Perkuat Akuntabilitas, Unila Gandeng KAP untuk Audit Keuangan 2025

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Lampung (Unila) resmi memulai rangkaian audit atas Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 melalui kegiatan temu awal audit bersama Kantor Akuntan Publik (KAP) Lutfi Muhammad dan Rekan, di ruang sidang utama Rektorat, Senin, 9 Februari 2026.

Kegiatan ini menjadi langkah strategis Unila dalam memperkuat tata kelola keuangan yang transparan dan akuntabel, sekaligus menargetkan capaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Rektor Unila, Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam paparannya mengungkapkan capaian kinerja keuangan Unila dengan realisasi pendapatan BLU hingga 31 Desember 2025 mencapai Rp459,7 miliar atau meningkat 25 persen dari target.

Sementara realisasi belanja mencapai Rp814 miliar dengan tingkat serapan 83,37 persen. “Total realisasi PNBP Unila tahun 2025 naik signifikan. Ini menunjukkan kinerja yang baik, namun tetap harus kita pastikan akuntabel dan sesuai regulasi,” ujarnya di hadapan para wakil Rektor, dekan, ketua UPA, serta jajaran pengelola keuangan.

Rektor menjelaskan, penunjukan KAP Lutfi Muhammad dan Rekan telah melalui persetujuan Dewan Pengawas Unila. “Penunjukan KAP ini berdasarkan persetujuan Dewan Pengawas Unila, baik ketua maupun seluruh anggotanya. Audit ini menjadi bagian penting dari komitmen kami dalam menjaga tata kelola yang baik,” tegasnya.

Audit lapangan akan dilaksanakan selama lima hari, mulai 23 hingga 27 Februari 2026, dengan melibatkan enam personel auditor. Proses audit mencakup seluruh unit kerja di lingkungan Unila, termasuk satuan kerja Senat, SPI, delapan fakultas, satu program pascasarjana, lembaga, biro, badan pengelola usaha, hingga tujuh unit pelaksana akademik (UPA). Sebanyak 32 Bendahara Pengeluaran Pembantu (BPP) juga masuk dalam lingkup pemeriksaan.

Rektor juga menginstruksikan seluruh pimpinan unit untuk kooperatif dan responsif selama proses audit berlangsung. “Saya minta seluruh pimpinan dan pengelola keuangan menyampaikan data dan dokumen secara akurat dan tepat waktu. Jangan sampai ada yang ditutup-tutupi, karena tujuan kita adalah perbaikan bersama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan, hasil audit KAP akan menjadi bagian dari pelaporan kepada BPK RI. Karena itu, Unila menargetkan capaian opini terbaik. “Yang kita kejar adalah opini Wajar Tanpa Pengecualian. Mudah-mudahan laporan keuangan tahun anggaran 2025 dapat memperoleh WTP,” harapnya.

Sementara itu, Ahmad Muhajir selaku Pimpinan Rekan KAP Lutfi Muhammad dan Rekan menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang kembali diberikan kepada pihaknya.

“Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami untuk melakukan audit atas laporan keuangan Unila tahun 2025. Ini merupakan penugasan ketiga kami di Unila,” ungkapnya.

Ahmad juga menegaskan, secara legalitas dan pengalaman, KAP yang dipimpinnya telah terdaftar di Kementerian Keuangan, BPK RI, OJK, serta Institut Akuntan Publik Indonesia. “Insyaallah secara perizinan kami sudah lengkap dan berpengalaman mengaudit berbagai perguruan tinggi negeri, baik PTN-BH, BLU, maupun satker lainnya,” tambahnya.

Terkait harapan hasil audit, ia menegaskan pentingnya dukungan seluruh unit kerja. “Opini WTP hanya dapat kami berikan apabila dokumen pendukung dan bukti audit memadai. Kerja sama dari seluruh tim keuangan, SPI, dan unit kerja sangat menentukan,” tegasnya.

Pada kesempatan yang sama, Partner KAP, Naufal Ferdyan Asrori, memaparkan metodologi dan tahapan audit yang akan dilaksanakan. Lingkup audit mencakup laporan realisasi anggaran, neraca, laporan operasional, laporan arus kas, catatan atas laporan keuangan, laporan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta evaluasi sistem pengendalian internal.

“Harapan kami, SPI menjadi PIC yang membersamai kami selama proses audit berlangsung. Koordinasi yang kuat akan mempercepat penyelesaian dan meningkatkan kualitas hasil pemeriksaan,” ujar Naufal.

Ia juga mengingatkan sejumlah area risiko yang menjadi perhatian dalam audit tahun berjalan, seperti pengelolaan kas, piutang UKT, pemanfaatan BMN, pengadaan barang dan jasa, serta pengelolaan aset tetap. “Kami melaksanakan audit sesuai standar profesional. Opini yang kami keluarkan benar-benar berdasarkan bukti audit yang memadai,” tegasnya.

