Semarak Kemerdekaan, YBM PLN UPT TKR dan LKS Apik Mandiri Beri Tali Asih untuk 15 Veteran

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Semangat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia tak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dengan memberikan apresiasi kepada mereka yang telah berjasa bagi bangsa. Dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN UPT TKR Lampung berkolaborasi dengan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Apik Mandiri memberikan tali asih kepada 15 veteran kurang mampu di Kota Bandar Lampung, Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bentuk kepedulian sekaligus apresiasi terhadap para veteran yang telah mengambil bagian dalam perjuangan bangsa. Sebanyak 15 veteran penerima tali asih berasal dari sejumlah wilayah di Bandar Lampung. Mereka antara lain Ramono (71), Ketua, warga Gang Tentrem, Langkapura; Ali Anwar (74), Sekretaris, warga Kedaton Urip; Perintis (72), Bendahara, warga Tanjung Seneng; serta Amirudin (74), Wakil Ketua, warga belakang Polsek Kedaton, Bypass.

Selanjutnya, A. Ganti Supri (77), Humas, warga Palang Besi, Kemiling; Mustofa (74), warga Palang Besi, Kemiling; Suari (84), warga Kedaton Urip; Rukiman (82) dan Nurbain (82), warga Gang Pensiun, Segala Mider.

Tali asih juga diberikan kepada Sofyan (79), warga Gang Darussalam, Langkapura; Jarab Tasti (78), warga Jalan Cik Ditiro bawah flyover Kemiling; Bujang Sulain (82), warga Jalan Pagelaran, Gang Pasemah 2, Kedaton; Khosori (80), warga Gang Lambang PU, Kedaton; A. Lani (78), warga Jalan Pangeran Mangkubumi; serta Maharun (72), warga Bypass.

Sekretaris YBM PLN UPT TKR, Firman Adi Susanto, M.Pd., mengatakan pemberian tali asih tersebut merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada para veteran, terutama dalam momentum peringatan kemerdekaan.

“Kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi kami kepada para pahlawan, khususnya para veteran yang telah berjuang dan memberikan pengabdian bagi bangsa dan negara. Semoga tali asih ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bentuk perhatian kepada para veteran di momentum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Firman.

Hal senada disampaikan Kepala Operasional LKS Apik Mandiri, Yeni Harnita, S.Sos. Ia mengatakan kegiatan bersama para veteran bukan hal yang baru bagi LKS Apik Mandiri. Sejak 2020, pihaknya telah mendampingi para veteran di berbagai wilayah di Provinsi Lampung.

“Kami dari LKS Apik Mandiri sejak tahun 2020 sudah mendampingi para veteran se-Provinsi Lampung. Bagi kami, kegiatan seperti ini bukan hanya tentang memberikan bantuan, tetapi juga tentang memberikan perhatian, penghormatan, dan apresiasi kepada para veteran atas jasa mereka kepada bangsa dan negara,” kata Yeni.

Pemberian tali asih tersebut menjadi bagian dari upaya mengisi momentum kemerdekaan dengan kepedulian. Di tengah usia para veteran yang semakin senja, perhatian dari berbagai pihak diharapkan dapat memberikan kebahagiaan sekaligus menguatkan rasa bahwa perjuangan mereka tetap dikenang.

Kolaborasi YBM PLN UPT TKR Lampung dan LKS Apik Mandiri juga menjadi pengingat bahwa merayakan kemerdekaan bukan sekadar mengenang sejarah, tetapi juga menghargai orang-orang yang berada di balik sejarah tersebut. Melalui kegiatan ini, kedua lembaga berharap semangat berbagi, kepedulian sosial, dan penghormatan kepada para veteran dapat terus tumbuh di tengah masyarakat.(*)

Punya Pengalaman Kerja di Dunia Teknologi? Tak Perlu Mulai Kuliah dari Nol, RPL IIB Darmajaya Buka Jalan untuk Studi S1 di Prodi Sistem Informasi!

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Pengalaman kerja dan kompetensi di bidang teknologi tak hanya menjadi bekal untuk berkarier, tetapi juga dapat menjadi modal untuk melanjutkan pendidikan. Peluang inilah yang diperkenalkan Program Studi Sistem Informasi Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) dalam kegiatan NGOBAM yang digelar bersama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) Wilayah Lampung, berkolaborasi dengan Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Kamis (13/8/26).

Dalam kegiatan tersebut, Dosen Program Studi Sistem Informasi Kampus Unggul IIB Darmajaya, Randi Estian Pambudi, S.Kom., M.T.I., memaparkan pentingnya peningkatan kompetensi dan pendidikan di tengah perkembangan teknologi yang semakin pesat.

“Perkembangan teknologi yang semakin pesat perlu diimbangi dengan peningkatan kompetensi dan pendidikan. Melalui program RPL, pengalaman, kompetensi, serta pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya dapat direkognisi menjadi bagian dari proses pendidikan di perguruan tinggi,” ujar Randi.

