Terobos Daerah Terisolir! Satgas Bencana IIB Darmajaya Turun Langsung Salurkan Bantuan ke Empat Titik Banjir Sumatra Barat

AGAM -(deklarasinews.com)– Satgas Bencana Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya turun langsung dalam penyaluran bantuan ke lokasi bencana Pulau Sumatra pada Kamis, (18/12/25).

Penyaluran bantuan berasal dari Yayasan Alfian Husin, SDI Pelangi, Ponpes Modern Annida, dan Lima Residence. Juga dari civitas academica IIB Darmajaya mulai dari mahasiswa, tenaga pendidik dan dosen serta pimpinan.

Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., mengatakan bahwa bantuan disalurkan langsung ke lokasi bencana oleh Satgas Bencana IIB Darmajaya. “Ada empat titik untuk lokasi penyaluran bantuan yaitu Guwo, Gurun Laweh, Batu Busuak, dan Maninjau di Sumatra Barat,” ungkapnya.

Sementara, Koordinator Satgas Bencana IIB Darmajaya, M. Yusuf Ash-showaf mengatakan empat titik tersebut sebelumnya telah dilakukan asesmen untuk diberikan kebutuhan yang diperlukan. Seperti Guwo terdiri dari sembako, kasur, dan peralatan sekolah.

Kemudian, Gurun Laweh terdiri dari kasur, magicom, kompor, tas sekolah, peralatan mandi, dan peralatan masak. Lalu di Batu Busuak yang letaknya dekat dengan Universitas Andalas namun efek banjir menyebabkan terisolir sehingga diberikan makanan siap saji untuk bantuannya.

Terakhir, di Maninjau rencananya akan diberikan toren air. “Dana yang terkumpul dari Yayasan Alfian Husin dibelikan barang-barang untuk kebutuhan para korban banjir,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, penerima bantuan Widia Handayani sangat senang dengan bantuan yang diberikan kepadanya. “Saya perwakilan warga setempat di Gurun Laweh mengucapkan terima kasih kepada Yayasan Alfian Husin yang telah memberikan barang-barang bermanfaat kepada warga disini,” ucapnya.

Terpisah, Ketua Yayasan Alfian Husin Ary Meizari Alfian, S.E., M.B.A., mengatakan turut merasakan duka yang mendalam atas bencana alam yang terjadi di Aceh, Sumatra Barat dan Sumatra Utara. “Semoga dengan bantuan ini diharapkan dapat meringankan beban para penyintas,” ungkapnya.

Ary menambahkan Sumatra segera bangkit dan pulih kembali dengan bersama-sama peduli. “Kepedulian dan gotong royong menjadi kunci untuk menghadapi situasi ini. Pemerintah juga telah berupaya maksimal dalam pemulihan pascabencana di tiga provinsi tersebut,” tutupnya. (**)

Galeri Raden Saleh Jadi Daya Tarik Kunjungan Industri Siswa SMKN 1 Purbolinggo ke Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Puluhan siswa SMKN 1 Purbolinggo, Lampung Timur, berkesempatan mengenal lebih dekat dunia kreatif Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) melalui kegiatan kunjungan industri ke Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Kamis (18/12/25).

Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga bagi para siswa karena mereka dapat melihat langsung atmosfer perkuliahan serta fasilitas penunjang pembelajaran di lingkungan kampus. Dalam kunjungan tersebut, para siswa diajak berkeliling Galeri Raden Saleh yang menyajikan berbagai karya desain mahasiswa DKV, mulai dari desain grafis, ilustrasi, fotografi, hingga karya visual kreatif lainnya.

Selain Galeri Raden Saleh, para siswa juga mengunjungi laboratorium komputer DKV, studio fotografi, serta sejumlah fasilitas pendukung lain yang digunakan mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas dan keterampilan profesional di bidang desain komunikasi visual.

