Berprestasi di Ajang Presisi Palembang, Pramuka MAN 1 Pagar Alam Harumkan Nama Kota Pagar Alam

PAGARALAM -(deklarasinews.com)- Prestasi membanggakan diraih kontingen Pramuka MAN 1 Pagar Alam dalam ajang Tri Lomba Mahakarya dan Perkemahan Kreasi Menuju Prestasi (Presisi) yang berlangsung di Bumi Perkemahan Cadika Palembang, 4–8 Oktober 2026. Dalam kegiatan tersebut, MAN 1 Pagar Alam berhasil meraih Juara Umum Putra dan Juara Umum Putri sekaligus membawa pulang Piala Bergilir Gubernur Sumatera Selatan.

Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Polres Pagar Alam sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda yang berprestasi. Capaian tersebut sekaligus mengharumkan nama Kota Pagar Alam di tingkat Provinsi Sumatera Selatan melalui kegiatan kepramukaan yang mengedepankan kedisiplinan, kreativitas, keterampilan, dan kerja sama tim.

Adapun prestasi yang diraih meliputi Juara 1 Pentas Seni, Juara 1 Melukis Putri, serta Juara 1 Master Chef Putra. Sementara itu, Juara 2 diraih pada kategori Master Chef Putri, Melukis Putra, Pionering Putra dan Putri, LKBB Putra dan Putri, serta Tenda Bari Putra dan Putri. Rangkaian kemenangan tersebut mengantarkan kontingen MAN 1 Pagar Alam meraih gelar juara umum pada kategori putra maupun putri.

Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro. SH. SIK. MSi melalui Wakapolres Kompol Roy Zulisirin. SH. MH menyampaikan “Kami mengapresiasi prestasi yang diraih kontingen MAN 1 Pagar Alam. Semoga keberhasilan ini menjadi motivasi bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan potensi, mengikuti kegiatan positif, serta membawa nama baik Kota Pagar Alam melalui prestasi di berbagai bidang,” ungkapnya.

Kasi Humas Polres Pagar Alam, Iptu Adin Riyanto, S.E., turut menambahkan “Prestasi ini membuktikan bahwa para pelajar memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing secara positif. Kami berharap keberhasilan MAN 1 Pagar Alam dapat memotivasi generasi muda lainnya untuk terus belajar, berlatih, dan meraih prestasi yang membanggakan,” ujarnya. (Rep)

Dosen IIB Darmajaya Bahas Celah Hukum Korporasi di Forum Internasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Bagaimana perusahaan dapat dimintai pertanggungjawaban ketika terjadi tindak pidana? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu isu yang dikaji Dosen Program Studi Hukum Bisnis Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Zulfikar Ali, S.H., M.Hum. bersama Intan Meitasari, S.H., M.H dalam The 2nd International Conference on Criminal Law Indonesia (ICCLI).

Keduanya mempresentasikan karya ilmiah berjudul “A Juridical-Philosophical Analysis of Corporate Criminal Liability Under the New Indonesian Criminal Code” melalui Zoom Meeting pada 6 Oktober 2026.

Penelitian tersebut membahas perubahan aturan mengenai pertanggungjawaban pidana korporasi dalam KUHP Nasional. Dalam aturan baru, korporasi mendapat pengakuan yang lebih tegas sebagai subjek hukum pidana sehingga perusahaan dapat dimintai pertanggungjawaban atas tindak pidana tertentu.

Kajian ini menunjukkan bahwa tanggung jawab pidana korporasi tidak semata-mata dilihat dari tindakan individu. Pertanggungjawaban juga dapat dikaitkan dengan kebijakan perusahaan, keuntungan yang diperoleh, pembiaran, pengendalian, hingga kegagalan perusahaan mencegah terjadinya tindak pidana dan memastikan kepatuhan terhadap hukum.

Dalam penelitian tersebut, Zulfikar Ali dan Intan Meitasari menggunakan pendekatan yuridis-filosofis dengan perspektif pemikiran Lon L. Fuller tentang moralitas internal hukum. Pendekatan ini menekankan bahwa aturan hukum tidak cukup hanya tertulis, tetapi juga harus jelas, konsisten, dapat dipatuhi, dan diterapkan secara selaras dalam praktik.

Penelitian juga mengkaji Pasal 45 sampai dengan Pasal 49 KUHP Nasional yang mengatur korporasi sebagai subjek hukum pidana, termasuk pihak yang dapat mewakili, memerintah, mengendalikan, maupun memperoleh manfaat dari korporasi.

