Berbagi Pengalaman di China, Dosen dan Mahasiswa IIB Darmajaya Motivasi Siswa SMK Yadika

BANDAR LAMPUNG -(deklaeasinews.com)- Dosen dan mahasiswa Program Studi Sistem Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya berbagi pengalaman berkompetisi di ajang Internet of Things (IoT) tingkat internasional di China kepada para siswa SMK Yadika Bandar Lampung, Rabu (14/1/26). Kegiatan sharing session ini tidak hanya mengulas pengalaman bertanding di luar negeri, tetapi juga memotivasi siswa untuk merintis usaha di usia muda.

Sharing session tersebut menghadirkan dosen Sistem Komputer IIB Darmajaya Novi Herawadi Sudibyo, S.Kom., MTI bersama mahasiswa berprestasi Muhammad Rifki Hidayat, peraih Second Prize pada China-ASEAN Education Cooperation Week Vocational Skill Competition IoT yang diselenggarakan di Nantong Vocational University (NTVU), China, pada 19–24 November 2025. Prestasi tersebut diraih Rifki bersama rekannya, Ramadanzah, sekaligus mengharumkan nama Provinsi Lampung dan Indonesia di kancah internasional.

Dalam paparannya, Novi Herawadi Sudibyo yang biasa disapa Sudibyo menjelaskan bahwa kompetisi IoT internasional di China menjadi ajang pembelajaran yang sangat berharga bagi mahasiswa, baik dari sisi teknis maupun mental bertanding. “Kompetisi di China ini menuntut ketepatan solusi, kerja tim, dan kedisiplinan tinggi. Pengalaman seperti ini penting untuk membentuk karakter dan daya saing global,” ujarnya.

Selain berbagi pengalaman kompetisi, Sudibyo juga memberikan motivasi kepada para siswa SMK untuk berani merintis usaha sejak usia muda, khususnya dengan memanfaatkan perkembangan teknologi digital dan IoT. Ia menilai, keterampilan yang dimiliki siswa SMK merupakan modal awal yang sangat kuat untuk membangun usaha mandiri. “Teknologi membuka banyak peluang. Kalau sejak muda sudah berani mencoba usaha, ke depan siswa akan lebih siap menghadapi tantangan dunia kerja maupun dunia usaha,” ujar Sudibyo.

Sementara itu, Muhammad Rifki Hidayat mengungkapkan bahwa mengikuti kompetisi IoT di China menjadi pengalaman yang tidak terlupakan sekaligus penuh tantangan. “Persaingan sangat ketat karena peserta datang dari berbagai negara. Tapi justru di situ kami belajar percaya diri membawa nama Indonesia,” kata Rifki.

Rifki berharap pengalamannya tersebut dapat menjadi motivasi bagi siswa SMK agar tidak ragu mengembangkan kemampuan dan mengejar prestasi di tingkat internasional. “Jangan takut bermimpi besar. Dengan persiapan dan konsistensi, siswa SMK juga bisa berprestasi sampai ke luar negeri,” ujarnya.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Citra Ayu Santhika, S.T.P, staf Direktorat Humas, Kerja Sama, dan Pemasaran IIB Darmajaya. Ia menyampaikan bahwa sharing session ini merupakan bagian dari upaya institusi untuk membagikan semangat berprestasi dan kewirausahaan kepada generasi muda.(*)

Dunia Menuju Hukum Rimba Global Ujian Indonesia Tetap Bebas Aktif

Oleh : Ichsan Jaya Kelana, S.H.,M.H.

Dosen Prodi Hukum Bisnis

Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya

Dunia internasional tidak sedang menyaksikan penegakan hukum, melainkan demonstrasi kekuasaan dan kedigdayaan. Tindakan Amerika Serikat (AS) kepada Presiden Venezuela, yang dikemas sebagai upaya menegakkan demokrasi dan supremasi hukum, justru merupakan praktik unilateralisme ekstrem yang menggerus prinsip dasar hukum internasional. Permasalahan kini bukan lagi mengenai pelemahan hukum internasional, melainkan sejauh apa dunia menerima hukum rimba dimana negara adidaya dan kuat bertindak sebagai hakim tunggal bagi negara lain.