Menurutnya, RPL menjadi peluang bagi para profesional yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi untuk melanjutkan pendidikan, sekaligus memberikan ruang bagi pengalaman dan pembelajaran yang telah diperoleh sebelumnya untuk diakui dalam proses akademik.

Sosialisasi tersebut mendapat respons positif dari anggota APJII Lampung. Randi menyebutkan, masih banyak peserta yang baru mengetahui keberadaan Program RPL. Setelah mendapatkan penjelasan, ketertarikan peserta untuk mengetahui lebih jauh mengenai jalur pendidikan tersebut pun semakin terlihat.

“Hal yang menggembirakan, ternyata masih banyak peserta yang baru mengetahui adanya Program RPL. Setelah mendapatkan penjelasan, antusiasme dan ketertarikan untuk melanjutkan pendidikan melalui jalur RPL cukup besar,” katanya.

Ketertarikan terhadap program tersebut juga ditunjukkan Ketua BPW APJII Lampung, Ahmad Andi HS. Ia menyatakan ketertarikannya terhadap Program RPL dan mendaftarkan diri pada Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya.

Kegiatan NGOBAM APJII Lampung tersebut turut dihadiri sejumlah dosen Program Studi Sistem Informasi IIB Darmajaya, yakni Ochi Marshella Febriani, S.Kom., M.T.I., Halimah, S.Kom., M.T.I., Melda Agarina, S.Kom., M.T.I., dan Indera, S.Kom., M.T.I.

Sementara itu, Ketua Program Studi Sistem Informasi, Dr. Wasilah, S.Kom., M.T. berharap kegiatan tersebut menjadi langkah untuk semakin memperkenalkan RPL Sistem Informasi IIB Darmajaya kepada masyarakat luas, khususnya para profesional yang telah memiliki pengalaman kerja dan kompetensi, tetapi ingin melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. (**)

Rakernas APTISI 2026: Lampung Jadi Pusat Kolaborasi Nasional

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)– Lampung mendapat kehormatan menjadi tuan rumah Rapat Kerja Nasional (RAKERNAS) ke-I Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Tahun 2026.

Agenda nasional ini akan berlangsung selama tiga hari dengan persiapan yang kini semakin matang. Panitia memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

Rapat koordinasi panitia digelar Minggu (16/8/26) di Ballroom Hotel Grand Mercure. Pertemuan melibatkan Organizing Committee (OC) dan Steering Committee (SC). Fokus utama rapat adalah mematangkan seluruh agenda RAKERNAS.

Sekretaris OC, Muprihan Thaib, S.Sos., MM., memimpin jalannya rapat. Arahan diberikan oleh Ketua Steering Commite Prof. Dr. Drs. Abas Sunarya, M.Si. Turut mendampingi Dewan Penasehat Aptisi Wilayah Lampung Dr. Nasrullah Yusuf, S.E., MBA.

Kepercayaan kepada Lampung sebagai tuan rumah menjadi kebanggaan tersendiri. Selain forum strategis, RAKERNAS juga menjadi ajang menunjukkan kesiapan Lampung mendukung agenda pendidikan tinggi. Hal ini memperkuat citra Lampung di tingkat nasional.

Muprihan Thaib menjelaskan, kegiatan akan berlangsung selama tiga hari. “Agenda kegiatan berlangsung selama tiga hari. Hari pertama, Sabtu 22 Agustus 2026, akan digelar di Mahan Agung Rumah Dinas Gubernur Lampung, Bandar Lampung,” jelasnya.

Hari kedua, Minggu 23 Agustus 2026, dilanjutkan di Ballroom Diamond Lantai 6 Hotel Grand Mercure. Acara inti RAKERNAS akan membahas isu strategis pendidikan tinggi swasta. Diskusi diharapkan menghasilkan rekomendasi penting bagi APTISI.

Hari ketiga, Senin 24 Agustus 2026, ditutup dengan city tour. Peserta diajak mengenal lebih dekat potensi Lampung. Kegiatan ini menjadi sarana memperkuat hubungan antarperguruan tinggi.

Menurut Muprihan, RAKERNAS menjadi momentum penting memperkuat peran perguruan tinggi swasta.

“APTISI harus menjadi motor penggerak transformasi pendidikan tinggi swasta agar mampu bersaing di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Koordinasi antara OC dan Steering Committee menjadi kunci keberhasilan. Persiapan meliputi agenda kegiatan, protokoler, hingga publikasi. Semua aspek dipastikan berjalan sesuai rencana.

Dengan Lampung dipercaya sebagai tuan rumah, RAKERNAS ke-I APTISI Tahun 2026 diharapkan memperkuat silaturahmi. Kolaborasi antarperguruan tinggi swasta semakin erat. Sinergi nasional di bidang pendidikan tinggi pun semakin kokoh.

Sementara itu, Prof. Abas mengaku bangga dengan kesiapan panitia. Dia menekankan agar panitia mempersiapkan selengkap mungkin persiapan teknis agar Rakernas berjalan lancar. “Semoga Lampung dapat sukses menggelar Rakernas sebagai tuan rumah,” kata dia.

Hadir juga dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua Aptisi Provinsi Lampung Dr. Rustono Farady Marta, S.Sos., M.Med.Kom. para panitia.(**)

Bukan Sekadar Rumah Tahfidz, Tempat Istimewa Ini Hadir Khusus untuk Sahabat Tuli di Palembang

PALEMBANG -(deklarasinews.com)- Terobosan di bidang pendidikan Al-Qur’an yang inklusif kembali hadir di Kota Palembang. Rumah Tahfidz Al-Qur’an Roudhotul Ashom Nusantara, yang secara khusus diperuntukkan bagi sahabat Tuli, mulai dibangun di Kompleks Perumahan Privilege Palembang, Jalan Masjid Az-Zikra, Kecamatan Gandus, Sabtu (16/8).

Rumah tahfidz tersebut disebut menjadi rumah tahfidz khusus sahabat Tuli pertama di Sumatera. Kehadirannya diharapkan membuka akses pembelajaran Al-Qur’an yang lebih luas bagi penyandang Tuli melalui metode komunikasi berbasis bahasa isyarat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru hadir langsung dalam kegiatan ground breaking sekaligus melakukan peletakan batu pertama pembangunan rumah tahfidz tersebut. Ia mengapresiasi hadirnya fasilitas pendidikan yang dirancang untuk mendekatkan sahabat Tuli dengan Al-Qur’an melalui pendekatan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

“Ini spesial karena khusus sahabat Tuli. Kalau tunanetra menggunakan Braille, kalau ini menggunakan bahasa isyarat. Tentu mengajarnya membutuhkan kesabaran,” ujar Herman Deru.

Menurut Herman Deru, keberadaan rumah tahfidz tersebut bukan sekadar menghadirkan fasilitas pendidikan baru. Lebih dari itu, pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat Sumatera Selatan sebagai daerah yang religius sekaligus memberikan ruang yang setara bagi seluruh masyarakat untuk mempelajari Al-Qur’an.

Penggagas Privilege Palembang, Ryoga Nugraha, mengatakan pembangunan rumah tahfidz ini berangkat dari kebutuhan nyata komunitas Tuli yang selama ini harus berpindah-pindah tempat untuk mendapatkan pembelajaran Al-Qur’an.

“Alhamdulillah, Pak Gubernur berkenan hadir dan melakukan peletakan batu pertama pembangunan Rumah Tahfidz khusus Tuli, pertama di Sumatera, kedua di Indonesia,” kata Ryoga.

Ia menjelaskan, pembangunan rumah tahfidz tersebut merupakan bagian dari cita-cita bersama untuk menyediakan tempat belajar yang permanen, nyaman, dan dapat digunakan secara gratis oleh sahabat Tuli.

Di balik pembangunan fasilitas tersebut, terdapat perjuangan panjang dari Ustaz Akbar yang selama kurang lebih empat tahun secara konsisten mengajarkan Al-Qur’an kepada komunitas Tuli tanpa memungut biaya. Kegiatan belajar biasanya berlangsung setiap Kamis, mulai sore hingga malam hari.

Ustaz Akbar menjelaskan, proses pembelajaran dilakukan secara bertahap. Para peserta terlebih dahulu dikenalkan dengan huruf hijaiyah, kemudian belajar merangkai huruf, membaca sekaligus menghafal ayat, hingga kitabah atau menuliskan kembali hafalan yang telah dipelajari.

“Kawan-kawan Tuli menangkap ilmu secara visual. Jadi prosesnya membutuhkan waktu dan kesabaran ekstra,” jelasnya.

Pada tahap awal, para santri akan diarahkan untuk mempelajari dan menghafal Juz 30. Metode pembelajaran akan disesuaikan dengan kemampuan masing-masing peserta.

Target hafalan juga tidak dibuat seragam. Setiap santri memiliki kapasitas, kemampuan, dan kecepatan belajar yang berbeda sehingga proses pembelajaran dilakukan secara bertahap tanpa memberikan tekanan untuk mencapai target yang sama.

Selain menggunakan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan kebutuhan sahabat Tuli, pendidikan Al-Qur’an tersebut juga diperkuat dengan sanad keilmuan. Sebelumnya, Ustaz Akbar bersama komunitas Tuli mendapat kesempatan belajar dan mengambil sanad di Yogyakarta dengan dukungan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

Kehadiran Rumah Tahfidz Roudhotul Ashom Nusantara diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah bangunan fisik. Rumah tahfidz tersebut diharapkan menjadi ruang belajar yang memberikan kesempatan kepada sahabat Tuli untuk mengenal, membaca, menghafal, dan mencintai Al-Qur’an.