Dari kajian tersebut terlihat adanya perubahan penting, yakni pertanggungjawaban pidana tidak lagi hanya berfokus pada kesalahan individu, tetapi juga mulai melihat kesalahan dalam organisasi atau perusahaan.

Meski demikian, penelitian tersebut menilai masih diperlukan kejelasan dalam menentukan kapan kesalahan seseorang dapat dibebankan kepada korporasi. Artinya, tindak pidana yang dilakukan seseorang dalam sebuah perusahaan tidak serta-merta membuat perusahaan ikut bertanggung jawab tanpa pembuktian mengenai hubungan tindakan tersebut dengan struktur, kebijakan, keuntungan, pengendalian, pembiaran, atau sistem kepatuhan perusahaan.

Kajian tersebut merekomendasikan adanya penyelarasan antara KUHP Nasional, PERMA Nomor 13 Tahun 2016, dan berbagai undang-undang sektoral. Selain itu, diperlukan pedoman yang lebih jelas mengenai bagaimana aparat penegak hukum menentukan hubungan antara tindakan individu dan tanggung jawab pidana korporasi.

Keikutsertaan Zulfikar Ali dan Intan Meitasari dalam ICCLI menjadi bagian dari kontribusi dosen Hukum Bisnis IIB Darmajaya dalam forum akademik internasional. Kegiatan ini sekaligus menjadi ruang untuk memperluas diskusi mengenai hukum pidana korporasi, kepatuhan perusahaan, dan penerapan KUHP Nasional.

Konferensi tersebut juga menghadirkan sejumlah akademisi dan pakar hukum nasional maupun internasional sebagai invited speakers, di antaranya Assoc. Prof. Nguyen Thi Phuong Hoa dari Ho Chi Minh City University of Law, Vietnam; Assoc. Prof. Dr. Lucija Sokanovic dari University of Split, Kroasia; Prof. Dr. Topo Santoso, S.H., M.H. dari Universitas Indonesia; Dr. Artha Febriansyah, S.H., M.H. dari Universitas Sriwijaya; serta Dr. Fathoni, S.H., M.H. dari Universitas Lampung.

Kehadiran para akademisi tersebut turut memperkaya pertukaran gagasan mengenai perkembangan hukum pidana, khususnya terkait pertanggungjawaban pidana korporasi dalam perspektif nasional dan internasional. (**)

Tiga Dosen IIB Darmajaya Bongkar Strategi Sistem Informasi untuk Menangkan Persaingan di Era Digital

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Perkembangan teknologi digital membuat sistem informasi tak lagi sekadar menjadi alat pendukung operasional. Kini, sistem informasi menjadi bagian penting dalam pengambilan keputusan, strategi bisnis, hingga menentukan daya saing organisasi.

Melihat semakin strategisnya peran tersebut, tiga dosen Program Studi Sistem Informasi Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menghadirkan buku ajar berjudul Sistem Informasi Manajemen: Konsep, Strategi, dan Implementasi untuk Keunggulan Kompetitif.

Buku edisi pertama tahun 2026 tersebut ditulis oleh Deppi Linda, S.Kom., M.T.I, Indera, S.Kom., M.T.I, dan Dona Yuliawati, S.Kom., M.T.I, serta diterbitkan oleh Darmajaya Press.

Penulis pertama, Deppi Linda, S.Kom., M.T.I, mengatakan buku tersebut disusun untuk memberikan pemahaman yang lebih utuh mengenai sistem informasi manajemen, tidak hanya dari sisi konsep, tetapi juga penerapannya dalam menjawab kebutuhan organisasi di tengah transformasi digital.

“Kami ingin buku ini tidak hanya menjadi bahan ajar yang membahas teori, tetapi juga membantu mahasiswa memahami bagaimana sistem informasi digunakan untuk mendukung pengambilan keputusan dan menciptakan keunggulan kompetitif bagi organisasi,” ujar Deppi saat diwawancarai pada Senin (5/10/2026) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang begitu cepat membuat pemahaman mengenai sistem informasi manajemen semakin penting. Karena itu, materi dalam buku disusun dengan menghubungkan konsep dasar dengan perkembangan teknologi serta kebutuhan organisasi saat ini.

