Empat Narasumber Bagikan Kunci Sukses Bisnis di Seminar Kewirausahaan IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) IIB Darmajaya bekerja sama dengan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) IIB Darmajaya sukses menggelar Seminar Kewirausahaan dan Kick Off Youth Business Competition (YBC) Season 3 di Aula Rektorat Gedung A Lantai 3 IIB Darmajaya, Kamis (30/4/26).

Kegiatan ini dihadiri ratusan peserta dari perwakilan siswa dan guru dari berbagai SMA/SMK di Provinsi Lampung. Seminar menghadirkan empat narasumber inspiratif dari kalangan pengusaha muda dan praktisi bisnis yang membagikan pengalaman serta strategi membangun usaha kepada para peserta.

Narasumber pertama, Aulya Haya Nabila, Ketua Umum HIPMI PT IIB Darmajaya sekaligus CEO Inslove, membawakan materi mengenai strategi membangun merek dan keberanian memulai bisnis.

“Jangan takut memulai dari hal kecil. Bisnis besar selalu berawal dari ide sederhana yang dikerjakan dengan konsisten dan penuh keyakinan,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa siswa perlu mulai belajar mengenali kebutuhan pasar dan berani menjadikan kreativitas sebagai peluang usaha.

Narasumber kedua, Bagas Wicaksono, S.Bns., Founder Mowgrill, membagikan pengalaman membangun bisnis kuliner dengan fokus pada loyalitas pelanggan.

“Kunci bisnis bukan hanya membuat orang datang, tetapi bagaimana membuat mereka kembali dan menjadi pelanggan setia,” tuturnya.

Menurutnya, kualitas produk dan pengalaman pelanggan merupakan faktor utama dalam mempertahankan bisnis di tengah persaingan yang semakin ketat.

Selanjutnya, narasumber ketiga, Makruf Arief, S.Kom., CEO dan Direktur PT Tunas Link Indonesia, membahas strategi mengembangkan bisnis dari skala lokal hingga mampu berkembang lebih luas.

“Usaha yang dimulai dari lingkungan sekitar memiliki potensi besar untuk tumbuh, asalkan dibangun dengan sistem yang tepat dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa pemanfaatan platform digital menjadi salah satu strategi penting dalam ekspansi usaha.

Sebagai narasumber terakhir, Muhammad Rinaldi, B.A., M.B.A., Ketua Bidang VIII HIPMI Lampung, menyampaikan materi tentang pentingnya relasi dan branding dalam dunia bisnis.

“Relasi yang kuat akan membuka peluang yang tepat. Branding yang baik akan membuat usaha mudah diingat dan dipercaya oleh pasar,” katanya.

Ia menegaskan bahwa membangun jaringan sejak usia sekolah menjadi modal penting bagi siswa yang ingin sukses di dunia usaha.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.STP., M.H. dan hadir juga Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M.(**)

Semangat Guru dan Murid Tak Surutkan Belajar Dengan Keterbatasan Gedung Sekolah Yang Tak Layak

LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pagi itu, anak-anak di Pedukuhan Batu Nyangka, Desa Tanjung Raja, Kecamatan Cukuh Balak, Kabupaten Tanggamus, tetap berangkat sekolah seperti biasa.

Mereka melangkah menuju sebuah bangunan sederhana. Dindingnya terbuat dari papan yang mulai lapuk, sementara atap seng di atasnya tampak berkarat dan berlubang di banyak bagian.

Di situlah proses belajar mengajar berlangsung.

Saat hujan turun, air menetes dari atap, membasahi ruang kelas sudah hal biasa. Namun kegiatan belajar tetap berjalan, seolah kondisi tersebut sudah menjadi bagian dari keseharian.

Sekolah Dasar Negeri (SDN) Satu Atap ini telah berdiri puluhan tahun dan meluluskan banyak generasi. Namun hingga kini, bangunannya belum juga tersentuh pembangunan permanen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Tanggamus, Viktor Libradi, mengatakan kondisi tersebut akan menjadi bahan evaluasi pihaknya.

“Ini akan kami jadikan evaluasi dan segera dikoordinasikan. Pemerintah belum bisa merenovasi karena status tanah sekolah belum berstatus hibah,” ujarnya.

