Prodi Informatika Raih Akreditasi UNGGUL, UBL Mantapkan Posisi Pencetak Talenta Digital Unggul Lewat Kurikulum Berorientasi Industri dan Profesi

BANDAR LAMPUNG -(deklarasinews.com)- Universitas Bandar Lampung (UBL) kembali menegaskan komitmennya dalam mencetak talenta digital unggul melalui kuliah umum bertajuk “Keselarasan Peta Okupasi Nasional Bidang TIK dengan PCC Fakultas Ilmu Komputer Universitas Bandar Lampung” yang digelar di Aula M Gedung Pascasarjana UBL, Selasa (28/4/2026).

Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Dr. Eng. Hary Budiarto, S.H., M.H., M.Kom., IPM., dari Pusat Pengembangan Aparatur Komdigi BPSDM Komdigi.

Rektor UBL Prof. Dr. Ir. Yusuf Sulfarano Barusman, M.B.A dalam sambutannya menegaskan bahwa perguruan tinggi harus mampu bergerak cepat mengikuti perkembangan industri digital dan kebutuhan SDM masa depan. Menurutnya, melalui Fakultas Ilmu Komputer (FIK) dan penerapan Personally Customized Curriculum (PCC), UBL terus menghadirkan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia industri dan teknologi global.

Ia menambahkan, kualitas Fakultas Ilmu Komputer UBL semakin diperkuat dengan diraihnya Akreditasi UNGGUL Program Studi Informatika. “Capaian tersebut menjadi bukti komitmen UBL dalam menghadirkan pendidikan berbasis praktik, sertifikasi kompetensi, riset, inovasi, serta kolaborasi dengan industri dan pemerintah. Kami optimistis mampu mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan kompetitif untuk menjawab kebutuhan profesi digital di tingkat nasional maupun global,” ujarnya.

Sementara itu, dalam paparannya, Dr. Eng. Hary Budiarto menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mendukung transformasi digital nasional menuju Indonesia Emas 2045. Ia menilai konsep PCC yang diterapkan UBL sudah selaras dengan kebutuhan industri digital nasional, khususnya dalam pengembangan kompetensi bidang kecerdasan artifisial, keamanan siber, data science, tata kelola TI, dan infrastruktur digital. “Saya melihat FIK UBL memiliki komitmen kuat dalam mencetak talenta digital yang unggul, adaptif, dan berdaya saing,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan