Bidik Hibah Penelitian 2026, LPPM IIB Darmajaya “Bedah” Proposal Dosen Lewat Coaching Clinic

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Persaingan hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat kian kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Selasa (16/12/25), bertempat di Gedung Pascasarjana Lantai 2 IIB Darmajaya.

Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang pelatihan teknis, tetapi dirancang sebagai langkah strategis untuk meningkatkan peluang dosen IIB Darmajaya agar mampu menembus hibah pendanaan Program Penelitian Tahun Pelaksanaan 2026 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan, Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor Bidang Akademik IIB Darmajaya, Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., didampingi Kepala LPPM IIB Darmajaya, Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs. Dalam sambutannya, Dr. Sutedi menegaskan bahwa kekuatan proposal tidak hanya terletak pada ide besar, tetapi juga pada ketepatan strategi penyusunan.

“Banyak proposal gugur bukan karena idenya lemah, melainkan karena tidak sesuai dengan panduan serta kurang tajam dalam menyampaikan kontribusi dan luaran. Coaching clinic ini hadir untuk menjawab persoalan tersebut,” tegasnya.

Untuk mengupas strategi penyusunan proposal yang berpeluang lolos pendanaan, LPPM menghadirkan dua narasumber kompeten. Prof. Ir. Suhendro Yusuf Irianto, M.Kom., Ph.D. dari IIB Darmajaya memaparkan secara rinci penyusunan proposal penelitian, mulai dari aspek kebaruan riset hingga penguatan metodologi.

“Proposal penelitian harus patuh pada panduan dan memiliki alur yang jelas. Ketika struktur, metodologi, dan luaran dirancang secara tepat, peluang lolos hibah akan semakin besar,” jelasnya.

Sementara itu, materi pengabdian kepada masyarakat disampaikan oleh Prof. Dr. Dyah Indriyana K., S.T., M.Sc. dari Universitas Lampung. Ia menekankan bahwa proposal pengabdian yang kuat selalu berangkat dari persoalan nyata di lapangan.

“Judul harus menarik, di sisi lain substansi proposal tetap harus mampu menjawab kebutuhan masyarakat dan mitra. Dampak program serta keberlanjutan kegiatan menjadi kunci utama dalam penilaian hibah,” ungkapnya.

Kepala LPPM IIB Darmajaya, Dr. Sri Lestari, menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari komitmen institusi dalam meningkatkan kualitas proposal dosen sekaligus memperkuat daya saing di tingkat nasional.

Melalui coaching clinic ini, IIB Darmajaya optimistis para dosen tidak hanya siap mengajukan proposal, tetapi juga mampu bersaing dan menorehkan prestasi melalui hibah pendanaan Program Penelitian Tahun Pelaksanaan 2026 Kemdiktisaintek RI, serta menghasilkan riset dan pengabdian yang berdampak nyata bagi masyarakat.(**)

UBL di Panggung Global: Prof. Erry Adesta Jadi Pembicara Kunci Konferensi Pertahanan dan Penerbangan

MALAYSIA -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menunjukkan kiprah akademiknya di kancah internasional. Akademisi UBL yang juga Wakil Rektor I Bidang Akademik, Riset, dan Inovasi UBL, Prof. Erry Yulian T. Adesta, Ph.D dipercaya menjadi pembicara kunci dalam ajang Global Defence and Aviation Skills Conference 2025 (GDAS 2025) yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 8–9 Desember 2025.

Konferensi internasional yang diselenggarakan oleh DSAK Group of Companies, sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri strategis, pertahanan, dan teknologi penerbangan, bekerja sama dengan ZEP Research, lembaga riset internasional yang berfokus pada pengembangan kajian ilmiah dan inovasi teknologi ini, menghadirkan para pemangku kepentingan global di bidang pertahanan dan penerbangan, mulai dari akademisi, pimpinan perguruan tinggi, perwakilan industri, hingga praktisi dan peneliti dari berbagai negara.