Menutup kegiatan, Rektor secara resmi menerima penyerahan surat penugasan dari KAP Lutfi Muhammad dan Rekan sebagai auditor eksternal atas Laporan Keuangan Universitas Lampung, sekaligus menandai dimulainya rangkaian audit yang akan berlangsung.

Akedemisi UBL Ingatkan Bahaya Phishing, Literasi Digital Jadi Kunci Perlindungan Nasabah

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Maraknya penipuan digital dengan modus phishing menjadi ancaman serius di tengah meningkatnya aktivitas transaksi keuangan berbasis digital. Modus ini kerap dilakukan melalui pesan, telepon, maupun situs web palsu yang menyerupai lembaga resmi dengan tujuan memperoleh data pribadi dan informasi perbankan milik korban.

Phishing merupakan bentuk penipuan yang dilakukan dengan cara “memancing” informasi sensitif korban, seperti data perbankan, password, hingga kode keamanan, melalui email, pesan singkat, telepon, maupun situs web palsu yang dibuat menyerupai lembaga terpercaya. Pelaku biasanya menyamar sebagai customer service, petugas instansi, atau pihak yang menawarkan bantuan maupun promo menarik, sehingga korban merasa aman untuk memberikan informasi pribadi.

Dosen Fakultas Hukum Universitas Bandar Lampung (UBL), Dr. Zulfi Diane Zaini, S.H., M.H., yang juga Ketua Pusat Studi Hukum Perbankan (PSHP), mengatakan bahwa perkembangan teknologi turut diikuti dengan perubahan pola kejahatan yang semakin adaptif terhadap perilaku masyarakat digital.

“Pelaku phishing memanfaatkan kepanikan atau ketertarikan korban terhadap informasi tertentu, seperti ancaman pemblokiran rekening atau penawaran promo. Dalam kondisi tersebut, korban sering kali tidak melakukan verifikasi terlebih dahulu,” ujar Diane, Senin (09/02/2026).

Menurutnya, rendahnya literasi keamanan digital masih menjadi salah satu faktor utama masyarakat mudah terjebak dalam modus penipuan daring. Padahal, lembaga perbankan pada prinsipnya tidak pernah meminta data rahasia nasabah melalui telepon, pesan singkat, maupun tautan yang dikirimkan secara pribadi.

Ia menegaskan bahwa perlindungan data pribadi harus menjadi kesadaran bersama. “Nasabah harus memahami bahwa PIN, password, dan kode OTP bersifat sangat rahasia. Jika data tersebut diberikan kepada pihak lain, maka risiko penyalahgunaan akan sangat besar,” katanya.

Selain meningkatkan kewaspadaan individu, penerapan sistem keamanan berlapis seperti two-factor authentication (2FA), penggunaan perangkat lunak anti-phishing, serta kebiasaan memverifikasi sumber informasi dinilai penting untuk mengurangi risiko kejahatan digital. Di sisi lain, lembaga keuangan juga diharapkan terus memperkuat sistem keamanan serta meningkatkan edukasi kepada masyarakat.

Secara hukum, praktik phishing dapat dijerat melalui berbagai regulasi di Indonesia, antara lain Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP), serta ketentuan penipuan dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Meskipun istilah phishing tidak disebut secara eksplisit, tindakan manipulasi informasi, akses tanpa hak, dan penyalahgunaan data elektronik tetap termasuk dalam kategori tindak pidana.

Diane menambahkan, upaya pencegahan ke depan memerlukan kolaborasi antara lembaga keuangan, pemerintah, akademisi, media, dan masyarakat. Peningkatan literasi digital dinilai menjadi langkah strategis untuk membangun ekosistem transaksi digital yang aman dan terpercaya.

Tingkatkan Daya Saing Lulusan, Puluhan Mahasiswa Bisnis Digital IIB Darmajaya Ikuti Pelatihan Sertifikasi Digital Marketing BNSP

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Sebanyak 50 mahasiswa tingkat akhir, Program Studi Bisnis Digital Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya mengikuti pelatihan sertifikasi Digital Marketing BNSP sebagai bagian dari penguatan kompetensi profesional menjelang kelulusan. Kegiatan yang berlangsung pada Rabu (4/2/26) ini menjadi salah satu bentuk pembekalan menuju dunia kerja sekaligus tercatat dalam Surat Keterangan Pendamping Ijazah (SKPI) mahasiswa.

Pelatihan dipandu langsung oleh Ketua Program Studi Bisnis Digital, Trufi Murdiani, S.T., M.A., yang menekankan pentingnya penguasaan pemasaran digital di berbagai sektor industri saat ini. “Digital marketing itu bukan lagi nilai tambah, tapi sudah menjadi kemampuan dasar di hampir semua bidang bisnis. Sertifikasi BNSP nantinya akan menjadi validasi bahwa mahasiswa memang kompeten, bukan sekadar pernah belajar di kelas,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pelatihan ini dirancang agar mahasiswa memahami standar kompetensi yang akan dihadapi dalam uji sertifikasi, sekaligus membiasakan mereka dengan kebutuhan riil industri digital. Menurutnya, lulusan perlu menunjukkan keahlian yang terukur agar lebih percaya diri bersaing di pasar kerja.