Di tengah keterbatasan itu, Apriana tetap berdiri di depan kelas. Selama 18 tahun, ia mengabdikan diri mengajar anak-anak di sekolah tersebut.

“Saya sudah 18 tahun mengajar di sekolah ini, belum ada bantuan yang datang. Kami berharap sekolah ini dapat dibangun permanen,” ujarnya.

Harapan sederhana, agar anak-anak bisa belajar di ruang yang aman dan nyaman.

Belasan siswa di sekolah itu setiap hari datang, duduk di ruang kelas yang jauh dari kata layak, namun tetap menyimpan mimpi yang sama seperti anak-anak lainnya.

Kondisi tersebut mengundang perhatian berbagai pihak.

Tokoh masyarakat Lampung, Very Fardinalsyah, datang bersama sejumlah influencer lokal untuk melihat langsung keadaan sekolah.

Selain meninjau kondisi bangunan, mereka juga memberikan bantuan berupa susu, buku tulis, dan makanan ringan kepada para siswa.

Very menyatakan akan bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk membangun sekolah secara permanen.

“Pemerintah terkendala status hibah tanah. Karena itu, saya bersama beberapa rekan, termasuk influencer lokal dan warga setempat, bersepakat untuk membangun sekolah ini secara permanen,” ujarnya.

Ia juga telah meminta tokoh setempat untuk menginventarisasi kebutuhan material pembangunan.

Setelah proses tersebut selesai, bantuan material direncanakan segera disalurkan sebagai langkah awal pembangunan.

Di tengah keterbatasan bangunan, sekolah ini tetap berdiri.

Bukan karena fasilitasnya yang kuat, melainkan karena tekad guru dan semangat anak-anak yang tidak ikut runtuh.

250 Peserta Serbu YBC Season 3 Darmajaya! Modal Rp15 Juta & Beasiswa Siap Diberikan untuk Calon Pengusaha Muda

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Inkubator Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya bersama Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Perguruan Tinggi (HIPMI PT) resmi menggelar Seminar Kewirausahaan dan Kick Off Youth Business Camp (YBC) Season 3, Kamis (30/4/26), di Aula Rektorat IIB Darmajaya.

Kegiatan yang diikuti sekitar 250 peserta ini menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda. Mengusung konsep inkubator kreatif sebagai wadah pengembangan pola pikir, program ini dirancang untuk membentuk mindset entrepreneur sejak dini.

YBC Season 3 akan berlangsung pada 19 – 21 Agustus 2026, dengan melibatkan 100 siswa terpilih dari 35 sekolah. Peserta akan melalui proses seleksi hingga penetapan akhir pada 27 Agustus 2026. Menariknya, peserta terbaik berkesempatan mendapatkan modal usaha hingga Rp15 juta serta beasiswa pendidikan di IIB Darmajaya.

Sementara, Wakil Rektor Bidang Nonakademik IIB Darmajaya, Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa program ini terus mengalami peningkatan dari sisi kualitas dan jumlah peserta setiap tahunnya.

“Setiap season menunjukkan peningkatan yang signifikan. Terima kasih kepada bapak dan ibu pimpinan sekolah yang telah mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa IIB Darmajaya hadir sebagai ekosistem pembelajaran kewirausahaan dengan kurikulum berstandar internasional yang mendorong mahasiswa dan pelajar untuk menjadi pelaku usaha.

“Boleh saja menjadi PNS atau karyawan swasta, tetapi jika ingin fokus dan mencapai kemandirian finansial, maka menjadi pengusaha adalah salah satu pilihan terbaik,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BPD HIPMI Lampung yang diwakili Ketua Bidang IX Arienaldo Rahman memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.

“Setiap tempat adalah sekolah. Saya berharap adik-adik dapat mengikuti kegiatan ini dengan baik dan memanfaatkan kesempatan yang ada,” ungkapnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung, Thomas Amirico, S.S.T.P., M.H., menekankan pentingnya kewirausahaan sebagai solusi peningkatan kesejahteraan.

“Entrepreneurship dapat menjadi jalan menuju kehidupan yang lebih sejahtera, khususnya bagi lulusan. Tidak bisa selamanya bergantung pada pendapatan setara UMK,” jelasnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menemukan potensi diri sejak dini.