AS selama puluhan tahun mengklaim diri sebagai penjaga tatanan dunia berbasis aturan (rules-based order). Namun klaim ini telah kehilangan legitimasi ketika hukum nasional AS dipaksakan hingga melampaui batas. Kewajiban Penghormatan terhadap kedaulatan dan yuridiksi dari negara lain juga telah di abaikan oleh AS dengan tindakannya. Tidak ada dasar hukum internasional yang memberi hak kepada AS untuk bertindak sebagai polisi global, apalagi menentukan siapa pemimpin sah dan siapa penjahat internasional yang hanya didasarkan kepentingannya sendiri.

Bagi Indonesia, peristiwa ini tidak boleh dipandang hanya sekadar konflik yang tidak memiliki pengaruh baginya. Konflik ini telah menyentuh jantung politik luar negeri bebas aktif, sebuah prinsip yang lahir dari kesadaran bahwa dominasi kekuatan besar dengan atau tanpa dalih moral selalu berujung pada penindasan negara berkembang. Kasus Venezuela memaksa Indonesia menghadapi pertanyaan yang tidak lagi teoretis. Maka apakah politik bebas aktif masih dijalankan, atau hanya menjadi slogan yang kehilangan keberanian politiknya?

Dalam hukum internasional, kedaulatan negara dan kesetaraan antarnegara adalah prinsip fundamental yang tidak dapat ditawar. Piagam PBB secara tegas melarang penggunaan kekuatan maupun ancaman terhadap kemerdekaan politik negara lain. Terhadap hal itu, Kepala negara harus diperlakukan sebagai personifikasi negara dan memiliki imunitas personal yang absolut selama menjabat. Prinsip ini bukan formalitas hukum, melainkan pilar stabilitas internasional.

Tindakan AS yang merupakan pengabaian prinsip dasar internasional dengan dalih penegakan hukum telah mengungkap standar ganda yang sistemik. Dimana, saat pelanggaran dilakukan oleh sekutu yang strategis, maka hukum internasional kemudian ditafsirkan secara lentur. Namun ketika pelanggaran dituduhkan kepada lawan geopolitik, hukum nasional AS dipaksakan sebagai kebenaran yang universal. Inilah wajah asli unilateralisme yang mana hukum menjadi selektif, sehingga keadilan menjadi politis.

AS menyatakan bahwa Imunitas kepala negara sering dijadikan sebagai perlindungan bagi pelaku kejahatan. Tuduhan ini menyesatkan dan oportunistik. Imunitas tidak meniadakan pertanggungjawaban hukum, melainkan menunda dan menempatkannya dalam mekanisme internasional yang sah. Ketika AS memilih jalan sepihak alih-alih pengadilan internasional atau mekanisme multilateral, yang dipraktikkan justru bukan keadilan, melainkan pemaksaan dan pelumpuhan yurisdiksi.

Preseden ini sangat berbahaya. Jika tindakan AS dinormalisasi, maka tidak ada lagi jaminan bahwa kedaulatan negara berkembang dihormati. Hari ini Venezuela, besok bisa negara mana pun yang berani mengambil kebijakan energi, ekonomi, atau aliansi politik yang bertentangan dengan kepentingan Washington. Dalam dunia seperti ini, kedaulatan tidak lagi dilindungi hukum, melainkan ditentukan oleh posisi dalam peta kekuasaan global. Di sinilah politik luar negeri bebas aktif seharusnya menemukan momentumnya. Bebas berarti menolak subordinasi terhadap hegemoni hukum sepihak. Aktif berarti tidak bersembunyi di balik bahasa diplomatik yang aman ketika prinsip dasar hukum internasional dilanggar dengan terang-terangan. Diam dalam situasi ini bukan netralitas, melainkan pembiaran.

Kasus ini juga telah meniadakan prinsip non-intervensi yang selama ini menjadi prinsip dasar dasar untuk mencapai dan menjaga stabilitas perdamaian internasional. Jika penangkapan kepala negara dapat dibenarkan atas nama hukum nasional dari negara adidaya, maka diplomasi multilateral telah kehilangan makna. Dunia tidak lagi diatur oleh konsensus, melainkan oleh logika intimidasi dan ketakutan.