Selama pelatihan, mahasiswa mendapatkan materi aplikatif seperti strategi konten digital, pengelolaan media sosial, periklanan daring, hingga analisis performa kampanye. Studi kasus bisnis nyata turut dibahas untuk memperkuat pemahaman praktis peserta.

Sementara itu, Kepala UPT Pelatihan IIB Darmajaya, Cahyani Pratisti, S.Pi., M.B.A., menerangkan bahwa kegiatan ini merupakan wujud kolaborasi antara program studi dan unit pelatihan kampus dalam memfasilitasi mahasiswa menuju sertifikasi profesi. Ia menilai pembekalan semacam ini penting agar lulusan tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap menghadapi standar kompetensi nasional.

Melalui kegiatan ini, Prodi Bisnis Digital IIB Darmajaya menunjukkan komitmennya menyiapkan lulusan yang relevan dengan kebutuhan industri dan siap beradaptasi di tengah perkembangan ekonomi digital yang dinamis. (**)

Mahasiswa KKN Gelar Program Bulega dan Demonstrasi POC

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) melaksanakan program kerja Bulega (Budidaya Lele dalam Galon) dan Demonstrasi Pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) di RT 05 Desa Rajabasa 2, Kecamatan Rajabasa, pada Minggu, 1 Februari 2026.

Kegiatan ini bertujuan mendorong kemandirian pangan keluarga sekaligus meningkatkan pemanfaatan limbah rumah tangga secara berkelanjutan.

Program BULEGA merupakan kegiatan budidaya ikan lele dengan memanfaatkan galon bekas sebagai media utama yang dilengkapi keran sebagai saluran pembuangan air kotor, sehingga memudahkan perawatan tanpa harus mengangkat galon.

Setelah galon dibersihkan dan diisi air, benih lele ditebar sesuai kapasitas, kemudian dirawat melalui pemberian pakan rutin serta penggantian air secara berkala. Budidaya ini dirancang sebagai solusi sederhana dan ekonomis yang dapat diterapkan pada lingkungan dengan keterbatasan lahan.

Sementara itu, demonstrasi POC dilakukan melalui praktik langsung pembuatan pupuk organik cair dari limbah organik rumah tangga, seperti sisa sayur dan buah yang difermentasi menggunakan EM4 dan molase. Setelah melalui proses fermentasi, cairan hasil olahan disaring dan siap digunakan sebagai pupuk ramah lingkungan yang bernilai guna bagi masyarakat.

Kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi sosial ekonomi masyarakat RT 05 yang sebagian besar bekerja sebagai buruh harian lepas dan ibu rumah tangga, serta masih menghadapi keterbatasan dalam memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

Di sisi lain, terdapat banyak limbah plastik dan limbah organik rumah tangga yang belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, program BULEGA dan POC dihadirkan sebagai upaya pemenuhan pangan mandiri sekaligus pengelolaan limbah berbasis rumah tangga.

Program ini diinisiasi oleh Kelompok KKN Desa Rajabasa 2 yang terdiri dari Heri Hermawan, Andrea Wijaya, Faizma Zia Illaya, Adinda Kris Oktaria, Langgeng Nugroho Akbar, Kayla Deswita Erianti, M. Alqawiyy Putra, Rizky Mayatika Putri, Tryolla Putri Noor Harvani, Imelia Putri, Muhammad Ghifari Juniansyah, M. Tajali Nasrullah, dan Jovita Melita.

Program BULEGA memiliki keunggulan karena tidak membutuhkan lahan luas, berbiaya murah, dan dapat diterapkan di lingkungan padat penduduk. Sementara itu, POC unggul karena proses pembuatannya sederhana, ramah lingkungan, memanfaatkan limbah organik rumah tangga, serta berpotensi memberi nilai guna dan nilai jual bagi masyarakat.

Tryolla Putri, selaku perwakilan kelompok, menjelaskan bahwa BULEGA dipilih karena mudah diterapkan oleh masyarakat dengan biaya yang relatif murah.

“Budidaya lele dalam galon ini tidak membutuhkan lahan luas dan bisa dilakukan di pekarangan rumah. Selain menghasilkan sumber protein, pemanfaatan galon bekas juga membantu mengurangi limbah plastik di lingkungan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa demonstrasi POC bertujuan agar masyarakat mampu mengelola limbah organik secara mandiri.

