Guru Besar Unila Tegaskan Pentingnya Implementasi Regulasi Karbon di Kawasan Konservasi Lampung

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Guru Besar Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., menegaskan bahwa keterlambatan Indonesia dalam memanfaatkan instrumen jasa lingkungan karbon, khususnya pada kawasan konservasi, bukan disebabkan oleh ketiadaan regulasi, melainkan oleh belum optimalnya implementasi regulasi di tingkat tapak dan kelembagaan pengelola kawasan.

Ia menjelaskan bahwa kerangka hukum nasional saat ini telah secara eksplisit membuka peluang pemanfaatan jasa lingkungan karbon, termasuk pada kawasan pelestarian alam seperti Taman Nasional Way Kambas (TNWK) dan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS), sepanjang dilakukan sesuai dengan sistem zonasi dan prinsip konservasi.

Prof. Sugeng merujuk Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang menegaskan bahwa perdagangan karbon merupakan mekanisme berbasis pasar untuk mengurangi emisi gas rumah kaca melalui jual beli unit karbon. Ketentuan ini menjadi dasar hukum utama bagi penyelenggaraan Nilai Ekonomi Karbon (NEK) sebagai instrumen pendanaan alternatif yang sah, termasuk bagi kawasan konservasi.

“Dengan regulasi ini, kawasan konservasi tidak lagi sepenuhnya bergantung pada APBN. Karbon diposisikan sebagai jasa lingkungan yang memiliki nilai ekonomi legal dan diakui negara, sehingga taman nasional berpeluang menjadi bagian dari sistem pendanaan iklim nasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa arah kebijakan tersebut selaras dengan RPJMN 2025–2029, yang menargetkan 2,5 juta hektare kawasan hutan konservasi siap implementasi nilai ekonomi karbon pada tahun 2029. Hal ini dipertegas dalam Rencana Strategis Kementerian Kehutanan 2025–2029, yang menempatkan sekuestrasi karbon sebagai salah satu jasa ekosistem utama hutan, dengan nilai ekonomi rata-rata tertimbang sekitar USD 1.204 per hektare per tahun.

Dalam konteks regulasi teknis, Prof. Sugeng menekankan bahwa Permen LHK Nomor 21 Tahun 2022 dan Permen LHK Nomor 7 Tahun 2023 telah mengatur tata laksana penerapan NEK serta perdagangan karbon sektor kehutanan, sementara Permenhut Nomor 27 Tahun 2025 secara khusus memberikan landasan hukum pemanfaatan jasa lingkungan karbon pada kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alam, termasuk taman nasional, melalui zona atau blok pemanfaatan.

“Ini penting untuk diluruskan. Perdagangan karbon tidak dapat dilakukan pada zona inti taman nasional, melainkan pada zona pemanfaatan jasa lingkungan, dengan tetap menjaga fungsi pokok konservasi,” tegasnya.

Oleh sebab itu perlu dilakukan penyesuaian zonasi agar dapat berjalan secara operasional dan bukan merupakan pelepasan kawasan. Melalui proses evaluasi yang melibatkan akademisi (Universitas Lampung dan Institut Teknologi Sumatera), penyesuaian zona inti dilakukan dalam rangka memperbaiki fungsinya yang telah jauh berkurang karena adanya degradasi hutan terutama akibat kebakaran hutan dan aktivitas ilegal yang terjadi setiap tahun. Pada penyesuaian ini, zona pemanfaatan jasa lingkungan karbon Tipe II (skema perlindungan) yang berasal dari zona inti, dijaga lebih ketat dibandingkan zona inti dengan fokus perlindungan habitat satwa kunci, pengendalian kebakaran, dan pencegahan aktivitas illegal. Zona Pemanfaatan jasa lingkungan karbon Tipe I (skema ARR) yang berasal dari zona inti, ditanami pohon secara intensif untuk memperbaiki kondisi yang rusak akibat kebakaran hutan yang terjadi setiap tahun. Penyesuaian zonasi ini bersifat dinamis dan dapat dikaji ulang. Area yang berhasil dipulihkan secara ekologis akan dikembalikan ke zona semula atau zona dengan perlindungan yang lebih tinggi. Pemanfaatan jasa lingkungan karbon harus digunakan terutama sebagai alat perbaikan hutan konservasi (taman nasional) dan ekonomi bukan untuk tujuan utama. Harus ditegaskan juga bahwa pemanfaatan jasa lingkungan karbon bukan sebagai eksploitasi sumberdaya hutan, tidak mengalihkan kepemilikan lahan negara, dan tidak menjual kawasan ke pihak swasta apalagi pihak asing.