Dari bahasa isyarat, lahir ruang untuk belajar. Dari ruang belajar, tumbuh hafalan. Dan dari perjuangan bersama tersebut, diharapkan lahir generasi Qur’ani yang mampu menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk mendekatkan diri kepada Al-Qur’an.(Ning)

Refleksi Kemerdekaan RI, Perempuan Paramadina Soroti Kesetaraan Peran di Ruang Publik

JAKARTA -(deklarasinews.com)-  Memperingati 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, Universitas Paramadina menggelar webinar “Refleksi Kemerdekaan oleh Perempuan Paramadina: Bidang Ekonomi dan Sosial Politik” pada 14 Agustus 2026. Forum ini membahas perkembangan sekaligus tantangan perempuan Indonesia dalam bidang ekonomi, sosial, politik, diplomasi, hingga industri masa depan dan dimoderatori oleh Kenita Putri.

Wakil Rektor Penjaminan Mutu dan Kemitraan Universitas Paramadina, Prof. Dr. Iin Mayasari, mengatakan bahwa salah satu ukuran kemerdekaan perempuan adalah sejauh mana perempuan memperoleh ruang untuk mengambil peran strategis di ruang publik.

“Pilar utama perempuan di era kemerdekaan adalah sejauh mana perempuan diberikan ruang dan mampu mengambil peran strategis di ruang publik.”

Menurut Iin, perempuan kini tidak lagi sekadar menjadi penopang kehidupan domestik, tetapi juga telah menjadi penggerak UMKM dan motor ketahanan ekonomi keluarga. Di ranah sosial politik, keterlibatan perempuan juga menghadirkan perspektif yang lebih inklusif, humanis, dan berkeadilan. Namun, ketimpangan gender, hambatan kultural, dan akses yang belum merata masih menjadi tantangan.

Dekan Fakultas Falsafah dan Peradaban Universitas Paramadina, Dr. Rini Sudarmanti, mempertanyakan apakah ruang publik bagi perempuan di Indonesia benar-benar telah merdeka. Ia mencatat sejumlah indikator partisipasi perempuan telah meningkat, tetapi posisi strategis masih didominasi laki-laki.

“Jika di kampus, jumlah perempuan banyak sekali, namun ketika masuk ke ranah publik, jumlah itu kontan menghilang entah ke mana,” ujar Rini.

Sementara itu, Dr. Prima Naomi menyoroti masih lebarnya kesenjangan gender, khususnya dalam partisipasi ekonomi dan pemberdayaan politik. Menurutnya, peningkatan partisipasi perempuan perlu diikuti dengan kesempatan yang lebih besar untuk berada pada posisi strategis.

“Gap paling tinggi di Indonesia ada di political empowerment. Gap terbesar kedua masih di economic participation and opportunity. Itulah PR-PR penting bagi perempuan Indonesia,” kata Prima.

Perspektif politik juga disampaikan Tia Rahmania, M.Psi., yang menilai keterwakilan perempuan dalam pengambilan keputusan merupakan bagian penting dari demokrasi yang sehat.

“Demokrasi yang memberikan ruang untuk dipilih dan memimpin bagi perempuan, adalah demokrasi yang sehat.”

Menurut Tia, keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan keputusan penting agar pengalaman dan kebutuhan perempuan dapat terakomodasi dalam kebijakan publik.

Dari perspektif psikologi, Dr. Fatchiah E. Kertamuda menekankan bahwa kemerdekaan perempuan juga perlu dibangun melalui rasa percaya diri, harga diri, dukungan keluarga, serta kesejahteraan psikologis.

Sementara itu, Dr. Peni Hanggarini menyoroti masih terbatasnya perempuan pada posisi strategis dalam diplomasi.

Ia menjelaskan bahwa sejak era pascakemerdekaan, perempuan Indonesia telah memiliki kontribusi penting dalam diplomasi. Sejumlah nama seperti Maria Ulfah Subadio, Laily Roesad, dan Supeni Pujobuntoro menjadi bagian dari sejarah keterlibatan perempuan Indonesia dalam memperjuangkan kepentingan bangsa di tingkat internasional.

Meski demikian, Peni menilai keterwakilan perempuan dalam institusi diplomasi belum sepenuhnya mencerminkan kesetaraan, khususnya pada posisi kepemimpinan.

Hendriana Werdaningsih, Ph.D., melihat craftsmanship sebagai salah satu karakter industri masa depan yang dapat berkembang melalui kreativitas, teknologi, dan kolaborasi komunitas.

“Karakter perempuan akan selalu menjadi nafas dan manufacture masa depan yang lebih manusiawi,” ujar Hendriana.

Diskusi tersebut menegaskan bahwa makna kemerdekaan tidak berhenti pada terbebas dari penjajahan, tetapi juga mencakup kesetaraan kesempatan bagi perempuan untuk berpartisipasi, memimpin, mengambil keputusan, dan berkontribusi dalam pembangunan Indonesia.