“Melalui pembuatan pupuk organik cair, masyarakat dapat memanfaatkan sisa sayur dan buah menjadi produk yang berguna untuk tanaman, bahkan berpotensi memiliki nilai jual,” tambahnya.

Kegiatan ini melibatkan mahasiswa, masyarakat, serta mendapat izin dan dukungan dari RT setempat, serta bekerja sama dengan Komunitas Ruang Pangan. Antusiasme warga terlihat selama kegiatan berlangsung, mulai dari persiapan alat dan bahan, praktik langsung budidaya lele, hingga proses fermentasi pupuk organik cair.

Selain berdampak pada ketahanan pangan keluarga, program ini juga diharapkan mampu mengurangi jumlah limbah plastik dan limbah organik rumah tangga. Pemanfaatan galon bekas dan pengolahan sampah organik menjadi POC dinilai dapat menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan produktif.

“Harapannya, program BULEGA dan POC ini dapat terus dilanjutkan oleh masyarakat secara mandiri, baik untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarga maupun sebagai sumber tambahan pendapatan,” harapnya.

Melalui program ini, mahasiswa KKN tidak hanya berkontribusi dalam peningkatan ketahanan pangan keluarga, tetapi juga mendorong pemanfaatan limbah secara berkelanjutan, sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

 

Perkuat Sinergi, Yayasan Ponpes Darul Huda Gelar Rapat Koordinasi PPDB 2026/2027

LAMPUNG UTARA – (deklarasinews.com)– Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda Bukitkemuning, Lampung Utara, menggelar rapat koordinasi (Rakor) lintas lembaga pada Minggu (8/2/2026). Pertemuan yang berlangsung khidmat di Aula Yayasan ini fokus membahas persiapan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pelajaran 2026/2027.

​Rapat ini menjadi istimewa dengan kehadiran keluarga besar dewan pengasuh sekaligus ahli waris dari pendiri Pondok Pesantren, Bapak Abdullah Syafii’e dan Ibu Maimunah Padilah syafi’ie. Kehadiran unsur pendiri ini bertujuan untuk memastikan nilai-nilai dasar pesantren tetap terjaga dalam setiap proses pengembangan pendidikan di masa mendatang.

​Dalam rakor tersebut, beberapa agenda krusial dibahas demi kelancaran penjaringan santri baru, di antaranya:

​Integrasi Antar Lembaga: Memperkuat komunikasi antara unit pendidikan di bawah naungan yayasan.

​Strategi PPDB 2026/2027: Sosialisasi program unggulan untuk menarik minat calon wali santri.

​Optimalisasi Peran Guru: Melibatkan seluruh tenaga pendidik sebagai duta informasi pesantren.

​Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan dan staf pengajar, antara lain:

​Kepala TK Darul Huda

​Kepala Madrasah Tsanawiyah (MTs)

​Kepala Madrasah Aliyah (MA)

​Seluruh jajaran Dewan Guru

Ibu Padilah dalam kesempatan nya menyampaikan ​Dengan digelarnya rapat ini, diharapkan seluruh jenjang pendidikan di bawah naungan Yayasan Pondok Pesantren Darul Huda Bukitkemuning memiliki kesiapan yang matang dan visi yang selaras dalam menyambut calon santri baru di tahun ajaran mendatang.

Kemudian juga InsyaAllah di tahun ajaran ini kita akan berbenah di segala lini di antar nya kita harus mempersiapkan guru yang mumpuni di bidang nya terutama di kelas salaf bagi santri yang bermukim. Kemudian tidak kalah penting nya di harapkan kepada seluruh tenaga pengajar yang ada saat ini untuk dapat melakukan penjaringan minat siswa dan orang tua siswa untuk dapat bersekolah di Darul Huda. Tutup Padilah. (Zainal)

Bingung Weekend Kemana!Yuuk Saksikan Semifinal dan Final DSFT 2026

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)-Aksi para siswa/i SMP/MTs dan SMA/K/MA Putra Putri dalam Babak 8 besar Darmajaya Student Futsal Tournament 2026 membuat suguhan permainan menarik bagi para penonton yang hadir di Lapangan Futsal Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya pada Sabtu, (7/2/26).

Para orang tua maupun teman sekolah hadir langsung memberikan dukungan di tribun penonton. Tim unggulan pun harus susah payah melewati hadangan tim lain. SMPN 13 Bandar Lampung yang menjadi juara bertahan hanya dapat mencetak sebiji gol dibandingkan dengan pertandingan sebelumnya.

Hal sama dialami di tingkat SMA/K/MA, tim SMA Al Huda harus bermain adu penalti dengan SMAN 1 Kalianda untuk melaju ke semifinal dengan skor 3-2. Berbeda dengan tim SMK Dharmapala yang masih melaju mulus menang mudah 3-0 dengan SMAN 7 Bandar Lampung.

Hari ini partai semifinal akan dimainkan baik tingkat SMP/MTs dan SMA/K/MA. Permainan ngotot dan pembuktian menjadi raja futsal sebagai gengsi sekolah akan dipertaruhkan.

Kampus Unggul IIB Darmajaya juga menyiarkan langsung melalui akun Instagram @darmajayathebest dan akun tiktok @pmbiibdarmajaya. Yuuk saksikan langsung di lapangan futsal IIB Darmajaya.

Untuk pendaftaran mahasiswa baru IIB Darmajaya tahun 2026, silakan kunjungi laman resmi pmb.darmajaya.ac.id. Informasi lebih lanjut juga dapat diperoleh dengan menghubungi narahubung yang tersedia 24 jam melalui nomor 08117972244 atau 082306097566.(**)

Mahasiswa KKN Upayakan Digitalisasi Pemasaran Mocaf Purwodadi Melalui Google Maps

BANDARLAMPUNG -(deklarasinews.com)- Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Lampung (Unila) periode I tahun 2026 berhasil melaksanakan program kerja Workshop Optimalisasi Google Maps & Strategi Pengembangan Brand Mocaf (Modified Cassava Flour), yang berlokasi di Desa Purwodadi, Kecamatan Adiluwih, Kabupaten Pringsewu, dan terlaksana pada 21 Januari 2026.

Di balik hamparan kebun singkong yang menjadi denyut nadi ekonomi warga, tersimpan potensi besar bernama Mocaf (Modified Cassava Flour). Namun sebelum tersentuh program pengabdian mahasiswa, produk unggulan desa ini masih berjalan dalam sunyi alias dipasarkan secara terbatas, dengan visibilitas digital yang nyaris tak terlihat.

Keterbatasan pemasaran online, belum optimalnya branding, serta jangkauan pasar yang hanya berputar di wilayah lokal menjadi persoalan utama. Bahkan, sentra produksi Mocaf Purwodadi sebelumnya belum terdaftar di Google Maps dan belum memiliki aktivitas promosi di media sosial. Produk ada, kualitas terjaga, tetapi akses menuju pasar luas masih tertutup.

Melihat celah tersebut, mahasiswa KKN Tematik Unila menggagas program kerja berbasis digitalisasi pemasaran melalui Workshop Optimalisasi Google Maps & Strategi Pengembangan Branding Mocaf. Google Maps dipilih sebagai pintu masuk transformasi karena gratis, mudah diakses, dan terbukti efektif meningkatkan visibilitas lokasi usaha, terutama bagi UMKM desa yang ingin lebih mudah ditemukan konsumen.

Program kerja ini dijalankan oleh sejumlah mahasiswa-mahasiswi Unila dengan berbagai lintas jurusan, terdiri dari Bernadeta Bias Pertiwi dan Hanu Aji Rafly Saputra sebagai Person in Charge (PIC), beserta para anggota yang terdiri dari Rhafli Adhyaksa Pratama, Mayadha Syabbillah, Renita Dwi Wicahyani, Anggi Anggraini, Juan pembangun, Macario Jovan Hutabarat, Febri AnnasTia, Sulistyowati, dengan arahan Prof. Dr. Ir. Sugeng Prayitna Harianto, M.S., sebagai Dosen Pembimbing Lapangan (DPL).

Dalam pelaksanaannya, workshop menghadirkan materi praktis yang aplikatif, mulai dari pengenalan branding UMKM, optimalisasi profil usaha di Google Maps, hingga pengelolaan media sosial sebagai etalase bisnis.

“Sebelum pelatihan, kami belum memahami bagaimana produk desa bisa ditemukan orang lewat internet. Setelah didampingi mahasiswa KKN, kami jadi tahu cara menampilkan lokasi usaha, mengelola profil, sampai mempromosikan mocaf secara digital,” ungkap Hanu.

Suasana pelatihan terasa hidup ketika peserta tak hanya mendengar, tetapi langsung mempraktikkan. Titik lokasi Sentra Mocaf didaftarkan dan dioptimalkan saat itu juga. Kini, rumah produksi tersebut telah memiliki profil digital yang informatif dan lebih mudah dilacak calon pembeli maupun mitra usaha.

Kolaborasi lintas kampus turut menjadi kekuatan dalam pelaksanaan program ini. Mahasiswa KKN-T Unila tidak berjalan sendiri, melainkan bersinergi dengan mahasiswa KKN-T IPB yang lebih dahulu mengabdi di Desa Purwodadi. Kehadiran tim IPB menjadi semacam pionir lapangan, mereka telah lebih dulu memetakan potensi desa, mengenali karakteristik masyarakat, serta merancang pijakan awal pengembangan Mocaf sebagai produk unggulan.

Berbekal data dan pengalaman tersebut, mahasiswa KKN Unila kemudian hadir membawa energi baru. Mereka mengakselerasi program melalui eksekusi teknis workshop, penguatan strategi digitalisasi, hingga pengembangan inovasi branding. Jika tim IPB berperan sebagai penyedia kompas arah, maka tim Unila menjadi motor penggerak di lapangan.