“Di sekolah mungkin belum ada konsultan bisnis, maka melalui kegiatan seperti ini peserta bisa menemukan kompetensinya. Tentukan arah sejak sekarang,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa kunci keberhasilan terletak pada daya juang dan mindset produktif.

“Hari ini tantangan generasi Z adalah daya juang. Padahal, orang yang berhasil adalah mereka yang memiliki semangat pantang menyerah dan terus mencari tempat belajar untuk mencapai targetnya,” tambahnya.

Melalui Kick Off Youth Business Camp Season 3 ini, berharap dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan melalui inovasi bisnis.

Kegiatan ini sekaligus menjadi bukti komitmen IIB Darmajaya dalam membangun generasi entrepreneur yang kreatif, tangguh, dan berdaya saing tinggi di masa depan. (**)

Mahasiswa Sistem Informasi Unggul Darmajaya Borong 2 Gelar Muli Photogenic & Duta Literasi Keuangan OJK 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sorotan lampu dan gemuruh tepuk tangan memenuhi Gedung Semergo Pemerintah Kota Bandar Lampung pada Senin (27/4/26). Panggung megah ajang Grand Final Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung 2026, menjadi bukti Anggita Hasiani Harahap. Mahasiswi Program Studi Sistem Informasi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya ini meraih gelar Muli Photogenic 2026 dan Duta Literasi Keuangan OJK 2026.

Perjalanannya menuju  grand final tidak lah mudah dan instan. Ia mengungkapkan bahwa proses panjang telah dilaluinya, mulai dari tahap audisi, interview, talent show, hingga berhasil menembus 15 besar. Tak berhenti di situ, rangkaian kegiatan seperti visit, karantina, dan deep interview menjadi bagian penting yang membentuk kesiapan dirinya hingga mencapai malam puncak.

“Persiapannya cukup panjang, dari awal seleksi sampai akhirnya bisa berdiri di panggung grand final ini. Aku harus terus mempersiapkan mental, penampilan, dan tentunya pengetahuan supaya bisa terus berkembang di setiap tahap,” ungkap Anggita penuh semangat.

Namun di balik gemerlap kompetisi, Anggita justru menekankan nilai yang lebih dalam dari sekadar persaingan. Baginya, kepercayaan diri menjadi kunci utama yang tak boleh goyah.

“Yang paling penting itu percaya diri. Jangan insecure melihat peserta lain. Justru saat karantina dan visit, kita bisa saling berbagi ilmu tanpa menjatuhkan. Karena setiap orang punya kelebihan masing-masing,” tambahnya.

Sementara, Ketua Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya, Dr. Wasilah, S.Kom., M.T.,  mengapresiasi atas capaian tersebut. Ia menyebut prestasi Anggita sebagai bukti bahwa mahasiswa Sistem Informasi tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu berprestasi di bidang nonakademik.

“Kami sangat bangga atas pencapaian Anggita. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Sistem Informasi Darmajaya memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi intelektual maupun soft skills seperti kepercayaan diri dan kemampuan komunikasi,” ujarnya.

Keberhasilan Anggita Hasiani Harahap ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda, khususnya mahasiswa IIB Darmajaya, untuk terus mengembangkan potensi diri dan berani tampil percaya diri di berbagai ajang.(**)

 

Bandar Lampung Tidak Layak Banjir, Akademisi UBL Dorong Penanganan Terpadu Berbasis Infrastruktur dan Tata Lingkungan

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Permasalahan banjir yang terus berulang di Kota Bandar Lampung dinilai bukan semata-mata disebabkan oleh faktor alam, melainkan lemahnya pengelolaan drainase dan tata lingkungan perkotaan. Hal itu mengemuka dalam Focus Group Discussion (FGD) bertema “Roadmap Penanganan Banjir Bandar Lampung: Solusi Infrastruktur, Lingkungan, dan Kebijakan” yang digelar di Aula Rektorat lantai 3 Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Selasa (28/4/2026).

Akademisi Fakultas Teknik Universitas Bandar Lampung (UBL) yang juga Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Komersialisasi UBL, Dr. Hery Riyanto, yang menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut menegaskan bahwa secara topografi, Kota Bandar Lampung sejatinya tidak layak mengalami banjir apabila didukung sistem drainase dan tata ruang yang baik.