Bung Hatta menegaskan bahwa politik luar negeri Indonesia diabdikan bagi perdamaian dunia. Namun perdamaian tidak mungkin lahir dari dominasi satu negara atas negara lain. Perdamaian hanya mungkin tumbuh dari kepastian hukum, kesetaraan kedaulatan, dan penolakan terhadap unilateralisme. Indonesia tidak boleh terjebak pada narasi simplistik seolah kritik terhadap AS berarti membela rezim tertentu. Ini bukan soal Venezuela, ini soal tatanan dunia. Menegakan hukum internasional dengan utuh berarti membela kepentingan jangka panjang sekaligus meneguhkan kedudukan serta peran Indonesia dalam tatanan Internasional. Sebab tanpa hukum yang adil dan setara, Indonesia dan negara berkembang lainnya akan selalu berada pada posisi yng sangat rawan.

Kasus ini adalah peringatan keras. Bahwa kini dunia bergerak ke arah yang berbahaya. Supremasi hukum saat ini berubah menjadi supremasi kekuasaan. Politik luar negeri bebas aktif menuntut Indonesia untuk memilih. Bukan antara blok Barat atau non-Barat, melainkan antara hukum internasional atau hukum rimba global. Sebab ketika satu negara merasa berhak menangkap presiden negara lain tanpa mandat hukum internasional, yang runtuh bukan hanya kedaulatan sebuah negara, tetapi juga mengancam keberlangsungngan tatanan dunia yang berkeadilan dalam Perdamaian. Ketika hal tersebut runtuh, maka negara seperti Indonesia tidak lagi dilindungi oleh hukum, melainkan dipaksa untuk tunduk pada kekuasaan. (**)

 

Buya Firmansyah Berharap Pengurus PERTI Bandar Lampung Perkuat Silaturahmi, Ekonomi, dan Politik

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Drs. Zulkarnain , M.Pd, terpilih secara aklamasi sebagai Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI) Kota Bandar Lampung, masa bakti 2026-2031, pada Musyawarah Daerah PERTI Bandar Lampung, di Ruang Rapat Utama Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Rabu (14/1/26).

Ketua Pengurus Wilayah PERTI Provinsi Lampung, Dr. Ir. H. Firmansyah Y. Alfian, MBA., M.Sc., menegaskan pentingnya membangkitkan kembali semangat PERTI. Dia mengingatkan sejarah panjang organisasi ini dalam bidang pendidikan bisa menjadikan landasan utama untuk mengembangkan organisasi ini.

“Bahkan, kami dari pengurus PERTI Lampung sudah membangun Madrasah Tarbiyah Islamiyah Alfian Husin di Wates, Lampung Tengah. Madrasah ini sebagai wadah pendidikan yang dikembangkan oleh PERTI Provinsi Lampung,” kata Firmansyah.

Dalam kesempatan itu, Firmansyah mengajak seluruh pengurus dan kader untuk mengembangkan warisan yang telah diberikan oleh para pendiri PERTI. Dukungan pemerintah daerah dinilai krusial agar PERTI dapat kembali menjadi kekuatan pendidikan Islam yang berpengaruh di Lampung. “Seperti kita membangkitkan batang tarandam, kita harus kembangkan warisan yang sudah ada,” ujarnya penuh semangat.

Kegiatan ini dihadiri calon Pengurus PERTI Pusat Prof Syaiful Anawar, calon pengurus PERTI Kota Bandar Lampung, Sekretaris PERTI Lampung Muprihan Thaib, S.Sos., M.M, serta Bendahara PERTI Lampung, Drs. Mansyur, M.Ag. Dalam rapat tersebut, Drs. Zulkarnain, M.Pd., ditetapkan sebagai Ketua terpilih, Ir. Efri Erdian sebagai Sekretaris, dan Jalius sebagai Bendahara.

Sementara itu, Prof. Syaiful Anwar menegaskan perlunya memperkuat ikatan internal organisasi. Ia menekankan bahwa PERTI harus berpolitik untuk melahirkan kebijakan yang bermanfaat, tidak hanya di Bandar Lampung tetapi juga di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Lampung. ”PERTI  terbuka bagi siapa pun dengan komitmen yang sama, serta harus memperkuat ekonomi, politik, ikatan sosial, dan silaturahmi,” kata Prof. Syaiful Anwar.

Prof. Syaiful juga menekankan pentingnya kepercayaan dan relasi antar-anggota. Dia juga optimistis PERTI mampu menjadi organisasi yang berpengaruh dalam pembangunan bangsa melalui pendidikan Islam yang inklusif.  “Kita butuh trust (kepercayaan), serta relasi yang kuat. Dengan itu kita bisa menyatukan kekuatan,” kata dia.