Dari sisi identitas produk, peserta didorong menonjolkan kekhasan lokal Purwodadi, mulai dari kualitas bahan baku singkong, proses produksi higienis, hingga narasi mocaf sebagai produk sehat unggulan desa. Pendekatan storytelling ini diyakini mampu menjadi pembeda di tengah persaingan produk mocaf dari daerah lain.

Antusiasme paling hangat datang dari ibu-ibu PKK dan Kelompok Wanita Tani. Rasa penasaran mereka terhadap teknologi perlahan berubah menjadi semangat. Media sosial yang sebelumnya dianggap sekadar hiburan, kini dipahami sebagai jembatan ekonomi. Meski sempat terkendala perangkat dan istilah teknis, pendampingan yang sabar membuat mereka justru tampil sebagai motor promosi digital desa.

Dukungan juga mengalir dari berbagai pihak. Pemerintah Desa Purwodadi melihat mocaf sebagai identitas ekonomi strategis dan menyiapkan fasilitasi promosi serta penguatan kelembagaan UMKM. Semocindo turut memberi dukungan controlling serta membuka peluang jejaring pemasaran nasional, bahkan potensi ekspor di masa depan.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Pringsewu berkomitmen menjaga keberlanjutan, terutama dalam peningkatan nilai tambah singkong petani dan pengembangan produk turunan.

Sebagai tindak lanjut, mahasiswa KKN Unila meninggalkan tiga output konkret yakni digitalisasi lokasi produksi di Google Maps, pengelolaan akun Instagram oleh tim desa, serta banner identitas di sentra produksi. Langkah ini memastikan program tidak berhenti sebagai seremonial, melainkan menjadi fondasi pemasaran berkelanjutan.

Melalui program ini, Bernadeta berpesan agar kemandirian ekonomi desa dapat tumbuh dari potensi lokal yang dipadukan inovasi digital dan kolaborasi lintas sektor.
“Keterbatasan jangkauan pasar bukan lagi penghalang selama desa memiliki kemauan untuk bertransformasi dan terbuka terhadap pembaruan,” ungkapnya.

Dari singkong sederhana, Desa Purwodadi sedang mengukir jalan panjangnya menuju desa yang dikenal, dicari, dan diperhitungkan dari peta digital hingga pasar nasional.

 

Prodi Manajemen IIB Darmajaya Satukan Hati Dosen untuk Menjaga Akreditasi Unggul

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Program Studi Manajemen Institut Informatika dan Bisnis (IIB) Darmajaya menggelar kegiatan Team Building, di D’Villa Lampung, Kemiling, Bandar Lampung, selama dua hari sejak Jumat (6/2/26) siang.

Kegiatan ini menjadi ruang kebersamaan sekaligus refleksi bersama bagi seluruh dosen Prodi Manajmen dalam suasana santai namun sarat makna.

Ketua Program Studi Manajemen IIB Darmajaya, Dr. Novita Sari, S.Sos., M.M., menyampaikan bahwa Building dirancang bukan hanya sebagai ajang silaturahmi, tetapi sebagai momentum strategis untuk menyatukan hati dan memperkuat soliditas dosen dalam menjalankan kurikulum berdampak.

Melalui kebersamaan ini, seluruh dosen diharapkan memiliki visi, semangat, dan komitmen yang sejalan.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menyatukan hati seluruh dosen Prodi Manajemen. Dengan kebersamaan dan semangat yang sama, kami berupaya menjalankan kurikulum berdampak secara konsisten agar Prodi Manajemen mampu mempertahankan akreditasi unggul dan terus berkembang ke arah yang lebih baik,” ujar Dr. Novita Sari.

Lebih dari sekadar kegiatan kebersamaan, Team Building juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa keberhasilan program studi tidak hanya ditentukan oleh capaian administratif dan akademik semata. Kekuatan kolaborasi, komunikasi yang sehat, serta rasa saling memiliki antar dosen menjadi fondasi penting dalam membangun program studi yang adaptif dan berdaya saing.

Suasana Team Building berlangsung hangat dan penuh keceriaan melalui berbagai permainan yang dilombakan antar kelompok. Mulai dari lomba memindahkan kelereng, memindahkan bola, hingga lomba over gelas plastik menggunakan balon.

Gelak tawa dan sorak sorai mewarnai setiap sesi permainan, mencairkan sekat formalitas dan menghadirkan keakraban yang tulus di antara para dosen.

Keakraban semakin terasa ketika Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) IIB Darmajaya Dr. Winda Rika Lestari, S.E., M.M. menginisiasi sebuah permainan reflektif dengan mengajukan pertanyaan sederhana namun menyentuh kepada para dosen, salah satunya mengenai hal-hal yang membuat mereka bahagia.