Melalui forum ini, Universitas Paramadina mendorong penguatan ruang partisipasi perempuan di berbagai bidang sebagai bagian dari upaya membangun Indonesia yang lebih inklusif, demokratis, dan berkeadilan.(Red)

Bukan Sekadar Jepret Foto! Dosen Kampus Unggul IIB Darmajaya Ajari Siswa SMK Pelita Pesawaran Jadi Ahli Branding Produk Digital

PESAWARAN -(deklarasinews.com)– Dosen Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi generasi muda melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Kali ini, tim Dosen IIB Darmajaya IIB Darmajaya yang diketuai, Ambar Aditya Putra, S.Kom., M.T.I. (Prodi DKV), dengan anggota Dika Tondo Widakdo, S. Kom., M.T.I. (Prodi DKV) dan Rika Febri Sasmita, S. Kom., M.T.I. (Prodi Desain Interior) menggelar Pelatihan Penguatan Kompetensi Fotografi Produk Berbasis Digital Imaging sebagai Strategi Peningkatan Branding di SMK Pelita Pesawaran pada Sabtu, (27/7/26).

Kegiatan ini merupakan hibah institusi yang diikuti oleh 40 siswa Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) bertujuan membekali peserta dengan kemampuan fotografi produk yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif dan pemasaran digital. Melalui pelatihan tersebut, para siswa mendapatkan pemahaman mengenai teknik menghasilkan foto produk yang menarik, profesional, dan mampu meningkatkan nilai jual sebuah produk.

Dalam pemaparannya, Ambar Aditya Putra menjelaskan bahwa perkembangan teknologi digital telah mengubah strategi promosi produk. Saat ini, visual menjadi salah satu faktor utama yang menentukan ketertarikan konsumen, terutama pada platform media sosial dan marketplace.

“Foto produk bukan hanya sekadar dokumentasi, tetapi menjadi identitas visual sebuah merek. Melalui teknik digital imaging yang tepat, sebuah produk dapat terlihat lebih menarik sehingga mampu meningkatkan kepercayaan konsumen sekaligus memperkuat branding,” ujarnya.

Menurutnya, kemampuan fotografi produk menjadi salah satu kompetensi penting yang perlu dimiliki siswa DKV agar mampu bersaing di industri kreatif maupun membuka peluang usaha secara mandiri.

Selama pelatihan, peserta dibekali materi mulai dari konsep dasar fotografi produk, pengaturan pencahayaan, komposisi, penentuan sudut pengambilan gambar, hingga proses penyuntingan (editing) menggunakan teknologi digital imaging. Siswa juga diberikan kesempatan melakukan praktik secara langsung sehingga mampu memahami proses produksi visual secara menyeluruh.

Ambar menambahkan, penguasaan keterampilan fotografi produk tidak hanya bermanfaat bagi calon desainer grafis, tetapi juga dapat mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dalam memasarkan produknya secara lebih efektif di era digital.

“Melalui kemampuan ini, siswa tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki peluang menjadi entrepreneur di bidang industri kreatif dengan menawarkan jasa fotografi produk dan pembuatan konten visual,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat sepanjang kegiatan. Para siswa aktif berdiskusi, mencoba berbagai teknik pengambilan gambar, serta mengeksplorasi proses editing untuk menghasilkan foto produk yang lebih estetik dan memiliki nilai komersial.

Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang dijalankan IIB Darmajaya melalui pengabdian kepada masyarakat. Selain berbagi ilmu dan pengalaman kepada siswa sekolah menengah kejuruan, kegiatan ini juga menjadi wujud kontribusi kampus dalam mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang ekonomi kreatif dan transformasi digital.

Melalui pelatihan tersebut, diharapkan lulusan SMK, khususnya Jurusan DKV, semakin siap menghadapi kebutuhan industri kreatif yang terus berkembang serta mampu menghasilkan karya visual yang inovatif, kreatif, dan berdaya saing tinggi untuk mendukung penguatan branding produk di era digital. (**)

Dibuka Camat Tanjungbintang, Lomba Sambung Lagu di Balai Desa Jatibaru pecahkan Suasana

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Koordinator Wilayah III Dinas Pendidikan Lampung Selatan menggelar Lomba Kreasi Sambung Lagu dalam rangka menyambut Hari Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia. Kegiatan berlangsung di Balai Desa Jatibaru Kecamatan Tanjungbintang Tanjungbintang Kabupaten Lampung Selatan, Kamis (13/8/2026).

Lomba tersebut diikuti oleh 12 tim yang berasal dari guru PAUD,  guru Sekolah Dasar, dan guru Sekolah Menengah Pertama se-Kecamatan Tanjungbintang. Acara yang berlangsung meriah ini dibuka langsung oleh Camat Tanjungbintang, Heri Purnomo, S.K.M.

Hadir sebagai juri lomba, Lukman Hakim, S.P., M.M., dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya sekaligus Humas Yayasan Alfian Husin. Selain itu, turut menjadi juri ibu Devi Ismayasari (istri Sekcam Tanjungbintang) dan Endah Citra Rini (pensiunan Guru SD Kec.Tanjungbintang)

Ketua Pelaksana Kegiatan yang juga Korwil III Pendidikan Kecamatan Tanjungbintang dan Tanjungsari,  Rohyati Sari, S.E., M.Pd., menyampaikan bahwa lomba ini digelar sebagai sarana silaturahmi dan persahabatan dalam rangka  memeriahkan HUT ke-81 RI Kecamatan Tannungbintang tahun 2026.   “Tahun ini digelar di Balai Desa Jatibaru dengan jumlah peserta sebanyak 12 tim,  tahun berikutnya semoga pesertanya lebih banyak lagi,” ujar Rohyati Sari.

