dan berkembang menjadi tantangan besar yang harus dijawab dengan kerja sama internasional berbasis keadilan dan kesetaraan.

Sebagai Keynote Speaker, Lt. Gen. A.K. Bhatt, Direktur Jenderal Indian Space Association (ISpA), memaparkan perjalanan panjang India dalam membangun program antariksa nasional.

“Fokus kami selalu sederhana: bagaimana teknologi antariksa dapat membantu kehidupan rakyat, bukan sekadar mencapai planet lain,” ungkapnya.

India, dengan anggaran terbatas, berhasil menjadi salah satu negara yang mendaratkan wahana di kutub selatan bulan dan kini menumbuhkan ratusan startup ruang angkasa yang digerakkan anak muda. Ia menegaskan perlunya kolaborasi lintas kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara agar kemajuan ekonomi ruang angkasa dapat dinikmati bersama.

Shantanu K. Bansal, pendiri Indian Aerospace and Defence News (IADN), menekankan peran penting media dalam membangun kesadaran publik terhadap isu antariksa. Melalui platform digital IADN, ia mengembangkan jurnalisme berbasis data dan analisis untuk meningkatkan literasi sains di kalangan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Dr. Erna Sri Adiningsih, Direktur Eksekutif Indonesian Space Agency (INASA) – BRIN, menjelaskan arah kebijakan ruang angkasa nasional dan pentingnya pengelolaan space debris serta peningkatan space situational awareness.

“Aktivitas manusia di luar angkasa semakin padat. Keberlanjutan akses ruang angkasa adalah tanggung jawab bersama,” ujarnya.

Menutup diskusi, Wachid Ridwan, Sekretaris Program Studi Magister Hubungan Internasional Universitas Paramadina, menyoroti isu tata kelola global ruang angkasa (space governance).

“Kita harus memandang ruang angkasa sebagai warisan bersama umat manusia—the province of all mankind. Diplomasi yang adil dan kolaboratif menjadi keharusan,” tegasnya.

Menurutnya, universitas memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang memahami pentingnya tata kelola ruang angkasa yang etis dan berkeadilan.

Dosen Bisnis Digital Darmajaya Ajari Puluhan Siswa SMKN 1 Air Naningan Bangun Marketplace dan Strateginya

TANGGAMUS -(deklarasinews.com)- Dua dosen Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menjadi narasumber dalam kegiatan pelatihan digital di SMKN 1 Air Naningan, Tanggamus, pada Selasa, (4/11/25). Kedua dosen tersebut adalah Ari Purnomo, S.Kom., M.M.T. dan Soraya Asnusa, S.E., M.M.. Kegiatan ini diikuti oleh puluhan siswa dan guru yang antusias mengikuti seluruh sesi pembelajaran.

Dalam pemaparannya, Ari Purnomo menyampaikan materi bertema “Membangun Marketplace dengan WordPress dan WooCommerce.” Dalam paparannya, Ari menjelaskan pentingnya memahami teknologi digital dalam pengembangan bisnis masa kini. “Marketplace kini bukan hanya tempat jual beli, tetapi juga sarana membangun brand dan kepercayaan konsumen. Melalui WordPress dan WooCommerce, siapa pun dapat membuat toko online sendiri tanpa harus memiliki kemampuan coding yang tinggi,” ujar Ari.

Ia menambahkan bahwa kemampuan membuat marketplace mandiri menjadi modal penting bagi generasi muda untuk memulai usaha digital. “Dengan pelatihan ini, saya berharap siswa dapat berkreasi dan berinovasi dalam membangun bisnis online mereka sendiri,” tuturnya.

Sementara itu, Soraya Asnusa membawakan materi “Strategi Pengembangan Inovasi Produk untuk Konten, Foto Produk, dan Copywriting”. Dalam sesi tersebut, Soraya menekankan pentingnya kreativitas dalam mengelola konten pemasaran digital. “Produk yang bagus saja tidak cukup. Kita perlu menampilkan foto yang menarik, menulis deskripsi yang persuasif, dan membangun cerita di balik produk agar pelanggan merasa terhubung,” jelas Soraya.

Menurutnya, penguasaan strategi konten dan copywriting dapat membantu pelaku usaha kecil menengah (UKM) meningkatkan nilai jual produk di pasar digital.

Para peserta tampak antusias selama kegiatan berlangsung. Mereka aktif bertanya dan mengikuti praktik langsung membuat marketplace serta merancang konten produk. Melalui pelatihan ini, diharapkan peserta dapat mengembangkan kemampuan digital marketing dan memanfaatkan teknologi untuk berwirausaha secara mandiri.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen IIB Darmajaya dalam mendukung peningkatan literasi digital dan kewirausahaan di sekolah-sekolah, khususnya di wilayah Lampung. (*)

Dari Kelas ke Jurnal SINTA 3! Prodi Sains Data IIB Darmajaya Tanamkan Budaya Riset kepada Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)-Kolaborasi mahasiswa dan dosen dalam publikasi riset digalakkan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Hal ini dibuktikan dengan terbitnya jurnal karya mahasiswa Prodi Sains Data bersama dosen dalam Jurnal Sistem dan Teknologi Informasi (Justin) Universitas Tanjung Pura, Kalimantan Barat.