Menurutnya, rata-rata kemiringan topografi Kota Bandar Lampung mencapai sekitar 3,6 persen, kondisi yang dinilai cukup ideal untuk mendukung aliran air menuju saluran utama. Namun, keberadaan kawasan cekungan, penyempitan saluran drainase, sedimentasi, hingga berkurangnya kawasan resapan membuat air hujan tidak mampu mengalir secara optimal. “Bandar Lampung sebenarnya tidak layak banjir. Persoalan utamanya ada pada saluran drainase yang tidak mampu menampung debit air, banyak yang tersumbat, dimensinya kecil, dan kawasan resapan air semakin berkurang,” ujarnya.

Ia menjelaskan, tingginya koefisien limpasan permukaan (run-off coefficient) yang mendekati angka satu menunjukkan sebagian besar air hujan tidak lagi meresap ke tanah. Kondisi tersebut dipicu meningkatnya kawasan terbangun dan minimnya ruang terbuka hijau di wilayah perkotaan. Hery menilai penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial maupun hanya bersifat reaktif saat bencana terjadi.

Pemerintah daerah, kata dia, perlu menyusun sistem drainase terpadu berbasis data teknis, mulai dari pemetaan wilayah rawan genangan, perhitungan debit air berdasarkan curah hujan rencana, hingga pembangunan infrastruktur sesuai kebutuhan kapasitas aktual. “Kalau hanya tambal sulam, banjir akan terus berulang. Harus ada roadmap yang jelas, terintegrasi, dan berkelanjutan antara pembangunan infrastruktur, pengendalian tata ruang, serta kebijakan lingkungan,” tegas alumnus ITB ini.

FGD tersebut menghadirkan enam narasumber lintas sektor dan turut dihadiri Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana, perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Mesuji Sekampung Ditjen SDA Kementerian Pekerjaan Umum, anggota DPR RI dan DPD RI, pimpinan DPRD provinsi maupun kota, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya. Selain itu, forum juga melibatkan sejumlah organisasi strategis seperti APINDO dan WALHI Lampung. Sementara Ketua MPR RI Ahmad Muzani disebut turut menjadi bagian dari stakeholder yang mendukung pembahasan roadmap penanganan banjir tersebut.

Sebagai tindak lanjut, FGD menargetkan lahirnya dokumen roadmap penanganan banjir yang akan diserahkan kepada Pemerintah Kota Bandarlampung dan DPRD. Dokumen itu diharapkan menjadi landasan kebijakan dalam mempercepat implementasi program mitigasi banjir yang terintegrasi dan berkelanjutan di Kota Bandar Lampung.

Gandeng PERADI SAI, IIB Darmajaya Hadirkan Pakar Nasional Kupas Due Process of Law bagi Mahasiswa

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Isu pembaruan hukum kembali menjadi sorotan. Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggandeng DPC Perhimpunan Advokat Indonesia Suara Advokat Indonesia (PERADI SAI) Bandar Lampung menggelar Kuliah Umum Nasional bertajuk “Peran Strategis Advokat dalam Pembaruan KUHAP: Menjamin Due Process of Law di Era Modern” pada Rabu, 29 April 2026, di Aula Rektorat Lantai 3.

Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi mahasiswa untuk memahami arah baru sistem peradilan pidana di Indonesia, seiring diberlakukannya KUHAP terbaru melalui Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025. Tak sekadar teori, mahasiswa diajak melihat langsung bagaimana hukum bekerja dalam praktik.

Kuliah umum ini menghadirkan Sekjen DPN PERADI SAI, Patra M. Zen, S.H., LL.M., sebagai pembicara utama. Turut hadir Harry Ponto, S.H., LL.M., selaku Ketua DPN PERADI SAI, serta Mas Ariona, S.H., selaku Ketua DPC PERADI SAI Bandar Lampung.

Dalam sambutan Rektor IIB Darmajaya, RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D., yang disampaikan oleh Dr. Handoyo Widhi Nugroho, S.Kom., M.T.I., ditegaskan bahwa mahasiswa harus berani mengambil peran dan berkontribusi dalam pembangunan hukum di Indonesia.