Buku ini dirancang sebagai bahan ajar komprehensif bagi mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, mulai dari konsep dasar sistem informasi manajemen hingga penerapannya dalam mendukung kebutuhan organisasi di era transformasi digital.

Tidak hanya membahas teori, buku ini mengulas arsitektur dan infrastruktur teknologi informasi, manajemen basis data, sistem pendukung keputusan, hingga sistem informasi fungsional dalam berbagai bidang bisnis.

Pembahasan juga diperluas pada isu yang semakin relevan dengan perkembangan teknologi saat ini, seperti keamanan dan tata kelola teknologi informasi, manajemen proyek sistem informasi, studi kasus implementasi SIM di Indonesia, etika dan aspek hukum, hingga perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), Internet of Things (IoT), blockchain, dan komputasi kuantum.

Deppi menuturkan, kehadiran materi tersebut diharapkan dapat membuat mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana sebuah sistem informasi bekerja, tetapi juga mampu melihat peluang dan tantangan teknologi dalam konteks organisasi.

“Kami berharap mahasiswa dapat melihat sistem informasi bukan hanya sebagai teknologi, tetapi sebagai bagian dari strategi organisasi. Dengan pemahaman tersebut, mereka diharapkan mampu berpikir lebih kritis dalam melihat persoalan dan menentukan solusi berbasis teknologi,” lanjutnya.

Dilengkapi contoh kasus, studi kasus, serta latihan soal pada setiap bab, buku ini juga dapat menjadi referensi bagi dosen maupun praktisi yang ingin memperdalam pemahaman mengenai peran strategis sistem informasi dalam organisasi modern.

Kehadiran buku tersebut menjadi salah satu kontribusi tiga dosen IIB Darmajaya dalam memperkaya literatur pembelajaran bidang sistem informasi sekaligus menghadirkan referensi yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran dan tantangan transformasi digital yang terus berkembang. (**)

Kesepahaman Tercapai, Perselisihan Siswa dan Pekerja Bangunan di SMAN 1 Bukit Kemuning Berakhir Damai

BUKIT KEMUNING -(deklarasinews.com)- Kesalahpahaman yang sempat terjadi antara oknum siswa SMAN 1 Bukit Kemuning dan pekerja bangunan di lingkungan sekolah berakhir damai.Perselisihan tersebut diselesaikan melalui proses mediasi kekeluargaan yang difasilitasi langsung oleh pihak sekolah, Rabu 7 Oktober 2026

Proses mediasi berlangsung di ruang kepala sekolah dan dihadiri oleh Kepala SMAN 1 Bukit Kemuning, orang tua/wali murid yang bersangkutan, serta pekerja bangunan yang terlibat.

Melalui diskusi yang dingin dan terbuka, kedua belah pihak menyadari adanya kesalahpahaman komunikasi saat pengerjaan renovasi di lingkungan sekolah. Masing-masing pihak menyampaikan permohonan maaf dan sepakat untuk tidak memanjang-manjangkan persoalan tersebut.

Kepala SMAN 1 Bukit Kemuning mengapresiasi iktikad baik kedua belah pihak yang memilih jalur musyawarah. Pihak sekolah juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas, saling menghormati, serta menanamkan nilai-nilai karakter positif bagi seluruh warga sekolah maupun para pekerja di lingkungan SMAN 1 Bukit Kemuning.

Suasana haru dan lega mewarnai akhir pertemuan ketika siswa dan pekerja bangunan saling bersalaman,sebagai tanda selesainya masalah. Dengan terciptanya kesepakatan damai ini, kegiatan belajar mengajar maupun pekerjaan pembangunan di SMAN 1 Bukit Kemuning kembali berjalan aman dan kondusif.zainal

Dosen IIB Darmajaya Bikin Gebrakan! Kain Sisa Disulap Jadi Cuan, Pertanian Desa Naik Kelas dengan Teknologi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Inovasi di bidang pertanian dan ekonomi kreatif mengantarkan dosen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya meraih Hibah Program Mahasiswa Berdampak Tahun Anggaran 2026 melalui skema Mahasiswa Berdampak–Aksara Peduli.

Hibah tersebut diraih Egi Safitri, S.Mat., M.Si., dosen Program Studi Sains Data sebagai ketua tim bersama anggota Dr. Dodi Yudo Setyawan, S.Si., M.T.I., dosen Program Studi Sistem Komputer, dan Rio Kurniawan, S.Kom., M.Cs., dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi.