Di lain pihak, Ketua PD PERTI Bandar Lampung, Drs. Zulkarnain, M.Pd., menekankan bahwa PERTI adalah organisasi umum yang tidak terbatas pada etnis tertentu, melainkan berlandaskan niat ibadah untuk menegakkan pendidikan Islam dan ekonomi. “Mari kita bersama-sama membesarkan PERTI  Kota Bandar Lampung. Siapa pun yang akan jadi pengurus, niatnya harus untuk ibadah dan pendidikan,” kata dia. (**)

Dosen IIB Darmajaya Ajak Siswa SMK Palapa Eksplorasi Dunia Multimedia Digital

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Direktorat Humas, Kerjasama dan Pemasaran (HKP) terus memperkuat peran perguruan tinggi dalam berbagi ilmu kepada generasi muda. Salah satunya melalui kegiatan sharing session bertajuk Multimedia Digital Creator yang digelar di SMK Palapa Bandar Lampung, Selasa (13/1/26).

Kegiatan ini menghadirkan Dosen Program Studi Teknik Informatika IIB Darmajaya, Triowali Rosandy, S.Kom., M.T.I, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa multimedia digital memiliki cakupan luas dan dapat dimanfaatkan dalam berbagai bidang kreatif, seperti Virtual Tour, pembuatan video, serta desain grafis menggunakan Adobe Photoshop dan Corel Draw.

“Penguasaan multimedia digital menjadi bekal penting bagi siswa SMK agar mampu bersaing di era industri kreatif dan teknologi saat ini,” ujar Triowali Rosandy saat menyampaikan materi di hadapan para peserta.

Sharing session ini berlangsung interaktif dan mendapat antusiasme tinggi dari para siswa. Melalui contoh-contoh aplikasi nyata, peserta diajak memahami bagaimana kreativitas dapat dikembangkan dengan dukungan teknologi multimedia.

Dalam pelaksanaannya, Triowali Rosandy turut didampingi oleh Senior Staf Direktorat Humas, Kerjasama dan Pemasaran IIB Darmajaya, Adi Sutrisno, S.Kom. Melalui kegiatan ini, IIB Darmajaya berharap dapat terus membangun kolaborasi positif dengan berbagai sekolah menengah kejuruan di Provinsi Lampung, sekaligus mendorong lahirnya talenta muda yang kreatif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan dunia digital.(*)

JASMINE GALLERY Raih PKM-K 2025, Kiprah Mahasiswa IIB Darmajaya di Kancah Nasional

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Semangat inovasi dan kecintaan terhadap budaya lokal mengantarkan Tiodora Priska Panjaitan, mahasiswi Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Ia dipercaya menjadi ketua tim usaha JASMINE GALLERY, sebuah usaha kreatif yang memadukan busana dan aksesoris etnik modern berbasis Wastra Lampung.

JASMINE GALLERY terdiri dari Tiodora Priska Panjaitan (Program Studi Bisnis Digital) sebagai ketua tim, bersama Jasmine Asrikinasih (Program Studi Bisnis Digital), Cici Cahyati (Program Studi Bisnis Digital), Muhammad Ibramsyah (Program Studi Akuntansi), serta Shendy Febrian (Program Studi Desain Komunikasi Visual). Tim ini didampingi oleh dosen pembimbing Niken Paramitasari, S.E., M.M.

Di bawah kepemimpinan Tiodora, JASMINE GALLERY berhasil meraih pendanaan Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) Tahun 2025, program bergengsi yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Republik Indonesia. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi mahasiswa IIB Darmajaya dalam mencetak wirausaha muda kreatif dan berdaya saing nasional.

Menjalani peran sebagai ketua tim memberikan pengalaman berharga bagi Tiodora. Ia belajar memimpin tim, mengatur waktu antara akademik dan pengembangan usaha, memahami karakter anggota tim, hingga membentuk kedewasaan dalam mengambil keputusan. “PKM-K bukan hanya tentang hasil, tetapi juga tentang bagaimana proses membentuk karakter dan tanggung jawab,” tuturnya saat diwawancarai Senin (12/1/26) seperti dikutip dari darmajaya.ac.id.