Secara spasial, Prof. Sugeng menilai potensi karbon di kedua taman nasional tersebut sangat signifikan. TN Way Kambas memiliki luas sekitar 125.631 hektare, sementara TNBBS mencakup sekitar 356.800 hektare yang membentang di Provinsi Lampung, Bengkulu, dan Sumatera Selatan. Dengan tingkat keutuhan ekosistem yang relatif baik, kedua kawasan ini memiliki cadangan dan potensi serapan karbon yang strategis dalam mendukung pencapaian target penurunan emisi nasional.

Dari sisi aktor dan tata kelola, ia menyoroti bahwa regulasi terbaru membuka ruang pelibatan multipihak, termasuk pengelola kawasan, pemegang perizinan pemanfaatan jasa lingkungan karbon, serta masyarakat di sekitar kawasan melalui skema kemitraan konservasi dan pembagian manfaat yang adil.

“Bagi masyarakat sekitar TN Way Kambas yang selama ini berhadapan dengan konflik gajah-manusia, maupun masyarakat di sekitar TNBBS yang menghadapi tekanan perambahan dan kemiskinan struktural, skema karbon dapat menjadi insentif ekonomi nyata untuk menjaga hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Dari perspektif pasar, Prof. Sugeng menjelaskan bahwa perdagangan karbon kehutanan dapat dilakukan melalui mekanisme domestik maupun internasional, termasuk pasar karbon sukarela, sepanjang terintegrasi dengan sistem nasional dan mendukung komitmen Nationally Determined Contribution (NDC) Indonesia sesuai Persetujuan Paris.

Namun demikian, ia mengingatkan bahwa seluruh peluang tersebut tidak akan efektif tanpa penguatan tata kelola. Kejelasan status kawasan dan zonasi, akurasi penghitungan karbon, sistem Measurement, Reporting, and Verification (MRV) yang kredibel, serta mekanisme pembagian manfaat yang transparan dan berkeadilan merupakan prasyarat mutlak.

“Regulasi sebenarnya sudah membuka jalan. Tantangan terbesarnya sekarang adalah konsistensi dan keberanian dalam implementasi. Jika tidak segera dilakukan, potensi jasa lingkungan karbon Lampung akan kembali terlewat, dan masyarakat sekitar kawasan tetap berada pada posisi paling rentan,” pungkas Prof. Sugeng.(Red)

Belajar Bisnis Langsung dari Alam, Prodi Administrasi Bisnis UBL Gelar Kunjungan Industri “Bee to Business”

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Program Studi Administrasi Bisnis Universitas Bandar Lampung (UBL) terus berinovasi menghadirkan pembelajaran kontekstual dan aplikatif bagi mahasiswa. Salah satunya melalui kegiatan Kunjungan Industri bertajuk “Bee to Business: Eksplorasi Lebah, Madu, dan Inovasi Industri Kreatif” yang dilaksanakan di Lembah Suhita, Bandar Lampung, Kamis (15/01/2026) bekerja sama dengan Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (HIMABI) UBL.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar nyata bagi mahasiswa S1 Administrasi Bisnis UBL untuk memahami proses bisnis secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua dan Sekretaris Program Studi Administrasi Bisnis, dosen pendamping, perwakilan Corporate Business Development  (CBD) UBL, Rumah BUMN Bandar Lampung, serta mahasiswa yang mengikuti rangkaian pembelajaran lapangan secara aktif.

Selama kunjungan, mahasiswa memperoleh wawasan tentang budidaya lebah, pengolahan madu, serta strategi inovasi produk dan pengembangan bisnis kreatif berbasis keberlanjutan. Lembah Suhita dipilih sebagai lokasi kunjungan karena dinilai mampu mengintegrasikan potensi alam, edukasi, dan pengembangan usaha kreatif yang berlandaskan kearifan lokal.