Lomba sambung lagu beregu yang dihiasi gerak kreasi dari setiap tim, menurut Rohyati, menggunakan lagu yang telah disiapkan panitia. Lagu pilihan tersebut antara lain Meraih Bintang (Via Vallen), Rumah Kita (God Bless), dan Tabola Bale. “Pesertanya guru-guru, mulai dari TK sampai SMP, kami juga membuka pendaftaran untuk  masyarakat umum. Hanya saja, tahun ini tidak ada masyarakat umum yang mendaftar,” jelasnya.

Sementara itu, salah satu juri, Lukman Hakim, S.P., M.M., menjelaskan bahwa kriteria penilaian lomba sambung lagu meliputi ketepatan lirik, kecepatan respon, kesesuaian nada, kreativitas sambung lagu, penguasaan lagu, serta penampilan panggung. “Dari lomba ini, ada beberapa tim yang memang sangat menonjol dan profesional, mulai dari suara, kostum, improvisasi, dan lain-lain,” ungkap Lukman Hakim.

Menurut Lukman Hakim, di akhir penilaian, ketiga juri menempatkan peringkat juara 1 hingga juara 4 untuk tim yang sama. “Hanya sedikit berbeda di penentuan juara kelima dan keenam. Misalnya, saya menempatkan tim tertentu di posisi juara kelima, sementara juri lain menetapkan juara keenam dengan selisih nilai yang sangat kecil,” jelasnya.

 Peningkatan SDM

Pada kesempatan itu, Lukman Hakim yang juga Dosen Prodi Manajemen IIB Darmajaya menjadi pembicara pentingnya pendidikan tinggi bagi para guru TK, SD, dan SMP dalam meningkatkan kompetensi SDM guru. Baik itu di jenjang Sarjana (S1) maupun Magister (S2).

“IIB Darmajaya membuka program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) baik S1 maupun S2, bagi guru-guru yang akan melanjutkan ke perguruan tinggi. Untuk program sarjana, IIB Darmajaya membuka lima program studi dan untuk pasca sarjana membuka tiga program studi. Tahun ini juga kami membuka Program S3 Doktoral,” kata dia.

Sedangkan Camat Tanjungbintang, Heri Purnomo, S.K.M., menyatakan dukungannya terhadap kegiatan ini. Menurutnya, selain Lomba Kreasi Sambung Lagu dengan berbagai kostum yang nyentrik dan menarik, pada hari yang sama juga digelar lomba voli untuk guru-guru juga

Ia menegaskan, Insyaa Allah kegiatan ini akan menjadi agenda rutin Korwil  Pendidikan Kecamatan Tanjungbintang. “Tujuannya memeriahkan HUT RI dengan lomba-lomba sederhana saja. Saya juga berharap agar kegiatan tahun mendatang dengan jumlah peserta dan cabang lomba lebih banyak lagi,” kata Heri, sekaligus membuka kegiatan lomba.

Untuk itu, Heri berharap agar masyarakat lebih proaktif mengikuti semua kegiatan, termasuk mengikuti lomba agar kegiatan HUT RI tahun mendatang lebih meriah.

Lebih dari 250 guru dari berbagai tingkatan hadir dan mengikuti lomba. Suasana semakin riuh saat lomba berlangsung, dengan tepuk tangan penonton dan sorakan peserta yang mendukung tim jagoannya. Peserta juga antusian dalam mendengarkan pemaparan tentang studi lanjut di IIB Darmajaya. (**)

Pertahankan Disertasi tentang Brand Equity PTS, Tri Lestira Raih Gelar Doktor di UBL

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)— Perguruan tinggi swasta (PTS) tidak cukup hanya mengandalkan promosi untuk memenangkan persaingan dalam memperoleh mahasiswa baru. Kemampuan membangun citra, menumbuhkan kepercayaan publik, dan menghadirkan pengalaman positif bagi mahasiswa menjadi faktor penting dalam memperkuat ekuitas merek sekaligus menjaga daya saing institusi.

Temuan tersebut disampaikan Tri Lestira Putri Warganegara dalam Ujian Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor Manajemen Universitas Bandar Lampung (UBL), Kamis, 13 Agustus 2026. Dalam forum akademik itu, Tri Lestira berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Pengembangan Brand Equity Perguruan Tinggi Swasta Berbasis Branding Strategic Capability: Peran Mediasi Brand Awareness dan Brand Image” di hadapan tim penguji.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi oleh semakin ketatnya persaingan dalam dunia pendidikan tinggi. Bertambahnya perguruan tinggi dan program studi memberikan semakin banyak pilihan kepada calon mahasiswa, sementara pasar pendidikan tinggi relatif terbatas. Pada saat yang sama, kuatnya reputasi dan daya tarik perguruan tinggi negeri turut meningkatkan tekanan kompetitif terhadap PTS.