Perjalanan menuju pendanaan PKM-K tentu tidak selalu mulus. Menjaga komitmen tim, memastikan target capaian tercapai, serta merancang strategi keberlanjutan usaha ke depan menjadi tantangan utama yang harus dihadapi. Namun, melalui komunikasi yang solid dan visi bersama, tantangan tersebut justru memperkuat kekompakan tim.

Keberhasilan di PKM-K 2025 melengkapi deretan prestasi yang telah diraih Tiodora sebelumnya. Ia dinobatkan sebagai Juara Best Collaborator 2024 pada JIASIC Hackathon Telkom, serta berhasil menembus 6 Besar Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) Institut Informatika dan Bisnis Darmajaya. Konsistensi ini mencerminkan semangat kolaborasi dan inovasi yang terus ia kembangkan. Prestasi ini diharapkan dapat menginspirasi mahasiswa lainnya untuk berani melangkah, berinovasi, dan mengambil peluang dalam berbagai program nasional yang mendorong pengembangan potensi generasi muda.(*)

Mochi Beyymood Curi Perhatian di Expo Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM IIB Darmajaya

BANDAR LAMPUNG -(deklrasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya melalui Inkubator Bisnis dan Teknologi (Inkubitek) sukses menggelar Expo Karya Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM di kampus setempat, Kamis (8/1/2026). Kegiatan ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan kreativitas mahasiswa dengan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengembangkan produk dan memperkuat semangat kewirausahaan.

Expo tersebut diikuti oleh 29 UMKM yang terdiri atas 27 UMKM sektor food and beverage (FnB) dan dua UMKM sektor jasa. Beragam produk inovatif dipamerkan dan mendapat antusiasme tinggi dari pengunjung, mulai dari sivitas akademika hingga masyarakat umum.

Salah satu UMKM yang berhasil menarik perhatian pengunjung adalah Mochi Beyymood, UMKM kuliner yang dimiliki oleh Nabela Wanda BS. Dalam expo ini, Mochi Beyymood tampil dengan konsep produk yang kreatif dan didukung oleh kolaborasi mahasiswa Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, yaitu Fitria Wandari, dan Devana Afni Alzahra.

Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui berbagai bentuk pendampingan, mulai dari penyusunan laporan expo, strategi promosi, pengelolaan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp, pelayanan penjualan di stand, pembuatan video promosi, hingga pengembangan produk dengan menghadirkan variasi rasa baru pada mochi.

Owner Mochi Beyymood, Nabela Wanda BS, mengungkapkan bahwa kontribusi mahasiswa memberikan dampak positif terhadap peningkatan promosi dan penjualan produk selama expo berlangsung.

“Dengan bimbingan dan kerja sama yang baik, Fitria Wandari dan Devana Afni Alzahra telah memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan promosi dan penjualan produk Mochi Beyymood. Fitria menunjukkan kemampuan analitis yang baik dalam pembuatan laporan expo, sementara Devana sangat kreatif dalam membuat video promosi,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini tidak hanya menguntungkan UMKM, tetapi juga menjadi pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam mengasah keterampilan kewirausahaan, komunikasi, dan kreativitas. Selain itu, kegiatan ini turut memperkuat hubungan antara mahasiswa dan UMKM serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya kewirausahaan di lingkungan kampus.

Melalui Expo Karya Kolaborasi Mahasiswa dan UMKM, IIB Darmajaya terus berkomitmen mendukung pengembangan UMKM lokal sekaligus mencetak generasi muda yang inovatif, mandiri, dan berdaya saing di dunia usaha.(*)

Praktisi BI Mengajar di IIB Darmajaya, Mahasiswa Bisnis Digital Dalami Inovasi Sistem Pembayaran

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus memperkuat pembelajaran berbasis praktik melalui skema praktisi mengajar. Hal ini diwujudkan melalui perkuliahan mata kuliah Financial Technology bertema “Payment System Innovations” yang diikuti mahasiswa Program Studi Bisnis Digital, Rabu (7/1/26).

Perkuliahan ini menghadirkan langsung praktisi dari Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Provinsi Lampung, sehingga mahasiswa memperoleh wawasan nyata mengenai perkembangan dan implementasi sistem pembayaran digital di Indonesia. Mata kuliah Financial Technology diampu oleh Reisa DyasvaroZP., SE., MM, yang secara konsisten mendorong integrasi antara teori akademik dan praktik industri.