Ketua Program Studi DKV IIB Darmajaya, Ade Moussadecq, S.Pd., M.Sn., hadir langsung untuk mempresentasikan profil Prodi DKV. Ia menjelaskan kurikulum, prospek karier lulusan, serta keunggulan DKV Darmajaya dalam mencetak sumber daya manusia kreatif yang siap bersaing di industri kreatif.

“DKV Darmajaya tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga praktik dan kebutuhan industri, sehingga mahasiswa dibekali kompetensi yang relevan dengan dunia kerja,” ujarnya.

Kegiatan ini juga mendapat sambutan dari Senior Staf Direktorat Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran (DHKP) IIB Darmajaya, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa kunjungan industri seperti ini merupakan bagian dari komitmen Darmajaya untuk membuka wawasan siswa sejak dini mengenai pilihan pendidikan tinggi dan peluang masa depan.

“Kami berharap kunjungan ini dapat memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi, khususnya di Darmajaya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMKN 1 Purbolinggo, Arinto Prabowo, S.P., mengapresiasi sambutan dan fasilitas yang diberikan oleh IIB Darmajaya. Ia menilai kegiatan ini sangat relevan untuk menambah wawasan siswa mengenai dunia kampus dan industri kreatif.

“Kunjungan ini sangat bermanfaat bagi siswa kami sebagai bekal untuk menentukan langkah pendidikan selanjutnya,” ungkapnya.

Menambah semangat para siswa, perwakilan Himpunan Mahasiswa (Hima) DKV Darmajaya turut memberikan motivasi dengan berbagi pengalaman kuliah dan aktivitas organisasi. Mereka mengajak para siswa SMKN 1 Purbolinggo untuk berani bermimpi dan melanjutkan pendidikan di Kampus Darmajaya sebagai tempat mengembangkan potensi dan kreativitas. (**).

Dari Dapur ke Panggung Nasional: Kiprah Mahasiswi IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Siapa sangka, kue bercita rasa jadul dengan sentuhan modern mampu mengantarkan seorang mahasiswi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menembus panggung wirausaha nasional. Dialah Aulya Haya Nabila, mahasiswi Program Studi Pariwisata sekaligus pendiri INSLOVE, usaha kuliner kreatif yang menjual lebih dari sekadar rasa, tetapi juga emosi dan kenangan.

Mengusung konsep emotional gift service, INSLOVE sukses mencuri perhatian dewan juri pada ajang KMI Expo XVI 2025. Prestasi tersebut mengantarkan tim INSLOVE meraih Juara III Kategori Makanan dan Minuman – Tahapan Bertumbuh dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemdiktisaintek RI) di Universitas Tidar, Magelang, pada 19–21 November 2025.

Prestasi tersebut menjadi bukti bahwa ide sederhana, jika dikemas dengan hati dan inovasi, mampu bersaing di tingkat nasional. Aulya menegaskan bahwa konsistensi serta keberanian bereksperimen merupakan kunci utama dalam membawa INSLOVE berkembang hingga tahap bertumbuh. Selain kompetisi, Aulya turut menampilkan kostum serta kearifan lokal dari berbagai daerah sebagai wujud keberagaman budaya Indonesia. Penampilan tersebut ditampilkan dalam pawai budaya yang menjadi salah satu rangkaian kegiatan KMI Expo XVI 2025.

Kegiatan ini merupakan ajang bergengsi tingkat nasional yang mempertemukan mahasiswa wirausaha dari seluruh Indonesia. Melalui pameran produk, kompetisi, hingga pawai budaya, KMI Expo tidak hanya menjadi wadah unjuk kreativitas dan inovasi, tetapi juga sarana memperkuat jejaring, kolaborasi, serta pengembangan bisnis rintisan mahasiswa di berbagai bidang.