Berdasarkan pengumuman pada laman BIMA Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia, proposal yang diajukan tim tersebut dinyatakan didanai. Program yang diusung berjudul “Smart Desa Berdaya: Transformasi Pertanian Cerdas dan Ekonomi Kreatif Berbasis Kain Sisa untuk Peningkatan Produktivitas dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat.”

Program Smart Desa Berdaya memadukan pemanfaatan teknologi di sektor pertanian dengan pengembangan ekonomi kreatif. Teknologi akan dimanfaatkan untuk mendukung penerapan pertanian cerdas guna meningkatkan produktivitas, sedangkan kain sisa akan diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

Egi mengatakan, hibah tersebut menjadi kesempatan bagi tim untuk menerapkan pengetahuan dan inovasi perguruan tinggi secara langsung dalam menjawab kebutuhan masyarakat.

“Kami ingin menghadirkan inovasi yang tidak hanya berhenti pada konsep, tetapi dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Pertanian cerdas dan pemanfaatan kain sisa kami dorong menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas serta kemandirian ekonomi,” ujar Egi saat diwawancarai pada Kamis (8/10/2026).

Menurutnya, program tersebut juga mendorong masyarakat untuk mengembangkan potensi yang dimiliki melalui pemanfaatan teknologi dan kreativitas. Sumber daya lokal diharapkan tidak hanya dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi juga dapat dikembangkan menjadi peluang ekonomi.

Melalui program ini, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga dilibatkan sebagai pelaku dalam pengembangan pertanian dan ekonomi kreatif di lingkungannya.

Perolehan hibah tersebut sekaligus memperkuat kontribusi IIB Darmajaya dalam mendorong penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pemberdayaan masyarakat. Kolaborasi dosen dari berbagai bidang keilmuan ini diharapkan mampu menghasilkan solusi yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. (**)

 

Buka Wawasan Kuliah, Siswa SMKN 1 Abung Selatan Kenali Teknik Informatika Kampus Unggul IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Puluhan siswa SMKN 1 Abung Selatan, Lampung Utara, mendapat kesempatan mengenal lebih dekat dunia perguruan tinggi melalui kunjungan industri ke Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Rabu (7/10/2026). Dalam kunjungan ini, siswa diperkenalkan dengan berbagai informasi seputar pendidikan tinggi, termasuk Program Studi Teknik Informatika yang telah terakreditasi Unggul.

Didampingi para guru, para siswa disambut hangat oleh Senior Staf Kerja Sama IIB Darmajaya, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi siswa untuk memperoleh gambaran mengenai lingkungan perguruan tinggi sekaligus pilihan pendidikan yang dapat ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan menengah.

Salah satu yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, yang menjadi pilihan bagi siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di bidang teknologi informasi. Selain mengenal dunia perguruan tinggi, siswa juga mendapatkan materi tentang keamanan dan privasi data pada ponsel yang disampaikan Dosen Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, Rahmalia Syahputri, S.Kom., M.T.I.

Rahmalia mengajak siswa lebih bijak dalam menjaga keamanan data pribadi yang tersimpan di ponsel. Langkah sederhana seperti menggunakan kata sandi yang kuat menjadi salah satu cara untuk mencegah data pribadi disalahgunakan. “Keamanan data pribadi dimulai dari hal sederhana, salah satunya menggunakan kata sandi yang kuat dan tidak membagikannya kepada orang lain,” jelasnya seperti dikutip dari www.darmajaya.ac.id.

Ia menjelaskan, ponsel kini tidak hanya digunakan untuk berkomunikasi, tetapi juga menyimpan beragam informasi pribadi. Karena itu, kesadaran menjaga keamanan dan privasi data perlu ditanamkan sejak dini.

Sementara itu, Ketut Artaye, S.Kom., M.T.I berharap kunjungan industri tersebut dapat memberikan pengalaman baru sekaligus memotivasi siswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. “Kami berharap kunjungan ini dapat memberikan wawasan dan pengalaman baru bagi para siswa, sekaligus memotivasi mereka untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi,” ujarnya.

Kepala SMKN 1 Abung Selatan yang diwakili Tuti Ismariyati, S.Kom., M.T.I, mengapresiasi sambutan dan materi yang diberikan IIB Darmajaya. “Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang hangat serta ilmu dan wawasan yang telah dibagikan kepada siswa. Semoga kunjungan ini memberikan pengalaman dan manfaat bagi mereka,” tuturnya.