Dalam sesi pleno utama, Prof. Erry Yulian T. Adesta menyampaikan materi bertajuk “Empowering the Future of Defence and Aviation Leadership”. Paparan tersebut menyoroti pentingnya transformasi pendidikan tinggi dan vokasi (TVET) dalam menjawab tantangan baru dunia pertahanan dan penerbangan global, seiring pesatnya perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan (AI), sistem otonom, digitalisasi industri, serta kebutuhan sumber daya manusia yang berdaya saing internasional.

“Perguruan tinggi memiliki peran strategis sebagai bagian dari ekosistem pertahanan dan penerbangan, tidak hanya sebagai pusat pendidikan, tetapi juga sebagai motor riset, inovasi, dan pengembangan kepemimpinan masa depan. Oleh karena itu penting sekali kolaborasi lintas negara antara universitas, industri, dan pemerintah untuk menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, berbasis kompetensi, dan relevan dengan kebutuhan global,” ungkapnya.

“GDAS 2025 menjadi momentum penting untuk memperkuat kerja sama internasional dalam pengembangan pendidikan pertahanan dan penerbangan. UBL berkomitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan sumber daya manusia unggul melalui inovasi akademik, riset, dan jejaring global,” ujar Prof. Erry.

Keikutsertaan UBL dalam forum internasional ini menjadi bukti komitmen universitas dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi serta memperluas jejaring akademik global. Selain itu, partisipasi ini juga memperkuat posisi UBL sebagai perguruan tinggi yang aktif berkontribusi dalam isu-isu strategis global, khususnya di bidang teknologi, pendidikan, dan pengembangan kepemimpinan.

Melalui GDAS 2025, UBL berharap dapat terus membangun kolaborasi internasional yang berdampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan, riset, dan inovasi, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang mampu bersaing dan berkolaborasi di tingkat global.

Langkah Pertama Naik Pesawat, Mahasiswa Darmajaya Ukir Prestasi IoT Internasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Langit Nantong, China menjadi saksi perjalanan tak terlupakan anak nelayan pesisir Lampung. Ramadanzah, mahasiswa Program Studi Sistem Komputer/Internet of Things (IoT) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, berhasil mengharumkan nama Provinsi Lampung sekaligus Indonesia di ajang China-ASEAN Education Cooperation Week Vocational Skill Competition IoT yang digelar di Nantong Vocational University (NTVU), China, pada 20–24 November 2025.

Bersama rekannya, Muhammad Rifki Hidayat, Ramadanzah sukses meraih Second Prize dalam kompetisi IoT tingkat internasional tersebut. Prestasi ini terasa istimewa karena ajang tersebut diikuti oleh 36 peserta dari 10 negara, yakni Namibia, Pakistan, Sierra Leone, Liberia, Tajikistan, Kongo, Laos, Filipina, Singapura, dan Indonesia. Di tengah persaingan ketat, tim Indonesia mampu menunjukkan kompetensi teknis dan inovasi yang diakui dewan juri internasional.

Di balik prestasi gemilang itu, tersimpan kisah hidup yang sarat perjuangan. Ramadanzah berasal dari Kabupaten Tulang Bawang, Kecamatan Dente Teladas. Ayahnya, Suhaidir, bekerja sebagai nelayan, sementara ibunya, Samsidar, wafat pada tahun 2014 ketika Ramadanzah baru berusia 13 tahun. Sejak saat itu, ia tumbuh sebagai anak pertama dari dua bersaudara dari ibu kandung, sekaligus memiliki tiga orang adik dari ibu sambungnya, Ani.

Keterbatasan ekonomi tidak memadamkan semangatnya untuk terus belajar. Sebagai penerima Beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP), Ramadanzah berkesempatan menempuh pendidikan di IIB Darmajaya dan mendalami bidang Internet of Things. “Saya sangat bersyukur bisa kuliah dengan beasiswa KIP. Tanpa bantuan itu, mungkin saya tidak sampai di titik ini,” ujarnya pada Senin (15/12/2025) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Keberangkatan ke China menjadi pengalaman yang tak terlupakan baginya, karena merupakan kali pertama ia menaiki pesawat terbang. Dari kampung halaman di pesisir Lampung hingga berdiri membawa nama Indonesia di kancah internasional, perjalanan itu menjadi momen refleksi sekaligus pembuktian diri. “Saya tidak pernah membayangkan anak nelayan seperti saya bisa naik pesawat dan bertanding di luar negeri. Ini semua berkat doa orang tua dan dukungan banyak pihak,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar prestasi, kemenangan ini menjadi sumber motivasi baginya untuk terus melangkah. Ia mengaku ingin menjadikan pencapaian tersebut sebagai awal dari kontribusi yang lebih besar di bidang teknologi. “Prestasi ini bukan akhir. Justru ini menjadi penyemangat bagi saya untuk terus belajar, berkembang, dan suatu saat bisa memberi manfaat bagi keluarga, daerah, dan Indonesia,” tuturnya.