Sebelumnya, INSLOVE kembali lolos pendanaan Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) 2025, menandai tahun kedua berturut-turut usaha ini memperoleh dukungan dari pemerintah. Menurut Aulya, pendanaan tersebut bukan sekadar tambahan modal, melainkan juga dorongan moral untuk terus menjaga kualitas dan keberlanjutan usaha. “Dukungan ini membuat kami semakin percaya diri untuk melangkah lebih jauh dan membangun INSLOVE secara profesional,” ujarnya saat diwawancarai pada Kamis (18/12/25) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Di balik kesuksesan tersebut, Aulya juga mengemban peran strategis sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) Periode 2025–2026. Ia berharap pengalamannya membangun INSLOVE dapat menginspirasi mahasiswa lain agar berani memulai usaha sejak dini dan tidak takut gagal dalam prosesnya. Dari dapur kecil yang penuh cerita hingga panggung nasional, langkah Aulya Haya Nabila menjadi bukti bahwa passion, kreativitas, dan keberanian untuk memulai mampu mengubah mimpi menjadi prestasi.(**)

Dukung Pendidikan Berkualitas, PLN Berikan Bantuan Fasilitas Komputer ke SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran

PRINGSEWU -(deklarasinews.com)— PT PLN (Persero) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyaluran bantuan fasilitas belajar berupa komputer, printer, dan Uninterruptible Power Supply (UPS) kepada SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran, Kabupaten Pringsewu.

Program bantuan ini merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) poin 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya akses pendidikan yang inklusif, setara, dan relevan dengan perkembangan teknologi. Melalui penyediaan fasilitas pembelajaran berbasis digital, PLN mendorong terciptanya lingkungan belajar yang adaptif dan berorientasi pada peningkatan kompetensi generasi muda.

Manager Komunikasi dan TJSL PLN UID Lampung, Darma Saputra, mengatakan bahwa bantuan fasilitas belajar ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam mendorong pemerataan akses teknologi di sektor pendidikan.
“Kami berharap bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh pihak sekolah untuk menunjang proses pembelajaran, sekaligus membekali para siswa dengan keterampilan digital yang relevan dengan perkembangan teknologi saat ini,” ujarnya.

Secara keseluruhan, PLN menyalurkan 14 unit komputer, 1 unit printer, dan 14 unit UPS yang telah siap digunakan dalam kegiatan praktik di laboratorium komputer. Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ruang praktik serta kualitas pembelajaran, sehingga lebih banyak siswa dapat belajar secara bersamaan dengan sarana yang layak.

Kepala SMP Muhammadiyah 2 Pagelaran, Tohirun, S.Pd., menyampaikan apresiasi atas dukungan yang diberikan PLN. Menurutnya, bantuan tersebut memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan layanan pendidikan di sekolah.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada PLN atas bantuan komputer yang diberikan. Fasilitas ini sangat berarti bagi siswa kami dalam meningkatkan kemampuan literasi digital sebagai bekal meraih cita-cita di masa depan,” ungkapnya.

Melalui bantuan ini, PLN berharap tercipta lingkungan belajar yang lebih modern, produktif, dan adaptif, serta mampu menumbuhkan minat siswa untuk mengenal dan memanfaatkan teknologi sebagai sarana pembelajaran kreatif di era digital.(red)

Membanggakan, 3 kali Berturut-turut Sebagai Juara Umum, Drumband TK Global Surya Berhak Bawa Pulang Piala Tetap Gubernur Lampung 2025

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Dewan Juri menobatkan TK Global Surya, Bandarlampung sebagai Juara Tetap lomba Drumband tingkat TK dalam event Pesona Bahari Lampung 2025 setelah meraih 3 kali berturut-turut sebagai juara umum yang diselenggarakan oleh Sympony Art Organizer Pesona Bahari Lampung 5, tahun 2025 mengusung tema ‘The Greatest Queen Bilqis from Saba Kingdom’ bertempat di Sport Center UIN Raden Intan Lampung,  Minggu (14/12).

TK Islam Global Surya dinyatakan juara dalam beberapa kategori yang diperlombakan, antara lain, Juara 1 sound sport devisi TK Mandiri Utama, Juara 1 music performance devisi TK Mandiri Utama, Juara 1 visual devisi TK Mandiri Utama, Juara 1 overall impressions devisi TK Mandiri Utama, Juara 2 individual mayoret, Juara 2 field Commander, Juara 2 kostum, sehingga TK Global Surya di nyatakan layak sebagai Juara Tetap TK Kategori Mandiri Utama karena telah 3 kali berturut-turut meraih juara Umum.