“Mahasiswa tidak hanya dituntut memahami teori, tetapi juga harus siap menjadi bagian dari solusi. Kolaborasi antara dunia pendidikan dan profesional menjadi kunci dalam mencetak lulusan yang kompeten dan adaptif,” pesannya.

Sementara itu, dalam pemaparannya, Dr. A. Patra M. Zen., S.H., LL.M. menekankan bahwa due process of law bukan sekadar konsep, melainkan fondasi utama dalam penegakan hukum yang berkeadilan. Ia menjelaskan tiga prinsip utama yang harus dijaga, yakni adil, jujur, dan masuk akal.

Materi yang disampaikan membuka wawasan mahasiswa tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara kekuasaan negara dan hak-hak warga negara, terutama dalam proses peradilan pidana.

Tak hanya memperkaya pemahaman, kegiatan ini juga memperluas jejaring antara mahasiswa dan praktisi hukum. Diskusi yang berlangsung aktif menunjukkan tingginya antusiasme peserta dalam merespons isu-isu hukum kontemporer, termasuk tantangan di era digital dan perkembangan alat bukti elektronik.

Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan yang tidak hanya fokus pada akademik, tetapi juga membentuk generasi muda yang kritis, berintegritas, dan siap terjun dalam dunia penegakan hukum.

Kuliah umum ini pun menjadi bukti nyata bahwa sinergi antara kampus dan dunia profesional mampu menghadirkan pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan berdampak bagi masa depan mahasiswa. (**)

Nggak Nunggu Wisuda! Mahasiswa Teknologi Pangan Darmajaya Ini Tancap Gas Bangun Bisnis “Murahmaran”

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat wirausaha tak harus menunggu lulus kuliah. Itulah yang dibuktikan oleh Muhamad Syafiq Ramadhan, mahasiswa semester 2 Program Studi Teknologi Pangan Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya.

Di tengah kesibukan kuliah, ia bersama rekannya Ahnaf Jovico Nadhir, mahasiswa Bisnis Digital, sukses merintis usaha minuman kekinian bernama murahmaran yang kini tengah diminati kawula muda gen Z.

Usaha yang berdiri sejak 6 April 2026 ini lahir dari ide sederhana dua mahasiswa yang ingin memiliki bisnis kecil. Berawal dari niat mencoba, kini murahmaran berkembang menjadi usaha skala mikro yang fokus pada penjualan minuman dengan harga terjangkau.

Nama murahmaran sendiri memiliki filosofi unik. “Murah itu berarti terjangkau, sedangkan maran berarti berkunjung. Harapannya, dengan harga yang murah, orang-orang tertarik untuk datang dan mencoba,” ujar Syafiq saat diwawancarai pada Rabu (29/4/26).

Mengusung konsep minuman kekinian dengan cita rasa yang ramah di kantong, murahmaran menawarkan beragam varian, mulai dari gula aren, caffe latte, original, americano, hingga minuman non-kopi seperti matcha latte, taro latte, dan red velvet latte. Tak hanya fokus pada kopi, usaha ini juga menyasar pelanggan yang menyukai minuman manis dan creamy.

Berlokasi di Jalan Onta No. 10 Bandar Lampung, usaha ini perlahan mulai dikenal di kalangan mahasiswa dan masyarakat sekitar. Syafiq mengaku, kecintaannya terhadap kopi menjadi salah satu alasan utama dalam membangun bisnis ini. Namun, ia juga ingin menghadirkan pilihan rasa yang lebih luas agar bisa dinikmati semua kalangan. “Awalnya saya memang suka kopi, tapi saya sadar tidak semua orang suka kopi. Jadi kami juga kembangkan varian lain supaya semua orang bisa menikmati,” jelasnya.

Menariknya, di balik kesibukannya berwirausaha, Syafiq tetap fokus pada studinya di bidang Teknologi Pangan. Ia mengungkapkan bahwa pilihannya masuk prodi tersebut didasari oleh ketertarikannya terhadap isu lingkungan, khususnya dalam pengolahan limbah.

“Saya tertarik dengan dunia lingkungan, terutama pengolahan limbah seperti plastik dan food waste. Harapannya ke depan, ilmu yang saya pelajari bisa diterapkan juga dalam usaha yang saya jalankan,” ungkapnya.