Kisah hidupnya menjadi bukti bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk meraih mimpi besar, dan dari pesisir Tulang Bawang, semangat juang anak bangsa mampu menembus batas negara melalui ilmu pengetahuan dan teknologi.(**)

Tingkatkan Daya Saing, Mahasiswa Darmajaya Ikut Sertifikasi IoT & Analis Sistem BNSP

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menyelenggarakan uji kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) skema Internet of Things (IoT) dan Analis Sistem pada Jumat (12/12/25). Kegiatan tersebut berlangsung di Laboratorium Information Access Center (IAC) IIB Darmajaya.

Pelaksanaan sertifikasi kali ini diikuti oleh mahasiswa dari dua program studi. Program Studi Teknik Informatika mengikutsertakan 16 mahasiswa untuk skema Analis Sistem, sementara Program Studi Sistem Komputer diikuti oleh 19 mahasiswa pada skema Internet of Things (IoT).

Adapun asesor yang bertugas dalam kegiatan ini adalah Bayu Nugroho, S.Kom., M.Eng, dan Riko Herwanto, S.Kom., M.T.I.

Kepala UPT Bahasa & Pelatihan IIB Darmajaya, Cahyani Pratisti, S.Pi., M.B.A., menjelaskan bahwa sertifikasi kompetensi menjadi bagian penting dari strategi kampus dalam meningkatkan kualitas lulusan.

“Dalam upaya mempersiapkan lulusan yang kompeten dan diakui secara nasional, kami terus mendorong mahasiswa untuk mengikuti sertifikasi BNSP. Dengan sertifikat ini, mereka memiliki bukti kompetensi yang terstandarisasi dan siap bersaing di dunia kerja,” ujar Cahyani.

Ia juga menambahkan bahwa sertifikasi berbasis standar nasional memberikan keunggulan signifikan bagi mahasiswa, terutama di era digital. Cahyani menegaskan bahwa penguasaan kompetensi pada bidang Internet of Things (IoT) dan analisis sistem menjadi kebutuhan penting industri saat ini. Pelaksanaan sertifikasi berjalan lancar dan diharapkan dapat semakin memperkuat kesiapan mahasiswa IIB Darmajaya dalam memasuki dunia profesional.(**)

PWM Lampung Kerahkan Tim Medis Relawan Muhammadiyah Kloter 2 Untuk Bencana Sumatera

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung secara resmi melepas Tim Medis Relawan Muhammadiyah untuk misi kemanusiaan merespon bencana banjir dan longsor di Sumatera Barat, berlangsung di Gedung Dakwah Muhammadiyah Lampung, pada Minggu (14/12/2025).

Prosesi pelepasan dihadiri jajaran pimpinan persyarikatan, unsur lembaga ortonom, serta tim medis Relawan Muhammadiyah Lampung.

Pelepasan tersebut dipimpin oleh Ahsanal Huda selaku Wakil Sekretaris PWM Lampung. Hadir mendampingi Dr. Satrio Budi Wibowo Ketua Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) /Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung, dr. Wirman Ketua Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) PWM Lampung, Eko Budi Sulistyo Wakil Ketua LAZISMU Wilayah Lampung, serta para Tim Medis Relawan Muhammadiyah.

Dalam sambutannya, Ahsanal Huda mewakili Ketua PWM Lampung Prof. Sudarman menyampaikan bahwa Muhammadiyah memiliki pengalaman panjang dalam penanganan kebencanaan. Ia berpesan agar para relawan tetap menjaga semangat, profesionalitas, dan nama baik persyarikatan selama menjalankan tugas.