Melalui penelitiannya, Tri Lestira menawarkan model Capability-to-Perception Mechanism. Model tersebut menjelaskan bahwa berbagai kapabilitas internal perguruan tinggi perlu diterjemahkan menjadi persepsi positif di kalangan pemangku kepentingan sebelum mampu menghasilkan ekuitas merek yang kuat.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A., mengapresiasi hasil penelitian tersebut. Ia juga menyampaikan selamat atas keberhasilan Tri Lestira menyelesaikan pendidikan doktoralnya. Menurutnya, gelar doktor harus menjadi titik awal untuk menghasilkan kontribusi keilmuan yang lebih luas.

“Selamat kepada Dr. Tri Lestira Putri Warganegara atas capaian akademik ini. Kami berharap ilmu dan model yang dihasilkan tidak berhenti sebagai karya akademik, tetapi dapat diterapkan untuk memperkuat pengelolaan dan daya saing perguruan tinggi di Indonesia,” tambahnya.

Forum ilmiah untuk menguji kualitas, kebaruan, dan kontribusi suatu penelitian ini dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. M. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A. selaku promotor sekaligus ketua sidang. Tim promotor juga terdiri atas Dr. Habiburahman, S.E., M.M. sebagai ko-promotor I dan Dr. Andala Rama Putra Barusman, S.E., M.A.Ec. sebagai ko-promotor II. Adapun tim penguji terdiri atas Prof. Dr. Iskandar Ali Alam, S.E., M.M., Dr. Defrizal, M.M., Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si., serta Prof. Yuliansyah, S.E., M.S.A., Ph.D., Akt., CA.

Penelitian ini diharapkan menjadi salah satu rujukan bagi pengelola perguruan tinggi dalam merumuskan strategi merek yang berkelanjutan dan berbasis pada penguatan kualitas institusi. Keberhasilannya mempertahankan disertasi mengantarkan Tri Lestira Putri Warganegara meraih gelar Doktor Manajemen dari Universitas Bandar Lampung.(Red)

Kembar Rohim-Rohman Sidang Skripsi Bersama, Orang Tua Saksikan Langkah Mereka Menjemput Masa Depan di Kampus Unggul IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Menjadi saudara kembar membuat Rohim Ahmad dan Rohman Ahmad terbiasa menjalani banyak hal bersama. Rabu (12/8/26), menjadi momen tak terlupakan bagi keduanya. Setelah menempuh pendidikan di Kampus Unggul Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, saudara kembar ini akhirnya menyelesaikan ujian sidang skripsi pada hari yang sama, disaksikan langsung kedua orang tua mereka, Amuri dan Salmah.

Kebersamaan Rohim dan Rohman tidak hanya terlihat dalam keseharian sebagai saudara kembar. Keduanya juga sama-sama memilih melanjutkan pendidikan tinggi di IIB Darmajaya, meski mengambil program studi berbeda.

Rohim Ahmad merupakan mahasiswa Program Studi Sistem Informasi dengan dosen pembimbing Indera, S.Kom., M.T.I. Ia mengangkat skripsi berjudul Design and Implementation of Web-Based Inventory Information System dengan Real-Time Stock Monitoring pada Gudang Perkebunan Kelapa Sawit.

Sementara sang kembar, Rohman Ahmad, menempuh pendidikan di Program Studi Sistem Komputer/IoT dengan dosen pembimbing Melia Gripin Setiawati, S.Kom., M.T. Ia mengangkat skripsi berjudul Rancang Bangun Sistem Monitoring dan Kontrol Penyiraman Otomatis Bibit Kelapa Sawit Berbasis Internet of Things dengan Integrasi AI Chatbot

Bagi Amuri dan Salmah, menyaksikan kedua putranya menyelesaikan sidang skripsi menjadi kebanggaan tersendiri. Sejak awal, keduanya mempercayakan pendidikan tinggi Rohim dan Rohman kepada IIB Darmajaya.

Salmah mengatakan, keputusan menyekolahkan kedua putranya di IIB Darmajaya merupakan bagian dari harapan agar Rohim dan Rohman mendapatkan pendidikan yang baik sekaligus memiliki bekal untuk menata masa depan.

“Sebagai orang tua tentu kami ingin anak-anak mendapatkan pendidikan yang terbaik. Kami percaya kepada IIB Darmajaya untuk mendidik kedua anak kami sampai mereka menyelesaikan kuliah,” ujar Salmah.

Ia mengaku bahagia sekaligus terharu dapat hadir langsung ketika kedua putranya menjalani ujian sidang skripsi. Baginya, momen tersebut menjadi salah satu buah dari perjalanan panjang yang telah dilalui bersama.

“Kami sangat senang dan bangga. Dari awal kuliah sampai sekarang bisa melihat mereka sampai pada tahap sidang skripsi. Mudah-mudahan setelah ini mereka bisa sukses dan ilmunya bermanfaat,” katanya.

Bagi Rohim dan Rohman, menyelesaikan sidang skripsi bukan sekadar menuntaskan kewajiban akademik. Momen tersebut menjadi penanda bahwa perjalanan mereka sebagai mahasiswa IIB Darmajaya telah memasuki babak baru.