Ketua Program Studi Administrasi Bisnis UBL, Dr. M. Oktavianur, S.E., M.M., menegaskan bahwa pembelajaran berbasis praktik menjadi penguatan utama dalam kurikulum. “Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori bisnis di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana sebuah usaha dijalankan. Melalui kunjungan industri ini, mahasiswa dapat memahami proses bisnis industri madu di Lembah Suhita secara nyata, mulai dari produksi, inovasi produk, hingga strategi pemasaran,” jelasnya.

Lebih dari sekadar kunjungan industri, kegiatan ini juga memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, dan lembaga pendukung UMKM. Keterlibatan Rumah BUMN Bandar Lampung dan CBD UBL membuka peluang kolaborasi berkelanjutan dalam pengembangan bisnis kreatif berbasis sumber daya lokal.

Adilla Amanda Putri, salah satu mahasiswi peserta kegiatan, menyampaikan bahwa kunjungan industri di Lembah Suhita memberikan pengalaman yang seru dan berkesan. “Kegiatan ini benar-benar seru dan nggak ngebosenin. Kita bisa lihat langsung lebahnya dan nyobain madu langsung dari sarangnya. Dari sini, kita jadi sadar kalau bisnis ke depan itu bukan cuma soal untung, tapi juga gimana caranya tetap menjaga alam,” ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya menyenangkan, tetapi juga memberikan banyak manfaat seperti liburan sambil belajar, mendapatkan inspirasi bisnis berbasis madu, meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan, serta melatih soft skill. “Yang paling berasa, kegiatan ini bikin kita makin akrab satu sama lain, baik antar angkatan maupun sama dosen. Overall, kegiatannya berkesan, bermanfaat, dan semoga ke depannya bisa terus diadakan dengan konsep yang makin keren,” tambahnya lagi.

Melalui program Kunjugan Industri Bee to Business ini, mahasiswa Administrasi Bisnis UBL diharapkan memiliki wawasan kewirausahaan yang lebih aplikatif, memahami rantai nilai industri kreatif secara komprehensif, serta mampu merancang inovasi bisnis yang adaptif, berkelanjutan, dan relevan dengan kebutuhan pasar serta potensi daerah.(Red)

Kakanwil Kamenag Provinsi Banten Resmikan MTsN 8 Tangerang

KAB. TANGERANG -(deklarasinews.com)- Untuk menambah kualitas pendidikan Madrasah, Kepala Kantor Kewilayahan (Kakanwil)   Kementrian Agama (Kamenag) Provinsi Banten Dr. H. Amrullah di dampingi Bupati Tangerang Maesyal Rasyid meresmikan MTsN 8 Kabupaten Tangerang di Desa Tobat Kecamatan Balaraja Kabupaten Tangerang, Kamis (15/01/2026).

MTs. Negeri 8 Kabupaten Tangerang yang sebelumnya menginduk dengan MTs. Negeri 2 Kabupaten Tangerang di Tigaraksa, kini sudah mempunyai gedung sendiri.

Kepala Kanwil Kemenag Banten, Dr. H. Amrullah., M.Si, menjelaskan, jumlah madrasah negeri di Kabupaten Tangerang terbanyak jika dibandingkan kota/ kabupaten lainnya di Banten.

“Saya meyakini, MTs. Negeri 8 Tangerang yang berlokasi di Desa Tobat, Kecamatan Balaraja ini, akan berkembang dengan pesat. Terlebih Kepala MTs. Negeri 8 Tangerang ini, dipegang langsung H. Bay Mamun., M.Pd.” Ujarnya.

Kata H. Amrullah, memuji H. Bay Mamun ini sosok yang kaya akan pengalaman dan berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan.

“MTs. Negeri 8 Kabupaten Tangerang Tangerang perkembangannya akan cepat. Selamat atas peresmian ini,” tegas H. Amrullah, yang didapingi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Tangerang H. Akhmad Jubaedi, S.Ag., M.Pd

Sementara, Bupati Tangerang Maesyal Rasyid mengatakan, Madrasah diharapkan lebih memiliki kualitas. Pendidikan di madrasah memiliki kelebihan mencetak anak di bidang agama, akhlak mulia serta iman dan takwa.