“Muhammadiyah berpengalaman dalam respon kebencanaan. Tetap semangat dalam melaksanakan tugas dan jaga nama baik Muhammadiyah Lampung,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Wirman selaku Ketua MPKU PWM Lampung menyampaikan bahwa tim yang diberangkatkan terdiri dari tenaga profesional lintas keahlian, baik medis maupun nonmedis, yang siap bertugas di lapangan.

“Selain melayani penyintas, para relawan juga harus saling menjaga kesehatan dan terus berkolaborasi dengan lintas sektoral,” tuturnya.

Ia menambahkan bahwa keikhlasan menjadi kunci utama dalam menjalankan misi kemanusiaan agar layanan kesehatan dapat berjalan secara optimal.

Senada dengan hal tersebut, Dr.Satrio Budi Wibowo Ketua MDMC/LRB Lampung menegaskan bahwa keberangkatan tim medis ini merupakan wujud nyata komitmen muhammadiyah dalam merespon cepat setiap bencana kemanusiaan.

“Tim ini diharapkan mampu memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi para penyintas di Sumatera Barat, sekaligus membawa nilai-nilai dakwah kemanusiaan Muhammadiyah,” tegasnya.

Satrio juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para tenaga medis yang telah meluangkan waktu dan tenaga untuk membantu para penyintas. Ia mengajak relawan untuk menghadirkan niat Lillahi Ta‘ala dalam setiap tindakan kemanusiaan.

“Sebagai warga muhammadiyah, kita meyakini bahwa setiap kebaikan dan pengorbanan akan dibalas oleh Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat,” katanya.

Dalam keterangannya, disebutkan bahwa Tim Medis Muhammadiyah Lampung akan menjalankan tugas kemanusiaan mulai 14 hingga 31 Desember 2025, dengan penugasan disesuaikan dengan formasi dan keahlian masing-masing personel. Misi ini diharapkan dapat membantu pemulihan kesehatan masyarakat terdampak bencana serta memperkuat sinergi muhammadiyah dalam respon kebencanaan nasional.

Sementara itu, Wakil Ketua LAZISMU Wilayah Lampung Eko Budi Sulistyo, mewakili Ketua LAZISMU Wilayah Lampung Prof. Syafrimen, menegaskan komitmen LAZISMU dalam mendukung program-program kemanusiaan Muhammadiyah.

“LAZISMU Lampung akan terus mendukung gerakan kemanusiaan dengan semangat One Muhammadiyah, One Response,” ucapnya.

Tambahnya, “Bahwa dengan One Muhammadiyah One Response (OMOR), Unsur Majelis, Lembaga, dan ORTOM (Organisasi Otonom) Muhammadiyah melebur menjadi satu, satu visi dan misi, satu komando, dan satu ketangguhan,”Pungkasnya.(guswir/pri)

Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN Serahkan Sertifikat Tanah Wakaf Pesantren Al-Khoziny

SIDOARJO -(deklarasinews.com)- Direktur Jenderal (Dirjen) Pengendalian dan Penertiban Tanah dan Ruang (PPTR) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Jonahar, mewakili Menteri ATR/Kepala BPN menyerahkan dua sertipikat tanah wakaf kepada Pengasuh Pondok Pesantren Al-Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, di Pondok Pesantren Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Kamis (11/12/2025). Penyerahan sertipikat wakaf tersebut jadi dasar legalitas untuk proses pembangunan dua gedung baru fasilitas pendidikan di Pondok Pesantren Al-Khoziny.

“Sertipikat wakaf ini kami serahkan agar proses pembangunan dapat berjalan dengan tertib, aman secara hukum, dan memberi kepastian bagi pesantren ke depan. Semoga pembangunan fasilitas baru ini membawa keberkahan dan manfaat yang lebih besar bagi santri dan masyarakat,” ujar Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN.

Penyerahan sertipikat ini dilakukan bersamaan dengan acara groundbreaking pembangunan Pesantren Al-Khoziny. Pembangunan gedung baru Ponpes Al-Khoziny akan dilakukan di atas lahan seluas 4.157 meter persegi di Jalan Siwalan Panji II, Buduran berdekatan dengan bangunan lama yang ambruk pada September 2025.