Keduanya kini bersiap melangkah ke dunia profesional dengan bekal ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menjalani perkuliahan.

Di balik dua mahasiswa kembar yang berdiri menyelesaikan sidang skripsi tersebut, ada doa dan kepercayaan orang tua yang terus mengiringi perjalanan mereka. Hari itu, Amuri dan Salmah tidak sekadar menjadi orang tua yang hadir di ruang sidang, tetapi juga menjadi saksi atas satu tahap penting dalam perjalanan kedua putranya menuju masa depan. (**)

Ardansyah Raih Gelar Doktor di UBL, Tawarkan Model Penguatan Kinerja UMKM

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Doktor Manajemen Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menyelenggarakan Ujian Promosi Doktor (Disertasi Tahap II/Terbuka), Rabu, 12 Agustus 2026. Dalam forum akademik tersebut, Ardansyah berhasil mempertahankan disertasi berjudul “Model Integratif Kapabilitas Strategik Berbasis Resource-Based View: Peran Inovasi dan Keberlanjutan dalam Meningkatkan Kinerja UMKM di Bandar Lampung.”

Penelitian Ardansyah menegaskan bahwa pertumbuhan jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) perlu diikuti dengan penguatan kapabilitas strategik. Inovasi, pemanfaatan teknologi digital, tata kelola usaha, kualitas sumber daya manusia, dan keunggulan bersaing menjadi faktor penting dalam meningkatkan kinerja sekaligus menjaga keberlanjutan usaha.

Ujian Promosi Doktor merupakan puncak proses pendidikan doktoral sekaligus forum ilmiah untuk menguji kualitas, kebaruan, dan kontribusi suatu penelitian. Dalam ujian tersebut, Ardansyah memaparkan hasil penelitiannya serta menjawab berbagai pertanyaan dan tanggapan tim penguji sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik. Ujian turut melibatkan sejumlah akademisi senior, di antaranya Prof. Dr. Nairobi, S.E., M.Si., dan Prof. Dr. Satria Bangsawan, S.E., M.Si.

“Pertumbuhan jumlah UMKM merupakan peluang besar bagi perekonomian daerah. Namun, peningkatan kuantitas saja tidak cukup. UMKM perlu membangun kapabilitas strategik agar mampu meningkatkan kinerja, menghadapi persaingan, dan mempertahankan keberlanjutan usahanya,” ujar Ardansyah.

Menurut Ardansyah, pelaku UMKM perlu menciptakan nilai dan diferensiasi melalui peningkatan kualitas produk, penguatan identitas merek, pemanfaatan teknologi, perbaikan pelayanan, serta pengembangan kemampuan organisasi yang bernilai dan sulit ditiru oleh pesaing.

Kebaruan penelitian tersebut terletak pada pengembangan model integratif kapabilitas strategik berbasis Resource-Based View (RBV). Model ini menghubungkan inovasi organisasi, keberlanjutan organisasi, keunggulan bersaing, dan kinerja UMKM dalam satu kerangka pengembangan yang terpadu. Melalui model tersebut, Ardansyah merumuskan tahapan penguatan UMKM yang mencakup pemetaan kapabilitas usaha, penguatan inovasi dan digitalisasi, penerapan praktik keberlanjutan, pembentukan keunggulan bersaing, serta pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkelanjutan.

Rektor UBL, Prof. Dr. Ir. M. Yusuf S. Barusman, MBA., mengapresiasi penelitian Ardansyah karena mengangkat persoalan yang relevan sekaligus menawarkan model yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mengembangkan UMKM.

“Riset doktoral tidak boleh berhenti pada pengembangan teori dan pemenuhan persyaratan akademik. Riset harus mampu membaca persoalan nyata, menghasilkan model yang dapat diterapkan, serta melahirkan rekomendasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan pembangunan daerah,” ujar Yusuf.

Direktur Pascasarjana UBL, Dr. Andala Rama P. Barusman, S.E., M.A.Ec., turut menyampaikan selamat atas keberhasilan Ardansyah meraih gelar doktor. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi awal bagi Ardansyah untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan memperluas manfaat hasil penelitiannya.

“Gelar doktor membawa tanggung jawab keilmuan dan sosial yang semakin besar. Kami berharap Ardansyah terus mengembangkan penelitian, memperluas manfaat keilmuannya, serta menjadi inspirasi dalam menghasilkan karya yang berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Andala.

Model yang dikembangkan Ardansyah diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan dalam penyusunan kebijakan dan program pemberdayaan UMKM, khususnya melalui penguatan inovasi produk, standardisasi kualitas, pengembangan merek, pemasaran digital, peningkatan efisiensi usaha, penerapan prinsip keberlanjutan, dan perluasan akses pasar.

Keberhasilan Ardansyah meraih gelar doktor sekaligus memperkuat komitmen Pascasarjana UBL dalam menghasilkan lulusan yang unggul secara akademik serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan, dunia usaha, dan pembangunan daerah.