Bangun Kebersamaan Tanpa Bully, Hima Hukum Bisnis Sukses Gelar Malam Keakraban

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinewa.com)- Himpunan Mahasiswa (Hima) Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar kegiatan Malam Keakraban pada 10–11 Januari 2026 di Bumi Kedaton Camp, Bandar Lampung. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat solidaritas, kebersamaan, serta rasa kekeluargaan antarmahasiswa.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., Dekan Fakultas Desain, Hukum, Pariwisata dan Teknologi (DHPT) IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., Ketua Program Studi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., Plt Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I., serta perwakilan dosen Prodi Hukum Bisnis.

Malam keakraban ini dikemas dengan konsep dirangkul tanpa kekerasan, tanpa perploncoan maupun intimidasi. Seluruh rangkaian kegiatan dirancang secara edukatif dan humanis, sehingga mahasiswa dapat membangun relasi yang sehat dan saling menghargai.

Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, menegaskan bahwa kegiatan kemahasiswaan harus menjadi ruang yang aman dan bermakna. “Kebersamaan dan solidaritas mahasiswa tidak dibangun melalui tekanan, tetapi melalui rasa saling menghormati dan kekeluargaan,” ujarnya.

Dia juga menyampaikan bahwa malam keakraban memiliki peran strategis dalam pembentukan karakter mahasiswa. “Kegiatan ini menjadi bagian dari proses pembelajaran nonakademik untuk menanamkan nilai etika, tanggung jawab, dan kebersamaan dalam kehidupan kampus,” ungkapnya.

Sementara, Ketua Prodi Hukum Bisnis IIB Darmajaya, Mashuril Anwar, S.H., M.H., mengapresiasi Hima Hukum Bisnis atas pelaksanaan kegiatan yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan. “Malam keakraban ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan jiwa kepemimpinan mahasiswa,” tuturnya.

Plt Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I., menambahkan bahwa institusi berkomitmen memastikan setiap kegiatan kemahasiswaan berjalan secara positif dan beradab. “Prinsip kami jelas, mahasiswa dirangkul tanpa kekerasan agar dapat tumbuh dan berproses secara optimal,” jelasnya.

Antusiasme mahasiswa terlihat sepanjang kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Suasana akrab dan penuh kekeluargaan mencerminkan semangat Hima Hukum Bisnis dalam membangun organisasi mahasiswa yang solid, beretika, dan berkarakter.(*)

Berbagi Pengalaman di China, Dosen dan Mahasiswa IIB Darmajaya Motivasi Siswa SMK Yadika

BANDAR LAMPUNG -(deklaeasinews.com)- Dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berbagi pengalaman berkompetisi di ajang Internet of Things (IoT) tingkat internasional di China kepada para siswa SMK Yadika Bandar Lampung, Rabu (14/1/26). Kegiatan sharing session ini tidak hanya mengulas pengalaman bertanding di luar negeri, tetapi juga memotivasi siswa untuk merintis usaha di usia muda.

Sharing session tersebut menghadirkan dosen Sistem Komputer IIB Darmajaya Novi Herawadi Sudibyo, S.Kom., MTI bersama mahasiswa berprestasi Muhammad Rifki Hidayat, peraih Second Prize pada China-ASEAN Education Cooperation Week Vocational Skill Competition IoT yang diselenggarakan di Nantong Vocational University (NTVU), China, pada 19–24 November 2025. Prestasi tersebut diraih Rifki bersama rekannya, Ramadanzah, sekaligus mengharumkan nama Provinsi Lampung dan Indonesia di kancah internasional.

Dalam paparannya, Novi Herawadi Sudibyo yang biasa disapa Sudibyo menjelaskan bahwa kompetisi IoT internasional di China menjadi ajang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa, baik dari sisi teknis maupun mental bertanding. “Kompetisi di China ini menuntut ketepatan solusi, kerja tim, dan kedisiplinan tinggi. Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk karakter dan daya saing global,” ujarnya.