Hadir sebagai narasumber, Risty Mayang Sari selaku Manajer KPw BI Lampung dan Alan Bastian sebagai Pelaksana. Keduanya memaparkan peran strategis Bank Indonesia dalam mendorong inovasi sistem pembayaran yang aman, efisien, dan inklusif.

Dalam pemaparannya, Risty Mayang Sari menekankan bahwa inovasi sistem pembayaran merupakan fondasi penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Menurutnya, payment system innovations tidak hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga mencakup aspek regulasi, keamanan sistem, serta peningkatan literasi keuangan masyarakat. Bank Indonesia, lanjutnya, berperan sebagai otoritas yang memastikan stabilitas dan kepercayaan publik terhadap sistem pembayaran digital.

Sementara itu, Alan Bastian mengulas implementasi inovasi sistem pembayaran di lapangan, seperti QRIS dan perluasan transaksi non-tunai di berbagai sektor. Ia menjelaskan bahwa digitalisasi pembayaran memberikan dampak signifikan bagi UMKM dan masyarakat, khususnya dalam meningkatkan efisiensi transaksi dan inklusi keuangan. Alan juga menilai mahasiswa Bisnis Digital memiliki posisi strategis sebagai generasi yang akan menggerakkan keberlanjutan ekosistem pembayaran digital di masa depan.

Ketua Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya, Trufi Murdiani, S.T., M.A., menyampaikan apresiasinya atas kolaborasi antara dunia pendidikan dan Bank Indonesia. Menurutnya, kehadiran praktisi dalam proses pembelajaran memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual dan relevan dengan kebutuhan industri.

“Melalui kegiatan praktisi mengajar ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep financial technology secara teoritis, tetapi juga mendapatkan gambaran langsung mengenai arah kebijakan dan perkembangan sistem pembayaran digital di Indonesia,” ujarnya.

Melalui perkuliahan ini, mahasiswa Program Studi Bisnis Digital IIB Darmajaya diharapkan mampu meningkatkan literasi keuangan digital serta mempersiapkan diri menjadi talenta unggul yang siap berkontribusi dalam pengembangan ekosistem ekonomi digital nasional.(*)

Tabligh Akbar IIB Darmajaya, Syeikh Abdurrahman Jaber Kupas Makna Shalat Lima Waktu

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Peristiwa Isra Mi’raj menjadi pengingat pentingnya shalat sebagai sarana komunikasi langsung antara hamba dan Allah SWT. Pesan spiritual tersebut disampaikan penceramah internasional asal Madinah, Syeikh Abdurrahman Jaber, dalam Tabligh Akbar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah di Masjid Baitul Ilmi Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya, Jumat (9/1/2026).

Dalam tausiyahnya, Syeikh Abdurrahman Jaber mengajak umat Islam, khususnya sivitas akademika IIB Darmajaya, menjadikan shalat sebagai fondasi keimanan sekaligus pembentuk karakter. Menurutnya, shalat tidak hanya bernilai ibadah ritual, tetapi juga berdampak besar terhadap sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari. “Shalat adalah tiang agama dan sumber kekuatan seorang muslim. Dari shalat akan lahir kejujuran, kedisiplinan, serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah,” ujarnya.

Tabligh Akbar yang mengusung tema “Dari Isra Mi’raj Menuju Kinerja Unggul (Mengimplementasikan Nilai Kejujuran dan Tanggung Jawab)” berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan. Kegiatan tersebut dihadiri Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D.; Bendahara Yayasan Alfian Husin Ronny Nazar, S.E., M.M.; Wakil Rektor Bidang Akademik Dr. Sutedi, S.Kom., MTI.; Wakil Rektor Bidang Non-Akademik Muprihan Thaib, S.Sos., M.M.; serta seluruh sivitas akademika IIB Darmajaya. Acara dipandu oleh Dr. H. Suratno, S.Pd.I., MH.