Secara tidak langsung, ia ingin mengembangkan bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara ekonomi, tetapi juga ramah lingkungan. Ke depan, Syafiq bersama Ahnaf berencana terus mengembangkan murahmaran, baik dari segi varian produk maupun konsep usaha.

Dengan semangat muda dan keberanian memulai, langkah Syafiq dan Ahnaf menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya bisa belajar di kelas, tetapi juga menciptakan peluang. Dari segelas minuman, lahir mimpi besar yang siap berkembang lebih jauh.

Informatika UBL Bersinar, Dua Mahasiswanya Lolos Program Elite Google Indonesia, Siap Pimpin Inovasi AI di Kampus

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua mahasiswa Program Studi Informatika UBL yang telah meraih akreditasi UNGGUL, Muhammad Ilham Alparsy dan Praise Otniel Beethoven, berhasil lolos sebagai Google Student Ambassador (GSA) 2026. Program bergengsi Google yang menghimpun mahasiswa terbaik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk menjadi penggerak transformasi digital dan inovasi teknologi di lingkungan kampus.

Keberhasilan tersebut diraih setelah keduanya melewati proses seleksi nasional yang sangat kompetitif. Tahun ini, lebih dari 81 ribu mahasiswa dari seluruh Indonesia mengikuti seleksi Google Student Ambassador. Namun, hanya sekitar 2.000 peserta yang dinyatakan lolos dan menjadi bagian dari program tersebut.

Muhammad Ilham Alparsy menjelaskan bahwa proses seleksi berlangsung ketat dengan beberapa tahapan penilaian yang berfokus pada kemampuan teknologi, kepemimpinan, dan inovasi digital. “Proses seleksinya sangat kompetitif. Kami harus melewati seleksi administrasi, menyelesaikan tantangan kreatif berbasis teknologi artificial intelligence (AI) Google, hingga mengikuti wawancara mendalam terkait visi kepemimpinan dan kontribusi terhadap pengembangan ekosistem digital di kampus,” ujarnya melalui pesan WhatsApp (Rabu, 29/04/2026).

Tidak hanya itu, dari ribuan peserta yang lolos secara nasional, hanya sekitar 150 mahasiswa terbaik yang memperoleh undangan khusus untuk mengikuti rangkaian Inauguration Google 2026 yang digelar di MGP Space dan Kantor Google Indonesia, Jakarta, salah satunya adalah Muhammad Ilham Alparsy.

Menurut Praise Otniel Beethoven, peran Google Student Ambassador bukan sekadar menjadi representasi mahasiswa, tetapi juga menjadi jembatan antara Google dengan komunitas akademik dalam memperkenalkan teknologi digital terbaru kepada generasi muda. “Kami memiliki tanggung jawab untuk menjadi pionir dalam pemanfaatan teknologi Google di lingkungan kampus, terutama dalam pengembangan kecerdasan buatan, literasi digital, dan inovasi teknologi yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini,” katanya.

Sebagai bagian dari program tersebut, para Google Student Ambassador akan menjalankan berbagai kegiatan di kampus masing-masing, mulai dari workshop AI, seminar literasi digital, pelatihan pemanfaatan ekosistem Google, hingga pendampingan mahasiswa dalam pengembangan riset dan proyek berbasis teknologi.

Keduanya menilai kesempatan tersebut sebagai pengalaman strategis yang membuka akses pembelajaran langsung mengenai budaya kerja, pengembangan produk digital, hingga jejaring profesional bersama komunitas teknologi nasional dan internasional. “Selain memperoleh sertifikasi dan pengakuan resmi dari Google, kami juga mendapatkan kesempatan untuk membangun networking yang luas dengan komunitas teknologi dari berbagai daerah, bahkan tingkat internasional. Ini menjadi peluang besar untuk meningkatkan kapasitas diri sekaligus membawa dampak positif bagi pengembangan inovasi digital di UBL,” tuturnya.

Capaian tersebut sekaligus memperkuat posisi UBL sebagai kampus yang konsisten mendorong pengembangan kompetensi mahasiswa di bidang teknologi, inovasi, dan transformasi digital. Kehadiran mahasiswa UBL dalam program Google Student Ambassador diharapkan mampu memperkuat ekosistem digital kampus sekaligus melahirkan generasi muda yang adaptif, kreatif, dan siap menghadapi perkembangan teknologi global.