Selain berbagi pengalaman kompetisi, Sudibyo juga memberikan motivasi kepada para siswa SMK untuk berani merintis usaha sejak usia muda, khususnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan IoT. Ia menilai, keterampilan yang dimiliki siswa SMK merupakan modal awal yang sangat kuat untuk membangun usaha mandiri. “Teknologi membuka banyak peluang. Kalau sejak muda sudah berani mencoba usaha, ke depan siswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha,” ujar Sudibyo.

Sementara itu, Muhammad Rifki Hidayat mengungkapkan bahwa mengikuti kompetisi IoT di China menjadi pengalaman yang tidak terlupakan sekaligus penuh tantangan. “Persaingan sangat ketat karena peserta datang dari berbagai negara. Tapi justru di situ kami belajar percaya diri membawa nama Indonesia,” kata Rifki.

Rifki berharap pengalamannya tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa SMK agar tidak ragu mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi di tingkat internasional. “Jangan takut bermimpi besar. Dengan persiapan dan konsistensi, siswa SMK juga bisa berprestasi sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Citra Ayu Santhika, S.T.P, staf Direktorat Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran IIB Darmajaya. Ia menyampaikan bahwa sharing session ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk membagikan semangat berprestasi dan kewirausahaan kepada generasi muda.(*)

Dunia Menuju Hukum Rimba Global Ujian Indonesia Tetap Bebas Aktif

Oleh : Ichsan Jaya Kelana, S.H.,M.H.

Dosen Prodi Hukum Bisnis

Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya

Dunia internasional tidak sedang menyaksikan penegakan hukum, melainkan demonstrasi kekuasaan dan kedigdayaan. Tindakan Amerika Serikat (AS) kepada Presiden Venezuela, yang dikemas sebagai upaya menegakkan demokrasi dan supremasi hukum, justru merupakan praktik unilateralisme ekstrem yang menggerus prinsip dasar hukum internasional. Permasalahan kini bukan lagi mengenai pelemahan hukum internasional, melainkan sejauh apa dunia menerima hukum rimba dimana negara adidaya dan kuat bertindak sebagai hakim tunggal bagi negara lain.

AS selama puluhan tahun mengklaim diri sebagai penjaga tatanan dunia berbasis aturan (rules-based order). Namun klaim ini telah kehilangan legitimasi ketika hukum nasional AS dipaksakan hingga melampaui batas. Kewajiban Penghormatan terhadap kedaulatan dan yuridiksi dari negara lain juga telah di abaikan oleh AS dengan tindakannya. Tidak ada dasar hukum internasional yang memberi hak kepada AS untuk bertindak sebagai polisi global, apalagi menentukan siapa pemimpin sah dan siapa penjahat internasional yang hanya didasarkan kepentingannya sendiri.

Bagi Indonesia, peristiwa ini tidak boleh dipandang hanya sekadar konflik yang tidak memiliki pengaruh baginya. Konflik ini telah menyentuh jantung politik luar negeri bebas aktif, sebuah prinsip yang lahir dari kesadaran bahwa dominasi kekuatan besar dengan atau tanpa dalih moral selalu berujung pada penindasan negara berkembang. Kasus Venezuela memaksa Indonesia menghadapi pertanyaan yang tidak lagi teoretis. Maka apakah politik bebas aktif masih dijalankan, atau hanya menjadi slogan yang kehilangan keberanian politiknya?

Dalam hukum internasional, kedaulatan negara dan kesetaraan antarnegara adalah prinsip fundamental yang tidak dapat ditawar. Piagam PBB secara tegas melarang penggunaan kekuatan maupun ancaman terhadap kemerdekaan politik negara lain. Terhadap hal itu, Kepala negara harus diperlakukan sebagai personifikasi negara dan memiliki imunitas personal yang absolut selama menjabat. Prinsip ini bukan formalitas hukum, melainkan pilar stabilitas internasional.

Tindakan AS yang merupakan pengabaian prinsip dasar internasional dengan dalih penegakan hukum telah mengungkap standar ganda yang sistemik. Dimana, saat pelanggaran dilakukan oleh sekutu yang strategis, maka hukum internasional kemudian ditafsirkan secara lentur. Namun ketika pelanggaran dituduhkan kepada lawan geopolitik, hukum nasional AS dipaksakan sebagai kebenaran yang universal. Inilah wajah asli unilateralisme yang mana hukum menjadi selektif, sehingga keadilan menjadi politis.