Syeikh Abdurrahman Jaber menjelaskan bahwa shalat merupakan satu-satunya ibadah yang diterima Nabi Muhammad SAW secara langsung dari Allah SWT dalam peristiwa Isra Mi’raj. Ia mengisahkan bahwa kewajiban shalat awalnya ditetapkan sebanyak lima puluh waktu, sebelum akhirnya diringankan menjadi lima waktu sehari semalam. “Penetapan shalat lima waktu adalah wujud kasih sayang dan rahmat Allah SWT. Walaupun jumlahnya diringankan, pahalanya tetap setara dengan lima puluh waktu,” jelasnya.

Menurutnya, shalat juga melatih umat Islam untuk menghargai waktu, menjaga komitmen, serta menumbuhkan sikap tanggung jawab. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan akademik dan profesional, termasuk di lingkungan kampus.

Sementara itu, Rektor IIB Darmajaya RZ Abdul Aziz, S.T., M.T., Ph.D. mengatakan bahwa peringatan Isra Mi’raj merupakan momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual dan karakter sivitas akademika. “Isra Mi’raj tidak hanya dimaknai sebagai peristiwa sejarah keagamaan, tetapi juga pengingat bagi kita semua untuk menanamkan nilai kejujuran, kedisiplinan, dan tanggung jawab dalam kehidupan akademik maupun profesional,” ujarnya.

Dalam kesempatan yang sama, perwakilan Yayasan Sahabat Umat Humanity, Ustadz Gontar, menyampaikan komitmen melanjutkan perjuangan almarhum Syeikh Ali Jaber dalam membumikan Al-Qur’an. Program tersebut meliputi pencetakan satu juta penghafal Al-Qur’an serta upaya pemberantasan buta huruf Al-Qur’an di berbagai daerah. Ia juga mengajak jamaah untuk berpartisipasi dalam gerakan wakaf dan dukungan sosial dengan penuh keikhlasan demi kemaslahatan umat.

Menutup tausiyahnya, Syeikh Abdurrahman Jaber mengungkapkan rasa syukur dapat berdakwah di Indonesia yang ia sebut sebagai negeri dengan kecintaan besar terhadap Al-Qur’an dan para ulama. “Semoga majelis ilmu di IIB Darmajaya ini senantiasa mendapatkan keberkahan dan melahirkan generasi yang berilmu, beriman, serta berakhlak mulia,” pungkasnya. (**)

Hadirkan Praktisi dari Bank Indonesia, Mahasiswa Prodi Manajemen Darmajaya Kuliah Payment System and Cash Management Policy

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengikuti perkuliahan mata kuliah Payment System and Cash Management Policy dengan menghadirkan narasumber dari Bank Indonesia Perwakilan Lampung. Kegiatan ini menjadi bagian dari penguatan pemahaman mahasiswa terhadap sistem keuangan dan perbankan nasional.

Narasumber dalam perkuliahan tersebut adalah Manajer sekaligus Kepala Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Lampung. Perkuliahan dipandu oleh dosen pengampu mata kuliah, Dr. Ita Fionita, S.E., M.M.

Dalam pemaparannya, narasumber menjelaskan peran strategis Bank Indonesia dalam mendukung digitalisasi pengelolaan uang rupiah dan sistem pembayaran di Indonesia. Mulai dari perencanaan, percetakan, hingga distribusi uang rupiah dilakukan secara terstruktur untuk menjaga stabilitas sistem keuangan.

Muhammad Ali Yamin menjelaskan bahwa Bank Indonesia berperan sebagai penyalur uang yang diberikan negara untuk diputar dalam sistem perekonomian sehingga mampu menghasilkan manfaat dan mendukung pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pengelolaan uang rupiah menjadi aspek penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat terhadap mata uang nasional.

Sementara itu, perwakilan mahasiswa Taufik Rohman menyinggung fenomena setor tunai yang sering kembali beredar di masyarakat. Hal tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan uang kartal masih tinggi meskipun transaksi digital terus berkembang.

Mahasiswi lainnya, Fitriana menanyakan kepada pihak Bank Indonesia mengenai masifnya penggunaan pembayaran secara elektronik apakah mempengaruhi jumlah uang beredar. Dalam kesempatan tersebut diterangkan bahwa digitalisasi pembayaran memang mampu mengurangi ketergantungan pada sistem pembayaran fisik. Namun demikian, pencetakan uang rupiah masih tetap berjalan dan cenderung tidak menurun. Hal ini disebabkan belum meratanya infrastruktur, khususnya jaringan sinyal, untuk mendukung transaksi pembayaran digital di seluruh wilayah Indonesia.