Proyek meliputi pembangunan gedung asrama dan pendidikan lima lantai, serta masjid empat lantai.

Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) sekaligus Ketua Satgas Nasional Penataan Pembangunan Pesantren, Muhaimin Iskandar yang turut hadir dalam acara tersebut mengatakan bahwa proyek pembangunan ini direncanakan rampung pada Juni 2026 mendatang. Langkah ini menurutnya jadi wujud kolaborasi pemerintah dalam memberikan keamanan bagi masyarakat, dalam hal ini lembaga pendidikan.

“Ini momentum untuk bersama-sama mengingatkan perlunya kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan untuk terus melakukan perbaikan secara terencana sehingga tidak ada kecelakaan, rasa tidak rasa aman sehingga memberikan perlindungan kuat kepada para santri seluruh Indonesia,” ujar Muhaimin Iskandar.

Pengasuh Pesantren Al-Khoziny, KH Abdus Salam Mujib, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah dalam upaya rekonstruksi pesantren. Dukungan ini sangat berarti bagi keberlanjutan pendidikan di Al-Khoziny.

Dalam kegiatan ini, Dirjen PPTR Kementerian ATR/BPN turut didampingi oleh Sekretaris Ditjen PPTR, Ariodilah Virgantara; Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur, Asep Heri; serta Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sidoarjo, Nursuliantoro. Acara ini juga dihadiri lintas kementerian, meliputi Kementerian PU, Kementerian Agama, Kementerian Dalam Negeri, pemerintah daerah, serta ratusan santri dan alumni pesantren.(Nan)

Tujuh Dosen Raih Dana Publikasi Bergengsi dari Kementerian Tahun 2025!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Tujuh dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berhasil meraih Dana Publikasi pada Jurnal Bereputasi Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, berdasarkan pengumuman resmi Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan pada 11 Desember 2025.

Para dosen IIB Darmajaya yang menjadi penerima program tersebut adalah: Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I (Program Studi Sistem Komputer), Dona Yuliawati, S.Kom., M.T.I (Program Studi Sistem Informasi), Dr. Herlina, S.E., M.M (Program Studi Bisnis Digital), Mashuril Anwar, S.H., M.H (Program Studi Hukum Bisnis), Dr. Refi Arioen, S.T.P., M.T.A (Program Studi Teknologi Pangan), Riko Herwanto, S.Kom., M.T.I (Program Studi Teknik Informatika), dan Rionaldi Ali, S.Kom., M.T.I (Program Studi Teknik Informatika).

Ketujuh dosen tersebut dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam menghasilkan penelitian berkualitas yang layak dipublikasikan pada jurnal bereputasi nasional maupun internasional. Mereka ditetapkan sebagai penerima Program Pendanaan Publikasi yang diberikan kepada para peneliti dengan kualitas karya ilmiah unggulan serta kontribusi signifikan terhadap pengembangan ilmu pengetahuan.

Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IIB Darmajaya, Dr. Sri Lestari, S.Kom., M.Cs, menyampaikan apresiasi mendalam atas pencapaian tersebut. “Kami sangat bangga kepada para dosen yang berhasil mendapatkan pendanaan publikasi ini. Ini merupakan capaian penting yang menunjukkan bahwa kualitas penelitian di Darmajaya terus meningkat dan mampu bersaing secara nasional,” ujarnya.

Sri Lestari menambahkan bahwa keberhasilan para penerima program ini menjadi inspirasi bagi dosen lain untuk semakin produktif dalam menghasilkan publikasi ilmiah. Ia menegaskan bahwa LPPM akan terus memperkuat pendampingan serta menyediakan fasilitas penelitian yang memadai, agar semakin banyak karya ilmiah bereputasi dapat lahir dari sivitas akademika Darmajaya.