AS menyatakan bahwa Imunitas kepala negara sering dijadikan sebagai perlindungan bagi pelaku kejahatan. Tuduhan ini menyesatkan dan oportunistik. Imunitas tidak meniadakan pertanggungjawaban hukum, melainkan menunda dan menempatkannya dalam mekanisme internasional yang sah. Ketika AS memilih jalan sepihak alih-alih pengadilan internasional atau mekanisme multilateral, yang dipraktikkan justru bukan keadilan, melainkan pemaksaan dan pelumpuhan yurisdiksi.

Preseden ini sangat berbahaya. Jika tindakan AS dinormalisasi, maka tidak ada lagi jaminan bahwa kedaulatan negara berkembang dihormati. Hari ini Venezuela, besok bisa negara mana pun yang berani mengambil kebijakan energi, ekonomi, atau aliansi politik yang bertentangan dengan kepentingan Washington. Dalam dunia seperti ini, kedaulatan tidak lagi dilindungi hukum, melainkan ditentukan oleh posisi dalam peta kekuasaan global. Di sinilah politik luar negeri bebas aktif seharusnya menemukan momentumnya. Bebas berarti menolak subordinasi terhadap hegemoni hukum sepihak. Aktif berarti tidak bersembunyi di balik bahasa diplomatik yang aman ketika prinsip dasar hukum internasional dilanggar dengan terang-terangan. Diam dalam situasi ini bukan netralitas, melainkan pembiaran.

Kasus ini juga telah meniadakan prinsip non-intervensi yang selama ini menjadi prinsip dasar dasar untuk mencapai dan menjaga stabilitas perdamaian internasional. Jika penangkapan kepala negara dapat dibenarkan atas nama hukum nasional dari negara adidaya, maka diplomasi multilateral telah kehilangan makna. Dunia tidak lagi diatur oleh konsensus, melainkan oleh logika intimidasi dan ketakutan.

Bung Hatta menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia diabdikan bagi perdamaian dunia. Namun perdamaian tidak mungkin lahir dari dominasi satu negara atas negara lain. Perdamaian hanya mungkin tumbuh dari kepastian hukum, kesetaraan kedaulatan, dan penolakan terhadap unilateralisme. Indonesia tidak boleh terjebak pada narasi simplistik seolah kritik terhadap AS berarti membela rezim tertentu. Ini bukan soal Venezuela, ini soal tatanan dunia. Menegakan hukum internasional dengan utuh berarti membela kepentingan jangka panjang sekaligus meneguhkan kedudukan serta peran Indonesia dalam tatanan Internasional. Sebab tanpa hukum yang adil dan setara, Indonesia dan negara berkembang lainnya akan selalu berada pada posisi yng sangat rawan.

Kasus ini adalah peringatan keras. Bahwa kini dunia bergerak ke arah yang berbahaya. Supremasi hukum saat ini berubah menjadi supremasi kekuasaan. Politik luar negeri bebas aktif menuntut Indonesia untuk memilih. Bukan antara blok Barat atau non-Barat, melainkan antara hukum internasional atau hukum rimba global. Sebab ketika satu negara merasa berhak menangkap presiden negara lain tanpa mandat hukum internasional, yang runtuh bukan hanya kedaulatan sebuah negara, tetapi juga mengancam keberlangsungngan tatanan dunia yang berkeadilan dalam Perdamaian. Ketika hal tersebut runtuh, maka negara seperti Indonesia tidak lagi dilindungi oleh hukum, melainkan dipaksa untuk tunduk pada kekuasaan. (**)

 

Buya Firmansyah Berharap Pengurus PERTI Bandar Lampung Perkuat Silaturahmi, Ekonomi, dan Politik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Drs. Zulkarnain , M.Pd, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Kota Bandar Lampung, masa bakti 2026-2031, pada Musyawarah Daerah PERTI Bandar Lampung, di Ruang Rapat Utama Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Rabu (14/1/26).

Ketua Pengurus Wilayah PERTI Provinsi Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menegaskan pentingnya membangkitkan kembali semangat PERTI. Dia mengingatkan sejarah panjang organisasi ini dalam bidang pendidikan bisa menjadikan landasan utama untuk mengembangkan organisasi ini.