“Digitalisasi dan penggunaan uang tunai saat ini masih berjalan searah. Teknologi sudah tersedia, namun kesiapan infrastruktur menjadi tantangan tersendiri,” ucap Muhammad Ali Yamin.

Terpisah, Ketua Prodi Manajemen IIB Darmajaya Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., mengatakan hadirnya praktisi mengajar dalam kelas sebagai bagian peningkatan output lulusan Prodi Manajemen. “Ini juga implementasi dari kerja sama yang terjalin. Diharapkan dengan adanya praktisi mahasiswa mendapatkan pemahaman langsung dalam tataran praktik melengkapi tataran teori yang sudah dimiliki mahasiswa,” ucap dia seperti dikutip dari https://darmajaya.ac.id.

Melalui perkuliahan ini, mahasiswa tidak hanya mendapatkan pemahaman teoretis, tetapi juga wawasan praktis mengenai peluang kerja di sektor keuangan, khususnya perbankan. Mahasiswa juga diberi kesempatan untuk berdiskusi langsung dan mengajukan pertanyaan kepada narasumber, sehingga diharapkan mampu memperkaya kompetensi dan kesiapan mereka menghadapi dunia kerja.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566.(**)

Menuju Kampus Berdampak, IIB Darmajaya Kolaborasi dengan NEWUS Technology

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Fakultas Ilmu Komputer Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya terus membuka peluang kolaborasi dengan dunia industri guna meningkatkan kualitas pendidikan dan kesiapan lulusan. Upaya tersebut diwujudkan melalui kunjungan NEWUS Technology ke IIB Darmajaya pada Rabu, 7 Januari 2026, dalam rangka menjajaki kerja sama strategis di bidang teknologi informasi.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas berbagai bentuk kolaborasi yang berpotensi dikembangkan bersama, meliputi program Magang/PKL Mahasiswa, Pelatihan dan Pengajaran, Riset Kolaborasi, Pengembangan Kurikulum, Guest Lecturer Program, Kunjungan Industri, Seminar, serta Event atau Project Lainnya. Kolaborasi ini diharapkan mampu menjembatani kebutuhan akademik dengan dinamika dan tuntutan industri.

Perwakilan NEWUS Technology, Fadilla Pusvitasari, M.Pd, selaku Business Development CV Newus Teknologi, menyampaikan bahwa kerja sama dengan perguruan tinggi merupakan langkah strategis dalam menyiapkan talenta digital yang kompeten dan siap bersaing.

“Kami memandang kampus sebagai mitra strategis dalam pengembangan sumber daya manusia. Melalui kolaborasi ini, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman praktis yang relevan dengan kebutuhan industri,” ujar Fadilla.

Sementara itu, Yulivia Annisa Putri, S.Kom, selaku Business Manager CV Newus Teknologi, menuturkan bahwa NEWUS Technology terbuka untuk mendukung berbagai aktivitas akademik yang bersifat aplikatif dan berkelanjutan.

Ia menjelaskan bahwa keterlibatan praktisi industri, baik melalui program dosen tamu, proyek kolaboratif, maupun pelatihan, dapat memberikan nilai tambah bagi mahasiswa dan dosen.

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Dekan Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya, Dr. Muhammad Said Hasibuan, S.Kom., M.Kom, didampingi Wakil Dekan Fakultas Ilmu Komputer, Nurfiana, S.Kom., M.Kom, serta para Ketua Program Studi Magister Teknologi Informasi (MTI), Teknik Informatika (TI), Pendidikan Teknologi Informasi (PTI), dan Sistem Informasi (SI).

Dr. Muhammad Said Hasibuan menyambut baik penjajakan kerja sama tersebut dan menegaskan pentingnya sinergi antara perguruan tinggi dan industri.

“Kerja sama dengan mitra industri seperti NEWUS Technology sangat kami butuhkan untuk memperkuat kurikulum berbasis kebutuhan dunia kerja, meningkatkan riset terapan, serta memastikan lulusan memiliki daya saing yang tinggi,” ungkapnya.

Melalui penjajakan ini, Fakultas Ilmu Komputer IIB Darmajaya dan NEWUS Technology berharap dapat merealisasikan kerja sama yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi pengembangan pendidikan, riset, dan inovasi teknologi di masa mendatang.(*)