Lomba Drùmband tersebut di ikuti seluruh Sekolah jenjang TK se-sumbagsel dengan 2 kategori yaitu Pra-Mandiri dan Mandiri utama, dimana salah satunya adalah TK Global Surya yang  berhasil menjuarai  kategori mandiri utama  dan berhak membawa pulang berbagai piala dalam kesempatan tersebut.

Kepala TK Global Surya,  Verra V. Widiya Laras, S.S. S.Pd mengatakan, berkat kesungguhan, kerja sama yang baik dari semua pihak, ketekunan dan keseriusan siswa TK Global Surya saat berlatih sehingga TK GSIS bisa meraih Juara Tetap.

“Alhamdulillah, puji syukur tak henti dengan bangga kami membawa pulang semua piala buah hasil kerja keras siswa-siswi TK dan para guru TK Global Surya. Latihan dibawah terik matahari dan hujan. Selamat dan terimakasih kepada anak-anak kami yang telah berusaha keras dalam berlatih hingga menjadi juara. Persiapan latihan selama berbulan-bulan, melatih kerjasama dalam tim, disiplin, mengembangkan rasa percaya diri, semangat berkompetisi dan mengembangkan seni kreativitas dalam bermusik, alhamdulillah kami dapat melihat hasil dari latihan itu,”katanya.

Lebih lanjut ms Verra, sapaan akrabnya juga menyampaikan terimakasih kepada Yayasan Taraka Surya dan seluruh keluarga besar Global Surya yang telah mensuport keberhasilan anak-anak TK Global Surya sehingga dapat meraih Juara Tetap.

“Terimakasih tak terhingga kami sampaikan kepada Ketua Yayasan Taraka Surya, Bapak Dr. H. Andi Surya, Koordinator Global Surya,  Ibu Dr. Hj. Armalia Reny Madrie AS.,S.P.,MM, Ketua dan anggota TPM, dan seluruh keluarga besar Global Surya atas support, doa dan kerjasamanya selama kami melakukan latihan. Ucapan terimakasih juga kepada seluruh wali murid dan PTA (Parents Teachers Association) yang telah mensupport dan berpartisipasi dalam kompetisi ini.”lanjutnya.

Ketua Tim Penjamin Mutu GSIS,  Imam Santoso M.Pd didampingi oleh anggota TPM GSIS, Drs. Haryanto, M.Si dan Drs. Banjir Sihite, M.Pd mengucapkan selamat dan bangga atas berprestasi yang diraih oleh siswa-siswi TK Global Surya.

“Selamat dan sukses tim Drumband TK Global Surya, atas juara yang diraih, Kami Sangat bangga kepada  anak-anak yang tekun dan semangat dalam berlatih dan juga bangga dengan kualitas guru-guru TK Global Surya sehingga konsisten menghasilkan Generasi Cemerlang, terus pupuk bakat anak-anak kita di Global Surya khususnya TK Global Surya agar terus menorehkan tinta emas sampai ke taraf Nasional. Semoga dengan kemenangan ini dapat memicu semangat anak-anak kita yang ada di SD, SMP, maupun SMA Global Surya semakin sukses dan berprestasi di bidang masing masing sesuai bakat dan minatnya.”pungkasnya. (rls/*)

Mahasiswa Pariwisata Darmajaya Gali Pengalaman Industri Bersama Praktisi Event Kreatif

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pesan kuat mengenai keberanian dan kesiapan menghadapi dunia kerja disampaikan oleh Ryan Prakasa, Director Rvolt Indonesia, dalam kegiatan Stadium General bertema “Creative Event Management: Membangun Inovasi dan Profesionalisme di Dunia Event”. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Pariwisata (Hima Pariwisata) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Rabu, (17/12/25), bertempat di Gedung Pascasarjana IIB Darmajaya.