“Bahkan, kami dari pengurus PERTI Lampung sudah membangun Madrasah Tarbiyah Islamiyah Alfian Husin di Wates, Lampung Tengah. Madrasah ini sebagai wadah pendidikan yang dikembangkan oleh PERTI Provinsi Lampung,” kata Firmansyah.

Dalam kesempatan itu, Firmansyah mengajak seluruh pengurus dan kader untuk mengembangkan warisan yang telah diberikan oleh para pendiri PERTI. Dukungan pemerintah daerah dinilai krusial agar PERTI dapat kembali menjadi kekuatan pendidikan Islam yang berpengaruh di Lampung. “Seperti kita membangkitkan batang tarandam, kita harus kembangkan warisan yang sudah ada,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan ini dihadiri calon Pengurus PERTI Pusat Prof Syaiful Anawar, calon pengurus PERTI Kota Bandar Lampung, Sekretaris PERTI Lampung Muprihan Thaib, S.Sos., M.M, serta Bendahara PERTI Lampung, Drs. Mansyur, M.Ag. Dalam rapat tersebut, Drs. Zulkarnain, M.Pd., ditetapkan sebagai Ketua terpilih, Ir. Efri Erdian sebagai Sekretaris, dan Jalius sebagai Bendahara.

Sementara itu, Prof. Syaiful Anwar menegaskan perlunya memperkuat ikatan internal organisasi. Ia menekankan bahwa PERTI harus berpolitik untuk melahirkan kebijakan yang bermanfaat, tidak hanya di Bandar Lampung tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. ”PERTI  terbuka bagi siapa pun dengan komitmen yang sama, serta harus memperkuat ekonomi, politik, ikatan sosial, dan silaturahmi,” kata Prof. Syaiful Anwar.

Prof. Syaiful juga menekankan pentingnya kepercayaan dan relasi antar-anggota. Dia juga optimistis PERTI mampu menjadi organisasi yang berpengaruh dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan Islam yang inklusif.  “Kita butuh trust (kepercayaan), serta relasi yang kuat. Dengan itu kita bisa menyatukan kekuatan,” kata dia.

Di lain pihak, Ketua PD PERTI Bandar Lampung, Drs. Zulkarnain, M.Pd., menekankan bahwa PERTI adalah organisasi umum yang tidak terbatas pada etnis tertentu, melainkan berlandaskan niat ibadah untuk menegakkan pendidikan Islam dan ekonomi. “Mari kita bersama-sama membesarkan PERTI  Kota Bandar Lampung. Siapa pun yang akan jadi pengurus, niatnya harus untuk ibadah dan pendidikan,” kata dia. (**)

Dosen IIB Darmajaya Ajak Siswa SMK Palapa Eksplorasi Dunia Multimedia Digital

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Direktorat Humas, Kerjasama dan Pemasaran (HKP) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam berbagi ilmu kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan sharing session bertajuk Multimedia Digital Creator yang digelar di SMK Palapa Bandar Lampung, Selasa (13/1/26).

Kegiatan ini menghadirkan Dosen Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, Triowali Rosandy, S.Kom., M.T.I, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa multimedia digital memiliki cakupan luas dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kreatif, seperti Virtual Tour, pembuatan video, serta desain grafis menggunakan Adobe Photoshop dan Corel Draw.

“Penguasaan multimedia digital menjadi bekal penting bagi siswa SMK agar mampu bersaing di era industri kreatif dan teknologi saat ini,” ujar Triowali Rosandy saat menyampaikan materi di hadapan para peserta.

Sharing session ini berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Melalui contoh-contoh aplikasi nyata, peserta diajak memahami bagaimana kreativitas dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi multimedia.

Dalam pelaksanaannya, Triowali Rosandy turut didampingi oleh Senior Staf Direktorat Humas, Kerjasama dan Pemasaran IIB Darmajaya, Adi Sutrisno, S.Kom. Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya berharap dapat terus membangun kolaborasi positif dengan berbagai sekolah menengah kejuruan di Provinsi Lampung, sekaligus mendorong lahirnya talenta muda yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia digital.(*)

JASMINE GALLERY Raih PKM-K 2025, Kiprah Mahasiswa IIB Darmajaya di Kancah Nasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Semangat inovasi dan kecintaan terhadap budaya lokal mengantarkan Tiodora Priska Panjaitan, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia dipercaya menjadi ketua tim usaha JASMINE GALLERY, sebuah usaha kreatif yang memadukan busana dan aksesoris etnik modern berbasis Wastra Lampung.