Jawaban-jawaban yang muncul secara spontan, jujur, dan penuh makna menciptakan suasana haru sekaligus kebahagiaan.

Dengan tema ‘Menguatkan Kolaborasi dan Langkah Strategis’ Dekan FEB IIB Darmajaya menegaskan bahwa kebahagiaan dan kekompakan dosen merupakan elemen penting dalam menciptakan iklim akademik yang sehat dan produktif.

“Dari suasana yang hangat dan penuh kebersamaan seperti ini akan lahir energi positif, kolaborasi yang kuat, serta inovasi pembelajaran yang berdampak nyata bagi mahasiswa,” ungkapnya.

Dipandu oleh Susanti, SE., M.M; Muhammad Saputra, S.E., M.,M.; dan Rizky Mupti Pratama, S.E., M.M., kegiatan ini juga dihadiri oleh Guru Besar FEB IIB Darmajaya Prof. Dr. Anuar Sanusi, S.E., M.Si., Wakil Rektor III IIB Darmajaya Muprihan Thaib, S.Sos., M.M., serta sekitar 25 dosen Prodi Manajemen.

Di akhir kegiatan, suasana haru dan bahagia menyatu dalam kebersamaan, meninggalkan kesan mendalam bahwa Team Building bukan hanya tentang bersenang-senang, tetapi juga tentang menguatkan ikatan hati demi masa depan Prodi Manajemen IIB Darmajaya yang semakin unggul dan berdaya saing. (**)

MoU Unila–Lampura Sinergi Strategis untuk Dampak Nyata bagi Masyarakat

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Sinergi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Penegasan tersebut disampaikan Rektor Universitas Lampung (Unila), Prof. Dr. Ir. Lusmeilia Afriani, D.E.A., IPM., ASEAN Eng., dalam momentum penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) yang berlangsung di ruang sidang utama rektorat Unila, Jumat, 6 Februari 2026.

Ia menjelaskan, kerja sama ini menjadi langkah strategis lanjutan bagi kedua institusi untuk menjawab kebutuhan riil warga, terutama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), memperkuat pelayanan publik, serta mengoptimalkan pengembangan potensi daerah secara berkelanjutan.

Unila, kata dia, membuka akses seluas-luasnya bagi lulusan SMA dan SMK untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri melalui berbagai jalur masuk, termasuk jalur prestasi, tes, dan mandiri.

Selain itu, Unila memiliki Program PMPAP dengan kuota lebih dari 140 mahasiswa yang memberikan pembebasan UKT selama empat tahun bagi calon mahasiswa kurang mampu, serta fasilitas rusunawa berbiaya terjangkau.

“Kami meyakini bahwa sinergi antara Universitas Lampung dan pemerintah daerah Kabupaten Lampung Utara akan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan kapasitas sumber daya manusia daerah, serta pengembangan potensi wilayah secara berkelanjutan,” ujar Rektor.

Ia menambahkan, Unila siap menurunkan berbagai sumber daya dan keahlian yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan daerah. Melalui UPA PKK atau CCED, misalnya, Unila dapat mendukung asesmen sumber daya manusia dalam pelaksanaan program manajemen talenta.

Selain itu, program “Profesor Mulang Tiyuh” yang melibatkan 156 profesor Unila, termasuk yang berasal dari Lampung Utara, akan diarahkan untuk turun langsung memberikan gagasan dan kontribusi nyata di daerah.

“Untuk merealisasikan program dari kegiatan konkret yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat, Unila dan Lampung Utara harus bersinergi lebih kuat lagi. Setelah MoU ini, kami akan menindaklanjuti dalam bentuk kerja sama yang lebih konkret melalui PKS dan program teknis lainnya,” tegasnya.

Bupati Lampung Utara, Dr. Ir. Hamartoni Ahadis, M.Si., menyambut baik komitmen tersebut dan menekankan pentingnya keberlanjutan serta dampak terukur bagi masyarakat.

Menurutnya, kerja sama ini harus berorientasi pada peningkatan kualitas SDM, baik masyarakat umum maupun aparatur pemerintah, agar tata kelola pemerintahan semakin baik, berlandaskan nilai moral, etika, dan kompetensi yang memadai.

“Kerja sama yang kita bangun hari ini tidak boleh berhenti pada penandatanganan MoU atau PKS secara seremonial saja. Kita ingin kerja sama ini benar-benar konkret, terukur, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia di Lampung Utara,” ujarnya.

Dalam bidang pendidikan, Pemkab Lampung Utara mendorong peningkatan kualifikasi dan kompetensi sekitar 4.000 guru dari kurang lebih 500 sekolah SD dan SMP, serta ASN melalui program lanjutan pendidikan, pelatihan, maupun kelas khusus yang fleksibel dari sisi waktu dan biaya.