Keren Maksimal! Mahasiswa Teknik Informatika Unggul Darmajaya Ini Jadi Mekhanai Sosial Media 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Ajang Pemilihan Muli Mekhanai Kota Bandar Lampung 2026 kembali melahirkan sosok inspiratif dari kalangan generasi muda. Kali ini, mahasiswa Program Studi Teknik Informatika Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Sigit Adi Prayoga, sukses mencuri perhatian dengan meraih gelar Mekhanai Sosial Media.

Prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya unggul di bidang akademik, tetapi juga mampu beradaptasi dan bersinar di era digital. Dengan kemampuan komunikasi yang kuat serta kreativitas dalam memanfaatkan platform digital, Sigit Adi Prayoga dinilai layak menyandang predikat tersebut.

Saat diwawancarai pada Selasa (28/4/26), Sigit mengungkapkan rasa syukur dan kebanggaannya atas pencapaian ini. “Alhamdulillah, ini menjadi pengalaman luar biasa bagi saya. Tidak hanya tentang kompetisi, tetapi bagaimana saya bisa membawa nilai budaya Lampung ke ranah digital agar lebih dikenal luas,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa peran sebagai Mekhanai Sosial Media bukan sekadar gelar, melainkan tanggung jawab besar untuk mempromosikan budaya daerah secara kreatif dan konsisten. Menurutnya, generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga eksistensi budaya melalui media sosial yang kini menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari.

Secara tidak langsung, Sigit menilai bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan sebagai jembatan untuk memperkenalkan kearifan lokal kepada masyarakat yang lebih luas, terutama generasi muda yang akrab dengan dunia digital.

Sementara itu, Ketua Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng., memberikan apresiasi atas prestasi yang diraih mahasiswanya tersebut. Ia menyampaikan bahwa capaian Sigit menjadi kebanggaan tersendiri bagi program studi.

“Kami sangat bangga atas prestasi yang diraih Sigit Yoga. Ini menunjukkan bahwa mahasiswa Teknik Informatika tidak hanya memiliki kompetensi di bidang teknologi, tetapi juga mampu berkontribusi dalam pelestarian budaya melalui kreativitas digital,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Dr. Chairani juga menekankan bahwa pihak program studi selalu mendorong mahasiswa untuk aktif mengembangkan soft skill, termasuk dalam bidang komunikasi, personal branding, dan pemanfaatan teknologi informasi secara positif.(**)

Prodi Informatika Raih Akreditasi UNGGUL, UBL Mantapkan Posisi Pencetak Talenta Digital Unggul Lewat Kurikulum Berorientasi Industri dan Profesi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital unggul melalui kuliah umum bertajuk “Keselarasan Peta Okupasi Nasional Bidang TIK dengan PCC Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar Lampung” yang digelar di Aula M Gedung Pascasarjana UBL, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Eng. Hary Budiarto, S.H., M.H., M.Kom., IPM., dari Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi BPSDM Komdigi.

Rektor UBL Prof. Dr. Ir. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan industri digital dan kebutuhan SDM masa depan. Menurutnya, melalui Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan penerapan Personally Customized Curriculum (PCC), UBL terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan teknologi global.

Ia menambahkan, kualitas Fakultas Ilmu Komputer UBL semakin diperkuat dengan diraihnya Akreditasi UNGGUL Program Studi Informatika. “Capaian tersebut menjadi bukti komitmen UBL dalam menghadirkan pendidikan berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, riset, inovasi, serta kolaborasi dengan industri dan pemerintah. Kami optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan kompetitif untuk menjawab kebutuhan profesi digital di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Dr. Eng. Hary Budiarto menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai konsep PCC yang diterapkan UBL sudah selaras dengan kebutuhan industri digital nasional, khususnya dalam pengembangan kompetensi bidang kecerdasan artifisial, keamanan siber, data science, tata kelola TI, dan infrastruktur digital. “Saya melihat FIK UBL memiliki komitmen kuat dalam mencetak talenta digital yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” tutupnya.