JASMINE GALLERY terdiri dari Tiodora Priska Panjaitan (Program Studi Bisnis Digital) sebagai ketua tim, bersama Jasmine Asrikinasih (Program Studi Bisnis Digital), Cici Cahyati (Program Studi Bisnis Digital), Muhammad Ibramsyah (Program Studi Akuntansi), serta Shendy Febrian (Program Studi Desain Komunikasi Visual). Tim ini didampingi oleh dosen pembimbing Niken Paramitasari, S.E., M.M.

Di bawah kepemimpinan Tiodora, JASMINE GALLERY berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2025, program bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa IIB Darmajaya dalam mencetak wirausaha muda kreatif dan berdaya saing nasional.

Menjalani peran sebagai ketua tim memberikan pengalaman berharga bagi Tiodora. Ia belajar memimpin tim, mengatur waktu antara akademik dan pengembangan usaha, memahami karakter anggota tim, hingga membentuk kedewasaan dalam mengambil keputusan. “PKM-K bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang bagaimana proses membentuk karakter dan tanggung jawab,” tuturnya saat diwawancarai Senin (12/1/26) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Perjalanan menuju pendanaan PKM-K tentu tidak selalu mulus. Menjaga komitmen tim, memastikan target capaian tercapai, serta merancang strategi keberlanjutan usaha ke depan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Namun, melalui komunikasi yang solid dan visi bersama, tantangan tersebut justru memperkuat kekompakan tim.

Keberhasilan di PKM-K 2025 melengkapi deretan prestasi yang telah diraih Tiodora sebelumnya. Ia dinobatkan sebagai Juara Best Collaborator 2024 pada JIASIC Hackathon Telkom, serta berhasil menembus 6 Besar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Konsistensi ini mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus ia kembangkan. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani melangkah, berinovasi, dan mengambil peluang dalam berbagai program nasional yang mendorong pengembangan potensi generasi muda.(*)

Mochi Beyymood Curi Perhatian di Expo Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklrasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) sukses menggelar Expo Karya Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM di kampus setempat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan produk dan memperkuat semangat kewirausahaan.

Expo tersebut diikuti oleh 29 UMKM yang terdiri atas 27 UMKM sektor food and beverage (FnB) dan dua UMKM sektor jasa. Beragam produk inovatif dipamerkan dan mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung, mulai dari sivitas akademika hingga masyarakat umum.

Salah satu UMKM yang berhasil menarik perhatian pengunjung adalah Mochi Beyymood, UMKM kuliner yang dimiliki oleh Nabela Wanda BS. Dalam expo ini, Mochi Beyymood tampil dengan konsep produk yang kreatif dan didukung oleh kolaborasi mahasiswa Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, yaitu Fitria Wandari, dan Devana Afni Alzahra.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk pendampingan, mulai dari penyusunan laporan expo, strategi promosi, pengelolaan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, pelayanan penjualan di stand, pembuatan video promosi, hingga pengembangan produk dengan menghadirkan variasi rasa baru pada mochi.

Owner Mochi Beyymood, Nabela Wanda BS, mengungkapkan bahwa kontribusi mahasiswa memberikan dampak positif terhadap peningkatan promosi dan penjualan produk selama expo berlangsung.

“Dengan bimbingan dan kerja sama yang baik, Fitria Wandari dan Devana Afni Alzahra telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan promosi dan penjualan produk Mochi Beyymood. Fitria menunjukkan kemampuan analitis yang baik dalam pembuatan laporan expo, sementara Devana sangat kreatif dalam membuat video promosi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan UMKM, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan kewirausahaan, komunikasi, dan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat hubungan antara mahasiswa dan UMKM serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewirausahaan di lingkungan kampus.

Melalui Expo Karya Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM, IIB Darmajaya terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM lokal sekaligus mencetak generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di dunia usaha.(*)