Penelitian tersebut berjudul “Prediksi Keberhasilan Akademik Menggunakan Metode Regressi Logistik Dan Support Vector Machine” dengan penulis Novita Triyasri, Egi Safitri, S.Mat., M.Si., Hendra Kurniawan, S.Kom., M.T.I., M Hardi Saputra, Amran Rahman Syidada, dan Raynaldo Syah Pratama. Publikasi pada jurnal SINTA 3 ini merupakan bagian budaya akademik yang dilakukan oleh mahasiswa IIB Darmajaya sebagai Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Salah satu perwakilan mahasiswa Novita Triyasri mengatakan bahwa mahasiswa tidak hanya mengikuti pembelajaran dalam kelas tetapi juga didampingi dan didorong oleh dosen untuk menerbitkan publikasi. “Kami semua sangat senang dengan terbitnya jurnal di SINTA 3 ini. Budaya akademik ini membiasakan kami untuk selalu tembuspublikasi atas karya riset yang dibuat,” ucap dia Jumat, (7/11/25) seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Sementara, Ketua Prodi Sains Data IIB Darmajaya Egi Safitri, S.Mat., M.Si., mengaku bangga atas capaian mahasiswa yang berhasil menerbitkan artikel di jurnal SINTA 3 melalui mata kuliah Statistika Komputasi. “Prestasi mahasiswa ini menunjukkan kemampuan analisis data, penerapan metode statistik, dan penulisan ilmiah yang sangat baik. Semoga pencapaian ini menjadi motivasi bagi mahasiswa untuk terus berkarya dan berkontribusi dalam pengembangan ilmu Sains Data,” ucapnya. (**)

Mahasiswa Darmajaya Wakili Lampung di Grand Final Putera Puteri Kebudayaan Indonesia 2025

BANDAR LAMPUNG –(deklarasinews.com)- Prestasi tingkat nasional kembali diraih oleh mahasiswa Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya. Bima Restu Prasetyo, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, sukses mengharumkan nama Provinsi Lampung dan kampus IIB Darmajaya dengan meraih predikat 3rd Putera Kebudayaan Indonesia 2025 dalam ajang Putera Puteri Kebudayaan Indonesia yang digelar pada (1/11/25) di Vouk Hotel and Suites, Nusa Dua, Bali.

Kompetisi bergengsi tingkat nasional ini mempertemukan para finalis terbaik dari seluruh provinsi di Indonesia untuk menampilkan pesona, wawasan, serta komitmen mereka terhadap pelestarian kebudayaan daerah. Dalam malam grand final, Bima tampil percaya diri memperkenalkan keunikan budaya Lampung melalui busana adat serta presentasi mengenai nilai-nilai luhur kearifan lokal.

Ketua Program Studi Bisnis Digital, Trufi Murdiani, S.T., M.A., mengungkapkan rasa bangga atas capaian Bima. “Kami sangat mengapresiasi perjuangan dan dedikasi Bima yang telah membawa nama baik kampus dan Provinsi Lampung di kancah nasional. Raihan 3rd Putera Kebudayaan Indonesia 2025 ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Darmajaya memiliki kompetensi dan kepribadian unggul, tidak hanya di bidang akademik tetapi juga dalam pelestarian budaya,” ujarnya.

Trufi juga berharap prestasi tersebut menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berkontribusi positif bagi daerah dan bangsa.

Bima Restu Prasetyo menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan yang diberikan oleh keluarga besar IIB Darmajaya. “Saya bersyukur dan bangga bisa membawa nama Lampung serta Darmajaya hingga meraih 3rd Putera Kebudayaan Indonesia 2025. Semoga pengalaman ini dapat memotivasi generasi muda untuk terus mencintai dan mempromosikan kekayaan budaya Indonesia,” tutur Bima.(*)

Hadir di IIB Darmajaya, AMD Ajak Mahasiswa IIB Darmajaya Rasakan Pengalaman AI dalam Produk Terbarunya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fakultas Ilmu Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bersama AMD Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “AMD Innovate, Learn, Lead: Tech Gen Advance AI – Where Technology and Innovation Meet” bertempat di Aula Rektorat Lantai III Gedung H. Alfian Husin, pada Selasa (4/11/25).

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom. Dalam sambutannya, Dr. Said menekankan pentingnya mahasiswa memahami perkembangan teknologi terkini agar tidak tertinggal oleh kemajuan pesat industri digital.

“Kemajuan teknologi dengan pendidikan saat ini memiliki gap yang cukup jauh. Melalui kegiatan ini, adik-adik bisa melihat sejauh mana perkembangan teknologi dan bagaimana mengaplikasikannya secara nyata. Hari ini bukan hanya tentang melihat, tetapi juga mengekspor diri dengan teknologi kekinian. Dan ini adalah langkah awal bagaimana AMD hadir di Darmajaya untuk mendukung pembelajaran berbasis inovasi,” ujar dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Dalam sesi utama, Product Manager Marketing AMD Indonesia, Donnie Brahmandika, memaparkan materi mengenai keunggulan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dikembangkan AMD. Ia menjelaskan bagaimana kemampuan prosesor dan GPU AMD kini semakin terintegrasi dengan sistem berbasis AI, memungkinkan peningkatan performa komputasi secara signifikan untuk kebutuhan pendidikan, industri kreatif, hingga riset.