Dalam pemaparannya, Ryan menegaskan bahwa industri event merupakan dunia yang dinamis dan penuh tantangan. “Dunia event tidak menunggumu siap. Karena itu, mulailah dari sekarang. Jadilah pribadi yang berani mencoba dan tumbuh bersama pengalaman,” ujar Ryan dengan penuh motivasi.

Ia menambahkan bahwa keterampilan di bidang event tidak cukup hanya dipelajari secara teori. Dengan terjun langsung ke lapangan, mahasiswa akan terbiasa menghadapi berbagai permasalahan yang justru menjadi proses pembentukan profesionalisme. Menurutnya, pengalaman nyata mampu mengasah kemampuan berpikir cepat, kreatif, dan solutif.

Kegiatan ini dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Desain, Hukum, dan Pariwisata IIB Darmajaya, Dr. Handoyo Widi Nugroho, S.Kom., M.T.I., yang hadir didampingi Plt. Direktur Kemahasiswaan dan Rumah Tangga IIB Darmajaya, Doni Andrianto Basuki, S.Kom., M.T.I. Dalam sambutannya, Dr. Handoyo berharap mahasiswa dapat memanfaatkan kegiatan ini untuk menggali ilmu dan wawasan dari praktisi yang kompeten serta berpengalaman. Ia menekankan pentingnya pembelajaran langsung dari dunia industri sebagai bekal menghadapi persaingan kerja.

Ketua Program Studi Pariwisata IIB Darmajaya, Dr. Anggalia Wibasuri, S.Kom., M.M., menyampaikan bahwa Program Studi Pariwisata memiliki tiga peminatan utama, yaitu Perhotelan, Destinasi Wisata, dan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition). Ia menegaskan bahwa kegiatan Stadium General ini selaras dengan peminatan MICE karena memberikan pemahaman praktis mengenai pengelolaan event secara kreatif dan profesional, sekaligus memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang tersebut.

Stadium General ini tidak hanya diikuti oleh mahasiswa IIB Darmajaya, tetapi juga dihadiri perwakilan mahasiswa Prodi Pariwisata Politeknik Negeri Lampung. Para peserta antusias mengikuti kegiatan, aktif berdiskusi, serta memanfaatkan sesi tanya jawab dengan penuh semangat. (**)

Universitas Paramadina Gelar Diskusi Publik Evaluasi dan Outlook Pendidikan Tinggi Menuju Kampus Global

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Universitas Paramadina menyelenggarakan Diskusi Publik bertajuk “Evaluasi & Outlook Pendidikan Tinggi Riset Menuju Kampus Global” sebagai forum refleksi kritis terhadap arah kebijakan pendidikan tinggi Indonesia di tengah persaingan global. Diskusi ini menghadirkan pemangku kepentingan strategis dari legislatif dan pimpinan perguruan tinggi nasional. Selasa (16/12/2025)

Diskusi dimoderatori oleh Dr. Handi Risza Idris, Wakil Rektor Universitas Paramadina, dengan pembicara Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP (Ketua Komisi X DPR RI), Prof. Didik J. Rachbini, M.Sc., Ph.D (Rektor Universitas Paramadina), Prof. Sofia W. Alisjahbana, M.Sc., Ph.D (Rektor Universitas Bakrie), serta Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU (Rektor Universitas Muhammadiyah Bandung) dan Prof. Andi Adriansyah M.Eng.

Rektor Universitas Paramadina, Prof. Didik J. Rachbini, menegaskan bahwa pendidikan tinggi Indonesia tengah menghadapi krisis arah dan kualitas. Ia menyatakan secara lugas, “Dunia kampus kita telah kehilangan momentum untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, daya inovasi, riset dan lainnya, apalagi untuk mengejar ketertinggalan kualitas SDM dengan negara-negara seperti Singapore dan Malaysia.”