Kunjungan industri ini menjadi pengalaman bagi siswa SMK Negeri 1 Abung Selatan untuk melihat langsung suasana perguruan tinggi sekaligus mengenal pilihan program studi yang dapat menjadi bekal melanjutkan pendidikan setelah lulus sekolah. (**)

Kampus Unggul IIB Darmajaya Perkuat LSP, Jembatani Pembelajaran Kampus dengan Kebutuhan Dunia Kerja

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Bagaimana memastikan kompetensi yang dibentuk di perguruan tinggi benar-benar relevan dengan kebutuhan dunia kerja? Penguatan keterkaitan antara Outcome-Based Education (OBE) dan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) menjadi salah satu langkah penting untuk menjawab tantangan tersebut.

Upaya itu dilakukan Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Sosialisasi Pengelolaan LSP sebagai Bridging OBE di lingkungan IIB Darmajaya pada Selasa (6/10/2026). Kegiatan yang diselenggarakan UPT Bahasa dan Pelatihan IIB Darmajaya ini menghadirkan Lukito Dwi Yowono, Master Asesor BNSP, sebagai narasumber, didampingi Staf Senior LSP IIB Darmajaya, Meiliza, S.Kom., M.T.I.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Sutedi, S.Kom., M.T.I., Bendahara Yayasan Alfian Husin Ronny Nazar, S.E., M.M., Dekan Fakultas Ilmu Komputer Dr. Chairani, S.Kom., M.Eng., Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M., serta seluruh ketua program studi di lingkungan IIB Darmajaya.

Dalam sambutannya, Dr. Sutedi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperluas pemahaman mengenai OBE sekaligus memperkuat integrasi LSP dengan penyelarasan antaprogram studi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat menambah insight terkait OBE serta integrasi LSP dengan penyelarasan antarprodi. Dengan demikian, kita dapat bersama-sama memastikan proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi mahasiswa semakin selaras,” ujar Dr. Sutedi.

Menurutnya, pemahaman mengenai keterkaitan OBE dan LSP penting bagi program studi agar capaian pembelajaran yang dirancang tidak berhenti pada pemenuhan aspek akademik, tetapi juga terhubung dengan kompetensi yang dibutuhkan lulusan ketika memasuki dunia kerja.

Sementara itu, Lukito Dwi Yowono dalam pemaparannya menekankan pentingnya memastikan seluruh komponen akademik, mulai dari kurikulum, Rencana Pembelajaran Semester (RPS), hingga mata kuliah, memiliki legalisasi yang sesuai.

“Apa yang dilakukan terhadap kurikulum, RPS, mata kuliah harus mendapat legalisasi yang semestinya. Sehingga apa yang diajarkan perguruan tinggi kepada mahasiswa memang sesuai kebutuhan dunia kerja dan atau kebutuhan penelitian atau pendidikan lanjutan,” jelas Lukito.

Ia menekankan, keterhubungan antara proses pembelajaran dengan sertifikasi profesi menjadi bagian penting dalam memastikan kompetensi lulusan memiliki relevansi dan pengakuan yang jelas. Melalui kegiatan tersebut, IIB Darmajaya terus mendorong penguatan pengelolaan LSP sebagai bagian dari upaya menyelaraskan capaian pembelajaran, kompetensi mahasiswa, dan kebutuhan dunia kerja. (**)

Drama Sidang MK dan “Shadow Politics” Jokowi

JAKARTA -(deklarasinews.com)- Rektor Universitas Paramadina Didik J. Rachbini menilai dinamika sidang Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Gibran Rakabuming Raka membuka kembali persoalan personalisasi kekuasaan dan praktik shadow politics atau politik bayangan dalam demokrasi Indonesia.

Menurut Didik, persoalan tersebut tidak hanya menyangkut Gibran, tetapi juga menunjukkan bagaimana pengaruh politik seorang mantan presiden dapat tetap bekerja di luar sistem formal pemerintahan.

“Sidang MK dan pembuktian kebohongan ini membuka tabir manipulasi dan perangai politik Jokowi selama ini. Kita cendekiawan perlu membuat analisa tentang perilaku politik Jokowi di dalam sistem politik,” ujar Didik.

Ia menilai demokrasi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mengalami pelemahan akibat institusi dan aturan main yang dinilai telah dipengaruhi kepentingan politik personal.