“AMD terus berinovasi menghadirkan solusi AI yang efisien, bertenaga, dan mudah diakses oleh generasi muda. Kami ingin mahasiswa memahami potensi besar teknologi ini agar dapat menjadi bagian dari transformasi digital masa depan,” jelas Donnie.

Sementara itu, perwakilan J-Bros Computer Lampung, Shaumi Jelita, yang menjadi mitra resmi AMD di Lampung, turut memperkenalkan produk-produk unggulan mereka.

“Toko kami merupakan cabang ketujuh di Sumatra, dengan pusat di Sumatra Barat. Untuk semua produk AMD, J-Bros menyediakan pilihan lengkap mulai dari entry level hingga mid-range. Kami berkomitmen mendukung kebutuhan perangkat komputasi mahasiswa dan profesional di Lampung,” ungkap Shaumi.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa IIB Darmajaya diajak untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga inovator yang mampu memanfaatkan perkembangan AI dan perangkat keras mutakhir dalam menciptakan solusi masa depan. Dalam kesempatan tersebut, AMD juga memberikan pengalaman implementasi AI pada laptop yang dicoba langsung oleh para mahasiswa.(**)

Wisuda UT Medan 2025 Rayakan Transformasi Pendidikan Tanpa Batas

MEDAN -(deklarasinews.com)- Universitas Terbuka (UT) Medan kembali menorehkan babak penting dalam kiprah pendidikan tinggi Indonesia. Melalui Wisuda Tahap II Tahun 2025 belum lama ini, UT Medan mengukuhkan lebih dari 600 lulusan dari berbagai daerah di Sumatera Utara serta mahasiswa luar negeri asal Malaysia, wilayah Penang dan Kuala Lumpur.

Acara yang berlangsung khidmat di Selecta Convention Hall, Medan, menjadi perayaan atas ketekunan, disiplin, dan semangat belajar tanpa batas yang menjadi roh Universitas Terbuka.

Dalam sambutannya, Rektor Universitas Terbuka yang diwakili oleh Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Prof. Dra. Dewi Artati Padmo Putri, M.A., Ph.D., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian para lulusan yang telah menaklukkan berbagai tantangan di era digital.

“Wisuda hari ini bukan sekadar akhir dari perjalanan akademik, tetapi awal dari kontribusi nyata para lulusan bagi masyarakat. Semangat belajar sepanjang hayat yang diusung Universitas Terbuka harus terus dihidupkan di setiap langkah kehidupan,” ujar Prof. Dewi, Rabu melalui keterangan tertulis, Rabu (05/11)

Tema wisuda kali ini, “Mewujudkan Generasi Tangguh, Adaptif, dan Inovatif di Era Digital,” mencerminkan arah transformasi UT sebagai pelopor pendidikan tinggi terbuka dan jarak jauh di Indonesia. Di tengah perubahan zaman, UT hadir bukan sekadar sebagai lembaga akademik, melainkan sebagai rumah besar bagi para pembelajar lintas generasi yang terus haus akan ilmu.

Momentum tahun 2025 menjadi tonggak penting bagi UT dalam memperkuat perannya di tingkat nasional maupun global. Dengan dukungan transformasi digital dan inovasi pembelajaran berbasis teknologi, Universitas Terbuka kini menjangkau lebih dari 750 ribu mahasiswa aktif, termasuk warga negara Indonesia yang tersebar di lebih dari 40 negara.

Direktur UT Medan, Yasir Riady, dalam pernyataannya menegaskan komitmen lembaga untuk terus memperluas akses pendidikan tanpa sekat sosial maupun geografis.

“Kami bangga dengan para lulusan yang telah menempuh perjalanan panjang penuh dedikasi. Semoga ilmu yang diperoleh dapat memberikan dampak nyata bagi masyarakat, membawa perubahan, dan menjadi inspirasi bagi generasi pembelajar berikutnya,” ujar Yasir.

Acara wisuda turut dihadiri oleh perwakilan Pemerintah Kota Medan, Pemerintah Kota Binjai, serta mitra strategis dari berbagai sektor, yang menandakan kuatnya sinergi antara dunia pendidikan dan pembangunan daerah.

Dalam suasana penuh kehangatan, UT Medan juga memberikan penghargaan kepada lulusan terbaik, disertai dengan kisah inspiratif para mahasiswa yang menyeimbangkan peran sebagai pekerja, orang tua, dan pelajar sepanjang hayat.

Dari Medan, gema semangat belajar tanpa batas itu menggema ke seluruh penjuru negeri, bahwa menuntut ilmu bukan soal usia atau jarak, tetapi tentang tekad untuk terus tumbuh dalam cahaya pengetahuan.