Menurut Prof. Didik, kualitas perguruan tinggi berbanding lurus dengan daya saing ekonomi suatu bangsa. Ia mencontohkan Vietnam yang berhasil memacu pertumbuhan ekonomi hingga 7,5 persen per tahun sebagai buah dari keberhasilan membangun kualitas SDM melalui pendidikan tinggi. Ia juga mengkritik praktik ekspansi masif perguruan tinggi negeri yang mengabaikan kualitas. “Ketika rasio dosen dan mahasiswa dilakukan di kampus negeri, maka ketahuan rasio dosen vs mahasiswa ternyata 1 : 250. Jelas hal itu tidak sehat bagi kampus negeri dan tidak sehat bagi ekosistem pendidikan tinggi secara keseluruhan,” tegasnya.

Lebih jauh, Prof. Didik menilai pembukaan kelas magister oleh kampus negeri di Jakarta tidak berkorelasi dengan peningkatan mutu akademik. “Itu praktis hanya kelas untuk menambah pendapatan kantong dosen-dosennya. Tidak ada hubungannya dengan peningkatan kualitas dosen, riset dan inovasi perguruan tinggi,” ujarnya. Ia menutup dengan seruan agar orientasi perguruan tinggi negeri kembali pada riset dan inovasi, bukan sekadar pengajaran massal.

Sementara itu, Ketua Komisi X DPR RI, Dr. Ir. Hetifah Sjaifudian, MPP, menggarisbawahi tiga isu utama pendidikan tinggi nasional, yakni ketersediaan dan akses, keterjangkauan biaya, serta kualitas perguruan tinggi yang masih terpusat di Pulau Jawa. Ia menekankan bahwa tantangan riset dan inovasi semakin mendesak seiring perubahan kebutuhan dunia industri dan masyarakat.

Menurut Hetifah, perguruan tinggi Indonesia perlu bertransformasi dari sekadar institusi pengajaran menuju pusat inovasi dan penggerak kemajuan ekonomi. Evolusi ini penting agar lulusan mampu menjawab tantangan strategis nasional seperti energi terbarukan, ketahanan pangan, dan penguasaan sains serta teknologi.

Dari perspektif transformasi kelembagaan, Prof. Dr. Ir. Herry Suhardiyanto, M.Sc., IPU menekankan pentingnya peningkatan kualitas berbasis strategi dan perencanaan jangka panjang. Ia menyampaikan bahwa perangkingan global dapat dimanfaatkan sebagai alat bantu dalam merumuskan prioritas sumber daya dan arah transformasi kampus.

Ia mendorong perguruan tinggi untuk bergerak dari teaching university menuju research university hingga entrepreneurial university atau yang ia sebut sebagai “kampus berdampak”. Menurutnya, kampus harus menjadi penghela ekonomi berbasis ilmu pengetahuan dan bukti (evidence-based economy), sekaligus berkontribusi nyata dalam perumusan kebijakan publik.

Pandangan kritis terhadap perangkingan global disampaikan oleh Prof. Andi Andriansyah, M.Eng. Ia menilai bahwa fokus berlebihan pada indikator kuantitatif seperti publikasi, sitasi, dan reputasi akademik telah menimbulkan distorsi tujuan pendidikan tinggi. “Seolah-olah kampus menjadi fabrikasi publikasi, sitasi, juga artikel tetapi tidak mengukur efek impact dan dampaknya kepada masyarakat kita secara umum,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa banyak persoalan lokal dan regional justru terabaikan akibat obsesi terhadap standar global. “Akhirnya dosen dan civitas akademika tertekan untuk meningkatkan kuantitas dari riset mereka, bukan mengejar kualitas dari dampak riset tersebut,” tambahnya. Prof. Andi mengusulkan pergeseran paradigma dari global ranking menuju global relevance, yakni pengakuan dunia terhadap kampus yang relevan dan berdampak nyata bagi masyarakat.