“Selama lima tahun terakhir demokrasi dilemahkan dengan merusak institusi-institusi demokrasi. Tidak hanya manipulasi konstitusi dalam hal umum capres/cawapres, upaya untuk mengubah konstitusi menjadi 3 periode juga pernah dilakukan secara masif, tetapi gagal karena Ketua Umum partai berkuasa Megawati menghalanginya.”

Shadow Politics dan Dualisme Kekuasaan

Didik menyebut praktik shadow politics sebagai bentuk kekuasaan informal yang bekerja dari luar sistem pemerintahan melalui jejaring politik dan figur-figur yang memiliki loyalitas kepada penguasa sebelumnya.

“Sebelum reshuffle pergantian menteri (PMK, Kapolri, Badan Komunikasi dan lainnya), Jokowi dalam dua tahun ini memainkan ‘shadow politics’ sebagai kelanjutan kekuasaannya setelah gagal mencoba mengubah konstitusi 3 periode,” katanya.

Menurut Didik, praktik tersebut berpotensi menciptakan dualisme kekuasaan antara presiden sebagai pemegang kekuasaan formal dan pengaruh informal dari luar pemerintahan.

“Pemerintahan sekarang juga tidak luput dari praktek shadow politics Jokowi sehingga selama dua tahun terakhir ini terjadi dualisme kekuasaan, yang satu legal dan formal dan yang satu lagi lewat makhluk halus dari luar.”

Ia menilai reshuffle sejumlah menteri dan pejabat menjadi momentum untuk mengakhiri pengaruh informal tersebut.

“Jadi sudah benar presiden Prabowo melenyapkan shadow politics Jokowi dan menghilangkan keraguan masyarakat akan adanya dualisme kekuasaan. Kini kekuasaan yang formal tidak lagi menjadi bayang-bayang kekuasaan Jokowi.”

Personalisasi Kekuasaan

Didik mengatakan, persoalan utama yang harus menjadi perhatian adalah personalisasi kekuasaan, ketika pengaruh individu melampaui batas-batas institusi formal.

“Apa yang dilakukan Jokowi? Personalisasi politik. Dengan pengaruh pribadinya sebagai mantan penguasa yang berada di luar kekuasaan tetap bisa cawe-cawe dan berpengaruh terhadap sistem formal. Ini membahayakan masa depan demokrasi Indonesia.”

Ia mengingatkan agar praktik tersebut tidak menjadi preseden bagi pemerintahan berikutnya. Menurutnya, masyarakat sipil, akademisi, dan mahasiswa memiliki peran penting untuk memastikan mantan presiden tidak menggunakan pengaruh personalnya untuk mengendalikan pemerintahan dari luar sistem formal.

“Praktek seperti ini bisa menjadi preseden, karena itu civil society, kaum intelektual, mahasiswa harus mencegah agar presiden berikutnya tidak meniru perilaku seperti ini. Jika preseden ini terus terjadi, maka jangan harap demokrasi menjadi sehat.”

Didik juga menyoroti perubahan aturan mengenai batas usia calon presiden dan calon wakil presiden yang memungkinkan Gibran maju sebagai calon wakil presiden. Ia menyebutnya sebagai contoh democratic backsliding atau kemunduran demokrasi.

“Perubahan klausul undang-undang dasar batas usia capres/cawapres melalui putusan Mahkamah Konstitusi (MK) untuk meloloskan Gibran Rakabuming Raka adalah contoh nyata dari democratic backsliding (kemunduran demokrasi). Ketika hukum atau konstitusi dapat disesuaikan demi kepentingan politik jangka pendek, kepercayaan publik terhadap institusi hukum dan politik akan merosot, membuat sistem menjadi rapuh.”

Demokrasi Harus Dijaga

Didik menegaskan bahwa pengalaman politik beberapa tahun terakhir harus menjadi pelajaran agar institusi demokrasi Indonesia tidak semakin lemah dan aturan main tidak kembali diperalat untuk kepentingan politik personal.

“Dengan praktek shadow politics seperti itu demokrasi Indonesia akan menjadi compang-camping.”

Ia menilai penguatan kembali sistem presidensial dan hilangnya pengaruh informal dari luar pemerintahan merupakan hal penting untuk memastikan akuntabilitas publik tetap berada pada pemegang kekuasaan formal.