Melalui pendanaan dari kementerian melalui Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan tersebut, IIB Darmajaya berharap semakin banyak penelitian inovatif yang dihasilkan dan memberikan kontribusi nyata bagi ilmu pengetahuan, dunia pendidikan, serta masyarakat luas.(*)

Mahasiswi Darmajaya Raih Gelar Winner Putri Grand Culture Provinsi Lampung 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Menjelang akhir 2025, mahasiswi Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Melisa Permata Putri, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Gadis asal Lampung Tengah  tersebut berhasil meraih Winner Putri Grand Culture Lampung 2025 pada malam Grand Final yang digelar pada 6 Desember 2025 di Hotel Azana Boutique, Bandar Lampung. Pencapaian ini semakin menguatkan posisinya sebagai generasi muda berprestasi yang aktif mengangkat nilai-nilai budaya daerah.

Bagi Melisa, perjalanan meraih gelar ini bukan sekadar memenangkan kompetisi. Ia mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pembelajaran berharga sepanjang proses.

“Saya tidak hanya belajar tentang budaya, public speaking, dan pengembangan diri. Yang saya rasakan justru lebih dalam: adanya rasa kekeluargaan yang kuat,” ungkapnya.

Meski kini menyandang gelar juara, Melisa menegaskan bahwa pencapaiannya bukanlah garis akhir. “Juara bukan akhir dari perjalanan, melainkan awal dari tanggung jawab baru,” tegasnya. Ia menambahkan bahwa gelar tersebut menjadi pintu untuk melangkah lebih jauh dan berkontribusi bagi masyarakat.

Sebagai Putri Grand Culture, Melisa menyadari amanah yang diembannya, seperti memperkenalkan budaya Lampung di berbagai kesempatan, hadir dalam kegiatan kebudayaan, mendukung UMKM lokal, memberikan edukasi kepada generasi muda, serta menjaga nilai-nilai budaya melalui sikap dan karya nyata.

“Saya berharap bisa terus bertumbuh dan menebarkan hal-hal baik,” tambahnya.

Ketua Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., turut memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih Melisa. Ia menilai keberhasilan tersebut menjadi bukti konsistensi mahasiswa Darmajaya dalam menunjukkan kapasitas terbaik mereka di berbagai bidang.

“Kami sangat bangga dengan prestasi Melisa. Ia berhasil menunjukkan bahwa mahasiswa IIB Darmajaya tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga berprestasi di bidang nonakademik, termasuk bidang budaya,” ujarnya.

Dr. Novita menambahkan bahwa program studi akan terus mendukung mahasiswa dalam pengembangan diri melalui berbagai kegiatan positif. “Semoga Melisa dapat terus membawa nama baik kampus dan menjadi role model bagi generasi muda,” harapnya. (*)

‎Dispora Palembang Siapkan Atlet Masa Depan, Turnamen Basket Antar-SMP Pecah Rekor Peserta!

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- ‎Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Palembang kembali menunjukkan komitmennya dalam membina potensi olahraga usia dini. Selama dua hari, Kamis–Jumat (11–12/12/2025), Dispora menggelar Kejuaraan Bola Basket Antar SMP se-Kota Palembang yang dipusatkan di lapangan Canton Park, Jalan Sinaraga No. 110, Palembang.

‎‎Ajang kompetisi yang diikuti ratusan pelajar ini secara resmi dibuka oleh Staf Ahli Wali Kota Palembang Bidang Keuangan, Pendapatan Daerah, Hukum dan HAM, Edison S.Sos., M.Si.

‎‎Dalam sambutannya, Edison menegaskan bahwa turnamen ini bukan sekadar pertandingan antar pelajar, melainkan langkah strategis dalam membangun fondasi pembinaan atlet jangka panjang. Melalui kompetisi seperti ini, kata Edison, pemerintah kota berharap dapat menemukan bibit-bibit atlet muda berbakat yang kelak dapat mengharumkan nama Palembang di pentas nasional bahkan internasional.

‎‎” Tujuan kejuaraan ini adalah mencari atlet-atlet potensial sejak usia dini. Kami berharap dari ajang ini lahir atlet muda yang bisa dibina menjadi atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ujar Edison di sela-sela kegiatan, Kamis (11/12/25).