Internasionalisasi! IIB Darmajaya Jalin Kerja Sama dengan Hallym University Korea Selatan

KOREA -(deklarasinews.com)– Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus menjalin mitra global dengan melakukan kerja sama bersama perguruan tinggi di benua Asia. Kali ini Kampus The Best menjalin kerja sama dengan Hallym University di Provinsi Gangwon, Republik Korea Selatan pada Senin, (8/12/25).

Kerja sama antar kedua institusi ini meliputi Tri Darma Perguruan Tinggi yakni pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Dalam kerjasama juga bertujuan untuk memperkuat kolaborasi akademik, mendorong kegiatan ilmiah bersama, serta meningkatkan kemitraan global demi kepentingan bersama.

Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya Dr. Muhammad Said Hasibuan, M.Kom. menuturkan bahwa kerja sama yang telah dibangun dengan Hallym University dapat segera untuk dilakukan implementasi. “Momentum dalam peningkatan keilmuan bidang Artificiall Intellegence untuk meningkatkan wawasan dari mahasiswa melalui adanya kerja sama baik antar institusi maupun antar dosen bersama dengan Hallym University,” ungkap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Lawatan balasan juga akan dilakukan oleh Hallym University pada tahun 2026. “Mereka akan ke Indonesia bulan April untuk merumuskan riset bersama dan melihat kampus IIB Darmajaya,” ujarnya.

Sementara, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., mengatakan sebagai Kampus Internasional IIB Darmajaya terus melakukan penambahan mitra kerja sama dalam rangka meningkatkan kualitas lulusan dan kompetensi dosen. “Harapannya dari terjalinnya kerja sama dengan Hallym University dapat melakukan kolaborasi riset, pertukaran mahasiswa, dosen tamu dan kegiatan akademik lainnya,” ucapnya.

RZ Abdul Aziz menambahkan bahwa melalui kolaborasi ini berharap civitas academica IIB Darmajaya dapat memperoleh pengalaman akademik bertaraf internasional sekaligus berkontribusi dalam pemecahan persoalan global, khususnya pada bidang teknologi, kesehatan, dan inovasi berbasis kecerdasan buatan. “Sinergi antara IIB Darmajaya dan Hallym University juga sejalan dengan kebijakan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi dalam mendorong kampus untuk aktif berkolaborasi di tingkat internasional,” pungkasnya. (**)

SD Inpres 1 Serui Klarifikasi Polemik Paket MBG pada Perayaan Natal Sekolah

SERUI -(deklarasinews.com)– SD Negeri Inpres 1 Serui memberikan klarifikasi terkait polemik pemberian paket Makan Bergizi (MBG) yang sempat viral di media sosial. Polemik tersebut mencuat setelah adanya postingan warga yang melayangkan protes terhadap pihak sekolah terkait pembagian paket MBG pada momentum Perayaan Natal sekolah.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SD Inpres 1 Serui, Herdelina Sembay, S.Pd, kepada Humas Pemerintah Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen menegaskan bahwa pihak sekolah tidak pernah memberikan uang kepada pengelola dapur MBG untuk menyiapkan makanan bagi kegiatan Natal sekolah.

Ia menjelaskan, sebelumnya pihak sekolah telah menyampaikan pengumuman kepada seluruh murid yang beragama Kristen untuk memberikan sumbangan sebesar Rp20.000 per anak guna mendukung pelaksanaan Perayaan Natal. Namun dari total 465 siswa, sumbangan yang terkumpul hanya berasal dari sekitar seperempat jumlah siswa, dengan total dana sebesar Rp3.468.000.

Dana sumbangan yang berhasil dikumpulkan tersebut, lanjut Herdelina, digunakan untuk kebutuhan dekorasi serta perlengkapan ibadah Natal sekolah, sehingga kegiatan peribadatan dapat berlangsung dengan khidmat dan tertib.

“Karena keterbatasan dana yang terkumpul, pihak sekolah mengambil langkah agar Perayaan Natal tetap berlangsung dengan penuh sukacita, yakni dengan membagikan paket Makan Bergizi selama satu minggu. Paket tersebut diantar oleh pihak dapur MBG ke sekolah dan diberikan kepada murid-murid yang hadir dalam Perayaan Natal,” tutur Herdelina.