“Sekarang setelah reshuffle, sistem presidensial menjadi lebih sehat, kekuasaan eksekutif sepenuhnya berada di tangan presiden yang menjabat.”

 

Review Online Bisa Bikin Konsumen Beli atau Pergi! Dosen Bisnis Digital Kampus Unggul IIB Darmajaya Ungkap Rahasianya dalam Buku Terbaru

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Di tengah pesatnya perkembangan digital, perilaku konsumen ikut berubah. Ulasan online yang dahulu hanya dianggap sebagai komentar setelah membeli produk, kini menjadi salah satu pertimbangan penting yang dapat membentuk kepercayaan hingga keputusan pembelian.

Fenomena inilah yang dikaji secara mendalam oleh Dr. Herlina, S.E., M.M., dosen Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, melalui buku terbarunya berjudul Perilaku Konsumen di Era Digital. Buku tersebut kini dipasarkan secara nasional dan diterbitkan oleh Madani Kreatif Publisher (Madani Berkah Abadi) Yogyakarta dengan ISBN 978-634-302-200-8. Penerbit yang berbasis di Yogyakarta ini telah mendistribusikan buku ke berbagai jaringan toko buku dan platform online di seluruh Indonesia.

Karya ini hadir dari ketertarikan mendalam Dr. Herlina terhadap transformasi perilaku konsumen di tengah gelombang digitalisasi, khususnya bagaimana ulasan online berkembang menjadi instrumen yang memengaruhi persepsi, kepercayaan, sikap, hingga keputusan pembelian konsumen.

“Di era digital, ulasan online bukan lagi sekadar umpan balik terhadap suatu produk. Ulasan telah menjadi bagian penting dalam membentuk persepsi, kepercayaan, dan keputusan konsumen sebelum melakukan pembelian,” ujar Dr. Herlina saat diwawancara pada Selasa (6/10/2026).

Melalui buku yang diterbitkan Madani Kreatif Publisher tersebut, Dr. Herlina mengintegrasikan sejumlah kerangka teoretis, di antaranya Elaboration Likelihood Model (ELM), Congruity Theory, disonansi kognitif, serta Model Engel-Kollat-Blackwell (EKB). Berbagai teori tersebut digunakan untuk mengupas bagaimana konsistensi rating, konsistensi ulasan, dan kelengkapan ulasan berinteraksi dengan keyakinan, sikap, serta niat konsumen.

Tidak hanya membahas teori, buku yang telah tersedia secara nasional ini juga memperkaya pembahasannya dengan melihat kredibilitas sumber ulasan sebagai variabel pemoderasi. Pengujian empiris yang disajikan turut mengungkap dinamika jalur mediasi dan moderasi dalam proses pengambilan keputusan konsumen di ekosistem digital.

Dr. Herlina menjelaskan, perubahan cara konsumen mencari informasi membuat pemahaman terhadap mekanisme psikologis dan kognitif di balik ulasan online menjadi semakin penting.

“Saya berharap buku ini dapat membantu pembaca memahami bagaimana konsumen memproses informasi dari ulasan online, sekaligus melihat bahwa kredibilitas dan konsistensi informasi memiliki peran dalam membentuk respons konsumen,” jelasnya.

Buku Perilaku Konsumen di Era Digital terbitan Madani Kreatif Publisher (Madani Berkah Abadi) Yogyakarta yang dipasarkan secara nasional ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, peneliti, praktisi pemasaran digital, pengembang platform e-commerce, hingga pembuat kebijakan yang ingin memahami perilaku konsumen dalam lingkungan digital. Buku dapat diperoleh melalui marketplace nasional dan distributor resmi penerbit.

Menurut Dr. Herlina, karya tersebut diharapkan tidak hanya menjadi tambahan literatur dalam kajian perilaku konsumen, tetapi juga memberikan perspektif praktis bagi berbagai pihak dalam membangun ekosistem ulasan yang lebih bertanggung jawab.

“Harapannya, buku ini tidak hanya memperkaya khazanah literatur perilaku konsumen, tetapi juga dapat menjadi panduan dalam merancang ekosistem ulasan yang etis, transparan, dan memberikan dampak berkelanjutan,” pungkasnya. (**)

Mendiktisaintek Prof. Brian Yuliarto Buka UBL Expo 2026, Apresiasi Inovasi Teknologi Karya Mahasiswa dan Dosen yang Berdampak Nyata Pada Masyarakat dan Industri

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Republik Indonesia, Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., menghadiri sekaligus membuka UBL Talent, Innovation & Impact Expo 2026 (UBL Expo) di Mahligai Agung Convention Hall, Kampus B Universitas Bandar Lampung (UBL), Selasa (6/10/2026).