Di era digital, peningkatan literasi teknologi bagi pejabat dan aparatur juga menjadi prioritas, termasuk pelatihan singkat tiga hingga lima hari yang dapat difasilitasi fakultas di lingkungan Unila seperti MIPA dan Teknik.

Tak hanya pada sektor pendidikan dan tata kelola, kerja sama ini juga diarahkan untuk menghidupkan kembali potensi unggulan daerah.

Di bidang pertanian dan perkebunan, Lampung Utara yang dahulu dikenal sebagai sentra lada dan padi kini menghadapi penurunan produksi signifikan, termasuk menyusutnya luas perkebunan lada dari sekitar 22.000 hektar serta persoalan penyakit busuk pangkal batang.

Pemerintah daerah berharap dukungan riset, pengembangan varietas unggul, teknologi budidaya, dan sistem tumpang sari yang lebih efektif, termasuk untuk komoditas kopi dan tanaman tradisional lainnya.

Di sektor UMKM, potensi besar pada komoditas ubi kayu dan kopi juga menjadi fokus pengembangan, terutama pada penguatan produk hilir yang selama ini masih terbatas.

Dengan keterlibatan akademisi dan peneliti Unila, diharapkan lahir inovasi dan pendampingan berkelanjutan yang mampu meningkatkan nilai tambah produk dan kesejahteraan masyarakat.

Kedua pihak sepakat bahwa MoU ini merupakan langkah awal membangun kepercayaan dan kemitraan jangka panjang antara kampus dan pemerintah daerah.

Melalui tindak lanjut yang terstruktur, tim teknis, serta evaluasi bersama, kerja sama Unila dan Kabupaten Lampung Utara diharapkan benar-benar menghadirkan perubahan nyata bagi warga dan memperkuat pembangunan daerah berbasis ilmu pengetahuan.(Red)

FKIP Gelar Ujian Terbuka Ujian Terbuka Promosi Doktor Hasanudin

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)– Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar ujian terbuka disertasi mahasiswa Program Studi S-3 Pendidikan atas nama Hasanudin, pada Jumat, 6 Februari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula K FKIP Unila.

Dalam ujian terbuka tersebut, promovendus memaparkan disertasi berjudul “Komitmen Organisasi, Literasi Digital, Profesionalisme Guru, dan Peran Kepemimpinan Digital Kepala Sekolah dalam Membangun Budaya Organisasi Inovatif di Satuan Pendidikan”.

Disertasi ini mengkaji model pengembangan organisasi pendidikan dalam konteks satuan pendidikan tingkat sekolah menengah. Penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas kompetensi peserta didik serta efektivitas proses pembelajaran melalui penguatan kepemimpinan digital dan budaya organisasi yang inovatif.

Ujian terbuka disertasi dipimpin langsung Ketua Tim Penguji yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Unila, Prof. Dr. Sunyono, M.Si. Dalam kesempatan tersebut, Prof. Sunyono memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan kritis terkait substansi penelitian yang dilakukan promovendus.

Tim penguji lainnya terdiri atas Prof. Hasan Hariri, S.Pd., M.B.A., Ph.D., selaku Sekretaris Penguji; Dr. Riswandi, M.Pd., sebagai Penguji Internal; Prof. Dr. Bujang Rahman, M.Si., sebagai Penguji Internal I; serta Prof. Dr. Hj. Nirva Diana, M.Pd., sebagai Penguji Eksternal.

Promotor disertasi ini adalah Prof. Dr. Sowiyah, M.Pd., Guru Besar tetap FKIP Unila dalam bidang Manajemen Mutu Pendidikan. Ia mendampingi proses penelitian Hasanudin sejak penyusunan proposal hingga pelaksanaan ujian terbuka.

Pada kesempatan tersebut, Prof. Sowiyah menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas kerja keras serta komitmen promovendus dalam menyelesaikan disertasinya. Sementara itu, Co-Promotor Dr. Handoko, S.T., M.Pd. turut memberikan pertanyaan kritis, khususnya terkait aspek metodologi penelitian.

Ia menyoroti efektivitas implementasi model yang dirancang terhadap peningkatan kompetensi siswa secara nyata. Dr. Handoko menekankan pentingnya sinkronisasi antara kerangka teori dengan kondisi teknis di lapangan agar hasil penelitian tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga aplikatif dan mampu memberikan kontribusi praktis bagi dunia pendidikan.

Ujian terbuka disertasi ini menjadi penanda penting dalam kontribusi akademik Hasanudin di bidang pendidikan, khususnya dalam penguatan kepemimpinan digital dan budaya organisasi inovatif di satuan pendidikan.

Melalui penelitian yang telah dipresentasikan, diharapkan hasil disertasi ini dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan kebijakan dan praktik pendidikan, serta menjadi rujukan bagi penelitian lanjutan di bidang manajemen dan inovasi pendidikan.(Red)