Menurutnya, langkah tersebut diambil semata-mata agar Perayaan Natal tetap dapat dirayakan dengan baik tanpa memberatkan orang tua murid. Ia memastikan seluruh rangkaian kegiatan Natal telah berjalan lancar, aman, dan penuh sukacita.

Pada kesempatan itu, Kepala Sekolah juga menyampaikan terima kasih kepada para orang tua murid atas dukungan dan partisipasi yang telah diberikan, sehingga Perayaan Natal sekolah dapat terlaksana dengan baik. Apresiasi juga disampaikan kepada pihak dapur MBG yang telah melayani dan mengantarkan paket makanan tepat waktu.

Selain itu, Herdelina menghimbau kepada orang tua murid dan masyarakat agar setiap informasi yang diterima dapat terlebih dahulu diklarifikasi langsung kepada pihak sekolah sebelum dipublikasikan ke media sosial, guna menghindari kesalahpahaman dan kegaduhan di tengah masyarakat.

Sebagai informasi, SD Negeri Inpres 1 Serui saat ini mendidik sebanyak 465 murid yang terbagi dalam 18 rombongan belajar dan didukung oleh 26 tenaga guru serta tenaga tata usaha.(GM)

Student Mobility Bergulir! Ini Calon Peserta akan Kuliah di Luar Negeri

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus mendorong mahasiswanya untuk memiliki pengalaman internasional melalui Program Student Mobility. Sejak 2008 program ini bergulir dan kini telah memasuki batch 16, sejumlah mahasiswa berhasil lulus seleksi TOEFL, yang menjadi salah satu syarat untuk mengikutinya.

Program Student Mobility yang direncanakan berlangsung pada tahun 2026 ini memberikan kesempatan kepada mahasiswa IIB Darmajaya untuk mengikuti perkuliahan selama satu semester di Nantong Vocational University (NTVU), Tiongkok. Seleksi TOEFL merupakan tahapan awal untuk melihat kesiapan mahasiswa, terutama dalam kemampuan bahasa Inggris, sebelum mengikuti tahapan seleksi lanjutan.

Mahasiswa yang lolos seleksi TOEFL berasal dari berbagai program studi, yaitu Kaneziro Kolungga dan Naria Tazkia Maharani dari Program Studi Sistem Informasi; Cika Puvita Salma dari Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi; Fauzi Ramadaniza dan Lauren Patricia dari Program Studi Teknik Informatika; Ardhia Nareen Cahya Sandrina dari Program Studi Manajemen; serta Shaqira Olivia Aishabel dari Program Studi Akuntansi.

Kepala UPT International Office IIB Darmajaya, Reisa Dyasvaro Zulanda Putri, S.E., M.M., menjelaskan bahwa kelulusan pada tahap TOEFL menunjukkan kesiapan awal mahasiswa untuk mengikuti program internasional. “Seleksi TOEFL ini adalah tahap awal. Setelah ini, mahasiswa masih harus mengikuti seleksi wawancara untuk menentukan peserta yang benar-benar terpilih dalam Program Student Mobility,” jelasnya saat diwawancarai pada Selasa (16/12/25) seperti dikutip dari https://www.darmajaya.ac.id.

Ia menambahkan bahwa Program Student Mobility tidak hanya memberikan pengalaman akademik, tetapi juga melatih mahasiswa menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan mampu beradaptasi dengan budaya yang berbeda. “Kami berharap para mahasiswa terus mempersiapkan diri dengan baik dan menjaga semangat agar dapat lolos ke tahap selanjutnya,” tambahnya.

Melalui UPT International Office, IIB Darmajaya berkomitmen menghadirkan program internasional yang membuka peluang dan memperluas wawasan global mahasiswa. Kesempatan ini hanya didapatkan dengan berkuliah di Kampus The Best IIB Darmajaya.(**)