Digelar selama tiga hari, 6–8 Oktober 2026, UBL Expo 2026 menjadi ajang untuk menampilkan berbagai capaian sivitas akademika UBL. Pameran tersebut menghadirkan beragam inovasi dan potensi kampus, mulai dari fasilitas pendidikan, pusat studi, prestasi mahasiswa, hingga rekam jejak kesuksesan alumni di dunia kerja dan dunia kewirausahaan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Brian Yuliarto mengapresiasi berbagai inovasi teknologi yang dihasilkan oleh mahasiswa dan dosen UBL. Beragam karya yang dipamerkan mencakup sejumlah bidang, di antaranya otomatisasi, pertanian, kesehatan, dan lingkungan hidup.

“Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada Rektor beserta jajaran dan seluruh sivitas akademika UBL yang telah berhasil mendekatkan perguruan tinggi dengan masyarakat dan dunia industri. Hal ini diwujudkan melalui berbagai riset dan inovasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan dunia industri,” ujar Prof. Brian.

Menurut Prof. Brian, inovasi yang lahir dari perguruan tinggi perlu terus didorong agar dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung pembangunan nasional.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pendidikan vokasi, dan dunia industri agar pengembangan sumber daya manusia (SDM) berbasis sains dan teknologi semakin relevan dengan kebutuhan pembangunan.

“Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi dan kolaborasi antara dunia pendidikan vokasi, perguruan tinggi, serta sektor industri guna melahirkan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berbasis sains-teknologi, khususnya di Lampung dan Indonesia secara luas,” ujar Prof. Brian.

Selain menjadi ruang untuk memamerkan hasil inovasi dan karya ilmiah, UBL Expo 2026 juga melibatkan pelajar dari sejumlah Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Kehadiran para pelajar tersebut diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung mengenai kehidupan perguruan tinggi, sekaligus memperkenalkan perkembangan inovasi teknologi yang dihasilkan sivitas akademika UBL.

Prof. Brian juga mendorong para lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi dan memilih kampus yang memiliki kompetensi serta kepakaran sesuai dengan bidang yang ingin mereka tekuni, seperti UBL.

Sementara itu, Rektor UBL Prof. Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A., menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan Mendiktisaintek terhadap pelaksanaan UBL Expo 2026. Prof. Yusuf menjelaskan, saat ini UBL memiliki 12 prodi S1, 4 S2, dan 2 S3 dan mengelola 21 pusat studi yang mencakup jenjang sarjana, magister, hingga doktor.

Menurutnya, proses pendidikan di UBL terus dikembangkan melalui pendekatan project-based learning atau pembelajaran berbasis proyek. Pendekatan tersebut dirancang agar proses pembelajaran memiliki keterkaitan yang kuat dengan kebutuhan dunia nyata.

“Proses pembelajaran di UBL dirancang untuk melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari tingkat PAUD, SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, hingga pemerintah. Tujuannya adalah untuk mencetak sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif bagi kemajuan Indonesia,” jelas Prof. Yusuf.

Ia menambahkan, UBL Expo 2026 juga menjadi momentum untuk menyambut mahasiswa baru sekaligus memberikan gambaran secara langsung mengenai pengalaman belajar berbasis praktik yang diterapkan di lingkungan UBL.

Melalui kegiatan tersebut, calon mahasiswa dan masyarakat dapat melihat secara lebih dekat fasilitas pendidikan, pusat studi, berbagai inovasi, prestasi mahasiswa, serta kiprah alumni UBL setelah menyelesaikan pendidikan.

Sebagai informasi, UBL Talent, Innovation & Impact Expo 2026 (UBL Expo) berlangsung pada 6–8 Oktober 2026 di Mahligai Agung Convention Hall, Universitas Bandar Lampung, Kompleks Pascasarjana UBL, Jalan ZA. Pagar Alam, Gedong Meneng, Bandar Lampung.

Kegiatan tersebut menghadirkan pameran kehidupan kampus, fasilitas penunjang pendidikan, pusat studi, berbagai prestasi mahasiswa, serta kisah sukses alumni dalam dunia karier dan kewirausahaan.