‎‎Edison juga menuturkan bahwa penyelenggaraan kompetisi ini merupakan hasil kolaborasi antara Dispora Kota Palembang dan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang. Sinergi tersebut diharapkan menjadi motor penggerak pembinaan olahraga yang lebih terarah, khususnya di cabang bola basket.

‎‎Tak hanya fokus pada prestasi, Edison turut mengingatkan para peserta agar menjunjung tinggi nilai sportivitas. Menurutnya, kompetisi antar-SMP ini harus menjadi wadah silaturahmi sekaligus ruang untuk meningkatkan kedisiplinan dan mental bertanding para atlet.

‎‎“Ikutilah pertandingan dengan menjunjung tinggi sportivitas. Jadikan momen ini sebagai ajang mempererat silaturahmi atlet-atlet bola basket SMP di Kota Palembang,” pesannya.

‎‎Sementara itu, Kepala Dispora Palembang, Ahmadi Damrah, mengungkapkan bahwa animo peserta pada kejuaraan tahun ini sangat tinggi. Tercatat 300 atlet pelajar dari 75 SMP negeri dan swasta turut ambil bagian.

‎‎Ahmadi menyebut, selain meningkatkan kualitas olahraga bola basket di tingkat pelajar, kegiatan ini juga bertujuan memperluas jejaring pertemanan antar siswa serta memperkuat karakter positif seperti sportivitas, kerja tim, dan motivasi berprestasi.

‎‎“Tujuannya bukan hanya meningkatkan prestasi di cabang bola basket, tetapi juga memupuk persaudaraan, sportivitas, serta motivasi atlet-atlet muda di seluruh SMP di Palembang,” jelasnya.

‎‎Menurut Ahmadi, Dispora akan terus mendorong berbagai kompetisi berjenjang untuk memastikan proses pembinaan berlangsung berkelanjutan. Ia berharap kejuaraan ini menjadi titik awal lahirnya generasi baru atlet bola basket yang bisa bersaing secara profesional. (Ning)

Achmad Sanusi : Tahun ini ada 23 Guru Purnabhakti, Siswanto Guru paling Lama Mengabdi

SIDOMULYO -(deklarasinews.com)- Sebanyak 23 Guru/tenaga pendidik yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang kecamatan Sidomulyo memsuki masa pensiun (Purnabhakti), Kamis (11/12/2025).

Dari sejumlah guru yang pensiun itu berasal dari Sekolah dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Hebatnya lagi puluhan guru yang pensiun tersebut terdapat guru mengabdi selama 32 tahun,

”  Pak Siswanto itu guru yang paling lama mengabdi yakni 32 tahun lamanya menjadi seorang guru  ”

Dari data yang kami terima bahwa pengabdianya menjadi seorang guru yakni sejak berusia 19 tahun,

” Begitu lulus SPG langsung diterima jadi PNS/guru, ”

Oleh karena itu bagi para guru yang hari ini Purnabhakti/pensiun patut untuk disyukuri, karena tidak semua guru sampai ketitik ini pengabdianya.

Dalam kesempatan ini kepada bapak dan ibu yang hari ini telah Purnabhakti, saya bersama para anggota lainya mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya.

Mudah-mudahan para guru yang masih berjuang menggantikan bapak dan ibu yang sudah Purnabhakti, mudah-mudahan menjadi kader yang tangguh dan berhasil mencetak generasi Emas yang menjadi tujuan bangsa ini. ” pungkasnya.

Camat kecamatan Sidomulyo Frans Sinatra Adung SP MM dalam sambutanya mengatakan bahwa hari ini andalah hari yang cukup bersejarah bagi kita semua.

Karena kita ketahui bersama bahwa sebanyak 23 bapak dan ibu guru yang ada didepan kita ini ada pelaku sejarah dibidang pendidikan khususnya dikecamatan Sidomulyo.

Oleh karena itu dalam kesempatan ini, saya Camat Sidomulyo mengucapkan terima kasih atas pengabdiannya selama ini hingga dapat mencetak generasi Emas yang merupakan program pemerintah beberapa tahun kedepan, Selamat HUT PGRI ke 80 dan Hari Guru ada tahun 2025, semoga kita semua dapat menjalankan tugas sesuai harapan kita semua. (Cak Ton)